Home Blog Page 4427

Subsidi Pulsa Internet Mahasiswa selama Kuliah Online, Unimed Kucurkan Rp1,2 M, UMSU Rp3 M

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terhitung sejak 17 Maret 2020 lalu, sejumlah kampus memberlakukan perkuliahan via online. Karenanya, guna meringankan beban mahasiswa dalam menjalani perkuliahan daring ini, Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memberikan subsidi pulsa internet kepada seluruh mahasiswanya. Tak tanggung, untuk mensubsidi pulsa internet kepada seluruh mahasiswanya, Unimed menghabiskan anggaran mencapai Rp1,2 miliar, sedangkan UMSU mencapai Rp3 miliar.

“Kita membuat terobosan baru dengan membantu mahasiswa membeli paket internet sebesar Rp50 ribu/mahasiswa. Bantuan itu diberikan untuk mendukung penyelenggaraan perkulihaan daring,” ungkap Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom dalam keterangan pers diterima Sumut Pos, Senin (6/4).

Selain itu, Unimed juga bekerjasama dengan Telkomsel dan Indosat memberikan paket internet gratis sebesar 30 GB. Dengan begitu, Syamsul berharap mahasiswa sangat terbantu dalam menjalani perkuliahan nontatap muka selama pandemi corona ini.

Subsidi paket internet itu, dipertegas melalui surat edaran No: 000990/UN33/LL/2020 tanggal 2 April 2020 yang ditujukan kepada seluruh dekan fakutas, dan direktur pascasarjana. Hal itu, sebagai bentuk menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor : 302/E.E2/KR/2020 tanggal 31 Maret 2020 perihal masa belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan. Dengan itu, Unimed memberikan bantuan dana bagi setiap mahasiswa sebesar Rp50 ribu.

Syamsul menjelaskan, uang Rp50 ribu tersebut, langsung ditransfer oleh pihak Kampus Unimed ke masing-masing rekening mahasiswa, dalam waktu dekat ini. Setelah data sudah berhasil dikumpulkan. “Untuk itu kepada seluruh mahasiswa segera memberitahukan nomor rekening banknya yang aktif melalui jurusan/prodi masing-masing,” imbau Syamsul.

Pemberitahuan nomor rekening bank paling lambat diberikan pada selasa 7 April 2020. Selanjutnya data tersebut dikirimkan ke Bagian Keuangan BUK Unimed melalui fakultas masing-masing. “Selama masa pencegahan penyebaran Covid-19, Alhamdulilah kuliah daring berjalan dengan aman dan lancar, hingga saat ini belum ada kendala. Pelaksanaan ujian tugas akhir skripsi dan tesis juga berjalan dengan sukses” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unimed, Dr Martina Restuati mengungkapkan, saat ini jumlah mahasiswa Unimed yang masih aktif terdata ada 23.788 orang. “Jika dikalikan Rp50 ribu, maka bantuan yang diberikan Unimed kepada mahasiwa hampir sebesar Rp1,2 miliar. Kita berharap bantuan ini dapat mendukung kuliah Daring seluruh mahasiswa Unimed,” kata Martina.

Sementara itu, Mahasiswa FMIPA Unimed, Annisa Masnauli Siregar menyabut baik dengan kebijakan dikeluarkan Rektor Unimed dengan memberikan bantuan berupa paket internet senilai Rp50 per mahasiswa. “Iya bang, sudah kami terima informasi itu dari fakultas kami. Katanya dikasih uang pulsa Rp50 ribu untuk membeli paket data internet untuk kuliah daring. Lumayan kali bang,” sebut Nisa.

Nisa menjelaskan, persyaratannya utama menerima bantuan berupa subsidi pulsa internet itu, uang akan ditransfer ke rekening atas nama mahasiswa itu sendiri. “Tidak boleh rekening atas nama orang tua atau orang lain. Wajib rekening mahasiswa. Kalau tidak, uang tidak bisa ditransfer bang,” pungkas Nisa.

Dipotong dari Uang Kuliah

Terpisah, Kepala Humas UMSU, Dr Ribut Priadi menjelaskan, pemberian subsidi pulsa itu senilai Rp150 ribu hingga Rp500 ribu per mahasiswa dengan jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana. Namun pemberian subsidi pulsa internet itu, tidak bisa diberikan langsung oleh pihak Kampus UMSU. Melainkan, akan dipotong dari uang kuliah dibayarkan kepada kampus, nantinya. “Uang subsidi ini tidak langsung diberikan kepada mahasiswa. Namun nanti waktu mahasiswa sudah memasuki pembayaran uang kuliah untuk tahun 2020/2021 akan dikurangi dari pemotongan subsidi,” jelas Ribut, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (6/4).

Dengan begitu, Ribut menjelaskan, dengan jumlah mahasiswa mencapai belasan ribuan orang. Pihak UMSU akan memberikan subsidi uang pulsa mencapai Rp3 miliar. Ribut juga menjelaskan, subsidi paling besar diberikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU. Mengingat aktivitas perkuliah daring mereka cukup banyak dan akan memakan biaya pulsa cukup besar juga. “Kedokteran kita buat berbeda, karena memang mereka lebih banyak aktivitas menggunakan internet karena ada kegiatan praktek ataupun laboratorium,” sebut Ribut.

Di sini pihak UMSU, menurutnya, memberikan subsidi pulsa internet melihat dari kebutuhan disetiap mahasiswa di fakultas. Dengan begitu, pihak rektorat sangat memperhatikan kelancaran proses perkuliahan non tatap muka itu. “Jadi karena kegiatan mereka (mahasiswa Fakultas Kedokteran) banyak dan kemudian mereka memang harus full time jadi kita kasih subsidi sebesar Rp500 ribu,” pungkas Ribut. (gus)

Ajudan Wagubsu Sembuh dari Covid-19

SEMBUH: Ajudan Wagubsu Ory Kurniawan (tengah) bersama tim medis RSUP H Adam Malik Medan, usai dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, Senin (6/4).
SEMBUH: Ajudan Wagubsu Ory Kurniawan (tengah) bersama tim medis RSUP H Adam Malik Medan, usai dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, Senin (6/4).
SEMBUH: Ajudan Wagubsu Ory Kurniawan (tengah) bersama tim medis RSUP H Adam Malik Medan, usai dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, Senin (6/4).
SEMBUH: Ajudan Wagubsu Ory Kurniawan (tengah) bersama tim medis RSUP H Adam Malik Medan, usai dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, Senin (6/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar baik kembali datang dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan. Seorang lagi pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah dinyatakan sembuh dari rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut. Namun di sisi lain, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Polda Sumut dinyatakan positif Covid-19.

PASIEN kedua yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 tersebut, merupakan ajudan dari Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah, Ory Kurniawan. Ory sembuh setelah menjalani perawatan dan isolasi di RSUP H Adam Malik, Medan.

Kabar sembuhnya Ory diperoleh melalui hasil penelusuran Sumut Pos terhadap akun instagramnya, Senin (6/4) sore. Akun instagram dengan nama kurniawanory meng-upload status kegembiraann

atas kesembuhannya dari wabah virus mematikan tersebut. Status Ory mendapat like (disukai) oleh 363 akun dan 66 komentar. “Alhamdulillah puji beserta syukur saya panjatkan kepada Allah karena saya telah diberikan kesehatan dan kesembuhan dari penyakit Covid-19 atau corona. Terima kasih para tim medis RSUP H Adam Malik yang telah merawtat saya. Terima kasih juga bagi keluarga dan kolega saya yang selalu men-support,” tulis Ory pada akun tersebut.

Sementara, Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) yang dikonfirmasi membenarkan ada satu pasien positif Covid-19 yang sembuh dan telah dibolehkan pulang. Dengan demikian, jumlah yang positif Covid-19 telah sembuh sebanyak dua orang. Namun begitu, Rosa tidak menyebutkan secara jelas identitas pasien tersebut. “Pasien positif Covid-19 yang sembuh seorang laki-laki berusia 25 tahun,” ujar Rosa.

Disebutkan dia, pasien tersebut menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit selama lebih kurang 13 hari atau sejak 25 Maret lalu. “Pasien tersebut terpapar Covid-19 ketika keluar kota,” bebernya tanpa menyebutkan di kota mana yang dimaksud.

Rosa menyatakan, kepastian pasien itu sembuh setelah melalui dua kali pemeriksaan swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratorium Balitbangkes, Jakarta. Hasil pemeriksaannya, dinyatakan negatif.

Hingga Senin sore, sambung Rosa, jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh setelah menjalani perawatan belum ada penambahan lagi. Sedangkan jumlah pasien positif yang masih dirawat sebanyak 12 orang. “Untuk jumlah yang positif dan dirawat masih 12 orang. Jumlah ini belum ada penambahan, masih sama dengan hari sebelumnya (Minggu, 5/4),” sebutnya.

Ia menuturkan, untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat saat ini sebanyak 5 orang. Sedangkan PDP yang sembuh dan negatif 14 orang. Terkait dengan kondisi Anggota DPRD Sumut M Rizky Aulia Agsa, Rosa menambahkan, yang bersangkutan masih dalam perawatan dan menunggu hasil laboratorium dari Balitbangkes Jakarta. “Kita doakan hasil pemeriksaan laboratorium negatif, sehingga jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh terus bertambah,” imbuhnya.

Tak Benar Merokok Bisa Cegah Corona

Sempat beredar kabar dan viral di media sosial, merokok diklaim bisa mencegah penularan virus corona. Namun ternyata, kabar tersebut tidak benar alias hoaks. Pasalnya, sama-sama diketahui merokok dapat merusak kesehatan.

Kepala Unit Mikrobiologi Klinik RSUP H Adam Malik, dr Rina Yunita SpMK (K) mengatakan, secara umum dari berbagai hasil penelitian merokok memiliki efek buruk terhadap kesehatan karena terkandung berbagai macam zat kimia. Efek buruk tersebut, salah satunya yaitu merusak pertahanan dari saluran pernapasan.

“Merokok tidak menimbulkan dampak yang baik terhadap pencegahan penularan Covid-19 lantaran pertahanan saluran pernapasan telah dirusak. Dengan kondisi tersebut, maka virus mudah masuk,” ungkap Rina dalam video streaming Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Senin (6/4).

Karena itu, sebut Rina, dipastikan merokok tidak akan memberikan dampak yang baik dalam pencegahan Covid-19. Meski begitu, dia mengakui hal ini perlu penelitian lebih lanjut. “Secara umum zat yang ada dalam rokok memberikan mekanisme pertahanan yang buruk pada saluran napas, sehingga memungkinkan virus corona itu bisa masuk dalam tubuh,” jelasnya.

Rina menuturkan, virus corona umumnya menyerang saluran pernapasan. Penularan terjadi melalui cairan droplet dari saluran pernapasan, misalnya batuk, bersin atau ketika berbicara. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui jari tangan, misalnya ada benda-benda mati seperti gagang pintu, kunci dan sebagainya yang disentuh oleh orang lain karena sebelumnya dipegang oleh penderita positif Covid-19. “Jangan menyentuh wajah terutama bagian hidung, mata dan mulut sebelum mencuci tangan. Sebab mungkin saja tangan kita yang kotor terpapar virus ini, sehingga masuk melalui bagian tubuh tadi disaat menyentuhnya,” tutur dia.

Untuk itu, sambung Rina, untuk mencegah penularan maka tentunya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yaitu dengan rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau dengan hand sanitizer. Selanjutnya, membersihkan rumah seperti lantai, kaca jendela dan sebagainya dengan bahan-bahan yang mengandung disinfektan atau antiseptik. “Jika harus keluar rumah, wajib menggunakan masker, hindari kerumunan dan menjaga jarak saat berkomunikasi minimal 2 meter. Setelah selesai dan kembali ke rumah, maka bersihkan diri dan ganti pakaian sebelum berkumpul dengan keluarga. Sementara, masker yang digunakan langsung dicuci jika terbuat dari bahan atau kain. Sedangkan masker bukan dari kain, alangkah baiknya dibungkus dan dibuang di tempat yang tidak dijangkau anak-anak,” paparnya.

Semprotkan Disinfektan ke Tubuh Bisa Sebabkan Korosif

Lebih lanjut Rina mengatakan, terkait penggunaan disinfektan yang disemprotkan ke tubuh manusia sangat tidak dianjurkan. Alasannya, karena bisa menimbulkan efek yang buruk. Apalagi, langsung mengenai kulit, mata, terhirup dan sebagainya.

Menurut dia, umumnya bahan-bahan dari disinfektan salah satunya klorin dengan konsentrasi yang cukup tinggi. Karena itu, tidak aman untuk tubuh manusia lantaran bisa korosif (dapat menyebabkan kerusakan). “Di permukaan logam saja tidak boleh terlalu sering karena bisa berefek buruk, apalagi ke tubuh manusia. Hal ini lantaran klorin memiliki sifat korosif,” terang Rina.

Diutarakannya, jika terhirup klorin sesering mungkin dalam jangan waktu yang lama, maka berdampak buruk. Kemungkinan dampaknya bukan saat ini, tetapi jangka panjang baru dirasakan. Misalnya, gangguan saluran pernapasan, batuk dan sebagainya. Bahkan, apabila memiliki penyakit asma maka bisa kambuh. Sedangkan terkena kulit, maka bisa iritasi. “Jadi, penyemprotan disinfektan boleh dilakukan pada ruangan dan benda-benda mati. Maka dari itu, penggunaannya harus benar-benar bijak,” tukasnya. (ris)

Covid-19 di Sumut, 57 Positif, 127 PDP

KETERANGAN PERS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Minggu (29/3).
KETERANGAN PERS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Minggu (29/3).
KETERANGAN PERS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Minggu (29/3).
KETERANGAN PERS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sementara dalam konfrensi pers di media center, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (6/4) sore, Aris Yudhariansyah mengungkapkan, jumlah yang positif terjangkit Covid-19 di Sumut bertambah menjadi 57 orang. Artinya, ada penambahan satu kasus positif dari data pada Minggu (5/4) sore, yang jumlah kasus posotif 56 orang. “Kasus positif Covid-19 di Sumut bertambah 1 orang, atau mengalami kenaikan sekitar 1,7 persen,” kata Aris.

Dari 57 kasus positif itu, 37 diantaranya ditetapkan berdasarkan hasil laboratorium. Sementara 20 kasus positif berdasarkan hasil rapid test atau skrining awal.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumut juga mengalami peningkatan sekitar 7,8 persen dibandingkan hari sebelumnya. Jika pada Minggu (5/4), jumlah PDP di Sumut 122, saat ini naik menjadi 127 orang. “Untuk orang dalam pengawasan atau ODP di Sumut berjumlah 3.615,” sebutnya.

Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut menilai, masyarakat saat ini belum taat sepenuhnya dalam praktik pecegahan penularan seperti mencuci tangan pakai sabun, tetap berada di rumah, dan kenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sehingga laju orang terpapar covid-19 terus bertambah.

ASN Polda Sumut Positif Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut dikabarkan positif terpapar virus corona atau Covid-19. Kabar ini menambah daftar panjang kasus positif Covid-19 di Sumut.

Informasi diperoleh di Mapolda Sumut, Senin (6/4), ASN tersebut berjenis kelamin perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun. Saat ini, yang bersangkutan sedang dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) GL Tobing, Tanjung Morawa. Disebut-sebut ASN itu terjangkit saat mengikuti apel pagi. Dia memiliki riwayat penyakit paru-paru.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi tak bisa memastikan hal itu. Namun, diakuinya adanya kabar seorang ASN di Polda Sumut diduga positif Covid-19. “Saya tidak begitu tahu hanya dengar kabar saja, tapi itu pun sebatas diduga. Korban diduga terjangkit saat mengikuti apel pagi. Untuk lebih jelasnya konfirmasi ke Biddokkes (Bidang Dokter dan Kesehatan) Polda Sumut,” ujarnya singkat saat dihubungi via seluler.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah membenarkan ASN Polda Sumut positif Covid-19. Kata Aris, hasil positif diketahui melalui alat rapid test atau tes cepat Covid-19. “Benar ada ASN Polda Sumut positif Covid-19 setelah dilakukan rapid test,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, sambung sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini, sejumlah orang yang mengalami kontak erat dengan ASN tersebut tengah dilakukan penulusuran atau tracing. Meski begitu, tidak dijelaskan Aris berapa banyak jumlahnya dan siapa saja mereka yang nantinya masuk daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP). “Saat ini pasien tersebut sudah dirawat di ruang isolasi RS GL Tobing. Mohon doanya agar pasien dapat sembuh, dan begitu juga pasien-pasien di rumah sakit lainnya,” cetus Aris.

Anggaran Penanganan Covid-19 di Sumut, Pemprovsu Kucurkan Rp501,3 M

RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi rapat melalui videoconference bersama bupati dan walikota se-Sumut terkait penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Gubernur, Senin (6/4).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi rapat melalui videoconference bersama bupati dan walikota se-Sumut terkait penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Gubernur, Senin (6/4).
RAPAT:  Gubsu Edy Rahmayadi rapat melalui videoconference bersama bupati dan walikota  se-Sumut terkait penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Gubernur, Senin (6/4).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi rapat melalui videoconference bersama bupati dan walikota se-Sumut terkait penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Gubernur, Senin (6/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut telah mengalokasikan anggaran senilai Rp501,3 miliar guna percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (Covid-19). Anggaran yang diberikan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut tersebut, efektif berjalan mulai Senin (6/4) kemarin.

“Per hari ini (Senin) sudah efektif. Inikan cuma recofusing anggaran saja. Hanya perlu peraturan gubernur penjabaran atas perubahan anggaran, dan cukup pemberitahuan saja ke DPRD,” kata Pelaksana Tugasn

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, Ismael Sinaga menjawab Sumut Pos, kemarin.

Pergub penjabaran untuk kebutuhan penanganan Covid-19 di Sumut, ungkap dia, sudah diterbitkan sejak Jumat pekan lalu. Di mana anggaran yang telah dialokasikan senilai Rp501,3 miliar. Saat ditanya mengenai adanya usulan anggaran sekitar Rp800 miliar untuk hal itu, katanya nanti masuk ke gugus tugas dulu agar dilakukan verifikasi dan skala prioritas.

“Lalu dieksistensi oleh BPKP, dari sanalah dia baru alur bergulirnya dilanjutkan ke OPD fungsional. Itulah yang nanti meminta penyaluran dananya ke BPKAD. Jadi bukan langsung melainkan ke OPD fungsional. Namun gugus tugas juga menentukan, kesesuaian dan prioritas dari usulan-usulan tersebut,” katanya.

Mengenai anggaran yang akan dimanfaatkan tersebut, Ismael menerangkan ada tiga item. Pertama terkait bidang kesehatan, kegiatan tanggap darurat dan terakhir jaring pengaman sosial atau JPS akibat wabah ini. “Kalau di kesehatan kan sudah jelas kebutuhannya, seperti persediaan APD bagi tenaga medis, peralatan pendukung rumah sakit rujukan dan kebutuhan terkait lainnya. Begitupun untuk tanggap daruratnya, apa-apa saja yang berhubungan dengan itu semuanya perlu disiapkan melalui anggaran ini. Lalu yang ketiga dan tak kalah penting, ialah jaring pengaman sosial,” kata pria yang juga menjabat Kadisdukcapil Sumut itu.

Pada poin terakhir tersebut, ia menekankan, Gubernur Edy Rahmayadi telah mengeluarkan surat edaran lagi terkait JPS kepada seluruh bupati dan wali kota se Sumut. Hal ini penting guna mengantisipasi dampak sosial masyarakat akibat wabah corona. “Karena itu didorong juga agar pemkab/pemko se Sumut melakukan recofusing anggaran. Gubsu sudah bersurat ke seluruh kepala daerah, dan diharapkan dalam minggu ini juga melaporkan hal itu kepada beliau,” katanya.

OPD teknis Pemprovsu terkait hal ini, yakni dinas sosial pada pekan lalu sudah mengirimkan surat ke seluruh bupati dan wali kota agar program JPS tersebut segera dijalankan. Pemerintah desa/kelurahan sebagai tingkatan terendah, dalam surat tersebut diminta mendata seluruh warganya agar dapat diakomodir menerima bantuan. Termasuk mengumpulkan fotokopi kartu keluarga sebagai persyaratan mendapat manfaat dari JPS.

“Mengenai hal ini, nanti terserah gugus tugas. Karena anggaran tersebut untuk mereka kita berikan dan merekalah sektor yang bertanggungjawab. Cuma saran dari kami supaya tidak tumpang tindih saat pembagian nanti, gugus tugas ke gugus tugas saja yang mendistribusikan. Artinya dari gugus tugas provinsi ke gugus tugas kabupaten dan kota,” katanya.

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengatakan, anggaran tersebut agar segera dijalankan supaya masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya. Menurutnya sosial ekonomi masyarakat sudah cukup berdampak akibat wabah corona menyerang Sumut selama satu bulan ini. Ditambah lagi masa tanggap darurat yang diperpanjang hingga 29 Mei mendatang. “Masyarakat kita sangat memerlukan bantuan pangan, uang dan lainnya sehingga ekonominya tetap bisa berjalan. Sebab kita ketahui bersama, masa tanggap darurat sudah diperpanjang sampai 29 Mei. Tentu saja ini sangat berat bagi rakyat kita,” katanya.

Pihaknya berharap seluruh pemda se Sumut juga dapat menindaklanjuti segera edaran gubernur tentang program JPS. Karena sekarang ini yang perlu diantisipasi tidak sekadar pencegahan dan percepatan penanganan wabah saja, melainkan juga dampak sosial akibat hal tersebut. “Seluruh pemda kami minta jangan bertele-tele lagi soal anggaran untuk membantu rakyatnya. Sekecil apapun bantuan dari pemerintah tentu sangat bernilai sekarang ini. Semua sektor dan elemen mesti bergerak supaya dampak sosial akibat wabah corona mampu kita tangani bersama-sama,” katanya.

Kesempatan itu, ia pun meminta Gubsu Edy Rahmayadi berkoordinasi dengan semua bupati/wali kota se Sumut agar pendataan warga yang berhak menerima bantuan terkait corona cepat selesai. Jika data sudah ada, dia meminta bantuan cepat disalurkan. “Ini sudah hampir sebulan, makin lama makin berat masyarakat,” tuturnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga berencana menggeser anggaran reses untuk membantu warga yang terkena dampak kebijakan pencegahan penyebaran Covid-19. Pemerintah pusat diminta membuat payung hukum agar DPRD bisa melakukan pergeseran dana tersebut. “Kita kan mau reses kan. Kita minta payung hukumnya supaya anggaran reses ini kita berikan ke masyarakat. Kita juga sudah bicarakan gaji kita supaya untuk bergotong-royong,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.

Baskami mengatakan payung hukum diperlukan agar pergeseran anggaran reses untuk bantuan ke warga tidak menjadi masalah di kemudian hari. Dia juga meminta para pengusaha ikut membantu mengurangi dampak corona terhadap warga. (prn)

Berikan Semangat untuk Tim Medis Penanganan Corona, PGN Serahkan APD ke RSUP H Adam Malik

BERSAMA: Tim manajemen PGN berfoto bersama panitia Posko Penerima Bantuan Covid-19 RSUP H Adam Malik Medan, Senin (6/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyerahkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim medis yang menangani Corona di Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan, Senin (6/4). Hal ini sebagai bentuk kepedulian PGN kepada ‘pahlawan’ kesehatan yang berada di garis terdepan dalam penanganan pendemik global tersebut.

Sales Area Head PGN Area Medan, Saeful Hadi mengatakan bantuan ini diberikan sebagai kepedulian PGN terhadap permsalahan yang sedang dihadapi saat ini, bantuan seperti ini diberikan bukan hanya di Medan saja tetapi dibeberapa kota lain yang ada wilayah operasional PGN, dalam menyalurkan Energi Baiknya.

“Medan menjadi perhatian karena sudah masuk zona merah, dan itu menjadi perhatian kita untuk memberikan sumbangsih kepada daerah yang sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Saeful mengatakan bantuan yang diserahkan PGN berupa, Sepatu Boot, Kacamata Google, Sarung Tangan, Faceshield, Masker N95, dan Baju APD, masing-masing sejumlah 20 pasang. Dan diharapkan dengan APD ini dapat membantu tim medis saat menjalankan tugas yang mulia ini.

“Kita terus memberikan suport kepada garda terdepan dalam penanganan Covid 19 ini dalam memantau dan menangani serta harus memperhatikan perkembangan pasien. Dengan pemberian APD ini kita ingin memberikan semangat kepada para tim medis bahwa kita akan selalu mendukung mereka,” lanjutnya.

Dukungan PGN terhadap pemerintah bukan hanya memiberikan bantuan kepada tim medis berupa APD, tetapi PGN juga menerapkan himbauan pemerintah, seperti bekerja di rumah, menjaga jarak saat berkomunikasi dan melengkapi petugas dengan APD yang dibutuhkan. Walaupun begitu, pelayanan PGN dipastikan tetap maksimal walau tanpa adanya tatap muka antara karyawan dan pelanggan.

“Untuk keluhan pelanggan tetap bisa menghubungi Call Center di 1500 645 . selama 24 jam. Dan Tim Penanganan Ganggguan siap melaksanakan tugasnya untuk menanggapi berbagai keluhan pelanggan. Dan semua karyawan selalu kita persiapkan dengan masker dan hans sanitizer diingatkan untuk menjaga jarak,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, saat harus masuk ke kantor PGN Area Medan di Jalan Imam Bonjol juga sebelumnya akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk memutuskan penyebaran Covid-19.

“PGN berharap agar pandemik global ini cepat selesai, sehingga semua masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir, dan perekonomian berjalan dengan normal,” tutupnya. (rel/ram)

Pos Penanggulangan Covid-19 Pansurbatu Optimalkan Fungsi Relawan

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Penanggulangan penyebaran virus corona Covid 19 di tiga desa, Desa Pansurbatu, Desa Pansurbatu I dan Desa Pansurbatu II telah dibentuk dengan nama Relawan Covid 19 mengacu pada Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal No.8 Tahun 2020 dan Surat Edaran Bupati Tapanuli Utara Nomor 486/2020 Tentang Desa Tanggap Covid 19 Tertanggal 27 Maret 2020.

Pantauan sumutpos.co pada pos relawan covid 19 pada hari Senin (06/4) yang terletak di jalan masuk wilayah Pansurbatu Dusun Parbubu Il dan Dusun Huta Simamora terlihat setiap masyarakat yang masuk ke wilayah Pansurbatu mendapat pemeriksaan identitas serta menanyakan tujuan apa, dan berkunjung kerumah siapa.

Dan relawan juga melakukan penyemprotan sanitazer ke tangan pengunjung dan melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kendaraan setiap warga yang berkunjung. Saat ditanyakan tentang kegiatan yang dilakukan oleh tim relawan R Br Ginting yang merupakan petugas kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Pansurbatu yang ikut sebagai anggota tim relawan Covid 19 menjelaskan, bahwa kegiatan yang merupakan rencana kerja tim adalah melakukan pengecekan terhadap warga yang masuk dengan membuat daftar tamu dan melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kendaraan yang digunakan, serta menyemprotkan sanitazer terhadap tangan warga yang datang, khusus kepada warga masyarakat yang pulang dari kunjungan yaitu dari daerah terdampak penularan covid 19 tim relawan menganjurkan agar warga tersebut melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari tim selama 14 hari, tim juga melakukan patroli keliling dengan menggunakan pengeras suara dengan menghimbau agar warga tidak berkumpul dan menjaga jarak sesuai dengan anjuran pemerintah, ujarnya.

Henri Hutagalung salah seorang anggota tim yang juga merupakan Sekretaris Desa mengatakan tim relawan yang telah dibentuk ini akan bekerja dengan optimal dengan memberdayakan seluruh anggota tim, hingga saat ini relawan covid 19 mendapat respon positif dari masyarakat atas kehadiran dari tim di wilayah Pansurbatu, ucapnya.

Diharapkannya partisipasi aktif dari seluruh masyarakat sangat diharapkan untuk memastikan penyebaran virus tersebut tidak sampai ke desa ini, oleh karena itu setiap himbauan dari manapun terkait bahya covid 19 ini harus dengan bersama-sama diindahkan, ujarnya.(mt)

Datangi Kafe-kafe, Polres Sergai Patroli Antisipasi Corona

IMBAUAN: Polres Sergai mendatangi kafe melakukan imbauan kepada pengunjung tentang Corona.
IMBAUAN: Polres Sergai mendatangi kafe melakukan imbauan kepada pengunjung tentang Corona.
IMBAUAN: Polres Sergai mendatangi kafe melakukan imbauan kepada pengunjung tentang Corona.
IMBAUAN: Polres Sergai mendatangi kafe melakukan imbauan kepada pengunjung tentang Corona.

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Polres Serdang Bedagai (Sergai) terus berkelanjutan melaksanakan Patroli dan imbauan kepada masyarakat Serdang Bedagai terkait wabah Virus Corona, Sabtu (4/4) sekira pukul 20.00 WIB.

Kegiatan Patroli rutin dipimpin Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang SH MHum dengan mengunjungi kafe maupun tempat keramaian di seputaran wilayah hukum Polres Sergai.

Turut hadir mendampingi Kapolres, Kabag Ops Kompol Sofyan, Kasat Intelkam AKP T Manurung, Kasat Lantas AKP Agung Basuni,Kasubbag Humas Ipda Zulfan Ahmadi, Kasi Propam IPDA Ahmad Mula Purba.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres beserta rombongan mengunjungi Kafe Brotherhood di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, serta melakukan imbauan kepada pengunjung serta pemilik cafe agar mematuhi imbauan pemerintah dan Maklumat Kapolri dan selalu menjaga jarak satu dengan lainnya.

Selain Kafe Brotherhood, jajaran kepolisian juga mengunjungi Dalanta Kafe di Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah juga turut memberikan imbauan kepada pengunjung dan pemilik kafe agar mematuhi imbauan dan maklumat Kapolri dan menyediakan tempat mencuci tangan sebelum memasuki kafe, serta menjaga jarak satu dengan lainnya. “Patroli ini bertujuan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat untuk dalam penanganan penyebaran virus Corona,” Kata Kapolres.

“Kami juga memberi imbau juga kepada pemilik kafe agar membuat imbauan kepada pengunjungnya untuk membeli makanan atau minuman untuk dibungkus dan dibawa pulang, tidak berkumpul di kafe,”tegasnya

AKBP Robin juga menjelaskan, kegiatan patroli ini untuk mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Serdang Bedagai di bagi menjadi tiga zona yakni Zona 1 Wilayah Hukum Polsek Perbaungan dan Pantai Cermin, Zona 2 Wilayah hukum Polsek Teluk Mengkudu, Polsek Firdaus dan Polsek Tanjung Beringin. Sementara wilayah Dolok Masihul dan Kotarih masuk ke zona 3. (bbs/azw)

Warga Siantar Masuk PDP Corona, Kalapas Humbahas Tepis Isu Napi Terpapar Covid-19

DISINFEKTAN: Penyemprotan disinfektan di blok area hunian Rutan Kelas IIB Humbahas, Sumatera Utara, kemarin.
DISINFEKTAN: Penyemprotan disinfektan di blok area hunian Rutan Kelas IIB Humbahas, Sumatera Utara, kemarin.
DISINFEKTAN: Penyemprotan disinfektan di blok area hunian Rutan Kelas IIB Humbahas, Sumatera Utara, kemarin.
DISINFEKTAN: Penyemprotan disinfektan di blok area hunian Rutan Kelas IIB Humbahas, Sumatera Utara, kemarin.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – FP 47 tahun, warga Pematangsiantar, Sumatera Utara, dinyatakan masuk dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona, setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

“Satu orang warga pendatang, keluarga EP, warga Desa Sosor Gonting, Kecamatan Doloksanggul, berdasarkan rapid test, positif,” demikian Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor di akun Facebook miliknya pada Minggu, (5/4).

Dosmar menulis, FP melakukan kunjungan ke rumah adiknya, EP di Desa Sosor Gonting, Kecamatan Doloksanggul, ditemani anaknya pada Rabu, 18 Maret 2020.

Di status itu Dosmar menyebut, sengaja tidak menuliskan data pribadi pasien sesuai dengan kode etik medis tidak diperkenankan menyebutkan nama dalam menjaga kerahasiaan.

Berdasarkan riwayat medik, pada Kamis-Jumat, 19-20 Maret 2020, FP mengalami gejala flu, nyeri sendi dan nyeri tulang. Kemudian pada Sabtu, 21 Maret 2020, EP berobat ke RSUD Doloksanggul melalui unit gawat darurat (UGD) dengan keluhan batuk, sakit tenggorokan, dan sesak nafas.

Atas diagnosa dan pemeriksaan dokter jaga UGD didapati adanya tonsil hiperemis. Dokter UGD memberikan terapi setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis paru.

Selanjutnya diedukasi untuk isolasi mandiri di rumah sejak Sabtu, 21 Maret-Jumat, 3 April 2020.

Lalu pada Sabtu, 4 April 2020, dilakukan pemeriksaan rapid test kepada FP dengan hasil positif. Kemudian dilaksanakan foto thorax dan darah rutin sebagai syarat untuk melakukan rujukan.

Berdasarkan hasil diagnosa itu dokter spesialis paru menetapkan FP sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Pada sore harinya sekitar pukul 18.30 WIB, FP dirujuk ke Rumah Sakit dr GL Tobing, Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

“Sesuai dengan gejala dan hasil foto thorax dan didukung dengan pemeriksaan rapid test positif, maka si pasien ditegakkan diagnosa PDP. Selanjutnya pasien dirujuk ke rumah sakit rujukan covid untuk dilakukan pemeriksaan PCR guna memastikan pasien confirm Covid-19 atau tidak. Ini sesuai dengan protokol penanganan covid, Pak. Jadi rapid test itu hanya skrining awal. Belum bisa memastikan pasien itu sudah positif covid atau tidak,” kata Dosmar lewat WhatsApp, Minggu, (5/4).

Direktur RSUD Doloksanggul Netty Iriani Simanjuntak, dikonfirmasi wartawan terpisah melalui pesan singkat WhatsApp membenarkan adanya PDP terkonfirmasi positif hasil rapid test. (bbs/azw)

Beredar isu pada Sabtu, 4 April 2020, salah satu warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Humbahas, positif Covid-19.

Pihak rutan membantah isu itu. “Hingga saat ini, warga binaan pemasyarakatan Humbahas masih negatif,” kata Kepala Rutan Kelas II B Humbahas Revanda Bangun, Sabtu, 4 April 2020. (bbs/azw)

Pemko Tebingtinggi Kembali Bubarkan Perkumpulan

USIR: Tampak petugas Satpol PP melakukan penertibam kepada pengunjung kafe di Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos
USIR: Tampak petugas Satpol PP melakukan penertibam kepada pengunjung kafe di Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos
USIR: Tampak petugas Satpol PP melakukan penertibam kepada pengunjung kafe di Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos
USIR: Tampak petugas Satpol PP melakukan penertibam kepada pengunjung kafe di Kota Tebingtinggi.
Sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – TIM Gabungan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Tebingtinggi kembali menertibkan pedagang dan mengusir pengunjung untuk pulang ke rumah dan tinggal di rumah, Minggu dini hari (5/4) sekira pukul 00.30 WIB. Penertiban dilakukan karena masih banyaknya laporan warga yang melihat aktivitas dan perkumpulan pertemuan orang banyak di Tebingtinggi terutama di kafe kafe dan tempat pedagang minuman di tengan wabah Corona.

Tim gabungan terdiri dari Satpol PP, Polri, TNI, Dishub dan Dinkes Kota Tebingtinggi melakukan penertiban di wilayah Kota Tebingtinggi seperti lokasi Jalan Sutomo, Jalan MT Haryono, Jalan Sudirman dan Jalan KL Yos Sudarso serta Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi.

“Karena masih ada laporan warga ada perkumpulan yang masih membandel dan tidak peduli dengan penyebaran Covid 19 di wilayah Kota Tebingtinggi, maka secara tegas kami bubarkan,” jelas Kepala Tim gabungan Kasat Pol PP Kota Tebingtinggi melalui Sekretaris, Benart Yustin Hutapea.

Dijelaskannya, tindakan penertiban pedagang dan pengunjung ini dilakukan akan berkelanjutan, karena tujuannya untuk tidak ada lagi kerumunan orang di malam hari sehingga memudahkan penyebaran Covid 19.

“Ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di tengah tengah masyarakat Kota Tebingtinggi. Kami himbau jangan ada lagi kumpul kumpul, kalau membeli sistem take a way (bayar langsung pulang),” paparnya.

Patroli yang dilakukan hingga pagi menyusuri sepanjang Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, karena masih banyaknya pedagang makanan yang buka hingga pagi, maka dari itu tim selalu melakukan himbauan agar menyarankan kepada pembeli untuk membeli makanan sistem bungkus dan tidak melayani makam di tempat.

“Pedagang juga harus membantu pemerintah pada saat saat begini. Karena kalau kita tidak peduli, maka masyarakat Kota Tebingtinggi juga nantinya yang merugi. Baru kita perangi Covid 19 ini,” paparnya.

Perkumpulan perkumpulan kaum muda mudi juga dibubarkan paksa di sepanjang Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, karena ada laporan daerah tersebut merupakan tempat dan lokasi sebagai balap liar, menindaklanjuti hal itu, pihak Kepolisian Polsek Rambutan ikut turun ke jalan melakukan penertiban hingga benar benar tidak ada orang lagi di jalan. (ian/azw)