30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 45

Rico Waas Ultimatum Camat: Tak Ada Lagi Sampah Berserakan

ULTIMATUM: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Wass mengultimatum semua camat soal sampah.
ULTIMATUM: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Wass mengultimatum semua camat soal sampah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyoroti banyaknya sampah yang berserakan di sejumlah ruas jalan hampir di setiap Kecamatan di Kota Medan.

Agar permasalahan ini segera terselesaikan, Rico Waas dengan tegas memberikan peringatan dan ultimatum kepada seluruh Camat se- Kota Medan untuk memastikan di wilayahnya tidak ada sampah yang berserakan.

“Semua Camat, jangan banyak alasan lagi, mulai saat ini jangan ada sampah yang berserakan,” kata Rico Waas saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Tugas Satuan Pemantauan dan Perawatan Infrastruktur Kota (SAPA KOTA) di Balai Kota, Rabu (18/2/26).

SAPA KOTA merupakan program Pemko Medan yang memanfaatkan aplikasi grup WhatsApp dengan tujuannya untuk memastikan setiap permasalahan infrastruktur dapat dipantau secara harian oleh seluruh Pimpinan Perangkat Daerah dan Camat, kemudian dilaporkan secara sistematis serta ditindaklanjuti oleh OPD pelaksana secara cepat, terukur dan akuntabel.

Di hadapan yang berhadir, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, para Staf Ahli dan Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah serta para Camat , Wali Kota Medan Rico Waas juga menegaskan tidak hanya di wilayah pinggiran kota, di tengah kota juga harus dipastikan tidak ada sampah yang berserakan.

“Hari ini kita berkomitmen bersama, tidak ada lagi sampah yang berserakan, Paham!”, tegas Rico Waas kepada seluruh Camat.

Selain Camat, Rico Waas juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk dapat mengawasi dan membantu mengatasi permasalahan sampah yang berserakan di wilayah.

“Tanggung jawab DLH juga harus tetap mengkontrol permasalahan sampah ini. Baik itu sebelum sampahnya dibersihkan ataupun setelah dibersihkan. Karena sampah berserakan tidak hanya kecamatan tetapi DLH sebagai induk lingkungan hidup di Kota Medan,” jelas Rico Waas.

Tidak hanya menyoroti permasalahan sampah, Rico Waas juga menyoroti permasalahan jalan rusak dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) serta infrastruktur lainnya yang telah dilaporkan oleh Pimpinan Perangkat Daerah dan Camat.

“Berdasarkan hasil yang diperoleh, sudah ada progres dari laporan yang masuk kemudian ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah terkait. Seperti PJU dan lampu lalu lintas, meskipun belum maksimal namun permasalahan yang dilaporkan telah diselesaikan,” jelas Rico Waas sembari meminta perbaikan PJU yang dilakukan jangan sampai berulang.

Untuk jalan rusak dan infrastruktur lainnya, Rico Waas meminta Perangkat Daerah yang telah diberikan tanggung jawab untuk memantau wilayah yang ditentukan agar dapat memberikan laporannya setiap hari. Dengan laporan tersebut Dinas terkait khususnya Dinas SDABMBK dapat segera mengatasi permasalahan yang ditemui di lapangan.

“Program SAPA KOTA menjadi ruang interaksi antar OPD agar saling menjaga dan memperhatikan kota kita. Jadi dalam penanganan kota tidak tersentral dan dibebankan ke Dinas terkait maupun Camat saja. Artinya seluruh Perangkat Daerah dan Camat saling membantu untuk membangun Kota Medan,” ujar Rico Waas.

Agar program SAPA KOTA ini berjalan efektif, Rico Waas menginstruksikan Bappeda untuk memberikan peringatan (Warning) kepada Perangkat Daerah ataupun Camat yang tidak aktif memberikan laporan setiap hari permasalahan yang terjadi di sekitar kota Medan.

“Kalau ada OPD dan Camat yang tidak memberikan laporan permasalahan yang terjadi setiap hari, Saya minta berikan warning,” ucap Rico Waas.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap menyoroti tumpukan sampah yang ada disekitar stadion Teladan Medan. Kondisi ini jika dibiarkan terus-menerus akan berdampak negatif, tidak hanya stadion Teladan namun Citra Kota Medan.

“Stadion Teladan ini ikon Kota Medan yang sebentar lagi akan selesai revitalisasi. jika ada tumpukan sampah disekitarnya sangat tidak layak, karena akan merusak estetika. Jadi harus kita pikirkan solusinya, khususnya DLH. Jangan sampai tempat pembuangan sampah sementara itu dibiarkan terus,” jelas Zakiyuddin Harahap.

Selain itu, Zakiyuddin Harahap juga menyoroti persoalan hewan ternak yang berada di sekitar pemukiman warga. Selain melanggar peraturan, keberadaan hewan ternak seperti Babi ataupun kambing juga mengganggu aktifitas warga. (map/ila)

UP3 Sibolga Bergerak Cepat Lakukan Pemulihan Listrik Pascabanjir dan Longsor di Tapanuli Tengah dan Humbang Hasundutan

Petugas PLN saat melakukan penarikan jaringan menggunakan katrol di kec Tapian Nauli, Tapteng
Petugas PLN saat melakukan penarikan jaringan menggunakan katrol di kec Tapian Nauli, Tapteng

Sibolga— PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sibolga terus bergerak cepat melakukan langkah mitigasi dan pemulihan sistem kelistrikan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah lokasi di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Bencana hidrometeorologi tersebut juga berdampak pada jaringan kelistrikan di sedikitnya 20 desa, serta akses menuju sejumlah lokasi yang terisolasi.

Sejak awal kejadian, UP3 Sibolga langsung menerapkan langkah pengamanan jaringan dan manajemen sistem secara situasional guna menjaga keselamatan masyarakat dan petugas.

Tim teknis segera diterjunkan untuk melakukan asesmen cepat, pengamanan jaringan terdampak, serta penormalan secara bertahap setelah kondisi dinyatakan aman. Berkat koordinasi dengan pihak pemerintahan,BPBD, TNI/Polri dan tim di lapangan, pasokan listrik di mayoritas wilayah terdampak telah kembali normal, hingga saat berita diturunkan, petugas terus melakukan perbaikan pada titik-titik dengan tingkat kerusakan berat dan sedang.

Manager UP3 Sibolga, Bachtiar, menyampaikan bahwa PLN mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap tahapan penanganan.

“Kami terus melakukan upaya maksimal melalui siaga personel, pemantauan kondisi lapangan secara intensif, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan pemulihan sistem kelistrikan dapat dilakukan secepat mungkin setelah kondisi dinyatakan aman,” ujar Bachtiar.

PLN memastikan informasi perkembangan pemulihan akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi PLN. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan pascabanjir dan segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.

PLN UP3 Sibolga berkomitmen untuk terus bergerak cepat dan memastikan layanan kelistrikan kembali normal secara bertahap dan aman bagi seluruh pelanggan terdampak. (ila)

Ramadan Jadi Lebih Berkesan: Muslim Pro Kini Tersedia di MyTelkomsel

Telkomsel berkolaborasi dengan Muslim Pro hadirkan Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro secara eksklusif di Aplikasi MyTelkomsel. Kolaborasi ini menjadi langkah beyond connectivity Telkomsel untuk menghadirkan pengalaman digital yang bernilai tambah dan menemani pelanggan dalam menjalani Ramadan sepenuh hati.
Telkomsel berkolaborasi dengan Muslim Pro hadirkan Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro secara eksklusif di Aplikasi MyTelkomsel. Kolaborasi ini menjadi langkah beyond connectivity Telkomsel untuk menghadirkan pengalaman digital yang bernilai tambah dan menemani pelanggan dalam menjalani Ramadan sepenuh hati.

SUMUTPOS.CO – Menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri, Telkomsel resmi berkolaborasi dengan Muslim Pro untuk menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro secara eksklusif di aplikasi MyTelkomsel. Integrasi perdana di Indonesia melalui skema bundel paket ini praktis memudahkan pelanggan untuk menemukan, mengaktifkan, dan mengelola layanan spiritual harian dalam satu aplikasi, sehingga mereka dapat menjalani ibadah dengan lebih nyaman dan tenteram.

Muslim Pro merupakan platform muslim global yang mendukung keterhubungan spiritual melalui kombinasi teknologi, konten reflektif, fitur komunitas, dan aktivasi offlineFitur inti bebas biaya meliputi jadwal salat, pengingat azan, Al‑Qur’an digital, penunjuk kiblat, kalender hijriah, hingga doa harian. Fitur Premium memberikan pengalaman lebih lengkap seperti tayangan Qalbox tanpa iklan, unduh audio tilawah untuk pemutaran offline, beragam pilihan suara azan, tema warna, terjemahan/tafsir tambahan, hingga dukungan pelanggan premium.

Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati: Dukung Pelanggan Jalani Ramadan Sepenuh Hati

Kolaborasi dengan Muslim Pro menjadi bagian dari komitmen Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati di setiap momen spesial bersama masyarakat. Langkah beyond connectivity ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman pelanggan dalam menjalani Ramadan sepenuh hati.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Lesley Simpson, menyatakan, “Terutama selama Ramadan, pelanggan akan beribadah sehari-hari dengan fitur azan pengingat waktu salat, ketersediaan ke Al‑Qur’an dan doa, serta konektivitas digital. Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati dengan merancang Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro agar cepat dan mudah diakses, langsung terasa manfaatnya. Kami berharap fitur Premium harga bersahabat ini bisa mendukung pelanggan fokus ibadah, perkuat silaturahmi, dan jalani Ramadan sepenuh hati.”

Ramadan Re:Charge dengan Muslim Pro: Akses Simpel untuk Jaga Keterhubungan Ibadah

Chief Executive Officer Muslim Pro, Nafees Khundker, menambahkan, “Melalui kolaborasi perdana dengan Telkomsel, paket bundling eksklusif di MyTelkomsel membuat akses Muslim Pro makin sederhana dan terjangkau bagi jutaan pengguna di Indonesia. Fokus kami adalah menjaga keterhubungan ibadah secara berkelanjutan, lebih menekankan kontinuitas dan empati. Memadukan teknologi, konten reflektif, komunitas, dan aktivasi nyata, di Ramadan kali ini kami mengajak pelanggan untuk Re:Charge, agar setiap orang dapat kembali terhubung, tanpa tekanan, dan sesuai ritme hidupnya.”

Jenis‑Jenis Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro

Penawaran Telkomsel x Muslim Pro tersedia dengan harga terjangkau, di antaranya sudah termasuk kuota internet, dan dapat diaktifkan melalui MyTelkomsel.

  • Data Bundle Rp13.000 / 3 hari – termasuk Muslim Pro Premium + kuota internet 1.5 GB
  • Data Bundle Rp16.000 / 7 hari – termasuk Muslim Pro Premium + kuota internet 512 MB
  • Data Bundle Rp37.000 / 30 hari – termasuk Muslim Pro Premium + kuota internet 1 GB

Cara Akses Cepat dan Mudah di MyTelkomsel

  1. Buka MyTelkomsel → Beli Paket → Digital Lifestyle (kategori Digital & Music) → pilih Muslim Pro.
  2. Pilih paket atau promo, cek detail dan S&K, lalu ketuk Beli untuk menunaikan pembayaran.
  3. Pelanggan akan menerima SMS aktivasi; Muslim Pro Premium siap digunakan.

Info selengkapnya, kunjungi tsel.id/muslimpro.

Wali Kota dan Kapolres Tinjau Imlek Kota Tebingtinggi

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih dan Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya foto bersama pengurus Kelenteng Jiu Li Dong, Snein (17/2). Azan purba
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih dan Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya foto bersama pengurus Kelenteng Jiu Li Dong, Snein (17/2). Azan purba

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih meninjau langsung pelaksanaan perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Jiu Li Dong, Jalan Sudirman kelurahan Badak Berjuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Senin (17/2). Kunjungan dimulai sekitar pukul 09.40 WIB, dan rombongan disambut pengurus kelenteng serta jajaran panitia perayaan Imlek.

Dalam kegiatan tersebut, Iman didampingi Sekretaris Daerah Erwin Suheri Damanik, Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya, Wakapolres Kompol Rudi Syahputra, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Kehadiran rombongan tersebut bertujuan meninjau langsung pelaksanaan kegiatan serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Iman memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, sekaligus memberikan dukungan terhadap terciptanya suasana toleransi antarumat beragama.

Adapun pengamanan perayaan Imlek melibatkan personel gabungan Polres Tebingtinggi yang telah bersiaga sejak pagi hari untuk menjaga keamanan, mengatur arus lalu lintas, serta memastikan lingkungan sekitar tetap kondusif.

Saat peninjauan berlangsung, terlihat jemaat melaksanakan sembahyang dengan menyalakan lilin dan dupa sebagai bagian dari rangkaian ibadah Tahun Baru Imlek.

Kelenteng tersebut diketahui mampu menampung lebih dari 400 pengunjung pada saat puncak perayaan, sehingga pengamanan menjadi prioritas guna mengantisipasi lonjakan jumlah jemaat.

Iman Irdian Saragih juga mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang telah bekerja maksimal dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat selama perayaan berlangsung.

Pemerintah Kota Tebingtinggi bersama pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat agar terus menjaga ketertiban dan kerukunan. Mengingat, rangkaian ibadah serta puncak perayaan Imlek masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (mag-3/azw)

Kota Medan Siaga Ramadan 1447 H, Rico Tri Putra Bayu Waas: Keamanan Diperketat, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rintik hujan yang mengguyur Lapangan Merdeka Medan, Rabu (18/2/2026) petang, tak menyurutkan semangat jajaran Pemerintah Kota Medan menggelar apel gabungan pemantauan ketenteraman masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

Di bawah langit mendung, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, berdiri tegak menyampaikan instruksi tegas demi memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh ketenangan. Apel tersebut diikuti aparatur Pemko Medan, unsur TNI, dan Polri sebagai wujud sinergi lintas lembaga menjaga stabilitas kota.

Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan bahwa ketenteraman masyarakat selama Ramadan adalah prioritas utama. Koordinasi solid antarinstansi, menurutnya, menjadi kunci menciptakan suasana aman dan kondusif.

“Yang terpenting bagaimana masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan khusyuk dan hati yang tenang. Kami mengharapkan seluruh lembaga dan instansi bisa berkoordinasi untuk menjaga kondisi masyarakat tetap aman,” tegasnya.

Rico Waas secara khusus menginstruksikan camat, lurah, dan kepala lingkungan untuk melakukan pemantauan intensif di wilayah masing-masing, terutama pada jam-jam rawan.

Ia meminta pengawasan dilakukan sejak waktu subuh guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban, termasuk kerumunan remaja usai sahur yang kerap memicu keresahan masyarakat.

Selain itu, pengawasan terhadap operasional rumah makan, tempat hiburan, hingga pedagang musiman juga menjadi perhatian. Rico menekankan bahwa aktivitas ekonomi tetap diperbolehkan, namun harus mematuhi aturan ketertiban dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Silakan berjualan mencari rezeki, tetapi tetap jaga kerapian dan ketertiban. Jangan sampai mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

Pengamanan, lanjutnya, harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari subuh hingga pelaksanaan salat tarawih pada malam hari.

Tak hanya fokus pada keamanan, Rico Waas juga memberi peringatan keras kepada seluruh ASN di lingkungan Pemko Medan agar tidak mengendurkan pelayanan publik selama Ramadan.

Ia mengingatkan pengalamannya tahun lalu saat melakukan inspeksi mendadak ke salah satu kantor kecamatan pada pukul 09.00 WIB dan mendapati ruangan pelayanan masih kosong.

“Tolong, walaupun dalam bulan puasa, tidak ada pengurangan rasa pelayanan. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap prima seperti hari-hari biasa. Saya akan pantau terus, jangan sampai ada ruangan yang kosong di jam kerja,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rico juga memastikan ketersediaan stok pangan tetap terjaga menjelang Ramadan hingga Lebaran. Meski terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas, ia menyebut kondisi umum masih relatif stabil.

Pasar murah di setiap kelurahan diminta tetap menjaga ketersediaan barang sebagai bentuk komitmen pemerintah kepada masyarakat. Pemantauan harga akan dilakukan secara berkala bersama unsur Forkopimda.

Apel gabungan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Medan, termasuk perwakilan dari kepolisian, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan unsur terkait lainnya.

Menutup apel di tengah suasana khidmat, Rico Waas menyampaikan ucapan selamat menyambut Ramadan kepada seluruh warga Medan.

“Mari kita awali bulan suci ini dengan semangat melayani. Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Medan yang kita cintai,” pungkasnya. (map/ila)

Ketua Tim Posyandu Dairi Tinjau Posyandu Melati

SERAHKAN: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Dairi, Rita Puspita Situmorang didampingi Wakil Ketua, Sri Dewi Manik, menyerahkan bantuan sarana.
SERAHKAN: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Dairi, Rita Puspita Situmorang didampingi Wakil Ketua, Sri Dewi Manik, menyerahkan bantuan sarana.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Dairi, Rita Puspita Situmorang, didampingi Wakil Ketua Sri Dewi Manik, melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Melati di Dusun V Lae Meang, Desa Lae Nuaha, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Jumat (13/2).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau pelayanan posyandu sekaligus menyerahkan bantuan mobiler dan sarana Posyandu berupa meja, kursi, tenda, dan alat edukasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Keberhasilan Posyandu sangat bergantung pada semangat kadernya. Saya mengapresiasi kerja keras seluruh kader yang tidak kenal lelah mengabdi demi kesehatan masyarakat,” ujar Rita Puspita.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu menekankan pentingnya pelayanan bagi ibu hamil, balita, dan lansia, sekaligus memaksimalkan posyandu sebagai pusat edukasi gizi untuk mendukung program pemerintah dalam penurunan angka stunting di Dairi.

Kegiatan kunjungan kerja ini juga dihadiri Camat Siempat Nempu Hulu, Koko Angkat, Kepala Desa Lae Nuaha, Riduan Hasbi Sagala, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Imelda Purba, serta jajaran terkait lainnya, menandai komitmen TP PKK Kabupaten Dairi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (rud/ila)

Wakil Ketua DPRD Sumut Sambut Komitmen TPID, Minta Kawal Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan Idulfitri

MEDAN, SumutPos.co- Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Salman Alfarisi menyambut positif kesepakatan komitmen tindak lanjut yang dihasilkan dalam high level meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumatera Utara Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/2/2026) lalu.

Menurut Salman, kesepakatan tersebut menjadi langkah penting karena secara tegas menekankan perlunya peningkatan frekuensi dan efektivitas pengendalian pasokan serta keterjangkauan harga komoditas pangan strategis menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Tentu kita menyambut baik komitmen yang disepakati dalam forum TPID ini. Terutama poin-poin yang menekankan penguatan pengendalian pasokan dan stabilisasi harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Ini momentum yang selalu sensitif terhadap gejolak harga,” ujar Salman kepada awak media usai kegiatan.

Salman menilai, kesepakatan tersebut sangat relevan mengingat tren inflasi dalam beberapa bulan terakhir masih menunjukkan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, inflasi year-on-year (y-on-y) Sumut pada November 2025 tercatat sekitar 3,96 persen, meningkat pada Desember 2025 yang berada di kisaran 4,66–4,97 persen, kemudian menurun namun tetap tinggi pada Januari 2026 yang tercatat sekitar 3,81 persen.

Sementara itu, inflasi year-on-year di Kota Medan pada Januari 2026 tercatat sekitar 3,70 persen, yang menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa pada pusat konsumsi terbesar di Sumatera Utara. “Kita tidak bisa menutup mata, dalam tiga bulan terakhir inflasi di Sumut masih berada pada level yang relatif tinggi. Terutama komoditas pangan dan kebutuhan pokok. Situasi ini pasti akan semakin terasa menjelang Idul Fitri ketika permintaan meningkat tajam,” tegasnya.

Penguatan Bulog dan Kerja Sama Pelaku Usaha Harus Nyata

Salman juga menilai komitmen penugasan Bulog untuk menambah pasokan daging sapi/kerbau, serta kerja sama dengan produsen daging ayam dan telur merupakan langkah strategis dan tepat waktu. Menurutnya, intervensi pasokan merupakan salah satu kunci agar lonjakan harga pangan tidak membebani masyarakat.

“Komitmen penguatan Bulog dan kerja sama dengan pelaku usaha jangan hanya jadi formalitas rapat. Ini harus menjadi langkah nyata di lapangan untuk mengendalikan harga pangan yang selama ini paling besar memberi tekanan inflasi, apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Salman.

Early Warning System dan Sinergi TPID–Satgas Pangan Harus Diperkuat

Dalam kesempatan itu, Salman juga mengapresiasi poin kesepakatan yang menekankan penguatan Early Warning System (EWS) dan sinergi antara TPID dengan Satgas Pangan. Ia menilai sistem monitoring harga dan distribusi harus berjalan secara rutin, termasuk memperkuat respons cepat apabila terjadi gejolak harga di pasar tradisional maupun pasar modern.

“Tanpa sistem monitoring yang kuat, tanpa deteksi dini dan respon cepat, kabupaten/kota akan kesulitan menahan lonjakan harga. Karena itu Early Warning System harus benar-benar dipakai, bukan sekadar istilah,” ujarnya.

Launching Roadmap Harus Diikuti Eksekusi, Bukan Seremonial

Salman juga menekankan bahwa launching Peta Jalan (Roadmap) Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumatera Utara 2025–2027 harus diikuti dengan implementasi program yang terukur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh stakeholder. “Kita menyambut baik Roadmap ini. Tapi jangan berhenti pada launching. Roadmap harus diterjemahkan dalam program nyata, indikator yang terukur, serta penganggaran yang disiplin. Jangan sampai hanya seremonial,” tegasnya.

DPRD Siap Kawal Agar Komitmen Tidak Berhenti di Atas Kertas

Salman menegaskan DPRD Sumut akan terus mengawal agar seluruh rencana aksi pengendalian inflasi yang disepakati lintas sektor benar-benar dijalankan, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Menurutnya, pengendalian inflasi bukan hanya persoalan angka statistik, tetapi menyangkut langsung kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kita sedang menghadapi situasi di mana tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang. Karena itu komitmen ini harus dijalankan dengan koordinasi kuat antara pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia, Satgas Pangan, hingga pelaku pasar. Pengamanan harga kebutuhan pokok bukan sekadar data, tapi soal daya beli rakyat Sumut menjelang Idul Fitri 2026,” pungkas Salman. (adz)

Keberadaan Tiang Rig di Perairan Pangkalansusu Rusak Kapal dan Ancam Nyawa Nelayan

TIANG: Keberadaan tiang rig di perairan laut Pangkalansusu, Langkat, yang ancam keselamatan nelayan.(Istimewa/Sumut Pos)
TIANG: Keberadaan tiang rig di perairan laut Pangkalansusu, Langkat, yang ancam keselamatan nelayan.(Istimewa/Sumut Pos)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Perairan Pangkalansusu, Langkat, kembali menelan korban setelah tiang rig yang tertancap di jalur kapal nelayan merusak kapal milik Zulkifli, seorang nelayan berdomisili di Kelurahan Berasbasah. Peristiwa ini terjadi pada malam hari, dan bukan kali pertama terjadi di lokasi yang sama.

Menurut Zulkifli, kapalnya hancur setelah menabrak tiang rig, dan ia harus berjuang bertahan hidup di tengah laut selama tujuh jam, dari pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB, sebelum akhirnya bisa lepas dari bahaya. “Kurang lebih dari jam 10 malam sampai jam 5 pagi, kapal baru bisa lepas dari situ,” ungkapnya.

Zulkifli menambahkan, ada sekitar sembilan tiang rig yang tersebar di jalur keluar masuk kapal nelayan dan boat sewa. Banyak rekan nelayannya juga mengalami kerusakan kapal akibat benturan dengan tiang-tiang besi raksasa tersebut. “Bukan saya saja, ada sekitar 10 kapal nelayan rusak. Bahkan ada yang kepalanya copot, ada juga yang karam,” katanya.

Masalah utama yang memicu kecelakaan berulang, menurut nelayan, adalah tidak adanya lampu penerangan dan rambu-rambu di lokasi pengeboran. “Kalau malam hari saat cuaca buruk, tiang tersebut tidak terlihat sama sekali. Itu sangat membahayakan,” jelasnya.
Para nelayan berharap perusahaan migas terkait dapat memasang lampu navigasi dan rambu peringatan agar tidak terjadi korban lain.

Zulkifli menegaskan, laporan ini disampaikan demi keselamatan bersama, meski banyak rekannya yang enggan melapor karena takut terkena prosedur hukum laut.

Menanggapi hal ini, Humas PT Pertamina, Wahyu, menyatakan tiang rig yang menyebabkan kerusakan kapal bukan milik Pertamina. “Sepertinya tidak ada kewenangan saya menyikapi permasalahan ini. Memang ada tiga perusahaan migas di Langkat, salah satunya PT EMP. Jadi ini bukan di bawah naungan Pertamina,” jelasnya.

Hingga saat ini, nelayan masih harus melaut di malam hari dengan rasa was-was demi mencari nafkah keluarga. Mereka berharap pihak berwenang dan perusahaan terkait segera menyediakan lampu navigasi dan pengamanan tiang rig untuk mencegah kecelakaan berikutnya. (ted/ila)