Home Blog Page 2494

BSPSU Berikan Bimbingan Politik Identitas di Ponpes Modern Darul Hikmah Medan

BERSAMA: Ketua Umum BSPSU, Yulizar Parlagutan Lubis bersama Wakil Direktur Ponpes Darul Hikmah Medan, Yose Rizal dan ustad serta ustadzah, di Jalan Pelajar, Teladan Timur, Medan Kota, Rabu (20/7) malam. Sumut Pos/Dwi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Silaturahmi Pesantren Sumatera Utara (BSPSU) memberikan bimbingan dan pengetahuan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam, dengan tema, Menolak Politik Identitas serta Politisasi Agama, di Jalan Pelajar, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Rabu (20/7/2022) malam.

Kegiatan itu dihadiri sebanyak 320 Santri dan Santriyah dari tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Selain itu juga dihadiri Wakil Direktur Ponpes Darul Hikmah Medan, Yose Rizal dan ustad serta ustazah Ponpes.

Ketua Umum BSPSU, Yulizar Parlagutan Lubis mengatakan, bimbingan ini bertujuan, agar para santri yang merupakan pemilih pemula dapat cerdas dalam memilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang, dan tidak terpengaruh terhadap upaya-upaya penggunaan politik identitas.

Sebab, jelasnya, penggunaan politik identitas yang menghalalkan segala cara, berdampak kepada terpolarisasi masyarakat dan mengancam persatuan dan kesatuan. Selain itu juga dapat memecah belah masyarakat dan mengganggu kehidupan bernegara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena itu, harapan kita agar pesantren, baik tenaga pengajar dan santri dapat bersama-sama memahami dan mengedukasi masyarakat terkait bahaya politik identitas ini,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, usai melaksanakan bimbingan kepada Santri dan Santriyah.

Dalam hal ini, pihaknya juga ingin meluruskan yang selama ini berkembang di masyarakat, banyaknya pemahaman orang tentang keberadaan pesantren yang diisukan dengan hal-hal negatif seperti radikal, padahal hakekatnya tidak seperti itu.

“Kami membuka pintu bagi siapapun yang ingin masuk pesantren. Karena pesantren berdiri di republik ini, bahkan lahir sebelum republik ini ada. Maka jaga kami, lindungi kami,” katanya.

Yulizar menilai, belakangan ada istilah politik identitas dan anti politik. Padahal selama ini tidak ada sosialisasi terkait pendidikan politik di pesantren-pesantren, bahkan pihak pesantren beserta anak-anak didiknya belum tentu paham terkait politik dan politik identitas.

“Maka dari itu, kita terbuka, mari sosialisasikan. Jangan hanya di lembaga-lembaga pendidikan saja, tetapi tidak ada ke pesantren-pesantren. Belum pernah ada sosialisasi tentang pemilih pemula, tentang Pemilu dan politik. Tetapi belum apa-apa sudah diisukan politik identitas. Karena itu mari bekerja sama dengan pimpinan-pimpinan pesantren, menyosialisasikan tentang politik. Kita jaga negara kita ini dari isu dan fitnah, dari politik identitas,” harapnya.

Dia menceritakan, bahwa dahulu, politik identitas diperlukan pada saat perjuangan, harus ada fatwa jihad, sehingga pahlawan-pahlawan pesantren berani melawan kolonial penjajah dengan fatwa-fatwa jihad untuk merebut republik ini.

“Namun sekarang berbeda, bahasanya lebih santun, siapa yang bertugas tersebut?, yakni pimpinan-pimpinan pesantren, untuk menyosialisasikan kepada anak-anak pesantren. Tetapi apa selama ini ada dilakukan?. Maka kami coba hari ini, ternyata lihat betapa antusias mereka, bahwa ‘The Future is Belong to Him’, masa depan ada di tangan mereka. Karena itu, mari kita jernihkan pemikiran mereka memandang republik ini,” ajaknya.

Menurut Yulizar, memberikan pemahaman tentang politik identitas kuncinya ada di stakeholder, dalam memberikan pendidikan politik kepada guru-guru pesantren. Karena mereka yang berhubungan langsung dengan anak-anak pesantren hingga 24 jam. Dengan begitu dirinya yakin negara kita akan aman.

“Saya juga mengingatkan kepada mereka, gunakan hak mu jika sudah waktunya memilih di Pemilu bagi pemilih pemula, jangan dipaksa oleh sistem atau apapun, gunakan hati nuranimu, mereka juga harus belajar menang dan kalah. Mungkin yang dipilihnya kalah dan yang didukung temannya menang, tapi dari sejak dini mereka sudah belajar apa arti menang dan apa arti kalah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Ponpes Darul Hikmah Medan, Yose Rizal berharap kegiatan tersebut dapat terus dilakukan dan pihaknya mengaku terbuka bagi siapapun yang ingin memberikan bimbingan, pembelajaran dan motivasi bagi anak-anak pesantren.

“Kami siap menerima kehadiran bagi siapapun yang hadir ke pesantren kami. Sebelumnya tidak pernah ada pendidikan seperti ini. Inilah baru pertama kali diberikan bimbingan dan pengetahuan tentang politik. Kami ucapkan terima kasih dan semoga ini bukan yang pertama dan terakhir. Bimbingan seperti ini sangat bagus untuk membuka pintu dan pikiran anak-anak kami, sehingga nantinya mereka memilih pemimpin bangsa ini dengan baik dan benar,” ujarnya. (dwi/han)

MZ Alwardah Dukung Golkar di Pemilu 2024

DUKUNG: MZ Alwardah saat berikan dukungan di DPD Golkar Sumut.(ist).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang pemilu 2024 mendatang, DPD Partai Golkar Sumut mendapat dukungan dari Pengurus MZ Alwardah. Dukungan tersebut, disampaikan langsung ke Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua MZ Alwardah, Rahmah Purba, Ketua Harian, Hj Sumiati, Sekretaris, Hj Yovianda, Wakil Sekretaris, Susianti dan Bendahara, Hj Suhartati.

Ketua MZ Alwardah, Rahmah Purba mengatakan, MZ Alwardah merupakan para pimpinan dan pengurus dari pengajian ibu-ibu yang ada di sebagian kecamatan yang ada di Kota Medan.

“Kita bersatu di dalam wadah kepengurusan MZ Alwardah. Dan kami menyatakan diri siap mendukung Partai Golkar pada Pemilu 2024,” sebut Rahmah dalam keterangan tertulis diterima Sumut Pos, Kamis (21/7/2022).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, adapun beberapa pengajian kecamatan yang bergabung di MZ Alwardah ini yakni berasal dari Medan Belawan, Medan Perjuangan, Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Selayang dan Medan Amplas.

“Sudah sekitaran 6 bulan bergabung, dan saat ini sudah ada sebanyak kurang lebih 60 orang pengurus. Mudah-mudahan dalam waktu dekat jumlahnya akan bertambah karena akan mencakup 21 kecamatan,” sebutnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya akan melakukan berbagai macam kegiatan dan usaha untuk membesarkan Mz Alwardah. Apalagi Mz Alwardah ini selaku motor penggerak ibu-ibu pengajian.

“Saya berharap dengan bergabungnya para ibu-ibu pengurus pengajian ini akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang keislaman dan juga ilmu politik. Kami berharap para ibu-ibu tidak lagi menganggap dunia politik adalah dunia yang jahat, justru dunia politik adalah cara kita agar bisa menyikapi permasalahan keluarga terutama masalah anak yang acap sekali timbul di zaman sekarang, dimana zaman teknologi sudah begitu maju,” ucapnya.

Untuk itu sangat perlu peran penting seorang ibu yang cerdas dan berilmu untuk bisa mengatasinya. “Jadi jangan takut berpolitik,” tandasnya.(gus/han)

Polsek Medan Timur Ringkus Penjambret Handphone

Tersangka jambret yang berhasil ditangkap Polsek Medan Timur. Sumut Pos/ist.

MEDAN, UMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Timur mengamankan seorang pelaku jambret, Fajar Nugraha (30), di Jalan Pelita IV, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (17/7/2022).

Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan melalui Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu J Simamora mengatakan, penangkapan pelaku yang merupakan warga Jalan Pelita II, Kecamatan Medan Perjuangan berdasarkan laporan pengaduan Korban bernama Kezia Zefanya Simanjuntak (15), warga Jalan Maplindo, Kecamatan Medan Perjuangan.

“Korban bersama temannya saat sedang berjalan kaki memegang Handphone (Hp), di lokasi kejadian pada Minggu (10/7) lalu. Saat itu, pelaku membonceng temannya Dani (33) menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi (Nopol) BK2495ACL,” katanya, Kamis (21/7/2022).

Lalu, lanjut Simamora, kedua pelaku kemudian memepet Kezia dan merampas Hp yang dipegang korban. “Korban sempat teriak minta tolong kepada warga, tapi kedua pelaku saat itu berhasil kabur,” imbuhnya.

Kemudian, sambungnya, korban pun membuat pengaduan ke Polsek Medan Timur. “Kita lakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku,” tegasnya.

Dijelaskannya, dari hasil penyelidikan, tim berhasil mengidentifikasi seorang pelaku. “Setelah beberapa hari, kita mengetahui keberadaan tersangka Fajar, saat sedang di Jalan Pelita IV Medan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tim langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Fajar saat mengendarai sepeda motor yang digunakannya ketika merampas Hp korban. “Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Peran dia sebagai joki. Saat ini kita masih mengejar seorang tersangka lagi. Statusnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), tapi identitasnya sudah kita ketahui,” tandasnya. (dwi/han)

Masih Ditemukan Kasus Pernikahan Dibawah Umur, DPRD Medan Minta Dinas P3APM ‘Bergerak’

Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari S

MEDAN, SUMUT POS.CO – Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST mengaku masih menemukan adanya kasus-kasus pernikahan di bawah umur di Kota Medan, tepatnya di kawasan Medan Utara. Setidaknya hingga saat ini, Sudari telah menemukan 3 kasus pernikahan di bawah umur.

“Saya tidak mencari, tapi orangnya yang datang sendiri melapor kepada saya tentang masalah yang dihadapinya. Dari situ saya tahu, ternyata warga tersebut menikah di bawah usia 17 tahun. Setidaknya sudah ada 3 kasus yang saya temui seperti itu,” ungkap Sudari kepada Sumut Pos, Kamis (21/7/2022).

Dikatakan Sudari, orang-orang yang menikah di bawah umur itu rata-rata menghadapi masalah secara finansial hingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar hidupnya seperti kebutuhan pangan, pendidikan, fasilitas kesehatan, dan lain-lain.

Salah satu contoh, terang Sudari, saat seorang warga datang kepadanya karena anaknya sakit dan menderita kurang gizi atau stunting. Warga tersebut meminta Sudari sebagai wakil rakyat agar dapat memfasilitasinya, untuk mendapatkan BPJS dengan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau bisa mendapatkan fasilitas rawat inap di RS secara unregister.

“Tapi saat saya minta KTP-nya tidak ada, KK nya pun masih terdata dalam KK orangtuanya. Ketika saya tanya kenapa begitu? jawabnya karena waktu menikah usianya baru 16 tahun. Jadi menikahnya tidak tercatat secara resmi, maka suami istri inipun belum punya buku nikah dan KK,” ujar Ketua Fraksi PAN DPRD Medan itu.

Akibatnya, sambung Sudari, anak warga tersebut pun belum memiliki Akte Kelahiran, belum terdaftar dalam KK dan belum memiliki dokumen kependudukan lainnya.

“Akibatnya, baik orangtua maupun si anak tidak bisa mendapatkan program-program pemerintah yang seharusnya bisa didapatkan,” katanya.

Atas temuan kasus pernikahan di bawah umur di Kota Medan, Sudari meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan untuk tidak tinggal diam.

“Dinas P3APM tidak boleh diam dengan adanya kasus seperti ini, Dinas P3APM harus melakukan perlindungan terhadap anak. Ini harus betul-betul dilakukan,” tegas Sudari.

Dijelaskan Sudari, Dinas P3APM Kota Medan harus melakukan sosialisasi tentang bahayanya pernikahan di bawah umur kepada masyarakat, baik kepada orangtua agar mewanti-wanti anaknya, maupun kepada anak-anak di bawah usia 17 tahun.

Sosialisasi itu harus dilakukan secara masif, khususnya ke lingkungan-lingkungan masyarakat dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang relatif rendah. Sebab di era modern seperti saat ini, biasanya pernikahan di bawah umur kerap terjadi pada masyarakat dengan kategori tersebut.

“Masyarakat harus diberi sosialisasi bahwa sangat banyak resiko yang dihadapi oleh pasangan muda yang menikah di bawah umur, baik secara fisik maupun mental. Apalagi resikonya bukan hanya akan dirasakan oleh pasangan tersebut, tapi juga akan berdampak pada anaknya. Tolong hal ini agar jadi perhatian Dinas P3APM,” pungkasnya.
(map/han)

Hasil RDP Komisi III DPRD Kota Medan, Harga Kios Pasar Aksara Turun 15 Persen

RDP: Komisi III DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PUD Pasar Kota Medan, Selasa (19/7) .markus/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PUD Pasar Kota Medan, Selasa (19/7) petang. Hasil RDP tersebut merekomendasikan, biaya kontribusi penyediaan fasilitas/prasarana kios/stand Pasar Aksara Medan turun 15 persen dari nilai yang telah ditetapkan sebelumnya.

Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III Afif Abdillah, Sekretaris Hendri Duin, dan para anggota seperti M Rizki Nugraha, Dhiyaul Hayati, Sahat Simbolon, Edward Hutabarat, n Abdul Rahman Nasution dan Irwansyah.

Hadir pula dari PUD Pasar, Dirut Suwarno, Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, Pimpinan Divisi Ritel PT Bank Sumut Syafrizal dan sejumlah perwakilan pedagang Pasar Aksara.

Dalam kesempatan itu, Afif Abdillah meminta agar Pasar Aksara harus segera dioperasionalkan. Oleh karena itu persoalan mengenai pembiayaan kontribusi harus segera mendapatkan solusi, sebab ada sebagian pedagang yang mengaku tak memiliki uang untuk memenuhi pembiayaan tersebut.

Afif juga mendorong agar PT Bank Sumut mau mengambil peran dengan memberikan KUR tanpa agunan kepada pedagang di Pasar Aksara. Ia juga meminta agar dapat dikucurkan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak Bank Sumut untuk membantu meringankan pedagang terhadap pembiayaan kontribusi tersebut.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Divisi Ritel Bank Sumut Syafrizal mengaku siap membiayai pedagang di Pasar Aksara. Sebab pada prinsipnya, pihaknya mengaku siap mendukung sambil menunggu hasil pembicaraan dan kesepakatan antara PUD Pasar dan pedagang. “Kewajiban kami mendukung ritel di Medan. Harapan kami, sepanjang persyaratan dan ketentuan yang berlaku di bank dan OJK terpenuhi, kami siap membantu,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Suwarno melalui Dirbang menjelaskan, gedung Pasar Aksara sejak diserahterimakan oleh Kementerian PUPR memiliki kios sejumlah 707 unit. Namun dari data yang ada dan setelah dilakukan pencabutan nomor, jumlah pedagang yang resmi sebanyak 773. Artinya, 66 pedagang masih belum terfasilitasi untuk memiliki kios.

Oleh karena itulah, PUD Pasar mengadakan pertemuan dengan perwakilan pedagang hingga akhirnya terbitlah biaya kontribusi tersebut untuk menutupi kebutuhan kios, dan biaya tersebut berdasarkan kajian dari akademisi.

Ditambahkan Dirops, semenjak pengelolaan diserahkan ke PUD Pasar pada akhir tahun 2021, maka biaya untuk perawatan terus mengalir ke PUD Pasar. Ia menjelaskan, beberapa pedagang telah mendaftar untuk mengikuti pengundian.

Bahkan, pengundian telah dilakukan terhadap 93 pedagang sebagai langkah agar operasional Pasar Aksara bisa lekas dilaksanakan. Hanya saja, karena adanya dinamika dari pedagang lainnya, maka pengundian ditunda.

Sementara perwakilan pedagang Pasar Aksara, Saur Turnip, menginginkan agar Pasar Aksara bisa segera beroperasi. Ia juga meminta supaya pedagang yang belum mendaftar bisa mengikuti pengundian harus difasilitasi.

Setelah mendengar keterangan pada RDP tersebut, Komisi III pun merekomendasikan agar biaya kontribusi penyediaan fasilitas kios di Pasar Aksara dapat diturunkan 15 persen dari harga yang telah ditetapkan.

Selain itu, diadakan pengundian dalam jangka 10 hari kedepan dan ditargetkan 2 bulan kedepan sudah sudah dapat dilakukan peluncuran Pasar Aksara. “Ini harus berjalan secepatnya, karena kepentingan lebih besar harus lebih diutamakan. Keputusan rekomendasi ini akan disampaikan ke Pemko Medan, Direksi Bank Sumut, dan Gubernur Sumut,” pungkas Afif.

Terpisah, kepada Sumut Pos, Sekretaris Komisi III Hendri Duin mengatakan jika setiap kios di PUD Pasar memiliki harga yang bervariasi, yakni mulai Rp7 juta hingga Rp15 juta, tergantung letak kios dan peruntukannya. Namun yang pasti, kios itu hanya diberikan kepada 66 pedagang yang sebelumnya telah terdata.”Harga Rp7 juta sampai Rp15 juta itu belum dipotong 15 persen. Dan dari hasil kesepakatan kita tadi di dalam RDP, harga pedagang setuju dengan potongan 15 persen itu,” pungkasnya. (map/ila)

PT DCVI Perkenalkan Mercedes-Benz Axor Euro 4 di Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah resmi diluncurkan pada 7 Juni 2022, Mercedes-Benz Axor Euro 4 melanjutkan perjalanannya di 10 kota di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Sulawesi. Menggandeng PT Kanindo Mitra Usaha (KMU), sebagai mitra diler Mercedes-Benz Truk dan Bus di Kota Medan, PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) menggelar Roadshow Mercedes-Benz Axor Euro 4 bertajuk Mercedes-Benz Better Future For You untuk pertama kalinya di Sumatera Utara, Selasa (19/7/2022).

Acara yang diresmikan Head of Product and Marketing PT DCVI, Faustina dan Branch Manager PT KMU, John MT Saragih ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dekat produk Mercedes-Benz Axor Euro 4 kepada para pelanggan di masing-masing kota yang dikunjungi dengan mengajak mitra diler di 10 kota yang didatangi oleh DCVI.

“Bagi kami, Sumatera Utara menjadi kawasan yang penting, karena merupakan salah satu pusat perkebunan kelapa sawit terbesar sekaligus daerah penghasil minyak bumi dan gas alam di Indonesia. Selain itu juga, terdapat beberapa proyek strategis nasional yang membutuhkan transportasi logistik, sehingga kami melihat ini sebagai peluang positif untuk Mercedes-Benz Axor Euro 4,” kata Faustina.

Menurutnya, di tahun ketiga masa pandemi saat ini, kondisi ekonomi Indonesia perlahan mulai pulih. Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan mobilitas pada kebutuhan transportasi logistik barang dagang dan niaga. Oleh karena itu, DCVI optimis terhadap industri transportasi dan logistik di Sumatera Utara yang semakin berkembang, yang menjadikan Medan kota pertama yang didatangi dalam rangkaian acara Roadshow Mercedes-Benz Axor Euro 4; Mercedes-Benz Better Future For You.

DCVI menghadirkan 14 varian Mercedes-Benz Axor Euro 4 yang siap memenuhi kebutuhan transportasi bisnis konsumen di beberapa segmen. Untuk segmen Logistik varian Mercedes-Benz Axor 1623R, 2523R, 2528R, dan 2528R. Segmen Konstruksi dan Pertambangan ada varian Mercedes-Benz Axor 1623C, 2528C, 2528CH dan 2528CX. Dan untuk segmen Tractor head ada varian Mercedes-Benz Axor 4023T, 4028 T dan 4928 T.

Untuk menyasar sektor logistik dan kargo, DCVI dan KMU membawa salah satu lini-produk terbaru truk yaitu Mercedes-Benz Axor 4023T. Truk bertipe tractor head ini telah dilengkapi dengan sistem pembakaran berstandar Euro 4 yaitu selective catalytic reduction (SCR), Adblue dan ZPD Pump yang mampu memberikan waktu operasi (uptime) tinggi dengan interval perawatan yang lebih panjang hingga 50.000 Km, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar dengan emisi yang lebih bersih berkat teknologi SCR.

Mercedes-Benz Axor 4023T memiliki gross combination weight (GCW) sebesar 31.800 kg bersama muatan trailernya. Dapur pacunya dibekali dengan mesin terbaru OM906LA yang mampu menghasilkan tenaga hingga 238 PS dengan torsi maksimal 850 Nm. Sistem transmisinya menggunakan gearbox manual 9-speed yang dilengkapi dengan Interwheel differential lock untuk mengatasi gejala slip roda belakang.

Di bagian interior, kesan mewah brand Mercedes-Benz hadir dalam balutan warna utama coklat dan beige. Pola warna kursi 3D pattern juga membuat tampilan interior truk ini lebih mewah dan bergaya. Lalu, untuk aspek keamanan juga menjadi prioritas Daimler Truck, dimana semua tipe Mercedes-Benz Axor Euro 4 telah dilengkapi dengan fitur LED Daytime Running Lamp, Rear LED Combination Lamp, Constant Throttle Valve Engine Brake dan Anti-lock Braking System (ABS) untuk menjaga kendaraan tetap stabil saat mengerem dan membuat roda tidak terkunci saat pedal rem diinjak.

“Kami berharap “Roadshow Mercedes-Benz Axor Euro 4” bersama DCVI ini dapat menarik minat pelanggan untuk datang langsung dan melihat produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Lalu, kami sebagai diler resmi Mercedes-Benz Truk dan Bus juga berharap pelanggan dapat menikmati fasilitas terbaik yang selalu siap melayani kebutuhan transportasi bisnis konsumen di Sumatera Utara.” tutup John MT Saragih.

Setelan Kota Medan, Roadshow Mercedes-Benz Axor Euro 4 ini akan berlanjut ke 9 kota lainnya yakni Pekanbaru, Lampung, Palembang, Semarang, Bandung, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, dan Makassar. Hal ini sebagai salah satu bukti bentuk komitmen perusahaan terhadap mitra diler resmi serta kepada pelanggan.

Di acara ini, DCVI juga turut memperkenalkan call center resmi Daimler Truck Connect Indonesia, yang dapat dihubungi melalui telepon dan WhatsApp di 021- 3000 1971 serta e-mail mbcv-indonesia@daimler.com untuk mendapatkan seluruh informasi seputar penjualan kendaraan, bengkel dan suku cadang Mercedes-Benz Truk dan Bus di Indonesia. Hal ini bertujuan agar DCVI selangkah lebih dekat lagi dengan konsumen Mercedes-Benz Truk dan Bus Indonesia di mana pun konsumen berada. (adz)

Rumah Restorative Justice di Sergai Diresmikan

RUMAH RESTORATIVE: Peresmian Rumah Restorative Justice di Desa Seibamban Estate Kecamatan Seibamban, Rabu (20/7).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Dr Ali Machfud SIk MIK menghadiri peresmian Rumah Restorative Justice di Desa Seibamban Estate , Kecamatan Seibamban, Rabu (20/7).

Dalam pidatonya, Kapolres Sergai mengatakan bahwa peresmian Rumah Restorative Justice dilakukan secara serentak di Jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui virtual video conference.

Kegiatan berjalan aman dan lancar ditandai dengan peresmian Rumah Restorative Justice Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai ‘Tanah Bertuah Negeri Beradat’ oleh Sekda Kabupaten Serdang Bedagai HM Faisal Hasrimy AP MAP.

Turut hadir dalam peresmian ini, Kajari Serdang Bedagai M Amin, Sekda Serdang Bedagai HM Faisal Hasrimy AP MAP, Dandim 0204 Deliserdang diwakili Kapten Abdul Malik. Kepala PN Seirampah diwakili Jaksa Muda Dan Para Undangan. (mag-4/azw)

Karyawan Tuding Direktur PDAM Tirtabulian Diktator, Pj Wali Kota Tebingtinggi Bentuk Tim Investigasi

MEDIASI: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi, Plt Sekdako Bambang Surdayo, Kepala Inspektorat Kamlan Mursyid melakukan pertemuan dengan karyawan PDAM Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi Muhamad Dimiyathi didampingi Pelaksana tugas (Plt) Sekrtaris Daerah (Sekda) Bambang Sudaryono serta Kepala Inspektur Kota Kamlan Mursyid menyikapi aksi mogok kerja karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtabulian, Selasa sore (19/7). Mereka melakukan mediasi bersama karyawan PDAM Tirtabulian yang mogok kerja.

Dalam momen mediasi tersebut, para karyawan menyampaikan kepada Pj Wali Kota Muhammad Dimiyathi bahwa alasan mereka melakukan mogok kerja.karena sikap Direktur Tirtabulian yang sewenang wenang, diktator, tidak adil. Juga masalah asurasi yang tidak jelas, sehingga karyawan merasa tidak nyaman bekerja.

Menyahuti aspirasi dari berbagai permasalahan para karyawan tersebut, Muhammad Dimiyathi mengatakan akan membentuk tim investigasi yang langsung dipimpin Kepala Inspektorat Kamlan Mursyid. “Semua aspirasi karyawan akan disikapi setelah tim investigasi bekerja,” jelasnya.

Sementara Kepala Inspektorat Kamlan Mursyid mengatakan pihaknya saat ini sudah membentuk tim investigasi yang terdiri dari 4 tim yakni tim pendapatan, tim belanja, tim aset serta tim SDM dan tugas pokok.

Terkait masalah pencopotan Direktur PDAM Tirtabulian, katanya ada mekanisme untuk itu. “Tidak bisa asal copot. Demikian juga masalah asuransi, tidak benar ada perbedaan. Pihak asuransi tidak memberikan penjelasan dan pemahaman kepada para karyawan. Sedangkan masalah hubungan silaturahmi akan diperbaiki,” jelas Kamlan. “Inspektorat melalui tim yang sudah dibentuk akan melakukan audit terhadap keuangan dan kinerka PDAM Tirtabulian Kota Tebingtinggi ,” imbuh Kamlan.

Seperti diketahui sehari sebelumnya puluhan orang Karyawan PDAM Tirtabulian Tebingtinggi, Senin (18/7) melakukan mogok kerja di halaman kantor dengan membentang berbagai poster spanduk menolak tindakan kesewenangan terhadap karyawan. (ian/azw)

Petani Senang Jalan Simpang Pondok Akan Diaspal

AKAN DIASPAL: Jalanan di ruas Jalan Simpang Pondok Banjar Malasori Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai (Sergai) akan menghitam diaspal

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Ruas Jalan Simpang Pondok Banjarmalasori Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai (Sergai) akan diaspal. Sejumlah warga yang berprofesi petani pun semeringah mengetahui program pengaspalan tersebut.

Diketahui, jalan yang sedang dibangun itu sepanjang 3.020 meter dengan lebar 4 meter. Kemudian 360 meter dengan lebar 3 meter hotmix.

Pembangunan infrastruktur tersebut menuai beragam tanggapan positif dari berbagai kalangan masyarakat.

Sekertaris Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Sergai, Ustaz Muhammad Ihfandi mengatakan, pengasapala jalan ini akan meningkatkan ekonomi warga. Dia pun mengucapkan apresiasinya terhadap Bupati Darma Wijaya dan Wabup Adlin Tambunan.

“Kami tentu merasa senang atas pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” ucap Ustaz Ifan dikutip dari Portal resmi Pemkab Sergai, Rabu (20/7).

Dia menyebut jika tahun 2020 lalu, dirinya pernah menemani Bang Adin sapaan akrab Wabup mengunjungi desa ini pada kegiatan kampanye. Saat itu hanya satu yang diinginkan oleh masyarakat desa, yaitu menginginkan jalan yang mulus.

Hal serupa disampaikan petani di Dusun I Desa Malasori, Kecamatan Dolok Masihul, Suhairi Damanik. Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Sergai karena telah mewujudkan harapan masyarakat dalam membangun infrastruktur jalan di desanya.

“Terima kasih Pak Bupati, Pak Wabup, kami senang sebentar lagi jalan kami akan menghitam. Ini memang harapan kami,” kata Suhairi. (new/azw)

Surya Buka Seleksi GSI Kabupaten Asahan 2022

TENDANG BOLA: Bupati Asahan melakukan tendangan bola pertama seleksi GSI tingkat Kabupaten Asahan tahun 2022 di Stadion Mutiara Kisaran, Selasa (19/7).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan Surya membuka seleksi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2022 di Stadion Mutiara Kisaran, Selasa (19/7).

Ketua Panitia Supriyanto mengatakan, kegiatan seleksi GSI ini diikuti oleh peserta didik tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 16 tim dari 19 kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kota Kisaran Barat, Pulaubandring, Simpangempat, Airbatu, Tanjungbalai, Seidadap, Airjoman, Pulaurakyat, Aek Kuasan, Aek Songsongan, Bandarpulau, Tinggiraja/Buntupane, Sei Kepayang/Sei Kepayang Barat/Sei Kepayang Timur, Telukdalam, dan Setiajanji.

Ia yang juga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan menjelaskan, pada tahun 2021, 3 orang pemain GSI asal Kabupaten Asahan menjadi perwakilan untuk Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, ada juga alumni GSI yang kini menjadi Kiper U16 untuk timnas.

“Kepada anak-anak kami, diharapkan mengikuti seleksi ini dengan sportif, kalah dan menang itu adalah hal biasa dalam suatu pertandingan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Asahan Surya mengatakan, melalui turnamen GSI ini, pelajar tingkat SMP mampu menjadi kader pemain sepak bola yang akan mewarnai tingkat nasional.

“Kegiatan ini merupakan wadah dalam menumbuhkan bakat dan prestasi generasi muda, yaitu siswa sekolah melalui extrakulikuler sekolah,” ucapnya.

Kemudian, melalui turnamen ini, ia berharap, dapat melahirkan pemain berkualitas menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Asahan dan Indonesia.

“Bahkan peserta turnamen ini, jangan setengah-setengah menjadi atlet sepak bola, namun tekunlah berlatih mengasah kemampuan diri supaya hasilnya maksimal,” harapnya.

Terakhir, ia berharap, kepada peserta didik yang akan berlaga di GSI ini untuk menjunjung tinggi sportivitas dan semangat fair play dalam setiap pertandingan.

“Jangan sampai bermain curang dan menghalalkan segala cara guna meraih kemenangan, meski prestasi memang penting, namun sportivitas dan fair play jauh lebih penting sekedar mencari prestasi. Mari kita sukseskan kegiatan GSI tingkat Kabupaten Tahun 2022,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Asahan melakukan tendangan bola pertama sebagai tanda seleksi GSI tingkat Kabupaten Asahan tahun 2022 resmi dibuka. (dat/azw)