Home Blog Page 3

Pemkab Dairi Sambut Kepulangan 17 Jamaah Haji, Berharap Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

FOTO BERSAMA: Wakil Bupati foto bersama rombongan jamaah haji saat acara penyambutan di gedung Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (6/6).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
FOTO BERSAMA: Wakil Bupati foto bersama rombongan jamaah haji saat acara penyambutan di gedung Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (6/6).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Gedung Balai Budaya Sidikalang saat Pemerintah Kabupaten Dairi menyambut kepulangan 17 jamaah haji asal Kabupaten Dairi yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Sabtu (6/6/2026).

Penyambutan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, bersama sejumlah unsur Forkopimda, tokoh agama, dan keluarga jamaah yang telah lama menantikan kepulangan para tamu Allah tersebut.

Dalam sambutannya, Wahyu Daniel Sagala menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Dairi, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh jamaah haji. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah,” ujarnya.

Menurut Wahyu, kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah sekaligus panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua umat Islam dapat merasakannya. Karena itu, para jamaah yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah diharapkan mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.

Ia menilai keberhasilan para jemaah menjalani berbagai tahapan ibadah haji menjadi bukti kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam memenuhi panggilan agama.

“Nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci hendaknya terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap para jamaah dapat menjadi teladan di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” katanya.

Wahyu berharap para jamaah haji dapat berperan aktif dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai moral, spiritual, dan kebersamaan di Kabupaten Dairi.

Menurutnya, kehadiran para haji dan hajjah yang baru kembali dari Tanah Suci diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, terutama dalam membentuk masyarakat yang religius, harmonis, dan damai.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dairi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari petugas haji, tenaga kesehatan, pembimbing manasik, hingga panitia yang mendampingi proses keberangkatan dan kepulangan jemaah.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji sejak tahap persiapan hingga kepulangan,” ujar Wahyu.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pelayanan masih terdapat kekurangan yang dirasakan oleh para jemaah maupun keluarga.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan agar ibadah haji yang telah dilaksanakan membawa keberkahan bagi para jemaah, keluarga, masyarakat, serta Kabupaten Dairi secara keseluruhan.

Acara penyambutan turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Dairi Lintong Rita Puspita Situmorang, Kajari Dairi Bima Yudha Asmara, Wakapolres Dairi Kompol Diarma Munthe, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Dairi Muhammad Sanif, Ketua MUI Dairi Wahlin Munthe, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.

Kepulangan para jamaah haji tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual di Tanah Suci sekaligus awal pengabdian baru untuk menebarkan nilai-nilai kemabruran di tengah masyarakat Kabupaten Dairi. (rud/ila)

Satu-satunya dari Sumut, Mahasiswa dan Dosen USM Presentasikan Dampak Program Mahasiswa Berdampak Tingkat Nasional

WAKILI SUMUT: Adiansyah (kiri) bersama Rinaldi Praja Kusuma dari USM Indonesia mewakili Sumut pada presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional. (Istimewa/Sumut Pos)
WAKILI SUMUT: Adiansyah (kiri) bersama Rinaldi Praja Kusuma dari USM Indonesia mewakili Sumut pada presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional. (Istimewa/Sumut Pos)

Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Tim Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 dari USM Indonesia menjadi wakil satu-satunya perguruan tinggi se-Sumut pada presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional. Dari 263 proposal yang didanai, terpilih 60 proposal termasuk USM Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan Ditjen Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Ristekdikti bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Sivitas akademika USM Indonesia yakni Adiansyah, Mhd. Aldi Primasyukra dan Sharfina Haslin (dosen) serta Rinaldi Praja Kusuma dan 20 mahasiswa dari program studi farmasi, kimia, teknologi elektromedis, akutansi, manajemen, keperawatan, bidan, psikologi dan program studi lain di USM Indonesia mengikuti seminar dampak pelaksanaan program mahasiswa berdampak tahun anggaran 2025.

TINGKAT NASIONAL: Kegiatan presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional yang diikuti sivitas akademika USM Indonesia.v(Istimewa/Sumut Pos)
TINGKAT NASIONAL: Kegiatan presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional yang diikuti sivitas akademika USM Indonesia.v(Istimewa/Sumut Pos)

Seminar digelar di Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta pada 5-7 Juni 2026. Seminar menjadi wadah bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan capaian, inovasi dan dampak nyata program pengabdian yang telah dilaksanakan di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi ruang diseminasi hasil pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 sekaligus forum evaluasi untuk mengukur capaian dan dampak program yang telah dilaksanakan mahasiswa bersama dosen pendamping di berbagai daerah di Indonesia.

Tim USM Indonesia memaparkan hasil pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangdedagai, Sumatera Utara. Program yang mengusung tema ‘Inovasi Pakan Ternak dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal’ berhasil menghasilkan berbagai capaian.

Diantaranya peningkatan produktivitas ternak melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan bahan baku lokal sebagai pakan alternatif. Capaian lainnya adalah pemberdayaan kelompok PKK melalui pelatihan kewirausahaan dan pengolahan pangan serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat.

Partisipasi dalam seminar nasional ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi mahasiswa dan dosen USM Indonesia dalam menciptakan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain menjadi sarana diseminasi hasil program, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk berbagi praktik baik dan memperluas jejaring kolaborasi antar-perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, USM Indonesia terus berupaya melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Diktisaintek Fauzan Adziman mengutarakan bahwa terdapat sepuluh juta mahasiswa di perguruan tinggi yang menjadi ujung tombak bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat dari inovasi, hasil riset dan pemikiran yang lahir dari kampus.

“Sesuatu yang dibangun dari mahasiswa dan oleh mahasiswa merupakan motor penting dalam menghadirkan dampak nyata bagi negeri,” tegas Dirjen.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Diktisaintek I Ketut Adnyana juga menegaskan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memperkaya pengelaman belajar. Tetapi juga meninggalkan warisan berupa perubahan perilaku, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal. (dmp)

Siswa SD IT Generasi Madani Juara 1 O2SN Deli Serdang

Siswa SD IT Generasi Madani M. Wisam Hasnawi memperoleh Juara 1 Karate Putra (kanan) dan Diazsyah Iffahni memperoleh Juara 3 (kiri), pada kegiatan O2SN Tingkat Kabupaten Deli Serdang.
Siswa SD IT Generasi Madani M. Wisam Hasnawi memperoleh Juara 1 Karate Putra (kanan) dan Diazsyah Iffahni memperoleh Juara 3 (kiri), pada kegiatan O2SN Tingkat Kabupaten Deli Serdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS – Taman Cadika dipenuhi prestasi saat Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD tingkat Kabupaten Deli Serdang tahun 2026 resmi digelar pada 3-5 Juni lalu. Ajang bertema “Sehat, Bugar, Berkarakter, dan Hebat melalui Olahraga” ini dibuka langsung oleh Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, sebagai bentuk komitmen daerah untuk menjaring bibit atlet unggul sejak dini.

O2SN melombakan 6 cabang utama: Kids Atletik, Karate, Pencak Silat, Bulu Tangkis, Renang, dan Senam. Di balik ketatnya persaingan, misi utamanya adalah menanamkan nilai sportivitas tinggi sekaligus membangun karakter tangguh bagi generasi muda.

Sorotan utama datang dari cabang olahraga karate yang berlangsung sangat sengit. Kategori ini diikuti oleh 43 karateka terbaik dari 22 kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang, terdiri atas 23 putra dan 20 putri. Di tengah arena yang kompetitif, kontingen SDIT Generasi Madani, Kecamatan Percut Sei Tuan, sukses mendominasi panggung juara.

Atlet muda mereka, M. Wisam Hasnawi, tampil memukau dan menyabet Juara 1 Karate Putra. Keberhasilan ini disempurnakan oleh rekan sekolahnya, Diazsyah Iffahni, yang meraih Juara 3 Karate Putri.Apresiasi besar pun mengalir.

Ketua Yayasan, Dr. Arie Dwi Ningsih, M.Pd., didampingi Kepala Sekolah SDIT Generasi Madani, Wildan S. Hasibuan, S.Pd., mengucapkan terima kasih mendalam kepada Pemkab Deli Serdang dan Dinas Pendidikan atas terselenggaranya wadah positif ini.

Dr. Arie menegaskan prestasi lahir berkat disiplin dari pelatih Senpai Anggie Sagita Putri Siswanto serta semangat juang para siswa. Di SDIT Generasi Madani, karate menjadi program ekstrakurikuler unggulan di samping public speaking, bahasa asing, pramuka, dan tilawah. Pola asuh menyenangkan (fun learning) diterapkan demi mencetak anak didik yang cerdas, unggul, dan berakhlakul karimah. (adz)

Atasi Kepadatan Mina di Musim Haji 2027, RI dan Saudi Matangkan Opsi Tanazul 50 Persen

KUNJUNGAN: Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Fatttah Al-Mashat di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah, Kamis (4/6). (BAYU PUTRA/JAWAPOS.COM)
KUNJUNGAN: Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Fatttah Al-Mashat di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah, Kamis (4/6). (BAYU PUTRA/JAWAPOS.COM)

MAKKAH– Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Fattah Al-Mashat, melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Kamis (4/6) waktu setempat. Kunjungan ini dilakukan untuk menemui Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, guna membahas evaluasi operasional haji 2026 sekaligus mematangkan persiapan dini menyambut musim haji 2027.

Fattah Al-Mashat tiba di lokasi menjelang pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan mengenakan gamis khas Arab yang dipadukan dengan rompi kombinasi hijau dan cokelat. Kedatangannya langsung disambut hangat oleh Dahnil Anzar Simanjuntak di lobi kantor Daker Makkah. Dalam pertemuan tersebut, Dahnil tampil dengan perpaduan busana formal dan tradisional, mengenakan setelan jas berwarna terang dipadu bawahan sarung batik cokelat.

Kedua delegasi kemudian langsung menggelar pertemuan tertutup di ruang rapat lantai 1. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih tiga puluh menit tersebut berjalan dengan serius namun tetap diselimuti suasana yang santai dan penuh keakraban. Usai pertemuan berakhir, Fattah Al-Mashat langsung meninggalkan lokasi menuju kantornya tanpa memberikan pernyataan resmi kepada awak media yang telah menunggu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kunjungan mendadak yang dilakukan oleh mitranya dari Arab Saudi tersebut. Menurut Dahnil, kedatangan seorang pejabat tinggi setingkat Wakil Menteri Arab Saudi secara langsung ke kantor misi haji negara pengirim jamaah merupakan sebuah momentum yang sangat langka dalam tradisi penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami sangat terkejut sekaligus mengapresiasi (surprise). Dalam tradisi perhajian selama ini, menteri atau wakil menteri dari pihak Arab Saudi sangat jarang bersedia datang langsung ke kantor misi haji kita. Namun, kali ini beliau (Fattah Al-Mashat) datang langsung menemui kami di kantor Daker Makkah untuk berdiskusi,” ujarnya.

Dahnil mengungkapkan, ada tiga agenda utama yang menjadi poin krusial dalam pembahasan bilateral tersebut. Poin pertama berkaitan dengan berbagai perubahan regulasi dan sistem layanan haji yang diterapkan pada tahun ini. Pemerintah Arab Saudi menilai, penerapan kebijakan aplikasi Nusuk, aturan visa baru, serta sejumlah restrukturisasi taktis lainnya merupakan sebuah bentuk perubahan yang radikal dan revolusioner demi meningkatkan standar keamanan jamaah dunia.

Poin kedua yang dibahas secara mendalam adalah mengenai tantangan logistik dan manajemen massa yang muncul selama fase puncak ibadah haji (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Masalah krusial yang menonjol adalah isu keterbatasan kapasitas area di Mina yang memicu munculnya opsi kebijakan pengalihan akomodasi atau tanazul.

Sementara itu, poin ketiga berupa apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Arab Saudi terhadap langkah-langkah reformasi fundamental yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam tata kelola layanan haji tahun ini. Atas dasar efektivitas tersebut, Fattah meminta Indonesia untuk memulai koordinasi dan persiapan teknis musim haji 2027 secara bersama-sama sejak dini.

“Jadi polanya ke depan, segala bentuk persiapan teknis akan dirancang bersama-sama secara paralel antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dengan kementerian terkait di Indonesia. Kita sudah sepakat untuk mulai bekerja bersama-sama secara intensif mulai dari sekarang,” lanjut Dahnil.

 

Solusi Krisis Lahan Mina lewat Skema Tanazul

Fokus utama yang menyita perhatian dalam pertemuan tertutup tersebut adalah evaluasi terhadap manajemen massa di Armuzna selama musim haji 2026, khususnya area Mina. Fattah Al-Mashat secara terbuka menyoroti keterbatasan kapasitas tenda jamaah di Mina dan menyatakan komitmen penuh Pemerintah Arab Saudi untuk mencarikan solusi konkret jangka panjang bagi jamaah asal Indonesia.

Salah satu opsi strategis yang disepakati untuk dimaksimalkan pada musim haji 2027 adalah program tanazul. Skema tanazul merupakan kebijakan di mana jamaah haji tidak menginap (mabit) di dalam tenda Mina, melainkan diistirahatkan atau diinapkan di hotel-hotel sewaan mereka yang berlokasi di sekitar wilayah Jamarat. Langkah ini diambil mengingat kepadatan jamaah di area Mina yang dinilai sudah mencapai titik kritis yang mengkhawatirkan.

Pemerintah Arab Saudi memberikan lampu hijau yang sangat besar terhadap opsi ini. Otoritas Saudi menyatakan bersedia memberikan kelonggaran tata laksana regulasi jika Indonesia mampu memindahkan sebagian besar jamaah dari tenda Mina ke hotel terdekat.

“Pihak Saudi menyampaikan, jika jamaah haji Indonesia bisa ditanazulkan hingga mencapai angka 50 persen dari total kuota, mereka akan mempertimbangkan formula tersebut sebagai standar operasional baru yang didukung penuh,” terang Dahnil.

Dahnil menjelaskan bahwa jika separuh dari total jamaah haji Indonesia bersedia melaksanakan skema tanazul, maka hal tersebut secara otomatis akan memangkas kepadatan massa di dalam tenda-tenda Mina secara signifikan. Hal ini krusial mengingat jatah space wilayah Mina untuk jamaah asal Indonesia sangatlah sempit dan tidak sebanding dengan volume jamaah yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Total luas lahan Mina yang dialokasikan untuk seluruh jamaah haji Indonesia itu hanya berkisar di angka 12,6 hektare. Ukuran ini sangat-sangat terbatas. Jika dikalkulasikan dengan membagi rata seluruh jumlah jamaah, maka setiap jamaah haji Indonesia saat ini hanya memiliki ruang gerak kurang dari 0,6 meter persegi di dalam tenda. Luasan sempit itu bahkan masih harus dikurangi lagi untuk area fasilitas umum seperti toilet darurat dan jalur evakuasi atau jalan menuju tenda,” papar Dahnil secara rinci.

Kondisi ruang yang sangat terbatas inilah yang mendasari mengapa opsi tanazul dinilai menjadi alternatif solusi yang paling rasional dan menarik bagi kedua belah pihak. Sebagai informasi pelengkap, pada penyelenggaraan musim haji 2026, Pemerintah Indonesia sebenarnya telah memprogramkan skema tanazul ini kepada sekitar 20 ribu jamaah haji.

Para jamaah yang masuk dalam program tanazul resmi tahun 2026 tersebut merupakan mereka yang mendapatkan fasilitas akomodasi hotel yang lokasinya paling dekat dengan fasilitas Jamarat (tempat melontar jumrah), yakni jamaah yang menempati pemondokan di kawasan Syisyah dan Raudhah. Jarak yang relatif dekat ini memudahkan pergerakan jamaah untuk berjalan kaki menuju tempat pelontaran tanpa harus menguras energi berlebih atau memadati tenda Mina.

Jumlah 20 ribu jamaah tersebut diketahui belum termasuk dengan ribuan jamaah haji Indonesia lainnya yang berinisiatif mengambil keputusan untuk melakukan tanazul secara mandiri di luar program resmi yang difasilitasi pemerintah.

Meskipun memilih beristirahat di hotel masing-masing, sebagian dari jamaah haji yang menempuh skema tanazul mandiri ini dilaporkan tetap berupaya keras untuk mengejar keutamaan ibadah mabit di Mina. Strategi yang mereka terapkan adalah dengan mendatangi area Jamarat dan menghabiskan waktu minimal separuh malam di kawasan tersebut agar syarat sah mabitnya terpenuhi secara syariat.

Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa para jamaah tanazul mandiri ini kerap kali harus melakukan aksi ‘kucing-kucingan’ dengan para petugas keamanan Arab Saudi atau askar. Hal ini terjadi karena otoritas keamanan setempat memberlakukan aturan ketat yang melarang keras jamaah untuk duduk-duduk, berdiam diri, atau menggelar tikar di sepanjang koridor dan area utama Jamarat demi kelancaran arus pergerakan massa. Kendati harus menghadapi pengawasan ketat dari askar, sejumlah jamaah haji Indonesia mengaku tetap berhasil menyelesaikan prosesi mabit dengan aman.

Melalui komitmen bersama yang diinisiasi dalam pertemuan mendadak ini, Pemerintah Provinsi, Kementerian terkait, dan Pemerintah Arab Saudi berharap perencanaan matang sejak dini dapat mengeliminasi segala bentuk kendala logistik, sehingga pelaksanaan haji tahun 2027 mendatang dapat berjalan dengan jauh lebih aman, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi para jamaah. (jpc/adz)

Dukung Medan Asri Bergerak, Sekretariat DPRD Medan Gelar Gotong Royong

FOTO BERSAMA: Sekretariat DPRD Medan foto bersama di sela-sela gotong royong kerja bakti bersih lingkungan bersama di kawasan kantor gedung dewan, Jumat (5/7/2026).
FOTO BERSAMA: Sekretariat DPRD Medan foto bersama di sela-sela gotong royong kerja bakti bersih lingkungan bersama di kawasan kantor gedung dewan, Jumat (5/7/2026).

MEDAN – Sekretariat DPRD Medan gelar gotong royong masal kerja bakti bersih lingkungan bersama di kawasan kantor gedung dewan, Jumat (5/7/2026). Gotong royong langsung dipimpin Plt Sekretaris DPRD Medan Erisda Hutasoit SE bersama unsur ASN, Cleaning Sirvice dan Security di kantor DPRD Medan.

Menurut Erisda Hutasoit usai kerja bakti kepada wartawan, Jumat (5/6/2026) pagi, kegiatan gotong royong merupakan wujud nyata kontribusi sekretariat dewan dalam mendukung “Medan Asri Bergerak”.

Dikatakan Erisda, pihaknya menyahuti dan sangat mendukung program Medan Asri Bergerak, bersama mewujudkan Medan bersih, hijau rapi dan berkelanjutan. “Saatnya bekerja untuk iklim,” sebut Erisda yang saat ini menjabat defenitif selaku Kabag Keuangan Setwan DPRD Medan.

Dikatakan Erisda, kegiatan kerja bakti ikut dilakukan diluar pagar gedung DPRD Medan serta pinggir sungai dekat gedung DPRD Medan. Seluruh ASN mulai dari Kabag hingga honor antusias melaksanakan kebersihan mulai dari pangkas pohon dan bunga.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk partisipasi dan ikut memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yang jatuh pada 5 Juni,” ungkapnya. (map/ila)

Tikam Teman hingga Tewas di Medan Timur, Warga Belawan Divonis 11 Tahun Penjara

SIDANG: Boby Rahman Pohan terdakwa kasus pembunuhan, menjalani sidang putusan di PN Medan, Kamis (4/6) sore. (Dok: Gusman/Sumut Pos)
SIDANG: Boby Rahman Pohan terdakwa kasus pembunuhan, menjalani sidang putusan di PN Medan, Kamis (4/6) sore. (Dok: Gusman/Sumut Pos)

MEDAN – Boby Rahman Pohan (44) divonis 11 tahun penjara setelah terbukti melakukan penikaman terhadap temannya hingga menyebabkan korban meninggal dunia di kawasan Titi Gantung, Lapangan Merdeka Medan, Medan Timur.

Majelis hakim Sarma Siregar, dalam amarnya meyakini perbuatan warga asal Belawan itu, terbukti melanggar Pasal 458 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan alternatif kesatu.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Boby Rahman Pohan dengan pidana penjara selama 11 tahun,” ujar Sarma, dalam sidang di ruang Cakra 6 PN Medan, Kamis (4/6) sore.

Menurut hakim, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban, Erik Pohan Dabuke, meninggal dunia serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya, menyesal, masih tergolong muda, dan belum pernah dihukum,” kata hakim.

Usai mendengarkan putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima vonis hakim. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir selama 7 hari untuk menentukan langkah hukum berikutnya, apakah menerima putusan atau mengajukan banding.

Dalam tuntutannya sebelumnya, jaksa meminta hukuman yang lebih berat, yakni 12 tahun penjara.

Perkara ini bermula dari cekcok di sebuah lapo tuak pada November 2025. Perselisihan kecil antara terdakwa dan korban yang awalnya dipicu saat bermain musik dan menegur, kemudian berlanjut menjadi pertengkaran di atas jembatan Titi Gantung.

Dalam kondisi emosi dan dipengaruhi minuman keras, terdakwa memecahkan lampu neon dan mengambil pecahannya sebagai senjata. Saat korban naik ke jembatan untuk menanggapi tantangan duel, keduanya terlibat perkelahian hingga akhirnya terdakwa menikam korban di bagian belakang telinga dan leher.

Korban sempat mencoba melarikan diri namun akhirnya tumbang akibat luka serius dan meninggal dunia. Setelah kejadian, terdakwa melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap polisi di kawasan Medan Barat pada malam berikutnya. (man/ila)

Hujan Ekstrem, Banjir, Pohon Tumbang hingga Listrik Padam, 170 Warga Mengungsi

POHON TUMBANG: BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan tim gabungan, bergotong royong memotong batang pohon yang tumbang serta membersihkan material yang menutupi badan jalan. (Dok : BPBD Sumut)
POHON TUMBANG: BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan tim gabungan, bergotong royong memotong batang pohon yang tumbang serta membersihkan material yang menutupi badan jalan. (Dok : BPBD Sumut)

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan dalam beberapa hari terakhir mencapai puncaknya pada Kamis (4/6/2026) petang hingga malam. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, pohon tumbang di berbagai titik, serta gangguan pasokan listrik yang sempat membuat beberapa wilayah gelap gulita.

Dampak paling serius dirasakan warga di sejumlah kecamatan, seperti Medan Johor, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Sunggal, hingga kawasan Medan Utara. Ratusan rumah terendam dan sejumlah ruas jalan utama sempat lumpuh akibat genangan air yang cukup tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Yunita Sari, mengatakan pihaknya langsung turun melakukan penanganan sejak banjir mulai menggenangi permukiman warga.

“Hujan deras tadi malam memang membuat banyak rumah dan ruas jalan di Kota Medan tergenang. Pohon-pohon juga banyak yang tumbang, listrik juga padam dalam beberapa jam,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Yunita, kondisi terparah terjadi di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. Akibat tingginya genangan air, warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Di Kwala Bekala, sebanyak 159 jiwa mengungsi dari kawasan Jalan AH Nasution Gang Permai II, Gang Permai IV, serta Jalan Luku. Sementara itu, di Kelurahan Beringin tercatat 11 warga mengungsi. Dengan demikian, total pengungsi akibat banjir mencapai 170 jiwa.

BPBD Kota Medan bersama instansi terkait langsung menyalurkan bantuan darurat kepada para korban terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi popok dewasa dan anak-anak, selimut, air mineral, tikar, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama berada di lokasi pengungsian.

Selain merendam rumah warga, banjir juga sempat melumpuhkan aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Namun, kondisi berangsur membaik pada Jumat pagi setelah genangan mulai surut.

“Pagi ini sebagian besar ruas jalan yang sebelumnya tergenang sudah kembali normal. Kalau pun masih ada genangan, kendaraan masih dapat melintas dengan lancar,” katanya.

Tak hanya banjir, hujan berintensitas tinggi juga menyebabkan peningkatan signifikan debit air di sejumlah sungai yang melintasi Kota Medan. Berdasarkan pemantauan BPBD pada pukul 00.38 hingga 02.15 WIB, ketinggian muka air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Denai naik sekitar 30 sentimeter. Sementara DAS Sei Belawan naik hingga 70 sentimeter, DAS Deli meningkat 80 sentimeter, dan DAS Sei Sikambing mengalami kenaikan paling tinggi mencapai satu meter.

Kondisi tersebut memicu kewaspadaan pemerintah terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Angin kencang yang menyertai hujan juga menyebabkan banyak pohon tumbang di berbagai lokasi. Hingga Jumat siang, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan masih melakukan pembersihan dan evakuasi pohon tumbang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas.

Gangguan cuaca ekstrem turut berdampak pada jaringan listrik. Sejumlah wilayah sempat mengalami pemadaman akibat gangguan pada sistem kelistrikan. Namun, kondisi tersebut telah berhasil dipulihkan dan seluruh wilayah Kota Medan kini kembali menikmati pasokan listrik normal.

BPBD Kota Medan memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai mengingat potensi hujan lebat masih diperkirakan terjadi hingga 6 Juni 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan peralatan evakuasi dan logistik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir. “Tetap siaga apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba,” pesan Yunita. (map/ila)

BPBD Sumut Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstream

BANJIR: Salah satu wilayah Kota Medan terendam banjir akibat hujan deras, Jumat (4/6).
BANJIR: Salah satu wilayah Kota Medan terendam banjir akibat hujan deras, Jumat (4/6).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan kondisi cuaca yang terjadi saat ini merupakan fenomena anomali. Berdasarkan informasi dari BMKG, Sumatera Utara sebenarnya telah memasuki musim kemarau. Namun hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang masih terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Menurut BMKG, sebenarnya kita sudah memasuki musim kemarau. Namun terjadi anomali cuaca sehingga hujan masih terus turun dalam beberapa hari terakhir. Fenomena alam seperti ini memang tidak bisa dipastikan secara tepat,” ujar Tuahta kepada Sumut Pos, Jumat (5/6/2026).

Dampak cuaca buruk tersebut dirasakan warga Kota Medan. Angin kencang yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan di Kecamatan Medan Denai dan Medan Amplas.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kelurahan Binjai, dan Kelurahan Medan Tenggara di Kecamatan Medan Denai, serta Kelurahan Harjosari II di Kecamatan Medan Amplas. Sebanyak 13 kepala keluarga tercatat terdampak dengan kondisi kerusakan rumah mulai dari ringan hingga berat.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Sumut bersama BPBD Kota Medan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, monitoring, serta kaji cepat pascabencana.

BPBD Sumut juga berkoordinasi dengan pihak lingkungan, kelurahan, dan kecamatan setempat sambil terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG. Pemerintah provinsi turut mendukung penanganan yang dilakukan BPBD Kota Medan agar bantuan kepada warga terdampak dapat segera disalurkan.

“Saat ini penanganan masih dilakukan oleh pemerintah setempat dan kami terus melakukan koordinasi agar masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan bantuan yang diperlukan,” katanya.

Di Kabupaten Langkat, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada hari yang sama juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Binjai–Stabat dan Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Tanjung Beringin Pasar 9, Kecamatan Hinai.

Peristiwa itu sempat mengganggu arus lalu lintas. Namun berkat respons cepat petugas dan masyarakat, akses jalan kembali normal dalam waktu singkat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Langkat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tim gabungan, dan warga setempat bergotong royong memotong pohon tumbang serta membersihkan material yang menghalangi badan jalan. Pemerintah Kabupaten Langkat juga melakukan asesmen di lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Kondisi di Langkat saat ini sudah ditangani oleh pemerintah setempat dan aktivitas masyarakat sudah kembali normal,” ujar Tuahta.

Menurutnya, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Agustus atau September mendatang. Namun saat ini Sumatera Utara masih berada pada masa transisi menuju puncak musim kemarau sehingga potensi hujan lebat dan angin kencang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Sumut telah menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana, terutama pada sore hingga malam hari yang menjadi waktu rawan terjadinya cuaca ekstrem. Berbagai perlengkapan, termasuk gergaji mesin, disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi pohon tumbang maupun bencana lainnya.

“Dalam beberapa hari terakhir personel kita sudah beberapa kali turun membantu penanganan pohon tumbang akibat angin kencang. Kita juga terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota agar penanganan di lapangan bisa dilakukan dengan cepat,” jelasnya.

BPBD Sumut pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi kejadian darurat.

“Fenomena cuaca ekstrem yang terjadi saat ini merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai bersama. Kerja sama masyarakat dan petugas sangat penting agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” tegas Tuahta.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kondisi cuaca untuk sepekan ke depan diprakirakan berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang dan angin kecang di beberapa wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Demikian disampaikan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Nensy Nindy Tambunan kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (5/6).

“Kondisi cuaca ini terjadi di Deliserdang, Langkat, Binjai, Medan, Serdangbedagai (Sergai), Karo, Dairi, Pakpakbharat,Humbanghasundutan (Humbahas), Tapanulitengah (Tapteng), Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, dan Niasselatan (Nisel), dengan suhu udara berkisar 16-33 derajat celcius, kelembapan udara mencapai 73-99 persen serta angin bertiup mengarah ke Selatan-Barat dengan kecepatan 4-9 Km/Jam,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, cuaca ini disebabkan terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan potensi terjadi hujan di wilayah Sumut, di antaranya yakni, aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang Kelvin di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).

Kemudian, tambah Nensy, analisis angin menunjukkan adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Sumut. Hal tersebut meningkatkan pertumbuhan awan dan potensi hujan di wilayah Sumut.

“Kami mengimbau, agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ini. Kondisi ini dapat memicu banjir, longsor, dan pohon tumbang. Tetap berhati hati saat beraktivitas di luar ruangan serta pantau informasi cuaca terkini melalui Instagram @infobmkgsumut dan kanal resmi BMKG,” imbaunya. (san/dwi/ila)

Brimob-BNNP Sumut Razia THM di Medan, Dua Pengunjung Positif Narkoba

RAZIA THM: Satbimob bersama BNNP Sumut saat merazia THM di Medan. (Satbimob Poldasu)
RAZIA THM: Satbimob bersama BNNP Sumut saat merazia THM di Medan. (Satbimob Poldasu)

Komitmen dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat melalui sinergi antarinstansi. Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Satbrimob Polda Sumut) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut dalam melaksanakan razia terpadu, di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Medan, Kamis (4/6) malam hingga Jumat (5/6) dini hari.

Kegiatan yang melibatkan personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumut tersebut, menyasar beberapa lokasi hiburan malam guna mencegah serta menindak penyalahgunaan narkoba yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap sejumlah pengunjung.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan dua orang pengunjung yang terindikasi positif menggunakan narkoba. Selanjutnya, kedua orang tersebut diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka menjelaskan, bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi dan sinergi yang telah dibangun bersama Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, dalam upaya memperkuat pemberantasan narkoba di wilayah Sumut.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kepala BNNP Sumatera Utara untuk mendukung penuh pelaksanaan kegiatan pemberantasan narkoba. Satuan Brimob Polda Sumut siap memberikan dukungan pengamanan dan kekuatan personel dalam setiap operasi yang bertujuan melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika,” jelasnya, Jumat (5/6) siang.

Ia menegaskan, bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi secara konsisten melalui kolaborasi seluruh elemen, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat.

Menurutnya, langkah langkah preventif dan penindakan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.

Melalui kegiatan ini, Satbrimob Polda Sumut menyatakan komitmennya, untuk terus hadir mendukung setiap upaya penegakan hukum dan menjaga kondusivitas wilayah.

“Sinergi antara Brimob dan BNNP Sumut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku penyalahgunaan narkoba serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat. Brimob Sumut Bersama BNNP Sumut, Bergerak Nyata Melawan Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa dan Sumatera Utara yang Lebih Baik,” pungkasnya. (dwi/ila)

Bupati Labura Usul Perbaikan Jalan dan Bangun Jembatan

AUDIENSI: Bupati Labura, H Hendri Yanto Sitorus melakukan audiensi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut) di Jalan Sakti Lubis, Medan, Rabu (3/6).( Indra Lubis )
AUDIENSI: Bupati Labura, H Hendri Yanto Sitorus melakukan audiensi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut) di Jalan Sakti Lubis, Medan, Rabu (3/6).( Indra Lubis )

LABURA – Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), H Hendri Yanto Sitorus melakukan audiensi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut) di Jalan Sakti Lubis, Medan, Rabu (3/6/2026). Dengan adanya pembangunan itu berguna mendorong peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dalam audiensi tersebut, Bupati H Hendri Yanto Sitorus didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Hj Susi Asmarani, Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus., serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pada kesempatan itu, H Hendri Yanto Sitorus menyampaikan sejumlah usulan prioritas, di antaranya penanganan ruas jalan nasional Aek Kanopan–Rantau Prapat yang masih terdapat beberapa titik kerusakan, serta pembangunan jembatan baru di Aek Merah, Kelurahan Aek Kotabatu, guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Menurut H Hendri Yanto Sitorus, infrastruktur yang baik memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan jalan dan jembatan merupakan kebutuhan masyarakat yang terus kami perjuangkan. Kami berharap usulan yang disampaikan dapat menjadi perhatian sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar H Hendri Yanto Sitorus.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah pusat maupun instansi terkait dalam mewujudkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat. (ind/azw)