Home Blog Page 426

Dosen Institut Kesehatan Helvetia Penyuluhan Jajanan Sehat di SMA Santa Lusia

PENYULUHAN: Dosen Institut Kesehatan Helvetia foto bersama di sela-sela melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan di SMA Swasta Santa Lusia, Percut Seituan. FOTO: JULAIKA/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Institut Kesehatan Helvetia lakukan penyuluhan jajanan sehat di SMA Swasta Santa Lusia, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024.

Pola makan yang tidak sehat merupakan masalah besar di Indonesia, terutama pada kalangan anak-anak yang lebih sering mengonsumsi jajanan yang kurang bergizi. Jajanan yang tersedia di pasar atau lingkungan sekolah umumnya mengandung bahan kimia berbahaya, pemanis buatan, pengawet, dan banyak lemak trans yang berisiko terhadap kesehatan.

“Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jajanan sehat dan cara membuat jajanan sehat yang bergizi, serta mendorong pedagang untuk berinovasi dalam menjual jajanan yang aman dan sehat” terang Linda Hernike Napitupulu, Dosen Institut Kesehatan Helvetia, Prodi Kesehatan Masyarakat, didampingi dua rekan dosen lainnya, Ani Deswita Chaniago dan Tuty Hertaty Purba, Senin (2/12/24).

Linda mengatakan, tujuan kegiatan adalah pertama, meningkatkan pemahaman anak sekolah (SMA) tentang pentingnya pemilihan jajanan sehat bagi usia anak sekolah. Kedua, mendorong pengusaha jajanan untuk beralih ke produk yang lebih sehat dan menggunakan bahan baku alami.

Dan ketiga, menyebarluaskan pengetahuan mengenai cara membuat jajanan yang mudah dan memilih jajanan sehat yang bergizi. Kemudia terakhir, menumbuhkan budaya konsumsi jajanan sehat dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari usia dini.

“Kita memiliki sasaran dari kegiatan ini adalah, Anak usia SMA yang sering membeli jajanan di luar sekolah, kemudian orangtua yang memiliki peran penting dalam mengawasi konsumsi jajanan anak-anak mereka. Dan tentunya pihak sekolah yang diharapkan berperan ikut serta mengawasi dan memberikan edukasi kepada siswa tentang jajanan sehat” terang Linda lagi.

Menurut Linda, metode kegiatan dilakukan dengan tiga pendekatan, yakni melakukan penyuluhan dan edukasi. “Kami mengadakan penyuluhan tentang memilih jajanan sehat. Materi yang diberikan meliputi dampak buruk jajanan tidak sehat, contoh jajanan sehat yang bisa dibuat di rumah, cara memilih jajanan sehat. Kedua penyebaran materi edukasi,”kata Linda.

Kemudian, lanjut Linda, membagikan brosur tentang jajanan sehat kepada siswa, pedagang dan guru di SMA Santa Lusia. Ketiga yaitu, penerapan dalam kehidupan sehari-hari: Kami mendorong siswa untuk dapat mengimplementasikan pengetahuan ini dengan membeli jajanan sehat dan membawa bekal makanan dari rumah.

“Hasil yang dicapai adalah peningkatan kesadaran, terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya memilih jajanan sehat untuk dikonsumsi sehari-hari. Kemudian, partisipasi aktif masyarakat. Anak-anak dan orangtua mulai lebih sadar akan pilihan jajanan sehat dan berkomitmen untuk mempraktekkan pola makan yang lebih sehat. Selanjutnya menggunakan media social, penyuluhan ini juga dibagikan melalui platform media sosial yang memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat yang lebih luas” jelas Linda.

Linda mengatakan, mereka akan melakukan evaluasi dengan mengamati perubahan perilaku masyarakat terkait pemilihan jajanan. Diharapkan, di masa depan pedagang jajanan dapat bekerja sama dengan pemerintah atau lembaga terkait untuk menyediakan jajanan yang lebih sehat dan terjamin kualitasnya. Selain itu, kegiatan ini dapat diperluas ke daerah lain untuk meningkatkan pemahaman tentang jajanan sehat.

“Program pengabdian kepada masyarakat mengenai jajanan sehat ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam hal peningkatan kesadaran akan pentingnya pola makan yang sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan berkembang, sehingga lebih banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari edukasi tentang jajanan sehat”pungkasnya mengakhiri.(mag-2)

Air Tak Kunjung Mengalir, DPRD Medan Desak Perumda Tirtanadi Benahi Prinsip Dasar Pelayanan

Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Edi Saputra ST

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Edi Saputra ST, mendesak Perumda Tirtanadi untuk segera membenahi kondisi air bersih yang sudah tidak mengalir ke rumah-rumah warga di Kota Medan yang menjadi pelanggannya. Pasalnya, air bersih yang tidak kunjung dialirkan Perumda Tirtanadi sejak hampir sepekan yang lalu tersebut membuat masyarakat Kota Medan sangat sulit untuk beraktivitas.

“Kita mendesak Perumda Tirtanadi untuk segera membenahi kondisi ini, sebab Air PAM sudah mati (tidak mengalir) sejak tanggal 27 November lalu, sudah cukup lama, hampir sepekan. Masyarakat Kota Medan sangat mengeluhkan kondisi ini, sebab sangat sulit untuk beraktivitas tanpa ketersediaan air bersih,” ucap Edi Saputra kepada Sumut Pos, Senin (2/12/2024).

Dikatakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, Perumda Tirtanadi harus membenahi tiga prinsip dasar pelayanan. Sebab hanya dengan begitu, pelayanan Perumda Tirtanadi dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggannya yang mayoritas berada di wilayah Kota Medan.

“Adapun tiga prinsip dasar itu, yakni kualitas, kontinuitas, dan kuantitas. Ketiganya ini sangat penting, sebab masyarakat butuh ketersediaan air yang berkualitas, ketersediaan yang berkelanjutan dan terus menerus, hingga jumlah air yang mencukupi kebutuhan hidup masyarakat,” ujarnya.

Faktanya, tegas Edi Saputra, selama ini Perumda Tirtanadi tidak mampu memenuhi tiga prinsip dasar pelayanan itu dengan baik. Masyarakat Kota Medan yang merupakan pelanggan Perumda Tirtanadi kerap mengeluhkan kualitas air yang kurang baik, kondisi air yang tidak selalu mengalir, dan bahkan ketidaktersediaan air seperti saat ini.

“Hal ini tidak boleh terus dibiarkan, karena kondisi ini akan sangat merugikan masyarakat Kota Medan, khususnya masyarakat yang menjadi pelanggan Perumda Tirtanadi,” tegasnya.

Edi Saputra pun berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Mengingat, Perumda Tirtanadi merupakan badan usaha milik Pemprov Sumut. Bila kondisi ini tidak kunjung dibenahi, maka Edi Saputra meminta Plt Gubernur Sumatera Utara untuk mencopot Dirut Perumda Tirtanadi dari jabatannya.

“Jika Perumda Tirtanadi tidak bisa segera membenahi prinsip-prinsip dasar pelayanan tersebut, khususnya dalam mencukupi kebutuhan air bersih yang berkualitas untuk masyarakat , maka kita minta kepada (Plt) Gubernur Sumatera Utara untuk mencopot Dirut Perumda Tirtanadi,” pungkasnya.
(map)

Agincourt Resources Tunjukkan Inovasi Jembatan Arboreal untuk Primata Batang Toru di Asian Primate Symposium

TIM: (Ketiga dari kanan) Manager Environment PT Agincourt Resources (PTAR) Mahmud Subagya dan Superintendent Environmental Site Support PTAR Syaiful Anwar (kedua dari kanan) berfoto bersama tim PTAR usai mempresentasikan penelitian tentang arboreal bridge di Asian Primate Symposium di USU, Senin (25/11). (Dok. PTAR)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, mempresentasikan inovasi harmonisasi kegiatan pertambangan dengan pelestarian alam di ajang Asian Primate Symposium yang tahun ini mengangkat tema “Living in Harmony with Primates.” Melalui proyek 13 jembatan arboreal yang dilengkapi camera trap, Perusahaan dapat membangun kehidupan yang berdampingan dan berkelanjutan antara manusia dengan primata.

Asian Primate Symposium ke-9 yang berlangsung di Universitas Sumatra Utara pada 23 – 27 November 2024 ini diikuti 295 partisipan, mencakup ilmuwan, pakar primata, dan konservasionis dari berbagai negara, dengan beragam topik diskusi tingkat tinggi soal primata. Di ajang bergengsi tersebut, PT Agincourt Resources (PTAR) mengangkat penelitian berjudul “Arboreal Bridges for Sustainable Human-Primates Coexistence within Ecologies Adaptation at Martabe Gold Mine.”

Superintendent Environmental Site Support Agincourt Resources, Syaiful Anwar, mengatakan pemasangan jembatan arboreal merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk memastikan keberlangsungan hidup ekosistem primata di sekitar areal tambang.

Jembatan arboreal yang menyerupai jembatan gantung dan dirancang khusus untuk hewan arboreal atau hewan- hewan yang sebagian besar hidupnya di atas pepohonan berperan sebagai penghubung antarfragmen di hutan yang ada di area Tambang Emas Martabe. Melalui jembatan arboreal, primata dapat dengan bebas berpindah ke area lain, mencari makan, dan berkembang biak tanpa terhalang aktivitas manusia.

“Jembatan arboreal memberikan fleksibilitas bagi primata untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekaligus mengurangi risiko konfik antara satwa dengan manusia,” katanya.
Sepanjang 2023-2024, terekam enam spesies memanfaatkan jembatan arboreal di kawasan Tambang Emas Martabe. Mereka adalah huliap (Presbytis sumatrana), beruk (Macaca nemestrina), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung kelabu (Trachypithecus cristatus), jelarang hitam (Ratufa bicolor), dan musang akar jawa (Arctogalidia trivirgata).

Manager Environmental Agincourt Resources, Mahmud Subagya, menambahkan bahwa jembatan arboreal merupakan salah satu contoh nyata bagaimana industri pertambangan dapat berjalan beriringan dengan upaya konservasi keanekaragaman hayati.

“Partisipasi PTAR dalam Asian Primate Symposium menegaskan komitmen kami terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Sumatra, sekaligus memastikan praktik tambang yang berkelanjutan. Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat bagi satwa liar, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan generasi mendatang,” tutur Mahmud.

Jembatan arboreal di Tambang Emas Martabe menjadi tonggak penting dalam upaya melindungi kekayaan ekologi di alam Sumatra. Proyek ini membuktikan bahwa dengan komitmen yang kuat, dapat tercapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Selain itu, terdapat dua penelitian lain tentang konservasi keanekaragaman hayati di Tambang Emas Martabe dipresentasikan di Asian Primate Symposium 2024. Penelitian tersebut dilakukan oleh mahasiswa Universitas Nasional, Jakarta, selama bermagang di PTAR. Mereka adalah Dimas Firdiyanto dan Fathiya Rahma.

Melalui penelitian berjudul “Spacing Behavior of Presbytis Sumatrana in Martabe Gold Mine Forest Batang Toru,” Dimas menunjukkan bahwa perilaku jarak huliap di hutan yang terfragmentasi dapat menjadi pertimbangan manajemen PTAR membangun koridor buatan.

Sementara, penelitian Fathiya bertajuk “Presbytis sumatrana Daily Activity and Feeding Behavior in the Concession Forest, Batang Toru” memberikan wawasan penting tentang aktivitas harian dan perilaku makan huliap yang dapat digunakan untuk melindungi huliap dan habitatnya serta membantu pengelolaan lingkungan hidup di sekitar area pertambangan.

“Selama 4 bulan kami magang dan melakukan penelitian di PTAR, kami mendapati banyak upaya PTAR dalam melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan Batang Toru, juga implementasi aturan ketat bagi karyawan untuk menjaga lingkungan hidup,” ujar Fathiya.

Untuk melindungi keanekaragaman hayati, PTAR secara berkala merehabilitasi dan mereklamasi bekas area tambang. Sepanjang 2023 – 2024, berbagai inisiatif keanekaragaman hayati PTAR telah dijalani. Sebut saja, survei biodiversitas flora dan fauna di area hutan original sekitar Tambang Emas Martabe, memperkaya tanaman lokal dan pakan primata di sejumlah area konservasi, merencanakan konstruksi stasiun penelitian, serta mengembangkan Laboratorium Mikologi, Laboratorium Biodiversitas, dan Laboratorium Mikrobiologi. (rel/ram)

Pasca Banjir, YBM PLN dan PLN UID Sumut Salurkan Bantuan ke Posko Dapur Umum

Foto Bersama, simbolis penyerahan bantuan oleh GM PLN UID Sumut kepada Ketua RT Desa Tadukan Raga, Supriyadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Curah hujan yang tinggi di Sumatera Utara selama sepekan terakhir telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan bantuan berupa sembako dan peralatan kebersihan.

Bantuan tersebut diserahkan kepada dapur umum di sejumlah lokasi terdampak, diantaranya Desa Tadukan Raga, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Desa marendal pasar 3, perumahan villa gading mas, pasar 1 marendal, perumahan villa Patumbak asri, Medan labuhan, eka murni jl karya jaya, Medan Johor.
Bantuan yang diberikan meliputi bahan pokok seperti beras, mi instan, telur, air mineral, serta peralatan kebersihan seperti sapu, pel dan sikat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Agus Kuswardoyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PLN kepada masyarakat. Selain menyalurkan bantuan logistik, PLN juga melakukan pengecekan meteran listrik milik warga yang terdampak banjir.

“Melalui YBM PLN, kami berupaya membantu masyarakat yang terdampak musibah banjir. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan mendukung pemulihan warga di lokasi terdampak. Selain itu, PLN juga akan menurunkan personel untuk mengecek dan memastikan kondisi meteran listrik warga. Jika ditemukan kerusakan, PLN akan segera melakukan perbaikan atau penggantian untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan,” ujar Agus.

Sementara itu, Wakil Ketua YBM PLN UID Sumut, Suwarseno, menambahkan bahwa YBM PLN hadir untuk membantu masyarakat yang terkena dampak musibah banjir.
“YBM PLN peduli terhadap kondisi yang saat ini dialami warga terdampak banjir. Semoga bantuan yang kami salurkan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” ungkap Suwarseno.

Ketua RT Desa Tadukan Raga, Supriyadi, turut mengucapkan terima kasih atas kepedulian PLN dan YBM PLN kepada masyarakat.
“Bantuan sembako dan peralatan kebersihan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada PLN dan YBM PLN yang telah hadir membantu warga kami di saat sulit,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UID Sumatera Utara menunjukkan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam memberikan bantuan kemanusiaan maupun mendukung pemulihan kondisi pasca-banjir, termasuk memastikan keamanan dan kelancaran layanan kelistrikan bagi warga terdampak. (ila)

Rektor USU Wisuda Ketua Umum Forum Masyarakat Literasi Indonesia Dr Agus Marwan SIP MSP

WISUDA: Dr Agus Marwan SIP MSP didampingi istri saat wisuda doktor di USU.(ISTIMEWA)

REKTOR Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Muryanto Amin MSi mewisuda 2.602 lulusan pada 28-29 November 2024. Wisuda mengusung tema: Memahami Budaya Digital dalam Industri Global.

Salah seorang peserta wisuda adalah Dr Agus Marwan SIP MSP. Ketua Umum Forum Masyarakat Literasi Indonesia ini meraih predikat sangat memuaskan. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan S1 dari jurusan ilmu hubungan internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (tahun 1998) dan S2 magister studi pembangunan USU (tahun 2020).

Leader konsultan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara merupakan doktor program studi pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU).

Disertasi Dr Agus Marwan SIP MSP yang lahir di Kampung Sembilan pada 12 Agustus 1973 ini berjudul: Gerakan Literasi di Kabupaten Labuhanbatu. ”Novelty atau kebaruan disertasi saya mengusulkan Model Gerakan Literasi Abad 21 (GerLab-21),” katanya kepada Sumut Pos di Medan, Ahad (1/12).

Dr Agus Marwan SIP MSP menerangkan bahwa GerLab-21 mensyaratkan adanya aliansi gerakan antara Pemerintah, sekolah/madrasah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan komunitas literasi masyarakat untuk menggerakkan literasi secara bersama untuk mewujudkan kompetensi literasi abad 21 di sekolah dan masyarakat.

”Model ini menggunakan teori Gerakan Sosial Baru dengan berorientasi pada Gerakan Literasi Abad 21. Didalamnya memuat kompetensi literasi digital, baca tulis, numerasi, literasi sains, literasi financial, literasi media, literasi budaya dan kewarganegaraan serta literasi data dan literasi kewirausahaan,” rincinya.

Dalam kesempatan ini, Dr Agus Marwan SIP MSP juga berbagi tips dan cara memahami digitalisasi agar memberikan kebermanfaatan terutama dikalangan anak muda sehingga dapat menangkal dampak buruk dari ‘serbuan’ digitalisasi terutama judi online.

”Gunakan teknologi digital secara bijak dapat memberikan manfaat besar dalam berbagai aspek kehidupan. Ada 10 tips untuk memaksimalkan penggunaan teknologi digital. Diawali dengan menentukan tujuan penggunaan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa gunakan teknologi untuk mendukung produktivitas, pendidikan atau pengembangan diri. Bukan hanya untuk hiburan. ”Buat daftar aplikasi atau platform yang relevan dengan tujuan Anda. Seperti aplikasi manajemen waktu, belajar online, atau alat kolaborasi,” sebutnya.

Hal penting berikutnya adalah manajemen waktu digital. Batasi waktu penggunaan gadget dengan aplikasi pengatur waktu seperti Focus@Will atau StayFocusd. ”Tetapkan jadwal harian untuk mengecek media sosial atau aktivitas online lainnya agar tidak berlebihan,” kata Dr Agus Marwan SIP MSP.

Tips ketiga adalah memilih aplikasi dan platform yang tepat. Gunakan aplikasi yang mendukung pekerjaan atau hobi Anda, seperti Canva untuk desain grafis, Duolingo untuk belajar bahasa, atau Notion untuk mencatat dan mengatur tugas. ”Hindari aplikasi atau situs yang menghabiskan waktu tanpa manfaat jelas,” harapnya.

Tips berikutnya adalah meningkatkan keamanan digital dengan menggunakan password yang kuat dan aktifkan autentikasi dua faktor pada akun-akun penting. ”Hindari membagikan informasi pribadi di internet secara sembarangan,” katanya.

Tips kelima, menurut mantan education officer dan senior education officer DBE3-USAID (2005-2010) dan koordinator orovinsi USAID Prioritas (2011-2017) adalah belajar secara mandiri dengan memanfaatkan platform belajar online seperti Coursera, Udemy, atau YouTube untuk mempelajari keterampilan baru. Gunakan e-book atau podcast untuk menambah wawasan tanpa batasan waktu atau tempat.

Dr Agus Marwan SIP MSP menjelaskan untuk tips keenam adalah kolaborasi dan komunikasi efektif dengan menggunakan alat kolaborasi seperti Google Workspace atau Microsoft Teams untuk bekerja secara efektif bersama tim. Pilih aplikasi komunikasi seperti Zoom atau WhatsApp untuk menjaga hubungan pribadi dan profesional.

Tips ketujuh adalah perhatikan kesehatan digital. Hindari penggunaan layar terlalu lama dengan mengikuti aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik). ”Gunakan mode malam atau filter biru untuk mengurangi ketegangan mata,” jelasnya.

Sedangkan tips kedelapan adalah memanfaatkan teknologi untuk jesehatan dan kebugaran. ”Gunakan aplikasi kebugaran seperti MyFitnessPal atau Strava untuk memantau kesehatan fisik. Gunakan jam tangan pintar untuk memantau aktivitas dan tidur,” kata suami dari Susanti SSos MSi tersebut.

Tips kesembilan adalah berpartisipasi dalam komunitas positif. Bergabunglah dengan komunitas online yang relevan dengan minat Anda, seperti grup pembelajaran, diskusi profesional, atau hobi tertentu. Gunakan media sosial untuk berbagi hal positif dan memperluas jaringan.

Untuk tips kesepuluh, Dr Agus Marwan SIP MSP mengingatkan agar beristirahat secara berkala dari teknologi.
Jadwalkan waktu tanpa gadget (digital detox) untuk fokus pada interaksi dunia nyata.

Gunakan waktu untuk membaca buku fisik, berolahraga, atau beraktivitas di luar ruangan. ”Dengan pendekatan yang tepat, teknologi digital dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan pribadi dan profesional,” tegas bapak dari empat anak tersebut.

Sementara itu rektor USU saat mewisuda Dr Agus Marwan SIP MSP bersama ribuan wisudawan/wisudawati menekankan pentingnya budaya digital untuk menghadapi dinamika perubahan di era transformasi teknologi.

Rektor juga mengingatkan pentingnya keterampilan digital dan nilai-nilai kepemimpinan yang empatik, integritas dan kerja sama sebagai landasan karier profesional yang berdampak positif.
“Teknologi hanyalah alat. Namun, di balik kecanggihan inovasi yang ada, nilai-nilai manusia seperti integritas dan empati harus tetap menjadi pegangan. Kami bangga melepas Anda sebagai alumni USU yang siap berkontribusi di tingkat global,” pesan Prof Dr Muryanto Amin MSi.

Rektor juga menegaskan komitmen USU untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu bersaing hingga di tingkat internasional. Sesuai visi menjadi world class university, jelas Prof Dr Muryanto Amin MSi, USU berfokus pada inovasi, kolaborasi interdisipliner dan adaptasi terhadap perubahan global. (dmp)