Home Blog Page 2435

Bansos Diharapkan Tersalurkan Secara Objektif, Banyak Warga Miskin Belum Terdaftar di DTKS

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Fraksi Partai NasDem, Habiburrahman Sinuraya saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Perda No.5 Tahun 2015 di Gg Alim, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Minggu (7/8/2022) sore. (IST).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meskipun masyarakat berharap bantuan sosial (Bansos) dapat tersalurkan dengan baik dan objektif, namun masih banyak warga tidak mampu di Kota Medan yang belum mendapatkan bansos dari pemerintah. Pasalnya sampai saat ini, masih cukup banyak masyarakat miskin di Kota Medan yang belum masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Padahal disisi lain, DTKS merupakan syarat utama untuk masyarakat bisa mendapatkan berbagai bantuan sosial dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP) dan berbagai jenis bansos lainnya.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Medan Fraksi Partai NasDem, Habiburrahman Sinuraya saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Perda No.5 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Kemiskinan di Gg Alim, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Minggu (7/8/2022) sore.

“Masih cukup banyak warga miskin di Kota Medan yang belum masuk DTKS. Padahal, DTKS merupakan syarat agar warga bisa mendapatkan PKH, BPNT, dan bansos lainnya,” ucap Habib Sinuraya didampingi Ketua Garda Pemuda NasDem Sumut, Defri Noval Pasaribu.

Dijelaskan Habib, adapun beberapa kawasan di Kota Medan yang masyarakatnya belum masuk ke dalam DTKS, yakni Kelurahan Sido Mulyo, Kelurahan Lau Cih, dan Kelurahan Baru Ladang Bambu yang ketiganya terdapat di Kecamatan Medan Tuntungan.

“Jadi saya cukup terkejut juga kalau di Kelurahan Titi Kuning (Medan Johor) ini masih banyak warga miskin yang belum masuk DTKS. Kalau tidak masuk DTKS, ya bagaimana bisa dapat PKH dan bantuan lainnya,” ujarnya.

Untuk itu, Habib Sinuraya meminta masyarakat agar pro aktif dalam mengurus syarat-syarat untuk bisa masuk ke dalam DTKS. Ia pun mengaku siap memfasilitasi warga miskin di Kelurahan Titi Kuning kepada Dinas Sosial Kota Medan agar bisa masuk ke dalam DTKS.

“Tolong datanya berikan pada kami untuk kami proses supaya bisa kami fasilitasi ke dinsos agar bisa masuk ke DTKS. Kita bantu nanti dari Dinsos, lalu nanti di cacah oleh Dinsos mana yang lebih berhak mendapatkannya berdasarkan prioritasnya,” katanya.

Dijelaskan Habib, berdasarkan Perda No.5 Tahun 2015, Pemko Medan harus mampu menanggulangi kemiskinan, salah satunya dengan bantuan-bantuan dari pemerintah. Dan bukan cuma menanggulangi kemiskinan, Pemko Medan juga diminta untuk menanggulangi masalah pendidikan, kesehatan, dan hak-hak dasar lainnya.

“Maka saya juga meminta kepada tim pencacah agar terus berjalan untuk memasukkan masyarakat miskin ke dalam DTKS. Faktanya, masih banyak warga miskin di Kota Medan yang belum masuk ke dalam DTKS,” pungkasnya. (map)

Pemko Binjai Ingatkan Pentingnya Penggunaan Produk Dalam Negeri

APEL: Asisten II, Affan Siregar saat pimpin apel gabungan di Balai Kota Binjai. (IST)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai mengingatkan kepada seluruh aparatur sipil negara maupun masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri. Peringatan ini disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Binjai, Affan Siregar saat pimpin apel gabungan di balai kota, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (8/8).

Affan menilai, perlu melakukan optimalisasi dalam hal penggunaan produk dalam negeri. Karenanya, kata dia, Pemko Binjai membentuk tim peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) pada setiap pengguna produk dalam negeri. Seperti lembaga negara, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.

Menurut dia, program P3DN adalah upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri daripada luar negeri. “Pemerintah berharap untuk proyek-proyek yang akan dilaksanakan dalam pengadaan barang/jasa, lebih banyak menggunakan barang dan jasa dalam negeri,” ujar Asisten II.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI pada Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia yang dilaksanakan di Bali, Maret lalu. “Sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI, saya berharap produk-produk lokal didorong untuk masuk ke dalam e-katalog lokal Binjai. Mari kita mulai dari kita sendiri untuk menggunakan produk-produk lokal, sehingga diharapkan produk lokal ini bisa berkembang dan menjadi tuan di negeri sendiri,” pungkasnya. (ted)

PSDS Kehilangan Pelatih Berdedikasi Tinggi

BELASUNGKAWA: Dirut PSDS Khoirum Rijal dan jajaran menyampaikan belasungkawa ke keluarga almarhum Aiptu Abdul Haris Sinaga di Lubukpakam. (IST)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama (Dirut) PSDS Deliserdang, H Khoirum Rijal ST MAP mengaku sangat kehilangan Pelatih Junior PSDS, Aiptu Abdul Haris Sinaga. Khoirum menyebut almarhum merupakan pelatih yang memiliki dedikasi tinggi memajukan sepakbola di Deliserdang.

“Almarhum orang baik, yang terus ikut di jajaran PSDS. Selalu ikut di jajaran pelatih dan tahun ini ia pelatih kepala PSDS junior. Almarhum punya dedikasi tinggi memajukan sepakbola Deliserdang. Saya punya pengalaman pribadi, saat sholat berjamaah subuh ia ramah dan orang baik,” kata Khoirum didampingi Manager PSDS Herman Sagita, Pelatih Kepala PSDS Syahrial Effendi, dan jajaran lainnya saat menyampaikan belasungkawa di Rumah Duka, Desa Bakaranbatu, Lubukpakam, Senin (8/8/2022).

Disebutkan atas nama pribadi, dia dan pengurus PSDS serta jajaran menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Abdul Haris Sinaga. Semoga almarhum Husnul khotimah dan dosa-dosanya dihapuskan dan masuk surga.

“Buat keluarga ditinggal agar bersabar dan melimpah kenikmatan dari Allah SWT,” terang Khoirum yang juga Kadis Porabudpar Deliserdang itu.

Menurutnya, PSDS sangat kehilangan almarhum. Sebab sebelumnya diharapkan untuk melatih anak-anak junior, namun Allah berkata lain. Disebut usia itu tidak ada acuan, Allah yang maha tahu.

“Beliau pemain bola dan sekaligus pelatih sangat cinta sepakbola bisa disebut sampai gila bola. Tidak tau waktu karena kecintaan kepada memajukan sepakbola PSDS. Ini patut kita contoh,” tutur Khoirum sedih.

Sementara mewakili keluarga almarhum, Arif Sinaga menyampaikan terimakasih atas kehadiran kerabat untuk bertakjiah. Disebut Aiptu Abdul Haris Sinaga meninggal dunia dengan usia 47 tahun.

“Almarhum bertugas di Polsek Pagar Merbau. Meninggalkan seorang istri dan 3 anak. Alhamdulillah anak pertama sudah bisa menggantinya sebagai anggota Polri. Saya berterimakasih kepada rekan-rekan atas kehadirannya takjiah khususnya keluarga PSDS. Semoga kami tabah hadapi duka cita ini,” tuturnya.

Diketahui almarhum usai disolatkan direncakan akan dikebumikan di Kampung Halamannya yaitu di Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sergai.(btr)

Perbukitan Danau Toba Terbakar, Herianto : Luas Kali dan Bertambah Terus

KEBAKARAN: Kebakaran kawasan Perbukitan Danau Toba di Kabupaten Samosir, Sumut. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lagi-lagi kebakaran di kawasan perbukitan Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Kebakaran yang terjadi sejak Jumat (5/8) malam hingga saat ini mengakibatkan banyak muncul titik api di danau terbesar di Asia Tenggara.

“Ya, luas kali titiknya (kebakaran),” ucap Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Sumatera Utara, Herianto saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (8/8) siang.

Herianto mengungkapkan berdasarkan data sementara kebakaran berada di sekitar Perbukitan Pusuk Buhit, Tele dan Hariarapintu, Kabupaten Samosir. Herianto mengungkapkan mengerahkan kekuatan penuh diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk proses pemadaman bekerja sama dengan TNI/Polri dan Manggala. “Luas Kebakaran masih kita hitung, karena bertambah terus,” jelas Herianto.

Herianto mengungkapkan untuk saat ini, belum diketahui berapa jumlah luas yang terbakar disejumlah perbukitan di Danau Toba tersebut. Karena, anggotanya di lapangan masih melakukan pengumpulan data. “Anggota sudah saya suruh ukur secara pakai drone atau secara peta. Karena banyak kali titiknya (api),” ujar Herianto.

Herianto mengatakan meminta waktu untuk data secara detail. Karena, anggotanya masih bekerja di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pengumpulan data terkait luas terbakar. “Kasih waktu saya, biar saya minta keseluruhan datanya. Karena, anggota masih bekerja di lapangan,” kata Herianto.

Untuk saat ini, proses pemadaman api terus dilakukan di perbukitan Danau Toba, Kabupaten Samosir, yang dilalap si jago merah dengan melibatkan tim gabungan.(gus)

Usut Dalang Aksi, DPP Partai Demokrat Diminta Turunkan Tim ke Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi yang digelar massa mengaku kader dari 5 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Sumatera Utara (Sumut) ke Kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta, Selasa (2/8/2022) lalu, sangat disesalkan sejumlah kalangan. Anggota Dewan Pertimbangan DPD Partai Demokrat Sumut, Muhammad Yusuf Tambunan pun meminta Tim DPP Partai Demokrat turun ke Sumut untuk menelusuri siapa dalang yang menggerakkan aksi tersebut.

“Saya menduga jika massa yang melakukan aksi di Kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta ini bukan dari Sumut. Mungkin hanya beberapa orang saja dari Sumut dan kemungkinan besar orangnya dari Jakarta dan sekitarnya. Siapa yang punya akses di Jakarta?” kata Yusuf Tambunan saat dihubungi wartawan, Minggu (7/8/2022) malam melalui telepon selular.

Yusuf yang sudah menjadi kader sejak berdirinya Partai Demokrat itu pun mengaku kecewa, dan mempertanyakan ketika massa pengunjuk rasa menuduh Kepala BPOKK Herman Khaeron sebagai perusak Partai Demokrat. “Jika terkait penetapan ketua DPC, seharusnya pimpinan yang ditanya atau dipermasalahkan, bukan Mas Herman Khaeron sebagai Kepala BPOKK. Beliau itu pejuang partai yang sudah membuktikan eksistensinya dengan terpilih 3 periode sebagai anggota DPR RI. Kok seenaknya saja dituding sebagai perusak partai. Saya minta DPP untuk mengusut dalang aksi ini karena jelas-jelas telah merusak marwah partai,” tegas Yusuf Tambunan

Ia menilai, pelaku aksi demo ini merupakan perusak partai dan tidak memahami komitmen Ketua Umum Partai Demokrat AHY yang ingin menjadikan Partai Demokrat sebagai partai smart yang santun dan modern. Yusuf Tambunan juga mengaku heran, saat partai sedang disibukkan dengan verifikasi partai untuk persiapan ikut Pemilu 2024, dan di tengah meningkatnya kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat, kok ada aksi di DPP yang merusak citra partai.

Terkait pelaksanaan Muscab sebut Yusuf Tambunan, sesuai AD/ART mekanisme Muscab hanya mengantarkan calon ketua, bukannya memilih ketua. Penetapan ketua DPC tidak atas dasar banyaknya dukungan, tetapi juga berdasar hasil fit proper test dan rekomendasi tim 5 DPP, serta hak preogratif Ketua Umum Partai Demokrat.

Bahkan dalam AD/ART, tambah Yusuf Tambunan, jika tidak setuju dengan keputusan tim 5 atau keputusan Ketua Umum, ada mekanismenya, yakni mengajukan gugatan ke Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai Demokrat.

“Jadi kita mempertanyakan aksi demo yang memalukan tersebut. Kok beraninya melakukan aksi dan meminta Kepala BPOKK dicopot”, tegas Yusuf Tambunan yang pernah sebagai Sekretaris Tim Kampanye Gabungan Capres/Cawapres SBY-JK Provinsi Sumut di Pilpres 2004 tersebut.

Anggota Dewan Pertimbangan DPD Partai Demokrat Sumut itu juga menyesalkan pengurus DPD Partai Demokrat Sumut yang terkesan melakukan “pembiaran” terhadap aksi demo ke DPP Partai Demokrat di Jakarta tersebut. “Makanya saya minta agar tim independen dari DPP segera turun ke Sumut untuk mencari informasi, menelusuri, menyelidiki siapa dalang aksi tersebut,” tegas Yusuf Tambunan

“Tidak mungkin 5 DPC yang melakukan demo itu tidak terlebih dulu koordinasi dengan DPD. Sebab ke-5 DPC ini yang saya tahu merupakan calon yang ‘diendors’ DPD, tetapi tidak ditetapkan sebagai ketua DPC oleh Ketua Umum mas AHY”, pungkas Yusuf Tambunan. (adz)

Hingga Tri Wulan Kedua, Realisasi Dana Kelurahan di Medan Johor Capai 59,65 Persen

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna menindaklanjuti instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution, Kecamatan Medan Johor mengaku tengah memaksimalkan penggunaan Dana Kelurahan (Dankel) yang sudah dianggarkan, baik Dankel triwulan (TW) I maupun Dankel TW II untuk menghindari pengejaran realisasi Dankel di TW ke-III dan IV. Hasilnya, realisasi Dankel sampai dengan Triwulan (TW) II hampir mencapai 60 persen atau sekitar 59,65 persen.

Camat Medan Johor, Chandra Dalimunthe mengatakan, anggaran Dankel ini dipergunakan untuk kegiatan fisik, seperti pembetonan jalan dan pembangunan drainase serta pemberdayaan masyarakat. Artinya, Dankel tersebut digunakan sesuai dengan tujuannya, yakni untuk pembangunan Kota Medan yang lebih baik kedepannya.

“Alhamdulillah sampai dengan TW II kemarin, realisasi penggunaan Dankel sudah mencapai 59,65 persen. Selama ini kegiatan dankel berjalan lancar dan baik serta disambut baik masyarakat, khususnya terhadap pembangunan infrastruktur, baik pembetonan jalan maupun drainase,” ucap Chandra Dalimunthe, Senin (8/8/2022).

Dikatakan Chanda, dari enam kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Johor, hanya satu kelurahan yang serapan anggarannya dibawah 50 persen atau 47,85. Sedangkan untuk kelurahan lainnya, sudah mencapai di atas 50 persen lebih. Bahkan, terdapat satu kelurahan yang penggunaan Dana Kelurahannya telah mencapai 70,71 persen.

“Untuk (kelurahan) yang capaiannya masih di bawah 50 persen, telah kita ingatkan untuk mengejar realisasi Dana Kelurahannya. Saat ini sudah memasuki TW III, kita berharap di tahun ini penggunaan Dankel untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat dapat terealisasi semuanya, sehingga Dankel ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan,” ujarnya.

Dijelaskan Chandra, pekerjaan infrastruktur melalui Dankel disamping merupakan usulan dari masyarakat, juga sebagai upaya dalam mewujudkan program prioritas Wali Kota Medan Bobby Nasution khususnya di bidang infrastruktur.

“Kita dukung dan turut mewujudkan program prioritas Pak Bobby Nasution di bidang infrastruktur melalui pembangunan jalan dan drainase menggunakan Dankel,” jelasnya.

Adanya Dankel ini, lanjut Candra, sangat bermanfaat bagi masyarakat karena pembangunan jalan dan drainase di jalan atau gang sempit dapat terwujud. Sebab, perbaikan jalan dan drainase di tingkat lingkungan maupun kelurahan sangat dibutuhkan masyarakat.

Namun ia memastikan, pihaknya juga melakukan pengawasan yang ketat agar pelaksanaan pekerjaan infrastruktur berjalan dengan baik dan lancar. Bentuk pengawasannya adalah dengan memantau langsung pekerjaan dan menggelar pertemuan evaluasi. Selain itu juga, membentuk tim untuk melihat sejauh mana perkembangan pekerjaan yang menggunakan Dankel.

“Kita menargetkan seluruh rencana pekerjaan yang menggunakan Dankel dapat sirealisasikan seluruhnya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagaimana instruksi pak Wali Kota Medan Bobby Nasution,” katanya.

Terpisah, Lurah Pangkalan Masyhur, Rivai Harahap mengungkapkan, dengan menggunakan Dankel, Jalan Mustafa 2, Gg Hasibuan, Lingkungan 15 dibangun drainase dengan panjang 91 meter, lebar 60cm dan kedalaman 60 cm. Sebelumnya warga mengeluhkan banjir jika hujan turun karena tidak adanya saluran drainase, meskipun lingkungan tersebut dekat dengan sungai.

“Karena usulan warga, kita gunakan Dankel untuk membangun saluran drainase. Alhamdulillah saat ini warga sudah merasa lebih nyaman, banjir juga tidak terjadi lagi. Sesuai arahan pimpinan, kita pastikan Dankel ini bermanfaat bagi masyarakat dan melalui Dankel ini kita wujudkan program prioritas Pak Bobby Nasution,” pungkasnya. (map)

Menko Airlangga Tegaskan di Forum Pemred, Politik Persatuan Menjadi Kata Kunci Menjaga Indonesia

BERSAMA: Menko Airlangga bersama para tokoh nasional di acara 10 tahun Forum Pemred (Pemimpin Redaksi).

SUMUTPOS.CO – Pers sebagai pilar keempat dalam demokrasi, telah berperan besar dalam pembangunan negara, dan sejarah mencatat peran pers yang sangat besar ini. Dengan demikian pers mempunyai tanggung jawab besar untuk membangun optimisme masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada penyelenggaraan acara 10 tahun Forum Pemred (Pemimpin Redaksi), Presiden Joko Widodo mengajak pers agar terus menjaga hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, menghadirkan pemberitaan yang berdasarkan karya jurnalistik berkualitas, serta memerangi hoaks dan fitnah yang dapat memecah belah bangsa. Presiden juga berpesan agar pers dapat terus menjaga komitmennya dalam menjaga independensi dan kebebasan pers.

Melalui kegiatan yang mengusung tema “Memajukan Pers, Menyatukan Bangsa” yang berlangsung pada Jumat (5/8) tersebut, Forum Pemred mengundang sejumlah tokoh nasional yang selama ini telah menjadi newsmaker yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Para tokoh nasional tersebut diminta untuk memberikan pemaparan dan mengungkapkan visi membangun Indonesia dan gagasannya dalam menanggapi berbagai isu strategis yang berkembang saat ini. “Pertumbuhan ekonomi kita extraordinary dan mampu mencapai 5,44%, lebih baik dari banyak negara lainnya. Hal tersebut dapat kita capai, karena kita menangani Covid-19 dengan jalur yang berbeda dari negara lain,” ungkap Menko Airlangga saat menyampaikan gagasannya.

Melalui kebijakan “Gas dan Rem” yang diambil Pemerintah, di mana sektor produktif dan manufaktur tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan, dan penanganan dilakukan dalam satu komando yang melibatkan Pemerintah (Pusat dan daerah), TNI, dan POLRI, sehingga Indonesia berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Indonesia juga sadar bahwa salah satu kunci ekonomi terkait dengan perdagangan internasional dan kelancaran pasokan barang, dengan menerapkan kebijakan perdagangan bebas dan  multilateralisme.

“Itu yang menjaga pertumbuhan ekonomi kita selama 2,5 tahun pandemi ini, dan hari ini juga pertumbuhan ekspor kita luar biasa, sudah 26 bulan berturut-turut Neraca Perdagangan kita mengalami surplus. Neraca Perdagangan kita di Semester I 2022, surplus 24,9 Miliar USD atau dua kali lipat dari Semester I 2021 yang sebesar 11,8 Miliar USD,” jelas Menko Airlangga.

Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan konsensus dan komitmen politik persatuan, politik yang mempersatukan semua komponen bangsa, sehingga periode yang sangat penting dan krusial ini bisa dilalui dengan baik. Indonesia ingin menjadi bangsa yang sejahtera sebelum tua, mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebelum masuk periode “Aging Society”. Perlu dibangun sistem politik yang menyatukan, bebas dari politik identitas, sehingga Indonesia bisa menyelesaikan berbagai tantangan global dan dinamika  permasalahan di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga mengharapkan agar Forum Pemred bisa terus membangun narasi positif dalam pemberitaan, untuk menjaga optimisme  masyarakat atas kemampuan Indonesia dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang terbaik di tengah berbagai tantangan global. Dengan demikian media mempunyai tugas untuk ikut serta mengambil peran besar dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Pandemi Covid-19 dan berbagai krisis yang dihadapi saat ini, telah mengajarkan kepada Indonesia bahwa dalam menghadapi mega-krisis ini, kita mutlak harus bersatu. Kerjasama yang erat dengan seluruh pemimpin dan komponen masyarakat Indonesia, bersama-sama dalam menangani krisis, dan “Satu Komando” menjadi sangat penting. Seperti yang telah dilakukan selama lebih 2 tahun ini, kerjasama yang sangat baik antara Pemerintah Pusat, Daerah, dan TNI-POLRI, bersama-sama menangani Covid-19. “Dengan Satu Komando ini, Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi.” tegas Menko Airlangga.

Salah satu hal terpenting untuk Indonesia ke depan adalah meningkatkan kualitas SDM Indonesia, sebagai kunci dan faktor utama  yang menentukan persaingan di tingkat global. Indonesia akan menikmati Bonus Demografi di mana sekitar 191 Juta penduduk usia produktif akan menjadi faktor keunggulan Indonesia, terutama di periode tahun 2025-2035.

Juga pentingnya mendorong digitalisasi, terutama the man behind digitalisasi, yakni talenta-talenta digital yang dimiliki Indonesia. Tantangan perekonomian ke depan adalah mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan untuk “the future of works”. Untuk itu, Indonesia telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20%. Untuk meningkatkan kualitas SDM, tidak hanya sektor pendidikan, tetapi juga sektor kesehatan dan perlindungan sosial menjadi perhatian Pemerintah dan mendapatkan alokasi yang sangat besar di APBN kita.

“Terakhir, tentu kita harus mendorong bahwa pembangunan kita perlu mengkapitalisasi politik persatuan. Semua hanya bisa terjadi kalau seluruh komponen bangsa kita bersatu. Ke depan, kita akan mengembangkan yang namanya “Indonesia Sehat”. Sehat manusianya, sehat ekonominya, dan sehat buminya,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan ini antara lain Menteri Perindustrian, Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum), Ketua Umum Kadin, Ketua Umum Pengurus Besar NU, Sekretaris Umum Muhammadiyah, dan Sekretaris Jenderal MUI serta para Tokoh Media Nasional. (adv/*)

Si Ito: Komik Pariwisata Sumatera Utara Berbasis Kertas Daur Ulang dan Aplikasi

Komik Si Ito beserta aplikasinya.

Karya Mahasiswi UMSU Diapresiasi Pejabat dan Pemerhati Budaya

SUMUTPOS.CO – Lima mahasiswi asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ciptakan komik tentang pariwisata Sumatera Utara dengan judul ‘Si Ito: Jelajah Sumatera Utara (Explore North Sumatra) Series #1. Komik yang diikut sertakan pada ajang nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pendanaan tahun 2022, mendapatkan apresiasi dari pejabat dan pemerhati budaya.

Inovasi komik Si Ito terletak pada bahan dasar kertasnya yang daur ulang, kemasannya yang menggunakan paperbag ramah lingkungan dan dilengkapi aplikasi berbasis digital. Di dalam komik Si Ito terdapat potongan kain ulos dan songket yang bisa langsung disentuh dan dirasakan. Tidak hanya itu, komik dua bahasa ini, versi cetaknya juga dilengkapi dengan aplikasi berbasis digital ‘Komik Si Ito’ yang dapat diunduh di Google Play Store. Aplikasi komik tersebut, terdapat fitur instrumen musik daerah Sumatera Utara, sehingga pembaca bisa menikmati komik sembari mendengarkan instrumen musik daerah.

Komik Si Ito telah diapresiasi oleh Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, melalui kolom komentar instagramnya, Sandiaga Uno mengapresiasi komik Si Ito dengan menyebutkan bahwa inovasi ini keren. Indra Cahya Uno selaku pendiri Gerakan Sosial Ok Oce Indonesia turut memberikan apresiasi bahwa komik Si Ito syarat akan unsur budayanya dan kekinian banget cocok buat semua kalangan, keren menceritakan pariwisata Sumatera Utara ke tingkat Internasional.

Komik ini mendapat perhatian juga oleh Prof. Dr. H. Khairil Ansari, M.Pd, Guru Besar UNIMED dan Ketua Pusat Kajian Budaya Melayu UMSU dan Prof. Dr. Ibrahim Gultom Guru Besar UNIMED dan Pemerhati Budaya yang mengatajan bahwa komik Si Ito dan aplikasinya mengangkat dunia pariwisata di Sumatera Utara media yang sangat digemari milenial generasi Z dan pesan komiknya sangat tepat sasaran agar generasi milenial mengenal daerahnya.

Komik ini digagas oleh Peny Eriska (FISIP) selaku ketua bersama keempat temannya Lola Fadhillah (FKIP), Mutasya Biha (FKIP), Alifah Hanum (FEB) dan Farah Yamin Syahrina (FEB) serta didampingi dosen UMSU Muhammad Andi Prayogi, S.E, M.Si.

Pelaku Begal Diserahkan ke Polsek Binjai Utara, Diduga Terlibat Kelompok Geng Motor

PELAKU: Kedua pelaku pencurian yang diduga bagian dari kelompok geng motor diamankan polisi. (IST)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Video berdurasi 51 detik yang menampilkan adegan penangkapan ternyata merupakan pelaku tindak pidana pencurian yang diduga berkaitan dengan kelompok geng motor. Dalam video dimaksud, pelaku berinisial ZAY (18) warga Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan, digebuki oleh massa dan korbannya di Jalan T Amir Hamzah, Pasar V, Binjai Utara, Minggu (7/8) subuh.

Pelarian ZAY kandas dan tak ayal, pelaku dihakimi massa. Oleh massa kemudian menyerahkan ke Polsek Binjai Utara.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Junaidi menjelaskan, ZAY bersama gerombolannya yang berjumlah seratusan orang mulanya melakukan konvoi. Mereka melintas sejumlah jalanan Kota Binjai dengan membawa senjata tajam, seperti kelewang dan celurit.

Sampai akhirnya, konvoi kelompok geng motor yang diduga dari Simple Life ini tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, tepatnya di Konter BD Ponsel. “Kelompok geng motor ini berhenti dan memberhentikan setiap sepeda motor yang melintas, lalu masuk ke dalam Konter BD Ponsel serta mendatangi korban berinisial MAA (17) warga Jalan Flores, Kelurahan Kebun lada, Binjai Utara,” jelas Junaidi, Senin (8/8).

Di konter ponsel, MAA tidak sendirian. Korban bersama dua temannya.

“Kelompok geng motor ini datang sambil mengacung-acungkan kelewang dan celurit. Seketika korban bersama 2 temannya lari untuk menyelamatkan diri,” kata Junaidi.

Kesempatan ini dimanfaatkan ZAY untuk membawa kabur sepeda motor yang terparkir. Saat itu, ada 3 sepeda motor.

“1 sepeda motor Honda Scoopy warna merahBK 3809 RBC milik MAA diambil paksa yang kondisinya sedang dalam stang terkunci. Korban yang kehilangan sepeda motor membuat laporan polisi Nomor: LP/B/112/VIII/2022/SPKT/Binjai Utara/Polres Binjai/Polda Sumut,” urai Junaidi.

Hasil interogasi polisi kepada ZAY, dilakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial RAH (21) warga Jalan Wijaya Kesuma, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara. Menurut dia, RAH diduga juga bagian dari kelompok geng motor.

“RAH diamankan di Jalan T Amir Hamzah, Gang Sahli, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara. Pelaku RAH mengakui, ada melakukan pencurian sepeda motor dengan menggunakan celurit. Di lokasi penangkapan RAH, juga ditemukan barang bukti sebilah kelewang milik ZAY, sebilah celurit milik RAH, 1 sepeda motor Honda Vario warna biru dongker milik ZAY, 1 sepeda motor Honda Beat warna hitam BK 5975 RBE milik RAH dan 1 sepeda motor Honda Scoopy warna merah BK 3809 RBC milik korban MAA,” kata Junaidi.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dan pengembangan terkait keberadaan kelompok geng motor yang meresahkan masyarakat. Bahkan, polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang tergabung dalam kelompok geng motor.

“Kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Polsek Binjai Utara guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, kedua pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini disangkakan pasal 365 subsider pasal 363 Jo pasal 55 dan pasal 56 KUHPidana subsider Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” tukas Junaidi. (ted)

Disdukcapil Medan Jemput Bola, Datangi Rumah Warga untuk Perekaman Adminduk

REKAM DATA: Seorang warga saat melakukan perekaman data pembuatan KTP elektronik (e-KTP) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, beberapa waktu lalu.
REKAM DATA: Seorang warga saat melakukan perekaman data pembuatan KTP elektronik (e-KTP) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat Pemko Medan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan perekaman administrasi kependudukan (Adminduk) dengan langsung mendatangi rumah warga di jalan Karya Darma Gg Pipa, kelurahan pangkalan Mansyhur, Kecamatan Medan Johor, baru – baru ini.

Perekaman Adminduk dengan langsung mendatangi rumah warga ini selain bentuk peningkatan pelayanan juga sebagai salah satu inovasi yang dilakukan Disdukcapil sebagaimana instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution yang meminta jajarannya berinovasi dalam pelayanan.

Dengan sopan dan humanis petugas Disdukcapil datang ke salah satu rumah warga yang sudah lanjut usia dan sedang sakit guna melakukan perekaman Adminduk. Selanjutnya petugas melakukan sidik jari Warga tersebut sebagai syarat perekaman e-KTP.

Kepala Disdukcapil Baginda Siregar mengungkapkan pihaknya baru-baru ini mendatangi rumah warga di Kecamatan Medan Johor guna melakukan perekaman Adminduk.

Selain permintaan warga, perekaman Adminduk dengan langsung mendatangi rumah warga ini merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan sebagaimana program Pak Wali Kota Medan Bobby Nasution.

“Perekaman Adminduk juga merupakan inovasi yang Disdukcapil lakukan karena saat ini OPD dilingkungan Pemko Medan diminta untuk berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kita harapkan program ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengurus Adminduk,” pungkasnya. (rel/ila)