Walking Through Disinfection
PT Angkasa Pura 2 Bandara Kualanamu menyediakan fasilitas Walking Through Disinfection (ruang sterilisasi) bagi pengguna jasa bandara yang datang dan berangkat.
Walking Through Disinfection
PT Angkasa Pura 2 Bandara Kualanamu menyediakan fasilitas Walking Through Disinfection (ruang sterilisasi) bagi pengguna jasa bandara yang datang dan berangkat.
KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Masih terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona, PT Angkasa Pura 2 Bandar Udara Internasional Kualanamu menyediakan fasilitas Walking Through Disinfection (ruang sterilisasi) bagi pengguna jasa bandara yang datang dan berangkat.
Fasilitas WTD dipasang di area kedatangan domestik dan di area stasiun Railink Kereta Api. Nantinya akan dipasang juga di area keberangkatan penumpang.
EGM Bandara KNIA Djodi Prasetyo melalui Plt Manager Branch Comunication & Legal Bandara KNIA Paulina Simbolon, Rabu (25/3) mengatakan, fasilitas WTD merupakan hasil karya para teknisi Bandara Kualanamu, untuk mensterilkan para pengguna jasa bandara, termasuk para awak pesawat dan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan.
“Tindakan ini sebagai bentuk mendukung pemerintah menghadapi situasi krisis Covid-19 secara langsung dan cepat,” ujar Paulina.
Ditambahkan Paulina, prinsip utama ruang sterilisasi adalah menyemprotkan uap disinfektan ke seluruh tubuh seseorang, sehingga terbebas dari virus, bakteri atau kuman. Diharapkan seseorang yang keluar dari ruang sterilisasi ini akan terbebas dari kuman.
Bagi penumpang pesawat dan pelaksana tugas di bandara, juga disediakan tempat-tempat hand sanitizer. Serta penambahan 2 titik wastafel untuk mencuci tangan di area zona A dan zona B.
Kemudian, memperluas area penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area terminal penumpang pesawat, area publik, lalu ke bagasi penumpang juga dilakukan di sisi udara (airside). Penyemprotan dilakukan dengan jet sprayer dan menggunakan cairan disinfektan dengan kandungan bahan aktif hydrogen peroxida.
Saat ini, KNIA sudah menjalankan konsep physical distancing di beberapa area, khususnya di tempat berkumpulnya penumpang pesawat. Seperti saat proses check-in, pemeriksaan keamanan, boarding lounge, hingga proses boarding ke pesawat. (map/btr)
Walking Through Disinfection
PT Angkasa Pura 2 Bandara Kualanamu menyediakan fasilitas Walking Through Disinfection (ruang sterilisasi) bagi pengguna jasa bandara yang datang dan berangkat.
Walking Through Disinfection
PT Angkasa Pura 2 Bandara Kualanamu menyediakan fasilitas Walking Through Disinfection (ruang sterilisasi) bagi pengguna jasa bandara yang datang dan berangkat.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah orang yang positif virus corona atau Covid-19 di Sumatera Utara bertambah. Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut per 25 Maret, tercatat 9 orang positif corona, dengan rincian 8 dirawat dan 1 meninggal dunia. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 55 orang, 2 di antaranya meninggal. Salahsatu di antara pasien positif adalah anggota DPRD Sumut. Sementara seorang pejabat di Pemko Medan, meninggal sebagai PDP non hasil laboratorium.
ANGGOTA DPRD Sumut yang positif COVID-19 adalah M Aulia Rizky Aqsa, dari fraksi Gerindra. Kebenaran tentang informasi positif corona disampaikan sendiri oleh Aulia Rizky, yang tersebar ke grup-grup WhatsApp wartawan, Selasa (24/3) malam.
“Selamat sore rekan-rekan dan senior fraksi Gerindra. Saya sudah keluar hasil dan dinyatakan positif corona. Saya berharap senior fraksi Gerindra memeriksakan diri ke rumah sakit Adam Malik, karena saya secara fisik sehat tetapi dinyatakan positif Corona. Terutama pak Dachi @Thomas Dhacin, karena saya mulai sakit ketemu pak Dachi di bandara di Jakartan
Semoga bisa secepatnya senior-senior dapat memeriksakan dirinya,” bunyi pesan dari Aulia Rizky.
Sementara itu, seorang pejabat di Pemko Medan meninggal di RSUP Adam Malik Medan sebagai Pasien Dalam Pengawasan, Rabu (25/3) sekira pukul 17.00 Wib. Asisten Pemerintahan Setdako Medan, Musaddad Nasution, meninggal dunia di usia 60 tahun.
Informasi diperoleh dari akun Whatsapp Bagian Humas Setdako Medan, almarhum sempat diopname di RSU Adam Malik Medan karena mengalami demam, batuk, dan sesak nafas.
“Masuk rumah sakit sesuai info yang didapat hari Senin tanggal 23 Maret 2020. Diopname di rumah sakit Adam Malik,” katanya.
Namun belum diketahui pasti apakah yang bersangkutan positif corona. Tidak ada penjelasan detail dari petugas berwenang. Termasuk berapa lama dia diopname di rumah sakit tersebut. Beberapa pejabat lingkungan Pemko Medan hanya mengakui, Musaddad meninggal.
“Iya Pak Musaddad meninggal tadi. Untuk lanjutnya saya tidak tahu,” ungkap Kabag Umum Setdako Medan M Andi Syahputra.
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Suherman juga membenarkan. “Benar, meninggal dunia sore tadi. Sekitar jam 4 lewat,” ucap Suherman.
Kasatpol PP Muhammad Sofyan turut membenarkan informasi ini. “Benar, Pak Musaddad meninggal dunia,” kata Sofyan.
Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa), saat dikonfirmasi membenarkan, Musadad berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mengenai positif atau negatif Covid-19, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium Balitbangkes di Jakarta. “Masuknya (dirawat) sejak Senin (23/3). Kurang tahu apa profesinya tapi ya benar meninggal, status PDP,” ujar Rosa singkat yang dikonfirmasi via pesan whatsapp, Rabu malam.
Informasi di lapangan, almarhum sebelumnya berangkat ke Jakarta untuk keperluan dinas. Sebelum menjabat Asisten Pemerintahan, almarhum menjabat jabatan penting seperti, Kasat Pol PP, Plt Kadis Perdagangan, dan lainnya.
Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Komplek TVRI.
Selain kedua pasien di atas, isu corona juga menerpa lingkungan Pemprovsu. Disebut-sebut, ajudan pribadi (ADC) Wagubsu, Musa Rajekshah bernama Qori, positif terinfeksi Covid-19, setelah pemeriksaan yang dilakukan pada Selasa sore. “Positif katanya. Tadi sore keluar hasil tesnya,” tutur sumber Sumut Pos di lingkungan Pemprovsu.
Kabar dimaksud semakin kuat setelah dikonfirmasi ke orang-orang disekeliling Wagub. Namun tak satupun yang berani memastikan, sebab mereka belu melihat langsung hasil tesnya. “Bagusan infonya dari Gugus Tugas saja, Bang. Karena aku pun tidak melihat hasil tesnya,” kata sumber itu.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi baik dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut maupun pihak Pemprovsu, belum berhasil didapatkan. Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Riadil Akhir Lubis, belum bersedia memberi klarifikasi.
Begitupun Kadinkes Sumut Alwi Mujahit, yang juga tergabung di gugus tugas, tidak berani mengeluarkan statemen. “Saya tidak berhak mengeluarkan pernyataan. Hubungi ketua Gugus Tugas Covid-19 Sumut,” katanya.
Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Hendra Dermawan pun mengaku belum mengetahui ihwal kabar tersebut. “Saya belum monitor,” kata singkat.
DISEMPROT: Petugas kesehatan menyemprot tiap ruangan di Mapoldasu.
DISEMPROT: Petugas kesehatan menyemprot tiap ruangan di Mapoldasu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut per 25 Maret 2020, tercatat 9 orang positif COVID-19 di Sumut, dengan rincian 8 dirawat dan 1 meninggal dunia. Jumlah ini seimbang dengan yang negatif sebanyak 9 orang, dengan 6 masih dirawat di rumah sakit dan 3 orang pulang.
Jumlah 9 orang yang positif meningkat drastis dari dua hari sebelumnya, Senin dan Selasa (23-24/3). Pada Senin, kasus positif Covid-19 hanya berjumlah 2 orang. Sedangkan Selasa meningkat menjadi 8 kasus. Sementara kasus yang negatif pada Senin terdapat 6 orang dan Selasa menjadi 8 orang.
“Positif Covid-19 berjumlah 9 orang, 1 meninggal dan 8 dirawat. Sedangkan negatif 9 orang juga, 6 masih dirawat dan 3 sudah pulang,” ujar Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis dalam keterangan pers melalui video streaming, Rabu (25/3) sore.
Riadil menyatakan, saat ini sudah ada 3 orang meninggal dunia akibat kasus Covid-19, yaitu 1 orang yang positif dan 2 orang lagi status PDP non hasil laboratorium.
“Untuk jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 55 orang yang dirawat di 24 rumah sakit kawasan Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Sergai dan Langkat. Jumlah PDP ini juga meningkat (Selasa 53 PDP, Senin 50 PDP),” kata dia.
Disebutkan Riadil, peningkatan juga terjadi pada jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang saat ini berjumlah 1.976 orang. Sementara pada Selasa berjumlah 1.391 orang, dan Senin 763 orang.
“Para ODP itu hampir ada di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Namun, tercatat yang paling banyak di Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Asahan, Binjai, Pakpak Bharat, dan seterusnya,” bebernya.
Ia mengaku, dari hampir total ODP tersebut, masih terus dilakukan tracing (pelacakan) oleh Dinas Kesehatan terhadap kontak erat. Karena itu, diminta kepada para ODP dan kontak erat mohon kerja samanya untuk patuh mengikuti anjuran pemerintah dengan memberikan data diri serta karantina rumah. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan.
“Kalau tidak patuh, maka ini menimbulkan dampak yang tidak seperti kita duga. Virus ini akan menyebar lebih cepat,” sebut Riadil.
SEMPROT: Petugas dari PMI Kota Medan menyemprotkan disinfektan ruangan di kantor Gubernur Sumut, Rabu (18/3).
SEMPROT: Petugas dari PMI Kota Medan menyemprotkan disinfektan ruangan di kantor Gubernur Sumut, Rabu (18/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upaya dalam percepatan penanganan Covid-19, Tim Gugur Tugas mendatangkan Alat Pelindung Diri (APD). Pertama, didatangkan dari Kemenkes sebanyak 350 APD, Senin (23/3). Kemudian, bantuan Pemerintah Pusat yang tiba Selasa (24/3) malam 2.000 APD. Lalu, bantuan dari BNPB 500 APD pada Rabu (25/3). Tak hanya itu, saat ini dalam perjalanan dari Surakarta sebanyak 4.000 APD. Jadi, ditotal mencapai 6.850 APD disiapkan.
“Sebanyak 2.500 APD (Alat Pelindung Diri) sudah diterima dan berada di gudang BPBD Sumut, Medan. Selain itu, ditambah lagi 350 APD dari Kemenkes sehingga jumlahnya menjadi 2.850 APD. Sore ini (kemarin, red) sudah didistribusikan sebagian ke rumah sakit yang menangani pasien Covid-19,” ucapnya.
Riadil mengaku, pihaknya masih menunggu alat rapid test (tes cepat) Covid-19 dari Pemerintah Pusat. Sebab, hingga kini tersebut belum sampai. “Kita meminta bantuan kepada Pemerintah Pusat untuk rapid test Covid-19, informasinya didapatkan sekitar 3.600 alat jumlahnya,” aku dia.
Selain itu, Gubernur Sumut telah mengeluarkan surat edaran untuk menutup sementara semua aktivitas keramaian. Pertama, industri pariwisata seperti bioskop, club malam, mal atau pusat perbelanjaan, karaoke, diskotik, panti pijat atau spa, bola sodok (biliar), dan lainnya.
“Kami mohon kerja samanya kepada pemilik industri pariwisata agar menutup sementara sampai batas waktu yang ditentukan. Tim Gugus Tugas bersama TNI/Polri dan Satpol PP akan melakukan pemantauan di lapangan. Sebab, sesuai perintah Presiden Jokowi untuk berdiam diri rumah sementara waktu. Terkecuali, ada hal yang sangat mendesak sekali untuk kebutuhan pribadi atau keluarga,” paparnya.
Lanjut Riadil, dari surat edaran gubernur Sumut, diminta para bupati/walikota supaya melakukan hal yang sama di wilayahnya masing-masing, untuk melakukan penindakan atau sanksi yang diberikan terhadap setiap pelanggaran.
Terkait dampak ekonomi sosial akibat musibah pandemi ini, sambung Riadil, ada beberapa sektor yang paling terdampak, yaitu koperasi, pedagang asongan, warung kopi atau kedai nasi, ojek online, penarik becak, supir angkot, taksi dan lainnya. Untuk itu, saat ini sedang disiapkan program Jaringan Pengaman Sosial.
“Mereka semua akan menjadi tanggung jawab pemerintah. Nantinya mereka akan diberikan semacam insentif. Sebab, banyak lokasi-lokasi yang ditutup sementara, sehingga aktivitas ekonomi menjadi terganggu. Akan tetapi, ada juga pusat ekonomi yang masih tetap buka misalnya restoran, pasar tradisional. Namun, tetap menjaga social distancing,” pungkasnya.
Pihaknya juga sedang mempertimbangkan perpanjangan status siaga darurat hingga 29 Mei 2020, dari sebelumnya ditetapkan sejak 16 hingga 30 Maret 2020. Pasalnya, Pemerintah Pusat sudah terlebih dulu memperpanjang status darurat tersebut.
“Dalam menangani Covid-19 ini kita juga dibantu oleh Kejaksaan bahkan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk perencanaan anggaran. Oleh karena itu, para kepala daerah khususnya di Sumut segera melakukan pergeseran anggaran yang difokuskan kepada kegiatan Covid-19. Namun, tetap berpedoman terhadap surat edaran Mendagri,” tandasnya.
PERIKSA:Security DPRD Medan melakukan pemeriksaan suhu udara terhadap anggota DPRD Medan hingga tamu, di pintu masuk geudng DPRD Medan.
markus/sumut pos
PERIKSA:Security DPRD Medan melakukan pemeriksaan suhu udara terhadap anggota DPRD Medan hingga tamu, di pintu masuk geudng DPRD Medan beberapa waktu lalu. markus/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Status Aulia Aqsa yang mengakui dirinya positif COVID-19, mendapat respon dari rekannya Sekretaris Fraksi Gerindra DPRDSU, Gusmiyadi. Secara pribadi, ia mengaku sudah lama tidak bertemu Aulia. Namun ia menganjurkan para kolega yang memiliki kontak dengan Aulia, agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Pasalnya, saat ini, sebagian dewan kembali ke dapil untuk melakukan langkah-langkah yang dianggap penting untuk pencegahan (Covid-19).
Secara kelembagaan, Gusmiyadi mendorong agar Sekretaris DPRD Sumut mengatur antrian pemeriksaan di tempat-tempat yang memungkinkan terhadap seluruh anggota dewan. “Secara kelembagaan mestinya langkah itu dapat diorganisir dengan baik,” katanya, menjawab Sumut Pos, Rabu (25/3).
Orangtua Aulia, Agustama, sebelumnya membenarkan kabar anaknya positif corona. Kata dia, Aulia sedang dirawat di RSUP H Adam Malik Medan.
“Ya betul. Dia di Jakarta kayaknya kenanya. Tanggal 8 Maret dia pulang ke Medan. Tanggal 10 Maret berangkat lagi ke Manado, balik tanggal 14 Maret,” kata mantan Kadis Kesehatan Sumut tersebut.
Begitupun, Agustama memastikan kondisi anaknya sehat di RSUP H Adam Malik Medan. “Alhamdullilah karena tanggal 8 sekarang kan tanggal 24 sudah lebih 14 hari. Tapi tetap menjalani selama 14 terhitung tanggal 18 Maret sampai 1 April, karena dia periksakan tanggal 18 Maret,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRDSU dari Fraksi Gerindra, Harun Mustafa Nasution, mengatakan Aulia mengalami gangguan kesehatan sejak pulang dari kunjungan kerja ke Manado. Dia kemudian memeriksakan diri dan dirawat karena mengalami gejala terinfeksi corona. “Aulia itu luar biasa. Biar kawan-kawan nggak kena, dia memeriksakan diri karena sadar,” ucap Harun.
Kepadanya Aulia bercerita, tidak mengalami demam selama enam hari terakhir. Namun hasil tes yang keluar justru positif corona. “Sudah enam hari nggak ada demam. Justru karena itu, tadi pagi teleponan sama dia, ‘Ya mudah-mudahan aku sehat, Bang. Kalau udah keluar hasilnya aku udah bisa keluar, bisa tenang,’” ucapnya menirukan jawaban Aulia.
Aulia Rizky yang dikonfirmasi mengaku dalam sehat. “Sehat kok alhamdulillah bang,” ujarnya singkat. (prn/ris/net)
KETERANGAN:
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (24/3).
KETERANGAN:
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (24/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan mengikuti imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan kontak sosial (social distancing) dengan menunda pelaksanaan Sosialisasi Perda (Sosper) untuk bulan Maret 2020 ini.
“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama di Fraksi PKS DPRD Medan, untuk Maret ini kami menunda pelaksanaan Sosialisasi Perda. Kesepakatan ini kami ambil merujuk kepada anjuran pemerintah soal pembatasan sosial serta maklumat Kapolri,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (24/3).
Syaiful menerangkan, setiap sosialisasi Perda biasanya menghadirkan 200 hingga 300 masyarakat setempat. Untuk itulah, Fraksi PKS mengambil opsi menunda sementara pelaksanaan sosper ini. “Banyak pertimbangan yang kami ambil yang pada akhirnya berkeputusan menunda sementara pelaksanaan Sosper ini,” ujarnya.
Politisi Muda asal Medan Maimun ini menerangkan, pelaksanaan Sosper nantinya akan melibatkan warga dalam jumlah yang cukup banyak. Pihaknya pun khawatir, sosialisasi Perda malah tidak membawa manfaat, justru menjadi sarana penyebaran virus Corona. “Kita ingin setiap kegiatan yang kita laksanakan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya,” tegasnya. Terkait pelaksanaan Sosper diwaktu yang akan datang, Syaiful menerangkan pihaknya akan menunggu arahan pemerintah dan partainya di pusat atau DPP. “Kita tunggu arahan pemerintah dan partai, kita sangat berharap persoalan wabah corona ini bisa segera dituntaskan,” terangnya.
Syaiful pun turut mengajak masyarakat Kota Medan untuk mengikuti imbauan pemerintah agar melakukan social distancing.
“Kita harus berpartisipasi dalam memutus mata rantai virus ini dengan tidak beranjak dari rumah bila tidak ada keperluan yang sangat penting. Di rumah, masyarakat tetap bisa beraktivitas positif sembari terus bermunajat agar Allah SWT menyelamatkan Indonesia dari wabah ini,” pungkasnya. (map/ila)
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, sampai saat ini belum dapat memastikan penyebab meninggalnya, warga Jalan SM Raja inisial ILb (19) berkelamin perempuan, yang sempat heboh ditengah-tengah masyarakat Dolok Sanggul diduga Covid 19, Rabu (25/3) saat hendak dirujuk ke RS Tarutung.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Humbang Hasundutan, Hotman Hutasoit dalam keterangan persnya mengatakan, bahwa ILb adalah salah satu mahasiswa USU yang sempat dirawat di RS Dolok Sanggul.
Disebutkannya, awalnya pasien ini merasa demam pasca baru sepulang dari Medan. Kemudian, oleh keluarga, pasien dibawa ke RS Dolok Sanggul untuk diopname. Dari hasil pemerikssan, pasien mengidap penyakit tipus, hingga tanggal 7 sampai 15 Maret pasienpun dirawat.
Ditanggal 15 Maret, pasienpun pulih hingga kontrol ditanggal 17 Maret, pasien masih dalam keadaan sehat.
Namun, ditanggal 24 Maret, pasien kembali mengeluh sakitnya dan dianjurkan untuk opname.
” Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen foto torax oleh dokter spesialis paru, didapati adanya gambaran mengarah ke pnemonia dan dokter paru merujuk yang bersangkutan ke RSUD Tarutung (25 Maret),” beber Hotman melalui WhatsApp.
Namun naas, sebelum tiba di RS Tarutung, pasien meninggal dunia yang kemudian dibawa kembali pulang ke RS Dolok Sanggul.
” Penjelasan Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Doloksanggul atas kronologis riwayat penyakit yang bersangkutan sebagai berikut bahwa pasien tersebut belum bisa kita pastikan Covid 19 karena belum melakukan pemeriksaan rapid test atau swab cairan spesimen untuk diperiksa,” sambung Hotman.
Lebih lanjut dikatakan Hotman, disamping pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian pasien, dari teman sekulihanya pasien ini pernah mengalami asam lambung dan sudah terinfeksi.
Tak hanya temah kuliahnya, keluarga pasien juga mengakui demikian. ” Dari pihak keluarga (Sahala Purba) menjelaskan bahwa almarhu. mengidap penyakit asam lambung, setiap makan selalu muntah,” beber Hotman.
Perihal penguburan, lanjut Hotman, korban yang masih diruang jenazah, rencana akan dikubur malam ini.
” Perihal penguburan yg dilakukan langsung pada malam ini juga adalah merupakan kesepakatan antara keluarga dengan pemerintah kabupaten Humbang Hasundutan dalam hal ini Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Camat, Kapolsek, Danramil, ). Terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan keluarga, dengan memberikan pemahaman tentang kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dimana keluarga sepakat menyetujuinya sebagaimana Surat Edaran Bupati Humbang Hasundutan tentang kewaspadaan penularan Covid-19 agar menghindari kerumunan massa,” kata Hotman.
Disinggung, apa penyebab pnemonia atau sesak napas, hingga berita ini diturunkan, Hotman tidak dapat menjawab.(des)
Istimewa/Sumut Pos: Karyawan Pt. Inalum dan warga saat penyuluhan kesehatan.
BATUBARA, SUMUTPOS.CO – PT Inalum (Persero) lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan penyuluhan bahaya Virus Covid-19 yang dirangkai dengan program peduli kesehatan dan berbagi kepada warga lanjut usia.
Perusahaan peleburan aluminium satu-satunya di Indonesia itu melaksanakan Program Kesehatan di salah satu Desa yang dilalui oleh Jaringan Transmisi Listrik Inalum yaitu Desa Tanah Itam Ilir, Kabupaten Batubara.
Program yang berlangsung pada tanggal 17-18 Maret 2020 itu ini dilaksanakan bekerjasama dengan Puskesmas setempat.
Adapun program yang dilaksanakan adalah Pemeriksaan Kesehatan bagi 100 Lansia, Program Perbaikan Gizi bagi 100 Balita, serta penyuluhan dan sosialisasi pencegahan Covid-19. “Terutama kita juga jelaskan bahaya dan pencegahan Virus Corona yang sedang mewabah di seluruh dunia. Ini supaya masyarakat dapat mengetahuinya dan mampu melakukan pencegahan,” kata Kepala Departemen CSR Inalum, Daniel JP Hutauruk.
Di tempat terpisah, PT Inalum juga memberi perhatian kepada warga lanjut usia atau Lansia.hal itu dibuktikan dengan bantuan berupa 10 unit Kursi Roda kepada Lansia melalui Yayasan Prestasi Lansia Medan pada Jumat (20/3/2020) lalu.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh H. Sanggup Purba selaku Ketua Yayasan Prestasi Lansia. Pada kesempatan tersebut turut hadir perwakilan Sabhara Polda Sumut, Bapak Mukhlis beserta jajarannya.
Selain itu, sebagai komitmen Inalum dalam penghijauan Danau Toba, maka setiap perwakilan penerima bantuan CSR Inalum juga memberikan bibit pohon sebagai bentuk kontribusi masyarakat dalam pelestarian alam khususnya di sekitar Danau Toba.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan Mahyaruddin Ende mengatakan, seluruh program CSR PT Inalum senantiasa dilaksanakan untuk kemaslahatan masyarakat. Terutama masyarakat sekitar perusahaan BUMN tersebut.
“Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang selama ini telah bekerjasama dengan Inalum. Kami mohon dukungan dan doa sehingga PT Inalum terus beroperasi dengan baik dan maksimal,” kata Mahyaruddin (tri)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ledakan diduga gas terjadi di Ramayana Mall yang berada di Jalan Sisingamngaraja, Kecamatan Teladan Barat, Kota Medan, Rabu (25/3/2020). Dua orang korban mengalami luka.
Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan Nurly mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Ledakan gas diduga berasal dari kafe yang berada dari dalam Ramayana Mall. “Objek yang terdampak salah 1 tempat makan Fountain Cafe dengan persentase kerusakan kurang lebih 60%,” ungkapnya.
Akibat ledakan itu, Fountain Cafe porak poranda termasuk kaca kafe yang juga hancur. Sedangkan dua orang yang berada di dalam kafe mengalami luka-luka.
“(Untuk) Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Terdapat dua orang korban luka ringan dan sudah ditangani pihak medis,” ujar Nurly.(net)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menyerukan gerakan Nasional kepada para anggota legislatifnya, setelah melakukan pembagian masker, desinfektan dan vitamin di rumah ibadah dan warga. Kali ini, PKS menginstruksikan, akan memotong gaji Bulan Maret 2020 untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis.
Melihat situasi yang tidak kondusif, sehubungan dengan semakin merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) ini, anggota dewan dari Fraksi PKS diminta agar melihat langsung kondisi di lapangan, dengan mengunjungi rumah sakit serta melihat langsung kondisi kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis.
“Untuk itu kami bersepakat memotong gaji Bulan Maret untuk dibelanjakan APD guna disalurkan kepada tenaga medis di rumah sakit- rumah sakit,” kata Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah kepada wartawan.
Dia juga mengkritisi pernyataan Pemerintah yang mengklaim telah mendatangkan ribuan APD. “Ini aneh, pemerintah ngomong tak sesuai kenyataan. Faktanya masih banyak rumah sakit, tenaga medis, bahkan pasien yang dirawat mengeluh karena kekurangan alat pelindung diri,” ujar Hidayatullah.
Karenanya, dia meminta pemerintah untuk serius mengurus negara. “Sekali lagi pemerintah seriuslah hendaknya mengurus negara ini, jangan main-main. Kelak akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah Swt,” ujarnya.
Karenanya atas dasar tanggung jawab kemanusiaan, Fraksi PKS meminta kepada seluruh anggota Legislatif baik di pusat maupun di daerah untuk membantu meringankan beban pemerintah dengan cara memotong gaji Bulan Maret 2020 untuk dibelikan APD. “Namun di satu sisi kita juga akan mendesak Pemerintah segera memenuhi kelangkaan APD bagi tenaga medis di berbagai rumah sakit baik di pusat maupun daerah dalam kondisi darurat Covid-19 ini,” tegasnya.
“Kita akan tunjukkan empati dalam keterbatasan yang ada, membantu bersama dengan komponen masyarakat lainnya yang sangat luar biasa dalam membangun solidaritas menghadapi wabah Corona COVID 19 ini,” tandasnya. (adz)