Home Blog Page 2553

Akuberbagi.com dan Bank Mestika Salurkan Wakaf dan Bantuan Sosial di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Distrupsi digital yang semakin meluas saat ini menuntut generasi muda untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan skill digital mereka.  Dunia digital memang bukan hal yang asing lagi karena menurut data, 98% anak dan remaja sudah mengetahui tentang internet dan 79,5% diantaranya pengguna internet[1].

Namun faktanya, distrupsi digital tidak hanya soal internet, melainkan generasi muda juga harus bisa memanfaatkan beragam teknologi. Di sisi lain, Kementrian Informatika dan Komunikasi (Kemkominfo RI) merilis bahwa Indeks Literasi Digital Indonesia berada di angka 3,49 – dengan skor indeks 0 sampai 5, yang menempatkan Indonesia dalam kategori sedang. Untuk itu, Akuberbagi.com dan PT Bank Mestika Dharma, Tbk (Bank Mestika) menyalurkan bantuan dana sosial dalam bentuk donasi langsung dan warisan senilai Rp79 juta untuk program Terampil Digital.

Wakaf dan bantuan sosial ini merupakan hasil kerjasama dari Bank Mestika bersama dengan Akuberbagi.com yang dimotori oleh Generali Indonesia, yang disalurkan melalui lembaga non-profit Hope worldwide Indonesia dalam program Terampil Digital. Program ini ditujukan untuk melayani masyarakat yang mempunyai keinginan dalam menggali ilmu di bidang informasi dan teknologi terutama anak-anak yang berasal dari keluarga kurang beruntung.

Sesi penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Kota Medan yang dihadiri oleh Wilson Malau (Head of Aku Berbagi) selaku perwakilan Generali Indonesia bersama dengan Doris Thianne (Kepala Seksi Corporate Secretary  Bank Mestika), serta Naryadin Napitupulu selaku perwakilan HOPE worldwide Medan dan Leo Agustiar, selaku guru pendamping program serta beberapa peserta.

Marihot A. Pasaribu, Direktur Generali Indonesia melalui siaran pers mengungkapkan, “Selain memberikan proteksi online berbasis syariah yang dilengkapi juga dengan fitur wakaf, Akuberbagi.com juga bisa memfasilitasi mitra bisnis dan perusahaan dalam menyalurkan dana sosial yang bisa disalurkan dalam bentuk donasi langsung dan warisan. Saat ini, kami membantu mitra kami, Bank Mestika, untuk bisa berkontribusi untuk membangun skill digital anak muda agar bisa lebih siap dalam menghadapi masa depan yang tentunya saat ini berfokus pada optimasi teknologi.”

Menyambung pernyataan tersebut, Doris Thianne selaku Kepala Seksi Corporate Secretary Bank Mestika mengungkapkan,”Pemberian wakaf dan bantuan sosial ini menunjukkan bahwa Bank Mestika, tidak hanya fokus pada tujuan bisnis saja tetapi turut berpartisipasi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakan di lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.”

Memberikan banyak pelatihan digital untuk para generasi muda penerus, program Terampil Digital Medan telah meluluskan 2,322 siswa sejak tahun 2008 dengan fokus pada pemberian pembelajaran materi aplikasi perkantoran (Office), Design Grafis (PS & AI), Teknik Komputer dan Jaringan dan Multimedia. Seluruh siswa yang belajar gratis, tidak dipungut biaya.

Melalui kolaborasi ini, Akuberbagi.com dan Bank Mestika berharap dapat terus berkontribusi dan terlibat dalam isu-isu sosial serta meningkatkan nilai tambah dari dana sosial yang disalurkan secara berkelanjutan. Selain itu, kedua belah pihak juga berharap melalui program-program di Akuberbagi.com akan semakin banyak anak yang mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan bantuan dan edukasi, guna menciptakan dampak yang positif untuk masa depan yang lebih baik. (rel/sih)

Catat Sejarah, Mendag Teken Kerja Sama Dagang Dengan Kawasan Teluk

Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan bertemu dengan Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab (UEA), Thani Bin Ahmed Al Zeyoudi di Abu Dhabi, Kamis (30 Juni 2022).

SUMUTPOS.CO – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mencatat sejarah usai berhasil membuat kerja sama dengan negara di Kawasan Teluk. Hal ini ditandai dengan Persetujuan  Kemitraan  Ekonomi  Komprehensif Indonesia–Uni Emirat Arab  (Indonesia–United  Arab  Emirates  Comprehensive  Economic  Partnership  Agreement,  atau IUAE–CEPA).

Kesepakatan ini  ditandatangani  hanya  berselang  9  bulan sejak diluncurkan  oleh menteri perdagangan kedua negara. Pencapaian ini sesuai dengan target yang diberikan oleh kedua kepala negara,yaitu terselesaikannya perundingandalam waktu kurang dari satu tahun.

Penandatanganan IUAE–CEPA dilakukan  oleh  Menteri  Perdagangan  RI  Zulkifli  Hasan  dan  Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab (UEA)Abdulla bin Touq Al Marri. Penandatanganandilakukan bersamaan dengan   kunjungan   kerja   Presiden   RI   Joko   Widodo. Penandatanganan IUAE–CEPA menjadi momentum  bersejarahkarena ini kali  pertama Indonesia memilikiperjanjian  dagangdengan negara di Kawasan Teluk.

“Bapak  Presiden  RI  menyambut  positif  penyelesaian  persetujuan  IUAE–CEPA.Persetujuan  ini menjadi  pintu  masuk Indonesia ke UEA yang merupakan hub untuk meningkatkan  ekspor  ke negara-negara  tujuan  nontradisionalseperti  di  kawasan  Teluk,  Timur  Tengah,  Afrika,dan  Asia Selatan,”ungkap Mendag Zulhas.

Penyelesaian IUAE–CEPA sekaligus  menjadi  momentum  yang  tepat  untuk  pemulihan  ekonomi pascapandemi   Covid-19. “Covid-19   membuat   hampir   seluruh   negara   di   dunia   mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kita harap bersama ketika IUAE–CEPA ini diimplementasikan, peningkatan kinerja  sektor  perdagangan  dan  investasi yang didorong  melaluiIUAE–CEPAdapat semakin  mengakselerasi upaya  pemulihan  ekonomi  pascapandemi  Covid-19serta  meningkatkan daya saing Indonesia,”imbuh Mendag Zulhas.

Sementara    itu,    Direktur    Jenderal    Perundingan    Perdagangan    Internasional    Kementerian Perdagangan  Djatmiko  Bris Witjaksono  menyatakan,perundingan  IUAE–CEPA  sangat  bermanfaat bagi  Indonesia. Salah  satu alasannya  adalah terbukanya  akses  pasar  ke  UEA  melalui  penurunan dan  penghapusan  tarif  bea  masuk  sekitar  94 persen dari  total  pos  tarif  dengan  mekanisme penurunan secara langsung maupun bertahap saat perjanjian berlaku (entry into force).

Persetujuan  IUAE–CEPA mencakup pengaturan di  bidang  perdagangan barang,  perdagangan  jasa, investasi,  hak  kekayaan  intelektual,  ekonomi Islam,  ketentuan  asal  barang,  prosedur  kepabeanan dan  fasilitasi  perdagangan,  kerja  sama  ekonomi,  pengadaan  barang  dan  jasa  pemerintah,  usaha kecil dan menengah, perdagangan digital, serta ketentuan hukum dan isu kelembagaan.

Isu ekonomi  Islam  dalam  IUAE–CEPA  ini  juga  menjadi  satu  catatan sejarah  bagi Indonesia.  Untuk kali  pertama, isu ekonomi  Islam/syariah  dimasukkan  sebagai  salah  satu  cakupan persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif dengannegara mitra dagang Indonesia.

“Pengaturan pada  bab terkait ekonomi Islam dalam IUAE–CEPA, yang merupakan terobosan  unik bagi  Indonesia  dalam  upaya  pengembangan  kerja  sama  terkait  ekonomi Islam, antara  lainmelibatkan saling diakuinya sertifikasi  halal masing-masing  negara, usaha  kecil  dan  menengah,sertaekonomi digital. Masih dalam bab yang sama, turut diaturkerja sama pengembangan sektor ekonomi Islam   yang   mencakupbahan   mentah,   makanan   dan   minuman,   obat-obatan   dan kosmetik, modest  fashion,  pariwisata,  media  dan  rekreasi,  serta pembiayaan Islami(Islamic finance),”ungkap Djatmiko.

Berdasarkan analisis Cost Benefitdan PrognosaIUAE–CEPA, dalam sepuluhtahun sejak entry into force (EIF),  ekspor  Indonesia  ke  UEA  diproyeksikan  meningkat  sebesar  USD 844,4  juta  atau meningkat  53,90persen.  Selain  itu,  impor  Indonesia  dari  UEA  juga  diproyeksikan  meningkat sebesar 307,3 juta atau sekitar 18,26 persen. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi defisit perdagangan dengan UEA.

Setelah  ditandatangani,  proses  lebih  lanjut  adalah  ratifikasi  atau  pengesahan  IUAE–CEPA  yang akan  dilakukan bersama  oleh  pemerintah  dan Dewan  Perwakilan  Rakyat  Republik  Indonesa sebelum  akhirnya  nanti  dapat  berlaku  dan  dapat  dimanfaatkan  oleh  para  pelaku  usaha  kedua negara.

Sekilas Perdagangan Kedua Pihak

Total  perdagangan  Indonesia–UEApada  2021  mencapai  USD 4,0  miliaratau  meningkat  37,88persendibandingkan tahun 2020 yang sebesar USD 2,9 miliar. Meskipun sempat turun pada 2019–2020, di tengah pandemi Covid-19ini, nilai perdagangan bilateral kembali naik signifikan.

Pada 2021, ekspor Indonesia ke UEA tercatat sebesar USD 1,9 miliar atau meningkat 52,15 persen dibandingkan ekspor tahun 2020 yang sebesar USD 1,2miliar. Tren kenaikan ekspor Indonesia ke UEA selama 2017—2021 adalah 1,44 persen. Sementara itu, tren kenaikan total perdagangan pada periode  yang sama  adalah  0,44  persen. Komoditas  ekspor  utama  Indonesia  ke UEA yaitu barang perhiasan   dan   bagiannya, minyak   sawit   dan turunannya,   kendaraan   bermotor,apparatus (peralatan) elektronik untuk telepon seluler,dan apparatuspenerimaan untuk televisi.

Sementaraitu,impor  Indonesia  dari UEAtahun  2021 tercatat  sebesar  USD 2,1miliaratau meningkat 27,33persendibandingkan  impor  tahun  2020  yang  sebesar  USD 1,7juta.  Komoditas impor utama Indonesia dari UEAyaituproduk setengahjadi dari besi atau baja, alumuniumtidak ditempa, emas, sulfur, dan polimer propilena. (*/sih)

Airlangga: Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Siapkan Langkah Antisipasi Krisis Pangan Global

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah selalu berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari sisi supply terkait dengan peningkatan produksi, upaya diversifikasi  pangan, efisiensi distribusi pangan, penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas pangan, hingga penguatan stok pangan nasional.

Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang Kebijakan Pangan, Rabu (29/06), Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, Kepala BNPB, Dirut BULOG, serta sejumlah Pimpinan K/L membahas kondisi terkini terkait dengan situasi pangan nasional dan antisipasi krisis global di bidang pangan, serta berbagai upaya yang akan dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden terkait dengan ketersediaan pangan strategis, yang sampai bulan Juli ini relatif aman, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga” kata Menko Airlangga ketika membuka Rakortas yang diselenggarakan secara hybrid di Loka Kretagama, Kantor Kemenko Perekonomian.

Terkait dengan Beras, Indonesia memiliki ketersediaan pangan yang memadai hingga akhir tahun 2024. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Dalam Rakortas tersebut juga mengisyaratkan bahwa Indonesia akan segera melakukan ekspor beras.

“Berdasarkan data dan neraca yang dipaparkan pada Rapat Internal dengan Bapak Presiden, stok per Desember 2021 adalah 7 juta ton dan stok Bulog lebih dari 1 juta ton, artinya kalau ekspor 200.000 ribu ton masih aman,” kata Menko Airlangga. Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga beserta para Menteri, Dirut Bulog, dan Kemendag juga membahas tentang aspek regulasi, aturan, perizinan dan kesiapan untuk pelaksanaan proses ekspor beras yang akan segera dilakukan.

Selain itu, juga dilakukan pembahasan mengenai bantuan beras BULOG tahun 2022 untuk 19,14 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan revisi regulasi (Perpres 48 Tahun 2016) untuk penguatan penugasan BULOG. Beberapa ketentuan yang akan diatur antara lain terkait penggunaan CBP (Cadangan Beras Pemerintah), pelepasan stok CBP, kriteria stok beras turun mutu dan penggunaan dana untuk pelepasan stok.

Rakortas tersebut juga membahas mengenai program penyaluran Jagung untuk Peternak Mikro Kecil sebesar 50 ribu ton, dengan melakukan perpanjangan penugasan BULOG hingga 31 Juli 2022. Selain itu, juga dibahas terkait dengan transformasi kebijakan Pupuk Bersubsidi mulai dari refocusing target subsidi menjadi 2 jenis pupuk dan 9 komoditas prioritas strategis, transformasi digital dan revisi beberapa regulasi yang diperlukan. (ltg/fsr/hls/adv/*)

Telkomsel Umumkan Best Talents Program IndonesiaNEXT Season 6

Telkomsel menutup Program Corporate Social Responsibility (CSR) IndonesiaNEXT dengan mengumumkan 34 talent terbaik dari 10.504 peserta dalam Acara Crowning Season 6 sekaligus kick-off season 7, Kamis (30/6).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel secara konsisten berkontribusi nyata dalam membuka peluang akselerasikan pembangunan bangsa melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial unggulannya di bidang pendidikan, IndonesiaNEXT. Pada Kamis (30/6), Telkomsel menandai rampungnya tahun ke-6 pelaksanaan program tersebut dengan mengumumkan 34 digital talent terbaik dari 10.504 peserta dalam acara Crowning Season 6 sekaligus Kick-off Season 7. Program IndonesiaNEXT sekaligus merupakan perwujudan komitmen Telkomsel selaku digital ecosystem enabler dalam meningkatkan kompetensi, kapabilitas, dan daya saing digital talents Indonesia.

IndonesiaNEXT merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Telkomsel yang terbuka untuk seluruh mahasiswa di Indonesia dari segala jurusan, dengan jenjang studi mulai dari Diploma hingga S2. Dalam penyelenggaraan Season 6-nya, IndonesiaNEXT juga membuka kesempatan bagi dosen dan tenaga pendidik untuk turut berpartisipasi.

Kehadiran program IndonesiaNEXT Season 6 di tengah masa pandemi juga menghadirkan metode pembelajaran daring baru berpola merdeka belajar secara bersamaan (synchronous) maupun mandiri (asynchronous), guna menyesuaikan dengan kondisi kalender akademik, penerapan study from home (SFH), serta peta persebaran mahasiswa di seluruh Indonesia.

Dengan tema “Fortitude and Action”, tercatat sebanyak 10.504 pendaftar dari 695 perguruan tinggi menjalani serangkaian kegiatan pengembangan khusus pada program IndonesiaNEXT Season 6, mulai dari Inspiring WebinarHard Skills TrainingInternational CertificationSoft Skills Training, hingga Area dan National Bootcamp.

Direktur Human Capital Management Telkomsel Muharam Perbawamukti menjelaskan, “Melalui program IndonesiaNEXT, Telkomsel membuka peluang terus berkembang bagi digital talents, mulai dari mahasiswa, pelajar, dosen, hingga tenaga pengajar. Sebagai bagian dari tanggungjawab sosial Telkomsel dan untuk mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045, IndonesiaNEXT menghadirkan serangkaian pelatihan dan sertifikasi profesi tingkat internasional, membangun fortitude dan action dalam jiwa peserta. Kami harap program ini dapat menjadi bekal bagi digital talents dalam melangkah maju, menghadapi persaingan global, serta menciptakan solusi dan inovasi terbaik.”

Telkomsel menutup program IndonesiaNEXT Season 6 dengan mengumumkan digital talents terbaiknya dalam acara Crowning Season 6. Sebanyak 34 digital talent terbaik dari 10.504 peserta telah tersaring melalui proses ujian International CertificationSoft Skills Assessment, dan Qualification Panels IndonesiaNEXT. Lebih lanjut, panel IndonesiaNEXT mengukuhkan seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor M. Justi Makmun Jusrin sebagai Best of The Best Talent di program IndonesiaNEXT Season 6, dengan presentasi implementasi teknologi digitalnya yang berjudul “Sistem Drone Termal Konservasif”. Selepas mengapresiasi para peserta IndonesiaNEXT Season 6, Telkomsel kemudian mengumumkan berlanjutnya program IndonesiaNEXT ke Season 7 dengan konsep pelaksanaan daring dan materi pelatihan yang baru.

Turut hadir dalam acara pengukuhan talenta terbaik dan pengumuman musim baru tersebut Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama dan Direktur Human Capital Management Telkomsel Muharam Perbawamukti yang memberikan semangat serta inspirasi bagi seluruh partisipan akan pentingnya semangat juang dan optimisme untuk terus mengembangkan diri dalam menghadapi persaingan global. Dalam momen yang sama, Telkomsel juga memperkenalkan rencana pelaksanaan program IndonesiaNEXT Season 7 yang akan menggunakan konsep dan materi terbaru.

Sejak penyelenggaraan pertamanya pada 2016, IndonesiaNEXT telah menjangkau 34 provinsi dengan total pendaftar lebih dari 73 ribu mahasiswa dari lebih dari 2.900 perguruan tinggi di Indonesia. Lebih dari 5.000 mahasiswa dan pelajar serta 200 dosen dan tenaga pengajar kini sudah mengantongi sertifikasi keahlian profesi internasional.

“IndonesiaNEXT adalah perwujudan komitmen Telkomsel selaku digital ecosystem enabler untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi, kapabilitas, dan daya saing digital talents Indonesia. Kami berharap program CSR di bidang pendidikan ini dapat memunculkan dampak positif secara luas dan merata hingga ke seluruh penjuru tanah air. Melalui IndonesiaNEXT, kami berupaya membuka peluang bagi para pemuda untuk menjangkau pendidikan, untuk mengolah potensi keahlian, serta untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Semoga bekal dan pengalaman yang didapat oleh para peserta bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya dan membuka peluang untuk kemajuan bangsa Indonesia,” tutup Muharam.

Informasi lebih lanjut mengenai program IndonesiaNEXT dapat diakses di indonesianext.id dan media sosial @IndonesiaNEXT.(rel)

Siap Sukseskan Peringatan HUT ke-432 Kota Medan, Tim Paskibra Tak Sabar Tampilkan yang Terbaik

SIAP: Tim Paskibra Kota Medan siap tampil pada upacara peringatan HUT ke-432 Kota Medan di Stadion Mini USU, Jumat (1/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Medan siap menyukseskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-432 Kota Medan di Stadion Mini USU, hari ini, 1 Juli 2022. Mereka siap memberikan penampilan terbaik dalam mengibarkan Bendera Merah Putih.

Peringatan HUT ke-432 Kota Medan dirangkai dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Upacara ini digelar di Stadion Mini USU yang dipimpin Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution.

Untuk memberikan penampilan terbaik, 42 orang yang tergabung dalam Pendidikan dan Latihan Paskibra HUT ke-432 Kota Medan, telah menggelar latihan rutin sejak beberapa waktu lalu. Mereka berlatih setiap hari di bawah bimbingan pelatih dari Yonko 469 Kopasgat, Sertu R Situmorang dan Sertu Darmo S, serta Ade Prayogi dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Medan.

“Mereka (Tim Paskibra) sudah siap tampil. Bahkan, mereka sudah tidak sabar untuk menampilkan yang terbaik,” ungkap R Situmorang didampingi Darmo dan Ade di Stadion Mini USU, Kamis (30/6).

Tim Paskibra Kota Medan merupakan hasil seleksi yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan pada Maret 2022 lalu. Mereka kemudian tergabung dalam Program Pendidikan dan Latihan Paskibra Kota Medan.

“Setelah seleksi Maret lalu, mereka juga sudah latihan rutin. Selain itu, untuk HUT ke-432 Kota Medan, mereka juga dipersiapkan untuk HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus mendatang,” tutur R Situmorang lagi.

R Situmorang juga menjelaskan, Tim Paskibra Kota Medan dalam kondisi prima. Meskipun cuaca di Kota Medan tidak menentu, tak mengurangi semangat para siswa yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Medan tersebut.

Untuk pembawa baki, terpilih Vivi Silviani dari SMA Negeri 5. Dia akan ditemani Balqies Al-Zahra dari MAN 2 Model, sebagai pembawa baki kedua. Keduanya didampingi Raditya dari MA Taruna Teknik Aljabbar sebagai pembentang. Kemudian, Muhammad Zaki Atthoriq dari MAN 1 sebagai penggerek, dan Raffa Revanza Rafif Harahap dari SMA Harapan 1 sebagai kapten, serta Ariesto Samosir dari SMA Plus Sedayu Nusantara sebagai komandan.

Selanjutnya ada Zinade Anugrah Pasha dari SMA IT Khairul Imam, M Aulia Faqih dari SMA Negeri 6, M Ali Imran dari SMA Negeri 3, dan Angga Dwi Putra dari SMA Al Ulum, yang mereka semua sebagai pengawal baki. Mereka juga akan didukung anggota Paskibra lainnya. (dek/saz)

Polrestabes Medan Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-76 Bhayangkara

HADIR: Gus Miftah hadir pada gelaran doa bersama sambut HUT ke-76 Bhayangkara di Mapolrestabes Medan, Kamis (30/6).Iin Prasetyo/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polrestabes Medan menggelar doa bersama dalam rangka menyambut HUT ke-76 Bhayangkara. Doa tersebut dipimpin langsung oleh pendakwah kondang KH Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang karib disapa Gus Miftah. Sebelum doa bersama dipanjatkan, Gus Miftah menyampaikan tausyiahnya di depan peserta yang hadir, termasuk Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, dan Wakapolrestabes Medan AKBP Yudhi H Setiawan, Kamis (30/6).

“Semuanya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Nah, artinya apa? Polrestabes Medan harus sadar, postinganmu akan sangat berdampak pada kebangsaan. Hari ini dakwah kita kalah dengan kelompok-kelompok intoleran melalui medsos,” ungkap Gus Miftah.

Pimpinan Pesantren Ora Aji itu, pun mengajak jamaah untuk berjuang agar tidak memberikan ruang atau wadah kepada kelompok-kelompok intoleran.

“Kita berdakwah melalui medsos, melalui postingan-postingan. Makanya saya selalu mengatakan, ikutilah pendapat para ahli, jangan ikut-ikutan orang yang ahli berpendapat. Maka, jadikanlah medsosmu untuk menggapai wasilah rida Tuhanmu. Jangan gara-gara medsosmu, justru mendapatkan murka dari Tuhanmu,” pesan dai jebolan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Sebelumnya Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda menjelaskan, pihaknya kini memiliki 2000-an personel, sedangkan penduduk di Kota Medan sekitar 2,5 juta jiwa, dengan luas wilayah sekitar 200-an kilometer persegi, dan kepadatan penduduk 9,5 juta per kilometer persegi. Hal ini menurutnya, akan menjadi tantangan tersendiri dan tanggung jawab pihaknya bersama TNI dan Pemko Medan, dalam memberikan rasa aman dan kondusivitas.

Sehingga dalam kesempatan doa bersama tersebut, dia berharap, aparat penegak hukum yang bertugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, juga mendapat perlindungan dari Allah Subhanahu wa Taala.

“Seluruh personel Polri, dalam mencapai keberhasilan tugas-tugasnya, tentu tidak terlepas dari perlindungan Allah. Untuk itu, dalam peringatan HUT ke-76 Bhayangkara ini, kami merasa perlu penguatan-penguatan, khususnya pada personel-personel Polrestabes Medan dalam menghadapi tantangan tugas,” beber Valentino.

“Saat ini, Polri mendukung pemerintah memulihkan ekonomi dan struktural. Dan harapan kami ke depan, Polri terus dicintai oleh masyarakat, lebih prima melayani dan mengayomi masyarakat. Dan kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya di Medan,” pungkasnya. (mag-3/saz)

Sidak Komisi 3 DPRD Medan, Pastikan Outlet Merakjingga Ditutup

SIDAK: Unsur Komisi 3 DPRD Medan, saat melakukan sidak ke outlet Holywings Jalan Merakjingga Medan, Rabu (29/6) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna menjalankan fungsi pengawasannya terhadap tempat hiburan dan usaha, Komisi 3 DPRD Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Holywings yang berada di Jalan Merakjingga Medan, Rabu (29/6) malam.

Berdasarkan pantauan, kunjungan dilakukan langsung Ketua Komisi 3 DPRD Medan Afif Abdillah didampingi para anggota komisi, seperti Abdul Rahman Nasution dan Mulia Syahputra Nasution.

“Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Komisi 3 DPRD Medan itu, mengawasi seluruh tempat usaha yang ada di Medan. Termasuk ke Holywings Merakjingga malam ini. Kami ingin memastikan Holywings tutup. Selain beritanya lagi viral, ada izin usaha yang belum dipenuhi pemiliknya. Izin apa saja itu? Biar Dinas PMPTSP yang menjelaskannya,” ungkap Afif.

Lebih lanjut Afif mengatakan, pihaknya sangat mendukung tumbuh kembangnya berbagai bidang usaha di Kota Medan. Namun, semua bidang usaha harus berjalan sesuai regulasi yang ada.

“Ini sesuai dengan program dari Wali Kota Medan untuk mempermudah para pemilik modal yang ingin membuka usahanya di kota ini. Namun kami juga mengimbau, mereka (pengusaha, red) harus mengikuti regulasi dan mematuhi peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Mulia Syahputra Nasution menekankan, pengawasan yang dilakukan Komisi 3 DPRD Medan akan terus dilakukan secara konsisten, yakni dengan sidak ke tempat-tempat usaha dan hiburan, yang dinilai menyalahi atau tidak memiliki izin operasional.

“Untuk itu, sekali lagi kami minta agar para pengusaha yang menjalankan bisnisnya di Medan, untuk menaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemko Medan, dalam hal ini Dinas PMPTSP,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan massa dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menggelar unjukrasa dan menyegel outlet Holywings di Jalan Merakjingga, Kecamatan Medan Barat, Rabu (29/6) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Plh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Wan Azmi mengaku, pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Ini segera kami koordinasikan dengan instansi terkait,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Medan Rakhmat Harahap, saat dikonfirmasi, mengaku, pihaknya tak memiliki dasar untuk melakukan penyegelan di outlet Holywings tersebut.

“Penyegelan outlet Holywings di Jakarta bukan atas dasar penistaan agama, melainkan ada persyaratan lain yang belum terpenuhi. Untuk di Medan, semua syarat perizinan sudah lengkap, sehingga tidak ada penyegelan,” katanya.

Meski begitu, lanjutnya, pasca kehebohan promosi miras baru-baru ini, 2 outlet Holywings yang ada di Kota Medan sudah tidak beroperasi (tutup), sejak Selasa (28/6).

“Mereka tutup tanpa tahu kapan beroperasi kembali. Terkait penyegelan, Holywings sah-sah saja bila ingin beroperasi kembali dan bisa membuka penyegelan yang dilakukan massa tersebut. Sebab itu tidak ada kekuatan hukumnya, dan bukan Pemko Medan yang melakukan,” pungkas Rakhmat. (map/saz)

Wacana Beli Migor Gunakan PeduliLindungi, Fraksi PKS: Kebijakan Aneh

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia berencana menerapkan transaksi jual beli minyak goreng (migor) wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Kebijakan ini, pun dinilai membuat masyarakat tambah repot, hanya sekadar untuk membeli migor di pasar ataupun toko.

Hal itu, diungkapkan Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, Hendro Susanto, Kamis (30/6). Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah seharusnya menyediakan kebutuhan bahan pokok dengan stok yang aman dan harga terjangkau. Jangan malah menambah beban masyarakat dengan kebijakan tersebut.

“PKS itu DNA-nya melayani masyarakat. Karena itu, kami bersuara lantang untuk kebijakan tersebut. Akar masalah migor ada pada sisi produksi dan distribusi, bukan karena adanya lonjakan konsumsi,” tegas Hendro.

Hendro mengatakan, rencana penggunaan PeduliLindungi bukan meringankan masyarakat untuk membeli migor, tapi akan menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat nantinya.

“Pemerintah jangan gonta-ganti kebijakan tata-niaga migor curah secara trial by error, alias coba-coba. Yang akhirnya tetap tidak menyelesaikan akar masalahnya,” jelasnya.

Dia pun menjelaskan, hal tersebut menjadi kebijakan yang aneh. Menurut Hendro, kebijakan pemerintah itu, harusnya menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan migor di tengah masyarakat.

“Rencana kebijakan penggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk pembeli migor curah, itu kebijakan aneh, dan bukan solusi,” tegas anggota Komisi E DPRD Sumut itu.

Menurutnya, PKS menilai ide penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan menyulitkan dan memberatkan masyarakat. Apalagi mayoritas pengguna migor curah adalah ibu-ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM.

“Mereka sudah teriak-teriak sejak Februari 2022 lalu, agar migor harganya turun. Udah ganti menteri, kenapa malah belum ada tanda-tanda turun. Hari gini, pemerintah itu harus benar-benar cermat dalam mengambil opsi kebijakan bagi masyarakat. Jangan menerapkan kebijakan yang menyusahkan rakyat,” ujar Hendro.

Hendro menyebutkan, kebijakan yang penting dan mendesak sekarang adalah membanjiri pasar dengan migor curah secara cukup dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET).

“Mari kita logikakan dengan sederhana, crude palm oil (CPO) yang berlimpah di pabrik, seharusnya dapat diolah menjadi migor curah. Kemudian migor curah didistribusikan untuk membanjiri pasar melalui agen resmi pemerintah, dengan harga sesuai HET. Dan Senin lalu, kami meninjau pabrik kelapa sawit di Batubara serta Asahan, mereka terus memproduksi, dan tidak kekurangan untuk meng-cover kebutuhan migor di sumut. Yang herannya, kenapa harga migor tak kunjung turun?” pungkasnya. (gus/saz)