Home Blog Page 334

Bupati dan Wabup Sergai Bahas Strategi Peningkatan PBB-P2 Tahun 2025

RAPAT: Bupati Sergai Darma Wijaya saat mepimpin rapat strategi peningkatan PBB-P2. ( FADLY/SUMUT POS)
RAPAT: Bupati Sergai Darma Wijaya saat mepimpin rapat strategi peningkatan PBB-P2. ( FADLY/SUMUT POS)

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai (Sergai) Darma Wijaya bersama Wakil Bupati Adlin Tambunan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2025 di Ruang Rapat Bupati, Sei Rampah, Jumat (7/3/2025).

Rakor ini juga dihadiri Pj. Sekretaris Daerah (Sekdakab) Sergai Rusmiani Purba, SP, M.Si, seluruh Camat, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bupati Darma Wijaya dalam arahannya mengapresiasi capaian realisasi PBB-P2 tahun 2024 yang mencapai Rp46 miliar, melebihi target awal sebesar Rp45,03 miliar atau 102,62 persen.

Untuk tahun 2025, target PBB-P2 ditetapkan sebesar Rp 43 miliar. Ia berharap seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mencapai target tersebut.

“Saya ingin menekankan pentingnya validasi data pada Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT). Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data diimbau untuk segera mengajukan perbaikan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Selain itu, saya juga menginstruksikan agar distribusi SPPT kepada masyarakat dilakukan secepat mungkin dan memastikan pembayaran pajak diawasi secara ketat untuk menghindari potensi penyalahgunaan,” terang Bupati.

Bang Wiwik, sapaan akrabnya juga meminta para Camat harus memastikan SPPT PBB segera sampai ke masyarakat setelah diterima dari Pemkab disertai tanda terima yang jelas.

Dirinya juga memaparkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak. Salah satunya adalah rencana pemberian insentif atau penghargaan bagi Camat yang berhasil mencapai target realisasi PBB-P2 di wilayahnya. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi para Camat untuk lebih giat menggali potensi pajak di daerah masing-masing.

“Saya juga meminta para Camat melakukan verifikasi terkait lahan sawah yang akan dibebaskan serta memperkuat pengawasan terhadap dana yang dialokasikan ke desa, baik dari dana bagi hasil maupun sumber lain. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di tingkat desa berjalan sesuai dengan aturan,” tambah Bang Wiwik.

Terakhir Bupati menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap capaian penerimaan PBB-P2 tahun 2024 untuk mengidentifikasi keberhasilan dan kendala yang dihadapi setiap kecamatan. Langkah ini ia anggap penting guna menyusun strategi yang lebih efektif untuk tahun anggaran 2025.

“Saya berharap melalui Rakor ini, optimalisasi PBB-P2 dapat terlaksana dengan baik guna mewujudkan Kabupaten Sergai yang Mantab: Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan. Kami juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, Camat, dan masyarakat semakin kuat agar target PAD dapat tercapai dengan baik,” tutup Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Adlin Tambunan menekankan pentingnya optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PBB-P2 guna mendukung program pembangunan tahun 2025. Menurutnya, kontribusi PBB-P2 sangat krusial bagi pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di Sergai.

“Di tahun 2025, kita membutuhkan potensi PAD dari masing-masing kecamatan. Sebab, fokus kita adalah mencapai target pembangunan. Untuk itu, saya mengajak para Camat agar lebih aktif menyosialisasikan pembayaran pajak ini hingga ke tingkat desa dan masyarakat,” ujar Adlin Tambunan.

Dirinya juga menyinggung soal potensi penerimaan dari pajak makan dan minum yang selama ini kurang diperhatikan. Menurutnya, jika dimaksimalkan, sektor ini dapat menjadi salah satu sumber PAD yang signifikan.

“Jika kita bisa memanfaatkan potensi dari pajak makan minum, kontribusinya akan cukup besar bagi PAD. Untuk itu, diperlukan kajian lebih mendalam,” ujarnya.

Berdasarkan laporan realisasi anggaran 2024, secara keseluruhan Kabupaten Sergai berhasil mencapai 102,62 persen dari target, dengan total realisasi Rp46,21 miliar dari target Rp 45,03 miliar. (fad/han )

Ulang Tahun SMSI: Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

DISRUPSI teknologi kian menjadi-jadi ketika organisasi pers Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) genap berusia sewindu pada Jumat, 7 Maret 2025. Disrupsi tidak kunjung mereda, bahkan memasuki babak baru: disrupsi multidimensi. Ciri multidimensi ditandai dengan serangan dari berbagai sisi.

Dari berbagai sisi media dilumpuhkan satu sama lain. Dari sisi bisnis, keredaksian, jurnalisme, distribusi dan sistem pemasaran. Persaingan antar platform media tidak terelakkan. Persaingan semakin luas antar perusahaan pers, media sosial, dan bahkan media global, seperti google, dan facebook.

Terjadi begal-membegal konten media, tanpa menghiraukan etika. Siapa yang memproduksi konten, dan siapa yang mereguk keuntungan tidak ada aturan main yang jelas. Media platform cetak tergerus oleh platform televisi dan online. Media televisi terganggu media sosial dengan berbagai layanan aplikasi, seperti youtube.

Media global platform digitial seperti google juga ikut mendistribusikan berita dan mengambil banyak iklan. Artificial Intelligence (AI) yang mendaur ulang informasi, turut menawarkan kerja jurnalisme, termasuk mengolah informasi menjadi karya tulis.

Sementara, informasi yang disampaikan AI banyak yang belum terverifikasi kebenarannya. Ini juga ikut menggerus kerja media pers. Sudah tidak terbilang entah berapa kali AI didiskusikan dan diseminarkan di dalam dan luar negeri, untuk keperluan berbagai bidang pekerjaan, termasuk bidang jurnalisme dan bisnis media.

Akan tetapi, masih banyak pertanyaan dan keraguan terhadap kemampuan AI sebagai mesin pendaur ulang informasi yang melimpah-ruah setiap hari. Keraguan terhadap AI dalam menyeleksi data dan informasi dianggap masih lemah. Antara hoax dan fakta belum dipilah secara meyakinkan.

Di sinilah AI seringkali diletakkan sebagai pihak yang berlawanan dengan kerja jurnalisme yang mengedepankan fakta, data, dan verifikasi ketat terhadap kebenaran informasi sebelum disuguhkan sebagai berita. Selain berlawanan dalam prinsip kebenaran fakta dan data, juga menjadi perlawanan dalam bisnis bermedia.

SMSI tidak kaget dalam situasi seperti sekarang ini. Kelahiran SMSI delapan tahun silam memang menjawab keadaan disrupsi teknologi dan transformasi sosial yang sedang melanda media massa saat itu. Perusahaan media massa banyak yang bangkrut, sebagian tutup, awak media seperti wartawan dan tenaga pendukung terpaksa dirumahkan, diberhentikan tanpa batas waktu.

Tenaga kerja di bidang pers banyak yang menganggur. Yang masih bertahan bekerja harus beradaptasi dengan cara kerja baru: serba internet.

Mereka yang bisa beradaptasi tetap lanjut bekerja dengan imbalan kesejahteraan yang minimal, karena iklan tidak lagi seperti sebelum terjadi disrupsi. Keadaan seperti ini tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok yang medianya disubsidi dana oleh negara.

Tenaga bidang pers yang berantakan tidak terurus seiring datangnya disrupsi, secara alamiah mengalir ke media digital/siber yang paling mudah disiapkan, dengan pola bosnis yang belum jelas.

Jadi bisa dikatakan SMSI adalah anak perubahan era 4.0, hasil dialektika media lama dan baru. Kelahirannya memang di saat disrupsi sedang berlangsung. SMSI menjadi media alternatif, dan turut menjadi pelaku.

Hari ini, Jumat, 7 Maret 2025, SMSI berulang tahun ke-8. Perjalanannya sebagai organisasi pers yang beranggotakan sekitar 2.700 pengusaha pers media siber semakin menapak kuat dan kian tangguh di kancah persaingan media.

Namanya semakin dikenal luas, jaringan bisnisnya tidak terbatas pada instansi pemerintah. Jaringan semakin meluas pada banyak sektor swasta, termasuk di bidang industri. SMSI semakin mengenal lebih dekat ekosistem media. Disrupsi multidimensi tidak bisa dihindarkan. Semua berjalan secara alamiah. Alam sedang berjalan sesuai kodratnya. Tidak ada yang bisa nenolak. Disrupsi teknologi barlangsung tali-temali, menghidupkan dan meruntuhkan.

Kita tidak menyerah pada disrupsi teknologi. Dari awal SMSI tidak mau hanya sekedar mengantisipasi perkembangan teknologi. Itu langkah pengekor. Tetapi semua anggota tahu bahwa SMSI tampil merancang perubahan jauh di depan teknologi itu sendiri.

Sejak awal SMSI mendidik semua awak bisnis media dan redaksi bekerja di lapangan langsung, bukan mengutip informasi AI yang masih perlu verifikasi. Jurnalisme yang berkualitas menjadi motto SMSI.

Sekilas SMSI

Selasa, 7 Maret 2017, menjadi tonggak bersejarah bagi dunia pers tanah air. Hari itu, sebuah lembaga yang kemudian diberi nama SMSI diproklamirkan oleh sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari berbagai provinsi di Indonesia. Pembentukan SMSI digagas oleh Ketua PWI Banten, saat itu PWI Banten dipimpin oleh Firdaus.

Dengan diproklamirkannya pendirian SMSI, kemudian diikuti dukungan para ketua PWI se-Tanah Air, dengan membentuk SMSI di provinsi-provinsi masing-masing. Maka jadilah SMSI sebagai organisasi pers nasional yang menjadi wadah para pengusaha pers online atau media siber.

Sekarang tercatat sekitar 2.700 pengusaha media siber bergabung. Mereka sebagian besar para start-up yang mengembangkan usaha pers. Tiga tahun berjalan, pada 29 Mei 2020, secara resmi SMSI ditetapkan sebagai konstituen Dewan Pers dengan surat keputusan Dewan Pers Nomor 22/SK-DP/V/2020 yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, 29 Mei 2020.

Dengan ketetapan tersebut, maka saat itu jumlah konstituennya menjadi 10, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan SMSI.

Dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) SMSI 26 – 27 September 2020, di Hotel Marbella Anyer, SMSI mengukuhkan arah organisasi dan pemantapan program kerja. Kemudian dirumuskan secara sistematis, SMSI menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan anggota dan pengurus.

Untuk 5 tahun pertama, SMSI membagi program menjadi dua program pokok, Pertama, Program Berorientasi kedalam (Internal). Kedua, Program Berorintasi Keluar (Eksternal).

Khusus Internal, ada tiga program prioritas internal yaitu pertama, pendataan dan verifikasi anggota setanah air. Kedua, Tahun 2020 – 2021 diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur SMSI hingga Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia. Ketiga, memperkuat news room yang menjadi perekat jaringan media siber di Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan amanah Rakernas tersebut, dengan keterbatasan di tengah badai pandemi Covid-19, SMSI bergerak membangun siberindo.co sebagai news room terbesar di Tanah Air yang diluncurkan pada 10 Oktober 2020 di Bintaro Tangerang Selatan.

Sebelumnya sudah di bangun sin.co.id dan indonesiatoday.co. Sementara itu, secara eksternal sesuai hasil Rakernas 26 – 27 September 2020, SMSI akan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan anggota dan pengurus.

Terkait hal tersebut, SMSI membagi program yang berorientasi eksternal menjadi tiga yaitu Pertama, Membangun hubungan dengan seluruh jajaran pemerintahan dalam rangka memperkuat tatanan pemerintahan untuk mencapai keadilan bagi seluruh masyarakat. Kedua, Membangun hubungan dengan Dunia Usaha dan masyarakat pers sebagai komunitas SMSI; Ketiga, Membangun dan memperkuat hubungan SMSI di tataran international. (*)

Penulis: Firdaus, Ketua Umum SMSI

DPRD Sumut Minta BPBD Pro Aktif Menanggulangi Banjir di Nias

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta
Anggota Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk proses aktif dalam menanggulangi peristiwa bencana alam banjir yang terjadi di Nias.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi E, DPRD Sumut, Hendra Cipta ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (7/3/2025).

Ia mengatakan pemerintah kabupaten harus tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Jikalau harus dilakukan tanggap bencana untuk bisa mengantisipasi adanya korban jiwa, meskipun hingga saat ini memang belum ada korban jiwa yang timbul itupun harus juga dilakukan lebih ekstra untuk kebutuhan-kebutuhan pangan maupun obat-obatan,” ucapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut berharap agar pemerintah cepat khususnya BPBD agar tetap tanggap terhadap banjir di Nias.

“BPBD tetap tanggaplah, karena cuaca hujan masih menyelimuti wilayah Sumut maupun wilayah Kepulauan Nias,” ucapnya.

BPBD Sumut melalui Kabid Penanganan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan terdapat beberapa wilayah yang terdampak banjir di wilayah Nias Barat yang menjadi wilayah terparah seperti di Kecamatan Mandrehe khususnya Desa Tuwuna, Desa Simaeasi, dan Desa Fadorobahili.

Kemudian di Kecamatan Mandrehe Barat
di Dusun 1 & 2 Desa Iraonogeba dan Desa Hilidaura. Kecamatan Moro’o Dusun 2 & 3, Desa Hilisoromi. Lalu di Kecamatan Lahomi Dusun I, II dan Dusun III Desa Iraonogaila.

Adapun dampak yang terjadi akibat banjir tersebut yakni 1 unit Jembatan Noyo di Desa Tuwuna Kecamatan Mandrehe roboh diterjang Luapan arus banjir Sungai Noyo. ± 33 hektar lahan pertanian gagal panen. 200 m jalan penghubung desa mengalami kerusakan.

Kemudian dari 4 kecamatan, Sri mengatakan ada 55 unit rumah terdampak banjir dengan total penduduk terdampak banjir sebanyak 1.632 Jiwa atau 408 KK.

Dari BPBD, Sri mengatakan adanya upaya dan penanganan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Nias Barat yakni berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Barat.

Lalu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa yang terdampak banjir, dan juga melakukan pendataan/assessment di lokasi kejadian

“Kami juga memberikan bantuan ke lokasi terdampak,” ucap Sri

Kondisi hingga saat ini Sri menjelaskan banjir masih berdampak dan dalam tahap penanganan pemerintah setempat, dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari musibah banjir tersebut.(san/han)

Pengedar Ekstasi Divonis 6 Tahun Penjara

SIDANG: Dedi Chandra terdakwa kasus ekstasi menjalani sidang putusan di PN Medan, Jumat (7/3). AGUSMAN/SUMUT POS
SIDANG: Dedi Chandra terdakwa kasus ekstasi menjalani sidang putusan di PN Medan, Jumat (7/3). AGUSMAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Dedi Chandra (45) warga Jalan Mustafa Raya Gang Mustafa II, Medan Johor dihukum 6 tahun penjara. Dia terbukti bersalah memiliki 31 butir pil ekstasi untuk diedarkan ditempat hiburan malam.

Majelis hakim diketuai Yusafrihardi Girsang dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa diyakini bersalah melanggar Pasal 112 Ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika sebagaimana dakwaan alternatif kedua penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Dedi Chandra oleh karenanya dengan pidana penjara selama 6 tahun denda Rp1 miliar subsider 4 bulan penjara,” ujar Girsang dalam sidang di ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (7/3).

Atas putusan itu, baik penasehat hukum terdakwa mapun jaksa penuntut umum (JPU) kompak menyatakan pikir-pikir selama 7 hari. Vonis hakim diketahui lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut terdakwa selama 7 tahun denda Rp1 miliar subsider 5 bulan penjara.

Diketahui, terdakwa Dedi ditangkap 4 petugas kepolisian yang mendapat informasi adanya peredaran narkotika di Jalan Sei Wampu Baru, Medan Baru, pada 22 Oktober 2024.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan melihat terdakwa berada di sebuah kos. Petugas lalu datang dan mengenalkan diri dari kepolisian dan melakukan penggeledahan. Hasilnya, petugas menemukan 31 butir ekstasi siap edar milik terdakwa.

Menurut pengakuan terdakwa, ekstasi tersebut diperoleh dari Aris Munandar alias Wakno (belum tertangkap) dengan tujuan akan dijual ke tempat hiburan malam dengan keuntungan perbutirnya sekitar Rp10 ribu. (man/han)

Perkuat Sinergi di Awal Ramadan, PLN UP3 Pematangsiantar Tandatangani MOU dengan Kejari Batubara

Sinergi antara PLN dan Kejaksaan Negeri Batubara ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan listrik yang lebih baik.
Sinergi antara PLN dan Kejaksaan Negeri Batubara ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan listrik yang lebih baik.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara dalam penanganan hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Manager PLN UP3 Pematangsiantar Ramses Manalu, dan Kepala Kejari Batubara Diky Oktavia, SH, MHum, Rabu (5/3/2025).

Kesepakatan ini bertujuan memperkuat efektivitas penyelesaian masalah hukum, baik di dalam maupun luar pengadilan, melalui pemberian Surat Kuasa Khusus (SKK), pendampingan hukum, serta edukasi masyarakat.

Sinergi ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk mendukung iklim investasi dan kepastian hukum di Sumatera Utara.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Agus Kuswardoyo, menyatakan dukungan penuh atas kolaborasi ini. “Kerja sama dengan Kejari Batubara merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan penegakan hukum, melindungi aset negara, dan meningkatkan kualitas layanan publik.

PLN UID Sumut berkomitmen memastikan seluruh operasional kami berjalan sesuai koridor hukum. Sehingga, masyarakat dapat merasakan layanan listrik yang andal dan berkelanjutan,” tegas Agus.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penyelesaian perkara hukum yang selama ini menghambat optimalisasi layanan PLN. Dengan dukungan Kejari, PLN dapat lebih fokus melakukan inovasi layanan, seperti percepatan elektrifikasi, digitalisasi sistem, dan peningkatan keandalan listrik di wilayah Sumatera Utara.

“Harmonisasi antara sektor hukum dan bisnis adalah kunci kemajuan bangsa. Kami yakin kerja sama ini tidak hanya menguntungkan PLN, tetapi juga masyarakat luas melalui penegakan hukum yang berkeadilan,” pungkas Agus Kuswardoyo.

Kepala Kejari Batubara Diky Oktavia, SH, MHum menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat formalitas. “MoU ini akan diikuti dengan tindak lanjut konkret, seperti pemberian SKK dan asistensi hukum untuk menyelesaikan perkara perdata, sengketa lahan, atau tunggakan yang merugikan PLN. Kami juga akan berperan aktif dalam penyuluhan hukum kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kepatuhan dalam penggunaan listrik,” ujar Diky.

Manager PLN UP3 Pematangsiantar Ramses Manalu, mengapresiasi dukungan Kejari Batubara. “PLN kerap menghadapi tantangan seperti penyelewengan instalasi, pemalsuan listrik, atau tunggakan tagihan.

Dengan pendampingan hukum dari Kejari, kami optimis masalah ini dapat diselesaikan secara profesional tanpa meninggalkan celah hukum. Sinergi ini juga akan menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset negara,” jelas Ramses.
yang berlaku di masyarakat.  (ila)

Terima Kunjugan Kepala BPK Sumut, Upaya Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah

STABAT, SUMUTPOS.CO- Bupati Langkat, Syah Afandin dan wakil bupati, Tiorita br Surbakti, menerima kunjungan supervisi dari Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang. Kedatangan auditor itu disambut jajaran Pemkab Langkat di ruang pola kantor bupati, Kamis (6/3/2025).

Ini menjadi momen penting dalam upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Bupati Langkat yang karib disapa Ondim mengapresiasi kunjungan dari Kepala BPK Sumut beserta tim.

Dia menekankan, kehadiran BPK menjadi motivasi bagi Pemkab Langkat untuk terus meningkatkan kapasitas dalam mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan daerah.

“Kami berharap dengan supervisi dan arahan dari BPK, Pemkab Langkat dapat mengelola keuangan daerah dengan lebih baik dan sesuai regulasi, sehingga opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang pernah diraih dapat kembali dicapai dan dipertahankan,” ujarnya.

Sementara, Kepala BPK Perwakilan Sumut, Paula Henry Simatupang menjelaskan pemeriksaan keuangan dilakukan sesuai dengan Peraturan BPK RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta menilai kebenaran, kecermatan, dan keandalan informasi pengelolaan keuangan negara.

Hal ini juga sesuai dengan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Paula menyebut, Langkat merupakan daerah pertama yang dikunjungi setelah kembali bertugas di Sumatera Utara.

Ia memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan Pemkab Langkat untuk meraih opini WTP. Di antaranya, tidak ada pembatasan lingkup dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh tim BPK, tidak terjadi pelanggaran prinsip akuntansi dalam pengelolaan keuangan dan tidak adanya pengaruh nilai yang dapat mempengaruhi objektivitas laporan keuangan.

Dengan adanya supervisi ini, diharapkan Pemkab Langkat dapat semakin memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional. (ted/han)

TNI AL GagalKan Penyelundupan 100 Kg Sabu

PAPARKAN: Komandan Lantamal I Belawan Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, S.E., CHRMP beserta jajaran memaparkan barang bukti sabu yang berhasil diamankan dari para penyelundup narkoba, Rabu 5 Maret 2025. ISTIMEWA/SUMUTPOS
PAPARKAN: Komandan Lantamal I Belawan Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, S.E., CHRMP beserta jajaran memaparkan barang bukti sabu yang berhasil diamankan dari para penyelundup narkoba, Rabu 5 Maret 2025. ISTIMEWA/SUMUTPOS

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe menggagalkan penyelundupan 100 Kg sabu di perairan Pantai Lhok Puuk, Kecamatan Seunudon, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (5/3/2025).

Dalam siaran pers kepada awak media, Komandan Lantamal I Belawan Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, S.E., CHRMP di Mako Lanal Lhokseumawe didampingi oleh Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut ( P) Andi Susanto serta perwakilan BNNK Lhokseumawe dan Forkopimda Lhokseumawe, Kamis (6/3/2025) mengungkapkan, bahwa operasi penangkapan berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat tentang akan adanya pengambilan barang diduga narkoba jenis Sabu di perairan Pantai Lhok Puuk Seunudon Aceh Utara.

Mendapat informasi tersebut, lanjut Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, S.E., CHRMP ditindaklanjuti Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto, dengan melakukan penyelidikan secara mendalam.

Kemudian Tim F1QR Lanal Lhokseumawe mendapatkan informasi adanya boat masuk membawa narkoba jenis Sabu, tetapi setelah dilaksanakan penyisiran di wilayah laut dan Kuala, Tim belum mendapati hal-hal yang mencurigakan.

Tak putus asa, masih kata Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, Tim melakukan penyisiran lanjutan di darat dan mendapatkan informasi bahwa barang diduga narkoba sabu sudah disembunyikan di sekitar pesisir pantai oleh seseorang bernama M. Jabar.

Tim pun menuju lokasi yang dimaksud dan menemukan M.Jabar kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sdr. M. Jabar. Dalam pemeriksaan, M.Jabar mengakui telah menyimpan sabu dengan cara dikubur.

“Saat itulah, M. Jabar menunjukkan tempat penyimpanan barang tersebut dan saat digali ditemukan bungkusan-bungkusan berisi sabu terbungkus rapi dalam enam buah tas ransel.”ujar Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba.

Berdasarkan barang bukti itu, M. Jabar dan barang bukti dibawa ke Mako Lanal Lhokseumawe dan berkoordinasi dengan BNNP Aceh untuk pemeriksaan barang bukti. Dari hasil pemeriksaan, ternyata barang bukti yang ditemukan adalah benar sabu dengan berat 100 kg.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Lantamal I mengapresiasi kerja cepat dan penangkapan yang dilakukan oleh Tim F1QR Lanal Lhokseumawe dan menyampaikan keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa TNI AL akan terus berkomitmen dalam menjaga wilayah perairan Indonesia dari penyelundupan dan kegiatan ilegal lainnya.

TNI AL bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya akan terus menelusuri jaringan ini sampai ke akar-akarnya, hingga semua pihak yang terlibat dapat tertangkap dan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(san/han)

Rossa Ajak Peduli Lingkungan dan Kesehatan Mental, Siapkan Konser Here I Am

FOTO SHAFA NADIA/JAWA POS PERTUNJUKAN DENGAN MISI: Rossa ketika jumpa pers konser Here I Am. Selain di Indonesia, konser itu juga akan diadakan di Malaysia pada 14 Juni dan Singapura pada 8 November.
FOTO SHAFA NADIA/JAWA POS PERTUNJUKAN DENGAN MISI: Rossa ketika jumpa pers konser Here I Am. Selain di Indonesia, konser itu juga akan diadakan di Malaysia pada 14 Juni dan Singapura pada 8 November.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Penyanyi pop Rossa bakal menggelar konser tunggal bertajuk Here I Am di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat pada 23 Mei mendatang. Berbeda dari pertunjukkannya yang lain, di konser kali ini, Rossa memadukannya dengan kampanye ramah lingkungan.

Dia mengakui bahwa ide tersebut terinspirasi dari konser Coldplay. “Kemarin Coldplay sudah. Aku tergugah untuk kurangi polusi. Jadi, aku pengin banget bikin sesuatu yang bermanfaat baik untuk bumi,” kata Rossa saat konferensi pers di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (5/3).

Berkolaborasi dengan sejumlah pihak yang fokus mengolah limbah, Rossa akan memanfaatkan sampah plastik untuk menjadi sumber bahan bakar genset di konsernya. Kemudian, menjual official merchandise berupa tote bag hasil recycle botol plastik.

Bahkan, Rossa juga berkomitmen menyisihkan sebagian keuntungan konsernya untuk misi pengurangan polusi. “Hasil dari sebagian tiket, promotor Inspire, perusahaan aku sendiri, aku sumbangkan untuk tambah alat yang bisa me-recycle sampah plastik,” papar Rossa.

Pelantun lagu Nada-Nada Cinta tersebut juga akan menggaungkan pentingnya menjaga dan merawat kesehatan mental di konser Here I Am. Sebab, Rossa paham betul isu tersebut perlu digaungkan lebih keras lagi di era sekarang.
Rossa mengaku pernah mengalami masalah mental yang membawa Rossa ke titik terendah dalam hidupnya.
“Aku pernah merasa sudah tidak berguna lagu dalam karier bermusik. Kayak merasa minder lihat (penyanyi, Red) lain. Apalagi,ya,yang mau aku buat,” jelas Rossa.

Di konser Here I Am, penyanyi yang mendapat gelar Dato Sri dari kerajaan Pahang, Malaysia, itu juga menggandeng sejumlah kolaborator. Mereka adalah musisi-musisi Indonesia lintas generasi dan genre. Yakni, Bernadya, Yura Yunita, JKT48, dan Dipha Barus.

Rossa sangat mengagumi karya musik keempat musisi tersebut. Menurutnya, mereka berhasil melahirkan karya musik yang jenius. Baik dari lirik maupun komposisi dan aransemen. Bahkan, terang-terangan dia mengaku menjadikan lagu Bernadya untuk menemaninya ketika di momen galau. (shf/len/jpg/han)

Rico Waas Tinjau Persiapan Akhir Ramadan Fair 2025 Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai Salat Tarawih dan diguyur gerimis yang rapat, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas didampingi sejumlah perangkat daerah terkait meninjau lokasi Ramadan Fair XIX Tahun 2025 di Taman Sri Deli Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (7/3/2025).

Peninjauan ini dilakukan orang nomor satu di Pemko Medan untuk melihat kondisi akhir persiapan digelarnya Ramadan Fair. Sebab, Sabtu (8/3/2025), even yang digelar Pemko Medan untuk memeriahkan bulan Ramadan dan diisi dengan, bazar, festival kuliner, pertunjukan seni dan perlombaan bernuansa ini akan dibuka.

Setibanya di lokasi, Rico Waas yang mengenakan jaket krem dipadu celana hitam dan mengenakan topi hitam selanjutnya melihat sejauh mana persiapan yang telah dilakukan. Sebab, pria berdarah Maluku ini ingin event yang digelar rutin setiap bulan Ramadan ini berjalan sukses dan lancar.

Panggung utama, stand serta area perhelatan event yang akan berlangsung mulai 8-27 Maret ini tak luput dari amatan Rico Waas. Terlihat pria berkacamata kelahiran Medan 5 Juli 1986 ini beberapa kali memberi arahan perhelatan ini tampil baik dan memuaskan seluruh pengunjung yang datang.

Kehadiran Rico Waas mendapat sambutan hangat sejumlah warga yang berada di lokasi. Selain menyapa, momen itu juga digunakan warga untuk berswafoto dengan pria yang dikenal humble, murah senyum dan baru dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Wali Kota Medan bersama Wakil Wali Kota H Zakiyuddin pada 20 Februari 2025 tersebut.

Selama 19 hari perhelatan bergulir, pengunjung yang datang dapat menikmati tausiah sebelum buka puasa setiap harinya hingga penampilan band lokal usai Salat Tarawih.

Tidak hanya itu saja, Ramadan Fair XIX juga menghadirkan bazar kuliner dan UMKM, Medan Talen Performa, aneka perlombaan, tablig akbar Nuzulul Quran, Islamic Corner dan hiburan artis nasional. Selain di Taman Air Deli, Ramadan Fair XIX juga digelar di Lapangan Warna Warni Martubung.(map/ila)