Home Blog Page 348

Enam Jabatan Eselon II Pemko Medan Diisi Plt, BKPSDM : Menunggu Arahan Pak Wali

Kepala BKPSDM Kota Medan, Subhan Fajri
Kepala BKPSDM Kota Medan, Subhan Fajri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6 jabatan Eselon II di Pemko Medan masih kosong hingga saat ini dan hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Hal itu terjadi lantaran beberapa diantaranya ‘ikut’ Bobby Nasution menjabat di Pemprovsu. Sementara, sejumlah pejabat lainnya ada yang mengundurkan diri, pindah ke kementerian, dan pensiun.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri Harahap saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa jabatan yang kosong sudah di Plt kan sejak 24 Februari 2025.

“Karena semalam (Senin) ada pejabat Pemko Medan yang dilantik di Pemprovsu, secara otomatis beberapa jabatan kosong. Semalam juga sudah langsung kita tunjuk Plt nya,” ucap Subhan, Selasa (25/2/2025).

Dijelaskannya, adapun jabatan yang kosong saat ini adalah Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Inspektorat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Plt Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan, Plt Kepala Bapenda T Robby Chairi, Plt Inspektur Habibi Adhawiyah dan Plt Kadis DLH Suti Saidah Nasution. Sementara untuk Dinas Perhubungan (Dishub) kan sudah lama sejak bulan lalu, itu Plt Suriono, dan Plt Kepala BKAD, Evan Butong,” ujarnya.

Disinggung kapan dilakukan uji kompetensi (assessment) untuk jabatan yang kosong, Subhan mengaku bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Wali Kota Medan, Rico Waas yang saat ini masih mengikuti retret di Magelang.

“Untuk kapan waktu pastinya (assessment) tentu Pak Wali Kota yang tahu. Pada prinsipnya kita bekerja sesuai dengan arahan pimpinan. Makanya kita tunggu saja nanti Pak Wali pulang dari Magelang,” kata mantan Camat Medan Belawan ini.
(map)

Telkomsel Hadirkan EZnet Wireless: Internet Rumah Terjangkau, Stabil, dan Tanpa Ribet Untuk Pelanggan di Sumatera!

Telkomsel meluncurkan paket EZnet Wireless, paket internet rumah yang menawarkan akses internet cepat, stabil, dan terjangkau tanpa kabel. EZnet Wireless dirancang sebagai solusi internet rumah yang dapat memberikan pengalaman digital lebih baik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan di rumah. Dengan kecepatan hingga 10 Mbps dan kuota unlimited dengan batas pemakaian wajar hingga 120GB, pelanggan dapat menikmati akses internet yang stabil dan optimal tanpa khawatir kehabisan kuota.
Telkomsel meluncurkan paket EZnet Wireless, paket internet rumah yang menawarkan akses internet cepat, stabil, dan terjangkau tanpa kabel. EZnet Wireless dirancang sebagai solusi internet rumah yang dapat memberikan pengalaman digital lebih baik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan di rumah. Dengan kecepatan hingga 10 Mbps dan kuota unlimited dengan batas pemakaian wajar hingga 120GB, pelanggan dapat menikmati akses internet yang stabil dan optimal tanpa khawatir kehabisan kuota.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus berinovasi menghadirkan solusi layanan broadband dan digital untuk memenuhi kebutuhan konektivitas pelanggan. Kali ini, Telkomsel meluncurkan paket EZnet Wireless, paket internet rumah yang menawarkan akses internet cepat, stabil, dan terjangkau tanpa kabel. EZnet Wireless hadir sebagai bagian dari komitmen Telkomsel dalam mendukung pemerataan akses internet di berbagai wilayah Indonesia.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E Setyobudi, mengatakan “Kami memahami bahwa kebutuhan akan koneksi internet rumah semakin meningkat. Dengan hadirnya EZnet Wireless, kami ingin memastikan bahwa Masyarakat di wilayah operasional Sumatera Utara dan Aceh dapat menikmati layanan internet rumah dengan harga yang lebih terjangkau dan stabil. Ini adalah salah satu upaya Telkomsel dalam menghadirkan solusi digital yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia.”

EZnet Wireless dirancang sebagai solusi internet rumah yang dapat memberikan pengalaman digital lebih baik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan di rumah. Dengan kecepatan hingga 10 Mbps dan kuota unlimited dengan batas pemakaian wajar hingga 120GB, pelanggan dapat menikmati akses internet yang stabil dan optimal tanpa khawatir kehabisan kuota. Paket ini tersedia dengan harga mulai dari Rp 155.000 per bulan dengan skema pascabayar, yang memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam menikmati layanan internet rumah yang lebih terjangkau.

Telkomsel juga menyediakan opsi tambahan bagi pelanggan yang membutuhkan speed dan kuota lebih besar melalui paket Booster Add-On, yang tersedia mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 140.000 untuk pelanggan di Area Sumatera. Instalasi layanan ini pun sangat mudah dengan biaya pemasangan sebesar Rp 150.000, serta menggunakan teknologi wireless yang memungkinkan pelanggan menikmati layanan internet tanpa perlu repot dengan kabel dan instalasi yang rumit.

Telkomsel terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan digital yang inovatif dan berkualitas, sejalan dengan upaya meningkatkan pengalaman konektivitas pelanggan di seluruh negeri. Pelanggan yang ingin menikmati layanan EZnet Wireless dapat mengakses informasi lebih lanjut dapat mengunjungi GraPARI atau melalui situs resmi www.telkomsel.com/eznet-wireless.(rel)

Pastikan Kesiapsiagaan Jelang Ramadan, PLN UID Sumut Gelar Peralatan dan Personel

SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan, Donny Adriansyah saat memimpin gelar peralatan dan Personel di lapangan Astaka, Pancing. 24 Februari 2025,
SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan, Donny Adriansyah saat memimpin gelar peralatan dan Personel di lapangan Astaka, Pancing. 24 Februari 2025,

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut bulan suci Ramadan, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menggelar kegiatan pengecekan kesiapsiagaan peralatan dan personel, Senin (24/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh peralatan dan personel siap menghadapi pekerjaan dengan aman, cepat, dan andal.

Gelar Peralatan dan Personel dipimpin oleh Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sumatera Utara, Donny Adriansyah di Lapangan Astaka, Pancing, diikuti oleh 1.336 personel dari 26 perusahaan mitra terkontrak.

Dalam sambutannya, Donny Adriansyah menyampaikan pentingnya kegiatan ini untuk mengukur sejauh mana kesiapan tim dalam melaksanakan tugas dan memastikan seluruh pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai standar.

“Pengecekan peralatan kerja merupakan langkah penting untuk memastikan semua perangkat berfungsi optimal, agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman dan efisien,” ujarnya.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Agus Kuswardoyo menekankan pentingnya keselamatan kerja.

Ia mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan harus selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi instruksi kerja yang berlaku.

“Penggunaan alat pelindung diri (APD) adalah kewajiban yang tidak boleh dilupakan dan harus menjadi budaya yang diterapkan dalam setiap kegiatan operasional PLN,” tuturnya.

Agus Kuswardoyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kerja PLN yang terus mengutamakan pemenuhan Service Level Agreement (SLA) serta menjunjung tinggi budaya keselamatan.

“Kami berharap kegiatan Gelar Peralatan dan Personel ini semakin memperkuat sinergi antara PLN dan mitra kerja, serta mempersiapkan operasional dengan lebih baik dalam menghadapi tantangan dan memastikan pelayanan yang maksimal selama bulan Ramadan,” tuturnya.

Dengan kegiatan ini, PLN UID Sumut berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh tim dalam memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat selama Ramadan dan seterusnya, serta memperkuat komitmen dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan di masa depan. (ila)

Pastikan Kestabilan Harga Minyak Goreng dan Gula, PTPN Regional I Gelar Pasar Murah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PTPN IV Regional I menggelar pasar murah sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga pangan menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H.

Kegiatan ini berlangsung di Region Office PTPN IV Regional I, Jalan Sei Batanghari No. 2, Medan, dan di Kantor Distrik Labuhan Batu III, Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu.

Pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dan hasil Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yang meminta dukungan PTPN III Group untuk berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat di berbagai titik lokasi yang telah ditetapkan secara nasional.

“Pelaksanaan pasar murah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pasar murah ini akan berlangsung dari 24 Februari hingga 29 Maret 2025 dengan lokasi utama di Kantor Pos di seluruh Indonesia,” ujar Rurianto, Region Head PTPN IV Regional I, dalam sambutannya.

Sebagai bagian dari PTPN III Group yang bergerak di sektor pangan, PTPN IV Regional I memiliki Pabrik Minyak Sawit PT Industri Nabati Lestari di Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, serta Pabrik Gula Semayang di Sei Semayang, Kabupaten Deliserdang.

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah, selain menyuplai produk ke Kantor Pos, PTPN IV Regional I juga menggelar pasar murah secara mandiri di wilayah kerja sendiri.

Pasar murah yang digelar di Kantor Region Head PTPN IV Regional I, tersedia sebanyak 1.000 paket sembako dan 1000 paket sembako di Distrik Labuhanbatu III.
Terdiri dari minyak goreng kemasan 900 ml merek INL dan gula konsumsi 1Kg produksi Pabrik Gula Semayang. Paket ini dijual dengan harga Rp28.200 per paket, yang lebih rendah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.

Bagian Sekretariat dan Hukum melalui Sub Bagian Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) telah melakukan koordinasi dan komunikasi di enam kelurahan yang berada di sekitar Region Office PTPN IV Regional I. Yakni, Kelurahan Babura Sunggal, Kelurahan Lalang, Kelurahan Sei Sikambing B, Kelurahan Simpang Tanjung, Kelurahan Sunggal dan Kelurahan Tanjung Rejo untuk meneruskan adanya informasi pasar nurah penjualan minyak makan dan gula di Region Office PTPN IV Regional I.

“Kami menyadari bahwa jumlah 2.000 paket yang kami sediakan hari ini mungkin belum mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah ini. Untuk itu, kami mohon maaf jika ada warga yang belum mendapatkan kesempatan membeli paket ini. Semoga ke depan PTPN IV Regional I dapat kembali menggelar pasar murah demi membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Rurianto.

Juli, ibu rumah tangga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PTPN IV Regional 1 yang telah melaksanakan pasar murah.

“Minggu ini menjelang Ramadhan dan banyak kebutuhan. Saya berharap ke depan PTPN IV Regional 1 lebih sukses dan makin maju,” katanya. (ila)

Zakiyuddin Harahap Pastikan Pemko Medan Lakukan Penggabungan SD Negeri di Tahun Ini

Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan segera melakukan regrouping atau penggabungan sejumlah SD Negeri di Kota Medan pada tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemko Medan yang ingin fokus dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Tahun ini juga, dalam waktu dekat kita akan melakukan penggabungan sejumlah SD Negeri di Kota Medan. Segera kita tuntaskan penggabungan sekolah-sekolah tersebut, supaya nantinya sekolah-sekolah SD Negeri yang sudah digabungkan itu bisa langsung berjalan di tahun ajaran yang baru (2025/2026),” ucap Zakiyuddin Harahap kepada Sumut Pos, Selasa (25/2/2025).

Dikatakan Zakiyuddin, Wali Kota Medan, Rico Waas dan dirinya juga telah mengikuti pembahasan terkait penggabungan sekolah SD Negeri di Kota Medan bersama Wali Kota Medan sebelumnya, Bobby Nasution. Pada rapat itu diketahui, bahwa saat ini terdapat 382 SD Negeri di Kota Medan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 sekolah digabungkan menjadi 57 sekolah. Atau dengan kata lain, ada 85 SD Negeri yang bergabung.

“Sebelum kita (Rico Waas – Zakiyuddin Harahap) dilantik, itu kita sudah ada rapat di masa Pak Bobby menjadi Wali Kota Medan. Dalam waktu dekat kita akan rapatkan lagi, tunggu setelah Pak Wali (Rico Waas) selesai mengikuti retret di Magelang. Pasti akan kita rapatkan lagi, kita mau melihat sudah sejauh mana persiapannya berjalan,” ujarnya.

Dijelaskan Zakiyuddin, manfaat penggabungan sekolah tersebut ialah untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan, dan meningkatkan efektivitas pengawasan.

“Sebab sebenarnya sekolah-sekolah yang digabungkan ini adalah sekolah-sekolah yang jumlah muridnya sangat minim, yaitu dibawah 60 orang per sekolah. Tentunya sangat tidak layak kalau di satu sekolah itu jumlah siswanya hanya ada 60 orang, bahkan dibawahnya,” katanya.

Namun, ditegaskan Zakiyuddin, penggabungan sekolah tersebut bukan hanya untuk efisiensi penyelenggaraan dan efektivitas pengawasan pendidikan. Akan tetapi, penggabungan sekolah tersebut justru dilakukan sebagai upaya nyata dalam meningkatkan konsentrasi dalam peningkatan mutu pendidikan.

“Jadi disini kita tidak bicara soal kuantitas, melainkan soal kualitas ataupun mutu pendidikannya. Bergabungnya sekolah-sekolah ini akan membuat kita fokus dalam melakukan pengawasan juga, sehingga mutu pendidikannya bisa terjaga. Kita ingin mutu pendidikan di sekolah SD Negeri bisa setara atau setidaknya mampu bersaing dengan sekolah-sekolah SD swasta,” pungkasnya.
(map)

Pastikan Masyarakat Mendapatkan Pelayanan Kesehatan yang Baik, Wakil Wali Kota Medan Tinjau Puskesmas Sentosa Baru

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus visi misi dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap.

Oleh sebab itu, guna memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin meninjau pelayanan di UPT Puskesmas Sentosa Baru, jalan Sentosa Baru, Kec. Medan Perjuangan, Selasa (25/2/2025).

Saat tiba di Puskesmas, Zakiyuddin langsung berdialog dengan masyarakat yang sedang berobat. Tidak hanya itu saja, Zakiyuddin juga melihat langsung pelayanan kesehatan yang diberikan petugas Puskesmas beserta fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, ruang poli, kamar mandi pasien, ruang administrasi serta area parkir kendaraan.

“Alhamdulillah di Puskesmas ini sangat baik dan bersih. Selain itu, pasien disini cukup banyak satu hari bisa mencapai sekitar 150 orang sampai 200 orang,” kata Zakiyuddin didampingi Kepala UPT Puskesmas Sentosa Baru dr Hari Putra Dermawan.

Zakiyuddin menilai pelayanan yang diberikan Puskesmas Sentosa Baru ini sudah cukup baik ditambah lagi dengan kebersihannya  juga terjaga dengan baik.

“Saya lihat kamar mandinya juga bersih, tadi saya bertanya kepada masyarakat mereka merasa nyaman berobat kesini. Hanya saja memang area Puskesmas harus diperluas lagi agar masyarakat merasa lebih nyaman lagi, kita akan upayakan itu” ungkap Zakiyuddin.

Dalam peninjauan tersebut, Zakiyuddin sempat mendapat informasi adanya pasien yang mengidap HIV. Pasien yang tergolong masih berusia muda itu merupakan anak-anak yang tinggal ngekos disekitar lokasi.

“Tadi saya juga dapat info kalau ada beberapa pasien yang terkena HIV. Setelah di cek mereka bukan orang sini melainkan anak-anak muda yang kos di Kecamatan Medan Perjuangan. Untuk itu saya himbau agar semua yang punya kos di Kota Medan ini memperhatikan anak kosnya, sedangkan kepada para orangtua agar menjaga anak-anaknya,” pesannya. (ila)

Dinas Lingkungan Hidup Sergai Tinjau Sungai Tercemar Limbah

TINJAU: Kabid Pencemaran dan Limbah Dimas Lingkungan Hidup kabupaten Serdang Bedagai Roy R.Sihombing bersama salah satu warga sedang mengambil sampel air sungai yang diduga terdampak limbah. ( FADLY/SUMUT POS)
TINJAU: Kabid Pencemaran dan Limbah Dimas Lingkungan Hidup kabupaten Serdang Bedagai Roy R.Sihombing bersama salah satu warga sedang mengambil sampel air sungai yang diduga terdampak limbah. ( FADLY/SUMUT POS)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serdang Bedagai mengambil tindakan cepat menanggapi laporan masyarakat terkait sungai yang tercemar limbah yang diduga berasal dari salah satu perusahaan, Senin ( 24/2/2025 ).

DLH melakukan inspeksi langsung ke lokasi dengan mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium. Proses analisis ini diperkirakan memakan waktu sekitar 14 hari kerja sebelum hasilnya dapat diketahui.

Kabid Pengendali Pencemaran dan Perusakan Lingkungan, Roy R. Sihombing, yang turun langsung ke lokasi, menyatakan pihaknya menduga limbah tersebut berasal dari pabrik tepung tapioka di Desa Pergulaan.

“Kami melihat langsung air dari bak penampungan limbah dibuang ke sungai, namun masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelasnya.

DLH menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika hasil uji laboratorium membuktikan pencemaran melampaui baku mutu lingkungan.

“Jika terbukti bersalah, kami akan melakukan pemanggilan dan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku,” tegas Sihombing.

Sementara itu, warga di Dusun 1, Desa Cempedak Lobang, mengalami gatal-gatal setelah terpapar air sungai.

“Sejak Sabtu, air sungai berwarna hitam, dan banyak ikan mati mengambang,” ungkap Rendi (39), warga cempedak lobang yang tinggal tak jauh dari bantaran sungai.

Ia menduga, tercemarnya air sungai Rampah ini berdampak pada ekosistem sungai, dengan sejumlah ikan ditemukan mati mengambang di permukaan air.

Sementara itu, pihak PT Plorindo Makmur, perusahaan yang diduga sebagai sumber pencemaran, belum memberikan tanggapan resmi.

Petugas keamanan perusahaan, Suriadi, menyebut pimpinan sedang tidak berada di tempat karena merawat orang tua yang sakit.

Warga berharap pemerintah bertindak cepat menangani pencemaran ini demi menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. (fad/han)

Komitmen Agincourt Resources Membina UMKM (2): Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Lainnya

PT Agincourt Resouces (PTAR) menggelar Martabe Young Creative Entrepreneur Award Tahun 2024 untuk merangsang para wirausaha muda di Tapsel. (Dok PTAR)
PT Agincourt Resouces (PTAR) menggelar Martabe Young Creative Entrepreneur Award Tahun 2024 untuk merangsang para wirausaha muda di Tapsel. (Dok PTAR)

Berawal dari usaha dapur sederhana, kini menjelma menjadi pengusaha membantu ekonomi keluarga. Berawal dari hanya ibu rumah tangga, kini bisa membantu ekonomi keluarga. Bahkan mereka kini bisa membuka lapangan kerja.

KOMITMEN dan peran PT Agincourt Resouces (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, dalam membina Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak diragukan lagi. Program ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar tambang, khususnya meningkatkan ekonomi keluarga.

Banyak yang semula hanya sebagai ibu rumah tangga, kini justru menjadi pengusaha. Ada juga yang sebelumnya hanya usaha kecil-kecilan, kini bisa membuka lapangan kerja.
“Saya sebenarnya tidak menyangka. Awalnya hanya mengandalkan penghasilan suami, kini bisa lebih produktif. Bahkan, saya sering ajak tetangga buat bantu bekerja,” ujar Elina Safutri, salah satu peserta Program UMKM Agincourt Resouces bidang makeup artist (MUA).

Elina Safutri merupakan salah satu ibu rumah tangga yang bergabung dengan Program UMKM Agincourt Resouces pada tahun 2023. Meski sudah menekuni bidang kecantikan sejak tahun 2014, namun dia baru bisa menghasilkan lebih banyak setelah ikut Program UMKM Agincourt Resouces.

“Dulu saya dianggap hanya makeup artist kampung-kampung. Tapi sejak bergabung dan mengikuti program latihan yang dilakukan PTAR, saya semakin percaya diri. Klien pun semakin banyak, bahkan ada pejabat,” ujar Elina.

Berbagai pelatihan yang diberikan oleh Agincourt Resources memberikan dampak sangat berarti pada hasil riasannya. Kini, Elina merasa jauh lebih percaya diri dengan kemampuannya yang juga berimplikasi pada kliennya yang telah merambah ke kalangan menengah ke atas.

“Kini klien saya semakin banyak. Sekarang banyak pejabat minta saya merias mereka. Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti program ini,” ungkapnya.

Elina menungkapkan, PTAR tidak hanya memberikan para binaannya pelatihan intensif, tetapi juga menyediakan alat-alat makeup dan salon..Kini, Elina bisa bisa merias sekitar 15 sampai 20 klien dalam sebulan dan meraup penghasilan hingga Rp2 juta.

Dia juga membuka lapangan kerja bagi tetangganya. “Saya terkadang mengajak tetangga untuk ikut membantu saat bekerja,” tambahnya.

Hal sama juga dialami Budi Widia Wati, warga Desa Telo, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Berkat bergabung dengan UMKM binaan Agincourt Resources, usaha jajanan tradisionalnya kini menjadi ladang uang yang menjanjikan. “Saya tidak menyangka bisa seperti sekarang ini,” ujar Budi Widia Wati.

Wanita yang sering dipanggil Ibu Budi ini mengakui perjuangannya hingga ke titik saat ini tidak mudah. Sebelumnya dia menghadapi banyak tantangan, karena kurang paham mengenai manajemen usaha hingga kesulitan dalam memasarkan produk.

Setelah menjadi UMKM binaan Agincourt Resources, Ibu Budi mendapatkan dukungan yang sangat komperhensif dari pengelola Tambang Emas Martabe itu. Mulai dari pelatihan peningkatan kualitas prouk, manajeman usaha, pemasaran, bahkan Agincourt Resources juga membantu dalam urusan perizinan serta penyediaan alat produksi yang lebih modern.

Sekarang usahanya telah berkembang sangat pesat. Produk-produknya kini telah merambah ke pasar yang lebih luas. Dalam sebulan Ibu budi mampu memproduksi hingga 3.000 snack box dengan omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

“Dulu produk-produk saya itu banyak diragukan, setelah saya mendapatkan perizinan, pelatihan dan juga bantuan promosi pemasaran dari PTAR, kiniproduk saya semakin mendapat kepercayaan dari konsumen,” ujarnya.

Bukan hanya membantu ekonomi keluarga, tapi Ibu Budi juga telah mampu mambuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. “Saya tidak pernah berpikir akan sejauh ini bisa membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Selain Elina dan Ibu Budi, Agincourt Resources masih banyak membina UMKM lainnya yang bergerak di bidang menjahit, Ulos Tapsel, MUA, hingga kuliner. “PTAR sangat berperan dalam membantu penjahit lokal. Bukan hanya mendampingi kami untuk menciptakan produk berkualitas, tapi juga ikut membantu dalam pemasaran,” ungkap Pengurus Kelompok Menjahit Desa Batuhoring, Ledis Hutabarat.

Tidak hanya sampai di sana. Untuk merangsang pelaku UMKM binaan, Agincourt Resources menggelar Martabe Young Creative Entrepreneur Award Tahun 2024. Melalui program itu, PTAR memilih pelaku UMKM muda yang telah menciptakan lapangan kerja.

Manager Development Community Agincourt Resources Rohani Simbolon, menyebutkan kegiatan Martabe Young Creative Entrepreneur Award Tahun 2024 ini, masih agenda pertama untuk penjaringan para wirausaha muda di Tapsel. “Kita sudah mendapatkan sebanyak 15 orang pelaku UMKM yang sebelumnya sudah dilakukan tahap seleksi,” ujar Rohani Simbolon.

Rohani menjelaskan, kalau pelaku UMKM tersebut adalah mitra kerja dari Agincourt Resources guna menciptakan lapangan kerja dan kesempatan untuk berusaha di masyarakat. “Yah harapnnya semoga pelaku UMKM ini bisa maju dan berkembang usahanya setelah kita kapasitasi dengan pengembangan, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru sebagai mitra Agincourt Resources,” jelasnya. (*/bersambung)

Panglong BUMDes Ratusan Juta di Halaban Langkat Lenyap, Kades Salahkan Masyarakat

BUMDes Panglong seharga ratusan juta di Halaban Kecamatan Besitang, Langkat yang sudah lenyap.(Istimewa/Sumut Pos)
BUMDes Panglong seharga ratusan juta di Halaban Kecamatan Besitang, Langkat yang sudah lenyap.(Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Pengelolaan dana desa di Halaban, Kecamatan Besitang, Langkat, masih terus menjadi perbincangan. Pasalnya, penggunaan anggaran dana desa itu diduga tidak becus.

Kali ini, penggunaan anggaran dana desa untuk berdirinya panglong sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi polemik. Anggaran yang dikucurkan diduga ratusan juta untuk panglong itu, kini sudah lenyap alias tidak beroperasi.

Panglong itu merupakan BUMDes yang menyediakan kebutuhan bangunan. Masyarakat Desa Halaban, Rabial menjelaskan, anggaran untuk BUMDes Panglong dikucurkan 2 tahap senilai Rp200 juta.

“Tahap pertama tahun anggaran 2019 Rp 100 juta dan tahap kedua Rp 2020 Rp 100 juta lagi,” ujar Rabial, Senin (24/2/2025).

Rabial juga mengakui, BUMDes itu kini sudah tutup. Alhasil, anggaran ratusan juta itu terbuang sia-sia.

Muncul dugaan, BUMDes Panglong itu tutup diduga karena tidak ada keseriusan pengurus mengelolanya. “Memang ada utang warga kalau saya tak salah sekitar Rp29 juta, itupun sudah dikembalikan oleh masyarakat,” ujar Rabial.

Kata dia, BUMDes Panglong milik Desa Halaban lenyap sejak tahun 2021. “Soal unit air bersih itu tak jelas. Karena apa, belum ada pengukuhannya. Tapi desa mengatakan itu Bumdesnya,” ujar eks ketua unit air bersih ini.

Rabial beserta masyarakat lain hingga kini tidak tau induk BUMDes di Halaban itu yang mana. “Karena yang diklaim desa itu unitnya. Dan pengurus Bumdes orangnya itu-itu saja. Kades tidak berani memecat orang-orang yang ada di Bumdes itu,” bebernya.

Terpisah, Kepala Desa Halaban, Tamaruddin malah menyalahkan masyarakat saat dikonfirmasi BUMDes Panglong itu lenyap. Menurut Tamaruddin, BUMDes Panglong lenyap karena masyarakat ambil barang dengan berutang.

“Awal berhentinya BUMDes yaitu usaha pembangunan atau panglong di Desa Halaban ini, salah satu kendalanya banyak masyarakat yang mengambil tapi diutangkan sehingga habisnya modal,” ujar Tamaruddin.

Kendala lain, kata Tamaruddin, juga ada panglong lain hadir di Desa Halaban. “Kendala berikutnya seiring berdirinya panglong BUMDes itu, muncul pula panglong-panglong baru yang lebih lengkap lagi alat-alatnya dengan segala macamnya, dan harganya mengalahkan harga BUMDes. Akhirnya tutuplah BUMDes Panglong Desa Halaban,” ujar Tamaruddin.

“Sekarang Bumdes kita pengembangan air bersih. Dan sampai hari ini berjalan dengan baik,” tukasnya.

Sebelumnya, dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa atau ADD Halaban, Kecamatan Besitang, Langkat, tahun anggaran 2024, kembali ke permukaan. Kali ini, dugaan penyelewengan itu diduga terjadi pada mata anggaran peningkatan produksi peternakan (alat produksi dan pengelolaan peternakan, kandang, dll) pada tahap 1 senilai Rp200.077.600.

Dugaan penyelewengan itu modusnya diduga dengan cara mark-up anggaran. (ted/han)