RUKO: Bangunan yang sepertinya mirip ruko sedang dikerjakan mulus tanpa ada larangan walau belum memiliki IMB dari Pemkab Deliserdang.
RUKO: Bangunan yang sepertinya mirip ruko sedang dikerjakan mulus tanpa ada larangan walau belum memiliki IMB dari Pemkab Deliserdang.
SUMUTPOS.CO – Belasan pintu menyerupai bangunan rumah toko (ruko) sedang dibangun di lahan milik HGU PTPN 2 di Desa Emplasemen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Kamis (5/3).
Pantaun di lokasi, terlihat para pekerja sedang mengerjakan bangunan. Pondasi untuk belasan ruko sudah berdiri berikut dengan tiang serta pasangan batu batanya.
Sebelumnya diketahui, lokasi itu ditanami tanaman sawit dan perumahan karyawan PTPN II. Namun semenjak adanya bangunan ruko itu, tanaman sawit beserta rumah karyawan dirobohkan.
“Kalau dilihat bentuk pondasi dan tiangnya sepertinya bangunan ruko itu akan mewah dan sepertinya lantai dua. Cuma kok bisa berdiri ya di lahan PTPN II, IMB nya juga kok ga ada?,” tanya Sugi (39) salah satu warga yang melintas kepada wartawan.
Camat Beringin, Ayub Matondang saat dihubungi membenarkan bangunan dimaksud belum memilki IMB.
Pihak kecamatan sudah berupaya mengarahkan pemilik bangunan agar mengurus izin ke Pemkab Deliserdang.
“Belum, belum ada IMB nya itu. Sudah kita panggil, mengakunya sudah bayar ke perkebunan. Ya saya suruh supaya diurus lagi, agar bisa diproses urusan IMB nya. Terakhir tidak mau juga, ya saya serahkan sama Satpol PP Deliserdang sebagai penegak Perdanya agar diproses selanjutnya,” terang dia.
Matondang membenarkan bangunan ruko yang sedang dikerjakan itu terkesan mewah. “Gak tau lagi kita membilangnya bangunan itu. Dulu janjinya hanya tembok untuk amankan aset, sekarang ruko dibangun. Pusing juga kita. Kita minta IMB nya , alas haknya juga belum ada,” keluhnya.
Ditanyakan siapa pemain bangunan itu, bekas Camat Pantailabu itu tidak mengetahuinya. “Kita panggil berapa kali agar datang yang punya bangunan, namun hanya pion-pion (anak buah -red) saja yang datang pada kita. Jadi gak bisa ambil keputusan. Makanya kami serahkan ke Satpol PP Deliserdang biar digasak (tertibkan) mereka,” tegasnya menutup.(btr/han)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Dua pekan dicari polisi pasca mencuri sepedamotor Honda Beat milik Anggreani Delvina (25) warga Jalan Ubi No 45/I RT 000/RW 000 Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru dari samping bengkel las di Jalan Besar Namorambe Desa Jati Kesuma Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang, tersangka YSM alias U diringkus Polsek Namorambe Polresta Deliserdang dari kediamannya di Jalan Tritura Titi Kuning Kelurahan Sukamaju Kecamatan Medan Johor Kota Medan, Rabu, (4/3) sore
Informasi dihimpun, penangkapan tersangka yang masih pelajar itu berdasarkan laporan pengaduan korban ke Polsek Namorambe Polresta Deli Serdang pada 18 Februari 2020 lalu sekitar pukul 13.00 WIb. Dalam laporan disebutkan, saat itu korban memarkirkan Sepeda Motor Honda Beat Warna Biru Putih BK 2239 AIE miliknya di Jalan Besar Namorambe Desa Jati Kesuma Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang tepatnya disamping Bengkel Las milik Riadi.
Korban mengunci stang sepedamotornya dan masuk ke dalam bengkel las. Tidak berselang lama, korban keluar hendak makan siang dan sepedamotor miliknya sudah hilang dari tempatnya.
Mendapat laporan pengaduan korban, Polsek Namorambe Polresta Deli Serdang melakukan penyelidikan terhadap pelaku.
Hasil penyelidikan Polsek Namorambe Polresta Deli Serdang diketahui jika yang mencuri sepedamotor korban berinisial YSM alias U.
Dipimpin Kanit Reskrim Iptu HR Gultom SH dan sejumlah opsnal melakukan pencarian keberadaan YSM alias U. Pada Rabu (4/3) sekira pukul 10.00 WIB petugas melakukan pengintaian disekitar kediaman tersangka YSM alias U. 5 jam melakukan pengintaian, tersangka YSM alias U diringkus dari kediamannya dan memboyongnya ke komando.
Kapolsek Namorambe Polresta Deli Serdang AKP B Naibaho didampingi Kanit Reskrim saat dikonfirmasi, Kamis (5/3) pagi membenarkan tersangka YSM alias U diamankan dan masih dilakukan pemeriksaan untuk pengembangan. “Tersangka mengakui perbuatanya,” sebutnya. (btr)
DITANGKAP: Wendy Saputra (27) dan M Juanda (31) diamankan bersama barang hasil curianya
DITANGKAP: Wendy Saputra (27) dan M Juanda (31) diamankan bersama barang hasil curianya.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang berhasil mengamankan Wendy Saputra (27), warga Jalan Bandar Labuhan Dusun-II Gang Trimo DesaTanjung Morawa-A Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dan M Juanda (31), warga Jalan Gerilya Lingkungan-II Kelurahan Pekan Tanjung Morawa, Rabu (4/3) siang.
Informasi dihimpun, Kamis (5/3), penangkapan terhadap keduanya bermula dari laporan korban Sartinem Sembiring. Dalam laporan pengaduan disebutkan, pada Senin (2/3), korban yang membuka warung tuak di Jalan Bandar Labuhan Areal Pemakaman Budha Dusun IV Kecamatan Tanjung Morawa akan membuka warungnya.
Namun saat korban diwarung tuaknya, korban melihat pintu belakang warung sudah dalam keadaan terbuka dan sepeda motor Honda Win BK 6919 NS, handphone merek Vivo dan tiga lusin minuman bir raib.
Menindak lanjuti laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang langsung merespon dan bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dengan mengumpulkan barang bukti untuk mengetahui pelaku pencurian itu.
Dari hasil olah TKP tersebut, Tim Unit Reskrim mendapatkan petunjuk tentang ciri-ciri dari para pelaku pencurian tersebut. Kemudian diketahui salah satu pelaku disebut-sebut Wendy Saputra sedang berada disimpang kantor Pos Tanjung Morawa dan langsung mengamankannya.
Saat diinterogasi, Wendy Saputra mengaku melakukan pencurian dengan membobol warung tuak milik korban bersama dua orang temannya masing-masing M Juanda dan berinisial I. Berdasarkan pengakuan Wendy Saputra, Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang mengamankan M Juanda. Sedangkan seorang lagi berinisial I masih dicari polisi.
Dari Wendy Saputra dan M Juanda petugas mengamankan satu unit sepeda motor Honda win yang digunakan sebagai becak oleh para pelaku saat melakukan pencurian untuk membawa barang-barang curian dari warung tuak milik korban serta sebilah pisau yang digunakan para pelaku untuk mencongkel pintu belakang warung tuak milik korban.
Saat diinterogasi, Wendy Saputra dan M Juanda bersama I (DPO) mengakui benar telah melakukan pencurian dari warung tuak yang berada Jalan Bandar Labuhan Areal Pemakaman Budha Dusun IV Kecamatan Tanjung Morawa dengan cara mencongkel pintu belakang warung dengan menggunakan sebilah pisau dan mengambil barang-barang dari dalam warung yaitu satu unit sepeda motor Honda Win BK 6919 NS, satu buah handphone merek vivo, 9 botol minuman kamput, 8 botol minuman bir, yang kemudian diangkut dengan menggunakan sepeda motor becak yang mereka gunakan.
Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang AKP Sawangin, SH melalui Kasi Humas Ipda JN. Gabe Napitupulu saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan kedua orang tersebut oleh unit Reskrim atas dugaan pencurian, dan sampai saat ini para pelaku Wendy Saputra dan M Juanda serta barang bukti diamankan di Mapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang untuk proses hukum lebih lanjut. (btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aditya Yamziko alias Bobo (21) divonis selama 10 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 4 bulan kurungan. Dia terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 273 gram di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (5/3).
Dalam amar putusan yang dibacakan hakim ketua Syafril Batubara, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 (2) Jo Pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Aditya Yamziko alias Bobo dengan hukuman 10 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 4 bulan,” ucap Syafril.
Menanggapi putusan dari majelis hakim, terdakwa Bobo dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosinta SH menyatakan pikir-pikir.
Putusan majelis hakim lebih rendah satu tahun dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa Bobo dengan hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara.
Mengutip dakwaan JPU Rosinta, kasus bermula sebelum penangkapan saksi saksi kepolisian menerima informasi dari masyarakat ada 1 unit sepeda motor jenis vario No Pl BK 3652 RAU yang akan melintas dari dari arah Medan menuju Besitang membawa sabu.
Selanjutnya saksi saksi kepolisian melakukan penyelidikan dan pemantauan dan terlihat terdakwa dan temannya Rapilo Ginting alias Pilo (berkas terpisah) melintas dengan sepeda motor tersebut.
Kemudian, petugas kepolisian melakukan penghentian dan pemeriksaan terhadap terdakwa Bobo dan Rapilo Ginting als Pilo dan ditemukan 1 plastik kresek warna hitam berisikan sabu dengan seberat 273,1 gram.
Setelah melakukan penangkapan, terdakwa Bobo mengakui bahwa sabu tersebut diperoleh dari Wak Yah (DPO) ketika di Lhokseumawe atas perintah Bayu Surya Atmaja (DPO). (man/btr)
Serial TRX40 menawarkan empat kanal memori yang memungkinkan kapasitas RAM hingga 256 GB.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS mengumumkan seri motherboard TRX40 terbaru, ROG Zenith II Extreme dan ROG Strix TRX40-E Gaming, Kamis (5/3). Semuanya dipersenjatai dengan peningkatan dan fitur baru, membantu para professional, enthusiast, dan gamer untuk memanfaatkan potensi penuh dari prosesor AMD Ryzen™ Threadripper™ Generasi ketiga.
Bersama dengan chipset TRX40, CPU Threadripper Gen 3 membawa PCI Express® 4.0 ke desktop kelas atas. Solusi ini, untuk pertama kalinya menggandakan bandwidth di seluruh 64 lane PCIe® 4.0 untuk memungkinkan konektivitas ke SSD, kartu grafis dan perangkat AV yang lebih cepat. Setiap slot PCIe dan slot M.2 pada jajaran ASUS TRX40 dihubungkan dengan konektivitas PCIe 4.0 untuk bandwith maksimum. Ini berarti, setiap kartu ekspansi yang ditempatkan pada board ASUS TRX40 akan bekerja maksimal tanpa limitasi konektivitas.
Bagi para pengguna desktop kelas atas, serial TRX40 menawarkan empat kanal memori yang memungkinkan kapasitas RAM hingga 256 GB, dengan menggunakan delapan slot. CPU Threadripper Gen 3 terbaru mempertahankan dukungan pendahulunya terhadap memori ECC. Ini membuat kalangan PC builder dapat merancang sistem mereka ke tingkatan baru, terutama dengan peningkatan dukungan RAM hingga 3200MHz yang kian mantap lagi dengan adanya teknologi eksklusif OptiMem III di Republic of Gamers (ROG) Zenith II Extreme.
Tersedia motherboard ROG atau ASUS TRX40 untuk semua pengguna, dari kalangan profesional yang menginginkan semuanya yang terbaik, juga untuk kalangan gamer hardcore yang terobsesi dengan kinerja, hingga kalangan PC builder yang selalu mencari pengalaman penggunaan PC terbaik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jajaran ROG kami, silahkan kunjungi ASUS ROG. Panduan dengan spesifikasi dan gambar lengkap untuk seluruh jajaran motherboard TRX40 terdapat di ASUS Edge Up.
Untuk Pengguna Paling Menuntut
ROG Zenith II Extreme sangat cocok untuk kalangan professional dan gamer enthusiast yang ingin menikmati performa tertinggi dari CPU Threadripper generasi ketiga dan dengan kecepatan clock memori tingginya. Produk ini sarat dengan komponen hardware terbaik untuk memuaskan kalangan pengguna yang paling kritis sekalipun.
Gaya dari board ini menyeimbangkan performa industrial dengan hingar-bingar khas gamer. Ketika lampu dimatikan, Zenith II Extreme tampil sangat elegan, tetapi begitu pencahayaan multi-zone Aura RGB LED menyala, board ini langsung akan menjadi pusat perhatian yang canggih. Panel dekoratif diatas I/O shield memiliki motif pencahayaan holographic Infinity, sementara layar OLED full-color LiveDash dapat menampilkan kode POST, informasi sistem kritis atau grafik khusus. Aluminum ROG Armor menutupi sebagian besar bagian depan board, dan pelat belakang dari logam menguatkan board terhadap bobot heatsink yang besar dan beragam kartu ekspansi.
Zenith II Extreme menggunakan desain VRM 16-power-stage yang ditingkatkan, cocok untuk penggunaan overclocking ekstrim. Banyak komponen dalam PC rakitan kelas atas yang bisa sedikit kepanasan setelah beban kerja meningkat. Ini sebabnya, heatsink VRM utama Zenith II Extreme menggunakan dua kipas semi-pasif yang menyala hanya ketika suhu komponen yang di bawahnya mencapai 60ºC. untuk lebih meningkatkan efektifitas pembuangan panas, pipa panas bergabung dengan heatsink VRM utama dengan heatsink tambahan di bawah selubung I/O. Kipas lain yang berada di bawah chipset heatsink menarik panas dari slot M.2 utama dan silicon TRX40 itu sendiri. Aliran udara ini juga membantu menjaga VRM SoC tetap dingin selama memori overclocking. Setiap kipas tersebut cukup pintar untuk menyala hanya saat dibutuhkan dan dikendalikan oleh Fan Xpert 4 utility.
Kemampuan menampung sarana penyimpanan yang sangat besar, dimungkinkan oleh lima slot M.2 Zenith II Extreme yang masing-masing menggunakan hingga empat jalur PCIe 4.0. Tiga slot di antaranta langsung terpasang dan dua berasal dari modul DIMM.2 ekslusif. Hard drive masih merupakan raja untuk urusan kapasitas, dan Zenith II Extreme menyediakan delapan port SATA untuk memenuhi bahkan kebutuhan penyimpanan data yang terbesar sekalipun.
Jaringan adalah aspek kunci untuk workstation dan perangkat desktop canggih, karena beban kerja pada sistem ini sering melibatkan pemindahan sebagian besar data dari satu komputer ke komputer lain. Zenith II Extreme menampilkan trio antarmuka jaringan. Kontroler Intel® I211-AT Gigabit Ethernet adalah salah satunya, tetapi kontroler Aquantia AQC-107 10GbE yang memberikan “kekuatan” dengan membuat pekerjaan pemindahan multi terabyte menjadi sangat singkat. Jika Anda tidak membutuhkan pekerjaan menggunakan kabel, maka konektivitas masa depan Zenith II Extreme dengan Intel AX200 Wi-Fi 6 dan dukungan Bluetooth 5 tentu akan memuaskan Anda.
Setiap peningkatan kecepatan dalam USB telah tersedia di Zenith II Extreme, sehingga board ini lebih dari siap untuk periferal terbaru. Panel belakang berisi total tujuh port USB 3.2 Gen 2 dengan throughput 10 Gbps. Akan tetapi, yang paling menarik adalah konektor USB 3.2 Gen 2×2 Type C yang super cepat dengan bandwidth 20Gbps. Ini juga termasuk sepasang konektor USB 3.2 Gen 2 panel depan, empat port USB 3.2 Gen 1 dan tiga header USB 2.0.
Akhirnya, untuk memastikan bahwa semua kebutuhan audio terpenuhi, baik untuk bermain game atau musik melalui headphone, Zenith II Extreme menggunakan codec SupremeFX S1220 ditambah dengan ESS Sabre 32-bit DAC kelas atas. Paket audio selanjutnya mencakup dukungan perangkat lunak untuk DTS® Sound Unbound, yang menawarkan soundscapes yang dalam dengan 3D audio berbasis objek yang akurat.
Mengambil Alih Komando
ROG Strix TRX40-E Gaming adalah motherboard dengan kemampuan desktop kelas atas, sudah sewajarnya jika melihat dari komponen yang terpasang. Board bisa menggunakan form factor ATX dengan opsi penyesuaian terbaik, estetika cybertext ramping dan layar OLED 1,3-inch LiveDash. Desain sudut yang mencolok meluas ke heatsink M.2 dan penutup sirkuit audio, dan sebagian besar board gelap sehingga memberikan tampilan terbaik dibawah naungan pencahayaan LED RGB.
Board Strix terbaru ini mengakomodasi CPU-nya dengan VRM 16-stage dan dua kipas semi-pasif di atas heatsink untuk menjaga suhu tetap dingin bahkan saat di-overclock. Konektor listrik ProCool II dan pin padatnya membantu memastikan hantaran daya yang stabil ke Threadripper dengan jumlah core-nya yang masif sembari menjaga konektornya tetap dingin saat beban tinggi.
Board ini juga memberikan banyak pilihan untuk perangkat penyimpanan dan periferal. Terdapat tiga soket M.2, masing-masing terhubung ke empat jalur PCIe 4.0, serta delapan port SATA yang menghiasi tepi board. Di bagian belakang terdapat delapan port USB 3.2 Gen 2 dengan bandwidth 10 Gbps, termasuk sebuah Type-C™, di samping empat konektor USB 2.0 Type-A™. Strix TRX40-E Gaming juga menawarkan header khusus untuk pompa AIO dan custom-loop selain jajaran fan header yang umum.
Board baru ini dilengkapi dengan trio kontroler jaringan. Adapter Intel AX200 Wi-Fi 6 dengan Bluetooth 5 kembali menjadi andalan di sini. Di samping itu, sebuah kontroler Realtek Ethernet 2.5 Gbps dipasangkan dengan kontroler Ethernet Intel I211-AT Gigabit. Untuk kebutuhan audio, Strix TRX40-E Gaming menggunakan sebuah SupremeFX S1220 audio codec dan memberikan dukungan DTS Sound Unbound. (rel)
KETERANGAN: Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto memberi keterangan kepada wartawan.
, Rabu (4/3).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
KETERANGAN: Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto memberi keterangan kepada wartawan. , Rabu (4/3). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Sumatera Utara bersama Sekdaprovsu R Sabrina dan jajaran Badan Kepegawaian Daerah yang digelar tertutup, Senin (2/3) membahas sengkarut pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprovsu, masih menyisakan polemik dan tanda tanya.
Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto akhirnya mengklarifikasi hal tersebut dengan menyebut bahwa supaya permintaan RDP digelar tertutup datangnya dari pihak eksekutif.
“Ini perlu saya luruskan. Bahwa dari awal Komisi A tidak pernah menjadwalkan rapat itu tertutup. Namun ketika rapat mau dimulai, OPD yang kita undang meminta agar data-data ini belum bisa disampaikan ke publik. Makanya dibuatkan rapat tertutup,” katanya dalam acara Coffee Morning Bersama Wartawan, di Ruang Fraksi PKS DPRD Sumut, Rabu (4/3).
Untuk diketahui, sesuai jadwal Bamus DPRD Sumut, RDP antara Komisi A bersama pihak Pemprovsu dengan mengundang Sekdaprovsu R Sabrina dan jajaran BKD Setdaprovsu.
“Termasuk yang di RDP sebelumnya bersama pihak Pertamina dan Inspektorat Sumut, pihak terkait itu meminta kiranya Komisi A untuk sementara waktu menjaga informasi tidak bocor ke publik. Karena ada informasi penting yang sifatnya masih rahasia, menyangkut kewajiban bayar Pertamina kepada Pemprovsu,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap memegang teguh amanah rakyat Sumut selama menjalankan tupoksi di komisi tersebut. Terutama menyangkut pendapatan daerah yang berguna bagi kesejahteraan rakyat Sumut. “Hal ini terus kami kawal agar apa yang menjadi hak dari pemerintah provinsi, hak daripada rakyat Sumut tetap diperoleh dengan maksimal,” katanya.
Kembali ke cerita RDP tertutup membahas sengkarut pengisian pejabat eselon II Pemprovsu, wakil ketua Fraksi PKS DPRD Sumut itu menegaskan pihaknya tetap mendorong secepatnya dirampungkan sehingga program pembangunan sesuai visi misi gubernur ingin Sumut maju, aman dan bermartabat, dapat terealisasi dengan maksimal.
“Dari 16 jabatan (hasil seleksi terbuka) baru tujuh yang dilantik sementara sembilan lagi belum tuntas. Kita kaget juga bahwa sekda mengungkap ada masalah SDM atas hasil seleksi terhadap sembilan orang lainnya itu. Kemudian sudah diusulkan lagi untuk pembukaan seleksi terbuka, dan izin dari KASN telah diberikan,” ungkapnya.
Namun ironinya, sambung Hendro, surat permohonan ke KASN untuk pengisian pejabat melalui skema mutasi/rotasi, semestinya sudah sampai ke meja gubernur per 15 Desember 2019 tetapi nyatanya baru masuk pada 6 Februari 2020. “Sementara ke meja sekda baru masuk 15 Februari 2020. Selama dua bulan itu tidak tahu surat itu kemana junjungannya. Entah ada permainan oknum di pemprov, ini sedang dicari tahu oleh bu sekda,” katanya.
Disampaikannya, sekda berjanji ihwal ini segera diselesaikan dan pihak Pansel JPTP Pemprovsu kembali berkirim surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) agar pengisian jabatan bisa segera dilakukan.
“Proses ini sebenarnya sudah di KASN dan menunggu izin dari mereka untuk selanjutnya dilakukan pengisian jabatan melalui proses asesmen. Kami akan terus mengawal ini dan minta bu sekda segera menyelesaikannya,” katanya.
Sekdaprovsu R Sabrina sebelumnya mengungkapkan rangkap jabatan sejumlah pejabat eselon II yang sekarang ini terjadi di lingkungan Pemprovsu diperbolehkan karena untuk melakukan seleksi terbuka ada prosedur yang harus dilakukan. “Kenapa Plt lama? Karena memang ada prosedur untuk melakukan seleksi terbuka,” katanya menjawab wartawan usai rapat tertutup dengan Komisi A DPRD Sumut.
Diketahui, sembilan jabatan eselon II Pemprovsu saat ini diisi pelaksana tugas (plt). Bahkan beberapa diantaranya ada yang merangkap jabatan, seperti Arsyad Lubis, sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan sekaligus Plt Kadis Pendidikan, Arief Tri Nugroho sebagai Asisten II sekaligus Plt Kadis PMPTSP, Lasro Marbun sebagai Kepala Inspektorat sekaligus Plt Kabiro Organisasi, Afifi Lubis sebagai Kabiro Pemerintahan sekaligus Plt Kepala BKD, dan Herawati sebagai Kadis Perkebunan sekaligus Plt Kadis Kehutanan.
Menurut Sabrina, prosedur pengisian jabatan eselon II ada dua cara, yakni rotasi/mutasi dan seleksi terbuka. Namun, untuk melakukan seleksi terbuka, dia mengaku ada keterlambatan di pihaknya sehingga belum bisa dilakukan. “Tadikan kami nunggu surat dari KASN (untuk laksanakan seleksi terbuka). Karena kita tunggu lama, kita usulkan lagi ke KASN untuk rotasi mutasi. Ternyata surat usulan kami untuk laksanakan seleksi terbuka tersebut, entah siapa yang menahannya sehingga terlambat di tempat kami. Sementara usulan surat kami tentang rotasi dan mutasi bagi jabatan tertentu sudah sampai ke KASN,” ujarnya.
Oleh karenanya, sambung dia, dalam seminggu ke depan pihaknya akan melakukan rotasi mutasi. “Kalau mungkin dalam seminggu ke depan rotasi mutasi yang kedua mungkin sudah disetujui. Nanti setelah rotasi mutasi itukan ada jabatan kosong, lalu kita usul lagi ke KASN untuk seleksi terbuka,” kata ketua Pansel JPTP Pemprovsu ini. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat melakukan pengisian data sensus penduduk 2020 secara online di Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai 105.038 kepala keluarga (KK). Hal itu berdasarkan data tabulasi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut pada tanggal 3 Maret 2020, hingga pukul 00.00 WIB.
“Dari 105.038 KK dengan muatan anggota keluarga (penduduk) sebanyak 440.637 jiwa di Sumut,” ungkap Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi kepada wartawan, Rabu (4/3)
Syech menjelaskan, masyarakat melakukan pengisian Sensus Penduduk secara online yang clean baru 325.519 jiwa atau 79.275 kepala keluarga.”Dengan kata lain di Sumut sekitar 2,13 persen Keluarga sudah menyelesaikan Sensus penduduk 2020 melalui online,” tutur Syech.
Syech menjelaskan, ada 0,78% penduduk yang mengupdate data agamanya. 4,83% penduduk mengupdate data pendidikan. 0,08% penduduk mengupdate data status perkawinan dan 4,69% penduduk merubah data tanggal lahir.
“Kita berharap dengan pengalaman mereka yang sudah mengisi ini dapat ditularkan kepada warga yang lain untuk juga berpartisipasi dalam Sensus Penduduk 2020 secara Online dengan mengisi mandiri dengan akses ke sensus.bps.go.id,” jelas Syech.
Syech mengimbau masyarakat untuk terus melakukan Sensus Penduduk 2020 secara online. Namun ketika mengisi online, ketika isian belum complete, jangan dulu di-KIRIM tetapi SIMPAN SEMENTARA. Karena data yang sudah di-KIRIM tidak dapat diperbaiki lagi.
“Untuk memperbaiki data yang ter-SIMPAN SEMENTARA, login-lah menggunakan password yang digunakan sebelumnya. Silahkan KIRIM jika isian sudah complete,” pungkasnya.
BPS Sumut menyukseskan sensus penduduk di Sumut sudah melakukan kordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan 33 Pemerintah Kabupaten/Kota di provinsi ini.
Setelah melakukan pengisian data sensus penduduk secara online dilakukan sejak 15 Febuari hingga 31 Maret 2020. Juga dilakukan sensus ‘door to door’ yang akan dilakukan pada bulan Juli 2020. Sensus ini dilakukan pada warga yang tidak mengikuti sensus online. Sensus dijalankan dengan 2 cara, yakni petugas datang dengan kertas dan dengan gadget.
Untuk sensus door to door ini, BPS Sumut merekrut petugas di provinsi Sumut denhan total sekitar 19.000 orang. Rekrutmen akan dilakuan pada bulan Mei 2020. Syarat calon petugas minimal lulusan SMA, mampu mengoperasikan android dan berusia minimal 18 tahun, maksimal 55 tahun.
Setelah lulus seleksi, para petugas akan menjalani pelatihan pada Juni 2020, dan langsung turun ke lapangan untuk bertugas pada Juli 2020.(gus/ila)
RDP: Suasana RDP Komisi D DPRD Sumut bersama Dinas Perhubungan Sumut membahas realisasi anggaran 2019 dan program kerja 2020.prans/sumu tpos
RDP: Suasana RDP Komisi D DPRD Sumut bersama Dinas Perhubungan Sumut membahas realisasi anggaran 2019 dan program kerja 2020.prans/sumu tpos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wacana Komisi D DPRD Sumatera Utara menurunkan anggaran di Dinas Perhubungan Sumut ke depan mesti dibedah lebih jauh lagi terutama dari sumber plafon perencanaan kegiatannya. Mengingat sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) yang terjadi di sebuah dinas, tidak hanya faktor dari target pendapatan saja.
“Kalau dikutip pernyataan pihak Dishub yang mengatakan anggaran mereka kecil, tentunya harus ditelusuri apakah SiLPA itu disebabkan target pendapatan tidak tercapai hingga realisasi belanja langsung rendah. Sebenarnya dari aspek perencanaan harus dievaluasi plafon anggaran yang diproyeksikan,” kata pengamat anggaran, Elfenda Ananda menjawab Sumut Pos, Rabu (4/3).
Menurut dia, idealnya tidak boleh SiLPA di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah terjadi ketimpangan yang signifikan. Karenanya jika mau dikoreksi atau dievaluasi, dapat dilakukan melalui pembahasan Perubahan APBD.
“Kalau ada momen, P-APBD (2020) ini bisa dikoreksi apakah ditambah atau dikurangi. Begitu juga momen laporan triwulan, laporan semester bisa dipakai untuk mengontrol apakah pagu yang dipatok di dinas ini realistis atau tidak,” katanya.
Sayangnya, menurut mantan sekretaris Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut ini, momentum P-APBD jarang dimanfaatkan untuk mendekatkan antara target dan capaian.
“Kita tahu APBD provinsi dikoreksi negatif. Artinya target pendapatan dikurangi dari sebelumnya. Harusnya itu diikuti dengan pengurangan belanja. Jangan membiarkan pagu masih tetap sama dengan awalnya,” ujarnya.
Masih Elfenda, selain itu perlu membuat pemetaan belanja berdasarkan prioritas yang mana boleh dikurangi dan mana yang tidak boleh dikurangi agar prioritas tidak terganggu. Lagi-lagi disayangkan dia, hal ini jarang terpublikasi ke publik.
“Kalaupun ada pernyataan DPRD soal akan mengurangi anggaran kalau tidak mampu tentunya harus dipastikan SiLPA disebabkan ketidakmampuan mengelola belanja program. Bukan karena target pendapatan tidak tercapai dan aspek perencanaan buruk. Kalau target pendapatan daerah kira-kira tercapai, tentunya ya kegiatan bisa full hingga PAPBD. Tapi, kalau kira-kira target tidak tercapai bisa dikurangi belanjanya,” pungkasnya.
Komisi D DPRD Sumut sebelumnya menegaskan, SiLPA 2019 di Dishubsu akan menjadi pertimbangan untuk menambah atau menurunkan anggaran OPD tersebut ke depan. Sebab anggaran belanja Dishubsu dari sekitar Rp62 miliar terdapat SiLPA Rp10 miliar lebih.
Anggota Komisi D DPRD Sumut Ari Wibowo, Rony Reynaldo Situmorang dan Syahrul Effendi Siregar menyampaikan hal ini dalam rapat dengar pendapat dengan Dishubsu, Selasa (3/3). RDP dipimpin Ketua dan Sekretaris Komisi D, Anwar Sani Tarigan dan Parlaungan Simangunsong.
Ari Wibowo dan Rony menyayangkan masih terdapat SiLPA di Dishubsu tahun anggaran 2019, karena dana yang dianggap tidak terlalu besar malah masih tersisa. “Harusnya jangan ada SiLPA. Kadishub curhat tentang anggaran di instansinya kecil, tapi anggaran kecil saja terjadi SiLPA. Bagaimana mungkin anggarannya ditambah, kalau program tidak dilaksanakan semua,” kata Ari.
Ia pun menyinggung masalah pengangkutan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) tidak ada pengawasan, karena Dinas Lingkungan Hidup menyebutkan transportasi pengangkutan limbah B3 oleh traspoter menjadi kewenangan Dishub dalam mengawasi.
“Selama ini tidak kita ketahui, apakah Dishub telah melakukan pengawasan terhadap pengangkutan limbah B3. Padahal limbah yang diangkut sangat berbahaya, karena ada kekhawatiran limbah tersebut tidak diangkut ke tempat tujuan yang sebenarnya,” ujarnya.
Terkait realisasi anggaran 2019, menurut Rony, perlu dilakukan evaluasi secara mendalam dan detil. “SiLPA tersebut akan menjadi pertimbangan kita, apakah wajar ditingkatkan atau diturunkan,” ujar politisi NasDem ini. (prn/ila)
FOTO BERSAMA: Pengurus KNRP se-Sumut foto bersama usai Rakorwil di Hotel Syariah Grand Jamee Medan, Minggu (1/3).
FOTO BERSAMA: Pengurus KNRP se-Sumut foto bersama usai Rakorwil di Hotel Syariah Grand Jamee Medan, Minggu (1/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perwakilan daerah dari berbagai kabupaten kota di Sumut menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang digelar Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumut di Hotel Syariah Grand Jamee Medan, Sabtu (29/2) dan Minggu (1/3). Rakorwil KNRP Sumut yang mengangkat tema “Kokohkan Sinergi untuk Palestina” ini, bertujuan mengokohkan soliditas dan mengeratkan silaturrahim pengurus KNRP Se-Sumut.
Rakorwil yang dibuka langsung oleh Ketua Wilayah KNRP Sumut, H Sarwedi Hasibuan Lc MA ini, juga dihadiri perwakilan pengurus KNRP Pusat diantaranya Heri Effendi Lc (Penasehat), Caca Cahyadiningrat SE MM (Bendahara Umum), dan Riyanto (Ketua Bidang Kewilayahan). Hadir juga para undangan dari berbagai lembaga kemanusiaan, lembaga kemahasiswaan, dan berbagai komunitas di Sumut.
Setelah kata sambutan dan pengarahan dari Ketua Wilayah Sumut, dilanjutkan dengan sarasehan yang disampaikan Anggota DPD RI H Muhammad Nuh MSP dan sebelumnya diisi oleh Ustd Ihsan Satrya Azhar Lc MA sebagai materi pembuka, berupa materi Ke-Palestinaan serta diskusi internalisasi visi misi KNRP yang disampaikan pengurus pusat, juga menjadi bagian dari rangkaian acara.
Rakorwil pun berakhir dengan penyampaian rencana strategis dan penyusunan program wilayah 2020, seperti; Safari Ramadhan 1441 H, Pekan Solidaritas Palestina, dan Program Sosialisasi dan Edukasi Ke-Palestinaan sebagai program unggulan sepanjang tahun 2020. Acara kemudian ditutup dengan makan siang dan foto bersama. (rel/adz)
SUSUR SUNGAI DELI:
Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring bersama serta unsur Forkopimda Kota Medan serta lainnya, menyusuri Sungai Deli dengan menggunakan prahu karet.
SUSUR SUNGAI DELI:
Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring bersama serta unsur Forkopimda Kota Medan serta lainnya, menyusuri Sungai Deli dengan menggunakan prahu karet.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edizon Isir, Danyon Marinir Marhalan I Belawan Mayor Marinir Farick M Tr Opsla, Kadis BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Basarnas, Balai Wilayah Sungai (BWS), BMKG, perwakilan dari Kodim 0201/BS serta unsur Forkopimda Kota Medan lainnya, menyusuri Sungai Deli, unsur kecamatan dan kelurahan, komunitas peduli lingkungan, akademisi dan praktisi, Karang Taruna, lurah, kepling serta masyarakat Selasa (3/3).
Susur dan bersih-bersih sungai dimulai dari jembatan Jalan Perdana, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat hingga Jalan Speksi Sungai Deli persisnya belakang Pubbarram Buddhist, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Adapun panjang jarak objek yang disusuri kali ini lebih kurang 9,6 Km dengan 76 titik, 38 titik sebelah kanan dan 38 titik sebelah kiri.
Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring menjelaskan, susur dan bersih Sungai Deli merupakan kegiatan rutin Pemko Medan. Dalam rangka membersihkan sungai sekaligus mengedukasi masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai untuk hidup bersih dan tak buang sampah sembarangan, Pemko Medan melalui Badan Penanggulangan Bencana kembali menggelar susur dan bersih-bersih Sungai Deli,” ujar Arjuna.
Selain membersihkan sungai, aksi ini juga digelar guna pencegahan sekaligus tanggap bencana, terutama banjir. “Kegiatan yang kita lakukan pagi ini merupakan lanjutan kedua kalinya setelah kegiatan pertama dilakukan mulai Avros (Medan Maimun) hingga jembatan Jalan Perdana (Medan Barat). Mudah – mudahan kegiatan ini bisa menggugah kembali sekaligus mengajak masyarakat agar jangan buang sampah ke sungai, termasuk ikut berpartisipasi membersihkan Sungai Deli serta menjaga kebersihannya,” kata Arjuna.
Dikatakan Arjuna, susur dan bersih-bersih Sungai Deli akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan hingga sampai Belawan. Dia berharap, kegiatan ini dapat menjadikan Sungai Deli lebih bersih.
Sejak digelar pertama kali, kata Arjuna, aksi susur dan bersih-bersih Sungai Deli mulai mendapat dukungan masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai. Secara perlahan, kawasan yang telah dilalui mulai kelihatan bersihnya. “Jika semua mendukung, insya Allah Sungai Deli, termasuk bantarannya akan semakin bersih,” pungkasnya optimis.
Danyonmarhanlan I Mayor Marinir Farick M Tr Opsla mengatakan, sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) I ikut serta membersihkan sampah di alur Sungai Deli.
Untuk Prajurit Yonmarhanlan I diberikan tanggung jawab pada sektor pembersihan alur sungai di Jalan Pertempuran Tanjung Mulia Medan Deli. Dari hasil penyusuran yang dilakukan, kawasan bantaran Sungai Deli melalui Avros sudah mulai bersih.
“Antusiasme masyarakat berpartisipasi mendukung kebersihan juga cukup tinggi, dibuktikandengan aksi sukarela warga membersihkan sampah dari bantaran sungai,” kata Danyonmarhalan I, Mayor Marinir Farick.(map/fac/ila)