Home Blog Page 32

Nusrtdinov Zayan Fatih Wakili RI di Youth Olympic Games 2026

Atlet berkuda Nusrtdinov Zayan Fatih wakili Indonesia di Youth Olympic Games 2026. (dok.pribadi)
Atlet berkuda Nusrtdinov Zayan Fatih wakili Indonesia di Youth Olympic Games 2026. (dok.pribadi)

Jakarta – Atlet Berkuda Nusrtdinov Zayan Fatih bakal berlaga di ajang Youth Olympic Games (YOG) 2026. Dinov meminta dukungan masyarakat Indonesia.

Dinov yang memperkuat DNV Equestrian akan tampil di cabor berkuda nomor show jumping. Kepastian tersebut didapat setelah PP PORDASI secara resmi mengumumkan bahwa Dinov akan mewakili Indonesia di ajang pesta olahraga remaja tingkat dunia tersebut.

YOG digelar 31 Oktober-13 November di Dakar, Senegal dan mempertandingkan 35 cabang olahraga. YOG juga akan diikuti oleh 23 negara partisipan yang akan mengirimkan kontingennya dan datang dari seluruh belahan dunia.

“Saya sangat bersyukur dapat membela Indonesia di ajang Youth Olympic Games Dakar 2026, terima kasih untuk PP PORDASI dan Bapak Aryo Djojohadikusumo serta semua pihak yang telah mendukung dan membantu saya selama ini,” ujar Dinov dalam rilis kepada detikSport.

Dinov terpilih setelah melalui babak kualifikasi yang diambil dari hasil pertandingan FEI Jumping World Challenge Competition 3 yang digelar di Equinara Horse Sports Jakarta pada 15-16 November 2025. Hasil pertandingan tersebut selanjutnya dikomparasi dengan hasil pertandingan-pertandingan seleksi dari negara-negara di Zona Asia.

Dari hasil komparasi tersebut, Dinov menduduki peringkat 4 besar Zona Asia, sehingga yang bersangkutan berhak melaju ke ajang YOG zona Asia yang mendapat jatah kuota empat atlet.

Tiga atlet lainnya adalah Ruirui Sun (China), Neil Kendall (India), Alya Adnan Awadh Almheiri (UAE).

Sementara itu, Ketua Harian PP PORDASI, Eddy Saddak, turut senang dan bangga atas pencapaian Dinov. Menurutnya ini adalah sejarah karena atlet bekuda junior Indonesia bisa berlaga di ajang sebesar YOG.

“Selamat dan semoga sukses untuk Dinov. Kami juga mengucapkan terima kasih karena berkat prestasi Dinov di Jumping World Challenge sehingga Indonesia mendapatkan kuota untuk mengikuti YOG,” kata Eddy.

Eddy pun menekankan agar Dinov mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi terbilang berat. Eddy juga menyarankan agar Dinov mengikuti pelatihan-pelatihan termasuk menjalani program latih tanding di Eropa untuk mengasah kemampuan dan mempersiapkan mentalnya.

Sebelumnya, Dinov baru saja meraih prestasi fenomenal dengan menjadi atlet berkuda junior pertama dalam sejarah yang meraih gelar juara di kelas pertandingan CSI 1* 130-140cm Kejuaraan Berkuda Arthayasa Open awal bulan ini.

Dinov akan menorehkan sejarah sebagai atlet berkuda junior Indonesia pertama yang berhasil menembus ajang tersebut.

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh Masyarakat Indonesia agar saya dapat mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tutup Dinov. (dtc/tri)

95 Warga Tanjung Sari Terima PKH Medan Makmur

MUSKEL:  Lurah Tanjung Sari, Ihsan Nugraha, saat gelar Muskel di Aula Kantor Kelurahan Tanjung Sari, Jalan Pasar I Tanjung Sari.
MUSKEL:  Lurah Tanjung Sari, Ihsan Nugraha, saat gelar Muskel di Aula Kantor Kelurahan Tanjung Sari, Jalan Pasar I Tanjung Sari.

Sebanyak 95 warga Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, terverifikasi sebagai calon penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur. Mayoritas penerima bantuan tersebut merupakan warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Lurah Tanjung Sari, Ihsan Nugraha, Senin (18/5/2026), mengatakan penetapan calon penerima manfaat dilakukan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Tanjung Sari, Jalan Pasar I Tanjung Sari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kecamatan Medan Selayang, kepala lingkungan, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tim pendamping PKH.

“Sudah ditetapkan sebanyak 95 warga sebagai calon penerima manfaat PKH Medan Makmur untuk Kelurahan Tanjung Sari,” ujar Ihsan.

Ia menjelaskan, dari total penerima manfaat tersebut, sebanyak enam orang merupakan penyandang disabilitas, sedangkan 89 lainnya merupakan warga lanjut usia. “Kebanyakan penerima bantuan adalah lansia, sebanyak 89 orang, sementara penyandang disabilitas ada enam orang,” katanya.

Menurut Ihsan, program PKH Medan Makmur merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas.

Program tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi warga serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat penerima manfaat. (omi/ila)

Angkringan Kesawan-Petisah Dikaji Masuk KSP

Kadis Pariwisata Kota Medan M Odi Anggia Batubara.
Kadis Pariwisata Kota Medan M Odi Anggia Batubara.

Dinas Pariwisata Kota Medan mulai mengkaji keberadaan pedagang angkringan di kawasan Kesawan dan Medan Petisah seiring rencana penerapan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP).

Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas UMKM tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban, arus lalu lintas, serta konsep penataan kawasan wisata yang tengah disiapkan Pemko Medan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M Odi Anggia Batubara, mengatakan kawasan Kesawan dan Petisah saat ini masuk dalam wilayah KSP 1 yang telah memiliki dasar aturan melalui Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Kesawan dan Petisah itu masuk dalam KSP 1. Saat ini Perwal-nya sudah ada dan tinggal menunggu realisasi. Pedagang angkringan sedang dianalisa dan dikaji oleh tim kami, apakah keberadaannya bisa masuk dalam kawasan KSP atau tidak,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurut Odi, hasil kajian nantinya akan menjadi dasar penataan pedagang angkringan agar tetap selaras dengan konsep pengembangan kawasan wisata dan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama terkait ketertiban dan lalu lintas.

“Kalau nantinya dimungkinkan berjualan di kawasan KSP, tentu akan dilakukan penataan ulang bersama OPD terkait. Kita ingin semuanya tertata dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan jika aktivitas berjualan dinilai mengganggu arus lalu lintas maupun kenyamanan masyarakat dan pemilik ruko, maka pemerintah tidak akan segan melakukan penertiban.

“Tujuan KSP ini untuk menciptakan ikon atau destinasi baru yang terkelola dan terkendalikan di Kota Medan. Jangan sampai aktivitas berjualan justru merugikan pengguna jalan dan pemilik usaha di sekitar lokasi,” tegasnya.

Sembari menunggu hasil perumusan KSP selesai, Dinas Pariwisata mengimbau para pedagang angkringan agar tetap menjaga ketertiban dan tidak menggunakan badan jalan yang dapat memicu kemacetan.

Odi juga menyebutkan bahwa Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan perhatian serius terhadap pertumbuhan UMKM di Kota Medan. Karena itu, pemerintah berupaya mencari solusi terbaik agar penataan kawasan wisata tetap berjalan tanpa mematikan aktivitas ekonomi masyarakat kecil.

“Selama tidak melanggar aturan, tentu akan kita akomodir. Tetapi tetap akan ada penataan ulang agar kawasan Kesawan dan Petisah menjadi lebih tertib dan nyaman,” pungkasnya. (map/ila)

 

TNI AL Perkuat Pengamanan Belawan, Fokus Berantas Begal dan Narkoba

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I), Laksamana Muda TNI Deny Septiana (Dok : Ihsan Syahreza)
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I), Laksamana Muda TNI Deny Septiana (Dok : Ihsan Syahreza)

TNI Angkatan Laut terus memperkuat pengamanan di kawasan Belawan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Fokus utama pengamanan diarahkan pada pemberantasan aksi begal, gangguan terhadap operasional truk, serta pencegahan peredaran narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius di wilayah pesisir tersebut.

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I) Deny Septiana, menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan di Belawan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari aparat hingga masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pihak. Pembangunan dan pengamanan Belawan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Coffee Morning bersama mitra kerja di Makoderal I Belawan, Senin (18/5/2026).

Menurut Deny, operasi gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP secara berkala mulai menunjukkan hasil positif. Situasi keamanan di Belawan disebut mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, dengan operasi yang dilakukan secara periodik, situasi di Belawan sudah mulai lebih aman dan nyaman dibanding sebelumnya. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota bersama unsur terkait juga mulai membentuk posko-posko keamanan di sejumlah titik rawan. Posko tersebut nantinya dijaga personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, serta melibatkan masyarakat setempat untuk memperkuat pengawasan lingkungan.

Deny menegaskan bahwa negara harus hadir dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Meski saat ini pengamanan diprioritaskan di Belawan, pihaknya memastikan langkah serupa akan diperluas secara bertahap ke wilayah lain di Sumatera Utara.

“Negara harus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Saat ini kita fokus di Belawan, tetapi secara bertahap akan kita perluas ke wilayah lain,” tegasnya.

Selain memberantas kriminalitas jalanan, perhatian khusus juga diberikan terhadap upaya pencegahan narkoba di kalangan generasi muda. Deny mengajak para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka dan segera melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba.

“Kami berharap orangtua tidak tinggal diam. Jika ada indikasi anak terlibat narkoba, segera laporkan agar bisa ditangani sejak dini. Ini penting agar generasi muda kita tidak terjerumus,” imbaunya.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, TNI bersama Polri memastikan akan terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan di Belawan. Masyarakat juga diminta tidak ragu menyampaikan laporan maupun pengaduan kepada aparat.

“Kami siap menerima laporan masyarakat selama 1×24 jam. Upaya menciptakan Belawan yang aman dan nyaman ini tidak boleh berhenti,” pungkas Deny.

Melalui kegiatan “Kopi Pagi Bersama” tersebut, diharapkan komunikasi antar pemangku kepentingan semakin erat sehingga berbagai persoalan keamanan dan sosial di Belawan dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. (san/ila)

KAI Divre I Sumut Gelar Tes Narkoba Mendadak, Seluruh Petugas Negatif

SIDAK: KAI Divre I Sumut memeriksakan urine petugas operasional pada Senin (18/5/2026).(Dok : PT. KAI Drive I Sumut)
SIDAK: KAI Divre I Sumut memeriksakan urine petugas operasional pada Senin (18/5/2026).(Dok : PT. KAI Drive I Sumut)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menggelar inspeksi mendadak (sidak) tes narkoba terhadap petugas operasional di enam stasiun, Senin (18/5/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga, sekaligus menjamin seluruh petugas berada dalam kondisi prima saat menjalankan tugas pelayanan kepada penumpang. Dari 68 petugas yang diperiksa secara acak, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.

Kegiatan pemeriksaan dilakukan secara serentak di enam stasiun, yakni Stasiun Medan, Stasiun Tebingtinggi, Stasiun Kisaran, Stasiun Siantar, Stasiun Rantauprapat, dan Stasiun Belawan.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa sidak ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh petugas operasional berada dalam kondisi prima saat menjalankan tugas pelayanan dan operasional perjalanan kereta api.

“Pemeriksaan dilakukan secara acak menggunakan rapid test urine enam parameter terhadap petugas operasional di lapangan. Dari total 68 petugas yang diperiksa, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba,” ujar Anwar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 petugas merupakan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) yang terdiri dari masinis dan asisten masinis. Sementara itu, petugas lainnya berasal dari unsur operasional dan pelayanan, seperti petugas langsir, perawatan sarana dan prasarana, Polsuska, petugas pengamanan, petugas kesehatan, hingga petugas kebersihan.

Menurut Anwar, pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam menjaga aspek keselamatan perjalanan kereta api yang merupakan prioritas utama perusahaan.

“Melalui pemeriksaan berkala dan acak ini, KAI memastikan setiap petugas yang bertugas berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan pekerjaannya secara optimal. Hal tersebut penting untuk mendukung pelayanan yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.

Selain menjaga keselamatan operasional, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan guna menjaga integritas serta kualitas sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam operasional perjalanan kereta api.

“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar keselamatan. Kami ingin menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dan andal bagi seluruh pelanggan,” pungkas Anwar.(san/ila)

Pemko Medan Fokus Tindak Lanjuti Hasil Reses DPRD

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan harus bergerak cepat menindaklanjuti hasil reses DPRD Kota Medan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menyerap dan merealisasikan aspirasi masyarakat.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan harus bergerak cepat menindaklanjuti hasil reses DPRD Kota Medan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menyerap dan merealisasikan aspirasi masyarakat.

MEDAN- Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan harus bergerak cepat menindaklanjuti hasil reses DPRD Kota Medan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menyerap dan merealisasikan aspirasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda Laporan Pelaksanaan Reses V Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Gedung DPRD Medan, Senin (18/5/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, serta dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, dan jajaran perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Rico menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan jembatan penting antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebutuhan nyata di lapangan.

“Reses DPRD merupakan jembatan aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah. Dari sini terlihat langsung berbagai persoalan, harapan, dan kebutuhan warga,” ujar Rico.

Ia menyebutkan, berdasarkan laporan reses dari Dapil 1 hingga 5, aspirasi masyarakat masih didominasi persoalan dasar seperti perbaikan infrastruktur jalan dan drainase, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta penguatan ekonomi dan pelayanan publik.

Rico meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak menunda penanganan terhadap berbagai laporan tersebut. Ia menekankan perlunya respon cepat dan terukur dalam penyelesaian setiap persoalan yang disampaikan masyarakat.

“Saya minta seluruh perangkat daerah menanggapi ini secara serius dan cepat tanggap. Ini laporan penting yang harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan agar setiap OPD melakukan pemetaan prioritas penyelesaian masalah ke dalam jangka pendek, menengah, dan panjang agar penanganan lebih terarah dan efektif.

“Petakan apa yang bisa dikerjakan segera, mana yang jangka menengah, dan mana yang jangka panjang. Semua harus kita respons,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rico menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Medan tidak hanya diukur dari capaian fisik atau angka statistik, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat langsung dari pembangunan tersebut.

“Keberhasilan itu ketika masyarakat merasakan pelayanan lebih baik, lingkungan lebih nyaman, dan ekonomi semakin tumbuh,” katanya.

Ia juga memastikan Pemko Medan akan mengintegrasikan hasil reses DPRD ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah serta menyelaraskannya dengan kebijakan provinsi dan nasional sesuai kemampuan keuangan daerah.

Rico berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif dapat semakin kuat dalam mewujudkan Kota Medan yang lebih inklusif, responsif, dan sejahtera bagi seluruh warganya. (map/ila)

RS Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Gubsu Harapkan Beri Pelayanan Maksimal ke Masyarakat

RAPAT: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution memimpin Rapat Koordinasi dengan OPD terkait untuk Pembangunan Rumah Sakit Internasional Provinsi Sumut di Ruang Kerja Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Kota Medan. Senin (18/5/2026).(Diskominfo Provsu).
RAPAT: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution memimpin Rapat Koordinasi dengan OPD terkait untuk Pembangunan Rumah Sakit Internasional Provinsi Sumut di Ruang Kerja Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Kota Medan. Senin (18/5/2026).(Diskominfo Provsu).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus mendorong percepatan layanan kesehatan unggulan bagi masyarakat. Salah satunya melalui rencana menghadirkan rumah sakit bertaraf internasional di Sumut, yang tetap dapat melayani pasien BPJS Kesehatan.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Sumut bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan jajaran direksi Rumah Sakit Haji Medan, di ruang kerja Gubernur Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (18/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Bobby Nasution memastikan kesiapan skema pembangunan rumah sakit yang direncanakan berdiri di Kota Medan. Ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan, alat kesehatan (alkes), sumber daya manusia (SDM), hingga kualitas pelayanan yang maksimal bagi masyarakat.

Bobby juga menginginkan rumah sakit tersebut menghadirkan pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang nyaman dan modern layaknya hotel berbintang lima.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy mengatakan rumah sakit bertaraf internasional tersebut akan dibangun melalui pola kolaborasi pemerintah dan swasta dengan sistem Kerja Sama Operasional (KSO).

Menurut Faisal, skema KSO dipilih karena dinilai lebih efektif dan efisien. Selain mempercepat operasional rumah sakit, pola tersebut juga dinilai mampu meminimalkan risiko pengelolaan SDM dan manajemen.

“Dengan sistem KSO, Pemprov Sumut tidak perlu membangun kapasitas operasional rumah sakit dari nol. Selain itu, mitigasi risiko SDM dan manajemen lebih baik, operasional lebih cepat, aset tetap dimiliki pemerintah, fleksibel secara administratif, dan kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Faisal.

Faisal menjelaskan, proyek rumah sakit ini merupakan kolaborasi antara PT Dirga Surya, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), RS Haji Medan, RS Mitra (RS An-Nisa), dan PT Bank Sumut.

Skema operasional KSO melibatkan tiga pihak utama, yakni PT Dirga Surya, RS Haji Medan, dan RS Mitra (RS An-Nisa). PT Dirga Surya bertugas menyediakan aset, RS Mitra mengelola layanan operasional sesuai standar profesional, sedangkan RS Haji Medan memastikan mutu layanan, tata kelola, dan keberlanjutan rumah sakit.

“Rumah sakit bertaraf internasional ini untuk pasien BPJS Kesehatan. Tujuannya mewujudkan layanan kesehatan terpadu, bermutu tinggi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah,” kata Faisal.

Rumah sakit tersebut direncanakan dibangun setinggi enam lantai dengan kapasitas 250 tempat tidur serta dilengkapi berbagai layanan kesehatan modern dan SDM yang kompeten. Lokasinya berada di pusat Kota Medan dan berdekatan dengan dua rumah sakit bertaraf internasional lainnya yang belum melayani pasien BPJS Kesehatan.

Turut hadir pada pertemuan tersebut Kepala Biro Perekonomian Setda Provsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Plh Bapperida Sumut Effendi Pohan, Direktur Utama Rumah Sakit Haji Medan Yulinda Elvi Nasution, Wakil Direktur Rumah Sakit Haji Medan Ridesman Nasution, Komisaris Utama PT Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Direktur Utama PT Dirga Surya Ari Wibowo, Direktur Utama PPSU Ferry Indra.(san/ila)

Tertibkan Aset Daerah, Pemprovsu Gelar Apel Kendaraan Dinas dan Cek Pajak

PIMPIN: Sulaiman Harahap memimpin Apel Kendaraan Dinas Operasional Roda 4 (Empat) Pemerintah Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Astaka/Gedung Serbaguna Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, Senin (18/5/2026). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut)
PIMPIN: Sulaiman Harahap memimpin Apel Kendaraan Dinas Operasional Roda 4 (Empat) Pemerintah Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Astaka/Gedung Serbaguna Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, Senin (18/5/2026). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mulai menertibkan penggunaan kendaraan dinas operasional melalui Apel Kendaraan Dinas Tahun 2026 yang digelar di Pelataran Gedung Serbaguna (GSG) Komplek Astaka, Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, Senin (18/5/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Sumut, Bobby Nasution, guna memastikan seluruh aset daerah digunakan sesuai aturan, tertib administrasi, serta taat membayar pajak kendaraan.

Apel kendaraan dinas yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap, dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 18 hingga 25 Mei 2026.

Dalam arahannya, Sulaiman menegaskan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk mendata sekaligus mengevaluasi kondisi kendaraan dinas milik pemerintah daerah.

“Hari ini kita melaksanakan apel kendaraan dinas sesuai instruksi Bapak Gubernur Sumatera Utara (Bobby Nasution). Kita ingin melihat berapa banyak aset yang masih beroperasi, siapa yang menguasainya, dan bagaimana pemanfaatannya,” ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Sumut ingin memastikan seluruh kendaraan dinas dirawat dengan baik dan memenuhi kewajiban administrasi, termasuk pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Kendaraan yang diketahui menunggak pajak atau tidak memenuhi kelengkapan administrasi akan ditahan sementara hingga dilakukan penyelesaian.

“Jika ditemukan kendaraan dinas belum memenuhi syarat administrasi seperti pembayaran pajak, maka akan dilakukan penahanan sampai ada tindak lanjut dan perbaikan,” tegasnya.

Selain pemeriksaan dokumen, Dinas Perhubungan juga melakukan pengecekan fisik kendaraan, mulai dari kondisi mesin, kelengkapan kendaraan, hingga fasilitas keselamatan seperti perlengkapan P3K. Sementara itu, Inspektorat dilibatkan untuk memastikan kegiatan berjalan maksimal dan tidak sekadar seremonial.

Sulaiman menambahkan, kendaraan dinas yang sudah tidak layak pakai akibat faktor usia maupun kerusakan akan dievaluasi lebih lanjut dengan meminta arahan langsung dari Gubernur Sumut sebagai pemegang kewenangan barang milik daerah.

Tak hanya itu, Pemprov Sumut juga mengimbau seluruh kendaraan dinas operasional menggunakan stiker identitas resmi guna mempermudah pengawasan di lapangan dan mencegah penyalahgunaan kendaraan pelat merah untuk kepentingan pribadi.

“Kita ingin seluruh aset daerah ini benar-benar digunakan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan lain,” pungkasnya. (san/ila)

Tinjau Langsung ke Lapangan, SDA Sumut Pastikan Perbaikan Irigasi Sibundong

TINJAU: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara, Gibson Panjaitan, melakukan peninjauan langsung terhadap kerusakan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Sibundong, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), pada Jumat (8/5/2026).(Dok : Dinas SDA Sumut)
TINJAU: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara, Gibson Panjaitan, melakukan peninjauan langsung terhadap kerusakan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Sibundong, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), pada Jumat (8/5/2026).(Dok : Dinas SDA Sumut)

MEDAN – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara, Gibson Panjaitan, melakukan peninjauan langsung terhadap kerusakan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Sibundong, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memastikan kondisi infrastruktur irigasi serta menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani.

Gibson menjelaskan bahwa peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi eksisting saluran irigasi yang mengalami kerusakan, sekaligus mengidentifikasi langkah perbaikan yang diperlukan.

“Peninjauan kami lakukan untuk memastikan kondisi eksisting saluran irigasi, sekaligus melihat langsung kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan jaringan irigasi di wilayah tersebut,” ujar Gibson saat memberikan keterangannya, Senin (18/5/2026).

Peninjauan ini turut melibatkan sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Humbahas, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Humbahas. Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan adanya sinergi dalam menangani persoalan infrastruktur yang berdampak langsung pada sektor pertanian.

Berdasarkan hasil peninjauan, Gibson menegaskan bahwa perbaikan saluran irigasi DI Sibundong akan direalisasikan pada tahun ini. Ia memastikan pemerintah tidak akan menunda penanganan, mengingat pentingnya fungsi irigasi bagi keberlangsungan pertanian masyarakat.

“Tahun ini akan kita perbaiki agar aliran air kembali optimal dan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani,” tegasnya.

Saluran irigasi DI Sibundong sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas pertanian di empat desa, yakni Desa Pariksinomba, Desa Sigala-gala, Desa Sirisirisi, dan Desa Simangaronsang. Selama beberapa tahun terakhir, kondisi jaringan irigasi yang kurang optimal menyebabkan keterbatasan pasokan air, yang berdampak pada menurunnya produktivitas lahan.

Akibatnya, tidak sedikit lahan pertanian yang beralih fungsi karena para petani kesulitan mengandalkan irigasi sebagai sumber utama pengairan. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.

Gibson menambahkan bahwa masyarakat sangat berharap adanya perbaikan ini agar sektor pertanian dapat kembali berkembang. Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, diharapkan produktivitas lahan meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak.

“Peningkatan jaringan irigasi ini sangat diharapkan masyarakat. Dengan perbaikan yang kita lakukan, kita ingin memastikan sektor pertanian di kawasan ini bisa kembali produktif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah perbaikan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Selain itu, upaya tersebut juga selaras dengan program nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan. Pemerintah berharap, melalui perbaikan infrastruktur irigasi yang berkelanjutan, ketahanan pangan dapat terjaga sekaligus meningkatkan kemandirian sektor pertanian di daerah.

Dengan adanya komitmen perbaikan ini, masyarakat Humbahas kini menaruh harapan besar agar kondisi irigasi DI Sibundong segera pulih dan mampu kembali menjadi penopang utama aktivitas pertanian di wilayah tersebut.(san/azw)