Home Blog Page 35

Kapolres Labuhanbatu Beri Motivasi Tahanan

KUNJUNGAN -Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya melakukan kunjungan ke Rumah Tahanan Polri (RTP) Polres Labuhanbatu, Rabu (13/5). (fajar / Sumut Pos)
KUNJUNGAN -Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya melakukan kunjungan ke Rumah Tahanan Polri (RTP) Polres Labuhanbatu, Rabu (13/5). (fajar / Sumut Pos)

LABUHANBATU – Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melakukan pengecekan langsung ke Rumah Tahanan Polri (RTP) Polres Labuhanbatu, Rabu (13/5) sekitar pukul 08.00 WIB. Kunjungannya bukan sekadar inspeksi rutin memastikan keamanan ruang tahanan tetap terkendali. Lebih dari itu, ada pendekatan moral dan kemanusiaan yang coba dibangun kepada para penghuni sel.

Didampingi Wakapolres Kompol PS Simbolon, Ps Kabag Ren AKP Miftahuddin, serta Kasat Tahti Roky Sianturi, Kapolres menelusuri satu per satu ruang tahanan. Ia memastikan kondisi para tahanan dalam keadaan baik sekaligus melihat langsung situasi di dalam RTP.

Namun, yang paling menyita perhatian bukanlah pemeriksaan administrasi atau keamanan. Melainkan momen ketika seorang perwira polisi duduk dan berbicara kepada para tahanan tentang kehidupan, penyesalan, dan kesempatan kedua.

Rumah tahanan sering kali menjadi potret paling nyata tentang persoalan sosial yang sedang dihadapi sebuah daerah. Di RTP Polres Labuhanbatu, sebagian besar penghuni tersangkut kasus narkotika.

Fenomena ini bukan sekadar angka statistik penegakan hukum. Ia adalah gambaran tentang bagaimana narkoba masih menjadi ancaman serius yang menyusup ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari remaja, pekerja, hingga kepala keluarga.

Di balik status ‘tahanan’ sesungguhnya ada banyak cerita yang tidak sederhana. Ada yang terjerat karena pergaulan, himpitan ekonomi, rasa ingin tahu, hingga ketergantungan yang perlahan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.

Karena itu, pendekatan penegakan hukum semata sering kali tidak cukup. Dibutuhkan pembinaan mental agar para pelaku tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama setelah bebas nanti.

Pesan itulah yang coba disampaikan AKBP Wahyu Endrajaya kepada para tahanan.

“Kami berharap saudara-saudara sekalian dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, serta nantinya bisa kembali ke masyarakat dan menjadi orang yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara,” katanya.

Kalimat tersebut terdengar sederhana. Tetapi di ruang tahanan, kata-kata seperti itu memiliki makna yang berbeda. Sebab bagi sebagian tahanan, mereka tidak hanya kehilangan kebebasan, tetapi juga rasa percaya diri dan harapan untuk diterima kembali oleh masyarakat.

Kehadiran Kapolres dan jajaran yang menyapa langsung para tahanan menunjukkan bahwa negara tetap hadir, bahkan kepada mereka yang sedang menjalani proses hukum. Bahwa setiap orang masih memiliki peluang untuk memperbaiki diri.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan lewat penangkapan dan penahanan. Tetapi juga lewat pembinaan, edukasi, dan upaya mengembalikan manusia ke jalan yang benar. (fdh/azw)

Dies Natalis HIMAPSI ke-48, Mahasiswa dan Pemuda Garda Terdepan Pembangunan

HADIRI: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ratusan mahasiswa menghadiri Dies Natalis ke-48 HIMAPSI di Gedung Balai Kartini, Tebingtinggi, Sabtu (16/5).
HADIRI: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ratusan mahasiswa menghadiri Dies Natalis ke-48 HIMAPSI di Gedung Balai Kartini, Tebingtinggi, Sabtu (16/5).

TEBINGTINGGI- Wali Kota Tebingtinggi, H Iman Irdian Saragih mengajak mahasiswa dan pemuda untuk menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri perayaan Dies Natalis ke-48 Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) di Gedung Balai Kartini, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Iman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tebintinggi mendukung penuh organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

Menurutnya, HIMAPSI telah menunjukkan eksistensinya selama puluhan tahun sebagai wadah pembinaan generasi muda Simalungun.

“Empat puluh delapan tahun bukan perjalanan singkat. HIMAPSI mampu bertahan dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat maupun daerah,” ujar Iman Irdian Saragih.

Ia menilai kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, dirinya berharap kepengurusan baru HIMAPSI mampu melahirkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, sosial, budaya dan pemberdayaan pemuda.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman. Ia berharap kader HIMAPSI dapat melahirkan gagasan kreatif demi kemajuan daerah dan bangsa.

“Generasi muda harus cerdas, berintegritas dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.

Senada dengan itu, Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, meminta HIMAPSI ikut menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, termasuk mendukung keberlanjutan Geopark Kaldera Toba.

Menurutnya, organisasi kepemudaan harus aktif dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari edukasi lingkungan hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal.

“HIMAPSI harus hadir di semua lini pembangunan, termasuk menjaga warisan budaya dan bumi Simalungun,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumut Delpin Barus menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pengawasan pembangunan dan politik. Ia menyebut transparansi anggaran serta komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci kemajuan daerah.

Ketua Umum Korps Senior HIMAPSI, Dr Parlindungan Purba, turut mengingatkan agar nilai toleransi dan sikap terbuka masyarakat Simalungun tetap dipertahankan. Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum DPP HIMAPSI Dian G Purba Tambak yang menilai kegiatan organisasi harus menjadi sarana memperkuat budaya dan identitas daerah.

Pada kesempatan itu, Ketua DPC HIMAPSI Kota Tebingtinggi Muhammad Denni Saragih mengatakan tema Dies Natalis tahun ini, ‘Mengembalikan Jati Diri Simalungun’ menjadi momentum memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekdako Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, perwakilan Forkopimda, jajaran pengurus HIMAPSI se-Sumatera Utara, tokoh masyarakat, mahasiswa serta tamu undangan lainnya. (mag-3/azw)

Penutupan MTQ XVII dan FSQ XVIII Labura, Bupati: Perkuat Semangat Syiar dan Prestasi Qurani

PENUTUPAN MTQ: Pemkab Labura resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII dan Festival Seni Qasidah (FSQ) XVIII. (Dok : Kominfo Labura).
PENUTUPAN MTQ: Pemkab Labura resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII dan Festival Seni Qasidah (FSQ) XVIII. (Dok : Kominfo Labura).

LABURA-Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII dan Festival Seni Qasidah (FSQ) XVIII Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Tahun 2026. Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Labuhanbatu Utara, Dr H Hendri Yanto Sitorus, di Aula Ahmad Dewi Syukur, Sabtu malam (16/5).

Dalam kesempatan tersebut, Hendri mengumumkan Kecamatan Marbau sebagai tuan rumah MTQ Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2027.

Turut hadir Wakil Bupati Labura H Samsul Tanjung, Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus, Danlanal Tanjungbalai-Asahan Letkol Laut (P) Agung Dwi HD,  Sekretaris Daerah Dra Hj Susi Asmarani, Ketua TP PKK Labura Ny Rama Dhona Hendriyanto Sitorus, para kepala OPD, camat, kepala desa, official, kafilah MTQ, dan kontingen FSQ se-Labuhanbatu Utara.

Dalam sambutannya, Hendri juga menegaskan bahwa MTQ dan FSQ bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum pembinaan generasi Qurani menuju ajang yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia juga mengajak seluruh pihak melakukan evaluasi terhadap capaian prestasi qori dan qoriah Labura yang dinilai masih perlu ditingkatkan pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun sebelumnya.

“Kita harus menjadikan ini sebagai tantangan bersama untuk terus membina qori dan qoriah agar mampu membawa nama baik Kabupaten Labuhanbatu Utara,” ujar Hendri.

Hendri turut menyampaikan apresiasi kepada para juara MTQ dan FSQ serta berharap para peserta terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang lebih intensif.

Pada penutupan tersebut, panitia menyerahkan piagam, trofi, dan uang pembinaan kepada para pemenang. PT Bank Sumut juga memberikan hadiah satu unit sepeda motor dan berbagai suvenir sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Alquran di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Selain itu, Hendri menyampaikan terima kasih kepada dewan hakim dan dewan juri yang telah menjalankan tugas secara profesional, objektif, jujur, dan adil sehingga menghasilkan peserta terbaik yang siap menjadi duta Labura di tingkat Provinsi Sumatera Utara mau pun nasional. (ind/azw)

Kader PKK Dibekali Deteksi Dini Kanker Serviks

PELATIHAN: Kader PKK mendapat pelatihan untuk mendeteksi kanker serviks.
PELATIHAN: Kader PKK mendapat pelatihan untuk mendeteksi kanker serviks.

KARO – Upaya menekan angka kematian akibat kanker serviks terus digencarkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Karo. Pada Rabu (13/5) kemarin, Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Ny Roswitha Antonius Ginting membuka sekaligus memberikan pelatihan kepada kader IVA Test tingkat desa dan kelurahan se-Kecamatan Kabanjahe.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kabanjahe ini bertujuan untuk memperkuat peran kader di lapangan dalam memberikan edukasi serta mendorong masyarakat melakukan deteksi dini melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

Dalam arahannya, Ny Roswitha Antonius Ginting menekankan bahwa kader PKK adalah ujung tombak dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga.

“Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Melalui pelatihan ini, saya berharap para kader semakin percaya diri dalam mengajak ibu-ibu di lingkungan masing-masing untuk tidak takut melakukan IVA Test. Ini adalah langkah nyata kita dalam melindungi kaum perempuan di Kabupaten Karo dari ancaman kanker mulut rahim,” ujar Ny Roswitha.

Pelaksanaan pelatihan ini merupakan wujud kolaborasi solid antara TP PKK Kabupaten Karo dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kabanjahe dan Puskesmas Korpri. Para tenaga medis memberikan materi teknis serta pendampingan langsung mengenai prosedur dan tindak lanjut hasil pemeriksaan IVA.

Camat Kabanjahe, David Cardona yang turut hadir, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif TP PKK. Beliau menegaskan bahwa pihak kecamatan siap memfasilitasi setiap langkah preventif kesehatan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabanjahe.

Ada beberapa poin dalam kegiatan tersebut; peserta meliuti kader PKK dari seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Kabanjahe. Fokusnya berupa edukasi prosedur IVA Test dan teknik sosialisasi kepada masyarakat dan  kerja sama lintas sektoral antara PKK, Pemerintah Kecamatan, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan cakupan pemeriksaan IVA di Kecamatan Kabanjahe dapat meningkat secara signifikan, sehingga potensi penyakit dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. (deo/azw)

WALHI Kritik Pembangunan Halte BRT Mebidang, Ruang Hijau Jadi Korban

BERJALAN: Proyek pembangunan Halte Bus Rapid Transit (BRT) saat ini tengah berjalan dengan menebang pohon di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Medan. (Foto : Ihsan Syahreza)
BERJALAN: Proyek pembangunan Halte Bus Rapid Transit (BRT) saat ini tengah berjalan dengan menebang pohon di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Medan. (Foto : Ihsan Syahreza)

Rencana pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Medan, menuai ktitikan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara. Penebangan sejumlah pohon demi proyek transportasi publik tersebut dinilai berpotensi memperburuk krisis ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Medan.

Tim Kampanye WALHI Sumut Maulana Siddiq, menegaskan bahwa kawasan yang menjadi lokasi pembangunan halte seharusnya dilindungi sebagai bagian dari ruang hijau kota, bukan justru dialihfungsikan untuk pembangunan fisik.

“Penebangan pohon ini jelas bermasalah. Kita bicara tentang wilayah yang seharusnya menjadi RTH, sementara Kota Medan sendiri sudah sangat kekurangan ruang terbuka hijau dan belum memenuhi kuota yang diamanatkan dalam regulasi,” ujar Maulana kepada Sumut Pos, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, pembangunan transportasi publik memang penting untuk mendukung mobilitas masyarakat. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak boleh mengesampingkan aspek keberlanjutan lingkungan yang selama ini menjadi persoalan serius di Kota Medan.

Maulana menilai langkah pemerintah terkesan tidak sinkron dalam menata kota. Di satu sisi mendorong pembangunan modernisasi transportasi, tetapi di sisi lain justru mengurangi kawasan hijau yang memiliki fungsi ekologis vital.

“Kebijakan ini terkesan tumpang tindih dan tidak inklusif. Di satu sisi ingin membangun transportasi publik, tapi di sisi lain justru mengorbankan ruang hijau yang fungsinya sangat penting bagi masyarakat,” katanya.

Selain mengurangi kualitas lingkungan, WALHI Sumut juga mengingatkan bahwa hilangnya pohon di kawasan tersebut dapat memperbesar risiko banjir di Kota Medan. Pohon dan ruang terbuka hijau disebut memiliki peran penting dalam menyerap air hujan dan mengurangi limpasan air di kawasan perkotaan.

“Pohon dan RTH itu bukan sekadar penghijauan, tapi bagian dari sistem ekologis kota. Mereka menyerap air, mengurangi limpasan, dan membantu mengendalikan banjir. Kalau ini dikurangi, kita sedang memperparah masalah yang sudah ada,” tegasnya.

WALHI Sumut juga mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam aspek perencanaan tata ruang serta legalitas penebangan pohon yang dilakukan untuk proyek tersebut. Mereka meminta seluruh proses dilakukan secara transparan dan memiliki dasar kajian yang jelas.

Selain itu, pemerintah didorong untuk mencari alternatif lokasi pembangunan halte tanpa harus mengorbankan ruang hijau kota. Menurut Maulana, pembangunan infrastruktur tetap dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan apabila direncanakan secara matang. “Kalau memang halte itu mendesak, cari lokasi lain yang tidak mengharuskan penebangan pohon. Jangan selalu ruang hijau yang jadi korban,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab ekologis, WALHI Sumut juga meminta adanya langkah kompensasi apabila penebangan pohon tidak dapat dihindari. Kompensasi tersebut harus berupa penyediaan lahan pengganti RTH atau penanaman pohon dengan kualitas dan jumlah yang setara.

“Kalau pun harus ditebang, wajib ada penggantian. Bukan sekadar tanam simbolis, tapi benar-benar mengganti fungsi ekologisnya. Kalau tidak, ini kerugian besar bagi kota,” ucap Maulana.

WALHI Sumut mengingatkan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga harus menjaga keseimbangan ekologis demi keberlanjutan lingkungan di masa depan.

“Jangan sampai pembangunan hari ini justru menjadi bumerang di masa depan. Kota yang sehat itu bukan hanya punya infrastruktur, tapi juga lingkungan yang terjaga,” pungkasnya.

61.000 Pohon Pengganti

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan Melvi Marlabayana, mengatakan, ada sekitar 2.700 batang pohon ditebang untuk mendukung pembangunan BRT Mebidang. Namun ia menegaskan, penebangan tersebut dilakukan oleh kontraktor pelaksana proyek dari pihak Kementerian, bukan oleh Pemko Medan.

“Ada sekitar 2.700-an pohon di Kota Medan yang ditebang untuk mendukung pembangunan BRT Mebidang. Yang melakukan penebangan itu bukan Pemko Medan, tetapi kontraktor pelaksana proyek BRT oleh Kementerian,” ujar Melvi kepada Sumut Pos, Selasa (12/5/2026).

Menurut Melvi, penebangan pohon telah melalui kesepakatan bersama dengan tetap mempertimbangkan aspek lingkungan hidup. Sebagai bentuk kompensasi, pihak kontraktor diwajibkan mengganti seluruh pohon yang ditebang dengan sekitar 61.000 pohon baru yang akan ditanam di berbagai titik di Kota Medan.

“Mereka wajib mengganti pohon itu sebanyak 61.000-an. Penanamannya nanti tersebar di seluruh Kota Medan, bukan hanya di badan jalan, tetapi juga di lokasi lainnya. Terutama untuk menyisip pohon-pohon yang sudah tidak layak,” jelasnya.

Melvi menambahkan, proses penggantian pohon tersebut wajib direalisasikan paling lama dalam satu tahun ke depan. Setelah ditanam, seluruh pohon juga harus dipelihara selama satu tahun berikutnya agar dapat tumbuh optimal.

“Sebanyak 61.000 pohon pengganti ini harus ditanam paling lama satu tahun ke depan. Setelah itu, mereka wajib memelihara pohon-pohon tersebut selama satu tahun,” katanya.

Selain ditebang, sebagian pohon yang masih muda dan dinilai sehat juga direlokasi ke lokasi lain agar tetap bisa dipertahankan. “Sebenarnya tidak semua dari 2.700-an pohon itu ditebang. Ada ratusan pohon yang direlokasi karena masih sehat dan layak dipindahkan,” kata Melvi.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan, menegaskan penebangan pohon tidak dilakukan secara menyeluruh di sepanjang jalur proyek. Menurutnya, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek lingkungan dalam pengerjaan transportasi massal tersebut.

“Tidak semua pohon di sepanjang lintasan BRT akan ditebang. Penebangan hanya dilakukan di beberapa lokasi yang memang diperlukan untuk pembangunan,” ujar Yuda.

Yuda mengatakan, saat ini pemerintah masih melakukan pendataan dan kajian teknis terkait titik pembangunan yang membutuhkan penyesuaian di lapangan, sehingga jumlah pasti pohon terdampak masih terus dihitung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pembangunan halte BRT direncanakan membentang dari kawasan Pajak Simpang Limun hingga Simpang Jalan Pelangi, tepat di depan Kampus UISU. Di sepanjang jalur tersebut, aktivitas pengerjaan proyek mulai berlangsung dan diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri menilai proyek BRT Mebidang merupakan langkah modernisasi transportasi perkotaan yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menghadirkan layanan angkutan umum yang lebih aman, nyaman, dan terintegrasi. (san/map/ila)

Gerebek Kampung Narkoba di Medan Denai, Polisi Temukan Lapak Sabu di Kandang Ternak

KANDANG TERNAK: Polisi menemukan kandang ternak dijadikan lapak sabu saat melakukan penggerebekan di Medan Denai. (Dok. Polrestabes
KANDANG TERNAK: Polisi menemukan kandang ternak dijadikan lapak sabu saat melakukan penggerebekan di Medan Denai. (Dok. Polrestabes

Upaya pemberantasan narkoba di Kota Medan kembali digencarkan. Polrestabes Medan menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkotika di kawasan padat penduduk Jalan Denai, Gang Jati, Kecamatan Medan Denai, Kamis (14/5) dinihari.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga pria yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran sabu. Ketiganya masing-masing berinisial ZS (30), AFS (18), dan AS (53).

Dari tangan para terduga pelaku, petugas menyita empat paket sabu siap edar dengan berat total sekitar 0,60 gram.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan Rafli Yusuf Nugraha, mengatakan penggerebekan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait maraknya transaksi narkoba di kawasan tersebut.

“Empat paket sabu berhasil diamankan dari lokasi penggerebekan bersama tiga orang terduga pelaku,” ujarnya.

Tidak hanya mengamankan barang bukti dan pelaku, polisi juga menemukan lokasi yang diduga dijadikan tempat konsumsi sekaligus transaksi narkoba dengan modus yang tak biasa. Tempat itu berada di area kandang ternak ayam dan bebek di dalam rumah warga.

Di lokasi tersembunyi tersebut, petugas menemukan sejumlah alat hisap sabu serta plastik klip bekas pembungkus narkotika yang diduga digunakan para pelaku.

“Setelah melakukan penindakan di titik pertama, tim bergerak ke bagian ujung Gang Jati. Di sana ditemukan kandang ternak di dalam rumah yang diduga dijadikan lokasi aktivitas narkoba,” jelas Rafli.

Penggerebekan ini disebut menjadi bagian dari komitmen Polrestabes Medan dalam membersihkan kawasan rawan narkoba yang selama ini meresahkan masyarakat.

Rafli menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kota Medan.

“Siapa pun pelakunya akan kami tindak. Tidak ada tempat aman bagi pelaku narkoba di Kota Medan,” tegasnya.

Saat ini, ketiga pria yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Satresnarkoba Polrestabes Medan. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat serta asal-usul barang haram tersebut. (man/ila)

Tutup Jalan di Zainul Arifin, Sun Plaza Harus Buka Akses

Timbul Jaya Hamonangan Sibarani
Timbul Jaya Hamonangan Sibarani

Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara (Sumut), Timbul Jaya Hamonangan Sibarani mendesak manajemen Sun Plaza Medan untuk membuka seluruh akses buka-tutup jalan di kawasan Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Medan Baru.

Permintaan itu disampaikan setelah Komisi D DPRD Sumut melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan menerima sejumlah keluhan dari masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

“Kita meminta manajemen Mall Sun Plaza Medan untuk membuka ruas jalan di wilayah Jalan Zainul Arifin. Sebab temuan kami di lapangan, imbas ditutupnya jalan tersebut, banyak para pelaku UMKM berkeluh kesah,” ucap Timbul, Jumat (15/5/2026).

Menurut politisi Partai Golkar itu, kebijakan buka-tutup akses jalan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Banyak pedagang kaki lima mengaku mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya arus kendaraan dan pengunjung yang melintas di kawasan tersebut.

“Tak hanya pelaku UMKM, penutupan akses jalan juga mengganggu aktivitas jemaat Gereja Kristen Indonesia yang berada tepat di depan Sun Plaza Medan. Para jemaat mengalami kesulitan untuk memasuki area gereja, terutama saat pelaksanaan ibadah,” ujarnya.

Ia menilai, persoalan tersebut harus segera ditangani agar tidak terus merugikan masyarakat sekitar. Komisi D DPRD Sumut pun meminta pihak manajemen Sun Plaza mengevaluasi kebijakan penutupan jalan dan lebih mengedepankan kepentingan publik.

“Keberadaan pusat perbelanjaan besar seharusnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, bukan justru mempersulit aktivitas warga maupun pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut,” pungkasnya. (map/ila)