31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3887

Sudah Seminggu Mesin ADM Beroperasi, Sehari Cetak 30 Dokumen

MESIN ADM: Seorang wanita beranjak pergi usai menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11). Mesin ini sudah mulai dioperasikan sejak kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) telah beroperasi lebih dari satu pekan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, Namun, keberadaan satu-satunya mesin ADM di Sumut itu belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Kota Medan.

MESIN ADM: Seorang wanita beranjak pergi usai menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11). Mesin ini sudah mulai dioperasikan sejak kemarin.

Pasalnya hingga saat ini, belum begitu banyak masyarakat Kota Medan yang menggunakan mesin pencetak dokumen kependudukan itu. Padahal mesin ADM berfungsi untuk mempermudah masyarakat dalam mencetak sendiri dokumen kependudukannya tanpa harus melakukan kontak langsung dengan pada.

Kepada Sumut Pos, Kepala Disdukcapil Kota Medan, Dr Drs Zulkarnain MSi, mengatakan jika hingga saat ini rata-rata jumlah dokumen kependudukan yang dicetak oleh mesin ADM pada kantor Disdukcapil Medan di Jalan Iskandar Muda, masih sekitar 30 dokumen setiap harinya. “Per harinya yang dicetak melalui mesin ADM di kantor kita masih sekitar 30 dokumen. Target kita ya sebanyak mungkin, setidaknya di atas 50 dokumen lah setiap harinya,” ucap Zul.

Dikatakan Zul, hal itu terjadi karena masih banyaknya masyarakat yang memilih untuk dicetakkan dokumen kependudukannya oleh petugas atau mencetak secara manual. Saat diarahkan untuk mecetak melalui mesin ADM, masyarakat justru banyak yang enggan menggunakannya. “Sebab dalam mindset kebanyakan masyarakat, susah pakai mesin itu, padahal tidak. Tapi Alhamdulillah, yang mau mencetak lewat mesin ADM juga semakin bertambah,” katanya.

Untuk itu, Zul menegaskan, jika pihaknya terus mensosialisasikan keberadaan dam penggunaan mesin ADM kepada masyarakat Kota Medan yang ingin mengurus dokumen kependudukanya secara Online. Sebab, keberadaan mesin ADM adalah salah satu cara jitu dalam memberantas praktik-praktik perantara ataupun calo saat mengurus dokumen kependudukan.

“Petugas kita tidak henti-hentinya mengarahkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat yang datang untuk melakukan pencetakan dokumen kependudukan lewat mesin ADM. Sosialisasi terus kita lakukan, kita optimis penggunaan mesin ADM ini akan terus meningkat,” ujarnya.

Zul pun mengimbau agar seluruh masyarakat Kota Medan dapat segera mengurus dokumen kependudukannya sedini mungkin, bukan mengurusnya saat sudah terdesak.

Sebab Disdukcapil telah menyediakan kepengurusan dokumen kependudukan secara Online, tujuannya agar masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke kantor Disdukcapil ataupun kantor-kantor Kecamatan untuk mengurusnya. Dan yang paling penting, masyarakat akan terhindar dari praktik-praktik perantara ataupun calo.

“Pelayanan online melalui sibisa.pemkomedan.go.id sangat memudahkan masyarakat. Kita tahi tidak semua masyarakat punya waktu untuk datang ke kantor Disdukcapil, maka bisa diurus secara Online dari mana saja. Sedangkan untuk proses pencetakan dokumen, kita imbau untuk memanfaatkan mesin ADM yang saat ini sudah beroperasi di kantor Disdukcapil Kota Medan,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPRD Medan, Abdul Rani SH turut mengimbau kepada masyarakat Kota Medan untuk memanfaatkan mesin ADM tersebut. Pasalnya keberadaan mesin ADM merupakan jawaban dari keluhan masyarakat atas banyaknya praktik calo yang membuat besarnya biaya kepengurusan dokumen kependudukan.

Selain itu, mesin ADM tersebut merupakan mesin ADM percontohan di Sumatera Utara, hingga saat ini baru Kota Medan yang menerapkannya.”Kalau berhasil, maka akan dicontoh oleh Kabupaten/Kota lain di Sumut, artinya mastarakat Kota Medan yang menjadi motor perubahan,” katanya.

Selain itu, anggota dewan dari Dapil Medan 2 (Medan Utara) itu juga mendukung langkah Pemprovsu yang ingin memberikan bantuan 1 unit mesin ADM tambahan untuk dioperasiakan di kawasan Medan Utara. “Sebab jumlah masyarakat di Medan Utara cukup besar, tapi mereka cukup jauh untuk datang ke kantor Disdukcapil Kota Medan untuk menggunakan mesin ADM,” tuturnya.

Ia pun meminta Pemko Medan, yakni Kecamatan hingga setiap Kelurahan di Kota Medan untuk membantu Disdukcapil Kota Medan dalam mensosialisasikan keberadaan dan manfaat serta fungsi dari mesin ADM dalam proses kepengurusan dokumen kependudukan.

“Jadi peran sosialisasi itu bukan hanya ada pada Disdukcapil, tapi jiga Kecamatan hingga Kelurahan. Begitu pun kita minta Disdukcapil utuk terus meningkatkan upayanya dalam mensosialisasikan mesin ADM itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Disdukcapil Kota Medan secara resmi telah mengoperasikan pelayanan pencetakan dokumen kependudukan secara mandiri melalui mesin ADM di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11) yang lalu. Peresmian itu dilakukan langsung Kadisdukcapil Provinsi Sumut, Ismael P Sinaga dan Kadisdukcapil Kota Medan, Zulkarnain.

Sebelumnya dijelaskan, setelah mendaftar secara Online dan mendapatkan pin, masyarakat bisa langsung mencetak dokumen kependudukannya dengan menggunakan mesin ADM. Selain cepat, mudah dan tanpa biaya, mesin ADM dapat mencetak berbagai dokumen kependudukan seperti KK, KTP, Akte Kelahiran, KIA dan lain sebagainya. (map/ila)

Program Pemprovsu Mulai 2021, SPP Siswa SMA Disubsidi Rp35 Ribu

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumatera Utara berencana mengeluarkan kebijakan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk SMA/SMK negeri sederajat. Kebijakan dimaksud berupa subsidi iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Subsidi SPP akan diberlakukan pada awal Januari 2021.

Ilustrasi
Ilustrasi

“Nilai subsidi SPP sebesar Rp35 ribu per siswa. Awalnya, saya ingin BOP ini disubsidi senilai Rp50 ribu. Namun karena dampak pandemi Covid-19n

anggaran untuk sektor pendidikan berkurang. Jadi subsidi hanya Rp35 ribu. Jadi mulai 2021, setiap anak sekolah yang SPP-nya Rp50 ribu per bulan, cukup membayar Rp15 ribu,” ujar Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Rabu (18/11).

Kata Edy, sektor pendidikan merupakan salahsatu visi prioritasnya bersama Wakil Gubernur, Musa Rajekshah (Ijeck), guna diwujudkan selama memimpin Sumut.

Pada tahun anggaran 2019, Pemprov Sumut telah melakukan terobosan dengan menaikkan tunjangan guru honor di tingkat SMA/SMK sederajat hingga Rp90 ribu per jam. “Amanah UU, seharusnya 20 persen (APBN untuk sektor pendidikan). Kita akan lihat nanti ke depan. Karena ‘kan tergantung pendapatan daerah juga. Pendapatan daerah besar akan lebih memudahkan pemberian bantuan terhadap visi dan misi,” katanya.

Selain pendidikan, dirinya juga berharap program prioritas di sektor pertanian, peternakan, agraria, dan ketatatenagakerjaan, dapat diwujudkan di masa pemerintahannya sekitar tiga tahun lagi. “Termasuk pariwisata. Semua ini juga dalam rangka pemulihan ekonomi kita (akibat dampak Covid-19),” pungkasnya.

Khusus Negeri

Terpisah, Kepala Seksi Kurikulum SMA pada Dinas Pendidikan Sumut, Saut Aritonang, mengatakan kebijakan BOP itu hanya diberlakukan untuk SMA/SMK negeri sederajat di wilayah Sumut.

“Swasta kayaknya belum. Ini baru untuk SMA sederajat negeri dulu kami susun,” terangnya saat dikonfirmasi Sumut Pos.

Ia mengamini kebijakan dimaksud bakal diberlakukan pada awal 2021 mendatang. “Ya, awal Januari 2021 akan dimulai,” ungkapnya.

Saut menerangkan, saat ini pihaknya tengah menggodok untuk pematangan regulasi baru dimaksud sehingga dapat ditetapkan sesuai waktu yang direncanakan. “Nantinya diperlukan aturan sebagai pedoman atas pelaksanaan (kebijakan) ini. Apakah peraturan gubernur atau surat edaran. Jadi sekarang kami sedang menuju ke arah itu, sedang kami matangkan lagi programnya,” pungkasnya. (prn)

Poldasu Selidiki Terbakarnya Pajak Tingkat Berastagi

PERIKSA: Petugas Damkar memeriksa puing-puing sisa kebakaran Pasar Tingkat Berastagi.

KARO, SUMUTPOS.CO-Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus terbakarnya Pasar Tingkat Berastagi. Untuk mencari tau asal api,  Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Labfor Polda Sumut) turun ke lokasi, Rabu (18/11) siang.

 Namun hingga sore, polisi masih melakukan pengumpulan bukti-bukti hingga belum bisa memastikan penyebab dan asal muasal api yang meludeskan 535 kios dan 7 rumah itu.

 “Ada ratusan kios yang ludes dalam kebakaran yang terjadi dini hari tadi. Itukan kan satu los, kios-kiosnya banyak. Kita sudah meminta Tim Labfor Poldasu turun untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Ini sebagai proses tindak lanjut menyelidiki penyebab kebakaran,” ujar Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono.

 Sampai hari ini kata Kapolres Tanah Karo, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Selain mencari tau penyebab kebakaran, polisi juga masih mengkalkulasi jumlah kerugian atas kejadian ini. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, baik pedagang, masyarakat lain yang mengetahui kebakaran tersebut.

“Tim Labfor Poldasu ini bekerja untuk menyelidiki kepastian sumber titik api. Sementara kami bekerja mengumpulkan data dari para saksi. Setelah itu, nantinya akan dapat disimpulkan penyebabnya,” ungkapnya.

 Di lokasi terpisah, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH, memuji kinerja tim Damkar Kab. Karo dalam memberikan pelayanan kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. Hal ini terbuktikan saat terjadi kebakaran di Pajak tingkat (Pajak Jahe Jahe) tradisional Berastagi, Selasa (17/11) 2020, tim Damkar berhasil menjinakkan dan mengendalikan kobaran api.

 “Keberhasilan tim ini patut kita apresiasi dan kita berikan reward (penghargaan) sebagai motivasi dan semangat agar kedepan lebih baik lagi dan profesional dalam menjalankan tugasnya, ketika ada tantangan kebakaran,”ujar Terkelin disela sela membagikan bantuan Sembako secara simbolis didampingi oleh Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan, anggota DPRD Karo Herty Delima Br Purba, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan dan Kabid Sarana Prasarana Teguh Purba.

  “Jangan dilihat jumlah banyaknya sembako ini, tapi nilailah adanya kepedulian pemerintah dan perhatian atas kinerja tim Damkar yang selama ini tangguh di lapangan, pantang pulang sebelum api padam,”kata Terkelin Brahmana, Rabu (18/11) pukul 13.00 WIB di ruang Kesenian Taman Mejuah Juah Berastagi.

 Dia meminta petugas Damkar tidak pernah surut dalam bertugas. Ketua DPRD Kab Karo Iriani Br Tarigan meminta tim Damkar  tetap semangat dalam melakukan pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. “Kami tahu dalam kondisi bagaimanapun tim Damkar harus selalu siap dan teruji dalam nyali sekalipun,”ucapnya.

.Sementara Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, membenarkan penghargaan ini terealisasi baru pertama kali terjadi masa kepemimpinan Bupati Karo Terkelin Brahmana, untuk itu peneriman bantuan Sembako keseluruhan 110 orang, sesuai data semuanya dapat, dan adapun bantuan yang diterima berupa telor setengah papan, minyak goreng 1 liter dan gula 1 Kg.  Penghargaan ini sebagai penambah motivasi dalam bertugas agar tim Damkar meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan penanggulangan kebakaran serta penyelamatan, sesuai semboyan Yudha Brama Jaya artina Menang Melawan Api dan memiliki motto, Pantang Pulang Sebelum Api Padam. (deo)

Bus BTS Gratis hingga Desember

RESMIKAN: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meresmikan Bus Buy The Service (BTS) di Terminal Amplas, Jalan Sisingamangaraja, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Animo masyarakat terkait keberadaan Bus Trans Metro Deli di Kota Medan sejak Senin (16/11) lalu, tampak mulai terlihat. Di hari ketiga beroperasinya Bus dengan sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum atau Buy The Service (BTS) itu, masyarakat Kota Medan tampak mulai mencoba untuk merasakan kenyamanan di atas Bus. Apalagi diketahui, Bus masih akan beroperasi secara gratis hingga bulan Desember mendatang.

RESMIKAN: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meresmikan Bus Buy The Service (BTS) di Terminal Amplas, Jalan Sisingamangaraja, baru-baru ini.

Kepala Bagian (Kabag) Operasional Bus Trans Metro Deli, Jimmy Petrus Tamba mengatakan, Bus yang saat ini beroperasi mulai dari pukul 05.00 WIB hingga 23.00 WIB tersebut memang belum bisa menerapkan aturan secara penuh. Misalnya, tentang penggunaan e-money dengan tarif Rp0. Sebab faktanya, saat ini masih banyak masyarakat yang naik bus tersebut tanpa memiliki e-money dan tetap gratis.

“Itu yang sedang kita sosialisikan lagi, teman-teman media juga kami mohon untuk ikut membantu menyosialisasikan. Artinya walaupun gratis, tapi seharusnya tetap pakai e-money,” ujarnya kepada Sumut Pos, Rabu (18/11).

MEWAH: Kondisi di dalam Bus Trans Metro Deli, tampak mewah. Bus ini beroperasi mulai dari pukul 05.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Dikatakan Jimmy, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk segera mengoperasikan Bus moda transportasi modern tersebut di dua koridor lainnya yang masih belum beroperasi hingga saat ini, yakni koridor Lapangan Merdeka – Pinangbaris dan Lapangan Merdeka – Belawan.”Doakan kami supaya bisa kita buka yang dua koridor lagi di bulan depan, tentunya dengan tambahan bus-bus lainnya hingga nantinya total ada 72 unit bus,” katanya.

Terkait keberadaan halte dan tempat perhentian yang belum memadai secara keseluruhan, Jimmya pun mengakuinya. Namun begitu, ia menegaskan jika hal itu bukan kewenangan pihak operator.

“Kita hanya bertugas sebagai operator Bus, untuk halte dan lain-lain bukan kewenagan kita. Begitupun kami akan terus berbenah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” jawabnya.

Terpisah, Ketua Organda Medan, Mont Goreng Munthe tetap menegaskan dua hal yang menjadi permintaan para sopir angkot di Kota Medan. Pertama, Organda Medan menolak beroperasinya Bus BTS di Kota Medan dengan kondisi tarif Rp0 atau gratis. Kedua, Organda Medan menolak beroperasinya Bus BTS di Kota Medan dengan kondisi tempat perhentian yang belum jelas dikarenakan keberadaan halte yang belum tersedia.

“Kita tetap tegas, bahwa Bus Trans Metro Deli atau Bus BTS tetap harus berjalan dengan tarif yang layak, bukan Rp0 ataupun gratis. Karena kalau begitu, itu sama saja ‘membunuh’ angkot-angkot. Lalu Bus BTS juga harus punya tempat perhentian berupa halte yang jelas supaya Bus tidak sembarangan berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang,” tegasnya.

Selain itu, kata Gomery, Organda Medan juga terus mengetuk hati para pengambil kebijakan terkait keberadaan Bus BTS tersebut agar tidak merugikan para sopir angkot yang setiap harinya harus memikirkan cara untuk membayar angsuran mobil angkot ataupun setoran sewa angkot setiap harinya.

Sebab dengan kondisi pandemi ini saja, ditambah adanya transportasi online, para sopir angkot sudah kesulitan dalam membayar kewajiban-kewajibannya. Di sisi lain, para sopir angkot juga harus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Ini bukan persaingan yang sehat. Kami berharap kebijakan dari pemerintah, baik itu pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah sebagai perwakilan kami para sopir angkot. Semoga persaingan tidak sehat ini cepat berlalu,” harapnya.

Di sisi lain, anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari menilai jika pengoperasian Bus BTS tanpa dilengkapi infrastruktur seperti halte adalah sesuatu yang dipaksakan. “Kita tidak menolak Bus BTS itu beroperasi, justru kita dukung agar masyarakat semakin diberi pilihan untuk mendapatkan transporasi yang nyaman dan murah. Hanya saja, kita juga tidak mau Bus itu beroperasi tanpa halte ataupun infrastruktur pendukung lainnya,” kata Dedy kepada Sumut Pos, Rabu (18/11).

Diungkapkan Dedy, Pemko Medan seharusnya telah memastikan terlebih dahulu ketersediaan infrastruktur yang mendukung beroperasinya Bus BTS. “Karena kalau begini, kesannya jadi dipaksakan. Kalau memang belum siap beroperasi, harusnya ditunda dulu sampai infrastrukturnya memadai. Lalu dengan Organda, Pemko Medan dalam hal ini Dishub Medan harusnya bisa menjadi ‘jembatan’ dalam menyelesaikan beberapa keluhan mereka,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Bus BTS telah beroperasi di tiga koridor dari lima koridor yang direncanakan. Ketiga koridor tersebut yakni koridor Lapangan Merdeka – Amplas, Lapangan Merdeka – Tuntungan, serta Lapangan Merdeka – Tembung. 

Saat ini total 39 Bus BTS tersebut telah berjalan di Kota Medan dengan total 35 unit Bus yang beroperasi dan 4 bus sebagai cadangan. Rinciannya, 10 unit diantaranya untuk koridor Lapangan Merdeka – Amplas dengan cadangan 1 unit, 16 unit untuk koridor Lapangan Merdeka – Tuntungan dengan cadangan 2 unit dan 9 unit sisanya untuk koridor Lapangan Merdeka – Tembung dengan cadangan 1 unit.

Bus BTS sendiri terdiri dari 2 ukuran, yakni Bus dengan ukuran Besar dengan kapasitas 40 hingga 50 orang dan Bus dengan ukuran sedang dengan kapasitas 25 orang. Bus berukuran besar baru beroperasi di koridor Lapangan Merdeka – Amplas, sedangkan Us berukuran sedang beroperasi di dua koridor lainnya. (map/ila)

Pengadaan Obat HIV/AIDS Diminta Transparan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS HARI HIV/AIDS SEDUNIA: Sejumlah relawan dari Yayasan Caritas PSE melakukan kampanye dalam memperingati Hari HIV/Aids internasional di Lapangan Pertiwi, Medan, beberapa waktu lalu. Pengobatan untuk para penderita HIV/AIDS saat ini hanya 17 persen. Sisanya, 500 ribu penderita tanpa diobati.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilihan penyedia obat Antiretroviral (ARV) untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui jalur e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) diminta agar transparan dan akuntabel. Hal itu lantaran saat ini sedang berlangsung negosiasi obat ARV jenis TLD (Tenofovir, Lamivudine, Dolutegravir).

Ilustrasi.

Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana menyampaikan, proses pengadaan obat-obatan tahun 2021-2022 dengan menggunakan dana pemerintah ini diharapkan bisa menghasilkan harga obat yang paling rasional.

“Fokus kami saat ini mengawasi agar obat ARV jenis kombinasi dosis tetap TLE (Tenofovir, Lamivudine, Efavirenz) dan TLD (Tenofovir, Lamivudine, Dolutegravir) bisa terdaftar di e-katalog terbaru ini dengan harga yang paling rasional,” ujar Aditya dalam keterangan resminya, Rabu (18/11).

Dikatakan dia, dua jenis obat ARV kombinasi dosis tetap tersebut menjadi tulang punggung keberhasilan program penanggulangan AIDS di Indonesia. Saat ini, ada lebih dari 80 ribu ODHA yang mengonsumsi obat ARV dengan jenis kombinasi ini.

Seperti diketahui, sejak tahun 2016, rejimen obat ARV jenis TLE yang dibeli menggunakan dana APBN harganya mencapai Rp405.000. Kemudian pada pengadaan tahun 2020, harganya turun menjadi Rp204.000.

Menurutnya, hal ini tentu menjadi berita yang menggembirakan karena dengan turunnya harga, maka alokasi anggaran yang tersedia dapat mencakup lebih banyak ODHA untuk diberikan pengobatan. Meski sisi lain, informasi tersebut masih menimbulkan pertanyaan lain. “Mengapa selama ini harga yang digunakan begitu mahal, bahkan setelah harganya turun pun tetap berbeda jauh dari harga di pasaran internasional? Per Oktober 2020, harganya hanya 6 dolar Amerika per botol atau setara dengan Rp84.966,” beber Aditya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh negosiasi yang berhubungan dengan pengadaan obat ARV lebih transparan, sehingga masyarakat dapat memantau dan turut memastikan kelancaran prosesnya. “Dengan demikian, tidak terjadi lagi negosiasi harga obat ARV yang terlalu tinggi seperti yang terjadi selama ini,” ucapnya.

Ia menuturkan, obat ini memiliki tingkat toksisitas rendah dan tingkat keampuhan yang lebih tinggi. Selain itu, TLD juga lebih murah dengan harga internasional US$ 5,55 atau Rp77.885 (kurs Rp14.161), sehingga diharapkan harga yang dinegosiasikan tetap berada pada batasan yang rasional.

“ARV kombinasi dosis tetap berjenis TLE dan TLD tersebut merupakan tulang punggung pengobatan bagi lebih dari 80 ribu pasien HIV. Sudah seharusnya pemerintah memperhatikan efektivitas, efikasi pengobatan, dan harga yang terjangkau sehingga dapat mencakup lebih banyak pasien,” cetusnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI pada Triwulan II Tahun 2020, menunjukkan dari perkiraan jumlah ODHA di Indonesia yang mencapai 543.000 orang, baru ditemukan 398.784 orang. Dari jumlah itu, hanya 135.403 orang yang mendapatkan pengobatan atau baru mencakup sekitar 34 persen dari target 90 persen yang seharusnya sudah tercapai pada akhir tahun 2020.

“Pengobatan ARV dibutuhkan bukan hanya untuk menyelamatkan nyawa pasien tapi juga dapat membantu mencegah angka penularan baru. Dengan rutin mengonsumsi ARV, jumlah virus dalam tubuh ODHA menjadi tidak terdeteksi dan tidak lagi berpotensi menularkan pada orang lainnya,” pungkas Aditya. (ris/ila)

Penyintas Covid-19: Rajin Berjemur dan Bergerak

TERSENYUM: Penyintas Covid-19, Norma (kiri) dan saat bersama keluarga (kanan). Norma rajin berjemur setelah dinyatakan positif Covid-19.
TERSENYUM: Penyintas Covid-19, Norma (kiri) dan saat bersama keluarga (kanan). Norma rajin berjemur setelah dinyatakan positif Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyintas Covid-19 asal Kota Medan, Norma, berbagi tips meningkatkan imun tubuh saat dirinya terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu. Ada beberapa tips sehat yang dilakukannya saat menjalani karantina selama dua minggu, dan terbukti baik untuk dirinya. Apa saja?

TERSENYUM: Penyintas Covid-19, Norma (kiri) dan saat bersama keluarga (kanan). Norma rajin berjemur setelah dinyatakan positif Covid-19.
TERSENYUM: Penyintas Covid-19, Norma (kiri) dan saat bersama keluarga (kanan). Norma rajin berjemur setelah dinyatakan positif Covid-19.

Wanita berusia 44 tahun ini bercerita, awalnya ia mengikuti rapid test massal yang digelar perusahaan swasta tempatnya bekerja beberapa bulan lalu. Saat itu seluruh karyawan dinyatakan negatif.

Dua bulan kemudian, perusahaan kembali menggelar rapid test massal. Ternyata ada karyawan yang reaktif. Alhasil, perusahaan menaikkan level test menjadi swab test. Hasil swab, seluruh test menunjukkan aman, tidak ada karyawan yang positif.

Namun sebulan kemudian, suami wanita yang menjabat sebagai Corporate Communication Manager di perusahaannya ini diketahui positif Covid-19. Meski merasa dirinya sehat-sehat saja, tiga minggu kemudian dirinya mengikuti swab test ulang yang digelar perusahaan. Hasilnya, ia positif Corona. “Diduga tertular dari suami. Saya pun langsung menjalani karantina mandiri selama dua minggu meski tanpa gejala,” jelasnya kepada Sumut Pos, Selasa (17/11).

Norma.

Seluruh keluarga inti juga ikut menjalani swab test. Hasil test, mertua laki-laki positif Covid-19, namun kedua anaknya serta mertua perempuan yang tinggal serumah negatif.

“Saya kan heran. Kok bisa negatif ya? Padahal mertua perempuan saya sekamar dengan bapak mertua laki-laki. Selain itu, postur tubuhnya relatif kecil. Makan juga sedikit. Tapi ternyata imun tubuhnya lebih kuat dari kami. Saya mulai perhatikan apa kebiasannya yang berbeda dari kami. Ternyata selama ini mertua perempuan saya rajin berjemur. Maka selama karantina itu, saya pun ikut rajin berjemur di pagi hari,” bebernya.

Ketika berjemur, ia mengakui badan terasa enak saat menerima panas dari sinar matahari.

Selain berjemur, kebetulan saat itu keluarganya juga mesti pindahan rumah. Dengan tetap mengenakan masker dan rajin cuci tangan serta jaga jarak, ia ikut bekerja keras membongkar, menyusun, dan mengangkat barang. “Kan banyak bergerak dan berkeringat tuh. Selama banyak gerak itu, siklus penafasan terasa lebih kencang dan tubuh berkeringat mengeluarkan toksin-toksin. Hingga berakhir karantina, saya tetap tidak mengalami gejala apapun. Oh iya… tak lupa, saya juga rajin mengonsumsi telur rebus, madu, plus vitamin,” katanya.

Selain itu, ia juga rajin melakukan pose sujud seperti diajarkan Dokter Zaidul Akba, konon baik untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru. “Katanya biar paru-paru tidak terendam,” ungkapnya.

Dua minggu kemudian usai karantina mandiri, dirinya kembali menjalani swab test. “Kabar baik, hasilnya negatif,” katanya seraya tersenyum manis

Ia bersyukur, perusahaan tempatnya bekerja turut berinvestasi dengan menggelar swab test bagi karyawan. Program itu dilakukan karena kantor berpraktik di dua zona: Medan dan Toba. Sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19, karyawan yang berasal dari kantor zona merah wajib swab test saat masuk ke kantor zona hijau. Namun karyawan dari zona hijau tidak wajib swab test saat masuk ke kantor di zona merah.

“Ada keuntungan memiliki kantor di dua zona. Tingkat awareness lebih tinggi. Karyawan kedua zona memiliki kesadaran untuk saling mengingatkan. Swab test digelar untuk kebaikan perusahaan,” cetusnya.

Ia menegaskan, perusahaan tempatnya bekerja komit melakukan pencegahan penyebaran Covid 19 di setiap lini operasional. Antara lain, melakukan pemeriksaan suhu tubuh di titik masuk dan keluar, observasi bagi setiap rekan yang kembali dari perjalanan keluar, dan meminimalisasi perjalanan dinas dan tidak melakukan perjalanan secara pribadi domestik maupun internasional, sampai waktu yang belum ditentukan.

Karyawan juga wajib menerapkan disiplin protokol kesehatan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, dan menjaga jarak/jauhi kerumunan.

“Upaya pencegahan penyebaran virus, perusahaan sudah sejak jauh hari menutup sejumlah fasilitas, seperti kolam renang, dan membatasi izin bagi karyawan untuk mengambil cuti. Penyemprotan cairan desinfektan juga dilakukan di seluruh ruangan dan wilayah kerja departemen. Bahkan setiap keluarga pekerja yang berkunjung diwajibkan mengikuti prosedur yang berlaku di perusahaan,” pungkasnya. (mea)

Effendi Simbolon: Pembangunan di Samosir Semakin Maju dan Sejahtera

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI, DR Effendi Muara Sakti Simbolon, menyebutkan, pembangunan yang sedang berlangsung di Kabupaten Samosir merupakan langkah konkrit dalam mendukung majunya wisata Danau Toba.

Effendi Simbolon.

Effendi yang juga sebagai Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) mengaku sudah melakukan kunjungan ke sejumlah desa yang ada di kabupaten seluas 1.444,25 kilo meter persegi itu.

Dalam kunjungannya, Effendi melihat banyak pembangunan di kabupaten yang beribukota Pangururan itu sedang berlangsung. Mulai dari pembangunan drainase, jalan kabupaten, jembatan hingga infrastruktur pariwisata yang anggarannya bersumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut), dan pemerintah pusat. Realisasi pembangunan ini sejalan dengan capaian Pemerintah Kabupaten Samosir yang berhasil meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2020 sesuai dengan surat Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan Kementerian PPN/ Bappenas RI.

“Tentunya ini menjadi momentum bahwa Pemkab Samosir mendukung majunya destinasi wisata yang sudah ditetapkan oleh UNESCO. Selain itu, dukungan tersebut pun turut disertai dengan kucuran anggaran dari pemerintah pusat untuk sejumlah kabupaten yang mengelilingi danau terbesar se-Asia Tenggara, salah satunya Kabupaten Samosir,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Effendi menerangkan dari kunjungannya ke kabupaten yang resmi berdikari pada 18 Desember 2003 itu, terdapat pelebaran alur tano ponggol, rehabilitasi embung nadeak, penataan trotoar dan drainase kawasan pariwisata Samosir, pelebaran jalan pembangunan jalan lingkar pesisir Danau Toba untuk konektivitas 7 kabupaten, dan lainnya.

Effendi menilai bahwa kepmimpinan Rapidin Simbolon sebagai Bupati Samosir dianggap berhasil melakukan pembangunan di sejumlah sector seperti pariwisata dan sektor pertanian – perikanan yang menjadi tumpuan utama mata pencaharian masyarakat Samosir dengan tetap menjaga kelestarian seni, adat dan budaya warisan leluhur “Dalihan na tolu” yang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat samosir.

“Masih banyak yang harus dilakukan guna kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu saya sebagai Anggota DPR RI dan juga yang berasal dari Bonapasogit Pulo Samosir sangat berharap kelangsungan kepemimpinan Rapidin Simbolon guna menjamin terwujudnya semua program pembangunan baik yang ditargetkan oleh Presiden Jokowi maupun aspirasi dari musrenbang di tingkat kabupaten dan provinsi sumut,” ujarnya.

Seperti yang diketahui bahwa Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun untuk mengembangkan Kawasan Danau Toba. Anggaran itu diantaranya diperuntukkan bagi Kabupaten Samosir yang melingkupi pembangunan sumber daya air, bina marga, perumahan dan cipta karya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan pariwisata bukan hanya didukung oleh infrastruktur yang memadai saja, tapi juga harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, ia berharap di kepemimpinan nantinya peningkatan kualitas SDM harus diutamakan.

“Ini bertujuan untuk meningkatkan kepariwisataan kita. Bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik buat pengunjung atau turis baik lokal maupun mancanegara. Saya kira, Samosir sudah banyak berbenah dan banyak perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Pelindo 1 Kembangkan Fulfillment Service dengan Haistar dan LODI

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mengembangkan salah satu segmen bisnis usaha lainnya melalui sinergi dengan dua perusahaan logistik, PT Bintang Dagang Internasional (Haistar) dan PT Inti Digital Logistik (LODI). Tujuannya untuk mendukung bisnis e-commerce atau e-dagang yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia.

Dengan penjajakan kerja sama ini, Pelindo 1 berharap tercatat sebagai BUMN pengelola pelabuhan pertama di Indonesia yang fokus mendukung pengembangan ecommerce.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) untuk kerja sama Pengelolaan Fulfillment Service dilakukan oleh Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo 1, Prasetyo dan Chief Executive Officer Haistar, Donny Maya Wardhana pada Senin (16/11) yang disaksikan Direktur Utama Pelindo 1, Dani Rusli Utama dan dilanjutkan penandatanganan kerjasama dengan LODI oleh Direktur Utama LODI, Zico Prinusa Gosal pada Rabu (18/11) di Jakarta.

Penjajakan kerja sama tersebut meliputi penyediaan gudang, manajemen pergudangan, dan pengiriman barang yang berhubungan dengan bisnis e-commerce di pelabuhan-pelabuhan milik Pelindo 1 maupun pelabuhan di seluruh wilayah di Indonesia. Mendukung hal tersebut, Pelindo 1 juga akan fokus ke bisnis e-logistic melalui kerjasama dengan pelaku bisnis logistik internasional.

“Saat ini salah satu fokus Pelindo 1 adalah terjun ke bisnis e-logistic melalui kerjasama dengan menggandeng para pelaku bisnis logistik nasional maupun internasional. Kerjasama ini merupakan sinergi yang sangat baik dengan mengoptimalkan seluruh potensi logistik dengan pemanfaatan IoT (Internet of Things), selaras dengan semangat Pelindo 1 untuk mengembangkan Kuala Tanjung sebagai Indonesia’s Logistics and Supply Chain Hub,” terang Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo 1, Prasetyo.

Haistar merupakan perusahaan e-logistic yang berdiri sejak April 2018. Haistar memiliki fleksibilitas yang memungkinkan pemilik bisnis untuk berkolaborasi dengan partner Haistar di kota manapun di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Kami sangat bersyukur telah menandatangani MoU dengan perusahaan besar seperti Pelindo 1 sebagai mitra bisnis untuk berkolaborasi dan bekerjasama dalam pengembangan bisnis memajukan logistik khususnya UMKM,” jelas Chief Executive Officer Haistar, Donny Maya Wardhana.

Sedangkan LODI Indonesia merupakan perusahaan logistik berbasis teknologi yang berdiri sejak tahun 2018 yang sangat berpengalaman di bidang industri logistik dan sistem informasi digital.

“Kesempatan yang sangat baik bagi LODI bisa menjalin kerjasama dengan Pelindo 1 dalam pengelolaan fulfillment service yang berhubungan dengan e-commerce dan dapat mempercepat rencana LODI untuk ekspansi di luar Pulau Jawa,” terang Direktur Utama LODI, Zico Prinusa Gosal.

Prasetyo menambahkan bahwa Pelindo 1 terus melakukan inisiatif dan terobosan baru guna mendorong kinerja perseroan sekaligus berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional di tengah situasi pandemi Covid-19. Ke depannya, Pelindo 1 ingin bekerjasama dengan pemain logistik internasional seperti DHL, Amazone, dan Alibaba untuk mengembangkan bisnisnya.

Sebelumnya, Pelindo 1 juga berinovasi  mengembangkan layanan digital seperti: E-Pass, E-Ticketing, dan E-Berthing di terminal penumpang Sri Bintan Pura Tanjungpinang yang kemudian akan segera diterapkan di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Dumai. Dengan terobosan baru ini, Pelindo 1 menjadi pionir untuk digitalisasi layanan di terminal penumpang dan juga logistik di Indonesia. (fac/ram)

Sibolga Ajukan Penambahan 3 Dokter ke Kemenkes RI

VIRTUAL: Dirut RSU FL Tobing Hotma Nauli Hutagalung didampingi Kadis Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu saat mengikuti virtual penandatanganan MoU.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO- Pemko Sibolga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU pendayagunaan dokter spesialis, sub spesialis dan dokter gigi spesialis. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan secara virtual di ruang comandcenter yang bertempat di Kantor Wali Kota Sibolga, Rabu (18/11).

Direktur (Dirut) RSU FL Tobing Hotma Nauli Hutagalung mengatakan, dalam penandatanganan MoU tersebut Pemerintah Kota Sibolga mengajukan penambahan dokter untuk ditempatkan di RSU FL Tobing.

“Ada acara penandatanganan antara Kementerian Kesehatan dengan kepala daerah yaitu Bapak Wali Kota, isi dari kerjasama ini adalah pihak Kemenkes menugaskan dokter-dokter spesialis yang kita butuhkan untuk bertugas di daerah kita ini,” ujarnya.

Hotma menambahkan, ada 3 dokter spesialis yang diminta pihak pemko ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang akan ditempatkan di RSU FL Tobing Sibolga.

“Dimana kita mengajukan permintaan 3 dokter spesialis. Yakni dokter bedah, dokter obgyn, dan dokter spesialis penyakit dalam,” tambahnya.

Hotma berharap, dengan penambahan dokter spesialis tersebut dapat direalisasikan oleh Kementerian Kesehatan dan akan lebih meningkatkan pelayanan di RSU FL Tobing yang dipimpinnya.

“Mudah-mudahan pihak Kemenkes bisa memenuhi kebutuhan kita ini,Tentu saja dengan adanya ketersediaan dokter, pelayanan kepada masyarakat itu bisa semakin meningkat dan semakin bermutu,” pungkasnya. (mag-8/ram)

Idaham Resmikan Gereja GKII Kota Binjai

RESMIKAN: Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham menandatangani prasasti Gedung GKII di Jalan Ikan Tenggiri Nomor 54, Kelurahan Dataran Tinggi, Binjai Timur.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham meresmikan Gedung Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII) Kota Binjai di Jalan Ikan Tenggiri Nomor 54, Kelurahan Dataran Tinggi, Binjai Timur, Selasa (17/11).

Peresmian Gedung Gereja ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Idaham. Kehadiran wali kota dua periode ini disambut hangat oleh para jemaat dan keluarga besar GKII Binjai.

“Saya memaknai peresmian ini sebagai bukti kepemimpinan toleransi seorang kepala daerah yang nasionalisme. Sudah seharusnya kita menjadikan gereja ini sebagai tempat pembinaan umat kristiani khususnya generasi muda, sehingga lahirnya generasi yang cinta akan agamanya,’’ ujar Idaham.

Dia mengatakan kekuatan gereja terletak pada kesatuan hati, solidaritas dan komitmen umatnya. “Keberadaan gereja di tengah masyarakat memegang sebuah amanat agung yang mulia. Namun perlu diingat, bukan dari kemegahan gedung gerejanya. Akan tetapi kekuatan sebuah gereja terletak pada kesatuan hati, solidaritas dan komitmen umatnya untuk mengasihi dan peduli atau menopang satu sama lain,” ujar Idaham.

“Tujuan utamanya menciptakan manusia yang berakhlak mulia dapat tercapai. Ini menjadi modal yang sangat penting dalam mengisi dan mengawal pembangunan Kota Binjai yang kita cintai ini,” sambung dia.

Kota Binjai menjadi Kota paling toleran nomor 9 dari 94 daerah di Indonesia. Kota yang dijuluki Kota Rambutan ini berada diurutan kedua di Provinsi Sumatera Utara setelah Kota Pematangsiantar.

Di hadapan para jemaat Ketua Umum GKII Pusat, Gideon Munthe mengatakan, Gedung GKII Kota Binjai yang paling cantik se Indonesia. “Jangan ada pertikaian baik diantara jemaat itu sendiri, antara jemaat gereja yang satu dengan gereja yang lainnya, dan juga antara jemaat dengan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (ted)