Home Blog Page 4336

1.482 KK Terima Bantuan Bupati Langkat

SALURKAN: Lurah Berandan Baran, Musa Pasaribu menyalurkan bansos dari Bupati Langkat.
SALURKAN: Lurah Berandan Baran, Musa Pasaribu menyalurkan bansos dari Bupati Langkat.
SALURKAN: Lurah Berandan Baran, Musa Pasaribu menyalurkan bansos dari Bupati Langkat.
SALURKAN: Lurah Berandan Baran, Musa Pasaribu menyalurkan bansos dari Bupati Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 706 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Berandan Timur Baru dan Kelurahan Berandan Barat menerima bantuan sosial dari Bupati Langkat, kepada warganya yang terdampak Covid-19, Senin (11/5)

Kepala Kelurahan Berandan Timur Baru, drs. Asyari Siregar mengatakan, bansos yang dikucurkan terdiri dari 2 papan telur dan 10 kilogram beras yang penyalurannya dilakukan di Kantor Kelurahan dibawah pengamanan anggota Polsek Pangkalan Berandan dan Babinsa Koramil Babalan P.Brandan.

Dijelaskan Asyari, apabila pada penyaluran bansos sesi ini ada yang tidak terdaftar dalam data yang diusulkan, agar melapor dan memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah.

“Sekaligus sebagai bukti nyata Pemkab Langkat dalam hal ini Bupati Terbit Rencana PA terhadap masyarakat Kabupaten Langkat di seluruh Kecamatan yang ada termasuk di Kelurahan Berandan Timur Baru dan Berandan Barat.,” imbuhnya.

Sementara di depan Kantor Kelurahan Berandan Jalan Syahyan Zainudin Kecamatan Babalan P.Brandan, terlihat ratusan Kepala Keluarga mengikuti antrian untuk mendapatkan sembako bantuan Bupati Langkat. Lurah Berandan Barat mengatakan, jumlah penerima bansos dari Bupati Langkat adalah sebanyak 677 Kepala Keluarga yang berada di sejumlah lingkungan

“Semoga dengan pemberian bahan makanan berupa telur dan beras ini akan bermanfaat bagi mereka yang hari ini benar-benar sangat membutuhkannya, lebih-lebih pada saat Covid-19 dan menghadapi hari raya Idhul Fitri 1441 hijriah,” kata Musa. (yas/han)

Sekdakab Deliserdang Bagikan 2.000 Masker

BAGIKAN: ASN dan jajaran Pemkab Deliserdang membagikan masker gratis kepada pengendara mobil, sepeda motor dan becak. batara/sumut pos
BAGIKAN: ASN dan jajaran Pemkab Deliserdang membagikan masker gratis kepada pengendara mobil, sepeda motor dan becak.
batara/sumut pos
BAGIKAN: ASN dan jajaran Pemkab Deliserdang membagikan masker gratis kepada pengendara mobil, sepeda motor dan becak. batara/sumut pos

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemkab Deliserdang membagikan 2000 masker kain gratis kepada pengendara mobil, sepeda motor dan becak di Lubukpakam, Jumat (8/5).

Ada 3 titik pembagian masker gratis ini, yaitu Persimpangan Jalan Sutomo, Simpang empat, Jalan Pantai Labu dan persimpangan jalan menuju kota Lubukpakam.

Sebelumnya, Kamis (7/5), Sekda juga membagikan masker kepada warga pengendara kendaraan di Kecamatan Tanjungmorawa. Sekdakab Deliserdang, H Darwin Zein S.Sos mengatakan, agar masyarakat selalu memakai maskernya dalam beraktivitas di luar rumah.

Kemudian, kalau ada keluarga yang datang dari daerah perantauan agar melaporkan diri ke Kadus (kepala dusun) atau kepada kepala desa setempat dan juga relawan desa.

Selain itu, Kadus diharapkan wajib pro aktif berperan serta bersama mendata warga yang masuk wilayah Deliserdang, dan menggalakkan kembali wajib lapor 1×24 jam. Karena bagi pemudik diwajibkan isolasi mandiri selama 14 hari di desa masing masing.

“Selain itu mari kita gerakan Budayakan selalu cuci tangan pakai sabun di air mengalir, bila merasakan gejala demam tinggi lapor ke fasilitas kesehatan terdekat agar diberikan pengobatan,” katanya. Dijelaskan dia, pembagian masker ini bentuk kepedulian dan perlindungan terhadap masyarakat dalam mencegah penyebaran virus Corona. Sebagaimana yang telah di canangkan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan.

“Adanya pembagian masker ini, kami berharap.masyarakat semakin sadar, akan bahaya virus corona ini”. Ungkap Sekda

“Mohon masyarakat, agar selalu menggunakan masker dalam setiap aktifitas. dan tidak lupa juga, untuk selalu cuci tangan,” katanya. Ditambahkan dia, kalau ada keluarga yang datang baik itu dari luar daerah, maupun kabupaten lain untuk melapor. “Kalau ada memang ada gejala panas yang tinggi, maka segeralah datang ke fasilitas kesehatan yang terdekat dan kami minta kejujuran kita bersama mari kita gotong royong bersama saat ini untuk meminimalisir penyebaran covid 19,”katanya. (btr/han)

Ikatan Bidan Indonesia Karo Bantu Keluarga Tak Mampu

BERIKAN: Kadis Kesehatan Karo dan IDI memberikan bantuan pada ibu hamil. solideo/sumut pos
BERIKAN: Kadis Kesehatan Karo dan IDI memberikan bantuan pada ibu hamil. solideo/sumut pos
BERIKAN: Kadis Kesehatan Karo dan IDI memberikan bantuan pada ibu hamil. solideo/sumut pos
BERIKAN: Kadis Kesehatan Karo dan IDI memberikan bantuan pada ibu hamil. solideo/sumut pos

KARO, SUMUTPOS.CO – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Karo, menyalurkan bantuan sembako dan vitamin kepada keluarga kurang mampu dan ibu hamil.

Sembako dan vitamin bantuan dari IBI Karo akan disalurkan kepada masyarakat melalui 10 Puskesmas di Kabupaten. Secara seremonial, pemberian bantuan dilaksanakan pada Rabu 6 Mei 2020, di Kantor Pengurus Cabang IBI Karo, Jalan Kapten Selamat Ketaren, Kabanjahe.

Ketua PC IBI Kabupaten Karo, Hj Sertamuli Sembiring SST mengatakan bantuan yang dilakukan sebagai kegiatan bakti sosial dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. “Selain itu, kita juga memberikan sembako kepada ibu hamil yang kurang mampu,” ujar Sertamuli.

Diharapakannya bantuan yang disalurkan kepada masyarakat kurang mampu dan ibu hamil dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu di masa pandemi virus corona (Covid-19).

“Pemberian bantuan sosial di masa pandemi Covid-19 ini sebagai bagian pencegahan stunting. Karena bidan sangat dekat dengan ibu dan bayi mulai dari prakehamilan sampai 1.000 hari pertama kehidupan. Sehingga stunting bisa kita cegah sedini mungkin. Mari kita saling bersinergi dan saling membantu,” ungkap Sertamuli.

Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina Meliala yang turut menghadiri pemberian bantuan sembako dan vitamin IBI Karo, mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Karo terus waspadai bahaya Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan dan himbauan-himbauan pemerintah, meski Kabupaten Karo berstatus zona hijau Covid-19. “Jangan anggap sepele, jangan menganggap daerah kita aman-aman saja. Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan,” katanya. (deo/han)

Tepis Kabar Hoaks di Batubara, Drg Wahid: Tidak Ada Warga Terinfeksi Covid-19

drg. Wahid Khusyairi. muchlis/sumut pos
drg. Wahid Khusyairi. muchlis/sumut pos
drg. Wahid Khusyairi. muchlis/sumut pos
drg. Wahid Khusyairi. muchlis/sumut pos

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Batubara, drg. Wahid Khusyairi, MM, menegaskan belum ada warga yang ditemukan terinfeksi Covid-19.

Penegasan itu disampaikan Wahid Khusyairini untuk menepis beredarnya kabar di tengah-tengah masyarakat adanya warga Batubara terinfeksi Covid-19.

“Memang saat ini ada seseorang warga Batubara sedang mendapatkan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit MT Medan, dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan), bukan berarti bukan terinfeksi virus Corona,” ujarnya, Senin (11/5).

Dijelaskan Wahid, riwayat penyakit warga Batubara, TL (23) sudah berulangkali masuk di RS Inalum yakni sejak tgl 16 April s/d 20 April 2020. Selama di rumah sakit, TL kerap konsultasi dengan dokter specialis kandungan.

Kemudian, TL dirujuk ke Rumah Sakit Stefani Kota Tebing Tinggi. “Di kedua Rumah Sakit tersebut hasil Rapid Test nya negatif,” ucapnya.

Sementara pada tanggal 7 Mei 2020, TL dirujuk ke RS MT Medan, untuk dilakukan pemeriksaan ulang CT Scan dan Rapid Test, dan hasilnya ada pembengkakan jantung serta infeksi.

Rapid Test positif berikutnya dilakukan Pemeriksaan Swab, sambil menunggu perkembangan hasilnya, di mulai dari 7 hari pertama s/d 10 hari, selanjutnya TL di rawat di ruang isolasi RS MT, dengan status PDP.

Meskipun hasil Rapid Test TL hasilnya positif atau bersatus PDP dari RS MT Medan, namun drg. Wahid meyakini, Ny Tasya bukan lah terinfeksi virus Corona.

Pasalnya kata Wahid, dari riwayat penyakit pasien, disimpulkan bahwa, pasien mengalami gangguan kehamilan dan kemungkinan keracunan pada kehamilan, karena sebelumnya Ny. Tasya mengalami batuk yang panjang.

Keluhan yang dialaminya setelah ber aktivitas, nafas nya teras sesak.

Pada pemeriksaan foto dada dijumpai gambaran jantung yg membesar.

Lebih jauh drg. Wahid mengemukakan, dari hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) dari informasi yang didapati, pasien tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah pandemi maupun kontak erat dgn orang yang positif Covid 19.

Disamping itu, Gugus Tugas Covid- 19 Kabupaten tetap melakukan penyedalidikan epidemiologi (PE) di tiga lokasi.

Lanjut Wahid, PE di tiga lokasi, ada kemungkinan, namun itu belum pasti, bahwa di lokasi itul menjadi tempat penularan, yakni, Rumah Sakit Inalum, Desa Tanah Gambus Kecamatan Lima Puluh (rumah org tua pasien), Desa Tanah Tinggi Indrapura Kecamatan Air Putih (tempat suami pasien melakukan isolasi mandiri).

Untuk itu kami tegaskan kembali, melalui keterangan ini kami sampaikan kepada semua pihak, dan sekaligus kami berharap kepada masyarakat agar tidak resah,” tutup Wahid. (mag-14/han)

Masyarakat Diminta Waspada Covid-19

SAMPAIKAN: Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia menyampaikan konfrensi pers di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Tebingtinggi.
SAMPAIKAN: Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia menyampaikan konfrensi pers di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Tebingtinggi.
SAMPAIKAN: Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia menyampaikan konfrensi pers di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Tebingtinggi.
PAPARAN: Jubir penanganan Covid -19 Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia menyampaikan paparannya.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.Co – Juru bicara penanganan percepatan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia meminta masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita butuh kerja sama seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi dalam pengananan penyebaran Covid-19. Masa pandemi virus Corona setiap hari terus bertambah, ini menggambarkan suatu perkembangan yang mungkin juga sudah menjadi tingkat kekhawatiran bagi kita semua,” bilang dr Nanang Fitra Aulia, Senin (11/5).

Menurut Nanang, semua harus lebih waspada dan selalu menjaga diri agar tidak terinfeksi Covid-19. “Mari bersama sama kita saling bahu membahu dalam memutus mata rantai dalam penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi secara khusus di Provinsi Sumatera Utara.

“Sampai saat ini masih banyak kami jumpai mobilisasi warga, sehingga menunjukkan bahwa anjuran dan imbauan pemerintah belum sepenuhnya dilakukan,” jelasnya.

“Kami di daerah berharap gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, khususnya para petugas yang berada di pos pos pantau lebih meningkatkan kewaspadaan jalur jalur pintu masuk Kota Tebingtinggi,” sambungnya.

Ditambahkan Nanang, dalam waktu dekat akan terjadi lonjakan kedatangan atau pemulangan Tenaga Kerja Indonesia hingga mencapai 2.500 orang.

Laporan Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid -19 Kota Tebingtinggi mencatat, jumlah ODP sebanyak 227 orang, jumlah PDP sebanyak 2 orang,

PDP rapid test Negatif meninggal sebanyak 2 orang dan selesai masa pantau 14 hari sebanyak 1. 268 orang. (ian/han)

Hasil Rapid Test Positif, Dua Warga Balige Diisolasi

TOBA, SUMUTPOS.CO – Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Toba, dr Juliwan Hutapea mengungkapkan, terkait dua warga Desa Paindaoan, Kecamatan Balige, dinyatakan positif berdasarkan hasil Rapid Test di RSU Porsea, akan diisolasi di kediamannya selama 14 hari hingga menunggu hasil Test Swab dari RS USU.

Dijelaskan Juliwan, kedua warga Balige tersebut tidak mengalami gejala seperti demam, batuk dan sesak nafas. “Hasil Rapid Test positif bisa dari macam-macam penyakit, dan belum tentu terinfeksi Covid-19,”ujar Juliwan, saat dihubungi Sumut Pos, Senin (11/5) sore.

Untuk itu, lanjut Juliwan, masyarakat diminta tidak panik dan takut, namun diharapkan selalu waspada jika ada mengalami perubahan kesehatan. “Segera periksakan diri ke posko-posko yang telah disediakan oleh Pemkab Toba,”pintanya. (mag-7)

DPRD Tebingtinggi Dikirimi Papan Bunga Berdukacita

DIPAJANG: Papan bunga turut berdukacita dipajang di depan Kantor DPRD Tebingtinggi, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi. SOPIAN/SUMUT POS
DIPAJANG: Papan bunga turut berdukacita dipajang di depan Kantor DPRD Tebingtinggi, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi. SOPIAN/SUMUT POS
DIPAJANG: Papan bunga turut berdukacita dipajang di depan Kantor DPRD Tebingtinggi, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.  SOPIAN/SUMUT POS
DIPAJANG: Papan bunga turut berdukacita dipajang di depan Kantor DPRD Tebingtinggi, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi. SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kantor Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tebingtinggi mendapat kiriman satu buah papan bunga yang bertuliskan turut berdukacita dari Aliansi Mahasiswa Tebingtinggi (AMTT), Senin (11/5).

Menurut Ketua AMTT, Peter Munthe didampingi Hilman dan Aldo Manalu yang memasang papan bunga itu menyampaikan, kiriman papan bunga tersebut merupakan sebuah pesan moral kepada lembaga DPRD Tebingtinggi yang dihuni 25 orang anggota.

“Kami prihatin atas keberadaan DPRD di tengah pandemi Covid-19 atas apa yang dirasakan masyarakat, lembaga itu dinilai hanya sibuk dengan urusan internalnya, tanpa mau peduli terhadap warganya,” bilang mereka.

Masih menurut Peter, Pemko Tebingtinggi melalui tim gugus tugas bersama sejumlah komponen masyarakat pontang panting atasi Covid-19, DPRD terlihat tenang tenang saja.

Dia berharap DPRD dapat menggunakan wewenang dan kekuasaannya untuk membantu masyarakat Tebingtinggi yang kian hari terus bertambah warga kurang mampunya akibat dampak Covid-19.

“Saat ini ada 8.620 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu imbas Covid-19 yang sudah terdata, mau digimanakan mereka apakah cukup Rp600 ribu yang mereka terima dari Pemerintah Pusat setelah tiga bulan kelanjutanya, masyarakat tersebut harus bagaimana,” jelasnya.

Peter menyampaikan dan berharap kepada DPRD Tebingtinggi untuk angkit, tidak hanya mampu mengejar proyek proyek, tetapi juga bisa berbuat untuk warganya. “Lembaga itu miliknya rakyat, bukan lembaga partai partai tertentu, berfikir dan bergeraklah secara global, bukan individu, yang mementingken ego. Ajaklah mitra kerjanya bersama sama, fungsikan AKD semaksimal mungkin, banyak yang dapat dilakukan untuk menangani penyebaran Covid-19.

Terkait kiriman papan turut berdukacita tersebut, Wakil Ketua DPRD Tebingtinggi, Azwar mengaku siap menerima kritik dan saran pendapat dari lapisan masyarakat. “DPRD Tebingginggi akan siap menerima kritik maupun saran pendapat dari seluruh elemen dalam mendukung kepentingan masyarakat,” jelas Azwar.

Dikatakannya, saat ini wabah Covid-19 sangat mengganggu perekonomian, sangat diharapkan masukan dan kritik serta diskusi bersama untuk mencari solusi dalam membantu ketepurukan ekonomi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 di Tebingtinggi.

Azwar mengajak semua elemen masyarakat yang punya kemampuan dan pemikiran untuk memberikan masukan dan duduk bersama membahas permasalah yang ada di Tebingtinggi. (ian/han)

Tak Dapat Bantuan Sembako, Belasan IRT Geruduk Kantor Bupati Labuhanbatu

GERUDUK: Warga yang didominasi ibu-ibu saat menggeruduk kantor Bupati Labuhanbatu, Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Senin (11/5). Fajar dame harahap/sumut pos
GERUDUK: Warga yang didominasi ibu-ibu saat menggeruduk kantor Bupati Labuhanbatu, Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Senin (11/5). Fajar dame harahap/sumut pos
GERUDUK: Warga yang didominasi ibu-ibu saat menggeruduk kantor Bupati Labuhanbatu, Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Senin (11/5). Fajar dame harahap/sumut pos
GERUDUK: Warga yang didominasi ibu-ibu saat menggeruduk kantor Bupati Labuhanbatu, Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Senin (11/5). Fajar dame harahap/sumut pos

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Tak dapat bantuan sembako, belasan ibu rumahtangga beramai-ramai mendatangi kantor Bupati Labuhanbatu, di Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Senin (11/5).

Sebagian mereka datang membawa anak, sambil menangis dengan harapan mendapat sembako dalam menghadapi suasana pandemi Covid-19.

“Kami hanya berharap bantuan saja, bukan lebih dari itu. Hanya satu alasan kami kemari, keberlangsungan hidup anak-anak kami,”ujar sejumlah kaum ibu dari Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara itu.

“Kami meminta perhatian Bupati Labuhanbatu,” kata Lely salah seorang warga.

Namun miris, niat mereka menemui Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe tidak kesampaian. Meski mobil dinas bupati terparkir di depan kantornya.

Menanggapi keluhan belasan warga tersebut, Sekda Kabupaten Labuhanbatu, Ahmad Muflih, tak memberikan komentar. Ahmad Muflih hanya tersenyum melintasi para wartawan. (fdh/han)

Beroperasi di Bulan Ramadan, Muspika Belawan Gerebek Salon Devada

GEREBEK: Muspika menggerebek Salon Devada di Jalan Sumatera, Medan Belawan, Minggu (10/5).
GEREBEK: Muspika menggerebek Salon Devada di Jalan Sumatera, Medan Belawan, Minggu (10/5).
GEREBEK: Muspika menggerebek Salon Devada di Jalan Sumatera, Medan Belawan, Minggu (10/5).
GEREBEK: Muspika menggerebek Salon Devada di Jalan Sumatera, Medan Belawan, Minggu (10/5).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Medan Belawan, berserta Kepala Lingkungan se-Kecamatan Medan Belawan menggerebek Salon Devada di Jalan Sumatera, Kelurahan Belawan l, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (10/5) subuh.

Meski ada larangan untuk kerumunan masa guna memutuskan mata rantai covid 19 sesuai Peraturan Wali Kota Medan, namun salon yang diduga menyediakan wanita penghibur tetap beraktivitas. Apa lagi saat ini di Bulan Suci Ramadan.

Patroli semula guna mencegah kerumunan masyarakat dalam rangka penertiban asmara subuh sekaligus mencegah penularan virus Corona atau COVID-19.

Kegiatan itu berawal dari penertiban asmara subuh di wilayah Kecamatan Medan Belawan diikuti oleh tim dari, anggota Marinir, Polres Pelabuhan Belawan, para Lurah, para Kepling, Ormas, Tomas, Dishub, Satpol-PP . Belakangan tim asmara subuh melihat Salon Devada sedang menjalankan aktivitasnya, sehingga tim masuk ke dalam salon dan melihat sejumlah lelaki hidung belang bersama wanita di salah satu ruangan yang di jadikan lokasi karoke.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Medan Belawan, Abdul Rahman sangat mendukung atas kegiatan yang dilakukan Muspika Medan Belawan yang telah merazia salon Devada.

“Padahal Plt Wali Kota Medan telah mengintruksikan untuk mematuhi Perwal no.11 tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan dalam rangka percepatan penanaganan Covid-19 di Kota Medan.Sepertinya pengusaha salon Devada tidak mengindahkan Perwil Kota Medan” ucap Abdul Rahman sering disapa Atan

Lanjut Atan, sebelumnya telah disampaikan imbauan kepada pemilik salon Devada untuk tidak melakukan aktifitas selama bulan suci Ramadhan 1441 H dan sampai berakhir wabah COVID-19 masyarakat agar mengikuti instruksi pemerintah berupa tidak melakukan aktivitas di luar rumah dengan cara berkerumun atau berkumpulnya massa.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Camat Belawan dan para Kepala Lingkungan yang sangat perduli dengan masyarakat Belawan sesuai dengan motto Belawan – Bekawan – Yes – Yes” pungkas Atan. (fac/ila)

Operasi Masker di Medan-DS-Binjai, Gubernur Edy Pimpin Gerakan Pencegahan Covid-19

RAPAT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memimpin rapat kordinasi percepatan penanganan Covid-19 bersama Wali Kota Medan, Wali Kota Binjai, dan Bupati Deliserdang di Posko Gugus Tugas, Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (11/5).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut/Veri Ardian

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga daerah utama di Sumatera Utara, yakni Medan, Deliserdang, dan Binjai akan membuat gerakan bersama dalam penanganan Covid-19. Gerakan bersama dimaksud adalah operasi masker, penyediaan tempat-tempat cuci tangan, dan penerapan ketat physical distancing. Ketiga gerakan hal ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi.

“Ketiga daerah ini menjadi fokus utama dalam penanganan penyebaran Covid-19, karena ketiga daerah ini seperti tidak memiliki batas. Perpindahan masyarakat di ketiga daerah ini begitu masif, dan jarak ketiga daerah juga sangat berdekatan,” kata Edy, saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Wali Kota Medan, Wali Kota Binjai, dan Bupati Deliserdang, di Posko Gugus Tugas Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (11/5).

Data penyebaran Covid-19 di Medan dan Deliserdang menunjukkan keduanya sebagai daerah tertinggi kasus positif corona, dibanding daerah lain di Sumut per Senin (11/5), tercatat pasien dalam pengawasan (PDP) yang positif Covid-19 di Medan sebanyak 132 orang, PDP yang belum pasti positif 87 orang, sembuh 35 orang, dan meninggal 13 orang.

Sedangkan Deliserdang, positif corona sebanyak 20 orang, PDP 19 orang, dan 4 orang meninggal.

“Dengan mengontrol ketat ketiga daerah ini, harapannya jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di Sumut bisa ditekan,” kata Edy.

Untuk pelaksanaan gerakan bersama ini, Pemprov Sumut bersama Medan, Deliserdang, dan Binjai akan melaksanakan operasi masker secara serentak. Pemerintah akan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, sebagai pengingat menggunakan masker saat di luar rumah. Operasi ini diperkirakan akan dilakukan selama tiga hari.

Setelah pembagian masker gratis, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak bermasker ketika di luar rumah. “Bila ada yang kedapatan tidak menggunakan masker, akan diberi sanksi tegas. Bila masyarakat tidak menggunakan masker, maka tidak akan diperbolehkan masuk ke pasar, supermarket, jalan raya, dan tempat-tempat publik lainnya,” kata Edy.

Selain masker, pemerintah juga akan memperbanyak fasilitas cuci tangan di tempat-tempat umum dan juga penerapan physical distancing.

Untuk penerapan ketiga hal ini, Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemko Binjai, serta Pemkab Deliserdang, akan mengerahkan pihak keamanan (Polisi, TNI dan Pol PP).

Bukan hanya kepada masyarakat, Pemprov dan ketiga daerah ini juga sepakat menindak cafe-cafe yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Kepada pengusaha café, tempat makan, atau sejenisnya, diminta untuk tidak memfasilitasi orang-orang berkumpul atau berkerumun.

1.000 Masker per Hari

Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, atas kebijakan gerakan bersama ini. Ia mengatakan, Pemko Medan siap melaksanakan.

“Saat ini, Pemko Medan sedang mengisolasi semua pasien positif dan juga PDP. Tidak ada perawatan di rumah, karena dilihat dari kluster pasien ada sekitar 15 orang yang menularkan Covid-19 di keluarga intinya. Dia menelurkan 1-4 orang di keluarganya. Sehingga di Medan tidak ada pasien PDP dan positif yang di rawat di rumah, semua harus diisolasi,” katanya.

Wali Kota Binjai, M Idaham, dan Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan, juga menyatakan setuju dan siap mendukung gerakan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit, menjelaskan rencananya akan ada pembagian 1.000 lembar masker per hari di ketiga daerah ini, selama tiga hari berturut-turut.

Hal utama yang menjadi perhatian setiap daerah adalah menyukseskan Perwal Nomor 11 Tahun 2020 yang dicanangkan Medan. Cara ini dianggap paling efektif dan efisien, karena memisahkan yang sakit dan yang sehat.

“Yang dikarantina adalah yang sakit, bukan seperti PSBB di mana yang sehat juga harus mengkarantina diri. Secara cost, ini paling efektif karena tidak begitu banyak menghabiskan dana dan tidak berdampak terlalu besar pada sosial masyarakat,” kata Alwi.

Pola ini merupakan pola pertama dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, dan diharapkan akan menjadi contoh untuk daerah-daerah lain.

GTPP Belum Gunakan Donasi

Terpisah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara, buka suara ihwal penyaluran bantuan yang diterima atau diberikan ke elemen masyarakat. Selain bersumber dari uang rakyat Sumut, bantuan juga datang dari berbagai pihak guna mendukung tugas dan kinerja gugus tugas menanggulangi wabah corona di wilayah ini.

Sekretaris GTPP Covid-19 Sumut, R Sabrina, menjabarkan satu per satu pendistribusian donasi yang diterima GTPP. Termasuk kebijakan dan stimulasi ekonomi di berbagai sektor yang terdampak pandemi.

Mengenai donasi masyarakat, kata Sabrina, GTPP menerima bantuan dari berbagai pihak baik dari gugus tugas pusat/kementrian, perusahaan, asosiasi, kelompok profesi, kelompok masyarakat, maupun perorangan yang saat ini terkumpul di GTTP Covid-19 Sumut dalam bentuk uang tunai, bahan pangan, dan alat/bahan kesehatan.

“Untuk uang tunai yang diterima, sampai saat ini belum digunakan. Masih dicadangkan untuk hal-hal yang diperlukan nantinya. Sedangkan bahan pangan yang diterima, telah, sedang, dan akan terus didistribusikan, khususnya kepada panti-panti asuhan dan panti jompo (disampaikan langsung ke panti tersebut), mahasiswa luar Provinsi Sumut dan luar Medan yang tidak dapat kembali ke daerahnya (disalurkan langsung kepada mahasiswa di asrama dan perguruan tingginya), tokoh-tokoh agama (disalurkan melalui organisasi induk masing-masing agama), guru-guru honorer (disalurkan melalui sekolah tempat bertugas),” paparnya, Senin (11/5).

Selanjutnya, untuk alat/bahan kesehatan disalurkan kepada rumah sakit rujukan, rumah sakit nonrujukan, rumah sakit umum daerah, serta para petugas yang memerlukan dalam penanganan covid. Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat mempercepat penanganan pandemi Covid-19 dan membantu masyarakat yang terdampak karenanya.

“Untuk bantuan yang bersumber dari APBD Sumut, diarahkan untuk kegiatan yang berkenaan dengan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan stimulus ekonomi,” katanya.

Dalam sektor kesehatan, bantuan ditujukan untuk penyiapan RS khusus covid, alat kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan, dan bahan-bahan serta operasional pendukung kesehatan lainnya. Di mana saat ini sudah beroperasi RS khusus Covid-19 yaitu RS GL Tobing dengan kapasitas 49 kamar, RS Martha Friska 1 dengan kapasitas 120 kamar.

“Dan dalam persiapan, RS Martha Friska 2 sebanyak 110 kamar dan wisma atlet 99 kamar serta beberapa lokasi lainnya untuk mencapai target 500 kamar. Selain ini, dipersiapkan juga sebagai cadangan beberapa gedung hingga 1.000 kamar, untuk antisipasi terhadap kemungkinan melonjaknya masyarakat yang terpapar Covid-19,” terangnya.

Di samping itu, sudah disiapkan pula tempat karantina sementara di Kabupaten Batubara bagi pekerja migran Indonesia yang kembali dan yang transit di Sumut. Tempat karantina sementara juga akan disiapkan di Kota Tanjungbalai.

Untuk bantuan logistik kesehatan, didistribusikan kepada rumah sakit rujukan dan nonrujukan serta RSUD seluruh kabupaten/kota. “Termasuk tempat karantina sementara dan petugas yang melakukan tugas dalam rangka penanganan Covid-19,” kata Sabrina yang juga Sekdaprovsu ini.

Sedangkan pada sektor jaring pengaman sosial (JPS), pihaknya menekankan sudah ditujukan guna membantu masyarakat yang membutuhkan dan pantas menerima bantuan atau keluarga prasejahtera. Mengingat kondisi masyarakat saat ini sudah mendesak memerlukan bantuan, katanya, maka JPS yg akan disalurkan berupa bantuan sembako kepada 1.321.426 KK sesuai dengan jumlah KK prasejahtera yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“DTKS digunakan sebagai pedoman jumlah penerima bantuan. Tetapi dalam penyalurannya diperhatikan kondisi calon penerima. Bila ternyata kondisi keluarga tersebut tidak pantas menerima (walaupun termuat dalam DTKS), maka tidak diberi bantuan dan dikeluarkan dari daftar. Sedangkan bila terdapat keluarga yang memang pantas menerima bantuan, walaupun tidak termuat dalam daftar DTKS, maka diberikan bantuan dan dicatatkan namanya dalam daftar. Hal ini untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran sekaligus memvalidasi data,” katanya.

Bantuan disalurkan kepada GTPP kabupaten/kota, yang selanjutnya mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang layak menerima oleh kepala desa/lurah bersama Babinsa dan Babin Kamtibmas. “Penyaluran ini direncanakan telah terlaksana sebelum Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Di samping bantuan dari APBD Sumut, PDAM sebagai BUMD Sumut juga membantu meringankan beban masyarakat tertentu. Caranya, dengan memberlakukan pembayaran gratis rekening air selama 3 bulan terhadap pelanggan air kategori rumah tangga 1 (RT-1) dan pelanggan sosial yang terdiri dari rumah-rumah ibadah, panti asuhan, panti jompo, yayasan yatim piatu juga puskesmas.

Selanjutnya di sektor stimulus ekonomi, bantuan ditujukan untuk membantu para pelaku usaha yang terdampak Covid-19, agar dapat menggerakkan usahanya untuk kepentingan ekonomi keluarganya dan perputaran ekonomi daerah.

“Stimulus ini lebih diutamakan bagi para pelaku UMKM, koperasi, dan kelompok usaha, termasuk petani, peternak dan nelayan, berupa peningkatan kapasitas pelaku usaha dan peningkatan daya saing,” pungkasnya. (prn/rel)