32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3507

Hadir di Indonesia, POCO X3 Pro dengan Performa Buas

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– POCO Indonesia memperkenalkan POCO X3 Pro yang menjadi smartphone kelas mid-range dengan performa terbaik, karena menjadi smartphone pertama di Indonesia bahkan dunia yang menggunakan chipset 4G terbaik untuk tahun 2021 yakni Qualcomm® Snapdragon™ 860. Berjuluk “The Beast”, POCO X3 Pro menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi para pengguna melalui kinerja dan tampilan yang memukau.

POCO X3 Pro merupakan smartphone pertama di dunia yang menggunakan Qualcomm® Snapdragon™ 860 yang disebut sebagai chipset 4G terbaik tahun 2021 dengan baterai 5160 mAh yang mendukung pengisian cepat 33W. Hadir dengan layar 6,67” FHD+ DotDisplay yang mendukung refresh rate 120Hz dengan touch sampling rate 240Hz untuk animasi yang lancar serta layar responsif.

“POCO X3 Pro adalah jawaban untuk smartphone gaming karena memiliki performa buas, tampilan tiada tanding, baterai tahan lama, serta pengalaman pakai yang sempurna. Inilah smartphone terbaik dengan performa buas untuk bermain game,” kata Product PR Lead POCO Indonesia, Andi Renreng.

The Beast Performance

Di dalam POCO X3 Pro, terdapat chipset Qualcomm® Snapdragon™ 860 yang memiliki arsitektur serupa dengan chipset Qualcomm® Snapdragon™ 865 yang digunakan oleh smartphone kelas flagship dengan delapan inti, manufaktur 7 nanometer serta didukung GPU Adreno 640 untuk performa gaming mumpuni. Teknologi LiquidCool Technology 1.0 Plus hadir untuk meredakan panas.

Dapur pacu yang kencang juga didukung oleh teknologi baca dan tulis data kecepatan tinggi kelas flagship yakni UFS 3.1 yang 198% lebih kencang dari generasi sebelumnya yakni UFS 2.1 serta teknologi RAM LPDDR4X untuk membuka file dan aplikasi dengan lebih cepat. Dengan varian penyimpanan internal 256GB, POCO X3 Pro mendukung ekspansi hingga 1TB menjadikannya perangkat yang andal untuk mengelola banyak file.

Tidak ketinggalan baterai buas 5160 mAh yang membuat POCO X3 Pro bisa digunakan hingga dua hari serta mendukung pengisian cepat 33W. Teknologi Middle Middle Tab menjadikan pengisian baterai kian pesat, hanya butuh kurang dari 1 jam untuk mengisi dari kondisi habis ke penuh.

Melengkapi portofolio POCO X3 Pro, Z-Axis linear motor menyodorkan pengalaman flagship saat menggunakan smartphone berupa 150+ ragam vibrasi untuk berbagai skenario. Begitu pula dual speakers didukung sertifikasi Hi-Res audio untuk memastikan kualitas audio terbaik bagi penggunanya.

The Beast Display

POCO X3 Pro memiliki layar dengan bentang 6,67” beresolusi FHD+ DotDisplay yang mendukung refresh rate 120Hz serta touch sampling rate hingga 240Hz. Spesifikasi ini lazim ditemui pada smartphone kelas flagship dalam memanjakan mata penggunanya dengan layar yang dengan animasi yang halus serta responsif.

Sertifikasi dari TÜV Rheinland memastikan layar tetap aman bagi mata dari efek negatif sinar biru, begitu pula sertifikasi L1 Widevine menjamin pengguna bisa mengakses pilihan konten definisi tinggi dari layanan streaming seperti Netflix. Dukungan HDR10 menjamin layar POCO X3 Pro untuk bisa menampilkan konten dengan palet warna lebih kaya.

Fitur DynamicSwitch akan menyesuaikan tingkat refresh rate sesuai skenario penggunaan mulai dari bermain game hingga posisi diam. Fitur ini bermanfaat untuk memastikan penggunaan daya tetap efisien. Lapisan Corning ® Gorilla ® Glass 6 yang melindungi bagian muka perangkat membuat pengguna tidak perlu khawatir dengan kejadian seperti jatuh dari genggaman secara tidak sengaja.

POCO X3 Pro hadir dengan sejumlah kelebihan tanpa sekalipun meninggalkan hal yang utama yakni desain. Pada seri ini, dapatkan desain yang unik sekaligus berani dari “reflective chroma design” yang mengambil inspirasi dari desain mobil balap. Dual-texture membuat permukaan punggung smartphone sulit menangkap bekas sidik jari.

Fitur “wajib” seperti IR Blaster, NFC, serta headphone jack juga bisa ditemukan pada smartphone ini untuk menjamin pengalaman yang utuh bagi pengguna.

The Beast Camera

Konfigurasi empat kamera di bagian belakang POCO X3 Pro memberikan keleluasaan bagi penggunanya untuk menciptakan karya foto maupun video. Kamera utama 48MP dengan sensor Sony IMX582 didampingi kamera ultra-lebar 8MP, kamera macro 2MP, serta depth sensor 2MP. Di bagian depan, ada kamera dengan resolusi 20MP.

Dari sisi perangkat lunak, kamera POCO X3 Pro memiliki sejumlah fitur yang memudahkan pengguna untuk menciptakan karya yang sulit dilupakan seperti ultra-wide night mode yang bisa menangkap gambar dengan sudut ultra-lebar pada kondisi gelap. Pengguna juga dapat bereksperimen dengan mode video untuk hasil yang unik seperti video clones dan Dual-video untuk merekam dengan kamera depan sekaligus kamera belakang.

Kamera depan juga tidak ketinggalan memiliki fitur night mode selfie yang memudahkan pengguna untuk mengambil swafoto dengan kondisi yang tetap terang cahaya.

Harga dan ketersediaan

POCO X3 Pro akan hadir dalam dua varian RAM dan penyimpanan serta tiga pilihan warna yakni Phantom Black, Frost Blue, dan Metal Bronze. Penjualan dilakukan pada 22 April pukul 12.00 WIB di situs po.co.id serta mitra e-commerce Shopee dan Akulaku. Penjualan offline juga dilakukan pada Authorized Mi Store dan Authorized Mi Shop serta segera menyusul pada Erafone.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan pertumbuhan yang luar biasa dalam jumlah konsumen yang membeli barang elektronik, khususnya smartphone, secara online. Shopee senang sekali dapat bekerja sama dalam menghadirkan Poco X3 Pro secara eksklusif melalui aplikasi kami,” kata Daniel Minardi, Head of Brands Management Shopee Indonesia.

Melihat kondisi sekarang, lanjut Daniel, yang mengharuskan masyarakat untuk memusatkan kegiatan mereka di rumah, smartphone merupakan solusi dalam mendukung komunikasi dan keterhubungan banyak pihak. “Kami harap kerja sama ini dapat membantu mitra brand dalam memperluas jangkauan dan memperkuat online presence bersama Shopee, serta menciptakan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk mendapatkan produk terbaru serta penawaran terbaik dari POCO,” pungkasnya. (rel)

Kesetaraan Gender Akan Meningkatkan Kinerja BRI dan UMKM Indonesia

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri BUMN RI Erick Thohir hadiri peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan BRI yang bertajuk “Woman (Wonderful & Magnificent)”

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perempuan memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa perempuan yang hebat, rasanya sulit untuk mengharap akan adanya generasi-generasi penerus yang muncul di negeri ini.

Pentingnya peran perempuan terhadap kemajuan suatu bangsa semakin menguat seiring berjalannya waktu. Terbukti, saat ini telah ada banyak sosok-sosok perempuan inspirasional dan memiliki peran atau jabatan penting yang bergerak di berbagai bidang.

Kehadiran perempuan-perempuan hebat ini tak jarang menginspirasi dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk terus berjuang memperbaiki kehidupannya. Karena itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan untuk kemajuan bangsa, BRI pada peringatan Kartini hari ini (21/4) menggelar acara bertajuk Woman (Wonderful & Magnificent).

Hadir dalam acara hybrid tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo yang juga Wakil Menteri BUMN, Komisaris Independen BRI Rofikoh Rokhim, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Konsumer BRI Handayani, dan public figure Dian Sastrowardoyo.

Dalam sambutannya di awal acara, Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan harapan agar ke depannya para pekerja perempuan di BRI mampu mengeluarkan semua potensi terbaiknya bagi perusahaan dan Indonesia secara umum. Dia menyebut, saat ini BRI sudah cukup terbuka dan mengakomodir para perempuan agar bisa mengembangkan dirinya di perusahaan.

“BRI hari ini memiliki 121 ribu pekerja, dan 47 ribu di antaranya adalah perempuan. Secara demografi juga alhamdulillah sudah 80 persen yang masuk kategori milenial. Lebih bersyukur lagi, para pekerja perempuan di BRI kini sudah menduduki jabatan yang strategis dan cukup tinggi. Pada posisi manajerial, manager sampai BOD-1, itu sudah ada 716 pekerja perempuan yang menduduki posisi-posisi strategis ini. Persentasenya kira-kira sudah 22,69 persen,” ujar Sunarso.

Selain membuka kesempatan bagi pekerja perempuan berkarir hingga puncak, BRI juga memiliki komunitas khusus bagi pegawai wanitanya yang bernama Srikandi BRI. Komunitas ini kerap menjalankan program-program yang berfokus untuk memberi dukungan program women empowerment, social enterpreneurship dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam acara yang sama, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyebut semangat perjuangan Kartini sampai sekarang masih relevan untuk digunakan sebagai pemacu perempuan agar lebih berperan dalam kehidupan keluarga, sosial, dan ekonomi. Dia berkata, salah satu riset McKinsey menyebut bahwa manfaat sebesar US$12 triliun bisa diraih dunia apabila kesempatan perempuan untuk maju dan berkembang diberikan secara adil.

Sri Mulyani menyebut di Indonesia telah ada banyak sosok perempuan hebat yang bisa menjadi inspirasi. “Jadi perempuan-perempuan yang pada hari ini telah memiliki berbagai kesempatan, selalu jadilah pendukung dan pemberi inspirasi bagi yang lain, baik sesama perempuan maupun masyarakat secara keseluruhan,” tutur Sri Mulyani.

“Untuk Anda semuanya yang kemudian memilih untuk menjalankan karir, maka laksanakan karir Anda, tugas Anda dengan seluruh kelebihan Anda sebagai perempuan. Keunggulan yang anda miliki sebagai perempuan harus digunakan untuk memberikan yang terbaik bagi institusi dimana Anda bekerja. Di dalam memberikan inspirasi, di dalam memberikan judgement, dan leadership yang inklusif. Di dalam setiap posisi yang Anda miliki, Anda selalu mampu, memiliki kesempatan untuk membuat perbedaan dalam artian yang baik. Untuk bisa memberikan nilai tambah. Dan untuk bisa memberikan keberagaman yang inklusif. Ini lah yang merupakan tugas sejarah yang diemban oleh kita semua,” tutur Sri Mulyani.

Pada acara tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, dia selama ini kerap melihat ada banyak pegawai atau Agen BRILink perempuan yang menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat. Salah satu contohnya, Erick sempat menemui dua agen BRILink wanita di daerah berbeda yang mampu membuat kapasitas ekonomi masyarakat naik kelas.

Melihat peran vital pekerja perempuan ini, Erick berpesan agar ke depannya ada kesempatan bagi mereka untuk bisa lebih berkembang. Menurutnya, BRI berpotensi berperan sebagai “bapak” untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja perempuan, yang pada akhirnya berujung pada naiknya produktivitas perusahaan dalam menyalurkan kredit dan memberdayakan UMKM.

“Itu lah yang saya minta bagaimana BRI dan tentu para wanita-wanita kuat yang ada di BRI, nasabah BRI yang tadi saya lihat, jaringan BRI, ataupun 40 ribu pekerja wanita yang ada di BRI, ini menjadi sebuah kekuatan. Saya yakin dengan ada kesempatan peningkatan gender equality akan terus meningkatkan kinerja BRI sebagai pedoman, penggerak, yang kita harapkan untuk UMKM di Indonesia,” tambah Erick.

Pada sesi talkshow, Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, perempuan adalah kelompok yang paling terdampak pandemi Covid-19 baik secara fisik maupun psikologis. Alasannya, perempuan harus mengemban tugas ganda sebagai ibu rumah tangga dan bekerja dari rumah selama pandemi.

Selain itu, berdasarkan data yang dimilikinya, ada 60 persen lebih pelaku UMKM yang merupakan perempuan. “Jadi memang kalau kita lihat perempuan ini punya ketahanan yang luar biasa. Ketika dalam keadaan sulit, mungkin perempuan jauh lebih bisa survive daripada mungkin pria,” ujar Handayani.

Terakhir, Komisaris BRI Rofikoh Rokhim mengungkapkan bahwa perempuan saat ini harus memiliki pendidikan yang tinggi, agar bisa meningkatkan kelas dan kapasitasnya. Pendidikan tinggi ini disebutnya tak harus diraih melalui jalur formal, namun bisa juga berasal dari pengalaman hidup sehari-hari.

Dengan kemampuan dan kapasitas diri yang tinggi, seorang perempuan diyakini tak mudah mendapat perlakuan diskriminasi dan bisa membuktikan bahwa dirinya hebat. “Hebatnya perempuan itu bukan hanya karena (mampu) multitasking, tapi juga memiliki jiwa endurance, persistent dan ini tidak hanya didapat dari (pendidikan) formal tapi juga informal, dari kehidupan kita sehari-hari,” kata Rofikoh.

Peringatan Hari Kartini oleh BRI juga masih berlanjut pada hari Kamis (22/04) pada kegiatan Sharing Session Bersama kaum difabel yang bertajuk “Kartini Milenial, Generasi Penerus Bangsa Turut Membangun SDM Unggul Indonesia Maju”. Sharing session bersama Yayasan Skills For Life yang diselenggarakan oleh Srikandi BRI ini diharapkan akan memberikan inspirasi bagi para Kartini Milenial masa kini untuk meneladani semangat Kartini untuk meningkatkan martabat, hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.

Kartini Masa Kini, Rima Melati Pengusaha Perempuan Kenalkan Mukena Bordir Bukit Tinggi Hingga Negeri Jiran

PADANG, SUMUTPOS.CO – Rima Melati (31) tidak pernah menyangka usaha mukena bordir miliknya berhasil menembus pasar luar negeri. Bermula dari “iseng” usaha yang dirintis sejak 2013 ini berbuah manis. Perjuangan Rima merintis usaha, memasarkan produk ke kancah global, hingga memberdayakan warga sekitar, menjadi bukti ketangguhan jiwa sang Kartini masa kini.

Wanita asal Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat ini, bercerita, untuk memulai usaha mukena bordir tidak mudah karena banyak yang dikorbankan. Mulai dari segi waktu dengan keluarga hingga jatuh bangun memasarkan brand mukena bordirnya. Apalagi, saat hantaman pandemi virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia tak terkecuali Indonesia. “Banyak suka dukanya. Jatuh bangunnya mencari langganan itu luar biasa,” ujar Rima.

Bermodal hanya Rp 10 juta, kala itu Rima yang tinggal di sentra orang yang membuat bordiran memberanikan diri memulai bisnis. Rima bersyukur, ikhtiar yang dilakukannya mendapatkan dukugan dari sang suami. Namun, karena suami juga memiliki pekerjaan, mau tidak mau Rima harus berusaha sendiri. Mendapat dukungan saja sudah cukup baginya.

Ingin usahanya berkembang, dia pun mencari tambahan modal. Dukungan modal sebesar Rp75 juta yang diperolehnya dari BRI, menjadi pemicu omzet dagangan mukena Rima menembus hingga Rp150 juta per bulan. Kerja keras berbuah manis, mukena bordir buatan Rima kini diekspor ke negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

“Sangat terbantu karena kalau tidak ada suntikan dana dari BRI kita tidak akan sampai sekarang. Alhamdulillah bisa berkembang, bisa kredit mobil sampai selesai,” ujarnya. Bisnis mukena bordir Rima kian berkembang, dan ia memberanikan diri untuk memperluas usahanya. Dukungan kredit sebesar Rp275 dari BRI dikantongi Rima untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Kerja Keras dan Semangat Berjuang

Dia menuturkan dibalik usaha mukena bordirnya yang saat ini sukses, terselip pengalaman suka duka saat meniti usaha. Suatu ketika, Rima terpaksa harus meninggalkan sang buah hati ke negeri seberang (Malaysia) untuk mengantarkan pesanan mukena.

“Awal-awal saya harus meninggalkan anak ke Malaysia untuk mengantarkan pesanan mukena, waktu bersama anak dikorbankan untuk mengantar barang setiap bulan,” ungkapnya. Saat ini ketika pandemi Corona melanda, Rima pun berjuang menyelamatkan usaha yang telah dirintisnya delapan tahun silam. Usahanya sempat terganggu lantaran permintaan anjlok. Tak patah semangat, demi keberlanjutan usaha, Rima mengurangi produksi mukena bordir dan menggenjot penjualan via daring (online).

Barulah setelah pandemi mulai terkendali dan daya beli masyarakat mulai meningkat, omzet yang diraih Rima berangsur membaik. Kini ia mengantongi omzet Rp 150-200 juta per bulan. Adapun mukena bordir yang dijual Rima dibanderol mulai Rp 210 ribu per buah hingga Rp 2,5 juta  per buah untuk yang paling mahal.

“Sebelum pandemi itu Rp 150 juta, kalau untuk saat ini alhamdulillah sudah mulai stabil dibanding sebelum pandemi. Sekarang omzetnya kisaran Rp150-200 juta sebulan. Jadi lebih baik lagi alhamdulilah selama 2 bulan ini,” katanya.

Produk mukena bordir besutan Rima sudah terkenal hingga Malaysia dan Singapura. Bahkan di Indonesia pun penjualan mukena bordirnya telah melintasi berbagai daerah hingga luar pulau Sumatera. Setiap minggunya Rima mampu menjual 4-5 kodi mukena bordir.

Tak hanya memiliki ketangguhan dan ketekunan, Rima merupakan sosok yang peduli sosial. Untuk tenaga kerja, Rima memberdayakan masyarakat sekitar. Jumlah pekerjanya kini 41 orang, mulai dari penjahit, pembordir, dan bagian packing.

Ke depan, Rima tetap berharap usahanya semakin maju dan BRI bisa semakin membimbing para UMKM-UMKM sepertinya agar bisa naik kelas. Dia juga berharap dapat diikutsertakan dalam suatu pameran yang diadakan BRI kelak. “Jangan patah arang dan semoga pandemi pun cepat berlalu dan kita semakin maju,” tungkasnya.

KARTINI BRI: Semangat Mantri Usra Bangkitkan UMKM Terdampak Gempa di Mamuju

MAMUJU, SUJUTPOS.CO –Tantangan pasti selalu ada dan dihadapi para pekerja di manapun mereka berada. Akan tetapi, skala tantangan yang dirasakan setiap pekerja bisa berbeda-beda. Beragam tantangan yang harus dihadapi para pekerja kerap dipengaruhi oleh faktor lokasi mereka bekerja. Para pekerja di kota misalnya, belum tentu menghadapi masalah dan tantangan seperti karyawan di daerah plosok atau desa, begitu pula sebaliknya.

Berat atau ringannya rintangan dan tantangan harus dihadapi para pekerja dengan profesional dan sebaik mungkin. Tak jarang faktor semangat memegang peran penting bagi berhasil atau tidaknya seseorang melewati ujian dan tantangan yang dihadapi. Hal ini terbukti dari kisah tenaga marketing mikro wanita yakni Mantri BRI bernama Usra (29).

Usra adalah Mantri BRI yang selama 1,6 tahun terakhir bertugas di Mamuju, Sulawesi Barat. Selama bertugas sebagai Mantri di Mamuju, banyak tantangan yang harus dihadapi perempuan ini. Berbagai gangguan yang ia temui mulai dari terbatasnya infrastruktur hingga bencana alam yang kerap melanda.

Saat awal menjalani tugas sebagai Mantri BRI, Usra kerap kesulitan menempuh medan sulit untuk menjangkau rumah-rumah penduduk dan calon nasabah di Mamuju dan sekitarnya. Kesulitan ini bertambah karena Usra buta arah dan alamat, sehingga harus mengandalkan keberanian untuk menempuh jalan dan daerah yang asing baginya.

“Waktu pertama kali saya jadi mantri, saya survey ke rumah nasabah dan ke kebunnya jalurnya itu melalui sungai dan gunung. Sebagai perempuan awalnya terlihat berat, tapi lama-kelamaan jadi tahu juga bagaimana keluarga nasabah,” ujar Usra.

Semangat tinggi Usra dalam bekerja juga terlihat kala bencana gempa melanda Mamuju pada pertengahan Januari 2021. Saat itu, meski gempa turut membawa dampak negatif baginya dan keluarga, Usra tetap semangat bekerja di hari ketiga pasca bencana terjadi.

Bermodal antusiasme dan kerajinannya, Usra bergerak memantau kondisi nasabah yang menjadi tanggung jawabnya di Mamuju. Dia melakukan seluruh pekerjaannya tersebut dari tenda darurat.

Selain bekerja dari tenda darurat, Usra juga bergerak mengunjungi langsung rumah nasabah-nasabahnya yang turut menjadi korban gempa. Dari kunjungannya tersebut, ada kisah sedih namun menginspirasi yang didapat Usra.

Dia mengungkapkan, ada seorang nasabah yang ia temui di tenda darurat karena rumahnya sudah hancur karena gempa, dan salah satu anaknya meninggal dunia. Meski musibah yang dirasakan berat, namun nasabah itu terlihat tetap semangat menjalani hidup pasca gempa terjadi.

“Pada saat itu, dalam hati saya berkata bahwa ‘saya harus lebih kuat dari nasabah ini.’ Saya terus bersyukur karena keluarga saya masih sehat. Setelah itu saya tetap menjalankan kewajiban sebagai Mantri BRI. Alhamdulillah, karena BRI ada aplikasi BRISPOT, maka data-data nasabah tersimpan dengan aman secara online dan bisa digunakan untuk memproses restrukturisasi bagi mereka yang terdampak gempa,” ungkapnya.

Keberanian dan semangat Usra berbuah hasil. Berkat kegigihannya, ibu dari satu anak itu bisa banyak mengenal dan melayani nasabah di kawasan kerjanya. Secara langsung dia berhasil hadir dan membantu masyarakat yang sebelumnya minim berhubungan dan menggunakan produk keuangan dari lembaga formal.

Tak hanya membuka akses layanan keuangan formal bagi masyarakat yang sebelumnya tak terjamah, Usra juga telah berperan penting meningkatkan taraf hidup sejumlah nasabah BRI di Mamuju. Meski baru 1,6 tahun menjadi Mantri, Usra hingga kini telah berhasil menaik-kelaskan sejumlah nasabah dari yang awalnya hanya bisa mendapat pembiayaan KUR menjadi kredit komersil dengan plafon yang lebih besar lagi.“Alhamdulilah juga ada nasabah yang naik kelas. Tahun lalu saya waktu pegang KUR ada nasabah yang sukses pinjamannya, naik kelas dari KUR menjadi nasabah komersil”, pungkas Usra.

KSAD, Menkes, dan BPOM Teken Nota Kesepahaman, Vaksin Nusantara Tak Dikomersilkan

BERSAMA: Menkes, KSAD, Kepala BPOM, foto bersama usai jalin MoU terkait penelitian Vaksin Nusantara.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penelitian berbasis pelayanan sel dendritik.

BERSAMA: Menkes, KSAD, Kepala BPOM, foto bersama usai jalin MoU terkait penelitian Vaksin Nusantara.

Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy yang berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (19/4). “Penelitian berbasis pelayanan sel dendritik untuk meningkatkan imunitas terhadap Virus SARS-CoV-2,” demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Senin (19/4). Berdasarkan kesepakatan tersebut, penelitian nantinya akan dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Selain mempedomani kaidah penelitian sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan, penelitian ini juga bersifat autologus. Artinya, penelitian hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar.

“Penelitian ini bukan merupakan kelanjutan dari uji klinis adaptif fase 1 vaksin yang berasal dari sel dendritik autolog yang sebelumnya diinkubasi dengan Spike Protein Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus-2 (SARS-CoV-2) pada subjek yang tidak terinfeksi Covid-19 dan tidak terdapat antibodi antiSARS-CoV-2,” tulis keterangab tertulis tersebut.

“Karena uji klinis fase 1 yang sering disebut berbagai kalangan sebagai program Vaksin Nusantara ini masih harus merespons beberapa temuan BPOM yang bersifat critical dan major,” tambahnya.

Sebelumnya, Vaksin Nusantara menjadi kontroversi lantaran BPOM belum mengeluarkan persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK), namun sejumlah anggota DPR menjadi relawan dalam pengembangan Vaksin Nusantara. Pengambilan sampel darah terkait uji klinik fase II dilakukan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/4). (kps/ila)

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, proses pembuatan Vaksin Nusantara melompati proses yang telah disepakati. Menurut Penny, seharusnya Vaksin Nusantara harus melalui tahapan praklinik terlebih dahulu sebelum masuk tahap uji klinik tahap I. Namun, tim yang memproses vaksin tersebut menolak. “Nah Vaksin Nusantara itu loncat, pada saat itu sebenarnya di awal-awal pada saat pembahasan awal itu tidak, harus preclinic dulu ya, tapi mereka menolak,” kata Penny. (kps/ila)

BERSAMA: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, foto bersama menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penelitian berbasis pelayanan sel dendritik.

Pemerintah Larang Gelar Takbiran Keliling

TAKBIRAN: Warga di Jakarta menggelar takbiran keliling sebelum pandemi Covid-19. Pemerintah melarang takbiran keliling demi mencegah penyebaran Covid-19.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan takbir keliling menyambut Hari Raya Idulfitri 2021 ini. Masyarakat bisa melakukan kegiatan takbiran di musala ataupun masjid tanpa harus berkeliling.”Takbir keliling tidak perkenankan. Silakan takbir dilakukan di dalam masjid atau musala,” ujar Yaqut dalam YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/4).

TAKBIRAN: Warga di Jakarta menggelar takbiran keliling sebelum pandemi Covid-19. Pemerintah melarang takbiran keliling demi mencegah penyebaran Covid-19.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, alasan pemerintah melarang masyarakat takbir keliling karena saat ini Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Adanya kegiatan takbir keliling selalu diikuti masyarakat dalam jumlah besar, berpotensi adanya penularan Covid-19.

“Kita tahu malam takbir ini ketika dilakukan secara bersama-sama di beberapa daerah seperti berkeliling akan berpotensi menimbulkan kerumunan dan ini membuka peluang menularkan Covid-19,” katanya.

Karena itu, lanjut Yaqut, kegiatan takbiran di musala ataupun masjid juga dibatasi dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.”Jadi kita batasi takbiran di musala dan asjid dengan pembatasan 50 persen kapasitas masjid dan musala,” ungkapnya.

Yaqut juga menuturkan, yang dilakukan pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan takbir keliling adalah semata-mata untuk menghentikan penularan Covid-19 di dalam negeri.”Saya kira pandemi akan berlalu dan kita tak kehilangan pahala apapun jika mendahulukan yang wajib dan mendahulukan yang sunah,” paparnya.

Ia meminta agar takbir ini dilaksanakan tidak berkerumun, misalnya di dalam masjid atau musala. Kegiatan tersebut juga tetap dilakukan dengan protokol kesehatan dan secara terbatas.”Silakan takbir dilakukan di dalam masjid atau musala supaya sekali lagi menjaga kesehatan kita semua dari penularan Covid-19. Itu pun tetap dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid atau musala,” tegasnya.

Menurutnya, kesabaran ini akan berbuah manis kepada masyarakat. “Saya kira dengan kita bersabar ini Allah akan memberikan jalan atau hasil yang terbaik untuk kita semua dan bangsa negara,” tambahnya.

Gus Menteri, panggilan akrabnya menyampaikan bahwa perlu ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat melakukan aksi kolaboratif untuk menangani pandemi Covid-19. Jika dilakukan, ia meyakini pandemi Covid-19 akan segera berlalu.

“Insya Allah kita juga tidak akan kehilangan pahala apa pun, tidak akan kehilangan pahala sedikit pun jika tetap mendahulukan yang wajib daripada mendahulukan yang sunah,” pungkasnya. (jpnn/ila)

POCO F3 5G Hadir untuk Rayakan Kelahiran Kembali ‘Flagship Killer’

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – POCO Indonesia merayakan kelahiran kembali sang “flagship killer” ke pasar smartphone Indonesia yakni POCO F3 5G yang hadir dengan penawaran terbaik untuk segmen flagship. Hadir dengan sejumlah keunggulan pada performa, layar, kamera, dan desain, inilah smartphone POCO yang terkencang sekaligus tertipis saat ini.

POCO F3 5G menggunakan chipset 7 nanometer terbaik saat ini yakni Qualcomm® Snapdragon™ 870 dengan kecepatan pacu hingga 3,2GHz yang tercepat di industri saat ini. Perangkat ini disokong oleh baterai 4520 mAh yang mendukung pengisian cepat hingga 33W berteknologi Middle Middle Tab untuk waktu yang lebih singkat. Menggunakan material layar E4 menjadikan teknologi Dynamic AMOLED pada layar POCO F3 5G memiliki kemampuan reproduksi warna dan kecerahan yang sangat ideal.

Hadir dengan konfigurasi tiga kamera menjadikan smartphone ini andal untuk mengambil foto maupun video. Tidak lupa desainnya yang berani dan menantang arus seperti filosofi POCO untuk senantiasa mendobrak batas.

“Flagship Killer telah lahir kembali. POCO F3 5G adalah smartphone terkencang dari POCO serta desain paling tipis saat ini. Sebuah pilihan terbaik di pasar Indonesia,” kata Product PR Lead POCO Indonesia, Andi Renreng melalui siaran persnya, Rabu (21/4).

Performance Reborn
POCO F3 5G menggunakan chipset Qualcomm® Snapdragon™ 870 yang memiliki peningkatan performa hingga 12% dibanding seri pendahulunya yakni Qualcomm® Snapdragon™ 865, begitu pula kinerja GPU yang lebih baik 10%. Multitasking makin mudah berkat penggunaan teknologi RAM LPDDR5 serta teknologi penyimpanan UFS 3.1 menjadikan manajemen file dan aplikasi makin lancar.

Teknologi LiquidCool Technology 1.0 Plus membantu menjaga temperatur dari performa buas dari smartphone ini. Konektivitas yang lebih unggul berkat dukungan Wi-Fi 6 yang lebih baik 2,7 kali dibandingkan Wi-Fi 5.

Baterai 4520 mAh yang ada di dalam smartphone ini dipilih untuk daya tahan hingga 2 hari serta membuat dimensinya yang lebih tipis yakni 7,8 milimeter. Dukungan pengisian cepat serta teknologi Middle Middle Tab menjadikan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh baterai makin singkat, dari kondisi kosong hingga penuh dalam waktu 52 menit saja.

Display Reborn
Teknologi layar Dynamic AMOLED yang digunakan POCO F3 5G memanfaatkan material terbaik yakni E4 memungkinkan layar untuk menampilkan tingkat kecerahan dan kontras yang jauh lebih baik, termasuk reproduksi warna dengan akurasi terbaik. Dengan ukuran 6,67” dan mendukung resolusi FHD+ dan HDR10+ menjadikan layar POCO F3 5G sebagai pilihan idaman untuk menikmati konten di smartphone.

Layar POCO F3 5G mendukung refresh rate 120Hz dan touch sampling rate tertinggi di antara smartphone POCO lainnya yakni 360Hz menjadikannya sangat ideal untuk bermain gim, memberi keunggulan dalam berlaga dalam kompetisi. Ditambah fitur Game Turbo 4.0 yang mampu mengatur sumber daya smartphone selama bermain gim.

Perhatian pada detail layar juga ditunjukkan melalui lubang kamera depan yang memiliki ukuran sangat kecil yakni 2,76 milimeter sehingga tidak mengganggu pengalaman pengguna saat menyaksikan konten melalui smartphone. Dukungan teknologi Motion Estimated and Motion Compensation (MEMC) membuat video dengan frame rate rendah menjadi halus di layar karena ditambahkan frame rate sehingga video menjadi lebih halus.

Fitur 360° Ambient Light Sensor menjadikan smartphone ini bisa memberikan pengalaman terbaik dalam melihat layar. Begitu pula dengan fitur True Display yang otomatis mengatur warna berdasarkan kondisi pencahayaan sekitar agar mata pengguna tetap nyaman.

Camera Reborn
Hadir dengan konfigurasi tiga kamera, POCO F3 5G memiliki kamera utama 48MP dengan sensor Sony IMX 582 untuk gambar yang tajam di dalam gelap, kamera ultra-wide 8MP, serta kamera telemacro 5MP sehingga pengguna bisa leluasa dalam menangkap gambar maupun merekam video. Kehadiran microphone di modul kamera memungkinkan smartphone ini untuk menangkap suara dengan lebih jernih saat merekam video, terlebih jika dipakai untuk merekam wawancara.

Seperangkat fitur yang memudahkan pengguna untuk menciptakan video sinematik juga melengkapi kemampuan kamera dengan hanya satu sentuhan saja yakni Magic Zoom, Slow Shutter, Time Freeze, Night Time-lapse, Parallel World, Freeze Frame.

Design Reborn
POCO F3 5G bukan hanya terkencang tapi juga tertipis dengan ketebalan hanya 7,8 milimeter dan bobot 196 gram menjadikannya nyaman digenggam. Sensor sidik jari pada bagian samping perangkat membuat akses dan otorisasi biometrik sidik jari makin terasa natural.

Pengalaman menggunakan smartphone kian lengkap berkat dual speakers yang mendukung Dolby Atmos serta sertifikasi Hi-res Audio dan Hi-res Audio Wireless untuk pengalaman sesuai gaya pengguna. X-axis linear motor juga memberikan haptic feedback yang akurat dan cepat saat dipakai.(*)

Pegawai PD Pasar Unjukrasa di Balai Kota, Tuntut THR Natal Dibayar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan karyawan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan melakukan unjukrasa di depan gedung Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.2, Selasa (20/4). Adapun kedatangan mereka, yakni untuk menuntut pembayaran tunjangan hari raya (THR) Natal tahun 2020 yang belum kunjung dibayarkan hingga saat ini. “THR Natal tahun 2020 lalu belum dibayarkan sampai hari ini.

Kami sudah mengadu ke direksi tapi tidak ditanggapi, makanya kami aksi ke sini,” ucap salah seorang pegawai PD Pasar Kota Medan, Maludin Sidebang saat aksi.

Selain itu, Maludin juga mengatakan, jika para pegawai PD Pasar juga telah melaporkan masalah ini kepada mantan Dirut PD Pasar Kota Medan sebelumnya, yakni Rusdi Sinuraya dan Benny Sihotang. Menurut Maludin, THR tahun 2020 untuk karyawan yang beragama Islam saja, baru dibayarkan bulan lalu. “Ini sudah mau lebaran lagi, artinya teman-teman yang beragama Islam sudah mau terima THR lagi. Kami yang Natalan, THR kami tahun lalu belum juga diberikan sampai sekarang,” ketusnya.

Selain menuntut pembayaran THR Natal, Maludin juga mengeluhkan besaran gaji karyawan PD Pasar Kota Medan yang masih di bawah upah minimum kota (UMK), yakni sekitar Rp3,2 juta.”Tahun ini UMK Medan nilainya Rp3,2 juta. Saya sendiri sudah bekerja 32 tahun di PD Pasar, tapi gaji saya di bawah itu,” ujarnya.

Bahkan, katanya, masih ada pekerjaan harian lepas (PHL) PD Pasar Kota Medan yang gajinya hanya sekitar Rp1,7 juta per bulan atau hanya setengah dari nilai UMK Medan tahun 2021.

“Contohnya tukang sampah di pasar itu, mereka gajinya hanya Rp1,7 juta,” katanya.

Saat massa sedang berorasi, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman pun tiba dengan mobil dinasnya. Politikus Partai Gerindra itu pun meminta perwakilan pegawai PD Pasar Kota Medan untuk bertemu dan menyampaikan aspirasinya secara langsung. “Perwakilan 4 orang naik ke atas, kita bicara di ruangan saya saja,” kata Aulia singkat.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Medan H.Aulia Rachman berjanji akan membayarkan THR tersebut dalam waktu dekat. Untuk itu, pegawai PD Pasar yang belum menerima THR Natal tahun 2020 diminta untuk bersabar. Hanya saja, Aulia belum bisa menjanjikan kapan hak karyawan tersebut akan dibayarkan.

“Tadi aspirasi kami diterima Pak Aulia Rachman. Beliau menjanjikan pembayaran THR dilakukan dalam waktu dekat. Kami diminta bersabar. Begitu juga masalah pergantian direksi, katanya akan ditindaklanjuti,” pungkas para perwakilan yang bertemu dengan Aulia diruangannya.

Sementara itu, Komisi III DPRD Medan meminta Ketua Badan Pengawas (Banwas) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan, sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman untuk campur tangan dalam menyelesaikan masalah ini.

Kepada Sumut Pos, Anggota Komisi III DPRD Medan, Hendri Duin meminta agar Ketua Banwas segera memberikan solusi dari permasalahan tersebut. “Di situ lah fungsi Banwas. Harusnya kalau ada masalah seperti ini, mereka juga ikut menyelesaikan. Panggil itu direksi PD Pasar, lalu segera cari solusi dan cairkan segera THR Natal mereka,” kata Duin kepada Sumut Pos, Selasa (20/4) di ruang kerjanya.

Selain itu, lanjut Duin, selaku Ketua Banwas, Wiriya juga harus segera menanyakan kesiapan para PD yang ada di Kota Medan, baik PD Pasar, PD Pembangunan, maupun PD RPH tentang kesiapan mereka dalam membayar THR Idul Fitri yang tinggal menghitung minggu.

“Jadi bukan hanya untuk yang sudah tertunggak seperti THR Natal pegawai PD Pasar. Bahkan sudah bisa lah Banwas juga menanyakan, sudah ada kah direksi ketiga BUMD itu menyiapkan anggaran untuk pembayaran THR Idul Fitri dalam waktu dekat? Di sini peran Banwas kan harus ada juga. Direksi ketiga BUMD ini pun harus aktif juga, berkolaborasi lah dengan Banwas nya,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Duin, pihaknya di Komisi III DPRD Medan berencana untuk memanggil para direksi PD Pasar, Banwas dan para pegawai yang belum dibayarkan THR nya dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III DPRD Medan. “Kita usahakan supaya kita di Komisi III segara menggelar RDP terkait belum dibayarkannya THR Natal pegawai PD Pasar ini. Kita mau ini segera ada solusinya, jangan berlarut-larut,” pungkasnya. (map/ila)

Pemko Medan Diminta Segera Cairkan Dana Bantuan Nonsertifikasi 7000 Guru Honor

ILUSTRASI: Seorang guru SD honor saat bersama muridnya. Sudah setahun uang insentif guru honor SD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Medan mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan untuk segera melakukan pembayaran dana bantuan nonsertifikasi untuk guru honor, baik pada sekolah negeri maupun sekolah swasta di Kota Medan. Sebab, saat ini 7 ribuan guru honor sedang menanti pencairan dana tersebut.

ILUSTRASI: Seorang guru SD honor saat bersama muridnya. Sudah setahun uang insentif guru honor SD

Sekretaris Komisi II DPRD Medan Dhiyaul Hayati mengatakan, pendistribusian bantuan untuk guru honor yang sudah dialokasikan di APBD diharapkan dapat menjadi prioritas, mengingat kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid 19 saat ini.”Sekitar 7 ribu lebih jumlah tenaga guru honor yang saat ini menunggu pencairan (dana bantuan non sertifikasi) itu. Kita harapkan untuk triwulan I, bulan April ini dapat terealisasi, apalagi saat ini umat Islam akan menyambut Idul Fitri,” ucap Dhiyaul, Selasa (20/4)

Dikatakan politisi PKS Kota Medan itu, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi ekonomi para guru honor yang sangat sulit akibat terdampak Covid 19. Apalagi diketahui, upah guru honorer memang sangat kecil. Sebelum adanya pandemi sekalipun, kata Dhiyaul, kesejahteraan para guru honorer di Kota Medan masih jauh di bawah standar sejahtera.”Pencairan guru honor dapat dijadikan skala prioritas ketimbang program lain. Kita harus melihat kondisi para guru, apalagi menyambut lebaran, tentu banyak sekali kebutuhan,” ujarnya.

Selain bantuan untuk guru honor, Dhiyaul juga meminta Pemko Medan untuk dapat menyegerakan pencairan bantuan Maghrib mengaji, bilal mayit, pengetua gereja, serta guru sekolah minggu. “Seluruh bentuk bantuan itu kita harapkan dapat disalurkan per triwulan dan dapat dicairkan tepat waktu,” katanya.

Senada dengan Dhiyaul, Wakil Ketua DPRD Medan, H.Rajuddin Sagala meminta Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk segera mencairkan dana bantuan nonsertifikasi tersebut.”Tidak ada alasan untuk memperlama pencairannya. Terlepas ini menjelang Idul Fitri atau tidak, yang namanya hak para guru honrer, apabila sudah waktunya untuk dibayarkan, maka harus segera dibayarkan,” tegasnya.

Rajuddin juga meminta kepada Disdik Kota Medan untuk lebih peduli dengan nasib para guru honorer di Kota Medan yang masih jauh di bawah garis kesejahteraan. Mengingat, upah guru honorer di Kota Medan memang masih jauh dibawah upah minimum kota (UMK). “Kalau Pemko Medan belum bisa meningkatkan upah guru honorer, setidaknya ya janganlah ditunda-tunda pembayaran hak-hak mereka yang lainnya. Artinya harus ada kepedulian dan rasa empati kepada para guru honorer ini, tak ada masyarakat yang tak mau hidup sejahtera,” ungkapnya.

Ditanya mengenai hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Adlan SPd MM ketika dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya sedang berupaya dalam melakukan percepatan pencairan.”Iya, saat ini sedang proses. Ini kita usahakan secepatnya,” sebut Adlan.

Seperti diketahui, bantuan guru honor di SD dan SMP Negeri dan swasta non sertifikasi bersumber dari APBD Pemko Medan. Untuk Tahun 2021 ini, Pemko Medan telah mengalokasikan dana sekitar Rp40 miliar sebagai anggarannya. Anggaran itu bertujuan untuk membantu kesejahteraan para guru, demi tercapainya peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan.

Adapun rincian peruntukan anggaran sejumlah Rp40 miliar di Tahun 2021 ini, yakni untuk guru honor sekolah negeri yang belum sertifikasi sekitar Rp23 miliar dan guru honor swasta yang belum sertifikasi sekitar Rp14 miliar. Sedangkan sisanya sebesar Rp3 miliar dialokasikan untuk bantuan operator dapodik. (map/ila)

Ombudsman Angkat Bicara Soal Pengusiran Wartawan, Pemko Medan Harus Fasilitasi Wawancara Doorstop

UNJUKRASA: Puluhan wartawan di Kota Medan berunjukrasa menuntut agar Wali Kota Medan mengevaluasi sistem pengamanan, Selasa (20/4). triadi wibowo/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar angkat bicara terkait pengusiran dua jurnalis di Balai Kota Medan. Dimana, pengamanan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dinilai berlebihan Sedangkan wartawan harus menjalani tugas sesuai dengan Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

UNJUKRASA: Puluhan wartawan di Kota Medan berunjukrasa menuntut agar Wali Kota Medan mengevaluasi sistem pengamanan, Selasa (20/4). triadi wibowo/sumut pos.

“Saya melihat masalah ini dari tiga sudut pandang. Pertama, dari sisi Bobby Afif Nasution sebagai menantu presiden mendapatkan pengamanan sebagaimana diatur dalam PP No 59 tahun 2013,” kata Abyadi kepada wartawan, Selasa (20/4).

Kedua, Abyadi mengatakan, Bobby sebagai pejabat publik, yakni Walikota Medan yang dalam jabatannya terdapat hak-hak publik. Kemudian, ketiga, wartawan yang menjalankan tugas pers sebagaimana diamanahkan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. Bobby sebagai bagian dari keluarga presiden, memang dijamin pengamanannya sebagaimana diatur dalam PP Nomor 59 tahun 2013 tentang Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden, Mantan Presiden dan Mantan Wakil Presiden Beserta Keluarganya. Pada Bagian Ketiga di PP No 59 ini, secara khusus disebut pengamanan anak dan menantu presiden dilaksanakan Paspampres dan Satuan Komando Kewilayahan.

“Jadi, ketika Paspampres melaksanakan tugasnya mengamankan menantu presiden, itu adalah bagian dari amanah ketentuan peraturan. Dan harus diingat, pasal 12 menyebutkan, pengamanan anak dan menantu itu dilakukan selama masih menjabat sebagai presiden. Dan, bentuknya adalah pengamanan pribadi, pengamanan kegiatan dan pengawalan,” kata Abyadi.

Meski Bobby Nasution berstatus menantu Presiden Joko Widodo, menurut Abyadi, saat menjadi Wali Kota Medan sebagai pejabat publik yang memiliki hak-hak publik untuk dikonsumsi masyarakat luas di Kota Medan. “Karena itu, sebagai pejabat publik, ada kewajiban untuk memberi layanan atas hak-hak publik atau masyarakat dimaksud. Setidaknya, memberi layanan kepada masyarakat atas informasi,” kata Abyadi.

Salah satu bentuk pemberian layanan informasi kepada masyarakat itu, kata Abyadi, dilakukan melalui pers sebagaimana diatur dengan jelas dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. “Melalui wartawan yang menjalankan tugas-tugas jurnalistik, pers menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat dari pejabat publik,” tutur Abyadi.

Dalam pasal 6 UU No 40 tahun 1999 tentang Pers menjelaskan, pers nasional hadir guna memenuhi hak-hak masyarakat untuk mengetahui. Kemudian, pers juga berperan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar serta melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. “Artinya, saya ingin mengatakan bahwa, teman-teman wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik itu, juga dilindungi oleh undang-undang. Mereka menjalankan tugas mencari dan mengolah informasi, untuk memenuhi hak publik atau masyarakat,” jelas Abyadi.?

Di tengah kondisi itu, Abyadi menilai, Pemko Medan yang seharusnya mengambil langkah bijak agar kedua kepentingan itu bisa dilaksanakan. Di satu sisi pengamanan Bobby sebagai menantu presiden dapat dilaksanakan sesuai PP No 59 tahun 2013, tapi di sisi lain Bobby sebagai pejabat publik tetap bisa memberikan layanan atas hak-hak publik atau masyarakat.

“Dan, yang paling penting lagi adalah, bagaimana agar teman-teman wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya guna memenuhi hak publik sebagaimana amanah UU No 40 tahun 1999 tentang Pers, dapat dilaksanakan. Ini yang sangat penting. Di sinilah pentingnya peran fasilitasi yang dilakukan Pemko Medan,” jelas Abyadi.

Menurut Abyadi Pemko harus memfasilitasi dengan menyiapkan tempat atau ruangan untuk wartawan yang dapat melakukan wawancara doorstop kepada Wali Kota Medan baik saat pagi masuk kantor maupun saat sore pulang kantor. “Bila ruang atau tempat yang selama ini digunakan teman teman wartawan menunggu walikota saat ini sudah harus disterilkan, maka Pemko Medan yang seharusnya segera menyiapkan tempat/ruangan baru buat teman-teman wartawan. Bila memungkinkan, posisinya bisa mengakses walikota untuk wawancara/doorstop,” harap Abyadi.

Selain itu, pola lain adalah, dengan mengefektifkan peran Humas. “Jadi, Humas harus bisa menjelaskan setiap isu-isu public yang menjadi pertanyaan teman-teman media,” jelas Abyadi.

Terlepas dari semua itu, Abyadi mengharap agar miskomunikasi ini dapat segera diselesaikan. Karena menurut saya, kedua-duanya saling membutuhkan. Wartawan butuh keterangan Wali Kota sebagai pejabat publik. Tapi, walikota sebagai pejabat publik juga paling membutuhkan wartawan. “Saya menyarankan agar masalah ini segera diakhiri. Sehingga permasalahan dapat selesai dan komunikasi antara wartawan dan Bobby Nasution dapat kembali berjalan dengan baik. Demi kebaikan bersama, sebaiknya didatangi teman-teman jurnalis itu. Diajak ngobrol ringan di ruangan. Saya yakin, teman-teman jurnalis itu akan dewasa. Mereka orang orang cerdas,” pungkasnya.

FJP Desak Perbaiki SOP Pengamanan

Ketua FJP Sumut, Lia Anggia Nasution mengatakan dengan tegas, jika Wali Kota Medan sebaiknya bersedia meminta maaf dan mau memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) pengamanan yang ada disekitarnya.

Dia pun sangat menyayangkan adanya pelarangan dan pengusiran oleh petugas pengamanan Wali Kota Medan terhadap dua wartawan yang akan melakukan wawancara doorstop dengan Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan.”Seharusnya Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai pejabat publik menyadari bahwa jurnalis dilindungi UU Pers No.40 tahun 1999. Sehingga tidak sampai terjadi tindakan yang menghalangi jurnalis mendapatkan informasi dari Wali Kota Medan,” kata Anggi, Selasa (20/4).

Anggi juga menyebutkan, pihaknya tidak mempersoalkan sistem pengamanan terhadap Bobby Nasution sebagai keluarga presiden secara pribadi. Akat Tetapi, Wali Kota sebagai pejabat publik juga harus memiliki SOP pengamanan khusus atau tersendiri untuk para jurnalis yang menjalankan tugas-tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

“Wali Kota Medan Bobby Nasution harus terbuka terhadap jurnalis. Bobby harus meminta maaf atas kejadian yang dilakukan pihak pengamannya. Selanjutnya ke depan, jelaskan SOP pengamanan yang tidak mengganggu dan bernuansa menghalang-halangi tugas jurnalis,” ucapnya.

Menurut Anggi, hal ini sangat lah penting. Sebab, jika maaf dan perubahan SOP tidak dilakukan, kondisi riuh bisa terus bergulir terkait ketersinggungan wartawan. Walaupun sebelumnya, sudah ada pertemuan makan malam atau buka puasa bersama Wali Kota Medan dengan insan pers di Kota Medan. (gus/map/ila)