27 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 2842

2022, Pemerintah Berencana Hapuskan Premium, Pengamat Ekonomi: Tinggal 7 Negara Mengkonsumsi Ron 88

NAIK: Harga Pertamax Turbo dan Pertamina Dex naik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia berencana akan menghapuskan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Premium pada tahun 2022. Premium memiliki oktan dengan nilai ron 88 yang memiliki gas buang lebih kotor.

Ilustrasi.

Dengan itu, Pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Wahyu Ario Utomo menilai langkah tepat dilakukan pemerintah untuk merencanakan penghapusan BBM jenis premium. Apa lagi, premium sudah tidak sesuai dengan perkembangan teknologi kenderaan bermotor yang mengkonsumsi BBM berkualitas.

“Premium merupakan salah satu produk bahan bakar Pertamina yang beroktan rendah yang ke depan tidak lagi sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan bermotor, yang diproduksi dalam beberapa tahun terakhir,” sebut Wahyu saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (23/12).

Wahyu menjelaskan hampir seluruh negara sudah beralih menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan serta sudah meninggalkan ron 88. Sehingga sudah tepat Pertamina melakukan penyesuaian Premium dengan Pertalite (Ron 90).

Tujuh negara mengkonsumsi Ron 88 atau BBM setara Premium itu yakni Indonesia, Kolombia, Mesir, Mongolia, Bangladesh, Ukraina, dan Uzbekistan.

“Di dunia tinggal 7 negara (termasuk Indonesia) yang konsumsi premium (ron 88). Untuk itu perlu dilakukan penyesuaian,” kata pengamat ekonomi berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Wahyu dalam analisis ekonominya, menjelaskan dampak penghapusan Premium tidak begitu dirasakan. Karena, masyarakat kalangan bawah memerlukan subsidi kesehatan, pendidikan dan pangan, ketimbang BBM.

“Pengalihan konsumsi premium ke pertalite menjadi kebijakan yang dapat diambil. Hanya saja memang harus dibuat kebijakan untuk melindungi kelompok masyarakat miskin dan angkutan umum,” ucap Wahyu.

Wahyu mengatakan program Pertamina Langit Biru (PLB) sudah tepat. Karena, masyarakat membeli Pertalite cukup membayar dengan seharga Premium. Sehingga Pertamina tidak saja memikirkan bisnis saja. Tapi, juga memikirkan dampak lingkungan dengan mengkonsumsi Ron 88.

“Yaitu memberikan subsidi kepada kelompok tadi, dengan membayar pertalite dgn harga premium yaitu Rp 6.450 per liter,” ucap Dosen FEB USU itu. Wahyu menambah dirinya mendukung Pemerintah dan Pertamina untuk menghadirkan BBM berkualitas kepada masyarakat. Apa lagi, dunia terus mengkampanyekan penggunaan BBM yang ramah lingkungan.

“Iya (mendukung). Dari sisi dampak lingkungannya premium tidak begitu ramah terhadap lingkungan. Makanya memang dikurangi bahkan dihilangkan konsumsinya,” pungkasnya.(gus/sih)

Menko Airlangga: Sidang Komisi Bersama ke-13 dan Pameran Industri INNOPROM Merupakan Platform of Collaboration Peningkatan Hubungan Kerja Sama Indonesia dan Rusia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Memanfaatkan momentum Presidensi Indonesia di G20, Indonesia dan Rusia sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama konkret di berbagai bidang dalam rangka mendorong upaya pemulihan ekonomi. Komitmen ini terungkap dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Y.M. Ibu Lyudmila Georgievna Vorobieva, di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (23/12).

Dalam pertemuan tersebut, telah dibahas beberapa isu kerja sama strategis kedua negara antara lain mengenai rencana penyelenggaraan Sidang Komisi Bersama di bidang perdagangan, ekonomi dan teknik (SKB) ke-13 RI-Rusia back-to-backdengan rencana Pameran Industri INNOPROM: Industrial Exposition dan Business Dialogue yang untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 10-12 Maret 2022. Selain menghadirkan pelaku industri dari kedua negara, pameran direncanakan akan menghadirkan pula para pelaku usaha dan industri dari kawasan Eurasia dan kawasan Asia Tengah serta beberapa perusahaan dari kawasan Asia Tenggara lainnya.

“Dua kegiatan ini akan memainkan peran penting sebagai platform of collaborationdalam upaya meningkatkan hubungan dan kerja sama konkret di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan industri antara Indonesia dengan Rusia, terlebih kegiatan akan berlangsung di masa Presidensi Indonesia di G20,” ungkap Menko Airlangga.

Di samping event bersama yang tengah dimatangkan oleh kedua negara, Menko Perekonomian RI dan Duta Besar Federasi Rusia untuk RI juga membahas berbagai isu dan potensi kerja sama strategis yang menjadi perhatian kedua negara, antara lain kerja sama di bidang industri kedirgantaraan dan antariksa, energi, infrastruktur transportasi dan perkeretaapian, industri perkapalan, produk peternakan serta platform ekonomi digital.

Secara khusus juga telah dibahas upaya dalam penanganan pandemi Covid-19, dimana Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk mendorong kerjasama pengembangan vaksin Covid-19 di tanah air melalui Sputnik-V dan obat-obatan therapeutic lainnya.

Dari aspek perdagangan, kedua negara mencatat tren positif dalam perdagangan bilateral. Pada periode Januari-Oktober 2021 tercatat kenaikan neraca perdagangan sebesar 44,33% atau senilai US$2,21 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tercatat senilai US$1,53 miliar. Salah satu komoditas unggulan Indonesia yang diekspor ke Rusia yakni minyak sawit yang mengalami peningkatan yang relatif tinggi. Di bidang investasi, Rusia yang saat ini menempati peringkat ke-37 negara investor di Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan investasinya di Indonesia. Total investasi Rusia di Indonesia pada triwulan ke-III 2021 tercatat telah mencapai US$9,2 juta dalam 280 proyek.

Menurut Menko Airlangga, masih terdapat banyak potensi kerjasama perdagangan dan investasi yang dapat dijajaki dan dieksplorasi lebih lanjut oleh kedua negara. Salah satu kerja sama investasi yang saat ini sedang berjalan terkait pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, dan Blok Natuna yang diharapkan dapat terealisasi sesuai rencana.

Namun demikian, keduanya juga sepakat untuk lebih mendorong kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan seperti energi hidro dan hidrogen serta pembangunan floating power plant sebagai langkah bersama dalam pengurangan emisi karbon. Di samping isu bilateral, kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama melalui forum global, utamanya melalui Presidensi Indonesia di G20 dan partisipasi Rusia pada pameran World Expo.

Dalam pertemuan tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi P. Pambudi serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah Fajar Wirawan Harijo. Sementara, Duta Besar Lyudmila disertai Kepala Trade Representative of the Russian Federation in the Republic of Indonesia dan wakilnya serta Sekretaris III pada Kedubes Federasi Rusia di Jakarta. (dep7/fsr/*)

Ketua PWI Sumut Lantik Kepengurusan PWI Kota Tebingtinggi Periode 2021-2024

SERAHKAN : Ketua PWI Sumut Frianda Putra Sinik ketika menyerahkan cindramata kepada Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dan Forkompinda.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik resmi melantik kepengurusan PWI Kota Tebingtinggi periode 2021-2024, Kamis (23/12) di Gedung Hj Sawiyah Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

SERAHKAN : Ketua PWI Sumut Frianda Putra Sinik ketika menyerahkan cindramata kepada Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dan Forkompinda.

Kepengurusan PWI Kota Tebingtinggi yang dilantik berdasarkan hasil Konferensi Ke-VII PWI Kota Tebingtinggi, dan Abdullah Sani Hasibuan terpilih secara aklamasi kembali menjabat sebagai Ketua PWI Kota Tebingtinggi.

Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik menyampaikan, kedepan tantangan profesi jurnalistik dituntut mengedepankan kompetensi sebagai kebutuhan utama kewartawanan. Wartawan terus diminta untuk meningkatkan jenjang kompetensinya dengan tidak mengkesampingkan pemahaman Kode Etik dan Undang-Undang Pers.

“Program peningkatan wawasan jurnalistik dan kegiatan Uji Kompetensi Wartawan harus dilakukan, untuk menjalankan profesi jurnalistik sesuai dengan kebutuhan saat ini yang menginginkan wartawan yang benar-benar wartawan,” ujar Farianda.

Farianda juga berharap kepada Pengurus PWI Tebingtinggi yang baru dilantik untuk dapat mengembangkan organisasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat membuka Konferensi PWI Tebingtinggi mengatakan, UKW memang selalu kita inginkan dan kembangkan. Namun kita juga menginginkan kemampuan dan keseriusan untuk mengikuti UKW tersebut.

“Peningkatan kualitas sangat dibutuhkan saat sekarang ini. Saya yakin DPRD akan mendukung UKW jika diseriusi secara bersama. PWI ini adalah orang yang berfikir makro kedepan. Terbukti di PWI Tebingtinggi memiliki akedemisi, para doktor dan menduduki beberapa jabatan di KPU, Dewan Pendidikan dan dosen,” sebut Umar.

Senada dengan Wali Kota, Ketua DPRD Tebingtinggi Basyarudin Nasution juga mengungkapkan bahwa, keberadaan PWI Kota Tebingtinggi dinilai telah berkontribusi didalam mendukung program pembangunan di Kota Tebingtinggi.

“Sinergitas PWI Tebingtinggi dan Penerintah Kota sudah terjalin dengan baik. Saya berfikir untuk masuk ke PWI lebih sulit dibandingkan menjadi anggota DPRD. Karena untuk menjadi anggota PWI harus memiliki Kompetensi. Ini menandakan PWI lebih mengutamakan pendidikan dan wawasan untuk menjalankan profesi jurnalistik,” ungkap Basyaruddin.

Usai dilantik, Abdullah Sani Hasibuan mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Tantangan kedepan akan terasa ringan jika dikerjakan secara bersama-sama.

“Kepengurusan hanyalah sebagai persyaratan adanya organisasi. Namun tanpa kerjasama sesama pengurus, organisasi ini tidak akan berjalan. Mari bersama-sama kita melanjutkan program PWI Kota Tebingtinggi dengan mengkedepankan peningkatan wawasan jurnalistik, khususnya PWI Kota Tebingtinggi,” ajak Sani Hasibuan.

Konferensi Ke-VII PWI Kota Tebingtinggi diisi dengan penyerahan Plakat kepada Tokoh Peduli Pers dan dihadiri Kapolres AKBP Mochamad Kunto Wibisono bersama Waka Polres Kompol Asrul Ribert Sembiring, mewakili unsur Forkompimda, Sekretaris PWI Sumut Hamonangan Panggabean, Wakil Ketua PWI Sumut Bidang Organisasi Rifki Warisan dan unsur Pengurus PWI Sumut lainnya dan para Ketua Organisasi Kewartawanan setempat.

Konferensi PWI Kota Tebingtinggi resmi ditutup Walikota diwakili Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian. Adapun susunan kepengurusan PWI Tebingtinggi yang dilantik diantaranya, Ketua Abdullah Sani Hasibuan (INews TV), Sekretaris Ismail Batubara (Harian Medan Pos), Bendahara Junjungan Saragih dan diisi para wakil ketua serta bidang lainnya. (ian)

Covid-19 bukan ‘Musibah’, tapi ‘Berkah’ bagi UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seperti yang kita ketahui bersama, UMKM menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak wabah Covid-19. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM setidaknya terdapat 949 laporan dari pelaku koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdampak bisnisnya akibat wabah virus yang sedang melanda negeri ini.

BANGKIT: Penulis foto bersama pelaku UMKM yang bangkit dari situasi pandemi Covid-19.

Menilik pada sejarah, terdapat perbedaan pada krisis moneter tahun 1998, dimana UMKM betul-betul menjadi penyelamat ekonomi nasional yang pada saat itu banyak usaha besar kolaps. Namun pandemi saat ini, justru UMKM yang sangat terdampak. Dari sulitnya siklus usaha mengakibatkan banyaknya tenaga kerja yang terpaksa dirumahkan.

Hal yang sama dialami salah satu pelaku UMKM di Desa Tanjung Alam Kabupaten Asahan, Sutiyem yang menekuni bisnis makanan Cemilan Kuliner Nusantara dan Serbuk Jahe.

Ia mengaku ke wartawan, Kamis (23/12) bahwa bisnis yang dibangun sejak 2014 sempat mengalami penurunan omset terkhusus pada awal-awal pandemi. Bahkan karyawannya terpaksa diberhentikan akibat perputaran bisnis yang tidak sesuai. Sekarang ia memilih memasarkan produknya melalui jejaring warga sebagai penyampai informasi produk. Kemudian ia menggeluti cara penawaran melalui online.

Melalui anaknya yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana, Rahmad, ia membuat akun Instagram bernama Kost Food pertama kali pada tanggal 5 Agustus 2021. Tak hanya sampai di situ, ia berhasil memasukkan produk kemasan Bubuk Jahe Segar ke platform eCommerce Toko Pedia dan Shopee dengan harga Rp. 15.500,- (kemasan botol) dan Rp. 80.000,-. / Kg.

Kemudian, anak kedua dari tiga bersaudara ini berkonsultasi kepada pimpinan fakultasnya berharap menemukan terobosan baru. Seiring berjalannya waktu, tepat pada tanggal 29 November 2021, Rahmad menerima bantuan alat pengaduk otomatis menggunakan dinamo listrik dari salah satu dosen perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Medan. Lalu Rahmad pun membuka cabang usaha yang baru di Jalan Mesjid Taufik No. 154 A Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Dari sinilah omset pendapatan usaha rumahan keluarga Sutiyem menanjak sampai menyentuh omset Rp 4 juta / bulan. Hal tersebut juga tak lepas dari bantuan permodalan usaha dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp10 juta.

Dengan omset yang diterimanya saat ini, ia berhasil mempertahankan 2 orang pekerja yakni kakak ipar beserta adik kandungnya. Merekalah yang setia membantu membuat produknya seperti kue bawang ungu, kripik ubi pedas, kripik kentang, kripik keladi, ubi karamel dan rengginang.

“Covid-19 bukan ‘Musibah’, karena sebelumnya usaha saya sempat jatuh dan mengalami kendala dalam pemasarannya. Di balik itu semua, usaha adalah ‘Berkah’ jika kita mampu melihat pasar dan mampu melakukan perbaikan berkelanjutan. Dari berkah yang kami terima, keluarga ini mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga serta bisa manguliahkan anak saya sampai selesai,” ungkap Sutiyem kepada penulis. (Darmawan)

Mayat Dibuang di Pinggir Jalan Desa Seiberas Sekata, Polisi Kantongi Identitas Tiga Tersangka Pembunuhan

LOKASI: Polisi membuat garis polisi, lokasi pembuangan jasad Reza di Pinggir Jalan Desa Seiberas Sekata, Sunggal Deliserdang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Rereserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan tengah memburu tersangka pembunuh Reza (21), warga Jalan Flamboyan, Tanjungselamat, Medan Sunggal. Reza ditemukan tewas dengan kondisi bekas luka pada tubuhnya di pinggir Jalan Desa Seiberas Sekata, Sunggal, Selasa (21/12).

LOKASI: Polisi membuat garis polisi, lokasi pembuangan jasad Reza di Pinggir Jalan Desa Seiberas Sekata, Sunggal Deliserdang.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus mengatakan dari hasil penyelidikan polisi, ada tiga orang diduga pelaku dan sudah dikantongi identitasnya. Saat ini, masih dilakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap ketiga orang tersebut.

“Masih kami lakukan penyelidikan, dan kami sudah mengantongi tiga nama diduga pelaku. Namun, harus kami dapatkan fakta dan buktinya,” kata Firdaus kepada wartawan, Kamis (23/12).

Terkait motif pembunuhan, Firdaus mengaku sedang mendalami lebih lanjut. “Untuk motif didalami, mohon waktu karena perlu dilakukan penyelidikan lagi,” ujarnya. Firdaus menyebutkan, dalam kasus ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi.

“Ada empat orang yang dilakukan pemeriksaan dan masih ada saksi-saksi lagi yang harus diperiksa,” tukasnya. (ris/azw)

Diketahui, warga Desa Seiberas Sekata, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dihebohkan dengan penemuan jasad Reza dalam kondisi berlumuran darah di pinggir jalan. Mayat pemuda tersebut tergeletak di dekat perkebunan milik masyarakat. Di tubuh mayat itu, terdapat sejumlah luka diduga kuat bekas tusukan. (ris/azw)

Uang Dana Desa Rp240 Juta Raib dalam Mobil, Terjadi saat Kades sedang Makan di Warung

DIBOBOL: Mobil Mitshubisi Pajero Sport BK 1392 PK yang dibobol OTK dan kehilangan uang kontan Rp 240 Juta, Kamis (23/12/2021).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kepala Desa (Kades) Karyajadi, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, Popi Rahmawati kehilangan uang dana desa sebesar Rp240 juta dalam mobilnya. Uang tersebut disimpan di mobil Pajero Sport BK 1392 PK ini hilang saat parkir di satu rumah makan di Jalan Proklamasi, Kota Stabat, Kamis (23/12).

DIBOBOL: Mobil Mitshubisi Pajero Sport BK 1392 PK yang dibobol OTK dan kehilangan uang kontan Rp 240 Juta, Kamis (23/12/2021).

Dari informasi yang dihimpun, uang tersebut baru saja diambil dari Bank Sumut untuk keperluan operasional desa. Saat mengambil uang tersebut, Popi ditemani Kaur Keuangan Ernawati br Sinulingga dan Sekretaris Desa Sri Wahyuni. Setelah mengambil uang tersebut, mereka kemudian singgah untuk makan di salah satu rumah makan di Jalan Proklamasi, Kota Stabat.

Lalu mereka duduk dan memesan makanan saat berada di lokasi dan duduk 15 menit. Kemudian usai hendak kembali pulang terlihat kaca mobil sebelah kanan sudah pecah.

Ternyata setelah dilihat uang yang berada di kursi paling depan terlihat bungkusan plastik warna hitam sudah tidak ada lagi. (ins/azw)

Uang sebesar Rp 240 Juta tersebut merupakan uang Dana Desa (DD) yang baru diambil dari Bank Sumut, untuk dipergunakan nantinya. Sementara itu, kasus ini masih dalam penyelidikan penyidik dari Satreskrim Polres Langkat. (ins/azw)

Dua Petugas Kebersihan Didakwa Kasus Penganiayaan

KETERANGAN: Dua saksi korban memberikan keterangan, dalam kasus dugaan penganiayaan di PN Medan, Rabu (22/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua petugas kebersihan Pasar Bulan, Fidelis Lase als Fide dan Muhammad Fahrul Rozi Sitepu, menjalani dakwaan penganiayaan dua korban, secara virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (22/12).

KETERANGAN: Dua saksi korban memberikan keterangan, dalam kasus dugaan penganiayaan di PN Medan, Rabu (22/12).

Jaksa Penuntut Umun (JPU) Sri Yanti Panjaitan menuturkan, bahwa perkara ini berawal pada 7 Juni 2021 sekitar pukul 03.00 WIB, saat saksi Josua Tobing sedang mengutip uang parkir.

Kemudian Josua melihat saksi korban Thomson Samosir sedang dipukuli oleh Umar dengan menggunakan balok bersama dengan kawan-kawannya di sebuah warung kopi dengan menggunakan alat.

Setelah memukul saksi korban Thomson Samosir, tiba-tiba Pantos mendatangi saksi korban Josua, menggunakan gancu dan langsung memukul dan mengenai telinga kiri saksi korban Josua.

“Kemudian terdakwa Fidelis Lase datang membawa kayu, memukul saksi korban Josua di bagian badan. Kemudian Botak dan terdakwa Muhammad Fahrul memukul saksi korban Josua Tobing, dengan menggunakan sekop semen dan mengenai rusuk kiri saksi korban Josua Tobing,” kata Jaksa.

Setelah itu, kata JPU datang juga tiga orang yang tidak dikenal saksi korban juga ikut memukulinya menggunakan parang dan kayu, hingga ia terjatuh di aspal. Setelah saksi korban Josua terjatuh, kata Jaksa kemudian terdakwa Muhammad Fahrul bersama teman-teman terdakwa meninggalkan saksi korban Josua Tobing tergeletak di aspal.

“Selanjutnya saksi korban Josua Tobing pun lari ke gedung nasional dan bertemu dengan saksi Ageng Sinuraya dan saksi Marudut Silitonga yang kemudian membawanya ke Rumah Sakit Pirngadi,” katanya.

Sebelumnya, kata Jaksa perkara ini berawal pada Senin 07 Juni 2021 sekitar pukul 03.00 WIB, di Jalan Martimus Lubis, saksi korban Thomson Samosir duduk di warung kopi, kemudian datang terdakwa I Fidelis Lase. Namun karena Thomson tidak gubris, akhirnya sejumlah orang menganiaya ia hingga terkapar.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” pungkas JPU. (man/azw)

Pengakuan Pelaku Penikam Wanita Sebanyak 10 Liang, Tersangka Nekat karena Sakit Hati

DIPAPARKAN: Tersangka Muhammad Faris saat dipaparkan Polrestabes Medan di Mapolrestabes Medan, Rabu (22/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Motif pelaku penikaman dan perampokan terhadap Indah Khairani (26), wanita yang mengendarai mobil Honda Brio Satya merah BK 1273 ZA terungkap. Gara-garanya cuma sakit dan kesal karena sering diminta uang oleh korban.

DIPAPARKAN: Tersangka Muhammad Faris saat dipaparkan Polrestabes Medan di Mapolrestabes Medan, Rabu (22/12).

“Kesal karena dia asyik minta-minta duit untuk keperluan pribadinya. Sudah dua kali diberikan uang, pertama Rp1,5 juta dan kedua Rp1 juta,” kata tersangka, Muhammad Faris yang menikam korban hingga 10 liang di Jalan Yos Sudarso, Medan Barat, depan Kampus Universitas Dharmawangsa, Selasa (21/12) dini hari.

Pengakuan tersangka tersebut disampaikannya saat dihadirkan dalam pemaparan kasus di halaman Kantor Polrestabes Medan, Rabu (22/12) petang.

Pelaku juga mengaku, dia memberikan uang karena terpengaruh oleh korban. Namun, tidak dijelaskan secara detail pengaruh dimaksud. “Sudah tiga tahun kami kenal, kenalnya dari Instagram. Saya gak tahu kenapa mau ngasih duit ke dia, saya seperti terpengaruh gitu selalu mau ngasih duit ke dia,” akunya.

Menurut pelaku, dia tidak merencanakan menikam korban dan berniat membawa kabur mobil milik korban. “Saya beli pisau, tupperware, untuk keperluan di kos sewaktu kami di Bali Kado (swalayan di kawasan Medan Johor). Saya gak ada niat mau ambil mobilnya, karena saat kejadian saya ketakutan sehingga saya bawa kabur dan saya tinggal di daerah Belawan,” katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Muhammad Firdaus mengatakan, pelaku ditangkap di kawasan Belawan pada Rabu. Selain pelaku, diamankan mobil milik korban. “Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki kiri tersangka karena berusaha melakukan perlawanan saat diamankan,” kata Firdaus.

Dia menyebutkan, pihaknya masih mendalami lebih lanjut kasus tersebut. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara 12 tahun. “Kita masih dalami pisau yang dibeli pelaku dari swalayan, apakah dibeli dengan niat untuk menghabisi korban atau keperluan lain,” pungkasnya. (ris/azw)

Almas Lintang Silima Pungga-Pungga Dairi Surati Kanselir Republik Federal Jerman

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Aliansi Masyarakat  Lingkar Tambang (Almas Lintang) PT Dairi Prima Mineral berlokasi di kecamatan Silima Pungga-Pungga, kabupaten Dairi, surati Kanselir Republik Federal Jerman di Jerman.

Koordinator Almas Lintang PT Dairi Prima Mineral, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Dairi, Sahbin Cibro.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Mereka berkirim surat, untuk menyampaikan sikap kecewa terhadap Duta Besar Republik Federal Jerman di Indonesia, yang diduga mengabaikan undangan Almas Lintang untuk melakukan pertemuan.

Surat undangan pertemuan dengan Duta Besar Republik Federal Jerman tercatat dengan No : 003/EKS/Als/XI/20201. Sementara, surat Almas Lintang yang dikirimkan ke Kanselir di Jerman No : 004/EKS/Als/XII/2021 perihal surat pernyataan, sudah dikirim hari ini, Kamis (23/12). 

Demikian diterangkan Koordinator Almas Lintang Silima Pungga-Pungga, Sahbin Cibro kepada wartawan, Kamis (23/12). Sahbin menerangkan, dalam surat pernyataan yang kita kirim tersebut berisikan.

Pertama, bahwa seluruh masyarakat yang tergabung  dalam Almas Lintang Silima Pungga-Pungga, merasa kecewa terhadap sikap abai Duta Besar Republik Federal Jerman dengan tidak merespons undangan yang kami sampaikan sebelumnya, ucap Sahbin.

Kedua, meminta agar Dubes Jerman untuk dapat melakukan seleksi secara ketat aliran dana yang berasal dari donor di Jerman, dan disalurkan ke Indonesia melalui organisasi keagamaan atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dan ketiga, menuntut Dubes Jerman untuk menghentikan dugaan aliran dana dukungan kepada Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) yang diduga kuat berasal dari lembaga donor di Jerman, sebut sahbin.

Sahbin menambahkan, Almas Lintang meminta kepada LSM YDPK, agar bekerja sesuai fungsinya. Jangan provokasi masyarakat kami. Kalau bidang keagamaan, agamalah bina. Jangan jadi provokasi ditengah masyarakat, tegas Sahbin yang juga Bendahara Umum Pemangku Hak Ulayat (PHU) Marga Cibro.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa kali Almas Lintang telah menggelar aksi unjukrasa ke Kantor Camat Silima Pungga-Pungga di Parongil serta Kantor Bupati dan DPRD Dairi, untuk mendukung investasi di Dairi salahsatunya investasi dilakukan PT Dairi Mineral, perusahaan pertambangan timah hitam dan seng berlokasi di Dusun Sopokomil, Desa Longkotan, kecamatan Silima Pungga-Pungga. 

Karena menurut Almas Lintang, kehadiran PT DPM akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga Dairi khususnya warga sekitar tambang. Dan Almas Lintang Silima Pungga-Pungga, menolak LSM yang menghambat investasi seperti dilakukan PT DPM. (rud).

Langgar Perda dan Perwal Pengangkatan Kepling, Edi: Copot Lurah yang Bermain!

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi I DPRD Medan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Saputra ST meminta Wali Kota Medan menindak dan mencopot oknum lurah yang nekat bermain dalam pengangkatan kepala lingkungan (Kepling). Pasalnya, semua sudah ada aturannya dalam Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan.

Apalagi, Wali Kota Medan Bobby Nasution sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 21 Tahun 2021 sebagai petunjuk teknis dari Perda yang disahkan DPRD Medan itu. “Makanya kita minta masyarakat melaporkan jika ada lurah yang masih berani bermain dalam pengangkatan Kepling. Proses pengangkatan dan pemberhentiannya jelas sudah diatur, baik di Perda maupun Perwal. Makanya tidak bisa lagi sesuka hati lurah asal tunjuk, kemudian direkomendasikan ke camat dan keluar SK pengangkatan,” tegas Edi Saputra kepada wartawan melalui telepon selularnya, Kamis (23/12/2021) malam.

Edi mengaku, menyampaikan itu saat dirinya menerima laporan sejumlah warga, masih adanya oknum lurah hingga camat disebut-sebut bermain dalam suksesi atau pengajuan dan pengangkatan Kepling. Sebab berdasarkan laporan diterima dari warga, oknum lurah itu berniat memenangkan calon keplingnya yang merupakan dari keluarganya sendiri.

“Kita menerima laporan, calon Kepling yang mau dijagokan itu juga merupakan warga yang bukan berdomisili di lingkungan itu. Begitu juga adanya laporan warga, bahwa lurah terkesan mulai dari menutupi masa pendaftaran, tidak menerima pendaftaran calon yang diinginkan warga, hingga persoalan tiba-tiba sudah ada pengangkatan Kepling yang diinginkan oknum kelurahan hingga kecamatan,” beber Edi.

Sehingga, lanjut wakil rakyat dari daerah pemilihan Medan IV meliputi Kecamatan Medan Kota, Amplas, Denai, dan Area ini, warga minta kepadanya agar pengusulan atau pencalonan Kepling mendapat perhatian dan pengawasan dari wakil rakyat, khususnya tahap menyampaikan berkas lamarannya langsung ke camat. “Apalagi warga melaporkan, ada juga oknum lurah juga ada menjagokan keluarganya untuk maju sebagai Kepala Lingkungan yang nyatanya calon Kepling yang dijagokan lurah tersebut warga baru di lingkungan tersebut,” imbuhnya.

Edi mengak, laporan warga tersebut merupakan bentuk kekhawatiran masyarakat terhadap pencalonan dan pengangkatan Kepling yang tidak berjalan sesuai aturan yang sudah diatur. Untuk itu, Edi menekankan akan segera membawa persoalan kisruh atau protes sejumlah warga soal pengangkatan Kepling ini dalam rapat di Komisi I yang membidangi hukum dan pemerintahan.

“Kita akan segera memanggil para oknum kelurahan hingga kecamatan yang sudah dipersoalkan warganya dalam pengangkatan Kepling. Jika nantinya terbukti pihak kelurahan atau kecamatan bermain, maka DPRD Kota Medan akan merekomendasikannya ke Walikota Medan agar diberikan sanksi tegas hingga pencopotan,” tegasnya. (adz)