25 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 4335

PT KAI Batasi Jumlah Penumpang, Khusus Kereta Api Sribilah, Putri Deli dan Siantar Ekspress

SEPI: Penumpang kereta api Sumut tampak sepi sejak wabah corona. PT KAI Divisi Regional Wilayah I Sumut saat ini membatasi jumlah penumpang.
SEPI: Penumpang kereta api Sumut tampak sepi sejak wabah corona. PT KAI Divisi Regional Wilayah I Sumut saat ini membatasi jumlah penumpang.
SEPI: Penumpang kereta api Sumut tampak sepi sejak wabah corona. PT KAI Divisi Regional Wilayah I Sumut saat ini membatasi jumlah penumpang.
SEPI: Penumpang kereta api Sumut tampak sepi sejak wabah corona. PT KAI Divisi Regional Wilayah I Sumut saat ini membatasi jumlah penumpang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional Wilayah I Sumut mengeluarkan kebijakan baru dengan pembatasan jumlah penumpang atau okupansi sebesar 50 persen mulai 2 April 2020. Hal itu sebagai bentuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus mematikan itu.

“KAI Divre I Sumatera Utara menerapkan pembatasan kapasitas penumpang untuk kereta api jarak menengah menjadi hanya 50 persen dari kapasitas tempat duduk secara keseluruhan,” ujar Vice Presiden PT KAI Divre Wilayah I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat, Minggu (5/4).

Di dalam kereta api jarak menengah, kata Daniel, pihaknya akan melakukan upaya-upaya untuk mendukung penerapan physical distancing dan social distancing sebagai salah satu tindakan pencegahan penyebaran Covid-19. Hal tersebut berlaku saat di atas kereta api dan stasiun-stasiunn

“Nanti akan ada petugas KA yang mengatur jarak satu penumpang dengan penumpang lainnya. Minimal jarak penumpang satu dengan lainnya satu meter. Jika ada penumpang yang berdekatan, petugas KA akan memindahkannya. Makanya, di sini nanti petugas KA akan mengawasi,” tutur Daniel.

Daniel menambahkan, pihaknya terus ikut serta berupaya menekan hingga mutus mata rantai penularan virus corona. Karena, transpostrasi massal seperti kereta api rentan menjadi lokasi penyebaran.

“Dengan begitu, kita terapkan di Divre I Sumatera Utara sendiri. Kereta api yang terdampak seperti, kereta api Sribilah, Putri Deli Siantar Ekspress,” tutur Daniel.

Sebelumnya, PT KAI Divre I Sumut sudah melakukan pengurangan frekuensi perjalanan kereta dengan melakukan pembatalan sebanyak 58 perjalanan kereta Api di Sumut.

Adapun 58 perjalanan Kereta api dikurangi di Sumut, yakni 4 perjalanan KA tujuan ?Medan-Rantau Prapat (Pulang pergi). Kemudian, 2 perjalanan KA tujuan Medan-Tanjung Balai (PP), 2 perjalanan KA tujuan Medan-Siantar (PP) dan 12 perjalanan KA Medan-Binjai (PP) dengan total 20 perjalanan. “Untuk KA Bandara dari 50 perjalanan KA perhari dikurangi 38 perjalanan KA perhari dan 12 perjalanan KA masih beroperasi,” kata Daniel.

Dengan kondisi pembatalan puluhan perjalanan kereta api, PT KAI Divre I Sumut mencatat terjadi penurunan penumpang mencapai 60 persen. Di mana, penurunan akibat wabah virus corona sudah terlihat sejak pekan kedua di bulan Maret 2020, lalu.

“Dampak yang kita alami akibat virus Corona ini, adalah menurunnya jumlah penumpang kereta api yang sangat siginifikan. Volume kapasitas (penumpang) KA hanya sekitar 40 persen saja,” pungkasnya.(gus/ila)

AP2GB dan Elemen Nelayan Semprotkan Disinfektan

BERSAMA: AP2GB bersama elemen nelayan dan Karang Taruna Belawan, foto bersama di sela-sela penyemprotan disinfektan. fachril/sumut pos
BERSAMA: AP2GB bersama elemen nelayan dan Karang Taruna Belawan, foto bersama di sela-sela penyemprotan disinfektan. fachril/sumut pos
BERSAMA: AP2GB bersama elemen nelayan dan Karang Taruna Belawan, foto bersama di sela-sela penyemprotan disinfektan.  fachril/sumut pos
BERSAMA: AP2GB bersama elemen nelayan dan Karang Taruna Belawan, foto bersama di sela-sela penyemprotan disinfektan. fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asosiasi Pengusahan Perikana Gabion Belawan (AP2GB) bersama elemen nelayan dan Karang Taruna Belawan melakukan kegiatan sosial penyemprotan disinfektan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB), Mingggu (5/4).

Penyemprotan dengan melibatkan Forum Masyarakat Nelayan Indonesia Mandiri (FORMANELIM) dan Alianasi Nelayan Selat Malaka (ANSM), sebagai wujud kepedulian untuk memutus rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

Gabungan nelayan menyemprot sejumlah perkantoran, rumah ibadah dan pergudangan di kawasan PPSB.

“Kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi kita untuk membentu pemerintah menangani virus corona. Langkah ini kita lakukan secara gabungan sebagai bentuk kebersamaan antara elemen nelayan dan lembaga lain,” kata Ketua FORMANELIM, Alfian MY.

Dikatakan pria yang juga menjabat Sekeretaris AP2GB ini, selain penyemprotan mereka juga membagikan masker kepada pekerja dan masyarakat nelayan. Harapannya, wabah Covid-19 ini segera berakhir, sehingga mampu memulihkan perekonomian di PPSB.

“Wabah ini sangat mempengaruhi perekonomian bagi kalangan nelayan. Mari kita berdoa agar musibah ini segera selesai, kepada masyarakat mari kita ikuti anjuran pemerintah dengan rajin mencuci tangan, jaga jarak, tetap jaga kesehatan dan diam di rumah,” pungkas Alfian MY. (fac/ila)

Awasi Kepulangan TKI, Dishub Medan Perketat Pool Bus

SEMPROT DISINFEKTAN: Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan penyemprotan di seputaran loket bus AKAP/AKDP di Kota Medan, bekerja sama dengan Dinas Pehubungan Kota Medan.
SEMPROT DISINFEKTAN: Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan penyemprotan di seputaran loket bus AKAP/AKDP di Kota Medan, bekerja sama dengan Dinas Pehubungan Kota Medan.
SEMPROT DISINFEKTAN:  Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan penyemprotan di seputaran loket bus AKAP/AKDP di Kota Medan, bekerja sama dengan Dinas Pehubungan Kota Medan.
SEMPROT DISINFEKTAN: Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan penyemprotan di seputaran loket bus AKAP/AKDP di Kota Medan, bekerja sama dengan Dinas Pehubungan Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan memperketat pergerakan di pool-pool bus di Kota Medan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool-pool bus. Mengingat, saat ini banyaknya para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dipulangkan dari luar negeri ke Kota Medan.

“Walaupun sebenarnya para TKI dan masyarakat yang masuk ke Kota Medan telah diperiksa terlebih dahulu oleh Dishub Provinsi Sumatera Utara saat memasuki Provinsi Sumut. Tapi kita harus tetap waspada terhadap para TKI yang akan pulang ke kampung halamannya dengan menumpang bus, harus diperiksa kembali suhu tubuh badannya,” tegas Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT, kepada Sumut Pos, Minggu (5/4).

Dikatakan Iswar, Dishub Medan bersama pihak Kementerian Perhubungan terus melakukan sidak mengingat saat ini banyaknya para TKI yang dipulangkan dari luar negeri ke Kota Medan.

“Mereka yang pulang itu, walau sehat tentu langsung berstatus ODP, kita langsung koordinasikan dengan pihak kecamatan tempat mereka tinggal di Kota Medan agar selalu dipantau,” ujarnya.

Sebab, lanjut Iswar, Kota Medan telah masuk ke dalam area zona berbahaya atau zona merahn

(Red Zone) penularan Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19). Sehingga, seluruh OPD dan stakeholder terus melakukan berbagai upaya dalam menghentikan penyebaran Virus Corona di Kota Medan.

“Saat ini kedua terminal (Amplas dan Pinangbaris) kita belum berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi kita melakukan sidak ke pool-pool bus, kita terus dan secara rutin melakukannya,” ucap Iswar.

Apalagi, lanjutnya, masyarakat di Kota Medan sudah ada yang positif Covid-19, ditambah dengan bertambahnya terus jumlah PDP dan ODP di Kota Medan membuat pihaknya fokus dalam mengurangi mobilitas masyarakat di dalam kota.

“Untuk di pool-pool bus, kita juga sering melakukan penyemprotan disinfektan. Sebab, bus juga bisa menjadi sarana penularan virus. Sembari kita juga terus mengimbau kepada pemilik dan pengelola bus untuk menjaga kebersihan bus nya,” kata Iswar.

Di sisi lain, lanjut Iswar, pihaknya bersama Satlantas Polrestabes Medan juga terus melakukan penutupan di 14 ruas jalan di Kota Medan, yang diterapkan sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Hal itu dilakukan guna mengurangi mobilitas masyarakat di dalam kota.

“Penutupan jalan itu tetap kita lakukan. Lalu kita juga terus mengimbau masyarakat pengendara dan pengguna jalan melalui perangkat ATCS yang kita miliki untuk tidak bepergian dan beraktivitas di luar rumah bila tidak keperluan penting. Sebab, Physical Distancing dan pola hidup bersih dengan sering mencuci tangan adalah kunci penekanan virus ini,” pungkasnya. (map/ila)

Pewarta Polrestabes Medan Bantu Sembako

SEMBAKO: Pewarta Polrestabes Medan saat bagi-bagi sembako di Jalan AR Hakim Medan, Jumat (3/4).
SEMBAKO: Pewarta Polrestabes Medan saat bagi-bagi sembako di Jalan AR Hakim Medan, Jumat (3/4).
SEMBAKO: Pewarta Polrestabes Medan saat bagi-bagi sembako di Jalan AR Hakim Medan, Jumat (3/4).
SEMBAKO: Pewarta Polrestabes Medan saat bagi-bagi sembako di Jalan AR Hakim Medan, Jumat (3/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan Chairum Lubis SH memberikan bantuan sembako kepada wartawan Polrestabes Medan dan kaum duafa. Kegiatan bantuan sembako itu dilaksanakan di markas Pewarta Polrestabes Medan Jalan AR Hakim Medan.

“Bantuan sembako berupa segoni beras, minyak makan dan sekotak mie isntant untuk wartawan Polrestabes Medan ini semoga menjadi berkah untuk digunakan oleh keluarganya masing-masing, “ ucap Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis SH yang bangga melihat semangat wartawan meliput berita Covid – 19 di Kota Medan.

Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut itu mengungkapkan, bantuan sembako itu ada dari teman-teman lainnya yang ingin meningkatkan pola hidup sehat untuk wartawan Polrestabes Medan.

Tentunya di bulan yang baik ini masih pada kegiatan Jumat Barokah ini tidak pernah terputus untuk berbagai rezeki bersama pekerja media di Kota Medan.

Chairum Lubis mengatakan situasi saat ini, Kota Medan terkena imbas penyebaran Covid – 19, sehingga dianjurkan untuk meningkatkan pola hidup sehat. Seperti selalu cuci tangan pakai sabun, minum vitamin, istirahat cukup, jaga jarak dengan warga lainnya. “Santunan ini diberikan sesuai arahan dari Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi, Karorenmin) Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwihananto SIK MHum dan arahan dari Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edizon (JE) Isir SIK MTCP,” pungkasnya. (azw)

Dedy Aksyari Semprot Disinfektan & Bagikan Masker

BAGIKAN: Dedy Aksyari Nasution ST bagikan masker kepada warga idi Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. markus/sumutpos
BAGIKAN: Dedy Aksyari Nasution ST bagikan masker kepada warga idi Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. markus/sumutpos
BAGIKAN: Dedy Aksyari Nasution ST bagikan masker kepada warga idi Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. markus/sumutpos
BAGIKAN: Dedy Aksyari Nasution ST bagikan masker kepada warga idi Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. markus/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah melakukan penyemprotan disinfektan dan membagi-bagikan masker kepada warga di kelurahan Kecamatan Medan Kota dan Kecamatan Medan Amplas pada Minggu (29/3) yang lalu, anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Dedy Aksyari Nasution ST kembali melakukan hal serupa di Kecamatan Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota, Sabtu (4/4).

Dikatakan Dedy, hal itu kembali dilakukan sebagai bentuk kepedulian dirinya dan partai Gerindra guna mencegah penyebaran Covid-19 ditengah-tengah masyarakat Kota Medan.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan ke rumah-rumah ibadah di Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. Rutenya itu dari Jalan Harapan Pasti Timur – Jalan Selam I – Jl Bromo gg Bahagia – Jl Sutrisno Lk.III dan IV, Jl Puri – Jl Laksana – Jl SM Raja – Jl Kemiri,” ucap Dedy Aksyari kepada Sumut Sabtu (5/4).

Agar tidak mengganggu para pedagang yang berada di kawasan tersebut, khususnya di kawasan Jalan Kemiri dan sejumlah ruas jalan lainnya, Dedy dan tim sebelumnya telah mengimbau kepada masyarakat dan para pedagang di sekitar lokasi agar mengamankan barang-barang miliknya.

“Selain melakukan penyemprotan, kita juga membagi-bagikan masker kepada masyarakat. Penggunaan masker sendiri sangat efektif untuk menekan penularan virus dari satu orang yang terinfeksi ke orang lainnya yang masih sehat. Kita terus mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker apabila harus keluar rumah,” tegasnya.

Sembari melakukan penyemprotan disinfektan dan membagi-bagikan masker kepada para warga, Dedy juga terus mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan Physical Distancing dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah bila tidak ada kepentingan mendesak.

“Kawasan-kawasan ini memang cukup padat penduduk. Kesadaran masyarakat, itu yang kita tekankan. Masyarakat harus mau mengikuti imbauan tersebut demi menghentikan penularan Covid-19 ini. Karena kalau masyarakat tidak juga tumbuh kesadarannya, virus ini akan terus berkembang ditengah-tengah masyarakat,” ujar Dedy.

Ketua Pansus RTRW DPRD Kota Medan ini juga terus mengingatkan agar masyarakat selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat. “Lalu sesering mungkin mencuci tangan, gunakan masker bila harus keluar rumah, minum vitamin bila perlu dan langkah-langkah antisipatif lainnya. Intinya, orang yang paling bertanggungjawab dalam menjaga kesehatan kita adalah diri kita sendiri,” pungkasnya. (map/ila)

Polres Dairi Sediakan Bilik Penyemprotan Antiseptik

BILIK : Polres Dairi menyediakan bilik penyemprotan antiseptik sebagai langkah pencegahan penularan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BILIK : Polres Dairi menyediakan bilik penyemprotan antiseptik sebagai langkah pencegahan penularan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BILIK : Polres Dairi menyediakan bilik penyemprotan antiseptik sebagai langkah pencegahan penularan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BILIK : Polres Dairi menyediakan bilik penyemprotan antiseptik sebagai langkah pencegahan penularan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Dairi membuat bilik penyemprotan anti septik cairan dettol ketubuh setiap tamu yang berkunjung ke Mapolres Dairi. Hal ini untuk pencegahan penularan corona virus dease (Covid-19).

Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh mengatakan pendirian bilik penyemprotan anti septik tersebut menyikapi Tanggap Darurat covid-19 di daerah itu.

“Setiap tamu atau pengunjung ke Mapolres Dairi wajib masuk kebilik untuk melakukan penyemprotan badan agar steril dari virus corona,” ujarnya di Mapolres Dairi, Sabtu (4/4).

Donny menerangkan, seremonial pendirian bilik penyemprotan anti septik sebagai langkah pencegahan penularan virus corona dipimpin Waka Polres Dairi Kompol David P Silalahi, Sabtu (4/4). Dan ini merupakan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19.

“Ada berbagai langkah untuk penyebaran Covid-19 ini, diantaranya, pendirian bilik penyemprotan anti septik cairan dettol ke tubuh manusia, menyediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun kepada masyarakat yang berkunjung ke Mako Polres Dairi,” tambahn Donny.

Sebelumnya juga Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Dairi Ny Lusiana boru Samosir membagi-bagi sembako kepada warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak covid-19, tandas Donny. (rud/ram)

PDP Asal Padangsidimpuan Meninggal, Warga Rantauprapat Jalani Rapid Test

KUBUR: Tim kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) sedang menggali lubang untuk menguburkan pasien PDP Corona asal Padangsidimpuan di kawasan Simalingkar B Medan, Sabtu (4/4) kemarin.
KUBUR: Tim kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) sedang menggali lubang untuk menguburkan pasien PDP Corona asal Padangsidimpuan di kawasan Simalingkar B Medan, Sabtu (4/4) kemarin.
KUBUR: Tim kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) sedang menggali lubang untuk menguburkan pasien PDP Corona asal Padangsidimpuan di kawasan Simalingkar B Medan, Sabtu (4/4) kemarin.
KUBUR: Tim kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) sedang menggali lubang untuk menguburkan pasien PDP Corona asal Padangsidimpuan di kawasan Simalingkar B Medan, Sabtu (4/4) kemarin.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Tim kesehatan Pemkab Labuhanbatu melakukan rapid test Covid-19 pada Putri (20) warga Jalan Adam Malik, Lingkungan Al Huda, Kelurahan Sirandorung, kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, Sabtu (4/4).

Pelaksanaan rapid test ini sehubungan dengan meninggalnya seorang perempuan penduduk Kota Padangsidimpuan yang diduga menderita Covid-19 di Rumah Sakit Adam Malik Medan. Putri salah satu pekerja toko kosmetik milik korban yang diduga terinfeksi virus corona.

“Sudah dilakukan rapid test terhadapnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Kamal Ilham, Minggu (5/4) di Rantauprapat.

Menurut Kamal, hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, negatif. Dan yang bersangkutan dalam kondisi sehat.

“Saat dilakukan rapid test sedang dalam kondisi sehat, tidak sakit. Dia tidak ada pilek, demam dan flu,” kata Kamal.

Dari pengakuan orangtua Putri, anaknya memiliki riwayat penyakit asma sejak anak-anak. Selain itu, sejak tanggal 31 Maret 2019 sudah pulang ke Rantauprapat dan mengaku tidak ada kontak fisik dengan korban yang merupakan pengusaha toko tempatnya bekerja.

Meski demikian, kata Kamal, Putri juga dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di RSUD Rantauprapat. “Senin (6/4) dilakukan rontgen ke RSUD Rantauprapat,” ujarnya.

Kamal juga mengimbau agar mengisolasikan diri secara mandiri di rumah selama 14 hari. Apabila ada hal-hal mencurigakan agar segera dilaporkan ke RSUD Rantauprapat

Pemeriksaan kesehatan Putri menggunakan rapid tes langsung dihadiri Kadis Kesehatan Labuhanbatu, Kapus Kesmas Rantau Utara, Lurah Sirandorung, dan Personel Polres Labuhanbatu.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyampaikan data terbaru pascameninggalnya pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 asal Kota Padangsidimpuan yang sempat dirujuk ke Medan pada Jumat (3/4) malam.

Sesuai catatan yang dipublikasikan Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Gugus Tugas, Sabtu (4/4) malam, sebanyak 45 orang kini masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) ekstra karena memiliki riwayat kontrak erat dengan PDP Covid-19 yang meninggal tersebut.

Puluhan orang itu diketahui sempat terlibat interaksi yang cukup intens dengan pasien di beberapa titik di Kota Padangsidimpuan.

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution menegaskan, siapa saja yang pernah melakukan kontak langsung dengan PDP Covid-19 tersebut harus segera mengisolasi diri secara mandiri paling tidak selama 14 hari ke depan.

“Jika ada gejala-gejala segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Mata rantai penyebaran Covid-19 ini harus kita putus,” tegasnya.

Seperti yang diketahui, pelanggan dari PDP Covid-19 ini kebanyakan dari Sibolga. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Sibolga melakukan sterilisasi di Pasar Sibolga sekaligus melakukan pemeriksaan cepat Covid-19 (rapid test).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu dua pasar terbesar di Sibolga yaitu Pasar Sibolga Nauli lantai II dan Pasar Inpres Aek Habil Sibolga Selatan akan disemprot disinfektan. Untuk itu ia mengimbau warga Sibolga yang pernah kontak atau berbelanja minimal dua minggu terakhir ke toko almarhumah agar segera melapor untuk dilakukan pemeriksaan cepat Covid-19 (rapid test).

“Segera datangi Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan gratis, atau hubungi call center Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Sibolga dengan nomor 0852 7040 7787,” tandasnya.

Tindakan cepat juga dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19 Kota Sibolga. Dimana hari ini tim langsung bergerak melakukan pendataan warga. (fdh/bbs/ram)

Data dari Gugus Tugas Covid-19 Humbahas, 1 Warga Siantar Positif Corona

KUBUR: Tim kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) sedang menggali lubang untuk menguburkan pasien PDP Corona asal Padangsidimpuan di kawasan Simalingkar B Medan, Sabtu (4/4) kemarin.
KUBUR: Tim kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) sedang menggali lubang untuk menguburkan pasien PDP Corona asal Padangsidimpuan di kawasan Simalingkar B Medan, Sabtu (4/4) kemarin.
KUBUR: Tim kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) sedang menggali lubang untuk menguburkan pasien PDP Corona asal Padangsidimpuan di kawasan Simalingkar B Medan, Sabtu (4/4) kemarin.
KUBUR: Tim kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) sedang menggali lubang untuk menguburkan pasien PDP Corona asal Padangsidimpuan di kawasan Simalingkar B Medan, Sabtu (4/4) kemarin.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Seorang perempuan berinisial, FP (47) warga Pematangsiantar, yang diperiksa melalui Rapid Test dinyatakan terindikasi positif Covid-19. Dan, kini telah dirawat di RS GL Tobing Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Humbang Hasundutan, Hotman Hutasoit dalam siaran persnya, Minggu (5/4) mengatakan FP adalah warga kota Pematangsiantar yang berkunjung ke Humbahas pada 18 Maret dan menginap di rumah adiknya di Desa Sosorgonting Kecamatan Dolok Sanggul.

Sejak di rumah adiknya, FP yang bersama anak laki-lakinya ternyata punya keluhan sakit yakni, flu, nyeri sendi dan nyeri tulang.

Dan pada 21 Maret, FP berobat ke rumah sakit dengan keluhannya lagi batuk, sakit tenggorakan dan sesak. Lalu, oleh dokter, FP didiagnosa didapati adanya tonsil hiperemis yang kemudian dianjurkan untuk isolasi mandiri sampai 14 hari, mulai 21 Maret sampai 3 Maret 2020.

“ Dokter UGD memberikan terapi setelah berkosultasi dengan dokter Spesialis Paru, selanjutnya diedukasi untuk isolasi mandiri di rumah dari tanggal 21 s/d 3 Maret 2020,” lanjut Hotman.

Selanjutnya, ditanggal 4 April, FP yang sebelumnya diberi status orang dalam pemantauan, dilakukan pemeriksaan Rapit Test Covid-19 dengan hasil positif.

“Selanjutnya dilakukan pemeriksaan photo thorax dan darah rutin sebagai syarat pendukung untuk melakukan rujukan ke Rumah Sakit rujukan Covid-19. Dari hasil pemeriksaan, dokter Spesialis Paru RSUD menegakkan diagnosa pasien menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dan pada Sabtu, 4 April sekitar pukul 18.30 WIB, pasien dirujuk ke Rumah Sakit GL Tobing (Rumah Sakit Rujukan Covid-19) di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang,” ungkap Hotman.

Lebih lanjut dikatakan Hotman, terkait keluarga FP, pihaknya telah memberikan vitamin C sekaligus penyemprotan disinfektan rumah adik FP sebanyak dua kali. Dan selama 14 hari terhitung 5 April akan dipantau oleh puskesmas Matiti serta akan dilakukan rapit test kepada dua orang yang pernah kontak dengan FP pada hari ke 10 masa isolasi mandiri. (des/ram)

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 20 TKI Ilegal

PEMERIKSAAN: Suhu tubuh dan dokumen terhadap para TKI ilegal sedang diperiksa petugas yang bergerak di perairan Tanjungbalai, Minggu (5/4) dini hari tadi.
PEMERIKSAAN: Suhu tubuh dan dokumen terhadap para TKI ilegal sedang diperiksa petugas yang bergerak di perairan Tanjungbalai, Minggu (5/4) dini hari tadi.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjungbalai Asahan, Lantamal I, Komando Armada I TNI Angkatan Laut menangkap kapal tanpa nama dengan 2 anak buah kapal yang mengangkut 20 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Kapal tersebut baru melakukan perjalanan dari Malaysia melalui jalur tidak resmi di Perairan Sarang Olang Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

“Pengamanan TKI Ilegal ini bermula saat Tim F1QR Lanal TBA mendapatkan informasi dan langsung bergerak melakukan patroli menggunakan Patkamla SSG I-1-47,” kata Komandan Lanal (Danlanal) Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris, Minggu (5/4).

PEMERIKSAAN: Suhu tubuh dan dokumen terhadap para TKI ilegal sedang diperiksa petugas yang bergerak di perairan Tanjungbalai, Minggu (5/4) dini hari tadi.
PEMERIKSAAN: Suhu tubuh dan dokumen terhadap para TKI ilegal sedang diperiksa petugas yang bergerak di perairan Tanjungbalai, Minggu (5/4) dini hari tadi.

Dafris mengatakan pada sekitar tengah malam, tim melihat kapal yang mencurigakan dan mencegatnya.

“Kapal tersebut selanjutnya digiring ke Posmat Bagan Asahan, Lanal TBA. Penumpang kapal, terdiri dari 15 orang laki-laki, 4 orang perempuan dan 1 balita perempuan saat ini diamankan di Posmat Bagan Asahan,” ujar Dafris.

Aparat lantas memeriksa kesehatan, meng ukur suhu badan dan menyemprot cairan disinfektan kepada penumpang, barang bawaan maupun kapal yang digunakan.

“Para TKI yang diamankan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari pemeriksaan, mereka berencana pulang ke kampung halamannya setelah beberapa waktu bekerja di Malaysia tanpa memiliki dokumen resmi” ujar Dafris.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid, mengatakan TNI AL terus melaksanakan tugas patroli yang memang rutin dilaksanakan.

“Terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk tidak resmi (jalur tikus) baik itu komoditi dari luar negeri, barang ilegal, bahkan narkoba serta penyelundupan tenaga kerja ilegal yang terjadi di Wilayah Kerja Lantamal I,” ucap Abdul.

Dengan adanya pandemi Covid-19 akibat virus corona, lanjutnya, Lantamal akan melaksanakan prosedur tambahan dalam menangani tindak penyelundupan TKI ilegal di Tanjungbalai – Asahan.

“Protap tambahan ini akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Lanal TBA yang dilaksanakan sebagai upaya untuk memutus rantai dan mencegah penyebaran COVID-19,” ujar Abdul.

Selain memastikan suhu kondisi tubuh penumpang di bawah 38 derajat celsius, prosedur penyemprotan disinfektan kepada seluruh TKI, barang bawaan dan kapal dilaksanakan guna meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Selain itu kapal dan penumpang diperiksa barang bawaannya untuk memastikan tidak ada bawaan terlarang yang dibawa dari luar,” ucap Abdul.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan menyeluruh, Lanal Tanjungbalai -Asahan akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan Kantor Imigrasi Tanjungbalai-Asahan untuk melakukan proses lanjutan.

“Para ABK dan seluruh penumpang diteruskan ke Satgas Covid-19 Tanjungbalai untuk dilakukan prosedur sebagaimana mestinya termasuk mengenai karantina,” kata Abdul. (fac/azw)

Relawan PMI Binjai Ditengah Penanganan Covid-19, Tak Gentar Kendati Risiko Kematian

BERADA DI POSKO: Indra Praja (tengah) relawan kemanusiaan dari PMI Binjai saat berada di Posko Covid-19, Dinkes Kota Binjai.
Tedi akbar/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Beragam organisasi kemanusiaan turun bahu membahu dalam penanganan Pandemi Virus Corona atau Covid-19. Indra Praja, satu di antara relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Binjai.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama perangi dan mencegah penyebaran Virus Corona tersebut. PMI memiliki struktur sampai pusat.

Tentu sudah memiliki standar operasi prosedur dalam menjalankan misi kemanusiaan ini. Mereka tergabung dalam Satgas Gugus Pencegahan dan Penyebaran Covid-19. Hati Indra tentu terpanggil melihat kondisi demikian. “Karena ini merupakan bencana non alam yang harus ditangani bersama. Terkhusus juga orang yang ahli bidang kesehatan dan pengobatan,” kata Indra saat berbincang santai dengan Sumut Pos, Minggu (5/4). Fungsi PMI terbatas dalam hal ini. Meski demikian, Indra bersama relawan PMI Kota Binjai lainnya bangga menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Terlihat wajah adik-adik sukarelawan muda yang kami latih beberapa bulan lalu yang siap dan siaga dalam tugas kemanusiaan,” kata dia. Secara pribadi, ini bukan hal pertama bagi Indra dalam menjalankan misi kemanusiaan. Namun, kali ini berbeda.

Soalnya, Pandemi Virus Corona yang tak terlihat ini terus mengancam. Risiko kematian akibat virus ini juga tinggi. Karenanya, kesempatan ini sebagai sukarelawan tentu pasti nurani terpanggil. “Saya pernah juga terlibat sebagai sukarelawan dalam pencegahan wabah sebelumnya. Saat itu, pencegahan virus H5N1 atau dikenal dengan flu burung,” kaya dia.

“Tapi kali ini berbeda. Saat itu telah ada obat secara khusus untuk penangkal/anti bodi untuk pengobatanya. Bersama sukarelawan lainya melakukan promosi kebersihan,” sambung dia.

“Tahun 2003 waktu banjir bandang Bahorok, tahun 2004 gempa dan tsunami aceh, tahun 2005 gempa Nias, tahun 2009 gempa Padang, tahun 2018 gempa Lombok dan tahun yang gempa dan tsunami di Palu. Saat itu saya menjadi relawan,” kenang Indra.

Menjaga stamina dalam misi kemanusiaan merupakan tugas penting. Agar tetap bugar dan sehat.

Seperti menjaga pola makan salah satunya. “Maklum virus Covid 19 akan lebih beringas ketika imum tubuh kita dalam keadaan tidak baik,” kata dia.

Tak lupa, dia juga mengapresiasi gerak cepat Wali Kota Binjai, HM Idaham. Orang nomor satu di Pemko Binjai itu langsung mendirikan Posko Siaga Bencana Non Alam Penanggulangan Covid-19, dalam upaya pencegahan penyebaran wabah yang mengancam kelangsungan kehidupan manusia.

“Pak wali terus stand by sampai larut malam melakukan pengawasannya. Sigapnya Pak Wali karena dalam hitungan jam, struktur posko terbentuk sampai kelurahan. Pelayanan terlihat seperti adanya meja layanan, call center, website menyediakan informasi dan aduan serta penyediaan rumah sementara untuk mereka yang ODP,” kata dia. (ted/azw)

Dia membayangkan, cepatnya grafik peningkatan status dari mereka yang ODP karena dengan kontak langsung dari seseorang. “Ya ada rasa ciut hati ini jika ada ODP meningkat statusnya, begitu mudah dan cepat. Saya membayangkan jika orang yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri tak melapor. Menurut saya, jika melapor itu baik,” kata dia.

Dia mengingatkan agar masyarakat dapat menjalankan seruan pemerintah untuk menahan diri tidak keluar rumah. Jika tak memiliki hal penting.

“Kalau ada yang tidak mengikuti anjuran pemerintah itu, dalam hati saya berontak sambil beristigfar. Bahwa Allah SWT merupakan maha esa. Karena ini, saya berserah diri saja agar dapat dilindungi dari ancaman dan berikan kami kekuatan kepada Satgas Pencegahan,” kata dia.

“Patuhilah imbauan pemerintah sebelum jadi kacau. Bantu kami dengan semuanya agar dapat berdiam diri secara mandiri,” ujar dia.

Kepada seluruh relawan kemanusiaan yang bertugas dalam mencegah penyebaran Virus Corona, dia berpesan agar dapat saling mengingatkan satu sama lain untuk memakai alat pelindung diri saat bertugas dan pada situasi tertentu. Jaga kebersihan tubuh terutama tangan dan mulut.

“Perhatikan SOP yang ada, istirahat yang cukup walau terkadang terganggu oleh situasi dan perbanyak minum air putih,” serunya.

Sejumlah aksi penyemprotan disinfektan sudah dilakukan. Selain itu, relawan juga sudah mengajak, menyerukan dan mengimbau agar masyarakat dapat secara mandiri melakukan penyemprotan dengan menggunakan kimia yang biasa dipakai dalam rumah tangga.

“Kalau untuk pembuatan disinfektan tak perlu mencapur banyak bahan (menyampur banyak merek) cukup satu saja. Contoh, merek dagang Bayclin (sejenis pemutih baju) cukup 2 sendok makan dilarutkan dalam 1 liter air, kalau untuk jenis kimia pengepel lantai itu satu tutup botol dilarutkan dalam 3 liter air,” pungkasnya.

Dari Posko Covid-19, dilaporkan jumlah ODP sebanyak 526. Dari jumlah itu, sebanyak 409 yang berstatus dalam pemantauan. Sisanya, sudah selesai pemantauan. (ted/azw)