26 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 2859

Polisi Ringkus Pencuri Kabel Perusahaan

DIPAPARKAN: Tersangka beserta barang bukti dipaparkan Polsekta Medan Baru, Kamis (16/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelaku pencurian kabel tembaga listrik milik PT Hermes Realty Indonesia di Jalan Polonia, Medan Polonia, diringkus petugas Polsek Medan Baru. Pelaku berinisial DI (40) warga Jalan Karya Kasih, Medan Polonia.

DIPAPARKAN: Tersangka beserta barang bukti dipaparkan Polsekta Medan Baru, Kamis (16/12).

Kapolsek Medan Baru AKP Teuku Fathir Mustafa melalui Kanit Reskrim Iptu Martua Manik mengatakan, pelaku melakukan aksi kriminalitasnya, Rabu (15/12).

Aksi pelaku tertangkap basah petugas sekuriti perusahaan tersebut dan kemudian diserahkan kepada polisi. “Pelaku DI diserahkan bersama dengan barang bukti 10 gulung kabel tembaga listrik, obeng dan tang,” kata Martua, Kamis (16/12).

Martua menyebutkan, dari hasil keterangan petugas security perusahaan itu, pelaku beraksi seorang diri pada siang hari sekitar pukul 13.30 WIB. “Pelaku terlihat petugas security yang berada di lantai bawah gedung sedang memotong kabel tembaga listrik dari lantai 2,” sebutnya.

Melihat aksi pelaku, petugas sekuriti memanggil rekannya. Kemudian, mengejar dan menangkap pelaku. “Pelaku sempat melompat dari lantai 2 gedung. Akan tetapi, akhirnya berhasil ditangkap oleh petugas security,” sambung Martua.

Dia mengaku, pihaknya masih mendalami keterangan pelaku untuk pengembangan kasus. “Pelaku bersama barang bukti telah kita amankan untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (ris/azw)

Sidang Korupsi Pengalihan Status APL Hutan Tele, Mantan Sekda Tobasa Rugikan Negara Rp32 Miliar

DAKWAAN: Mantan Sekda Tobasa, Parlindungan Simbolon terdakwa kasus dugaan korupsi pengalihan hutan Tele, menjalani sidang dakwaan secara virtual, Kamis (16/12).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Toba Samosir (Tobasa), Parlindungan Simbolon menjalani sidang dakwaan secara virtual, di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (16/12). Dia didakwa Jaksa atas kasus dugaan korupsi pengalihan status Areal Penggunaan Lain (APL) Hutan Tele, yang merugikan negara Rp32 miliar.

DAKWAAN: Mantan Sekda Tobasa, Parlindungan Simbolon terdakwa kasus dugaan korupsi pengalihan hutan Tele, menjalani sidang dakwaan secara virtual, Kamis (16/12).agusman/sumut pos.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erik Sarumaha menguraikan dalam dakwaannya, pada 23 Desember 2003 sampai 2018, terdakwa Parlindungan Simbolon bersama-sama mantan Bupati Tobasa, Sahala Tampubolon (berkas terpisah) di Desa Partukko Naginjang, Kecamatan Harian Kabupaten Tobasa, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri.

“Sahala Tampubolon yang saat itu menjabat sebagai Bupati Tobasa membentuk Tim Penataan dan Pengaturan Kawasan Hutan Tele (PPKHT) di Desa Partungko Naginjang Tahun 2002,” ujarnya.

Selanjutnya, kata JPU, Sekda Tobasa Parlindungan Simbolon menjadi pengarah dan mantan Kades Boluson Pasaribu sebagai anggota tim. Lalu Boluson dan Parlindungan Simbolon menghimpun 293 orang untuk mengajukan izin pembukaan lahan di kawasan Hutan Tele.

Boluson juga meminta uang sebesar Rp600 ribu kepada setiap orang yang mengajukan pembukaan lahan. Uang tersebut diserahkan kepada Tim PPKHT. Kemudian pada 26 Desember 2003, Bupati Sahala Tampubolon menerbitkan izin membuka lahan untuk pemukiman dan pertanian di Desa Partungko Naginjang. Namun pembukaan lahan tersebut bermasalah.

Sahala Tampubolon dianggap tidak melaksanakan tugasnya sebagai Bupati Tobasa untuk melakukan pengawasan terhadap peraturan perundang-undangan Landreform di daerahnya sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 5 Keputusan Presiden RI Nomor 50 Tahun 1980 tentang Organisasi dan Tata Kerja Penyelenggaraan Landreform.

Sementara, Parlindungan Simbolon telah menyalahgunakan jabatannya sebagai Sekda Tobasa untuk mengusulkan nama-nama warga yang bukan warga setempat dan bukan pula petani setempat. Sedangkan Boluson melakukan penjualan atas tanah tersebut Rp15 juta per hektare pada 2014. Bahkan sebagian lahan dijual kepada yang bukan warga desa tersebut.

Perbuatan terdakwa Parlindungan Simbolon, diancam pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkas JPU.

Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim diketuai Sarma Siregar memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyampaikan eksepsi. Namun, dikarenakan PH terdakwa tidak mengajukan eksepsi, maka sidang dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda saksi. (man/azw)

Polisi Tangkap Dua Pria Pembeli Sabu

DUA TERSANGKA: Petugas Polsek Medan Area sedang memaparkan dua tersangka yang tertangkap membeli sabu-sabu, di Mapolsek Medan Area, Rabu (15/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Area menangkap dua orang pemakai narkoba jenis sabu-sabu, di Jalan Abiyoso, Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Keduanya ditangkap petugas, usai membeli barang haram tersebut. Kapolsek Medan Area, AKP Sawangin mengatakan, kedua tersangka yang diamankan petugas yakni M Habibie (31) dan WM (19). Keduanya merupakan warga Jalan Ismailiyah, Kecamatan medan Labuhan.

DUA TERSANGKA: Petugas Polsek Medan Area sedang memaparkan dua tersangka yang tertangkap membeli sabu-sabu, di Mapolsek Medan Area, Rabu (15/12).

Penangkapan ini, paparnya, berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah terkait maraknya transaksi sabu-sabu, di Jalan Abiyoso, Desa Saentis, Deliserdang.

“Selanjutnya, petugas kami menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan,” kata Sawangin, Rabu (15/12).

Saat di lokasi, lanjutnya, petugas melihat gerak-gerik mencurigakan seorang pemuda di kawasan itu. Selanjutnya kedua pemuda diamankan petugas dan digeledah barang bawaannya. “Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita barang bukti seberat 7,50 gram,” jelasnya.

Atas penemuan barang bukti tersebut, tambah Sawangin, kedua tersangka lalu diboyong ke Polsek Medan Area. Kepada petugas tersangka mengaku bahwa sabu-sabu itu milik mereka. Dikatakannya, dua orang masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni Rudi sebagai bandar narkoba, dan Ijul alias Joker orang yang menyuruh membeli narkoba masih dalam pengejaran.

“Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 1 subsider Pasal 112 ayat1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (dwi/azw)

Polisi Tembak Pelaku Curanmor Jalan Halat

DIPAPARKAN: Tersangka pencuri kendaraan bermotor Dani Hasibuan saat dipaparkan Polsekta Medan Area.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dani Hasibuan, warga Desa Sumbul, Kabupaten Dairi ditembak petugas Unit Reskrim Polsek Medan Area. Pasalnya, tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini mencoba kabur saat pengembangan kasus.

DIPAPARKAN: Tersangka pencuri kendaraan bermotor Dani Hasibuan saat dipaparkan Polsekta Medan Area.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Philip A Purba mengatakan, pelaku melakukan aksi pencurian sepeda motor milik warga Jalan Halat, Jumat (10/12) lalu. Pria berusia 40 tahun ini nekat mencuri sepeda motor Honda Beat milik warga bernama Ilham Habibie (40) yang kebetulan tengah mandi di rumahnya.

“Korban melaporkan kasus pencurian ini kepada petugas kita. Laporan korban lalu ditindaklanjuti hingga berhasil meringkus pelaku. Namun, saat dibawa pengembangan kasus ternyata pelaku melawan petugas dan berupaya kabur sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur,” kata Philip, Kamis (16/12).

Pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diberikan perawatan. Selanjutnya, diboyong ke Mapolsek Medan Area untuk diperiksa penyidik. “Dari pelaku, disita barang bukti topi warna hitam merk Polo Sport, kunci T, kunci sepeda motor, gunting kecil dan lainnya. Kasusnya masih didalami lebih lanjut,” pungkas Philip. (ris/azw)

Jalani Sidang Perdana, Kompol Raja Hotma Ambarita Didakwa Kasus Pengrusakan Mobil

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum perwira polisi Kompol Raja Hotma Ambarita menjalani sidang perdana di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (16/12). Dia didakwa jaksa atas kasus dugaan penghancuran atau pengrusakan mobil korban.

Ilustrasi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan menguraikan dalam dakwaannya, bahwa perkara ini bermula pada 27 Januari 2020, sekira pukul 03.00 WIB, saat terdakwa dan saksi Dedi Setiawan pulang dari sebuah hotel.

Lalu, sekira pukul 03.30 WIB terdakwa menghentikamobilnya di depan rumah milik saksi Rudolf Manurung yang beralamat di Jalan Bunga Raya Nomor 197 Medan Selayang. Lalu terdakwa menunjuk sebuah mobil dan menyuruh Dedi membakar ban mobil tersebut, dengan mengatakan bahwa mobil tersebut adalah milik terdakwa.

“Saksi Dedi melihat 1 unit mobil merek Toyota Avanza Veloz. Setelah itu terdakwa memundurkan mobilnya, dan langsung memberikan 1 bungkus plastik yang berisi minyak pertalite,” kata Jaksa.

Kemudian, saksi Dedi lantas masuk ke halaman rumah milik Rudolf Manurung dengan melompati tembok pagar samping kiri rumah dan melancarkan aksinya sehingga bagian depan mobil terbakar.

Setelah kedua ban mobil terbakar, tiba-tiba dilihat oleh saksi Alamsyah alias Alam dan saksi Muhammad Irsad yang ketika itu sedang melintas di depan rumah Rudolf sehingga mereka berteriak ada kebarakan.

Kedua saksi lalu menggedor pintu gerbang rumah saksi Rudolf Manurung. Rudolf Irfan Edward serta saksi Kamsia pun terbangun dan spontan memadamkan api. Sementara saksi lainnya Hardiansyah sempat mengejar mobil terdakwa Hotman, namun kehabisan bahan bakar.

“Lalu, setelah di Pintu Tol Helvetia, terdakwa menyuruh saksi Dedi Setiawan alias Dedi turun dari mobil. ‘Kau turun di sini. Jangan nampak-nampak dulu kau,” kata Randi Tambunan menirukan ucapan terdakwa.

Dalam dakwaan Jaksa juga disebutkan bahwa sesuai keterangan saksi Rudolf Manurung bahwa pada tanggal 3 Juni 2018 ia ada melaporkan terdakwa Raja Hotman tentang kasus penganiayaan terhadap dirinya.

Selain itu, saksi korban juga ada melaporkan terdakwa Raja Hotman Ambarita tentang kasus pembakaran penginapan/Guest House milik saksi Rudolf Manurung yang terletak di Lumban Manurung, Kelurahan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Dan terdakwa mendapatlan vonis 2 tahun di PN Balige.

Diketahui sebelumnya, Dedi Setiawan telah divonis Majelis Hakim PN Medan dengan ketua Mery Donna Pasaribu selama 6 tahun penjara. JPU dari Kejari Medan Novrika melakukan upaya hukum banding, hingga majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan pada 2 Agustus 2021 lalu, kemudian menguatkan putusan PN Medan. Kini Dedi masih masih menempuh upaya hukum kasasi. (man/azw)

MAXstream Rilis ‘Kurindu Natal Keluarga: Santa Claus dari Jakarta?’, Drama Komedi Orisinal untuk Hangatkan Momen Natal 2021 Bagi Keluarga Indonesia

Telkomsel melalui MAXstream rilis drama komedi orisinal berjudul ‘Kurindu Natal Keluarga: Santa Claus dari Jakarta’ yang akan tayang secara eksklusif mulai 10 Desember 2021 hanya di Aplikasi MAXstream. Secara eksklusive, Telkomsel juga menggelar kegiatan “Meet the Cast” bersama para pemeran film tersebut dengan Media dan pelanggan di wilayah Sumatera (17/12).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel melalui marketplace konten video on demand (VoD) MAXstream secara konsisten terus menghadirkan hiburan berkualitas terbaru yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga Indonesia. Kali ini, MAXstream merilis konten orisinal berjudul ‘Kurindu Natal Keluarga: Santa Claus dari Jakarta?’ guna meramaikan  momen Natal 2021, yang dapat ditonton di MAXstream mulai 10 Desember 2021. Secara eksklusive, Telkomsel juga menggelar kegiatan “Meet the Cast” bersama para pemeran film tersebut dengan Media dan pelanggan di wilayah Sumatera (17/12).

Telkomsel melalui MAXstream rilis drama komedi orisinal berjudul ‘Kurindu Natal Keluarga: Santa Claus dari Jakarta’ yang akan tayang secara eksklusif mulai 10 Desember 2021 hanya di Aplikasi MAXstream. Secara eksklusive, Telkomsel juga menggelar kegiatan “Meet the Cast” bersama para pemeran film tersebut dengan Media dan pelanggan di wilayah Sumatera (17/12).

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, “Menyambut momen Natal 2021, Telkomsel melalui MAXstream ingin menghadirkan tontonan berkualitas yang tak hanya menghibur, melainkan juga yang sarat akan nilai-nilai keluarga. Kehadiran konten orisinal terbaru ‘Kurindu Natal Keluarga: Santa Claus dari Jakarta?’ ini turut menegaskan komitmen Telkomsel sebagai  The Home of Entertainment yang akan  terus berupaya memberikan konten hiburan digital berkualitas kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pelanggan Telkomsel. Kami pun berharap konten orisinal MAXstream ini dapat menjadi hiburan pilihan menarik  untuk disaksikan bersama keluarga tercinta sehingga dapat menghadirkan hangatnya kebersamaan pada momen Natal tahun ini yang masih harus dirayakan di tengah pandemi.”

‘Kurindu Natal Keluarga: Santa Claus dari Jakarta?’ merupakan konten orisinal hasil kolaborasi antara Telkomsel dengan rumah produksi lokal PIM Pictures yang disutradarai oleh Jay Sukmo . Konten orisinal bergenre drama komedi  ini dibintangi oleh sejumlah selebriti yang sudah tidak asing di layar kaca, di antaranya Dirly Idol, Deven Christiandi, Aurelie Moeremans, Anneth Delliecia Nasution, Rizky Hanggono, dan masih banyak lainnya.

Dibalut dengan nuansa komedi, ‘Kurindu Natal keluarga: Santa Claus dari Jakarta?’ ini bercerita mengenai perjuangan seorang ayah bernama Daniel (Dirly) yang memilih merantau ke Jakarta demi memberikan penghidupan yang lebih baik untuk keluarganya. Namun di tengah perjuangan, Daniel terjebak dalam tabiat buruknya yang suka berjudi dan menipu. Di satu sisi, demi bisa merayakan Natal bersama di rumah, putranya yang berusia 12 tahun rela menyusul Daniel dari Yogyakarta. Setelah keduanya bertemu, Daniel pun memutuskan untuk mengantarkan anaknya pulang dengan menggunakan mobil curian. Tapi ternyata mobil tersebut milik mafia yang membuat perjalanan mereka untuk pulang menjadi sangat menantang.

Khusus untuk media dan pelanggan di area Sumatera, Telkomsel juga menghadirkan kegiatan “Meet the Cast” yang dihadiri oleh lima pemeran utama film tersebut (17/12). Secara khusus para media dan pelanggan yang hadir secara virtual ini dapat berinteraksi langsung serta berbagi kisah menarik dibalik layar film tersebut.

Hadirnya ‘Kurindu Natal Keluarga: Santa Claus dari Jakarta?’ ini menambah daftar kekayaan konten orisinal yang tayang di MAXstream sepanjang tahun 2021. Sebelumnya, Telkomsel sudah lebih dulu menghadirkan sejumlah konten orisinal lainnya dari berbagai macam genre, di antaranya ‘Angling Dharma’ yang merupakan konten orisinal kolosal pertama MAXstream, konten drama persahabatan remaja ‘Kau dan Dia’, dan konten drama action ‘Serigala Langit’.

Hingga saat ini, aplikasi MAXstream telah diunduh lebih dari 30 juta kali, baik melalui Google Play Store maupun App Store. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai pilihan paket khusus dan cara aktivasi untuk mengakses konten MAXstream, serta ragam pilihan konten digital menarik lainnya, dapat diakses melalui tautan tsel.me/maxstream.

“MAXstream akan terus menghadirkan beragam konten orisinal dengan mengedepankan prinsip customer-centric untuk dapat memenuhi kebutuhan digital lifestyle para pelanggan akan hiburan berkualitas. Ke depan, kami pun akan terus mengoptimalkan MAXstream sebagai wadah untuk membuka peluang lebih luas bagi sineas lokal dalam berkarya dan menghadirkan lebih banyak lagi konten orisinal, tak hanya untuk memajukan industri perfilman tanah air, tapi juga demi memberikan hiburan terdepan bagi pelanggan,” tutup Nirwan.

Pembangunan Jalan dan Drainase Dinilai Asal Jadi, Dinas PU Diminta Siapkan Perencanaan Kerja Secara Matang

DIBONGKAR: Pembangunan drainase di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Amplas, yang dibongkar dan diganti dengan drainase baru. Pengerjaan seperti ini dinilai asal jadi oleh DPRD Medan. Karena itu, Dinas PU Kota Medan diminta untuk menyiapkan perencanaan kerja secara matang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan diminta untuk membuat perencanaan pembangunan infrastruktur secara matang. Pasalnya hingga saat ini, masih ada saja hasil pekerjaan Dinas PU Kota Medan yang dinilai asal jadi.

DIBONGKAR: Pembangunan drainase di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Amplas, yang dibongkar dan diganti dengan drainase baru. Pengerjaan seperti ini dinilai asal jadi oleh DPRD Medan. Karena itu, Dinas PU Kota Medan diminta untuk menyiapkan perencanaan kerja secara matang.

Ke depannya hal itu harus segera dibenahi, sehingga Rp1 triliun yang dialokasikan dalam Anggaran Dinas PU Kota Medan pada 2022 mendatang, tidak menjadi sia-sia dan dapat digunakan secara maksimal.

“Cukup banyak hasil pekerjaan Dinas PU yang tidak maksimal, bahkan bisa dibilang asal jadi. Padahal, perencanaan itu harus ada analisis sebab akibat dan solusinya. Dengan anggaran Rp1 triliun, Dinas PU harus memberikan solusi dalam mengatasi masalah yang ada, khususnya permasalahan infrastruktur, termasuk jalan dan drainase. Begitu juga dengan masalah banjir di Medan,” ungkap Anggota Komisi 4 DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, Kamis (16/12).

Sebab, politisi Partai Gerindra ini, juga mengatakan, cukup banyak pembangunan drainase yangn

dilakukan Dinas PU Kota Medan terlihat tanpa perencanaan. Dedy mencontohkan, seperti pembangunan drainase di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Amplas. Berdasarkan amatannya, drainase tampak telah dibongkar dan diganti dengan yang baru, padahal drainase yang lama masih berfungsi dengan baik.

“Selain itu, banjir dan genangan airnya juga bukan di titik-titik tersebut. Seharusnya Dinas PU mengetahui pasti, di mana titik-titik lokasi banjir daerah tersebut, dan bagaimana solusinya,” tegasnya.

Untuk itu, dalam mengawal pembangunan yang ada, lanjutnya, Komisi 4 DPRD Medan akan meminta Dinas PU Kota Medan dapat memaparkan perencanaan pembangunan drainase yang ada di Kota Medan. Pemaparan itu, harus berdasarkan analisis permasalahan yang ada.

“Saya juga berharap pembangunan drainase itu diutamakan di titik-titik lokasi yang belum ada drainase, dan terjadi genangan air. Jangan justru lokasi-lokasi yang sudah ada drainasenya dan tidak banjir, tapi tetap dibangun drainase. Padahal masih banyak tempat yang perlu penanganan khusus,” jelas Dedy.

Selanjutnya, Dedy berharap, pembangunan drainase harus saling terkoneksi dan bermuara di satu titik tertentu. Sehingga dapat mengatasi masalah yang ada dan tidak membuang anggaran secara percuma dengan hasil tidak seperti yang diharapkan.

“Untuk itulah diperlukan pengawasan dari DPRD Medan, agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan benar. Sehingga tidak sia-sia dan membuang anggaran tanpa memecahkan masalah yang dihadapi. Kami akan terus berkolaborasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, dalam mewujudkan program prioritas yang dicanangkan, agar dapat mencapai hasil maksimal,” pungkasnya. (map/saz)

Kongres PII XXII Tahun 2021: Menko Airlangga Dorong Inovasi Insinyur dalam Mendukung Presidensi G20 Indonesia

BALI, SUMUTPOS.CO – Profesi insinyur dikenal sebagai problem solver yang mampu memberikan solusi praktis dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan keluasan ilmu yang dimiliki. Sejak awal pandemi, para insinyur anak bangsa telah berkontribusi konkret dalam menghasilkan tidak kurang dari 69 produk inovatif di bidang kesehatan, termasuk Rapid Diagnostic Test Kit, PCR Test Kit, dan ventilator.

Dalam Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) XXII tahun 2021 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Jumat (17/12), Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya kepada PII. “Semoga para pimpinan dalam kepengurusan PII yang terpilih akan terus berpikir visioner, bertindak kolaboratif dan mendorong inovasi, serta memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi,” ujar Wakil Presiden.

Pada kesempatan kongres PII yang mengangkat tema ”Penguatan Insinyur Profesional menuju Kepemimpinan Indonesia di Panggung Dunia” tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga hadir dan menyampaikan keynote speech di depan para delegasi dari seluruh tanah air. ”Para insinyur adalah orang-orang yang dididik untuk menghasilkan inovasi, semakin banyak insinyur, semakin banyak kita membuka peluang untuk solusi-solusi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya,” tutur Menko Airlangga.

Sejalan dengan kondisi global saat ini, momentum kepemimpinan Indonesia di panggung dunia pada Presidensi G20 Indonesia harus dimanfaatkan guna mendorong pemulihan dan transformasi ekonomi bersama. Bertemakan “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mendorong pemulihan ekonomi global yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan emerging countries pertama yang menjadi Presidensi G20. Selain itu, Menko Airlangga juga mengapresiasi Pengurus Pusat PII yang telah memilih tema yang sangat sejalan dengan visi Indonesia sebagai Presidensi G20 Indonesia yang berfokus untuk menyukseskan tiga hal yakni penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan.

”Dalam ketiga visi Presidensi G20 Indonesia, para insinyur Indonesia dapat mengambil peran melalui berbagai inovasi,” ungkap Menko Airlangga.

Visi yang pertama dalam Presidensi G20 Indonesia adalah arsitektur kesehatan global. Para insinyur harus mengambil perannya untuk mendorong penciptaan lighthouse projects yang memperkuat resiliensi sistem kesehatan dunia, seperti inovasi dalam alat kesehatan, obat-obatan, dan produksi vaksin. Upaya ini salah satunya akan mendorong ASEAN, terutama Indonesia, menjadi transfer hub untuk pengembangan dan produksi vaksin.

Visi kedua adalah transformasi ekonomi berbasis digital. Tujuan dari visi ini adalah untuk memperluas pemanfaatan digital dan konektivitas untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi. Inisiatif ini mempunyai target penciptaan proyek mercusuar berupa pemanfaatan sistem komunikasi Satelit Orbit Rendah untuk meningkatkan inklusivitas digital di seluruh dunia.

Ketiga adalah visi transisi energi. Terkait visi ini, insinyur dapat membantu penciptaan model-model adopsi teknologi yang mempercepat penurunan emisi karbon, seperti transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan pengembangan high voltage direct current transmission. Upaya ini akan didukung oleh model baru mekanisme pendanaan berkelanjutan yang melibatkan sektor swasta.

Pemerintah juga berkomitmen untuk menyediakan dukungan antara lain melalui Insentif Fiskal dan Pendanaan Riset Inovatif Produktif, dukungan tersebut berupa program pendanaan riset baik kompetitif maupun inisiatif yang ditujukan untuk peningkatan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk/teknologi atau implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Guna mendorong inovasi di sektor swasta, atau bagi para insinyur yang berkecimpung di dunia usaha, Pemerintah juga telah menyediakan insentif berupa Super Deduction Tax untuk perusahaan yang melakukan kegiatan Litbang atau Research and Development melalui Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 153/PMK.010/2020 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto Atas Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tertentu di Indonesia.

Pemerintah juga terus mendukung PII untuk melakukan penguatan insinyur profesional di Indonesia hingga bisa mencapai jumlah insinyur yang dibutuhkan. “Saya berharap semoga PII dapat terus mendorong lahirnya insinyur-insinyur Indonesia yang handal, sehingga menguatkan posisi Indonesia dalam percaturan kepemimpinan dunia,” pungkas Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, PII menganugerahkan penghargaan tertinggi Outstanding Lifetime Acchievement Awards kepada Ir. Soekarno, Ir. Djuanda Kartawidjaja, dan Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI John Wempi Wetipo, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Ketua Umum PII Heru Dewanto. (map/fsr/*)

Perguruan Tinggi Ikut Berperan dalam Peningkatan Kemampuan Digital dan Jiwa Wirausaha Generasi Muda

BALI, SUMUTPOS.CO – Momentum pemulihan ekonomi saat ini perlu dijaga agar dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, serta untuk dapat keluar dari middle income trap dalam jangka menengah panjang. Reformasi struktural menjadi kunci, terutama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang berkelanjutan.

Peningkatan kualitas SDM perlu dilakukan guna mendorong aktivitas kewirausahaan yang saat ini masih rendah, yakni sekitar 3,47% dari total populasi. Kemampuan adaptasi tinggi, kompetitif, berjiwa entrepreneur, dan berkarakter merupakan prasyarat utama yang perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini untuk mendirikan usaha sendiri ataupun bekerja di tempat kerja.

“Generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan peluang dalam momentum Presidensi G20 Indonesia, mengingat penyelenggaraan beberapa pertemuannya juga dilakukan di Bali. Selain itu, dengan kemampuan digital yang dimiliki, diharapkan generasi muda tidak hanya berperan sebagai job seeker, namun bisa menjadi job creator,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada Kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati dengan tema ”Peluang dan Tantangan Perekonomian Indonesia pada Masa New Normal” di Denpasar, Bali, Jumat (17/12).

Dalam 15 tahun ke depan, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia di tahun 2030. Pemanfaatan talenta digital ini juga akan berperan sebagai akselerator bagi wirausaha dan menjadi peluang bagi generasi muda.

Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan civitas akademika dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan. Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan KUMKM yang menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha.

Selain itu, dukungan juga diberikan melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Ketiga program ini akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance. Terdapat pula program Kartu Prakerja untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan produktivitas, dan daya saing angkatan kerja serta mengembangkan kewirausahaan yang merupakan program pertama Pemerintah yang sepenuhnya digital. Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM.

Indonesia juga akan melakukan transformasi ekonomi melalui strategi “Making Indonesia 4.0” yang berfokus kepada 7 sektor prioritas yakni makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, dan alat kesehatan. Strategi ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.

Melalui Presidensi G20 Indonesia yang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mendorong pemulihan ekonomi global yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan. Presidensi ini untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di dunia dan mengakselerasi pemulihan di sisi kesehatan dan ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga mengungkapkan harapannya atas masukan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk para akademisi untuk memaksimalkan manfaat Presidensi G20 Indonesia yang diharapkan dapat membantu pemulihan bersama dan pemulihan yang tangguh.

Dalam kesempatan tanya jawab dengan civitas akademika, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa dunia pariwisata diharapkan dapat segera pulih kembali dalam waktu dekat. Kepariwisataan tidak dilakukan hanya dengan business as usual namun harus diikuti juga dengan penyelenggaraan event-event besar.

Menko Airlangga juga mengajak para civitas akademika yang hadir untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergi agar momentum pemulihan dapat terjaga di tahun 2022. Efektivitas penanganan pandemi adalah kunci utama bagi perekonomian untuk bangkit dari pandemi.

“Saya juga berharap perguruan tinggi dapat meningkatkan perannya tidak hanya sebagai tempat pembelajaran, namun juga sebagai pengantar bagi mahasiswa ataupun lulusannya yang ingin berwirausaha dan meningkatkan kemampuan digital,” tutup Menko Airlangga. (map/fsr/*)

Target Vaksinasi Tak Capai 70 Persen dalam Sepekan, Kapolda Bakal Evaluasi Polres Jajaran

Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menegaskan, akan mengevaluasi Kepolisian Resor (Polres) jajarannya, jika dalam sepekan target vaksinasi tidak mencapai 70 persen.

Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut.

“Saya perintahkan Polres yang capaian vaksinasinya masih rendah, wajib memaksimalkan dalam minggu ini, supaya mencapai 70 persen. Kalau tidak, akan saya evaluasi kinerjanya,” tegas Panca, Kamis (16/12).

Panca mengultimatum Polres jajaran yang belum mencapai target vaksinasi, agar bekerja keras untuk memenuhi target yang diinstruksikan Pemerintah Pusat.

“Langkah-langkah yang selama ini sudah dilakukan, agar terus diakselerasi, vaksinasi massal, vaksinasi door to doorn

dan sebagainya, agar terus digencarkan. Bersinergi dengan TNI, Pemda, Disdukcapil, Dinkes, dan stakeholder terkait. Jangan lelah, terus semangat layani masyarakat dengan hati,” imbaunya.

Berdasarkan data yang diperoleh, untuk Polres yang belum mencapai target vaksinasi dosis pertama ada 19 Polres. Di antaranya Polres Tebingtinggi (67,12 persen), Serdangbedagai (67,12 persen), Simalungun (60,95 persen), Padanglawas (56,61 persen), Mandailingnatal (56,10 persen), Padangsidimpuan (56,48 persen), Deliserdang (54,65 persen), Nias (65,45 persen), Nias Barat (52,50 persen), dan Nias Utara (48,84 persen).

Demikian juga capaian vaksinasi dosis kedua. Yakni Polres Tebingtinggi (46,71 persen), Sergai (42,81 persen), Simalungun (47,11 persen), Padanglawas (25,69 persen), Madina (23,10 persen), Padangsidimpuan (33,36 persen), Deliserdang (37,67 persen), Nias (56,45 persen), Nias Barat (33,67 persen), dan Nias Utara (17,60 persen).

Diketahui, secara umum capaian vaksinasi di Sumut dosis pertama telah mencapai 7.655.511, sedangkan dosis kedua 5.177.553. Polda Sumut dan Polres jajaran terus melakukan akselerasi di setiap daerah dan pelosok di Sumut, dengan berbagai langkah percepatan. (dwi/saz)