26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 4214

Dewan Minta Pabrik Penghasil Limbah Alumunium di Sei Mencirim Ditutup

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Operasional PT Damai Abadi, pabrik penghasil limbah di Jalan Sei Mencirim Dusun II, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, diminta segera ditutup lantaran keberadaannya telah membuat warga resah.

“Limbah perusahaan pengolahan alumunium ini, sebagaimana laporan masyarakat kepada dewan cukup meresahkan, atap rumah warga juga sampai menghitam,” kata Anggota DPRD Sumut Daerah Pemilihan Kabupaten Deli Serdang, Jafaruddin Harahap kepada Sumut Pos, Rabu (24/6).

Ia meminta, jajaran terkait di Pemprov Sumut dan Pemkab Deli Serdang untuk memberikan sanksi dan tindakan tegas kepada pengusaha PT Damai Abadi karena usaha tersebut selama ini telah membuat polusi udara yang sangat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar Dusun I, II, dan III di wilayah itu.

“Temuan ini akan menjadi prioritas bagi anggota DPRD Sumut khususnya Dapil III Deli Serdang,” tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan, yang turut memasukan temuan dimaksud dalam Laporan Kegiatan Reses Anggota DPRD Sumut tahun sidang I 2019-2020, Selasa (23/6).

Apalagi, kata anggota Komisi E ini, keluhan ini sudah cukup lama bahkan protes juga telah pernah dilakukan warga sekitar dengan berunjukrasa di depan lokasi perusahaan. Namun tidak ada respon dari pihak pengusaha maupun instansi pemerintah yang berwenang.

Kepala Dusun II Desa Paya Geli, Syahril yang dikonfirmasi wartawan, sangat berharap keluhan warganya tersebut bisa mendapat respon.

“Kami berharap wakil rakyat di DPRD Sumut mendengar aspirasi warga Desa Paya Geli yang sudah cukup lama menderita akibat limbah PT Damai Abadi,” ujarnya.

Perusahaan pengolahan alumunium yang sudah puluhan tahun beroperasi itu, kata Syahril, juga kerap menyebarkan aroma tak sedap di wilayah sekitar jika saat musim hujan.

“Saya menduga polusi udara akibat limbah yang dihasilkan juga cukup tinggi, mengakibatkan pohon- pohon pisang mengering, dan air Sungai Krio menghitam,” tuturnya.

Ironisnya lagi, daun- daun pisang merupakan salah satu mata pencaharian pokok warga sekitar. “Jadi selain polusi udara, mata pencaharian warga juga terganggu,” pungkasnya. (prn)

Pembakar Bendera PDI Perjuangan Tak Paham Ideologis Pancasila

Pembakar Bendera PDI Perjuangan Tak Paham Ideologis Pancasila.
Pembakar Bendera PDI Perjuangan Tak Paham Ideologis Pancasila
Pembakar Bendera PDI Perjuangan Tak Paham Ideologis Pancasila.
Pembakar Bendera PDI Perjuangan Tak Paham Ideologis Pancasila.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba juga angkat bicara menyikapi aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan. Dia menilai, pembakaran bendera PDI Perjuangan adalah tindakan tak beradab dan pelakunya sangat tidak paham ideologi Pancasila, sehingga tidak tahu apa yang mereka lakukan sesungguhnya bertentangan dengan Pancasila itu sendiri.

“Kalau bendera organisasi mereka kita bakar, apa mereka tidak tersinggung? Jadi jangan selalu berpikir egois dengan misi politik yang tidak bermoral dan tidak beradab,” kata Mangapul dalam siaran persnya yang diterima SumutPos.co, Jumat (26/6/2020) siang.

Disebutnya, PDI Perjuangan adalah partai politik yang memegang teguh nilai-nilai Pancasila sejak kelahirannya. Maka dari itu, kader PDI Perjuangan tidak akan pernah takut kepada siapapun, termasuk kelompok orang yang hobinya memprovokasi. “Kita tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Tuhan yang maha esa. Jadi mari saling memahami dan saling menghargai, dan sekarang mereka yakin bahwa Pancasila itu bukan toghut dan bukan pula berhala,” tegas Mangapul.

“Di saat pemerintah dan rakyat bahu-membahu menanggulangi pendemi Covid-19, mereka malah sibuk melakukan provokasi. Akal sehat dari mana yang bisa menerima tindakan semacam ini,” imbuhnya.

Meski begitu, Mangapul mengimbau kepada semua kader untuk tetap tunduk pada perintah Ketum Hj Megawati Sukarnoputri. “Masih banyak nilai-nilai yang bisa digali dari ideologi Pancasila yang sudah dilahirkan founding fathers bangsa ini, karena ideologi Pancasila diciptakan untuk pemersatu bukan bahan provokasi maupun bakar-bakaran bendera,” pungkasnya. (adz)

Tekan Biaya, Lima Sektor Beralih ke Teknologi

TEKNOLOGI: Industri kendaraan yang menerapkan teknologi robot.
TEKNOLOGI: Industri kendaraan yang menerapkan teknologi robot.
TEKNOLOGI: Industri kendaraan yang menerapkan teknologi robot.
TEKNOLOGI: Industri kendaraan yang menerapkan teknologi robot.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya mengungkapkan bahwa di tengah pandemi seperti sekarang ini, industri harus segera beralih ke teknologi. Hal ini dilakukan untuk efisiensi biaya produksi.

Kata dia, sudah ada beberapa industri yang telah mengadopsi pemanfaatan teknologi untuk menjalankan bisnisnya. Pertama adalah industri sektor manufaktur.

“Itu sudah mulai dilakukan, yang paling lead itu di manufaktur melakukan dan utamanya mereka melakukan ini untuk optimalisasi operasional, kedua untuk meningkatkan produktivitas dan ketiga meningkatkan product development hingga sales,” tutur dia dalam webinar, Kamis (25/6).

Kemudian, ada juga sektor ritel, yang juga terdampak sangat parah akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), aktivitas jual beli terhambat. Bahkan, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan adanya penurunan omset hingga 90 persen.

“Kedua industri ritel, mereka juga sudah melakukan hal ini, kalau ditanya mereka mengoptimalisasi operasional mereka dan produktivitas dan meningkatkan produk maupun skill,” jelasnya.

Selain itu, juga ada sektor pertambangan agrikultur hingga telekomunikasi. Di mana, disebutkan bahwa akan ada potensi efisiensi biaya sebesar USD 120 miliar hingga tahun 2025.

“Lalu sektor mining, agriculture, lalu telekomunikasi dan media, akan ada peningkatan efisiensi dan produktivitas dengan total potensi itu sekitar USD 120 miliar atau Rp 1.700 triliun,” tuturnya. (bbs/azw)

Waspadai Krisis Pangan

BULOG: Pekerja mengangkat beras dari Bulog untuk mencukup kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.
BULOG: Pekerja mengangkat beras dari Bulog untuk mencukup kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.
BULOG: Pekerja mengangkat beras dari Bulog untuk mencukup kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.
BULOG: Pekerja mengangkat beras dari Bulog untuk mencukup kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kondisi pandemi Covid-19, harus menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Indonesia dengan ancaman krisis pangan. Karena, Vietnam sebagai negara penghasil beras terbesar di dunia kini membatasi ekspornya pada bulan Maret dan April tahun 2020 ini.

Sementara, tanah air masih melakukan impor beras negara untuk mencukupi pasokan pangan dalam negeri untuk ketersedian beras. ”Kabar dari Vietnam itu, menjadi kabar yang cukup membuat kita khawatir,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut, Benjamin Gunawan, Kamis (25/6).

Gunawan mengungkapkan ada tiga lembaga yang memberikan kekuatiran terkait dengan kemungkinan terjadinya kekurangan makanan atau food shortage, yakni FAO, WHO, dan WTO.

“Tiga lembaga tersebut menyatakan bahwa akan ada masalah pangan, jika banyak negara tidak mampu mengendalikan penyebaran corona dengan baik,” jelas Gunawan.

Gunawan mengatakan Indonesia pada dasarnya juga masih membutuhkan negara lain dalam menyediakan sebagian kebutuhan pangannya. Bawang putih, bawang bombai, kacang tanah, kedelai.

“Termasuk beras sebagian juga harus didatangkan dengn cara impor. Bila belajar dari tahun 1998, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang baik meskipun dilanda krisis keuangan,” ujar Gunawan.

Ia menilai sekalipun jika nantinya sejumlah negara menutup ekspor bahan pangannya. Dengan itu, Indonesia juga masih memiliki ketahanan pangan yang mumpuni. Meksipun, Gunawan menggaris bawahi bahwa pemerintah harus mampu menyediakan kebutuhan pangan mendasar terlebih dahulu yakni beras.

“Selebihnya saya pikir merupakan kebutuhan pangan subtitusi yang bisa digantikan,” tutur Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) itu.

Namun begitu, Gunawan mengatakan respon pemerintah terkait dengan poetnsi adanya krisis pangan juga sudah dilakukan. Ada 3 kementerian yang kini tengah difokuskan untuk pengembangan tanaman pangan (food state) di wilayah Kalimantan Tengah.

“Meksi demikian, pemerintah juga harus menyadari bahwa setiap provinsi di Indonesia ini juga bergantung dari provinsi lain dalam menyediakan kebutuhan pangannya. Misalkan, SUMUT masih membutuhkan bawang merah dari wilayah jawa tengah, dan untuk beras SUMUT juga kerap bergantung beras dari jawa barat bahkan hingga ke Sulawesi,” jelas Gunawan.

Gunewan mengungkapkan jadi perlu ada dorongan juga kepada pemerintah daerah agar mengamankan stok bahan pangannya dengan cara tanam mandiri atau dengan bekerjasama dengan provinsi lain. ”Katakanlah Sumut seharusnya bisa mengembangkan tanaman bawang merahnya secara mandiri,” sarannya.

Selain itu, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sangat ketat juga membuat distribusi dan logistik juga mengalami masalah. Jadi kebijakannya harus komperhensif. Bukan hanya dari sisi penyediaan saja, tetapi juga mempertimbangkan distribusinya.

“Dan kita harus segera bersiap manakala banyak negara yang lebih mementingkan urusan perutnya sendiri dan membatasi ekspornya kenegara lain dengan alasan apapun,” ujar Gunawan.

Ia menambahkan jangan sampai rumitnya urusan penyebaran corona ini justru diperburuk dengan penyediaan kebutuhan pokok yang bermasalah di tengah masyarakat.

“Meskipun sampai detik ini saya masih optimis kita akan mampu terhindar dari kemungkinan buruk masalah pangan dunia tersebut. Namun kita jangan terlena juga, kita harus tetap waspada sejak dini,” pungkasnya. (gus/azw)

Kementerian PUPR Tambah Kuota FLPP ke BTN

RUMAH SUBSIDI: Pekerja saat menyelesaikan rumah subsidi di kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu.
RUMAH SUBSIDI: Pekerja saat menyelesaikan rumah subsidi di kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu.
RUMAH SUBSIDI: Pekerja saat menyelesaikan rumah subsidi di kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu.
RUMAH SUBSIDI: Pekerja saat menyelesaikan rumah subsidi di kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memutuskan penambahan kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Bank Tabungan Negara (BTN) guna dimanfaatkan untuk penambahan fasilitas pembiayaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Tambahan kuota diberikan Kementerian PUPR untuk memenuhi kebutuhan kredit 1.240 unit rumah.”Kami apresiasi kepada PPDPP atas penambahan kuota yang diberikan ini. BTN akan berusaha maksimal untuk menyalurkan KPR FLPP atau KPR Sejahtera sesuai target dan sasaran yang dipatok Kementerian PUPR. Sekaligus akan kita manfaatkan untuk mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional di era new normal,” kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, Kamis (25/6)

Penambahan kuota FLPP tersebut diberikan PPDPP setelah mengevaluasi Bank Pelaksana FLPP yang sebelumnya ditunjuk dan hasil lolos uji pencairan.

Bank BTN telah lolos dengan hasil penyaluran di atas target yang ditetapkan PPDPP. Adapun per 31 Mei 2020, perseroan sukses merealisaskan KPR FLPP untuk membiayai 46.798 unit atau setara dengan Rp4,7 triliun.

Pahala optimistis, BTN dapat mencapai target penyaluran Kredit Perumahaan Rakyat (KPR) Subsidi tahun ini, baik melalui KPR FLPP maupun dengan skema Subsidi Selisih Bunga maupun Subsidi Bantuan Uang Muka atau SBUM.

“Pandemi covid memang sangat berpengaruh pada demand masyarakat untuk membeli rumah, namun minat tersebut tidak menyurutkan masyarakat untuk memiliki rumah subsidi. Harga jual rumah yang terus naik setiap tahunnya menjadikan satu pertimbangan masyarakat khususnya MBR untuk segera memiliki rumah. Di samping itu fasilitas SBUM yang diberikan kepada MBR menjadi stimulus dalam pergerakan kebutuhan rumah pada saat ini,” kata Pahala.

Kinerja KPR Subsidi dari Bank dengan kode saham BBTN ini masih tumbuh positif. Berdasarkan catatan, posisi penyaluran KPR Subsidi baik konvensional maupun syariah per Mei 2020 tumbuh 5,95% menjadi sebesar Rp102,94 triliun dibandingkan posisi per Mei 2019 yang mencapai Rp95,434 triliun.

Pahala optimistis tambahan kuota FLPP maupun SSB akan dapat mendorong penyaluran KPR Subsidi perseroan yang tahun ini ditargetkan dapat mencapai sekitar Rp103,49 triliun. (bbs/azw)

Dewan Desak Pemerintah Sesuaikan Harga BBM

ISI BBM: Seorang karyawan SPBU mengisi bahan bakar minyak ke sebuah mobil di Medan, beberapa waktu lalu.
ISI BBM: Seorang karyawan SPBU mengisi bahan bakar minyak ke sebuah mobil di Medan, beberapa waktu lalu.
ISI BBM: Seorang karyawan SPBU mengisi bahan bakar minyak ke sebuah mobil di Medan, beberapa waktu lalu.
ISI BBM: Seorang karyawan SPBU mengisi bahan bakar minyak ke sebuah mobil di Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menanyakan perihal harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak kunjung turun. Padahal, sejak wabah Covid-19 menyebar ke berbagai negara, harga minyak dunia anjlok.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mempertanyakan, kapan penyesuaian harga BBM akan dilakukan. Menurutnya, pemerintah terlalu lama mengambil pertimbangkan.

“Isu energi soal penyesuaian harga BBM yang tak kunjung terealisasi, karena wait and see. Jadi, kapan disesuaikan?” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (25/6).

Menteri ESDM Arifin Tasrif pun menanggapi bahwa harga minyak dunia selama pandemi cenderung berfluktuasi. Oleh karena harganya bergerak diniamis, maka pemerintah tidak boleh tergesa-gesa mengambil keputusan.

Bahkan, saat ini harga minyak dunia sudah kembali merangkak naik. “Saat ini sudah ada peningkatan MOPS, kemudian Brent internasional. Siklus daripada crudeinternasional sering cepat sekali cycle-nya,” tuturnya.

Namun demikian, pemerintah berkomitmen untuk berupaya mengawal harga BBM agar berada di level wajar. Dia menjamin harga BBM di Indonesia salah satu yang terendah di ASEAN, meski sedikit lebih tinggi dibandingkan Malaysia dan Vietnam.

“Kami akan usahakan harga masih ada di level tidak di atas lebih tinggi dari harga di ASEAN,” tegasn Arifin.

Sementara, DPR RI Komisi VII menanyakan rencana PT Pertamina (Persero) yang akan menghapus produk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak ramah lingkungan dengan kadar Research Octane Number (RON) di bawah 91, seperti Premium dan Pertalite. Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo mengaku terkejut mendengar rencana tersebut.

Menurutnya, timbul dugaan bahwa hal itu merupakan strategi pemerintah maupun Pertamina dalam meniadakan subsidi BBM. “Pertamina akan menghapus, menghilangkan Premium atau Pertalite untuk masyarakat? Saya pikir ini juga hal yang mengejutkan buat masyarakat,” ujarnya Kamis (25/6).

Menteri ESDM Arifin Tasrif menepis anggapan tersebut. Ia menjelaskan, rencana tersebut merupakan kesepakatan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon, dengan memaksimalkan produksi energi ramah lingkungan.

Adapun kesepakatan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 yang mengatur mengenai batasan RON. “Kita memliki komitmen mengurangi emisi karbon dalam jangka panjang,” tuturnya.

Arifin menyebut, ke depan pemerintah akan fokus memproduksi BBM yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut juga untuk mengurangi dampak beban lingkungan. (bbs/azw)

Tersentuh dengan Kondisi Maghfira, Komjen Agus Utus Anak Buah Bawa Kursi Roda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjadi petinggi Polri di Jakarta tak serta-merta membuat Komjen Agus Andrianto kehilangan ikatan batin dengan daerah tempat dirinya pernah bertugas.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri itu pun langsung tersentuh ketika mendengar kabar tentang bocah penyandang disabilitas bernama Maghfira Ramadhani (6), warga Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara yang didiagnosis mengalami komplikasi. Deli Serdang bukanlah daerah asing bagi Komjen Agus. Polisi kelahiran 16 Februari 1967 itu pernah bertugas sebagai kepala Polsek Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Oleh karena itu ketika mendengar kabar tentang Maghfira yang didiagnosis mengalami pengecilan kepala, epilepsi dan sejumlah gangguan lainnya, Komjen Agus langsung mengutus stafnya mengantar bantuan untuk putri pasangan Hermansyah (35) dan Azizah (27) tersebut.

Ada kursi roda, tali asih dan bantuan lainnya dari Komjen Agus untuk Maghfira. Bantuan itu diantar oleh staf Agus yang bernama Abink, Senin (22/6). Azizah pun langsung terharu ketika menerima bantuan untuk putrinya. Ia tak kuasa menahan tangis dan mendoakan Komjen Agus.

“Saya hanya bisa berdoa agar Pak Agus dan keluarga senantiasa dilimpahi keberkahan dari Allah SWT, karena selama ini kami tidak pernah mendapat bantuan apalagi terkait anak saya,” ujar Azizah Kehidupan ekonomi rumah tangga Azizah bersama suaminya memang dalam kekurangan. Mereka terpaksa menumpang di rumah saudara.

“Kami saat ini menumpang menempati rumah kerabat yang berbaik hati karena rumahnya kosong,” ujar Azizah.

Sementara Komjen Agus mengatakan bahwa dirinya hanya berupaya semaksimal mungkin dalam membantu pihak-pihak yang membutuhkan. “Kekuatan yang dipinjamkan oleh Allah SWT gunakan sebaik-baiknya untuk membantu yang lemah,” tuturnya.

Komjen Agus Andrianto saat mengikuti acara donor darah. Foto: Antara/Baharkam Polisi yang sarat pengalaman di bidang intelijen itu menambahkan, jajaran Polri harus menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kehadiran Polri membantu masyarakat juga merupakan representasi kehadiran negara ditengah-tengah masyarakat,” ujar mantan kapolda Sumatera Utara itu.(ant/ila)

PMI Medan Bagikan Alat Spraying ke Pengemudi Angkot

SERAHKAN: Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus didampingi Kabid PB PMI Kota Medan, Hanin Dito menyerahkan bantuan alat spraying. dan cairan disinfektan kepada pengemudi angkot, Kamis (25/6).
SERAHKAN: Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus didampingi Kabid PB PMI Kota Medan, Hanin Dito menyerahkan bantuan alat spraying. dan cairan disinfektan kepada pengemudi angkot, Kamis (25/6).
SERAHKAN: Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus didampingi Kabid PB PMI Kota Medan, Hanin Dito menyerahkan bantuan alat spraying.  dan cairan disinfektan kepada pengemudi angkot, Kamis (25/6).
SERAHKAN: Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus didampingi Kabid PB PMI Kota Medan, Hanin Dito menyerahkan bantuan alat spraying. dan cairan disinfektan kepada pengemudi angkot, Kamis (25/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan menggelar bakti sosial di Kecamatan Medan Marelan, Kamis (25/6). Adapun kegiatan yang digelar yaitu penyemprotan (spraying) cairan disinfektan dan donor darah.

Ketua PMI Kota Medan, Musa Rajekshah melalui Ketua Harian John Ismadi Lubis menjelaskan, penyemprotan disinfektan kali ini dilakukan di stasiun angkutan kota (angkot), Jl. Andan Sari, Kelurahan Terjun. Direncanakan, kegiatan ini berlanjut ke Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris. Hal ini mengingat hampir 50 persen dari penduduk Kota Medan menggunakan jasa angkot sebagai alat transportasi.

Diharapkan Jhon, dengan adanya alat spraying dan cairan disinfektan, para pengemudi angkot dapat berpartisipasi membantu pemerintah memutus rantai pandemi Covid-19.

“Saat ini pemerintah sudah bersiap untuk memasuki masa new normal (normal baru). Kota Medan dengan 21 kecamatannya masih berada di zona merah penyebaran virus korona. Atas dasar itulah, PMI Kota Medan mengambil langkah konkret dalam memutus mata rantai virus korona dengan penyemprotan cairan disinfektan di sarana angkutan umum,” ucap dia.

Selain penyemprotan sarana angkot, PMI Kota Medan juga membagikan alat spraying satu liter berikut cairan disinfektan, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pembagian masker dari pihak Kecamatan Medan Marelan kepada pengemudi angkot. Penyerahan bantuan ini dilakukan Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus didampingi Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Medan, Hanin Dito dan Ketua PMI Kecamatan Medan Marelan, Sariono Derita.

Muhammad Yunus menyebut, progam penyemprotan cairan disinfektan PMI Kota Medan yang menyasar angkutan umum sudah tepat. “Banyak masyarakat Kota Medan khususnya wilayah Medan Marelan yang menggunakan angkutan umum ini. Baik itu dari ibu rumah tangga, pekerja pabrik dan sebagainya,” ucapnya.

Pihaknya tetap mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menerapkan protokoler kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah dan lembaga terkait seperti PMI. “Dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, niscaya ke depan kita bebas dari pandemi ini dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (rel/prn/ila)

Kapoldasu Kunker ke Deliserdang Disambut Tarian Daerah

DISAMBUT: Kapoldasu bersama istri, disambut kedatangannya saat kunker ke Deliserdang. batara/sumut pos.
DISAMBUT: Kapoldasu bersama istri, disambut kedatangannya saat kunker ke Deliserdang. batara/sumut pos.
DISAMBUT: Kapoldasu bersama istri, disambut kedatangannya saat kunker ke Deliserdang. batara/sumut pos.
DISAMBUT: Kapoldasu bersama istri, disambut kedatangannya saat kunker ke Deliserdang. batara/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, bersama Ketua Bhayangkari, Risma Martuani Sormin, kembali melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Deliserdang, Kamis (25/6).

Kedatangan Kapoldasu didampingi Dansat Brimob Kombes Pol Abu Bakar, Kabid Humas Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kabid Propam Poldasu AKBP Donald Simanjuntak, Dir Reskrimsus Poldasu Kombes Pol Rony Samtana, Dir Binmas Poldasu Kombes Pol Hondawan Naibaho, langsung diterima Bupati Deliserdang Anshari Tambunan, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, tokoh masyarakat dan tokoh agama se tempat serta para pejabat lainnya.

Tak hanya itu, rombongan Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari juga disambut tarian daerah serta dipakaikan kain songket sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga karena telah meluangkan waktu melaksanakan kunjungan kerja ke Deliserdang.

Usai menerima sambutan, Kapoldasu beserta rombongan langasung menuju halaman Mapolres Deliserdang melaksanakan apel personel gabungan dari Polri dan TNI.

Dalam arahannya, Martuani Sormin mengungkapkan rasa bangga kepada seluruh personel yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Tetap perhatikan kesehatan seluruh personel. Karena Polri dan TNI garda terdepan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19.

Saya juga menyampaikan rasa bangga karena telah diterima dengan baik di tanah melayu (Kabupaten Deliserdang-red) dalam melaksanakan kunjungan kerja,” pungkas Martuani,” ujar Kapoldasu.(btr/ila)

Dishub Medan Tertibkan Parkir di Jalan Kartini dan Tengku Daud

TERTIBKAN: Petugas Dishub Kota Medan saat menertibkan parkir liar di Jalan Kartini Medan, Kamis (25/6).
TERTIBKAN: Petugas Dishub Kota Medan saat menertibkan parkir liar di Jalan Kartini Medan, Kamis (25/6).
TERTIBKAN: Petugas Dishub Kota Medan saat menertibkan parkir liar di Jalan Kartini Medan, Kamis (25/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan untuk kesekian kalinya harus menertibkan pelanggaran parkir pada sejumlah ruas jalan di Kota Medan, khususnya di kawasan Jalan Teuku Daud dan Jalan Kartini (kawasan Berastagi Supermarket) yang sama-sama terletak di kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

“Kita kembali melakukan penertiban pelanggaran parkir ataupun parkir liar di beberapa jalan di Kota Medan, khususnya di jalan Teuku Daud dan Jalan Kartini. Kita sudah beberapa kali menemui pelanggaran yang dilakukan di kawasan itu, dan hari ini kita tidak bosan-bosannya menertibkannya,” ucap Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Kamis (25/6).

Dalam kegiatan penertiban itu, kata Iswar, Dishub Kota Medan berhasil menertibkan puluhan kendaraan bermotor, mulai dari kendaraan roda dua hingga kendaraan roda empat. Di Jalan Tengku Daud, Dishub cukup banyak menemukan kendaraan roda empat yang parkir di badan jalan. Padahal, di kawasan tersebut telah tertera rambu larangan parkir.

“Mobil yang jelas-jelas melanggar aturan parkir dengan tidak mengindahkan rambu larangan parkir di kawasan tersebut maka langsung kita tindak dengan penggembosan ban, kita data dan kita beri teguran,” kata Iswar.

Sedangkan untuk di Jalan Kartini, yakni di kawasan Brastagi Supermarket, Dishub Kota Medan menemukan puluhan sepeda motor yang dengan sengaja memarkirkan kendaraannya di atas trotoar.

“Para personel kita di lapangan langsung menertibkan kendaraan roda dua yang terparkir diatas trotoar. Semua sudah kita geser, trotoar langsung kita kosongkan, para pengendara juga langsung kita beri teguran,” jelasnya.

Iswar mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan bermotor agar meningkatkan kesadarannya untuk mau tertib berlalulintas, khususnya dalam memarkirkan kendaraannya pada tempat yang seharusnya, bukan pada tempat-tempat yang jelas dilarang.

“Dishub Medan tidak pernah bosan dalam menertibkan pelanggaran berlalu lintas, tapi kita juga meminta kesadaran dari masyarakat untuk mau berlaku tertib. Semua kita tahu bahwa di kawasan yang tertera rambu larangan parkir, tentu tidak boleh parkir. Apalagi trotoar, itu adalah fasilitas umum yang merupakan hak pejalan kaki,” tegasnya.

Dishub Kota Medan juga terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat secara langsung. Bahkan tidak jarang juga menyampaikan imbauan tertib berlalu lintas dan imbauan lainnya lewat fasilitas teknologi yang mereka miliki, salah satunya lewat pengeras suara pada sistem ATCS (Area Traffic Control System) yang terdapat disejumlah persimpangan jalan di Kota Medan.

“Dishub Medan selalu siap dalam menertibakan lalu lintas di Kota Medan, tetapi petugas kita juga tidak mungkin menjaga kawasan itu selama 24 jam agar tidak ada pelanggaran parkir, kesadaran adalah kunci ketertiban itu sendiri. Kita mohonkan kesadarannya,” pungkasnya. (map/ila)