Home Blog Page 404

PALMCo Regional 1 Raih Penghargaan Penguna Jasa Satpam Terbaik 2024 dari Kapoldasu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – HUT Satpam ke-44 digelar di Grand Ballroom Hotel Emerald Garden, pada Rabu (8/1/2025).

PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 memperoleh penghargaan sebagai BUMN Pengguna Satpam Terbaik. Penghargaan itu langsung diserahkan oleh Ketua BPD Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sumatera Utara, Ferdiansyah Lubis, ST yang diterima oleh Hendra Sikumbang mewakili seluruh Satpam perusahaan yang berjumlah 2.433 orang.

Pemberian penghargaan itu menurut pihak panitia penyelenggara Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) didasarkan atas empat pertimbangan yakni karena berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan HUT Satpam ke-44, tingkat kesejahteraan Satpam yang cukup baik, tingkat koordinasi ke Direktorat Binmas Polda Sumut sebagai pembina fungsi Satpam bagus dan kooperatif menyekolahkan Satpam di tingkat Gada Pratama.

“Satuan Pengamanan (Satpam) memiliki peran penting khususnya bagi kepolisian untuk menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Satpam harus mampu menunjukkan pada bangsa dan negara soal kemampuan menjaga, memberikan pelayanan pengamanan dan tampil hebat untuk menjadi pelayan publik,” kata Kapolresta Deliserdang Kombes Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasat Binmas AKP Suharmono saat menghadiri HUT Satpam ke-4 di Hotel Emerald Garden, Medan di Jalan Yos Sudarso Medan.

Menurut Kepala Bagian Kesekretariatan dan Hukum PTPN IV Regional 1, Dr Christian Orchard Perangin-angin,
bahwa Satpam yang ada di perusahaan telah 70% mengikuti pelatihan di tingkat gada pratama dan diharapkan semua petugas satuan pengamanan akan mengikutinya.

“Dengan prestasi ini saya berharap tahun depan akan bisa lebih maksimal, kinerja Satpam semakin baik dan secara internal perusahaan akan melakukan perbaikan dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi dan jumlah Satpam dalam rangka menjaga aset perusahaan yang sangat luas sekali yang tersebar di luar area,” katanya.

Staf Khusus Kepala Bagian 1 SKH, Yunan Jambak mengatakan, keberadaan pengamanan di lingkungan perusahaan perkebunan khususnya di PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang telah berubah sejak aksi korporasi menjadi PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 telah ada sejak tahun 2000, namun norma tentang Satpam baru dimulai tahun 2015. Setiap tahun perusahaan selalu terlibat dalam kegiatan yang diprogramkan pihak Polda Sumut. (ila)

Capai Kebahagian Hidup, Ternyata hanya Perlu Lakukan Ini

ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Hidup Bahagia sudah tentu diinginkan banyak orang. Namun dalam menjalani kehidupan, sulit rasanya untuk mendapatkan kebahagiaan dan tidak terlepas dari emosi negatif.

Berbagai kejadian, orang, hubungan, kekecewaan, rasa frustrasi, serta kecemasan, bisa menumpuk dan membuat Anda ditarik hingga memiliki cara pandang yang negatif. Karena kemampuan setiap orang untuk mengatasi amarahpun berbeda-beda, tergantung dari lingkungan dan bagaimana pribadi orang tersebut terbentuk.

Pun begitu, tidak dipungkiri bahwa tingkat pendidikan seseorang juga berdampak besar kepada kemampuan mengatur amarah. Namun itu tidak pernah menjadi parameter pasti sebuah ilmu, karena seringkali ada juga orang yang tidak berpendidikan lebih pandai mengatur emosi.

Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk melepas energi negatif tersebut. Baik dengan menyemangati diri, atau mengubah beberapa hal dalam jangka Panjang. Berikut ini ada 10 cara sederhana dan efektif untuk melepaskan diri dari energi emosi negative, agar Anda bisa hidup tenang dan bahagia.

1. Menenangkan Diri
Apabila merasakan emosi marah di dalam diri sendiri, kamu bisa berdiam untuk menenangkan diri sendiri.

2. Latih Pernapasan Perut
Anda bisa melatih pernapasan ini di mana saja. Tariklah napas dalam-dalam melalui perut dan perhatikan respons tubuh Anda. Perhatikan area-area pada tubuh yang terasa tegang dan rasakan area-area tersebut menjadi rileks.

3. Dengarkan dan Akuilah Pikiran Anda
Meminta kepada diri sendiri agar berhenti berpikir negatif atau jangan merasa negatif terdengar sangat menggelikan. Cara kerjanya bukan seperti itu. Alih-alih, berusahalah mengenali pikiran Anda, dengarkan, akui, lalu gantilah dengan pikiran baru yang lebih baik. Proses berpikir yang baru dan lebih baik ini akan meredam kekuatan emosi negatif sehingga lebih mudah diterima dan bisa meringankan stres yang ditimbulkannya.

4. Berlatih Bersyukur
IRasa syukur adalah hal penting yang diajarkan oleh setiap agama. Rasa syukur akan mengalihkan fokus kita dari apa yang salah dalam hidup kepada apa yang benar. Sehingga, kita bisa menangkal hal-hal negatif dan mengundang hal-hal positif.
Setiap malam sebelum tidur, cobalah untuk selalu merenungkan tiga hal yang kamu syukuri sepanjang hari. Kebiasaan sederhana ini akan membantu kamu mengakhiri hari dengan positif, tidak peduli seberapa sulitnya hari itu.

5. Berlatih untuk Tidak Terikat
Berpegang terlalu erat pada sesuatu bisa menanamkan benih ketakutan akan kehilangan, sehingga menghambat kita untuk benar-benar menikmati hidup. Sebaliknya, saat kita menerima ketidakterikatan, kita akan terbebas dari perasaan apapun.
Kita bisa mencintai dengan sepenuh hati, menikmati sepenuhnya, dan hidup tanpa rasa takut kehilangan. Inilah cara untuk mendapatkan kebahagiaan sejati dalam hidup.

6. Melakukan Meditasi
Dengan bermeditasi, Anda bisa merasakan emosi negatif yang ada di dalam diri sendiri. Cara ini bisa membantu Anda untuk mengenali emosi negatif yang dirasakan. Anda bisa memulai meditasi ringan di tempat yang nyaman dan aman. Kemudian, posisikan diri dengan nyaman dan pejamkan mata selama proses ini berlangsung.

7. Konsentrasi pada Hal Positif

Saat hati sedang dibakar oleh panasnya emosi anda tentu masih bisa berpikir kan meskipun tidak sejernih ketika sedang tidak marah. Anda bisa mengalihkan pemikiran ke hal yang lebih positif. Dimana anda bisa memikirkan hal lain sebelum amarah meluap akan menekan emosi anda sampai batas terendah. Beberapa orang hanya cukup berdiam diri, lalu memusatkan perhatian pada sesuatu (yang baik) saat menghadapi konflik yang membara.

8. Membaca
Membaca bisa menjadi solusi alternatif bagi anda untuk menahan emosi yang sedang melupa-luap. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, mengalihkan diri pada hal-hal yang positif akan sangat membantu meredakan emosi, salah satunya dengan membaca. Tentu saja bacalah buku-buku yang berisikan tentang komedi, kisah lucu, motivasi dan lainnya yang membuat pikiran anda jauh lebih tenang.

9. Lepaskan Kruk
Bagi banyak orang, emosi negatif sudah seperti kruk. Walaupun terdengar gila, ada orang-orang yang mengelola emosi negatif sampai terasa nyaman karena ada manfaatnya bagi mereka. Setiap kali seseorang mengatakan, “Hebat!” kita langsung berpikir dan beberapa di antara kita akan menanggapi dengan lantang, “Tidak, sama sekali tidak hebat”. Hentikan kebiasaan ini dan cobalah memperhatikan pola pikir Anda.

10. Timeout Diri
Menghitung sampai 10 bukan hanya untuk anak-anak tapi juga untuk orang dewasa, bahkan terkadang anak-anak lebih paham dan mudah diatur. Sebelum bereaksi terhadap situasi tegang, mengambil beberapa saat untuk bernapas dalam-dalam dan menghitung sampai 10 dapat membantu meredakan emosi Anda. Alur dan detak jantung bisa lebih teratur dan nafas lebih baik.
Jika perlu, menyingkir dari orang atau situasi sampai frustrasi Anda berkurang sedikit, ada yang bilang mengalah lebih baik dibanding anda harus menghadapi hal yang salah.(bbs/han)

Korban Kebakaran di Langkat Dapat Rumah Baru

BEDAH RUMAH: Pj Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, bersama Ketua Baznas Kabupaten Langkat, Thantawi Jauhari, MA, menyerahkan kunci rumah kepada Nurlela, korban kebakaran. FOTO: SYAHRUL/SUMUT POS
BEDAH RUMAH: Pj Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, bersama Ketua Baznas Kabupaten Langkat, Thantawi Jauhari, MA, menyerahkan kunci rumah kepada Nurlela, korban kebakaran. FOTO: SYAHRUL/SUMUT POS

LANGKAT,SUMUTPOS.CO – Kesedihan Nurlela atas musibah rumahnya yang terbakar pada 16 Desember 2024 lalu, terobati, Pasalnya, warga Dusun III, Desa Baru Pasar VIII, Kecamatan Hinai ini mendapat rumah baru hasil program bedah rumah, yang diserahkan Pj Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, bersama Ketua Baznas Kabupaten Langkat, Thantawi Jauhari, MA, Rabu (8/1/2025).

Rumah ini dibangun dengan total bantuan senilai Rp25 juta, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Acara penyerahan kunci rumah berlangsung khidmat di lokasi rumah baru Nurlela.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Langkat menyampaikan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk membantu sesama yang sedang membutuhkan.

“Gotong royong adalah wujud nyata dari nilai-nilai kebersamaan. Ketika kita bersatu, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk diatasi. Hari ini, kita menyaksikan bukti nyata bahwa kerja sama antar elemen masyarakat mampu memberikan harapan baru bagi yang membutuhkan,” ujar Faisal Hasrimy.

Hal senada disampaikan Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K, M.Si, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menegaskan pentingnya saling membantu antar sesama, terutama bagi masyarakat yang terkena musibah. “Musibah ini mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan dan kepedulian. Di balik cobaan, selalu ada hikmah yang bisa kita ambil,” katanya.

Kebakaran yang menimpa rumah Nurlela terjadi pada 16 Desember 2024, pukul 15.00 WIB. Kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik yang menghanguskan rumahnya. Namun, berkat kolaborasi antara Baznas, pemerintah daerah, dan masyarakat, rumah tersebut berhasil dibangun kembali dalam waktu kurang dari satu bulan.

Ketua Baznas Langkat, Thantawi Jauhari, MA, menyatakan komitmennya untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat. “Program ini adalah bagian dari upaya Baznas Langkat untuk meringankan beban masyarakat dan memberikan harapan baru bagi mereka yang tertimpa musibah,” jelasnya.

Program bedah rumah ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang lebih peduli dan tanggap terhadap kebutuhan warga.(rul/han)

Wabup Sergai Dorong Kolaborasi IGRA dan Himpaudi untuk Tingkatkan Pendidikan Anak Usia Dini

BERSAMA: Wabup Sergai Adlin Tambunan bersama perwakilan IGRA Sergai. ( FADLY/SUMUT POS )
BERSAMA: Wabup Sergai Adlin Tambunan bersama perwakilan IGRA Sergai. ( FADLY/SUMUT POS )

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Tambunan menekankan pentingnya kolaborasi antara Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dan Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) untuk meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sergai.

Pernyataan ini disampaikannya dalam audiensi yang dilaksanakan dengan sejumlah perwakilan IGRA, jajaran Dinas Pendidikan Sergai, dan pejabat terkait di ruang kerja Wabup Sergai, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa(8/1/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IGRA Sergai M. Najwa Sidiq menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan RA di Sergai yang kini berjumlah 117 lembaga.

Ia mengungkapkan, bahwa RA (guru yang mengajar anak-anak diusia dini) diharuskan menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi pelatihan untuk guru RA terkait kegiatan akademik untuk bidang tersebut sudah tidak dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

“Kami berharap ada pelatihan-pelatihan untuk guru RA, terutama dalam mengajar anak berkebutuhan khusus. Selain itu, kami juga memohon bantuan alat permainan dan alat tulis karena selama ini kami menggunakan dana mandiri,” ujar Najwa.

Merespons hal tersebut, Wabup Sergai Adlin Tambunan menegaskan pentingnya perhatian lebih terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD), terutama anak berkebutuhan khusus.

“Kita harus berkolaborasi. Libatkan anak-anak RA dalam setiap kegiatan, seperti Hari Guru dan Hari Anak. Kita juga perlu memberikan pelatihan berkualitas dengan menghadirkan mentor agar para guru mampu meningkatkan kualitas dan profesionalisme,” tegas Adlin Tambunan.

Ia juga meminta agar kebutuhan untuk pelatihan dan bantuan alat-alat pembelajaran segera dirumuskan.

“Saya berharap daftar kebutuhan dapat segera disampaikan kepada kami, termasuk siapa saja yang akan mengikuti pelatihan. Kita harus memastikan guru-guru ini mendapatkan ilmu dan fasilitas yang benar-benar bermanfaat,” tambahnya.

Terakhir ia menyebut dengan jumlah siswa RA yang mencapai 6.000 anak, kolaborasi antara IGRA, Himpaudi, dan Dinas Pendidikan diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan mutu PAUD di Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pendidikan Sergai Agus Salim Berutu, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Sergai Nurasiah Nst, Kabag Kesra Rahmat Suhendra Damanik, serta jajaran pengurus IGRA Sergai. ( fad/han )

Miris! Terbukti Bersalah Kasus Pembacokan, Kades Kwala Musam hanya Divonis Tahanan Kota

DIADILI: Terdakwa Elvius Sembiring yang masih Kades Kwala Musam Kecamatan Batangserangan diadili di PN Stabat.(Akbari/Sumut Pos)
DIADILI: Terdakwa Elvius Sembiring yang masih Kades Kwala Musam Kecamatan Batangserangan diadili di PN Stabat.(Akbari/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim Pengadilan Negeri Stabat menjatuhkan hukuman penjara selama 6 bulan dalam kasus pembacokan dengan terdakwa Elvius Sembiring, Kepala Desa Kwalamusam, Batang Serangan, Langkat. Namun, terdakwa tetap dapat menghirup udara segar alias tahanan kota.

Artinya, hakim melanjutkan status tahanan kota untuk terdakwa. Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Andriyansyah, terdakwa Vius dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pasal 351 ayat 1 KUHPidana.

Majelis hakim menjatuhkan pidana terdakwa dengan penjara selama 6 bulan. Menariknya, hakim menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan kota.

Barang bukti dalam kasus pembacokan itu dirampas untuk dimusnahkan. Juru Bicara PN Stabat, Cakra Tona Parhusip membenarkan adanya putusan tersebut.

“Iya benar sudah putus (vonis) pada Senin (6/1),” ujarnya, Rabu (8/1).

Kata dia, jaksa juga belum upaya banding. Sementara dalam tuntutan jaksa, terdakwa yang membacoki korban hingga kakinya nyaris putus itu dituntut 1 tahun pidana penjara dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

“Belum ada pernyataan banding sampai hari ini. Barusan kami konfirmasi kepada bagian kepaniteraan,” ujar Cakra.

“Soal tahanan kota terdakwa, sejak awal penyidikan ditahan di rutan. Namun oleh penuntut umum ditahan kota sampai dengan pelimpahan ke pengadilan. Dan kita meneruskan penahanan tersebut,” sambungnya.

Terpisah, Kasi Intelijen Kejari Langkat, Nardo Sitepu ketika dikonfirmasi mengarahkan wartawan untuk langsung ke seksi tindak pidana umum. “Konfirmasi langsung ke Kasi Pidum aja ya,” ujar Nardo.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Elvius Sembiring didakwa dengan dakwaan primair pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHPidana dan kedua, pasal 351 ayat (1) KUHPidana. (ted/han)

HUT ke-21 Sergai, Kajari Sergai Terima Penghargaan

PENGHARGAAN: Bupati Sergai Darma Wijaya berikan. Pegang penghargaan kepada Kejari Sergai Rufina Ginting SH MH di Acara HUT Sergai ke 21 di Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah. ( FADLY/SUMUTPOS)
PENGHARGAAN: Bupati Sergai Darma Wijaya berikan. Pegang penghargaan kepada Kejari Sergai Rufina Ginting SH MH di Acara HUT Sergai ke 21 di Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah. ( FADLY/SUMUTPOS)

SERGAI, SUMUTPOS.CO-Dalam momen Upacara Peringatan Hari Jadi ke-21 Kabupaten Serdangbedagai, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdangbedagai, Rufina Ginting, S.H., M.H., menerima Piagam Penghargaan dari Bupati Serdangbedagai.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya sebagai Ketua Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Tim PAKEM) di Kabupaten Serdang Bedagai sepanjang tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Kasi Intel Kejari Sergai, Hasan Afif Muhammad ,SH,.MH melalui siaran pers, Selasa ( 7/1/2025).

Rufina Ginting, S.H., M.H yang menjabat sebagai Ketua Tim PAKEM berdasarkan Surat Keputusan Bupati Serdang Bedagai Nomor 68/18.36/Tahun 2024. Keberhasilan tim di bawah kepemimpinannya dianggap memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kerukunan dan harmoni antarumat beragama di Kabupaten Serdang Bedagai.

Tim PAKEM bertugas untuk menerima dan menganalisa laporan dan/atau informasi tentang aliran kepercayaan masyarakat atau aliran keagamaan, meneliti, dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau aliran keagamaan untuk mengetahui dampak-dampakya bagi ketertiban dan ketenteraman umum, serta mengajukan laporan dan saran sesuai dengan jenjang wewenang dan tanggung jawab.

Dalam tahun 2024, Tim PAKEM sudah melakukan beberapa kali Rapat Koordinasi sebagai wujud deteksi dan pencegahan dini aliran kepercayaan dan aliran keagamaan masyarakat demi ketertiban dan keamanan Kabupaten Serdang Bedagai.

Berdasarkan hasil sosialisasi terhadap 17 kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai selama tahun 2024, kondisi di Kabupaten Serdang Bedagai tergolong aman dan kondusif, tidak ditemukan adanya aliran kepercayaan ataupun keagamaan di luar dari yang diakui di Indonesia dan tidak terdapat benturan terhadap pembangunan rumah ibadah masing-masing agama.

Keberhasilan Tim PAKEM pada tahun 2024 juga tidak terlepas dari dukungan jajaran Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serdang Bedagai, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi-organisasi lain, dan para tokoh masyarakat. Penghargaan ini menjadi semangat untuk semua dalam menciptakan kerukunan dan ketertiban di Kabupaten Serdang Bedagai. (fad/han )

Realisasi Pendapatan APBD Kota Medan 2024 Sebesar 87,99 Persen

Kepala BKAD Kota Medan, Dr Zulkarnain MSi.
Kepala BKAD Kota Medan, Dr Zulkarnain MSi.

MEDAN, SUMUTPOS – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengklaim berhasil mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan TA 2024 Kota Medan dengan sehat.

Tercatat, sejak 1 Januari – 31 Desember 2024, realisasi pendapatan daerah Kota Medan mencapai Rp 6,3 triliun atau 87,99 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, belanja daerah tercatat sebesar Rp 6,27 triliun atau 86,76 persen dari anggaran yang dialokasikan.

“Alhamdulillah, APBD Kota Medan tahun 2024 punya pencapaian yang menggembirakan dengan realisasi pendapatan sebesar 87,99 persen dan realisasi belanja sebesar 86,76 persen,” ucap Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Medan, Dr. Zulkarnain M.Si kepada Sumut Pos, Selasa (7/1/2025) malam.

Menurut Zulkarnain, realisasi ini menunjukkan kondisi yang relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, APBD 2024 diharapkan dapat memberikan dampak positif, mulai dari penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga menjaga daya beli masyarakat dengan tingkat inflasi yang tetap terkontrol.

“Realisasi APBD 2024 sangat baik dan sehat. Belanja daerah lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kami berupaya agar seluruh kebijakan dan pengelolaan anggaran dapat mendukung perekonomian Kota Medan yang lebih maju,” ujarnya.

Yang lebih menarik lagi, sambung Zulkarnain, hampir 70 persen dari total belanja daerah digunakan untuk belanja modal serta barang dan jasa, sementara belanja pegawai hanya sekitar 30 persen. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana yang mendukung perkembangan Kota Medan.

“Seiring dengan meningkatnya fasilitas dan infrastruktur yang lebih lengkap, Kota Medan diperkirakan akan semakin menarik perhatian investor, dan menjadikan Kota Medan sebagai tujuan investasi yang menguntungkan, khususnya untuk jangka panjang,” katanya.

Selain itu, Kota Medan juga diprediksi akan terus berkembang sebagai tujuan wisata utama, sekaligus menjadi kota transit yang vital untuk arus orang dan barang. Dukungannya terhadap sistem transportasi darat, laut, dan udara semakin mempermudah akses ke Kota Medan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan seluruh stakeholders yang telah membangun tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap pengelolaan APBD. Sebab, semua kebijakan yang diambil berorientasi pada kepentingan masyarakat dan mendukung ekonomi daerah,” tuturnya.

Zulkarnain juga memastikan, Pemerintah Kota Medan terus berkomitmen untuk mengelola APBD dengan prinsip yang sehat pada tahun anggaran 2025 mendatang. Pemerintah daerah akan memastikan integrasi pengelolaan antara APBD Kota Medan, APBD Provinsi, dan APBN untuk menciptakan efek ganda (multiplier effect) yang lebih optimal, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan bagi Kota Medan.(map/han)

Pengelolaan Limbah Puskesmas Dolok Masihul Sesuai SOP

DISTRIBUSIKAN: Petugas Kesling Puskesmas se Kab. Sergai melaksanakan pendistribusian limbah medis puskesmas kepada pihak ketiga. ( FADLY/SUMUT POS)

DOLOK MASIHUL, SUMUTPOS.CO – Pengelolaan limbah di Puskesmas Dolok Masihul telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Hal ini tercapai berkat kerja sama antara puskesmas dan pihak ketiga yang berkompeten dalam pengelolaan limbah medis.

Langkah ini penting untuk memastikan limbah medis, termasuk limbah berbahaya, dikelola dengan cara yang aman dan tidak mencemari lingkungan. Proses pengelolaan melibatkan pemisahan limbah, penyimpanan sementara, pengangkutan, dan pengolahan sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Dengan penerapan SOP ini, Puskesmas Dolok Masihul menunjukkan komitmen untuk menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di puskesmas ini meliputi limbah medis seperti limbah klinis, limbah jenis padat, dan limbah berkarakteristik infeksius.

Kepala Puskesmas Dolok Masihul, dr. Risna Wati Bangun, M.Kes, Selasa (07/01), menjelaskan bahwa pengangkutan limbah dilakukan setiap tiga bulan sekali oleh perusahaan mitra.

Sebelum diangkut, limbah tersebut disimpan di gudang atau tempat pembuangan sementara (TPS) yang terpisah dari gedung puskesmas.

“Kami memastikan bahwa pengelolaan limbah ini dilakukan sesuai SOP yang telah ditetapkan. Setiap langkah, mulai dari pengumpulan hingga pengangkutan, mengikuti standar yang ketat demi menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.

Langkah ini, menurut Risna, merupakan upaya nyata Puskesmas Dolok Masihul untuk mendukung pengelolaan limbah yang aman, terukur, dan berkelanjutan, sehingga mampu melindungi masyarakat dari potensi dampak negatif limbah B3.

Sementara itu, Menanggapi temuan kantong plastik berisi limbah medis di saluran air Desa Karang Tengah, Kecamatan Serbajadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Yohnly Boelian Dachban, dengan tegas membantah keterlibatan puskesmas yang berada di wilayah Sergai.

“Dari salah satu limbah yang ditemukan di saluran air tersebut, tidak ada yang pernah digunakan di puskesmas kami,” ujar Yohnly.

Limbah yang ditemukan warga atas nama M Ayup warga Desa Karang Tengah, Kec. Serbajadi, Sergai telah diamankan, guna mengantisipasi pencemaran oleh petugas dengan menyertai surat berita acara.

” Puskesmas di Sergai memiliki pengelolaan limbah yang cukup baik, dan diangkut pertiga bulan sekali, jadi jika ada tudingan limbah itu milik puskesmas yang ada di Sergai, kami membantah keras,” tegas Yohnly. ( fad/han )

Anggota BAN PDM Sumut Dikukuhkan, Akreditasi untuk Pengembangan Mutu Sekolah

PENGUKUHAN: Ketua BAN-PDM Totok Suprayitno (kanan) mengukuhkan anggota BAN PDM Sumut dan provinsi lainnya.(DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)
PENGUKUHAN: Ketua BAN-PDM Totok Suprayitno (kanan) mengukuhkan anggota BAN PDM Sumut dan provinsi lainnya.(DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

SUMUTPOS.CO – Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (BAN PDM) Totok Suprayitno mengukuhkan anggota BAN PDM dari 35 provinsi se-Indonesia secara daring, Selasa (7/1).

Berdasarkan surat keputusan Ketua BAN PDM Nomor: 269/BAN-PDM/SK/2024 dikukuhkan sembilan anggota BAN PDM Sumut periode 2025-2028. Anggota BAN PDM Sumut yakni A Zebar, Ali Ishak Dalimunthe, Khairil Ansari, Malem Karina Baginta Sembiring, Marinasari Fithry Hasibuan, Mian Siahaan, Rizka Harfiani, Syahdian Rambe dan Yulhefi.

Prof Dr H Khairil Ansari MPd (ketua BAN PDM Sumut periode sebelumnya) bersama anggota BAN PDM Sumut pada kegiatan pengukuhan mengungkapkan janji jabatan. Sebelumnya dibacakan SK tentang pengangkatan
anggota BAN PDM provinsi oleh Budi Susetyo
(Sekretaris BAN PDM).

Prof Dr H Khairil Ansari MPd bersama anggota BAN PDM Sumut mengikuti rangkaian acara pengukuhan secara online dari kantor BAN PDM Sumut Jalan Bunga Raya Asam Kumbang Medan. Dalam kesempatan ini, seluruh anggota BAN PDM memberikan motivasi dan arahan singkat pada peserta pengukuhan tersebut.

Ketua BAN PDM Totok Suprayitno mengingatkan anggota BAN PDM se-Indonesia tentang peran penting akreditasi untuk pengembangan mutu sekolah. ”Akreditasi harus mendefinisikan kemana arah pengembangan mutu sekolah. Fokus kita adalah mutu sekolah yang lebih baik,” katanya.

Totok Suprayitno meminta anggota BAN PDM se-Indonesia tidak sekadar chek list apa yang sudah dipunyai atau belum dipunyai sekolah. ”Kita perlu menjalin kolaborasi yang luas dengan berbagai pemangku kepentingan yang juga bertanggung jawab mewujudkan mutu sekolah yang lebih baik,” tegasnya.

Ketua BAN PDAM meminta dapat diberikan potret pendidikan sesungguhnya tentang kualitas sekolah. Dengan semangat kebersamaan, bisa kita lalui bersama.

Ia menegaskan bahwa keragaman diantara para anggota BAN PDM se-Indonesia harus bersatu, memiliki solidaritas dan saling support membuat lebih baik dari sebelumnya. ”Kita senantiasa perlu belajar. Insya Allah sesulit apapun dalam menjalankan tugas bisa dilalui dengan baik,” tegasnya. (dmp)

MUI dan Narasi Palestina, Pentingnya Narasi dan Agenda Yang Bebas Kepentingan Bisnis

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Peneliti Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara, Edo Segara Sutanto mempertanyakan peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam konflik Palestina-Israel. Menurutnya, MUI seharusnya berperan mencerahkan publik, bukan justru aktif mempromosikan produk tertentu.

Hal tersebut dia lontarkan menyusul pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ikhsan Abdullah yang dinilai kerap melakukan promosi pada produk air minum dalam kemasan (AMDK) tertentu. Dia menjelaskan bahwa Ikhsan menggunakan istilah Palestina Washing dalam banyak kesempatan.

Palestina washing yang dimaksud adalah upaya pembelaan diri dari merek global yang terafiliasi Israel dengan berpura menaruh simpati kepada Bangsa Palestina. Sayangnya, Edo memantau bahwa pernyataan lanjutan yang dilontarkan Ikhsan adalah bahwa Le Minerale merupakan produk yang tidak terafiliasi Israel.

“Memang apa kewenangan MUI dalam mempromosikan produk tertentu terbebas dari afiliasi dengan Israel ke konsumen,” kata Edo Segara mempertanyakan tugas dan fungsi MUI yang sebenarnya.

Menurutnya, narasi yang disampaikan Ikhsan Abdullah terkesan syarat akan kepentingan bisnis. Karena menyiratkan ada perusahaan-perusahaan yang sedang berupaya membela diri karena diduga terafiliasi dengan Israel.

Di saat yang bersamaan, Ikhsan sekaligus mempromosikan bahwa Le Mineral tidak terafiliasi dengan Israel dan merupakan produk lokal sepenuhnya. Edo mengatakan, narasi yang dibangun Ikhsan justru seakan mempraktekan Palestina Washing dengan memanfaatkan situasi kelam di Palestina.

Edo menilai, tugas MUI, termasuk Ikhsan Abdullah adalah untuk memastikan afiliasi produk tertentu dengan Israel berdasarkan data-data akurat adalah benar. Dia melanjutkan, yang keliru yakni mengampanyekan produk tertentu, apalagi dilakukan di tengah kemelut kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini berpendapat bahwa MUI seharusnya mencontoh cara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengonfirmasi keterkaitan perusahaan tertentu dengan Israel. Menurutnya, jangan alih-alih mempromosikan klaim tanpa didukung data lengkap dan akurat.

“Memanfaatkan situasi perang untuk kepentingan bisnis adalah tindakan yang sangat tidak etis dan dapat dianggap jahat. Perang seperti konflik Israel-Palestina membawa penderitaan besar bagi jutaan orang,” tegas Edo.

Edo mengatakan, kepentingan bisnis yang memanfaatkan Palestina Washing mencakup berbagai bentuk, seperti perusahaan yang menggunakan isu konflik untuk meningkatkan penjualan, selebritas atau influencer yang mengambil posisi tanpa kontribusi nyata, hingga negara atau organisasi yang mengalihkan perhatian dari masalah internal mereka.

Dia melanjutkan, Palestina Washing terjadi ketika entitas tertentu baik itu perusahaan, selebritas, atau bahkan negara memanfaatkan situasi perang Israel-Palestina untuk kepentingan bisnis atau citra mereka. Dia mengatakan, pelaku memanfaatkan konflik yang terjadi di timur tengah untuk kepentingan pribadi.

Dia menyarankan, lebih baik pihak yang ingin terlibat dalam situasi seperti ini berkontribusi secara nyata, seperti mendonasikan keuntungan untuk lembaga kemanusiaan atau meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perdamaian. Menurutnya, orientasi tindakan pada keuntungan pribadi di tengah penderitaan hanyalah bentuk oportunisme yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Meski dalam dunia bisnis, strategi ini sering dianggap wajar, namun eksploitasi penderitaan akibat perang untuk keuntungan pribadi merupakan tindakan yang tidak bermoral,” tegas Edo lagi.

Meski demikian, Edo menilai bahwa lebih baik setiap pihak fokus membantu warga yang menjadi korban kekejaman tentara Israel. Dia melanjutkan, menjaga stabilitas ekonomi dan politik dalam negeri perlu dikedepankan dibanding saling menjatuhkan dengan memanfaatkan konflik kemanusiaan yang ada. (ila)