26 C
Medan
Wednesday, February 11, 2026
Home Blog Page 2630

Survei Indikator Capres 2024, Ganjar-Erick Ungguli Prabowo-Puan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis, survei calon presiden (capres) 2024. Dari simulasi 7 nama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di peringkat pertama dengan perolehan suara 27,6 persen.

“Ganjar Pranowo yang mendapat perolehan 27,6 persen, sukses menyalip saingan terdekatnya Prabowo Subianto dengan 27,4 persen,” ungkap Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi, Minggu (3/4).

Sedangkan diposisi ketiga ditempati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dengan suara 22 persen. Anies konsisten berada di bawah Ganjar dan Prabowo di posisi ketiga.

Sementara di posisi keempat, ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 6,7 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 2,4 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani 1,8 persen, dan Airlangga Hartarto 0,9 persen.

Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan, dalam simulasi 3 pasangan, Ganjar Pranowo-Erick Thohir memiliki perolehan tertinggi dengan suara 32,2 persen, disusul pasangan Prabowo-Puan 28,7 persen, dan Anies-AHY 27,4 persen.

Mengerucut, pada simulasi 2 pasangan, Burhanuddin membeberkan, pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir masih memperoleh hasil tertinggi dengan 41,8 persen, disusul Prabowo-Puan di angka 39,0 persen.

“Dari simulasi 3 pasangan dan 2 pasangan, pasangan Ganjar dan Erick memperoleh hasil yang tinggi,” tuturnya.

“Pasangan saingan terdekatnya, yakni Prabowo-Puan berada di bawah Ganjar-Erick. Agak tipis perbedaannya. Sepertinya karena Ganjar dan Erick sering tampil di publik, jadi lebih dikenal,” imbuh Burhanuddin.

Sebagai informasi, survei Indikator digelar pada 11-21 Februari 2022. Total responden survei tersebut berjumlah 1.200 orang dari seluruh provinsi secara proporsional. Proses wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. Adapun margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpc/saz)

Susul Indra Kenz, Manajer Binomo Jadi Tersangka

SUMUTPOS.CO – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus penipuan berkedok binary option melalui aplikasi Binomo. Penetapan tersangka dilakukan kepada Manager Development Binomo, Brian Edgar Nababan.

“Telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka atas nama Brian Edgar Nababan, kemudian dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka pada 1 April 2022,” ungkap Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan, Minggu (3/4).

Selain sebagai karyawan Binomo, Brian juga diketahui pernah mengirim sejumlah uang kepada tersangka Indra Kenz. Dari tangan Brian, penyidik menyita barang bukti berupa satu unit laptop.

“Setelah pemeriksaan, selanjutnya penyidik melakukan penahanan untuk 20 hari ke depan sejak 1 April dan telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Pusdokes Polri,” jelas Whisnu lagi.

Whisnu juga mengatakan, Brian diketahui pernah menempuh pendidikan tinggi di Rusia pada 2014 lalu. Kemudian, 4 tahun berselang, dia bergabung dengan sebuah perusahaan Rusia yang menjalin kerja sama dengan Binomo. ”Tersangka diterima sebagai customer support platform Binomo, yang bertugas menerima komplain dari pemain Binomo, terutama dari pemain Binomo Indonesia,” tuturnya.

Brian kemudian dipromosikan menjadi Manager Development Binomo sejak Februari 2019. Dia bertugas menawarkan kepada influencer di Indonesia, untuk menjadi afiliator Binomo dengan keuntungan sistem bagi hasil.

“Tersangka juga mengirimkan dana sebesar Rp120 juta kepada tersangka Indra Kenz pada Februari 2021,” imbuh Whisnu.

Atas perbuatannya, Brian dijerat Pasal Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2, dan atau Pasal 45 A ayat (1) jo 28 ayat 1, Undang-Undang No 19 Tahun 2016, tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

Diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan Doni Salmanan dan Indra Kenz sebagai tersangka dugaan penipuan berkedok investasi bodong lewat trading binary option. Untuk Doni diduga melakukan penipuan investasi lewat di platform Quotex. Sementara Indra Kenz menggunakan Binomo.

Pihak kepolisian menyebut Doni dan Indra Kenz terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun. Indra Kenz dan Doni disangka Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (1), Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP, dan/atau Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10, UU RI Nomor 8 Tahun 2010, tentang Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (jpc/saz)

Kepercayaan Publik ke KPK Terus Merosot

AKTIVITAS: Sejumlah warga saat beraktivitas di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Perdasa, Kav 2, Kecamatan Setiabudi, DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin merosot. Lembaga survei Indikator Politik Indonesia, mencatat, KPK berada pada urutan keenam, setelah Polri dengan tingkat kepercayaan 73,5 persen.

Tren kepercayaan publik terhadap KPK merosot, sejak revisi Undang-Undang tentang KPK pada 2019 lalu.

“Trust terhadap KPK, kalau kita melihat trennya, ya itu terjadi penurunan. Terutama sejak 2018, itu pertama kali kami deteksi cukup tinggi 84,8 persen, tapi setelah itu, 2019, 2020, 2021, sampai 2022, itu trust-nya menurun,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Minggu (3/4).

Burhanuddin mengungkapkan, tingkat kepercayaan publik terhadap KPK pada periode sebelumnya cenderung lebih tinggi dari TNI dan presiden. Tapi justru saat ini, jauh di bawah kedua lembaga itu. Bahkan kini, tingkat kepercayaan Polri berada di atas KPK.

“Poin saya adalah KPK pernah menjadi bagian dari lembaga yang dipercaya selain TNI dan presiden, tapi belakangan sepertinya KPK menghadapi isu terutama pascarevisi UU KPK,” imbuhnya.

Adapun survei tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah, di antaranya TNI 92,7 persen, presiden 85,1 persen, Mahkamah Agung (MA) 79 persen, Mahkamah Konstitusi (MK) 78 persen, Polri 75,2 persen, pengadilan 74 persen, kejaksaan 73,7 persen, KPK 73,5 persen, MPR 67 persen, DPD 64,7 persen, DPR 61,2 persen, dan partai politik 54,2 persen.

Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada 11-21 Februari 2022. Total responden survei tersebut berjumlah 1.200 orang dari seluruh provinsi secara proporsional.

Proses wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. Adapun margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpc/saz)

Cuaca di Kota Medan dan Sekitarnya Masih Tak Menentu

Ilustrasi cuaca

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki April 2022, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau, warga Kota Medan dan sekitarnya agar mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, terutama pada 2 hingga 3 hari mendatang.

Hal itu disampaikan Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan, Budi Prasetyo, Minggu (3/4).

“Prakiraan cuaca di wilayah Medan dan sekitarnya, dalam 2 sampai 3 hari ke depan, umumnya berawan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, berpeluang terjadi bersifat lokal pada sore atau malam hari,” ungkap Budi.

Namun, lanjut Budi, pada siang hari umumnya di Kota Medan, cuaca panas menyengat. Suhu maksimum yang dapat dirasakan di Kantor BBMKG Wilyah 1 Medan, yang tercatat dalam 2 hari terakhir mencapai 33,4 derajat celcius.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk banyak minum, agar tidak kekurangan cairan tubuh, terlebih bagi yang menjalankan ibadah puasa, mengingat suhu udara cukup panas,” imbaunya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau untuk tetap mewaspadai potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang, yang umumnya bersifat lokal, dengan durasi tidak terlalu lama di Kota Medan.

“Siang hari umumnya cuaca panas, tapi sore atau malam hari kerap hujan intensitas ringan hingga deras, bahkan disertai petir dan angin kencang. Untuk itu, tetap awas bagi masyarakat Medan. Jaga kesehatan, terutama bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dan hati-hati bagi yang sedang dalam perjalanan,” pungkas Budi. (dwi/saz)

Program Sedekah Sampah Jumat Berkah Hasilkan Rp653.560 untuk BKM Syuhada

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kini warga Kecamatan Medan Barat, bisa bersedekah dan berinfaK ke masjid dengan menggunakan sampah. Mereka cukup membawa sampah ke kantor-kantor kelurahan, kemudian setiap Jumat sampah-sampah itu dikonversikan menjadi uang, dan selanjutnya uang tersebut diserahkan kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM).

Ini merupakan hasil inovasi dan kolaborasi yang dijalin pihak Kecamatan Medan Barat dengan start up PT Indonesia Bebas Sampah, sebagai pemilik aplikasi kepul.id.

“Sedekah dan berinfak dengan menggunakan sampah ini hasil kolaborasi Kecamatan Medan Barat dengan star up PT Indonesia Bebas Sampah. Selain untuk meraih keberkahan, hal ini dilakukan untuk menyukseskan satu program prioritas Pak Wali Kota, yakni Medan Bersih,” ungkap Camat Medan Barat, Lilik, di sela-sela kegiatan penyerahan dan penilaian sampah warga kepada pihak kepul.id di Masjid Syuhada Jalan Danau Singkarak, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Jumat (1/4) lalu.

Lilik juga menjelaskan, sampah-sampah di dalam goni plastik dan sedang dinilai tersebut, berasal dari warga 6 kelurahan di wilayah Kecamatan Medan Barat. Warga yang ingin berinfak dan bersedekah, dapat membawa sampahnya ke kantor kelurahan setiap harinya, pada jam-jam kerja.

“Dan seperti yang kita lihat hari ini (Jumat), sampah-sampah dibawa ke masjid, kali ini Masjid Syuhada di Sei Agul, untuk dinilai pihak kepul.id. Dan uangnya diserahkan langsung ke BKM Syuhada,” tutur Lilik, didampingi Lurah Sei Agul, Muhammad Aidiel Putra Pratama.

Lilik juga mengatakan, pertama kali program ini dipelopori Kelurahan Sei Agul. Namun sekarang dilaksanakan oleh seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Barat.

Dia pun menyebutkan, program ini akan berkelanjutan dan terus dikembangkan agar pengelolaan sampah di wilayah dapat berjalan dengan baik.

“Progam ini juga merupakan satu solusi keterbatasan ruang Tempat Pembuangan Sementara di Medan Barat,” bebernya.

Pantauan di Masjid Syuhada, menunjukkan aktivitas penimbangan untuk menilai harga sampah atau barang bekas itu, dilakukan sebelum azan Salat Jumat berkumandang. Selain menimbang sampah yang dibawa oleh pihak kelurahan, petugas kepul.id juga menerima sampah yang langsung dibawa jamaah. Secara terbuka, petugas penilaian pun menyebutkan harga sampah yang dibawa pihak kelurahan maupun jamaah.

Usai Salat Jumat, uang hasil penilaian sampah yang dibawa pihak kelurahan maupun jamaah, diserahkan oleh Camat Medan Barat kepada BKM Syuhada. Total berat sedekah sampah yang antara lain terdiri dari kertas, karton, buku, botol plastik, juga kaleng di Masjid Syuhada tersebut, mencapai 452,4 kilogram, yang dikonversikan menjadi uang sebesar Rp653.560. (map/saz)

Tindak Perampok Nyaru Pegawai PDAM, Dirut Tirtanadi Apresiasi Kepolisian

BERSAMA: Dirut PDAM Tirtanadi Kabir Bedi, bersama pegawainya yang menggunakan seragam lengkap.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Kabir Bedi, mengapresiasi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dan Kepala Kepoolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, atas tindakan tegas terhadap pelaku perampokan yang menyaru sebagai pegawai PDAM Tirtanadi.

Hal itu disampaikan Kabir pada Minggu (3/4), ketika dimintai komentarnya terkait perampokan yang terjadi di Jalan Jemadi No 3D, Kecamatan Medan Timur, beberapa waktu lalu. Perampokan dengan modus mengaku petugas PDAM Tirtanadi ini, dilakukan 4 orang, di antaranya EF (43), yang ditembak mati karena melawan. Berikutnya Tf (54), DIS (43), dan I alias Yn (49).

Kabir yang juga Wakil Ketua Umum Perpamsi, mengucapkan terima kasih kepada Kasat Reskim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus, yang telah berhasil menangkap keempat pelaku perampokan tersebut. Untuk itu, Kabir mengingatkan kepada seluruh masyarakat, petugas PDAM Tirtanadi ketika bertugas mengenakan baju rompi berwarna biru, memakai helm di kepala, dan ada kartu nama lengkap yang tertera di baju rompi petugas.

“Saya sangat mengapresiasi pihak kepolisian Sumut, khususnya Kapolrestabes Medan, dan Kasat Reskrim, atas tindakan tegas terhadap perampokan yang mengaku sebagai petugas PDAM Tirtanadi. Dan saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada yang mengaku petugas PDAM Tirtanadi, harus diketahui lebih dulu ciri-cirinya. Yakni memakai rompi berwarna biru, kemudian memakai helm putih di kepalanya, serta ada kartu bertuliskan nama dan foto petugas tersebut, yang tergantung pada baju rompi petugas,” beber Kabir.

Kabir juga menjelaskan, saat ini modus lain mengaku petugas PDAM Tirtanadi, yakni pencurian meter air di rumah pelanggan.

“Karena itu, harus dipastikan yang datang ke rumah pelanggan adalah petugas yang sah dari PDAM Tirtanadi, dengan ciri-ciri yang telah disebutkan tadi,” pungkasnya. (adz/saz)

Eks Perisai Plaza Bakal Jadi Kantor Pelayanan Publik

RICUH: Penertiban satu aset Pemko Medan, eks Perisai Plaza, sempat ricuh, Sabtu (2/4) lalu. Insert, personel Satpol PP Kota Medan saat menyegel gedung eks Perisai Plaza.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan menertibkan satu aset miliknya, yakni lahan seluas 1.767 meter kuadrat dan bangunan eks Perisai Plaza yang ada di atasnya, berada di Jalan Pegadaian, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (2/4) lalu. Penertiban aset ini dilakukan berdasarkan surat Sertifikat Hak Pengelola Lahan (HPL) Nomor 3/Aur, yang menyatakan, lahan parkir eks Perisai Plaza tersebut, merupakan HPL milik Pemko Medan.

Pantauan Sumut Pos di lapangan, dalam penertiban aset daerah yang dipimpin Asisten Pemerintahan Muhammad Sofyan ini, dilakukan ratusan personel SatPol PP Kota Medan, dibantu jajaran TNI/Polri. Penertiban itu, sempat mendapatkan perlawanan dari pihak yang mengaku menguasai gedung tersebut.

Dengan pengeras suara, tim dari Pemko Medan, yang turut dihadiri Kepala BPKAD Zulkarnain, Kepala Ssatpol PP Rakhmat Harahap, Asisten Umum Renward Parapat, Kepala Dinas PKPPR Endar Lubis, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Syariffuddin Dongoran, Kepala Dinas Pariwisata Agus Suriyono, Kepala Dinas PMPTSP Ferri Ichsan, dan sejumlah pejabat Pemko Medan, meminta agar pihak yang selama ini menguasai gedung itu, untuk segera mengosongkan gedung.

Alih-alih mengindahkan permintaan Pemko Medan, sejumlah massa merupakan pihak yang selama ini menguasai eks Perisai Plaza itu, justru memasang barisan untuk menghalangi petugas dalam menertibkan dan mengambil alih bangunan tersebut. Alhasil, kericuhan pun terjadi.

Aksi dorong dilakukan sejumlah massa dengan personel SatPol PP Kota Medan. Namun pada akhirnya, massa dapat diamankan dan Pemko Medan berhasil mengambil alih gedung yang belakangan dijadikan tempat hiburan malam tersebut.

Usai berhasil diambil alih, sejumlah personel yang terdiri dari Satpol PP, Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, Dinas P2K, BPKAD, serta jajaran Kecamatan Medan Maimun itu, tetap berjaga untuk mengamankan aset Pemko Medan tersebut. Selain itu, peralatan juga dilibatkan dalam penertiban aset daerah, seperti alat berat milik Dinas PU, mobil tangga milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta sejumlah truk milik Satpol PP.

Setelah dinyatakan kosong, tim melakukan penyegelan gedung dengan memasang garis line Satpol PP. Selain itu dengan menggunakan mobil tangga, tim melakukan pembongkaran reklame dan plank yang merupakan merek usaha pihak yang menguasai gedung.

Kepada Sumut Pos, Ketua Penertiban Aset Daerah sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Muhammad Sofyan mengatakan, lahan parkir eks Perisai Plaza itu, sesungguhnya milik dan aset Pemko Medan, berdasarkan HPL Nomor 3/Aur.

“Hari ini kami lakukan pengosongan dari pihak-pihak yang selama ini menguasai dan mengusahai gedung ini. Upaya- upaya administratif sudah dilakukan pada minggu lalu, namun pihak yang selama ini menguasai dan mengusahai, tidak juga mengosongkan gedung. Sehingga kami melakukan penertiban dan pengambilalihan aset milik Pemko Medan ini,” tutur Sofyan, didampingi Kepala BPKAD Zulkarnain, dan Kepala Satpol PP Rakhmat Harahap.

Sofyan juga menjelaskan, di awal penertiban memang sempat terjadi perlawanan, namun dapat dikendalikan, setelah pihak yang menguasai gedung mendapat penjelasan terkait status lahan parkir eks Perisai Plaza tersebut. Setelah gedung berhasil diambil alih, maka tim akan melaporkan kepada Wali Kota Medan, dan rencananya gedung tersebut akan dimanfaatkan untuk kantor pelayanan publik. “Kami sebagai tim akan melaporkan dan memberikan saran kepada Pak Wali Kota, untuk penggunaan gedung ini setelah berhasil diambil alih. Direncanakan tahun ini juga gedung tersebut akan dimanfaatkan sebagai kantor pelayanan publik. Sehingga keberadaan aset Pemko Medan ini, benar-benar membawa manfaat bagi warga Medan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKPAD, Zulkarnain menjelaskan, sesuai dengan sertifikat HPL No 3/Aur, lahan parkir eks Perisai Plaza ini, merupakan HPL milik Pemko Medan. Kemudian dalam rangka pemanfaatan lahan agar dapat produktif, Pemko Medan melakukan kerja sama pemanfaatan lahan dalam bentuk Build Operate Transfer (BOT) dengan PT Binatama Rusdy Makmur, melalui perjanjian kerja sama No 011/524 tertanggal 8 Januari 1990.

“Berdasarkan perjanjian kerja sama tersebut, disepakati hak konsesi yang diberikan Pemko Medan kepada PT Binatama Rusdy Makmur, berakhir pada 9 Februari 2018. Setelah berakhir, maka lahan HPL dan gedung tersebut kembali milik Pemko Medan. Namun saat Pemko Medan akan mengelola gedung, belakangan diketahui ternyata gedung ini dikelola PT United Rope, padahal Pemko Medan tidak pernah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT United Rope,” bebernya.

Bahkan, lanjutnya, akibat HPL Pemko Medan atas tanah dan eks Perisai Plaza dikuasai dan dimanfaatkan oleh PT United Rope tanpa melalui perjanjian apapun, Pemko Medan mengalami kerugian secara finansial dan ekonomis.“Bahkan dapat dianggap membiarkan aset yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan PAD. Bukan cuma eks Perisai Plaza ini, ke depannya kami akan menertibkan seluruh aset milik Pemko Medan,” tegas Zulkarnain.

Humas PT United Rope, Rudi mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah hukum atas pengambilalihan eks Perisai Plaza oleh Pemko Medan. “Pasti kami akan mengambil langkah hukum. Karena kami membeli dengan itikad baik, harusnya dilindungi oleh Undang-Undang dan harusnya Pemko taat dengan Undang-Undang. Karena gedung ini dibeli, bukan dirampas,” ujarnya.

Tak sampai di situ, Tim Pemko Medan juga sempat memfasilitasi PT United Rope untuk duduk bersama tak jauh dari lokasi penertiban, untuk menjelaskan duduk masalah. Namun belakangan, pihak PT United Rope tetap tak puas dan meminta jawaban dari Kabag Hukum Pemko Medan yang hadir dalam kegiatan itu. (map/saz)

Bobby dan Aulia Pimpin Penertiban Asmara Subuh

PIMPIN: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, saat memimpin apel penertiban asmara Subuh, Minggu (3/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan menggelar penertiban asmara Subuh di hari pertama Ramadan 1443 Hijriah, Minggu (3/4). Penertiban itu dipimpin langsung Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman Berkolaborasi dengan unsur Forkopimda, yakni TNI dan Polri, penertiban asmara Subuh dilakukan di 2 lokasi berbeda. Lokasi pertama di eks SPBU Petronas, Jalan Ringroad Medan yang dipimpin Bobby, dan seputaran Jalan Marelan Raya Medan yang dipimpin Aulia.

Sebelum melakukan penertiban, tim gabungan yang terdiri dari jajaran Pemko Medan dan TNI/Polri itu, lebih dulu menggelar apel bersama. Dalam apel tersebut, sejumlah pimpinan OPD dan camat turut serta.

Dalam amanatnya, Bobby mengatakan, kegiatan penertiban asmara Subuh itu dilakukan untuk menghormati Ramadan. Sebab selama Ramadan, terjadi peningkatan aktivitas beribadah bagi umat Islam. Karena itu, dia tak ingin masyarakat yang menjalankan ibadah menjadi terganggu oleh aktivitas para remaja yang melakukan kegiatan asmara Subuh.

“Ada beberapa kegiatan yang menjadi tradisi bagi remaja, yakni melakukan kegiatan asmara Subuh setelah sahur. Kegiatan ini sangat bertolak belakang, karena dapat menghilangkan nilai puasa itu sendiri, dan nilai kepantasan bermasyarakat. Karena itu, Pemko Medan dan Forkopimda bersama-sama melaksanakan tugas dan tanggung jawab memantau, agar tidak ada remaja yang melakukan kegiatan asmara Subuh selama Ramadan. Sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” ungkap Bobby.

Berdasarkan pantauan, usai menerima arahan Bobby, seluruh tim yang berjumlah puluhan personel tersebut, kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yang disebar ke sejumlah titik di Kota Medan, yang dinilai rawan tindak asmara Subuh.

Sementara itu di kawasan Jalan Marelan Raya Medan, Aulia juga tampak memimpin kegiatan pemantauan dan pencegahan asmara Subuh. Bersama tim gabungan yang terdiri dari ASN Pemko Medan, unsur TNI/Polri dan Kecamatan itu, dia memimpin penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) dan memastikan tidak ada terjadi kerumunan.

Dalam arahannya, Aulia mengatakan, momen Ramadan harus dijadikan momentum untuk mewujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif. Untuk itu, perlu adanya penertiban suatu tradisi yang sangat meresahkan di tiap Ramadan, yakni asmara Subuh.

Aulia pun meminta agar petugas razia mengingatkan masyarakat, agar tetap menerapkan prokes untuk lebih melandaikan kasus Covid-19 di Kota Medan. Selain itu, dalam melaksanakan tugasnya, petugas juga harus mengedukasi warga tentang kenyamanan warga lain dalam melaksanakan ibadah, yang terganggu dengan adanya kegiatan asmara Subuh, karena tidak memiliki faedah dan tak bernilai ibadah.

Di hadapan peserta apel, Aulia mengucapkan terima kasih kepada tim pemantauan dan pencegahan asmara Subuh. Dia mengatakan, tugas ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan serius dan bersungguh-sungguh, agar masyarakat Kota Medan yang Berkah, Maju, dan Kondusif bisa segera terwujud.

Berdasarkan pantauan, kegiatan ini berlansung lancar. Dari pinggiran Jalan Marelan Raya Medan, tim memantau untuk memastikan pengguna jalan mematuhi prokes, serta tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu kenyamanan.

Secara keseluruhan, jumlah personel tim sebanyak 338 orang. Mereka menjalankan tugas mulai pukul 05.00 WIB hingga selesai. Tim yang menggelar apel baik di Jalan Ringroad dan Jalan Marelan Raya, pun terus bergerak ke titik-titik lainnya, seperti Fly Over Medan Barat, Kanal Timur Medan Johor, Stadion Teladan, Lapangan Rengas Pulau Medan Marelan, dan seputaran Kantor Camat Medan Belawan. (map/saz)

Sambut Personel Satgas Amole dari Papua, Kapoldasu: Mereka dalam Keadaan Sehat

SAMBUT: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, saat apel penyambutan personel Satgas Amole Brimob Polda Sumut dari Papua di Mako Sat Brimob Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan, Sabtu (2/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, menyambut kepulangan 205 personel Satgas Amole Brimob Polda Sumut setelah 6 bulan bertugas di Papua. Penyambutan kepulangan 205 personel itu, berlangsung di Mako Sat Brimob Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan, Sabtu (2/4) lalu.

“Mereka baru kembali dari tugas Operasi 2021 hingga 2022. Personel yang berangkat dan pulang berjumlah 205 personel dalam keadaan sehat,” ungka Panca.

Panca juga menjelaskan, sebelum dikirim ke Papua, para personel mempersiapkan diri dengan latihan rutin dan dibekali kemampuan khusus selama satu bulan.

“Setelah menjalani pelatihan khusus, mereka dikirim ke objek vital di Papua. Penyambutan ini merupakan wujud penghargaan Polda Sumut terhadap personel Satgas Operasi Amole 2 yang telah menjalankan misi dengan lancar,” tuturnya.

Dia mengatakan, para personel juga melakukan kegiatan patroli di jalur rawan rutin dan berhasil merelokasi camp penambang liar, dan mengurangi tindak kriminal, serta aksi teror kelompok bersenjata selama berada di Papua.

“Keberhasilan yang telah diraih, tidak terlepas dari kemampuan setiap personel dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam menanggulangi gangguan keamanan berintensitas tinggi,” pungkas Panca. (dwi/saz)

Stok Solar Subsidi di Sumut Aman saat Ramadan

SIDAK: Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina, Mulyono saat sidak ke sejumlah SPBU di Sumut dan FT Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina, Mulyono melakukan inspeksi mendadak (sidak), hal ini untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah masyarakat secara langsung saat Bulan Suci Ramadan. Sidak tersebut, dengan mendatangi langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara (Sumut) dan Fuel Terminal (FT) Medan Group, Sabtu (2/4) kemarin.

“Kunjungan kami ke sejumlah SPBU dan FT Medan Group ini untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan BBM di lapangan secara langsung menjelang Bulan Ramadan,” sebut Mulyono.

Mulyono mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya arus mudik dan peningkatan kebutuhan BBM, pihaknya juga akan menyiapkan layanan-layanan tambahan berupa SPBU Siaga, mobil tangki siaga, motorist, SPBU Kantong dan rest area yang dilengkapi fasilitas kesehatan bagi para pemudik di beberapa titik jalur mudik.

“Kami juga telah membentuk tim Satuan Tugas Khusus Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memastikan kelancaran pasokan dan penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat,” katanya.

Tim Satgas RAFI akan bertugas mulai tanggal 11 April hingga 10 Mei 2022 mendatang. Tim Satgas RAFI akan berkoordinasi dengan instansi terkait misalnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), TNI dan Kepolisian.

Selain itu, Mulyono menjelaskan pihaknya terus memastikan stok Solar subsidi dalam keadaan aman, per tanggal 30 Maret 2022 ketahanan stok Solar subsidi di atas 20 hari. Pertamina terus berupaya menjaga pasokan dan distribusi Solar subsidi ke masyarakat. Meskipun kuota Solar subsidi per Februari 2022 sudah melebihi kuota hingga 10 persen secara nasional.

Pertamina juga melakukan pencatatan atas pembelian Solar subsidi di SPBU sebagai bentuk pengawasan dan implementasi regulasi mengenai pengisian maksimal tiap jenis-jenis kendaraan guna meminimalisir terjadinya penyaluran Solar subsidi yang tidak tepat sasaran. “Jika masyarakat menemukan adanya penyalahgunaan dalam distribusi BBM subsidi agar segera melapor ke aparat berwenang. Truk dengan roda lebih dari enam, truk sawit, truk batu bara dilarang menggunakan Solar subsidi,” tutur Mulyono.

Selain FT Medan Group, sidak ini juga dilakukan di 14 SPBU yang berada di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Beberapa SPBU tersebut diantaranya, SPBU 14.204.129 Belawan, SPBU 14.204.1120 Belawan, SPBU 11.201.101 Jalan Yos Sudarso, SPBU 14.202.1162 Jalan Sisingamangaraja dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut, Mulyono menyapa dan mengapresiasi operator SPBU yang bertugas sebagai garda terdepan memberikan pelayanan BBM Pertamina kepada masyarakat.

“Para operator SPBU ini layak diberikan apresiasi. Mereka telah bekerja dengan sepenuh hati untuk melayani konsumen,” jelas Mulyono.

Tak hanya di Sumatera Utara, sidak ini juga dilakukan secara serentak di beberapa wilayah lainnya yaitu Sumatera Bagian Selatan, Kalimantan dan Sulawesi.

Mulyono mengimbau kepada masyarakat yang mampu untuk menggunakan BBM non subsidi. Sehingga masyarakat lainnya yang lebih berhak dapat menikmati BBM yang disubsidi pemerintah.

“Pada seluruh masyarakat terutama umat muslim, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan, tetap menjaga protokol kesehatan untuk menyambut Idul Fitri 1443 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” pungkas Mulyono.

Bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina, dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.(gus)