Home Blog Page 2486

Geng Motor Bersajam Diamankan

Istimewa/Sumut Pos 11 orang gerombolan geng motor beserta barang bukti sajam diamankan ke Polsek Binjai Timur.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Gerombolan anak baru gede (ABG) yang diduga kelompok geng motor diangkut Polsek Binjai Timur di Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, Minggu (23/7) dinihari. Penangkapan ini dilakukan menyikapi keresahan masyarakat atas ulah kelompo geng motor yang acap kali membuat onar.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Junaidi menjelaskan, ada 11 orang yang diduga gerombolan geng motor diamankan Unit Reserse Kriminal Polsek Binjai Timur. Penangkapan terhadap mereka dipimpin langsung Kanit Reskrim, Ipda Alex Pasaribu.

“Penangkapan mereka juga berawal dari patroli antisipasi yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Binjai Timur. Saat patroli dilihat ada sekumpulan geng motor yang berjumlah kurang lebih 130 orang,” kata Junaidi.

Adapun mereka yang diamankan berinisial, KKL (15), WT (19), FDAS (18), KM (21) warga Sunggal; MA (15), KL (16), R, YP (15), FR (16), SM (16) dan MAR (19) warga Kota Binjai. Junaidi menambahkan, gerombolan tersebut juga ada yang membawa senjata tajam (sajam).

Bahkan, penangkapan terhadap mereka juga terjadi aksi kejar-kejaran. “Mereka membawa sajam seperti celurit, pedang, besi, batu, gir sepeda motor, dan lainnya,” kata Junaidi.

Barang bukti yang disita 1 pisau celurit, 1 pisah sangkur, 3 gir sepeda motor yang telah diikat dengan tali pinggang, 2 batu, 1 botol diduga minuman keras, 2 tas dan 5 sepeda motor diangkut ke Mapolsek Binjai Timur. “Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan. Orang tua dari mereka, beberapa di antaranya sudah ada yang datang ke polsek,” tukas Kapolsek Binjai Timur, AKP Arifin Pardede ketika dikonfirmasi. (ted/ila)

Ajak Masyarakat Pakai Kendaraan Listrik, PLN Gelar Parade di Bali

DENPASAR, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) tak henti-hentinya menggemakan kampanye transisi energi bersih dengan mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik.

Setelah sukses dengan touring mobil listrik Jakarta – Denpasar, masih dalam rangkaian kegiatan PLN E-Mobility, PLN juga melakukan parade kendaraan listrik mengelilingi Kota Denpasar, Bali.

Parade yang dimulai dari Lapangan Bajra Shandi, Bali ini diramaikan oleh 14 mobil listrik dari Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi) dan Grab. Acara ini diramaikan pula oleh 50 motor listrik dari Dewata EVi Association (Deva) yang diikuti oleh kelompok Milenial Bali.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, saat ini Indonesia masih bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) yang membebani keuangan negara. Sementara sektor transportasi yang didominasi dengan penggunaan kendaraan BBM merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia.

Untuk itu, Darmawan mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik dengan energi domestik yang murah dan ramah lingkungan.

“Mobil dan motor listrik ini emisinya rendah, biaya bahan bakarnya pun murah hanya seperempat dari kendaraan BBM. Ini solusi ketahanan energi, solusi hemat devisa, solusi bagi lingkungan kita dan solusi pertumbuhan ekonomi kita,” tutur dia.

Darmawan menjelaskan, parade ini juga menjadi showcase untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia telah bergerak cepat melakukan transisi energi guna mencapai Carbon Neutral pada 2060.

“Kita maknai ini sebagai showcase bahwa kita telah transisi energi dan menjaga lingkungan dan menurunkan biaya perekonomian serta menciptakan lapangan kerja,” tuturnya.

Sebagai aksi nyata mendukung ekosistem kendaraan listrik, PLN terus membangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Tanah Air. Hingga Juni 2022, PLN telah mengoperasikan 139 SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia. PLN juga berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti pelaku industri hingga kalangan perbankan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik.

“Itu semua kita lakukan untuk memberikan ruang hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang,” paparnya.

Selain berdampak positif bagi lingkungan, Darmawan mengatakan, penggunaan kendaraan listrik juga memberikan keuntungan bagi penggunanya. Sebab, kata dia, penggunaan kendaraan listrik lebih irit jika dibanding dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

“Kendaraan listrik lebih irit dari BBM. Jadi, pakai kendaraan listrik banyak untungnya,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Deva, Indah Maharari mengapresiasi gelaran PLN E-Mobility yang diinisasi oleh PLN. “Upaya PLN memasyarakatkan kendaraan listrik ini sangat baik, kegiatan-kegiatan seperti ini perlu kita lakukan agar masyarakat yakin beralih ke kendaraan listrik,” ucap Indah. (rel/ila)

Antisipasi Ganguan Kamtibmas, Polsek Padang Hulu Lakukan Patroli Blue Light

PATROLI: Kapolsek Padang Hulu AKP Baringin Jaya bersama personil jajaran Polsek Padang Hulu melakukan Patroli Blue Light.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Padang Hulu dan sekitarnya, jajaran Polsek Padang Hulu Resor Tebingtinggi melakukan patroli blue light dengan melakukan imbauan kepada masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat tindakan kejahatan di wilayah tersebut kepada pihak kepolisian, Sabtu malam (24/7).

Selain melakukan patroli blue light, personil kepolisian juga melakukan himbauan kepada pelaku usaha dan masyarakat yang masih kumpul kumpul di kafe agar mematuhi protokol kesehatan karena penyebaran pandemi Covid-19 belum berakhir.

Kapolsek Padang Hulu, AKP Baringin Jaya mengatakan pihaknya melakukan antisipasi gangguan Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Melaksanakan pembubaran anak-anak muda yg berkumpul – kumpul di pinggir jalan umum dan mengimbau para pemilik kafe yang masih buka untuk menutup usahanya dan pengunjungnya dibubarkan.

“Kami memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan karna penyebaran Virus Covid-19 saat sekarang ini masih belum usai. Diharapkan kepada masyarakat yg belum melaksanakan Vaksinasi agar melaksanakan Vaksinasi tahap 1, 2 dan tahap 3 Boster,” pinta AKP Baringin Jaya.

Titik titik patroli dilakukan di Jalan Gatot Subroto, Ahmad Yani, Iskandar Muda, Thamrin, Sisingamangaraja dan Jalan Gatot Subroto Kota Tebingtinggi.

“Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Padang Hulu pada saat ini dalam keadaan aman dan kondusif dan respon positif dari masyarakat atas kegiatan patroli yang dilaksanakan oleh personel Polsek Padang Hulu,” ujarnya. (ian/ila)

Kenshi SMAN 4 Medan Siap Ramaikan Porkot Medan 2022

SIAP: Atlet kempo Dojo SMAN 4 Medan siap tampil pada Porkot Medan 2022. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 18 orang atlet Shorinji Kempo (Kenshi) Dojo SMA Negeri 4 Medan siap ramaikan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XII tahun 2022, 6-13 Agustus mendatang. Mereka akan memberikan prestasi terbaik kepada kecamatannya pada cabang kempo yang digelar di Sekolah GB Josua tersebut.

Pelatih Shorinji Kempo Dojo SMAN 4 Medan, Andri Sibarani didampingi Djuwita mengatakan, 18 kenshi tersebut telah berlatih rutin. Mereka siap meraih medali dan mengharumkan nama kecamatannya.

“Ada 18 atlet binaan kita yang akan tampil di Porkot Medan 2022 nanti. Mereka tersebar dan membela beberapa kecamatan,” ujar Andri Sibarani di Medan, kemarin.

Ke-18 atlet kempo asal Dojo SMAN 4 Medan tersebut adalah, Rayyan, M Abrar, Radja Izlan, Adelia Putri, Wibbie, M Rizky, Ferdison Gulo, Al- Faiz, dan M Affa. Kemudian M Raza, M Ardi, Rizky Ramanda, Rebecca, Bintang, Rafa, William, Hafitdzar, dan Farkan.

“Mereka sudah siap bertanding. Kita yakin mereka bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama kecamatannya,” ungkap Andri Sibarani.

Sedangkan Ketua Umum Pengcab Perkemi Kota Medan, Ir Dial Rizal menjelaskan, cabang kempo siap menggelar pertandingan di Porkot Medan 2022. Cabang kempo bakal lebih baik dari Porkot sebelumnya, khususnya dari kualitas.

“Pertandingan cabang kempo pada Porkot tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya. Baik dari kualitas maupun jumlah atlet yang bertanding,” ungkap Dial Rizal didampingi Sekretaris Jhon Piter.

Dial Rizal menambahkan, saat ini dojo-dojo di bawah binaan Perkemi Medan sudah mempersiapkan atlet, termasuk Dojo SMAN 4 Medan. “Salah satu dojo yang telah mempersiapkan atlet adalah Dojo SMAN 4 Medan. Kita memberikan apresiasi kepada mereka,” paparnya.

Cabang kempo bakal menjadikan ajang Porkot Medan 2022 ini untuk melihat kesiapan atlet menuju Seleksi Daerah (Selekda) tingkat provinsi. “Kita berharap atlet kempo mampu menunjukkan prestasi terbaiknya,” pungkasnya. (dek)

Rizki Nugraha dan Warga Kecewa Dinas Kebersihan dan Pejabat Pemko Medan Abaikan Kegiatan Sosialisasi Perda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, M Rizki Nugraha S.E mengaku sangat kecewa dengan sikap yang ditunjukkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan serta pejabat kewilayahan, baik tingkat Kecamatan Medan Amplas maupun Kelurahan Harjosari II yang tidak hadir dalam kegiatan Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Peraturan Daerah (Perda) No.6 Tahun 2015 yang digelarnya, Minggu (24/7).

Padahal, Sosialisasi Tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar di Jalan Bajak 1 Gg Lambau Ujung lingkungan 1, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas tersebut bertujuan untuk membantu Pemko Medan dalam menyelesaikan masalah persampahan di Kota Medan.

Mengingat, masalah persampahan merupakan satu dari lima program prioritas Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Alasan-alasan klise memang sudah banyak disampaikan. Saya hari ini sangat kecewa, karena kita mengundang pejabat Pemko Medan ini secara resmi, bukan hanya melalui lisan,” ucap Rizki dalam kegiatan tersebut.

Politisi Partai Golkar ini juga berharap agar Wali Kota Medan, Bobby Nasution dapat mengetahui perihal sikap dan kinerja Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan S.I. Dongoran serta pihak Kecamatan Medan Amplas dan Kelurahan Harjosari II yang tidak mau berkolaborasi dengan DPRD Medan guna mempercepat program-program priositas Wali Kota Medan.

Ditegaskannya, walaupun saat kegiatan itu berlangsung kondisi sedang hujan, namun ia dan masyarakat tetap bisa hadir untuk mewujudkan program Wali Kota Medan terkait masalah persampahan. Namun sayang, tidak ada satupun anak buah Bobby Nasution yang hadir dalam kegiatan itu.

“Ini mulai dari Kadis (Dongoran) tidak datang, perwakilannya pun tidak ada. Bapak Camat yang terhormat tidak datang, perwakilannya pun tidak ada. Bapak Lurah juga tidak datang, perwakilannya pun tidak ada. Berarti mereka tidak menganggap saya ini ada, tidak apa-apa, ini akan kita ‘mainkan’ melalui jalur saya nantinya,” berang Rizki yang disambut meriah oleh tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Dijelaskan Rizki, sesungguhnya pihak yang paling paham dalam menyampaikannya Sosialisasi Perda No.6 Tahun 2015 adalah pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta pihak Kecamatan. Namun begitu, Rizki mengaku siap dalam mensosialisikan Perda tersebut tanpa kehadiran pejabat dari Pemko Medan.

Dalam kesempatan itu, Rizki Nugraha pun mengajak masyarakat agar mendukung program Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam menyelesaikan masalah persampahan di Kota Medan. Pasalnya, program Bobby Nasution tersebut dinilai sangat baik oleh DPRD Medan dan masyarakat Kota Medan.

“Program Wali Kota Medan ini sangat baik, harus kita dukung. Yang terpenting adalah kesadaran kita, masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan. Saya juga akan mendorong agar Pemko Medan terus memperbanyak armada pengangkutan sampah, khususnya armada-armada kecil agar bisa menjangkau sampah ke lingkungan masyarakat yang terkecil,” pungkasnya.

Sementara itu, usai kegiatan Sosialisasi Perda tersebut, salah satu seorang warga, Anto mengaku sangat menyayangkan sikap Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang tidak hadir dalam kegiatan itu dan bahkan tidak mengirimkan satupun perwakilannya, begitu juga dengan sikap Camat Medan Amplas dan Lurah Harjosari II.

“Kami saja warga rata-rata nggak punya mobil tapi tetap datang walaupun hujan-hujan, nggak masalah basah-basah, namanya untuk kepentingan bersama. Tapi masak pejabatnya yang malah nggak datang, ini kan bentuk ketidakpedulian sama masyarakat. Pak Wali Kota Medan harus tahu ini, anak buahnya nggak mau turun untuk menemui masyarakat,” cetusnya. (map)

Pengembangan Kawasan Industri di Kendal Tarik Minat Investor dan Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

KENDAL, SUMUTPOS.CO – Menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi investasi di Provinsi Jawa Tengah, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri berteknologi tinggi. Sebagai KEK berbasis industri pertama di Pulau Jawa, Kawasan Industri Kendal (KIK)  diharapkan mampu menjadi percontohan sebagai kawasan industri yang berhasil di Indonesia.

Hingga Juli 2022, komitmen investasi telah mencapai Rp27 triliun yang berasal dari 75 pelaku usaha dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, dan Hongkong, serta termasuk juga investor dari dalam negeri. Investasi tersebut mampu menyerap 12.030 orang tenaga kerja dan telah menghasilkan nilai ekspor sebesar US$50 juta.

“Dari data-data tersebut, dapat kita lihat bahwa investasi dan fasilitas fiskal yang diberikan Pemerintah, termasuk juga tax holiday, berhasil mendorong peningkatan ekspor,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Nasional KEK dalam kunjungannya ke KIK, Sabtu (23/07).

Sebagai sebuah kawasan yang menyandang status KEK, tentu saja banyak kelebihan yang didapatkan oleh KIK dibandingkan Kawasan Industri lainnya. Kelebihan tersebut ada pada fasilitas dan kemudahan yang didapatkan, berupa  fasilitas fiskal dan non fiskal, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, saat ini telah diajukan fasilitas fiskal berupa PPN tidak dipungut untuk Barang Kena Pajak (BKP) milik Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal dan untuk Jasa Kena Pajak (JKP) milik Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal untuk transaksi hingga Juli 2022.

Lebih lanjut, di KEK Kendal juga terdapat 9 Badan Usaha/Pelaku Usaha yang telah memperoleh Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan di KEK yakni PT Kawasan Industri Kendal, PT Masterkidz Indonesia, PT Maju Bersama Gemilang, PT Eclat Textile, PT Sinar Harapan Plastik, PT Auri Steel Metalindo, PT Borine Technology Indonesia, PT Global Textile, dan PT Dharma Shunli Industry.

Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan KEK Kendal agar dapat berkembang lebih pesat dan memberikan efek positif bagi peningkatan investasi di Indonesia. KEK Kendal ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Dengan berbagai kelebihannya ini, diharapkan KEK Kendal akan menjadi sebuah Kawasan Industri yang berbeda dan mampu untuk menjadi destinasi investasi terbaik.

“Perkembangan yang terlihat di KEK Kendal membuktikan  bahwa kebijakan yang diambil Pemerintah telah memberikan hasil yang baik. Investasi yang hadir di sini telah membuahkan lapangan kerja yang banyak bagi masyarakat sekitar,” pungkas Menko Airlangga.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menko Airlangga melakukan peresmian Showroom PT Masterkidz Indonesia dan PT Borine Technology Indonesia di area KIK. Selain itu, bersama dengan rombongan juga menyempatkan diri untuk meninjau proses produksi yang berlangsung di kedua pabrik.

Turut hadir dalam kesempatan ini diantaranya yakni Anggota DPR RI, Menteri Perindustrian, Deputi IV Kemenko Perekonomian, Deputi VI Kemenko Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, serta Bupati Kendal dan jajaran. (SJDNKEK/map/fsr/adv/*)

Pengedar Sabu Diduga Jaringan Lapas Dibekuk

DIAMANKAN: Pelaku saat diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Unit I Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai mengungkap peredaran narkotika jenis sabu yang diduga jaringan dari lembaga pemasyarakatan, Kamis (21/7/2022) lalu. Seorang pria berinisial Y, etnis keturunan yang berdomisili di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, yang diamankan polisi.

“Pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat, kemudian dilakukan penyelidikan,” jelas Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Binjai, Iptu Junaidi, Minggu (24/7/2022)

Y ditangkap oleh petugas yang menyamar sebagai pembeli sabu. Pria berusia 41 tahun ini diamankan polisi setelah dipancing untuk melakukan transaksi narkoba di Jalan Cokelat, Kelurahan Sukamaju, Binjai Barat.

“Y diamankan saat polisi menyamar sebagai pembeli dan saat itu pelaku melakukan transaksi dengan duduk di atas sepeda motor Satria FU. Saat Y menyerahkan 2 paket sabu, langsung dilakukan penangkapan,” kata Junaidi.

Dia menambahkan, petugas juga melakukan penggeledahan terhadap badan dan tas yang disandang Y. Hasilnya, kata Junaidi, ditemukan uang tunai sebesar Rp2,9 juta uang diduga hasil penjualan sabu, 1 HP android merek Samsung, 1 HP android merek Vivo, 1 HP lipat merek Samsung dan 8 bungkus yang berisikan plastik klip serta 1 skop atau sendok sabu berbahan plastik.

“Saat dilakukan interogasi, pelaku mengakui narkoba jenis sabu itu diperoleh dari seseorang yang tidak diketahui namanya dan berada di LP. Mereka berkomunikasi melalui HP,” beber Junaidi.

Santer kabarnya, Y merupakan jaringan dari warga binaan yang mendekam pada salah satu lapas yang ada di Kabupaten Langkat. Artinya, Y mengantarkan 2 paket sabu dengan berat kotor 0,72 gram ini atas petunjuk dari warga binaan lapas di Langkat.

Bahkan, Satresnarkoba Polres Binjai dikabarkan sudah memburunya dengan melakukan penyisiran ke lapas tersebut. Namun terkait hal ini, Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Irvan Rivaldi Pane enggan berkomentar ketika dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Dia buang badan agar wartawan melakukan konfirmasi ke Kasi Humas Polres Binjai. “Hubungi sama humas saja,” tukas Pane. (ted/han)

Permudah Transaksi Lifestyle di Livin’, Bank Mandiri Luncurkan Fitur Livin’ Sukha

DIABADIKAN : Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1, Lourentius Aris Budiyanto (tengah) bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Ibrahim (kiri) dan Direktur Pengawasan LJK - OJK KR5 Untung Santoso diabadikan saat peluncuran fitur Livin’ Sukha.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perkembangan sistem pembayaran yang seirama dengan akselerasi perbankan digital telah mendorong Bank Mandiri untuk menghadirkan solusi layanan finansial terlengkap bagi nasabah. Sebagai wujud komitmen perseroan dalam menjadi mitra finansial utama, Bank Mandiri telah menyempurnakan Super App Livin’ by Mandiri dengan meluncurkan fitur Livin’ Sukha.

Melalui konsep ‘one stop solution for all your lifestyle’, Livin’ Sukha memungkinkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan transaksi dalam satu aplikasi. Sekarang, nasabah pengguna Livin’ by Mandiri dapat menikmati kemudahan transaksi seperti pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, entertainment, pembelian voucher gim, pengajuan kredit dan lain-lain tanpa berpindah aplikasi.

Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1, Lourentius Aris Budiyanto menjelaskan bahwa fitur ini kian melengkapi Livin’ by Mandiri yang tidak hanya menyajikan layanan perbankan yang lengkap namun juga menjangkau berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah secara digital.

“Sejak awal, kenyamanan nasabah dalam bertransaksi telah menjadi prioritas utama Bank Mandiri. Kini, akselerasi digital Livin’ by Mandiri telah berhasil menghimpun seluruh solusi transaksi finansial hingga gaya hidup (lifestyle) dalam satu aplikasi secara mudah, nyaman dan aman” ujar Lourentius Aris Budiyanto saat peluncuran fitur Livin’ Sukha di , Sabtu (23/7).

Adapun, saat ini fitur Livin’ Sukha juga telah berkolaborasi dengan lebih dari 10 mitra dengan beragam produk dan layanan yang dapat diakses dan dinikmati nasabah secara praktis. Lebih lanjut, Lourentius Aris Budiyanto mengatakan ke depan pihaknya akan terus mendorong kerjasama dengan berbagai mitra pilihan, sebagai bentuk perluasan bisnis Bank Mandiri ke dalam ekosistem digital.

“Livin’ Sukha telah menjadikan ‘satu aplikasi segalanya easy’, dimana nasabah dapat melakukan transaksi dengan berbagai mitra terpilih menggunakan Livin’ by Mandiri tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain,”jelasnya.

Fitur Livin’ Sukha Dorong Transaksi Digital Livin’

Dengan kehadiran fitur Livin’ Sukha, Bank Mandiri optimis pertumbuhan transaksi digital khususnya melalui Livin’ by Mandiri dapat meningkat. Hal ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan dengan meningkatkan peran digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan bisnis.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2021 lalu Livin’ by Mandiri telah menjadi produk utama Bank Mandiri untuk segmen ritel yang menawarkan berbagai keunggulan. Hal ini menjadi wujud komitmen perseroan untuk menciptakan layanan keuangan yang komprehensif, terintegrasi dalam satu aplikasi dengan beragam layanan Mandiri Group serta ekosistem digital favorit masyarakat Indonesia.

Hal ini tercermin dari jumlah transaksi Livin’ by Mandiri yang mampu mencapai lebih dari 850 juta transaksi pada pertengahan tahun 2022 dengan nilai lebih dari 1.050 triliun Rupiah hingga pertengahan tahun 2022. Jumlah tersebut berhasil tumbuh hampir dua kali lipat bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Geliat digitalisasi yang dilakukan Bank Mandiri juga menghasilkan kinerja positif pada peningkatan pengguna Livin’ by Mandiri. Saat ini, Super App andalan perseroan ini telah mencatat 15 juta pengunduh sejak diluncurkan kuartal IV 2021 lalu. Suatu capaian yang sangat signifikan untuk aplikasi yang usianya bahkan belum genap satu tahun.

“Kami berharap, adaptasi bisnis kami ke arah digitalisasi transaksi kebutuhan gaya hidup ini dapat semakin memperluas pasar Livin’ by Mandiri serta mewujudkan layanan yang lebih dari sekedar perbankan atau beyond banking,” pungkas Lourentius Aris Budiyanto. (rel)

Puluhan Pengendara Knalpot Blong Terjaring Razia

Petugas Polres Binjai dan Subdenpom mengamankan puluhan Knalpot blong milik pengendara sepeda motor.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas gabungan dari Polres Binjai dengan Subdenpom kembali melakukan razia pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot blong, Sabtu (23/7/2022) malam. Razia dilakukan di dua lokasi terpisah, yakni Lapangan Merdeka Binjai, dan Bundaran Taman Remaja.

Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Binsar Naibaho menjelaskan, penertiban atau razia terhadap pengendara yang menggunakan knalpot blong dilakukan atas masukan masyarakat yang resah karena suaranya mengganggu ketentraman dan ketertiban. Karenanya, Polres Binjai menggandeng Polisi Militer dari unsur TNI dalam melakukan penertiban dan razia tersebut.”Total personel gabungan yang melakukan razia di dua lokasi terpisah ini ada 45 orang,” kata Naibaho, Minggu (24/7) pagi.

Hasil dari penertiban ini, sambung Naibaho, sebanyak 27 unit pengendara yang terjaring. Mereka beserta unit kendaraannya dibawa ke Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Binjai.

“Di kantor, kami minta mereka untuk melengkapi surat kendaraan dan mengganti knalpot yang standar. Setelah mengganti, knalpot blongnya kami tahan,” kata dia.

“Pada malam itu juga, ada 17 unit yang bersedia mengganti knalpot blongnya dengan standar. Sisanya 10 unit lagi masih kami tahan karena belum mengganti knalpot blongnya,” sambung Kasat.

Kepada mereka yang belum mengganti knalpot blong, Polres Binjai memberi kesempatan pada Senin (25/7).

“Saat di Kantor Satlantas Polres Binjai, kami memberi imbauan dan pembinaan kepada pengendara yang menggunakan knalpot blong, agar tidak lagi menggunakannya. Bahkan mereka juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi atau menggunakan knalpot blong tersebut,” tukasnya.

Penertiban knalpot blong berjalan lancar, tertib dan kondusif. Masyarakat yang melihat juga memberi respon positif atas penertiban tersebut.

Sebelumnya, petugas gabungan juga melakukan penertiban pada pekan lalu, (17/7). Penertiban knalpot blong dilakukan karena mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat atas suara bisingnya. (ted/han)

Masih Ditemukan Pernikahan di Bawah Umur, Dinas P3APM Diminta Tak Tinggal Diam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST mengaku masih menemukan adanya kasus-kasus pernikahan di bawah umur di Kota Medan, tepatnya di kawasan Medan Utara. Setidaknya hingga saat ini, Sudari telah menemukan 3 kasus pernikahan di bawah umur.

 “Saya tidak mencari, tapi orangnya yang datang sendiri melapor kepada saya tentang masalah yang dihadapinya. Dari situ saya tahu ternyata warga tersebut menikah di bawah usia 17 tahun. Setidaknya sudah ada 3 kasus yang saya temui seperti itu,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Kamis (21/7/2022).

 Dikatakan Sudari, orang-orang yang menikah di bawah umur itu rata-rata menghadapi masalah secara finansial hingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar hidupnya seperti kebutuhan pangan, pendidikan, fasilitas kesehatan, dan lain-lain.

 Salah satu contoh, terang Sudari, saat seorang warga datang kepadanya karena anaknya sakit dan menderita kurang gizi atau stunting. Warga tersebut meminta Sudari sebagai wakil rakyat agar dapat memfasilitasinya untuk mendapatkan BPJS dengan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau bisa mendapatkan faslitas rawat inap di RS secara unregister.

 “Tapi saat saya minta KTP nya tidak ada, KK nya pun masih terdata dalam KK orangtuanya. Ketika saya tanya kenapa begitu? jawabnya karena waktu menikah usianya baru 16 tahun. Jadi menikahnya tidak tercatat secara resmi, maka suami istri inipun belum punya buku nikah dan KK,” ujar Ketua Fraksi PAN DPRD Medan itu.

 Akibatnya, sambung Sudari, anak warga tersebut pun belum memiliki Akte Kelahiran, belum terdaftar dalam KK dan belum memiliki dokumen kependudukan lainnya.”Akibatnya, baik orangtua maupun si anak tidak bisa mendapatkan program-program pemerintah yang seharusnya bisa didapatkan,” katanya.

 Atas temuan kasus pernikahan di bawah umur di Kota Medan, Sudari meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan untuk tidak tinggal diam.”Dinas P3APM tidak boleh diam dengan adanya kasus seperti ini, Dinas P3APM harus melakukan perlindungan terhadap anak. Ini harus betul-betul dilakukan,” tegas Sudari.

 Dijelaskan Sudari, Dinas P3APM Kota Medan harus melakukan sosialisasi tentang bahayanya pernikahan di bawah umur kepada masyarakat, baik kepada orangtua agar mewanti-wanti anaknya, maupun kepada anak-anak di bawah usia 17 tahun.

 Sosialisasi itu harus dilakukan secara masif, khususnya ke lingkungan-lingkungan masyarakat dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang relatif rendah. Sebab di era modern seperti saat ini, biasanya pernikahan di bawah umur kerap terjadi pada masyarakat dengan kategori tersebut. “Masyarakat harus diberi sosialisasi bahwa sangat banyak resiko yang dihadapi oleh pasangan muda yang menikah di bawah umur, baik secara fisik maupun mental. Apalagi resikonya bukan hanya akan dirasakan oleh pasangan tersebut, tapi juga akan berdampak pada anaknya. Tolong hal ini agar jadi perhatian Dinas P3APM,” pungkasnya. (rel)