24 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 2839

Berapa Biaya Sekolah Asrama di Indonesia? Ini Gambarannya

Salah satu sekolah berasrama yang sudah cukup lama berdiri di Indonesia adalah SMA Dwiwarna (Boarding School) yang berada di Bogor.

SUMUTPOS.CO – Beberapa tahun terakhir ini terjadi perubahan tren pada orang tua dalam hal memilihkan pendidikan bagi putra putrinya. Sekolah swasta unggulan nyatanya lebih diminati orang tua daripada sekolah negeri termasuk sekolah asrama. Meskipun biaya sekolah asrama (boarding school) cukup mahal namun hal tersebut seolah tidak menjadi masalah bagi para orang tua demi memberikan pendidikan terbaik.

Di Indonesia sendiri pertumbuhan sekolah asrama juga makin banyak jumlahnya seiring dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat yang cukup tinggi. Salah satu sekolah berasrama yang sudah cukup lama berdiri di Indonesia adalah SMA Dwiwarna (Boarding School) yang berada di Bogor.

Biaya di Sekolah Asrama Unggulan SMA Dwiwarna 

Biaya sekolah yang dikeluarkan sepadan dengan apa didapatkan oleh para siswanya.  Sebagaimana di SMA Dwiwarna (Boarding School) telah membuktikan diri mampu menghasilkan lulusan-lulusan berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. 

Fasilitas dan sarana pembelajaran yang lengkap serta modern di SMA Dwiwarna (Boarding School) mendukung siswa menjadi generasi unggulan berakhlak mulia yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Sebagai gambaran berikut ini adalah rincian biaya sekolah asrama SMA unggulan di Jawa Barat yaitu Dwiwarna (Boarding School).

1. Biaya Pendaftaran

Semua calon siswa/ peserta didik SMA Dwiwarna wajib melakukan proses pendaftaran dengan mengisi formulir online melalui https://www.smadwiwarna.sch.id/form-registration/ dan membayar biaya sebesar Rp. 2,5 juta.

2. Biaya Pendidikan 

Setelah mengikuti proses seleksi dan tes online bagi para calon siswa/ peserta didik yang dinyatakan lulus wajib memenuhi biaya pendidikan sebagaimana peraturan yang telah ditentukan. Adapun rincian dari biaya pendidikan di SMA Dwiwarna (Boarding School) Tahun Ajaran 2022/ 2023 tersebut yaitu :

A. Uang Pangkal

  • Tahap I    : Rp. 20 juta yang harus dilunasi bersamaan dengan daftar ulang.
  • Tahap II    : Rp. 20 juta dibayarkan pada Desember 2022
  • Tahap III    : Rp. 20 juta dibayarkan pada Maret 2023

B. Biaya Lainnya

Para siswa/ peserta didik juga diharuskan untuk melunasi biaya lainnya yang terdiri dari :

  • Buku paket dan baju seragam Rp. 4,5 juta yang dibayarkan hanya satu kali saja untuk tiga (3) tahun selama menempuh pendidikan.
  • SPP untuk bulan Juli 2022 sebesar Rp. 6,5 juta

C. Cakupan Biaya

Seluruh biaya yang disebutkan di atas telah mencakup :

  • Biaya untuk pelayanan pendidikan yaitu kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler
  • Biaya untuk asrama, laundry dan makan/ konsumsi.
  • Biaya praktikum IPA, komputer dan bahasa.
  • Biaya ulangan dan ujian semester.

Adapun biaya yang belum termasuk yaitu 

  • Kebutuhan pribadi selama di asrama
  • Alat-alat perlengkapan sekolah dan seni lukis.
  • Rekreasi siswa/peserta didik
  • Bimbingan belajar untuk SBMPTN dan wisuda siswa.

Itulah gambaran dan rincian dari biaya sekolah asrama di SMA Dwiwarna (Boarding School) Bogor, Jawa Barat. Sebagai sekolah unggulan berkualitas SMA Dwiwarna (Boarding School) selalu memberikan yang terbaik bagi para siswa. Kualitas itu dibuktikan melalui fasilitas dan sarana belajar yang lengkap, kegiatan ekskul yang beragam serta guru dengan kompetensi tinggi. (Rel)

Selama Nataru, Pemerintah Terus Evaluasi dan Siapkan Antisipasi, Terutama Vaksinasi Booster Program dan Booster Mandiri

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selama perayaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Pemerintah terus melakukan evaluasi semua kebijakan untuk pengendalian Covid-19, terutama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali. Pemerintah juga terus mendorong kewaspadaan dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mengingat penyebaran varian Omicron yang semakin meluas kasusnya di seluruh dunia, agar kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia tetap terkendali dan kondusif. 

Jumlah Kasus Aktif per 26 Desember 2021 adalah 4.655 kasus atau 0,11% dari total kasus, di bawah rata-rata Global yang sebesar 8,60%. Apabila dibandingkan dengan kondisi puncak di 24 Juli 2021, maka persentasenya sudah turun -99,19%. Proporsi Kasus Aktif di Jawa-Bali sebesar 52,3%, sedangkan Luar Jawa Bali adalah 47,6%.

Kasus Konfirmasi Harian per 26 Desember tercatat cukup rendah di bawah 100 kasus, yaitu sebanyak 92 kasus, atau sudah turun -99,84% dari puncaknya di 15 Juli 2021. Sedangkan rata-rata 7 harian (7DMA) sebanyak 200 kasus, dengan tren yang terus konsisten menurun.

Perkembangan Program Vaksinasi

Laju rata-rata Vaksinasi dalam seminggu terakhir sedikit meningkat sejak Vaksinasi Anak dimulai,  dengan rata-rata 1.219.453 dosis per hari. Vaksinasi Anak (6-11 tahun) tersebut menambah laju vaksinasi harian lebih dari 300 ribu dosis dalam 4 hari terakhir.

“Total sebanyak 2.324.644 dosis telah disuntikan untuk anak usia 6-11 tahun. Sedangkan, laju vaksinasi di wilayah Luar Jawa Bali meningkat dan menyumbang 55,6% dari laju rata-rata harian nasional,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (27/12).

Untuk pelaksanaan Program Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster Program), yang menjadi sasaran utama adalah Tenaga Kesehatan (nakes), Tenaga Penunjang yang bekerja di Fasyankes, Lansia, dan Masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI). Vaksin Booster ini akan didistribusikan oleh Biofarma, dan dapat dilakukan secara homolog atau heterolog.

Sedangkan, Program Vaksinasi Booster Mandiri menargetkan kelompok masyarakat di luar kelompok sasaran Program Vaksinasi Dosis Lanjutan. Distribusi Vaksin Booster Mandiri ini dijalankan oleh Biofarma dan/atau Perusahaan Farmasi yang memenuhi standar dalam pengiriman vaksin/ logistik dan pelaksanaan vaksinasi, serta dapat dilakukan secara homolog maupun heterolog.

“Program Vaksin Dosis Lanjutan (Booster Program), juga masih menunggu Laporan dan Rekomendasi ITAGI pada 10 Januari 2022,” ujar Menko Airlangga.

Menyoal Vaksin Merah Putih dan Vaksin BUMN, perkembangan yang telah dicapai antara lain: (1) Vaksin kerja sama UNAIR – PT Biotis masih menunggu persetujuan Uji Klinis fase I dari BPOM (Desember 2021), Uji Klinis fase 2 dan 3 pada Januari – Juni 2022, EUA dan Fatwa MUI diperkirakan pada Q3-2022; (2) Vaksin kerja sama Eijkman – Bio Farma masih dalam tahap Uji Pra-Klinis dan menunggu fasilitas CPOB industri, EUA dan Fatwa MUI diperkirakan pada Q4-2022; (3) Vaksin kerja sama Bio Farma – Baylor College of Medicine (Vaksin BUMN), Uji Klinis 1 sudah mulai 13 Desember, EUA dan Fatwa MUI diperkirakan selesai di Juli 2022, sudah terdaftar di WHO Emergency Use of Listing pada 8 Juni 2021, kapasitas produksi 75 – 150 Juta Dosis pada juni – Desember 2022.

Kemudian, perkembangan Vaksin BUMN dan kerja sama produksi dalam negeri antara lain: (1) GX-19 (Kalbe Farma & Genexine) sedang dalam tahap Uji Klinis fase 3 dan melaporkan Uji Klinis untuk mendapatkan EUA, EUA & Fatwa MUI diperkirakan akan pada awal 2022, kapasitas produksi 50 Juta Dosis (juni – Desember 2022); (2) Vaksin Zifivax  (JBio & Anhui Zhifei) sudah selesai Uji Klinis fase 3, sedang mempersiapkan fasilitas produksi bersama Biotis di Serang, Banten, EUA untuk usia 18-59 tahun sudah ada sejak 7 Oktober 2021, dan Fatwa halal dari MUI No. 35/2021, kapasitas produksi 150 Juta Dosis pada 2022.

Aturan Karantina untuk PPLN Pasca Nataru

Bagi WNI Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI), Pelajar/ Mahasiswa, atau Pegawai Pemerintah yang kembali dari Perjalanan Dinas Luar Negeri, menjalankan karantina di Fasilitas Karantina Pemerintah, dan wajib melakukan Tes PCR dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah.

Sedangkan, bagi WNI di luar kriteria sebagaimana dimaksud pada poin sebelumnya, dan bagi para WNA, termasuk Diplomat Asing (di luar Kepala Perwakilan Asing dan Keluarga), harus menjalankan karantina di Tempat Akomodasi/ Hotel Karantina, dan wajib melakukan tes PCR dengan biaya sendiri. Untuk Kepala Perwakilan Asing dan Keluarganya yang bertugas di Indonesia, dapat melakukan Karantina Mandiri di kediaman masing-masing.

Untuk Fasilitas Karantina Pemerintah, kapasitas di Rusun Pademangan, Pasar Rumput, dan Nagrak sebanyak 13.618 orang. Alternatif tambahan kapasitas Fasilitas Karantina Pemerintah ada di Rusun Pulogebang, Daan Mogot dan LPMP dengan kapasitas sebanyak 3.612 orang. Sedangkan untuk karantina di Hotel Swasta, total kapasitas sebanyak 16.588 kamar.

“Fasilitas RSDC Wisma Atlet tidak untuk Karantina bagi PPLN yang datang dari luar negeri, tapi untuk Isolasi dan Perawatan yang positif Covid-19. Sedangkan untuk pelaksanaan Karantina bagi WNI PPLN dapat dilakukan di fasilitas Rusun-Rusun atau tempat lain yang telah disiapkan” tutup Menko Airlangga. (rep/fsr/hls)

Pemko dan Forkompinda Tebingtinggi Pantau Gereja dan Pos Pam

PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan (tengah) bersama Forkompinda foto bersama di sela-sela pengecekan keamanan di sejumlah gereja dan pos pam Kota Tebingtinggi, Sabtu (25/12) malam.sopian/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Tebingtinggi memantau Perayaan Malam Natal di beberapa Gereja di Kota Tebingtinggi, Sabtu malam (25/12). Selain itu, pemerintah kota (pemko) beserta rombongan juga mengecek pos pengamanan yang telah disiapkan di jalur perlintasan di Kota Tebingtinggi.

PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan (tengah) bersama Forkompinda foto bersama di sela-sela pengecekan keamanan di sejumlah gereja dan pos pam Kota Tebingtinggi, Sabtu (25/12) malam.sopian/SUMUT POS.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan Pemko Tebingtinggi bersama Polres Tebingtinggi dan juga TNI telah menyiapkan pos pengamanan di Simpang Beo dan Terminal Bandar Kajum untuk antisipasi menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan kendaraan yang melintas dan pengamanan terkait vaksin.

“Pos Pam ini disiagakan untuk pengamanan dan antisipasi terjadinya lonjakan kendaraan. Selain itu di sini kita akan melakukan tes terhadap orang yang melintas apakah sudah divaksin dengan memanfaatkan Aplikasi PeduliLindungi, kalau perlu kita vaksin disini karena kita menyediakan tenaga medis, tetapi ini kita lakukan secara acak,” jelas Umar Peduli.

Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono menambahkan bahwa personel dari kepolisian akan disiagakan untuk pengamanan perayaan natal dan lalu lintas. “Kami menurunkan 328 personel yang dibagi kedalam 2 grup, untuk memantau betul pelaksanaan kegiatan arus lalu lintas dilibur Natal tahun ini, melalui pos pengamanan yang sudah disiapkan ini, personel kita akan bersiaga dan akan memasitkan arus lalu lintas lancar dan terkendali,” jelas perwira pangkat melati dua ini.

Selain pemantauan, Forkopimda Kota Tebingtinggi juga membagikan bantuan logistik untuk personel yang bersiaga di pos pengamanan ini.

“Sebagai rasa cinta kasih kita kepada anggota yang ada di lapangan tentu kita perhatikan kesehatan mereka sehingga kita berikan makanan ringan dan juga minuman serta kebutuhan hand sanitizer dan masker untuk kebutuhan mereka selama bertugas,” timpal Wali Kota Tebingtinggi Umar.

Umar juga mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik dan tetap menjakankan prokes.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat, kita sampaikn pesan pemerintah bahwa tak usah mudik, karena lebih baik dirumah dari pada mudik dan menjaga diri agar tidak berkerumun itu hal yang harus dilakukan. Disiplin terhadap protokol kesehatan. Harus vaksin, kalau tidak vaksin tidak usah jalan, jangan menimbulkan masalah bagi orang lain,” jelasnya.

Sebelumnya, beberapa gereja yang dikunjungi pada kegiatan ini adalah GBKP Jalan DI Panjaitan,

HKBP Jalan Kartini, GMI Antiokhia Kota Tebingtinggi Jalan Gereja serta Gereja Katolik St Yoseph Jalan Pahlawan, hasil pantauan, pelaksanaan ibadah Natal berjalan dengan kondusif, lancar dan menerapkan prokes.

Hadir dalam kegiatan pemantauan ini, Dandim 0204 Deliserdang Kav Jackie Yudhantara, Kajari Kota Tebingtinggi Sundoro Adi, DPRD Kota Tebingtinggi Ogamota Hulu, Kadishub M Guntur Harahap dan Forkompinda lainnya.

Sementara, Dandrem 022 Pantai Timur Kolonel Inf Parlindungan Hutagalung mengunjungi sekaligus meninjau lokasi kesiapan Pos Pam Operasi Lilin Toba 2021 di Pos Pam Terminal Bandar Kajum Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, Minggu (26/12).

Dalam kegiatan ini Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono menerima Danrem 022 Pantai Timur Kolonel Inf Parlindungan Hutagalung di eks Terminal Bandar Kajum Pos Pam Tebingtinggi.

Danrem 022 Pantai Timur Kolonel Inf Parlindungan Hutagalung mengatakan bahwa tujuan dari kunjungan kerja adalah meninjau lokasi Kesiapan Pos Pam Operasi Lilin Toba 2021 di Pos Pam Terminal Bandar Kajum Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi serta menyampaikan kepada personil yang bertugas di Pos Pam Terminal Bandar Kajum untuk selalu bersikap humanis kepada masyarakat. “Dalam menjalani tugas mulia ini, saya meminta kepada seluruh personil yang bertugas di Pos Pam untuk bertindak arif dan bijaksana, kepentingkan pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.

Sedangkan Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono mengatakan bahwa saat pelaksanaan malam natal dan kondisi di pos pam di wilayah hukum Polres Tebingtinggi saat ini berjalan lancar dan aman serta tidak ada gangguan Kamtibmas.

“Kami juga berharap kepada personel yang bertugas di pos pam untuk mematuhi protokol kesehatan, karena personel harus jaga kesehatan dalam bertugas,” pintannya. (ian/azw)

769 Perusahaan Tercatat, Kinerja Membanggakan BEI

Ilustrasi BEI.(ist).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga 20 Desember 2021, terdapat 53 perusahaan yang mencatatkan sahamnya Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini, merupakan pencapaian yang cukup membanggakan di akhir tahun ini. Pencapaian tersebut, kembali menjadikan BEI sebagai Bursa yang paling aktif di kawasan Asean dalam hal pencatatan perusahaan.

Ilustrasi BEI.(ist).

“Adapun total jumlah Perusahaan Tercatat menjelang penutupan tahun di BEI, saat ini sudah mencapai 769 Perusahaan Tercatat,” sebut Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Pintor Nasution dalam keterangan tertulis, Senin (27/12).

Pintor menjelaskan perusahaan yang mencatatkan saham di BEI menjadi alternatif pendanaan yang menarik untuk pengembangan perusahaan. Saat ini tidak hanya Perusahaan besar namun juga Perusahaan dengan skala asset kecil dan menengah pun dapat mencatatkan sahamnya di BEI dan menjadi perusahaan publik.

“Setidaknya ada lima keuntungan menjadi perusahaan publik, yaitu mendapatkan pendanaan jangka panjang, meningkatkan nilai perusahaan (corporate value), meningkatkan citra perusahaan, menjaga keberlangsungan usaha, dan memberikan insentif pajak,” jelas Pintor.

Setelah go public, Pintor mengungkapkan perusahaan akan mendapatkan permodalan tambahan dari saham yang dijual. Modal tersebut dapat digunakan untuk membiayai ekspansi perusahaan, membayar utang, melakukan akuisisi atau untuk diinvestasikan kembali.

“Go public juga akan meningkatkan nilai ekuitas perusahaan sehingga perusahaan memiliki struktur permodalan yang optimal. Selain itu, dengan menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di bursa, perusahaan akan menjalankan aktivitas operasionalnya secara lebih baik dengan menjalankan praktik Good Corporate Governance (GCG),” kata Pintor.

Dengan menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di BEI, setiap saat publik dapat memperoleh valuasi terhadap nilai perusahaan.

Setiap peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan akan mempunyai dampak terhadap harga saham di bursa, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

Langkah go public, menurut Pintor juga mempermudah akses perusahaan untuk membuka akses pendanaan lain seperti penerbitan surat utang, obligasi, sukuk dan instrumen pendanaan lainnya. Investor akan lebih tertarik membeli obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah dikenal dan memiliki citra baik dalam dunia keuangan.

“Perusahaan yang terbuka akan terdorong untuk meningkatkan transparansi dengan melakukan keterbukaan informasi karena adanya pemegang saham yang berupa masyarakat umum. Melalui keterbukaan informasi dan adanya perhatian dari media dan komunitas keuangan, perusahaan akan dapat meningkatkan citranya. Oleh karena itu, status perusahaan terbuka (Tbk) juga memungkinkan perusahaan untuk menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga/kupon yang lebih kompetitif,” katanya.

Pintor mengungkapkan bahwa manfaat lainnya menjadi perusahaan publik yaitu kalangan perbankan atau institusi keuangan lainnya akan dapat lebih mengenal perusahaan.

“Sehingga dapat meningkatkan tingkat kepercayaan pihak perbankan dalam pemberian pinjaman dan memungkinkan pemberian tingkat bunga pinjaman yang lebih kompetitif,” ucap Pintor.

Hal ini, terjadi karena perbankan dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan setiap saat melalui berbagai keterbukaan informasi yang diumumkan perusahaan melalui website Bursa dan perusahaan sendiri, sehingga credit risk perusahaan terbuka relatif lebih kecil dibandingkan credit risk pada perusahaan tertutup atau belum dikenal.

“Dengan demikian, solusi pendanaan untuk pengembangan perusahaan menjadi terbuka lebih lebar dan perusahaan dapat terus bertumbuh,” tuturnya.

Selain berbagai manfaat diatas, Pemerintah juga memberikan insentif pajak kepada perusahaan yang go public berdasarkan UU RI No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Peraturan Pemerintah Republic Indonesia Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka.

Wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka dapat memperoleh penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar 3% lebih rendah dari tarif normal PPh wajib pajak badan dalam negeri bila memenuhi persyaratan tertentu.

Bagi pemilik perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia, Pemerintah hanya mengenakan tarif pajak final sebesar 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham di Bursa Efek Indonesia. Hal ini sangat menarik jika dibandingkan dengan tarif pajak penghasilan atas penjualan saham diluar bursa efek yang dapat mencapai 35% untuk wajib pajak dalam negeri perorangan.

Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1997 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Transaksi Penjualan Saham Di Bursa Efek dan dilengkapi mengenai tata cara pelaksanaannya dengan Keputusan Menteri Keuangan KMK.282/KMK.04/1997 tentang Pelaksanaan Pemungutan Pajak Penghasilan Atasa Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek.

Dengan manfaat-manfaat go public ini, saatnya mendorong perusahaan-perusahaan untuk masuk ke pasar modal, dan mempersiapkan sejak awal tahun. Bursa senantiasa terbuka bagi seluruh perusahaan dari berbagai industri untuk memanfaatkan pasar modal sebagai katalis pertumbuhan.

“Bagi perusahaan yang ingin menawarkan saham ke pasar modal dapat menghubungi perusahaan sekuritas yang akan menjadi underwriter atau penjamin emisi efek dan meminta bantuan lembaga penunjang & profesi penunjang pasar modal,” pungkasnya.(gus)

Persoalan Drainase, Jalan Rusak, dan LPJU Belum Terselesaikan di Medan Deli

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan SIP meminta Pemko Medan memperhatikan kondisi infrastruktur di kawasan Medan Utara, khususnya Kecamatan Medan Deli. Pasalnya hingga saat ini, persoalan seperti jalan rusak, drainase buruk, hingga lampu penerangan jalan umum (LPJU) belum juga terselesaikan oleh Pemko Medan.

Seperti yang terungkap dalam reses yang digelar Ishaq Abrar Mustafa Tarigan di Jalan Pancing No 89, Medan Deli, Minggu (19/12/2021) lalu. Masih banyak masyarakat yang mengeluhkan, kondisi infrastruktur baik drainase, jalan, lampu penerangan jalan umum di kawasan Medan Deli yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun.

Di antaranya seperti yang disampaikan Dwi Putri, warga Jalan Mangaan VIII Lingkungan 12 Kelurahan Mabar Hilir, Medan Deli. “Daerah kami sering menjadi langganan banjir karena drainase yang tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Begitu juga disampaikan Yuda, warga Mabar Hilir. Disebutnya, kondisi drainase di Jalan Islamiyah butuh normalisasi, agar masyarakat terhindar dr genangan air yang terjadi ketika hujan turun.

Sementara Tika Handayani warga Jalan Mangaan VIII Gang Pelajar Lingkungan 12 Kelurahan Mabar Hilir meminta agar Pemko Medan dapat segera memasang LPJU di sepanjang Gang Pelajar. “Sampai saat ini belum ada lampu penerangan jalan di Gang Pelajar, mohon ini segera dipasang karena kalau malam gelap gulita dan rawan kriminalitas,” ujarnya.

Begitu juga dengan Tien Sumiati, warga Jalan Pendidikan, Mabar Hilir. Dia juga menyebutkan, pada malam hari di sepanjang Jalan Pendidikan gelap sehingga masyarakat resah. “Mohon perhatiannya pak agar dipasang lampu jalannya,” pintanya

Menyikapi aspirasi masyarakat ini, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan berjanji akan memperjuangkannya. “Aspirasi masyarakat ini harus saya perjuangkan. Siapa lagi yang membangun daerah ini kalau bukan kita yang memperjuangkannya. Karena saya putra daerah di sini, saya juga ikut merasakan apa yang bapak, ibu rasakan. Seperti jalan rusak dan banjir di kawasan kita, saya juga merasakan itu. makanya ini harus saya perjuangkan melalui lembaga DPRD Kota Medan,” ucap Abrar.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan ini berharap, keluhan masyarakat dalam reses ini supaya diakomodir Pemko Medan. “Saya siap bersama warga mendukung program Pemko Medan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita pun berharap Pemko agar memperhatikan kebutuhan warganya,” pungkas Abrar. (adz)

54 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Lubukpakam Dapat Remisi Khusus Natal 2021

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Lapas Kelas IIB LubukPakam Kanwil Kemenkumham Sumut memberikan Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2021 kepada 54 warga binaan di Aula Dr Sahardjo Lapas Lubukpakam, Sabtu (25/12/2021). Pemberian remisi khusus ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Kementrian Hukum dan HAM RI Nomor : PAS-1702.PK.01.05.05 Tahun 2021.

Pemberian remisi khusus ini dipimpin dan dikakukan Kasi Binadi Giataja Edward P Situmorang dan Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Dody Efrata Ginting. Ke-54 warga binaan ini mendapatkan remisi karena dianggap memenuhi persyaratan, di antaranya berkelakuan baik, mengikuti pembinaan, dan syarat-syarat administrasi serta substansinya sudah terpenuhi.

Dalam kesempatan itu, Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Dody Efrata Ginting membacakan SK remisi dan dilanjutkan dengan penyerahan SK remisi secara simbolis yang dilakukan Edward P Situmorang selaku Kasi Binadik dan Giatja. “Selamat kepada warga binaan yang telah mendapatkan potongan masa pidana (remisi), kami ucapkan terima kasih karena selama ini telah menunjukan perilaku yang baik,”  sebut Edward.

Edward juga berpesan, agar tema perayaan Natal Tahun 2021 harus benar-benar dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan upacara pemberian remisi Natal tahun 2021 inipun berjalan lancar, tertib, dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (rel/adz)

Oknum Satgas PDI Perjuangan Bertindak Arogan, Rapidin Simbolon: Pecat!

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkait viralnya aksi oknum personel Satgas Cakra Buana yang bertindak arogan terhadap seorang remaja di depan sebuah minimarket, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Drs Rapidin Simbolon menegaskan telah memberhentikan oknum tersebut dari jabatannya sebagai Wakil Komandan Bidang Pembinaan Satgas.

“Kita sedikitpun tidak mentoleransi aksi-aksi atau tindakan yang tidak mencerminkan sebagai kader PDI Perjuangan,” kata Rapidin Simbolon dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/12/2021).

Selain itu dalam beberapa kali kesempatan, kata Rapidin, dirinya selalu berpesan agar Satgas tidak boleh arogan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. “Makanya setelah mendengar berita viral ini, DPD PDI Perjuangan tidak ragu lagi untuk mengambil keputusan memberhentikan Saudara Halfian Sembiring Meliala sebagai Wakil Komandan Bidang Pembinaan, karena tindakannya tidak mencerminkan sebagai anggota PDI Perjuangan dan Satgas yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” tegas Rapidin.

Dalam kesempatan tersebut Rapidin juga menegaskan, tindakan yang dilakukan yang bersangkutan merupakan tindakan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai. “Untuk itu, DPD PDI Perjuangan Sumut menegaskan, tidak akan melakukan intervensi dengan proses hukum yang berjalan di kepolisian karena hal tersebut merupakan tindakan pribadi,” tegas Rapidin.

Terakhir, Rapidin menerangkan, dalam waktu dekat dirinya, sebagai Ketua DPD PDI perjuangan Sumut akan mengumpulkan para Komandan Satgas untuk melakukan evaluasi mendasar agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. “Kita sudah agendakan pasca liburan Natal untuk melakukan evaluasi mendasar dan melakukan perbaikan system dan manajemen kesatgasan agar kejadian ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” pungkas Rapidin.

Sementara Darmawansyah Sembiring, selaku Komandan Satgas Cakra Buana DPD PDI Perjuangan Sumut, mengapresiasi respon cepat Kapolrestabes Medan dan jajarannya dalam menanggapi dan menyelesaikan kasus ini secara profesional. “Kami sangat menghargai proses hukum yang sedang berlangsung saat Ini, dan menunggu hasil dari pihak Kepolisian terkait prihal tersebut,” ujarnya.

Darmawansyah juga mengimbau kepada masyarakat agar bijak menyikapi pemberitaan media juga media sosial dan tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif yang mengintervensi Satgas DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara. “Kami Satgas PDI Perjuangan DPD Sumatera Utara akan menyikapi kasus ini secara seksama dan melakukan tindakan sebagaimana mestinya. Saya berharap kita semua dapat menunggu dengan sabar proses hukum yang sedang berlangsung dan menghargai hasilnya,” pungkasnya. (adz)

Dua Pelaku Pembacokan Masih Berkeliaran, Korban Harapkan Keadilan

PALUTA, SUMUTPOS.CO– Hampir dua tahun kasus pembacokan terhadap Abdurrahim Harahap (59), belum ada kepastian. Dua orang terduga pelaku pembacokan, Mursid Siregar (27) dan Qhoidar Siregar (23), hingga kini belum juga ditangkap Polsek Padangbolak, dengan alasan melarikan diri dan masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Abdurrahim Harahap

Namun menurut informasi, kedua pelaku diduga masih berkeliaran di sekitar kampungnya dan bahkan mengancam korban. Abdurrahim Harahap pun berharap keadilan dan kepastian hukum terkait peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya itu.

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada 15 Februari 2020 di Desa Rondaman, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Ketika itu, korban bertengkar dengan kedua pelaku dan berujung pada pembacokan yang membuat telinga sebelah kiri Abdurrahim nyaris putus.

Meski dalam kondisi terluka, korban melakukan perlawanan terhadap kedua pelaku. Selanjutnya korban membuat laporan pengaduan ke Polsek Padangbolak. Namun di sisi lain, kedua pelaku juga melaporkan korban. Sehingga dalam kasus ini korban dan pelaku saling lapor.

Tapi, laporan pelaku yang lebih dulu diproses Polsek Padangbolak. Hal ini terbukti karena Abdurrahim Harahap terlebih dulu diamankan Polsek Padangbolak. Namun karena kondisi kesehatan Abdurrahim Harahap kurang baik dan telinga yang dibacok juga belum pulih, maka penahanan Abdurrahim Harahap ditangguhkan.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Paulus Simamora ketika dikonfirmasi wartawan via WhatsApp, Jumat (24/12/2021), mengatakan, terhadap Qhoidar dan Mursid sudah dilakukan upaya tindakan penangkapan. “Namun keduanya tidak berada di tempat. Kita masih melakukan penyelidikan secara maksimal tentang keberadaan Qhoidar dan Mursid. Karena kasus ini saling lapor tetap penanganan berlaku adil dan obyektif,” jawab Kasat Reskrim AKP Paulus Simamora. (rel/adz)

Tekan Penyebaran Omicron, Kuncinya Tegakkan Prokes dan Vaksinasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan Protokol Kesehatan (Prokes). Hal ini, untuk menekan penyebaran COVID-19. Apa lagi, di tanah air tercatat 8 kasus varian Omicron ditemukan di Indonesia dan saat ini dalam penanganan.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi.(ist).

Hal itu, diungkapkap oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/12). Ia menegaskan, apapun varian virusnya, kunci menghadapinya tetap sama, yaitu tegakkan protokol kesehatan, perkuat upaya testing, lacak dan isolasi, serta lakukan vaksinasi.

“Saat ini Omicron ini menjadi varian yang menyita banyak perhatian, terutama dengan karakteristiknya yang memungkinkan untuk memunculkan gelombang COVID-19 di berbagai negara,” kata Siti.

Badan Kesehatan Dunia WHO, Nadia menjelaskan menyatakan per tanggal 23 Desember, sudah ada 110 negara yang melaporkan telah menemukan kasus Omicron, baik yang diperoleh dari para pelaku perjalanan maupun yang dari komunitas, dalam arti, sudah ada penularan di tingkat masyarakat.

“Tingkat penularan Omicron diyakini melebihi varian Delta, meski sejauh ini gejala yang ditimbulkan lebih ringan,” sebut Nadia.

Namun, Nadia mengatakan, studi masih terus dilakukan untuk memahami karakteristik varian ini. WHO dalam laporannya menyampaikan bahwa risiko untuk semua negara masih dikategorikan sangat tinggi.

Dengan mempertimbangkan varian dominan saat ini masih varian Delta (96%) yang sempat memunculkan gelombang besar di berbagai negara beberapa waktu yang lalu.

“Tentu kita sudah melakukan antisipasi supaya Omicron yang sudah diidentifikasi di Indonesia tidak menyebar dan meluas di masyarakat. Oleh karena itu, semua harus ikut andil dalam upaya pengendalian transmisi varian ini,” tegas Nadia.

Ia juga menekankan, semua pihak harus tetap waspada dan tetap prokes, juga bersiap jika gelombang berikutnya mungkin akan muncul seiring dengan meluasnya varian baru tersebut.

Dalam mencegah dan mengendalikan Omicron, Nadia menekankan kerja sama dari berbagai pihak adalah kunci utamanya. Disamping tentu selalu mendukung upaya-upaya yang tengah dilakukan, seperti segera melakukan vaksinasi.

“Apapun jenis vaksinnya. Tidak pilih pilih vaksin. Pastikan kita dan orang-orang di sekeliling kita sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Bantu untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang pentingnya vaksinasi, bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” papar Nadia.

Kemudian, ujarnya, mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker yang pas, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan paling penting jika merasa memiliki gejala seperti demam batuk dan nyeri tenggorokan, segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Selain itu, juga mendukung kegiatan pelacakan kontak dan pemeriksaan swab jika diperlukan. Dalam laporan Satgas COVID-19, di mana survei terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan dilakukan secara rutin, terlihat bahwa kepatuhan sudah baik.

“Akan tetapi masih cukup banyak kab/kota yang masih rendah angka kepatuhannya, seperti dalam penggunaan masker. Oleh karena itu, mari untuk saling mengingatkan betapa pentingnya penggunaan masker dan juga protokol kesehatan lainnya, untuk mencegah penularan COVID-19,” tandas Nadia.

Menyoroti pergerakan warga saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), Nadia mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, guna mencegah adanya gelombang COVID-19 ketiga sebagai dampak dari peningkatan mobilitas dan interaksi antar masyarakat.

Dikatakannya, saat ini mobilitas penduduk di Maluku, Nusa Tenggara dan Papua sudah meningkat melebihi kondisi pra pandemi COVID-19. Sedangkan mobilitas penduduk di Jawa dan Bali, meskipun masih di bawah kondisi pra pandemi, meningkat sejak awal Desember 2021.

“Mobilitas penduduk tinggi merupakan faktor risiko transmisi COVID-19,” tegas Nadia, “kami dari pemerintah selalu melakukan mitigasi terkait peningkatan risiko penularan, terutama yang dipengaruhi oleh peningkatan pergerakan masyarakat selama masa libur panjang ini,” imbuhnya.

Ia meminta seluruh masyarakat dan tentunya para pelaku perjalanan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu memantau kesehatan diri sendiri juga keluarga. Jika ada yang sakit untuk dapat segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasyankes terdekat.

“Hal ini akan sangat bermanfaat bagi upaya pengendalian pandemi di tingkat daerah dan nasional,” tuturnya.

Nadia juga kembali mengingatkan, agar masyarakat berperan aktif menyukseskan vaksinasi, terutama kelompok rentan seperti kelompok lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit penyerta (komorbid), dan anak-anak.

Kesempatan yang sama, Nadia menyampaikan perkembangan terkini situasi COVID-19 di tanah air. Melihat angka reproduksi efektif sebagai ukuran pengendalian laju pandemi yang harus dibawah 1, kata Nadia, per tanggal 16 Desember 2021, angka ini sudah di bawah 1 di semua regional.

“Jika kita lihat situasi nasional, terjadi penurunan kasus baru mingguan sebesar 4% dan penurunan jumlah kematian juga sebesar 14% dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Testing rate dan positivity rate dan juga penggunaan tempat tidur COVID-19 termasuk ICU dapat kita jaga dalam level aman,” paparnya.

Ia menegaskan, tren baik ini harus dipertahankan dengan terus mengupayakan kegiatan surveilans, pelacakan kontak, dan vaksinasi. Kemudian kepada pengelola tempat publik, kata Nadia, diimbau
untuk melakukan pengawasan ketat selama jam operasional berlangsung, agar tidak terjadi kerumunan dan pelanggaran prokes.

“Sedangkan kepada seluruh masyarakat, supaya menjalankan perilaku hidup bersih sehat, taat protokol kesehatan dan segera mengakses vaksin,” pungkasnya.(gus)

Sambut Natal, PDI Perjuangan Bagikan 1.200 Paket Daging dan Sembako untuk Masyarkat Siantar

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Merayakan Natal 2021 DPD, DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Sumut sembelih 12 ekor sapi dan 1 ekor kerbau. Dagingnya dibagikan kepada masyarakat di Kota Pematangsiantar beserta sembako, sebagai bentuk syukur atas lahirnya sang Juru Selamat Yesus Kritus, yang dilaksanakan di di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar, Jumat (24/12/2021).

12 ekor sapi dan satu ekor kerbau ini diperoleh dari gotong royong kader-kader PDI Perjuangan. Ketua DPD Partai Rapidin Simbolon, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba yang masing-masing menyumbang satu ekor sapi. Selebihnya gotong royong anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar.

“Ada dua hal yang kita syukuri dalam perayaan Natal tahun ini. Yang Pertama, kita bersyukur dengan kasih damai Natal. Yang kedua, kita bersyukur dalam perayaan Natal Tahun ini kondisi pandemi sudah melandai. Jadi kita bisa memperingati dengan suka cita, meski tetap harus menjaga protokol kesehatan,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Drs Rapidin Simbolon MM dalam pernyataannya kepada wartawan dalam kesempatan tersebut.

Rapidin juga mengatakan, kegiatan kali ini juga dilaksanakan sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antara kader partai dan masyarakat. “Natal harus membawa berkat persaudaraan karena ajaran kristus yang tertinggi adalah kasih antar sesama umat manusia. Untuk itu, dalam peringatan Natal tahun ini kita membagikan bingkisan Natal agar masyarakat bisa tersenyum, mengingat masyarakat baru saja mengahadapi situasi sulit dikarenakan pandemi,” ungkap Rapidin.

Terakhir, Rapidin berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dan bisa membantu masyarakat dalam merayakan Natal bagi masyarakat yang beragama Nasrani. “Untuk warga yang muslim, bantuan ini merupakan tali asih agar momen ini bisa menjadikan perekat persaudaraan dalam bingkai Kebhinekaan,” pungkas Rapidin.

Selain itu, Ketua Fraksi yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Mangapul Purba juga menyampaikan, Natal tahun ini harus dimaknai sebagai awal kebangkitan baru bagi masyarakat setelah 2 tahun diuji oleh pendemi Covid-19. “Kita harus yakin bisa keluar dari berbagai persoalan dengan cara terus bergotong royong bagi semua pihak mengatasi kesulitan. Natal tahun ini adalah simbol kebangkitan kita keluar dari berbagai persoalan dan kita telah kuat menghadapinya,” ungkap Mangapul.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar Timbul Lingga mengatakan, dalam kegiatan ini PDI Perjuangan membagikan bingkisan tali asih kepada 1.200 KK. “Termasuk kita bagikan kepada pengurus DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting baik yang Nasrani maupun yang beragama lain. Maka dari itu, dalam penyembelihannya kita penuhi standarisasi halal agar bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Timbul.

Timbul berharap, Natal tahun ini bisa dirayakan dengan penuh suka cita dan penuh rasa syukur, karena tahun ini situasi Covid-19 sudah melandai. “Meski demikian, seperti arahan ketua DPD tadi, kita juga harus menjaga Prokes karena Pandemi belum benar-benar berakhir,” pungkas Timbul Lingga. (adz)