29 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 2883

Munchen vs Barcelona: Habis Habisan

ALL OUT: Striker Barcelona Memphis Depay siap tampil all out saat menghadapi Bayern Munchen untuk memperebutkan satu tiket lolos ke babak 16 besar Liga Champions, Kamis (9/12) dini hari WIB.

SUMUTPOS.CO – XAVI Hernandez bakal menghadapi tantangan terbesarnya sebagai pelatih baru Barcelona. Ia dituntut harus menang untuk lolos ke fase gugur saat bertandang ke Allianz Arena, menantang Bayern Munchen di matchday ke-6 Liga Champions, Kamis (9/12/2021) dini hari WIB.

ALL OUT: Striker Barcelona Memphis Depay siap tampil all out saat menghadapi Bayern Munchen untuk memperebutkan satu tiket lolos ke babak 16 besar Liga Champions, Kamis (9/12) dini hari WIB.

Satu-satunya jalan agar tim asuhan Xavi bisa lolos ke 16 besar UCL tanpa bantuan tim lain adalah dengan mengalahkan Die Roten di Allianz Arena. Ini tidak terlepas dari poin Barca yang cuma 7, hanya unggul 2 angka dari pesaing terdekat Benfica.

Jika sampai Barcelona seri saja lawan Bayern, sedangkan Benfica bisa menumbangkan Dynamo Kyiv dalam laga kandang, maka yang menemani Die Roten ke fase knock-out adalah wakil Portugal. Sedangkan Barca, akan ditransfer ke 16 besar Liga Europa (UEL)n

Masalahnya, mengalahkan Bayern di kandangnya sendiri sangatlah sulit. Apalagi, Barca juga sedang tidak dalam kondisi bagus. Anak asuh Xavi Hernandez menelan kekalahan pertamanya dari Real Betis dengan skor tipis 0-1, Sabtu (4/12) lalu.

Kekalahan tersebut menyoroti masalah Barca. Namun, Xavi tahu bahwa timnya tidak punya waktu menyesali hasil akhir. Xavi kesal karena timnya lengah dalam menghadapi serangan balik lawan.

Mereka jelas tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama saat melawan Munchen nanti. Karena, pertandingan bakal jauh lebih sulit.

“Rabu (Kamis dini hari WIB) mendatang ada pertandingan penting lainnya. Kami tidak boleh gagal lagi. Namun, saya rasa penampilan kami di babak kedua (kontra Betis) cukup bagus,” kata Xavi di Marca.

“Di Barcelona, Anda akan selalu bermain di laga ‘final’. Saya tidak suka kalah. Kami tidak layak kalah. Terkadang, Anda tidak layak menang dan Anda masih bisa mendapatkannya,” tagasnya.

Menurut Xavi, timnya tidak boleh kalah dari Munchen nanti. Dia merasa bangga dengan perjuangan para pemain dan kini mereka harus fokus. “Saya sudah berkata pada para pemain bahwa saya bangga. Sekarang, Anda harus bertarung habis-habisan untuk menang di Munchen,” sambung Xavi.

“Kami tidak punya pilihan selain pergi untuk menang. Setelahnya kita lihat saja apa yang terjadi,” tandas Xavi.

Optimisme juga diusung Memphis Depay, salah satu andalan Barcelona di lini depan musim ini. Ia menegaskan, timnya akan menganggap laga kontra Bayern sebagai final. “Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk lolos ke ronde berikutnya, dan ini seperti final. Kami harus bermain dengan intensitas maksimum. Kami berupaya untuk memainkan high press dan unggul penguasaan bola. Kami ingin mengontrol laga dengan cara ini,” kata Depay kepada BarcaTV+.

Sementara, Bayern Munchen sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi dari laga ini. Tim asuhan Julian Nagelsmann sudah resmi jadi juara Grup E, dan lolos ke 16 besar UCL. Hanya, kemenangan atas Barca bakal membuat Die Roten melanjutkan rekor 100 persen di fase grup musim ini.

Di samping itu, Die Roten sejauh ini masih memegang rekor sebagai tim dengan jumlah gol terbanyak di UCL musim ini dengan 19 gol, di atas Manchester City (17 gol), Ajax (16 gol), atau Liverpool (15 gol).

Munchen punya pengalaman manis menghajar Barcelona 0-3 di Camp Nou dalam putaran pertama lalu. Ketika itu, Die Roten unggul segalanya dari Blaugrana. Bukan cuma soal penguasaan bola yang mencapai 51,6 persen, tetapi juga jumlah tembakan yang sangat mencolok 17 percobaan berbanding cuma 5 milik tuan rumah. Robert Lewandowski mencetak brace, sedangkan satu gol lain dicetak spesialis pembobol Barca, Thomas Muller.

Dengan segala masalah yang menimpa Barcelona, ditambah motivasi lebih Thomas Muller dan bisa jadi Robert Lewandowski yang baru saja ditepikan dari persaingan Ballon d’Or, skor telak untuk keungggulan Bayenr mungkin saja tercipta. (bbs)

PPKM Level 3 Batal Diterapkan di Seluruh Indonesia

PENYEKATAN: Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serentak yang sedianya akan diberlakukan pada 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 batal dilaksanakan. Sebagai gantinya, pemerintah merilis aturan baru, diantaranya pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan asesmen situasi pandemi di daerah masing-masing.

PENYEKATAN: Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .

KEPUTUSAN pembatalan penerapan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia ini, dinilai sebagai bentuk tidak konsistennya pemerintah dengan kebijakan yang dibuatnya dan membuat masyarakat menjadi bingung. Apalagi, bukan kali ini saja pemerintah menganulir kebijakan sendiri. “Ya, kita melihat ini bentuk inkonsistensi pemerintah,” kata pakar sosial asal Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi kepada Sumut Pos, Selasa (7/12).

Menurutnya, pemerintah adalah patron bagi pelayan masyarakat. Kalau patronnya sudah begitu, maka di level masyarakat pun akan punya pandangan yang miring. Terlebih atas sebuah kebijakan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat dalam konteks masih pandemi saat ini. “Pemerintah tidak harus punya bargaining dengan kebijakan yang diambil. Kultur masyarakat kita yang masih labil dalam menyikapi pandemi ini, seharusnya diberi edukasi yang bijak oleh pemerintah,” terangnya.

Saat ini kalau dilihat, imbuh Agus, seolah-olah pemerintah merasa euforia dengan kondisi pandemi di Indonesia yang mulai kondusif. Padahal, ancaman yang lebih besar dari pandemi ini masih begitu nyata dengan munculnya varian baru. “Kalau pemerintah merasa sudah euforia, ya tentu masyarakat pasti lebih parah lagi euforianya sehingga semua menjadi tak waspada akan ancaman baru dari virus ini,” tegasnya.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah juga memiliki pandangan yang sama. Ia menilai, pemerintah tidak konsisten dengan kebijakan. “Ini semakin membuat masyarakat bingung. Biasakan membuat kebijakan berdasarkan kajian dan pengalaman tahun lalu. Jangan suka-suka saja. Dikhawatirkan batalnya PPKM level 3 membuat lonjakan penularan kasus Covid-19,” kata Trubus Rahardiansyah seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (7/12).

Ia juga menilai, pemerintah mengganti kebijakan disebabkan karena ingin memulihkan ekonomi ketimbang kesehatan masyarakat. Pastinya, para pengusaha akan mengeluh jika pemerintah kembali menerapkan PPKM Level 3 pada libur Nataru. “Para pengusaha kan sudah redup dua tahun ini karena Covid-19. Mereka tidak mau lagi merugi, sehingga mengeluh untuk tidak menerapkan PPKM Level 3. Padahal, kondisinya varian dan virus masih menyebar,” kata dia.

Dengan begini, kata dia, masyarakat tidak akan terkendali dan akan pergi wisata liburan ke luar kota maupun luar negeri. Sehingga setelah Nataru, kasus Covid-19 akan mulai melonjak lagi. Ia berharap ini tidak terjadi, pemerintah harus bisa awasi secara ketat mobilitas masyarakat. “Sebaiknya, pemerintah belajar dari tahun lalu. Jangan diulangi lagi. Kalau memang ingin memulihkan ekonomi dengan solusi lain. Jangan lupakan kesehatan masyarakat,” kata dia.

Praktisi kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU), dr Delyuzar mengatakan, jika memang pemerintah pusat membatalkan kebijakan PPKM Level 3, maka seharusnya ada kepastian melalui kebijakan lain untuk mengantisipasi kerumunan pada Natal dan Tahun Baru. “Saat ini, bagaimanapun harus hati-hati, mengingat kasus Covid-19 masih ada dan bahkan virus varian baru Omicron yang juga sudah masuk ke beberapa negara,” kata Delyuzar dihubungi wartawan, Selasa (7/12).

Memang, diakui dia, sejauh ini untuk varian baru Omicron belum banyak informasi, seperti apa dampak beratnya virus ini jika terpapar. Bahkan, belum ada penelitian juga, meski sudah tersebar bahwa Omicron lebih berat paparannya dibanding varian Delta.

Lebih lanjut Delyuzar mengatakan, diharapkan pemerintah pusat dapat segera mengeluarkan kebijakan pengganti untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. “Intinya bagi saya, pemerintah bisa melakukan pencegahan, tidak tahu kita apa kebijakan berikutnya. Pencegahan biar tidak terjadi berkerumun di hari besar. Kemudian, orang tidak ke kampung halamannya dan bagaimana virus baru tidak masuk. Itu aja kita tunggu kebijakan lainnya meski tidak dengan PPKM Level 3. Intinya kita menunggu kebijakan searah dengan itu, kita tetap harus mewaspadai kondisi saat ini,” pungkas Delyuzar.

Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga juga berpendapat, pemerintah pusat ‘mencla-mencle’ dan tidak konsisten dengan kebiajaknnya dalam hal menyikapi mobilitas masyarakat di masa Nataru. Seharusnya, kata dia, melalui gempuran vaksinasi yang telah dilakukan dan masih berjalan saat ini, pemerintah tak perlu membuat rakyat semakin panik dengan kebijakan yang berubah-ubah.

Terlebih mengingat, seluruh kepala daerah telah berupaya sekuat tenaga bersama jajaran dan pemangku kepentingan terkait, agar daerah yang dipimpinnya dapat berstatus PPKM Level I. “Adanya ancaman varian baru dan gelombang ketiga, justru lebih baik kita waspadai bersama, serta pemerintah mengonsolidasikan ini segera sampai kepada lapisan terbawah,” tegas politisi PKB Sumut itu.

Anggota Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay, dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos, Selasa (7/12), mengaku belum mengetahui alasan pemerintah membatalkan PPKM tersebut. “Saya belum tahu detail alasan pemerintah membatalkan aturan PPKM level 3 pada masa Nataru. Alasan yang saya tangkap, pemerintah ingin membuat kebijakan yang seimbang di seluruh wilayah di Indonesia. Sebab, tidak semua daerah memiliki kondisi yang sama. Apalagi, Indonesia saat ini dinilai jauh lebih siap dibandingkan tahun lalu,” jelas Ketua Fraksi PAN DPR RI, Dapil Sumut II ini.

Katanya, saat ini masyarakat Indonesia mayoritas sudah divaksin, testing dan tracing masih dilaksanakan dengan baik, vaksin untuk lansia diprioritaskan, dan lain-lain. Dari sisi ini, Indonesia lebih siap dibandingkan nataru tahun lalu. Namun demikian, perubahan kebijakan ini tetap mendapat sorotan dari masyarakat. Sebab, aturan itu belum berjalan, sudah dievaluasi dan diganti. Kelihatan bahwa pemerintah belum melakukan kajian dari seluruh aspek sebelum menetapkan kebijakan tersebut.

“Saya menduga ada beberapa hal yang menyebabkan pemerintah merubah kebijakan tersebut. Pertama, adanya penolakan dari sebagian anggota masyarakat. Penolakan ini banyak disampaikan terutama lewat media sosial. Tidak hanya menolak, masyarakat juga memberikan kritikan dan saran atas kebijakan tersebut,” urainya.

Kedua, ada sebagian ahli dan akademisi yang juga memberikan pandangan yang menyatakan tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Pemerintah kelihatannya mendengarkan masukan ini. Terbukti, ada argumen yang disampaikan pemerintah yang didasarkan pada pandangan dan masukan para ahli tersebut.

Ketiga, pemerintah ingin menjaga agar roda perekonomian di tingkat bawah tetap berjalan baik. Dengan memberikan kelonggaran, masyarakat tetap dapat bekerja seperti biasa. Artinya, kehidupan perekonomian tetap stabil dan berjalan sebagaimana mestinya. Ini mungkin dinilai penting karena saat ini usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat sudah mulai menggeliat. Keempat, pemerintah tentu menyadari, kondisi antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. “Karena itu, ada yang perlu diketatin sampai level 3, ada yang level 2, dan mungkin ada yang hanya pada level 1. Data dan peta persebaran virus covid ini tentu sudah dimiliki pemerintah,” tandasnya.

Tunggu Aturan Terbaru

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, Pemko Medan masih menunggu aturan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. “Kita akan menunggu aturan lebih lanjut, dari pemerintah atasan akan kami tunggu pentunjuk berikutnya,” kata Bobby kepada wartawan, Selasa (7/12).

Meskipun PPKM Level 3 saat libur Nataru dibatalkan, Bobby tetap mengimbau seluruh pelaku usaha restoran, kafe, maupun tempat-tempat umum lainnya di Kota Medan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Namun yang selalu kami sampaikan pertama sekali adalah tempat-tempat umum seperti restoran, kafe-kafe, harus tetap terapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Bobby, ke depannya peraturan PPKM Level 2 akan diterapkan di Kota Medan dan disesuaikan dengan kondisi penularan Covid-19 di Kota Medan saat ini. “Aturan PPKM Level 2 tetap kita terapkan di sini l, sambil menunggu aturan selanjutnya dari Pemerintah Pusat. Apakah nanti ada aturan tambahan untuk menjelang Nataru ini, akan tetap kami ikuti, kami pedomani. Namun untuk saat ini aturan PPKM Level 2 aturan-aturannya ada di situ, ini masih kita ikuti,” katanya.

Dikatakan Bobby, Pemko Medan juga masih akan meninjau, apakah nantinya akan menerapkan pembatasan jalan menuju kota lainnnya di luar Kota Medan. “Namun nanti untuk aturan-aturan selanjutnya seperti pembatasan pintu-pintu masuk ke Kota Medan, ini nanti akan kita tinjau lebih lanjut,” pungkasnya.

Ganti Judul

Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan, pemerintah tetap melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, walaupun tidak menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Tito menyampaikan, pemerintah hanya mengganti istilah dari PPKM level 3 menjadi Pembatasan Masyarakat saat Natal dan Tahun Baru 2022.

“Judulnya diganti dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Masa Nataru. (Berlaku) 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12).

Mantan Kapolri ini menuturkan, penggunaan istilah PPKM level 3 dinilai tidak tepat. Karena penerapan PPKM pastinya cukup ketat dan setiap daerah mempunyai tingkat yang berbeda-beda.

Tito menyatakan rincian pembatasan kegiatan masyarakat ini akan dirinci secara detail. Sekarang ini aturannya sedang disusun oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan ditargetkan selesai secepatnya. “Nanti kita akan keluarkan. Nanti saya akan mengeluarkan hasil rapat kemarin. Kami sedang menyusun draftnya,” ucap Tito.

Diketahui, ihwal perubahan kebijakan ini sebelumnya dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengatakan keputusan itu diambil karena Indonesia sudah lebih siap menghadapi musim libur akhir tahun. Hal itu tercermin dari jumlah tes dan telusur yang lebih tinggi dari tahun lalu. “Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM Level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah,” kata Luhut dalam keterangan tertulis di situs Kemenko Marves, Selasa (7/12).

Menurutnya, penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan. Luhut menyampaikan kebijakan itu didukung oleh vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen. Sementara itu, vaksinasi Covid-19 dosis kedua telah mendekati 56 persen.

Di sisi lain, pada periode Nataru 2020 belum ada masyarakat yang divaksin. Selain itu, survey-survey juga mencatat antibodi Covid-19 masyarakat Indonesia saat ini sudah tinggi. Meski begitu, pemerintah tetap menerapkan sejumlah pembatasan. Pemerintah melarang kegiatan perayaan tahun baru di seluruh pusat keramaian. Pusat perbelanjaaan, bioskop, restoran boleh buka maksimal 75 persen. (prn/fdh/map/ris/bbs)

Setelah Jalan Rusak di Desa Liang Melas Datas sampai ke Presiden, Bupati Karo Sebut Anggaran Sudah Ditampung APBD

JERUK UNTUK PRESIDEN: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima perwakilan warga Desa Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang membawa jeruk sebanyak 3 ton di halaman Istana Negara. Mereka berharap pemerintah segera membangun jalan mereka yang rusak selama bertahun-tahun.istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang terkesan ‘ngeles’ soal kerusakan jalan di Desa Liang Melas Datas (LMD) yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Apalagi setelah infrastruktur jalan yang rusak di desa tersebut terungkap, tatkala sejumlah warga menemui langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, dengan membawa tiga ton jeruk madu hasil pertanian dari kampung mereka.

JERUK UNTUK PRESIDEN: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima perwakilan warga Desa Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang membawa jeruk sebanyak 3 ton di halaman Istana Negara. Mereka berharap pemerintah segera membangun jalan mereka yang rusak selama bertahun-tahun.istimewa/sumu tpos.

Peristiwa itu sontak menjadi isu nasional belakangan ini. Menyikapi itu, Cory terkesan ‘ngeles‘, dengan menyebut, kalaupun rakyatnya tak menemui presiden, Pemkab Karo bakal memperbaiki jalan di Desa LMD. Sebab, dananya sudah ditampung di APBD 2022 senilai Rp6 miliar.

“Kalaupun tidak dikomunikasikannya dengan kami, kami akan tetap memerhatikan daerah kami. Tiap tahun ada anggaran ke sana,” ujarnya menjawab wartawan usai bertemu dengan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah di rumah dinas Wagub, Jalan Tengku Daud Medan, Selasa (7/12).

Menurutnya, terdapat empat kecamatan di daerah itu, namun lokasinya berjauhan. Begitupun, sebelum bertemu presiden, warga telah mengomunikasikan aspirasinya kepada Pemkab Karo. “Tapi inisiatif mereka sendiri, karena dia begitu cinta terhadap Bapak Presiden. Karena jeruknya di sana banyak diantarkannya ke Pak Presiden,” katanya didampingi Wakil Bupati, Theopilus Ginting.

Sisi lain Cory mengungkapkan, rusaknya jalan di daerah itu karena ulah warga yang enggan membuang genangan air ke kebun-kebun mereka. Mengingat di sana juga belum dibangun drainase. “Itu salah satunya (membuat jalan rusak). Masyarakat ini kan kadang-kadang kan ya punya hati macam-macamlah ya,” ujarnya.

Ia juga mengomentari soal rencana Jokowi yang akan datang ke Desa LMD ketika jalan sudah diperbaiki. “Dalam hal ini, kalau presiden sudah datang ke sana, tentu bukan hanya pemkab membangun itu, udah keroyokanlah (bersama-sama), provinsi ikut, pusat ikut,” pungkasnya.

Ihwal arahan Wagub Ijeck sebagai hasil pertemuan itu, menurut Theopilus, pihaknya diminta mengusulkan hal apa yang bisa dibantu Pemprov Sumut untuk pembangunan jalan itu. Ia menilai, Pemprov Sumut punya atensi khusus atas pembangunan di daerah tersebut. “Itu program diserahkan kepada kita karena kita yang tau daerah itu,” ujar dia.

Bahkan Pemprov Sumut, diakuinya, sudah menyiapkan anggaran penanganan jalan rusak Desa LMD. “Tinggal bagaimana koordinasi dengan Bappeda provinsi. Intinya pemprov siap membantu,” tutup politisi Golkar itu.

Dibangun Awal 2022

Sementara, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting didamping Kepala Bapeda Karo Nasib Sianturi, mengikuti rapat kordinasi dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Ir Slamet Rasidi di kantor BBPJN Sumut, Jalan Sakti Lubis Medan. Dalam rapat itu, BBPJN Sumut menegaskan, pembangunan dan peningkatan jalan ke Desa Liang Melas Datas akan dibangun pada tahun 2022.

Langkah pertama yang harus diambil menyangkut pembebasan dan pembersihan lahan. Sedikitnya, lahan yang dibutuhkan atau dibebaskan dengan lebar 8 meter. Hal ini perlu dilakukan agar pembangunan jalan dilakukan setelah membuat saluran drainase.

Kepala BBPJN Sumut, Selamat Rosidi mengatakan, pihaknya masih meninjau kondisi ruas jalan di kawasan Liang Melas Datas. Diketahui, 32 km jalan di kawasan tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah hingga membutuhkan pembangunan. “Proses pembangunan akan dilaksanakan di tahun 2022. Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Karo bersama empat kecamatan yang ada di kawasan tersebut untuk perbaikan jalan,” katanya.

Selamet juga meminta kerja sama pemerintah desa setempat dan masyarakat terkait badan jalan yang akan dibangun. Dia meminta seluruh lahan yang terkena pembangunan sudah dibebaskan hingga tidak menimbulkan persoalan baru ke depan. “Kami hanya bisa membangun jalan, sementara lahan disiapkan oleh masyarakat. Karena anggaran yang disediakan hanya di situ. Karena itu, kami berharap seluruh lahan yang terkena pembangunan jalan sudah dibebaskan agar tidak ada hambatan untuk proses pembangunan nantinya,” tandasnya.

Jokowi Perintahkan Menteri PU

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) takjub melihat kiriman jeruk seberat 3 ton yang dikirimkan warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang tiba di Istana Negara Jakarta. Jokowi pun bergumam, bahwa betuk jeruk tersebut tak seperti jeruk pada umumnya.

“Wah ini jeruknya? Bentuknya besar sekali,” kata Jokowi kagum, seperti dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (6/12).

Datangnya jeruk tiga ton ke Istana memang bukan dadakan. Sebab, jeruk datang beserta sebuah permintaan dari warga Liang Melas Datas yang mengeluhkan jalanan yang rusak. “Saya sudah dengar semua kok, sudah saya perintahkan ke Menteri PU, kemarin (5/12) sudah sampai sana. Tadi pagi katanya sudah mulai melihat lapangan, sudah mengukur, nanti sebentar lagi dikerjakan,” ujar Jokowi usai mendengar keluhan mereka.

Setia Sembiring, salah seorang perwakilan warga Desa Liang Melas Datas berharap, Presiden Jokowi bisa memberi perhatian. Menurutnya, jalan yang rusak tersebut juga berdampak pada warga di enam desa dan tiga dusun di Liang Melas Datas. “Bapak Presiden kita memperhatikan kami masyarakat Desa Liang Melas yang jumlahnya enam desa ditambah tiga dusun. Jadi kami harapkan benar bantuan Bapak itu agar desa kami bisa ada perubahan dari dulunya menjadi agak lebih baik,” kata Setia kepada Jokowi.

Sebagai tanda terima kasih, Setia dan para warga memberikan buah tangan berupa jeruk sebanyak 3 ton yang dibawa dengan satu unit truk. “Kami mengantarkan oleh-oleh ini, mudah-mudahan dan kami harapkan Bapak Presiden kita memperhatikan kami,” harap Setia.

Mendapat buah tangan itu, Jokowi berpesan dan menitip janji akan menyambangi lokasi mereka saat jalan sudah diperbaiki. “Ini nanti sampaikan ke petani. Oleh-oleh sudah saya terima, ini gantinya. Nanti sampaikan. Ini jalannya langsung dikerjakan. Nanti kalau jalannya jadi, saya ke sana. Sampaikan. Biar dikerjakan dulu, nanti (jalannya) jadi saya baru ke sana,” pungkas Jokowi. (prn/deo/lp6)

Jamaah Umrah Bakal Berangkat Awal Tahun 2022, Amphuri Sumbagut Tolak Pemberangkatan Satu Pintu

ANTRE: Jamaah umroh antre di loket tiket Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, sebelum berangkat ke Tanah Suci, tahun lalu.FEDRIK TARIGAN/JAWA POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jamaah umrah asal Sumatera Utara yang ingin berangkat ke Tanah Suci, sepertinya harus lebih bersabar. Pasalnya, hingga akhir tahun ini dipastikan jamaah belum bisa berangkat dikarenakan kendala teknis kondisi masing-masing negara di masa pandemi.

ANTRE: Jamaah umroh antre di loket tiket Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, sebelum berangkat ke Tanah Suci, tahun lalu.FEDRIK TARIGAN/JAWA POS.

Kondisi itu digambarkan Ketua DPD Asosiasi Muslim Perjalanan Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sumbagut, Mitha Hayati Tanjung saat dihubungi Sumut Pos, Selasa (7/12). “Kalau ada yang menyampaikan Desember ini berangkat, ada beberapa teman-teman menyampaikan tanggal sekian, itu sebenarnya masih prediksi saja. Karna kalau dari kami (Amphuri), memahami sekali kondisi di lapangan tidak sesederhana itu.

Masih banyak lagi dari pemerintah sendiri, mereka menyampaikan masih mau menyingkronkan aplikasi tawaqalna Saudi dengan peduli lindungi dan itu belum fix juga,” ungkap Mitha.

Kemudian, lanjutnya, ada rumah sakit yang ditunjuk langsung secara resmi oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk test PCR bagi jamaah umrah. “Alhamdulilah, Amphuri sebelum heboh-heboh tentang ini, kita telah bekerjasama dengan pihak rumah sakit di Jakarta, yang ditunjuk langsung oleh Saudi,” terangnya.

Atas kondisi ini, Mitha memprediksi, keberangkatan jamaah umrah bisa dilaksanakan di awal tahun 2022, dengan menerapkan protokol kesehatan yang amat ketat di Arab Saudi. “Untuk Desember sendiri, memang benar bahwa kementerian agama sendiri ada memberikan rilis penerbangan. Ada Garuda, Saudi di Bulan Desember. Tapi itupun sifatnya masih wacana. Kalau ada keberangkatan, itupun cukup penyelenggara haji dan umrah resmi, yang diambil dari berbagai asosiasi resmi di Indonesia,” jelasnya.

Namun, sambungnya, pihaknya menolak pemberangkatan satu pintu lewat Jakarta saja yang diusulkan Kemenag RI. Plus karantina satu hari di Asrama Haji Jakarta. “Kami dari Amphuri juga mengajukan nota keberatan dalam artian, Indonesia kan negara kepulauan yang jamaahnya nomor dua terbesar didunia setelah Pakistan. Jadi kita mengajukan keberatan yang hanya diberlakukan satu pintu. Airport internasional di Indonesia kan banyak, ada kualanamu, Surabaya, Makassar dan Cengkareng. Alhamdulilah itu menjadi salah satunya diterima oleh Kemenag, dan mereka berjanji akan lanjut khusus untuk pemberangkatan awal bagi penyelenggara saja,” bebernya.

Untuk normalnya, kata dia, bagi jamaah umum akan diberlakukan di empat bandara tersebut. Disinggung mengenai visa yang belum online, Mitha mengaku visa kini telah online. Hanya saja kata dia, masih terkunci di Arab Saudi. “Kita mengapresiasi lah pemerintah Saudi yang telah membuka peluang untuk beribadah warga Indonesia kembali. Mengapresiasi menteri agama yang sudah bernegosiasi, sangat berharap hasil bisa menjadi keinginan hasrat yang terpendam jamaah,” katanya.

Kendala lainnya menurut Mitha, diberlakukannya karantina selama 10 hari oleh pemerintah. Hal ini, kata dia, dirasa sangat memberatkan jamaah nantinya. “Awalnya itu tiga dua malam menjadi 10 hari, inikan menjadi faktor negatif lagi. Alasannya karena ada virus baru (omicron). Kalau 10 hari jelas sangat memberatkan. Pasti ada komponen kenaikan (biaya),” sebutnya.

Dia mencatat, setidaknya ada sekira 60 ribu jamaah Sumbagut yang akan berangkat jika kondisi normal. Namun yang diperioritaskan berangkat, adalah jamaah-jamaah yang tertunda tahun lalu. “Selanjutnya akan diberangkatkan jamaah-jamaah yang masih baru. Ini adalah satu indikasi yang akan stabilnya lagi perekonomian muslim terutama penyelenggara,” pungkasnya. (man)

Buruh Kembali Desak Revisi UMP 2022, Pemprov Sumut Segera Surati Menaker

RESPON: Kepala Disnaker Sumut, Baharuddin Siagian merespon langsung desakan elemen buruh terkait revisi UMP Sumut 2022, di depan Kantor Gubernur Sumut, Selasa (7/12). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tuntutan buruh di Sumatera Utara akhirnya disahuti positif pemerintah provinsi. Melalui Dinas Tenaga Kerja Sumut, segera menyurati Menteri Tenaga Kerja RI, Ida Fauziah ihwal revisi penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022.

RESPON: Kepala Disnaker Sumut, Baharuddin Siagian merespon langsung desakan elemen buruh terkait revisi UMP Sumut 2022, di depan Kantor Gubernur Sumut, Selasa (7/12). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Hal ini terungkap usai Kepala Disnaker Sumut, Baharuddin Siagian naik ke mimbar orator gabungan elemen buruh, yang kembali berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (7/12). “Kami sudah sepakat dengan perwakilan dari serikat pekerja bahwa apa yang menjadi tuntutan saudara-saudara sekalian akan kami teruskan ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan,” katanya melalui pengeras suara.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan soal peninjaun UMP Sumut yang sebelumnya telah ditetapkan sebesar 0,93 persen. “Paling lama minggu ini kami ke menteri untuk dilakukan peninjauan terhadap tuntutan para pekerja yang sudah berulangkali datang ke kantor gubernur,” ujar mantan Kepala Dispora Sumut itu.

Perwakilan buruh yang berunjuk rasa, A Rivai mengatakan, mereka menolak penetapan UMP dan UMK yang menggunakan PP 36/2021. Mereka mendesak pemerintah untuk merevisi nilai UMP/UMK sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi. “Meminta gubernur Sumut menggunakan hak prerogatif. Yaitu hak diskresi agar warga Sumut ini mendapat upah yang layak dan menjadikan rakyat Sumut menjadi pekerja yang bermartabat,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, pihaknya akan melakukan aksi yang besar apabila kepentingan para buruh tidak diakomodasi oleh pemerintah provinsi. “Kami akan aksi lebih besar, kami akan turun lebih besar lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemprov Sumut telah memutuskan UMP 2022 hanya naik 0,93 persen atau menjadi Rp2.552.609. Menurut Kadis Tenaga Kerja Sumut, Baharuddin Siagian, penetapan nilai UMP sudah sesuai mekanisme perundang-undangan.

“Penetapan itu sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, tentang Pengupahan,” kata Baharuddin Siagian saat menjawab wartawan, usai menerima perwakilan buruh di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (6/12) lalu.

Penetapan itu, menurut Bahaaruddin, telah memertimbangkan banyak aspek, seperti tenaga kerja, satuan keluarga, tingkat daya beli, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi. “Jika rumus itu diikuti, maka kenaikannya itu hanya sedikit. Tapi memang ada 8 kabupaten kota yang tidak terdampak, artinya tidak naik dan tidak turun,” tuturnya.

Begitupun, pihaknya telah menerima aspirasi dan tuntutan para buruh yang menggelar unjuk rasa.

“Bagaimana UMK/UMP juga harus dilakukan perhitungan ulang, sesuai dengan PP No 78. Kenapa ini? Karena saudara-saudara menafsirkan UU Omnibus Law sedang stagnan,” kata Baharuddin. (prn)

Lapas Binjai Raih Penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM Kali Ketiga

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai kembali meraih penghargaan pelayanan publik berbasis Hak Asasi Manusia untuk kali ketiga.

Selain Lapas Binjai, juga ada ratusan unit pelaksana teknis lain di lingkungan Kemenkumham yang meraih penghargaaan serupa. Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian menyatakan, penghargaan pelayanan publik berbasis HAM yang diraih ini secara berturut. Yakni tahun 2019, 2020 dan 2021.

“Terima kasih atas dukungannya. Lapas Binjai akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik berbasis HAM yang prima dan berintegritas,” ujar dia ketika dikonfirmasi, Selasa (7/12).

Lapas Binjai selama ini komitmen memberikan fasilitas berbasis HAM kepada Warga Binaan Pemasyarakatan dan masyarakat. Adalah memberikan fasilitas untuk masyarakat rentan, seperti pembuatan jalur difabel serta loket pendaftaran dan kursi khusus penyandang cacat.

Untuk kamar hunian, tersedia juga kamar hunian khusus penyandang cacat, orang tua, dan anak-anak. Lapas Binjai juga telah melengkapi fasilitas berupa layanan kunjungan online, video call dan sarana pencegahan penyebaran covid-19.

Seperti bilik streril, thermogun, sarana wastafel dan antiseptik di setiap blok, kamar isolasi

Ini dilakukan sebagai upaya preventif agar semua pegawai dan WBP telah mengikuti tes usap dengan hasil negatif dan semua WBP telah divaksin. (ted/han)

Bupati Karo Serahkan Penghargaan Inovasi Daerah 2019-2020

PUKUL GONG: Bupati Karo Cory Sebayang memukul gong saat membuka acara inovasi daerah.SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang menyerahkan penghargaan Inovasi Daerah Kabupaten Karo tahun 2021 di aula Kantor Bupati Karo, Selasa (07/12).

PUKUL GONG: Bupati Karo Cory Sebayang memukul gong saat membuka acara inovasi daerah.SOLIDEO/SUMUT POS.

Dalam acara tersebut, Bupati Karo menjelaskan bahwa bentuk inovasi daerah adalah inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik dan inovasi lainnya yang sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Launching Inovasi Daerah Kabupaten Karo tahun 2021 ini merupakan salah satu tahapan penerapan laboratorium inovasi di Kabupaten Karo tahun 2021.

“Acara launching inovasi hari ini merupakan penanda awal dilaksanakannya design inovasi tahun 2021 juga dengan penandatangan kontrak kinerja inovasi dan komitmen berinovasi antara Kepala Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Karo dengan Kepala Daerah untuk 44 usulan desain inovasi tahun 2021, yang terdiri dari 14 usulan dari 10 Perangkat Daerah, 18 usulan dari 11 Kecamatan dan 13 usulan dari 10 Puskesmas.

“Saya mengapresiasi instansi pemerintah Daerah Kabupaten Karo yang sudah berhasil menerapkan 55 inovasi pada tahun 2019-2020, dari 24 Instansi Pemerintah Daerah yang terdiri dari 11 Perangkat Daerah, 6 Kecamatan dan 7 Puskesmas, dan sudah dilaporkan ke Kemendagri pada tahun 2021, melalui aplikasi IGA dan menjadi penilaian IGA Kabupaten Karo tahun 2021,” tegasnya.

Adapun Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Karo yang menerima penghargaan inovasi daerah Kabupaten Karo tahun 2019-2020 di antaranya, Bappeda, Dinas Pariwisata, Diskominfo, BPKPAD, DPMTSP, Dinas Pertanian, Disdukcapil, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim dan DPPPA.

Kecamatan Tiganderket, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Payung, Kecamatan Namanteran, Kecamatan Laubaleng dan Kecamatan Tigapanah. Puskesmas Berastagi, Puskesmas Mardingding, Puskesmas Tigabinanga, Puskesmas Payung, Puskesmas Juhar, Puskesmas Korpri dan Puskesmas Barusjahe.

Bupati Karo mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang telah diraih oleh segenap instansi di Kabupaten Karo. Bupati Karo juga berpesan bagi instansi yang belum mengusulkan desain inovasi tahun 2021 dan tidak ikut serta dalam penandatangan kontrak kinerja hari ini, untuk segera memenuhi amanat peraturan Bupati Karo Nomor 30 Tahun 2019 tentang gerakan satu instansi pemerintah satu inovasi setiap tahun. (deo/han)

Kominfo RI Evaluasi Program Smart City Pemkab Deliserdang

VIRTUAL: Wabup Deliserdang HMA Yusuf Siregar dan Kominfo Deliserdang mengikuti evaluasi Smart City bersama Kementerian Kominfo RI.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pemkab Deliserdang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengikuti evaluasi Smart City sebagai bentuk dukungan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam rangka Evaluasi Implementasi Program Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2021, oleh Tim Evaluasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI secara Virtual, di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Senin (6/12).

VIRTUAL: Wabup Deliserdang HMA Yusuf Siregar dan Kominfo Deliserdang mengikuti evaluasi Smart City bersama Kementerian Kominfo RI.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Deliserdang HMA Yusuf Siregar menyampaikan bahwa Kabupaten Deliserdang dengan visi misi pembangunannya menjadikan Deliserdang yang Maju dan Sejahtera Dengan Masyarakat Yang Religius dan Rukun Dalam Kebhinekaan.

“Pencapaian visi dan misi ini, tentu saja hanya dapat didukung oleh tata kelola pemerintahan yang baik. Perkembangan teknologi pada era 4.0 (four point zero) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita dalam mewujudkan pelayanan masyarakat secara lebih cepat, lebih mudah dan lebih smart, “ ucap Wabup.

Karenanya Lanjut Wabup, konsep kota cerdas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat merupakan sebuah keniscayaan dan kebutuhan. Sejak tahun 2018, Deliserdang telah menjadi salah satu sasaran gerakan 75 kabupaten yang menjadi kabupaten/kota menuju Smart City yang mendapat pendampingan oleh Kementerian Kominfo RI.

Untuk itu, Wabup berharap evaluasi akan sangat berarti sekali, untuk pengembangan program-program Smart City ke depan sesuai master plan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DR Dra Miska Gewa Sari MM, pada paparannya menyampaikan, Pemkab Deliserdang telah menjadi salah satu dari 50 Kabupaten/Kota terpilih untuk dinilai sebagai Smart City.

Dia menerangkan berbagai program dalam mendukung terwujudnya Kabupaten pintar kini telah dilaksanakan, di antaranya sebagai program jangka pendek yang terpilih yaitu, Quick Win SADOKU – Siap Antar Dokumen Kependudukan, Quick Win Kenang Lemu (Kenali Deliserdang Lewat Museum).

Pengembangan Destinasi Wisata lewat Kenang Lemu, Quick Win Taman Buah Implementasi Ruang Terbuka Hijau yang bertemakan Taman Buah dan dilengkapi dengan infrastruktur yang mendukung edukasi dan area bermain, Quick Win Deli Serdang Mall Program untuk menjembatani UMKM dalam memasarkan produk dimana tidak hanya pada kawasan lokal, melainkan hingga nasional dan internasional melalui media internet, Quick Win Desa Layak Anak Program ini diluncurkan sebagai salah satu upaya menyatukan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang ada di desa menghormati, menjamin dan memenuhi hak-hak anak.

Quick Win DESA SATU(Deli Serdang Sekolah Bermutu) ,suatu program Pemerintah Deliserdang melalui Dinas Pendidikan yang mengintegrasikan tiga program inovasi yaitu Program CERDAS “Percepatan Rehabilitasi Sekolah”,OPPUNG SARI, Quick Win Jumpa Madu, peningkatan infrastruktur manajemen pengelolaan pelayanan persampahan melalui pengembangan jumpa madu (jemput sampah terima duit) sistem dan aplikasi yang menghubungkan masyarakat dari berbagai unit pengelolaan sampah sehingga dimungkinkan proses penjualan dan penjemputan sampah hingga ke rumah masyarakat, kata Kadis Kominfo. (mag-1/han)

Temu Ramah Bersama Tokoh Agama se-Sumut, Kapoldasu Minta Kawal Kamtibnas dan PercepatanVaksinasi Covid

TEMU RAMAH: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat bertemu tokoh agama se-Sumut, di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (7/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengajak tokoh agama se-Sumut untuk ikut serta meningkatkan keamanan dan kertiban masyarakat (Kamtibmas) dan mendukung vaksinasi nasional.

TEMU RAMAH: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat bertemu tokoh agama se-Sumut, di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (7/12).

Ajakan itu disampaikan Kapoldasu pada temu ramah di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (7/12). Adapun tokoh umat beragama yang hadir, yakni MUI, FKUB, Walubi, PGI, Uskup Agung Medan, PHDI, Matakin serta Tokoh Lintas Agama.

Turut hadir, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dr Dadang Hartanto, Dirbinmas Polda Sumut Kombes Pol Sofyan, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Donald Simanjuntak, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kasat Binmas Polda Sumut serta personel Bhabinkamtibmas.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dalam sambutannya, mengajak para tokoh agama untuk terus bergandengan tangan bersama dengan masyarakat, Pemerintah Daerah (Pemda), TNI dan Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.

“Alhamdulillah Situasi Kamtibmas di Sumut kondusif bukan semata-mata karena kehadiran TNI dan Polri, tetapi karena kebersamaan diwujudkan semua elemen masyarakat yang sangat baik serta mengambil perananan penting,” katanya.

Panca mengungkapkan, saat ini grafik penyebaran Covid-19 di Sumut terus mengalami penurunan terkonfirmasi. Hal ini bisa dilihat dari data awal Tahun 2021 dan pasca lebaran. Saat ini Sumut sudah mencapai 61 persen vaksinasi dosis 1 dan 40 persen dosis 2.

“Kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan (Prokes) sudah sangat tinggi seperti penggunaan masker, menghindari kerumunan dan perayaan pesta. Semua ini berkat peran tokoh agama untuk menyampaikan kepada umatnya dan ini harus terus kita gelorakan ajakan masyarakat untuk menjaga kesehatan,” ungkapnya.

Panca juga mengaku optimis untuk memaksimalkan capaian vaksinasi 70 persen dalam mempercepat herd immunity di Sumut dengan mengandeng seluruh tokoh umat beragama. Dunia mengapresiasi Indonesia karena percepatan vaksin yang signifikan.

“Saya selaku Kapolda Sumut mengucapkan terima kasih kepada semua pemuka agama yang telah menyampaikan sosialisasi dan pemahaman kepada umatnya, agar terus menjaga diri dengan tidak keluar rumah saat perayaan Natal dan Tahun Baru, (Nataru),” harapnya.

Selain itu, tambah Panca, tokoh agama juga diharapkan dapat mengatur kapasitas rumah ibadah dan mengatur waktu ibadah. “Mari kita patuhi Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021, semua fasilitas agama agar disiapkan aplikasi PeduliLindungi. Polisi tidak melakukan penyekatan, tetapi mengajak masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi. Polda Sumut siap memberikan vaksin langsung di lapangan,” imbaunya.

Pada kesempatan itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut, H Maratua Simanjuntak mengaku siap mendukung Kapolda Sumut dalam percepatan vaksinansi di Sumut.

“Semua tokoh agama ada di belakang bapak Kapolda Sumut untuk menyelamatkan masyarakat Sumut dari Covid-19. Terima kasih, berkat Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Sumut dibuat aman dan kondusif. Kita harus menjaga dan merawat itu dengan baik,” katanya. (dwi/han)

Gedung Baru Pasar Nou Kembali Diperbaiki

PENJELASAN: Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Gunungsitoli Maimun Bangun menjelaskan penyebab banjir di Lantai 2 Gedung Pasar Nou. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Gedung Pasar Nou di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasar Kota Gunungsitoli milik Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli yang minggu lalu banjir di lantai 2, akhirnya diperbaiki. Begitu juga fasilitas lainnya seperti kamar mandi, juga telah diperbaiki dan sudah berfungsi.

PENJELASAN: Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Gunungsitoli Maimun Bangun menjelaskan penyebab banjir di Lantai 2 Gedung Pasar Nou. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Sebelumnya diberitakan Sumut Pos, pasar tradisional modern milik Pemko Gunungsitoli itu banjir di lantai 2 gedung akibat hujan yang mengguyur Kota Gunungsitoli pada minggu lalu.

Tidak hanya itu, para pedagang juga mengeluh air macet, fasilitas kamar mandi sebagian rusak dan tidak berfungsi.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Kota Gunungsitoli Maimun Bangun mengaku persolan itu sudah ditangani. Ia menyebutkan Gedung Pasar Nou masih dalam masa pemeliharaan, sehingga jika ada kerusakan rekanan memiliki tanggungjawab untuk memperbaiki.

“Setiap ada kelemahan yang disampaikan oleh rekan-rekan, saya langsung menyuruh rekanan untuk memperbaiki. Karena hal itu masih tanggungjawab dia,” kata Maimun Bangun kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin 6/12). “Artinya kami tidak alergi dengan kritikan teman-teman, kami malah bersyukur,” tambahnya.

Maimun Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Proyek Gedung Pasar Nou itu menjelaskan, penyebab banjir di lantai 2 gedung akibat lobang pipa pembuangan tersumbat. Selain itu akibat debit air hujan di lantai 3 cukup besar sehingga merembes jatuh ke lantai 2.

“Lantai 3 gedung tidak punya atap, artinya air hujan tertampung seluas ruang terbuka di lantai 3. Penyebabnya bisa saja pada saat debit air besar, dan lobang pipa mungkin ada tersangkut sampah sehingga air mengendap di sisi kiri dan kanan, juga mengakibatkan air merembes dan jatuh ke lantai 2,” jelasnya.

“Kita sudah tangani, beberapa teknisi sudah kita coba di antaranya penanganan kembali drainase di lantai 3, sudah kita miringkan ke lobang buangan pipa sehingga air tidak lagi mengendap di saluran drainase,” sambungnya.

Terkait persolan air yang sering macet di Gedung Pasar Nou, Bangun membeberkan bahwa hal itu terjadi akibat air dari PDAM sering mati. Sedangkan untuk mengatasi persoalan itu, kedepan air akan didatangkan melalui mobil tangki.

“Memang penggunaan air di lantai I tergolong tinggi, karena di sana los pedagang ikan dan penjual daging. Sementara sumber air yang kita gunakan hanya dari PDAM. Artinya kalau PDAM mati dan stok di ground water tank, ya berhenti airnya,” bebernya.

“Kami sudah koordinasi dengan teman-teman Disperindag kalau ada kejadian air PDAM mati dan stok air menipis supaya air didatangkan melalui mobil tangki. Karena alatnya juga sudah terpasang, dari pipa mobil tangki bisa langsung ke ground water tank,” sambungnya.

Diketahui gedung Pasar Nou dibangun diatas lahan seluas 2.715 m2 terdiri 3 lantai, menghabiskan anggaran sebesar Rp14,8 miliar lebih. Pembangunan tahap pertama bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) pusat tahun anggaran 2020 sebesar Rp11.902.067.000, tahap kedua bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Kota Gunungsitoli tahun anggaran 2021 sebesar Rp2.931.647.000, dikerjakan oleh PT Biduri Jaya Lestari. (adl/azw)