SIDANG: Oknum Polisi dan seorang rekannya saat menjalani sidang tuntutan secara virtual, Jumat (4/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – David Batarius Simangunsong, dituntut selama 4 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara. Oknum polisi yang bertugas di Polsek Delitua ini, dinilai terbukti atas kepemilikan sabu seberat 0,1 gram, dalam sidang di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (4/12).
SIDANG: Oknum Polisi dan seorang rekannya saat menjalani sidang tuntutan secara virtual, Jumat (4/12).
Tuntutan yang sama juga diberikan kepada terdakwa Juni Hanase, dimana keduanya dinilai melanggar Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Meminta kepada majelis hakim, agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa David Batarius Simangunsong dan Juni Hanase dengan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara,” kata JPU Ramboo Loly Sinurat, dalam nota tututannya.
Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Eliwarti menunda persidangan pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari para terdakwa. Mengutip surat dakwaan, terdakwa Juni Hansen dan David Batarius Simangunsong pada 1 April 2020, ditangkap petugas dari Polsek Medan Baru, berbekal informasi dari masyarakat tentang peredaran Narkotika di Jalan Denai Kelurahan Tegal Sari Mandala, Medan Denai.
Kemudian para saksi langsung melakukan penyelidikan, petugas melihat terdakwa Juni dan David sedang mengendarai satu unit sepeda motor. Selanjutnya, para saksi melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip berisi Narkotika jenis sabu yang ditemukan dari tangan kiri Juni Hansen.
Kemudian para saksi mengintrogasi dan keduanya mengakui sabu tersebut milik mereka berdua yang dibeli dari seorang bernama Abang (DPO) di Jalan Selam Perumnas Mandala, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai seharga Rp70 ribu. (man)
KISARAN, SUMUTPOS.CO – Suprayono, warga Desa Padang Balarang, Kecamatan Selesai, Kota Binjai, nyaris menjadi bulan-bulanan warga. Pasalnya, pria berusia 52 tahun ini nekatnya mencuri uang dari tas milik jamaah Masjid Raya, Jalan Imam Bonjol, Kisaran. Beruntung dia cepat diamankan ke Polsek Kota Kisaran.
Ilustrasi
Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran, Ipda Erwin S, mengatakan, Suprayono hingga kemarin masih ditahan untuk diperiksa dan dimintai keterangan atas perbuatannya. Ia mengatakan, kejadian bermula ketika pelaku datang ke masjid dan duduk-duduk di pelataran teras masjid pada Kamis (3/12) malam. Menurut pengakuan petugas masjid, ia terlihat beberapa malam sudah tidur di masjid tersebut.
Pada saat bersamaan, ada jamaah yang tidur-tiduran di teras masjid. Di sinilah ia mulai melihat kesempatan dan mengambil tas santri tersebut yang didalamnya berisikan uang Rp500 ribu. (mbc)
curanmor: Sarbinoto Kudadiri (34) tersangka curanmor diamankan bersama sepeda motor All New Beat BB 4556 ZC curiannya.dewi/sumut pos.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sarbinoto Kudadiri (34), warga Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, diamankan personel Unit Resum dan Opsnal Sat Reskrim Polres Dairi dari Kota Medan. Dia diamankan karena dilaporkan telah mencuri sepeda motor All New Beat BB 4556 ZC, milik Butedniah Jamin.
curanmor: Sarbinoto Kudadiri (34) tersangka curanmor diamankan bersama sepeda motor All New Beat BB 4556 ZC curiannya.dewi/sumut pos.
Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting SIK MH melalui Kasubbag Humas Iptu Doni Saleh mengatakan, pelaku diamankan pada, Selasa (1/12) di Kota Medan. Dijelaskan Doni, kasus pencurian satu unit sepeda motor All New Beat tersebut terjadi pada, Rabu (18/11) di rumah korban Jalan Sekolah, belakang Gedung Nasional, Kelurahan Sidikalang, Kecamatan Sidikalang. Lebih lanjut Doni menjelaskan, dari keterangan korban pencurian mengatakan, pencurian sepeda motor terjadi saat korban sedang di kamar mandi. “Setelah keluar kamar mandi korban melihat sepeda motor yang diparkir di depan rumah sudah tidak ada di tempatnya,” ucap Doni, Jumat (4/12).
Esoknya kejadian itu dilaporkan korban ke Polres Dairi. Beberapa minggu kemudian, sepeda motor miliknya terlihat oleh korban di salah satu bengkel sedang diperbaiki. Korban pun sempat bingung karena plat nomor telah diganti, namun korban yakin kalau itu sepeda motor miliknya dan kemudian memberitahukan ke Polisi.
Personel Unit Resum dan Opsnal Sat Reskrim Polres Dairi selanjutnya mengamankan sepeda motor dari bengkel dan membawanya ke Mapolres Dairi.Setelah mendapatkan ciri-ciri pelaku, petugas mencari pelaku. Dari informasi didapat, pelaku sedang berada di Kota Medan.
Personel Opsnal Sat Reskrim Polres Dairi pun langsung bergerak dan menangkap pelaku di Kota Medan. (mbc)
VIRTUAL: Canakya Suman, terdakwa penggelapan SHGB di Bank BTN menjalani sidang tuntutan secara virtual, Jumat (4/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Canakya Suman, terdakwa kasus peminjaman kredit di Bank Tabungan Negara (BTN) dengan modus mengagunkan 93 Serifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dituntut selama 3 tahun 6 bulan penjara. Dia dinilai terbukti melakukan penggelapan 35 SHGB, yang merugikan BTN senilai Rp14,7 miliar.
VIRTUAL: Canakya Suman, terdakwa penggelapan SHGB di Bank BTN menjalani sidang tuntutan secara virtual, Jumat (4/12).
Dalam nota tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Nelson Victor, perbuatan Direktur PT Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) melanggar Pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana. “Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Canakya Suman dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan penjara,” ujarnya, dihadapan Hakim Ketua, Tengku Oyong, di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan.
Menurut JPU, hal yang memberatkan terdakwa karena telah merugikan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan dan terdakwa belum berdamai dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan. “Sedangkan hal yang meringankan terdakwa, karena bersikap sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum,” katanya.
Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan pada Selasa 8 Desember 2020 dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa.
Di luar persidangan, saat ditanya dasar JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana, JPU mengatakan karena itu yang terbukti. “Berdasarkan saksi-saksi dan barang bukti di persidangan, karena terdakwa yang menyerahkan sertifikat,” tandasnya.
Mengutip dakwaan jaksa, kasus bermula pada tahun 2014, terdakwa Canakya sebagai Direktur PT Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) mengajukan kredit pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan dengan nilai sebesar Rp 39,5 miliar dengan jaminan sebanyak 93 buah Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama PT Agung Cemara Realty.
Dimana saksi Mujianto memberikan kuasa kepada terdakwa Canakya di Kantor Notaris Elvira untuk menjual 93 SHGB dan berdasarkan hal tersebut terdakwa mendapat pinjaman kredit sebesar Rp39,5 miliar.
Selanjutnya, lanjut Nelson, dihadapan saksi Notaris Elviera, terdakwa memberikan kuasa kepada saksi Ferry Sonefille Abdullah, SE selaku Kepala Kantor PT Bank Tabungan Negara Cabang Medan untuk menjual ke-93 SHGB yang dijadikan sebagai jaminan kredit sebelumnya.
Kemudian, pihak PT BTN Cabang Medan melakukan kesepakatan yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor : 00640/Mdn.I/A/III/2011 tentang Pelayanan Jasa Notaris Dan PPAT Dalam Pelaksanaan Pemberian Kredit Oleh Bank Negara.
Dimana pada awalnya, perjanjian tersebut berjalan lancar dimana sebanyak 58 SHGB telah dilakukan pembuatan Akta Pembebanan Hak Tanggungan. Namun, terhadap 35 SHGB yang belum dilakukan APHT, terdakwa Canakya menghubungi saksi Sulianto alias Pak Lek selaku staff notaris Elviera untuk meminta ke-35 SHGB yang sebelumnya terlebih dahulu memberitahukan kepada saksi Notaris Elviera.
Setelah 35 sertifikat tersebut berada pada saksi Sulianto langsung menghubungi terdakwa Canakya untuk janji bertemu di Cambridge Hotel dan menyerahkan sertifikat kepada terdakwa Canakya.
Dimana terdakwa Canakya memberikan uang kepada saksi Sulianto secara bervariasi dan seterusnya perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa Canakya hingga akhirnya ke-35 sertifikat tersebut berada di tangan terdakwa Canakya.
Pada Juni 2016 sampai dengan Maret 2019 terdakwa mengalihkan dan atau menjual ke-35 sertifikat tersebut kepada orang lain tanpa seizin dari pihak PT BTN. Akibat perbuatan terdakwa Canakya, PT BTN Cabang Medan mengalami kerugian berupa hilangnya 35 SHGB yang bernilai kurang lebih sebesar Rp14.775.000.000. (man)
istri Bobby Nasution, Kahiyang Ayu, dan istri Aulia Rachman, Shaula Arindianti, hadir dalam acara doa bersama ibu-ibu pengajian di kediaman Ketua Pengajian Silaturahmi Sejuta Umat, Hj Zunaidar Rivai di Jalan Sei Bah Mendaris, Medan Baru, Jumat (4/12/2020).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Permohonan doa dan dukungan bukan hanya diminta Muhammad Bobby Afif Nasution dan H Aulia Rachman sebagai pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Istri-istri pun turun memohon doa dan dukungan untuk keberhasilan suaminya dalam kontestasi Pilkada 2020.
Istri Bobby Nasution, Kahiyang Ayu dan istri Aulia Rachman, Shaula Arindianti tampak hadir dalam acara doa bersama ibu-ibu pengajian untuk memenangkan paslon nomor urut 2 tersebut, menjadi pemimpin Kota Medan mendatang di kediaman Ketua Pengajian Silaturahmi Sejuta Umat, Hj Zunaidar Rivai di Jalan Sei Bah Mendaris, Medan Baru, Jumat (4/12/2020) petang.
Turut hadir istri Ketua Tim Pemenangan HT Milwan, Adlina, ibunda Bobby Nasution, Ade Hanifah Siregar dan ibu-ibu perwakilan dari partai pendukung seperti Golkar, PDIP, PAN, NasDem, Perindo, Hanura, Gerindra, PPP, dan PKB. Termasuk perwakilan ibu-ibu dari 21 kecamatan di Medan.
Perwakilan 50 pengajian di Medan juga turut berzikir memohon doa kemenangan Bobby-Aulia. Tak hanya itu, mereka juga mengkhatamkan Alquran untuk Bobby-Aulia. Yakni pengajian Al-Hidayah, BKMT, Muslimin, Medan Petisah, Mukadimah, Al Hasanah, Annisa Syarif, Darul Ilma, Siti Khodijah, As-Salinah, Uswatun Husna, Zahratur Ridho, Medan Baru, Villa Gading Mas, Tasbi, Ros Ramzi, Aceh, Griya Riatur, Al-Washliyah, As Soka, Raudah, Komplek Pemda, Gaperta Ujung, Bayangkari, PMD, Sadongan, Tengku Daud, Surya Berkah, Asiyah, Melayu, Padang, Siregar, Al Zaidar, Al Qaromah, Hikwan, Muslimat NU, Griya Martubung, Al Munawwarah, Sakinah, Al Arabi, Perumnas Simalingkar, Al Tarisa, Raimah, Ar-Ridho, Peralis, An-Nur, Askakiah, Pondok Surya, Limo Dunsanak, IPHI dan Majelis Taklim Nurul Hidayah.
Dipandu Ustaz Hasbi Al Mawardi, Kahiyang Ayu dan Shaula Arindianti tampak mengikuti doa dengan hikmat untuk bermunajat kepada Allah SWT agar para suami mereka bisa menjadi pemimpin untuk membuat perubahan di Kota Medan.
Dalam kesempatan ini, tuan rumah Zunaidar mengungkapkan, banyak yang ingin datang untuk mengikuti doa bersama dan zikir untuk kemenangan Bobby-Aulia. Namun karena pandemi Covid-19, hanya satu orang perwakilan saja yang datang. “Maaf kepada yang lain yang tidak diundang, mohon doanya untuk kemenangan Bobby-Aulia,” kata dia.
Ia mengajak ibu-ibu harus semangat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember nanti, sehingga dapat memilih pemimpin yang penuh keberkahan. “Yakinlah ini bukan untuk pribadi, tapi visi misi Bobby untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dan lemah,” pungkasnya. (rel)
Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut/Veri Ardian TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, meninjau korban banjir di kawasan Perumahan De Flamboyan Tanjung Selamat Kabupaten Deliserdang, Jumat (4/12/2020).
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Hujan yang mengguyur sejumlah kawasan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang menyebabkan debit air di sejumlah sungai di Kota Medan cukup tinggi. Kondisi itu membuat tanggul seperti di Sungai Belawan, Desa Tanjung Selamat jebol dan menyebabkan banjir di permukiman warga.
Mengetahui itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi langsung meninjau lokasi perumahan yang terdampak banjir di Tanjung Selamat, Jumat (4/12) pagi. Langkah awal untuk penanggulangan, ia meminta personel TNI/Polri serta Basarnas siaga terus dan mencari korban yang kemungkinan terseret air saat banjir melanda sejak Jumat (4/12) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.
“Petugas nanti akan membantu membersihkan rumah. Apabila nanti malam ada hujan yang begitu deras (banjir susulan), bapak-bapak jangan tinggal di rumah. Pindah ke tempat yang aman, kunci pintunya (rumah). Ibu-ibu dan anak-anak biar di sini (posko pengungsian). Sudah disiapkan dapur dan makan. Air bersih juga akan datang,” ujar Gubernur, kepada masyarakat di lokasi.
Adapun tempat penampungan sementara warga korban banjir, kata Gubernur, dua lokasi disiapkan. Yakni Balai Desa Tanjung Selamat dan Arhanudse Tanjung Selamat. Namun dirinya mengingatkan kepada petugas penanggulangan bencana untuk memperhatikan kapasitas dan kelayakan fasilitas pendukung seperti sanitasi, MCK, hingga pelayanan kesehatan bagi warga di lokasi khusus.
“Untuk kesehatan, berobatnya di luar (lokasi khusus). Jadi disini dibuat tempatnya nyaman dan enak. Kondisi seperti ini kita harus saling mengerti, jaga anaknya, orang-orang tua dan yang sakit. Tempatnya di tempat yang bagus. Kalau kurang (tempatnya), nanti koordinasi dengan Arhanud untuk ditempatkan di sana,” kata Edy.
Edy pun menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa ribuan warga di Sumut, khususnya Deli Serdang dan Medan yang baru saja mengalami bencana banjir. Selain itu, beberapa daerah dalam dua pekan terakhir pun terdampak, seperti Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Humbang Hasundutan dan Binjai. Karenanya kepada petugas diminta untuk mewaspadai dan siaga hingga menyiapkan alat berat di sejumlah tempat yang rawan longsor seperti di Sibolangit.
Selain meninjau warga dan pengungsian, Gubernur juga melihat kondisi sungai yang kini sudah berangsur surut. Dari lokasi, ia bersama Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan dan Kepala BWS Sumatera II Maman Noprayamin melihat bagaimana perubahan alur sungai yang direkayasa untuk kepentingan pembangunan rumah.
“Pertama, Sungai Belawan, ada rekayasa sungai yang tidak profesional. Saya bersama BWS menyaksikan secara pasti. Sungai Belawan ini sifatnya seperti huruf C. Tetapi saya lihat ada sungai yang dimatikan. Kita akan fungsikan kembali,” kata Edy.
Kemudian sungai yang ada saat ini, lanjut Edy, adalah sungai buatan yang akan dilakukan normalisasi. Sejumlah titik pun dinilai bisa menjadi tempat rekayasa sungai agar aliran air lancar guna mencegah banjir. Namun hal itu katanya, akan dikoordinasikan lebih lanjut kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan.
Sementara itu, Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Mega Hadi Kristianto menyampaikan bahwa hingga kini, jumlah korban ditemukan sudah mencapai 4 orang meninggal dunia di kawasan Tanjung Selamat. Sedangkan di tempat lain, dua orang ditemukan meninggal dunia akibat terseret air.
“Intinya kita masih terus mencari dan mengambil langkah penyelamatan dan evakuasi dulu. Untuk data, kita belum final, masih ada kemungkinan perkembangan. Termasuk untuk yang hilang, kita masih kumpulkan data pastinya,” katanya.
Ribuan Rumah Terdampak
Data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Sumut untuk korban banjir di tiga daerah, yakni Kota Medan dengan jumlah yang dinyatakan hilang sebanyak 6 orang, satu diantaranya masih usia balita, dimana dua orang dewasa ditemukan meninggal dunia. Sedangkan rumah yang terendam sebanyak 2.773 unit, 1.983 KK dan 5.965 jiwa yang tersebar di 7 kecamatan dan 13 kelurahan.
Untuk Kabupaten Deliserdang, banjir menimpa Desa Tanjungselamat dengan jumlah 500 rumah yang terendam banjir. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, air juga merendam 400 rumah di Desa Sejarahbaru, Kecamatan Delitua, dengan ketinggian air mencapai 4-6 meter.
Sedangkan di Kota Binjai, sebanyak 3.374 KK di 5 Kecamatan 16 Kelurahan yang terdampak banjir tersebut. Hujan dengan intesitas lebat yang terjadi pada kamis sore hingga malam mengakibatkan meluapnya DAS Bingai dan DAS Mencirim dan merendam ribuan rumah yang berada di sekitaran bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Binjai. (rel)
Aulia Rachman meninjau banjir di Jalan Yos Sudarso tepatnya di Jalan Aloha Pasar V, Labuhan Deli, Medan Marelan pada Jumat (4/12/2020).
MEDAN, SUMUTPOS.CO — Calon Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Aulia Rachman meninjau banjir di Jalan Yos Sudarso tepatnya di Jalan Aloha Pasar V, Labuhan Deli, Medan Marelan pada Jumat (4/12/2020). Namun, sebagai antisipasinya para warga berinisiatif membuat bendungan berupa pasir yang diletakkan dalam goni.
Luapan Sungai Deli juga terjadi di kawasan Jalan Platina Titipapan Kecamatan Medan Deli, Aloha Kelurahan Martubung, Jalan Ileng dan Young Panah Hijau sudah merembes akibat tingginya debit air sudah rata dengan tanggul.
Aulia memantau jembatan gantung di Aloha yang nyaris rubuh, karena diterjang derasnya aliran air dan juga banyaknya tumpukan sampah yang tersangkut dibawah jembatan Aloha. Sebagian besar warga yang bermukim di atas tanggul Sungai Deli sudah mengungsikan barang-barangnya.
Untuk tak memadati atau upaya tak runtuh, maka jembatan Aloha saat ini ditutup sebagai bentuk antisipasi masyarakat yang ingin lewat sebagai penghubung Jalan Yos Sudarso dengan Pasar V Marelan. “Tadi gak kayak gini. Ini tinggal ambruknya aja pak,” ucap warga kepada Aulia.
Debit air sungai yang terus meluap hingga ke Jalan Besar Yos Sudarso, dikhawatirkan semakin parah. “Mudah-mudahan bisa cepat surut, agar warga tak khawatir lagi,” kata pendamping Bobby Nasution tersebut.
Kondisi saat ini warga merisaukan dan mengkhawatirkan akan luapan air dari sungai yang terus mengalir di sekitaran pemukiman mereka. (rel)
DILANTIK: Musa Rajekshah menerima pataka saat dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.
DILANTIK: Musa Rajekshah menerima pataka saat dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.
RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatra Utara, Musa Rajekshah menekankan pemenangan paslon yang didukung Partai Golkar dalam Pilkada 9 Desember 2020.
“Saya minta seluruh kader berjuang sekuat tenaga memenangkan pasangan calon yang didukung Partai Golkar pada Pilkada. Ini amanah ketua umum, Pak Airlangga Hartarto,” kata pria yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara itu, saat berkunjung ke Labuhanbatu dalam acara konsolidasi Partai Golkar Sumatra Utara, Jumat (4/12).
Sementara Ketua DPD Golkar Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe yang juga merupakan calon yang diusung Partai Golkar, mengatakan bahwa pihaknya yakin akan memenangkan Pilkada 2020 ini.
“Dalam pemilu legislatif Partai Golkar Labuhanbatu merupakan pemenang dengan 10 kursi di Legislatif, ini merupakan modal awal yang bagus untuk menenangkan Pilkada ini,” katanya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPD II Golkar Labuhanbatu Utara, Ali Tambunan, Ketua Golkar Labuhanbatu Selatan, Khairul Harahap, pengurus ormas Partai Golkar se Labuhanbatu raya dan ratusan kader Partai Golkar se Labuhanbatu raya. (fdh)
Muhammad Bobby Afif Nasution berkeliling memantau kondisi infrastruktur yang terdampak banjir di Kota Medan, Jumat (4/12/2020).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution membatalkan seluruh agendanya demi memantau banjir yang melanda Medan, Jumat (4/12/2020). Tak hanya satu tempat, Bobby berkeliling Medan memantau kondisi infrastruktur yang terdampak banjir.
Menantu Presiden Jokowi ini tanpa sungkan turun ke kawasan banjir. Berbekal sendal dan melipat trainingnya hingga ke betis, pasangan calon nomor urut 2 itu menjejakkan kaki ke dalam banjir. Bahkan di kawasan Kampung Lalang, Bobby menumpangi pick up warga, dan gelantungan memantau kondisi banjir hingga ke Jalan Pendidikan, Medan Sunggal, dekat dapur umum yang didirikan oleh relawan.
Warga yang didominasi emak-emak tampak berkolaborasi memasak nasi dan lauk untuk makan siang warga di sana. “Kami masak nasi, pakai ikan asin dan mie, untuk makan warga terdampak,” ucap warga.
Bobby memantau dapur umum yang disediakan Relawan Pasti Bobby untuk warga Cinta Damai yang banjir.
Usai melihat dapur umum, Bobby menyarankan kepada relawan untuk menambah dapur umum. “Tambah lagi dapur umumnya ya di daerah sana, biar lebih banyak (yang mendapatkan),” ucapnya.
Selanjutnya memantau banjir di kawasan Kampung Lalang bersama tim menuju Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia. Di sana ia memantau dapur umum yang disediakan Relawan Pasti Bobby untuk warga Cinta Damai yang banjir. Pantauan berlanjut hingga Tanjung Gusta dan Kelambir V, Medan Helvetia. Jalan-jalan banjir disusuri Bobby sambil menyapa warga. Suami Kahiyang Ayu ini pun melihat kondisi drainase yang tersumbat, sehingga air membanjiri jembatan.
Keluhan-keluhan disampaikan warga kepadanya. Mereka berharap bantuan Bobby Nasution. “Tolong bantu kami pak, banjir, makan pun belum kami,” tutur warga.
Seorang pedagang Pasar Kampung Lalang, Sembiring mengungkapkan baru kali ini banjir sampai ke jalan raya. “Sejak dagang di sini, baru dua kali banjir. Tahun 2001 lalu, sama sekarang. Ini banjirnya paling parah. Makanya, mudah-mudahan nanti pemimpin kita bisa tanggap. Untuk Bobby, perhatikanlah masalah banjir ini,” pinta dia. (rel)
SUMUTPOS.CO – Satgas penanganan Covid-19 mengklaim, 11 provinsi sudah mencapai target testing Covid-19 sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia WHO yaitu 1:1.000 penduduk per minggu. Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Budi Santoso mengungkapkan, sisanya sudah melakukan testing sekitar 80-90 persen dari standar WHO. Namun, Budi tidak menjelaskan secara rinci provinsi mana saja yang sudah mencapai target WHO untuk pengetesan kasus Covid-19.
Menurut Budi, ada sejumlah kendala yang dihadapi untuk bisa melakukan testing sesuai standar WHO. Antara lain, wilayah Indonesia yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke serta pemetaan daerah yang satu dengan lain yang berbeda. Contohnya, fasilitas Kesehatan yang ada di Jakarta berbeda dengan daerah terpencil.
“Jadi, sangat sulit untuk bisa memenuhi standar WHO yaitu melakukan testing 1:1.000 penduduk per minggu atau 267 ribu testing per minggu. Karena, karakter Indonesia berbeda dengan negara lain yang bentuknya di peta dunia sudah hampir sama dengan peta dunia sendiri,” kata Budi dalam perbincangan IG Live Katadata Indonesia dengan tema Lawan Penyebaran Covid-19 dengan 3T, Jumat (4/12).
Budi menambahkan, Satgas akan terus berupaya meningkatkan testing kasus Covid-19. Karena, salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah melalui 3T yaitu testing, tracing dan treatment. “Jadi, kami tidak harus menunggu momen tertentu untuk meningkatkan testing, seperti setelah pilkada. Kami terus berupaya untuk terus meningkatkan jumlah pengetesan setiap harinya. Namun, tidak semua daerah mempunyai laboratorium yang sesuai dengan standar sehingga rekomendasinya adalah melakukan tes di daerah terdekat,” jelasnya.
Budi menambahkan, setelah testing maka tahap berikutnya adalah melakukan tracing atau pelacakan. Seharusnya, 80 persen dari kontak erat terakhir dengan pasien positif harus dilakukan tes. Namun, untuk mencapai angka tersebut bukan hal yang mudah. “Masih ada stigma di masyarakat, pasien yang positif tidak mau menyebutkan orang-orang yang melakukan kontak erat dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir. Begitu juga dengan orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif tidak mau melapor,” ujarnya.
Ini yang menjadi masalah utama dalam melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Setelah dilakukan tracing maka langkah berikutnya adalah treatment atau perawatan. Budi menjelaskan, pasien yang dinyatakan positif bisa melakukan isolasi mandiri apabila tidak ada gejala. Namun, apabila mengalami gejala seperti demam, batuk dan lain-lain bisa langsung dirawatdi rumah sakit.
“Keterlambatan membawa pasien positif ke rumag sakit akan membahayakan jiwa pasien. Ini karena masih adanya stigma di masyarakat yang tidak mau melapor Ketika ada yang positif. Ada juga faktor lain yaitu masih belum teredukasinya masyarakat terkait penanganan kasus positif Covid-19,” tambahnya.
Kementerian Kesehatan melaporkan kasus baru Covid-19 per Jumat (4/12) mencapai 5.803. Dengan begitu, total orang terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 563.680. Mayoritas penambahan kasus baru berasal dari Pulau Jawa. Seperti DKI Jakarta dengan 1.092 dan Jawa Barat sebanyak 992.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan penularan virus corona yang tinggi bakal terus menyebabkan jumlah kasus melonjak. Sedangkan tingkat penularan virus yang rendah, tidak akan menghasilkan peningkatan kasus meskipun jumlah tes diperbanyak.
Oleh karena itu, dia meminta masyarakat bersama-sama menekan penularan virus corona. Caranya dengan mematuhi protokol 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “Bukan hanya tracing dan testing, tetapi perubahan perilaku 3M yang menjadi kunci,” kata Wiku.(rel)