25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 4241

Dukung Program Menteri Pertanian, PPL Tapsel Gelar Apel Siaga Ketahanan Pangan

ARAHAN: Kadis Pertanian Tapsel Ir Bismark Muaratua Siregar mewakili Bupati memberikan arahan kepada seluruh PPL pada apel siaga ketahanan pangan di masa pandemi.
ARAHAN: Kadis Pertanian Tapsel Ir Bismark Muaratua Siregar mewakili Bupati memberikan arahan kepada seluruh PPL pada apel siaga ketahanan pangan di masa pandemi.
ARAHAN: Kadis Pertanian Tapsel Ir Bismark Muaratua Siregar mewakili Bupati memberikan arahan kepada seluruh PPL pada apel siaga ketahanan pangan di masa pandemi.
ARAHAN: Kadis Pertanian Tapsel Ir Bismark Muaratua Siregar mewakili Bupati memberikan arahan kepada seluruh PPL pada apel siaga ketahanan pangan di masa pandemi.

TAPSEL, SUMUTPOS.CO – Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani selaku garda terdepan di tengah Covid-19 tak boleh berhenti dalam penyediaan pangan nasional.

Dinas Pertanian Tapanuli Selatan (Tapsel) pun menggelar apel siaga ketahanan pangan bagi seluruh lebihkurang 200 orang Petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) berasal dari 15 Kecamatan se Tapsel.

Dalam apel siaga yang dilangsungkan di halaman sekolah LMC, Kecamatan Angkola Timur, Wilayah setempat, Selasa (16/2), Kadis Pertanian Tapsel Ir Bismark Muaratua Siregar mewakili Bupati setempat mengajak seluruh PPL dan stakeholder pertanian untuk dapat bekerja tulus iklhas membantu kelompok tani di wilayah kerjanya masing-masing.

“Kiranya melalui apel siaga ini swasembada beras dan ketahanan pangan masyarakat di bumi Tapanuli Selatan ditengah Covid-19 tetap masih bisa dipertahankan dengan baik,” tegasnya.

Tidak lupa juga diingatkan dalam berkomunikasi dengan para kelompok tani harus tetap mengedepankan protokol kesehatan (pakai masker, jaga jarak, cucitangan pakai sabun dengan air mengalir).

“Sebagai upaya menghindari penyebaran Covid-19 keselamatan dan kesehatan juga amatsangat diperlukan baik terhadap petugas demikian juga para masyarakat petani,” jelasnya.

Memasuki fase tatanan kehidupan normal baru atau “New Normal” dimasa pandemi Covid-19 kiranya seluruh masyarakat lebih giat lagi memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya dengan bercocok tanam.

“Alangkah baiknya menghadapi Covid-19 semua kelompok tani termasuk petugas serta masyarakat mau memanfaatkan lahan pekarangannya dengan menanam tanaman jenis sayuran, buahan, dan rempah,” kata Bupati.

Minimal bercocok tanam di halaman pekarangan rumah dapat membantu ketahanan pangan keluarga yang pada gilirannya mengurangi biaya pengeluaran rumahtangga.

Dalam apel siaga yang ditandai pemberian secara simbolis tanaman hortikultura sebagai simbol untuk giat bercocok tanam, kepada PPL juga ditekankan agar dapat mendata secara akurat perkembangan potensi pertanian di wilayah kerjanya.

Berbagai pejabat Dinas Pertanian Tapanuli Selatan juga hadir dalam apel siaga ini diantaranya unsur BPP, Kabid Penyuluhan Faisal Simamora, SPT, MSi, Kaseksi Data dan Informasi, Yenni Lubis, STP. (ant/ram)

Wisata Salib Kasih Kembali Dibuka dengan Terapkan Peraturan Baru

POHON: Rombongan remaja sedang berfoto di rumah pohon yang menjadi bagian di wisata Salib Kasih yang ada di Tarutung.
POHON: Rombongan remaja sedang berfoto di rumah pohon yang menjadi bagian di wisata Salib Kasih yang ada di Tarutung.
POHON: Rombongan remaja sedang berfoto di rumah pohon yang menjadi bagian di wisata Salib Kasih yang ada di Tarutung.
POHON: Rombongan remaja sedang berfoto di rumah pohon yang menjadi bagian di wisata Salib Kasih yang ada di Tarutung.

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Pascaberhenti beroperasi sejak Maret 2020 akibat pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pariwisata setempat akhirnya membuka kawasan wisata Salib Kasih untuk pengunjung dengan penerapan protokol kesehatan.

“Kawasan wisata Salib Kasih telah dibuka untuk pengunjung sebagai ‘role model’ obyek wisata di masa normal baru dengan penerapan protokol kesehatan,” terang Kepala Dinas Pariwisata Taput, Binhot Isak Aritonang, Senin (15/6).

Dikatakan, pengoperasian kawasan wisata Salib Kasih dengan menerapkan protokol kesehatan dilakukan dengan pengetatan aturan berkunjung.

“Usia pengunjung dibatasi, yakni usia 10-60 tahun. Diluar usia tersebut tidak diperbolehkan,” sebutnya.

Selain itu, jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk dan naik ke kawasan berdirinya Salib Kasih dengan keberadaan puluhan rumah doa juga dibatasi maksimal 200 orang.

“Jadi, aktivitas kunjungan dilakukan sesuai protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Dan jumlah kunjungan dan usia pengunjung juga dibatasi untuk mencegah penyebaran COVID-19,” urainya.

Menurut Binhot, pengoperasian kembali kawasan wisata Salib Kasih merupakan keputusan Pemkab Taput dan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang diisi oleh seluruh Forkopimda Taput.

“Simulasi pengoperasian telah dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2020 dengan jumlah kunjungan sebanyak 180 pengunjung, demikian halnya pada Minggu 14 Juni 2020,” imbuhnya.

Disebutkan, saat jumlah pengunjung semakin meningkat, aturan pembatasan bagi pengunjung di lokasi rumah doa tetap akan diterapkan, dimana selain 200 pengunjung yang diperbolehkan naik akan diminta untuk menunggu antrean di taman pelataran kawasan wisata Salib Kasih.

Binhot menyebutkan, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan Tim Gugus Tugas untuk pengoperasian kembali obyek wisata lainnya seperti kawasan wisata Panatapan Hutaginjang Muara di masa normal baru. (ant/ram)

Pembelajaran Tatap Muka di Zona Hijau per 13 Juli, Tahap 1: SMA Sederajat

Belajar dirumah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah mengizinkan sekolah-sekolah di kawasan zona hijau kembali menggelar pembelajaran tatap muka di awal tahun ajaran baru 2020/2021 per 13 Juli mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menjelaskan bahwa tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau, dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan.

“URUTAN pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat. Tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat. Lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Itupun harus dilakukan sesuai tahapan waktu yang telah ditentukann

Namun jika ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud dalam sesi webinar, Senin (15/6).

Adapun rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah:

Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B

Tahap II dilaksanakan dua bulan setelah tahap I: SD, MI, Paket A dan SLB

Tahap III dilaksanakan dua bulan setelah tahap II: PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal.

Sedangkan sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau, harus melaksanakan belajar dari rumah serta dilarang membuka asrama dan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (dua bulan pertama). Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka, dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru dengan mengikuti ketentuan pengisian kapasitas asrama.

Selanjutnya untuk satuan pendidikan di zona hijau, kepala satuan pendidikan wajib melakukan pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan Kementerian Kesehatan.

Kemendikbud akan menerbitkan berbagai materi panduan seperti program khusus di TVRI, infografik, poster, buku saku, dan materi lain mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan pada fase pembelajaran tatap muka di zona hijau.

Dimulai 13 Juli

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar, Senin (15/06).

Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru.

Nadiem Makarim mengatakan, prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.

Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada 13 Juli 2020. Namun demikian, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

“Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah,” terang Mendikbud pada webinar tersebut.

Perguruan Tinggi Belum Tatap Muka

Nadiem juga mengatakan, pemerintah belum mengizinkan perguruan tinggi menerapkan pembelajaran tatap muka. Meskipun tidak ada perubahan pada kalender tahun akademik, tapi proses kuliah masih dalam model daring.

Tahun akademik pendidikan tinggi tetap dimulai Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring. Belum tatap muka. Alasannya universitas juga punya potensi mengadopsi belajar jarak jauh lebih mudah daripada menengah dan dasar.

Meskipun demikian, kampus akan dibuka secara khusus untuk kegiatan yang masuk dalam aktivitas prioritas mahasiswa. Aktivitas prioritas, jelas Nadiem, merupakan kegiatan yang berkaitan dengan kelulusan mahasiswa.

“Aktivitas yang sangat berhubungan dengan kelulusan mahasiswa yang sulit sekali dilakukan secara daring. Contohnya penelitian di laboratorium, untuk skripsi, tesis, disertasi biasanya ini small grup atau individu. Seperti tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel dan hal-hal seperti ini yang butuh mesin peralatan dan lain-lain,” kata dia.

Karena itu, terkait dengan aktivitas prioritas yang berdampak pada kelulusan mahasiswa, masing-masing pimpinan perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan mahasiswa datang ke kampus.

“Karena kita tidak ingin mengorbankan potensi dari setiap mahasiswa untuk lulus pada saat ini. Karena itu akan menciptakan berbagai macam masalah lain. Tetapi pembelajaran masih dilakukan secara daring. Jadi masih tidak diperkenankan untuk melakukan kuliah tatap muka,” tandas Nadiem.

Banyak Sekolah Belum Siap

Menyikapi rencana Kemendikbud mengizinkan sekolah kembali KBM tatap muka per 13 Juli mendatang, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengelar survey ke sejumlah sekolah selama 3 hari, yakni 6-8 Juni 2020 untuk mengetahui kesiapan sekolah menggelar KBM tatap muka dengan penerapkan protokol kesehatan.

“Survei dilaksanakan dengan responden sebanyak 1.656 orang. Respondennya adalah guru, kepala sekolah, manajemen sekolah (yayasan) dari berbagai jenjang pendidikan PAUD/TK-SD/MI-SMP/MTs-SMA/SMK/MA yang berasal dari 34 provinsi dan 245 kota/kabupaten seluruh wilayah Indonesia. Para responden tersebar mulai dari Kota Banda Aceh sampai Kabupaten Jajawijaya Papua dan Kota Merauke,” kata Wasekjen FSGI Wilayah Medan, Fahriza Marta Tanjung, kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (16/6).

Responden dari sekolah swasta sebanyak 912 orang atau 55,1 persen, dan dari sekolah negeri sebanyak 744 orang atau 44,9 persen.

Mayoritas responden berasal dari daerah zona hijau, yaitu sebanyak 710 orang (42,9 persen), kemudian 558 orang (33,7 persen) dari zona merah, 345 orang (20,8 persen) dari zona kuning, dan 43 orang (2,6 persen) dari zona oranye.

“Hasil survey, mayoritas responden dari daerah zona hijau rata-rata menyatakan sekolah mereka belum siap KBM tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Fahriza menjelaskan, pandemi Covid-19 telah mengubah sistem pendidikan dan pembelajaran global, khususnya pembelajaran di sekolah. Selama hampir 3 bulan, sekitar 68 juta siswa di Indonesia (data Bank Dunia, 2020) melaksanakan pembelajaran di rumah atau dikenal dengan istilah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR).

“Metode baru ini mengubah pola interaksi antara guru dan siswa, termasuk orang tua. Kebergantungan kepada gawai, laptop, jaringan internet plus kuota, dan listrik menjadi ciri khas metode ini,” tuturnya.

Di sisi lain, katanya, terjadi bias pelayanan pendidikan yang mengorbankan para siswa yang tidak mampu, karena kesulitan mengakses gawai, laptop, jaringan internet plus kuota, dan listrik. Sehingga PJJ terlihat lebih berpihak pada siswa dari keluarga mampu, meski Kemdikbud dan Kememang bersama Pemerintah Daerah telah memberikan kelonggaran pembiayaan melalui dana BOS yang bisa direalokasikan untuk para siswa dan guru agar memenuhi kebutuhan kuota/data.

Menurut Fahriza, pelaksanaan KBM tatap muka menimbulkan perdebatan publik terkait kekhawatiran para orang tua, guru, dan siswa mengenai kesiapan negara menjamin keamanan para peserta didik yang berusia anak (di bawah 18 tahun menurut UU Perlindungan Anak). “Banyak orangtua resah, khawatir, dan cemas, karena data terakhir menunjukkan angka penambahan kasus baru pasien Covid-19, khususnya di usia anak, masih tinggin,” tandasnya.

Sesuai data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per 18 Mei 2020, terdapat 3.324 anak yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), sebanyak 129 anak berstatus PDP meninggal dunia. Sedangkan jumlah anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 584 anak, dan 14 anak di antaranya meninggal dunia dengan status positif.

“Info terbaru, angka kematian anak yang diduga terkait virus corona juga meningkat. Setidaknya ada 160 anak dinyatakan meninggal dunia dengan status PDP. Sedangkan jumlah kematian anak pasien Covid-19 di Indonesia per 1 Juni 2020 menurut catatan IDAI telah naik menjadi 26 orang,” tukasnya. (lp6/mag-01)

Jelang New Normal di Sumut, Petinggi Sumut Tinjau Dua Mal di Medan

TINJAU MAL: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, bersama Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjen TNI, MS Fadhilah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, serta para PJU TNI dan Polri, meninjau pusat perbelanjaan Sun Plaza Medan, Selasa (16/6), jelang penerapan New Normal di Sumut.
TINJAU MAL: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, bersama Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjen TNI, MS Fadhilah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, serta para PJU TNI dan Polri, meninjau pusat perbelanjaan Sun Plaza Medan, Selasa (16/6), jelang penerapan New Normal di Sumut.
TINJAU MAL: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, bersama Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjen TNI, MS Fadhilah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, serta para PJU TNI dan Polri, meninjau pusat perbelanjaan Sun Plaza Medan, Selasa (16/6), jelang penerapan New Normal di Sumut.
TINJAU MAL: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, bersama Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjen TNI, MS Fadhilah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, serta para PJU TNI dan Polri, meninjau pusat perbelanjaan Sun Plaza Medan, Selasa (16/6), jelang penerapan New Normal di Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang penerapan skenario new normal di Sumatera Utara, para petinggi di Sumut meninjau dua pusat perbelanjaan modern di Kota Medan, yakni Sun Plaza di Jalan Zainul Arifin dan Brastagi Supermarket di Jalan Cut Mutia, Selasa (16/6) siang. Para petinggi dimaksud yakni Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut, Irjen Pol. Martuani Sormin, dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI, MS Fadhilah.

“Covid ini tidak tahu sampai kapan. (Karena itu) kita jadikan Covid ini bagian hidup kita. Tapi kita tak boleh di belakang Covid. Kita harus di depan. Inilah kami hadir di sini,” kata Edy Rahmayadi kepada wartawan di Sun Plaza, Kota Medan. Turut hadir Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, para PJU TNI dan Polri, serta sejumlah pejabat Forkominda Sumut.

Kehadiran para petinggi Sumut di kedua mal ini untuk memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di sana. Edy menilai, mal merupakan lokasi mobilisasi masyarakat. Untuk itu, pengunjung harus terus menjaga jarak dan mengenakan masker.

“Terus ingatkan (protokol kesehatan) sehingga rakyat terbiasa,” ungkap Edy.

Ia mengungkapkan, hiduo dengan protokol kesehatan harus senantiasa diterapkan. Untuk itu, manajemen pusat perbelanjaan modern diminta menyesuaikan kegiatan usahanya dengan kondisi pandemi Covid-19. Pengawasan dibantu personel TNI, Polri, dan Satpol PP. Bahkan seluruh masyarakat diimbau untuk mengawasi diri sendiri.

Menurut Edy, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut tengah membahas jam buka pusat perbelanjaan modern di Sumut. Salahsatu pertimbangannya adalah faktor ekonomi. “Ini sedang dihitung dan dikaji. Mal ‘kan perlu dibuka, tapi dia juga tidak boleh rugi, karena dia harus bayar listrik dan menggaji karyawan. Semua ini harus kita hitung. Bukan semau-mau kita,” sebut Edy.

Selain di pusat perbelanjaan modern, menurut Edy, penerapan protokol kesehatan juga wajib diterapkan di pasar tradisional. Pedagang dan masyarakat harus menyesuaikan dan mendisiplinkan diri dengan kondisi pandemi Covid-19.

“TNI dan Polri sudah mendapat perintah untuk mendisiplinkan rakyat. Gunanya apa? Sayang sama rakyat. Supaya rakyat tidak sakit. Jadi gunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Untuk pasar-pasar tradisional, harus disiapkan sarana cuci tangan. Pengawasan dijalankan. Kalau nggak, nggak boleh buka pasar. (Jangan) gara-gara pasar, orang sakit,” tutur Edy.

Skenario New Normal rencananya segera dilaksanakan di Sumut. Untuk itu, edukasi dan sosialisasi New Normal dilaksanakan pada 20 Juni. “Sedang kita kejar. Kita sudah bertemu dengan pakar-pakar sosial budaya, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dll. Tadi ketemu para pelaku pasar. Kita meminta masukan dari semua pihak,” kata Edy.

Poldasu Siap Mengamankan

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Martuani Sormin, mengungkapkan kedatangannya bersama Gubernur Sumut dan Pangdam I Bukit Barisan ke mal, untuk mengecek kesiapan para pengelola pusat perbelanjaan dalam menjalankan aturan New Normal di masa pandemi Covid-19.

“Kita ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat telah mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah, seperti menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, dalam menghadapi hidup baru sebagai upaya pencegahan Covid-19,” jelas Martuani.

Usai melakukan pengecekan di Sun Plaza, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pasar Buah Brastagi Supermarket di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Medan Baru.

Setiba di lokasi, Gubsu dan rombongan meninjau para petugas Brastagi Supermarket dalam menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung. “Tetap periksa suhu tubuh para pengunjung yang datang. Pastikan semuanya menggunakan masker dan menerapkan phyisical distancing (jaga jarak-red),” kata Gubsu Edy Rahmayadi kepada petugas supermarket.

Saat meninjau gerai penjualan makanan cepat saji di supermaket, Kapolda Sumut mengimbau seluruh pengunjung yang tengah menyantap makanan, agar tetap menerapkan physical distancing.

Usai kunjungan, Martuani kepada wartawan mengatakan, kepolisian siap mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak di wilayah Polda Sumut, yang dijawalkan digelar Desember 2020 mendatang.

Para penyelenggara Pilkada dan masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, diperiksa dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun), dan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

“Untuk pengamanan Pilkada Serentak, Polda Sumut kami akan menggelar Ops Mantap Praja Toba 2020,” kata Martuani.

Kios di Bandara KNIA Mulai Buka

Masih jelang New Normal di Sumut, sejumlah toko dan kios di terminal penumpang Bandara Kualanamu Deliserdang kembali beraktifitas, setelah hampir tiga bulan tidak beroperasi. Di antaraya kios pedagang aksesoris, toko baju dan toko perhiasan. Sementara gerai minimarket dan resto penjual makanan dan minuman belum buka.

Hendrik, seorang pedagang di KNIA menyebutkan, mereka mulai buka toko karena aktivitas penerbangan penumpang reguler mulai banyak yang buka. “Penumpang pesawat sudah mulai ramai. Karena itu, kami memohon pada pengelola bandara untuk dapat kembali berjualan, karena sudah hampir tiga bulan libur,” ucapnya.

Para pedagang berharap aktivitas layanan penerbangan di Bandara Kualanamu Deliserdang dapat normal kembali.

Station Manager Railink Kereta Bandara, Andrianto, menyebutkan operasional kereta api bandara masih melihat situasi peningkatan jumlah penumpang pesawat di bandara Kualanamu.

“Rencananya per 1 Juli, kereta api bandara akan kembali beroperasi. Namun hanya jika jumlah penumpang pesawat di bandara Kualanamu mulai ramai. Untuk apa beroperasi kalau penumpangnya tidak ada?” ucapnya.

Duty Manager Airport, Abdi Negoro, menyebutkan layanan penerbangan reguler per hari via KNIA antara 30-40 penerbangan. “Rata-rata penumpang antara 2.000 hingga 3.000 penumpang. Aktivitas penerbangan memang mulai banyak. Kami berharap situasi penerbangan di bandara Kualanamu kembali pulih,” ucapnya.

Untuk persyaratan penumpang pesawat, tetap menggunakan prosedur protokol kesehatan yang ditetapkan, antara lain membawa surat keterangan bebas Covid-19. (gus/mg-01/btr)

Akhyar Terima Dukungan Demokrat, PDIP Medan: Itu Hak Beliau

Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi
Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi
Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi
Ir H Akhyar Nasution MSi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Parpol berlambang banteng moncong putih (PDIP) belum mengumumkan siapa bakal calon (balon) Wali Kota Medan yang akan mereka usung di Pilkada Medan Desember 2020. Sementara ada dua balon yang sama-sama berminat diusung oleh partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut, yakni Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Arif Nasution. Alhasil, Akhyar mulai melirik parpol lain. Pekan lalu, Akhyar menerima dukungan dari DPP Demokrat untuk maju di Pilkada Medan.

Mengetahui perkembangan tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Medan mengaku terkejut. Pasalnya, Akhyar merupakan kader murni PDI Perjuangan Dan selaku kader PDIP, Akhyar belum ada berkoordinasi dengan DPC PDIP Medan, untuk menerima dukungan dari partai besutan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

“Iya, kami di DPC PDIP Medan terkejut adanya kabar itu. Beliau itu kader murni PDIP, tetapi tiba-tiba mendapatkan dukungan dari partai lain. Enggak pernah ada koordinasi sebelumnya dengan kita. Kita ‘kan partai dengan perolehan 10 kursi di DPRD Medan. Sebenarnya tanpa berkoalisi pun kita bisa mengusung sendiri, walaupun bila berkoalisi mungkin lebih baik,” kata Sekretaris DPC PDIP Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Selasa (16/6).

Pun begitu, menurut Robi, PDIP menghargai langkah yang diambil oleh Akhyar dalam menerima dukungan dari parpol lain. “Ya itu hak beliau. Mungkin beliau punya pertimbangan sendiri,” katanya.

Apakah langkah Akhyar yang mulai mencari dukungan di luar PDIP, sebagai tanda awal akan beralihnya Akhyar ke partai lain karena diduga dirinya tidak mendapatkan dukungan dari PDIP untuk maju di Pilkada Medan, Robi mengaku tidak tahu.

“Oh itu nggak tahu. Sampai saat ini, Akhyar adalah kader murni PDIP. Dan semua kader PDIP punya peluang yang sama untuk maju dan diusung oleh partai,” jawabnya.

Tentang langkah Akhyar menerima dukungan dari DPP Demokrat, tanpa ada koordinasi terlebih dahulu dengan DPC PDIP, Robi mengaku, DPC tidak akan mengambil langkah apapun. “Kami di DPC selalu bersikap patuh dengan DPP. Untuk setiap keputusan, kami selalu wait and see (menunggu dan melihat). Untuk sikap beliau, ya kita hargai saja. Nanti biar DPP PDIP saja yang menilai,” tandasnya.

Peluang Koalisi Demokrat-PKS

Di sisi lain, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan menyikapi santai dukungan yang diberikan Demokrat kepada Akhyar. Menurut PKS, setiap partai berhak mengambil sikap masing-masing dalam berpolitik.

“Itu hak Demokrat. Sejauh ini baru partai PKS dan Demokrat yang sudah melaunching siapa bakal calon Wali Kota Medan yang akan diusung. Itu bagus, dan bentuk demokrasi yang sehat. Sebab setiap partai punya kewajiban menciptakam kader-kadernya yang sehat untuk maju sebagai pilihan,” jawab Ketua DPD PKS Kota Medan, Salman Alfarisi kepada Sumut Pos, Selasa (16/6).

Salman mengakui, untuk Kota Medan, peluang Partai Demokrasi berkoalisi dengan PKS sangat besar. Sebab selama ini koordinasi sudah ada di antara pengurus pusat kedua partai. “ Tapi kita juga tidak menutup diri berkoalisi dengan partai lain,” jelasnya.

Namun Salman juga mengatakan, dukungan yang diberikan Demokrat kepada Akhyar tidak otomatis membuat PKS akan mendukung Akhyar. Sebab, PKS dan Demokrat belum melakukan pembahasan final terkait siapa nama yang akan diusung sebagai Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan jika keduanya jadi berkoalisi.

“Masih dibahas oleh DPP, keputusan belum final. Tidak tertutup kemungkinan bagi PKS dan Demokrat untuk mendukung Akhyar dan tokoh-tokoh lainnya di Pilkada Medan,” tegasnya.

Soal keinginan PKS untuk mengusung kadernya sendiri, Salman membenarkan keinginan itu tetap ada. “Namun PKS tetap terbuka dengan semua partai. PKS tentu akan memilih yang terbaik untuk Kota Medan,” tutupnya. (map)

Juli, USU Gelar Wisuda Daring, Rekam Video Pakai Toga, Ijazah Diserahkan Ortu

WISUDA ONLINE: Salahsatu mahasiswa yang mengikuti wisuda online Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, 2 Mei 2020 lalu.
WISUDA ONLINE: Salahsatu mahasiswa yang mengikuti wisuda online Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, 2 Mei 2020 lalu.
WISUDA ONLINE: Salahsatu mahasiswa yang mengikuti wisuda online Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, 2 Mei 2020 lalu.
WISUDA ONLINE: Salahsatu mahasiswa yang mengikuti wisuda online Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, 2 Mei 2020 lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mungkin kali pertama di Sumatera Utara, pelaksanaan wisuda tingkat universitas akan digelar secara daring (dalam jaringan) atau online. Wisuda online akan digelar Universitas Sumatera Utara (USU) Juli 2020.

Pilihan wisuda daring digelar untuk mencegah mobilisasi massa di tengah pandemi Covid-19.

“Wisuda daring diperkirakan digelar Juli mendatang. Kini, pihak USU dan panitia wisuda sedang melakukan persiapan teknis. Untuk tanggal, akan menyusul diumumkan,” sebut Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti, saat dikonfirmasi Sumut Pos melalui pesan Whatsapp, Selasa (16/6).

Persiapan mengenai wisuda online disosialisasikan ke civitas akademika melalui surat edaran yang ditandatangani Wakil Rektor I USU, Prof. Dr. Ir. Rosmayati, MS. Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan teknis yang harus diikuti mahasiswa yang akan mengikuti wisuda dari rumah dan kos masing-masing. Antara lain, para calon wisudawan dan wisudawati diimbau untuk mengambil perlengkapan wisuda seperti toga, map dan selempang, di masing-masing fakultas.

“Para calon wisudawan juga mempersiapkan diri untuk merekam video dengan posisi berdiri sendiri lengkap dengan baju toga, topi, dan selempang fakultas. Video direkam dengan durasi 5 detik,” sebut Elvi.

Posisi berdiri diapit orang tua/wali/kerabat yang direkam dengan durasi 5 menit. Kemudian penyerahan map ijazah kepada wisudawan dan wisudawati oleh orang tua/wali dengan durasi 5 menit. Selanjutnya pemindahan jumbai dari kiri ke kanan bagi wisudawan dan wisudawati jenjang sarjana dengan durasi 5 menit.

“Hasil rekaman video disimpan dengan format Namawisudawan_NIM_Fakultas_Jenjang. Video dikirim melalui email videowisuda@usu.ac.id paling lambat 22 Juni 2020,” tutur Elvi.

Untuk pakaian bagi orang tua/wali/kerabat perempuan wisudawan dan wisudawati, perempuan mengenakan kebaya, sedangkan laki-laki menggunakan jas atau batik.

“Contoh video yang harus direkam dapat dilihat pada link https:///youtu.be/AiKG7-KSIRM dan instagram/psi.usu. Semoga dapat mengikuti pelaksanaan wisuda secara daring ini dengan sehat dan lancar,” pungkas Elvi. (gus)

Covid-19 di Sumut Naik 25 Kasus, Ketahuan Positif saat Swab Test untuk Terbang

Rahmatsyah Munthe Ketua Pokja Humas Covid-19
Rahmatsyah Munthe Ketua Pokja Humas Covid-19
Rahmatsyah Munthe Ketua Pokja Humas Covid-19
Rahmatsyah Munthe Ketua Pokja Humas Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penularan Covid-19 di Sumatera Utara belum juga berhenti. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Sumut, pada Selasa (16/6) sore, kasus positif bertambah 25 kasus, sehingga total positif mencapai menjadi 957 kasus.

Dari 23 kasus penambahan kasus positif Covid-19 di Sumut, salahsatu di antaranya adalah warga Dairi. Warga Kelurahan Batangberuh, Kecamatan Sidikalang.

Kabupaten Dairi berjenis kelamin laki-laki berusia 34 tahun, dinyatakan positif sesuai hasil swab tes atau PCR.

“Informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, pemuda itu ikut tes PCR saat mengurus surat keterangan bebas Covid-19 untuk memenuhi persyaratan penerbangan,” kata jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dairi, Dr Edison Damanik, melalui Ketua Pokja Humas covid-19 yang juga Kadis Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe, Selasa (16/6).

Selama ini, pria tersebut tinggal dan kerja di Bali. Lantas pada 8 Maret 2020 lalu, dia pulang dari Bali karena orangtuanya sakit. Pada 11 Juni, ia hendak mengurus surat bebas Covid-19 karena berniat kembali ke Bali untuk bekerja. Ia pun pergi ke rumah sakit Bunda Thamrin Medan untuk melakukan tes PCR.

Setelah menjalani tes swab PCR, hasilnya reaktif. Ia pun menjalani isolasi mandiri di Medan. “Gustu Covid-19 Dairi saat ini sedang melakukan pelacakan (tracing) terkait kontak si pasien selama berada di Dairi,” katanya.

Selain satu warga Dairi yang positif, tiga warga Dairi dinyatakan status orang tanpa gejala (OTG). Ketiga warga tersebut berjenis kelamin perempuan 1 orang, laki-laki 2 orang. “Sekarang tim masih kerja di lapangan melakukan pelacakan. Kemungkinan OTG bisa bertambah,” ucap Rahmatsyah.

Jaga Jarak Langkah Ampuh

Jubir GTTP Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, mengatakan masih banyak kelompok rentan yang belum menyadari bahwa mereka mudah terinfeksi. “Orang-orang juga belum semua patuh menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan. Karena itu, angka penularan masih terus bertambah menjadi 957 orang,” ujarnya melalui video streaming Youtube, Selasa (16/6).

Aris menegaskan, penerapan ketat protokol kesehatan seperti menjaga jarak aman satu sampai dua meter, mampu menurunkan penularan Covid-19 hingga lebih dari 50 persen. Penelitian juga menunjukkan, menjaga jarak adalah langkah ampuh mencegah penyebaran Covid-19.

“Protokol atau panduan kesehatan yang terus digaungkan adalah syarat agar kita produktif dan aman menghadapi Covid-19. Protokol menjadi cara kita beradaptasi dengan kebiasaan baru seperti saat ini,” jelasnya.

Selain itu, penerapan physical distancing seperti jangan dulu bersalaman atau berjabat tangan dengan orang lain dan berbisik-bisik, juga harus dihindari. Sebab penularan Covid-19 melalui droplet air liur yang terinfeksi. “Droplet yang terinfeksi ini bisa menular saat bicara atau batuk. Jadi bila kita tidak jaga jarak pada orang lain yang berbicara pada kita, sementara ia terinfeksi, maka kita bisa tertular secara tidak sengaja. Maka wajib jaga jarak, gunakan masker dan rajin cuci tangan,” paparnya.

Ia menyebutkan, selain pasien positif, angka pasien meninggal karena Covid-19 juga bertambah menjadi 67 orang dari 65 orang. Pasien sembuh menjadi 221 orang dari 215 orang, dan Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 713 orang dari 457 orang. “Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menurun dari 151 orang menjadi 143 orang,” sebut Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini.

Untuk itu, dia mengingatkan kembali pada masyarakat di masa transisi new normal ini penerapan protokol kesehatan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Masyarakat wajib membawa hand sanitizer saat ke luar rumah, dan rajin cuci tangan sebelum menyentuh apapun. Apabila sakit, bekerjalah dari rumah.

“Bagi karyawan yang bekerja, sebaiknya perusahaan mengatur pintu masuk dan keluar, sehingga tidak bertumpuk di satu tempat. Begitu pula untuk tempat makan dan jam istirahat karyawan juga diatur, guna mengurangi kepadatan dan bisa membuat jarak aman satu hingga 2 meter. Setelah sampai rumah, biasakan buka alas kaki sebelum masuk dan semprot disinfektan. Lalu segeralah cuci tangan dan mandi,” tandasnya. (rus/ris)

Rampas Handphone dan Lukai Tangan Pelajar, Warga Patumbak Dibekuk Polisi

Perampok ditembak-Ilustrasi
Tangkap-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rusli (32) warga Jalan Pasar 2 Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, dibekuk personel Polsek Medan Kota dari tempat persembunyiannya di kawasan Jalan Air Bersih, Senin (15/6) siang. Rusli ditangkap lantaran dilaporkan telah merampas handphone dan melukai tangan seorang pelajar.

Adapun korban aksi kejahatan pelaku adalah Refan Sinaga (17) warga Jalan Sempurna, Gang Perhubungan. Pelajar ini menjadi korban kejahatan pelaku di Jalan Santun, Gang Balai Desa, pada Senin (8/6), sekira pukul 11.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Ainul Yaqin mengatakan, semula korban melintas dengan berjalan kaki dari Jalan Air Bersih mengarah ke Jalan Santun melalui Gang Balai Desa.

“Saat dirangkul, pelaku menunjukkan sebilah pisau dan memaksa korban menyerahkan handphone merk Samsung J3,” ungkap Ainul.

Namun, sambung Ainul, korban menolak dan melakukan perlawanan hingga mengakibatkan jari tangannya terkena senjata tajam oleh pelaku.

Korban pun pasrah barang berharganya diambil pelaku tersebut.

“Pelaku kemudian kabur, sedangkan korban pulang ke rumahnya, dan memberitahu orang tuanya. Setelah itu, korban membuat pengaduan ke personel kita,” jelas Ainul.

Dari laporan korban, lanjut Ainul, dilakukan penyelidikan mendalam. Berdasarkan hasil penyelidikan beberapa hari, pelaku akhirnya diringkus. (ris/saz)

Jual Ribuan Rokok Tanpa Cukai, Indra Gunawan Cs Diadili

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indra Gunawan (46) menjadi terdakwa dalam sidang yang berlangsung virtual di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (16/6). Dia bersama Fendi Santoso dan Syahrial, didakwa jaksa karena melakukan penjualan ribuan rokok ilegal tanpa cukai.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice V Sinaga, dalam berkas dakwaan menyebutkan, perbuatan itu dilakukan terdakwa bersama rekannya, Fendi Santoso dan Syahrial (berkas terpisah), pada Desember 2019.

Rokok dengan merek Grend Light dan Mahkot, dikemas terdakwa untuk dijual eceran tanpa dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai.

“Untuk pengambilan dan pengantaran rokok ilegal tersebut, terdakwa menyuruh saksi Fendi Santoso dan saksi Syahrial dan terdakwa memberikan upah kepada Fendi Santoso dan Syahrial Rp150 ribu sampai Rp250 ribu,” ungkap jaksa di hadapan Hakim Ketua Dominggus Silaban.

Rokok tersebut dijual ke berbagai daerah, dikirim dengan menggunakan jasa pengangkutan PT Indah Logistik Cargo di Jalan Menteng Raya. Namun ternyata, tim penindakan dari bea cukai KPPBC TMP B Medan, sudah mengendus keberadaan terdakwa. Berdasarkan informasi intelejen bea cukai, ada ribuan rokok yang akan dikirim lewat Indah Logistik.

Petugas bea cukai kemudian meminta bantuan Kepala Cabang PT Indah Logistik Cargo Medan, kemudian petugas mencoba menghubungi penerima ribuan rokok, Fendi Santoso.

“Saat itu Fendi Santoso mencoba untuk melarikan diri dengan menjalankan mobilnya,” kata jaksa.

Lalu petugas bea cukai, Aulia Arif Nasution dan Hamdan Mustafa melakukan pengejaran. Setelah sekitar 10 menit melakukan pengejaran, akhirnya mobil yang dikendarai Fendi dihentikan di Jalan Denai, Medan.

Setelah itu tim bea cukai melakukan pemeriksaan, dan diamankan ribuan rokok tanpa cukai yang jumlahnya mencapai 68 ribu batang. Dari pengakuan Fendi, ribuan rokok tanpa cukai adalah milik terdakwa Indra Gunawan.

Jaksa melanjutkan, tarif cukai per batang hasil tembakau buatan dalam negeri untuk jenis SKM adalah Rp590 rupiah, sehingga total kerugian negara berdasarkan tarif cukai, yakni 68.000 batang x Rp590. Sehingga bila ditotal, kerugiannya mencapai Rp40.120.000.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 54 UU No 39 Tahun 2007, tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 1995, tentang Cukai Jo Pasal 29 UU No 11 Tahun 1995, tentang Cukai Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (man/saz)

4 Spesialis Jambret IRT Didor, Dalang Aksi Ditembak Mati

KETERANGAN: Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, didampingi Ps Kasatreskrim Kompol Martuasah Tobing, saat memberikan keterangan pers, Selasa (16/6). M IDRIS/SUMUT POS.
KETERANGAN: Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, didampingi Ps Kasatreskrim Kompol Martuasah Tobing, saat memberikan keterangan pers, Selasa (16/6). M IDRIS/SUMUT POS.
KETERANGAN: Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, didampingi Ps Kasatreskrim Kompol Martuasah Tobing, saat memberikan keterangan pers, Selasa (16/6). M IDRIS/SUMUT POS.
KETERANGAN: Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, didampingi Ps Kasatreskrim Kompol Martuasah Tobing, saat memberikan keterangan pers, Selasa (16/6). M IDRIS/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Reskrim Polrestabes Medan menembak 4 spesialis pelaku jambret ibu rumah tangga (IRT), yang kerap beraksi di wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Seorang di antaranya yang merupakan otak pelaku, terpaksa ditembak mati.

Otak pelaku jambret yang ditembak mati tersebut adalah Andi Pratama Siregar alias Letoy (29), warga Kelambir V. Sedangkan ketiga pelaku lainnya, masing-masing Sabir (25) warga Jalan Banteng, Medan Helvetia, Erwin Syahputra (24) warga Jalan Kelambir V Tanah Garapan, dan Galuh Pamungkas (22) warga Jalan Binjai.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko menjelaskan, awalnya personel memperoleh informasi terkait keempat pelaku yang akan melakukan penjualan hasil kejahatan di kawasan Pondok Rumah Sewa Jalan Sei Batanghari, pada Jumat (12/6) lalu, sekira pukul 17.00 WIB.

Selanjutnya, personel melakukan penyelidikan dan turun ke lokasi. “Keempat pelaku berhasil ditangkap dan disita beberapa barang bukti. Kemudian, dilakukan pendalaman untuk mencari barang bukti lain,” ungkap Riko, didampingi Ps Kasatreskrim Kompol Martuasah Tobing, saat memberikan keterangan pers, Selasa (16/6).

Riko juga mengatakan, keempat pelaku tersebut dibawa ke daerah Sei Mencirim, untuk menunjukkan barang bukti lain hasil kejahatan mereka. Namun, pelaku Andri Pratama Siregar memprovokasi ketiga rekannya, untuk mencoba kabur dengan melukai seorang personel menggunakan senjata tajam yang sudah disimpan sebelumnya di semak-semak.

“Pelaku Andri menyerang anggota bernama Eko dengan senjata tajam, hingga terluka. Personel lain yang melihat itu terpaksa memberi tindakan tegas terukur ke bagian dadanya, setelah sebelumnya tembakan peringatan ke udara tak diindahkan. Sedangkan ketiga pelaku lain ditembak pada bagian kakinya masing-masing, karena berusaha kabur,” bebernya.

Personel lalu membawa para pelaku untuk mendapatkan pertolongan medis ke rumah sakit terdekat. Namun, ternyata pelaku Andri meregang nyawa meski sempat mendapat perawatan medis.

“Untuk ketiga pelaku yang masih hidup sudah ditahan dan diproses hukum lebih lanjut. Kasus ini terus dikembangkan, karena masih ada pelaku lainnya yang sedang diburu,” sambung Riko.

Riko menyebutkan, pelaku Andri merupakan residivis dan baru saja keluar dari penjara setelah menjalani program Asimilasi. Kasus pertama, terkait ganja yang ditangani Polsek Medan Helvetia pada 2014, dan menjalani hukuman selama 1 tahun 6 bulan. Berikutnya, kasus jambret ditangani Polsek Medan Baru pada 2017 dengan hukuman 8 bulan. Terakhir, juga kasus jambret ditangani Polsek Medan Helvetia pada 2018 dengan hukuman 3 tahun 6 bulan, tapi bebas pada April 2020 karena program asimilasi.

“Dari pelaku Andri dan ketiga rekannya, disita barang bukti 3 unit sepeda motor Honda Vario, Scoopy, dan Beat, laptop, handphone, uang ratusan ribu rupiah, helm, dan lainnya,” paparnya.

Riko juga menjelaskan, ditangkapnya para pelaku aksi kejahatan jalanan ini, berdasarkan hasil penyelidikan laporan pengaduan korbannya. Di antaranya, pengaduan korban atas nama Hj Murni boru Manurung ke Polsek Medan baru, karena menjadi korban jambret pada Selasa (9/6), sekira pukul 13.30 WIB. Kala itu, tas sandang korban dijambret pelaku ketika keluar dari mobilnya, saat berhenti di pinggir Jalan Iskandar Muda, karena ban bocor. (ris/saz)