25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 4167

The NextDev Bersama Huawei Konsisten Rangkul Penggiat Digital di Indonesia

The NextDev Hub X Huawei Webinar Series yang merupakan hasil kolaborasi Telkomsel bersama Huawei telah memasuki edisi keempat yang mengambil tema “Roads to Cloud Business”. Penyelenggaraan keempat dari “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” diikuti oleh para talenta muda dan penggiat ekosistem digital di Tanah Air yang berasal dari berbagai inisiatif Telkomsel, mulai dari The NextDev, IndonesiNEXT, dan Telkomsel Innovation Center (TINC). “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” dijadwalkan akan mengadakan tujuh seminar daring lagi selama periode penyelenggaraannya. Informasi lebih lanjut mengenai “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” dapat diakses melalui akun sosial media The NextDev di InstagramTwitter, dan Facebook.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel berkomitmen untuk terus bergerak maju memperkuat peran The NextDev Hub sebagai pusat inovasi digital bagi para penggiat industri kreatif digital di Indonesia. Komitmen tersebut kini diwujudkan dengan secara konsisten menggelar “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” yang merupakan hasil kolaborasi Telkomsel bersama Huawei. Rangkaian seminar daring tersebut telah menyelenggarakan sesi keempatnya yang mengambil tema “Roads to Cloud Business” pada Selasa, 7 Juli 2020.

Manager Cloud Solution Portfolio Management Telkomsel Ficky Y. P. Sagala dalam sambutannya pada webinar tersebut mengatakan, “Kita sudah menghadapi Revolusi Industri 4.0, dan transformasi digital menjadi hal yang perlu untuk dilakukan oleh para pelaku industri, termasuk salah satunya adalah pemanfaatan teknologi cloud. Maka dari itu, melalui kegiatan The NextDev Hub ini, kita semua perlu bergandengan tangan untuk bersama-sama mengatasi permasalahan implementasi cloud di Indonesia, mulai dari belum banyaknya talenta yang tersedia hingga keterbatasan pengetahuan akan cloud.”

Senior Consultant Huawei Simon Tsang yang turut hadir dalam seminar daring tersebut mengatakan, “Indonesia memiliki potensi yang besar dalam menerapkan cloud karena sifat geografisnya sebagai negara kepulauan. Maka dari itu, teknologi cloud menjadi perlu untuk diangkat oleh The NextDev Hub dalam memberikan pengetahuan lebih lanjut mengenai manfaat implementasi komputasi awan, baik itu bagi perusahaan maupun pemerintahan, sehingga ekosistem cloud akan terbentuk di Indonesia, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem digital secara menyeluruh dan berkelanjutan.”

Penyelenggaraan keempat dari “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” diikuti oleh para talenta muda dan penggiat ekosistem digital di Tanah Air yang berasal dari berbagai inisiatif Telkomsel, mulai dari The NextDev, IndonesiNEXT, dan Telkomsel Innovation Center (TINC). Mereka berbagi pengetahuan dengan para pembicara yang telah berpengalaman di bidang cloud untuk mengetahui manfaat dari penerapan komputasi awan hingga peluang dan tantangan yang ada di Indonesia.

Teknologi cloud sendiri belum banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di Tanah Air karena Indonesia masih kekurangan talenta yang memiliki keahlian dalam menjalankan implementasi cloud. Hal tersebut ditambah dengan minimnya pengetahuan akan teknologi cloud yang bisa berdampak pada proses pengambilan keputusan di perusahaan, termasuk kesulitan yang berpotensi dialami oleh korporasi dalam menjalankan manajemen perubahan.

Maka dari itu, fokus implementasi cloud perlu diarahkan ke segmen enterprise dan institusi pemerintahan. Pada segmen enterprise, cloud menjadi salah satu elemen yang mampu memperkuat digitalisasi infrastruktur dan operasional perusahaan. Bahkan, teknologi tersebut juga bisa memberikan peluang bisnis baru bagi korporasi, baik itu secara B2B maupun B2C. Sedangkan implementasi cloud di institusi pemerintahan diperlukan untuk mendorong percepatan penerapan teknologi itu sendiri.

Teknologi cloud sendiri memiliki sejumlah manfaat yang membuatnya perlu untuk dimaksimalkan oleh perusahaan maupun lembaga pemerintahan di Indonesia. Pertama, cloud dapat membantu penggunanya untuk menghemat biaya karena tidak lagi harus memiliki data center dan seluruh infrastruktur disediakan oleh penyedia layanan cloud. Kemudian, ongkos penggunaan layanan cloud tidak akan membebani capital expenditure (CAPEX), namun dialihkan ke operational expenditure (OPEX) sehingga membantu mengakselerasi transformasi digital secara internal dan operasional.

Lebih lanjut, biaya kegagalan (failure costcloud yang lebih rendah dibandingkan dengan data center dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan bisnis dan melahirkan lebih banyak inovasi. Sedangkan manfaat berikutnya adalah memungkinkan proses pengembangan produk maupun layanan dilakukan secara virtual karena seluruh kegiatan komputasi dilakukan di ‘awan’.

“Telkomsel berharap inisiatif ini mampu memberikan manfaat bagi para peserta untuk memperkuat kontribusi positif bagi kemajuan ekosistem digital di Indonesia, khususnya dalam mendorong implementasi cloud di negeri ini. Kami pun mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengoptimalkan teknologi digital untuk menghadirkan cara-cara baru yang memberikan dampak ekonomis dan sosial positif bagi masyarakat luas. Semoga, ke depannya akan semakin banyak inovasi yang mampu membantu kita menghadapi kenormalan baru ini dengan baik,” tutup Ficky.

“The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” dijadwalkan akan mengadakan tujuh seminar daring lagi selama periode penyelenggaraannya. Informasi lebih lanjut mengenai “The NextDev Hub X Huawei Webinar Series” dapat diakses melalui akun sosial media The NextDev di InstagramTwitter, dan Facebook.

PGN Komitmen Laksanakan Penugasan Pasokan Gas untuk Pembangkit listrik PLN sesuai Target Pemerintah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai langkah lebih lanjut mengenai penugasan dari PT Pertamina untuk melaksanakan penugasan Kepmen ESDM 13/ 2020 mulai dari penyediaan pasokan LNG hingga pelaksanaan pembangunan infrastruktur LNG untuk pembangkit listrik, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan melaksanakan penugasan tersebut melalui pembangunan clusterisasi infrastruktur LNG

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Syahrial Mukhtar mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur LNG terbagi menjadi tiga area yaitu Area Barat, Area Tengah, dan Area Timur.

“Kami akan membangun tiga HUB, yang pertama Area Barat akan bangun HUB di Terminal Arun, untuk bisa menyuplai kebutuhan gas di Nias, Krueng, dan sekitarnya. Kemudian Area Tengah, kami sudah memiliki FSRU Lampung, dengan sistem breakbulking ke kapal-kapal kecil untuk menyuplai small LNG carrier. Jadi, nanti FSRU Lampung bisa dibawa ke Kalimantan, Bali, NTT, dan NTB,” jelas Syahrial, (13/07/2020).

Lebih lanjut, pada Area Timur akan dibangun HUB perkiraan di Ambon untuk melayani Indonesia Tengah dan Timur seperti Sulawesi, Maluku dan Papua.

Pelaksanaan pembangunan Infrastruktur LNG dilakukan secara stimulan untuk pembangkit yang sudah dibangun dan dibagi menjadi delapan cluster yaitu sebagai berikut.

  1. Cluster Sumatera
  2. Cluster Kalimantan Barat
  3. Cluster Bali Nusra 1
  4. Cluster Bali Nusra 2
  5. Cluster Sulawesi
  6. Cluster Maluku
  7. Cluster Papua Utara
  8. Cluster Papua Selatan

“Tahap Quick Win akan dilaksanakan dengan menggunakan pola operasi follower di lokasi PLTMG Nias, PLTMG Tanjung Selor, dan PLTMG Sorong. Tahun ini ditargetkan selesai. Pada tahap ini ditargetkan dapat menyediakan harga yang lebih rendah dari HSD di plant gate pembangkit PLN. Perkiraan penghematan atas konversi penggunaan HSD ke PLN pertahun pada tahap quick win ini estimasi sebesar Rp 200 Milyar,” ungkap Syahrial.

“Kami telah bersama sama dengan PLN menyepakati skema logistik yang paling optimal. Untuk lokasi Quick Win Nias menggunakan skema transportasi laut dengan LCT dan isotank, Tanjung Selor menggunakan transportasi darat dengan trucking dan isotank, sedangkan Sorong menggunakan pipa gas,” lanjut Syahrial.

Setelah penandatanganan HoA yang dilakukan Pertamina dan PLN dengan salah satu isinya Pertamina telah menunjuk dan menugaskan PGN sebagai Sub Holding Gas untuk melaksanakan penyediaan pasokan dan infrastruktur, maka PGN telah melakukan koordinasi secara intensif dengan PLN untuk menyelesaikan perjanjian komersial untuk jangka waktu 20 tahun untuk tahap quick win. Sejauh ini para pihak berkerja sama dengan baik dan menghasilkan progres yang positif.

Syahrial berharap bahwa dalam waktu tidak lebih dari dua sampai tiga tahun, program konversi pembangkit listrik BBM ke gas alam sudah terealisasi. Proyek ini juga termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan membutuhkan investasi yang sangat besar.

“Langkah strategis ini sebagai wujud komitmen kami dalam melaksanakan program yang ditujukan untuk memperkuat struktur usaha Subholding gas dan meraih peluang pertumbuhan usaha dari meningkatnya kebutuhan dalam negeri akan pasokan gas untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik. Selain itu, menjadi respon PGN dalam mendukung program pemerintah menargetkan perbaikan bauran energi primer bagi pembangkit listrik PLN, sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca,” imbuh Suko Hartono, Direktur Utama PGN.

PGN berkomitmen untuk bersinergi dengan PLN untuk meningkatkan utilisasi gas di sektor kelistrikan supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Pemanfaatan gas bumi untuk sektor kelistrikan juga membantu mengurangi ketergantungan pada energi impor dan subsidi BBM. Optimalisasi pemanfaatan gas bumi ini juga merupakan upaya PGN menyediakan energi dalam negeri untuk kesejahteraan masyarakat. (rel/ram)

17 Juli, PDIP Umumkan 15 Calon Kada di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Djarot Saiful Hidayat mengatakan, DPP PDI Perjuangan segera mengumumkan calon yang akan diusung pada Pilkada serentak 2020.

“Insya Allah, Jumat, 17 Juli nanti ada 15 calon kepala daerah yang akan diusung PDI Perjuangan akan diumumkan secara virtual,” kata Djarot saat menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno secara virtual, Senin (13/7/2020) malam.

Dalam kesempatan itu, Djarot mengingatkan kepada DPC untuk segera menyelesaikan konsolidasi pengurus, anak cabang, ranting dan anak ranting agar kader solid menghadapi Pilkada serentak 2020. “Konsolidasi harus segera dituntaskan agar kita siap dan solid dalam menghadapi Pilkada Serentak nantinya,” ungkap Djarot.

Dia juga berpesan agar kader tetap solid dan tegak lurus terhadap Keputusan DPP. “Tidak ada tawar-menawar, semua kader harus siap dan patuh terhadap keputusan partai. Siapapun yang akan di rekomendasi sebagai calon harus didukung,” Anggota Komisi II DPR RI ini.

Diketahui, akan ada 23 kabupaten/kota di Sumut yang akan mengikuti Pilkada Serentak pada Desember 2020, dan sampai saat ini baru 4 kabupaten/kota yang sudah diputuskan DPP untuk diusung PDI Perjuangan. (adz)

Langkat Buka Empat Destinasi Wisata

DIABADIKAN: Kadis Konfinfo dan Pariwisata bersama para Kabid dan Camat diabadikan saat berada di Destinasi Wisata Langkat yang telah dibuka sejak 4 juli 2020 lalu.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melakukan pemantauan sekaligus uji coba pembukaan empat destinasi wisata di Langkat. Masing-masing objek wisata Bukit Lawang, Batu Katak, Tangkahan, dan Namo Sirasira. Uji coba ini dilakukan Pemkab secara bertahap.

Pemantaun dimulai dari Tangkahan, dilakukan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Hj Nur Elly Herliana Rambe, Kadis Kominfo H Syahmadi beserta jajaran dan pihak terkait, Minggu (12/7).

Kadis Kominfo di lokasi Wisata Tangkahan mengatakan, dilakukannya pemantauan objek wisata ini atas instruksi Bupati Langkat Terbit Rencana PA agar pelaku wisata dan pengujung benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya, agar tidak terjadi penyebaran Covid 19 di lokasi wisata.

H Syahmadi juga menerangkan, bahwa pembukaan empat objek wisata berdasarkan surat edaran bupati langkat NO 430-1028/DISPARBUT-LKT/2020. Jadi, ini merupakan masa uji coba selama 1 bulan penuh. Di mulai 4 juli 2020 lalu.

“Sembari menambahkan, jika pada masa uji coba berjalan lancar, artinya tidak terjadinya peningkatan jumlah kasus Covid-19, maka akan dibuka kembali objek wisata yang lain secara bertahap,” imbuhnya

Sementara Kadis Pariwisata Hj Nur Elly Herliana Rambe memaparkan, penerapan protokol di lokasi wisata, melakukan cek suhu tubuh di pintu masuk objek wisata, serta wajib menggunakan masker bagi pelaku maupun pengujung. Selain itu, pengunjung yang masuk ke lokasi wisata untuk sementara hanya diperbolehkan warga Langkat.

Kadis Peristiwa juga menerangkan, tujuan pembukaan objek wisata ini, untuk menggerakan perekonomian di sekitaran objek wisata, serta meningkatkan pendapatan asli darah (PAD) Pemkab Langkat ditengah pandemi.

“Alhamdulillah, sejauh ini terlihat dari pantauan kami, baik pengujung maupun pelaku usaha menerapkan protokol kesehatan, sembari menyampaikan, terlihat lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan tempat penangkaran gajah yang memang menjadi maskot ekowisata Tangkahan,” kata Hj Nur Elly.

Ikut mendampingi Kadis Kominfo dan Pariwiata antara lain Kabid Wisata Sabarita, Kabid Budaya Muslihin, Camat Batangserangan Ari Rahmadani.

Dari Dinas Kesehatan, Kasi Yankes Rujukan Dahlia Rosa, Kasi Yankes Primer Dr Lambok E Sitohang, Kapus Sei Bamban Dr Endang Toto Kaban, dan lainnya.(yas/azw)

Geopark Kaldera Toba Sah Anggota UGG: 6 Rekomendasi Unesco Mesti Dikerjakan Selama 4 Tahun

LOMBA SOLU: Lomba Solu Bolon di Danau Toba. Geopark Kaldera Toba sudah sah terdaftar sebagai anggota UNESCO Global Geopark. Untuk menjaga keanggotaan itu, 6 rekomendasi UNESCO harus dikerjakan pemerintah.
LOMBA SOLU: Lomba Solu Bolon di Danau Toba. Geopark Kaldera Toba sudah sah terdaftar sebagai anggota UNESCO Global Geopark. Untuk menjaga keanggotaan itu, 6 rekomendasi UNESCO harus dikerjakan pemerintah.
LOMBA SOLU: Lomba Solu Bolon di Danau Toba. Geopark Kaldera Toba sudah sah terdaftar sebagai anggota UNESCO Global Geopark. Untuk menjaga keanggotaan itu, 6 rekomendasi UNESCO harus dikerjakan pemerintah.
LOMBA SOLU: Lomba Solu Bolon di Danau Toba. Geopark Kaldera Toba sudah sah terdaftar sebagai anggota UNESCO Global Geopark. Untuk menjaga keanggotaan itu, 6 rekomendasi UNESCO harus dikerjakan pemerintah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah Geopark Kaldera Toba (GKT) masuk sebagai salah satu warisan atau keajaiban dunia, UNESCO Global Geopark (UGG) memberikan enam rekomendasi yang mesti dilakukan Indonesia, selama empat tahun GKT menjadi anggota UGG.

General Manager BPGKT, Dr Ir Hj Wan Hidayati MSi, memaparkan keenam rekomendasi dimaksud. Pertama, mengembangkan hubungan antara warisan geologis dan warisan teritorial lainnya seperti biotik alami, budaya, tidak berwujud melalui interpretasi, pendidikan dan wisata. Termasuk melatih pemandu lokal, pariwisatan

operator dan masyarakat setempat dan lainnya. Kemudian tentang tautan antara geologi dan ekologi, untuk diaktifkan berbagi pengetahuan dengan pengunjung.

Kedua, mengembangkan strategi kemitraan yang mencakup metodologi dan kriteria yang jelas untuk menjadi mitra. Hal itu berlaku untuk akomodasi, katering, penyedia transportasi, penyedia aktivitas dan produsen produk lokal.

Ketiga, memperkuat keterlibatan dalam aktivitas Global Geoparks Network dan Asia Pasifik Jaringan Geoparks untuk mempromosikan nilai internasional wilayah melalui kemitraan dengan Global Geoparks di bawah payung UGG.

Keempat, mengembangkan strategi pendidikan dengan bekerja dalam kemitraan dengan UGG lainnya.

Kelima, meningkatkan strategi dan kegiatan pendidikan untuk memfasilitasi mitigasi bahaya alam dan perubahan iklim di sekolah-sekolah untuk populasi lokal.

Terakhir, memperkuat keterlibatan UGG dalam studi penelitian, konservasi dan promosi penduduk asli setempat dan budaya serta bahasa mereka.

“Enam rekomendasi itu akan segera dijalankan BP-GKT. Masuknya GKT menjadi UGG sangat membanggakan dan akan menguntungkan Sumut dalam banyak hal, khususnya di sektor pariwisata,” kata Wan Hidayati, akhir pekan lalu.

Sejalan dengan rekomendasi UGG ini, Komisi E DPRD Sumut yang membidangi aspek pendidikan dan kebudayaan, berharap keenam poin dimaksud dapat dijalankan maksimal oleh pemerintah provinsi dan pemda se kawasan Danau Toba.

“Pertama kami tentu menyambut gembira bahwa Danau Toba atau GKT ditetapkan sebagai anggota UGG. Seharusnya ini menjadi peluang bagi pemprov dan pemkab sekawasan, mengejar syarat-syarat (rekomendasi) yang ditetapkan UNESCO. Termasuk persoalan budaya dan pendidikan. Komisi E yang membidangi kedua aspek ini, siap mendorong agar budaya lokal di sekitar Danau Toba, tetap harus dipelihara masyarakat setempat dan didukung oleh pemprov dan pemda,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta menjawab Sumut Pos, Senin (13/7).

Begitupun pada aspek pendidikan, menurutnya, mesti mendukung agar budaya lokal di kawasan Danau Toba terjaga kelestariannya, dan kalau bisa masuk ke kurikulum tambahan dalam pembelajaran semua sekolah di Sumut. “Sehingga masyarakat atau anak didik bisa memahami budaya lokalnya, dengan demikian dia menjadi lestari dan pasti jika itu terjaga dengan baik, dapat mendukung pariwisata Danau Toba,” katanya.

Selain itu, pihaknya siap memfasilitasi pertemuan dengan stakeholder terkait termasuk mengundang kepala daerah sekawasan Danau Toba, guna menyeragamkan visi setelah penetapan GKT sebagai UGG serta bagaimana langkah ke depan mewujudkan enam rekomendasi dimaksud.

“Kami nanti coba fasilitasi pemda sekawasan itu untuk bisa sama-sama menyusun agenda-agenda kelestarian budaya lokal di kawasan Danau Toba. Bersama juga dengan Dinas Pendidikan Sumut dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, serta BPGKT dan BPODT,” pungkasnya.

Mengenai rekomendasi UGG tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi, mengatakan siap menindaklanjuti dan mengimplementasikan dalam kurun waktu penilaian empat tahun ke depan, sehingga status GKT sebagai anggota UNESCO tetap terjaga. Namun Edy menyebut, masyarakat mesti memahami ada aturan main dan kewenangan yang dimiliki masing-masing pemerintah.

“Kalian harus tau keramba itu wewenang siapa. Kita hanya bisa menyarankan, memohon, dan merekomendasi kepada pusat. Jika wewenang provinsi, pasti akan saya tindak,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, kemarin.

Edy mengajak semua pihak termasuk elemen masyarakat menjaga kelestarian alam dan lingkungan di kawasan Danau Toba, pasca GKT bagian dari keluarga besar UGG. “Alhamdulillah, kita bersyukur dan kita jaga keindahan dan kehebatan Danau Toba yang sudah diakui dunia sekarang. Ayo kita hijaukan kembali kita pulihkan kembali lingkungannya,” ajaknya.

Diketahui, Selasa (7/7) lalu, bertempat di Paris, dalam Sidang ke-209, Dewan Eksekutif UNESCO menyepakati Kaldera Toba sebagai UGG. UNESCO pun memberikan enam rekomendasi dalam waktu empat tahun ke depan, untuk dijalankan Pemerintah Indonesia. (prn)

Positif Covid-19 Capai 2.367 Orang, Gubsu: Sumut Masih Terkendali

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masuknya Sumatera Utara dalam lima besar nasional kasus positif Covid-19 terbanyak, direspon Gubernur sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Edy menyatakan, penambahan kasus positif lantaran rapid test dan swab test mulai dilakukan masif di tengah masyarakat. Sejatinya, kata dia, Covid-19 di Sumut masih dalam pengendalian GTPP Covid-19 Sumut.

“Tanya sama Gugus Tugas Nasional (soal Sumut ranking lima nasional kasus positif Covid-19). Di sini masih terkendali. Kenapa meningkat? Memang dimaksimalkan swab. Namun demikian, tetap dituntut kedisiplinan masyarakat. Memakai masker, jaga jarak, cuci tangan setiap saat menggunakan sabun,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Sudirman Medan, Senin (13/7).

Menurut dia, jika pola 3M tersebut dijalankan seluruh lapisan masyarakat, pandemi Covid-19 dapat dieliminir. Jalan terbaik menghilangkan wabah, menurut Edy, adalah menunggu vaksin ditemukan. Sedangkan untuk meminimalisirnya, dilakukan dengan cara disiplin menerapkan pola 3Mn

“Lebih bagus diketahui siapa saja orang yang terjangkit, supaya dapat dilakukan penelusuran. Supaya bisa kita kejar. Kita bukan bercerita siapa kena, siapa tidak. Yang perlu dihitung, berapa jumlah yang sembuh dari presentase yang meninggal,” katanya.

Mengenai sudah ada pemda di Sumut yang melaksanakan belajar tatap muka di sekolah pada awal tahun ajaran ajaran baru 13 Juli kemarin, Edy menegaskan, akan menganalisis kembali kebijakan tersebut. Khusus sekolah yang menjadi kewenangan provinsi, ia belum mengizinkan proses belajar mengajar di sekolah.

“Ini bukan soal zona hijau, kuning, oranye, dan zona merah. Tapi menyangkut kelangsungan hidup generasi bangsa kita ke depan. Saya akan lihat lagi dan analisis lagi mengenai kebijakan ini,” tegasnya.

Anggota GTPP Positif

Edy mengatakan, dirinya dalam kondisi sehat meski seorang anggota GTPP Covid-19 Sumut berinisial MN, positif terjangkit Covid-19 sejak pekan lalu. Menurut Edy, MN kena virus dari luar, bukan saat bertugas di Posko GTPP Covid-19 Sumut.

“Oh, itu ‘kan di luar. Dia kenanya di luar, bukan di sini (posko),” ujar mantan Pangdam I/BB dan Pangkostrad tersebut. “Tapi apapun alasannya, ya ketahuan sama kita karena semua diperiksa, setiap saat di-rapid, di-swab,” imbuhnya.

Ekses MN dan istri positif Covid-19, kegiatan Gubernur Edy sejak pekan lalu lebih banyak di kediaman pribadinya, di kawasan Delitua, Kabupaten Deliserdang.

Terkait status MN dan istri positif korona, Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, mengatakan saat ini keduanya dalam kondisi sehat. Seluruh anggota keluarga mereka negatif Covid-19. “Saat ini MN dan istrinya menjalani isolasi mandiri di rumahnya,” ujar dia.

Wakil Sekretaris GTPP Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengatakan dirinya terakhir bertemu MN seminggu lalu di Posko GTPP Covid-19 Sumut. “Wah kaget sekali dengar informasi itu. Kita prihatin juga. Namun saya sudah di-rapid. Dan alhamdulillah nonreaktif,” ungkapnya.

Adapun MN diketahui salah satu sosok yang dekat dan melekat dengan Gubernur Edy Rahmayadi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. MN adalah mantan anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar, juga bagian dari anggota GTPP Covid-19 sesuai surat keputusan Gubsu selaku ketua gugus tugas.

2.367 Orang Positif

Perkembangan data terbaru yang dirangkum Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, kasus Covid-19 kembali naik. Jumlah positif Covid-19 menjadi 2.367 orang, bertambah 44 kasus dari hari sebelumnya 2.323.

“Jumlah positif Covid-19 naik menjadi 2.367 kasus dari sebelumnya 2.323 kasus,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB dalam keterangan persnya melalui video streaming, Senin (13/7) sore.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya juga meningkat sebanyak 19 kasus, sehingga totalnya menjadi 284 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) meningkat 30 kasus menjadi 2.212 orang.

“Begitu juga untuk pasien meninggal akibat Covid-19, angkanya meningkat 2 kasus menjadi 126 orang. Namun demikian, angka kesembuhan Covid-19 meningkat 13 orang dinyatakan sembuh menjadi 577 orang,” sambung Whiko.

Diutarakan dia, untuk memutus rantai penularan Covid-19 maka jagalah diri sendiri dan keluarga tercinta. Laksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kehidupan dan aktivitas sehari-hari. “Gunakan masker pelindung hidung dan mulut lalu jaga jarak 1 hingga 2 meter dan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir serta menghindari kerumunan orang banyak,” ucapnya.

Melihat dampak buruk Covid-19 di tengah masyarakat, kata Whiko, saat ini pemerintah memberikan kebijakan new normal yakni mengerahkan kepada sesuatu yang baik, agar bisa menerapkan kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, agama dengan aman. Hal itu semua dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Saat ini masyarakat menganggap new normal serasa betul-betul normal, merasa masa pandemi corona sudah berakhir, sehingga perlakuan kita untuk menjaga dan melindungi diri dari Covid-19 menjadi kendor. Memang tidak sedikit masyarakat yang disiplin dalam protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Tetapi hal ini harus kita lakukan secara bersama-sama, tidak bisa hanya sebagian orang saja,” tandasnya.

Pegawai BPJS Positif

Selain Rektor USU dan anggota GTPP Covid-19 Sumut, pegawai BPJS Kesehatan Cabang Medan juga terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya, pelayanan yang dilakukan secara tatap muka dialihkan sementara waktu via whatsapp (WA).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Sari Quratul Ainy, membenarkan ada pegawainya yang terinfeksi Covid-19. Namun tidak dijelaskan berapa orang yang positif Covid-19, dan bagaimana mereka tertular.

“BPJS Kesehatan Cabang Medan mengumumkan penghentian sementara kegiatan layanan administrasi tatap muka langsung kepada peserta JKN-KIS dan masyarakat Kota Medan mulai 13 sampai 24 Juli 2020. Hal tersebut dilakukan setelah sebelumnya terkonfirmasi ada pegawai yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab tes PCR,” ujar Sari, Senin (13/7).

Selama penghentian kegiatan layanan administrasi tatap muka langsung, pelayanan kepada peserta tetap dapat dilakukan melalui kanal-kanal yang sudah disiapkan. “Prioritas kami adalah tetap memberikan pelayanan administasi kepada peserta. Selain peserta dapat menghubungi care center BPJS Kesehatan 1500 400 atau aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Cabang Medan juga menyediakan nomor whatsapp yang dapat dihubungi oleh peserta untuk pelayanan informasi, pengaduan serta layanan administrasi,” kata Sari.

Menurut Sari, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh fasilitas kantor sejak Sabtu (11/7). Juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan. “Kita telah melakukan contact tracing (penelusuran) terhadap pegawai yang dinyatakan positif Covid-19 dan akan segera melakukan tes lanjutan kepada para pegawai lainnya,” ucapnya.

Mulai Senin, pihaknya juga mengharuskan para pegawai untuk bekerja dari rumah masing-masing, khususnya kepada pegawai yang sedang hamil, menyusui, dan berusia di atas 50 tahun. Sedangkan untuk pegawai yang melakukan kontak langsung kepada pegawai yang positif Covid-19, akan dilakukan karantina mandiri serta dilakukan tes lanjutan sesuai protokol yang telah ditentukan.

“Kepada masyarakat diminta untuk tetap tertib menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan melakukan physical-distancing saat berkegiatan di luar rumah,” tandasnya.

Kepala Dinkes Kota Medan dr Edwin Effendi mengaku, sedang melakukan tracing terhadap mereka yang kontak erat dengan pegawai BPJS Kesehatan terkonfirmasi positif virus corona. Selanjutnya, melakukan swab tes PCR untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut semakin meluas.

“Protokol kesehatan menjadi keharusan yang wajib dipatuhi masyarakat, sehingga meminimalisir penularan virus corona,” ujarnya singkat.

Pantauan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan Jalan Karya No. 135, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat, tampak ditutup oleh petugas satpam yang berjaga di gerbang pintu masuk sekira pukul 10.00 WIB. Tampak juga ditempel selembar kertas pengumuman kepada masyarakat, bahwasanya pelayanan kantor dialihkan sementara waktu melalui WA, care center atau aplikasi.

Tetapi masyarakat masih ramai datang, lantaran belum mengetahui kabar ditutupnya sementara pelayanan tatap muka di kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan. Warga pun mengeluh dan kecewa. “Pastinya kecewa, sudah datang jauh-jauh ternyata tutup kantornya. Kebetulan saya mau mengurus menjadi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran),” ungkap Dede, warga Jalan Tangguk Bongkar, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Medan Denai. (prn/ris)

Isolasi, Rektor Pimpin USU dari Rumah, Keluarga Negatif Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascatemuan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M.Hum dinyatakan positif terpapar Covid-19, USU tetap membuka layanan administrasi civitas akademika. Para pegawai tetap bekerja, dan dipimpin oleh Rektor dari rumah. Status kesehatan rektor dinyatakan tidak berdampak terhadap pelayanan di kampus tersebut.

Runtung sendiri sata ini menjalani isolasi mandiri di rumah pribadinya, bukan di rumah dinas Rektor di Kampus USU. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona. “Pak Rektor tetap memimpin dan melakukan kegiatan administrasi. Namun dilakukan dari rumah (pribadinya),” ungkap Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU Elvi Sumanti saat dikonfirmasi Sumut Pos melalui pesan Whatsapp, Senin (13/7).

Selain Runtung, Wakil Rektor I USU, Prof Rosmayati dan suaminya Prof Darma Bakti yang menjabat sebagai anggota Majelis Wali Amanat USU, juga dinyatakan positif Covid-19. Ketiga profesor tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat dan masuk dalam kategori OTG (orang tanpa gejala).

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kampus, seluruh ruang di kampus USU disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. “Kami yang bertugas di Biro Rektor dianjurkan untuk menjalani rapid test maupun swab di RS USU,” sebut Elvi.

Keluarga Negatif

Kemarin, Prof Runtung Sitepu mengatakan dirinya dalam keadaan sehat. Sedangkan keluarganya, yakni istri, anak, dan menantu, dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalano test swab di Laboratorium PCR RS USU.

“Berdasarkan hasil swab yang diuji menggunakan teknologi PCR di Rumah Sakit USU terhadap anggota keluarga saya, alhamdulillah semuanya negatif,” kata Runtung dalam pesan singkat Whatsapp, kemarin.

Keluarga dimaksud yakni sang isteri, Farida Tarigan. Ketiga anaknya, yakni dr. Yan Indra Fajar Sitepu, Sp.PD (M.Ked.PD.), Faradila Yulistari Sitepu, SH. MH, dan dan Febrinka Ananda Sitepu, S. Ked). Tiga orang menantu yakni dr. Andi Raga Ginting, Sp.PD. (M. Ked.PD), (K), dr. Halida Rahma Nasution, dan dr. Chairul Andika). Serta dua cucunya yakni Naafa Maisyfa Ginting dan Ranaya Zafira Ginting. Hasil test PCR keluar pada Senin (13/7) sore.

USU Lacak Kontak Rektor

Pihak RS USU juga langsung melakukan screening terhadap orang-orang yang pernah kontak erat dengan Prof. Runtung. Pantauan di RS USU, puluhan orang dari lingkungan kampus USU maupun luar kampus, mengikuti test swab di rumah sakit milik Kemendikbud tersebut.

“Screening ini perlu agar proses tracing berjalan dengan benar, efektif dan efisien. Jadi jika ditemukan kasus positif, bisa terus dikembangkan,” ucap Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS USU, dr. Riyadh Ikhsan, Sp.KK, kepada wartawan di RS USU, kemarin.

Riyadh mengimbau kepada pihak-pihak yang pernah kontak dengan Runtung, WR 1 USU dan Prof. Darma Bakti, untuk segera memeriksakan diri ke RS USU untuk dilakukan rapid test hingga swab.

“Rumah sakit sifatnya terbuka. Yang berjumpa dengan pak Rektor, kontak erat menurut aturan Kemenkes, bisa langsung kemari untuk kita screening. Nanti akan diputuskan apakah cukup rapid test atau langsung ke swab,” pungkasnya.

Dalam antrian swab di RS USU, terlihat mantan anggota DPD RI Parlindungan Purba. Ia mengatakan pernah kontak erat dengan Rektor USU saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2020.

“Saya ketemu beliau pada saat peninjauan pelaksanaan UTBK SBMPTN 5 Juli kemarin,” sebut Parlindungan.

Peserta UTBK-SBMPTN Tetap Semangat

Mesti Rektor USU diketahui positif Covid-19, peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 yang digelar di Universitas Sumatera Utara (USU) tak patah semangat mengikuti ujian.

Seperti diungkapkan Desi Andriani Siburian, dirinya mendapat informasi dari media tentang Rektor USU terinfeksi Covid-19. “Tahu sih. Tapi mau nggak mau harus ujian, karena sudah mendaftar. Yang pasti, tetap waspada pakai masker dan jaga jarak. Ujian tadi juga berjalan lancar dan tidak ada hambatan,” sebut Desi.

Diungkapkan siswi tamatan SMA Swasta Dwitunggal Tanjung Morawa ini, dirinya mengikuti UTBK mengambil jurusan ilmu komunikasi di USU. “Saya ujian di gelombang pertama pukul 09.00 sampai pukul 11.00. Tadi protokol kesehatan yang dilakukan ketat. Saya juga nggak lepas masker. Ini mau pulang ke rumah dan nanti mau langsung mandi,” jelasnya.

Seni Mawar Sihombing, siswi tamatan SMA Negeri Satu Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan, juga mengaku sudah mengetahui kabar Rektor USU positif Covid-19. “Saya biasa aja. Nggak ada ketakutan apapun. Minta sama Tuhan untuk keselamatan. Saya juga ngikutin protokoler kesehatan,” ucap gadis yang berniat masuk USU dengan jurusan ilmu ekonomi.

Berbeda dengan pengakuan peserta lainnya bernama Rina Mandasari Manurung. Siswi tamatan SMA Negeri 1 Sei Suka Batu Bara ini mengaku tidak mengetahui kabar Rektor USU positif Covid-19. Ia cukup kaget saat ditanyakan hal tersebut.

“Nggak tahu infonya. Tapi tadi saya udah kelar ujian dan semua berjalan lancar. Kami pakai masker dan wajib cuci tangan sebelum masuk ruangan, juga dites suhu tubuh. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa dan saya lulus,” katanya yang mengambil jurusan PGSD Unimed dan ujian di Fakultas Teknik USU pada gelombang pertama.

Gadis berambut panjang, Eunike Tarigan, siswi tamatan Methodist Kisaran, juga mengaku tidak mengetahui info terbaru bahwa Rektor USU positif Covid-19. “Saya fokus belajar aja. Karena saya berencana mengejar masuk USU dengan jurusan Ilmu komunikasi. Pilihan kedua ambil pendidikan luar biasa di Yogyakarta. Jadi nggak kepikiran hal lainnya,” pungkas nya yang baru keluar ujian dari Fakultas Farmasi USU.

Kepala Humas USU Promosi dan Protokoler, Elvi Sumanti saat dikonfirmasi mengenai ujian UTBK-SBMPTN hari kesembilan ini mengungkapkan, ujian berjalan lancar dan tak ada kendala.

“Alhamdulillah ujian sampai hari ini berjalan lancar. Kita melakukan protokoler kesehatan secara ketat. Peserta wajib menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir sebelum masuk ruangan dan kita jaga terapkan social distancing,” tandasnya. (gus)

Hari Pertama TA Ajaran Baru di Medan: Siswa ke Sekolah Ambil Buku Paket

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Sejumlah pelajar sekolah dasar SD) menuju sekolah mereka di SD Negeri 06402 jalan Karang Sari Medan, Senin 28/tujuh). Hari ini para siswa kembali bersekolah memasuki tahun ajaran baru

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari pertama Tahun Ajaran (TA) 2020-2021 di tengah pandemi Covid-19, siswa-siswi di Kota Medan mulai tampak hadir di sekolah. Mengenakan seragam sekolah dan mengikuti protokol kesehatan, para siswa tampak mewarnai sejumlah sekolah.

Kehadiran para siswa ke sekolah dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan, kepada wartawan di Medan, Senin (13/7). Ia mengatakan, meski siswa diizinkan masuk sekolah dan tatap muka, mereka hanya mengambil bahan pembelajaran. “Saya sudah konfirmasi ke beberapa sekolah. Anak-anak itu datang ke sekolah hanya mengambil bahan belajar mereka, seperti buku paket dan lainnya,” ujarnya.

Adlan mengatakan, saat ini Kota Medan masih menerapkan pembelajaran dari rumah. Setelah mendapatkan bahan ajar, para siswa langsung kembali ke rumah masing-masing.

Menurutnya, pada prinsipnya siswa dan siswi di Medan masih belajar dari rumah. Sistim pembelajaran tetap sama, prosesnya saja yang berbeda. “Polanya masih sama, cuma beda lokasi belajar aja. Kalau dulu ambil buku paket belajar di kelas, sekarang di rumah. Kalau nggak ada bahannya, ya sulit juga, apa yang mereka daring (dalam jaringan) ‘kan? Jadi mereka ambil buku, siap itu bubar. Nggak ada lagi di sekolah-sekolah,” tegasnya.

Untuk masa orientasi siswa di sekolah negeri, menurutnya telah selesai dilaksanakan pekan lalu. Orientasi hanya 3 hari saja. Jika pun masih ada, yang menerapkan hanyalah sekolah swasta.

“Swasta mungkin masih ada, karena swasta ‘kan kebijakan otonomi yayasannya. Kalau dari kementrian, tanggal 13 ini sudah belajar efektif,” tukasnya.

Pantauan Sumut Pos, SMP Negeri 1 Medan yang berlokasi di Jalan Bunga Asoka, Kecamatan Medan Selayang, masih menerapkan pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi zoom sebagai media penghubung guru dan siswa. Hal ini dikarenakan Kota Medan masih zona merah Covid-19.

Kepala SMPN 1 Medan, Lisnawati, mengungkapkan ada beberapa kebijakan baru yang dilakukan sekolah kepada siswa, yakni siswa wajib menggunakan seragam sekolah selama berlangsungnya jam mata pelajaran.

“Kita beri peraturan ini agar anak-anak tidak belajar dengan semaunya. Ini pengalaman dari kita empat bulan belajar jarak jauh ini. Jadi saya mengambil kebijakan bahwa anak-anak tetap memakai seragam sekolah dengan jadwal yang kita susun,” katanya.

Untuk pembelajaran sistem daring, siswa tidak boleh meninggalkan ruangan dan wajib menunggu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran melalui daring. “Jam belajar disesuaikan selama daring ini. Nanti pukul 07.30 anak-anak harus sudah berada di rumah dengan di tempat yang nyaman untuk menerima materi dari guru mata pelajaran,” jelasnya.

SMPN 1 Medan telah memulai pembelajaran baru pada Senin (13/7), dengan membuka 11 rombel untuk siswa baru sebanyak 253 orang.

Lisnawati mengimbau para siswa, khususnya siswa baru yang baru memasuki lingkungan SMP, untuk dapat mengatur waktu belajar dengan baik. “Kepada peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021, kita memasuki masa yang berbeda dengan tahun lalu. Imbauan saya kepada kalian semuanya, belajarlah dengan baik, atur waktu dan kedisiplinan tanpa harus diperhatikan atau dipantau oleh guru. Walau tidak bertemu dengan guru, tapi kalian harus tetap mengikuti pelajaran dan tugas yang diberikan,” tandasnya.

Untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolahnya telah menjalankannya selama 3 hari, yakni Kamis-Sabtu, 9-11 Juli 2020. Kegiatan ini dibagi menjadi 6 termin, dengan masing-masing termin sebanyak 60 peserta didik.

Dalam pengenalan tersebut, pihaknya memperkenalkan beberapa guru kepada peserta didik dan para wali orangtua. Perkenalan berjalan tertib.

Mengenai program sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum menjelaskan mengenai daftar pelajaran dan tata tertib sekolah kepada siswa. Pada MPLS hari ini, sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dimulai dari pintu gerbang dengan mengecek suhu tubuh menggunakan thermogun.

“Di hari pertama, MPLS dibagi dari dua termin mulai pukul 08.00-10.00 WIB dan akan dilanjutkan pada termin kedua pukul 11.00 WIB,” tukasnya. (mag-1)

Dugaan Prostitusi Online: Artis FTV Tertangkap Dibooking Pria Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang artis Film Televisi (FTV) berinisial HH, diamankan Satreskrim Polrestabes Medan, karena diduga terlibat kegiatan prostitusi online, Minggu (12/7) tengah malam. Artis dan selebgram berusia 23 tahun itu diamankan bersama seorang pria Medan berinisial R, dari salahsatu kamar hotel berbintang lima di kawasan Medan Barat.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, kepada wartawan, Senin (13/7) mengatakan, penangkapan bermula dari informasi yang diterima Satreskrim dan Satintelkam Polrestabes Medan beberapa hari lalu, bahwa ada seseorang yang menawarkan jasa prostitusi dan bisa mendatangkan artis ibukota ke Medan. Informasi itu segera ditindaklanjuti dengan melakukan pendalaman dan membentuk tim.

PAPARAN: Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, memaparkan penangkapan artis FTV ibukota, berinisial HH, kepada wartawan, Senin (13/7). Artis HH diduga terlibat kegiatan prostitusi di sebuah hotel di Medan.

“Minggu malam sekitar pukul 23.30 WIB, kita mengamankan HH bersama R di salahsatu hotel di Medan. Setelah kita amankan, keduanya diboyong ke Mapolrestabes Medan untuk dimintai keterangan,” ujar Riko.

Saat diamankan, HH dan pasangan prianya ditemukan dalam kondisi tak berbusana lengkap. Di kamar hotel, ditemukan 1 kotak alat kontrasepsi atau kondom, 2 unit ponsel android dan sejumlah kartu ATM.

Kepada penyidik, HH mengaku sebagai artis FTV, selebgram, dan juga model. Sedangkan R adalah pria berusia sekitar umur 35 tahun, beralamat di Medan.

“Sejauh ini HH statusnya masih sebagai saksi. Penyidik sedang mendalami dan mengembangkan kasusnya. Rencana hari ini (kemarin, red) juga dilakukan gelar perkara. Untuk saksi ada 3 orang yang sudah diperiksa,” katanya.

Pengakuan HH, awalnya ia berkomunikasi dengan temannya di Jakarta. Rekannya itulah yang berkomunikasi dengan temannya di Medan. Setelah deal, HH berangkat ke Medan pada hari Minggu menggunakan pesawat terbang. Ia dijemput di Bandara Internasional Kualanamu. “Sampai saat ini kita masih mengembangkan peran rekan HH masing-masing seperti apa,” ucapnya.

Pasca diamankan dan diboyong, HH dimintai keterangan secara maraton hingga subuh. “Tapi lantaran yang bersangkutan capek, ia meminta istirahat. Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan lagi. Sore ini (kemarin, red) yang bersangkutan diperiksa kembali kondisi kesehatannya. Selain itu, dilakukan rapid test Covid-19 di RS Bhayangkara Medan,” sebutnya.

Karyawan Swasta

Terkait pria berinisial R yang turut diamankan bersama HH, Riko menyatakan, pria tersebut merupakan warga Medan dan bekerja sebagai karyawan swasta.

Kepada penyidik, R mengaku membooking artis HH lewat muncikari. Awalnya, R mendapatkan informasi dari muncikari di Jakarta, yang mengaku dapat mendatangkan artis ke Medan. Ia pun menghubungi muncikari dimaksud. Dan akhirnya memesan artis HH untuk didatangkan ke Medan.

“Tentang mucikarinya sampai sekarang masih didalami. Karena menyangkut materi penyidikan, sehingga belum bisa disampaikan. Dugaan sementara, mucikarinya berasal dari Jakarta, tapi bisa juga dari Medan,” pungkasnya.

Pantauan di Mapolrestabes Medan sekitar pukul 17.00 WIB, artis HH dibawa penyidik untuk dicek kondisi kesehatannya, dan juga di-rapid test Covid-19.

Dengan pengawalan ketat petugas kepolisian, HH menutupi wajah dan kepalanya dengan jaket. Ia tak berkomentar sedikit pun. Selanjutnya ia masuk ke dalam mobil Xpander warna hitam BK 1131 RA untuk menuju RS Bhayangkara Medan.

Artis inisial HH diketahui pernah membintangi FTV di salahsatu stasion TV. Selain menjadi artis, artis berparas cantik itu juga dikenal sebagai selebgram cantik dengan ratusan pengikut. Ia kerap tampil dengan foto seksi.

Akan Gelar Perkara

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin, menyebut kasus dugaan prostitusi yang melibatkan artis, masih didalami penyidik di Polrestabes Medan. “Terkait kasus dugaan prostitusi online sedang ditangani Polrestabes Medan dan akan digelarkan. Bukti-bukti sedang didalami penyidik,” kata Martuani saat ditemui di Mapolrestabes Medan, Senin (13/7).

Menurut Martuani, dirinya tidak akan mengintervensi penyidikan, karena penyidik bersifat independen. “Hal pertama yang dilakukan adalah, apakah penyidik yakin telah terjadi tindak pidana, sehingga cukup untuk penyidikan berikutnya. Kita tunggu hasil gelar perkara yang ditangani oleh penyidik,” ujarnya.

Setelah gelar perkara oleh pihak penyidik, nantinya akan disimpulkan apakah HH bisa dikenakan tindak pidana. Hal itu diperlukan untuk menentukan statusnya, apakah terlibat tindak pidana atau tidak,” tegasnya.

Karena belum dilakukan gelar perkara, Martuani didampingi Wakapoldasu Brigjen Dadang Hartanto, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, beserta sejumlah PJU Poldasu dan Polrestabes Medan, mengaku belum bisa memaparkan terkait hasil penangkapan HH.

Sebelumnya, HH dan pasangannya R ditangkap terkait dugaan prostitusi dari sebuah hotel di Medan, Minggu (12/7) malam. Selain HH, polisi juga meringkus pria berinisial G yang diduga sebagai mucikari alias germo. G diduga kuat bisa menghadirkan artis-artis ibu kota ke Kota Medan dalam hal menawarkan ke orang-orang dalam rangka prostitusi. (ris/mag-1)

Kasus Covid 19 Tebingtinggi Tambah 7 Orang

PAPARAN: Jubir Tim GTPP Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia ketika menyampaikan penyebaran Covid 19 di Tebingtinggi.
PAPARAN: Jubir Tim GTPP Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia ketika menyampaikan penyebaran Covid 19 di Tebingtinggi.
PAPARAN: Jubir Tim GTPP Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia ketika menyampaikan penyebaran Covid 19 di Tebingtinggi.
PAPARAN: Jubir Tim GTPP Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia ketika menyampaikan penyebaran Covid 19 di Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah Kota Tebingtinggi semangkin hari semangkin bertambah. Senin (13/7), tercatat sebanyak 7 orang positif Covid -19 setelah melakuan pemeriksaan sweb PCR. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sembuh 3 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 68 orang telah bebas dari 1.879 orang.

Tim Gugus Terpadu Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Kota Tebingtinggi mencatat ada dua tambahan orang yang positif Covid-19 dari sebelumnya lima menjadi tujuh orang. Di antaranya, seorang wanita dan seorang laki laki yang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit di Kota Tebingtinggi dan Medan.

Warga yang terpapar Covid-19 seorang wanita berinisal M warga Kelurahan Durian Kecamatan Padang Hulu merupakan pekerja swasta dan H laki-laki bekerja pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang Perbankan di Kantor Cabang Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) warga Kelurahan Persiakan Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi.

Menyikapi penyebaran pandemi Covid-19 yang kian bertambah dan untuk memutus mata rantai, tim GTPP Covid 19 Kota Tebingtingi melalui tim Dinas Kesehatan melakukan rapid tes dan penyemprotan disinfektan terhadap keluarga dan rumah tempat tinggal dua warga yang terpapar Positif Covid 19.

Juru Bicara (Jubir) Tim GTPP Kota Tebingtinggi yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia didampingi Kepala Bidang (Kabid) P2P dr Henny mengatakan hal itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid -19 terutama pada keluarga yang terpapar.

“Mereka adalah orang-orang selalu kontak langsung dengan pasien, kita harus tetap waspada terutama terhadap orang tanpa gejala atau OTG yang tidak punya tanda-tanda sedang terpapar,” bilang dr Nanang.

dr Nanang juga terus mengingatkan warga untuk tetap waspada di tengah suasana masa transisi normal baru. Apalagi PDP Positif di Tebingtinggi terus bertambah menjadi 7 orang. “Tetap lakukan protokol kesehatan secara disiplin terutama di tempat umum, pakai masker, selalu mencuci tangan dan lakukan physical distancing,” pungkasnya. (ian/azw)