24.4 C
Medan
Tuesday, January 20, 2026
Home Blog Page 4426

Harga Melonjak hingga 400 Persen, Pasokan Masker Terbatas

SIDAK: Kepala KPPU Kanwil I, Ramli Simanjuntak saat melakukan sidak di salah satu distributor masker, Kamis (5/3). bagus/sumut pos
SIDAK: Kepala KPPU Kanwil I, Ramli Simanjuntak saat melakukan sidak di salah satu distributor masker, Kamis (5/3). bagus/sumut pos
SIDAK: Kepala KPPU Kanwil I, Ramli Simanjuntak saat melakukan sidak di salah satu distributor masker, Kamis (5/3). bagus/sumut pos
SIDAK: Kepala KPPU Kanwil I, Ramli Simanjuntak saat melakukan sidak di salah satu distributor masker, Kamis (5/3).
Bagus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasokan masker di Kota Medan terus menurun. Karena langka, harga melonjak hingga 400 persen dibanding harga normal. Kelangkaan itu menyusul merebaknya virus corona COVID-19 di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Penurunan pasokan masker di Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, dan sejumlah kota lainnya di Sumut, dipastikan lewat hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I, di sejumlah distributor masker di Kota Medan, Kamis (5/3) pagi.

Tim Sidak KPPU melakukan pemantauan langsung ke toko alat kesehatan (Alkes) Medan di Jalan Raden Saleh. Di toko tersebut, tim menemukan bahwa toko-toko memang kekurangan pasokan masker. Hal serupa juga dialami PT Dimas Andalas Makmur, distributor masker untuk kawasan Sumatera Utara dan Aceh.

“Hasil pengecekan kita, pasokannya memang sangat berkurang,” ungkap Kepala KPPU Kanwil I Ramli Simanjuntak kepada wartawan, kemarin pagi.

Temuan tim, pasokan berkurang sejak dua bulan belakangan ini. Sedangkan permintaan di tengah masyarakat terus meningkat. “Kenapa pasokan menurun? Karena pasokan dari pabrikan yang ada di Surabaya atau Bandung memang jauh berkurang. Biasanya PT Dimas ini mengorder 1.000 kotak dalam sebulan. Tetapi order itu sudah berkurang saat ini. Dan lebih jelas lagi, masker N-95 ini tidak ada,” tutur Ramli.

Hasil penelitian KPPU, lanjut Ramli, kelangkaan masker juga dipengaruhi kelangkaan bahan baku. Pasalnya, ada beberapa bahan baku yang harus diimpor. “Untuk membuat masker, ada beberapa bahan baku yang harus diimpor dari Tiongkok. Nah itu mungkin penyebabnya sehingga pasokan berkurang, sementara permintaannya sangat tinggi,” jelas Ramli.

Dengan kondisi ini, Ramli ‘mewarning’ para pelaku usaha, agar tidak bermain-main dengan pasokan masker yang menurun, dengan serentak menaikkan harga. Kata dia, kenaikan harga itu bisa mengarah ke kartel.

Ia juga meminta jangan sampai pabrikan menahan pasokan masker demi mendapat keuntungan berlebih. Pihaknya siap menindak dengan hukum yang berlaku. “Di tengah kelangkaan masker, pemerintah bisa melakukan operasi pasar. Sama seperti yang dilakukan saat harga kebutuhan pokok mulai naik. Karena ini kebutuhan masyarakat. Supaya harga masker lebih murah,” sebut Ramli.

Pihaknya memastikan, saat ini harga masker di tingkat pabrikan ke distributor berada di angka Rp100 ribu per kotak. Sedangkan di tingkat distributor ke pengecer dijual di angka tertinggi Rp150 ribu.

Ramli pun meminta distributor agar tidak bermain harga. “Jangan sampai mengambil keuntungan berlebih,” ujarnya.

KPPU pun siap mengambil tindakan hukum jika ada pengusaha yang melakukan pelanggaran. Pelanggar terancam denda maksimal Rp25 miliar, hingga pencabutan izin usaha.

“Jangan karena permintaannya tinggi, menjadi alasan pengusaha untuk menaikkan harga. KPPU belum menemukan ada kartel masker. Ini kami cari integrasi vertikalnya. Indikasinya tetap ada,” tandasnya.

Direktur PT Dimas Andalas Makmur, Meliana Manurung, juga mengakui pasokan masker menurun. Namun menurutnya penjualan masker tetap dilayani kepada masyarakat dan rumah sakit.

“Ada penurunan dibanding sebelum-sebelumnya. Tapi kita pastikan, secara continue pabrik masih pasok ke kita. Penurunannya sekitar 50 persen semenjak corona,” jelas Meliana.

Sejauh ini, permintaan masker dari rumah sakit masih normal. Peningkatan permintaan terjadi pada masyarakat. “Kami tidak pernah menimbun stok. Kami tetap supply seperti biasa. Harganya memang naik. Kalau dulu dulu itu Rp35 ribu, sekarang Rp125 ribu,” sebut Meliana.

Di Binjai, Polisi Sisir 5 Apotek

Tak hanya di Medan, kelangkaan masker juga terjadi di Binjai, Sumut. Kenaikan terhadap virus corona membuat masyarakat ikut-ikutan membeli masker. Dampaknya, ketersediaan masker semakin minim, bahkan tidak tersedia.

Untuk memastikan masker tidak ditimbun, kemarin Polres Binjai menyisir sedikitnya 5 apotek di kota rambutan itu. Yakni Apotek Farma, Apotek Rosani, Apotek Restu, Apotek Kita Farma dan Apotek Ayah Bunda, di Jalan Sudirman, Binjai Kota. Hasilnya, sebagian apotek memang kehabisan persediaan masker.

Meski demikian, sebagian masih memiliki persediaan tapi dengan jumlah terbatas. “Keterangan beberapa pemilik apotek, harga masker eceran dijual berkisar Rp2 ribu hingga Rp5 ribu. Kelangkaan stok masker di Binjai disebabkan pasokan dari suplier Mega Exelene Medan selaku distributor dari Medan, sudah seminggu tidak masuk,” ujar Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Kamis (5/3).

“Sejauh ini tidak ada ditemukan penimbunan masker,” sambung mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.

Camat Binjai Kota, Fazar Kurniawan, saat dihubungi menjelaskan kelangkaan stok masker akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan masker. Untuk itu, dia meminta pemilik apotek juga menyosialisasikan penggunaan masker, terkait pencegahan tertularnya virus corona. “Masker itu dipakai oleh mereka yang sakit, seperti batuk dan pilek. Sedangkan yang sehat tidak perlu pakai masker. Yang harus dilakukan adalah membiasakan pola hidup sehat,” tukas Fajar.

Terpisah, Pemerintah Kota Binjai merespon penyebaran virus corona di Indonesia. Upaya pencegahan penularan virus corona dilakukan dengan membentuk tim kelompok kerja (Pokja) dan membuat ruangan isolasi di RSU Djoelham.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai dr Sugianto didampingi Kabid P2P dr Indra mengatakan, tim yang sudah dibentuk sudah langsung bekerja dengan membuat SOP dan disebarkan ke setiap tempat pelayanan kesehatan. “Tim pokja antisipasi corona di Binjai sudah terbentuk, dan ini diketuai langsung Kabid P2P dr Indra,” kata dr Sugianto.

Menurut dia, tim pokja sudah dibentuk saat virus corona masih berkembang di luar negeri. Setelah berkoordinasi, akhirnya tim pokja menjadi instruksi Wali Kota Binjai HM Idaham.

Ke depan Tim Pokja yang dibentuk juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, BIN, bahkan Imigrasi. “Jika ada warga luar yang hendak masuk ke Binjai, agar dikonfirmasikan segera dan mengecek kondisi kesehatannya,” ujar dr Sugianto.

Tim pokja juga sudah memasang banner di sejumlah titik Kota Binjai untuk sosialisasi corona. Juga memberi imbauan kepada warga. Banner disebarkan untuk menjelaskan poin gejala dan bagaimana pencegahan virus corona.

“Agar dapat terhindar masyarakat harus tetap hidup bersih, laksanakan gotong royong dan olahraga. Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat untuk dapat deteksi dini corona. Jika tidak ada urusan penting, masyarakat diharapkan untuk menunda berpergian ke luar negeri,” urai dia.

Dia menambahkan, tim pokja juga sudah meminta pihak RSU Djoelham membuat ruangan isolasi. Pasien dengan suspect corona sudah diminta untuk segera dilaporkan. “Ada ruang isolasi corona di RS Djoelham. Setelah itu bisa ditindaklanjuti dengan mengirim pasien ke RSU Adam Malik,” ungkap dia.

Rutin Cuci Tangan

Kabid P2P Dinkes Binjai, dr Indra menyerukan kepada warga untuk pencegahan virus corona dengan rutin mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker jika batuk atau pilek, konsumsi makanan bergizi dan seimbang, perbanyak konsumsi sayur dan buah.

“Dan bila batuk serta sesak nafas disarankan langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan yang tersedia,” tukasnya.

Senada, Koordinator Tim PINERE RSUP H Adam Malik, dr Ade Rahmaini MKed (Paru) SpP menyebutkan, penyakit ini bisa ditularkan oleh orang terinfeksi meskipun dia belum mengalami gejalanya.

“Upaya pencegahan dan penularan infeksi yang dapat dilakukan dengan membiasakan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), yaitu rutin mencuci tangan setelah berinteraksi dengan lingkungan luar. Cuci tangan dilakukan menggunakan sabun dan air mengalir atau antiseptik,” ungkap Ade saat diwawancarai baru-baru ini.

Selain mencuci tangan, pencegahan dapat dilakukan dengan menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau kain ketika batuk maupun bersin. Apabila mengalami batuk, flu dan pilek, maka sebaiknya menggunakan masker agar tidak menularkan kepada orang lain.

“Edukasi terhadap gejala yang timbul pada orang terinfeksi maupun suspect (Covid-19) perlu terus ditingkatkan. Selain itu, edukasi juga menyangkut terkait pemeriksaan yang dilakukan untuk penegakkan diagnosa, penularannya serta pengobatannya. Sebab, belum ada obat antivirus khusus untuk coronavirus baru ini. Pengobatan diutamakan bersifat simtomatik, yaitu mengobati gejala yang muncul pada pasien,” terang Ade.

Terkait penanganan pasien virus corona, sebut, RSUP H Adam Malik sudah mempersiapkan prosedur khusus dan lebih bersifat preventif serta berkoordinasi dengan rumah sakit sekitar. Terdapat 11 ruang isolasi untuk merawat pasien suspect maupun terinfeksi, dan ruangan tersebut sudah memiliki tekanan negatif sehingga pasien lainnya yang dirawat tidak perlu khawatir.

Senada, Tim PINERE RSUP H Adam Malik, dr Restuti Hidayani Saragih, mengatakan pencegahan yang efektif sampai saat ini adalah dengan sering mencuci tangan dengan cairan pencuci tangan yang mengandung alkohol atau dengan air mengalir dan sabun.

Selain itu, memakai masker sesuai peruntukannya dan sesuai kondisi. Jika memakainya, dianjurkan untuk mengganti masker tersebut setiap 4 jam sekali. Selanjutnya, tidak menyentuh muka, hidung, mulut, mata jika belum mencuci tangan, serta menghindari berpergian ke negara-negara terdampak virus corona jika tidak amat sangat perlu dan mendesak.

“Sangat penting menerapkan pola hidup bersih dan sehat, senantiasa mengikuti perkembangan informasi dan melaksanakan arahan dari pemerintah,” tukasnya. (gus/ted/ris)

Jangan Jadikan Medsos Rujukan Informasi

KEPANIKAN yang terjadi akibat wabah virus corona atau Covid-19, tak lepas dari media sosial (Medsos) yang dijadikan sebagai rujukan informasi bagi masyarakat. Padahal, di medsos bertebaran informasi bohong atau hoaks tentang Covid-19 yang mewabah di 80-an negara termasuk Indonesia.

“Ini memang susahnya kita sekarang, masyarakat rujukannya medsos. Agak berat menangani korona ini ketimbang flu burung lalu, karena informasi yang tidak benar dari medsos yang diserap masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjawab Sumut Pos, Kamis (5/3).

Bahkan ungkap dia, wabah MERS dan SARS lebih berat daripada Covid-19. Sebab, Covid-19 menurut informasi yang dia peroleh, tingkat penanggulangan dan kesembuhan orang yang terjangkit lebih tinggi ketimbang wabah yang pernah mengguncang dunia. “Saya tidak mengerti pola pikir orang-orang dalam bermedsos ini, banyak informasi yang aneh-aneh berserak di medsos dan masyarakat kita justru memercayainya,” ujarnya.

Alhasil sambung Alwi, kondisi ini menjadikan masyarakat resah dan mati ketakutan dalam menyikapi penyebaran wabah Covid-19. Padahal, lagi-lagi ia menekankan, meski dari segi keganasan sebenarnya virus korona lebih rendah dibandingkan virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan flu burung. “Saya ingat ketika flu burung lalu, sebenarnya lebih berat penanganannya dan tingkat kematian orang-orang yang terjangkit juga tinggi. Tapi karena zaman sekarang masyarakat kita lebih percaya medsos, kepanikan luar biasa terjadi dan kondisinya semakin sulit dikendalikan,” katanya.

Pemprovsu sejauh ini sudah gencar menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Pasca rakor yang dipimpin Wagubsu Musa Rajekshah kemarin, masyarakat diedukasi agar memahami gejala klinis tentang corona. Antara lain demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu. Sedangkan untuk aspek pencegahan, masyarakat diminta sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang, perbanyak makan sayur dan buah, hati-hati kontak dengan hewan, rajin olahraga dan istirahat cukup, jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak, serta bila batuk, pilek dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Tak hanya itu, Pemprovsu juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang, jangan resah dan tidak panik serta tidak menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Masyarakat diminta untuk tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat serta tetap menjaga stamina agar daya tahan tubuh terjaga. Pemprovsu mengingatkan tidak perlu menimbun sembako karena akan mengganggu perekonomian, serta jika ada gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas segera menemui petugas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Alwi sebelumnya menyampaikan, dalam pengawasan wabah virus itu pemeriksaan ketat dilakukan terhadap warga negara asing (WNA) yang datang ke Indonesia baik lewat bandara ataupun pelabuhan. Namun, karena sudah ada WNI yang positif korona maka saat ini pemeriksaan tersebut juga dilakukan terhadap WNI atau kedatangan dalam negeri.

Ia menyatakan, saat ini selain RSUP HAM ada beberapa rumah sakit telah ditetapkan Kementerian Kesehatan menjadi alternatif terkait persoalan korona ini. Diantaranya RSU Kabanjahe, RSU Pematang Siantar, RSU Tarutung, dan RSU Padangsidimpuan. Pun begitu, sambung Alwi, diharapkan nantinya tidak hanya RSUP HAM yang menjadi rujukan pasien suspect korona. Artinya, seluruh rumah sakit pemerintah dapat menjadi rujukan. “Selain dari 5 rumah sakit yang sudah siap ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, ada sejumlah rumah sakit yang menyatakan juga siap. Yaitu RS USU, RS Bhayangkara Medan, RSU Haji dan RSU Lubukpakam. Hal ini untuk mengantisipasi jika 5 rumah sakit tersebut kamar pasiennya penuh,” sebut dia.

FKTP Diminta Beri Perhatian Khusus

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) diminta memberi perhatian khusus terhadap masyarakat yang menunjukan gejala-gejala terindikasi diagnosis penyakit akibat virus corona atau Covid-19. Hal ini tak lain untuk mengantisipasi penyebaran virus yang kini tengah menyebar ke Indonesia.

“Kami mengimbau khususnya FKTP untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) yang menunjukan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat virus Covid-19,” ungkap Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris saat berkunjung ke Puskesmas Teladan, Kamis (5/3).

Fachmi menyebutkan, FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS. Selain itu, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. “Sehari sebelumnya, telah dibuat surat ke FKTP dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan seluruh Indonesia tentang hal ini. Untuk memastikan pelaksanaan upaya penanganan peserta JKN-KIS apabila ada yang terindikasi diagnosis penyakit akibat Covid-19, maka dilakukan kunjungan ke lapangan,” sebutnya yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi.

Tak hanya ke Puskesmas Teladan, Fachmi juga memastikan pelayanan di Klinik Medan Medical Center (MMC) Jalan Multatuli. Saat di klinik tersebut, Fachmi melakukan dialog dengan pasien yang sedang berobat. Dalam dialog diketahui tak ada yang baru melakukan perjalanan ke luar negeri dan juga melakukan interaksi dengan orang yang baru melakukan perjalanan ke luar negeri.

Namun demikian, ada pasien yang mengalami demam dan batuk ringan. Oleh karena itu, dia meminta kepada pengelola klinik dan tenaga medis agar melayani peserta JKN-KIS dengan sebaik-baiknya serta mengikuti prosedur dengan benar.

Fachmi mengaku, kunjungan yang dilakukan ke FKTP di Medan bertujuan juga untuk melakukan edukasi ke peserta JKN-KIS guna memanfaatkan aplikasi Mobile JKN dan memastikan pelaksanaan antrian online. Tahun 2020 ini, BPJS Kesehatan menetapkan sebagai tahun pelayanan dan kepuasan peserta.

Pelaksanaan antrian online bagian dari upaya tersebut. Dengan memanfaatkan aplikasi Mobile JKN, peserta akan mendapatkan kemudahan dalam pelayanan administrasi bagi peserta JKN-KIS termasuk di dalamnya terdapat fitur pendaftaran layanan secara online. “Isu yang terus ada, kan mengenai antrean peserta JKN-KIS, untuk itu BPJS Kesehatan menambahkan fitur pendaftaran layanan berbasis antrian online yang ada di aplikasi Mobile JKN. Dengan begitu, isu antrian ini dapat terselesaikan. Selain itu, peserta Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) juga dapat melakukan skrining kesehatan dan konsultasi di aplikasi ini,” ujar Fachmi.

Ia menambahkan, melalui antrian online ini peserta JKN-KIS bisa langsung mendapatkan nomor antrian hanya dengan ponsel pintarnya. Tak hanya itu, peserta JKN-KIS juga tahu perkiraan jam pelayanannya. “Makanya kami datang kesini juga mau mengecek, apakah sudah melaksanakan antrian berbasis elektronik? Setelah dicek, ternyata sudah berjalan dan sekarang tinggal pesertanya didorong untuk dapat memanfaatkannya dengan men-download aplikasi Mobile JKN,” tambah Fachmi.

Sementara, Direktur Klinik MMC dr Budi Esnizar mengaku, sudah menerima imbauan dari BPJS Kesehatan untuk memastikan penanganan virus corona. Ia juga sudah juga menginstruksikan jajarannya untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peserta JKN-KIS yang datang, untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut. “Kami juga telah menyiapkan penatalaksanaan pelayanan serta kewaspadaan terhadap virus corona. Begitu kita temukan, langsung kita hubungi pihak rumah sakit rujukan untuk menjemput apabila ada pasien suspect virus corona,” ujar Budi. (prn/ris)

Raja & Ratu Belanda akan Berfoto di Bukit Singgolom

PERSIAPAN: Dirut BOPDT, Arie Prasetyo mendampingi Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meninjau persiapan penyambutan Raja dan Ratu Belanda di Kabupaten Toba, Sumut.
PERSIAPAN: Dirut BOPDT, Arie Prasetyo mendampingi Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meninjau persiapan penyambutan Raja dan Ratu Belanda di Kabupaten Toba, Sumut.
PERSIAPAN:  Dirut BOPDT, Arie Prasetyo mendampingi Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meninjau persiapan penyambutan Raja dan Ratu Belanda di Kabupaten Toba, Sumut.
PERSIAPAN: Dirut BOPDT, Arie Prasetyo mendampingi Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meninjau persiapan penyambutan Raja dan Ratu Belanda di Kabupaten Toba, Sumut.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Meski dunia tengah khawatir dengan wabah virus corona, Raja dan Ratu Belanda, Willem Alexander dan Maxima, dijadwalkan tetap berkunjung ke tanah air. Hingga saat ini belum ada perubahan jadwal kunjungan Raja dan Ratu Belanda pada 9 hingga 13 Maret 2020.

“Kunjungan ini merupakan undangan dari Presiden Joko Widodo. Ini merupakan kunjungan pertama mereka dalam 25 tahun terakhir. Pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan diri menyambut kedatangan Raja dan Ratu Belanda,” kata Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan kepada wartawan usai meninjau persiapan penyambutan Raja dan Ratu Belanda di Kabupaten Toba, Kamis (5/3).

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima awalnya akan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Selanjutnya melakukan perjalanan ke Yogyakarta, Kalimatan, dan terakhir ke Danau Toba, Sumatera Utara.

“Tanggal 13 Maret, Raja dan Ratu dijadwalkan berkunjung ke kawasan wisata Danau Toba seharian. Karena itu kami juga melakukan koordinasi persiapan kunjungan tersebut dalam rapat tadi,” sebut Luhut.

Menyikapi wabah virus Corona yang berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Luhut mengatakan, tidak perlu panik. Menurutnya, Pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah yang tepat.

“Tidak perlu terlalu panik, tapi tetap waspada. Pemerintah sudah memberi imbauan. Semua dipantau dengan baik, seperti di bandara sekarang itu semua orang diperiksa dengan scanning temparature. Kalau ada teman yang batuk, pilek, dan panas, segera melaporkan diri ke faskes. Segera ditelusuri dengan siapa saja ia melakukan kontak. Langkah itu sebagai antisipasi virus corona yang sedang mewabah di dunia. Tapi kita perlu bersyukur, jumlah (positif corona) di Indonesia belum seperti di negara-negara lain,” jelas Luhut.

Fokus 10 Spot

Tentang penataan kawasan wisata Danau Toba, Luhut mengatakan tahap awal ditargetkan selesai pertengahan tahun 2020 ini. Pemerintah Indonesia fokus dalam pembangunan dimulai dari rumah, hotel, homestay, jalan, kebersihan, budaya, pertanian, hingga manusianya.

“Tadi kami melakukan rapat yang membicarakan 39 spot wisata yang kita sepakati dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Lalu dari 39 itu kita perkecil menjadi sekitar delapan hingga 10 spot saja. Agar kita bisa lebih fokus. Kami hitung berapa yang bisa kita langsung danai, sehingga bisa selesai Juni. Kami kerjakan semua,” sebut Luhut.

Pemerintah, lanjut Menko Luhut, berupaya semaksimal mungkin untuk membuka akses transportasi dan infrastruktur, agar secepat mungkin tersedia di kawasan Danau Toba.

“Di Otorita Sibisa, sudah ada beberapa investor yang mau masuk. Untuk para investor itu, kami akan menyelesaikan tiga ruas jalan, listrik, dan IPAL (Instalasi Pengolahan Limbah). Ini sudah ditenderkan dan akan dikerjakan bulan April. Dengan demikian, sekitar Mei atau Juni konstruksinya sudah bisa dimulai. Proyek ini sempat tertunda sekitar 8 bulan karena alasan sengketa tanah, tetapi sekarang sudah selesai. Agar (kawasan wisata ini) dapat segera kita jual,” pungkasnya.

Berfoto di Bukit Singgolom

Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo, mengungkapkan kunjungaan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda, memberikan peluang bagi pengembangan Danau Toba. Misalnya soal kualitas air dan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

“Rombongan Raja Belanda membawa 100 lebih pengusaha dari Belanda. Tapi acara trade missionnya akan diadakan di Jakarta,” kata Arie kepada wartawan.

Dengan potensi investasi yang baik dan keamanan para investor terjamin, menurut Arie, para pengusaha asal Belanda pasti melirik Indonesia menjadi negara tujuan investasi mereka untuk mengembangkan usaha bersama. “Tadi Pak menko menyampaikan bahwa Belanda adalah negara Eropa dengan investasi terbesar di Indonesia,” jelas Arie.

Selama di Danau Toba, Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi sejumlah objek wisata. Kunjungan ini dipastikan akan memberikan dampak positif promosi dan kunjungan wisman Eropa —khususnya Belanda— ke danau vulkanik terbesar di dunia ini.

“Bukit Singgolom memiliki view dengan latar Danau Toba. Nanti Raja Belanda akan mengambil foto shoot dan akan dishare kepada media-media Belanda,” kata Arie.

Tidak jauh dari Bukit Singgolom, Ratu dan Raja akan bertolak ke Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihutan, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobasa. Di desa ini, mereka akan melihat rumah adat Batak berusia ratusan tahun, dan masih ditempati oleh masyarakat.

“Beliau (Raja dan Ratu) akan mengunjungi sejumlah tempat di Toba, sebelum mendatangi Pulau Samosir menggunakan kapal. Selanjutnya, kunjungan berakhir di Parapat (Kabupaten Simalungun) untuk melakukan jumpa pers secara resmi,” tandas Arie. (gus)

Didakwa Terima Suap Rp1,2 Miliar, Eldin Ajukan Eksepsi

SIDANG: Wali Kota Medan nonaktif, HT Dzulmi Eldin menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (5/3). agusman/sumut pos
SIDANG: Wali Kota Medan nonaktif, HT Dzulmi Eldin menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (5/3). agusman/sumut pos
SIDANG: Wali Kota Medan nonaktif, HT Dzulmi Eldin menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri  Medan, Kamis (5/3).  agusman/sumut pos
SIDANG: Wali Kota Medan nonaktif, HT Dzulmi Eldin menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (5/3). agusman/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan nonaktif, T Dzulmi Eldin, menjalani sidang perdana di Ruang Cakra 1 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (5/3). Eldin didakwa jaksa menerima uang setoran dari sejumlah Kadis dan pejabat Eselon II sebesar Rp2,1 miliar.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Iskandar Marwanto menyebutkan, kasus suap Eldin berawal dari kekurangan anggaran kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)n

“Terdakwa pada pertengahan bulan Juli 2018 menerima laporan dari Samsul Fitri tentang dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan kegiatan Apeksi di Tarakan Kalimantan Utara, sejumlah Rp200 juta. Namun yang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak mencapai jumlah tersebut,” ucapnya di hadapan majelis hakim yang diketua Abdul Azis.

Mendapat laporan itu, terdakwa kemudian memberikan arahan untuk meminta uang kepada Para Kepala OPD/ Pejabat Eselon II dan Samsul Fitri menyatakan kesanggupannya.

“Samsul Fitri di hadapan terdakwa kemudian membuat catatan Para Kepala OPD/ Pejabat Eselon II yang akan dimintai uang serta perkiraan jumlahnya, yang mencapai Rp240 juta. Atas catatan perhitungan Samsul Fitri tersebut, terdakwa menyetujuinya,” urai jaksa.

Namun ternyata, permintaan Eldin melalui Samsul Fitri, hanya terkumpul Rp120 juta. Dalam kesempatan lain, permintaan Dzulmi Eldin ternyata terus berlanjut. Terakhir, ia meminta uang pegangan dan perjalanan selama menghadiri undangan acara Program Sister City di Kota Ichikawa Jepang pada Juli 2019.

Penghitungan kebutuhan dana akomodasi kunjungan ke Jepang tersebut sejumlah Rp1,5 miliar. Sedangkan APBD Kota Medan mengalokasikan dana hanya Rp500 juta.

ELdin kemudian mengarahkan Samsul Fitri untuk meminta uang kepada Kepala OPD yang akan ikut dalam rombongan ke Jepang tersebut. Keseluruhan uang yang dikumpulkan terdakwa dari para kepala OPD yang disetorkan ke Dzulmi Eldin, totalnya mencapai Rp2,1 miliar lebih.

“Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” tandas jaksa.

Atas dakwaan jaksa, terdakwa melalui pengacaranya Junaidi Matondang, langsung mengajukan eksepsi. Ia menyebut, ada kekeliruan KPK dalam menulis surat dakwaan.

“Syaratnya harus cermat, singkat, jelas. Kami melihat ada absurditas di dalam surat dakwaan, di mana ada keterangan saksi yang ada di dalam surat dakwaan itu,” ucapnya.

Ia menyatakan, kekeliruan tersebut didapatkan dalam surat dakwaan yang menyebutkan Eldin mendapatkan uang Rp2,1 miliar. Padahal utang hanya mencapai Rp1,4 miliar.

Ia berharap, eksepsi yang diajukan dapat menyempurnakan isi dakwaan yang harusnya menjadi patron persidangan. “Kami berharap, eksepsi yang kami ajukan ini, bukan untuk mencari-cari kesalahan, namun mencari kesempurnaan. Karena ada ketidakcermatan dalam surat dakwaan tersebut. Surat dakwaan seharusnya menjadi patron dari persidangan untuk disempurnakan,” jelasnya.

Disinggung mengenai nama Eldin yang dibawa-bawa dalam sidang Isa Ansyari dan Samsul Fitri sebagai pengendali tindak pidana korupsi, penasihat hukum menyatakan itu adalah hak mereka.

“Ya itukan memang hak mereka. Itu ‘kan kata mereka. Nanti kita buktikan. “Kan itu masih tuduhan? Emang kalau mereka menjawab seperti itu, Dzulmi Eldin bersalah? Kan tidak. Dzulmi Eldin juga memiliki hak untuk menyatakan bahwa itu keliru,” pungkasnya. (man)

Bandara KNIA Disemprot Disinfektan

DISINFEKTAN: Petugas menyemprotkan disinfektan di Bandara Kualanamu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, Kamis (5/3). batara/sumut pos
DISINFEKTAN: Petugas menyemprotkan disinfektan di Bandara Kualanamu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, Kamis (5/3). batara/sumut pos
DISINFEKTAN: Petugas menyemprotkan disinfektan di Bandara Kualanamu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, Kamis (5/3).  batara/sumut pos
DISINFEKTAN: Petugas menyemprotkan disinfektan di Bandara Kualanamu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, Kamis (5/3). batara/sumut pos

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – UPAYA pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19 terus dilakukan di dua pintu masuk Sumatera Utara, Bandara Internasional Kualanamu dan Pelabuhan Belawan. Pencegahan dilakukan sesuai ketentuan standar prosedur Karantina Kesehatan Pelabuhan sebagai pintu masuk melalui pelabuhan udara dan laut.

Manajeman Kantor Cabang PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, melakukan penyemprotan cairan disinfeksi, Kamis (5/3). Pelaksana Tugas (Plt) Manager Branch Comm & Legal Bandara Kualanamu, Paulina Simbolon mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan disinfeksi di area kedatangan dan area keberangkatan terminal internasional maupun dosmestik meliputi seluruh area gedung terminal.

Diterangkannya, penyemprotan cairan disinfektan ini dilakukan bersama-sama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Internasional Kualanamu. Dan akan dilaksanakan secara rutin pada saat low hours.

Diharapkan, penyemprotan cairan itu dapat membunuh mikroorganisme berbahaya tersebut untuk mencegah adanya penyebaran Virus Corona atau COVID-19 yang kemungkinan menempel pada fasilitas lengan tangan, pegangan pintu, serta handle eskalator, trolley, kursi toilet, dan area lainnya.

Selain menyemprotkan cairan disinfektan, PT Angkasa Pura II juga menyediakan sejumlah tempat hand sanitizer di area terminal yang mudah terlihat dan dijangkau pengguna jasa bandar udara seperti area departure, Area Pier, Area Kedatangan dan Area Arrival.

Selain itu, KKP Bandara Internasional Kualanamu telah menambahkan Thermal Scanner di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Kualanamu untuk mengantispasi masuknya virus corona melalui penumpang domestik. “Kami berharap pengguna jasa kebandaraan khususnya di KNIA untuk tidak kuatir dalam penanganan pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang telah dilakukan di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, segala upaya telah dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa khususnya,” katanya.

Pelindo 1 Tingkatkan Pencegahan

Upaya pencegahan juga dilakukan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 di seluruh pelabuhan yang menjadi pintu masuk Indonesia, baik domestik maupun internasional. Peningkatan pencegahan penyebaran sejalan dengan arahan Pemerintah dalam Surat Edaran Kementerian BUMN dengan Nomor SE-1/MBU/03/2020 tentang kewaspadaan terhadap penyebaran Corona Virus Disease.

Tak hanya itu, Pelindo 1 juga melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran virus untuk seluruh penumpang, awak kapal, dan seluruh pegawai serta stakeholders terkait di lingkungan Pelindo 1.

Upaya pengawasan yang dilakukan Pelindo 1 dilakukan sejak kapal akan bersandar di pelabuhan dengan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke seluruh awak kapal dan kapal dapat dilayani setelah berstatus bebas karantina.

Pelaksanaan dilakukan dengan penerapan di seluruh pelabuhan milik Pelindo 1 yang meliputi provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau yang melayani bongkar muat cargo domestik maupun internasional terutama dari negara asal cargo (impor) yang terdampak Virus Corona.

Untuk area terminal penumpang, telah dipasang thermal scanner untuk pemeriksaan suhu tubuh para penumpang di seluruh terminal penumpang yang meliputi Terminal Penumpang Tanjungpinang, Belawan, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Asahan, dan Dumai. Para penumpang yang turun dari kapal langsung dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Pelindo 1 memasang papan informasi yang berisi tentang bahaya virus Corona serta cara pencegahannya, menyediakan hand sanitizer serta membagikan masker kepada para penumpang. Pelindo 1 terus berkoordinasi dengan KKP dan atau Dinas Kesehatan setempat, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan Kementerian Perhubungan melalui Otoritas Pelabuhan dan Kantor Syahbandar serta sejumlah instansi terkait lainnya dalam pengawasan dan pencegahan penyebaran virus corona.

Pelindo 1 mewajbkan seluruh petugas operasional dan para pandu untuk selalu menggunakan masker khusus, Alat Pelindung Diri (APD), kaca mata, dan sarung tangan dalam melakukan tugasnya.

Selain itu, Pelindo 1 juga melakukan sosialisasi antisipasi penyebaran virus corona kepada para pegawai di seluruh cabang Pelindo 1. Upaya yang dilakukan meliputi melakukan pemeriksaan suhu tubuh para pegawai saat memasuki wilayah kantor, mensosialisasikan tata cara mencuci tangan secara teratur, menyediakan hand sanitizer di beberapa tempat, memasang poster informasi, menghimbau kepada pegawai yang terkena batuk dan flu untuk menggunakan masker serta mengambil cuti bagi yang sakit, dan menangguhkan perjalanan ke luar negeri terutama ke negara yang terdampak COVID-19.

SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo 1 M. Eriansyah, Kamis (5/3), menerangkan bahwa berbagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona telah dilakukan Pelindo 1 sejak awal tahun 2020. “Pelindo 1 turut aktif dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi pencegahan penyebaran Virus Corona di lingkungan Pelindo 1 baik itu untuk awak kapal, penumpang, pegawai, dan juga melalui media sosial untuk masyarakat umum. Pelindo 1 terus mendukung pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan wabah Corona,” terang M. Eriansyah. (btr/fac)

Cegah Secondwave, Uji Virus Diperluas, Dunia Bersatu Kembangkan Vaksin Covid-19

PEMERIKSAAN Petugas dari Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa suhu tubuh penumpang kapal. Pelindo 1 terus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap penyebaran virus Covid-19 di seluruh pelabuhan.
PEMERIKSAAN Petugas dari Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa suhu tubuh penumpang kapal. Pelindo 1 terus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap penyebaran virus Covid-19 di seluruh pelabuhan.
PEMERIKSAAN Petugas dari Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa suhu tubuh penumpang kapal. Pelindo 1 terus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap penyebaran virus Covid-19 di seluruh pelabuhan.
PEMERIKSAAN Petugas dari Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa suhu tubuh penumpang kapal. Pelindo 1 terus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap penyebaran virus Covid-19 di seluruh pelabuhan.

SUMUTPOS.CO – Covid-19 pada dasarnya tidak begitu berbeda dengan penyakit flu lainnya. Masyarakat sejak lama sudah punya penangkalnya. Yakni, lewat imunitas tubuh yang kuat. Meskipun demikian, para ahli virus dunia saat ini sedang berhimpun membuat penangkalnya, untuk mencegah secondwave atau serangan gelombang kedua. Penangkap dibuat bermodalkan sampel dari kasus-kasus yang sudah ada.

HAL ITU disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Bina Graha kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).

Dia menjelaskan, WHO sudah membuat semacam komunitas bagi para ahli virologi dari berbagai negara untuk memecahkan persoalan Covid-19. Mengingat penyakit tersebut adalah fenomena global.

Beberapa negara, tuturnya, sudah menemukan sejumlah sampel dan diujicobakan secara lokal. Khususnya di Tiongkok. ’

’Karena sampelnya banyak dan memberikan gambaran yang bagus,’’ terangnya Namun gambaran itu belum bisa menjadi standar baku dunia. Hasil dari uji cob itu harus dibawa ke forum ahli di WHO untuk dibicarakan lebih lanjut.

Menurut Yuri, panggilan Achmad Yurianto, ahli virologi Indonesia baik di Surabaya maupun Jakarta dan daerah lain, sudah tergabung dalam komunitas itu. ’’Tidak mungkin Indonesia akan mengembangkan sendiri. Sementara sampel yang kita miliki baru dua,’’ lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, hingga saat ini secara resmi WHO dan dunia belum menemukan obat yang spesifik untuk virus SARS-Cov-2. Juga belum menemukan vaksin yang spesifik untuk virus tersebut. Namun sebagaimana umumnya virus, lawan utamanya bukan obat atau vaksin. Melainkan daya tahan tubuh yang baik.

Karena itu, pemerintah tidak mengandalkan vaksin sebagai satu-satunya cara menangkal virus SARS-Cov-2. Justru yang diutamakan adalah self immune. ’’Covid-19 itu juga influenza. Mestinya kita juga menyikapinya seperti itu,’’ tutur sekretaris Ditjen P2P Kemenkes itu.

Maka treatment yang dilakukan adalah memperbaiki imunitas pasien. Terbukti, lebih dari 50 persen pasien positif Covid-19 sembuh lewat penguatan self immune.

Mengenai kasus 1 dan 2 yang menjadi pasien pertama Positif Covid-19 di Indonesia, Yuri sudah mendapatkan data selama tiga hari berturut-turut. Kedua pasien sejak datang sampai saat ini tidak pernah menggunakan oksigen karena tidak sesak, ataupun infus karena tidak ada kondisi berat. Saat ini mereka masih batuk yang jarang dan sudah tidak panas.

Rencananya, hari kelima sejak masuk RS, yakni hari ini, akan diperiksa ulang virusnya. Bila hasilnya negatif, maka mereka akan diperiksa lagi dua hari kemudian. ’’Manakala hasilnya negatif, maka akan kita pulangkan,’’ ujar Yuri. Itu standar yang digunakan di seluruh untuk menyatakan kesembuhan pasien Covid-19

Metode perbaikan imunitas diterapkan pada kasus 1 dan 2 yang menjadi pasien pertama positif Covid-19 di Indonesia. Keduanya diterapi dengan menggunakan berbagai suplemen yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh. ’’Kita isolasi tujuannya adalah agar tidak menular ke orang lain,’’ terang pria yang sempat berkarier sebagai dokter militer itu.

Isolasi bukan bertujuan untuk pengobatan atau treatment. Melainkan hanya mencegah mereka menjadi episentrum baru. Treatment yang dilakukan juga bukan untuk menghilangkan virus. Melainkan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga virus tidak bisa berkembang dan mati dengan sendirinya. Karena virus SARS-Cov-2 hanya bisa berkembang dalam sel hidup orang yang sedang sakit atau ketahanan tubuhnya lemah.

Sebagai gambaran, jumlah pasien positif Covid-19 di Tiongkok mencapai lebih dari 90 ribu orang. Hingga saat ini, pertambahan kasus yang positif terus menurun. Dari jumlah itu, sekitar 55 ribu dinyatakan sembuh. ’’Sebagian besar adalah pada bentangan usia 35 sampai 40 tahun,’’ urainya. Artinya, yang sembuh adalah mereka yang sedang dalam usia produktif dan ketahanan tubuhnya baik.

Sebaliknya, profil pasien yang meninggal didominasi para lansia berusia 65-75 tahun. ’’Hampir 70 persen memiliki penyakit yang kita sebut kumorbit, penyakit kronis yang diderita sebelum terinfeksi,’’ jelasnya.

Seperti penyakit jantung kronis, diabetes, gagal ginjal, dan beberapa penyakit paru yang bisa mempengaruhi daya tahan tubuh yang bersangkutan.

Para lansia tersebut tertular saat sedang memiliki penyakit-penyakit itu. Alhasil, mereka cepat tumbang karena kondisi tubuhnya memang sedang tidak baik. Merekalah yang akhirnya dinyatakan meninggal setelah terkena Covid-19.

Bersiap Hadapi Gelombang Kedua

Saat ini, pemerintah maupun dunia sedang fokus pula untuk menghadapi gelombang kedua penularan virus SARS-Cov-2. Di mana penularan di luar Tiongkok berlangsung cepat. Dalam sehari ada 20 negara baru yang melaporkan kasus positif. ’’Ini artinya bahwa penderita dengan Covid-19 di dalam tubuhnya tidak terdeteksi di pintu masuk negara manapun,’’ ujar Yuri.

Deteksi yang dilakukan negara-negara itu mengandalkan thermal scanner dan thermal gun penderita tidak terdeteksi karena gejalanya semakin ringan. Panasnya tidak tinggi, batuknya juga tidak terlalu terlihat, bahkan dalam beberapa temuan ada yang asimtomatis atau tanpa gejala.

Itu artinya, virus di dalam tubuh penderita tersebut tidak sempat mereplikasi atau beranak pinak. Kalau virus tersebut bisa beranakpinak, dipastikan orang yang membawanya akan demam. Bila virus tersebut banyak di saluran pernafasan, akan memicu lender dan merangsang batuk. Bila sampai saluran pernafasan bawah, akan memicu gagal nafas atau pneumonia.

Yang terjadi saat ini, virus tidak bisa berkembang dengan cepat. ’’Kemungkinan yang paling besar adalah daya tahan tubuhnya bagus atau virusnya semakin melemah,’’ tutur Yuri. Dampaknya, masa inkubasi juga menjadi lebih panjang. Tidak lagi 14 hari. Karena itu, kini seluruh dunia sepakat bahwa observasi terhadap orang yang diduga dalam tubuhnya ada virus dilakukan 2×14 hari.

Di Indonesia, pemerintah melakukannya terhadap ABK World Dream. Mereka sudah melalui 14 hari pertamanya di kapal. Kemudian dijemput oleh pemerintah untuk menjalani observasi 14 hari kedua di pulau Sebaru. Begitu pula dengan ABK Diamond Prince.

Perlakuan terhadap mereka berbeda dengan para WNI yang dievakuasi dari Wuhan. Mereka dievakuasi saat sebaran penyakit gelombang pertama. Saat itu, virus yang masuk akan segera memunculkan gejala yang berat dan cepat berkembang. Situasinya berbeda dengan saat ini.

Mirip SARS

Fenomena itu mirip kejadian 2002, saat kali pertama muncul SARS. Setahun kemudian, SARS menjadi flu musiman. Virusnya masih ada tetapi dampaknya hanya flu biasa. Berikutnya H1N1 atau flu babi di 2009 yang angka kematiannya tinggi. Saat ini juga sudah menjadi flu biasa.

’’Setiap orang batuk pilek di Indonesia kalau kita periksa kemungkinan besar kita akan dapat H1N1,’’ terangnya. Begitu pula MERS yang menular melalui unta.

Ahli mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Fera Ibrahim SpMK(K), menyatakan bahwa penelitian Covid-19 sangat dinamis. Pada gelombang kedua ini, belum diketahui persis kondisi virusnya. Hal ini menyebabkan spektrum gejalanya luas. Bahkan tidak bergejala.

Meski demikian, mereka yang positif Covid-19 namun tidak bergejala, jika diuji laboratorium akan menunjukkan virusnya. Pada penelitian yang ada, menurut Fera ditemukan SARS Cov-2 (nama virus Covid-19) pada spesimen yang diteliti. Terutama pada dahak. Secara tak langsung, Fera menyatakan bahwa perlunya pengambilan spesimen meski tak menunjukkan gejala.

“Pencegahannya dengan PHBS (pola hidup bersih dan sehat). Sebab infeksi tak hanya dari corona,” tuturnya.

PHBS yang dimaksud Fera antara lain cuci tangan dengan sabun dan air mengali, makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan berolahraga. Selain itu juga menutup dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk serta bersin.

Perluas Pemeriksaan Virus

Di sisi lain, anak buah kapal Diamond Princess mulai dipindahkan ke Pulau Sebaru Kecil kemarin. Sebelumnya, mereka berada di KRI Soeharso. Di dalam kapal tersebut, mereka dilakukan pemeriksaan lengkap. Total ada 69 ABK yang pulang pada 1 Maret lalu. Dari jumlah tersebut, satu orang masih tinggal di KRI Soeharso dikarenakan masih mengalami batuk.

Atas dasar itu pula, pemerintah memperluas pemeriksaan virus. Penularan Covid-19 memiliki empat level. Yang terendah disebut dengan orang dalam pemantauan (ODP). Mereka adalah orang-orang yang datang dari negara-negara yang banyak terjadi penularan. Seperti Tiongkok, Korsel, Jepang, Iran, Italia, Singapura, atau Malaysia.

ODP bukanlah orang sakit. Mereka hanya berasal dari negara yang banyak terjadi penularan. Kategorisasi ODP dilakukan untuk memudahkan tracing bila di kemudian hari terjadi sesuatu terhadap mereka, yang terkait Covid-19.

Bila para ODP ini mengalami sakit batuk, panas, dan sesak nafas, barulah mereka dimasukkan ke dalam level kedua. Yakni, pasien dalam pengawasan (PDP). Pada fase ini, mereka akan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Selain dirawat, mereka akan diwawancarai apakah ada riwayat kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19.

Kalau mereka sempat kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19, statusnya dinaikkan menjadi suspect. Di level inilah pemeriksaan virus dilakukan. Untuk memastikan apakah mereka tertular Covid-19 dari kontak dekat sebelumnya atau tidak. Kalau hasilnya positif, maka pemerintah akan mengumumkan dan mereka diisolasi untuk mencegah penularan.

Beberapa waktu belakangan, pemeriksaan virus di Indonesia diperluas. Bila sebelumnya pemeriksaan baru dilakukan di level suspect, saat ini PDP juga langsung menjalani uji virus. Itulah cara pemerintah mengantisipasi gelombang kedua penularan Covid-19 yang semakin minim gejala.

Saat ini, secara keseluruhan Kemenkes memiliki 423 spesimen PDP. 156 di antaranya berasal dari 35 RS di 23 provinsi. 2 dari 156 spesimen sudah dinyatakan positif Covid-19, yakni kasus 1 dan 2. Lalu ada sembilan spesimen yang masih menunggu kroscek hasil pemeriksaan menggunakan genum sequencing. ’’Yang lainnya negatif,’’ ungkap Yuri.

Selama ini, metode pemeriksaan untuk menentukan kasus tidak hanya menggunakan satu macam metode yakni PCR (polymerase chain reaction). PCR adalah metode untuk mengetahui reaksi cepat kurang dari 24 jam. Setelah diperiksa menggunakan metode PCR, dilanjutkan dengan metode kedua, yakni genum sequencing yang memerlukan waktu tiga hari untuk mengetahui hasilnya.

Kelompok PDP kedua adalah ABK World Dream. Seluruh ABK yag berjumlah 188 sudah menjalani pemeriksaan virus dan dinyatakan negatif. Kelompok berikutnya berjumlah 69 orang, yakni ABK Diamond Princess. 68 orang negatif, sementara satu orang masih didalami pemeriksaannya.

Kelompok keempat ada 11 orang. Mereka adalah orang-orang yang menjalani kontak dengan WN Jepang yang sempat berbur di Bali pada 15-19 Februari lalu. WN Jepang itu dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali ke negaranya. Ke-11 orang tersebut sudah menjalani uji virus dan hasilnya negatif.

Kluster terakhir adalah mereka yang berhubungan dengan kasus 1 dan 2. Sejauh ini, Kemenkes sudah mendapatkan 14 orang yang menyanggupi akan datang ke RS untuk diperiksa. Mereka terus berkomunikasi dengan dinas kesehatan.

Contact Tracing

Disinggung mengenai contact tracing, Yuri memastikan dilakukan secara mendalam. Dia mencontohkan pencarian orang-orang yang kontak dengan WN Jepang di Bali. Berawal dari informasi dari otoritas Jepang bahwa ada warganya yang baru pulang berlibur di indoensia dan kemudian positif Covid-19. Pihaknya meminta KBRI mencari identitas.

Berdasarkan identitas itu, pihaknya mengecek melalui tracking imigrasi. Tanggal berapa masuk dan keluar dari Indonesia. Dicek pula di bagian kesehatan karantina terkait health alet card. Kemenkes lalu mencari dan mendatangi hotelnya. Di situ diperoleh informasi apa saja aktivitas sang pasien.

’’Kebetulan dia melakukan kegiatan di ubud dengan mobil carter. Kita cari sopirnya siapa,’’ tuturnya. Termasuk siapa yang melayani room serviced kamar hotelnya. Didapatlah 11 orang yang kontak dekat, lalu dilakukan pemeriksaan fisik dan virusnya. Hasilnya, semuanya negatif.

Di sisi lain, untuk saat ini stok alat pelindung diri (APD) yang dipakai petugas kesehatan masih cukup untuk penanganan kasus Covid-19. Namun jika kasus di Indonesia menjadi banyak, Yuri mengkhawatirkan stok akan berkurang. Apalagi Indonesia tidak bisa lagi mengimpor dari Tiongkok. Sebab negara tersebut masih belum bisa mengekspor.

“Kami cari. Beberapa waktu lalu kami dapat isyarat dari Den Haag (Belanda) mau bantu,” ucapnya.

Sementara jika ada rumah sakit yang kekurangan, maka akan diambilkan dari rumah sakit lain. “Kemarin RSPI Sulianti Saroso segera butuh APD, maka kami geser dari RS lain,” tuturnya. Namun dia menyangkal bahwa kurang dan tidaknya APD tidak terlihat dari satu rumah sakit saja.

APD menjadi salah satu yang penting dalam menghadapi second wave Covid-19. Seperti diketahui bahwa pada second wave ini penyebaran begitu cepat. Pada orang yang positif, belum tentu memiliki gejala. Sehingga bisa saja tidak terdeteksi. (byu/lyn/riz)

Pembangunan Puskesmas Bangun Purba Dilelang Ulang

ilustrasi lelang proyek
ilustrasi lelang proyek

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bangunan Puskesmas di Kecamatan Bangun Purba yang belum rampung pengerjaannya akan dilelang ulang melalui Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD 2020) Pemkab Deliserdang.

Dinas Kesehatan Deliserdang sengaja memutus kontrak rekanan, karena penyelesaian bangunan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Bangunan sudah 34 persen, dan kami sudah bayar DP 20 persen,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista, Kamis (5/3) di Lubukpakam.

Menurut dia, pihak BPK hanya menyarankan agar rekanan yang menangani bangunan itu di blacklist secara nasional.

“Kalau tidak demikian, kan BPK sudah beri rekomendasi. Sudah nampak jelas di laporan keuangan Dinkes Deliserdang hanya 20 persen bangunan Puskesmas Bangun Purba,” terang Ade Budi.

Dia berjanji, untuk lebih lanjutnya penanganan bangunan itu akan ditampung di P-APBD 2020. Dan akan dihitung ulang berapa sisa pagu proyek itu yang sisa sekira 66 persen.

“Akan kita hitung ulang RAB dengan konsultan perencanaan dan akan kita lelang ulang. Di RAPBD belum bisa karena semula kita berencana tak mikirkan bangunan itu tak siap, namun ternyata tidak,” imbuh mantan Kapus Kota Datar Hamparanperak itu.

Ade Budi berharap bangunan itu selesai tepat waktu. Karena menurutnya, bangunan tersebut sangat dibutuhkan untuk kepentingan kesehatan masyarakat, terlebih di kawasan pegunungan.

“Sudah berapa kali kami datang memantau bangunan itu. Belakangan, mereka pihak rekanan menceritakan kalau ada bangunan mereka yang lain tersangkut, sehingga berimbas dengan bangunan puskesmas,”terang Ade.

Sekedar untuk diketahui, anggaran untuk bangunan puskesmas sekitar Rp3 miliar. Rekanan teken kontrak pada 17 September 2019 dan penyedia dalam pelaksanaan memgambil DP sebesar 20 persen dan dicairkan sekitar bulan Oktober 2019.

Namun Dinkes Deliserdang memberhentikan pihak rekanan karena penyelesaian bangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja pada November 2019 lalu.(btr/han)

Sekdakab Lantik Kadis Disdukcapil Labuhanbatu

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sekdakab Labuhanbatu, Ahmad Muflih melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil) Kabupaten Labuhanbatu, Maznil Khairi, Kamis (5/3).

Pelantikan atasnama Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe, ditandai dengan Surat Keputusan Bupati Labuhanbatu Nomor : 821.2/989/BKPP-I/2020.

Sekdakab Ahmad Muflih, agar Kadisducatpil yang baru dilantik dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Jabatan ini hanya amanah dan harus di pegang teguh karena ini adalah kepercayaan,” ujarnya.

Acara pengambilan sumpah jabnatan dan pelantikan Kepala dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Labuhanbatu tersebut disaksikan oleh Asisten Umum Setdakab Zaid Harahap, S.Sos, MM dan Kepala BKPP Labuhanbatu Drs. Zainuddin Siregar serta dihadiri Staf Ahli Bupati dan sejumlah Kepala OPD dijajaran Pemkab Labuhanbatu. (fdh/han)

Bupati Buka MTQ ke-45 Kabupaten Dairi

PUKUl BEDUG. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Wabup, Jimmy AL Sihombing serta unsur Forkopimda memukul bedug tanda dimulainya pelaksanaan MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Dairi di Desa Bintang Mersada Kecamatan Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
PUKUl BEDUG. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Wabup, Jimmy AL Sihombing serta unsur Forkopimda memukul bedug tanda dimulainya pelaksanaan MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Dairi di Desa Bintang Mersada Kecamatan Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
PUKUl BEDUG. Bupati Dairi,  Eddy KA Berutu didampingi Wabup, Jimmy AL Sihombing serta unsur Forkopimda memukul bedug tanda dimulainya pelaksanaan MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Dairi di Desa Bintang Mersada Kecamatan Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
PUKUl BEDUG. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Wabup, Jimmy AL Sihombing serta unsur Forkopimda memukul bedug tanda dimulainya pelaksanaan MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Dairi di Desa Bintang Mersada Kecamatan Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Wakil Bupati, Jimmy Andrea Lukita Sihombing membuka pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran Ke-45 tingkat Kabupaten di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang, Kamis (5/3).

MTQ ke-45 tingkat Kabupaten akan dilaksanakan selama tiga hari, 5-7 Maret 2020. Tema MTQ ke-45 yaitu “Melalui MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Dairi tahun 2020 kita wujudkan sumber daya manusia yang Unggul, Profesional dan Qurani untuk mewujudkan Indonesia Maju, Rukun, Madani dan Bermartabat”.

Sebelum pembukaan, diawali pawai Taaruf diikuti kalifah pelajar serta kafilah dari 15 Kecamatan.

Pawai Taaruf diawali dari depan Kantor Bupati dilepas Bupati, Eddy KA Berutu didampingi Wabup, Jimmy AL Sihombing, Ketua MUI juga Ketua LPTQ Dairi, Wahlin Munthe, Forkopimda, Pimpinan OPD, FKUB, Camat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Bupati Eddy Berutu menyampaikan, pelaksanaan MTQ diharapkan dapat menambah wawasan serta penghayatan dan cinta terhadap Alquran. MTQ ini menunjukkan martabat kita di antara saudara saudara kita di Sumatera Utara dan di seluruh Indonesia.

Bupati mengajak umat muslim di daerah itu untuk lebih rajin membaca, menghayati serta mendalami isi dan mengamalkan ajaran Alquran. Pelaksanaan MTQ merupakan sebuah wahana dalam rangka memacu perkembangan tilawah, hafalan serta pendalaman isi Alquran.

Kepada para Qori dan Qoriah, Hafiz dan Hafizah yang meraih peringkat juara dalam MTQ tingkat Kecamatan, disampaikan selamat bertanding dengan menjaga sprortifitas dan kekompakan.

Sementara itu, kepada kontingen MTQ Kabupaten Dairi yang nantinya akan bertanding di tingkat Provinsi,diharap bisa juara dan Kabupaten itu bisa masuk di 10 besar. (rud/han)

Langkat dan BNN Sumut Komit Berantas Narkoba

CENDERAMATA: Wabup Langkat, H.Syah Afandin saling bertukar cenderamata dengan Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial dalam kunjungannya di Kabupaten Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
CENDERAMATA: Wabup Langkat, H.Syah Afandin saling bertukar cenderamata dengan Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial dalam kunjungannya di Kabupaten Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
CENDERAMATA: Wabup Langkat, H.Syah Afandin saling bertukar cenderamata dengan Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial dalam kunjungannya di Kabupaten Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
CENDERAMATA: Wabup Langkat, H.Syah Afandin saling bertukar cenderamata dengan Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial dalam kunjungannya di Kabupaten Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menekan angka penyalagunaan narkoba di negeri bertuah, Langkat, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Langkat, Rabu (4/3). Kunjungan ini tidak lain untuk menyatukan komitmen dalam menyelaraskan program memberantas Narkoba.

Kunjungan itu dipimpin langsung oleh Brigjend Pol Atrial selaku Kepala BNN Sumut didampingi Kabid Pemberantasan, Kabid Rehabiltasi, kabid Pencegahan serta Kepala BNN Langkat, AKBP Dr. H. Ahmad Zaini.

Kedatangan BNN Sumut disambut Wakil Bupati Langkat, H.Syah Afandin mewakili Bupati Langkat, didampingi Kadis Sosial, Kadis Pendidikan, Plt.Kadis Kesehatan, Kakan Kesbang Pol dan Kabag Hukum beserta pejabat Pemkab Langkat lainnya.

Kepala BNN Sumut mengatakan, kunjungan kerja ini untuk mengkoordinasikan sinergitas P4GN, yakni Pencegahan Pemberantasan Penyalagunaan Peredaran Gelap Narkotika.

Ke depan, sambung Brigjend Atrial, berbagai upaya nantinya akan dibangun sebagai sinergitas Pemkab Langkat dengan BNN, seperti pembentukan Desa bersih narkoba, Satgas anti narkoba dan upaya lainya.

“Tujuannya, untuk menekankan dan meminimalisir peredaran narkoba agar banyak generasi bangsa terselamatkan,Sembari mengucapkan terimakasih atas sambutan yang hangat dari jajaran Pemkab Langkat.

Sementara, itu Wabup sangat mengapresiasi Kunker BNN Sumut, serta menyatakan sikap siap bekerjasama untuk memerangi narkoba.

“Terimakasih atas kunjungannya, hal ini memberikan semangat kami untuk bersama memberantas narkoba Sembari menyampaikan, Pemkab Langkat sebelumnya telah melaksanakan launching Desa Namo Sialang Kecamatan Batang Serangan sebagai Desa Bersih Narkoba (Bersinar), pada acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2019 lalu.

Ke depan, kata Wabup, Pemkab Langkat ingin bersama -sama dengan BNN menciptakan banyak Desa Bersinar bermunculan di Langkat.

Diakhir pertemuan, Wabup dan kepala BNN Provsu saling memberikan plakat sebagai cendramata. (yas/han)