Home Blog Page 3983

Audiensi ke Wali Kota Binjai, Generasi Muda FKPPI Sampaikan Program Lihat Sampah Angkut

BERSAMA: Generasi Muda FKPPI foto bersama Wali Kota Binjai, HM Idaham di sela-sela kegiatan audiensi di Balikota.
 

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham menerima audiensi dari Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri di Balai Kota, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Generasi Muda FKPPI bersilaturahim sekaligus meminta arahan dan bimbingan terkait program Lihat Sampah Angkut.  “Kami mohon bimbingan dan arahan dari bapak agar program ini berjalan dengan baik,”ujar Ketua GM FKPPI, Yofie Satria.

Sementara Wali Kota Binjai, H. M Idaham sangat mengapresiasi program yang diusung Generasi Muda FKPPI yang peduli dengan lingkungan, dan menyerukan agar program Lihat Sampah Angkut dapat terus berkelanjutan.

 “Kami sangat butuh generasi-generasi muda, yang siap bergandeng tangan dengan pemerintahan. Pemerintah kota siap membantu dan mendukung masyarakatnya, apalagi dalam hal kebersihan kota kita,” kata dia.

Idaham pun mengajak Generasi Muda FKPPI untuk bersama-sama melaksanakan program tersebut dalam menjaga lingkungan.

“Harapan saya, tidak hanya program Lihat Sampah Angkut saja yang akan dibuat, juga mengajak masyarakat  untuk menjaga stabilitas keamanan dan turut serta dalam membangun Kota Binjai yang lebih maju,”pungkasnya. (ted/han)

Pencuri Bunga Terekam CCTV

TEREKAM: Pencuri bunga terekam CCTV di rumah warga Kota Rantauprapat.fajar/sumut pos.
TEREKAM: Pencuri bunga terekam CCTV di rumah warga Kota Rantauprapat.fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kejahatan pencurian bunga hias marak selama masa pandemi Covid-19. Teranyar, kejadian pencurian tanaman bunga hias di rumah warga Kelurahan Urungkompas, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, terekam kamera pemantau CCTV.

TEREKAM: Pencuri bunga terekam CCTV di rumah warga Kota Rantauprapat.fajar/sumut pos.
TEREKAM: Pencuri bunga terekam CCTV di rumah warga Kota Rantauprapat.fajar/sumut pos.

Pencurian bunga hias varietas aglonema jenis keladi-keladian itu menjadi viral di media sosial, Jum’at (16/10) sekira pukul 11.00 WIB.

Pencuri yang beraksi di rumah Zainuddin Siregar itu, terekam CCTV terlihat seorang diri mengenakan celana pendek dan jaket kotak-kotak berwarna biru datang dengan mengendarai sepeda motor.

Kemudian secara perlahan memasuki pekarangan rumah Zainuddin Siregar dan menyikat tanaman hias yang berada di teras, dengan cara mencabut tanaman tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong plastik.

“Iya, kejadiannya tadi siang sebelum Salat Jumat. Ada sebanyak 8 tanaman hias saya yang diambil pencuri itu. Padahal bibit tanaman hias itu saya beli seharga Rp800 ribu dan ada yang Rp300 ribu,” ujar Zainuddin Siregar kepada wartawan.

Atas kejadian itu, Zainuddin juga menggunggah foto pelaku pencurian tanaman hias tersebut yang terekam CCTV di media sosial Facebook, agar masyarakat berhati-hati dan waspada bagi yang memiliki tanaman hias di pekarangan rumah.

Dia juga menuliskan di akun Media sosialnya, bagi yang mengenal sosok pencuri bunga tersebut agar memberikan informasi kepadanya. (fdh/azw)

Gadis Kecil Diperkosa dan Dibunuh Paman Sendiri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelajar berinisial MJ (15) asal Tanjungselamat diperkosa dan dihabisi oleh pamannya, S (40). Sang paman kemudian ditangkap petugas kepolisian setelah sebelumnya melarikan diri.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menjelaskan, kasus ini terungkap bermula dari penemuan mayat MJ di dalam kamarnya oleh sang ibu yang baru saja pulang bekerja, Rabu (14/10) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Korban tinggal di Gang Karokaro Perumahan Griya Desa Tanjungselamat, Sunggal Deliserdang.

“Saat ibu korban pulang ke rumah ternyata dalam kondisi pintu terkunci dan lampunya mati. Lalu, meminta tolong kepada saudaranya untuk mendobrak pintu rumah. Setelah berhasil didobrak dan masuk ke dalam rumah, ibu korban mendapati putrinya sudah tergeletak di atas tempat tidur dalam kamar dengan kondisi tangan terikat di belakang, celananya terbalik dan terbuka serta celana dalam berlumuran darah,” ungkap Riko dalam keterangan pers di Mapolrestabes Medan, Jumat (16/10).

Melihat putrinya tak bernyawa bersimbah darah, ibu korban langsung histeris. Selanjutnya, ibu korban bersama keluarganya melaporkan kepada pihak kepolisian. Dari laporan keluarga korban, dilakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap pelakunya yang tak lain paman korban sendiri.

“Paman korban yang memperkosa keponakannya sendiri dan kemudian membunuhnya,” sambung Riko.

Ia menyebutkan, sebelum dihabisi, semula tersangka datang ke rumah ibu korban yang merupakan kakak kandung tersangka untuk meminjam uang dengan alasan terlilit utang. Akan tetapi, ibu korban tak memberikan pinjaman karena tidak memiliki uang.

“Sore hari tersangka datang lagi sekitar pukul 16.00 WIB untuk mengambil barang-barang berharga milik ibu korban yang kebetulan bekerja. Namun, tersangka bertemu dengan korban dan meminta menunjukkan tempat ibunya menyimpan uang,” terang Riko.

Akan tetapi, korban tidak tahu menunjukkan. Karena itu, tersangka emosi lalu menyekap korban dan menyumpal mulutnya dengan kain. Selain itu, mengikat tangan korban lalu memperkosanya saat pingsan.

“Ketika diperkosa, korban tersadar lalu berusaha berontak dan berteriak. Spontan, tersangka lalu membekap mulut korban menggunakan guling. Namun, korban terus berontak hingga akhirnya dicekik. Setelah diyakini tidak bernyawa, tersangka kemudian memperkosa lagi korban,” papar Riko.

Usai puas menghabisi nyawa korban, tersangka kemudian mengambil barang berharga milik ibu korban. Setelah itu, melarikan diri.

“Sekitar 17 jam, tersangka akhirnya ditangkap saat bersembunyi di rumah kosong Pasar III Tanjungsari, Medan Selayang sekira pukul 23.00 WIB. Tak berapa lama, berhasil ditangkap dua tersangka lagi yang merupakan rekan tersangka S,” tuturnya.

Menurut Riko, peran kedua rekan tersangka S turut membantu menjual barang hasil kejahatan milik korban. Barang berharga tersebut berupa 1 unit laptop dan 4 unit handphone.

“Akibat perbuatannya, tersangka S terancam hukuman kurungan penjara maksimal seumur hidup atau 20 tahun,” pungkasnya. (ris/azw)

Pemko Medan Galakkan Olahraga Sesuai Protokol Kesehatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 diharapkan tidak menganggu aktivitas masyarakat. Untuk itu, warga Kota Medan diminta untuk tetap berolahraga guna menjaga imunitas tubuh.

Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan Drs H A’zam Nasution MAP. “Kita meminta agar masyarakat terus menggalakkan olahraga. Sebab, olahraga akan meningkatkan imunitas tubuh,” ujarnya di Medan, kemarin.

Dikatakan, olahraga yang paling baik dilakukan oleh masyarakat semua umur, yakni joging atau jalan kaki. Bersepeda atau olahraga individu lainnya yang bisa menjaga physical distancing dan sosial distancing juga baik dilakukan.

Untuk olahraga, Pemko Medan berencana menggelar lomba Gowes Virtual. Lomba ini rencananya digelar akhir tahun 2020 mendatang. “Rencana kita menggelar lomba bersepeda secara virtual. Teknisnya, nanti kita umumkan,” paparnya.

Selain itu, berjemur di panas matahari pagi, juga jangan ditinggalkan. Walau sederhana, banyak manfaat dari berjemur untuk kesehatan. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, dia menyarankan warga berolahraga di rumah. Berolahraga di rumah bisa dengan menggunakan alat olahraga atau treadmill.

Menurut A’zam, untuk sementara sebisa mungkin hindari olahraga tim. Jika pun tetap mau melakukannya harus menjalankan protokol kesehatan seperti menyediakan hand sanitizer, sabun cuci tangan, pengukur suhu badan, dan sarana menjaga kebersihan lainnya.

“Sebenarnya banyak bentuk olahraga menggerakkan badan. Bercocok tanam atau berkebun juga bisa menjadi alternatif. Jika ada ruang kosong di belakang rumah, lakukan bertanam atau berkebun. Keringat ke luar, pangan pun tersedia nantinya,” kata A’zam.

 Lebih lanjut A’zam mengatakan, di masa pandemi Covid-19 saat ini warga jangan patah semangat untuk menjadi produktif. Di saat sekarang inilah masyarakat harus lebih kreatif dalam memilih aktivitas olahraga yang sekaligus menghasilkan salah satunya berkebun.

“Berkebun ini yang mungkin tidak pernah dipikirkan masyarakat. Aktivitas berkebun di perkarangan rumah adalah bentuk olahraga yang sekaligus menghasilkan. Intinya kita jangan pernah berhenti berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh,” pesannya.

Pria yang suka sepak bola ini menambahkan, meski Pemko Medan sudah menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tapi bukan berarti bisa bebas. Dia pun mengingatkan warga Kota Medan untuk selalu mengenakan masker saat di luar rumah. “Apapun aktivitas, di mana pun berada, tetap memakai masker karena ini bagian dari usaha kita untuk terhindar dari penularan virus,” ucapnya.

Pegawai Dispora Medan sendiri, lanjut A’zam, tetap menjalankan aktivitas olahraga setiap Jumat pagi dengan bermain tenis meja. Namun seluruh pegawai tetap menjalankan prosedur dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona termasuk mengenakan masker.

“Tenis meja kita nilai masih menjadi olahraga yang cukup aman dilakukan di masa sekang ini, karena tidak ada sentuhan fisik langsung. Namun begitu, kita tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 selama bermain tenis meja,” pungkasnya. (dek)

Pengurus IDI Labuhanbatu Terima APD

APD Ilustrasi.
APD Ilustrasi.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Labuhanbatu, menerima bantuan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) dari Lions Club Distrik Rantauprapat, Selasa, (13/10).

APD Ilustrasi.
APD Ilustrasi.

Bantuan APD yang diterima IDI tersebut, di antaranya baju hazmat, google kaca mata, boots kaus kaki, hand sanitizer, disinfektan, hand scooen sarung tangan, face shield.

Ketua Daerah Lions Club Kwek Ling Ling, didampingi Presiden Dipo Tjia, Sau Ik / Hartono Sukiatto, Acuan CB, Poniah Chen, dr. Juli Ang, Riadi Sukatia, SH menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua IDI Cabang Labuhanbatu, dr. H Edyson Stephen dan anggota lainnya.

Ketua IDI Cabang Labuhanbatu, dr. Edyson Stephen menyebutkan, APD bantuan Lions Club tersebut, akan disalurkan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Rantauprapat dan Puskesmas di daerah ini.

“Semoga APD ini bermanfaat bagi tenaga kesehatan dan kita doakan agar pandemi covid-19 dapat segera berakhir di bumi pertiwi ini, terutama di Kabupaten Labuhanbatu,” ucap Stephen sembari mengucapkan terimakasih

kepada pengurus Lions Club dan anggota, khususnya pengurus distrik Rantauprapat.

Edyson stephen tidak lupa menyampaikan harapan, agar seluruh lapisan masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, yakni cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan pakai masker, tetap jaga jarak, hindari kerumunan serta keramaian, pelihara perilaku hidup bersih dan sehat. (fdh/han)

6 Dosen ULB Sandang Gelar Doktor

DIABADIKAN: Enam dosen Universitas Labuhanbatu yang meraih gelar doktor diabadikan bersama Ketua Yayasan ULB, H Amarullah Nasution, Rabu (14/10).FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS.
DIABADIKAN: Enam dosen Universitas Labuhanbatu yang meraih gelar doktor diabadikan bersama Ketua Yayasan ULB, H Amarullah Nasution, Rabu (14/10).FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Untuk mengejar Akreditasi A, Universitas Labuhanbatu (ULB) memotivasi para dosennya untuk melanjutkan pendidikan akademik ke jenjang Doktor (S3).

DIABADIKAN: Enam dosen Universitas Labuhanbatu yang meraih gelar doktor diabadikan bersama Ketua Yayasan ULB, H Amarullah Nasution, Rabu (14/10).FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS.
DIABADIKAN: Enam dosen Universitas Labuhanbatu yang meraih gelar doktor diabadikan bersama Ketua Yayasan ULB, H Amarullah Nasution, Rabu (14/10).FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS.

“Jika para dosen bergelar Doktor mencapai 30 persen, dengan begitu ULB akan mendapat Akreditas A,” ujar Ketua Yayasan ULB, Dr H Amarullah Nasution, SE, MBA pada acara syukuran beberapa dosen ULB meraih gelar Doktor di Auditorium Universitas Labuhanbatu, Rabu (14/10).

Amarullah pun berharap para dosen ULB yang sudah menyandang gelar untuk terus menimba ilmu agar kedepannya menyandang gelar profesor.

“Sehingga, 10 tahun yang akan datang, harus ada yang bergelar profesor di Labuhanbatu ini,”harapnya.

Dijelaskan Amarullah, para dosen S2 yang mengabdikan diri di ULB agar melanjutkan akademik S3 dengan bantuan biaya pendidikan akademik dari ULB sebesar Rp50 juta per orang. Semoga gelar yang disandang berguna dan diabdikan untuk masyarakat dan universitas ini,” imbuhnya.

Plt Kadis Pendidikan Labuhanbatu Syaiful berharap Universitas Labuhanbatu akan maju dan dapat bersaing dengan universitas di tingkat provinsi maupun kabupaten lain.

“Mudah mudahan ini dapat diabdikan kepada masyarakat, dan dapat berkontribusi, menggali potensi potensi yang ada untuk meningkatkan ekonomi di masyarakat,” tukasnya.

Adapun sebanyak enam orang dosen menyandang gelar S3 tersebut, Dr Sumitro, SE, M.Si Lulusan Unsoed tahun 2017. Dr Amin Harahap, S.Pdi, M.Si, lulusan USU tahun 2018.

Kemudian, Dr Arman Harahap, SPd, Msi, lulusan USU Tahun 2019. Dr Zulkifli Musannif Efendi Siregar, S.Kom, MM, lulusan UPI Tahun 2019. Lalu, Dr Ade Parlaungan Nasution, SE, M.Si, Ph.D, lulusan UTHM Tahun 2020. Dan Dr Sakinah Ubudiah, SPd, M.Pd, lulusan UNIMED Tahun 2020. (fdh/han)

Bupati Dairi Ikuti Rakor Penjelasan dan Penyiapan Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja

VIRTUAL: Bupati Dairi Eddy Kelleng Ate Berutu (kiri) dan unsur Forkopimda, mengikuti rapat virtual pemaparan Mendagri Tito Karnavian terkait UU Cipat Kerja.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi Eddy Kelleng Ate Berutu bersama Forkopimda, di antaranya Dandim 0206 Letkol Arm Adietya Y Nurtono, Kapolres AKBP Ferio Sano Ginting, Ketua DPRD Sabam Sibarani, serta Kasi Intel Kajari Dairi Andri Darma, mengikuti rapat koordinasi secara virtual, terkait penjelasan pokok substansi dan penyiapan peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja di Ruang Kerja Bupati, Rabu (14/10) lalu.

VIRTUAL: Bupati Dairi Eddy Kelleng Ate Berutu (kiri) dan unsur Forkopimda, mengikuti rapat virtual pemaparan Mendagri Tito Karnavian terkait UU Cipat Kerja.
VIRTUAL: Bupati Dairi Eddy Kelleng Ate Berutu (kiri) dan unsur Forkopimda, mengikuti rapat virtual pemaparan Mendagri Tito Karnavian terkait UU Cipat Kerja.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Munthe mengatakan, rapat secara virtual itu dipimpin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam rapat itu, dia memaparkan, UU Cipta Kerja dibentuk untuk mengatasi permasalahan yang mendasar di Indonesia.

Permasalahan itu antara lain terkait pertumbuhan penduduk dan pertambahan lanjut usia. Tito mengatakan, lebih dari 240 juta penduduk usia 60 tahun ke bawah dan ada 6,9 juta pengangguran. Hal ini menurutnya merupakan problem besar pemerintah yang harus dimanfaatkan agar lebih produktif.

“Kita harus membuka lapangan kerja di berbagai daerah dengan memanfaatkan peran swasta, membuka iklim usaha baik itu investor dalam negeri dan luar negeri dengan memangkas birokrasi yang berbelit-belit. Saya rasa Undang-Undang ini dapat menguntungkan semua baik pemerintah dan lainnya,” ungkap Tito.

Menurut Tito, mengenai aksi demonstrasi yang terjadi, karena memiliki pemahaman yang berbeda meski belum memiliki draft asli Undang-Undang Cipta Kerja. Dia pun mengatakan, softcopy draft Undang-Undang Cipta Kerja segera diberikan kepada seluruh pimpinan daerah.

Sementara Menko Polhukam, Mahfud MD, dalam arahannya menyampaikan, Undang-Undang ini dilatarbelakangi lambatnya izin dalam membuka usaha, hingga pada waktu itu Presiden Jokowi berinisiatif mengambil kebijakan dengan tidak menghambat, sehingga munculah Omnimbus Law, yakni suatu kumpulan Undang-Undang Cipta Kerja untuk menyelesaikan permasalahan itu.

“Presiden sudah sejak lama mengkampanyekan dalam mempermudah urusan, yakni dengan Omnibus Law ini, mempersatukan semua urusan dalam satu Undang-Undang. Dan Undang-Undang ini sudah dibahas secara terbuka, hingga disinyalir memunculkan naskah-naskah yang beredar hingga mengalami perubahan dan perbaikan sampai sekarang,” jelasnya.

Mahfud menyayangkan, banyak sekali hoaks beredar dengan isu Undang-Undang ini. Semisal, PHK yang tidak ada pesangon. Hal ini dibantahnya, dan menyatakan, dalam draft UU Cipta Kerja perusahaan tidak boleh langsung mem-PHK karyawan sebelum ada jaminan yang akan diterima karyawan. Kemudian isu sertifikasi halal yang ditiadakan, ini juga dibantah Mahfud.

Selanjutnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dalam kesempatan itu melaporkan, sejak pengesahan Omnibus Law Rancanngan Undang-Undang Cipta Kerja, menjadi Undang-Undang melalui rapat paripurna DPR RI pada 5 Oktober 2020 lalu, telah terjadi gelombang unjuk rasa penolakan dari kelompok buruh dan mahasiswa di Sumut.

“Dengan kesigapan dan sinergitas aparat keamanan, TNI dan Polri, untuk mengawal proses penyampaian pendapat tersebut, Sumut tetap dalam keadaan kondusif dan terkendali. Dapat dilaporkan, aksi unjuk rasa yang terjadi tidak berdampak pada memburuknya berbagai indikator pembangunan, terutama perkembangan kasus covid-19 di Sumut,” bebernya.

Rakor ini diikuti pejabat pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten, kota se-Indonesia. (rud/saz)

Penyusunan P-APBDes di Tengah Pandemi, Desa Tetap Bisa Gelar Pembangunan

Kepala Dinas Pemdes Dairi, Junihardi Siregar.
Kepala Dinas Pemdes Dairi, Junihardi Siregar.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Selain prioritas penanganan corona virus disease 2019 (covid-19), sejumlah desa di Kabupaten Dairi, tetap bisa melaksanakan pembangunan fisik. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes), Junihardi Siregar, Kamis (15/10).

Kepala Dinas Pemdes Dairi, Junihardi Siregar.
Kepala Dinas Pemdes Dairi, Junihardi Siregar.

Junihardi mengatakan, ada beberapa desa dari 161 desa di Dairi tidak bisa membangun fisik, karena dana desa digunakan untuk penanganan serta bantuan langsung tunai (BLT) covid-19, serta pemberdayaan lainya, seperti pengendalian stunting.

Junihardi menyebutkan, untuk saat ini, sebagian desa yang mampu melaksanakan kegiatan pembangunan fisik, sedang melakukan proses penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (P-APBDes) 2020. Sekarang juga sudah mau pencairan dana desa tahap ketiga, sebesar 20 persen.

“Pencairan dana desa tahap pertama dan kedua, anggaran lebih banyak atau prioritas untuk BLT dana desa, serta pencegahan dan penanganan covid-19. Sementara pencairan alokasi dana desa tahap kedua, masih ada sejumlah desa belum mencairkan, karena dokumen laporan realisasi anggaran belum selesai, tapi tinggal beberapa desa lagi,” ungkap Junihardi.

Junihardi menambahkan, akibat covid-19 dan pengurangan dana dari pemerintah pusat, jumlah dana desa Kabupaten Dairi 2020 berkurang. Sebelumnya, dana desa ada sekitar Rp130 miliar lebih, dan saat ini lebih kurang Rp128 miliar.

“Begitu juga dengan anggaran dana desa, pasca refocusing anggaran pada APBD Kabupaten Dairi, ikut berkurang. Dari sebelumnya sekitar Rp64 miliar, menjadi Rp58 miliar. Rata-rata pengurangan tiap desa untuk dana desa sebesarRp10 juta per desa, dan anggaran dana desa sebesar Rp38 juta per desa,” pungkas Junihardi. (rud/saz)

Sarana Penjunjang Protokol Kesehatan di Restoran, Modal Bangun Kepercayaan kepada Pelanggan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kalangan pengusaha kuliner khususnya restoran sebaiknya tidak menganggap pengadaan sarana penunjang protokol kesehatan Covid-19 sebagai beban melainkan investasi. Beberapa sarana yang dimaksud ialah tempat cuci tangan/westafel, masker, face shield, sarung tangan, serta seragam khusus.

Pemilik Restoran Shabu Hachi Githa Nafeeza mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan sarana prasarana tersebut sebaiknya dipandang sebagai bentuk investasi baru. Pasalnya, ini menunjukkan sebarapa kuat komitmen manajemen rumah makan untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Misalnya penyediaan westafel, jangan dipandang ini pemborosan. Justru ini menjadi modal membangun kepercayaan bagi pelanggan, mereka jadi repeat order,” ucap Githa dalam diskusi virtual oleh Katadata, Jumat (16/10/2020).

Komitmen para pengusaha restoran untuk mematuhi protkol kesehatan Covid-19 dibutuhkan guna mengoptimalkan upaya pengendalian penyebaran virus corona. Saat ini, sejumlah tempat makan dan restoran dilaporkan menjadi kelaster baru penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Di Indonesia, sejumlah klaster rumah makan dilaporkan di Bogor, Probolinggo, Yogyakarta, dan Semarang. Menurut studi yang dilakuakn CDC pada September 2020, setidaknya orang yang dinyatakan positif Covid-19 dilaporkan sempat menyantap makanan di beberapa restoran, kafem atau bar dalam rentang 14 hari sebelum merasakan gejala Covid-19.

Penularan Covid-19 muncul di restoran lantaran pengunjung dan pengelola tidak melakukan protokol kesehatan yang maksimal. Klaster Covid-19 berpotensi besar muncul di restoran yang memiliki ruang makan sempit. Tak hanya itu, potensi penyebaran virus corona juga sedikit banyak dipengaruhi kapasitas pengunjung.

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono menyatakan, sekalipun pengadaan sarana pendukung protokol kesehatan Covid-19 dianggap pengusaha sebagai biaya, maka ini adalah biaya yang sangat layak untuk dikeluarkan.

“Itu adalah biaya yang layak dikeluarkan, sembari bisa juga dipandang sebagai investasi. Sebab, dalam pandemi ini, bagaimanapun kita harus terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar Ingat Pesan Ibu,” ujar Sigit.

Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan kampanye Ingat Pesan Ibu (3M) sebagai senjata baru dalam meredam penularan pandemi virus corona (Covid-19). Apabila masyarakat menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun) secara disiplin, risiko tertular virus corona bisa ditekan hingga 99 persen.

Guna menyebarluaskan kampanye tersebut, Satgas Covid-19 juga menggandeng grup musik Padi Reborn yang telah meluncurkan lagu pendek berjudul Ingat Pesan Ibu. Lagu berdurasi 30 detik ini mengkampanyekan #pakaimasker, #cucitanganpakaisabun, dan #jagajarakhindarikerumunan. Kampanye ini diharapkan agar masyatakat patuh terhadap protokol kesehatan sebagaimana seorang anak patuh terhadap pesan dari ibunya. (rel)

Dinyatakan Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Tolak Penjemputan

BERDEBAT: Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga saat berdebat dengan warga yang menolak dilakukan penjemputan terhadap pasien dinyatakan positif covid-19.ROMMY/SUMUT POS.
BERDEBAT: Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga saat berdebat dengan warga yang menolak dilakukan penjemputan terhadap pasien dinyatakan positif covid-19.ROMMY/SUMUT POS.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Warga Gang KB, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, menolak penjemputan pasien YG (67), yang terkonfirmasi positif covid-19 oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga, Kamis (15/10).

BERDEBAT: Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga saat berdebat dengan warga yang menolak dilakukan penjemputan terhadap pasien dinyatakan positif covid-19.ROMMY/SUMUT POS.
BERDEBAT: Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga saat berdebat dengan warga yang menolak dilakukan penjemputan terhadap pasien dinyatakan positif covid-19.ROMMY/SUMUT POS.

Penolakan ini muncul, karena menurut warga, pasien tersebut sudah lama mengalami sakit dan penyakitnya memang paru-paru. Setelah dinyatakan positif covid-19, warga mengaku, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga sudah berkali kali datang ke rumah pasien, dengan dalih ingin memberi vitamin, tapi akhirnya membujuk keluarga untuk membawa pasien.

“Kata mereka orang tua saya positif covid-19, berdasarkan hasil swab test. Sementara orang tua saya sudah lama sakit jauh sebelum ada pandemi ini. Jadi tidak kami berikan dibawa, warga di sini juga,” ungkap Adek Yusuf Tanjung, selaku anak kandung pasien.

Adek menambahkan, sebelumnya orang tuanya juga sudah pernah diisolasi, namun setelah 4 hari, diberikan izin untuk pulang oleh Dinas Kesehatan Kota Sibolga.

“Sudah 4 hari di sana, dikasih pulang oleh Dinas Kesehatan,” bebernya.

Meski menolak untuk dijemput oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga, Adek berharap, agar orang tuanya dapat dirawat atau menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kalau pun Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ngotot mengatakan orang tua saya positif covid-19, kami berharap agar orang tua saya bisa dirawat di rumah saja. Tidak perlu dibawa,” pungkasnya. (mag-8/saz)