Home Blog Page 314

Anggota DPD RI Penrad Siagian Harapkan GBKP dan Pemkab Jadi Motor Ekonomi Karo

KARO, SUMUTPOS.CO — Anggota Komite I DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) selama dua hari, pada Senin dan Selasa, 28-29 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, Penrad memfasilitasi pertemuan antara Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo.

Pertemuan ini digelar sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara institusi keagamaan dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor ekonomi kerakyatan.

“GBKP adalah potensi besar untuk berkolaborasi dengan Pemda. Dengan banyaknya warga GBKP di Karo, maka kolaborasi pembangunan ekonomi jemaat harus saling bersinergi antara gereja dan pemda,” ujar Penrad dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga jemaat.

“Selain kolaborasi, saya juga akan mendorong salah satu klasis di GBKP menjadi piloting project pengembangan ekonomi jemaat melalui pengembangan UMKM warga gereja,” tambahnya.

Menurut Penrad, langkah ini diambil untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Karo. Ia melihat potensi besar yang dimiliki daerah ini, baik dari sisi semangat progresif pemerintah daerah maupun dari kekuatan sosial warga jemaat GBKP yang menjadi mayoritas penduduk Karo.

Tak hanya itu, Penrad juga menyoroti pentingnya langkah konkret dari pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di sejumlah desa di Karo. “Saya akan mendorong Pemda Karo mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di desa-desa dengan memanfaatkan potensi Kabupaten Karo, yakni sektor pertanian dan pariwisata,” ujarnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjajaki langkah-langkah lanjutan yang bisa segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat Karo secara berkelanjutan. (adz)

Telkomsel Digital Empowering for Community Hadir Perkuat Literasi Digital Pelajar di Wilayah Perbaungan

Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan pendidikan berbasis digital melalui penyelenggaraan program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEc) 2025 yang kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Program ini melibatkan 10 SMA dan SMK di Kota Perbaungan serta menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, kolaboratif, dan inspiratif seputar literasi digital dan transformasi teknologi di lingkungan pendidikan.
Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan pendidikan berbasis digital melalui penyelenggaraan program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEc) 2025 yang kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Program ini melibatkan 10 SMA dan SMK di Kota Perbaungan serta menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, kolaboratif, dan inspiratif seputar literasi digital dan transformasi teknologi di lingkungan pendidikan.

Perbaungan, sumutpos.co — Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan pendidikan berbasis digital melalui penyelenggaraan program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEc) 2025 yang kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Program ini melibatkan 10 SMA dan SMK di Kota Perbaungan serta menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, kolaboratif, dan inspiratif seputar literasi digital dan transformasi teknologi di lingkungan pendidikan. Perbaungan sendiri merupakan kota yang ke-67 & titik ke-100 dari program TDEc sejak di gelar tahun 2022.

Di bawah payung inisiatif Telkomsel Jaga Cita, program TDEc 2025 bertujuan membangun generasi muda yang adaptif terhadap teknologi, memahami pentingnya lingkungan digital yang positif, serta memiliki semangat kepemimpinan dalam dunia yang serba terhubung.

Kegiatan yang mengusung tema Digital Leadership & Innovation for the Future ini juga turut diisi dengan Talkshow dengan menghadirkan narasumber dari kalangan content creator seperti TaukoTembung dan Iman Batax, serta perwakilan talenta muda karyawan Telkomsel.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E Setyobudi mengatakan “Melalui TDEc, kami ingin membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan digital yang tidak hanya bermanfaat untuk pendidikan mereka hari ini, tetapi juga menjadi bekal menghadapi dunia kerja dan tantangan masa depan.

Kami juga berharap kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem digital yang lebih inklusif dan menyeluruh di lingkungan sekolah, khususnya di wilayah Perbaungan, kabupaten Serdang Bedagai.”

Sebagai bentuk dukungan nyata dalam pengembangan talenta digital, Telkomsel turut menghadirkan program bantuan Sertifikasi Internasional bagi 10 pelajar berprestasi, yang mencakup pelatihan dan uji sertifikasi dari platform global seperti Adobe dan Microsoft. Langkah ini bertujuan membuka akses siswa terhadap pengakuan kompetensi digital berstandar dunia, sekaligus mempersiapkan mereka untuk bersaing secara global.

Selain talkshow dan program sertifikasi, Telkomsel juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 10 SMA dan SMK di wilayah Serdang Bedagai untuk kerja sama pemanfaatan layanan dan solusi digital, termasuk platform Skul.id, serta berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan ekosistem digital di sekolah. Telkomsel juga menyerahkan bantuan berupa perangkat Orbit dan paket data kepada sekolah peserta.

“Kolaborasi ini bukan hanya seremonial, tetapi awal dari transformasi nyata yang akan terus kami lanjutkan bersama sekolah-sekolah mitra. Kami percaya bahwa pendidikan digital adalah fondasi utama untuk menciptakan pemimpin masa depan yang tangguh dan berdampak serta sesuai dengan perkembangan zaman.” Pungkas Agung.(rel)

Indonesia Darurat Intoleransi, Rapidin Kecam Perusakan Rumah Doa GKSI Padang

Anggota Komisi XIII DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs Rapidin Simbolon MM
Anggota Komisi XIII DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs Rapidin Simbolon MM

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Belum hilang dari ingatan publik, pengusiran dengan kekerasan aktivitas retret pemuda Kristen di Cidahu, Sukabumi, 26 Juni lalu. Kejadian hampir sama terulang di Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat.

Sebuah Rumah Doa Jamaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) dirusak massa, mengakibatkan kaca rumah pecah, listrik diputus, fasilitas dirusak dan dihancurkan dan mirisnya 2 anak kecil terluka, dan ketakutan dengan tindakan bar-bar ini.

Anggota Komisi XIII DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs Rapidin Simbolon MM menyampaikan, Indonesia memang tidak pernah adil bagi orang-orang kaum minoritas. Mereka selalu mendapat perlakuan diskriminatif, dihina, rumah ibadah di rusak. Dilarang membangun tempat ibadah, bahkan berdoa bersama saja seolah menjadi kesalahan.

“Sangat diskriminatif memang. Lalu dimanakah pihak berwajib? Di manakah pemerintah? Kenapa mereka semua seolah tutup mata melihat ini? Jawabannya, biasanya pemerintah hanya berdalih jika tindakan diskriminatif tersebut akibat salah paham dan pelaku lagi dan lagi bebas tanpa dihukum,” kata Rapidin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/7/2025).

Rapidin mengingatkan, Indonesia bukan Negara yang hanya memperbolehkan satu agama saja, baik itu Islam, Kristen, Khatolik, Hindu dan lainnya. Namun setiap warga boleh memeluk agama dan kepercayaannya masing masing dan dijamin oleh UUD 1945.

“Tindakan intoleransi seharusnya tidak ada lagi, namum yang sering terjadi justru sebaliknya. Dengan kata lain, Negera ini bukan berlandaskan satu agama, tetapi berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas mantan Bupati Samosir ini.

“Katanya Indonesia sudah merdeka. Lalu, kita bertanya makna dari kemerdekaan jika untuk beribadah saja kita masih tidak aman karena seringkali umat minoritas terancam keselamatannya akibat teror. Padahal mereka Cuma ingin berdoa saja,” imbuhnya.

Lantas, lanjut Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini, apa gunanya Pancasila diterapkan jika kondisi di lapangan sering kali tidak sejalan dengan Pancasila itu sendiri. “Dan perlu digarisbawahi, tindakan intoleransi yang berkelanjutan ini merupakan rangkaian ketidaktegasan pemerintah dan hukum dalam menyelesaikan kasus intoleransi di Indonesia. Sehingga pelaku teror merasa aman, bahkan dilindungi atas nama salah paham belaka,” bebernya

Padahal, lanjut Rapidin, perilaku bar-bar semacam ini digerakkan oleh kesadaran yang memang anti Pancasila. “Mengeringkan! Entah sudah berapa ratus kali kejadian seperti ini terjadi di Indonesia. Tetapi para kaum intoleran ini selalu saja bebas melenggang, bahkan merasa tindakan mereka benar, sehingga merusak tempat ibadah orang Kristen dianggap sebagai tindakan wajar tanpa pernah disentuh hukum,” geramnya.

Menurutnya, pemerintah mulai zaman SBY, Jokowi, sampai Prabowo sekarang tidak pernah bertindak serius menangani masalah seperti ini. “Dan untuk kali ini, saya juga tidak berharap lebih, karena memang mereka pasti diam saja. Saya hanya berharap biarlah hukum alam yang bertindak,” pungkasnya. (adz/rel)

Kepala BPSDMP Tinjau Gapoktan Tanjungberingin Sergai, Ajak Anak Muda Jadi Petani Milenial

KUNKER: Kepala BPSDMP Kementerian Pertanian, Ida Arsyanti (tengah), bersama jajaran pejabat Kementan dan Forkopimda saat berdialog dengan petani dalam kunker di Posko Brigade Pangan Beringin I, Desa Pekan Tanjungberingin, Kabupaten Sergai, Senin (28/7).
KUNKER: Kepala BPSDMP Kementerian Pertanian, Ida Arsyanti (tengah), bersama jajaran pejabat Kementan dan Forkopimda saat berdialog dengan petani dalam kunker di Posko Brigade Pangan Beringin I, Desa Pekan Tanjungberingin, Kabupaten Sergai, Senin (28/7).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Ida Arsyanti, melakukan kunjungan kerja (kunker) di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Senin (28/7). Kegiatan ini berlangsung di Posko Brigade Pangan Beringin 1, Dusun 15, Desa Pekan Tanjungberingin.

Dalam kunjungannya, Ida Arsyanti yang didampingi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ineke Kusumawati, menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Ia mengajak anak-anak muda untuk tidak hanya terpaku pada peluang kerja di luar negeri, tetapi turut mengambil peran sebagai petani milenial yang modern dan berdaya saing.
“Pertanian kita sudah berkembang, alat dan mesin pertanian (alsintan) kini tersedia untuk mendukung produksi. Generasi muda harus melihat ini sebagai peluang, bukan hambatan. Jangan ragu menjadi petani milenial,” ujar Ida Arsyanti.

Ia juga menyampaikan bahwa kelompok Brigade Pangan di wilayah tersebut berhasil meraih pendapatan hingga Rp10 juta per bulan dari pengelolaan lahan pertanian. Menurutnya, ini bukti bahwa pertanian dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
“Jika dikelola secara serius dan modern, pertanian bisa menjamin kesejahteraan. Kita dorong terus agar petani, khususnya kaum muda, dapat meningkatkan produktivitas dan mempertahankan swasembada pangan nasional,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ida menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada para petani. Ia menyebut petani sebagai sosok yang berjasa besar dalam ketahanan pangan bangsa.

“Petani itu mulia. Saya percaya, mereka adalah orang-orang yang akan lebih dahulu masuk surga, karena mereka menyediakan makanan untuk banyak orang,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab antara petani dan jajaran Kementerian Pertanian yang berlangsung interaktif dan penuh semangat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: Dandim 0204 Deliserdang Letkol Arh Agung Pujiantoro SH, Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap, Kepala Dinas Pertanian Sergai Dedi Iskandar, Kanit Intel Polsek Tanjungberingin Bripka Syafruddin, Mantri Tani Edy Susilo, para Ketua Gapoktan se-Kecamatan Tanjungberingin, serta puluhan anggota Brigade Pangan Tanjungberingin.(fad/azw)

Enam Pejabat Utama Polresta Deliserdang Disertijab

SERTIJAB: Pimpinan Polresta Deliserdang saat melakukan settijab enam pejabat utama di Lapangan Apel Polresta Deliserdang, Senin (28/7).
SERTIJAB: Pimpinan Polresta Deliserdang saat melakukan settijab enam pejabat utama di Lapangan Apel Polresta Deliserdang, Senin (28/7).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Enam pejabat utama di jajaran Polresta Deliserdang melaksanakan serah terima jabatan (sertijab). Mereka yang disertijab antara lain Kabag SDM, Kasat Binmas dan 4 Kapolsek bertempat di Lapangan Apel Polresta Deliserdang, Senin (28/7).

Sertijab tersebut dipimpin langsung Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana Sik, MSi yang dihadiri oleh Wakapolresta Deliserdang AKBP Juliani Prihatini SIk MH, para perwira, dan Bintara Polresta Deliserdang.

Ada pun pejabat yang mutasi di antaranya Kabag SDM Kompol Manson Nainggolan SH MSi digantikan oleh AKP Rusdi SH MM, Jabatan Kasat Binmas kini diisi oleh Kompol Syafrizal Asrul SH, Kapolsek Tanjungmorawa AKP Mariduk Tambunan SH MH digantikan oleh AKP Jonni Harianto Damanik SH MH, Kapolsek Lubukpakam AKP Rusdi SH MM digantikan oleh AKP Trisno Carlos Sihite, SH, Kapolsek Batangkuis AKP Arif Suhadi SH MH digantikan oleh AKP Salija SH, dan Kapolsek Namorambe AKP Ringgas Lubis SH MH digantikan oleh AKP Sukses W Secapa Sinulingga.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK MSi dalam sambutannya mengatakan mutasi dalam sebuah organisasi merupakan hal yang biasa demi pembinaan karir.

“Dalam menghadapi tantangan tugas Polri ke depan, perlu adanya penyegaran anggota. Sehingga nantinya seluruh anggota siap menghadapi segala tantangan. Selain untuk penyegaran di tubuh kesatuan, mutasi anggota dilakukan untuk peningkatan karir personil yang bersangkutan,” ujar Kapolresta Deliserdang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang pindah tugas dari Polresta Deliserdang, atas dedikasi dan loyalitas pada kedinasan di Polresta Deliserdang,” tandasnya.

Kombes Pol Hendria Lesmana berpesan kepada pejabat yang baru bahwa sesuai dengan amanat agar segera beradaptasi menyesuaikan diri sehingga dapat bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat di wilayah Polresta Deliserdang.

“Semoga dedikasi dalam pelayanan terbaik yang diberikan kepada masyarakat dapat menjadi berkah untuk semua personel Polresta Deliserdang,” pungkasnya. (btr/azw)

Bupati Lantik Dedi Maswardi jadi Penjabat Sekda Deliserdang, Asri Ludin: Layani Masyarakat Sepenuh Hati

LANTIK: Bupati Deliserdang, dr Asri Ludin Tambunan melantik Dedi Maswardi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang di Aula Cendana, Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Senin (28/7).(Istimewa/Sumut Pos)
LANTIK: Bupati Deliserdang, dr Asri Ludin Tambunan melantik Dedi Maswardi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang di Aula Cendana, Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Senin (28/7).(Istimewa/Sumut Pos)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang, dr Asri Ludin Tambunan melantik Dedi Maswardi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang di Aula Cendana, Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Senin (28/7).

Penujukan Dedi sebagai Pj Sekdakab Deliserdang itu untuk menggantikan posisi Timur Tumanggor yang telah berpindah tugas menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu). Dedi sempat beberapa hari menjadi Pelaksana Harian (Plt) sebelum dilantik menjadi Pj.

Dari informasi yang dihimpun Dedi Maswardi sebelumnya menjabat defenitif sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Karir Dedi Maswardi selama ini dikenal cukup bagus. Sebelum menjabat sebagai Staf Ahli Bupati ia juga pernah menduduki kursi Asisten I dan Asisten III.

Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Ia juga pernah tercatat beberapa kali sebagai camat dan salah satunya adalah camat Batangkuis.
Beragam arahan disampaikan Bupati dr Asri Ludin ketika melantik Dedi sebagai Pj Sekda Deliserdang.

“Bangunlah budaya kerja yang profesional. Saya berharap bisa jadi teladan, pegang teguh sumpah jabatan dan layani masyarakat sepenuh hati,” ucap Asri Ludin
Asri Ludin menyampaikan pelantikan yang dilakukan bukan hanya sekadar kegiatan seremonial. Disebut ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan dedikasi dan tanggung jawab. Hal ini lantaran sekda memiliki fungsi yang cukup strategis.

“Lima bulan berlalu masih kita temukan tidak sinkronnya organisasi perangkat daerah. Kurangnya akselerasi dan inovasi dari perangkat daerah. Inilah tugas dari sekda untuk melakukan sinkronisasi,” sebut Asri Ludin.

Disampaikan kalau selama ini dirinya melakukan tugas dengan speed tinggi harus bisa dokordinir juga perangkat daerah untukempu mengikuti gerak langkahnya. Diharapkannya dengan pelantikan ini Dedi juga akan melakukan terobosan-terobosan baru yang belum dilakukan sekda sebelumnya. Salah satunya seperti penataan inventaris aset yang sudah diamanahkan oleh Pimpinan BPK Perwakilan Sumut. (btr/azw)

Rico Waas Tinjau Langsung Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SMPN 20 Medan

TINJAU: Rico Wass meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 20 Medan.
TINJAU: Rico Wass meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 20 Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 20 Medan, Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (29/7/2025) siang.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini memasuki beberapa ruang kelas dan menyapa para siswa yang tengah bersiap menyantap hidangan bergizi yang telah tersaji di meja masing-masing. Sebelum makan bersama, Rico Waas pun mengajak para siswa untuk berdoa terlebih dahulu.

Menurut Rico, program MBG di SMPN 20 Medan sudah berjalan selama tiga minggu dan disambut antusias oleh para siswa.
“Siswa-siswa senang. Kata mereka, menunya berbeda-beda setiap hari dan rasanya enak,” ujar Rico Waas.

Ia menambahkan, siswa juga dapat mengusulkan menu yang mereka inginkan.
“Makanannya enak, mereka senang. Tidak perlu bawa bekal lagi dari rumah. Program MBG ini sangat baik. Semoga terus berjalan dan memberi manfaat, serta menambah semangat belajar anak-anak,” lanjutnya.

Rico juga menilai pelaksanaan program MBG di Medan Marelan, khususnya di SMPN 20, berjalan baik. Ia memastikan makanan yang disajikan telah memenuhi standar gizi.

“Sudah lengkap, ada protein, karbohidrat, serat, dan juga susu. Porsinya pun pas — tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit,” katanya.

Wali Kota juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut berkontribusi dalam menghadirkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memenuhi target yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Usai dari SMPN 20, Rico Waas melanjutkan kunjungan ke lokasi SPPG yang juga berada di bilangan Jalan Kapten Rahmad Buddin. Dalam tinjauan tersebut, ia melihat langsung proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan.

Setiap harinya, SPPG tersebut menyiapkan 2.137 paket makanan bergizi untuk didistribusikan ke tiga sekolah di kawasan tersebut. (map/ila)

Rico Waas Salurkan Bantuan Beras kepada 500 Keluarga di Medan Utara,1.000 Asuransi Nelayan BPJS Ketenagakerjaan

SALURKAN: Rico Wass menyalurkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah.
SALURKAN: Rico Wass menyalurkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyerahkan Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (BP CBP) kepada 500 keluarga serta Asuransi Nelayan BPJS Ketenagakerjaan kepada 1.000 nelayan di kawasan Medan bagian Utara, Selasa (29/7/2025) di Lapangan Sepak Bola Rengas Pulau, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Dalam acara yang turut dihadiri anggota DPRD Medan Muslim Harahap dan Saiful Bahri, Kapolsek Medan Labuhan Kompol T Sibuea, Kodim 0201/Medan diwakiliki Pasiter P Siregar dan Kejari Medan diwakili Kasidatun Antonius Ginting itu Rico Waas juga menyerahkan manfaat (klaim) Asuransi Nelayan BPJS Kesehatan kepada dua warga.

Rico Waas berharap bantuan yang diberikan ini, dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama di saat terjadinya sedikit lonjakan kenaikan harga beras seperti sekarang ini. “BP CBP yang diberikan ini besarannya 20 kg. Mudah-mudahan (BP CBP) ini bisa membantu bapak dan ibu sekalian untuk memenuhi kebutuhan di bulan Juni dan Juli,” harap Rico Waas

Rico Waas menyebutkan, jumlah kuota warga penerima bantuan BP CBP si Medan sebanyak 80.642 orang. Sedangkan yang disalurkan hari ini sebanyak 500 orang. Ditargetkannya, hingga akhir Juli 2025 ini, penyaluran BP CBP selesai disalurkan.

Terkait itu, Rico Waas mengingatkan, penyaluran BP CBP harus tepat sasaran dan berdasarkan data yang benar.

“Penyalurannya jangan sampai salah sasaran. Tolong diberikan kepada orang yang berhak menerimanya,” pesannya.

Wali Kota pun mengucapkan terima kasih kepada Bulog yang terus mensupport program pemerintah sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Pada bagian lain Rico Waas mengatakan, saat ini ada 1.000 nelayan yang telah tercover BPJS Ketenagakerjaan.

“Fungsi BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan ini untuk membantu keluarga yang ditinggal nelayan apabila meninggal dunia. Hal ini dilakukan untuk mencegah angka keluarga miskin baru. Santunan yang diberikan BPJS ketenagakerjaan memang tidak bisa menutupi rasa duka keluarga yang ditinggalkan, tapi santunan yang diberikan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Pemko Medan, lanjutnya, secara perlahan akan terus meningkatkan kuota nelayan yang tercover BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan bagi nelayan yang sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan, diharapkannya untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalankan pekerjaannya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan Gelora KP Ginting selaku Ketua Panitia Kegiatan Penyerahan BP CBP dan Kartu Asuransi Nelayan BPJS Ketenagakerjaan dalam laporannya menjelaskan, penyaluran BP CBP bagi 80.642 penerima bantuan pangan bertujuan sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan dan pengendalian gejolak harga pangan serta inflasi di Kota Medan.

“Sedangkan tujuan pemberian Asuransi Nelayan PBJS Ketenagakerjaan untuk menjamin para nelayan dalam melakukan aktivitas usaha penangkapan ikan yang dicover untuk Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” jelas Gelora Ginting. (map/ila)