Home Blog Page 343

Jelang Ramadan, Harga Sembako dan Daging di Pasar Sergai Relatif Normal

SIDAK: Polres Sergai bersama Pemkab Sergai saat sidak di pasar Sei Rampah. ( FADLY/SUMUT POS )
SIDAK: Polres Sergai bersama Pemkab Sergai saat sidak di pasar Sei Rampah. ( FADLY/SUMUT POS )

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Menjelang bulan Suci ramadhan 1446 Hijriah , harga sembako dan Daging Relatif normal, Polres Sergai bersama Pemkab Sergai sidak pasar terkait harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar Rakyat Sei Rampah,Kecamatan Sei Rampah,Sergai, Jumat ( 28/2/2025 ).

Kasi Humas Polres Sergai, Iptu Zulfan Ahmadi, SH.,MH, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kelangkaan bahan pokok yang sering terjadi menjelang Bulan Suci Ramadhan.

“Kami bersama Pemkab Sergai turun langsung ke Pasar Rakyat Sei Rampah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan tidak ada lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat,” ujar Iptu Zulfan.

Lebih lanjut, bahwa sidak ini juga bertujuan untuk memastikan kestabilan harga sembako, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Ramadhan.

“Kami ingin memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan tidak ada penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan di pasaran,” tambahnya.

Dari hasil sidak harga sembako dan ketersediaannya relatif normal, Daging Sapi Rp. 130.000/kg,daging Ayam Rp. 26.000/kg

Turut hadir,Sekda Kabupaten Serdang Bedagai ,Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Pemkab Sergai,Kabag Ekonomi Disperindag Sergai ,Kabid Pasar Disperindag Sergai ,Babinsa ,Satgas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Sergai ,Kasat Reskrim Polres Sergai serta Kanit Ekonomi Polres Ser
gai. (fad/han )

Jaga Kemitraan dengan Jurnalis, Bea Cukai Kualanamu Ajak Awak Media Ngopi Bareng

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menjalin kemitraan dan menjaga keharmonisan dengan insan Pers di Deli Serdang, Bea Cukai Kualanamu mengundang rekan-rekan media untuk ngopi bareng di Ruangan Andromeda Bea Cukai KNIA.

Dengan suasana santai yang penuh keakraban Kepala Bea Cukai Kualanamu, Moh Zamroni memperkenalkan satu persatu kepala seksi di Bea dan Cukai Kualanamu kepada awak media yang hadir.

Kemudian, Kepala Bea Cukai Kualanamu, Moh Zamroni menyampaikan acara ngopi bersama ini diharapkan menjadi sarana silaturahim yang terjalin antara rekan-rekan media dengan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Silahturahmi itu penting, dengan Adanya silahturahmi kita memperpanjang pertemanan dan memperpanjang umur,” ujarnya.

Adapun pertemuan ini menandakan hubungan yang saling membutuhkan, sebagai mitra, yang bersifat simbiosis mutualisme antara unit kehumasan instansi pemerintah dengan wartawan.

“Dengan demikian diharapkan dengan posisi sebagai mitra, meskipun memiliki peran yang berbeda, namun tetap dapat bekerja sama secara optimal dan profesional mengelola berita dan informasi secara baik dan benar,” sebutnya.

Selain itu acara ngopi bareng ini juga bertujuan untuk menjelaskan tentang apa tugas pokok dan fungsi Bea Cukai Kualanamu dalam melaksanakan pengawasan dan pelayanan.

Ke depannya Bea Cukai Kualanamu ingin meminta dukungan dari insan pers sehingga prestasi dan berita positif Bea Cukai Kualanamu dapat diketahui oleh masyarakat.

Sementara itu, mewakili insan pers, Ketua SMSI Deliserdang Heri Siswoyo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bea Cukai Kualanamu yang sudah mengundang wartawan untuk ngopi bareng guna menjalin silaturahmi.

Heri Siswoyo juga meminta Bea Cukai Kualanamu untuk selalu libatkan wartawan dalam kegiatan “Press Confference” yang diadakan bila ada penyampaian hasil penindakan. (rel/adz)

Cuci Darah Kedua, R Boru Ketaren Meninggal di RSUD Djoelham Binjai

RSUD Djoelham Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
RSUD Djoelham Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pasien cuci darah, R br Ketaren meningga dunia saat menjalani cuci darah kedua di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai. Wanita 75 tahun itu meninggal dunia ketika menjalani cuci darah kedua di RSUD Djoelham.

Anak korban, Tiopan Tarigan menjelaskan, almarhumah ibundanya masuk ke RSUD Djoelham pada Sabtu (8/2/2025) lalu. Kemudian menjalani cuci darah pertama pada Rabu (12/5/2024).

Lalu, lanjut cuci darah kedua pada Sabtu (15/2/2025). Cuci darah kedua ini terjadi peristiwa yang diduga akibat kelalaian dan berujung dugaan malapraktik.

Saat cuci kedua yang berujung nyawa ibunya melayang, Tiopan sedang di luar. “Saya lagi di luar memang untuk membeli perbekalan ibu saya di Pasar Kaget Kota Binjai. Karena kata dokter ibu saya sudah bisa pulang, tiba-tiba kakak saya menelepon sambil menangis histeris. Di bilangnya ibu saya sudah meninggal,” ujar Tiopan, Jumat (28/2/2025).

Kabar itu direspon cepat Tiopan dengan balik kanan ke RSUD Djoelham. Setibanya di sana, ia melihat 1 mobil pemadam kebakaran yang mengulurkan selang ke dalam rumah sakit.

Tiopan melihat petugas pemadam saat itu memasukkan selang ke dalam ruangan Hemodialisa (HD). “Sedangkan ibu saya, dadanya lagi ditekan-tekan. Dan saya mendengar perkataan tim medis waktu itu, menyatakan ibu saya meninggal dunia. Spontan saya terkejut, saya tanya juga kenapa mesinnya ada tulisan “no water”, ada alarm berbunyi dan kedipan lampu berwarna merah,” ujar Tiopan.

“Ada petugas medis yang menyahuti pertanyaan saya, katanya kan sudah ada pemadam kebakaran lagi di isi pak. Langsung saya berpikir jika ibu saya meninggal karena tidak ada air di mesin HD itu,” sambungnya.

Karena merasa janggal dan ada yang tak beres atas kematian ibunya, pria yang juga seorang advokat ini mencari tau kebenarannya. “Informasi yang saya dapatkan dari aplikasi Meta AI, apakah kekurangan air dalam proses cuci darah bisa mengakibatkan kematian? Dan dijawab jika benar, kekurangan air dalam proses cuci darah dapat mengakibatkan kematian,” kata Tiopan.

Bahkan menurut Tiopan dari informasi aplikasi Meta AI, kekurangan air saat cuci darah dapat mengakibatkan komplikasi serius.

“Dan sampai saat ini apa karena kekurangan air membuat ibu saya meninggal dunia. Ini yang terus menghantui saya. Pada tanggal 15 Februari 2025 sewaktu ibu saya meninggal, saya sudah meminta pihak RSUD Djoelham untuk diklarifikasi, untuk bertemu dengan humas atau direktur. Tapi sampai dengan sekarang tidak ada kepuasan bagi saya belum mendapat klarifikasi atas meninggal ibu tercinta saya,” tambahnya.

Tiopan juga menyampaikan pesan tertulis kepada pejabat di RSUD Djoelham terkait pelayanan publik di rumah sakit milik pemerintah itu.

“Di mana poin-poin pelayanan publik yang saya amati, akses lift untuk keluarga pasien tidak diberikan 1×24 jam. Lift itu hanya sampai pukul 18.00 WIB saja. Beberapa bagian bangunan lampunya remang tak layak. Air di kamar mandi rumah sakit ini juga kuning dan bau,” kata Tiopan.

Disinggung apakah kejadian ini akan dibawa ke ranah hukum, Tiopan menjelaskan akan menunggu terlebih dahulu itikat rumah sakit 2-3 hari mendatang. Terpisah, pejabat di RSUD Djoelham Binjai tidak memberi respon ketika dikonfirmasi. (ted/han)

Selama Bulan Ramadan 1446 H, Pegawai Pemko Medan Pulang 1,5 Jam Lebih Awal

Kepala BKPSDM Kota Medan, Subhan Fajri Harahap
Kepala BKPSDM Kota Medan, Subhan Fajri Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan penyesuaian jam kerja selama Bulan Suci Ramadan 1446H/2025. Penyesuaian jam kerja selama Bulan Suci Ramadan tersebut berlaku bagi setiap pegawai di lingkungan Pemko Medan, baik ASN maupun non ASN.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemko Medan melakukan penyesuaian jam kerja selama Bulan Suci Ramadan,” ucap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri Harahap kepada Sumut Pos, Jumat (28/2/2025).

Dijelaskan Subhan, penyesuaian jam kerja tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran Pemko Medan Nomor 800.1.6.2/183 tentang Jam Kerja Aparatur Pemko Medan pada Bulan Ramadan 1446H yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman pada 26 Februari 2025.

Dalam Surat Edaran itu tertulis, bahwa selama Bulan Ramadan setiap pegawai akan masuk kerja pada Pukul 08.00 WIB atau tidak mengalami perubahan dari hari-hari biasanya. Namun, Pemko Medan melakukan penyesuaian pada jam pulang kerja.

“Untuk jam pulang kerja, Senin – Kamis itu Pukul 15.00 WIB. Sementara di hari Jumat Pukul 15.30 WIB,” ujarnya.

Diketahui, di luar Bulan Ramadan, pegawai di lingkungan Pemko Medan pulang kerja Pukul 16.30 WIB pada Senin – Kamis. Sementara pada hari Jumat, pulang kerja pada Pukul 17.00 WIB. Dengan demikian, seluruh pegawai di lingkungan Pemko Medan pulang 1,5 jam lebih awal dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Meskipun begitu, Pemko Medan memastikan bahwa penyesuaian jam kerja selama Bulan Suci Ramadan tersebut tidak akan mengganggu efektivitas kerja Pemko Medan.

“Dalam Surat Edaran tersebut, Kepala Organisasi Perangkat Daerah diminta untuk memastikan bahwa pelaksanaan jam kerja selama Bulan Suci Ramadan 1446H tidak akan mengurangi produktivitas dan pencapaian kinerja pegawai dan organisasi serta tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pelayanan publik,” pungkasnya.
(map/han)

Alfamidi Medan Salurkan Ribuan Telur dalam CSR Protein Cegah Stunting Tahap Empat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) Cabang Medan kembali melanjutkan komitmennya dalam penanganan stunting melalui program corporate social responsibility (CSR) bertajuk “Protein Cegah Stunting” tahap keempat. Bantuan berupa 1.800 butir telur disalurkan kepada 30 anak di Kota Medan pada Rabu (26/2/2025).

Penyerahan bantuan ini dilakukan di empat Puskesmas, yaitu Puskesmas Desa Lalang, Puskesmas Kampung Baru, Puskesmas Kedai Durian, dan Puskesmas Medan Sunggal.

Kepala Cabang Alfamidi Medan, Martadi, menyampaikan program ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama, kedua, dan ketiga yang telah dilaksanakan sejak November 2024.
“Kami berharap bantuan ini bisa membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak dan mencegah stunting di Kota Medan. Program ini merupakan bagian dari inisiasi ‘Keluarga Sehat Alfamidi’ yang bertujuan memberikan dukungan nyata bagi kesehatan masyarakat,” kata Martadi.

Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Desa Lalang Pesi Manullang, turut mengapresiasi langkah Alfamidi. “Kami sangat mendukung program ini, karena bantuan protein seperti telur memiliki peran penting dalam pertumbuhan anak. Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan hasil positif bagi tumbuh kembang anak-anak di Medan,” ucap Pesi.

Program CSR ini direncanakan akan berlangsung selama enam bulan hingga April 2025, dengan harapan bisa memberikan dampak jangka panjang bagi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas gizi anak-anak.
Dengan adanya program “Keluarga Sehat Alfamidi”, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi anak semakin meningkat dan mendorong kerja sama berbagai pihak untuk mengatasi stunting di Kota Medan. (ila)

Bawaslu Gelar Rakorda dan Evaluasi Pengawasan Pilkada 2024

DIABADIKAN: Sekda Labusel, H. Heri Wahyudi M. S.STP, M.AP bersama stakeholder diabadikan pada rakorda dan evaluasi pengawasan Pilkada 2024, Kamis (27/2/2025). KHAIRUDDIN/SUMUT POS
DIABADIKAN: Sekda Labusel, H. Heri Wahyudi M. S.STP, M.AP bersama stakeholder diabadikan pada rakorda dan evaluasi pengawasan Pilkada 2024, Kamis (27/2/2025). KHAIRUDDIN/SUMUT POS

LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang, SH diwakili Sekda H. Heri Wahyudi M. S.STP, M.AP, menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengawasan Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Serta Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Tahun 2024 bersama Stakeholder, di Grandsuma Bloksongo,Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan,Kamis (27/2/25).

Sekda H. Heri Wahyudi mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bawaslu, KPU, Aparat Keamanan, serta seluruh stakeholder yang telah bekerja keras dalam mengawal jalannya pemilihan kepala daerah tahun 2024. Pemilihan ini merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang harus kita jaga dan tingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu.

Dikatakannya, evaluasi ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan berbagai aspek pengawasan dalam pilkada 2024, baik yang sudah berjalan dengan baik maupun tantangan yang dihadapi.

Berikut beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam evaluasi ini antara lain yakni Evaluasi terhadap netralitas dan profesionalisme, Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengawasan, Penanganan pelanggaran dan sengketa Pemilu, Sinergi antar lembaga, Evaluasi terhadap insfrastruktur dan logistik pemilu.

Evaluasi ini bukan sekedar melihat ke belakang, tetapi juga sebagai pijakan untuk menyiapkan pemilu-pemilu mendatang agar lebih baik.

Sekda Heri Wahyudi mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam mengawal demokrasi.

“Mari kita jadikan pengalaman pilkada 2024 sebagai pelajaran berharga agar pemilihan di masa depan semakin berkualitas dan berintegritas”katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumut, M. Aswin Diapari Lubis dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pelaksanaan proses Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labusel telah usai dilakukan sehingga dilakukan penetapan.

Dikatakannya, banyak hal yang menjadi kekurangan, baik yang tidak sengaja dilakukan baik Bawaslu Labusel maupun Bawaslu Sumut dalam melaksanakan tugasnya.

“Maka dari itu, kita lakukan rapat koordinasi untuk melihat dimana kelemahan-kelemahan dan kekurangan sehingga di Pemilu kedepan dapat diperbaiki, di sinilah kita bicarakan. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan sukses dan ada masukan dari stakeholder, dan pemerintah nantinya. Dengan ini acara kegiatan ini resmi saya buka,” kata Aswin.(mag4/han)

Sambut Ramadan, Polda Sumut Salurkan 12.313 Paket Sembako

BANTUAN: Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat melepas bantuan sosial ke wilayah Sumut, di Mapolda Sumut, Kamis (27/2). Sumut Pos/Dokumen Pribadi
BANTUAN: Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat melepas bantuan sosial ke wilayah Sumut, di Mapolda Sumut, Kamis (27/2). Sumut Pos/Dokumen Pribadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang Bulan Suci Ramadan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengajak mahasiswa, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di wilayah Sumut.

Acara yang berlangsung di Aula Tribrata Mapolda Sumut ini, turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari berbagai institusi, termasuk Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, serta Jajaran TNI, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut jdan instansi lainnya.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dalam keterangannya menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dan instansi terkait terhadap masyarakat, khususnya menjelang Bulan Suci Ramadan.

“Hari ini, Polri bersama OKP, aliansi mahasiswa, dan rekan-rekan BEM Sumatera Utara mengadakan bakti sosial dengan menyalurkan kurang lebih 12.313 paket sembako ke seluruh wilayah Sumatera Utara,” ujar Whisnu saat doorstop di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (27/2).

Bantuan sosial yang disalurkan dalam kegiatan ini berisi berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, mie instan, tepung terigu, gula pasir, dan minyak goreng. Penyaluran dilakukan melalui jajaran Kepolisian di tingkat Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek). Kegiatan ini dilaksanakan secara Nasional, melibatkan 36 Polda dan lebih dari 500 Polres di seluruh Indonesia.

Whisnu menekankan, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi sosial, tetapi juga bentuk sinergi antara Polri, TNI, Kejaksaan, Pemerintah Daerah, dan DPRD dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang Ramadhan. “Ini adalah kerja sama dan kolaborasi kami untuk memastikan situasi tetap kondusif, menjelang bulan suci Ramadan,” tambahnya.

Selain menyalurkan bantuan, pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan pemuda, untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis selama bulan suci.

Ia berharap, kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Kepolisian, mahasiswa, serta masyarakat luas, sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan sosial ke depan.

“Dengan adanya sinergi ini, Polda Sumut optimis bahwa pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan dapat berjalan dengan aman dan damai,” pungkasnya.

Disinggung terkait pengamanan menjelang Ramadan, pihak Kepolisian dibantu TNI, Kejatisu dan unsur Muspida lainnya memastikan situasi aman dan terkendali, serta juga akan meningkatkan patroli malam. “Kita juga mengajak adik-adik mahasiswa agar ikut serta berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pokoknya dipastikan aman selama Ramadan dan selama ibadah Salat Tarawih,” tutupnya. (dwi/han)