Home Blog Page 4373

Riwayat dari Jambi jadi Suspect, Wanita Hamil asal Humbahas Positif Covid-19

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung dr Janri Aeyoge Nababan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung dr Janri Aeyoge Nababan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung  dr Janri Aeyoge Nababan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung dr Janri Aeyoge Nababan

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung dr Janri Aeyoge Nababan mengungkapkan, seorang pasien perempuan hamil berusia 20 tahun asal Doloksanggul, Kabupaten Humbanghasundutan menjadi suspect Covid-19, setelah dinyatakan reaktif hasil rapid tes atau tes cepat, di RSUD Tarutung.

“Seorang pasien perempuan hamil asal Doloksanggul Humbahas yang memiliki riwayat perjalanan dari Jambi di nyatakan reaktif hasil rapid tes,” terang dr Janri, Jumat (24/4). Menurutnya, perempuan hamil tua tersebut telah dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan, setelah si pasien mendapatkan perawatan sehari di RSUD Tarutung. “Satu hari itu, sejak si pasien berobat ke RSUD Tarutung, malam harinya langsung kita rujuk ke RSUP Adam Malik,” jelasnya.

Persoalan sirkulasi udara ruang operasi yang tidak memadai bagi si pasien disebut sebagai alasan pelaksanaan rujukan ke RSUP Adam Malik Medan. “Kebetulan, si pasien yang mau dioperasi hasil rapid tesnya reaktif, positif. Jadi kita rujuk ke Adam Malik,” pungkasnya. (ant/ila)

Dampak Covid-19, Ekspor Ditutup, Harga Hasil Pertanian di Dairi Anjlok, Petani Menjerit

CABAI: Rommel Sigalingging (40), petani di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan menunjukkan cabai miliknya yang sudah siap panen. Rommel mengaku harga jual komoditas di tingkat petani murah sehingga mengalami kerugian. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CABAI: Rommel Sigalingging (40), petani di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan menunjukkan cabai miliknya yang sudah siap panen. Rommel mengaku harga jual komoditas di tingkat petani murah sehingga mengalami kerugian. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CABAI: Rommel Sigalingging (40), petani di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan menunjukkan cabai miliknya yang sudah siap panen. Rommel mengaku harga jual komoditas di tingkat petani murah sehingga mengalami kerugian. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CABAI: Rommel Sigalingging (40), petani di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan menunjukkan cabai miliknya yang sudah siap panen. Rommel mengaku harga jual komoditas di tingkat petani murah sehingga mengalami kerugian. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dampak pandemi virus Covid-19, membuat harga jual sejumlah hasil pertanian di Kabupaten Dairi murah (anjlok). Komoditas pertanian yang mengalami anjlok seperti cabai, kentang, kol serta kopi arabika. Anjloknya harga komoditas tersebut dikeluhkan para petani yang menjerit karena mereka merugi.

Keluhan disampaikan salahsatu petani, Rommel Sigalingging (40) penduduk Desa Parbuluan IV Kecamatan Parbuluan, saat ditemui wartawan di areal perladangannya, Jumat (24/4).

Rommel menuturkan, sejak wabah Covid-19, para petani di Kecamatan Parbuluan mengalami kerugian besar.

Rommel menyebut, Parbuluan merupakan sentra sayur mayur. Akibat pandemi corona, harga jual di tingkat petani anjlok. “Harga cabai misalnya hanya Rp10 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelum wabah Covid-19 misalnya pada bulan Januari 2020 lalu harga ditingkat dilwvel Rp30ribu/kg,” paparnya.

Begitu juga dengan sayur kol harga sekarang hanya Rp400/kg sebelumnya Rp1.500/kg. Selanjutnya kentang, harga jual petani saat ini hanya Rp4.000/kg, sebelumnya diangka Rp9.000/kg. “Paling anjlok saat ini harga kopi arabika, di tingkat petani hanya Rp13 ribu/kg, padahal sebelumnya Rp24 ribu/kg,” ungkapnya.

Rommel mengaku, tanaman cabai miliknya ada sekitar 2000 batang. Modal dikeluarkan untuk perbatangnya rata-rata sekitar Rp7000. “Dengan harga cabai saat ini hanya Rp10 ribu per kg maka dipastikan tidak ada untung dan bahkan merugi. Idealnya, agar menguntungkan petani harga cabai harus di angka Rp20 ribu,” ujar dia.

Rommel mengatakan, anjloknya hasil pertanian seperti sayur mayur karena kran ekspor tertutup akibat covid-19. Dimana, cabai, kol serta kentang asal Kecamatan Parbuluan selama ini diekapor ke negara Singapore dan Thailand. “Tetapi karena negara itu melakuka lock down agen pengumpul tidak bisa mengekspor hasil tani itu,” jelasnya. Bahkan untuk sayur kol, lanjutnya, kemarin tidak laku terjual dan terbuang percuma karena tidak ada agen (toke) yang berani membeli.

Rommel mengaku, hingga saat ini mereka belum mendapat bantuan dari pemerintah yang terdampak Covid-19. Bahkan, penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) malah yang mendapat perangkat Desa.

Petani itu berharap kepada Pemerintah Kabupaten Dairi supaya membantu mereka. Karena para petani merugi akibat harga jual komoditas anjlok disebabkan wabah covid-19. (rud/ila)

Tapsel Nihil PDP dan Positif Covid-19

Covid-19: Tim medis saat memboyong pasien PDP Covid-19 ke RSUP H Adam Malik Medan. Sementara itu, warga Rantauprapat positif Covid-19.
Covid-19: Tim medis saat memboyong pasien PDP Covid-19 ke RSUP H Adam Malik Medan. Sementara itu, warga Rantauprapat positif Covid-19.
Covid-19: Tim medis saat memboyong pasien PDP Covid-19 ke RSUP H Adam Malik Medan. Sementara itu, warga Rantauprapat positif Covid-19.
Covid-19: Tim medis saat memboyong pasien PDP Covid-19 ke RSUP H Adam Malik Medan. Sementara itu, warga Rantauprapat positif Covid-19.

TAPSEL, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Tapanuli Selatan (dengan 15 kecamatan) pada Jumat sore (24/4) pukul 18.00 WIB, mencatat nihil Pasien Dalam Pengawasan (DPD) dan Positif COVID-19. Sedang posisi Orang Dalam Pantauan tercatat berjumlah 8 orang.

Sesuai peta gugus tugas Tapanuli Selatan kedelapan ODP yang tercatat 1 orang di Kecamatan Muara Batang Toru, Kecamatan Batang Angkola (1 orang), Kecamatan Sipirok (1 orang), Kecamatan Angkola Muaratais (2 orang), dan Kecamatan Angkola Timur (3 orang).

Sedang Kecamatan Sayur Matinggi, Kecamatan Arse, Kecamatan Aek Bilah, Kecamatan SD.Hole, Kecamatan Marancar, Kecamatan Marancar, Kecamatan Angkola Barat, Kecamatan Angkola Selatan, Kecamatan Angkola Sangkunur, dan Kecamatan Tantom Angkola dinyatakan nihil ODP, PDP, dan Positif COVID-19.

Bagi pelaku perjalanan dari negara terjangkit/daerah transmisi Gugus Tugas yang dikomandoi Syahrul M.Pasaribu juga Bupati setempat ini mencatat sebanyak 1859 orang.

Pantauan di lapangan di berbagai titik daerah, kecamatan berbagai elemen masyarakat baik pemerintah, Kepolisian, TNI, Pemuda, dan masyarakat secara berkelanjutan melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian masker serta mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan pakai sabun, serta menjaga jarak.

Warga Rantauprapat Positif Covid-19

Sementara itu, seorang warga Labuhanbatu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Medan, Kamis (23/4).

Pasien berinisial I (60), warga Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Rantauprapat tersebut, dinyatakan positif terpapar Covid-19 setelah menjalani rangkaian rapid tes di RSUD Rantauprapat.

Juru bicara Gugus Tugas (Gugas) Penanganan Covid-19 Pemkab Labuhanbatu, Rajid Yuliawan, menjelaskan, pasien 03 awalnya tiba di IGD RSUD Rantauprapat pada Rabu (22/4) sekitar pukul 20.00 WIB.

Terhadap PDP 03 berprofesi pedagang pakaian itupun, lalu dilakukan pemeriksaan rapid test standart Covid-19 sesuai dengan gejala penyakit dan riwayat perjalanannya.

“Jadi, sekitar pukul 20.30 WIB diperiksa dan hasilnya keluar pada Kamis (23/4/2020) sekitar pukul 00.20 WIB dan hasilnya positif sesuai rapid testnya,” ujar Rajid.

Lalu, lanjut dia, persiapan rujukan ke salahsatu rumah sakit penanganan Vovid-19 di Medan pun dilakukan pihak RSUD Rantauprapat dan tim Gugas Labuhanbatu.

Selanjutnya, pada Kamis (23/4) sekitar pukul 05.00 WIB, PDP 03 tersebut diberangkatkan ke RS Martha Friska Medan menggunakan mobil ambulance, didampingi perawat beserta anak kandung pasien yang dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). (fdh/ant/ila)

Kapal di Pelabuhan Gunungsitoli Dilarang Bawa Penumpang

PENYEBERANGAN: Kapal penyeberangan di Pelabuhan Gunungsitoli.Kapal yang masuk dan keluar dari Pelabuhan Laut Kota Gunungsitoli, dilarang membawa penumpang.
PENYEBERANGAN: Kapal penyeberangan di Pelabuhan Gunungsitoli.Kapal yang masuk dan keluar dari Pelabuhan Laut Kota Gunungsitoli, dilarang membawa penumpang.
PENYEBERANGAN: Kapal penyeberangan di Pelabuhan Gunungsitoli.Kapal yang masuk dan keluar dari Pelabuhan Laut Kota Gunungsitoli, dilarang membawa penumpang.
PENYEBERANGAN: Kapal penyeberangan di Pelabuhan Gunungsitoli.Kapal yang masuk dan keluar dari Pelabuhan Laut Kota Gunungsitoli, dilarang membawa penumpang.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Kapal yang masuk dan keluar dari Pelabuhan Laut Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara dilarang membawa penumpang.

“Benar, mulai hari ini kapal yamg masuk dan keluar dari Pelabuhan Laut Kota Gunungsitoli tidak boleh membawa penumpang,” ungkap Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Gunungsitoli Merdi Loi, Jumat (24/4).

Menurut Merdi, larangan tersebut berlaku di seluruh Indonesia, karena Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020 baru keluar hari ini maka baru diterapkan di Pelabuhan Laut Gunungsitoli.

“Karena Permenhub nomor 25 tahun 2020 telah terbit, maka mulai hari ini kita berlakukan larangan tersebut di Pelabuhan Laut Gunungsitoli,” jelasnya.

Untuk memastikan kapal yang masuk dan keluar Pelabuhan Laut Gunungsitoli tidak membawa penumpang, KSOP Gunungsitoli bekerja sama dengan Polisi dan TNI setiap hari akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat kapal yang masuk dan keluar.

Jika ditemukan kapal yang membawa penumpang, maka penumpang tersebut tidak diizinkan turun dan akan disuruh kembali ke tempat asal dengan menaiki kapal yang dia tumpangi sebelumnya.

“Jika ada kapal yang bandel, kita akan memberikan sanksi tegas dengan tidak memberikan surat layak berlayar, sedangkan penumpang yang ikut diatas kaapl kita suruh kembali ke daerah asal,” tegasnya.

Peraturan tersebut, menurut dia, hanya berlaku bagi penumpang orang. Sedangkan kapal barang dan kapal yang membawa truk ekspedisi dan barang tidak ada larangan. (ant/ila)

Rutan Balige Pisahkan Tahanan

BERDAMPINGAN: Kepala Sub Pelayanan L Manalu didampingi Kepala Pengamanan Rutan Cris Tarigan.
BERDAMPINGAN: Kepala Sub Pelayanan L Manalu didampingi Kepala Pengamanan Rutan Cris Tarigan.
BERDAMPINGAN: Kepala Sub Pelayanan L Manalu didampingi Kepala Pengamanan Rutan Cris Tarigan.
BERDAMPINGAN: Kepala Sub Pelayanan L Manalu didampingi Kepala Pengamanan Rutan Cris Tarigan.

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Balige memisahkan atau membuat kelompok dalam tahanan menjadi dua bagian. Tindakan ini untuk memudahkan tahanan beragama Muslim menjalankan ibadah selama Ramadan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Pelayanan L Manalu di dampingi Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Cris Tarigan, Jumat (24/4).

Menurut dia adapun tahanan beragama Muslim di Rutan kelas IIB Balige sebayak 145 orang dan beragama Kristen 175 orang. “Kondisi semua tahanan dalam keadaan sehat,” katanya,

Dia menggarisbawahi bahwa pemisahan atau mengkelompokkan tahanan hanya berlangsung selama Ramadan.

”Ini menjadi pembelajaran toleransi antarumat beragama di dalam rutan agar para napi saling menghormati walaupun berbeda agama,” jelasnya.

Sebelumnya semua tahanan digabungkan, baik beragama Kristen dan agama lainya. (mag-7/azw)

Gugus Tugas Covid-19 Sergai Salurkan Bantuan

SERAHKAN: Ketua Gugus tugas Covid-19 Sergai yang merupakan Bupati Sergai Ir H Soekirman (kiri) menyerahkan bantuan ke warga yang terdampak Covid-19, Kamis (23/4).
SERAHKAN: Ketua Gugus tugas Covid-19 Sergai yang merupakan Bupati Sergai Ir H Soekirman (kiri) menyerahkan bantuan ke warga yang terdampak Covid-19, Kamis (23/4).
SERAHKAN: Ketua Gugus tugas Covid-19 Sergai yang merupakan Bupati Sergai Ir H Soekirman (kiri) menyerahkan bantuan ke warga yang terdampak Covid-19, Kamis (23/4).
SERAHKAN: Ketua Gugus tugas Covid-19 Sergai yang merupakan Bupati Sergai Ir H Soekirman (kiri) menyerahkan bantuan ke warga yang terdampak Covid-19, Kamis (23/4).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Ir Soekirman menyalurkan bantuan 50 paket sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dusun III Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah.

Bantuan berupa beras, mie instan, telur dan kopi diserahkan secara langsung untuk disalurkan kepada masyarakat dusun III Desa Firdaus Kecamatan Firdaus Kecamatan Sei Rampah yang terdampak akibat pandemik Covid-19, Kamis (23/4).

Bantuan serupa, juga disalurkan kepada masyarakat nelayan Pantai ATP dusun III Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan, disini ketua Gugus tugas menyalurkan bantuan 40 paket sembako.

Bupati Sergai, Ir Soekirman mengatakan bantuan diberikan merupakan dari para dermawan, maupun perorangan dan perusahaan dari dalam atau luar daerah Serdang Bedagai.

Ia mengakui pihaknya hanya menyalurkannya saja kepada masyarakat yang lagi membutuhkan bantuan ini akibat pandemi dari Covid-19. (sur/azw)

Pemko Tebingtinggi Larang Asmara Subuh

SAMPAIKAN: Juru bicara Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia.
SAMPAIKAN: Juru bicara Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia.
SAMPAIKAN: Juru bicara Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia.
SAMPAIKAN: Juru bicara Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Memasuki hari pertama Ramadan masih ditemukan sejumlah remaja berkumpul-kumpul di jalanan, usai bersahur dan Salat Subuh, Jumat (24/4). Asmara subuh tersebut dianggap berpotensi dalam penyebaran wabah virus Covid-19.

Juru bicara penanganan Covid -19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia dalam konferensi pers yang digelar, Jumat (24/4), di Posko Covid-19 Pemko Tebingtinggi, sangat berharap para orangtua melarang anak anaknya berkeliaran keluar rumah usai melaksanakan sahur dan salat subuh.

“Di hari pertama puasa Ramadan masih didapati anak anak remaja yang berasmara subuh dan berkumpul kumpul yang bisa berpotensi dalam penyebaran Covid-19, kita berharap para orangtua mengawasi dan mengingatkan anak anaknya agar jangan berkeliaran setelah sahur, habis sahur lebih baik dirumah saja,” imbuh dr Nanang.

Nanang juga meminta kepada seluruh masyarakat khususnya para pedagang agar menggunakan masker dalam melayani pembeli. Begitu juga dengan para pembeli yang datang ke tempat jualan agar menggunakan masker.

Dalam penanganan penyebaran wabah Covid-19 ini, pedagang diimbau agar memberikan sistem layanan dengan take away (bayar langsung pergi), apabila para pembeli malas, maka bisa menggunakan jasa ojek online.

Saat ini penyebaran pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan, mari bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.

“Masyarakat Tebingtinggi harus mematuhi protokoler kesehatan Covid -19, pakai masker dan rajin mencuci tangan, selain itu, jaga kesehatan dan penuhi kebutuhan gizi serta stay at home,” serunya.

Hingga saat ini, Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi mencatat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 604 orang, 3 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 1 orang positif Covid -19 dan 618 orang selesai masa pemantauan selama 14 hari dan dinyatakan sehat. (ian/azw)

Pemko Tebingtinggi Bagi Sembako ke Masyarakat, Apindo, Gerakan Masyarakat Tionghoa, dan BNI Peduli Covid-19

BAGIKAN: Tim dari Kelurahan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa membagikan sembako langsung ke masyarakat Kota Tebingtinggi, Kamis (23/4).
BAGIKAN: Tim dari Kelurahan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa membagikan sembako langsung ke masyarakat Kota Tebingtinggi, Kamis (23/4).
BAGIKAN: Tim dari Kelurahan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa membagikan sembako langsung ke masyarakat Kota Tebingtinggi, Kamis (23/4).
BAGIKAN: Tim dari Kelurahan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa membagikan sembako langsung ke masyarakat Kota Tebingtinggi, Kamis (23/4).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – PEMBAGIAN paket sembako terdiri dari beras, minyak goreng dan mie instan kepada warga kurang mampu yang berdampak virus Covid -19 di Kota Tebingtinggi dibagikan langsung rumah ke rumah (dor to dor), Kamis sore (23/4).

Pembagian paket sembako ini dilaksanakan di Lima Kecamatan di Kota Tebingtinggi dengan di didistribusikan oleh 35 Kelurahan yang ada dengan mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian (bhabinkamtibmas) dan Babinsa serta Lurah dengan protokoler kesehatan penanganan Covid -19.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyatakan batuan yang diberikan kepada warga terdampak berasal dari bantuan para donatur dan lembaga sosial dan perhimpunan masyarakat dari Kota Tebingtinggi yang punya wujud peduli dampak Covid -19.

“Sebanyak 5.000 Paket bantuan sembako yang kedua kalinya di bagikan kepada masyarakat. Tetapi pembagian kali ini berbeda dengan yang pertama, karena pembagian yang kedua, para lurah dan kepling membagikan langsung ke masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tebingtinggi bersama dengan Gerakan Masyarakat Thionghoa Tebingtinggi (GMT3 ) menyerahkan paket sembako untuk bantuan Covid-19 kepada Pemko Tebingtinggi di Gedung Balai Kota Tebingtinggi, Rabu (22/4).

Penyerahan bantuan sembako dari Apindo diterima langsung oleh Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan. Tampak hadir pengurus Apindo Zainal Arifin Tambunan, Thomas, Feryanto Bangun dan Ernawati Lubis dan Humas Zulfan Kurniawan, Apindo menyerahkan bantuan sembako sebanyak 1.000 paket.

Selain itu, Bank Nasional Indonesia (BNI) cabang Kota Tebingtinggi memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Kamis (23/4).

Bantuan APD tersebut langsung diserahkan oleh Wakil Direktur BNI Tebingtinggi Effendi Simanjuntak didampingi rombongan dan diterima langsung oleh Direktur RSUD dr Kumpulan Pane dr Johnly B Dachban di RSUD dr Kumpulan Pane Jalan Pendidikan Kota Tebingtinggi.

Kegiatan lainnya, menjelang datangnya Ramadan tahun ini, Dinas Kesehatan Tebingtinggi melakukan rapid test terhadap tokoh lintas agama di Kota Tebingtinggi yang dilakukan di Aula Balai Kota Jalam Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (22/4).

Juru bicara percepatan penanganan Covid -19 sekaligus Kadis Kesehatan Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu upaya pemerintah daerah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Para tokoh agama ini kita ketahui merupakan orang orang yang aktivitasnya banyak ditengah masyarakat, kita ingin mereka tetap sehat apalagi menjelang bulan ramadan,” katanya. (ian/azw)

DPRD Karo Bantu Sembako ke Wartawan

BANTUAN: Inolia br Ginting memberikan paket sembako pada Wakil Ketua Koswari Karo, Gogo Barus solideo/ SUMUT POS
BANTUAN: Inolia br Ginting memberikan paket sembako pada Wakil Ketua Koswari Karo, Gogo Barus solideo/ SUMUT POS
BANTUAN: Inolia br Ginting memberikan paket sembako pada Wakil Ketua Koswari Karo, Gogo Barus solideo/ SUMUT POS
BANTUAN: Inolia br Ginting memberikan paket sembako pada Wakil Ketua Koswari Karo, Gogo Barus
solideo/ SUMUT POS

KARO, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Karo Inolia Br Ginting membagikan paket sembako kepada wartawan di Kabupaten Karo,Rabu (22/4) sore.

Ketua Komisi A DPRD Karo dari Fraksi Partai Gerindra itu mengaku tergugah hatinya karena insan pers tetap bekerja menyampiakan informasi pada masyarakat.

Selain memberi informasi, pers juga ikut mengedukasi dan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat, terutama dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Saya secara pribadi mengundang teman-teman karena alasan kepedulian. Hati saya tergugah hingga ingin berbagi kasih dengan para insan pers,” katanya. Menurut Inolia, selama pandemi ini, pers tetap gigih dan semangat memberi informasi perkembangan virus Corona pada masyarakat.

“Sebagai garda terdepan dalam memberi informasi, kita berharap agar virus Corona ini cepat berlaku. Mari kita sama-sama bergandengan tangan mencegah penyebaran virus ini,” ajaknya.(deo/azw)

Dishub Sumut Ngotot Bangun VIP KNIA dan Terminal, Dewan Minta Dibatalkan

PESAWAT: Pesawat Lion Air bersiap terbang dari Bandara Kualanamu, Sumut, Jumat (24/4). Kemarin adalah pelayanan terakhir penerbangan komersial dari KNIA, pascalarangan mudik yang diterapkan pemerintah. Larangan terbang berlaku hingga 1 Juni 2020.
PESAWAT: Pesawat Lion Air bersiap terbang dari Bandara Kualanamu, Sumut, Jumat (24/4). Kemarin adalah pelayanan terakhir penerbangan komersial dari KNIA, pascalarangan mudik yang diterapkan pemerintah. Larangan terbang berlaku hingga 1 Juni 2020.
PESAWAT: Pesawat Lion Air bersiap terbang dari Bandara Kualanamu, Sumut, Jumat (24/4). Kemarin adalah pelayanan terakhir penerbangan komersial dari KNIA, pascalarangan mudik yang diterapkan pemerintah. Larangan terbang berlaku hingga 1 Juni 2020.
LANDASAN KNIA: Pesawat saat berada di landasan Bandar Udara Kualanamu (KNIA), beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Utara (Sumut) tengah dalam sorotan. Bagaimana tidak, di tengah wabah corona yang fokus ditangani semua pihak, Dishub masih sempat membangun pengembangan VIP Kualanamu Internasional Airport (KNIA) dan terminal angkutan umum di Tanah Karo.

“Di saat-saat masyarakat diterpa kesulitan akibat virus corona mewabah, Pemprovsu melalui Dishub masih sempat-sempatnya membangun VIP bandara di KNIA dan terminal di Karo. Nilainya mencapai Rp36 miliar. Ini jelas sangat menyakiti hati rakyat,” ujar Sekretaris Fraksi Nusantara DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga kepada Sumut Pos, kemarin.

Ia mengungkapkan sumber keuangan diambil dari anggaran belanja untuk membangun VIP bandara KNIA senilai Rp17 miliar dan terminal Karo tipe B senilai Rp19 miliar. Diakuinya saat ini pekerjaan tersebut sudah masuk tahap lelang. “Kita minta kedua proyek tersebut dibatalkan, karena dinilai belum sangat urgen dibanding penderitaan rakyat saat ini,” tegasnya.

Apalagi, imbuh politisi PKB, pendapatan masyarakat mulai berkurang akibat anjuran stay at home atau berdiam di rumah sehingga perlu dibantu terutama untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kebijakan meminta warga diam di rumah ada konsekuensinya yakni warga tidak bisa bekerja. Jika pemerintah daerah melakukan pembangunan yang tidak terlalu urgen, berarti pemerntuah tidak peduli penderitaan rakyatnya,” ujarnya.

Zeira menambahkan, mestinya pemprov harus lebih mengutamakan skala prioritas bukan sebaliknya belanja yang tidak urgen di tengah era Covid-19. “Pemprovsu harus bisa memilah skala prioritas untuk belanja mana yang dibutuhkan. Kalau kita sama-sama ingin menuntaskan masalah penyebaran Covid-19, jangan yang tidak skala prioritas dipaksakan dikerjakan pembangunannya,” kata dia.

Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Sumut, Abdul Haris Lubis yang dikonfirmasi ihwal ini mengamini bahwa rencana pembangunan tersebut tetap akan berjalan. “Pembangunan room VIP di kawasan KNIA, itu tetap dijalankan. Itu sudah diprogramkan sudah dianggarkan. Akan tetapi, itu semua tergantung dengan kebutuhan,” katanya.

Menurut dia dana untuk penanganan Covid-19 di Sumut masih disusun. Tim yang telah ditunjuk akan menyusun seberapa besar anggaran yang akan realokasi untuk penanganan virus corona. Sedangkan pembangunan room VIP, ungkap dia, sudah terprogram.

“Iya, itu sudah diprogramkan. Untuk Covid-19 diambil dari dana atau dilakukan refocusing sesuai dengan kebutuhannya, itu akan dilihat oleh tim, sedangkan program pembangunan room ini sudah berjalan sejak awal, bahkan sudah dilelangkan. Akan tetapi, kalaupun misalnya kebutuhan dana tambahan untuk penanganan Covid-19 dan jika semua anggaran dialihkan untuk penanganan corona ini, akan kita laksanakan. Sampai saat ini tim sedang melakukan perhitungan refocusing itu,” ungkap Haris.

Ia menyebut anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan room VIP KNIA senilai Rp17 miliar. “Biaya yang dikucurkan untuk proyek pembangunan room VIP di KNIA sebesar Rp17 miliar, lelangnya sedang berjalan. Untuk refocusing masih dijalankan, kita akan mengikuti keputusan tim. Pekerjaan proyek ini akan dimulai, jika uangnya sudah tersedia, dalam waktu dekat mungkin akan dilakukan,” pungkasnya. (prn/azw)