29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 286

Dukung Layanan Listrik Andal dan Pembangunan Daerah, PLN UP3 Rantauprapat Perkuat Sinergi dengan Pemko Tanjungbalai

PLN dan Pemerintah kota Tanjung Balai berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
PLN dan Pemerintah kota Tanjung Balai berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantauprapat melakukan audiensi bersama Pemerintah Kota Tanjungbalai pada Rabu (16/4/2024).

Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Tanjung Balai, dihadiri langsung oleh Manager PLN UP3 Rantauprapat, Dwita Aswiyanti Syafitri beserta jajaran manajemen, yang disambut hangat oleh Wali Kota Tanjungbalai, H. Mahyaruddin Salim B., bersama jajaran Pemerintah Kota.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis PLN untuk menjalin sinergi yang solid dengan pemerintah daerah, sekaligus sebagai bentuk komitmen PLN dalam menyediakan listrik yang andal dan mendukung pembangunan daerah.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN UP3 Rantau Prapat dan Pemerintah Kota Tanjung Balai, serta juga membahas sejumlah isu penting terkait pelayanan kelistrikan di Kota Tanjungbalai, di antaranya: Implementasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Program metering (meterisasi), Evaluasi waktu pemeliharaan dan layanan gangguan kelistrikan, serta kelancaran pembayaran listrik tepat waktu.

Dwita Aswiyanti Syafitri menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kota demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran atas sambutan serta dukungannya kepada PLN. Kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah akan sangat membantu PLN dalam mewujudkan layanan kelistrikan yang andal dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Kota Tanjung Balai,” ujar Dwita.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai, H. Mahyaruddin Salim B, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi PLN dalam menjaga kualitas pelayanan listrik di daerahnya.

Ia juga menyampaikan gambaran tentang kondisi wilayah dan fokus pembangunan Kota Tanjungbalai yang tertuang dalam visi Tanjung Balai EMAS (Elok, Maju, Agamis, dan Sejahtera).

“Kami mengapresiasi upaya PLN dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan. Alhamdulillah, durasi pemadaman di kota kami sudah mulai menurun. Listrik adalah kebutuhan dasar dan menjadi faktor penting dalam mendukung roda ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini sangat dibutuhkan dan harus terus dijaga,” ungkap Mahyaruddin.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif ini, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Agus Kuswardoyo, menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara PLN dan pemerintah daerah demi terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kami sangat mengapresiasi langkah PLN UP3 Rantauprapat dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tanjungbalai. Sinergi ini menjadi kunci dalam mewujudkan layanan listrik yang semakin baik dan mendukung tercapainya visi pembangunan daerah,” ujar Agus Kuswardoyo.

Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kerja sama yang kuat dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, PLN optimis dapat terus menghadirkan terang bagi masyarakat sekaligus mendorong kemajuan Kota Tanjung Balai secara menyeluruh. (ila)

Puji Sihoda, Penrad Siagian Desak Pemerintah Beri Dukungan Nyata untuk Sanggar Budaya

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Pendiri Sanggar Tari Simalungun Home Dancer (Sihoda), Laura Tias Avionita Sinaga, menemui Anggota DPD RI Pendeta Penrad Siagian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/4/2025). Sihoda dinobatkan sebagai penerima penghargaan kategori Puspa Pesona dari Kompas TV atas kiprah dalam pelestarian budaya Simalungun di tingkat nasional hingga internasional, sehari sebelumnya, Rabu (16/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Laura turut didampingi Staf Ahli Anggota DPD dari NTT yang juga putra Simalungun. Laura memaparkan sejarah berdirinya sanggar yang dirintis sejak 2014 ketika ia masih berkuliah.

Menurutnya, Sihoda dibentuk dengan niat kuat untuk mengembangkan seni tari tradisional Simalungun agar dapat menjangkau khalayak lebih luas. “Itu bisa kita kembangkan agar yang menyaksikan dan menyukai juga tidak hanya orang-orang Simalungun, kalau bisa pasarnya kena ke tingkat nasional bahkan internasional. Itu tujuan utamanya,” kata Laura.

Laura menyebut sanggarnya aktif mengikuti berbagai festival dalam dan luar negeri. “Kita memang membawa nama Indonesia, tetapi tarian yang kita bawa itu tarian Simalungun dan budaya,” ujar Laura.

Kendati telah tampil di panggung internasional, Laura mengaku sanggarnya masih kekurangan dukungan fasilitas dari pemerintah daerah. Ia berharap ada kebijakan konkret dari Pemkot Pematangsiantar dan Pemkab Simalungun untuk menyediakan wadah kesenian yang lebih layak bagi sanggar-sanggar budaya.

Laura juga mengusulkan pembentukan lembaga khusus untuk menaungi sanggar-sanggar seni agar tidak saling berebut ruang tampil. “Mungkin harapannya ke depan, ini bukan untuk kami sendiri tapi semua sanggar yang ada di Siantar-Simalungun. Bila perlu dibuat saja seperti lembaga kesenian yang memang khusus untuk menangani sanggar-sanggar,” ujarnya.

Ia juga menanggapi pertanyaan publik yang mempertanyakan alasan Sihoda mengikuti festival di luar negeri. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang internasional bukan sekadar tampil, tapi juga menjadi sarana edukasi budaya Simalungun. “Bahkan sewaktu di Turki tahun 2022, rumah adat miniatur Simalungun dan pakaian adat diletakkan di museum yang ada di sana,” ujarnya.

Terkait pendanaan, Laura menyebut mereka mengandalkan dana swadaya dan cara-cara kreatif seperti pertunjukan jalanan.

Menanggapi paparan tersebut, Anggota DPD RI, Pendeta Penrad Siagian menyatakan apresiasinya terhadap perjuangan Laura dan Sihoda dalam menjaga budaya Simalungun. “Saya bangga ada generasi muda seperti Laura, yang terus memikirkan budaya dan adat istiadat secara khusus Simalungun. Laura tidak ingin kultur adat istiadat, budaya secara khusus berhenti begitu saja,” kata Penrad.

Ia menyebut, konsistensi Laura dalam menghidupkan Sihoda menjadi alasan utama Kompas memberikan penghargaan Anugerah Puspa Pesona tersebut. “Laura adalah salah satu pejuang kebudayaan. Konsistensi Laura bersama Sihoda inilah yang membuat Kompas memberikan penghargaan Anugerah Puspa Pesona,” lanjutnya.

Penrad menilai, peran Sihoda sangat penting di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi budaya asing yang kian masif di kalangan generasi muda. “Di tengah era globalisasi ini, di mana pertukaran budaya sangat cepat, tidak jarang banyak budaya-budaya bangsa ini akhirnya tergerus kemudian lambat laun hilang apalagi generasi sekarang sudah hidup di tengah era digital ini dicekoki dengan budaya-budaya asing melalui media sosial,” ujarnya.

Ia menyebut keberadaan Sihoda sebagai “penjaga gawang kebudayaan” yang strategis dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah. “Posisi Sihoda ini adalah posisi yang sangat strategis sekali menjadi penjaga gawang kebudayaan Indonesia secara khusus Simalungun. Saya pikir pemerintah termasuk pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Pemkot Siantar, dan Pemkab Simalungun harus melihat posisi strategis ini, sehingga kelompok-kelompok komunitas seperti Sihoda ini dapat dijadikan suatu prioritas dalam membangun karakter Siantar-Simalungun,” kata Penrad.

Ia pun mendesak agar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut serta para kepala daerah memberi dukungan konkret terhadap Sihoda. “Saya berharap Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DISBUDPAREKRAF) Provinsi Sumut, Bupati Simalungun, dan Wali Kota Pematangsiantar memberikan perhatian serius ke depan baik secara materiel maupun imateriel. Hal ini untuk memajukan kebudayaan sehingga karakter Siantar-Simalungun tetap memiliki nuansa-nuansa kearifan lokal dan budaya, di mana Simalungun adalah salah satu bagian dari daerah ini,” tuturnya.

Penrad juga menyatakan komitmennya untuk mengajak Sihoda dalam agenda resmi bersama kepala daerah. “Ke depan saya akan bertemu Bupati Simalungun dan Wali Kota Siantar. Saya akan membawa Sihoda ini bersama saya, sehingga Sihoda lebih diberikan ruang dan peran sebagai pionir dalam menjaga kebudayaan Simalungun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Senator asal Sumut ini turut mengapresiasi semangat generasi muda seperti Laura yang masih mau menghidupi nilai-nilai budaya lokal. “Saya sangat mendukung ini karena sudah tidak banyak lagi anak-anak muda yang mau menghidupi, menggeluti, menjaga, dan mengembangkan nilai-nilai budaya mereka. Ini harus dilihat sebagai bagian potensi besar bagi kebudayaan Simalungun, Suku Simalungun, Kabupaten Simalungun, dan Kota Siantar,” ucap Penrad.

“‘Dari Simalungun untuk Indonesia’, saya pikir inilah salah satu jalannya melalui pentas-pentas budaya dan seni memperkenalkan Simalungun. Sihoda harus dijadikan jalan atau strategi untuk memperkenalkan Simalungun, tidak hanya di panggung nasional tapi sampai ke panggung internasional. Kita akan terus mendukung Sihoda untuk terus maju dan bertahan di tengah gempuran era globalisasi ini,” pungkas Penrad. (adz)

Sidang Prapid Rahmadi, Polda Sumut Tak Mampu Hadirkan Saksi dan Ahli

SIDANG PRAPID; Pihak termohon (Polda Sumut) tak bisa menghadirkan saksi dan ahli, dalam sidang Prapid Rahmadi, di PN Medan, Kamis (17/4/2025). GUSMAN/SUMUT POS
SIDANG PRAPID; Pihak termohon (Polda Sumut) tak bisa menghadirkan saksi dan ahli, dalam sidang Prapid Rahmadi, di PN Medan, Kamis (17/4/2025). GUSMAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Bidang Hukum (Bidkum) Polda Sumut tidak mampu menghadirkan saksi dan ahli yang telah dijadwalkan untuk memberikan keterangan di persidangan lanjutan praperadilan (prapid) yang diajukan Rahmadi, warga Kota Tanjungbalai.

Namun dikarenakan tim Bidkum Polda Sumut mewakili Diresnarkoba Polda Sumut Cq Penyidik Kompol Dedy Kurniawan selaku termohon belum bisa menghadirkan ahli, Hakim Tunggal Cipto Hosari Parsaoran Nababan menunda dan melanjutkan persidangan pada, Senin (21/4/2025) mendatang.

“Dikarenakan sidang hari ini termohon tidak dapat menghadirkan saksi dan ahli yang telah kita rencanakan, maka sidang ditunda dan dilanjutkan pada Senin (21/4),” ujarnya dalam sidang di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (17/4/2025).

Lebih lanjut, Hakim meminta agar panitera pengganti mencatat bahwa termohon tidak menghadirkan saksi, namun hanya ahli pada sidang berikutnya.

“Tolong dicatat ya, termohon tidak menghadirkan saksi. Termohon cuma menghadirkan ahli pada sidang berikutnya, namun apabila termohon juga tidak menghadirkan ahli, maka dilanjutkan dengan agenda kesimpulan,” tegasnya.

Di luar persidangan, tim Bidkum Polda Sumut ketika dikonfirmasi wartawan soal ketidakhadiran saksi maupun ahli di persidangan, pihaknya enggan berkomentar sembari meninggalkan gedung Pengadilan Negeri Medan.

Sementara itu, Suhandri Umar Tarigan selaku kuasa hukum Rahmadi mengaku kecewa kepada termohon yang tidak bisa menghadirkan saksi dan ahli sesuai rencana persidangan yang telah dijadwalkan oleh para pihak dan hakim.

“Kemarin kita telah membuat rencana untuk agenda sidang. Hari ini seharusnya agendanya adalah tambahan bukti surat, keterangan saksi dan juga ahli daripada termohon,” jelas Umar.

Ternyata, lanjutnya, hari ini pihak termohon tidak menghadirkan saksi. Namun mau mengajukan ahli. Dimana ahlinya juga tidak hadir dari jadwal yang telah direncanakan.

“Padahal, kita antara pihak pemohon dan termohon sebelumnya sudah meneken rencana jadwal persidangan. Namun itu adalah hak dari pada mulia hakim yang memimpin sidang,” katanya.

Dengan tidak hadirnya saksi dan ahli dari termohon, kata Umar, sidang ditunda ke hari Senin (21/4/2025), untuk pengajuan ahli oleh termohon.

“Kami menilai ketidakhadiran saksi dan ahli dari termohon merupakan suatu pelecehan, dimana sudah kita teken dari kedua belah pihak untuk rencana persidangan tersebut. Padahal kita juga selaku pemohon menghadirkan ahli, yang dihadirkan dari luar pulau Sumatera. Kita atur jadwalnya di jauh-jauh hari,” jelasnya.

Menurut dia, pihak termohon merasa sepele dengan persidangan, sehingga tidak bisa menepati rencana untuk menghadirkan ahli.

“Bahkan saksi pun juga tidak diajukan. Makanya kita bingung. Ini praperadilan bagaimana? Yang menangkap itu seharusnya, dimana-mana praperadilan pasti menjadi saksi petugas yang menangkap,” katanya.

Lebih lanjut, Umar mempertanyakan bagaimana prosedur mereka (polisi) menangkap seseorang, bagaimana mereka membuat laporan model A-nya, kapan itu SPDP diajukan? Seharusnya itu ada di saksi yang dihadirkan di persidangan

“Jadi kalau seperti ini, kita bertanya dengan siapa? Sehingga kami menilai saksi Kompol Dedy Kurniawan yang menangkap klien kami tidak berani hadir,” tegasnya.

Terkait hal itu, selaku pemohon praperadilan menilai bahwa termohon tidak menghargai persidangan. Kendati demikian, pihaknya memaklumi.

“Sebenarnya kita kecewa, padahal kita ingin menguji apa yang telah dia (Kompol Dedi Kurniawan) lakukan ketika penangkapan terhadap klien kami,” kata Umar.

Bahkan, lanjut dia, dalam video yang beredar adanya dugaan pemukulan terhadap Rahmadi saat penangkapan.

“Kita hanya ingin melihat, bagaimana dia dengan gagahnya mempraktikkan lagi pemukulan tersebut. Namun yang bersangkutan tidak berani datang ke persidangan,” ujarnya.

Padahal pihaknya sudah monitor, dari sidang sebelumnya, tampak hadir penyidik pembantu di Pengadilan Negeri Medan.

“Tapi kenapa tidak mereka (penyidik pembantu) saja yang dijadikan saksi di persidangan. Kan ketika pemberkasan SPDP ke Kejaksaan, penyidik pembantu berperan. Sehingga kita menilai mereka (termohon) tidak berani fight (bertarung) dengan kita,” pungkasnya.(man/han)

DPRD Labuhanbatu Gelar RDP Permasalahan Pekerja vs PT AAG

RDP: DPRD Labuhanbatu melakukan raoat dengar pendapat (RDP) memediasi persoalan pekerja dan manajemen Asian Agri Grup (AAG). (FAJAR/SUMUT POS)
RDP: DPRD Labuhanbatu melakukan raoat dengar pendapat (RDP) memediasi persoalan pekerja dan manajemen Asian Agri Grup (AAG). (FAJAR/SUMUT POS)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi 3, DPRD Labuhanbatu, Kamis(17/4).

Hearing RDP lintas Ketua Komisi I, Komisi II dan Komisi III itu, digelar langsung dipimpin Ketua DPRD Labuhanbatu, Arjan Priyadi dan Wakil Ketua Saptono bersama mitra. Yakni, Pemkab Labuhanbatu, pihak BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan Kantor Wasnaker Provsu wil IV.

Dilakukan RDP sekaitan tuntutan pihak Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Labuhanbatu yang mengadvokasi para pekerja Asian Agri Grup (AAG).

Pada momen itu, FSPMI dan perwakilan pekerja AAG melontarkan sejumlah keluhan yang terjadi selama bekerja di perusahaan unit kerja AAG. Diantaranya, dilakukan pencopotan KUPT Wasnaker Prov.SU Wil.IV. Menghentikan Pemotongan Bonus Tahun 2024 di Asian Agri Group. Mengangkat pekerja BHL menjadi SKU di Asian Agri Group.

Kemudian, meminta untuk hentikan keterlibatan istri dan anak untuk membantu menyelesaikan pekerjaan (Gerdang). Melakukan pemeriksaan seluruh Perusahaan yang membayar upah dibawah ketentuan. Serta periksa seluruh izin HGU dan Plasma perkebunan yang ada di Labuhanbatu Raya.

Dalam hearing itu, Ketua Komisi II meminta keterangan pihak perusahaan terkait pemotongan bonus pekerja pada tahun 2024 yang dikeluhkan pihak pekerja. Serta, meminta salinan perjanjian kerja bersama (PKB) antara perusahaan dengan pekerja.

Dalam RDP itu, hadir Wakil Ketua DPRD, Saptono, Ketua Komisi |, Goodman Pangasian Sinurat, Wakil Ketua Komisi II, Boster Sitio, Sekretaris Komisi II, M. Ruben Simangunsong, Anggota Komisi I, Burhanuddin Harahap, Anggota Komisi II, Ahmat Paisal, Anggota Komisi II, Abdul Karim Hasibuan, Anggota Komisi II, Mahmudin Hasibuan, Anggota Komisi II,Amir Hamzah, Anggota Komisi I, Juhartono, Anggota Komisi II, Jaimar Nababan.

Sedangkan yang hadir dari pihak Asian Agri Grup (AAG) Wahyu Adrian, Boston S Ritonga, Ahmad Taufik. Humas PT HSJ, Roy A Saragih, PT SMA Sofian Saragih, Kepala Kantor BPJS Kesehatan B Ginting, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Edwin Syahputra. kepala Dinas Ketenagakerjaan, Zulkarnaen Siregar.

HRD Asian Agri Grup (AAG) Boston S Ritonga membawahi unit kerja anak perusahaan AAG mengakui berdasarkan peraturan berlaku perusahaan dapat memberikan bonus dukungan non upah. Namun bukan sifat wajib.
Bahwasanya regulasi mengatur bonus opsional. Perusahan tak pernah mengenakan pemotongan bonus karyawan.

Hanya saja, ujarnya menerapkan kinerja karyawan. Dimana perusahaan menerapkan bonus dengan penetapan wilayah kinerja dengan apa yang dihasilkan dan apa yang kontribusi karyawan kepada perusahan.
Sehingga dalam waktu tertentu dapat diterapkan bonus sesuai kinerja karyawan.

“Kinerja karyawan kami terapkan pemberian bonus berbasiskan kinerja. Sehingga dengan kontribusi banyak kepada perusahaan maka akan mendapatkan bonus,” ujarnya seraya mengatakan kebijakan itu sudah berlaku dalam perusahaan AAG sejak tahun 2017.

Meski demikian perusahaan, katanya tetap menerima aspirasi karyawan. Dia menekankan itinya tidak dilakukan pemotongan bonus. Tapi menerapkan kinerja karyawan.

Sementara Kordinator FSPMI, Wardin menilai jika bonus yang telah diberikan adalah keuntungan usaha perusahaan. Pemotongan bonus yang dilakukan pihak manajemen tidak transparan terkait hal-hal yang menyebabkan terjadinya pemotongan bonus.

“Kita lihat ada sisi negatif. Karena SOP tidak pernah diberitahukan kepada karyawan. Sebab, manajemen selalu berdalih jika dipertanyakan akan dengan jawaban, tanya Medan,” paparnya.

Dia menuding, manajemen perusahaan melakukan pemotongan dengan sesuka hati perusahaan.
Dari mediasi yang dilakukan pihak legislatif dengan para pihak terungkap juga persoalan ini sudah dimediasi di tingkat tripartit Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu. Namun, mentok tidak menemui jalan penyelesaian dan tak menghasilkan solusi. Sehingga potensi terjadinya Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).

Namun, pihak manajemen perusahaan masih memberi kemungkinan untuk melakukan kordinasi dengan pihak FSPMI untuk mencari solusi alternatif. Untuk melanjutkan RDP ke sejumlah tuntutan lain, Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu melalukan skorsing. (fdh)

John Lubis Terharu Mendapat Kejutan dari SIWO dan Sahabat

SIWO PWI Sumut memberikan ulos kepada Ketua KONI Sumut sebelumnya John Lubis dan Ketua KONI terpilih Hatunggal Siregar pada Musorprov KONI Sumut di Hotel Danau Toba Medan, Rabu (16/4/2025). (Dok pribadi)
SIWO PWI Sumut memberikan ulos kepada Ketua KONI Sumut sebelumnya John Lubis dan Ketua KONI terpilih Hatunggal Siregar pada Musorprov KONI Sumut di Hotel Danau Toba Medan, Rabu (16/4/2025). (Dok pribadi)

MEDAN, SUMUT POS.CO – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) di Hotel Danau Toba Medan, Rabu (16/4/2025) merupakan hari terakhir John Ismadi Lubis sebagai Ketua Umum KONI Sumatera Utara. Pada hari terakhir tersebut, dia sempat terharu ketika mendapat dua kejutan.

Kejutan pertama terjadi saat mendapat buku dengan judul “John Lubis di Antara Para Sahabat”. Buku itu berisi pandangan para sahabat terhadap sosok John Lubis.

Ketua Umum KONI Sumut dua periode tersebut sempat berkaca-kaca ketika menerima buku itu. Dia terlihat beberapa kali menghapus air matanya.

Kejutan kedua adalah ketika SIWO PWI Sumut menyerahkan ulos sebagai tanda persahabatan. Pria yang sudah 18 tahun mengabdi di KONI Sumut tersebut juga sempat kaget

“Ulos ini sebagai tanda persahabatan yang luar biasa antara wartawan olahraga di bahwa SIWO PWI Sumut dengan Pak John Lubis,” ujar Kabid Humas KONI Sumut SR Hamonagan Panggabean didampingi Ketua SIWO PWI Sumur Jonny Ramadhan Silalahi, Sekretaris Halomoan Samosir, dan Bendahara Pujianto.

Hamonangan menjelaskan filosopi Ulos yang terdiri dari banyak warna namun bersatu untuk membentuk keindahan. Begitu juga dengan KONI Sumut, harus bersatu untuk meraih prestasi.

Pada kesempatan itu, SIWO PWI Sumut juga memberikan ulos kepada Ketua KONI Sumut terpilih, Hatunggal Siregar. “Ulos ini sebagai bentuk ucapan selamat datang. Semoga kebersamaan KONI Sumut dengan wartawan olahraha semakin meningkat,” ujar Ketua SIWO PWI Sumut Jonny Ramadhan Silalahi kepada Hatunggal Siregar.

Usai mendapat kejutan tersebut, John Lubis mengaku terharu. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya wartawan yang selama ini telah membantu KONI Sumut di bawah kepemimpinannya selama dua periode.

“Hari ini saya mendapat dua kejutan. Salah satunya dari wartawan olahraga. Wartawan olahraga telah banyak membantu KONI Sumut selama ini. Meskipun ada juga yang mengkritisi, tapi itu sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap KONI Sumut,” jelasnya.

John Lubis memberikan sinyal tetap akan berkecimpung di dunia olahraga Sumut. Baginya tidak ada istilah purna tugas di dunia olahraga. Sebab olahraga bisa membuat tubuh menjadi sehat.

“Saya akan tetap bersedia memberikan saran dan masukkan kepada KONI Sumut jika memang dibutuhkan. Sebab tidak ada istilah purna tugas di olahraga. Setelah menjadi Ketua Umum KONI Sumut, masih bisa menjadi Ketua Pengcab atau bahkan Ketua KONI kecamatan,” ungkapnya.

Karena itu, dia mengajak semua pihak untuk tetap bersatu untuk memajukan olahraga Sumut. Kemudian bersatu mendukung Ketua Umum KONI Sumut terpilih, Hatunggal Siregar.

“KONI Sumut selama ini mengedepankan kebersamaan. Mari kita dukung Pak Hatunggal karena beliau merupakan hasil pilihan kita bersama,” ajaknya. (dek)

PLN UP3 Binjai Hadirkan Berkah Idul Fitri bagi Warga Langkat melalui Bantuan Bedah Rumah

General Manager PLN UID Sumut saat melakukan pengisian token listrik rumah Muhammad Suardi.
General Manager PLN UID Sumut saat melakukan pengisian token listrik rumah Muhammad Suardi.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Momen Idul Fitri tahun ini menjadi penuh makna dan berkah bagi Muhammad Suardi, warga Desa Perdamaian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Berkat kepedulian dan kebersamaan pegawai PLN UP3 Binjai, Suardi kini dapat menempati rumah yang lebih layak dan nyaman untuk dihuni bersama keluarganya.

Bantuan bedah rumah ini merupakan inisiatif sosial yang digagas oleh Darwin Simanjuntak saat menjabat sebagai Manager PLN UP3 Binjai pada Ramadan 1446 Hijriah lalu.

Bermula dari kegiatan penyalaan listrik di rumah Suardi pada maret 2025, Darwin mengajak seluruh pegawai PLN UP3 Binjai untuk turut berpartisipasi dalam aksi kebaikan melalui program bedah rumah.

Foto kediaman Muhammad Suardi sebelum dilakukan bedah rumah.
Foto kediaman Muhammad Suardi sebelum dilakukan bedah rumah.

Upaya gotong-royong ini membuahkan hasil. Pada Selasa, 15 April 2025, rumah milik Muhammad Suardi resmi selesai diperbaiki dan diserahkan serta diresmikan langsung oleh General Manager PLN UID Sumatera Utara Agus Kuswardoyo.

Kegiatan peresmian ini juga dihadiri oleh jajaran Senior Manager PLN UID Sumut, Manager PLN UP3 Binjai Muhammad Isra, Sekretaris Desa Perdamaian Julidar, Babinsa Serda Agus Irawan, Bhabinkamtibmas Aiptu Bambang, dan Kepala Dusun, Jemaan.

Pada momen peresmian, GM PLN UID Sumut Agus Kuswardoyo turut menyerahkan kunci rumah secara simbolis dan melakukan pengisian token listrik pertama sebagai tanda dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi Suardi dan keluarganya.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pegawai PLN UP3 Binjai atas inisiatif luar biasa ini. Semoga ini menjadi berkah bagi yang memberi maupun yang menerima. Program seperti ini sangat bermanfaat dan patut dicontoh dalam upaya kita menebar cahaya kebaikan,” ujar Agus Kuswardoyo dalam sambutannya.

Agus juga menambahkan bahwa PLN melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) juga terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama para asnaf di berbagai wilayah kerja PLN.

Muhammad Suardi, yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat pupuk kompos dari kotoran ternak, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pegawai PLN UP3 Binjai. Sekarang rumah kami sudah tidak bocor-bocor lagi kalau hujan. Saya dan keluarga bisa tinggal dengan lebih nyaman,” ungkap Suardi haru.

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga datang dari Sekretaris Desa Perdamaian, Julidar. “Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang sudah membantu salah satu warga kami. Semoga kebaikan ini mendapat balasan setimpal,” ujar Julidar.

Melalui kegiatan ini, PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, namun juga menjadi bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Semangat kebersamaan, kepedulian, dan aksi nyata dari seluruh pegawai PLN UP3 Binjai menjadi inspirasi dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan, terlebih di bulan penuh berkah. (ila)

RSU Mitra Sejati Gelar Halal Bihalal, Rencana akan Bangun Universitas

FOTO BERSAMA: Direktur RSU Mitra Sejati dr Elvida Sulistiana Sinaga, MKM, MH,Kes, Sp.KKLP , Perwakilan dari Yayasan RSU Mitra Sejati, Kartar Singh, foto bersama anak yatim piatu.
FOTO BERSAMA: Direktur RSU Mitra Sejati dr Elvida Sulistiana Sinaga, MKM, MH,Kes, Sp.KKLP , Perwakilan dari Yayasan RSU Mitra Sejati, Kartar Singh, foto bersama anak yatim piatu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Sejati menggelar halal bi halal di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Rabu (16/4/2025) siang. Dalam kegiatan halal bihalal tersebut, RSU Mitra Sejati memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu.

Direktur RSU Mitra Sejati dr Elvida Sulistiana Sinaga, MKM, MH,Kes, Sp.KKLP mengatakan, santuan yang diberikan kepada anak yatim merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat sekitar RSU Mitra Sejati.

Sedangkan kegiatan halal bihalal, lanjutnya, sebagai upaya untuk membina hubungan baik dan silaturahmi dengan stakeholder. Mulai dari Dinas Kesehatan, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut, rumah sakit jejaring yang terlibat kerja sama, Jasa Raharja hingga kepolisian.

Tak hanya itu, lanjutnya, juga dihadiri para medis, mulai dari dokter, nakes dan lainnya. Sebab, pentingnya membina silaturahmi dan hubungan baik dengan dokter agar tercipta kerja sama yang baik, komunikasi yang baik sehingga terbina hubungan interpersonal, baik secara lintas, perawat, bidan, dokter umum.

“Ini lah ajang wadah komunikasi sekaligus meningkatkan ukuwah islamiah dan rasa persaudaraan di RS Mitra Sejati melalui kegiatan halal bihalal ini. Tak kalah pentingnya, dengan halal bihalal bertema ‘Tingkatkan Ketakwaan dengan Membangun Kebersamaan dan Silaturahmi’ ini mari kita berikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien,” tegasnya.

Di kesempatan ini, lanjut dr Elvida, pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang senantiasa mendukung dan telah meringankan langkah hadir di kegiatan ini.

“Terima kasih juga kepada Ketua Panitia Halal bihalal, dr Khairul yang bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Alhamdulillah sukses, semoga tahun depan lebih meriah dan sukses,” pungkasnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Yayasan RSU Mitra Sejati, Kartar Singh menegaskan, RSU Mitra Sejati terus melakukan berbagai langkah baik untuk pelayanan kesehatan kepada pasien. Misalnya, alat-alat kesehatan rumah sakit telah diperbaharui semuanya.

Tujuannya karena RSU Mitra Sejati tak ingin tertinggal di belakang. Kemudian, melakukan renovasi gedung. “Sekarang ruangan kita semua alatnya kita lengkapi, karena kita tidak mau menghambat pelayanan kita. Seperti ruangan Intensive Care Unit (ICU) kita berikan alat-alat terbaik yang selevel canggihnya dengan Pinang dan Kualalumpur,” ujar Kartar Singh.

Bukan hanya itu, lanjut Kartar Singh, RSU Mitra Sejati juga meningkatkan pendidikan, mulai dari kebidanan hingga administrasi rumah sakit. “Baru saja kita meluluskan puluhan bidan pendidikan D3 yang kita gratiskan saat menimba ilmu di RSU Mitra Sejati yang bernama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan atau STIKES Mitra Sejati Medan. Mereka adalah penduduk sekitar RSU Mitra Sejati.

Kita berikan beasiswa sampai tamat dan begitu tamat, kita pekerjakan di RSU Mitra Sejati. Ini sebagai bentuk sosial kita juga,” ungkap Kartar Singh.

Bahkan, lanjutnya, RSU Mitra Sejati berencana akan membangun satu universitas yang nantinya menjadi universitas terpercaya, sehingga warga Medan Johor bisa menempuh pendidikan di universitas RSU Mitra Sejati.

“RSU Mitra Sejati ingin kawasan Medan Jhor bangkit menjadi daerah yang betul-betul memilik rumah sakit kredibel atau bisa dipercaya. Makanya kita dukung direktur kita untuk mencapai semuanya. Kita bergandengan tangan, sehingga kita harapkan ke depan lebih sukses dan dokter-dokter praktik tidak kesulitan, pasien tidak kesulitan mendapatkan pelayanan yang baik dengan kelengkapan alat yang kita punya,” harapnya.

Kartar Singh juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan berharap tema yang diusung bisa meningkatkan silaturahmi, sehingga pelayanan terbaik bisa diberikan kepada pasien.

“Untuk diketahui juga, kami selalu melakukan bakti sosial menjelang hari besar keagamaan, misalnya Idul Fitri dan Natal. Terbaru saat Idul Fitri 1446 Hijriah kami menyerahkan bantuan untuk anak yatim piatu dari sejumlah kecamatan, tak jauh dari lokasi RSU Mitra Sejati,” pungkasnya.

Turut memberikan sambutan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumatera Utara (Sumut) dr Syaiful M. Sitompul, Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut Destanul Aulia dan Direktur RS Mitra Sehat yang juga perwakilan RS itra kerja, dr Jhon Rider Purba.

Hadir dalam kegiatan itu, perwakilan Polrestabes Medan, perwakilan PT Jasa Raharja, Unit Transfusi Daerah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Deliserdang, unsur Kecamatan Medan Johor. Kegiatan ditutup ceramah oleh ustad dan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim piatu. (ila)

Excavator ‘Raib’, Mesin Grader Milik PUTR Nias Barat Rusak Berat

RUSAK: Alat berat jenis grader yang sudah rusak terparkir di halaman kantor dinas PUTR Nias Barat. Foto : OLOHETA GULO/SUMUT POS
RUSAK: Alat berat jenis grader yang sudah rusak terparkir di halaman kantor dinas PUTR Nias Barat. Foto : OLOHETA GULO/SUMUT POS

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Ketua LSM PKN (Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Kepulauan Nias), Petrus S. Gulo, mempertanyakan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Nias Barat, kini menjadi misteri.

Petrus S. Gulo kepada SUMUTPOS, Rabu (16/4/2025) pagi mengatakan, excavator dan buldoser, dulu sering terlihat di kantor PUTR Nias Barat, kini tak tampak lagi, keberadaan alat berat tersebut seolah hilang ditelan bumi, tanpa kejelasan nasib dan jejak administrasi yang jelas.

Menurutnya, alat berat yang dibeli dari uang Negara seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan, serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Namun hingga saat ini tidak ada keterangan resmi dari pihak dinas terkait mengenai keberadaan alat berat tersebut.

“Bahkan beberapa sumber menyebut alat berat itu sudah lama tidak terlihat sejak pengerjaan beberapa proyek besar dalam dua tahun terakhir ini. Pengawasan terhadap aset daerah tampaknya lemah, terbukti dari tidak adanya sistem pelacakan yang transparan,” katanya kepada SUMUTPOS.

Ia menambahkan, jika benar alat itu disewakan atau dipinjamkan ke pihak ketiga, maka seharusnya ada dokumen dan perjanjian resmi yang bisa diakses publik. Sayangnya, hingga kini tak ada satupun laporan atau dokumentasi yang menjelaskan hal itu. Hal ini tentu menimbulkan kecurigaan adanya penyalahgunaan wewenang atau kelalaian dalam pengelolaan barang aset Daerah.

“Beberapa pihak menduga bahwa alat berat tersebut sengaja “disembunyikan” atau bahkan telah dipindahkan ke lokasi lain tanpa izin. Jika benar, ini bisa menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan,”

“Pemerintah daerah pun diminta segera mengambil tindakan cepat untuk menelusuri keberadaan aset penting tersebut, mengingat nilai dan fungsinya sangat besar dalam mendukung pembangunan daerah,” harapnya.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas adalah kunci dalam pengelolaan aset Negara. Hilangnya alat berat bukan hanya soal kehilangan fisik, tapi juga mencerminkan lemahnya sistem manajemen dan tanggung jawab terhadap publik.

Dinas PUTR Nias Barat harus segera memberikan penjelasan resmi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sementara saat dikonfirmasi di dinas PUTR Nias Barat, Eliakim Gulo, Plt. Kadis PUTR Nias Barat, melalui chat WhatsApp miliknya mengatakan, alat berat yang ia tahu hanya 1 Unit jenis grader.

Menurutnya, yang masih terparkir di halaman kantor PUTR Nias Barat sedang tidak berfungsi karena rusak dan seandainya diperbaiki maka berfungsi, namun untuk perbaikan butuh dana yang besar.

“Tks pak. Alat berat yang saya tau ada di depan kantor Dinas PUTR, sedang tidak berfungsi dan bila sudah diperbaiki, maka berfungsi sebagaimana mestinya pak, untuk perbaikan alat berat butuh dana yang besar pak, dan yang bisa memperbaikinya pun harus orang yang sudah ahli tentang alat berat, jadi dapat dipastikan bahwa alat berat yang ada seandainya diperbaiki dapat difungsikan kembali,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada SUMUTPOS.(mag-9/han)

Hadiri Workshop UMKM, Bupati Batubara Minta Jaga Kualitas Produk

WHORKSHOP: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian hadiri Workshop UMKM di Gedung Multi Porpose Hall (MPH) Perumahan Tj. Gading, Kecamatan Sei Suka, Rabu (16/04/2025).Foto:Liberti H Haloho/ Sumut Pos
WHORKSHOP: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian hadiri Workshop UMKM di Gedung Multi Porpose Hall (MPH) Perumahan Tj. Gading, Kecamatan Sei Suka, Rabu (16/04/2025).Foto:Liberti H Haloho/ Sumut Pos

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batubara H Baharuddin Siagian, SH, M.Si menghadiri Workshop UMKM di Gedung Multi Porpose Hall (MPH) Perumahan Tj. Gading, Kecamatan Sei Suka, Rabu (16/4/2025).

Dalam sambutannya, Baharuddin meminta pelaku UMKM terlebih dahulu menjaga kualitas dan kebersihan produk sebelum menuju ke eksport.

“Saya berharap pertemuan ini jangan hanya sekedar pertemuan, tapi bagaimana hasil akhir dari pertemuan ini harus benar-benar terealisasi,” ujar Baharuddin.

Kegiatan ini mengangkat tema “UMKM Go Moderen dan Eksport Pasti Bisa” dan diisi dengan pemaparan materi dari Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dr. Ir. H. Hakim, M.Si.

Dalam pemaparan Kadis KopUKM Batubara, menjelaskan manfaat dan kegunaan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

“Keduanya penting bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia, dengan memiliki NIB dan PIRT, bisnis atau usaha akan lebih berkembang dan terpercaya serta diakui kedudukannya oleh negara layaknya memiliki KTP,” ujarnya.

Dirinya juga menyebut dengan adanya NIB dan PIRT, maka para pelaku UMKM dapat bekerja sama dengan minimarket seperti Indomaret dalam memasarkan produk, kepengurusan NIB juga sangat cepat 1 hari sudah siap diproses.

Pemkab Batubara sangat mendukung setiap UMKM dengan memberikan bantuan dalam jenis peralatan produk yang akan diberikan melalui PT. Inalum dan pinjaman modal berusaha di Bank Sumut yang proses pelaksanaannya tetap diawasi oleh Pemkab Batunara.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada peserta UMKM dan foto bersama beberapa produk dari Batubara yang telah diekspor keluar negeri.
(mag-3/han)

Wesly Ziarah ke Makam Raja Sang Naualuh di Bengkalis

TABUR BUNGA: Wali Kota Siantar Wesly Silalahi bersama istri melakukan tabur bunga di makam Raja Sang Naualuh. ISTIMEWA/SUMUT POS
TABUR BUNGA: Wali Kota Siantar Wesly Silalahi bersama istri melakukan tabur bunga di makam Raja Sang Naualuh. ISTIMEWA/SUMUT POS

SIANTAR, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama Wakil Wali Kota Herlina berziarah ke makam Raja Siantar, Sang Naualuh Damanik, di Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, Selasa (15/04/2025). Wesly dan rombongan disambut Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso.

Wesly menyampaikan ziarah dilakukan dalam rangkaian memeringati Hari Jadi ke-154 Tahun Kota Pematangsiantar Tahun 2025. Wesly mengharapkan, peringatan Hari Jadi Kota Pematangsiantar menjadi momen introspeksi diri, seberapa jauh bisa mewarisi nilai-nilai kepahlawanan Raja Sang Naualuh Damanik. Serta melanjutkan perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik untuk memajukan Kota Pematangsiantar. Sehingga terwujud masyarakat Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.

Wesly juga memaparkan delapan Sifat Luhur Raja Sang Naualuh Damanik, yaitu: Pengasih, Pelayan, Jujur, Berani, Bertanggung jawab, Teguh Pendirian, Saling Menghormati, serta Membangun. Ia meminta delapan Sifat Luhur Raja Sang Naualuh Damanik harus menjadi pegangan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di Kota Pematangsiantar.

Diutarakannya, pelajaran berharga yang dapat diambil dari Raja Sang Naualuh Damanik adalah nasionalisme, mengayomi masyarakat, mengutamakan diplomasi, pendirian yang tegas, berani, bertanggung jawab, dan membangun.

Masih kata Wesly, walaupun diasingkan ke Bengkalis, Raja Sang Naualuh Damanik tetap mengirim kabar kepada rakyat di Kerajaan Siantar, agar tetap membangun semangat juang Habonaron Do Bona, yaitu kebenaran sebagai cikal bakal segalanya.

Raja Sang Naualuh Damanik wafat dengan meninggalkan pesan yang menjadi motto Kota Pematangsiantar, yaitu Sapangambei Manoktok Hitei, seiring seirama dalam menggapai tujuan.

Wesly berharap kepada semua yang hadir, para keluarga, keturunan, dan ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik dapat menjaga, memelihara, melestarikan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan Sang Raja.

Tak lupa, Wesly mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis atas sambutan dan layanan kepada Pemko Pematangsiantar untuk berziarah ke makam tokoh, pendiri, dan Raja Siantar, sebagai rangkaian memeringati Hari Jadi ke-154 Tahun Kota Pematangsiantar.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso mengucapkan selamat datang kepada rombongan Pemko Pematangsiantar ke Kabupaten Bengkalis atau dikenal sebagai Negeri Junjungan.

“Mudah-mudahan momentum ini, selain untuk memperkuat hubungan silaturahmi di antara kita, hendaknya dapat menjadi media dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi yang saling mengisi antara satu dengan yang lainnya, guna menyamakan persepsi serta langkah dalam membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Bagus Santoso menjelaskan, makam Raja Sang Naualuh Damanik selalu dijaga dan dirawat dengan baik. Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Bengkalis ibarat saudara.

“Saudara seperjuangan Raja Sang Naualuh Damanik ketika mempertahankan pendiriannya untuk lepas dari penjajahan Belanda,” tukasnya.

Bagus Santoso menyebutkan, makam Raja Sang Naualuh Damanik merupakan salah satu objek wisata religi di Bengkalis. Makam tersebut sebagai bukti sejarah perjuangan luar biasa dan menjadi bukti kekuatan diri untuk tetap mempertahankan marwah meski diasingkan ke Bengkalis.

“Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis, tetap berkomitmen untuk menjaga dan merawat makam Raja Sang Naualuh Damanik ini, yang dikenal juga menjadi tokoh agama kepada masyarakat Bengkalis,” ujar Bagus Santoso.

Ia yakin Pemko Pematangsiantar di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi dan Wakil Wali Kota Herlina dan Pemkab Bengkalis di bawah kepemimpinan Kasmarni dan Bagus Santoso akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Acara ziarah turut diisi dengan maranggir, yakni ritual adat Simalungun, yang dimulai oleh Wesly didampingi Ketua TP PKK Liswati Wesly Silalahi. Dilanjutkan oleh Herlina didampingi suami Bahrum Sumantri, dan diikuti jajaran Pemko Pematangsiantar serta para tokoh pemuda.

Kegiatan juga diisi dengan tabur bunga, dan pemaparan secara singkat sejarah Raja Siantar XIV Sang Naualuh Damanik.

Turut hadir, jajaran Pemko Pematangsiantar dan Pemkab Bengkalis, ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, pengurus Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik, pengurus DPP Himapsi, pengurus Partuha Maujana Simalungun (PMS) Kota Pematangsiantar, dan lainnya. (mag-7/han)