31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 3549

Gelar Program MikroMaju, Telkomsel Perkuat Kapabilitas Digital Pelaku UMKM sebagai Garda Terdepan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel berkomitmen untuk terus bergerak maju menghadirkan inisiatif-inisiatif yang mampu mendorong pemanfaatan teknologi digital secara lebih mendalam di berbagai sektor.

Telkomsel menghadirkan ‘MikroMaju’, yakni Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendorong literasi bisnis digital dalam bentuk peer-to-peer sharing session mingguan kepada para pelaku usaha nano dan mikro. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui CloudX mulai 28 Februari sampai 21 Maret 2021 lalu. Rekaman sesi sharing session MikroMaju dapat disimak melalui platform YouTube di channel Mikro Maju https://tsel.me/youtubemikromaju.

Komitmen tersebut kali ini diwujudkan melalui program corporate social responsibility (CSR) terbaru bernama MikroMaju. Inisiatif tersebut mendorong literasi bisnis digital bagi para pelaku usaha nano dan mikro dalam bentuk peer-to-peer sharing session mingguan untuk memudahkan mereka mengembangkan bisnis melalui transformasi kegiatan operasional berbasis pemanfaatan teknologi digital. Webinar MikroMaju dilaksanakan dari 28 Februari sampai dengan 21 Maret 2021 setiap hari Minggu melalui CloudX.

General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry P. Santoso mengatakan, “MikroMaju menjadi upaya lanjutan dari Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk membuka lebih banyak peluang bagi para pelaku UMKM dalam menumbuhkan usaha melalui pengembangan literasi dan kapabilitas digital. Program ini juga menjadi kontribusi nyata dari Telkomsel dalam mendukung pemerintah untuk mendorong UMKM sebagai garda terdepan pemulihan ekonomi nasional, khususnya beradaptasi dengan tantangan bisnis di masa pandemi seperti saat ini.”

Telkomsel memastikan program MikroMaju mendorong literasi digital secara strategis sehingga peserta bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Maka dari itu, inisiatif tersebut dijalankan dengan metode peer-to-peer sharing session yang menghadirkan para pembicara inspiratif dari kalangan sesama pelaku UMKM yang lebih dulu sukses menjalankan transformasi digital di dalam usahanya, hingga praktisi dari berbagai sektor digital yang dapat memberi wawasan baru dalam pemanfaatan platform digital.

Program MikroMaju sendiri terdiri dari serangkaian seminar daring yang meliputi webinar pembuka bertajuk “Bagi-bagi Rahasia Sukses Digital Sesama UMKM” serta tiga webinar sharing session. Di setiap webinar, para peserta tidak hanya mendapatkan inspirasi dari para pembicara yang kompeten, namun juga berkesempatan untuk saling berbagi pengalaman dalam memulai dan mengembangkan usaha hingga upaya pemanfaatan akses digital yang telah dilakukan agar bisa mendapatkan berbagai masukan yang membangun dari para pemateri.

“MikroMaju memberikan manfaat yang nyata karena menghadirkan materi-materi bisnis yang aplikatif dan juga mudah dipahami, apalagi bagi para pelaku usaha mikro, baik yang sedang berkembang atau baru memulai usahanya. Saya berharap MikroMaju dapat diselenggarakan tiap tahun, atau bahkan tiap bulan, agar dapat menjangkau lebih banyak lagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Saya juga berharap bagi para pelaku UMKM agar bisa terus maju bersama-sama, khususnya melalui inisiatif seperti MikroMaju ini,” ujar salah satu peserta dari program MikroMaju, Theo Alfian dari Takado, penyedia bermacam kemasan produk.

Peserta lain, Agung Purnomo Saputro, juga mengharapkan keberlanjutan dari MikroMaju. “MikroMaju menginspirasi saya untuk memaksimalkan digital marketing melalui berbagai teknologi yang tersedia. Manfaat lain yang juga saya dapat dari MikroMaju adalah berbagai tips dalam penguatan brand dari para narasumber. Harapannya, program MikroMaju ini dapat terus diadakan dan melakukan pelatihan secara offline untuk para pelaku UMKM,” kata Agung dari Mokko Cleaning Solutionpenyedia berbagai produk kebersihan rumah tangga

Guna memaksimalkan penggunaan teknologi digital oleh para pelaku UMKM, Telkomsel membuka kesempatan yang luas bagi para peserta MikroMaju dan pelaku UMKM lainnya untuk memanfaatkan platform 99% Usahaku dari Telkomsel. Sebagai solusi inovatif yang merangkul UMKM untuk go digital dan mampu menjadi ujung tombak dalam menumbuhkan ekonomi nasional secara berkelanjutan, 99% Usahaku menyediakan one stop digital platform yang menghadirkan konten edukatif, forum diskusi, serta berbagai solusi layanan UMKM dari Telkomsel myBusiness – unit usaha Telkomsel yang secara khusus dihadirkan untuk menyediakan solusi enterprise bagi berbagai tingkat bisnis, termasuk UMKM.

“Kami berharap, program MikroMaju dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi lebih banyak pelaku UMKM dalam mengakselerasikan pemanfaatan teknologi digital secara tepat guna yang mampu meningkatkan produktivitas, menumbuhkan bisnis, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dalam menikmati produk dan layanan yang ditawarkan. Ke depan, Telkomsel siap memperkuat perannya dalam mendampingi para pelaku UMKM untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan perekonomian nasional serta kemajuan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” kata Andry menutup.

Kumpulan rekaman webinar MikroMaju dapat diakses melalui platform YouTube di channel Mikro Maju https://tsel.me/youtubemikromaju .

Menjaga Cagar Budaya, P3KS Berkolaborasi Dengan Management Cambridge Condominium Cat Jembatan Kebajikan Tjong Yong Hian

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) melaksanakan gotong royong bersama berbagai pihak yang ada di seputaran Kampung Sejahtera, kali ini P3KS berkolaborasi dengan pihak management Cambridge, pihak Kelurahan, Paguyuban Muda Kampung Sejahtera (Pamungkas), dan organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila membersihkan jembatan kebajikan yang menjadi cagar budaya di Jalan Haji Zainul Arifin, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Minggu (4/4).

“Kali ini Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) mengajak pihak management Cambridge bersama pihak kelurahan untuk bersama sama me jembatan kebajikan dengan melakukan pengecatan dan pembersihan prasasti serta lampu yang ada di jembatan kebajikan tersebut” ujar Aminurasid, Ketua P3KS.

Sementara Lurah Petisah Tengah, Juni Hardian mengaku dengan berkolaborasi antara P3KS dan pihak management Cambridge serta para Kepling yang ada di Kelurahan Petisah Tengah ini sangat baik, terlebih lagi dalam penataan cagar budaya seperti jembatan kebajikan yang ada di Jalan Haji Zainul Arifin Medan.

“Terimakasih P3KS, yang telah mejembatani kegiatan gotong royong bersama pihak management Cambridge, untuk melakukan perawatan jembatan kebajikan yang dibangun oleh Tjong Yong Hian pada tahun 1850 ini, hal ini menjadi salahsatu kolaborasi yang hebat, karena pihak swasta dan pemerintah serta masyarakat telah bersama sama melakukan aksi bersih-bersih, kami sebagai pemerintah mendukung dan selalu mensufort kegiatan seperti ini” tutur Juni Hardian, lurah Petisah Tengah disela aksi gotong royong.

Sementara itu, Deni Wahyudi selaku manager Cambridge Condominium berharap, kegiatan ini menjadi rutinitas setiap bulannya, karena jembatan ini harus selalu kita rawat dan kita jaga, agar kawasan kita bisa terus terlihat indah dan tertata rapi.

” Kegiatan ini harus terus kita lakukan, karena biasanya kami selaku pihak Cambridge selalu menjaga dan merawat jembatan ini, kali ini kami bersyukur bisa melakukan aksi bersih-bersih bersama Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS), artinya hubungan baik ini akan tetap kita jaga” harap Deni.

Kegiatan gotong royong bersama ini tidak hanya jembatan nya saja yang di cat, namun beram trotoar juga turut di cat, hal ini dilakukan untuk menjadikan kawasan Kampung Sejahtera yang memiliki cagar budaya dapat terus dilestarikan.

Ini Upaya BRI Mengurangi Dampak Negatif Perubahan Iklim

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dampak perubahan iklim telah mempengaruhi keberlanjutan masa depan. Karena itu, upaya mengurangi dampak negatif perubahan iklim harus dilakukan seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali pelaku bisnis.

Sebagai entitas bisnis yang bertanggung jawab untuk turut menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan yang layak, Bank BRI berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi dampak negatif perubahan iklim. Salah satu caranya melalui penyaluran pembiayaan berbasiskan nilai-nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social, and governance/ESG) kepada pelaku usaha yang ramah lingkungan dan tersertifikasi pengelolaan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Mengutip Sustainability Report BRI 2020, hingga akhir tahun lalu BRI berhasil menyalurkan 63,9% dari total kredit untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan. Secara keseluruhan terdapat kegiatan usaha berkelanjutan terdiri dari 10 jenis yang menjadi sasaran penyaluran kredit, yakni kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), energi terbarukan, pencegahan dan pengendalian polusi, serta pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Selain itu juga terdapat usaha kegiatan konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, ecoefficient, bangunan berwawasan lingkungan, dan kegiatan usaha berwawasan lingkungan lainnya.

Selain berkontribusi melalui penyaluran pembiayaan kepada debitur ramah lingkungan dan proyek-proyek berwawasan ESG, BRI juga terlibat dalam aksi pengurangan emisi gas rumah kaca. Sepanjang 2020, intensitas emisi per pekerja sebesar 4.765,52 Kg CO2 eq/pekerja atau menurun 11,8% dari periode sebelumnya.

Perusahaan juga mendukung aksi pengurangan dampak perubahan iklim dengan menggencarkan digitalisasi layanan sepanjang 2020. Kenaikan volume transaksi elektronik pada tahun lalu membuat emisi gas rumah kaca yang timbul berkurang, karena nasabah kini tak perlu repot bepergian ke kantor BRI terdekat untuk mendapatkan layanan transaksi keuangan.

Tahun lalu, ada 25,92 juta pengguna layanan elektronik internet banking BRI. Pada saat yang sama, ada 29,03 juta nasabah yang menggunakan layanan perbankan melalui mobile banking milik BRI. Jika ditotal, potensi penurunan emisi yang muncul dari digitalisasi BRI mencapai 412.400.385,28 kg CO2 eq per tahun lalu.

Patut diingat pula bahwa BRI merupakan perusahaan pertama yang menerbitkan sustainability bond di Indonesia pada 2019. Obligasi berwawasan lingkungan dan sosial yang dikeluarkan BRI itu bernilai US$500 juta. Penerbitan sustainability bond ini membuktikan komitmen BRI untuk semakin memperbesar pembiayaan bagi pelaku usaha yang ramah lingkungan dan berwawasan ESG ke depannya.

“Resiliensi perubahan iklim merupakan salah satu prioritas BRI bersamaan dengan integrasi aspek lingkungan, sosial, tata kelola, dan ekonomi. Dengan komitmen yang dijaga terus menerus, BRI percaya penurunan emisi internal dan nasional akan dapat terwujud sebagai bentuk usaha menghadapi perubahan iklim dan sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian tujuan pembangunan global (SDGs) ke-13 Penanganan Perubahan Iklim,” tutup Sunarso.

Gempa Tektonik M 4.3 Goyang Aceh Singkil

Gempa-ilustrasi

MEDAN, SUMFUTPOS.CO – Gempa tektonik menggoyang wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (4/4/2021) pukul 07:35:48 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M= 4.3.

Gempa-ilustrasi

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.31 LU dan 97.87 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 7 km Tenggara Kabupaten Aceh Singkil-Aceh pada kedalaman 29 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat kombinasi antara sesar lokal dan aktivitas subduksi,” kata Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah , Eridawati, dalam rilis yang diterima Sumut Pos, hari ini.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Singkil III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Hingga pukul 08:10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya. (rel/mea)

Raih PFI Kota Award, Rahmad Suryadi: Jadi Penyemangat PFI Medan untuk Terus Berkarya

JAKARTA, SUMUTPOA.CO – PFI Kota Medan meraih penghargaan Best Management Award pada Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2021 yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta pada Jumat (2/4) sore.

Menko PMK Muhadjir Effendy menyerahkan piala sebagai penghargaan anugerah Best Management Award kepada Rahmad Suryadi selaku ketua PFI medan di perhelatan awarding ceremony Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2021yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta pada Jumat, (2/4).

Penghargaan ini diterima oleh Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi. Sedangan Hendi Novian, Ketua PFI Bogor menerima Best Performance Award.

Rahmad Suryadi mengaku sangat bangga dengan penghargaan ini. Karena merupakan kali pertama diterima oleh PFI Medan. Bagi Rahmad, penghargaan ini jangan sampai membuat para anggota PFI Medan, khususnya pengurus jemawa. Namun harus menjadi motivasi bagi segenap pengurus untuk terus berbuat dan berkarya.

“Alhamdulillah, penghargaan ini bukan untuk saya tapi untuk kita semua pengurus, anggota, serta segenap keluarga besar PFI Medan, semoga PFI Medan tetap solid dan bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara,” ujar Rahmad usai menerima peghargaan.

Awarding Ceremony Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2021 dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Keduanya menyerahkan Alex & Frans Mendur Trophy kepada penerima anugerah Photo of The Year 2019 dan 2020.
Pewarta Foto Radar Sulteng, Mugni Supardi dan pewarta foto Harian Singgalang Givo Alputra terpilih sebagai penerima kategori paling bergengsi APFI, Photo of The Year 2019 dan 2020.

Dalam pidatonya, Menhub Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan APFI 2021 sekaligus menjelaskan peran penting foto sebagai sebuah medium yang dapat memberikan pelajaran dan merekam sebuah peristiwa sebagai sebuah catatan penting untuk negeri.

“Saya memberikan apresiasi kepada Pewarta Foto Indonesia (PFI), di tengah-tengah situasi sulit ini masih bisa menyelenggarakan kegiatan yang bisa menginspirasi. Foto jurnalistik ini sangat penting sebagai sebuah kontrol kepada pemerintah,” ujar Budi Karya.

Menko PMK Muhadjir Effendy juga turut memberikan sambutannya, ia berpesan agar seluruh pewarta foto terus berkarya meski keadaan sedang tidak baik-baik saja.

“APFI adalah sebuah langkah penting yang patut dihargai. Karena foto memiliki kelebihan tersendiri dibanding narasi”, ujar Muhadjir Effendy.

Selain menyerahkan Alex & Frans Mendur trophy kepada penerima Photo of The Year, kedua Menteri kabinet Indonesia Maju tersebut juga turut menyerahkan piala dan piagam kepada PFI Kota yang berprestasi.

Kedua gelar tersebut merupakan bagian dari PFI Kota Award, penghargaan baru untuk pengurus PFI Kota yang dinilai memiliki kontribusi dan prestasi yang baik dalam satu tahun terakhir.

Ketua Umum PFI Reno Esnir mengucapkan selamat kepada seluruh penerima Anugerah. Ia juga mengapresiasi pemerintah dan seluruh stakeholder yang telah mendukung gelaran APFI 2021.

“Tanpa dukungan dari semua pihak, APFI 2021 tidak akan terselenggara di tengah pandemik yang sangat menyulitkan semua orang ini,” ujar Reno.

Ketua penyelenggara, Sopian, mengucap syukur dan terima kasih karena gelaran awarding APFI 2021 berjalan sukses dan lancar.

“Terima kasih kepada Menko PMK, Menhub, Dewan Pers, Perpusnas, pengurus PFI Kota se-Indonesia, dan seluruh pengurus serta panitia yang telah bekerja keras hingga larut pagi dalam mempersiapkan agenda kebanggaan wartawan foto tanah air ini,” ujar Sopian.

Foto-foto penerima Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2021 dapat dinikmati di lobby utama dan selasar depan gedung Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan 11 Jakarta mulai 2 hingga 9 April 2021.

Seluruh pengunjung wajib mematuhi prokes dan mengisi QR code. Ikuti terus perkembangan APFI di website www.pewartafotoindonesia.or.id dan instagram @pewartafotoindonesia.(*)

Tolak Kenaikan BBM, Fraksi PDIP Minta Gubsu Cabut Pergubsu 1 Tahun 2021

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai 1 April lalu, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara (Sumut) naik sebesar Rp200 per liter. Kenaikan harga BBM ini disebabkan Pertamina harus menyesuaikan dengan perubahan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) khusus bahan bakar nonsubsidi dari 5,5 persen menjadi 7,5 persen.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba sangat menyayangkan kebijakan tersebut. “Kenaikan harga BBM tersebut membuat masyarakat semakin terjepit di tengah situasi Pandemi Covid. Sampai saat ini saya masih tak habis pikir apa yang ada di dalam benak Gubsu,” kata Mangapul, Sabtu (3/4/2021).

Padahal, kata Mangapul, semua tahu kalau di masa pandemi ini, perekonomian masyarakat menurun, ditambah lagi Upah Minimum Provinsi (UMP) di Sumut juga tidak naik. “Terus penderitaan rakyat harus bertambah dengan kenaikan harga BBM, sebagai warga sumut saya berpikir kok susah kali jadi orang Sumut, kenapa tidak ditunda saja pergubnya jadi masyarakat tidak tambah sengsara,” ujar Mangapul.

Menurutnya, gubernur seharusnya berpikir bagaimana membawa masyarakat untuk keluar dari krisis, bukan malah menambahi. “Ini namanya sudah jatuh tertimpa tangga dan kejatuhan kuas, karena di saat masyarakat berjuang untuk keluar dari krisis akibat pandemi di saat yang sama gubernur tanpa berpikir membuat kebijakan yang berakibat pada kenaikan harga BBM. Terus kita bertanya, Gubsu pakai logika dari mana membuat kebijakan tersebut,”  imbuh Mangapul.

Untuk itu atas nama Fraksi PDI Perjuangan dia meminta Gubsu untuk mencabut Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), karena Pergub tersebut bertentangan dengan keadilan. “Kalau Gubsu masih memiliki sense of the Crisis atau kepekaan sosial maka kita meminta dengan tegas agar gubsu mencabut pergub tersebut,” pungkasnya.

Diketahui, Pertamina Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi sebesar Rp200 per liter di tengah Pandemi Covid-19. Tarif BBM baru tersebut mulai diberlakukan 1 April 2021 di seluruh wilayah Sumut.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut, Taufikurachman mengatakan, sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), terdapat perubahan tarif PBBKB khusus bahan bakar nonsubsidi dari sebelumnya 5 persen disesuaikan menjadi 7,5 persen di wilayah Sumatera Utara.

“Mengacu pada perubahan tarif PBBKB yang ditetapkan oleh Pemprov Sumut sesuai dengan surat edaran Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, per 1 April 2021, Pertamina melakukan penyesuaian harga khusus untuk BBM non-subsidi di seluruh wilayah Sumut,” kata Taufikurachman, Kamis (1/4/2021).
Mulai 1 April 2021 jam 00.00 WIB, harga jual keekonomian BBM pada pelanggan mengalami perubahan antara lain:

  1. Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp7.850 per liter.
  2. Pertamax dari Rp9.000 menjadi Rp9.200 per liter.
  3. Turbo dari Rp9.850 menjadi Rp10.050 per liter.
  4. Dex dari Rp10.200 menjadi Rp10.450 per liter.
  5. Dexlite dari Rp9.500 menjadi Rp9.700 per liter.
  6. Solar NPSO dari Rp9.400 menjadi Rp9.600 per liter. (adz)

Pemprovsu Diminta Segera Bangun Rumah Rehabilitasi Narkoba di Karo

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pemkab Karo mempunyai komitmen terhadap upaya-upaya pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan serta peredaran gelap narkoba. Untuk mendukung upaya tersebut, Bupati Karo berharap Pemprovsu dapat membangun fasilitas rehabilitasi narkoba setingkat Balai Besar Rehabilitasi BNN yang ada di Bogor.

Hal ini disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana, saat menerima rombongan Komisi A DPRD Sumut yang berkunjung ke Kabupaten Karo dalam hal pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN), Kamis (1/4/2021) lalu. Menurut Terkelin, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan musuh seluruh bangsa dan elemen masyarakat, karena  kejahatan tersebut terorganisir dan termasuk kejahatan kemanusiaan yang membahayakan.

“Persentase terbesar sasaran pengguna adalah kaum milineal dan banyak tercatat masih berstatus usia pelajar dan mahasiswa, hal ini tentulah sangat memprihatinkan,” kata Terkelin yang saat itu didampingi Kapolres Karo AKBP Yustinus Setyo, Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Karo Dapat Kita Sinulingga, Kabag Kesbang Tetap Ginting, Kabag Otda Robinson Brahmana, BNNK Karo diwakili Kompol R.Ginting, dan Kasat Narkoba Polres Karo AKP Hendri Tobing.

Lebih lanjut dikatakan Terkelin, dampak dari peredaran narkoba telah masuk dalam lini mengancam hilangnya generasi muda berkualitas semakin nyata. “Untuk itu, Pemkab Karo  mempunyai komitmen terhadap upaya-upaya pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan serta peredaran gelap narkoba,” pungkasnya.
Sementara Kapolres Karo AKBP Yustinus Setyi mengatakan, selama ini jajarannya terus menekan peredaran narkoba lewat penegakan  hukum  dan sosialisasi secara kontiniu. Namun, bukan pihak Polri saja yang berperan tetapi seluruh komponen masyarakat harus bertanggung jawab serta bekerjasama melawan dan mengawasinya. “Untuk itu kita semua harus waspada dan meningkatkan kewaspadaan atas kesadaran bersama terhadap bahaya narkotika,” terangnya.

Di sisi lain, Anggota Komisi A DPRD Sumut, Partogi Sirait mendukung permintaan Bupati Karo agar dibangun fasilitas rehabilitasi narkoba yang setingkat balai besar rehabilitasi BNN yang berada di Bogor. “Saya meminta Pemprov terutama gubernur dan wagub agar tidak tutup telinga atas permintaan Bupati Karo ini agar segera membangun fasilitas rehabilitasi pemakai narkoba dengan anggaran Pemprov,” ungkap Partogi Sirait.

Apalagi lahannya sudah tersedia yaitu lahan milik Pemprovsu yang berada di karo, dan saat ini lahan tersebut sudah tidak tepakai lagi. “Saya minta tahun depan Pemprov dapat menganggarkan dan merealisasi kan anggarannya untuk fasilitas tersebut, dan saya yakin Pemkab Karo memiliki sumber daya manusia yang optimal dan sangat potensial,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Menurut Partogi, kebutuhan fasilitas rehabilitasi sudah sangat mendesak, pasalnya pasien rehabilitasi yang merupakan warga Karo harus direhabilitasi di luar Sumut yang mengakibatkan pasien dan keluarga pasien mengeluarkan biaya yang begitu besar. “Apabila di buat di Sumut, maka pasien akan mendapat tindakan dengan cepat untuk pertolongan kepada para pengguna narkoba yang siap di rehabilitasi. Saya mengharapkan kehadiran pemprov di dalam situasi yang urgent ini, dan segera membangun fasilitas rehabilitasi setingkat balai besar rehabilitasi BNN yang berada di Bogor,” pungkasnya. (adz)

Masa Pandemik, Bank Sumut Hanya Alami Penurunan Laba 5,5 Persen

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumen Bank Sumut Kantor Pusat, Ramadhan Muda Siregar mengatakan dampak dimasa pandemik Covid 19 ini Bank Sumut hanya mengalami penurunan posisi pencapaian laba 5,5 persen.

Sematkan Kartu : Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumen Bank Sumut Kantor Pusat, Ramadhan Muda Siregar saat menyematkan kartu peserta kepada salah satu wartawan yang mengikuti ujian calon anggota muda dan anggota biasa, di Kantor PWI Sumut, Medan.

” Syukur alhamdulillah hanya mengalami dari posisi pencapaian laba cuma minus 5% dari tahun 2009 dan tahun 2020 dibandingkan dengan kondisi rata-rata secara nasional, katanya, Sabtu (3/4) dikantor PWI Sumut, Medan.

Menurut Ramadhan, kondisi penurunan itu tercatat hanya di tahun 2019 dari catatan penundaan kredit macet yang berada 4,36 persen. Dan mengalami perbaikan ditahun 2020 menjadi 3,54 persen.

” Artinya ada perbaikan 0,83 persen dibandingkan tahun 2019,” jelasnya.

Dikatakan Ramadhan lagi, dengan kondisi pandemic di tahun 2020 bisa disurvei tumbuh dari 31,7 triliun menjadi 33,5. ” Jadi kita hanya mengalami penurunan di kondisinya di pemberian kredit 2019 kita berikan sebesar 23,7 triliun 2020 kita 23,6 – 0,38%. Dan ini kondisi memang seluruh warnanya Bank Sumut seluruh bank secara nasional juga agak sedikit dalam pembelian partai di tahun 2020 dikarenakan adanya pandemic Civd 19.

Menurut Ramadhan, hal itu dikarenakan tahun ujian bagi seluruh perbankan karena relaksasi yang diberikan kepada debitur tersebut berakhir 2020 kemarin. Sedangkan, tahun 2021 ini adalah ujian bagi seluruh perbankan. ” Kenapa karena relaksasi ataupun penundaan yang diberikan kepada debitur berakhir di Desember 2020 ini,” katanya.

Lebih lanjut, Ramadhan menyampaikan, bagaimana perbankan nasional maupun Bank Sumut mengantisipasi untuk bisa survive di tahun 2020 ke tahun 2021dari sachet harus tumbuh menjadi 34,8 triliun laba.

” kita harus mencapai Rp 530 miliar,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk tahun 2021 kreativitas Bank Sumut sekarang menjadi digitalisasi. ” Jadi semua perbankan dan Bank Sumut sendiri juga di tahun 2020 dan 2021 ini membuat strategi produk-produk digitalisasi.

” Jadi untuk memenuhi kebutuhan para nasabah maupun secara perorangan maupun secara favorit untuk corporate kita lakukan pengembangan CMS kasda kita juga dilakukan untuk pemerintahan untuk pembayaran pajak mobil pajak kendaraan kita lakukan semua jadi elektronik, dan sekarang kita juga lagi proses pengembangan mudah-mudahan insya Allah sebelum pertengahan tahun ini 2021 kartu ATM kita sudah berfungsi juga sebagai debit. Artinya kita dalam pembayaran pada suatu pembelian produk sudah kita bisa melakukan gesek ke mesin merchandisenya dan juga kita juga melakukan beberapa foto prewedding dengan perbankan perbankan lainnya,” ungkapnya.des

Peran Bank Sumut Dalam Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Komitmen Intensifkan Penyaluran Kredit Bagi Pelaku Usaha..

MEDAN, SUMUT POS.CO – PT Bank Sumut berkomitmen untuk ikut berperan dalam memulihkan ekonomi pada masa pandemi di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Sebagai langkah nyata, Bank Sumut akan meingintensifkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada masyarakat, khususnya kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Sumatera Utara.

Hal itu dilakukan, agar Bank Sumut dapat membantu bangkitnya pertumbuhan ekonomi, mengingat dampak pandemi yang sangat memukul perekonomian seluruh pihak.

Hal itu diungkapkan Ramadhan Muda Siregar ST, selaku Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumer Kantor Pusat PT Bank Sumut pada kegiatan Ujian Anggota Muda dan Anggota Biasa PWI Sumut, di Gedung PWI Parada Harahap, Jalan Adi Negoro No.4 Medan, Sabtu (3/4).

“Selain kepada pelaku usaha kecil dengan jenis KUR, Bank Sumut juga masih akan memberikan kredit dalam bentuk lainnya kepada coorporate (koorporasi). Bank Sumut berkeinginan, semua pelaku usaha dapat tumbuh bersama di tahun 2021 ini,” ucap Ramadhan.

Pria kelahiran 26 Agustus 1977 yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bank Sumut, Kantor Cabang Diski dan Kantor Cabang Pasar Tavip Binjai ini menuturkan, Bank Sumut telah memainkan perannya tersebut dalam memulihkan perekonomian di Tahun 2020.

Misalnya saja, di tahun 2020, Bank Sumut telah memberikan berbagai keringanan kepada para debiturnya, salah satunya berupa relaksasi penundaan pembayaran angsuran kepada para debitur.

“Alhamdulillah, relaksasi itu sangat membantu para debitur kita dalam mempertahankan dan menjalankan roda perekonomiannya. Apalagi kita tahu, ada beberapa sektor yang paling berdampak, salah satunya sektor pariwisata,” ujarnya.

Ramadhan mengakui, akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020, Bank Sumut mengalami berbagai penurunan pendapatan bila dibandingkan tahun 2019. Dirincikannya, pada tahun 2019 yang lalu, dari sisi aset Bank Sumut memperoleh Rp31,7 Triliun. Selain itu, Bank Sumut juga memperoleh keuntungan atau laba sebesar Rp546 Miliar.

“Tapi di tahun 2020 ini, kita mengalami penurunan. Misalnya saja seperti laba, kita hanya mencapai Rp515 Miliar atau turun sekitar 5,5 persen. Tapi dibandingkan perbankan nasional, Bank Sumut masih jauh lebih baik,” katanya.

Di tahun ini, lanjutnya, Bank Sumut telah mendapatkan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebesar Rp1 Triliun dari pemerintah pusat. Bank Sumut berjanji akan membagikan dana kredit tersebut kepada masyarakat, baik mikro, menengah, maupun koorporasi, agar usaha-usaha bisa aktif kembali.

“Tapi kami juga akan lebih selektif dalam menyalurkannya, mengingat Bank Sumut juga memiliki target untuk menurunkan angka kredit macet menjadi 2,99 persen dari tahun sebelumnya (2020) sebesar 3,54 persen,” lanjutnya.

Untuk target lainnya, ungkapnya Ramadhan, Bank Sumut ingin mencapai Laba di tahun 2021 sebesar Rp530 Miliar dengan nilai aset yang tumbuh mencapai Rp34,8 Triliun.

“Terakhir, di masa pandemi ini, kami juga menyarankan para nasabah untuk tidak datang ke kantor guna menghindari kerumunan. Sebagai keseriusan kami mencegah penyebaran Covid-19, kami juga telah membuat produk-produk pembayaran degan berbasis scan barcode seperti QRIS,” pungkasnya.

(Markus Pasaribu)

Bank Sumut Target Laba Rp 530 Miliar di Tahun 2021

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Sumut telah menargetkan laba atau keuntungan sebesar Rp 530 miliar di tahun 2021. Pencapaian itu dilakukan untuk pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Sumatera Utara. 

Demikianlah dikatatakan Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumen Bank Sumut, Ramadha Muda Siregar saat memberikan pemaparan di acara ujian anggota muda dan anggota biasa di Balai Wartawan Parada Harahap PWI – Sumut, Jalan Adinegoro, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/4).

Dijelaskannya, untuk pencapaian kenaikan laba, Bank Sumut membangun program di semua lini. Misalnya, mempermudah pemberian kredit kepada debitur usaha produkti, agar bisa sukses kembali. Selain itu, Bank Sumut melalukan efesiensi secara ketat selama pandemi. Artinya semua pengeluaran secara rinci dibatasi.

“Dari sisi luar kita lalukan perkeditan, tapi di sisi dalam dilakukan efesiensi. Dua strategi ini kita lakukan untuk mencapai laba di angka Rp 530 miliar,” jelas Ramadhan.

Target lain, lanjut pria kelahiran 26 Agustus 1977 ini, Bank Sumut juga melakukan pencapaian aset Rp 34,3 triliun di tahun 2021,  dengan perbandingan Rp 33,5 trilun di tahun 2020. Pencapaian ini ada kenaikan yang akan kita target sebesar 1,3 persen.

Selain itu, untuk kredit pencapaian Rp 25,1 triliun di tahun 2021 dibandingkan dengan terget di tahun 2020 sebesar Rp 23,6 triliun. Jadi target kredit di tahun 2021 ada kenaikan Rp 1,3 triliun.

“Kita optimis pencapaian target ini akan tercapai sampai Desember tahun 2021. Sampai bulan Maret kita masih lalukan peningkatan program. Seperti pelayanan konsumen lebih banyak, sedangkan untuk produktif kita masih selektif. Program prioritas KUR karena bunganya sangat murah,” pungkasnya kepada peserta ujin PWI.

Ramadhan juga mengatakan, dalam pemulihan ekonomi selama pandemi, Bank Sumut telah melakukan relaksasi atau penundaan yang diberikan kepada debitur terakhir Desember 2020. Hal itu disebabkan perbankkan secara nasional maupun mengalami penurunan. Meskipun demikian, Bank Sumut berupaya memberikan pelayanan secara maksimal guna mencapai target dalam meningkatkan perekonomian.

“Kita saat ini sudah menjalankan program secara online, misalnya Mobile Banking dan kartu kredit. Jadi untuk memenuhi kebutuhan para nasabah maupun secara perorangan maupun secara favorit dapat dilakukan secara online,” terang alumni Tekhni USU ini.

Bank Sumut juga, lanjut Ramadhan, saat sedang menjalankan program ‘Sapa Pasar’ yang di mana, program itu sudah dilakukan di Pusat Pasar dan Pasar Petisah dengan membuka stand jualan sebanyak 364 lapak pedagang 

“Langkah ini juga sebagai bentuk program kita mencapai target laba di tahun 2021. Mari kita doakan, semua program ini dapat berjalan baik. Sehingga Bank Sumut mampu meningkatkan perekonomian di masa pandemi Covid-19,” tutup Ramadhan.

Sebelumnya, Ketua PWI Sumut, Hermansjah mengapresiasi sebanyak 76 peserta calon anggota muda dan 38 calon anggota biasa ikut dalam ujian yang dilaksanakan PWI Sumut. Harapannnya, kepada peserta yang ikut ujian dapat lebih kritis dan berkompeten dalam dunia kewartawanan.

“Ujian ini merupakan perintah dari UU Pers No 40 Tahun 1999, jadi wartawan wajib masuk organisasi wartawan. Kita sebagai wartawan harus jadi corong masyarakat dalam mengkritik pemerintah,” pesannya. (fac)