SERAHKAN: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni, menyerahkan bibit pohon eucalyptus kepada JBM untuk ditanami.asih astuti/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan menyambut baik gagasan dari UKM Jurnalis Bina Mandiri (JBM) untuk menanami tanaman Eucalyptus pada taman-taman yang ada di Kota Medan.
SERAHKAN: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni, menyerahkan bibit pohon eucalyptus kepada JBM untuk ditanami.asih astuti/sumut pos.
Sambutan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni saat memberikan sambutan pada kegiatan penanaman berasma bibit Eucalyptus dan demo penyulingan minyak Atsiri di Taman Cadika, Medan Johor, Rabu (2/12).
Kegiatan ini dihadiri oleh Advisor PT Toba Pulp Lestari Ir Simon H Sidabukke, Camat Medan Johor Zulfachri Ahmadi, Ketua UKM JBM Fahrudin Pohan, Sekretaris DPD KNPI Sumut M Darwis Nasution, dan pengamat lingkungan Jaya Arjuna dan seluruh anggota UKM JBM.
“Kita punya 14 hektare lahan pemakaman dan 18 hektare taman daerah aliran sungai itu
semua bisa dimanfaatkan untuk menjadi lahan penanaman Eucalyptus di Kota Medan,” kata Husni.
Husni mengatakan, penanaman Eucalyptus sebagai bahan untuk produksi minyak atsiri merupakan hal yang sangat mereka apresiasi sebab produk ini sangat bermanfaat bagi kesehatan dan juga untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
“Intinya kita konsisten, menguasai produksi mulai dari hulu ke hilir. Saya kira ini akan sangat berhasil karena didukung berbagai pihak baik dari akademisi, pengamat dan juga PT TPL selaku perusahaan yang memiliki keahlian dalam penanaman Eucalyptus. Soal pemasaran bisa kita buat model pasar khusus untuk penjualannya,” ujarnya.
Sementara pengamat lingkungan, Jaya Arjuna mengatakan, kegiatan yang digagas oleh para jurnalis ini merupakan hal yang harus diapresiasi dan didukung oleh pemerintah. Sebab, hal ini juga akan memberikan sumbangsih besar dalam isu perubahan iklim global.
“Ada 3 juta lahan kritis di Sumatera Utara, saya kira dengan aksi-aksi nyata seperti ini maka seluruh lahan kritis akan bisa dimanfaatkan,” sebutnya.
Komitmen untuk mendukung aksi penanaman Eucalyptus ini juga dipertegas oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL) lewat Advisor PT Toba Pulp Lestari Ir Simon H Sidabukke. PT TPL menurutnya bahkan bersedia untuk memberikan edukasi mengenai perawatan tanaman Eucalyptus agar tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dan sesuai dengan harapan untuk dapat memproduksi minyak atsiri dan produk turunan lainnya yang sangat bermanfaat.
“Kami sangat berkomitmen untuk mendukung ini, karena pada hakikatnya tanaman ini diciptakan Tuhan untuk bermanfaat bagi manusia. Dan kami sebagai perusahaan yang berkecimpung dalam penanaman Eucalyptus untuk industri tentu sangat mendukung termasuk memberikan edukasi agar tanaman ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain penanaman Eucalyptus di lahan Taman Cadika, dalam kegiatan ini juga dilakukan demo penyulingan minyak atsiri secara tradisional. Sebelumnya, Sekretaris UKM JBM Harizal dalam laporannya menyampaikan ide mengenai penyulingan minyak atsiri dengan memanfaatkan tanaman Eucalyptus ini muncul seiring permasalahan yang dialami masyarakat terkait pandemi covid 19.
“Jujur saja, setiap hari kami banyak bergelut dalam meliput persoalan covid-19. Dan kegiatan ini merupakan salah satu ide yang muncul untuk memberikan solusi atas penyebaran covid 19 ditengah masyarakat, harapannya selain untuk menanggulangi penyebaran covid-19, ini juga menjadi bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi tersebut,” ujarnya.
“Kami sangat bersyukur, ternyata ide ini didukung oleh berbagai pihak seperti Iptek USU, PT TPL, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, DPD KNPI Sumatera Utara. Ini yang membuat kami menjadi bersemangat,” pungkasnya. (sih)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan, saat ini terus melakukan penanganan Covid-19 di Kota Medan. Menjelang Pilkada Medan, khususnya menjelang hari pemungutan suara, Satgas Covid-19 Kota Medan melalui Satpol PP Kota Medan berfokus untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan dari sektor klaster Pilkada.
M Sofyan
“Fokusnya kita saat ini untuk Pilkada Medan dulu, itu yang di depan mata. Jadi kita mau fokus dulu, agar tidak terjadi yang namanya klaster Pilkada, mulai dari persiapan, hari H, sampai kepada pasca pemungutan suara,” ucap Kasatpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan kepada Sumut Pos, Jumat (4/12).
Dikatakan Sofyan, saat ini pihaknya juga berfokus kepada penanganan Covid-19 dengan meningkatkan razia masker diberbagai tempat, khususnya di berbagai titik yang menjadi perbatasan Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang. “Kita juga sedang berkoordinasi dengan PD Pasar untuk bisa meningkatkan pengawasan di 53 pasar yang ada di Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)
BERSAMA: Gubsu, Edy Rahmayadi, foto bersama pengurus MUI Sumut. usai membuka rapat koordinasi Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, MUI Sumut di Aula MUI Sumut.
Jalan Majelis Ulama Medan, Kamis (3/12/2020).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 telah berdampak di seluruh sektor kehidupan, sehingga banyak masyarakat yang membutuhkan pencerahan lewat dakwah. Karena itu, diharapkan para penceramah tetap melakukan dakwah walau pun tanpa bertatap muka.
BERSAMA: Gubsu, Edy Rahmayadi, foto bersama pengurus MUI Sumut. usai membuka rapat koordinasi Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, MUI Sumut di Aula MUI Sumut.
Jalan Majelis Ulama Medan, Kamis (3/12/2020).
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi saat menghadiri sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakatn
yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumut, di Kantor MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama Medan, Kamis (3/12). Rakor dihadiri para pengurus/anggota MUI Sumut dan para Ketua MUI kabupaten/kota se-Sumut secara virtual.
“Kita rasakan saat ini bahwa dakwah semakin hari terus berkurang, apalagi saat masa pandemi seperti saat ini, yang tidak bisa berkumpul dan bertatap muka. Saya berharap dengan dakwah Islam kita benar-benar terwujud, Islam yang punya identitas. Manfaatkan teknologi untuk berdakwah walau tanpa harus bertatap muka, sebab banyak umat yang merindukan dakwah dari para da’i kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita perlu dakwah,” ujar Edy Rahmayadi.
Edy juga mengatakan, dakwah itu seperti senjata di dalam peperangan, di mana yang namanya pertempuran harus selalu menghadapi tantangan, ancaman dan risiko. Dalam berdakwah pun seperti itu, selalu ada risiko yang harus dihadapi, apalagi bila berdakwah di daerah perbatasan risiko lebih besar.
“Untuk itu utuslah para da’i terbaik untuk berdakwah di sana,” harapnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah yang turut hadir pada acara tersebut, mengatakan bahwa ada tiga hal yang rawan terjadi saat melakukan dakwah di daerah perbatasan, yaitu rawan pemurtadan, rawan narkoba dan rawan intimidasi.
“Karena itu, perekonomian masyarakat di daerah perbatasan juga harus kita tingkatkan, harus dipikirkan juga kesejahteraan para pendakwah yang berada di daerah perbatasan,” terangnya.
Ketua Umum MUI Sumut Abdullah Syah menyampaikan, saat ini fatwa dan nasehat yang dikeluarkan oleh MUI menjadi pegangan umat. Nilai fatwa dari MUI sangat penting, karenanya hasil dari Fatwa MUI selalu jadi pedoman umat di Sumut.
“Kalau orang lain yang mengeluarkan fatwa, umat masih ragu. Tapi kalau sudah MUI yang keluarkan umat tidak akan ragu. Jadi oleh karena itu jangan kecewakan umat, jadi setiap fatwa yang dikeluarkan harus benar-benar dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Abdullah Syah juga mengaku senang, sebab pada acara tersebut, Kantor MUI dihadiri langsung oleh dua orang penting di Pemerintah Provinsi Sumut. “MUI sangat berbahagia karena turut dihadiri oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Hal itu menunjukkan bahwa selama ini MUI menjadi organisasi dipandang oleh umat dan masyarakat,” ujarnya.
Perihal dakwah di daerah perbatasan, Ketua MUI Sumut mengatakan, bahwa hal tersebut juga menjadi prioritas ke depannya. Perbatasan harus dijangkau oleh para da’i yang ditugaskan untuk berdakwah di daerah tersebut.
“Karena itu tidak sembarangan. Komisi dakwah harus mampu menjangkau daerah perbatasan atau pun daerah terpelosok. Adalah kewajiban bagi kita untuk menyelamatkan saudara kita yang ada di daerah perbatasan, namun tidak pula mengurangi semangat kita berdakwah di kota. Berikanlah dakwah yang menyejukkan, sampaikan dari hati sehingga dapat diterima hati. Berbuatlah untuk kepentingan umat,” pungkasnya. (prn/ila)
DOA: Enam tokoh agama memimpin doa bersama lintas agama untuk Pemilihan Kepala Daerah damai dan terbebas dari Covid-19, di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (4/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Doa bersama lintas agama untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai dan terbebas dari Covid-19 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (4/12), berlangsung khidmat. Enam tokoh agama memimpin doa secara bergantian.
DOA: Enam tokoh agama memimpin doa bersama lintas agama untuk Pemilihan Kepala Daerah damai dan terbebas dari Covid-19, di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (4/12).
Enam tokoh agama yang membawakan doa yakni Agama Islam Ustad Arifinsyah, Agama Kristen Protestan Pendeta AP Tambunan, Agama Kristen Katolik P Alexander Silaen, Agama Budha Bhiku Ditya Jaya, Agama Hindu Pandita Matha Riswan dan Agama Khonghucu Muslim Linggouw.
Masing-masing tokoh agama memimpin doa agar Pilkada serentak 9 Desember 2020 dapat berjalan damai, sukses dan berhasil memilih pemimpin yang berkualitas. Juga mendoakan agar bercana pandemi Covid-19 segera berakhir dan kehidupan masyarakat segera kembali pulih seperti semula.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berhalangan hadir memimpin doa karena pada saat bersamaan meninjau banjir yang menimpa masyarakat di beberapa daerah di Medan dan Deli Serdang. Kegiatan doa bersama itu kemudian dipimpin Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumut Maratua Simanjuntak.
Maratua Simanjuntak yang memberikan keterangan usai acara tersebut mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan segala usaha yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dapat bekerja dengan baik dan dapat menyukseskan Pilkada serentak ini nantinya.
“Dengan doa yang disampaikan enam tokoh agama ini, kita berharap pandemi Covid-19 dan musibah banjir yang saat ini berlangsung diharapkan cepat berakhir. Pada masyarakat yang telah menghentikan kegiatan selama lima menit atas saran Bapak Gubernur Sumut kami mengucapkan terima kasih,” ucap Maratua.
Doa bersama juga diikuti secara sentak oleh elemen masyarakat di seluruh kabupaten/kota se-Sumut. Masyarakat menghentikan aktivitas selama 5 menit untuk ikut berdoa bersama agar Pilkada serentak suskses dan damai, serta Sumut terbebas dari Covid-19.
Hasil pengamatan di seputaran Jalan Sudirman tempat doa bersama berlangsung, masyarakat antusias mengikuti dan menghentikan kendaraan selama doa berlangsung, yang dikawal aparat Kepolisian, TNI, Dishub dan Satpol PP.
Acara ini juga disiarkan secara langsung di akun resmi Humas Sumut yakni youtube, facebook dan instagram. Sebelumnya, dalam kegiatan itu juga diucapkan ikrar TNI dan Polri siap bekerja sama untuk menyukesakan Pilkada serentak di Sumut. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar baik untuk warga Sumatera utara. Penambahan kasus baru sembuh Covid-19 kembali melewati angka terkonfirmasi positif, Jumat (4/12). Berdasarkan data Satgas.
Penanganan Covid-19 Sumut, penambahan angka kesembuhan yang diperoleh sebanyak 81 orang sedangkan positif 79 orang. “Angka kesembuhan Covid-19 pada hari ini (kemarin, red) bertambah 81 orang. Penambahan ini melampaui dari kasus baru positif sebanyak 79 orang,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, Jumat sore.
Aris menyebutkan, dengan penambahan 81 orang yang sembuh tersebut, maka akumulasinya menjadi 13.247 orang dari jumlah pada hari sebelumnya 13.166 orang. “Penambahan kasus sembuh terbanyak dari Medan 40 orang. Kemudian, disusul Deliserdang 17 orang, Langkat 5 orang, Binjai dan Karo masing-masing 3 orang. Selanjutnya, Siantar, Simalungun, dan Tapteng masing-masing 2 orang serta Sibolga, Asahan, Labusel, dan luar Sumut 1 orang,” sebut dia.
Terkait dengan penambahan 79 orang positif Covid-19, maka kini akumulasinya menjadi 15.924 orang. Kasus baru positif paling banyak diperoleh dari Asahan 16 orang, Sergai 14 orang, Medan 9 orang, Deliserdang, Langkat, Labuhanbatu masing-masing 6 orang. Sisanya Taput dan Toba 5 orang, Tebingi Tinggi, Simalungun, dan Humbahas 3 orang, serta Tapsel, Nisel, dan Samosir 1 orang.
“Untuk kasus kematian, bertambah 2 orang sehingga totalnya menjadi 625 orang. Penambahan 2 orang yang meninggal dunia tersebut berasal dari Simalungun dan Labusel. Sementara kasus suspek bertambah 33 orang, dengan akumulasi menjadi 614 orang,” pungkasnya.
Prokes di TPS Sesuai SOP
Terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 9 Desember mendatang, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan kembali mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan agar memperketat protokol kesehatan (prokes) di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Sebagai penyelenggara pemilu, kita harapkan KPU Medan selalu mewaspadai pandemi Covid-19 dalam pelaksanaan Pilkada Kota Medan. Terutama saat pencoblosan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada 9 Desember 2020 mendatang agar tidak tercipta klaster baru Covid-19,’’ ucap Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong.
Baru-baru ini, kata dia, sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk KPU menerapkan pilkada dengan prokes. Salahsatunya, menyediakan sarung tangan plastik sekali pakai kepada pemilih.
“Saya sudah baca itu SOP-nya. Kita harapkan benar-benar diterapkan di setiap TPS untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,’’ ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini.
Adapun salahsatu prokes yang diterapkan di setiap TPS, di antaranya pemilih diwajibkan memakai masker. Sebelum memasuki TPS, dilakukan pemeriksaan suhu, mencuci tangan dan disemprotkan hand sanitizer, kemudian diberi sarung tangan plastik sekali pakai.
“Panitia pemungutan suara (pps) juga dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Kita ingatkan KPU menerapkan prokes sesuai SOP,’’ katanya.
Selain penerapan prokes, Rudiyanto juga mengharapkan di minggu tenang jelang Pilkada, situasi politik di Kota Medan benar-benar tenang. “Kita harapkan tak ada gerakan money politics, bagi-bagi sembako. Kita minta Bawaslu lebih kuat dan aktif jika ada pelanggaran-pelanggaran. Kita semua menginginkan Walikota yang kredibel, biarkan masyarakat memilih berdasarkan hati nurani,” imbau Rudiyanto.
Sebelumnya, Komisioner KPU Medan Rinaldi Khair mengatakan pihaknya siap menerapkan Pilkada dengan menerapkan prokes secara ketat, termasuk saat hari pencoblosan pada 9 Desember 2020 di setiap TPS.
Selain menyediakan berbagai perangkat protokol kesehatan, pihaknya juga menyediakan bilik khusus di setiap TPS khusus bagi masyarakat yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat.
“Itu salah satu upaya yang kami lakukan untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19. Kita tidak ingin Pilkada justru jadi kluster, makanya kami menerapkan protokol kesehatan secara ketat di TPS-TPS nantinya,” pungkasnya. (ris/map)
TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, meninjau korban banjir di kawasan Perumahan De Flamboyan Tanjung Selamat Kabupaten Deliserdang, Jumat (4/12/2020).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, turun langsung meninjau lokasi perumahan yang terdampak banjir di Tanjung Selamat, Jumat (4/12) pagi. Langkah awal untuk penanggulangan, ia meminta personel TNI/Polri serta Basarnas tetap siaga dan mencari korban yang kemungkinan terseret banjir.
TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, meninjau korban banjir di kawasan Perumahan De Flamboyan Tanjung Selamat Kabupaten Deliserdang, Jumat (4/12/2020).
“Petugas akan membantu membersihkan rumah. Apabila nanti malam ada hujan yang begitu deras (banjir susulan), bapak-bapak jangan tinggal di rumah. Pindah ke tempat yang aman, kunci pintunya (rumah). Ibu-ibu dan anak-anak biar di sini (posko pengungsian). Sudah disiapkan dapur dan makan. Air bersih juga akan datang,” ujar Gubernur, kepada masyarakat di lokasi.
Adapun tempat penampungan sementara warga korban banjir, kata Gubernur, disiapkan di dua lokasi. Yakni Balai Desa Tanjung Selamat dan Arhanudse Tanjung Selamat. Namun dirinya mengingatkan kepada petugas penanggulangan bencana untuk memperhatikan kapasitas dan kelayakan fasilitas pendukung, seperti sanitasi, MCK, hingga pelayanan kesehatan bagi warga di lokasi khusus.
“Untuk kesehatan, berobatnya di luar (lokasi khusus). Jadi di sini dibuat tempatnya nyaman dan enak. Kondisi seperti ini kita harus saling mengerti. Jaga anaknya, orang-orang tua dan yang sakit. Tempatnya di tempat yang bagus. Kalau kurang (tempatnya), nanti koordinasi dengan Arhanud untuk ditempatkan di sana,” kata Edy.
Edy juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa ribuan warga di Sumut, khususnya Deliserdang dan Medan yang baru saja mengalami bencana banjir. Selain itu, beberapa daerah dalam dua pekan terakhir pun terdampak, seperti Tebingtinggi, Serdangbedagai, Humbang Hasundutan, dan Binjai. Karenanya kepada petugas diminta untuk mewaspadai dan siaga hingga menyiapkan alat berat di sejumlah tempat yang rawan longsor seperti di Sibolangit.
Rekayasa Sungai Tidak Profesional
Selain meninjau warga dan pengungsian, Gubernur juga melihat kondisi sungai yang kini sudah berangsur surut dari banjir. Dari lokasi, Edy bersama Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan dan Kepala BWS Sumatera II Maman Noprayamin melihat perubahan alur sungai yang direkayasa untuk kepentingan pembangunan rumah.
“Pertama Sungai Belawan. Sungai Belawan ini bentuknya seperti huruf C. Saya lihat di atas dari satelit, dari Google. Saya lihat ada yang meluruskan sungai dalam rangka pembangunan rumah ini. Saya bersama Pak Maman, BWS, kami susuri sungai itu. Ternyata ada sungai yang dimatikan,” ungkap mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB tersebut.
Kemudian sungai yang ada saat ini, lanjut Edy, adalah sungai buatan yang akan dilakukan normalisasi. Sejumlah titik pun dinilai bisa menjadi tempat rekayasa sungai agar aliran air lancar guna mencegah banjir. Namun hal itu, kata dia, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemkab Deliserdang dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan.
Menurutnya, tindakan baru bisa dilakukan usai penanganan dampak bencana banjir tuntas dilaksanakan. “Ini akan kita fungsikan kembali. Sungai yang ada saat ini sebenarnya bukan aliran sungai yang sebenarnya. Itu sungai buatan yang juga akan kita lakukan normalisasi. Ada tebing-tebing yang harus dilakukan rekayasa untuk kelancaran air. Kalau tidak ini setiap tahun akan banjir terus,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya pun akan turut memperbaiki tanggul jebol yang dikeluhkan masyarakat Kompleks De Flamboyan sebagai penyebab banjir terjadi.
“Tanggul jebol akan segera diambil tindakan, itu wewenang BWS. Sama-sama kita pikirkan. Pertama kita lakulan normalisasi sungai. Tanggul-tanggul juga akan kita perbaikan,” pungkasnya.
Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Mega Hadi Kristianto menyampaikan, masih terus mencari dan mengambil langkah penyelamatan dan evakuasi. “Untuk data, kita belum final. Masih ada kemungkinan perkembangan. Termasuk untuk yang hilang, kita masih kumpulkan data pastinya,” katanya.
Poldasu Bantu Evakuasi
Personel Satuan Brimob Polda Sumut juga ikut turun melakukan evakuasi korban banjir di Jalan Brigjend Katamso Kecamatan Medan Maimun Kelurahan Sei Mati Medan, Jumat (4/12).
Sebanyak 50 personil Sat Brimob Polda Sumut dikerahkan dalam proses evakuasi korban banjir tersebut.
Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Abu Bakar Tertusi SIK SH, melalui Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono menjelaskan, saat ini personilnya sedang membantu warga di Kelurahan Sei Mati Gang Merdeka Lingkungan 8 dan 9.
“Mulai pagi tadi, personel sudah kita standby kan di lokasi banjir. Kita juga memberikan sarapan seperti nasi, bubur dan telur rebus serta mendirikan Tenda Pleton sebagai Posko Brimob”, jelas Kompol Heriyono.
Informasi dari Kepling IX Kelurahan Sei Mati, Syafrizal NL, air mulai naik sekitar pukul 21.00 WIB dan mulai menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menambahkan, saat ini personel gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan sudah berada di lokasi banjir untuk membantu korban banjir. Pihaknya akan bersiaga hingga air pasca banjir surut dan aktifitas kembali normal.
“Selain membantu warga terdampak banjir, Polda Sumut juga menyediakan makanan untuk warga terdampak banjir,” ujarnya.
Sat Brimob Polda Sumut juga mendirikan dapur lapangan, untuk menyiapkan makanan bagi warga yang dievakuasi.
Distribusi BBM Tidak Terganggu
Terkait banjir, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) I memastikan pendistribusian, pasokan, dan pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji kepada masyarakat, tetap berjalan normal.Hanya saja ia mengakui, ruas jalan di KM 9-10 Medan-Binjai di mana terdapat 2 SPBU Reguler, yaitu SPBU 14203176 dan SPBU 142031145, sempat tergenang air. “Meskipun demikian, kami memastikan bahwa distribusi dan pasokan BBM untuk wilayah tersebut relatif aman,” ungkap Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR I Sumbagut, Taufikurachman, Jumat (4/11).
Meski ada bencana alam, menurut Taufik, pendistribusian dan pasokan harus tetap dijaga. “Stokk di kedua SPBU tersebut masih mencukupi. Selain itu pengiriman BBM juga tidak mengalami gangguan, karena bisa diakses lewat jalan tol,” tutur Taufik.
Dalam mendistribusikan BBM di tengah kondisi banjir, Pertamina memiliki berbagai alternatif, guna memastikan distribusi BBM ke masyarakat dapat terus terpenuhi. “Kami berharap genangan air segera surut, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal.” tandasnya. (prn/mag-1/gus)
EVAKUASI: Personel Polda Sumut dan Sat Brimob membantu evakuasi warga korban banjir di Jalan Brigjend Katamso Kecamatan Medan Maimun Kelurahan Sei Mati Medan, Jumat (4/12).
SUMUTPOS.CO – Banjir bandang menerjang Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang tepatnya di Medan Sunggal dan Sunggal-Deliserdang, Jumat (4/12) dinihari sekira pukul pukul 00.30 WIB. Tinggi air mencapai 3 meter dengan arus yang sangat deras, hingga merendam atap rumah sebagian warga. Akibatnya, 11 orang terseret arus banjir. Lima di antaranya ditemukan tewas, dan 6 orang lagi masih hilang. Kota Binjai juga ikut terendam banjir.
EVAKUASI: Personel Polda Sumut dan Sat Brimob membantu evakuasi warga korban banjir di Jalan Brigjend Katamso Kecamatan Medan Maimun Kelurahan Sei Mati Medan, Jumat (4/12).
INFORMASI dihimpun Sumut Pos di lapangan, banjir terjadi akibat hujan deras sejak Kamis (3/12) malam hingga Jumat (4/12) dinihari, menyebabkan permukaan sejumlah sungai, yakni Sungai Sunggal, Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Denai, naik. Kenaikan permukaan air ini menyebabkan tanggul PDAM di kawasan Medan Sunggal meluap dan akhirnya jebol. Tanggul jebol ini menyebabkan banjir bandang tiba-tiba menerjang pemukiman warga Medan Sunggal, khususnya warga Perumahan De Flamboyan Desa Tanjung Selamat, Medan Tuntungan.
Tokoh masyarakat Medan Sunggal, Andra Juniaris, mengatakan, Komplek De Flamboyan adalah wilayah di Medan Sunggal yang terparah ditimpa banjir bandang. Korban hanyut sebanyak 11 orang, yang baru ditemukan 5 orang dan sisanya masih dalam pencarian. “Sebagian besar orang tua dan anak-anak. Seorang korban tewas adalah orang tua yang lumpuh,” katanya.
Banjir bandang, kata dia, mencapai ketinggian hingga 3 meter, dan baru surut total sekira pukul 07.00 WIB pagi. Wilayah yang terkena banjir di Medan Sunggal, yaitu Gang Sejati (PTPN 3), Gg Bata, Gg Kemuning 11, Komplek Flamboyan Deli (D’ Flamboyan) Medan Sunggal, Deliserdang. “Ada 5 posko yang dibuka untuk warga yang mengungsi, yakni PKS, dari SAR, Arhanud, Puskesmas Tanjung Selamat Medan Sunggal, dan Asrama Arhanud,” terangnya.
Adapun petugas yang turun tangan mencari korban hanyut sekira 150 unit, yakni dari Babinsa, Kepolisian, Arhanud dan pemuda setempat. Sedangkan kerugian material masih didata. Yang apsti mencapai ratusan juta rupiah.
“Saat ini sebanyak 500 KK warga mengungsi sebab wilayah ini yang paling parah. Sedih rasanya. Saat itu sulit menolong. Selain air tinggi, juga arusnya deras,” kata dia.
Rahman (36), warga Komplek Flamboyan Deli (De Flamboyan) Medan Sunggal, Deliserdang menuturkan kejadian pilu yang menimpa salahseorang temannya. Ia menjadi saksi atas peristiwa tersebut.
“Kejadiannya tepat di depan mata saya. Sekira tengah malam lewat, saya baru pulang pengajian menuju jembatan Komplek De Flamboyan. Air tiba-tiba deras dan semakin naik dari hulu menuju hilir. Mobil teman saya itu tepat di depan saya. Ia bersama anaknya dan adiknya. Mobilnya terjebak di jembatan. Saat mau putar balik, sudah tidak bisa. Saat membuka pintu mobil, tangan si ibu teman saya itu dan tangan anaknya terlepas. Setelah itu, saya melihat mereka bertiga hanyut. Saya dan lainnya tidak bisa menolong, karena posisi kami juga dalam keadaan terjebak banjir,” ujarnya kepada Sumut Pos, saat ditemui di lokasi korban banjir.
Saat ini, lanjutnya, jenazah anak temannya sudah ditemukan, sementara jenazah si ibu dan adiknya masih dalam pencarian.
“Mobil saya juga menjadi korban dalam keadaan terbalik. Roda mobil di atas dan atap mobil di bawah, dengan kondisi di atas pagar. Tiga unit sepeda motor saya juga sudah ringsek. Mati total akibat diterjang banjir,” ucapnya. Kerugian yang dialaminya ditaksir berkisar ratusan juta.
Rahman mengaku trauma atas kejadian tersebut. Apalagi peristiwa tanggul jebol di wilayah itu sudah terjadi tiga kali. Ia berniat pindah tempat tinggal. “Kapok saya tinggal di sini (Komplek De Flamboyan, Red). Saya mau pindah aja. Mana nggak ada perhatian lagi dari pemerintah setempat. Mana kawan saya tewas di depan mata saya. Sedih saya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Penemuan Korban Tewas
Pada Jumat pagi sekitar pukul 06.20 WIB, Tim Basarnas menemukan satu pria meninggal di Perumahan Griya Nusa III Tanjung Selamat, Medan Tuntungan. Korban diperkirakan berumur 50 tahun dengan bertubuh gempal.
Berikutnya, tim menemukan sesosok mayat wanita berusia 30-an tahun dengan pakaian berkerudung hitam dan baju lengan panjang merah. Posisi korban berada di dekat aliran Sungai Pantai Bokek.
Tak lama berselang, petugas kembali melihat sesosok mayat pria 20-an tahun yang sudah meninggal, dalam kondisi kaku. Jenazah mengenakan jaket kuning dan jelana jeans.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Nurli, mengatakan informasi diterima pihaknya, terdapat 6 orang yang masih dinyatakan hilang. Lima orang di antaranya dewasa dan 1 balita.
Dijelaskan Nurli, Kota Medan diguyur hujan sejak Kamis (3/12) malam pukul 21.00 WIB dan ditambah debit air yang cukup besar dari hulu, yang mengakibatkan kenaikan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) di beberapa ruas sungai di kota Medan. Antara lain Sungai Sunggal, Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Denai.
Kondisi diperparah dengan hujan lebat pada pukul 22.30 Wib hingga dini hari sehingga mengakibatkan ketinggian TMA-DAS mengalami kenaikan antara 3 sampai 5 Meter.
Pantauan hingga Jumat siang, air belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. TRC BPBD Kota Medan terus melakukan beberapa evakuasi di empat kecamatan di Kota Medan dengan tingkat banjir paling parah. Antara lain Medan Johor, Medan Maimun, Medan Sunggal, dan Medan Tuntungan.
“Sebanyak 181 jiwa sudah berhasil dievakuasi, dengan rincian anak-anak 50 jiwa, balita 38 jiwa, dewasa 67 jiwa dan lansia 26 jiwa. Saat ini personil mulai bergerak untuk menyisir banjir di Kecamatan Medan Helvetia yang terimbas dari luapan sungai Sunggal,” jelasnya.
Sungai Bingai dan Mencirim Meluap
Tak hanya Sungai Sunggal, Sungai Bingai dan Mencirim juga meluap, Jumat (4/12) dinihari. Akibatnya, sekitar 2.000-an lebih rumah di Kota Binjai terdampak. Perumahan Berngam di Binjai Kota adalah yang pertama kena banjir.
Informasi dirangkum, mengalirnya air di kedua sungai ini diatur oleh pintu yang dijaga oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai di daerah Namoukur, Seibingai.
Pintu air diduga tak sanggup menahan banjir kiriman yang sudah meluap. Tak ayal, pintu air pun dibuka, yang kemudian mengalir ke Sungai Bingai.
Akibatnya, seribuan rumah di Perumnas Berngam terkepung banjir. Penghuni tidak dapat mengungsi, lantaran air Sungai Bingai meluap ketika waktu tengah tidur nyenyak.
“Sampai leher orang dewasa tinggi air di Berngam. Om-ku tinggal di sana (Berngam). Begitu dapat kabar, ke sanalah aku bantu-bantu,” kata warga Binjai, Rendy.
Menurut seorang warga lain, banjir tahun ini adalah yang paling parah terjadi di Kelurahan Berngam, Binjai Kota. “Habis semua barang-barang terendam banjir. Sudah keliling banjirnya, warga payah keluar,” tambah warga Dwiki.
Fasilitas umum seperti Pasar Tavip di Binjai Kota pun terdampak. Sebab, aliran Sungai Bingai mengalir melintasi pasar yang akrab disebut Pajak Bawah hingga bermuara ke sungai di belakang daerah Percukaian, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara.
Menjelang subuh, giliran rumah di sepanjang aliran Sungai Mencirim terdampak. Ketinggian air mencapai dua meter. Bahkan salahsatu warga Bonjol, Kelurahan Setia, Binjai Kota ditaksir berusia 19 tahun, nyaris tewas. “Awalnya main-main air. Sudah sering kalau banjir gini anak-anak atau remaja tanggung lompat dari Titi Mencirim. Tapi entah bagaimana, ia hampir terhanyut. Selip anak itu karena pakai celana panjang,” ujar warga Kelurahan Mencirim, Binjai Timur.
Beruntung, remaja bernama Reza dapat diselamatkan temannya yang ketepatan ikut lompat dari Titi Mencirim.
“Lima kecamatan di Kota Binjai, terdampak banjir kiriman ini. Dari lima kecamatan, ada 16 kelurahan yang terdampak,” kata Koordinator Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kota Binjai, Surya.
“Sekitar dua ribuan jiwa terdampak dan tiga ribuan KK. Titi gantung di Limau Sundai aman. Datanya masih direkap ini, belum dapat totalnya,” sambung dia.
Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham sudah meninjau lokasi yang terdampak banjir di Perumnas Berngam, Jum’at (4/12) pagi. BPBD Kota Binjai pun sudah mendirikan posko penanggulangan bencana alam.
“Kita akan segera memberikan bantuan kepada masyarakat, karena saat ini masyarakat sulit beraktivitas. Obat-obatan juga akan kita beri karena banjir rawan penyebaran penyakitt,” ujar Idaham.
“Di tengah-tengah pandemi ini, jaga kesehatan ya bapak dan ibu. Saya berharap kita saling bahu-membahu dalam menanggulangi bencana ini,” tandas Idaham.
Ribuan Rumah Terdampak
Data sementara dihimpun BPBD Sumut, korban banjir di Kota Medan menyebabkan ribuan rumah terendam, dengan total 2.773 unit. Warga terdampak mencapai 1.983 KK dan 5.965 jiwa, yang tersebar di 7 kecamatan dan 13 kelurahan. Antara lain Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah dan Medan Polonia.
Untuk Kabupaten Deliserdang, banjir menimpa Desa Tanjungselamat dengan jumlah 500 rumah yang terendam banjir. Air juga merendam 400 rumah di Desa Sejarahbaru, Kecamatan Delitua, dengan ketinggian air mencapai 4-6 meter.
Di Kota Binjai, sebanyak 3.374 KK di 5 Kecamatan 16 Kelurahan yang terdampak banjir tersebut. Hujan dengan intesitas lebat yang terjadi pada kamis sore hingga malam mengakibatkan meluapnya DAS Bingai dan DAS Mencirim dan merendam ribuan rumah yang berada di sekitaran bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Binjai.
Jalur Medan-Binjai Terputus
Banjir mengakibatkan lumpuhnya aktivitas sejumlah masyarakat di Kota Medan. Tak hanya karena rumah terendam banjir, tapi akses jalan juga terputus karena ketinggian air mencapai 50 cm.
Salahsatunya di Jalan Medan-Binjai, tepatnya di depan Komplek Abdul Hamid, tak jauh dari Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal.
Pantauan Sumut Pos, Jumat (4/12) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan pengemudi sepeda motor dari arah Binjai menuju Medan tak berani melanjutkan perjalanan, karena sepeda motor mereka tidak mampu menerjang banjir yang menghadang.
“Sudah dari jam 7 aku berhenti, Bang. Sudah dua jam aku nunggu di sini, padahal masuk kantor jam 8. Kantorku di Jalan Gaharu. Tadi malam katanya sepinggang, ini sudah mulai surut. Tapi mulai surut pun ya selutut juga. Kayak mana mau lewat? Nggak tahu mau sampai jam berapa ini ditunggu biar bisa lewat,” ujar Wahyu kepada Sumut Pos.
Beberapa pengemudi sepeda motor yang nekat menerjang banjir, sebagian besar terpaksa berbalik dengan mendorong sepeda motornya yang mogok karena terendam air. “Mogoklah ini, jadi kerjaan. Tadi coba-coba mana tahu bisa lewat. Sampai di tengah, rupanya makin dalam banjirnya. Matilah mesinnya,” ujar salahseorang pengendara.
Sebagian besar pengendara memilih balik kanan dan tidak melanjutkan perjalanan.
Akibat banjir yang mengepung Kota Medan, sejumlah sepeda motor diizinkan masuk ke dalam jalan tol melalui pintu tol Sei Semayang di Jalan Medan-Binjai Km12,5, menuju Kota Medan. (mag-01/ted/prn)
LONGSOR: Jalur Lintas Medan-Berastagi-Medan lumpuh karena tertimbun longsor pada Jumat (4/12) dinihari. dewi/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalur Lintas Medan-Berastagi-Medan sempat lumpuh total sejak Jumat (4/12) dinihari, karena ada 20 titik longsor di sepanjang jalan pascahujan deras dan angin kencang. Namun longsor paling parah terjadi di depan PDAM Tirtanadi Jalanan tertutup hingga kendaraan sama sekali sudah tidak lewat. Kemacetan panjang terjadi sejauh 5 km.
LONGSOR: Jalur Lintas Medan-Berastagi-Medan lumpuh karena tertimbun longsor pada Jumat (4/12) dinihari. dewi/sumut pos.
Selain longsor, di daerah Rambung Baru, Deliserdang, juga terjadi pohon tumbang, yang menimpa truk yang sedang melintas dan menewaskan sopir truk.
“Korban sopir truk sudah dibawa ke rumah sakit. Sedangkan truknya sudah dievakuasi menggunakan eskavator,” kata Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar, kepada wartawan di Medan, Jumat (4/12).
Selain itu, di wilayah Sembahe hingga PDAM Tirtanadi Karo, banyak titik longsor di berbagai titik. “Kemungkinan ada sekitar 20 titik terjadinya longsor menutupi Jalan Medan Berastagi,” ungkapnya.
Saat ini, pihaknya terus melakukan evakuasi menggunakan alat berat, dibantu masyarakat dan Pemkab Deliserdang.
Ia mengimbau agar warga untuk sementara waktu tidak melintasi wilayah longsor terparah. Sebab longsor susulan bisa terjadi sewaktu-sewaktu, karena cuaca ekstrim yang masih kerap terjadi. “Jangan dulu melewati wilayah yang terkena longsor ini, yakni Medan-Berastagi-Medan. Karena dikhawatirkan ada longsor susulan. Tunda dulu atau cari alternatif lain,” pungkasnya.
Namun saat berita ini diturunkan, jalur Medan-Berastagi diinformasikan sudah dapat dilalui sekitar pukul 16.00 WIB, meski masih terbatas.
Waspadai Hujan hingga Akhir Pekan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memprediksi wilayah Sumatera Utara (Sumut) dilanda hujan hingga akhir pekan. Hujan yang akan terjadi pada intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Lestari Irene Purba menyebutkan, prediksi kondisi cuaca tersebut terjadi terutama di daerah pegunungan, sebagian lereng timur, pantai timur, dan pantai barat. “Waspadai hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir. Cuaca ini juga dapat berpotensi menyebabkan banjir, longsor, dan angin kencang,” ungkapnya dalam keterangan resmi melalui WhatsApp, Jumat (4/12).
Menurut dia, secara umum hujan akan terjadi pada siang dan malam hari. Bukan hanya itu, dini hari juga tetapi tidak seluruh wilayah yaitu Medan, Gunungsitoli, Langkat, Karo, Deliserdang, Simalungun, Asahan, Dairi, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Samosir, Sergai, Batubara, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Binjai, Tebingtinggi, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, dan Nias Utara. “Suhu udaranya berkisar 14 hingga 30 derajat celsius, sedangkan kecepatan angin rata-rata 10 knot dan kelembaban 60-100%,” sebut Lestari.
Ia menuturkan, khusus hujan lebat disertai petir dan angin kencang bakal terjadi di beberapa wilayah. Antara lain, Medan, Langkat, Karo, Deliserdang, Sergai, Batubara, Binjai, dan Tebingtinggi. “Meski diperkirakan dilanda hujan, namun pada pagi hari kondisi cuaca berawan,” tuturnya.
Dia menambahkan, diimbau kepada masyarakat dapat berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca dan bencana alam. “Tetap jaga kesehatan dan juga patuhi protokol kesehatan Covid-19,” tukasnya. (mag-01/ris)
SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Majunya Darma Wijaya menjadi calon pemimpin di Serdang Bedagai (Sergai) bukan tanpa tujuan. Dirinya, akui menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik setelah daerah ini mekar dari Deli Serdang selama 17 tahun sejak 2003 silam.
SERDANG BEDAGAI
Perubahan tersebut di antaranya mulai dari pola pikir masyarakat, kesejahteraan, keberadaan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, birokrasi serta layanan administrasi yang selama ini sudah berjalan namun belum maksimal.
Layanan administrasi contohnya, Wiwik bakal merubah sistem layanan pada masyarakat agar lebih mudah. Pengurusan administrasi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan lainnya tidak lagi akan dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Silil (Disdukcapil), namun cukup di kantor Kecamatan saja.
“Birokrasi layanan adminstrasi harus kita ubah untuk meningkatkan layanan. Selama ini masyarakat mengeluh lambatnya proses pengurusan KK dan KTP. Selain itu juga jauh sehingga birokrasi harus dipangkas,” jelasnya, Jumat (4/12/2020).
Jadi pengurusan lebih mudah, masyarakat cukup datang ke kantor Kecamatan untuk foto. Setelah itu ada Kepling atau tenaga pemerintahan lain yang memproses semua itu hingga berkas yang dibutuhkan sampai ditangan masyarakat
“Kalau perlu masyarakat hanya datang ke kantor camat untuk foto, setelah itu biarlah pegawai pemerintahan yang menyelesaikannya hingga tuntas,” tambahnya
Wakil Bupati Serdang Bedagai periode 2016-2021 ini memastikan layanan itu semua tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Waktu layanan juga akan dipersingkat hanya beberapa hari KK dan KTP yang dibutuhkan masyarakat harus selesai.
“Itu semua tentunya dibutuhkan kebijakan baru yang membawa Sergai menuju perubahan dan pembaharuan, jika saya diberi amanah oleh warga, semua itu akan saya jalankan,”ujarnya.
Tidak hanya layanan administrasi, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan serta lainnya juga akan dipermudah. “Kita akan tingkatkan PAD yang ada, sehingga alokasi anggaran di pendidikan dan kesehatan akan meningkat dan kualitasnya membaik,” pungkasnya.(*)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama koperasi simpan pinjam BMT Amanah Ray, Ir Rusdiono dituntut jaksa dengan hukuman 7 tahun penjara. Dia dinilai terbukti melakukan kasus penipuan uang nasabah senilai miliaran rupiah, dalam sidang di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (4/12).
Palu Hakim-Ilustrasi
“Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, agar menjatuhkan terdakwa dengan pidana 7 tahun penjara,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Indra Zamachsyari.
Penuntut umum juga membebankan terdakwa membayar denda Rp10 miliar subsider 3 bulan penjara. “Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal 46 ayat (1) UU RI No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan,” tandas jaksa.
Atas tuntutan jaksa, majelis hakim diketuai Jarihat Simarmata, memberikan kesempatan terdakwa menyusun nota pembelaan (pledoi) yang akan dibacakan pada sidang pekan depan. Sebelumnya, jaksa menjelaskan, kasus itu bermula tahun 2014 saat saksi Dewi Warna Fransiska Ginting ditawarkan petugas kutip BMT Amanah Ray, Matsani Azahra untuk menabung di BMT Amanah Ray dengan pilihan deposito berjangka dan keuntungan berbeda.
Saksi Dewi Warna Fransiska Ginting lalu setuju atas tawaran itu, dan menyerahkan uang Rp20 juta untuk didepositokan ke BMT Amanah Ray. Pada September 2019, Dewi lalu pergi mendatangi kantor BMT Amanah Ray Cabang Delitua, bermaksud menarik uang yang didepositokan, namun ia diminta untuk ke kantor BMT Amanah Ray pusat dan didapati kantor BMT Amanah Ray telah tutup.
Mengetahui hal itu, saksi bersama korban lainnya mendatangi dan membuat laporan pengaduan di Polda Sumut terkait BMT Amanah Ray yang telah tutup dan tidak bisa mengembalikan uang nasabah yang telah didepositokan uangnya, hingga akhirnya terdakwa ditangkap dan ditahan pada 24 Januari 2020 di Polda Sumut.
Selama terdakwa menjalankan BMT Amanah Ray sebagai Direktur Utamanya, BMT Amanah Ray tidak ada memiliki izin pembiayaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jaksa juga menjelaskan, sejak berdirinya BMT Amanah Ray tahun 2007, terdakwa mendapatkan kucuran dana dari beberapa sumber yaitu, himpunan dana dari masyarakat yang menabung di koperasi BMT Amanah Ray, Pinjaman dana dari Bahana Artha Ventura berkisar Rp25 miliar. Kemudian dana dari Bank Muamalat sekitar Rp17 miliar, pinjaman dana dari Bank Syariah Mandiri sekitar Rp6 miliar dan pinjaman dana dari Lembaga Penyalur Dana Bergulir sebesar Rp7 miliar.
Jaksa menyebutkan, keuntungan BMT Amanah Ray adalah dari pembiayaan ke masyarakat dengan laba keuntungan 2,5 persen untuk pembiayaan harian, dan 1,5 persen untuk pembiayaan bulanan, sedangkan 1,1 persen sampai dengan 1,5 persen untuk anggota koperasi. Akibat perbuatan terdakwa, saksi Dewi Warna Fransiska Ginting, mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp1.010.000.000. (man)