27 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 4481

BPS Ajak ASN Labura Sensus Penduduk 2020 Online

LABUHANBATU UTARA, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) sosialisasikan Sensus Penduduk 2020 secara online kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Labura.

Sosialisasi Sensus Penduduk tersebut dilaksanakan usai upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Labura, Senin (17/2).

Kepala BPS Labura, Rika Ventina, SE, M.Si, mengatakan sosialisasi dilakukan ke ASN berupa pendampingan pengisian data Sensus Penduduk online.

“Sosialisasi ini bertujuan memberikan kesadaran ke ASN untuk segera mendaftarkan dan mengisi data diri serta keluarganya pada situs sensus.bps.go.id agar hasil maksimal,” kata Rika.

Rika menuturkan ASN dan masyarakat Labura tidak perlu risau, apabila gagal mendaftarkan sensus penduduk secara online, karena akan ada petugas yang mendatangi langsung pada proses sensus penduduk secara wawancara.

Ia mengharapkan pasca dilakukan pendampingan pengisian data Sensus Penduduk online, ASN di Pemkab Labura mengerti dan mensosialisasikan ke masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

“Sehingga pengisian dan pengiriman data tidak salah, hingga target Sensus Penduduk secara online mencapai 13 persen di Labuhanbatu Utara ini,” pungkas Rika Ventina.

Sosialisasi Sensus Penduduk online dilakukan BPS juga dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setdakab Labura, Raja Saljukdin, M.Si, jajaran OPD, dan para ASN, Honorer dan masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Labuhanbatu Utara H. Kharuddin Syah, SE, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Labura Nurahman, S.Sos, mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mensukseskan Sensus Penduduk 2020 sistem online yang dilaksanakan BPS mulai 15 Februari sampai 31 Februari, dan 1 Juli sampai 31 Juli untuk sistem wawancara.

Nurahman, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah tentang Sensus Penduduk 2020, di aula Ahmad Dewi Syukur, Kantor Bupati Labura, Kamis (13/2), mengimbau dan mengajak seluruh OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, dan seluruh komponen masyarakat Labura untuk ikut mendukung dan menyukseskan Sensus Penduduk 2020.

“Semua harus ikut serta dan berperan aktif mensosialisasikan dan mempublikasikan Sensus Penduduk 2020 dimulai dari keluarga, tempat tinggal, dan tempat kerja,” pesan Nurahman, saat membacakan sambutan Bupati Labura.

Masih melalui Nurahman, Bupati Kharuddin Syah juga berharap hasil dari Sensus Penduduk 2020 tidak ada lagi jumlah penduduk yang asal-asalan, guna mewujudkan satu data kependudukan di Kabupaten Labura.

Bupati Labura berharap tidak ada lagi perbedaan, antara data instansi dengan BPS. Seperti 2018, data jumlah penduduk di Disdukcapil Labura 392.520 jiwa, sedangkan data BPS Labura 360.926 jiwa. (mag-7/han)

Mulai dari Rp10.000 Kini, Menabung Emas Bisa di Kantor Pos

EMAS: Aplikasi jual beli emas syariah Tamasia bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero), menyediakan produk tabungan emas. Menabung emas di Tamasia sangat terjangkau, mulai dari Rp 10.000.
istimewa

SUMUTPOS.CO – Aplikasi jual beli emas syariah Tamasia menyepakati kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero). Kerja sama ini terkait penyediaan produk tabungan emas guna mempermudah masyarakat dalam berinvestasi pada instrumen logam mulia tersebut.

CEO & Co Founder Tamasia, Muhammad Assad, mengatakan kolaborasi ini dilakukan untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dalam menabung emas dan membantu pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan yang ditargetkan mencapai 90 persen pada 2024.

Assad menyebut, Pos Indonesia telah memiliki lebih dari 25.000 titik lokasi di seluruh pelosok Indonesia. Sehingga, jangkauan pelanggan Tamasia semakin meluas. “Banyak masyarakat Indonesia yang berminat menabung dalam bentuk emas. Kami yakin dengan adanya kerja sama ini membantu calon pelanggan kami berinvestasi emas. Apalagi, jaringan yang dimiliki Pos Indonesia sangat kuat dengan puluhan ribu titik di seluruh Indonesia,” kata Assad dalam keterangannya, Selasa (18/2).

Menurut Assad, peminat investasi emas di Indonesia masih tergolong sedikit. Berdasarkan data World Gold Council 2018, Indonesia menduduki peringkat 8 dalam permintaan emas terbesar di dunia dengan total 64,1 metrik ton. Namun, sebenarnya potensi Indonesia untuk permintaan pemesanan emas masih sangat luas. Pertumbuhan harga emas pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Untuk itu, Tamasia dan Pos Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan penjualan serta pelayanan dalam bentuk tabungan investasi emas di Indonesia,” tegas Assad.

Pelanggan tak perlu lagi pusing untuk menabung emas. Sebab, pelanggan bisa mengambil emas fisik di kantor pos terdekat. Pemesanannya pun mudah, melalui aplikasi Tamasia dengan menggunakan rekening Giropos atau Virtual Account. Selain itu, menabung emas di Tamasia sangat terjangkau, mulai dari Rp 10.000.

“Setelah proses berhasil, pelanggan bisa mengambil emas fisik di kantor pos yang terdekat dengan domisili tempat tinggal,” tambahnya.

Sementara itu, Manajer Business Development Jasa Keuangan Pos Indonesia Agung Prabowo menambahkan, kerja sama ini merupakan terobosan baru yang sarat akan manfaat, yaitu kesempatan memperkenalkan belanja emas secara digital kepada pelanggan yang selama ini belum terpapar dengan baik dalam hal teknologi dan penggunaan aplikasi belanja online.

“Kehadiran Tamasia di Kantor Pos juga diharapkan dapat menambah segmen pelanggan baru bagi kami,” terang Agung. (kps/net)

Tebingtinggi Terpilih sebagai Pilot Project Tata Kelola Jalan Daerah

ULOSI: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyematkan ulos kepada Kepala Pusat Fasilitas Inprastruktur Daerah Kementerian PUPR, Riono Suprapto dan Ketua Tim JICA, Mr Kawabata.
ULOSI: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyematkan ulos kepada Kepala Pusat Fasilitas Inprastruktur Daerah Kementerian PUPR, Riono Suprapto dan Ketua Tim JICA, Mr Kawabata.
ULOSI: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyematkan ulos kepada Kepala Pusat Fasilitas Inprastruktur Daerah Kementerian PUPR, Riono Suprapto dan Ketua Tim JICA, Mr Kawabata.
ULOSI: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyematkan ulos kepada Kepala Pusat Fasilitas Inprastruktur Daerah Kementerian PUPR, Riono Suprapto dan Ketua Tim JICA, Mr Kawabata.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kepala Pusat Fasilitas Infrastruktur Daerah Kementerian PUPR, Riono Suprapto mengungkapkan, Kota Tebingtinggi bersama Kota Sukabumi terpilih sebagai Pilot Project Tata Kelola Jalan Daerah, setelah dilakukan penilaian dari 98 kota yang ada di Indonesia.

“Kota Tebingtinggi dan Sukabumi kita anggap kota-kota yang setter atau pusat pusat produksi yang sangat berpotensi untuk mengembangkan wilayah sekitarnya. Tebingtinggi juga daerah penyanggah khususnya di Sumut,”ujar Riono Suprapto, usai Workshop kegiatan Pilot Project Peningkatan Tata Kelola Jalan Daerah, serta Pemaparan Project oleh Team JICA, di Balai Kota Tebingtinggi, Senin (17/2).

Kegiatan ini difasilitasi oleh Pusat Fasilitas Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian PUPR RI, dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang JICA (Japan International Cooperation Agency).

Riono Suprapto menjelaskan, Kementerian PUPR bekerjasama dengan JICA khususnya dalam rangka pembinaan perangkat daerah dalam hal tata kelola, pemeliharaan dan perbaikan jalan, khususnya jalan kota.

“Jadi tata kelola pemeliharaan dan perbaikan jalan kota bagi pegawai di Dinas PU juga akan diberikan pembinaan, terkait dengan bagaimana proses speksi jalan dalam rangka mendapatkan data data jalan yang valid, setelah itu merencanakan perencanaan jalan selama 1 tahun,” paparnya.

Ditambahkannya, hal ini menggunakan aplikasi progremar yang dikeluarkan oleh eksport eksport dari Jepang, sehingga nanti perangkat daerah khususnya Dinas PU dapat menangani pemeliharaan jalan secara sistematis dan struktur dalam rangka menjaga kemantapan jalan Kota Tebingtinggi, dan juga mendapatkan peralatan untuk pemeliharaan.

Di tempat yang sama, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, Kepala Pusat Fasilitas Inprastruktur Daerah Kementerian PUPR, Riono Suprapto bersama rombongan JICA yang hari ini hadir dalam rangka peluncuran dari pada proyek regional ruth depelover di Kota Tebingtinggi.

“Kita bersyukur terpilih sebagai salah satu dari dua kota selain Sukabumi, Tebingtinggilah sebagai kota Pilot Project yang ditunjuk oleh Kementerian PUPR dan JICA untuk regional depelovment khususnya bagaimana kita melakukan pemeliharaan jalan dengan baik dan benar untuk sebagai contoh nantinya di Indonesia,” bilangnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan memberikan cenderamata dan pemasangan kain ulos kepada Kepala Pusat Fasilitas Inprastruktur Daerah Kementerian PUPR, Riono Suprapto dan Ketua Tim JICA, Mr Kawabata Tomoyuki. (ian/han)

Pemkab Karo Keluarkan Perbup No.48 Tahun 2018, DPRD: Kami Tidak Dilibatkan

KARO, SUMUTPOS.CO – Selain menuai kecaman dari warga Bumi Turang, produk hukum Perbup Karo No. 48 Tahun 2018 hasil temuan BPK RI perwakilan Sumatera Utara, disorot oleh anggota DPRD Karo, Dra. Lusia Sukatendel. Menurutnya, hal ini sudah bisa dimasukkan ke ranah hukum.

Wakil Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyayangkan sikap Pemkab Karo yang terkesan tertutup, dan diam-diam mengeluarkan produk hukum. Karena selain mencetak undang-undang dan legislasi, tupoksi anggota dewan sebagai mitra kerja selayaknya mengetahui kegiatan Pemda Karo. Terlebih kebijakan yang menyangkut keuangan daerah, sekalipun itu tidak ada kaitannya dengan kepentingan DPRD.

“Kalau benar adanya informasi yang seperti ini, kalaupun dewan tidak mendapat kepentingan dalam bagian itu. Dalam prinsipnya, sebagai pengawas kebijakan Pemda Karo, dimana letak tupoksi dewan itu? Seharusnya, terlebih itu menyangkut keuangan daerah, selayaknya ada kajian hukum.

Jangan nanti bermasalah dulu baru kami tau, kan gak etis seperti itu,” kritik Lusia saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/2).

Apalagi Perbup no.48 Tahun 2018 tentang kriteria dan besaran pemberian tambahan penghasilan berupa tunjangan khusus pengelolaan keuangan dan barang milik daerah di lingkungan Pemkab Karo, baru terungkap setelah bermasalah.

“Produk Hukum apapun yang dikeluarkan bupati, baik itu Peraturan Bupati (Perbup) dan sebagainya, secara Tatanan hukum di pemerintahan harus ada pemberitahuan ke DPRD. Ini kan tidak,” tegas Lusia.

Diakui Lusia, sebagai wakil rakyat, pihaknya sama sekali tidak dilibatkan dalam Perbup tersebut. “Kapan Perbup itu berlaku? Kami tidak tau. Kami juga tidak diundang untuk membicarakannya, ada-enggak sudah dipanggil dinas terkait? Kalau ada kesepakatan, baru ditandatangani Ekskutif dan Legislatif. Apa yang diperbuat Pemda Karo mitra kerja juga harus tahu, karena pemerintah itu bukan satu. Minimal itu ada rapat kerja. Tapi mereka pun bisa saja dengan tidak sengaja,” tandasnya.

Seperti diketahui, Perbup ini dinilai “abal-abal” karena sudah dihentikan dan jadi temuan BPK. Hal ini juga diakui Kepala Dinas PPKAD Karo Andreasta Tarigan dan Kepala Inspektorat Philimon A. S. Brahmana, SH. Pasca diberlakukan hingga Desember 2019, Perbup ini telah menghabiskan anggaran Rp 2.289.400.000.

“Itulah jumlah yang sudah dibayarkan sampai dengan bulan September 2019. Ini yang menurut temuan BPK RI Perwakilan Sumatera Utara. Tetapi dalam temuan itu tidak dirinci siapa saja menerima dan berapa jumlahnya. Tetapi sepertinya teman -teman wartawan sudah bisa menghitungnya,” kata Philimon.

Sekedar mengingatkan, Perbup Nomor 48 Tahun 2018 ini mengatur tentang kriteria dan Besaran Tambahan Penghasilan Berupa Tunjangan Khusus Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo.

Selain disinyalir hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu, Perbup yang rentan masuk ke ranah hukum ini juga belum mendapat persetujuan dari Mendagri.

Perbup ini jelas bertentangan dengan hati nurani masyarakat Karo, apalagi Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda disebut-sebut ikut menikmati. Dalam Perbup Karo No 48 Tahun 2018 tersebut menyebut besaran tambahan penghasilan yang diterima sejumlah pejabat daerah di lingkungan Pemkab Karo. Adapun pejabat yang menerima diantaranya, Bupati Karo Rp 40.000.000, Wakil Bupati Karo Rp 35.000.000, Sekretaris Daerah 26.000.000, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Karo Rp 22.000.000, Kepala DPPKAD Rp 20.100.000, Sekretaris DPPKAD Rp 10.300.000.

Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Rp 6.100.000, Kepala Subbagian Keuangan Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Rp 6.100.000, Staf Sekretariat BPKPAD Rp 1.600.000. Kemudian, Kepala Bidang Anggaran BPKPAD sebesar Rp 10.100.000, Kepala Subbidang Perencanaan Anggaran Rp 6.900.000, Kepala Subbidang Pengendalian Anggaran Rp 6.900.000, Keapala Subbidang Wvaluasi dan Pelaporan Anggaran Rp 6.900.000, Staf Bidang Anggaran Rp 1.800.000.

Kepala Bidang Akuntansi dan Aset Daerah BPKPAD Rp 10.100.000, Kepala Subbidang Akuntansi dan Pelaporan Rp 6.900.000, Kepala Subbidang Perbendaharaan Rp 6.900.000, Kepala Subbidang Penatausahaan Barang Milik Daerah Rp6.900.000, Staf Bidang Akuntansi dan Aset Rp 1.800.000.

Kepala Bidang Pendapatan BPKPAD Rp 9.100.000, Kepala Subbidang Pendapatan Asli Daerah Rp 6.100.000, Kepala Subbidang Dana Perimbangan Rp 6.100.000, Kepala Subbidang Pembukuan dan Pelaporan Rp 6.100.000, Staf Bidang Pendapatan Rp 1.400.000.

Kepala bidang PBB – P2 BPKPADRp 8.000.000, Kepala Subbidang PBB-P2 Wilayah-I Rp 5.200.000, Kepala Subbidang PBB- P2 Wilayah II Rp 5.200.000, Kepala Subbidang PBB-P2 Wilayah III Rp 5.200.000, Staf Bidang PBB-P2 Rp 1.300.000. Eselon IV.A Pada UPT Rp 3.100.000, Eselon IV.B Pada UPT Rp 2.500.000, Staf pada UPT Rp 1.100.000, dan Muasa BUD sebesar Rp 2.000.000.

Berdasarkan lampiran Perbup dimaksud Bupati Karo, Terkelin Brahmana berhak menerima tambahan penghasilan sebesar Rp40 juta setiap bulan. Dengan ditekennya Perbup tersebut Terkelin Brahmana sudah menerima Rp360 juta, sementara Wakil Bupati Karo, Cory S. Sebayang juga berhasil menambah pundi-pundinya sebesar Rp315 juta. (deo/han)

Ekonomi China Terguncang, RI Genjot Ekspor Pisang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah akan menggenjot ekspor komoditas unggulan di tengah terguncangnya ekonomi China akibat virus corona. Indonesia sebagai pangsa ekspor China turut terkena imbas yang berpengaruh pada neraca perdagangan Indonesia. Terkait dampak virus corona ini, pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi menurunnya kinerja neraca perdagangan Indonesia. Salah satunya dengan mendorong ekspor pisang.

Selain itu Indonesia juga melakukan diversifikasi pasar ekspor ke luar negara tujuan utama, semisal ke negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir, serta mengoptimalkan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

“Tidak hanya menggenjot produk-produk hasil industri, saat ini pemerintah juga mendorong peningkatan kinerja ekspor produk-produk yang berasal dari sektor lain, seperti sektor pertanian,” kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bobby Hamzar Rafinus, melalui siaran resmi, Selasa (18/2).

Bobby mengatakan, Indonesia sebagai negara agraris memiliki peran besar dalam sektor pertanian meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor pertanian memiliki kontribusi dalam PDB Indonesia terbesar ketiga setelah sektor industri dan perdagangan.

Berdasarkan data BPS (badan pusat statistik) selama Januari 2019 sampai Desember 2019 ekspor produk pertanian sebesar 3,61 miliar dollar AS atau meningkat 5,31 persen dibandingkan periode sama di 2018 yang sebesar 3,43 miliar dollar AS. “Meningkatnya kinerja ekspor sektor pertanian, salah satunya didorong oleh peningkatan ekspor subsektor hortikultura, khususnya buah-buahan tahunan,” ujar Bobby.

Produk komoditas pisang menejadi salah satu komoditas buah-buahan tahunan yang memiliki prospek pengembangan baik karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang masih terbuka luas.

Menurut data dari Trade Map International Trade Statistics (ITC), sepanjang 2018, Indonesia telah mengekspor pisang sebanyak 30.373 ton atau senilai 14.610 dollar AS ke seluruh dunia. Ekspor pisang terbesar dari Indonesia adalah ke China, yaitu sebesar 17.793 ton atau senilai 8.623 dollar AS, diikuti oleh negara Malaysia sebesar 4.132 ton atau senilai 1.114 dollar AS dan Uni Emirat Arab (UAE) sebesar 2.563 ton atau senilai 1.435 dollar AS. (kps)

Dewan Sebut Kinerja Inspektorat Humbahas Amburadul, Bilson: Kami akan Kerja Keras

Ilustrasi.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – KINERJA Inspektorat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dinilai amburadul dalam mengawasi anggaran. Misalnya anggaran dana desa.

Itu disampaikan oleh, Ketua Komisi A DPRD Humbang Hasundutan, Bresman Sianturi, belum lama ini.

Atas tudingan itu, Kepala Inspektorat, Bilson Parluhutan Siahaan mengatakan, bahwa tudingan itu sebagai dorongan ke mereka untuk lebih kerja keras lagi kedepannya. “Pernyataan dimaksud bagi kami sebagai dorongan untuk lebih kerja keras ke depannya,” jelas Bilson di pesan singkat WhatsApp, Senin (17/2).

Sebelumnya, Ketua Komisi A, Bresman Sianturi menyampaikan, bahwa banyaknya anggaran yang dikelola oleh kepala desa tidak diawasi ketat oleh pihak Inspektorat. Itu dibuktikannya, melihat dilapangan penggunaan anggaran desa , diragukan.

Ia mengungkapkan, semisal pengelolaan anggaran fisik. “Jujur sangat miris kita melihat penggunaan anggaran dana desa, semisal didesa Paranginan Utara, Desa Batu Najagar dan desa lainnya, rata-rata terkesan amburadul. Jadi, kinerja inspektorat patut dipertanyakan, ada apa ini, hampir seluruh desa yang kami monitoring pekerjaan fisiknya asal jadi. Jangan-jangan inspektorat tidak serius melakukan pengawasan,” ucap Politisi Partai Demokrat itu.

Bilson mengatakan, tak heran jika memang masih ada ditemukan pengelolaan anggaran dan desa yang tidak sesuai harapan. Biarpun, dalam pengawasan mereka sudah ada selama ini.

“Kami sudah bekerja dan wajar saja jika ada temuan DPRD dan itu mungkin belum sesuai harapan,” kata Bilson.

Pun demikian, Bilson meminta pengertian dari masyarakat dan DPRD Humbahas jika memang masih ditemukan, mengingat karena keterbatasan sumber daya manusia di mereka. Biarpun, mereka sudah semaksimal mungkin dalam mengawasi anggaran.

“Belum bisa maksimal karena sumber daya yang masih relatif terbatas, namun tetap memaksimal sumber daya yang ada,” tandasnya. (des/azw)

Jadi Produk Kreatif Unggulan Kota Medan, Dispar Gelar Kompetisi Desain Souvenir

KOMPETISI: Kepala Dinas Pariwisata (tengah) berfoto bersama calon peserta Kompetisi Desain Souvenir Kota Medan tahun 2020, di Museum Perkebunan Indonesia Jalan Brigjend Katamso Kota Medan, Jumat (14/2) sore. Kompetisi digelar mulai tanggal 14 Februari hingga 26 Maret mendatang.
KOMPETISI: Kepala Dinas Pariwisata (tengah) berfoto bersama calon peserta Kompetisi Desain Souvenir Kota Medan tahun 2020, di Museum Perkebunan Indonesia Jalan Brigjend Katamso Kota Medan, Jumat (14/2) sore. Kompetisi digelar mulai tanggal 14 Februari hingga 26 Maret mendatang.
KOMPETISI: Kepala Dinas Pariwisata (tengah) berfoto bersama calon peserta Kompetisi Desain Souvenir Kota Medan tahun 2020, di Museum Perkebunan Indonesia Jalan Brigjend Katamso Kota Medan, Jumat (14/2) sore. Kompetisi digelar mulai tanggal 14 Februari hingga 26 Maret mendatang.
KOMPETISI: Kepala Dinas Pariwisata (tengah) berfoto bersama calon peserta Kompetisi Desain Souvenir Kota Medan tahun 2020, di Museum Perkebunan Indonesia Jalan Brigjend Katamso Kota Medan, Jumat (14/2) sore. Kompetisi digelar mulai tanggal 14 Februari hingga 26 Maret mendatang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan menggelar Kompetisi Desain Souvenir Kota Medan Tahun 2020. Tujuannya, melibatkan para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kota Medan agar dapat menuangkan ide-ide mereka ke dalam bentuk oleh-oleh khas Kota Medan.

Peluncuran kompetisi digelar lewat temu pers di Museum Perkebunan Indonesia Jalan Brigjend Katamso Medan, Jumat (14/2) sore, dipimpin Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono.

Kompetisi ini mendapat respon yang luar biasa dari para calon peserta. Dispar mengharapkan masyarakat berperan serta, serta dapat mengembangkan sektor industri kreatif yang ada di Kota Medan secara luas.

“Seluruh komponen masyarakat diharapkan ikut serta, baik dari pelajar, mahasiswa, masyarakat bahkan pelaku ekonomi kreatif yang ada,” katanya.

Dikatakan Agus, kompetisi ini merupakan langkah awal untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Medan. Para pelaku ekonomi kreatif nantinya dapat mengembangkan inovasi dan produknya, sehingga bisa menghasilkan produk yang bisa membawa kenangan kepada siapapun yang datang ke Kota Medan.

“Souvenir yang dihasilkan dalam perlombaan ini tentunya harus memiliki nilai jual dan dibutuhkan oleh para wisatawan. Sehingga Kota Medan memiliki souvenir yang membanggakan,” kata Agus.

Rencananya, kompetisi akan digelar mulai tanggal 14 Februari hingga 26 Maret mendatang. Semua kalangan dipersilakan ikut, dengan syarat ia warga Medan (memiliki KTP Medan). Keluarga dari pihak panitia dan staf dari Dinas Pariwisata Kota Medan tidak boleh mengikuti perlombaan tersebut. Aturan lainnya akan ditentukan oleh pihak panitia.

“Sejak press conference ini sampai nanti pada pengumuman pemenang perlombaan tanggal 27 Maret, masyarakat diperbolehkan ikut serta dalam kompetisi ini. Seluruh masyarakat Kota Medan boleh mengikuti kompetisi desain souvenir ini, sebagai sumbangsihnya untuk kemajuan pelaku ekonomi kreatif dan memajukan pariwisata Kota Medan,” jelas Agus.

Produk souvenir yang dihasilkan, diharapkan menambah daya tarik pariwisata di Kota Medan. “Ada hadiah menarik berupa uang tunai senilai Rp15 juta. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di akun media sosial Dinas Pariwisata Kota Medan,” ungkap Agus. (map)

Pertamina Digitalisasi SPBU di Indonesia, Sumut Target 700 SPBU pada Bulan April

Pertamina
Pertamina

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) tengah melakukan digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Untuk di Sumatera Utara (Sumut), hingga bulan April 2020, Pertamina menargetkan 700 SPBU.

“Pembayaran digital di Indonesia sudah mencapai 3.600 SPBU, yang bisa akses pembayaran digital oleh masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina, Mas’ud Khamid, kepada wartawan, Selasa (18/2).

Khamid mengungkapkan, bulan April nanti digitalisasi sudah bisa diakses di 5.518 SPBU di tanah air. “Khusus di Sumut, ada sekitar 7 hingga 8 persen dari total SPBU yang digitalkan atau 700 SPBU,” tutur Khamid.

Menurut Khamid, digitalisasi tidak saja untuk sistem pembayaran saja, namun juga dipasang pada perangkat digital di SPBU, termasuk tangki. Tujuannya, untuk mengukur isi dari volume tangki. Melalui perangkat data processing yang dinamakan POS (Point of Sales), Pertamina bisa melihat transaksi per nozzle stock.

“Ke depan, kita bisa tambah perangkat yang bisa melihat plat nomor yang membeli produk tersebut. Dari plat nomor, kita connect ke data pemilik kendaraan data dari Korlantas,” jelas Khamid.

Digitalisasi ini, jelas Khamid, dilengkapi perangkat e-payment yaitu EDC. Pertamina menggunakan sistem Android EDC yang nanti dapat comply dengan seluruh metode pembayaran, baik kartu kredit, debit, maupun LinkAja.

“Ke depannya, Pertamina akan memiliki minimal tiga data, yaitu data stock, data pengguna BBM khususnya yang bersubsidi, dan data profiling konsumen,” ungkap Khamid.

Data profil konsumen ini manfaatnya banyak. Antara lain untuk kepentingan Pertamina agar lebih tepat melayani customer yang tepat. Selain itu Pertamina bisa membuat up selling dan cross selling product. “Pertamina bisa dengan mudah membuat program royalti, karena data profilnya sudah ada,” jelas Khamid.

Di sisi lain, untuk pemasaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, saat ini masih didominasi perusahaan plat merah. Untuk itu, pelayanan terbaik dapat dikendalikan sendiri Pertamina kepada masyarakat.

“Saat ini tidak ada operator yang penguasaan pasar sampai 50 persen. Pertamina mampu melayani sampai 80 persen pangsa pasar di Indonesia. Ke depan, persaingan adalah di pelayanan dan kemudahan, termasuk digital,” ungkap Khamid.

Melalui digitalisasi SPBU, Khamid menambahkan penyaluran BBM dari tiap nozzle atau selang SPBU dapat tercatat secara akurat dan mendekati waktu faktual. Sehingga konsumen mendapat manfaat peningkatan kepastian takaran.

“Pertamina juga dapat meningkatkan pengawasan atas penyaluran BBM. Sistem ini terintegrasi secara nasional hingga dapat dimonitor di pusat,” tandas Khamid. (gus)

Reses Perdana 8 Angggota Dewan Dapil I DPRD Samosir, Komitmen Perjuangkan Skala Prioritas

RESES: Delapan DPRD Samosir Dapil I terima usulan para konstituen didampingi Camat Pangururan Bresma Simbolon SPd digedung Aula HKBP, Senin (17/2).
ist

BOLON PANGURURAN, SUMUTPOS.CO – Reses perdana delapan anggota DPRD Samosir Daerah Pemilihan (Dapil) I periode 2019-2024 dilaksanakan di Aula Gereja HKBP Bolon Pangururan, Senin (17/2).

Delapan Anggota Legislatif tersebut yaitu Renaldi Naibaho (PDIP), Sorta Siahaan (PDIP), Saur Silalahi (Gerindra), Polten Simbolon (Golkar), Jonner Simbolon (Nasdem), Polma Gurning (Nasdem), Russel Baringin Sihotang (Demokrat). Nasip Simbolon (PKB).

Reses ini dimoderatori oleh Camat Pangururan Bresma Simbolon SPd. Dan kegiatan ini dihadiri oleh Lurah, Kades, BPD, Kepala SD, SMP, dan SMU, UPTD, Tokoh Masyarakat dari FKTM, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian.

Berbagai usulan disampaikan dari beberapa utusan undangan antara lain mengenai pendidikan, kesehatan, pertanian dan infrastruktur.

Usulan dari kelurahan Pintusona yang disampaikan Kasi Pemerintahan M Reza Tanzila Putra agar Pemerintah dan Anggota DPRD terpilih dari Dapil I mempertimbangkan usulan masyarakat kelurahan Pintusona yaitu mengenai pembangunan Puskesmas di sekitar kelurahan Pintusona.

“Karena usulan ini sangat mendesak dari masyarakat yang membutuhkan, sebab jika pasien yang berobat ke RSUD yang berada di Pintusona harus mengambil rujukan dari Puskesmas Buhit yang jauhnya sekitar 10 KM, banyak masyarakat mengeluh akibat kurang paham tentang rujukan dan selalu setelah mendaftar di RSUD baru pasien berangkat mengambil rujukan sejauh 20 KM pulang pergi” ujar Reza.

Setelah menerima berbagai usulan dan menyerap aspirasi dari berbagai konstituen, anggota DPRD Nasib Simbolon mengatakan bahwa DPRD bertujuan untuk menjaring informasi dan menghimpun aspirasi masyarakat dan kemudian disalurkan.

Sementara jika anggaran yang kita usulkan belum tentu dapat direalisasikan seluruh usulan dari kelurahan dan desa dapil I Kecamatan Pangururan, jadi untuk penataan dari beberapa desa yang sudah terealisasi hendaknya menunggu giliran selanjutnya agar terjadi pemerataan pembangunan di kelurahan dan desa lainnya.

“Kami akan berupaya menindak lanjuti seluruh usulan ke Bupati melalui dinas terkait, jika usulan masuk dalam skala prioritas maka kami akan perjuangkan, jika hal ini tidak termasuk skala prioritas maka kami akan tetap upayakan agar menjadi bahan pertimbangan” pungkasnya. (win/azw)

Kartu Prakerja akan Dirilis April, Mulai dari Jabodetabek

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah saat ini tengah menggodok program Kartu Prakerja demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Rencananya, kartu tersebut akan resmi diluncurkan pada April.

“Ini akan secepatnya (diluncurkan). Februari turun Perpres (Peraturan Presiden), Maret persiapan, ya April dikeluarkan,” jelas Kepala Staf Presiden Moeldoko di Gedung Pakarti Centre, Jakarta, Selasa (18/2).

Moeldoko mengakui, target penyaluran dua juta Kartu Prakerja bukanlah pekerjaan mudah. Maka dari itu, pihaknya akan mengawali penyaluran di kawasan Jabodetabek dalam dua bulan pertama.

Setelah Jabodetabek, penyaluran akan menyasar wilayah dengan populasi besar, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk program ini, pemerintah menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 10 triliun.

“Memang untuk mencapai dua juta tidak mudah, tapi kita berusaha semaksimal mungkin agar target dua juta itu bisa terpenuhi,” katanya.

Dimodali Rp 500 Ribu

Moeldoko menegaskan, program ini dirancang untuk menyiapkan calon pekerja agar lebih siap masuk ke dunia kerja. Ada pelatihan yang harus diikuti pemegang kartu prakerja. Para calon peserta pelatihan dapat melakukan pendaftaran secara online. Setelah diterima, mereka akan mendapatkan pembayaran selama mengikuti kursus, asalkan memberikan feedback dan menunjukkan progres.

“Biar semangat ngisi (feedback) nanti dikasih Rp 100 ribu,” kata dia. Tak hanya saat pelatihan, pemerintah juga memberikan insentif bagi calon pekerja yang lulus dari pelatihan. Pemegang Kartu Prakerja akan mendapatkan Rp 500 ribu per bulan untuk modal mencari pekerjaan. “1 bulan (mencari pekerjaan) belum dapat. 2-3 bulan (mencari lagi) baru dapat. Nah, selama 3 bulan itu diberi Rp 500 ribu untuk telepon, naik kendaraan, sarapan,” jelas Moeldoko.

Melalui penjelasannya ini, Moeldoko berharap persepsi bahwa pemerintah menggaji para penganggur lewat Kartu Prakerja bisa diluruskan. “Saya pastikan itu pandangan yang tidak benar. (yang benar) Pemerintah menyiapkan para pencari kerja agar mereka betul-betul siap bekerja dengan baik,” pungkasnya. (jpg)