BINCANG: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, didamping jajaran, saat berbincang dengan pedagang daging di Pasar Petisah Medan, Kamis (16/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai menginstruksikan agar sampah yang berserak di areal Pasar Petisah dibersihkan, Direksi PUD Pasar Kota Medan mendatangi basement atau ruang bawah tanah Pasar Petisah Medan, Selasa (14/12) lalu. Seperti diketahui, basement Pasar Petisah merupakan areal pedagang yang menjual kebutuhan bahan pokok.
BINCANG: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, didamping jajaran, saat berbincang dengan pedagang daging di Pasar Petisah Medan, Kamis (16/12).
Peninjauan dipimpin langsung Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, didampingi Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, Kepala Cabang 2 Budi F Putra, dan Kepala Pasar Petisah 2 Basyiruddin.
Saat itu, Suwarno beserta rombongan memulai peninjauan dari pedagang bumbu, ikan, sayur mayur, ayam, telur, hingga daging. Pada peninjauan itu, para direksi menanyakan soal harga bahan pokok yang diperjualbelikan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kenaikan harga menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
“Tadi terdapat sejumlah kenaikan harga bahan pokok meliputi cabai caplak dari Rp45 ribu menjadi Rp60 ribu, cabai rawit dari Rp32 ribu jadi Rp42 ribu, dan ikan teri dari Rp150 ribu naik jadi Rp190 ribu. Sedangkan untuk harga ayam terpantau masih stabil,” ungkap Suwarno.
Ismail, pedagang daging, berharap tidak ada kenaikan harga saat mendekati Nataru. Bila terjadi kenaikan, mereka mengaku akan kesulitan saat berjualan.
Menaggapi hal itu, Suwarno menuturkan, pihaknya terus menginstruksikan kepada para kepala pasar untuk melakukan pemantauan harga bahan pokok. Dia pun mengatakan, pihaknya sudah menunggu langkah-langkah dan keputusan dari Pemko Medan, agar tidak terjadi penimbunan yang mengakibatkan naiknya harga bahan pokok.
Usai meninjau harga bahan pokok, Suwarno bersama rombongan, mengecek kebersihan di seputaran Pasar Petisah. Seperti diketahui, kebersihan merupakan satu program prioritas dari Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution.
Dari peninjauan ini, didapati tumpukan sampah di beberapa sudut areal pasar. Terlihat pula talang air dan drainase yang perlu dilakukan pembenahan. Untuk itu, PUD Pasar Kota Medan akan berkordinasi dengan PT Gunung Karya Kencana Sentosa (GKKS), selaku pemegang kontrak pengelola Pasar Petisah Tahap Kedua hingga 2024 mendatang.
“Kami akan berkordinasi dengan pihak PT GKKS untuk persoalan ini. Sebab seperti arahan Pak Wali, pasar tradisional di Medan harus bersih, asri, dan nyaman. Karena itulah dibutuhkan kolaborasi, dan membangun kepedulian, supaya Pasar Petisah yang merupakan satu ikon di Medan, ramai lagi didatangi pengunjung,” pungkas Suwarno. (map/saz)
CUACA BURUK: Bus melintas saat cuaca buruk di Sipirok, beberapa waktu lalu. Mudik Nataru, masyarakat diminta waspada titik longor di Sumut.Triadi Wibowo/sumutpos.
SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara bersama Direktorat Lalulintas Polda Sumut telah memetakan 14 titik rawan longsor dan sembilan titik rawan kemacetan lalu lintas di Sumut pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
CUACA BURUK: Bus melintas saat cuaca buruk di Sipirok, beberapa waktu lalu. Mudik Nataru, masyarakat diminta waspada titik longor di Sumut.Triadi Wibowo/sumutpos.
Adapun ke-14 titik rawan longsor itu antara lain; jalan batas Provinsi Aceh-Tanjung Pura; Medan-Berastagi; Kota Cane-Kutabuluh; Kutabuluh-Sidikalang; Merek-Dairi; Tanjung Dolok-Parapat; Tarutung – Sibolga; Tarutung-Tapanuli Selatan; Rampa-Poriaha; batas Kabupaten Tapanuli Utara-Sipirok; Batang Toru-Singkuang; Kota Pinang-PAL XI; batas Kabupaten Tapsel-Madina; danTeluk Dalam-Lolowau.
Sedangkan 9 titik rawan kemacetan lalulintas antara lain diperkirakan berada di Pasar Bengkel (Km 043+000); Pasar Kampung Pon (Km 063+500); Berastagi (Km 069+000); Pasar Indrapura (Km 101+300); Parapat Ajibata (Km 175+000); Pasar Porsea (Km 215+000); Pasar Balige (Km 234+000); Pasar Siborong-borong (Km 269+000); dan Pasar Aek Kanopan (Km 251+400).
Catatan Sumut Pos, pemetaan kedua hal ini sebenarnya sama seperti dua tahun sebelumnya. Hal ini turut diakui Plt Kepala Bidang Lalulintas Darat Dishub Sumut, Agustinus Panjaitan, Kamis (16/12).
Begitupun di sisi lain, ia menyebutkan kesiapan sarana transportasi umum pada periode Nataru 2022 ini, berjumlah 1.335 unit, namun untuk data riilnya hanya tersedia
293 unit saja. Adapun unit armada tersebut terdiri dari 42 perusahaan bus AKAP, 53 perusahaan AKDP, dan 26 perusahaan AJAP (Antar Jemput Antar Provinsi). “Moda transportasi tersebut tersedia pada terminal antara lain Terminal Tanjung Pinggir; Terminal Madya Tarutung; Terminal Sibolga; Terminal Tanjungpura; dan Terminal Kabanjahe,” katanya.
Upaya pihaknya beserta stakeholder terkait jelang periode Nataru kali ini, telah melakukan monitoring protokol kesehatan atau di terminal-terminal dan kendaraan umum, ramp check (inspeksi) kelaikan kendaraan di terminal & pool bus, pemeriksaan pengemudi (tes urine), pemasangan rambu petunjuk/peringatan sementara, penempatan personil dan alat berat di lokasi rawan longsor, antisipasi ketersediaan BBM, menyediaan rest area angkutan umum (terminal/UPPKB), dan monitoring tarif angkutan umum.
“Sesuai data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik I diperkirakan jatuh pada 23-24 Desember ini. Puncak arus mudik II pada 30-31 Desember,” ujarnya.
Sedangkan untuk puncak arus balik, sebutnya, diperkirakan pada 2-3 Januari 2022. Pihaknya berharap, jikalau masyarakat tetap ingin bepergian atau keluar rumah di masa libur Nataru, untuk tetap disiplin prokes sehingga tidak menambah angka penularan Covid-19 di Sumut.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, selama Desember 2021 hingga Januari 2022 pada umumnya potensi tingkat bahaya longsor di wilayah Sumatera utara (Sumut) masih tergolong tingkat menengah hingga tinggi. Hal itu dikatakan Prakirawan BBMKG 1 Medan, Utami Al Khairiyah kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (16/12).”Diimbau kepada masyarakat Sumut, agar tetap waspada dengan bencana longsor ini,” ujarnya.
Dijelaskannya, secara rinci, wilayah di Sumut yang rawan longsor tingkat menengah hingga tinggi, di antaranya Medan, Kabupaten Asahan, Dairi, Deliserdang, Humbanghasundutan (Humbahas), Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailingnatal (Madina), Nias, Samosir, dan Simalungun, Deliserdang, Serdangbedagai (Sergai), Binjai, Pematangsiantar, dan Simalungun.
Sementara itu, lanjutnya, pada hari ini (Kamis, red) hingga esok hari, Jumat (17/12), diprakirakan sejumlah wilayah di Sumut berpotensi hujan lebat, dengan disertai angin kencang dan kilat atau petir. Di antaranya di wilayah, Tapanulitengah (Tapteng), Nias, Madina, Karo dan sekitarnya, dengan suhu udara mencapai 18.0 -32.0°C, kelembapan udara 60-95 persen dan keceparan angin Barat Daya-Timur Laut / 10-30 km/jam.”Peringatan dini dari BBMKG Wilayah 1 Medan, waspada hujan lebat untuk wilayah barat Sumatera dan pegunungan yang dapat berpotensi terjadinya banjir dan longsor untuk wilayah dataran tinggi,” paparnya.
Utami menambahkan, untuk Kota Medan, kecamatan yang mengalami hujan deras disertai angin kencang dan petir, yakni Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Deli, Medan Timur, Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Amplas, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Petisah, Medan Barat, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Denai, Medan Area, Medan Maimun, dan Medan Kota.”Bagi masyarakat Kota Medan waspadai banjir atau genangan-genangan air, jalanan licin dan musibah-musibah lainnya karena dipicu hujan deras ini,” pungkasnya.
Medan Dirikan 8 Pos Cek Point
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku akan melakukan pengetatan prokes selama libur Nataru sesuai instruksi Pemerintah Pusat melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).”Inmendagri, Ingub dan Surat Edaran (SE) wali kota, ini harus bisa kita laksanakan sebaik-baiknya, setertib-tertibnya. Ini menjadi kunci utama menekam Covid-19 selama masa libur Nataru. Bagaimana peraturan-peraturannya, tinggal tingkat kepatuhannya harus ditingkatkan lagi,” ucap Bobby usai meninjau pelaksanaan razia barkoba kepada para sopir angkot di depan Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Kamis (16/12).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT mengatakan, selama masa Libur Nataru, meskipun PPKM Level 3 dibatalkan, namun Pemko Medan akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dam tim gabungan lainnya untuk melakukan penertiban dan pengetatan prokes.
Iswar memastikan, tidak akan ada penyekatan selama Libur Nataru. Namun, pihaknya akan segera mendirikan posko-posko berupa pos cek point dan pos pengamanan.”Sesuai dengan hasil koordinasi kita dengan pihak kepolisian, untuk menghadapi Nataru, itu penyekatan tidak ada. Tetapi ada beberapa pos yang kita buat di Kota Medan, terdiri dari 7 pos pengamanan, kemudian ada 8 pos cek poin,” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Kamis (16/12).
Artinya, kata Iswar, pada pos cek point itulah nantinya akan diperiksa setiap yang masuk maupun keluar dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
“Kalau ternyata yang masuk ataupun keluar belum vaksin, diusahakan akan divaksin ditempat,” ujarnya.
Tetapi khusus untuk menghindari kerumunan di malam pergantian tahun baru, sambung Iswar, Pemko Medan bersama pihak kepolisian akan bekerjasama melakukan pembatasan-pembatasan sehingga orang tidak berkumpul dan melakukan pawai-pawai.”Di luar itu, ke pihak Organda dan pengusaha angkutan, kita juga sudah meminta agar mereka membatasi jumlah penumpang, kita juga akan lakukan pemeriksaan kepada mereka melalui aplikasi PeduliLindungi tadi,” katanya.
Disebutkan Iswar, 7 pos pengamanan itu nantinya akan didirikan di tengah kota. Sedangkan untuk 8 pos cek point akan didirikan di titik-titik perbatasan atau jalur keluar/masuk Kota Medan. “Pos-pos itu akan kita dirikan mulai tanggal 24 Desember (2021) sampai 2 Januari (2022). Itu nanti personelnya gabungan, bukan cuma dari Dishub, tapi juga kepolisian, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan masih banyak yang lainnya,” pungkasnya.
Poldasu Tak Keluarkan Izin Keramaian
Sedangkan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) tidak memberikan izin keramaian saat Perayaan Tahun Baru 2022 dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (15/12) malam.”Polda Sumut dan Polres jajaran tidak mengeluarkan izin keramaian pada perayaan Tahun Baru,” katanya.
Dikatakannya, pada perayaan Tahun Baru 2022 bisa dipastikan tidak akan seperti perayaan-perayaan Tahun Baru sebelum pandemi Covid-19. Sebab, Polda sumut dan jajaran tidak akan menerbitkan izin keramaian perayaan Tahun Baru dan mengumpulkan orang banyak atau kerumunan.
Hadi mengungkapkan, Polda Sumut bersama-sama Kodam I Bukit Barisan dan Pemerintah Daerah (Pemda) akan terus meningkatkan Operasi Yustisi, selain Operasi Lilin yang nantinya diberlakukan.
Dijelaskannya, di setiap pos, seperti Pos Check Point, Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan pada Ops Lilin Toba akan dipasang scan barcode Aplikasi Peduli Lindungi.”Operasi yustisi sudah berjalan selama ini. Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan lebih ditingkatkan lagi,” ungkapnya.
Hadi menambahkan, berbagai langkah dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 akan terus dilakukan. TNI/ Polri tidak akan lelah menjalankan tugas ini. “Dalam Inmendagri 62 Tahun 2021, terdapat berbagai aturan yang menerapkan pembatasan kapasitas pengunjung tempat hiburan, mall, tempat wisata dan rumah ibadah,” kata dia.
Dia mengimbau, agar masyarakat mematuhi peraturan yang sudah dikeluarkan Pemerintah, yakni mematuhi jam operasional, kapasitas pengunjung maksimal 50 persen, begitu juga dengan kapasitas penumpang kendaraan dan angkutan umum lainnya.
Hadi juga meminta kepada pemilik atau pengusaha bus untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, seperti, tempat duduknya tiga harus dikosongkan satu, penumpang dan sopir sudah divaksin dan menyiapkan aplikasi Peduli Lindungi.
“Nantinya setiap warga yang melakukan perjalanan saat Nataru ketika melewati pos check point di wilayah antar kabupaten/ kota dan perbatasan Sumut akan diperiksa sertifikasi vaksinasi melalui scan barcode aplikasi Peduli Lindungi,” pungkasnya. (prn/map/dwi)
UPACARA: ASN Pusat saat upacara. Pejabat ASN dilarang ke luar negeri untuk menghindari tertularnya Virus Corona varian Omicron. istimewa/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Virus Corona varian Omicron sudah terdeteksi masuk ke Indonesia. Virus ini menulari seorang petugas kebersihan di RS Wisma Atlet, Jakarta. Presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung mengambil sikap dengan melarang para pejabat untuk ke luar negeri.
UPACARA: ASN Pusat saat upacara. Pejabat ASN dilarang ke luar negeri untuk menghindari tertularnya Virus Corona varian Omicron. istimewa/sumut pos.
“Saya minta seluruh warga maupun pejabat negara untuk menahan diri tidak bepergian ke luar negeri. Paling tidak sampai situasi mereda,” ujar Jokowi dalam jumpa pers yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/17).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta agar pemerintah daerah (pemda) gencar melakukan pelacakan kotak erat terkait telah masuknya varian Omicron ini ke tanah air. “Untuk pemerintah daerah, saya minta agar testing dang testing kontak erat ditingkatkan lagi,” kata Jokowi.
Jokowi menuturkan, meskipun angka penularan Covid-19 di dalam negeri telah menurun. Namun adanya varian Omicron ini tidak boleh dianggap remeh. Masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Saudara-saudara semua jangan kendor menerapkan protokol kesehatan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,” ajak Jokowi.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, untuk pelaku perjalanan luar negeri dari negara transmisi omicron dan negara sekitarnya, pemerintah menutup sementara. Hal ini demi antisipasi Omicron.
Namun, pemerintah tetap mengizinkan Warga Negara Indonesia (WNI) pelaku perjalanan dari negara tempat transmisi Covid-19 varian Omicron untuk masuk ke Indonesia dengan kewajiban karantina selama 14 hari.”Warga Negara Indonesia diperbolehkan masuk Indonesia dengan syarat 14×24 jam (karantina) untuk WNI dari negara transmisi Omicron,” kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/12).
Sedangkan WNI pelaku perjalanan dari negara lain yang bukan transisi Omicron, diizinkan masuk ke Indonesia dengan syarat karantina 10 hari. Wiku mengatakan, perubahan kebijakan itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, sebagai antisipasi penyebaran penularan Covid-19 varian Omicron, pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan pada semua moda transportasi. “Sehubungan dengan ditemukannya kasus pertama varian Omicron di Indonesia, Kementerian Perhubungan terus melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan, kepada para pelaku perjalanan di semua moda transportasi, baik domestik maupun internasional,” kata Adita dalam keterangan resminya, Kamis (16/12).
Adita menyebut, terkait dengan ketentuan syarat perjalanan di semua moda transportasi, baik dalam negeri maupun internasional di masa Pandemi Covid-19, Kemenhub merujuk pada Instruksi Dalam Negeri maupun Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19, dan selalu menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada sesuai dengan dinamika perkembangan kondisi dan situasi di lapangan. “Untuk syarat perjalanan internasional, Kemenhub saat ini merujuk pada SE Satgas Penanganan Covid-19 No. 25 Tahun 2021,” tuturnya.
Menteri Perhubungan pun telah menginstruksikan para otoritas dan operator transportasi di semua moda transportasi, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik. Baik itu di prasarana seperti terminal, stasiun, pelabuhan dan Bandara, maupun sarana bus, ka, kapal, dan pesawat.”Kami juga terus menjaga dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, khususnya Polri dan TNI yang banyak membantu dalam menjalankan penerapan prokes di lapangan,” pungkasnya.
Warga Sumut Jangan Panik
Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis meminta kepada masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk tidak panik dengan Covid-19 varian Omicron, namun tetap menjalani hidup seperti biasa dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.
Di samping itu, dia meminta agar warga segera mengikuti vaksinasi bagi yang belum melakukannya. Selain itu, langkah antisipasi penyebaran virus tersebut, salah satunya dengan memperkuat 3T (Tracing, Testing dan Treatment). “Tidak usah panik, tetap disiplin protokol kesehatan. Selalu gunakan masker apabila keluar rumah dan rajin cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Kemudian, jaga jarak saat berinteraksi, hindari kerumunan, dan kurangi mobilitas,” imbaunya.
Pun begitu, lanjutnya, Pemerintah Sumatera Utara tetap melakukan antisipasi masuknya Covid-19 varian Omicron dengan menutup sementara kedatangan luar negeri untuk Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Idonesia (WNI), guna mengantisipasi penyebaran Omicron ke Sumut.
Di sisi lain, sebagai langkah antisipasi juga, jika terdapat kasus positif baru dengan gejala mirip Omicron, maka langsung dikirim ke Balitbangkes Kemenkes. “Nantinya, sekaligus menghadapi libur Natal dan tahun baru, jika ada terdapat kasus positif baru dengan gejala mirip Omicron maka sampel penderita Covid-19 tersebut langsung dikirimkan ke Balitbangkes untuk dilakukan pemeriksaan. Ini untuk memastikan yang bersangkutan tertular Covid-19 varian apa,” ujar Ismail.
Sementara itu, Anggota Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay meminta Pemerintah untuk serius memaksimalkan tracing dan testing, terkait temuan Omicron di Wisma Atlet. “Petugas kebersihan itu kelihatannya tidak pernah ke luar negeri. Karena itu, kalaupun dia terjangkit, pasti dari orang yang pernah dirawat di sana. Atau bisa juga di luar wisma. Nah, itu yang perlu dipastikan. Testing dan tracing diperlukan untuk mengetahui peta persebarannya,” kata Ketua Fraksi PAN DPR RI, Dapil Sumut II ini, Kamis (16/12).
Dia meyakini pemerintah lebih siap menghadapi varian Omicron ini. Sebab, sebelum ditemukan di Indonesia, sudah ditemukan di negara-negara lain. Kemudian, para akademisi dan epidemolog sudah mengingatkan mengenai bahaya Omicron. “Mestinya, kita kan sudah siap. Tidak seperti persiapan kita ketika menghadapi varian Delta. Kita harapkan satgas mampu mengkanalisasi kasus omicron ini sehingga tidak meluas,” ujarnya.
Di sisi lain, ia meminta masyarakat meningkatkan prokes. “Penerapan prokes tidak kenal levelisasi. Apa pun tingkat level PPKM-nya, prokes tetap sama. Itu yang perlu dipahami dan diterapkan bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya mendeteksi 5 kasus Covid-19 probable atau kemungkinan berasal dari Varian B.1.1.529 atau Omicron di Jakarta dan Manado. “Kemenkes juga mendeteksi 5 kasus probable Omicron, jadi belum pasti omicron tapi karena kita melakukan tes PCR dengan spesifikasi yang khusus istilahnya SGTF,” kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (16/12). Budi mengatakan, dari jumlah tersebut, 2 kasus probable dari varian Omicron berasal dari warga negara Indonesia yang kembali dari Amerika Serikat dan Inggris.
Saat ini, kedua WNI tersebut sedang menjalani isolasi di RSDC Wisma Atlet. “3 kasus lainnya adalah warga negara asing dari Tiongkok yang datang ke Manado dan sekarang orang sedang diisolasi dikarantina Manado,” ujarnya. Budi menekankan lima kasus Covid-19 masuk diduga dari varian Omicron dan saat ini tengah dilakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) oleh Balitbangkes Kemenkes. “Diharapkan dalam tiga hari kedepan, kita sudah bisa memastikan apakah benar ini omicron atau tidak,” ucapnya.
Lebih lanjut, Budi mengimbau masyarakat tidak panik dengan masuknya varian Omicron ke Indonesia. Ia meminta masyarakat menunda perjalanan keluar negeri yang tidak perlu dan memperketat protokol kesehatan. “Jangan kendor, jangan kurang disiplinnya terutama untuk memakai masker dan menjaga jarak, memakai masker menjaga jarak pastikan jangan kita terlalu berkerumun di acara dengan banyak orang,” pungkasnya. (ris/fdh/jpc)
IBU KOTA BARU: Lahan yang menjadi dibangunnya Ibu Kota Baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.istimewa/sumutpos.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 180.000 pegawai pemerintah pusat bakal dipindah ke wilayah ibu kota negara Indonesia yang baru. IKN itu rencananya dibangun di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
IBU KOTA BARU: Lahan yang menjadi dibangunnya Ibu Kota Baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.istimewa/sumutpos.
“Soal ibu kota negara baru, pemerintah pusat sudah siap 100 persen,” ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Muliadi.
Berdasar informasi dari pemerintah pusat, ada pemindahan pegawai sejumlah 180.000 orang. Tahap pemindahan pegawai tersebut, kata Muliadi, selain memahami tupoksi pekerjaan, juga dituntut mampu menyatu dengan kehidupan di Kalimantan Timur.
Dia menyatakan, para pegawai dan warga pindahan dari luar daerah Kalimantan Timur, harus bisa berbaur dengan masyarakat setempat agar tidak terjadi gesekan. Pemahaman lainnya, yakni menyangkut wawasan kebangsaan, perlu juga memahami konteks wilayah kedaerahan n
dan kearifan lokal Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartenegara.
“Begitu juga warga lokal perlu diberikan pemahaman bahwa saat ini bukan merupakan daerah lagi, tetapi wilayah ibu kota negara Indonesia. Kedua pemahaman itu harus disambungkan antara pendatang dan masyarakat lokal, jadi perlu perhatian dan cara khusus untuk menyatukan itu,” kata dia.
Dia menambahkan, bisa juga melibatkan seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP untuk menanamkan konteks wawasan kebangsaan. Sebab, permasalahan tersebut tidak bisa dianggap sederhana.
Menurut Muliadi, wawasan kebangsaan tersebut harus benar-benar ditanamkan karena kepentingan negara bukan kepentingan daerah atau segelintir orang. Dia berharap menanamkan wawasan kebangsaan menjadi pertimbangan agar Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara segera disahkan tanpa ada kekurangan. (jpg)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Densus 88 Antiteror menangkap sembilan orang terduga teroris di Sumatera Utara (Sumut). Kesembilan orang itu ditangkap di Medan, Langkat, Binjai, dan Tanjungbalai. “Total penangkapan tujuh di wilayah Medan, Langkat, Binjai, Belawan, Medan barat, dua di wilayah Tanjungbalai. Total penangkapan sembilan orang,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (16/12).
Ilustrasi terorisme.
Ramadhan mengatakan saat ini para terduga teroris dibawa ke Polda Sumut untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Sementara itu untuk barang bukti, ia belum bisa menjelaskan apa saja yang diamankan dari ke sembilan orang terduga teroris tersebut.”Total ditangkap 9 orang. Seluruh target diamankan di Polda Sumut,” pungkasnya.
Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar, membenarkan penangkapan tersebut.”Benar ada penangkapan oleh Densus 88 terhadap 9 orang tindak pidana terorisme,” kata n
Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Polisi Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Kamis (15/12) malam.
Meski demikian ia belum bisa merinci lebih lanjut soal dimana saja ke sembilan terduga teroris tersebut. Kata dia, sembilan orang itupun diperkirakan sudah diterbangkan ke Jakarta untuk diproses lebih lanjut. “Penjelasan lebih lanjut via humas Mabes ya,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan belum mendapat kabar soal penangkapan itu. Ia pun menjelaskan sedang mencaritahu kabar itu ke Densus 88 Mabes Polri. “Saya belum dapat konfirmasi kalau dari Mabes saya belum tahu juga. Dari Densus 88 belum ada konfirmasi ke saya,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Kamis (16/12).
Informasi yang didapat, seorang pria bernama NG(50) yang bekerja sehari-hari sebagai bengkel las diduga diamankan oleh petugas Densus 88, Kamis (16/12) subuh. Ia diamankan di bengkel lasnya yang beralamat di Jalan Singosari, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai. Hal itu diungkapkan oleh Kepala lingkungan Syafrizal, selaku kepala lingkungan I Kelurahan Pahang.Ia mengaku, NG merupakan pendatang pada tahun 2006 silam. “Dia pendatang 15 tahun silam ke sini. NG orang yang cukup bersosial dengan masyarakat sekitar. Anggotanya juga banyak di bengkel. Tapi NG tinggal sebatang kara dikarenakan telah bercerai dengan istrinya,” katanya. (jpg/bbs)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengakui bahwa Kota Medan tidak termasuk ke dalam 9 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara yang sudah dapat melaksanakan Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 Tahun.
Tak hanya itu, Bobby juga tidak menampik bahwa vaksinasi untuk lanjut usia (Lansia) di Kota Medan belum mencapai target 60 persen sehingga membuat Kota Medan belum bisa melaksanakan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun.
Namun Bobby mengaku akan segera mengejar target vaksinasi Lansia di Kota Medan. Sembari mengejar target Vaksinasi Lansia itu, Pemko Medan akan bersiap-siap dalam melakukan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun tersebutn
“Yang pasti kami Pemerintah Kota Medan mempersiapkan, kami persiapkan. Siang tadi kami sudah rapat internal, kita persiapan untuk Nataru dan persiapan untuk Vaksinasi anak. Kami hanya mempersiapkan, kita harus persiapakan semuanya,” ucap Bobby kepada Sumut Pos, Kamis (16/12).
Ditanya mengenai target waktu Pemko Medan untuk menyelesaikan target Vaksinasi Lansia sebesar 60 persen itu, Bobby mengaku akan melakukannya secepatnya.”60 persen ini secepatnya, kan kita sekarang sudah buat komunikasi. Yang kita buat kemarin itu di lapangan misalnya di Kelurahan A, total lansia yang terdata di situ misalnya ada 50. Kita sudah jaring terus, baik dengan kepolisian dengan TNI, rupanya disitu lansianya adanya 40, kurang 10. Nah biasanya munculnya di weekend, bukan di wilayah tapi misalnya di hotel-hotel,” ujarnya.
Untuk itu, kata Bobby, pihaknya akan terus mengantisipasi dan mewaspadai hal itu. Pemko Medan juga telah bekerja sama dengan pihak perhotelan agar setiap yang datang wajib dicek lewat aplikasi Peduli Lindungi.”Dan kalau ternyata ada yang belum divaksin berdasarkan aplikaso PeduliLindungi itu, maka akan kita vaksin ditempat, dan itu sudah kita laksanakan,” katanya.
Namun yang masih sering menjadi kendala, sambung Bobby, adalah lansia-lansia yang memiliki penyakit bawaan atau Komorbid. “Banyak lansia yang punya Komorbid, penyakit bawaan yang membuat belum bisa divaksin. Nah ini yang terus kita laporkan. Beberapa lansia yang kita sebutkan tadi, misalnya yang 10 yang tidak ditemukan tadi, ternyata ada yang 5 komorbid, nah ini yang terus kita laporkan,” pungkasnya. (map)
Empat Anggota Tim Tanggap Darurat (ERT) Martabe saat upacara pelepasan oleh Senior Manager EHS & Training Development, Hari Ananto.
Empat Anggota Tim Tanggap Darurat (ERT) Martabe saat upacara pelepasan oleh Senior Manager EHS & Training Development, Hari Ananto.
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe mengirimkan Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team/ERT) dan bantuan logistik untuk mendukung penanganan serta pemulihan para korban bencana pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur.
Tim yang telah diberangkatkan pada Senin, 6 Desember 2021 terdiri dari satu orang pemimpin tim, satu orang ERT medis, dan dua orang teknisi Search and Rescue (SAR). Tim tersebut bertugas membantu meringankan masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu, dan langsung bertugas di Posko SAR Gabungan bersama dengan tim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk upaya pencarian dan penyelamatan korban.
Ini menjadi bukti bahwa ERT PTAR tak hanya mumpuni dalam teknis penyelamatan dan keamanan operasional pertambangan, tapi juga memiliki kepedulian tinggi dan mengabdikan kemampuannya membantu sesama.
“Meskipun wilayah operasi PTAR berada di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara yang jauh dari lokasi bencana, tapi kami terpanggil untuk membantu pemulihan saudara-saudara kami yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru. Sebagai sesama anak bangsa, kami turut prihatin dan mengajak para saudara kita yang terkena musibah untuk bangkit kembali. Di bawah koordinasi Emergency Response Group (ERG) dari Kementerian ESDM, kami berharap dapat meringankan beban para korban,” ujar Hari Ananto, Senior Manager Environment, Health, Safety (EHS) & Training Development PTAR.
Lebih lanjut, papar Hari, anggota tim yang dikirimkan telah dilatih dan dibekali penanganan berbagai keadaan darurat termasuk kebakaran, kecelakaan, pencarian dan penyelamatan, evakuasi medis, dan insiden dengan korban massa. Tak hanya itu, tim juga membawa berbagai bantuan logistik lainnya seperti air minum, masker, tenda, selimut, mie instan, minuman penambah energi, roti, dan obat-obatan.
Tim yang sudah beberapa kali menjuarai lomba penyelamatan ini bukan yang pertama kali diturunkan ke lokasi bencana, sebelumnya ERT PTAR juga membantu penanganan dan pemulihan berbagai bencana seperti erupsi Gunung Sinabung pada 2014, gempa di Pidie, Aceh pada 2016, gempa di Lombok pada 2017, gempa di Palu pada 2018, dan tsunami di Banten pada 2018.
“Untuk bantuan logistik juga sudah kami serahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Di lapangan, tim kami bersama ERG Kementerian ESDM terus berupaya membantu pencarian korban jiwa di Desa Sumberwuluh Candipuro juga membantu pemeriksaan kesehatan para korban,” tutup Hari.
ERT PTAR tergabung dalam 43 orang relawan Astra Heavy Equipment, Mining, Construction and Energy (AHEMCE) United Tractors Group Peduli Bencana Erupsi Gunung Semeru. (rel)
Siswa di SMP Negeri 2 Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, praktek memanfaatkan teknologi saat belajar dampak globalisasi, dipandu oleh guru IPS, Watini.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Meski peserta didik di sekolah sudah mulai pembelajaran tatap muka (PTM), namun waktunya masih terbatas. Hanya ,15-2 jam di sekolah. Alhasil, semua mata pelajaran yang semestinya diajarkan dengan durasi waktu yang cukup, saat ini berkurang karena adanya PTM di sekolah.
“Tidak terkecuali di SMP Negeri 2 Air Joman Kabupaten Asahan. Tahun pelajaran 2021/2022 ini, kami masih menerapkan PTM terbatas. Jadwal tatap muka dibagi menjadi dua gelombang. Masing-masing gelombang memiliki waktu 80 menit setiap hari untuk dua mata pelajaran. Artinya, setiap mata pelajaran hanya dilaksanakan selama 40 menit setiap minggunya,” kata Watini, guru IPS di SMP Negeri 2 Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kemarin.
Sebagai guru mata pelajaran IPS, Watini merasa harus dapat memanfaatkan waktu 40 menit per mata pembelajaran itu dengan baik. “Saya berusaha mengoptimalkan kegiatan pembelajaran menyenangkan dengan menerapkan unsur MIKir, sekaligus mengisi waktu belajar mereka di rumah,” kata salahsatu fasilitator daerah Asahan Program Pintar Tanoto Foundation ini.
Unsur MIKiR itu ia terapkan pada kegiatan pembelajaran IPS dengan materi Dampak Globalisasi dan Upaya Menghadapinya, di kelas IX.3.
Pada pertemuan pertama, ia menyampaikan tujuan pembelajaran terkait materi dampak globalisasi. “Saya melakukan apersepsi dengan memberikan beberapa pertanyaan materi sebelumnya, yaitu pengertian globalisasi dan contoh-contoh globalisasi di berbagai bidang kehidupan,” kata dia.
Hampir seluruh peserta didik menyebut keberadaan handphone canggih sebagai contoh globalisasi di bidang komunikasi saat ini. Bahkan semua mengacungkan tangan saya ditanya siapa yang sudah memiliki handphone Android.
Selanjutnya, Watini membagi peserta didik ke dalam 4 kelompok pada setiap gelombang. Tiap-tiap kelompok beranggotakan 4- 5 orang. “Saya meminta mereka untuk membaca materi dampak globalisasi dan upaya menghadapinya dari buku paket selama 10 menit. Setelahnya, saya kembali bertanya kepada peserta didik dengan 2 pertanyaan,” kata Watini.
Pertanyaan pertama, apakah menggunakan handphone memberi dampak kepada para peserta didik? Pertanyaan kedua, bagaimana dampak yang dirasakan dihubungkan dengan dampak globalisasi yang diutlis dalam buku paket?
“Ternyata, hampir 80 persen peserta didik menjawab, penggunaan handphone selama ini memberi dampak negatif pada diri mereka. Mereka mengatakan, handphone lebih banyak mereka gunakan untuk bermain game, bersosial media, membuat TikTok, sibuk chattingan, dan lain sebagainya. Membuat mereka menjadi sering lalai dan lupa waktu untuk belajar di rumah dan melakukan aktivitas positif lainnya.
“Nah, Ibu akan membantu kalian menemukan dampak positif dari penggunaan handphone yang kalian miliki,” kata Watini, yang direspon penuh semangat oleh para peserta didik: “Caranya bagaimana Bu Guru?”
Lantas, Watini meminta peserta didik membuat video pembelajaran dengan tema dampak globalisasi dan upaya menghadapinya.
“Saya memberikan langkah-langkah membuat video, dimulai dari pembukaan, isi , dan penutup. Saya juga memberi kebebasan kepada anak didik untuk menggunakan aplikasi dalam pengeditan video, sesuai dengan yang sering mereka gunakan selama ini,” katanya.
Pembuatan video dibuat secara berkelompok, dan disepakati akan dikirim ke nomor WhatsApp guru, paling lambat satu minggu.
“Belum sampai satu minggu, sudah ada beberapa kelompok yang mengirim video pembelajaran yang mereka buat, ke WA saya,” katanya.
Watini mengaku sangat senang karena anak didiknya sangat bersemangat melaksanakan kegiatan tersebut. Dan sesuai waktu yang ditetapkan, seluruh kelompok sudah mengirimkan video yang mereka buat dengan tema dampak globalisasi dan upaya menghadapinya. “Video yang mereka kirimkan menggunakan berbagai aplikasi. Ada yang menggunakan Kine Master, Cupcut, powtoon, Tiktok, dan lainnya,” kata Watini dengan wajah semringah.
Kesaksian para anak didi, pembuatan video tidak menghabiskan terlalu banyak paket data. Apalagi biayanya mereka bagi 4-5 orang. “Mereka juga mengaku, selama proses pembuatan dan pengeditan video, mereka jadi lebih mudah memahami materi globalisasi,” jelasnya.
Seorang peserta didik bernama Septy, mengaku senang dengan proses belajar menggunakan unsur MIKiR tersebut. “Kami senang, Bu. Karena lebih paham apa saja dampak positif dan dampak negatif dari globalisasi. Kami sebagai pelajar juga menjadi tau bagaimana cara menghadapi globalisasi tersebut,” kata Septy manis.
Siswa bernama Aisyah mengatakan, dengan membuat video, artinya mereka juuga sudah memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Artinya, produk teknologi yang kami pakai telah memberikan dampak positif kepada kami, karena kami mampu memanfaatkannya untuk hal yang lebih berarti,” katanya.
Watini senang, materi Dampak Globalisasi dan Upaya Menghadapinya mampu diserap murid, dengan metode pembelajaran yang dipilihnya. (wat/mea)
SUMUTPOS.CO – Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Soekowardojo mengatakan, ketahanan sistem keuangan di Sumatera Utara (Sumut) membaik. Hal ini terlihat dari tingkat profitabilitas (ROA) yang meningkat dan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang relatif menurun bahkan lebih rendah dibandingkan rasio sebelum pandemi Covid-19.
KPw BI Sumut, Soekowardojo. Sumut Pos/ ist.
Sementara itu, tambahnya, pada indikator lainnya, intermediasi perbankan (LDR) tercatat meningkat, didorong respon penyaluran kredit yang lebih cepat dibandingkan DPK.
“Di sisi lain, kredit tertahan (Undisbursed Loan) menurun, didukung oleh penurunan pada kelompok Bank Swasta Nasional dan Bank Asing dan Campuran,” ujarnya, Kamis (16/12).
Adapun, terang Soekowardojo, spread bunga perbankan mencatatkan angka yang cukup stabil pada 5,3 persen, sedikit turun dibandingkan pada TW III 2021 sebesar 5,4 persen. Namun tetap sejalan dengan BI7DRRR yang masih di angka 3,5 persen.
Untuk dana pihak ketiga, lanjutnya, juga tercatat perbaikan dan pertumbuhan yang didorong oleh seluruh kelompok perbankan serta seluruh jenis simpanan.
“Berdasarkan hasil FGD bersama perbankan, menyatakan bahwa nasabah cenderung wait and see dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan ekspansi usaha,” ungkapnya.
Selain itu, sebut Soekowardojo, nasabah cenderung menjaga dananya tetap likuid agar dapat segera memanfaatkan momentum ketika pandemi mulai reda. “Untuk penyaluran kredit perbankan mengalami pertumbuhan yang didorong oleh bertumbuhnya seluruh jenis kredit, baik modal kerja, investasi, maupun konsumsi,” imbuhnya.
Dijelaskannya, dari sisi sektoral, penyaluran kredit turut tumbuh pada seluruh sektor utama. Hal ini mengindikasikan beberapa pelaku usaha sudah mulai melakukan pembiayaan untuk bisnisnya di samping indikasi DPK yang turut bertumbuh.
“Lebih dalam lagi, kredit perkebunan sawit dan karet juga menunjukkan pertumbuhan yang didorong naiknya harga komoditas CPO dan rubber internasional. Di sisi lain, risiko gagal bayar (NPL) tercatat menurun hingga 2,97 persen dari sebelumnya 3,02 persen pada TW III-21,” pungkasnya. (Dwi)
Human Initiative saat menggelar Kongres Kemanusiaan Indonesia, Kemarin. Sumut Pos/ ist.
SUMUTPOS.CO – Human Initiative menggelar Kongres Kemanusiaan Indonesia, pada Rabu (15/12) kemarin. Acara tersebut diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) nya ke-22.
Human Initiative saat menggelar Kongres Kemanusiaan Indonesia, Kemarin. Sumut Pos/ ist.
Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati mengatakan, kongres ini dilaksanakan dengan motivasi menggali ide dan gagasan, terkait pembangunan dan kemanusiaan di Indonesia.
“Selama ini, kami bekerja di lapangan dengan kawan-kawan yang lain, baik di kemanusiaan maupun pembangunan. Masing-masing punya target, ada upaya yang maksimal untuk membantu masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan, di Hotel Millennium Sirih Jakarta.
Dengan kondisi tersebut, dia menilai perlu forum atau kegiatan agar setiap badan, lembaga, serta pegiat pembangunan kemanusiaan bisa duduk bersama dan memikirkan Indonesia ke depannya. “Pasca pandemi Covid-19, ada banyak perubahan dan kejadian yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya,” sebutnya.
Tomy berharap, dengan duduk bersama, dapat mencoba menggali gagasan dan ide apa yang bisa dilakukan secara bersama. “Pandemi membuat kita harus banyak belajar dan memperbanyak membangun kolaborasi, membangun sinergi, agar membantu masyarakatnya lebih maksimal dan optimal,” harapnya.
Dalam kongres ini, lanjutnya, ada empat tema yang diambil, yakni Implikasi Covid-19 Terhadap Kemanusiaan, SDGs dan Agenda Kemanusiaan Indonesia, Prospek Gerakan Kemanusiaan, serta Konteks Kemanusiaan Indonesia.
“Empat tema ini diambil mewakili situasi yang ada saat ini. Lembaga tidak hanya fokus pada bagaimana cara membantu masyarakat, tetapi juga menyelesaikan persoalan di akarnya,” ungkapnya.
Persoalan yang dimaksud, tambahnya, adalah seputar sistem kemanusiaan dan pembangunan dan mencoba menggali potensi-potensi yang ada. Hal ini disebut harus saling terkait dari hulu ke hilir, sehingga bisa dianggap utuh, membahas soal gerakan filantropi, kemanusiaan dan pembangunan.
Terkait harapannya di ulang tahun HI ke-22, Tomy berharap bisa membantu lebih banyak, terus eksis dan membangun kolaborasi dengan lebih banyak pihak.
“Kami sangat concern bagaimana membantu yang membutuhkan makin lebih banyak, lembaga ini bisa terus eksis, memberikan kontribusi terbesar, sekaligus membangun kolaborasi dengan semua pihak,” tandasnya.
Hadir dalam pembukaan kegiatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Muhadjir berharap kegiatan kongres ini bisa berkelanjutan.
“Harapannya ini akan berkelanjutan, nanti. Kalau perlu ada semacam regulasi atau anggaran dasar, yang bisa menghimpun seluruh kekuatan filantropi nasional kita,” ujar Muhadjir.
Dikatakannya, himpunan kekuatan filantropi dalam rangka gerakan kedermawanan sangat diperlukan untuk wilayah Indonesia, mengingat negara ini selalu dilanda bencana sebagai bagian dari wilayah yang masuk dalam lingkungan cincin api. (Dwi)