Home Blog Page 5011

Liga 3 Zona Sumut 2019, Karo United Juara, PSDS Lolos

ist JUARA: Pengurus Asprov PSSI Sumut bersama pemain dan ofisial Karo United yang menjadi juara Liga 3 Sumut.
JUARA: Pengurus Asprov PSSI Sumut bersama pemain dan ofisial Karo United yang menjadi juara Liga 3 Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Karo United tampil sebagai juara Liga 3 Zona Sumatera Utara 2019. Mereka memastikan gelar usai mengalahkan PS Bhinneka dengan skor 5-2 pada laga final di Stadion Teladan Medan, Minggu (29/9) sore.

Pertandingan final ini berjalan seru. Bhinneka unggul terlebih dulu melalui M Chandra Syahputra Nasution pada menit ke-3. Keunggulan tersebut bertahan lama, sebelum Karo United menyamakan kedudukan melalui Ahmad Fatoni Usman di menit ke-29. Hasil 1-1 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Karo United melakukan pesta gol dengan empat gol. Ahmad Fatoni Usman mencetak hattrick setelah kembali tambah gol menit ke-61 dan 89. Dua gol lainnya dicetak Iyansen Delpiero pada menit ke-63 dan Willyando menit ke-65. Sedangkan Bhinneka hanya menambah satu gol melalui M Azhari Parapat menit ke-79.

Peringkat ketiga diraih PSDS Deliserdang, setelah membenam Batak United dengan skor 8-2. Lima gol PSDS diborong Muhammad Irsan, ditambah Tri Andre Ramadhan, Purnomo dan Muhammad Hanbal. Batak United membalas melalui M Sidik dan Diki Darmawan.

Hasil ini membuat PSDS meraih satu tiket ke babak regional Sumatera, mendampingi Karo United dan PS Bhinneka.

Liga 3 Zona Sumut tersebut ditutup Exco Asprov PSSI Sumut, Prof M Fidel Ganis Siregar. Dalam sambutannya, Fidel berharap Karo United, PS Bhinneka dan PSDS bisa bersaing di tingkat regional, Oktober mendatang.

Didampingi Sekretaris Umum Fityan Hamdy, Fidel berharap agar ketiga wakil Sumut bisa lolos ke Liga 2 musim depan. “Harapan kami kepada manajer dan pemain ada kesebelasan dari Sumut yang mengisi Liga 2. Harapan kami dipundak kalian,” tuturnya.

Penghujung sambutannya, Fidel apresiasi kepada seluruh peserta. “Tentunya kami sangat berharap, walau ini liga amatir tapi kami melihat sudah dikelola dengan profesional. Saya harap klub yang sudah dibina dengan baik diteruskan dan ditingkatkan,” harapnya. (btr/dek)

Indra Sjafri Panggil Natanael dan Egy MV

net DIPANGGIL: Nataneal Siringo-ringo ikut dipanggil.
DIPANGGIL: Nataneal Siringo-ringo ikut dipanggil.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia U-22 akan melakoni Traning Camp (TC) di Bogor pada 1-6 Oktober 2019. Pelatih TimnasU-22 Indra Sjafri pun memanggil 30 pemain, termasuk pemain PSMS Natanael Siringo-ringo dan gelandang Lechia Gdansk Egy Maulana Vikri.

TC diadakan sebagai persiapan Timnas Indonesia U-22 mengikuti turnamen CFA Team China Chongqing Three Gorges Bank Cup International Football 2019. Bersama tuan rumah China, Arab Saudi, dan Yordania, kejuaraan tersebut bakal berlangsung pada 9-11 Oktober.

CFA Team China Chongqing Three Gorges Bank Cup International Football 2019. Turnamen ini berlangsung pada 9-11 Oktober, serta diikuti tuan rumah China, Arab Saudi dan Yordania.

Laman PSSI menuliskan Indra Sjafri akan membawa 22 hingga 24 pemain ke China pada 7 Oktober. Turnamen itu sekaligus pemanasan bagi Timnas Indonesia U-22 sebelum terjun di SEA Games 2019.

Timnas Indonesia U-22 akan bertemu Arab Saudi pada partai pertama CFA Team China Chong Qing Three Gorges Bank Cup International Football 2019, 9 Oktober 2019. Berselang dua hari, pasukan berjulukan Garuda Muda ini bakal berhadapan dengan China dan Yordania, 13 Oktober mendatang. Seluruh pertandingan bakal berlangsung di Stadion Wanzhou Pailou Sports.

Sebelumnya, Indra Sjafri telah menetapkan 40 pemain untuk didaftarkan entry by name ke SEA Games 2019 yang akan bergulir di Filipina pada November 2019. Sesuai regulasi, hanya 20 nama yang dapat bermain pada perhelatan multicabang tersebut. (bbs/dek)

Raibnya Honor TAPD Rp1,6 Miliar Mulai Terkuak, Gubsu Minta Jangan Dipolitisir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta semua pihak jangan mempolitisir kasus uang Rp1,6 miliar yang raib untuk pembayaran honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tersebut. Dia menegaskan, serahkan semua proses penyelidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian, paska komplotan pencuri uang itu mulai terkuak pada pekan lalun

“Biar diproses polisi, biar diproses sampai tuntas, jangan dihalangi dia (kepolisian) dalam penyelidikannya, sehingga bisa tuntas,” ujarnya menjawab wartawan di Medan, Jumat (27/9).

Edy yang baru saja pulang dari Korea mengatakan, dengan terungkapnya kasus itu, hasil pemeriksaan Inspektorat Sumut juga tetap ditunggu. “Semua berjalan simultan, jangan lagi dibawa ke mana-mana, termasuk ke politik, kita harus sudah riil,” tegas mantan Pangkostrad itu.

Gubernur juga berharap, agar para pelaku pencurian uang itu segera diberikan ganjaran hukum sesuai perbuatan mereka. “Sudah pasti itu orang yang berbuat jahat, berbuat jelek dan harus dihukum, ini kan negara hukum, oke!,” katanya.

Soal jabatan Raja Indra Saleh dan dua pejabat lain yang sebelumnya dinonaktif atas kasus ini, Edy menekankan, bahwa itu wewenang dan hak perogratifnya sebagai gubernur. Gubernur pun belum mau mengaktifkan Indra Saleh sampai tuntas dulu permasalahan kasus hilangnya Rp1,6 miliar tersebut.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Edy menonaktifkan Indra Saleh dari jabatan sebagai Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, maupun dari jabatannya sebagai sekretaris di badan itu, terhitung Jumat (20/9). Tidak hanya Indra Saleh, dua anggotanya juga ikut dinonaktifkan, yakni Fuad Perkasa sebagai Kabid Pengelolaan Anggaran dan Henri Pohan sebagai Kasubbid Pengelolaan Anggaran.

Sementara itu sebelumnya, Inspektur Provinsi Sumut Lasro Marbun mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan naskah hasil pemeriksaan atas raibnya uang miliaran rupiah tersebut. “Selanjutnya akan dilaksanakan espose internal Inspektorat, setelah espose disusun laporan hasil pemeriksaan laporan,” katanya, Kamis (26/9).

Marbun menepis isu bahwa uang yang raib tersebut untuk ‘upah ketok’ bagi wakil rakyat. Ia menegaskan sesuai hasil pemeriksaan pihaknya, uang itu memang diperuntukkan membayar honorarium TAPD Sumut selama kegiatan pembahasan PAPBD 2019 dan RAPBD 2020. “Uang (Rp1,6 M) yang hilang peruntukannya untuk honorarium TAPD. Mengenai prosedur benar atau salah, mohon maaf itu bagian dari materi dan akan dimuat dalam laporan,” pungkasnya. (prn)

3 Jamaah Wafat, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

istimewa DIPERIKSA: Seorang jamaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Saat ini masih ada 2 jamaah Sumut dirawat di Makkah.
DIPERIKSA: Seorang jamaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Saat ini masih ada 2 jamaah Sumut dirawat di Makkah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Pasca berakhirnya operasional ibadah haji 1440 Hijriah, masih ada lima jamaah haji asal Sumut yang tertinggal di Tanah Suci karena sakit. Informasi terakhir yang diperoleh Sumut Pos, tiga dari lima jamaah haji tersebut telah wafat. Sedangkan dua jamaah lainnya hingga kini masih di rawat di Rumah Sakit Arab Saudi, menunggu untuk dipulangkan.

Ketiga jamaah yang wafat masing-masing, Raminah Baginda Harahap binti Baginda P Harahap (73) warga Jalan Pelita VI Medan, Jarwani Mat Kabari bin Ambari (89) warga Jalan Pendidikan I Dusun XII Sei Rotan, Percut Seituan, Deliserdang, dan Baginda Satio Malim Pohan bin Mara Perdamean (67) warga Portibi Julu, Padang, Kabupaten Padanglawas Utara.

Sedangkan, Muhammad Syafri Khaidir bin Khaidir NR (58) warga Kampung Baru Alur Dua Babalan, Kabupaten Langkat dan Syawaluddin Abdul Sinaga bin Abdul Hamid (68) warga Jalan Pancing Perjuangan, Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, masih di rawat di RS Arab Saudi. “Yang satu dari Kloter 2 Kabupaten Langkat (M Syafri Khaidir) dan dari Kloter 19,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pendaftaran dan Dokumen Haji, Kemenag Sumit, Iyong Sahrial kepada Sumut Pos, Minggu (29/9).

Iyong menjelaskan, ketiga jamaah yang wafat tersebut, meninggal disebabkan sakit pernapasan. Seperti almarhum Jarwani, wafat pada tanggal 14 September 2019. Kemudian, Baginda Satio Malim Pohan, wafat pada tanggal 16 September 2019 dan Raminah Baginda Harahap wafat pada tanggal 17 September 2019.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini kedua jamaah belum dimungkinkan untuk dipulangkan ke Tanah Air. Untuk itu, Kemenag Sumut tetap berkoordinasi dengan bagian transportasi Kementerian Agama pusat, untuk memulangkan dua jamaah tersebut.

“Ada petugas transportasi kita akan ke Jakarta, lalu transportasi Jakarta ini akan mendampingi sampai Medan. Ketika kita dapat kabar, kita akan hubungi keluarganya kemudian Kakan Kemenag asal kloternya, sama-sama disambut nanti di Bandara Kualanamu,” terangnya.

Sementara, dua jamaah tetap mendapatkan pendampingan selama di rawat di Arab Saudi. “Disana ada Dakker, Kantor Urusan Haji juga ada disana. Bahkan bagi yang meninggal inipun yang mengeluarkan surat meninggalnya juga Konjen (konsulat jenderal),” pungkasnya. (man)

10 Oktober, Groundbreaking Danau Toba, 7 Investor Investasikan Rp6,1 Triliun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sempat terkendala pengadaan lahan, namun secara umum pembangunan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba cukup positif, dan akan segera dilakukan ground breaking. Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata dan Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Hiramsyah Sambudhy Thaib mengatakan, ground breaking akan dilakukan pada 10 Oktober mendatang.

Menurut Hiramsyah, hingga September 2019, terdapat tujuh investor atau Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berinvetasi di Danau Toba. PMA tersebut berasal dari berbagai negara di Asia, terutama China, Jepang, dan Korea Selatan.

Total nilai investasi dari ketujuh PMDN dan PMA yang masuk tersebut sebesar Rp6,1 triliun dengan fokus pengembangan pada fasilitas akomodasi atau hotel. “Masuknya mereka, mendorong kami untuk mempercepat pembangunan destinasi wisata super prioritas Danau Toba,” kata Hiramsyah, Minggu (29/9).

Selain Danau Toba, juga akan dilakukan groundbreaking untuk destinasi lainnya seperti Borobudur yang akan dilakukan pada akhir tahun, dan lainnya seperti Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang pada kuartal I-2020. Dengan mulai siapnya destinasi super prioritas ini, Hiramsyah mengharapkan, pada 2020 dan ke depannya pertumbuhan sektor pariwisata dapat bertahan di level dua digit namun dengan angka lebih besar, sekitar 20 persen.

Investasi yang terus tumbuh target tersebut bukan tanpa alasan, jika bertolak dari pencapaian yang tetap menunjukkan tren positif. Hiramsyah mengungkapkan, pada 2017, terjadi pertumbuhan investasi sebesar 32 persen. Angka ini mengungguli pertumbuhan total investasi keseluruhan sektor yang hanya sebesar 13 persen. Pertumbuhan investasi pariwisata tersebut terdiri dari PMDN yang melonjak 188 persen dan PMA yang meningkat 32 persen.

Sementara tahun 2018, pertumbuhan investasi sektor pariwisata menurun 10 persen. Namun, penurunan ini masih di atas angka pertumbuhan total investasi keseluruhan sektor yang mencapai 4,1 persen. “Pertumbuhan investasi pariwisata tersebut terdiri dari PMDN yang meningkat 42 persen dan PMA yang turun sebesar 28 persen,” urai Hiramsyah.

Kontribusi terbesar berasal dari modal asing yakni senilai 952,95 juta dollar AS atau ekuivalen Rp13,5 triliun. Sementara modal dalam negeri sekitar 655,7 juta dollar AS atau setara Rp9,3 triliun.

Adapun jumlah proyek yang terealisasi sebanyak 2.668 proyek dari PMA dan 586 proyek dari PMDN.

Percepatan pembangunan lima destinasi wisata super prioritas ini juga didukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui kucuran anggaran senilai Rp7,1 triliun pada tahun depan. Anggaran tersebut melonjak signifikan bila dibandingkan tahun 2019, yang hanya sebesar Rp1,7 triliun.

Dari anggaran Rp7,1 triliun tersebut, anggaran terbesar dialokasikan untuk kawasan Danau Toba senilai Rp2,5 triliun untuk unit organisasi Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Cipta Karya, dan Penyediaan Perumahan.

Selain itu, untuk kawasan Mandalika yakni senilai Rp 1,7 triliun dan Borobudur sebesar Rp1,3 triliun. “Yang besar Borobudur, Lombok (Mandalika), dan Toba, karena areanya luas,” ujar Kepala Badan Pengembangan Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hadi Sucahyono, Minggu, 29 September 2019.

Sementara itu, kawasan Labuan Bajo mendapatkan alokasi anggaran Rp 1 triliun. Sisanya untuk kawasan Likupang Rp563,8 miliar. Likupang belakangan masuk ke dalam daftar kawasan superprioritas karena untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Bitung.

Hadi mengatakan, potensi infrastruktur menuju Likupang sudah ada, yakni jalan tol Manado-Bitung yang dijadwalkan beroperasi tahun depan. “Sentuhan sedikit, bisa mendatangkan turis banyak. Apalagi orang yang transit mau ke Bunaken misalnya, kami geser dulu ke sana (Likupang) sebelum ke Bunaken,” ujarnya.

Alasan itulah yang membuat Presiden Joko Widodo mendorong destinasi wisata di Kabupaten Minahasa Utara itu masuk ke dalam daftar destinasi superprioritas. Sebelumnya, hanya ada empat destinasi superprioritas, yakni Candi Borobudur, Danau Toba, Lombok, dan Labuan Bajo. Keempatnya menunjukkan tren kenaikan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir.

Hadi mengatakan, potensi menghidupkan KEK Bitung membuat Likupang layak masuk destinasi superprioritas kendati jumlah wisatawan masih rendah. Dari anggaran dukungan infrastruktur PUPR untuk Likupang pada 2020 sebesar Rp 563,8 miliar, anggaran unit organisasi Sumber Daya Air dialokasikan Rp22 miliar, Bina Marga Rp108,7 miliar, Cipta Karya Rp345,2 miliar, dan Penyediaan Perumahan Rp87,9 miliar.(kpc/bbs)

Poldasu Telusuri Dalang di Balik Aksi Demo Pelajar

UNJUK RASA: Para pelajar saat melakukan demontrasi di depang Gedung DPRD Sumut, Jumat (27/9) lalu. Demontrasi yang menolak revisi UU KPK dan KUHP ini berujung ricuh.
UNJUK RASA: Para pelajar saat melakukan demontrasi di depang Gedung DPRD Sumut, Jumat (27/9) lalu. Demontrasi yang menolak revisi UU KPK dan KUHP ini berujung ricuh.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan pelajar yang diamankan saat demontrasi berujung rusuh di gedung DPRD Sumut, Jumat (27/9) pekan lalu, kini telah dipulangkan ke keluarganya masing-masing. Meski begitu, Polda Sumut akan menelusuri aktor di balik aksi ratusan pelajar yang menolak Revisi Undang Undang KPK dan Revisi KUHP tersebut.

KAPOLDA Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, melibatkan pelajar untuk melakukanLak mereka yang masih tergolong pelajar. “Kita khawatir, mereka ini menjadi korban dari pihak-pihak tertentu, karena tujuannya untuk membuat onar di negara kita ini. Kami mengimbau agar seluruh orangtua ikut mengawasi anak-anak kita ini. Saya yakin mereka belum paham apa yang mereka tuntut ini,” ujarnya.

Sementara, ratusan pelajar yang diamankan saat terjadi kerusuhan dalam aksi tersebut, telah dipulangkan ke keluarganya masing-masing. Mereka dipulangkan pada Jumat (27/9) malam itu, juga setelah dijemput orangtuanya.

“Pelajar yang diamankan berjumlah 143 orang. Mereka semua telah dipulangkan pada malam itu juga (mulai pukul 19.00 sampai 22.00 WIB),”n

ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto melalui Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael kepada wartawan, kemarin.

Disebutkan dia, para pelajar yang dipulangkan telah dilakukan pendataan. Sekitar 90 persen, merupakan pelajar yang statusnya masih aktif. Namun sayangnya, tidak dijelaskan berasal dari sekolah mana saja pelajar tersebut. “Kami tidak mencatat nama sekolah mereka, yang kami catat hanya nama dan alamat mereka. Makanya, yang datang menjemput hanya orangtua mereka, bukan gurunya,” sebut Raphel.

Dikatakannya, sebelum dikembalikan kepada pihak keluarga, 143 pelajar ini dilakukan tes urine. Hasilnya, diketahui ada yang positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu dan ada juga yang terindikasi mengonsumsi sabu-sabu serta ganja kering. “Satu orang positif menggunakan sabu-sabu dan tiga orang terindikasi pernah menggunakan sabu-sabu dan ganja,” bebernya.

Ia mengaku, keempat pelajar, baik yang terindikasi pernah menggunakan narkoba dan pemakai narkoba sudah dilakukan upaya untuk rehabilitasi. “Kami sudah ketemu dengan orangtua dari empat orang ini. Karena mereka masih pelajar, maka kita rekomendasikan agar direhab dan sudah disetujui oleh masing-masing orangtua,” tukasnya.

Sementara, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyesalkan pelajar di Medan ikut unjuk rasa. Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, para pelajar yang terlibat dalam aksi dieksploitasi oleh para oknum-oknum yang memiliki kepentingan politik. “Anak-anak ini fakta menunjukkan dimanfaatkan untuk tujuan politik oleh kelompok tertentu. Hal itu tidak dibenarkan, bahkan dilarang oleh undang-undang,” kata Arist.

Dia menyatakan, para pelajar sangat dilarang untuk mengikuti kegiatan politik. Karenanya, tindakan kepolisian yang mengamankan mereka sudah layak dilakukan. “Mereka bukan bagian dari mahasiswa dan sangat dilarang. Penegak hukum sudah pantas mengamankan anak-anak itu, tetapi dengan pendekatan lebih humanis,” tuturnya.

Menurut Arist, pemanfaatan pelajar dalam aksi demo sudah tersistematis, terstruktur dan teroganisir oleh oknum yang memiliki kepentingan. Sebab, bukan hanya tejadi di Medan saja, melainkan hampir meliputi seluruh daerah para pelajar berunjuk rasa. “Makanya, kita minta dengan tegas untuk tidak memanfaatkan anak-anak dalam berpolitik. Selain itu, diminta kepada aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas pelaku yang memanfaatkan pelajar,” ketusnya.

Arist menambahkan, diharapkan kepada orangtua dan pemerintah dapat membina para pelajar dengan baik. Tidak hanya itu, lakukan pendekatan dengan anak untuk menasehati hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan dengan usia dini. “Anak itu harus dibina dan dipanggil orangtuanya, untuk diberi pengarahan supaya tidak terlibat dalam kegiatan apapun yang berujung politik. Anak-anak ini hanya menjadi korban dari para kelompok,” tandasnya.

Awasi Kegiatan Pelajar Lebih Ketat

Anggota DPRD Sumatera Utara, Zeira Salim Ritonga meminta para orang tua dan kepala sekolah lebih ketat mengawasi para pelajar agar tidak ikut-ikutan melakukan demonstrasi, mengingat sebagian besar usia mereka masih di bawah umur. “Perlu kontrol orang tua dan sekolah dalam mengawasi kegiatan para murid sekolah,” katanya menjawab Sumut Pos, Minggu (29/9).

Kejadian yang belakang ini terjadi, ungkap dia, dimana para demonstran banyak yang anarkis melakukan perusakan-perusakan fasilitas publik, memang sangat merugikan semua pihak. “Jangan sampai informasi-informasi yang tidak lengkap disajikan kepada murid-murid sekolah sehingga mereka terprovokasi untuk melakukan demontrasi yang berujung pada kerusuhan,” katanya.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Dinas Pendidikan Sumut juga perlu segera mengimbau seluruh sekolah di Sumut untuk secara ketat mengawasi aktivitas pelajar terutama pada jam-jam sekolah. “Jangan sampai mereka bolos sekolah hanya karena ingin ikut-ikutan demo, namun sebagian besar mereka tidak tahu inti persoalan. Perlu diwaspadai kepentingan politik menggunakan para murid sekolah sebagai martil untuk memancing kerusahan,” tegas dia.

Selain itu, sambung Zeira, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga harus berperan aktif mengimbau masyarakat untuk tidak memperbolehkan anak dibawah umur berdemonstrasi. Menyoal tuntutan massa pelajar dan mahasiswa yang disampaikan dalam aksi, dia menilai sebenarnya tuntutan itu sudah ditunda sampai adanya kesepahaman antara pemerintah, DPR dan masyarakat.

“Banyak kesalahpahaman masyarakat terhadap RUU KUHP dan RUU KPK. Ini terlihat dari postingan dimedia-media yang tidak memberikan informasi yang lengkap. RUU ini kan merivisi KUHP yang sudah ratusan tahun lebih belum disesuaikan dengan keadaan saat ini. Ini KUHP zaman Belanda dulu, disempurnakanlah saat ini,” katanya.

Terkait RUU KPK, imbuh dia juga perlu untuk direvisi dengan memperkuat lembaga antirasuah tersebut. Dimana dengan mempertimbangkan kepastian hukum dan hak asasi manusia (HAM). “Seperti SP3 yang harus dirivisi. Dimana di KPK harus ada SP3 agar jelas kepastian hukumnya sesuai dengan KUHAP. Dewan Pengawas diperlukan guna lembaga KPK bekerja profesional. Sebab KPK adalah jaksa yang diperlakukan untuk kejahatan luar biasa (kasus korupsi), jangan sampai KPK kesannya abuse of power,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Arsyad Lubis, mengaku risau melihat banyaknya pelajar demo di Kota Medan. Karena itu, pihaknya membantu Polda Sumut meredam aksi pelajar dengan cara persuasif. “Kita inginkan pelajar tidak lagi demo dan harus terus belajar di sekolahnya untuk mendapatkan prestasi baik. Bukan ikut aksi demo, “ ucap Arsad Lubis usai melakukan dialog dan koordinasi dengan DirBinmas Polda Sumut, di Medan, Sabtu (28/9).

Arsad Lubis mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga Sumut sebagai miniaturnya Indonesia yang mempunyai berbagai macam suku dan agama. “Optimalkan pelajar untuk belajar dan sebagai generasi penerus bangsa. Pelajar jangan dijadikan alat politik, karena mereka masih sangat muda dan belum saatnya diajak dan dipengaruhi untuk turun ke jalanan, “ ujarnya.

Arsad mengaku, ada indikasi bahwa pelajar diajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab/provokator untuk menjadi martil supaya situasi bertambah kacau. Adapun hasil pertemuan itu agar Kadisdik membuat surat edaran kepada para kepala sekolah, baik SMA negeri dan swasta agar melarang siswanya demo, tapi fokus mengikuti pelajaran.

“PJU Polda Sumut dan Polres jajaran pada hari Senin menjadi pembina upacara di sekolah – sekolah. Menjalin kerja sama dengan Polri dan aparat keamanan setempat untuk menjaga sekolah tetap kondusif, “ tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumut Erwin Lubis mengatakan hingga kini pihaknya belum menghitung kerugian atas kerusakan fasilitas di gedung dewan selama menjadi sasaran lemparan benda keras oleh demonstran. “Belum, belum ada. Nanti kami komunikasikan ke pemprov dan gubernur. Kami masih mendata bagian dan ruangan mana saja yang rusak,” katanya. (ris/prn)

TNI AU Evakuasi 3.200 Warga Pendatang di Wamena

ANTRE: Warga antre menunggu giliran diberangkatkan dengan pesawat Hecules milik TNI untuk ke luar dari Wamena, Papua, Sabtu (28/9).
ANTRE: Warga antre menunggu giliran diberangkatkan dengan pesawat Hecules milik TNI untuk ke luar dari Wamena, Papua, Sabtu (28/9).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kekhawatiran terhadap situasi keamanan membuat gelombang eksodus warga dari Wamena belum berhenti. Hingga kemarin, 3.200 warga telah dievakuasi menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari Wamena ke Jayapura. Itu lantaran imbas kerusuhan yang terjadi selama enam hari ini.

“Sampai saat ini sudah 3.200 pengungsi yang diangkut,” kata Komandan Lanud Silas Papare Jayapura, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso saat dihubungi JawaPos.com (grup Sumut Pos), Minggu (29/9)n

Bowo menuturkan, dua pesawat Hercules milik TNI AU digunakan untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak kerusuhan. Mereka yang dievakuasi kebanyakan warga pendatang. “Warga pendatang yang berasal dari Makassar, Padang, kemudian dari Jawa Timur. Jadi seluruh warga pendatang yang ada di Wamena,” terang Bowo.

Tak hanya mengevakuasi warga, pesawat Hercules juga digunakan untuk membawa logistik. Menurutnya, logistik tersebut diangkut dari Jayapura untuk warga terdampak kerusuhan di Wamena.

Sebab hingga kini prekonomian di Wamena belum berangsur pulih. Karena toko-toko yang ada di Wamena kebanyakan milik dari warga pendatang. “Kegiatan ekonomi belum berjalan, karena kebanyakan warga pendatang yang buka toko di sana,” ucap Bowo.

Kendati demikian, Bowo memastikan wilayah Wamena kini sudah mulai berangsur kondusif. “Kondisinya kalau keamanan kondusif, hanya situasi di Kota masih belum berjalan normal,” tukas Bowo.

Warga Ingin Eksodus Membludak

Sementara pada Sabtu (28/9) lalu, lebih dari 5 ribu orang yang mendaftar penerbangan ke Jayapura atau luar Papua dengan pesawat Hercules. Meningkat dari jumlah yang tercatat Jumat (27/9), yakni 2.589 orang. Masyarakat pendatang maupun asli Papua yang ingin eksodus bahkan tidak hanya berasal dari Wamena. Tetapi juga kabupaten pemekaran lain di wilayah Pegunungan Tengah Papua seperti Tolikara, Yalimo, Lanny Jaya, dan Mamberamo Tengah.

Kepala Detasemen TNI-AU Wamena Mayor Pnb Arief Sudjatmiko mengakui, jumlah warga yang ingin eksodus membeludak. Sejak kemarin pagi, warga berbondong-bondong mendaftar ke Detasemen TNI-AU Wamena. “Kalau bisa kami kalkulasikan, jumlah pendaftar saat ini dengan yang sudah diterbangkan bukan lagi 5 ribu orang, tetapi sudah menembus 10 ribu,” ungkap dia kepada Cenderawasih Pos di apron kargo Bandara Wamena kemarin (28/9).

Dia memastikan, pendaftar yang tercatat sehari sebelumnya yang sebanyak 2.589 orang mulai diterbangkan kemarin pagi. Namun, pendaftar baru yang sebagian besar berasal dari kabupaten pemekaran lain masih harus antre pesawat.

Menurut dia, eksodus tersebut mungkin terjadi karena warga terpengaruh isu-isu kerusuhan. “Sehingga mereka lebih memilih untuk meninggalkan daerah ini ke tempat yang lebih aman seperti Jayapura dan luar Papua seperti Makassar dan Jawa,” jelas Sudjatmiko.

Saat ini penerbangan Hercules dilakukan dengan pola yang berbeda. Penumpang disusun sesuai kelompok keberangkatan setiap penerbangan. Dengan begitu, dalam sehari bisa dilakukan empat penerbangan dengan kapasitas penumpang 150 sampai 160 orang sekali angkut.

“Mekanisme penerbangan yang saat ini dilakukan memang berbeda dengan yang sebelumnya agar lebih menertibkan para pengungsi yang akan eksodus ke luar Wamena,” terangnya. Detasemen TNI-AU Wamena juga menghindari konflik yang terjadi antara sesama pengungsi, termasuk mengamankan ibu-ibu dan anak-anak. “Sehingga kami membuat daftar untuk setiap kali penerbangan,” imbuh dia.

Secara terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jayawijaya Pendeta Esmon Walilo mengatakan, persoalan eksodus tidak hanya terjadi pada masyarakat pendatang. Masyarakat asli Lembah Baliem yang tinggal di Kota Wamena kini juga ikut pergi ke tempat yang dinilai lebih aman. “Masyarakat asli yang tinggal di Kota Wamena juga mengungsi ke kampung halamannya. Bahkan, yang dari kampung juga enggan masuk ke kota lantaran takut akibat banyaknya informasi tidak benar yang beredar,” jelasnya.

Dia mencontohkan informasi yang menyebutkan bahwa aparat TNI-Polri mem-back up masyarakat pendatang untuk melakukan penyerangan. “Padahal, itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Ada juga informasi bahwa setelah sidang PBB, Papua akan merdeka sehingga aparat turun untuk menembak masyarakat. “Saya pikir, masyarakat melakukan eksodus karena memang termakan isu. Sama sekali tidak benar, hanya isu yang terus dikembangkan sehingga masyarakat ketakutan,” tutur dia.

Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama Tri Bowo Budi Santoso menjelaskan, hingga kemarin sore ada 1.500 pengungsi yang diangkut dari Wamena ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Hercules. TNI-AU mengoperasikan dua Hercules dan satu pesawat CN 235. “Rata-rata kami siapkan tiga flight minimal. Akan kami optimalkan bisa empat flight. Itu pun melihat cuaca, mudah-mudahan bagus,” terangnya.

Dalam setiap penerbangan dari Jayapura, lanjut Tri Bowo, pesawat membawa logistik untuk disalurkan kepada pengungsi di Wamena. Lalu, saat kembali ke Jayapura, pesawat mengangkut pengungsi, terutama yang sakit, ibu-ibu, dan anak-anak. Pengungsi yang tiba di Jayapura ditempatkan di beberapa tempat. Bisa di Lanud Silas Papare, Batalyon Rider 751, Resimen Induk Kodam XVII/Cenderawasih, dan Masjid Al Aqsa Jayapura.

Kemarin satu pesawat Hercules harus pulang ke Jawa untuk mendapatkan perawatan. Pesawat tersebut juga mengangkut pengungsi asal Jawa sebanyak 200 orang. Sebagai gantinya, TNI-AU menerbangkan dua pesawat Hercules. “Satu lagi tambahan pesawat. Malam ini (kemarin, Red) sudah mendarat di Biak,” kata perwira dengan satu bintang di pundak tersebut.

Sementara itu, Kapendam Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto menerangkan, pasca kerusuhan pihaknya telah menurunkan 59 dokter TNI untuk mengurus kebutuhan medis di pengungsian. “Khususnya dari TNI-AL ada 49 orang dokter,” ucapnya.

Tenaga Medis

Permintaan eksodus tenaga medis masih terjadi. Namun, tidak sedikit dokter yang mau bertahan. Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua Donald Aronggear, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Kemarin pihaknya melakukan rapat dengan stakeholder terkait untuk membicarakan penanganan medis dan eksodus tenaga medis ke luar Papua. “Di Wamena sekarang ada 27 dokter. Sebagian besar lulusan Universitas Cenderawasih,” ujarnya.

Untuk yang bertahan, pihaknya meminta selalu mengenakan baju putih sebagai tanda bahwa mereka dokter. Donald juga meminta sejawatnya tetap berada di wilayah aman. “Untuk dokter di Wamena yang tugas di puskesmas yang jauh, kami minta untuk di kota saja,” katanya. Donald juga meminta tenaga medis yang bekerja dijaga pihak keamanan. (jo/idr/lyn/han/tau/wan/c11/c9/fal/jpc)

Fokus Dua Laga Tandang

triadi wibowo/sumut pos SANKSI: Pemain naturalisasi Bruno Casimir mendapat sanksi larangan dua pertandingan. Dia akan absen saat PSMS tandang ke Palembang dan Ciamis.
triadi wibowo/sumut pos SANKSI: Pemain naturalisasi Bruno Casimir mendapat sanksi larangan dua pertandingan. Dia akan absen saat PSMS tandang ke Palembang dan Ciamis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan sudah melupakan pertandingan tunda melawan Aceh Babel United. Ayam Kinantan kini fokus menjalani dua laga tandang melawan Sriwijaya FC dan PSGC Ciamis.

Rombongan PSMS sudah berangkat meninggalkan Medan pada Minggu (29/9) pagi. Mereka membawa 19 pemain menuju Palembang. Legimin Raharjo dkk akan menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC, Selasa (1/10) dan PSGC Ciamis pada 7 Oktober mendatang.

“Kita berangkat menuju Palembang dengan membawa 19 pemain. Kita akan meladeni Sriwijaya pada tanggal 1 Oktober nanti, kemudian PSGC Ciamis” ujar Asisten Pelatih PSMS, Edi Sahputra, Minggu (29/9).

Namun, diantara 19 pemain tersebut, tidak ada nama Bruno Casimir. Pemain naturalisasi tersebut ditinggalkan di Medan, karena terkena sanksi dari Komdis PSSI.

“Bruno Casimir kena sanksi absen dalam dua pertandingan karena sikapnya mengancungkam jari tengah ke penonton saat lawan Persita Tangerang,” tambah Edi.

Edi mengakui dua pertandingan tandang ini sangat penting. Untuk itu, mereka harus fokus. “Sekarang ini kita fokus melawan Sriwijaya dulu, baru kemudian menatap PSGC,” sebutnya.

PSMS disebutkan memasang target untuk mencuri poin di kandang Sriwijaya. Misi tersebut cukup berat, namun mereka akan berjuang. “Berat meraih poin di kandang Sriwijaya, tapi kita akan berjuang dengan sekuat tenaga,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai laga tunda melawan Aceh Babel United, manajemen PSMS sudah mengajukan usulan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar dilaksanakan di Medan pada 16 Oktober nanti.

“Kita sudah mengirimkan surat ke PT LIB, agar pertandingan tunda tetap dilaksanakan di Medan. Sebagai kompensasi, kita harus membiayai tiket kedatangan dan penginapan Babel di Medan,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja.

Raja menambahkan, soal pertandingan tunda tersebut, pihaknya sebelumnya sudah melakukan pembicaraan dengan manajemen Babel United. Manajemen tim asal Bangka Belitung itu disebutkan bersedia. “Manajemen Babel United bersedia tetap main di Medan, asal semua biaya mereka ditanggung,” tambahnya.

PT LIB sendiri sudah menerima surat dari PSMS tersebut. PT LIB mengaku akan membahas soal penundaan tersebut. “Sekarang kita tunggu jawaban dari PT LIB,” pungkasnya. (dek)

Citilink Gugat Sriwijaya Air Group

PERDANA: Pilot dan kru Citilink saat akan terbang perdana dari Kualanamu menuju Yogyakarta, Rabu (20/9).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Maskapai penerbangan berbiaya hemat (low cost carrier/LCC) PT Citilink Indonesia melayangkan gugatan kepada Sriwijaya Air Group yang terdiri atas PT Sriwijaa Air dan PT NAM Air. Gugatan tersebut dilayangkan karena Sriwijaya Air diduga wanprestasi alias tidak menepati perjanjian kerja sama bisnis.

Ketika dihubungi, Corporate Communication Citilink Farin hanya mengonfirmasi kebenaran gugatan tersebut. Pihaknya tidak menjelaskan secara lebih lanjut mengenai konteks dugaan wanprestasi yang dilakukan Sriwijaya Group. “Yang bisa kita sampaikan saat ini adalah memang benar ada gugatan wanprestasi terhadap perjanjian KSM Garuda Group-Sriwijaya,” ujar dia, Minggu (29/9).

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, gugatan Citilink dengan Nomor Perkara 582/Pdt.G/2019/PN telah diajukan pada Rabu (25/9/2019) lalu, dengan sidang pertama dijadwalkan pada Kamis (17/10/2019) mendatang.

Dalam gugatan tersebut, Citilink memohon agar PN Jakpus menyatakan Sriwijaya Air dan NAM Air telah melakukan wanprestasi atas perjanjian kerja sama yang telah disepakati kedua pihak.

Hal tersebut berkaitan dengan pasal 3 butir 1 dari Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian antara Penggugat dengan Tergugat dan Turut Tergugat No. CITILINK/JKTSDQG/AMAND-I/6274/1118 tanggal 19 November 2018 sebagaimana diubah berdasarkan Amandemen-II Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Manajemen No. CITILINK/JKTDSQG/AMAND-II/6274/0219 tanggal 27 Februari 2019 dan Amandemen-III Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Manajemen No. CITILINK/JKTDSQG/AMAND-III/6274/0319 tanggal 4 Maret 2019. (kpc/ram)

Ekonomi Dunia Lambat Berimbas ke Sumut

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UANG: Petugas dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan uang baru emisi 2016 beberapa waktu yang lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Sumut, Wiwiek Siswo Widayat mengatakan terus melakukan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tanah air, terutama di Sumatera Utara. Oleh karena itu, pihaknya saat ini terus menyiapkan sumber baru pertumbuhan ekonomi.

Wiwiek menyebutkan untuk pertumbuhan ekonomi dunia yang dulunya bisa tumbuh hampir mencapai 4 persen di 2019 ini hanya diperkirakan hanya tumbuh 3,2 persen. Permasalahan ini sangat berdampak pada Sumut, karena komoditi diekspor ke berbagai negara yang terkena resesi ini.

Ia menilai permasalahan ini tentunya sangat berdampak di zona-zona dunia seperti Amerika,

“Seperti kita tahu China merupakan pangsa pasar ekspor terbesar kita batubara dan sawit begitu juga ke India,” sebut Wiwiek kepada wartawan di Medan, Minggu (29/9).

Melihat hal itu, Wiwiek mengatakan pihaknya akan melakukan beberapa hal yang harus diperbaiki dalam pertumbuhan ekonomi yang menurun di Sumut.

“Identifikasi dulu lalu kita cari sumber berupa sektor yang memberikan kontribusi perekonomian di Sumut. Seperti sektor pertanian, sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran lalu sektor jasa-jasa,” jelas Wiwiek.

Wiwiek mengungkapkan di Sumut yang menggantungkan kepada ekspor pada industri yang hanya di sisi hulu saja, dan ternyata Sumut juga mengalami ketimpangan yang sangat besar antara daratan dan kepulauan yang berbeda.

“Jadi harus juga dari sisi hilirnya. Lalu penilaian investasi yang ternyata memang kita itu dalam tanda petik kita kurang ramah terhadap investor. Maka kita juga harus mengembangkan ini kedepannya,” tutur Wiwiek.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sumut pada kuartal kedua 2019 mencapai 5,25 persen (yoy). Perekonomian Sumut Triwulan II 2019 tumbuh 5,25 persen (yoy), sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya yaitu 5,31 (yoy). Meskipun demikian, pencapaian tersebut di atas pertumbuhan ekonomi secara nasional dan Sumatra.

“Perlambatan disebabkan oleh kontraksi dari sisi ekspor sejalan dengan perlambatan ekonomi global serta penurunan harga komoditas kelapa sawit di pasar internasional . Namun demikian, perekonomian masih ditopang oleh perbaikan Konsumsi Rumah Tangga didukung oleh realisasi Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang HKBN Ramadhan dan Idul Fitri,” jelasnya.

Tak hanya investasi juga meningkat terutama dari komponen bangunan seiring dengan realisasi belanja modal pemerintah yang sudah mulai berjalan. Dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi disebabkan oleh sektor industri pengolahan terutama subsektor industri makanan dan minuman serta tembakau.

“Pangsa ekonomi Sumatera Utara merupakan pangsa ekonomi terbesar diantara 10 provinsi di Sumatera. Untuk itu ekonomi Sumut bisa mempengaruhi ekonomi di Sumatera. Tahun ini prospek ekonomi menguat didukung oleh berkelanjutannya proyek-proyek strategis multiyears di Sumatera Utara serta perbaikan daya beli masyarakat,” tandasnya.

Resesi Makin Dekat

Resesi ekonomi digadang-gadang semakin dekat terjadi. Meski begitu Indonesia dinilai masih jauh dari tanda-tanda resesi.

Namun, layaknya sedia payung sebelum hujan banyak langkah antisipatif yang harus dilakukan sebelum resesi dan dampaknya terjadi ke Indonesia. Apa saja?

Wakil Ketua Umum Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik Kamar Dagang Industri (Kadin) Raden Pardede menyatakan bauran kebijakan keuangan negara harus diperhatikan. Stimulus keuangan harus digalakkan.

“Bauran kebijakan fiskal dan moneter harus dilakukan secara serius. Stimulus fiskal dan penajaman belanja pemerintah, serta dukungan kebijakan moneter yang lebih longgar namun tetap hati-hati,” ujar Raden, Minggu (29/9).

Pemerintah juga diminta untuk memudahkan perizinan dan memperbaiki pelayanan. Sehingga dunia bergeliat karena hambatan usaha bisa terpangkas.

“Mempermudah segala izin, memperbaiki pelayanan, dan menghilangkan segala hambatan sehingga pelaku ekonomi atau pebisnis semangat untuk melakukan kegiatannya,” ucap Raden.

Dia juga meminta pemerintah menjaga iklim sosial dan politik agar tetap kondusif. Hal itu dilakukan agar dunia usaha merasa aman dan nyaman.

“Menciptakan suasana dan iklim berusaha dan bekerja yang aman dan nyaman. Termasuk memelihara lingkungan politik dan sosial yang kondusif,” kata Raden.

Lalu, bagi masyarakat Raden mengimbau agak bisa lebih bijak dalam berbelanja. Prioritas belanja rumah tangga harus diperhatikan, dia meminta masyarakat untuk berbelanja sesuatu yang lebih menghasilkan.

“Masyarakat, ikut menyumbang ketenangan dan iklim ekonomi dan bisnis yang baik. Masyarakat bisa membuat prioritas belanja rumah tangga,” imbau Raden.

“Belanjalah yang perlu, dan juga yang memberikan hasil di masa depan,” ucapnya.

Sebelumnya, sudah ada lima negara besar yang terancam terjun ke jurang resesi. Mulai dari Inggris, Italia, Jerman, Singapura, hingga Hong Kong. (gus/dtc/ram)