Home Blog Page 4482

Aktivitas Galian C di Kebun Limau Mungkur, Laporan PTPN II Mandek di Polresta Deliserdang

GALIAN C: Kondisi lahan galian C diatas HGU: 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.
GALIAN C: Kondisi lahan galian C diatas HGU: 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.
GALIAN C: Kondisi lahan galian C diatas HGU: 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.
GALIAN C: Kondisi lahan galian C diatas HGU: 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Setahun lebih, laporan penyerobotan lahan Hak Guna Usaha (HGU): 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, di Polresta Deliserdang, mandek bak ditelan bumi.

Anehnya, meski laporan sudah dua kali dilayangkan, pihak Polresta Deliserdang tidak ada menindaklanjutinya.

Laporan pertama, dilayangkan oleh Jefri, karyawan PTPN II, pada 20 April 2018 sekira pukul 10.00 WIB. Kepada polisi, Jefri melaporkan Bajol dengan bukti STPL: No.STPL/245/IV/2018/SU/RES DS. Laporan tersebut diterima Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) “A”, Ipda Parlindungan Naibaho. Setahun lebih berjalan, laporan itu tak diproses-proses.

Pihak PTPN pun geram, dan kembali membuat laporan yang dilayangkan Marudut Ricky Pardosi, dengan STPL No: STPL/645/X/2028/SU/RES DS, tanggal 21 Oktober 2018, diterima Kepala SPKT “B” Ipda Robert Gultom.

Lagi-lagi, laporan itu seperti dimakan rayap, raib tak berbekas.

Terkait laporannya itu, Jefri didampingi tokoh pemuda Deliserdang, Liden Ginting kepada wartawan, menyatakan kekecewaan atas kinerja Polresta Deliserdang. “Kita tak habis pikir, kenapa laporan kita tidak diproses. Aktivitas galian C di lahan HGU PTPN itu jelas-jelas ilegal. Sampai sekarang penggarap atau pengelola galian C di lahan PTPN II itu masih berkeliaran. Kita minta segera ditangkap dan aktivitas galian C itu dihentikan. Ini kan lahan pemerintah, kenapa seenaknya saja diambil begitu untuk kepentingan pribadi?”ujar Jepri, Kamis (19/3).

Disebutkannya, penyerobotan dan pengerukan tanah di lahan itu sudah sejak beberapa tahun lalu. “Saya tugas di sini sudah sejak 2018, dan itu (galian C) sudah ada,” sebutnya.

Hal senada disampaikan tokoh pemuda Deliserdang, Liden Ginting. “Kita minta agar laporan pihak PTPN II ditindaklanjuti, tangkap yang menyerobot dan mengeruk tanah negara itu. Ini yang digali lahan milik pemerintah HGU PTPN II. Kalau punya dia pribadi, itu terserah dia. Tapi ini milik rakyat, jangan seenaknya saja,” cetusnya.

Dalam kasus ini, sambung dia, profesionalitas personel Polresta Deliserdang dipertanyakan. “Sudah ada laporannya, kenapa tak ada perkembangan? Artinya, profesionalitas penegak hukum bisa kita pertanyakan. Ada apa ini?” katanya.

Di sisi lain, dari informasi yang dihimpun wartawan, tak ditanggapinya dua laporan pihak PTPN II oleh penyidik Polresta Deliserdang, diduga karena adanya ‘setoran’ yang diterima dari Bajol, selaku pengelola galian C tersebut. Bahkan, ‘setoran’ tersebut sampai merembet ke Polda Sumut. “Semuanya terimalah. Dari Polda, Polresta, Polsek juga dapat itu. Makanya, bebas-bebas saja aktivitas galian C itu beroperasi. Sehari itu paling sikit 200 truk yang ngangkut tanah. Itu truknya lewat. Sudah rusak kali lahannya. Apa gak berpikir orang itu ya?” kata warga sekitar.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi yang dikonfirmasi wartawan ihwal kasus ini mengaku masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut. “Terima kasih, saya cek laporannya ya, sampai di mana penanganannya,” bilang dia.

Disinggung lagi soal setoran yang diduga diterima personelnya, mantan Kapolres Pelabuhan Belawan dan Asahan ini kembali mengatakan akan menanyakan masalah tersebut ke Kasat Reskrim, Kompol Muhammad Firdaus. “Saya tanya Kasat perkembangan laporannya ya,” katanya.

Kemudian terkait kasus galian C itu sudah dua kali dilaporkan ke pihaknya namun tak kunjung ada progres, dia menyatakan hal ini menjadi atensinya. “Ok, saya atensi,” tegas mantan Kasubdit Cyber Crime dan Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut itu. (prn/han)

Akibat Corona, Jumlah Penumpang Angkot Turun Drastis, Organda Minta Subsidi Pemerintah

ANGKOT: Angkutan kota (angkot) saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Jumlah penumpang angkot mengalami penurunan sejak anak sekolah diliburkan.
ANGKOT: Angkutan kota (angkot) saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Jumlah penumpang angkot mengalami penurunan sejak anak sekolah diliburkan.
ANGKOT:  Angkutan kota (angkot) saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Jumlah penumpang angkot mengalami penurunan sejak anak sekolah diliburkan.
ANGKOT: Angkutan kota (angkot) saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Jumlah penumpang angkot mengalami penurunan sejak anak sekolah diliburkan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah angkutan umum mengalami penurunan drastis akibat dampak dari virus corona. Hal ini karena sekolah diliburkan serta kekhawatiran penumpang atas penyebaran virus tersebut hingga menyebabkan sepinya penumpang.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe mengatakan, kondisi menurunnya mobilitas masyarakat di luar rumah saat ini membuat sejumlah usaha jasa angkutan di Kota Medan juga mengalami kerugian. Salah satunya para sopir angkutan kota (angkot).

“Yang paling merasakan dampaknya itu ya jelas para sopir. Kasihan sekali para sopir ini, seharian narik angkot tapi sewanya sangat sepi. Untuk biaya bensin saja tidak cukup, yang ada sopir malah rugi, sepi sekali penumpang,” aku Gomery kepada Sumut Pos, Jumat (20/3).

Hal ini, kata Gomery, akibat liburnya siswa sekolah.

Sebab, hampir 50 persen penumpang angkot adalah anak sekolah. “Tak ada anak sekolah ya jelas hampir 50 persen sewa menghilang. Belum lagi penumpang umum yang biasa di dapat dari mal atau plaza, sepi sekali. Bisa dikatakan lebih dari 70 persen merosotnya jumlah penumpang kita saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, adanya imbauan pemerintah yang mewajibkan agar setiap orang selalu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, membuat jasa angkutan umum semakin tidak masuk ke dalam pilihan masyarakat pengguna transportasi umum.

“Kalaupun masyarakat harus keluar rumah mereka jadi memilih angkutan yang sifatnya lebih pribadi supaya tidak bersentuhan dan ada jarak 1 meter, atau mereka jadi memakai kendaraan pribadi. Semakin ke sini penumpang kita semakin sepi, sangat sepi. Padahal kita tahu, mobil angkot itu mayoritas ya kredit,” terang Gomery.

Gomery meminta agar pemerintah mau memberikan subsidi atau bantuan kepada para sopir dan pengusaha jasa angkutan di Kota Medan agar dapat tetap menafkahi keluarganya.

“Mohon lah beri kebijakan kepada kami, terkhusus sopir. Mungkin bisa berupa pemotongan pajak kendaraan dengan persentase yang besar, bisa dengan cara menggratiskan atau memotong biaya uji KIR. Atau bisa juga dengan cara menangguhkan denda kredit mobil kami yang menunggak, karena saat ini jangankan untuk bayar kredit mobil, untuk biaya makan sehari-hari saja sopir sudah kesulitan,” katanya.

Organda juga mengharapkan adanya perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan bahan-bahan pokok kepada para sopir angkutan umum di Kota Medan agar kebutuhan makan keluarga para sopir dapat terpenuhi.

“Ada sekitar 10 ribu sopir di Kota Medan yang terdata oleh kita, kami di Organda siap menyalurkan bantuan tersebut ke mereka. Kami harapkan pemerintah juga akan punya kebijakan-kebijakan lainnya yang akan berpihak kepada kepentingan para sopir,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi IV DPRD Medan, M Rizki Nugraha turut menyatakan keprihatinannya terhadap nasib para sopir yang ada di Kota Medan.

“Kalau penumpang sepi, itu artinya mobilitas orang memang menurun dan itu bagus, karena artinya masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah agar meminimalisir penyebaran virus Corona. Tapi tentu berdampak pada para sopir angkutan,” kata Rizki kepada Sumut Pos, Jumat (20/3).

Namun begitu, kata Rizki, pemerintah juga harus memperhatikan nasib sebagian masyarakat lainnya yang mengalami dampak negatif dari kebijakan itu, termasuk para sopir angkutan umum.

Katanya, saat ini bukan hanya sopir angkutan umum, tetapi mereka yang memang harus bekerja setiap hari di luar rumah untuk menafkahi keluarganya pasti akan mengalami hal yang sama.

“Dalam hal ini, kebijakan pemerintah yang meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah sudah tepat. Namun pemerintah juga harus mengambil kebijakan lainnya untuk nasib masyarakat lainnya yang mengalami dampak dari imbauan tersebut,” pungkasnya. (map/ila)

Imbau Pengguna Jalan Hindari Penyebaran Covid-19, Dishub Medan Manfaatkan Sistem ATCS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maraknya penyebaran virus Corona atau Covid-19 di dunia termasuk di Indonesia dan Kota Medan membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan merasa ikut terpanggil dalam mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan kepada masyarakat Kota Medan, terkhusus bagi para pengguna alat transportasi di Kota Medan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar S.SiT MT mengatakan, Dishub Kota Medan memanfaatkan Sistem Kendali Lalu lintas Kendaraan atau Area Traffic Control System (ATCS) guna mensosialisasikan sejumlah hal kepada para pengguna transportasi maupun pengguna jalan.

“Dishub Kota Medan ikut berpartisipasi dalam mengoptimalkan sarana yang kita miliki, salah satunya ATCS yang tersebar di persimpangan-persimpangan di Kota Medan. Total ada 90 persimpangan yang sudah dilengkapi dengan pengeras suara, kita beri imbauan kepada masyarakat dari pengeras suara yang didapat di pantau dari perangkat ATCS kita,” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Jumat (20/3).

Dikatakan Iswar, para petugas pemantau ATCS Dishub Kota Medan tersebut melakukan pemantauan melalui stasiun ATCS Dishub Medan yang ada di lantai 3 Kantor Kesbangpol Kota Medan.

“Ada beberapa hal yang kita umumkan kepada masyarakat Kota Medan, terkhusus bagi para pengguna transportasi umum, agar memperhatikan dan mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak terlalu penting,” ujarnya.

Selain itu, kata Iswar, demi melakukan pencegahan penyebaran, pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi kontak fisik dan berjabat tangan dengan orang sekitar, serta menghindari beras ditempat ramai.

“Kita juga meminta mereka untuk selalu menggunakan masker dan selalu mencuci tangan sesering mungkin, terutama ketika baru selesai menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan orang lain,” katanya.

Begitu juga bila melihat adanya anak-anak usia sekolah yang berada di jalan umum melalui perangkat ATCS, pihaknya meminta melalui pengeras suara agar segera kembali ke rumah dan tidak berada di tempat umum.

“Sebab pemerintah merumahkan mereka bukan untuk liburan atau bermain di luar rumah, melainkan untuk tetap berada di rumah dan belajar di dalam rumah dengan bimbingan orangtua,” bebernya.

Dijelaskan Iswar, hal ini akan terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan secara rutin setiap harinya guna memberikan informasi dan sosialisasi tentang langkah-langkah yang harus diambil dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Ini akan rutin, ini bentuk partisipasi sekaligus rasa tanggungjawab kita bersama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga diri dan keluarga,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, H Ihwan Ritonga menilai, langkah yang diambil Dinas Perhubungan dalam mensosialisasikan pencegahan penyebaran virus Corona adalah hal yang penting.

“Setiap OPD pasti punya sarana untuk ikut ambil bagian dalam hal ini dan Dishub sudah mengambil bagiannya, itu bagus sekali,” katanya.

Ihwan meminta kepada OPD-OPD lainnya di jajaran Pemerintah Kota Medan untuk turut ambil bagian dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona.

“Dalam situasi seperti saat ini, tolong jangan lagi bicara tupoksi. Tolong jangan ada OPD yang bilang ini bukan tupoksi saya, itu bukan tupoksi saya dan seterusnya. Siapa yang bisa berbuat maka dia harus berbuat, sebab ini demi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Seperti diketahui, ATCS adalah sistem pengendalian lalu lintas dengan menyelaraskan waktu lampu merah pada jaringan jalan raya dari sebuah kota. Pengaturan lalu lintas melalui sistem ini memerlukan parameter jumlah kendaraan dan waktu tempuh kendaraan. (map/ila)

Mal Sepi, Event Ditunda

SEPI: Salah satu tenant di Mal di Kota Medan tampak sepi pengunjung. Sejak virus corona mewabah, sejumlah mal sepi pengunjung.
SEPI: Salah satu tenant di Mal di Kota Medan tampak sepi pengunjung. Sejak virus corona mewabah, sejumlah mal sepi pengunjung.
SEPI: Salah satu tenant di Mal di Kota Medan tampak sepi pengunjung. Sejak virus corona mewabah, sejumlah mal sepi pengunjung.
SEPI: Salah satu tenant di Mal di Kota Medan tampak sepi pengunjung. Sejak virus corona mewabah, sejumlah mal sepi pengunjung.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) juga dirasakan di sejumlah mal di Kota Medan. Pengunjung malah menurun drastis. Sejumlah event yang akan berlangsung akhir pekan ini, harus ditunda hingga dibatalkan.

Salah satunya Delipark Mall Medan. Mal besar yang baru dibuka secara umum beberapa bulan lalu, kini jumlah pengunjung menurun setiap harinya, 5 persen hingga 10 persen.

Meski begitu, pihak pengelola Deliprak Mall Medan tetap mencari solusi mendongkrak kunjungan masyarakat.

“Sementara strategi yang dilakukan untuk tetap bisa menarik warga, kami juga memberikan penawaran menarik pada bulan Maret ini untuk Food and Beverage di momen Weekday, sudah mendapatkan makanan dan minuman dari tenant yang berpartisipasi,” ungkap Center Director of Delipark Mall Medan, Selvyn kepada wartawan, Jumat (20/3).

Selvyn mengharapkan agar semua pihak memiliki awareness yang tinggi untuk melakukan pencegahan Virus corona dengan melakukan pencegahan dan antisipasi secara dini dimulai dari diri sendiri. “Baik dari internal manajemen Delipark, semua tenant dan pengunjung serta berharap kondisi bisa kembali pulih,” harap Selvyn.

Sedangkan Marcomm Manager Sun Plaza Medan, Yokie mengatakan, di Sun Plaza Medan juga terjadi penurunan pengunjung, namun tidak signifikan. Tapi begitu, ia memaklumkan kewaspada masyarakat untuk tidak mendatangi tempat-tempat keramaian seperti mal.

“Pengunjung jangan panik tapi tetap waspada. Untuk pencegahan virus corona, karena kami telah memberlakukan thermal scanner di pintu masuk mal,” ungkap Yokie.

Selain itu, kata Yokie, pihaknya menyediakan hand sanitizer yang tersebar di berbagai titik di dalam mal. Hal ini diberlakukan untuk memberi kenyamanan dan rasa aman kepada pengunjung. “Kami juga melakukan pembersihan seluruh titik titik yang sering disentuh tangan dengan menggunakan cairan antiseptik, seperti tombol lift, pegangan eskalator dan lainnya,” jelas Yokie.

Sementara itu, Marcomm Manager Plaza Medan Fair, Lenny Yun mengatakan, tingkat kunjungan masih terlihat seperti biasa, meski ada penurunan tetapi tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 2 persen. “Penurunannya sekitar dua persen,” kata Lenny.

Menurut Lenny, untuk mencegah penyebaran virus corona, sejumlah acara yang mengumpulkan massa di atrium Plaza Medan Fair diberhentikan sementara. Di antaranya, seperti meet and great atau nonton bareng-bareng dengan artis dan lain sebagainya.

“Atas kebijakan penundaan acara-acara ini, pihak terkait dapat memahaminya. Dan Beberapa event yang harus di selenggarakan pihak mal juga ditunda,” pungkas Lenny.(gus/ila)

PN Medan Terima Berkas Perkara Pembunuh Hakim Jamaluddin, Zuraida Cs Segera Disidang

TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Medan menerima pelimpahan berkas tiga tersangka kasus pembunuhan hakim Jamaluddin, Jumat (20/3). Ketiga berkas tersangka yang dilimpahkan yakni, Zuraida Hanum, M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi. “Pelimpahan berkas kasus pembunuhan hakim diterima langsung oleh Abdul Aziz selaku Wakil Ketua PN Medan dan didampingi oleh Panitera Muda (Panmud) Pidana,” ujar Humas PN Medan, T Oyong. Berkas ketiga tersangkan

lanjutnya, langsung diserahkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Medan, Parada Situmorang. “Sudah kita terima sekitar pukul 12.00 tadi. Diserahkan oleh Kasipidum Kejari Medan,” paparnya.

Namun untuk majelis hakim yang akan menyidangkan ketiga tersangka, belum ada penetapan. “Biasanya hari ini ditunjuk majelis hakimnya. Jadi sekarang masih proses registrasi dulu,” pungkas Oyong.

PN Medan, sebelumnya juga sudah mempersiapkan ruangan untuk menyidangkan kasus pembunuhan hakim Jamaluddin. Sidang pertama kemungkinan akan digelar di Ruang Cakra Utama.

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan Hakim PN Medan Jamaluddin pada Januari lalu.

Korban ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Prado BK 77 HD di areal kebun sawit Dusun II Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Jumat, 29 November 2019. (man/ila)

Berkat Emak-emak Mengelola Sampah, Kampung Binaan MOR I Raih IGA 2020

DAUR ULANG SAMPAH: Dua ibu dari kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick menunjukkan hasil daur ulang sampah. bagus /sumut pos
DAUR ULANG SAMPAH: Dua ibu dari kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick menunjukkan hasil daur ulang sampah. bagus /sumut pos
DAUR ULANG SAMPAH: Dua ibu dari kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick menunjukkan hasil daur ulang sampah. bagus /sumut pos
DAUR ULANG SAMPAH: Dua ibu dari kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick menunjukkan hasil daur ulang sampah. bagus /sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kampung Sehat Ecobrick binaan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), berhasil meraih prestasi terbaik dengan memperoleh Indonesia Green Awards (IGA) 2020. Program ini berhasil menyabet kategori Penanganan Sampah Plastik.

Ini berawal saat Fuel Terminal Pertamina Integrated Medan Group (FT IMG) mengembangkan kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick. Kampung yang terletak di Kecamatan Medan Labuhan ini menghasilkan produk-produk daur ulang botol kemasan yang diolah menjadi furnitur maupun gapura.

Kegiatan Kampung Sehat Ecobrick ini beranggotakan sembilan orang. Kelompok ini pun memiliki nama yaitu Mawar Berduri, kependekan dari emak-emak Warga Bersih Peduli Ecobrick. Begitulah kata Manager Communication, Relations, & CSR MOR I, Roby Hervindo.

“Dari sisi ekonomi, furniture barang Ecobrick yang sudah jadi dihargai seharga Rp2.000. Dari program ini, 1.000 Ecobrick yang dihasilkan dapat meminimalisir sampah sebanyak 250 kg. Ke depannya, Ecobrick juga akan dikembangkan menjadi produk kreatif lainnya,” ujar Roby, Jumat (20/3).

Kata Roby, program tanggung jawab sosial perusahaan seyogyanya mampu menciptakan kemandirian, bukan menciptakan ketergantungan. Melalui program CSR, perusahaan melihat peluang untuk menambah pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan masyarakat di suatu wilayah. “Maka itulah maka dibentuk emak-emak Warga Bersih Peduli Ecobrick. Pada ajang penghargaan yang bergengsi ini, Pertamina mengucapkan terima kasih karena upaya pengembangan wilayah yang kami kembangkan dalam bentuk CSR dihargai,” ucap Roby.

Roby menambahkan, selain sembilan anggota dewasa, program ini juga memiliki 18 orang kader cilik. Kader cilik ini diharapkan dapat mengumpulkan sampah plastik yang dihasilkan di sekolah dan rumah mereka, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai Ecobrick. Hingga saat ini pun, sudah produksi 1.752 ecobrick, melampau target sebanyak 1.000

IGA 2020 sendiri merupakan ajang penghargaan khususnya pada bidang CSR yang diselenggarakan oleh The La Tofi School of CSR. Terdapat 7 kategori yang dilombakan pada ajang ini yang ditujukan untuk perusahaan-perusahaan yang dianggap mempunyai komitmen dan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan, demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Selain Kampung Ecobrick, program CSR Desa Apar Menuju Desa Wisata juga mendapatkan penghargaan dalam ajang ini. Program CSR di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau ini mendapatkan penghargaan kategori bidang pengembangan keanekaragaman hayati.

“Pertamina bangga dapat memberikan dampak positif dari program-program CSR yang kami buat. Program CSR kami bertujuan membuat masyarakat jadi dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki lingkungannya sehingga berpengaruh juga pada peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, kami juga terbuka untuk bersinergi bersama pemerintah daerah,” pungkas Roby.(gus/ila)

Suspect Corona, Satu Anggota DPRD Sumut Diisolasi

Petugas menyemprotkan disinfektan di instana Maimun, Medan
Petugas menyemprotkan disinfektan di instana Maimun, Medan
Petugas menyemprotkan disinfektan di instana Maimun, Medan
Petugas menyemprotkan disinfektan di instana Maimun, Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra, inisial MAR, disebut-sebut menjadi suspect virus corona. Kabar tersebut beredar di lingkungan DPRD Sumut sejak Kamis (19/3) hingga Jumat (20/3) via pesan berantai WhatsApp.

Unsur Pimpinan DPRDSU dipimpin Ketua Baskami Ginting, didampingi Wakil Ketua Harun Mustafa Nasution, Rahmansyah Sibarani, dan Sekretaris Dewan Erwin Lubis, akhirnya menyampaikan klarifikasi perihal kabar dimaksud, Jumat (20/3).

“Mungkin pertama saya yang akan memberikan penjelasan, sebab saya wakil ketua dari Gerindra dan MAR anggota Gerindra. Benar, beberapa hari ini dia merasa badannya panas. Dia cek ke dokter, tapi belum tentu positif corona,” kata Harun Mustafa.

Saat dicek, panas tubuhnya lebih kurang 38. “Diminta diisolasi, dia bersedia. Kita apresiasi orang seperti dia. Begitu juga dengan kawan-kawan lain yang merasa badannya panas juga diharapkan memeriksakan dirinya,” imbuhnya.

Dia mengatakan, saat ini MAR menjalani isolasi di RSUP Adam Malik. “Sudah empat hari lalu dia di sana. Sekarang tinggal menunggu hasil tes, kalau tidak salah hari ini atau besok keluar. Tadi barusan kami bertelepon langsung, dia menyatakan sudah tidak demam lagi. Hanya menunggu hasilnya saja,” kata Harun.

Ia mengapresiasi sikap proaktif MAR yang bersedia memeriksakan dan mengisolasi dirinya ke RSUP Adam Malik. “Untuk seluruh warga Sumut, kita harapkan agar melakukan langkah seperti MAR memeriksakan diri, demi mengurangi penyebaran virus ini. Dia juga berbesar hati mengasih tahu ke kawan-kawan, tolong agar dicek juga. aapi Alhamdulillah sampai sekarang kawan-kawan tidak ada yang demam, batuk-batuk, dan bersin-bersin,” terang wakil rakyat asal pemilihan Kabupaten Tabagsel ini.

Harun mengungkapkan, kejadian dialami Aulia ini semakin membuktikan bahwa tugas dewan itu sangat beresiko dalam persoalan virus corona. “Kami terima konsekuensi tugas yang beresiko tinggi,” pungkasnya.

ODP Dairi Melonjak Jadi 27 Orang

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di seluruh Sumut terus bertambah. Selain Langkat dan Deliserdang, jumlah ODP di Dairi juga melonjak tajam.

Hingga Jumat (20/3), sebanyak 27 orang warga Kabupaten Dairi masuk daftar ODP virus corona. Sebelumnya, baru ada satu warga berjenis kelamin perempuan usia 40 tahun, yang ditetapkan sebagai ODP dan telah dirujuk ke rumah sakit Adam Malik Medan.

Dari 27 orang itu, 6 orang di antaranya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipulangkan dari negara Malaysia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Dairi, Frisda Turnip, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (20/3) membenarkan jumlah warga Dairi menjadi ODP Covid 19 melonjak menjadi 27 orang.

“Jumlah itu berdasarkan laporan satelit masing-masing Puskesmas di 15 kecamatan. Yakni di Kecamatan Siempat Nempu 3 orang, Berampu 1 orang, Siempat Nempu Hulu, 2 orang, Lae Parira 1 orang, Silima Pungga-Pungga 3 orang, Sumbul 1 orang, Gunung Sitember 5 orang, Sitinjo 1 orang, Sidikalang 2 orang, dan Tiga Lingga 8 orang,” katanya.

Menurut Frisda, lockdown yang diberlakukan negara Malaysia diduga berdampak terhadap pemulangan TKI ilegal asal Indonesia, termasuk 6 TKI dari Dairi. “Kita memantau mereka dan keluarganya. Karena riwayat perjalanan mereka dari negara pandemi covid 19,” ungkapnya.

Tentang satu warga Dairi yang dirujuk ke RSUP HAM, hingga saat ini belum diketahui statusnya apakah positif atau negatif virus corona. “Kita berharap pasien itu negatif covid 19,” ucap Frisda.

Tebingtinggi Negative Covid 19

Terpisah, hingga kemarin Kota Tebingtinggi masih bebas dari kasus Covid 19. “Baik Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Tebingtinggi masih negatif,” papar juru bicara Pemko Tebingtinggi khusus Covid 19, dr Nanang Fitra Aulia, Jumat (20/3).

Menurut Nanang, untuk pelayanan informasi, warga Tebingtinggi dapat memanfaatkan call center 119 dan 112 yang sudah dibentuk satgas Covid 19. “Pemko Tebingtinggi juga telah menyiapkan fasilitas, yakni 9 UPTD Puskesmas, RS Kumpulan Pane dan RS Swasta yang ada di Kota Tebingtinggi, untuk pelayanan ODP dan PDP,” jelasnya.

Untuk kelengkapan ADP petugas medis, sesuai arahan Wali Kota Tebingtinggi, saat ini sedang diupayakan.

Sekdako Tebingtinggi, Muhammad Dimiyathi, mengimbau dan berharap kepada masyarakat Tebingtinggi, agar jangan termakan berita-berita hoax tentang Covid 19. “Sumber berita atau informasi resmi dari Pemko Tebingtinggi hanya disampaikan melalui Kadis Kesehatan Tebingtinggi yaitu dr Nanang,” ungkapnya.

Untuk mencegah virus corona, ia meminta warga membudayakan hidup bersih dan sehat. Jangan panik, jangan termakan hoax, dan berpikir cerdas. “Jika ada warga yang batuk-batuk, demam, flu dan sesak nafas, segeralah datangi fasilitas terdekat untuk diperiksa,” katanya.

Bagi warga atau ada keluarganya yang baru kembali dari luar negeri, agar segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan.

29 Warga Tapteng Berstatus ODP

Di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sebanyak 29 warga yang baru pulang dari luar negeri dinyatakan berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Hal itu disampaikan langsung Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam konferensi persnya, Jumat (20/3) lalu di Pandan. “Ada 29 nama, ada warga Sarudik, Tapian Nauli, Kolang, Manduamas dan Pandan,” kata Bakhtiar.

Dijelaskan, 29 orang yang kini berstatus ODP itu, diketahui baru pulang dari sejumlah negara. Di antaranya, Malaysia, Turki, Swedia dan beberapa negara lainnya.

Untuk itu, lanjut Bakhtiar, pengawasan berkala terus dilakukan kepada 29 warga tersebut, dan hingga saat ini masih dalam keadaan sehat.

“Jika ke depan ada yang positif, langkah-langkah cepat akan dilakukan, termasuk koordinasi dengan pihak Provinsi Sumut,” tambahnya.

Upaya pencegahan yang dilakukan antara lain menerjunkan para petugas dari Puskesmas di Tapteng untuk melakukan penyemprotan desinfektan di tempat-tempat publik. Sementara warga diminta jangan dulu bepergian ke luar negeri.

“Ke luar daerah pun, kalau boleh jangan dulu. Khusus SKPD, saya sudah tegaskan agar tak melakukan perjalanan dinas tanpa seizin bupati. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan Pemko Sibolga, karena kedua daerah ini kan berdekatan. Nanti akan duduk bersama membahas ini,” tutupnya. (prn/rud/ian/dh)

JUBIR: Juru bicara Pemko Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, bicara soal penanganan virus Covid 19 di Tebingtinggi, Jumat (20/3).Sopian/Sumut Pos

500 Unit APD Sudah Tiba di Sumut

TINJAU: Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan di RS GL Tobing, Tanjungmorawa, Jumat (20/3). Rumah sakit ini akan digunakan untuk isolasi pasien terpapar virus corona.
TINJAU: Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan di RS GL Tobing, Tanjungmorawa, Jumat (20/3). Rumah sakit ini akan digunakan untuk isolasi pasien terpapar virus corona.
TINJAU: Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan di RS GL Tobing, Tanjungmorawa, Jumat (20/3). Rumah sakit ini akan digunakan untuk isolasi pasien terpapar virus corona.
TINJAU: Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan di RS GL Tobing, Tanjungmorawa, Jumat (20/3). Rumah sakit ini akan digunakan untuk isolasi pasien terpapar virus corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEKITAR 500 unit alat pelindung diri (APD) diklaim sudah sampai di Sumatera Utara, Jumat (20/3) sore, sebagai upaya kesiapsiagaan dan penanganan terhadap pasien suspek pandemi korona atau Covid-19. “Ya, sore ini akan sampai 500, kita ada pesan 10.000 (APD) insya Allah Minggu sudah sampai semua.

Jadi dikirim bertahap, karena seluruh Indonesia memesan,” kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan dan Koordinator Lapangan untuk Fasilitas Penanganan Covid-19 Sumut, Mayor Handoyo di Kantor Gubernur Sumut, kemarin.

APD paling prioritas akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang merawat ODP dan PDP Sembari itu Dinkes Sumut juga tengah persiapkan sarana, prasarana sekaligus tenaga medis pada RS-RS rujukan. “Tapi itu dalam waktu dekat, sekarang belum berfungsi. Mudah-mudahan jika itu berfungsi, semua pasien dapat terlayani. Sekarang ini kami sedang persiapkan,” kata Alwi.

Menurut Alwi, APD tersebut bagian dari memutus mata rantai Covid-19. Salah satunya, dimulai oleh para tenaga medis terhadap Orang Dalam Pengawasan (ODP). “Sekarang ini kita sudah positif dua. Itu karena beberapa ODP kita tidak patuh terhadap protokoler yang harus mereka kerjakan. Harusnya ODP ini melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing, tapi malah berkeliaran,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, diamini Alwi, ke depan jumlah ODP maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Sumut akan bertambah. Namun jika dalam waktu dekat ini semua stakeholder mampu memutus mata rantai tersebut, diyakininya baik ODP maupun PDP jumlahnya akan turun. “Makanya kita juga butuh rapid test untuk seluruh ODP ini,” katanya seraya menyebut ada kenaikan signifikan jumlah PDP dari 17 (Kamis) sekarang menjadi 36, dan ODP dari 28 menjadi 205.

Mengenai anjuran pemerintah pusat terhadap tes massal kesehatan masyarakat atas Covid-19, pihaknya menekankan stakeholder terkait yang akan melakukan sembari menunggu kesiapan seluruh perangkat seperti APD, rapid test, cairan disinfektan dan lainnya. Mengenai pemeriksaan Covid-19 bagi masyarakat, diakui Alwi memang berbayar di seluruh sarana kesehatan yang ada. Namun setelah masuk kategori PDP, seluruh biaya akan ditanggung pemerintah. Pada kesempatan itu, Alwi juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap Gubsu Edy Rahmayadi dan istri, dinyatakan negatif Covid-19.

Kemudian terhadap kesiapan menampung ODP maupun PDP di Sumut, Riadil menyebut pihaknya telah menyiapkan rencana cadangan. Misal di RS GL Tobing PTPN II Tanjungmorawa, RSU Sari Mutiara dan RS lain di Sumut. “Kita juga sudah siapkan dokter dan tenaga medis. Kita siap untuk itu. Kemudian Bapak Mendagri juga telah menegaskan melalui surat edaran, bahwa terhadap anggaran seluruh pemprov dan pemda di Indonesia siap mengalokasikan untuk kondisi ini. Dana sudah tersedia,” katanya.

Bilamana dana tersebut masih kurang, sambung dia, Mendagri disebut Riadil sudah beri pedoman bahwa anggaran bisa digeser dari kegiatan yang kurang efisien guna penanganan Covid-19. “Untuk itu kami imbau bupati dan wali kota coba dicek anggaran pengadaan untuk ini. Disamping itu, bagi kabupaten dan kota yang sudah menetapkan status siaga darurat dan Gugus Tugas, kami minta segera susun protokoler dan rencana aksi. Sehingga ke depan lebih siap dalam mengakomodir berbagai keluhan masyarakat,” katanya.

Kembali, Alwi mengimbau agar masyarakat tetap lakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) serta social distancing. Menjaga jarak itu perlu guna untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Di samping itu juga masyarakat diminta mengurangi aktivitas keluar rumah, terutama pada titik-titik keramaian.

Wagubsu Tinjau RS dr GL Tobing

Terpisah, Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan RS dr GL Tobing PTPN II Tanjungmorawa, sebagai sarana utama penanganan PDP Covid-19 yang akan dirawat. Ini dilakukan untuk memastikan penanganan pasien Covid-19 berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang ditetapkan.

Sebelum meninjau sejumlah lokasi yang akan disiapkan untuk proses evakuasi dan isolasi, Wagubsu menggelar diskusi terkait perkembangan terkini serta langkah terbaru mengantisipasi penyebaran Covid-19 di ruang kepala RS GL Tobing, setelah ada dua orang PDP yang kemudian dinyatakan positif Covid-19, satu diantaranya meninggal dunia.

Dalam diskusi itu, pria yang akrab disapa Ijeck, meminta agar seluruh upaya penanganan masalah Covid-19 ini benar-benar melibatkan seluruh pihak terkait sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, sehingga tidak ada waktu lagi untuk terlalu banyak pertimbangan yang tidak substansial seperti komunikasi serta kerjasama antara instansi yang tergabung dalam tim Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut.

“Dalam tim inikan ada juga TNI/Polri. Untuk masyarakat yang dimaksud (ODP), silakan libatkan (polisi) untuk bisa menjemput mereka. Tidak bisa kita berpikir mau diusahakan dulu, kalau tidak mampu baru minta tolong. Kita ini bicara waktu, ini kerja tim,” ujarnya terkait upaya penjemputan sejumlah masyarakat yang diidentifikasi memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Dengan pendataan yang baik, lanjutnya, ketua tim Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut diminta untuk berkoordinasi secepatnya kepada kepolisian guna mengambil langkah penjemputan untuk membawa sejumlah ODP dan diberikan pemeriksaan segera di RS Sari Mutiara Medan sebagai rujukannya. “Tetap laporan harian ke Pak Gubernur. Mudah-mudahan persiapan ini seperti apa yang kita harapkan, (Covid-19) tidak menyebar dan mengorbankan masyarakat. Jadi petugas harus tegas dalam penjemputan,” katanya.

Terungkap, saat ini RS GL Tobing memiliki fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 19 kamar yang akan dijadikan ruang isolasi. Ditambah lagi ada sejumlah ruang bangsal yang dibangun sekat untuk menambah kapasitas penanganan pasien nantinya. “Untuk tim medis menambah kekuatan SDM dan perlengkapan kebutuhan medisnya. Kita juga dibantu TNI/Polri untuk menyiapkan fasilitas ini,” kata Riadil yang hadir mendampingi Wagubsu Ijeck.

Sedangkan Mayor Handoyo pada kesempatan itu menegaskan, dirinya bersama tim medis dr Restuti Saragih akan memastikan seluruh standarisasi fasilitas dan penanganan PDP di RS rujukan utama berjalan sesuai prosedur. “Kita bahu membahu, termasuk mengoordinir piket jaga. Alur masuk juga sudah dibuat dan disiapkan kartu nama. Jadi siapapun nanti tidak diperkenankan masuk (tanpa tanda pengenal),” tegas dia meyakinkan bahwa wabah ini juga harus dilawan dengan sistem isolasi yang ketat dan terukur.

Bahkan sebelum kedatangan Wagubsu di lokasi, dirinya sempat mengingatkan agar seluruh standar kesehatan, kebersihan dan segala yang diperlukan harus benar-benar dipastikan. Sehingga RS GL Tobing yang akan menjadi posko evakuasi utama setelah RSUP H Adam Malik.

Eks RSUSM Bukan Tempat Isolasi

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution kembali meninjau kesiapan eks RSU Sari Mutiara (RSUSM) sebagai pusat screening awal pasien suspect Covid-19, Jumat (20/3). Dalam kesempatan itu, Akhyar mengimbau masyarakat agar tidak khawatir, karena eks RSUSM hanya tempat pendataan awal, bukan tempat isolasi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, sebab eks RSU Sari Mutiara merupakan tempat screening awal, bukan tempat isolasi pasien yang suspect Covid-19. Jika pasien yang telah diperiksa di sini dan ternyata berada pada status pasien dalam pengawasan (PDP) atau dinyatakan positif, pasien tersebut akan dirujuk ke RS GL Tobing di Tanjungmorawa, Deliserdang yang merupakan tempat isolasi,” jelas Akhyar.

Lebih lanjut, Akhyar menjelaskan, penyebaran virus corona ini melalui droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin, kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan, menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan, kontaminasi tinja (jarang terjadi). Maka dari itu, alangkah lebih bagusnya jika pasien yang mengalami gejala virus corona dalam pengawasan medis dari pada mereka berkeliaran tanpa adanya pengawasan.

“Saya minta kepada seluruh rumah sakit yang ada di Kota Medan untuk tidak menolak jika ada pasien yang ingin memeriksakan dirinya. Saya minta kerjasamanya. Lebih bagus mereka berada dalam pemantauan pihak kesehatan dari pada mereka berkeliaran kemana-mana yang dapat menularkan ke lebih banyak orang,” ungkap Akhyar.

Akhyar juga meminta kepada pihak yang terlibat untuk selalu menjaga kesehatan dan menghindari kontak fisik dengan orang-orang. Mari bersama jaga pengamanan diri masing-masing-masing dan orang sekitar. Kepada camat, lurah ataupun kepling agar selalu memantau masyarakat di daerah masing-masing setiap harinya. “Mari bersama kita lakukan yang terbaik untuk masyarakat, serta berdoa agar kondisi ini dapat segera pulih kembali. Kepada pihak-pihak yang terlibat juga harus selalu menajga kesehatannya masing-masing, kita lakukan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,” tegas Akhyar. (prn/map)

Hasil SKD Diumumkan 22-23 Maret, Jadwal Ujian SKB CPNS Ditunda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hasil ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 tetap diumumkan pemerintah daerah masing-masing sesuai jadwal, yakni tanggal 22 dan 23 Maret 2020. Namun pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dipastikan diundurn

dari jadwal yang sebelumnya ditetapkan, yakni antara 25 Maret sampai 10 April 2020. Pengunduran terkait pandemi COVID-19.

“Hasil SKD seluruh wilayah sudah ditandatangani Pak Kepala (BKN Pusat). Namun masih dicek ulang sebelum diumumkan serentak tanggal 22 dan 23 Maret nanti. Sedangkan ujian SKB ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, karena wabah corona,” kata Kepala BKN Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan, English Nainggolan menjawab Sumut Pos, Jumat (20/3).

Mengenai hasil SKD ini, ungkap English, tidak ada kendala apapun mesti aktivitas pemerintahan sedikit terganggu akibat dampak pandemi virus Covid-19 di Indonesia. Pihaknya mengimbau agar seluruh pemda tetap menjalani mekanisme pengumuman hasil SKD ini, sehingga peserta seleksi CPNS mengetahui hasilnya.

Sebelumnya, 26 kabupaten dan kota di Sumut membuka rekrutmen CPNS 2019. Seluruh tahapan SKD selesai Februari 2020 lalu.

Sekretaris BKD Setdaprovsu, Syafruddin Lubis sebelumnya mengatakan, pengumuman dipublikasi melalui website resmi Pemprovsu; www.sumutprov.go.id. Peserta diminta mengecek informasi di situs tersebut.

Tentang penundaan jadwal SKD, ia mengatakan belum ada petunjuk teknis lanjutan. “Kita tunggu informasi dan perkembangannya,” pungkasnya.

Senada dengan English, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap, membenarkan bahwa jadwal pengumuman hasil ujian SKD di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dipastikan tetap tanggal 22-23 Maret.

“Jadwal pengumuman hasil SKD tidak ada perubahan. Pengumuman melalui portal resmi penerimaan CPNS 2019 di masing-masing instansi pada tanggal 22-23 Maret 2020,” ucap Muslim, Jumat (20/3).

Pengumuman mencakup nama peserta ujian SKD, nilai, peringkat, serta nama-nama yang berhak mengikuti tahapan selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Peserta yang berada di peringkat tiga teratas di masing-masing formasi akan mengikuti SKB. Nanti akan kelihatan berapa jumlah peserta yang akan mengikuti SKB,” katanya.

Namun, jelas Muslim, jadwal pelaksanaan ujian SKB dipastikan diundur. “Penundaan belum ditentukan sampai kapan,” jelasnya.

Begitu juga dengan lokasi ujian SKB, Muslim mengatakan pihaknya belum mengetahui dan menentukan lokasi yang akan digunakan. “Sama dengan jadwal pelaksanaan, lokasi pelaksanaan SKB juga belum ditentukan,” tutupnya.

Proses pelaksanaan penerimaan CPNS 2019 di Pemko Medan berlangsung sejak akhir tahun 2019 lalu. Terakhir, Pemko Medan melaksanakan SKD di SMP Negeri 1 Medan di Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Saat ini, BKN masih melakukan perankingan para peserta ujian SKD yang lolos untuk mengikuti tahapan SKB, guna memperebutkan 193 format yang telah dibuka Pemko Medan sebelumnya. (prn/map)

Salat Jumat di Sumut Berjalan Normal

DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).

PELAKSANAAN Salat Jumat di Sumatera Utara masih berjalan normal. Namun dalam pelaksanaannya, durasi khatib menyampaikan tausiah lebih singkat dari biasanya. Bahkan, ada juga beberapa masjid yang tidak menyediakan ambal atau sajadah untuk para jamaah guna menekan penyebaran pandemi Covid-19n

Masjid Al Amanah di Gedung Keuangan Negara Provinsi Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro misalnya, tidak lagi memakai ambal dan sajadah dalam pelaksanaan salat. Sedangkan Masjid Agung Medan, tetap memakai ambal dan sajadah seperti lazimnya. Namun sesuai anjuran Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, jamaah diminta membawa sajadah sendiri saat melaksanakan Salat Jumat. Bahkan, Gubsu baru-baru ini menginfakkan sajadah kecil untuk para jamaah di Masjid Agung Medan.

Namun secara umum, pelaksanaan Salat Jumat di kedua masjid di inti kota tersebut tetap berlangsung normal. Bahkan tidak berlaku social distancing, tidak ada pembatasan jarak antarjemaah dalam satu shaf. “Masih tetap dilaksanakan, karena dari MUI Sumut juga belum mengeluarkan kebijakan untuk salat di rumah,” kata staf BKM Masjid Agung, Abdullah.

Sajadah pun masih dibentangkan di sepanjang ruangan masjid. Namun setiap jamaah yang datang, sebelumnya sudah dibagikan sajadah kecil sebagai pelapis kepala yang merupakan donasi dari Pemprov Sumut. “Bagi yang tidak kebagian sajadah kecil, kami sarankan untuk membawa sendiri dari rumah untuk jaga-jaga,” imbaunya.

Salat Jumat di Masjid Raya Al- Mashun Medan juga masih tetap berjalan seperti biasa. Dari amatan Sumut Pos, para jamaah yang masuk ke area mesjid disodorkan hand sinitizer. Tak hanya itu, jamaah yang datang juga diberikan sajadah kecil sebagai pelapis kepala saat salat berlangsung. Meskipun pihak BKM masih membentangkan sajadah di dalam masjid.

Begitu juga dengan pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al Musaabiqin yang terletak di komplek Balai Kota Medan. Jamaah yang mayoritas ASN Pemko Medan tetap memenuhi masjid. “Tidak ada masalah, semua tetap berjalan normal. Para ASN yang beragama Islam tetap melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Balai Kota ini,” kata Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane kepada Sumut Pos, Jumat (20/3).

Demikian juga di Kabupaten Langkat. Seluruh masjid tetap melaksanakan salat Jumat berjamaah seperti biasa. Bahkan Wakil Bupati Langkat Syah Affandin (Ondim), terlihat ikut dalam Salat Jumat di Masjid Ubudiyah Pangkalan Brandan. “Bagi kami warga Pangkalan Berandan, sepertinya biasa-biasa saja. Semua masjid tetap beraktivitas seperti biasa, melakukan pengajian, sholat lima waktu berjamaah dan Salat Jumat berjamaah juga dilaksanakan,” kata Ketua BKM Ubudiyah H Syahrum Hakim dan sejumlah pengurus lainnya seperti H Sigit, H Irianto, dan lainnya kepada Sumut Pos usai Salat Jumat.

Bahkan setiap salat lima waktu, jamaah masih terlihat ramai. “Ini artinya, masyarakat muslim di Pangkalan Berandan tidak begitu berpengaruh dengan merebaknya virus corona yang kini ramai dibicarakan,” sebut Hakim.

Sementara Ustad Ismed Solihin dalam khutbah Jumat yang disampaikannya mengatakan, salah satu cara untuk menangkal virus corona adalah dengan cara bertawaqal kepada Allah. Banyak-banyak berzikir di masjid-masjid dan bersadaqah, kemudian mengikuti aturan pemerintah dalam cara pencegahannya secara medis termasuk menjaga kebersihan. “Hanya dengan menjaga kebersihanlah kita akan terhindar dari berbagai kuman penyakit termasuk virus corona. Itulah konsep Islam tentang menghadapi virus corona,” kata Ustad Ismed.

Kembali Disemprot

Sementara, sebelum pelaksanaan Salat Jumat berlangsung, Masjid Agung Medan kembali disemprot disinfektan. Kali ini, petugas atau relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut yang melakukan penyemprotan.

Pantauan di lokasi, sejumlah petugas mengenakan alat pelindung diri (ADP) membawa tabung semprot berlogo PMI melakukan penyemprotan mulai mihrab imam dilanjutkan ke setiap sudut ruangan. Diantaranya rak Alquran dan hijab pembatas wanita di masjid. Selanjutnya penyemprotan dilakukan di area proyek pembangunan Masjid Agung yang baru.

Ketua PMI Sumut, Rahmat Shah mengatakan, kegiatan penyemprotan ini sesuai arahan Ketua Umum PMI, Yusuf Kala terkait penyebaran Covid-19. “Ketua PMI Pusat menginstruksikan agar PMI turut berkontribusi membantu pemerintah untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19. Dalam hal ini dengan penyemprotan fasilitas umum yang rentan terhadap penyebaran virus. Kegiatan ini juga bagian dari tanggungjawab PMI sebagai organisasi kemanusiaan khususnya di bidang penanggulangan bencana,” ucapnya.

Kata dia, PMI Sumut juga telah melakukan penyemprotan di sejumlah kantor dan instansi pemerintahan. Seperti rumah dinas, rumah sekda, kantor Gubernur Sumut, gedung DPRD, Dinas Perhubungan, kantor Konjen Turki. Permintaan untuk penyemprotan ini pun terus berdatangan. Diantaranya Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang berlokasi di depan Kantor Gubsu, Medan Club, dan Rahmat International Wildlife dan Gallery. Juga dari sejumlah pusat perbelanjaan modern.

Untuk itu, PMI Sumut melakukan edukasi melalui relawan PMR bagaimana mencegah penyebaran virus korona melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Para relawan ini juga akan dilatih meramu disinfektan dengan bahan-bahan yang direkomendasikan BPOM melalui PMI Pusat.

Sementara itu pada hari yang sama, PMI Sumut juga membagi-bagikan masker di tiga titik. Yaitu simpang Sutomo/Kampus Nommensen, tugu Jalan H Adam Malik dan simpang lampu merah Glugur, Kota Medan.

Sementara, PMI Cabang Kota Medan juga melakukan penyemprotan disinfektan di areal Istana Maimoon, Jumat (20/3). Di mana saat ini, istana peninggalan Kerajaan Deli ini ditutup sementara bagi pengunjung hingga 1 April mendatang.

Dalam penyemprotan disinfektan tersebut, petugas melakukan penyemprotan di ruang utama Istana Maimoon yang sering dikunjungi wisatawan serta ruangan-ruangan lainnya. “Kita kerahkan 4 tim dimana masing-masing tim terdiri dari 2 orang. Jadi total keseluruhan petugas ada 8 orang. Empat tim inilah yang bertugas melakukan penyemprotan disinfektan diseluruh area Istana Maimoon termasuk juga di kawasan pemukiman keluarga, pos satpam, dan kios pedagang,” kata Ketua PMI Kota Medan, Maulana Yokaika kepada wartawan di Istana Maimun.

Sementara, Ketua Umum Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, Tengku Reizan Ivansyah menyambut positif tindakan pencegahan yang dilakukan PMI Kota Medan ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PMI Medan Kota,” tutur Reizan.

Pada waktu bersamaan, Kantor Gubsu di Jalan Pangeran Diponegoro kembali disemprot disinfektan oleh Tim Brimob Polda Sumut. Selain gedung dan kantor pemerintah, rumah ibadah seperti masjid, gereja dan fasilitas umum lainnya turut disemprot untuk antisipasi virus korona. “Sesuai instruksi Bapak Kapolri melalui Kapolda Sumut dan dilanjutkan Bapak Dansat Brimob Polda Sumut, saya dengan tim lainnya melakukan penyemprotan cairan disinfektan sesuai standar WHO ke sejumlah gedung pemerintahan dan rumah-rumah ibadah yang ada di Sumut. Kalau ada permintaan kita juga siap turun. Sebab Brimob bekerja untuk rakyat dan kita berharap dengan penyemprotan ini virus korona dapat teratasi sehingga roda pemerintahan dapat kembali normal,” tutur Iptu Syafril Sinaga, Waka Subden KBR Gegana Sat Brimob Polda Sumut kepada wartawan di lokasi.

KNIA Terapkan Social Distancing

Manajemen Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) menerapkan konsep pembatasan sosial (social distancing)di bandara-bandara yang dikelola perseroan guna mencegah penularan COVID-19 termasuk di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, Jumat (20/3). Implementasi social distancing dilakukan dengan mengoptimalkan ruang yang ada di terminal untuk menciptakan jarak yang dianjurkan bagi penumpang pesawat. Khususnya di area-area tempat berkumpulnya penumpang atau pengunjung.

Penerapan social distancing itu antara lain melalui penempelan sejumlah garis kuning di lantai yang masing-masing berjarak 1 meter sebagai penanda batas antrian bagi penumpang pesawat. “Adanya garis kuning itu membuat setiap penumpang berdiri dengan jarak yang aman di setiap titik-titik antrean agar meminimalir risiko penyebaran COVID-19,” ujar Executive General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Kualanamu Djodi Prasetyo .

Adapun garis kuning tersebut misalnya ditempel di lantai menuju pos pemeriksaan keamanan (security check point/SCP), serta di lantai fixed bridge dan garbarata guna memisahkan jarak penumpang saat antrian ketika proses naik pesawat (boarding). Selain itu, di setiap lift di terminal penumpang juga telah diberi batas berdiri bagi masing-masing individu. Ketika berada di dalam lift, setiap individu dilarang bertatap muka langsung atau wajib menghadap ke dinding dan pintu lift.

Tidak lupa, melakukan penataan kembali kursi di ruang tunggu (boarding lounge) dengan mengutamakan jarak yang cukup di antara penumpang. “Kami melakukan berbagai upaya yang memungkinkan untuk diterapkan di bandara-bandara sehingga penyebaran COVID-19 ini dapat dicegah,” jelas Djodi Prasetyo.

Penerapan social distancing di terminal ini merupakan upaya terbaru PT Angkasa Pura II dalam mencegah penyebaran COVID-19, selain yang sudah dilakukan seperti penyemprotan cairan disinfektan, penyediaan banyak hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh penumpang pesawat, dan lain sebagainya. (prn/map/mag-1/yes/gus/btr)