Home Blog Page 5040

Jose Sardon Merapat ke Persebaya

CHANDRA SATWIKA/JAWA POS MERAPAT: Pemain Semen Padang Jose Sardon, dikabarkan merapat ke Persebaya Surabaya.
MERAPAT: Pemain Semen Padang Jose Sardon, dikabarkan merapat ke Persebaya Surabaya.
CHANDRA SATWIKA/JAWA POS

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Persebaya Surabaya hingga saat ini punya 5 pemain asing. Mereka adalah Otavio Dutra, David da Silva, Manuchekhr Dzhalilov, Aryn Williams, dan Damian Lizio.

Tapi, nama terakhir dikabarkan sudah terdepak. Namanya sudah tidak masuk dalam daftar skuad Green Force di situs resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB). Persebaya sudah menyiapkan penggantinya. Mereka bakal mendatangkan gelandang yang pada putaran pertama lalu berkostum Semen Padang, Jose Sardon.

Manajemen Green Force masih bungkam soal transfer pemain asing tersebut. Tapi, saat Jawa Pos (Grup Sumut Pos) melakukan konfirmasi, Sardon tidak membantah, dia bakal merapat ke Persebaya. Sang Agen, Danny Taurrus, bahkan disebut sudah melakukan negosiasi dengan manajemen Persebaya.

“Saya berharap segera bergabung (dengan Persebaya),” kata Sardon singkat.

Negosiasi harus berjalan cepat. Sebab, deadline transfer bakal ditutup hari ini, Senin (16/9). Artinya, semua proses administrasi sudah harus beres saat itu juga. Masalahnya, jika Sardon bergabung, Persebaya memiliki 5 pemain asing. Sebab, proses naturalisasi Dutra belum juga rampung.

Dutra, juga berharap segera berstatus WNI. Sebab, dia sangat ingin berseragam Timnas Indonesia di laga resmi FIFA. Sayang, Dutra tidak bisa memastikan kapan status WNI akan didapatkannya. “Saya masih tunggu. Semoga dalam waktu dekat semua sudah selesai,” jelasnya.

Jika Dutra belum berstatus WNI saat bursa transfer ditutup, praktis Persebaya harus mencoret seorang pemain lagi, kalau Sardon deal ke Persebaya. Jika terwujud, sangat mungkin Aryn yang terdepak. Sebab, hingga saat ini, proses administrasi pemain asal Australia itu, belum juga tuntas.

Manajemen Persebaya juga bingung soal Aryn. Sebab, belum ada izin dari pihak Kementerian Tenaga Kerja. Akibatnya, pemain 26 tahun itu, belum bisa turun bersama Green Force. “David da Silva sebelumnya hanya membutuhkan waktu 2 hari. Kami heran kenapa Williams sudah 3 hari (izin) belum keluar,” beber Sekretaris Persebaya Ram Surahman.

Kemungkinan Aryn tak terpakai juga besar. Apalagi, Asisten Pelatih Persebaya, Wolfgang Pikal menegaskan, timnya butuh playmaker asing. Posisi yang sesuai dengan Sardon.

Jika dilihat dari statistik, sebetulnya performa Lizio jauh lebih baik ketimbang Sardon. Bersama Green Foece, Lizio mencetak 2 gol dari 14 laga. Sementara itu, Sardon hanya mencatatkan satu assist dari 9 laga bersama Semen Padang. (jpc/saz)

Jamu PSPS Riau, Sriwijaya FC Ingin Revans

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi

PALEMBANG, SUMUTPOS.CO – Sriwijaya FC masih menyimpan dendam pada PSPS Riau. Hal tersebut wajar, mengingat Laskar Wong Kito pernah dipaksa menyerah oleh Askar Ber- tuah 1-2 pada pekan ke-6 Liga 2 2019 Wilayah Barat di Stadion Kararuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, 23 Juli lalu.

Padahal saat itu kondisi PSPS sedang tidak menentu. Mereka ditinggal pergi Pelatih Bona Simanjuntak, beserta 7 pemain intinya. Namun PSPS justru bangkit dan meraih kemenangan perdananya di Liga 2, dengan mengalahkan Sriwijaya FC.

Karena itu, Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi, bertekad membalas kekalahan tersebut pada duel pekan ke-19 Liga 2 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Selasa (17/9).

“Ya, target kami di kandang harus menang. Siapapun lawannya, kami tidak boleh kehilangan poin. Laga kandang wajib 3 poin, tidak terkecuali menghadapi PSPS,” ungkap Kas, usai berlatih di Stadion Gelora Sriwijaya, Minggu (15/9) pagi.

Meski mengusung ambisi revans, juru taktik asal Solo, Jawa Tengah ini, tetap tidak meremehkan tim tamu. Menurutnya, PSPS sudah berubah lebih baik pada putaran kedua. Sebagai bukti, tim besutan Raja Faisal tersebut, berhasil meraih kemenangan pada laga terakhir. Masing-masing didapat atas Blitar Bandung United dengan skor 1-0, kemudian lawan Persita Tangerang 2-1, dan 2-1 kontra Cilegon United. “PSPS bermain simpel dan taktis, hal inilah yang perlu diwaspadai. Perpaduan pemain lama dan baru sudah terlihat semakin kompak, dan ini yang harus kami waspadai lagi,” imbuh Kas.

Namun sayang, Sriwijaya FC tidak bisa tampil penuh. Pemain sayap Monieaga harus absen, karena akumulasi kartu. “Nerius Alom (gelandang) dan Akbar Zakaria (bek) juga berpeluang absen, karena cedera. Keduanya hari ini (kemarin, red) masih latihan terpisah. Kami berharap keduanya cepat pulih hingga bisa dimaksimalkan hadapi PSPS,” harap Kas. (lic/saz)

Bakal Hadapi Blitar Bandung United, Jafri Targetkan Curi Poin

Skuad PSMS Medan bakal menghadapi Blitar Bandung United pada lanjutan Liga 2 2019 Wilayah Barat di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (17/9). Pelatih PSMS Jafri Sastra, pun menargetkan, Ayam Kinantan harus bisa mencuri poin pada laga ini.

Jafri menegaskan, meski bermain tandang, tim pelatih bersama para penggawa PSMS, semaksimal mungkin memenangi laga tersebut.

“Target kami, tentu harus dapat poin. Bagaimana pun gaya bermain lawan, kami akan berusaha mencuri poin. Di 6 sisa laga ini, sangat penting bagi kami mengoleksi poin,” ungkap Jafri di Kota Medan, Minggu (15/9).

Jafri juga menjelaskan, tim sangat butuh poin untuk mendongkrak posisi PSMS di klasemen sementara Liga 2 2019 Wilayah Barat. Setiap laga kandang maupun tandang, menurutnya, harus bisa mendapatkan poin. Agar memudahkan Ayam Kinantan secara perlahan masuk ke 4 besar klasemen sementara, dan lolos ke babak 8 besar. “Kami sangat membutuhkan poin demi poin. Agar tetap pada jalur target ke babak 8 besar. Makanya saya tegaskan kepada para pemain, setiap laga yang tersisa, harus dihadapi layaknya pertandingan final,” katanya.

Namun, mantan Pelatih PSIS Semarang ini, mengaku tidak bakal mudah mencuri poin di kandang lawan. Setidaknya, dengan memberikan motivasi kepada para penggawa PSMS, bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam bertanding. “Kami tahu itu (mencuri poin di kandang lawan) tidak mudah. Tapi kami tetap optimistis, dan saya akan memberikan motivasi kepada anak-anak dalam hal positif. Tinggal mereka kerja keras di lapangan untuk mencapai itu,” harap Jafri.

Jafri pun tak mau sesumbar, meski harus menghadapi tim juru kunci klasemen sementara Liga 2 2019 Wilayah Barat. Dia mengantisipasi agar para pemain tak sepele saat berlaga bentrok Blitar Bandung United. “Masing-masing tim punya target yang berbeda. Blitar ingin menang, dan kami juga tak ingin kalah. Kami tidak bisa menjadikan Babel United tolok ukur atas kekalahan Blitar kemarin. Karena kami memiliki hal yang berbeda dengan mereka, apalagi soal materi pemain,” jelasnya.

“Untuk itu, saya juga sudah menegaskan agar pemain tidak anggap remeh. Karena nanti akan menyulitkan kami sendiri. Jangan kendurkan semangat dan mental,” imbuh Jafri.

Menurut Jafri, dalam sepak bola, apa saja bisa terjadi. Tim papan atas atau bawah, ketika di lapangan akan berbeda dari hasil data yang ada. “Kami tahu Blitar tim juru kunci, tapi kami tidak boleh anggap remeh mereka. Jangan menggampangkan hal-hal sepele. Karena di dalam lapangan tetap 11 lawan 11, apapun bisa terjadi,” pungkasnya. (bbs/saz)

Cara Mudah Investasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Baru-baru ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mengeluarkan Surat Berharga Negara (SBN) yaitu Savings Bond Ritel (SRB) seri 008 (SBR008).

Dikutip dari www.kemenkeu.go.id, Minggu (15/9), SBR merupakan salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI).

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan SBR008 akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2019. Di antaranya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Adapun kupon yang ditawarkan yaitu sebesar 7,2 persen pertahun, dengan bunga mengambang. Jangka waktu investasinya dua tahun, dengan pencairan awal pada tahun pertama maksimal 50 persen. Minimal pemesanan SBR008 ini yaitu Rp 1 juta, sedangkan maksimum pemesanannya Rp 3 miliar per investor.

Nah, masa penawaran SBR008 ini yakni dari tanggal 5 hingga 19 September 2019.

Untuk diketahui, dalam memasarkan SBR008 ini, pemerintah menggandeng 22 mitra distribusi (midis). Mereka antara lain TanamDuit, Bank Permata, CIMB Niaga, OCBC NISP, Bank Mandiri, Danareksa, BRI, BNI, serta InvesTree.

Selanjutnya ada Modalku, DBS, Mandiri Sekuritas, BTN, Panin Bank, dan TriMegah, Maybank, Bahana, Bareksa.com, BCA, Invisee, HSBC, serta UOB. (jpc)

Pengisian Solar ke Jerigen Picu Antrean di Dairi, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU

Pertamina
Pertamina

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi bersama PT Pertamina sepakat menertibkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Dairi.

Penertiban menyusul temuan pengisian solar bersubsidi ke jerigen di salahsatu SPBU di bilangan jalan Sisingamangaraja Kelurahan Batangberuh, Sidikalang, Rabu (11/9) lalu.

“Saat itu, pengisian BBM ke jerigen mengakibatkan antrian panjang dan kemacetan lalu-lintas di wilayah Batangberuh Sidikalang,” kata Plt Kabag Humas Pemkab Dairi, Palti Pandiangan, kepada wartawan, Minggu (15/9), usai rapat antara Pemkab Dairi, Pertamina, serta pemilik Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah, Sebastianus Tinambunan. Sementara dari PT Pertamina dihadiri sales executive retail III, Hasanuddin Ritonga.

Sales Executive Retail III, Hasanuddin Ritonga, menegaskan, PT Pertamina telah memberikan sanksi keras kepada pemilik SPBU akibat tindakan kecurangan itu. “Sebagai sanksi, Pertamina tidak akan menyalurkan jatah solar selama 1 minggu ke SPBU tersebut. Jatah solar itu dialihkan ke 2 SPBU lain di kota Sidikalang,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sekda meminta kerjasama yang lebih intensif dengan Pertamina dan pemilik SPBU, supaya penyaluran BBM sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Rahmat Syah Munthe, menyampailan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekosongan BBM beberapa waktu lalu. Rahmatsyah mengimbau kepada masyarakat secara bersama-sama mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, kuota solar untuk Dairi sebanyak 12.312 kilo liter (kl). “Per Agustus 2019 penyaluran solar sudah over sebesar 7 persen,” ucap Munthe. (mag-10)

Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Waskita: Diminati Investor Lokal

istimewa TOL WASKITA: Pintu jalan tol Tebingtinggi. PT Waskita Karya mengatakan, jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) diminati investor lokal.
TOL WASKITA: Pintu jalan tol Tebingtinggi. PT Waskita Karya mengatakan, jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) diminati investor lokal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana melepas konsesi lima ruas tol. Dua di antaranya, saat ini tengah dalam pembahasan dengan calon investor asal Hong Kong. Sementara dua lainnya telah dibidik investor dalam negeri.

Direktur Finansial dan Strategi PT Waskita Karya (Persero) Tbk Haris Gunawan mengungkapkan, salah satu ruas yang diminati investor lokal yakni masuk dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yaitu Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT). Tol MKTT dikelola oleh badan usaha PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT). Waskita melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) mengempit 30 persen saham di ruas tersebut.

“Ini sudah ada investor lokal yang minat. Sama satu lagi di Jawa itu sudah ada yang minat,” kata Haris, belum lama ini.

Ruas kedua yang dimaksud masuk merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa. Waskita melalui cucu usahanya PT Waskita Transjawa Toll Road diketahui mengelola tiga ruas tol di sepanjang koridor tersebut, yakni Pejagan-Pemalang, Kanci-Pejagan dan Pasuruan-Probolinggo.

Meski begitu, Haris masih merahasiakan ruas mana yang nantinya hendak dilepas kepemilikan konsesinya. Hanya, untuk diketahui kepemilikan saham WTTR di ruas Pejagan-Pemalang dan Pasuruan-Probolinggo masing-masing sebesar 99,99 persen. Sementara di ruas Kanci-Pejagan sebesar 77,69 persen.

Selain kedua ruas tersebut, yang dalam waktu dekat akan segera menemui titik terang lego yakni Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertoson-Kediri. Masing-masing kepemilikan saham WTR di sana sebesar 40 persen. Dalam waktu dekat, kedua ruas ini akan dilepas ke calon investor asal Hong Kong. “Dua ruas itu sudah advance. Kalau nanti sudah selesai proses negosiasi langsung PPJB,” ungkapnya. (dani/kps)

Penarik Betor Selamatkan Terduga Kurir Sabu dari Kejaran BNNP

TEDDY/SUMUT POS CEK TKP: Personel Polsek Binjai mendatangi lokasi ditemukannya mobil Avanza BK 1904 LX yang ditinggalkan oleh terduga kurir sabu.
CEK TKP: Personel Polsek Binjai mendatangi lokasi ditemukannya mobil Avanza BK 1904 LX yang ditinggalkan oleh terduga kurir sabu.
TEDDY/SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Keberuntungan masih berpihak ke Muhammad Khaidir Purba. Terduga kurir narkotika jenis sabu berusia 41 tahun ini selamat dari uberan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.

Upaya pengejaran yang dilakukan petugas mulai dari Jalan T Amir Hamzah Kota Binjai, seperti dalam rangkaian film action. Disertai dengan suara letusan senjata api dari petugas, peluru yang meluncur juga terkena terduga kurir tersebut.

Pun akhirnya, nasib warga Jalan Bogak, Tanjung Tiram, Batubara ini diselamatkan oleh penarik becak bermotor, Sabtu (14/9) subuh. Janiar (39) yang menolong terduga kurir tersebut.

Penarik Betor yang tinggal di Jalan Traktor, Lingkungan XI, Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara ini membantu terduga kurir dari kejaran petugas. Kepada Janiar, Purba mengaku menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Itu diperkuat dengan adanya luka pada punggung sebelah kiri terduga kurir tersebut. Saat membawa terduga kurir, Janiar melihat seorang perempuan dan anak-anak yang turut bersama Purba.

Namun sayang, tidak diketahui persis Purba diantar ke mana oleh penarik betor tersebut. Sebab belum lagi sampai rumah sakit, Janiar menurunkan mereka dan berlalu meninggalkan Kota Rambutan dengan angkutan umum.

Sekitar pukul 09.00 WIB, mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1904 LX yang diduga target petugas BNNP Sumut menghebohkan warga. Mobil itu terlihat seperti ada bekas tembakan.

Mobil itu berhenti di depan sebuah komplek, Dusun II, Desa Tandam Hulu II, Hamparan Perak, Deliserdang.

Temuan itu kemudian diteruskan warga ke Kadus II, Beni (32). Kabar itupun sampai ke telinga Bhabinkamtibmas Aiptu H Aritonang yang diteruskan ke personel Polsek Binjai.

Kapolsek Binjai, Iptu Rubenta Tarigan menjelaskan, mobil yang ditinggalkan oleh terduga kurir ditemukan 1 bungkus narkotika jenis sabu. Barang bukti ini, kata dia, sudah disita oleh petugas BNNP Sumut.

“Mobilnya sudah dibawa ke BNNK Binjai,” ujar dia.

Dikonfirmasi pada Minggu (15/9), Kepala BNNK Binjai, AKBP Suprayogi buru-buru menjawab tidak tahu.

“Mobilnya sudah diambil BNNP,” kata dia.

Terpisah, Kepala BNNP Sumut, Brigjend Atrial membenarkan adanya aksi tembak-tembakan saat melakukan pengejaran target.

“Betul. Tapi, tersangkanya kabur dan mobil ditinggal. Berhasil disita 1 kilogram sabu,” kata dia kepada wartawan.

Dia belum dapat merincikan ketika disinggung jaringan mana yang diburu petugas di lapangan. Alasannya, karena masih dalam pengejaran.

“Sebaiknya tunggu besok saja. Karena tersangkanya sampai saat ini masih dikejar. Info dari masyarakat, tersangkanya kena tembakan anggota,” kata dia.

“Untuk pastinya, nanti minta ke kabid berantas saja. Kebetulan saya masih berada di luar kota,” tandasnya.

Selain barang bukti sabu, ditemukan dompet berisi sejumlah kartu dan identitas dari dalam mobil. Adalah, SIM A, C, B1 atas nama Purba, ATM BRI, kartu belanja Alfamart dan fotocopy STNK mobil yang diamankan dengan nama pemilik Suheriono.(ted/ala)

Lakalantas Tunggal di Labusel, Warga Sergai Tewas, Sopir Bus PMM Kabur

DAME/SUMUT POS RINGSEK: Bus PMH ringsek usai kontra dengan truk, Minggu (15/9).
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nyawa Bernard Lumban Raja (38) melayang. Bus PMM BM 7872 TU yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tunggal di Jalinsum Perkebunan Normark Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labusel, Sabtu (14/9) sekira pukul 01.15 WIB.

WARGA Dusun II Pematang Cermai, Kabupaten Serdangbedagai itu tewas di lokasi kejadian. Sedangkan sopir bus kabur.

Informasi dihimpun, kejadian bermula ketika bus yang datang dari arah Medan menuju Gunung Tua itu melaju dengan kecepatan tinggi.

Tiba di Km 350, bus kehilangan kendali saat melintas di tikungan dan jalan menurun. Akibatnya, bus keluar dari bahu jalan dan terjadi kecelakaan.

“Pengemudi out of control (hilang kendali). Mengemudikan mobusnya kurang hati-hati, dengan kecepatan tinggi,” ungkap Kasatlantas Polres Labuhanbatu, AKP Imam Alriyuddin kepada Sumut Pos. Minggu (15/9).

“Akibatnya, tak mampu mengendalikan laju mobus yang dikemudikannya, sehingga mengalami laka tunggal,” sambungnya.

Akibat lepas kendali, bus terperosok ke dalam parit bahu jalan dan mengakibatkan benturan keras.

“Posisi terakhir, mobus masuk ke dalam parit bekoan yang berada di luar badan jalan sebelah kiri arah tujuannya,” tambah Imam.

Akibat kejadian itu, seorang meninggal dunia dan enam penumpang menjadi korban luka-luka. Sehingga, terpaksa dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

“Pengemudi bus melarikan diri. Saat ini sedang kita buru,” pungkasnya.(mag-13/ala)

Waitress Café Kantongi Sabu

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS PERLIHATKAN: Sari Rismayani memperlihatkan barangbukti narkoba usai diamankan di Mapolres Dairi.
PERLIHATKAN: Sari Rismayani memperlihatkan barangbukti narkoba usai diamankan di Mapolres Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Seorang waitress (pelayan wanita) di sebuah café ditangkap personel Satresnarkoba Polres Dairi. Sari Rismayani diamankan karena memiliki narkotika jenis sabu.

“Wanita itu diamankan di jalan lingkar PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Desa Huta Rakyat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi, Jumat (13/9),” ujar Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donni Saleh, Sabtu (14/9).

Penangkapan Sari berawal dari informasi masyarakat. Informan menyebut ada seorang wanita yang memiliki sabu di sebuah café.

“Personel langsung bergerak dan menangkap tersangka,” ucap Donni.

Saat digeledah, petugas menemukan satu paket sabu beserta alat hisap dari dalam saku celana.

“Kini tersangka dan barangbukti sabu-sabu sudah diamankan,” sebut Donni.(mag-10/ala)

Bertengkar dengan Kekasih, Cewek 17 Tahun Sayat Leher

NET HISTERIS: DP berteriak hiteris saat ditemui keluarganya di puskesmas.
HISTERIS: DP berteriak hiteris saat ditemui keluarganya di puskesmas.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun berhasil diselamatkan setelah sempat nekat hendak mengakhiri hidupnya dengan cara memotong urat nadi tangan dan lehernya, Minggu (15/7).

Informasi dihimpun, aksi nekat DP itu dipicu pertengkarannya dengan sang kekasih. Awalnya DP dan kekasihnya duduk di pinggir Danau Buatan Teratai, Desa Tinggi Raja, Asahan.

Namun tiba-tiba, keduanya terlibat pertengkaran. Belum tau pasti apa yang menjadi penyebab pertikaian itu, tapi DP kemudian menyayat pergelangan tangan dan lehernya dengan pisau.

Beruntung, aksi itu terlihat oleh warga. Sang gadis segera dilarikan ke Puskesmas Prapat Janji untuk mendapatkan pertolongan pertama. Petugas medis kemudian segera memberikan pertolongan hingga akhirnya nyawa gadis itu berhasil diselamatkan.

Fitri, perawat jaga Puskesmas Prapat Janji ketika dikonfirmasi mengatakan, gadis itu mengalami luka di bagian leher dan kedua tangannya akibat benda tajam.

“Saat ini korban sudah dibawa pihak keluarga pulang ke rumah,” jelasnya.

Kapolsek Prapat Janji Nasibu Manurung melalui selularnya membenarkan adanya aksi percobaan bunuh diri itu.

“Untuk informasi sementara, diketahui kalau korban nekat mau bunuh diri karena bertengkar dengan pacarnya. Kita gak bisa periksa secara intensif karena tidak ada laporan ke polisi. Mereka pun tertutup dengan kejadian tersebut, hanya itu aja keterangan yang kita dapat,” sebut Manurung.

Dia juga menambahkan, bahwa DP sudah dibawa pihak keluarga kembali ke rumah.(bbs/ala)