31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 34

Wesly Motivasi Anak Yatim Supaya Rajin Belajar

BERI BINGKISAN: Wesly Silalahi memberikan bingkisan kepada anak yatim di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Minggu (22/2)
BERI BINGKISAN: Wesly Silalahi memberikan bingkisan kepada anak yatim di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Minggu (22/2)

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi i menghadiri Yatim Fest Ramadhan Yayasan Abulyatama Indonesia. Di acara yang berlangsung di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Minggu (22/2) itu, Wesly menegaskan dirinya secara pribadi siap memberikan bantuan untuk kebutuhan anak-anak yatim.

“Jika ada hal-hal yang diperlukan, seperti alat-alat untuk sekolah, saya siap membantu secara pribadi. Silakan Pak Ketua menghubungi Pak Zainal Siahaan (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako, red). Nanti Pak Zainal yang menyampaikannya ke saya,” kata Wesly.

Di acara tersebut, Wesly bersama Ny Liswati menyerahkan bantuan secara simbolis, dan juga memberikan santunan secara pribadi.

Sebelumnya, dalam sambutannya Wesly atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Kota Pematangsiantar atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan kepedulian dan perhatian kepada anak-anak yatim merupakan wujud nyata semangat kebersamaan, gotong royong, dan nilai kemanusiaan yang harus terus dipelihara.

“Kita semua menyadari, anak-anak yatim harus kita perhatikan dan kita dukung bersama. Mereka adalah bagian dari generasi penerus bangsa yang berhak mendapatkan kasih sayang, kesempatan pendidikan, serta lingkungan yang mendorong tumbuh kembang mereka secara optimal. Perhatian yang kita berikan hari ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga investasi bagi masa depan masyarakat dan kota yang kita cintai,” terangnya.

Wesly mengatakan, momentum bulan Ramadhan menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

“Pemerintah Kota Pematangsiantar mendukung penuh berbagai kegiatan kemasyarakatan yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi generasi muda sebagai harapan masa depan bangsa,” tukasnya.

Kepada anak-anak yatim, Wesly berpesan untuk tetap semangat belajar, berani bermimpi, dan terus berusaha meraih cita-cita. (pra/azw)

Satu Tahun Kepemimpinan Vickner-Wahyu: Fokus Kerja, Berbenah, dan Program hingga Desa

SERTIFIKAT: Bupat i Dairi Ir Vickner Sinaga didampingi Wabup Wahyu Daniel Sagala serahkan sertifat kepada Kepala Desa usai memimpin rapat kerja refleksi 1 tahun kepemimpinanya di gedung Balai Budaya Sidikalang, Jumat (20/2).(SUMUT POS/istimewa)
SERTIFIKAT: Bupat i Dairi Ir Vickner Sinaga didampingi Wabup Wahyu Daniel Sagala serahkan sertifat kepada Kepala Desa usai memimpin rapat kerja refleksi 1 tahun kepemimpinanya di gedung Balai Budaya Sidikalang, Jumat (20/2).(SUMUT POS/istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi menandai satu tahun masa kepemimpinan Bupati Ir Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala dengan rapat kerja bersama seluruh pemerintah desa se-Kabupaten Dairi.

Kegiatan yang digelar di Gedung Balai Budaya, Sidikalang, pada Jumat (20/2/2026) ini menjadi ajang evaluasi kinerja satu tahun sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa.

Rapat kerja dibuka langsung oleh Bupati Vickner didampingi Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala. Hadir dalam kesempatan itu seluruh jajaran organisasi perangkat daerah, kepala desa, perangkat desa, camat, serta perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati Vickner menekankan bahwa satu tahun pertama kepemimpinan merupakan waktu untuk bekerja, berbenah, dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke desa-desa.

“Satu tahun kepemimpinan kami adalah waktu untuk bekerja, berbenah, dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan masyarakat. Fokus kita tetap mengutamakan gotong-royong, kesetiakawanan sosial, dan merawat bumi. Semua yang kita lakukan ini adalah dari Dairi untuk Dairi, untuk provinsi, untuk NKRI, dan untuk dunia,” kata Vickner.

Dalam kesempatan itu, Bupati Vickner memaparkan sejumlah capaian selama setahun terakhir. Sektor pertanian diperkuat untuk meningkatkan ketahanan pangan, pelayanan kesehatan ditingkatkan melalui program Universal Health Coverage (UHC), dan program penanaman satu juta pohon terus berjalan dengan realisasi sekitar 62 ribu pohon.

Selain itu, percepatan penyaluran bantuan sosial dan penerapan digitalisasi administrasi di pemerintahan menjadi fokus penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Rapat kerja dilanjutkan dengan pemaparan dari beberapa narasumber. Kepala Bappeda Romedi Bangun, membahas penyelarasan dan sinkronisasi perencanaan antara pemerintah kabupaten dan desa.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Iwan Taruna Berutu, menyampaikan perkembangan Koperasi Merah Putih. Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menjelaskan fokus penggunaan Dana Desa tahun 2026 dan mekanisme penyalurannya.

Pemaparan dari Inspektorat terkait pengawasan keuangan desa dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan juga disampaikan, diikuti informasi dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan mengenai perlindungan sosial bagi masyarakat desa.

Selain itu, rapat kerja dirangkai dengan penyerahan Paralegal Justice Award 2025 kepada Kepala Desa Sigambir-gambir, Lesny Purba, dan Kepala Desa Maju, Peronika Siregar. Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM ini diberikan bagi kepala desa yang berperan sebagai juru damai dalam menyelesaikan sengketa secara non-litigasi, sekaligus mendorong terciptanya desa sadar hukum.

Bupati Vickner berharap capaian satu tahun kepemimpinan ini menjadi pijakan untuk melanjutkan program strategis demi mewujudkan Kabupaten Dairi yang tangguh, maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Ia menekankan bahwa program pembangunan harus menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa agar kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan dapat benar-benar dirasakan.

Rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Dairi dan pemerintah desa untuk memperkuat kolaborasi, memastikan transparansi pengelolaan program, dan mempercepat pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah kabupaten.
Semua pihak diharapkan berperan aktif agar capaian positif selama satu tahun pertama kepemimpinan dapat terus berlanjut dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. (rud/ila)

Pemkab Karo Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran

SERAHKAN: Bupati Karo menyerahkan bantuan ke warga yang jadi korban kebakaran
SERAHKAN: Bupati Karo menyerahkan bantuan ke warga yang jadi korban kebakaran

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Karo meninjau langsung lokasi musibah kebakaran di Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe,Jumat (20/2). Kehadiran rombongan bertujuan untuk memberikan dukungan moral sekaligus menyerahkan bantuan logistik bagi keluarga yang terdampak.

Peristiwa kebakaran yang diduga kuat terjadi akibat korsleting listrik tersebut telah menghanguskan 7 rumah warga. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materil diperkirakan cukup besar karena api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.

Dalam sambutannya di hadapan warga terdampak, Bupati Karo menyampaikan rasa empati yang mendalam. Beliau juga memberikan imbauan tegas terkait keamanan kelistrikan dan kewaspadaan di rumah tangga. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, dalam pemasangan instalasi listrik, pastikan menggunakan jasa resmi dari pihak PLN. Jangan mengambil risiko dengan instalasi yang tidak standar karena sangat rentan memicu arus pendek,” ujar Bupati.

Ia juga mengingatkan warga untuk lebih teliti dalam aktivitas sehari-hari seperti membakar sampah, pastikan api sudah benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Selalu periksa kondisi kompor dan pastikan sudah dalam keadaan mati sebelum keluar rumah.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah, Bupati Karo menyerahkan bantuan sembako, peralatan tidur, dan kebutuhan darurat lainnya melalui Dinas Sosial. Penyerahan ini disaksikan langsung oleh para ahli waris dan warga setempat. Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan ini, Wakil Bupati Karo  Komando Tarigan, SP, Kepala Dinas Sosial Drs Dapatkita Sinulingga, dan unsur Forkopimcam Kecamatan Barusjahe.

Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen untuk terus memantau proses pemulihan pasca-bencana dan memastikan para korban mendapatkan penanganan yang layak dari instansi terkait. (deo/ila)

BPBD Dairi Perbaiki Jalan Amblas di Desa Onan Lama

DIPERBAIKI: BPBD Kabupaten Dairi saat memperbaiki jalan amblas di Desa Onan Lama, Kecamatan Pegagan Hilir, Dairi.(SUMUT POS/istimewa)
DIPERBAIKI: BPBD Kabupaten Dairi saat memperbaiki jalan amblas di Desa Onan Lama, Kecamatan Pegagan Hilir, Dairi.(SUMUT POS/istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi bergerak cepat menangani jalan amblas di Dusun Lumban Situngkir, Desa Onan Lama, Kecamatan Pegagan Hilir, Sabtu (21/2).

Kepala BPBD Dairi Dekman Sitopu, menyampaikan bahwa perbaikan dilakukan segera setelah menerima laporan dari Kepala Desa setempat. Jalan yang amblas ini diduga akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.“Jalan yang kita perbaiki merupakan akses utama menuju Desa Huta Usang dan Lingga Raja atau Pispis,” kata Dekman.

Dijelaskan, kerusakan terjadi pada badan jalan sepanjang sekitar 9 meter, lebar 3,5 meter, dan kedalaman sekitar 3 meter. Lebih dari separuh jalan amblas, sehingga sempat mengganggu akses warga dan membuat lalu lintas terputus sementara.

BPBD bersama warga setempat melakukan gotong royong menimbun badan jalan yang longsor, sehingga kini akses jalan kembali bisa dilalui kendaraan.

“Alhamdulillah, sekarang jalan sudah bisa digunakan kembali. Penanganan cepat ini penting untuk memastikan mobilitas warga tetap lancar,” pungkas Dekman.

Langkah cepat BPBD ini mendapat apresiasi warga, yang mengaku lega karena akses vital desa mereka kini kembali aman dan lancar. (rud/ila)

Diskusi dengan Komunitas Pemuda Ekraf, Menko AHY Tegaskan Pembangunan Infrastruktur untuk Ruang Kreatif

SERANG, SumutPos.co– Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, infrastruktur tidak hanya berorientasi pada jalan dan jembatan, melainkan juga pada penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat berdiskusi dengan komunitas pemuda ekonomi kreatif yang tergabung dalam Forum Ekraf Banten dalam rangkaian Safari Ramadan di Kota Serang, Sabtu (21/2/2026).

Dalam dialog tersebut, Menko AHY mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui penyediaan creative hub di berbagai kota, termasuk di Provinsi Banten. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar pada 17 subsektor ekonomi kreatif yang dapat menjadi penggerak masa depan perekonomian nasional.

“Semangatnya, pemerintah berupaya menghadirkan creative hub di setiap kota sebagai pusat yang menjembatani kreativitas lintas generasi. Kita punya banyak potensi. Indonesia dikenal dengan keberagaman, budaya, dan kekhasan lokal yang unggul. Tinggal bagaimana kita mengemasnya,” ujar AHY kepada awak media.

Menurut AHY, ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar pertumbuhan nasional ke depan, terutama ketika ketergantungan pada sektor ekstraktif sumber daya alam semakin berkurang.

Pada kesempatan tersebut, AHY juga melakukan panggilan video dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya untuk menjembatani aspirasi pelaku ekonomi kreatif di Banten agar segera ditindaklanjuti secara konkret. “Ekonomi kreatif adalah masa depan ketika kita tidak bisa terus mengandalkan ekonomi berbasis ekstraktif. Kita perlu mengembangkan sektor berbasis kreativitas, termasuk industri,” tambahnya.

AHY menekankan pembangunan infrastruktur harus adaptif terhadap kebutuhan zaman, termasuk menghadirkan fasilitas publik yang mendukung tumbuhnya kreativitas dan inovasi anak muda. “Kami akan mendorong penyediaan fasilitas publik bukan hanya untuk infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, melainkan juga ruang-ruang kreatif,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam rangkaian Safari Ramadan, AHY juga membagikan takjil kepada masyarakat di sekitar Masjid Agung Ats-Tsauroh, Serang. Dalam kegiatan tersebut, AHY didampingi Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman serta Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Herzaky Mahendra Putra, dan Arif Rachman. (adz)

PUD Pasar Siap Evaluasi Total Kerja Sama Pihak Ketiga

Dirut PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Dirut PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menjadi sorotan serius bagi manajemen PUD Pasar Kota Medan. Dalam audit tersebut, BPK menilai sistem kerja sama pengelolaan pasar dengan pihak ketiga selama ini tidak memberikan keuntungan optimal bagi perusahaan daerah tersebut.

Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan, mengaku sangat menyayangkan pola kerja sama yang telah berlangsung bertahun-tahun di 53 pasar yang berada di bawah naungan PUD Pasar.

“BPK sudah melakukan audit dan LHP-nya telah kami terima. Hasilnya, para pihak ketiga tidak memberikan keuntungan yang sesuai dengan potensi sebenarnya kepada PUD Pasar Kota Medan,” ujar Anggia, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan temuan BPK, PUD Pasar sebagai pemilik aset dan pembina pedagang hanya memperoleh keuntungan yang sangat kecil dari pengelolaan pasar dan seluruh fasilitas yang ada. Sebaliknya, keuntungan lebih besar justru dinikmati oleh pihak ketiga.

Anggia menjelaskan, salah satu faktor utama persoalan tersebut adalah kesalahan dalam penghitungan potensi pendapatan pasar.

“Penghitungan potensi hampir di seluruh pasar tidak tepat. Bahkan ada pasar yang tidak dihitung secara riil. Setelah BPK melakukan uji petik, ternyata potensi sebenarnya jauh lebih besar dari angka yang selama ini ditetapkan dan dibayarkan,” jelasnya.

Temuan tersebut membuat BPK menilai sistem kerja sama yang dibangun selama ini berpotensi merugikan PUD Pasar Kota Medan.

Menindaklanjuti rekomendasi dalam LHP BPK, Anggia menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kerja sama dengan pihak ketiga.

“Seluruh kerja sama akan kita evaluasi. Nantinya, kerja sama tersebut akan kita hentikan, dan sementara waktu pengelolaan pasar akan diambil alih langsung oleh PUD Pasar,” tegasnya.

Setelah pengambilalihan sementara, manajemen akan melakukan penghitungan ulang potensi pendapatan dari 53 pasar yang ada. Hasilnya akan disinkronkan dengan data dan temuan BPK sebelum membuka skema kerja sama baru.

“Kita akan buka kerja sama baru dengan sistem dan penghitungan yang baru. Dengan siapa kerja sama dilakukan, itu menjadi kewenangan penuh PUD Pasar,” kata Anggia.

Anggia menegaskan, pembenahan ini menjadi momentum untuk melakukan “bersih-bersih” dalam sistem pengelolaan pasar. Ia optimistis, jika dikelola dengan sistem yang tepat dan transparan, seluruh pasar di Kota Medan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan daerah.

“Saat pendapatan meningkat, pasar-pasar bisa kita bangun lebih layak. Pedagang juga akan merasakan manfaatnya secara langsung. Semua ini demi kesejahteraan pedagang dan kenyamanan pengunjung,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ke depan PUD Pasar juga berencana menerapkan sistem digitalisasi di seluruh pasar guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

“Pasar adalah wajah kota. Kita ingin pasar-pasar di Medan menjadi modern, nyaman, transparan, dan menjadi pusat perekonomian yang menguntungkan semua pihak,” pungkas Anggia optimistis. (map/ila)

Robi Barus Serap Aspirasi Warga: Simak Apa Saja Jadi Keluhan Warga

RESES: Robi Barus saat menggelar Reses di Jalan Gatot Subroto, Kel Sei Putih Timur II, Medan Petisah, Sabtu (21/2/2026).(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
RESES: Robi Barus saat menggelar Reses di Jalan Gatot Subroto, Kel Sei Putih Timur II, Medan Petisah, Sabtu (21/2/2026).(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persoalan keamanan lingkungan hingga bantuan sosial menjadi keluhan utama warga dalam Reses V Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus, di Jalan Gatot Subroto No.200, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (21/2/2026) siang.

Reses tersebut dihadiri Lurah Sei Putih Timur II Arizona Siregar, perwakilan Dinas Perhubungan Medan, Dinas Sosial Medan, Dinas SDABMBK, serta Dinas Kesehatan Kota Medan.

 Keluhan pertama datang dari Sugeng, warga Jalan Pasundan, Kecamatan Medan Petisah. Ia mengaku resah dengan maraknya aksi pencurian di lingkungan tempat tinggalnya. “Banyak kali maling di tempat kami, pak. Semua dicuri, sampai pagar besi pun lenyap diangkut maling,” keluhnya.

Sugeng juga menyoroti banyaknya lampu penerangan jalan yang mati, sehingga membuat lingkungan semakin rawan tindak kriminal. Ia meminta Pemko Medan kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Menanggapi hal itu, Robi Barus meminta pihak kelurahan segera mengaktifkan kembali siskamling di setiap lingkungan. “Siskamling harus diaktifkan lagi. Tapi semua warga juga harus terlibat aktif, karena kamtibmas ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

 Sugeng juga menyampaikan keluhan lain terkait bantuan sosial yang dinilai tidak tepat sasaran. Ia mengaku sebagai penarik becak yang hidup pas-pasan, namun tak pernah menerima bantuan.

Perwakilan Dinas Sosial Medan, Linda Silalahi, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah fokus melakukan graduasi penerima bansos. Warga yang dinilai sudah mampu akan dicoret dari daftar penerima.

Robi Barus pun meminta agar seluruh kepala lingkungan (kepling) dilibatkan aktif dalam proses pendataan. “Kepling ini yang paling tahu kondisi warganya. Mereka harus dilibatkan supaya bansos tepat sasaran,” katanya.

Keluhan serupa datang dari Sri Tresnawati, warga Jalan Panci. Ia mengaku BPJS PBI yang sebelumnya aktif untuk keluarganya kini telah dinonaktifkan.“Kalau pakai BPJS Mandiri kami tak sanggup bayar iurannya. Lalu bagaimana kami kalau mau berobat?” tanyanya.

Menjawab hal tersebut, Robi menjelaskan bahwa pemerintah pusat memang tengah memperbaiki sistem pendataan BPJS PBI. Namun khusus warga Kota Medan, ia memastikan pelayanan kesehatan tetap terjamin melalui program Universal Health Coverage (UHC).

“Sejak Desember 2022, seluruh warga Kota Medan sudah dicover program UHC. Cukup bawa KK atau KTP Medan, sudah bisa berobat gratis di puskesmas dan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Selain keamanan, bansos, dan layanan kesehatan, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan dan drainase yang perlu perbaikan.

Menutup kegiatan reses, Robi Barus berkomitmen membawa seluruh aspirasi tersebut ke Sidang Paripurna DPRD Kota Medan untuk disampaikan langsung kepada Wali Kota Medan.

Diketahui, pada hari yang sama Robi Barus juga menggelar reses lanjutan di Jalan Gelas No.26, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, sebagai bagian dari komitmennya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. (map/ila)

30.952 Tiket Kereta Api Sudah Terjual

BERANGKAT: Penumpang kereta api (KA) bersiap akan berangkat ke tempat tujuan. Pemesanan tiket Angkutan Lebaran 2026 saat ini sudah mencapai 30.952 tempat duduk.
BERANGKAT: Penumpang kereta api (KA) bersiap akan berangkat ke tempat tujuan. Pemesanan tiket Angkutan Lebaran 2026 saat ini sudah mencapai 30.952 tempat duduk.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seiring memasuki awal Ramadan 1447 H, masyarakat di Sumatera Utara mulai mematangkan rencana perjalanan mudik ke kampung halaman. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat tren positif pada pemesanan tiket Angkutan Lebaran 2026, dengan total 30.952 tempat duduk telah dipesan untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam memesan tiket di awal Ramadan ini terus meningkat. Hal ini dipicu oleh keinginan masyarakat untuk mengamankan tiket perjalanan lebih awal guna menghindari kehabisan kuota di tanggal favorit.

“Seiring dimulainya bulan suci Ramadan, warga Sumatera Utara sudah mulai merencanakan perjalanan mudik. Kami melihat tren pemesanan terus tumbuh positif karena kereta api menawarkan kepastian jadwal dan kenyamanan yang dibutuhkan masyarakat untuk pulang kampung,” ujar Anwar.

Data sementara menunjukkan distribusi penumpang yang cukup merata. Untuk periode sebelum Lebaran (11–20 Maret), tercatat sebanyak 11.727 tiket telah terjual. Pada masa puncak Lebaran yang diperkirakan jatuh tanggal 21–22 Maret, tiket yang terjual mencapai 6.692 kursi. Sementara itu, untuk arus balik (23 Maret–1 April), tercatat sebanyak 12.533 tiket telah dipesan.

Meningkatnya minat masyarakat tahun ini juga dipengaruhi oleh periode libur panjang. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama dalam rangka Hari Suci Nyepi dan Idulfitri akan berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, mulai dari 18 hingga 24 Maret 2026.

 

“Berdekatannya perayaan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah diprediksi akan memicu peningkatan pergerakan penumpang. Kereta api tidak hanya akan dipadati oleh umat Muslim yang mudik, tetapi juga umat Hindu yang merayakan Nyepi serta masyarakat umum yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata,” tambah Anwar.

Terkait prosedur pemesanan, KAI mengingatkan bahwa tiket KA Jarak Jauh sudah dapat dipesan jauh-jauh hari melalui kanal resmi. Namun, untuk layanan KA Lokal seperti KA Siantar Ekspres dan KA Datuk Belambangan, pemesanan tiket baru dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan.

KAI Divre I Sumatera Utara mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat melakukan pemesanan, mulai dari menentukan tanggal keberangkatan, memasukkan nama dan nomor identitas, hingga memilih stasiun tujuan. Masyarakat juga disarankan menggunakan aplikasi Access by KAI, laman booking.kai.id, atau mitra resmi lainnya untuk menjamin keamanan transaksi dan menghindari penipuan.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga layanan tetap selamat, aman, dan andal selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dukungan serta kepercayaan besar dari masyarakat menjadi motivasi utama bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik, agar momen pulang kampung di Sumatera Utara tahun ini berjalan lancar dan berkesan,” pungkas Anwar.(san/ila)

Reses Zulkarnaen: Anjing Dilepas dan LPJU Padam Jadi Sorotan

RESES: Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen S.K.M saat menggelar Reses di Medan Perjuangan, Minggu (22/2/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos).
RESES: Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen S.K.M saat menggelar Reses di Medan Perjuangan, Minggu (22/2/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos).

SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Reses V Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen, di Jalan Pimpinan Gg Tabah, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (22/2/2026), berlangsung penuh dinamika.

Sejumlah persoalan krusial disampaikan warga, mulai dari keresahan akibat anjing peliharaan yang dilepas bebas, lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang padam, hingga persoalan drainase dan bantuan sosial yang dinilai tidak tepat sasaran.

Dalam suasana Bulan Suci Ramadan 1447 H, warga khususnya dari wilayah Medan Tembung mengeluhkan banyaknya anjing peliharaan yang dilepas bebas tanpa pengawasan pemiliknya. Kondisi ini dinilai meresahkan, terutama bagi warga yang hendak menunaikan salat tarawih dan salat subuh ke masjid.

“Banyak anjing peliharaan yang dilepas begitu saja, tidak dirantai pemiliknya. Sementara saat Ramadan ini banyak warga yang pergi ke masjid,” ujar seorang warga Kelurahan Sidorejo, Medan Tembung, yang langsung diamini ratusan warga lainnya.

Tak hanya soal keselamatan, warga juga menyoroti aspek kebersihan lingkungan. Mereka menyebut ada pemilik anjing yang membawa hewannya dengan tali dari rumah, namun membiarkannya buang air besar di jalan tanpa dibersihkan.

“Ini sangat mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” keluh warga.

Menanggapi hal tersebut, Zulkarnaen menegaskan bahwa memelihara anjing merupakan hak setiap warga, namun pemilik wajib memastikan hewannya tidak mengganggu kepentingan umum.

“Kita tidak bisa melarang orang memelihara anjing. Tetapi hewan peliharaan tidak boleh dilepas begitu saja tanpa pengawasan karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Saya minta kecamatan dan kelurahan segera turun tangan,” tegasnya.

Persoalan lain datang dari Ahmad Syarifuddin, warga Lingkungan 12 Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli. Ia meminta Pemko Medan segera membenahi drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga kerap menyebabkan genangan air. “Parit yang bermasalah ada di gang pribadi dan gang bersama. Mohon segera dibenahi,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Zulkarnaen mengaku telah meminta Dinas SDABMBK untuk melakukan normalisasi drainase di wilayah tersebut. Ia bahkan mengingatkan bahwa saat banjir besar November tahun lalu, dirinya turun langsung melihat kondisi lingkungan yang minim saluran drainase. “Masih banyak lingkungan yang tidak memiliki drainase memadai. Ini sudah saya minta menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Juli Monalisa, warga Medan Perjuangan, mempertanyakan sistem pendataan bantuan sosial yang dinilai tidak objektif. Ia mencontohkan ada warga kurang mampu yang rumahnya tidak layak huni namun justru masuk kategori desil 6 sehingga tidak menerima bantuan.“Bagaimana sebenarnya sistem survei dan pendataan warga miskin ini?” tanyanya.

Selain itu, Juli juga meminta agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) memprioritaskan tenaga kerja dari warga sekitar.“Harusnya emak-emak di sekitar dapur MBG dulu yang dipekerjakan. Kalau masih kurang baru dari luar. Jangan kami cuma jadi penonton,” ujarnya yang disambut tepuk tangan warga.

Zulkarnaen menegaskan akan mendorong Dinas Sosial untuk melakukan pendataan secara objektif agar bantuan tepat sasaran. Ia juga sepakat agar pengelola dapur SPPG mengutamakan warga sekitar. “Perangkat kewilayahan harus berkoordinasi dengan pengelola dapur agar masyarakat setempat mendapat prioritas,” katanya.

Pada sesi reses sore hari di lokasi yang sama, Zulkarnaen kembali menerima keluhan terkait banyaknya LPJU yang mati di sejumlah titik Kota Medan. Warga menilai kondisi jalan gelap sangat mengganggu, terlebih di bulan Ramadan saat aktivitas ibadah malam meningkat.

Effendi, warga Gg Wasliyah, Kelurahan Sei Kera Hilir II, mengaku telah berulang kali melaporkan LPJU mati namun belum diperbaiki.“Sudah bolak-balik saya sampaikan, tapi belum juga diperbaiki. Ini Ramadan, seharusnya jalan terang,” keluhnya.

Zulkarnaen pun meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan segera melakukan perbaikan menyeluruh.

“Jangan biarkan jalan-jalan gelap. Pemerintah harus memberi rasa aman, apalagi saat Ramadan. LPJU yang berfungsi juga dapat mencegah aksi kejahatan seperti begal dan pencurian,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh aspirasi warga akan dibawa ke Sidang Paripurna DPRD Kota Medan sebagai Pokok Pikiran (Pokir) untuk menjadi skala prioritas pembangunan.

“Nantinya semua persoalan ini akan saya kawal agar menjadi perhatian serius Pemko Medan. Reses bukan sekadar seremonial, tetapi wadah nyata menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tutupnya. (map/ila)