MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penggunaan gas elpiji bersubdisi 3 kilogram di Sumatera Utara (Sumut) sudah melebihi kuota yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (SDM).
Hingga Juli 2019 penyaluran sudah mencapai 70,5 juta tabung dari kuota yang ditetapkan sebanyak 89,5 juta tabung.
Unit Manager Communication Relations & CSR MOR I, Muhammad Roby Hervindo mengatakan over kuota ini dikarenakan banyak pengguna gas tabung melon tidak tepat sasaran.
“Sejak Januari hingga Juli 2019, penyaluran gas elpiji 3 kilogram bersubsidi seluruh wilayah di Sumatera Utara ini sudah melebihi kuota ditentukan Kementerian ESDM,” tutur Roby.
Roby menjelaskan kuota untuk penggunaan tabung gas elpiji 3 kilogram dari Januari hingga Juli 2019 sudah mencapai 70,5 juta tabung. Sedangkan, kuota yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM untuk di Sumut 69,5 juta.
“Termasuk penggunaan belum tempat sasaran. Artinya, elpiji 3 kilogram itu, diperuntukkan untuk masyarakat miskin. Kemudian, banyak kita temukan pelaku usaha non UMKM menggunakan gas elpiji tersebut,” jelas Roby.
Roby mengimbau masyarakat mampu atau pelaku usaha non UMKM untuk dapat beralih dari menggunakan gas elpiji subsidi ke gas nonsubsidi, yakni Bright Gas 5,5 kilogram. ”Kami mengimbau masyarakat mampu dan pelaku usaha untuk beralih ke elpiji nonsubsidi,” pungkasnya.
Pertamina memberikan promosi kepada pelanggan. Dengan menukarkan dua tabung Elpiji 3 kilogram dengan Bright Gas 5,5 kilogram sudah dengan isi hanya Rp67.500. Penukaran satu tabung Elpiji 3 kilogram dengan Bright Gas 5,5 kilogram sudah termasuk isi hanya Rp170.000. (gus/ram)
Grand Launching Vigourland di Perumahan Habitat Medan, Hunian Milenial Berkonsep Smart Living dan Terjangkau
Grand Launching Vigourland di Perumahan Habitat Medan, Hunian Milenial Berkonsep Smart Living dan Terjangkau
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Urbana dari Habitat meluncurkan rumah berkonsep Smart Living dan modern. Perumahan yang berlokasi di Jalan Tapian Nauli/Pasar III Ringroad Kecamatan Medan Sunggal ini, memberikan hunian berkelas dengan harga terjangkau untuk kaum milenial.
“Ini temanya smart living, jadi lebih modern. Kalau tahap 1 beda. Di tahap 2 ini kita lebih mengedepankan untuk milenial,” ungkap Senior Marketing Executive Vigourland, Dustin kepada wartawan di Medan, usai Grand Launching Vigourland di Perumahan Habitat, Minggu (1/9) sore.
Dustin menjelaskan tahap 2 ini disediakan 130 unit, dan khusus untuk urban saja. Untuk tahap pertama jumlah unitnya hampir sama dan sudah 99 persen sold out. Sedangkan tahap 2 menyasar segmen milenial.
“Kita memiliki visi seperti itu. Kita mengarah ke hunian yang memang dibutuhkan milenial, sebab saat ini memang zamannya serba digital. Jadi kita sesuaikan dengan selera mereka (kaum milenial), dan kita upayakan dengan harga yang seterjangkau mungkin,” tutur Dustin.
Dustin menyebut, alasan milenial memilih hunian di Habitat karena, pertama faktor lokasi yang cocok untuk semua kalangan. Kedua desain, karena desain yang ditawarkan sesuai dengan selera milenial. Ketiga adalah fitur smart living yang mengedepankan teknologi.
“Kisaran harga, 1 unit mulai Rp700 juta-an. Tahap 2 dari 130 unit yang ada, sold out sekitar 60 unit. Sampai akhir tahun 2019 target terjual 100 unit. Saat ini kita targetkan jual 40 unit lagi hingga akhir tahun nanti,” sebutnya.
Diterangkan Dustin, tipe bangunan di Habitat mulai dari 72, 80, 90, paling besar tipe 120. Konsep bangunan semua modern, dan lebih mengedepankan smart living seperti teknologi serta cahaya alami.
“Jadi, siang hari tidak perlu menghidupkan lampu, dan suasananya tetap terang. Intinya, kita lebih mengedepankan smart living. Rata-rata yang sudah beli saat ini kaum milenial,” pungkasnya. (gus/ram)
M IDRIS/sumut pos
RESMI: CEO Daily Wash Laundromat Indonesia, Lianto Lim dan Yenny (tengah) saat persemian cabang ke-18 di Jalan Klambir Lima, Minggu (1/9).
RESMI: CEO Daily Wash Laundromat Indonesia, Lianto Lim dan Yenny (tengah) saat persemian cabang ke-18 di Jalan Klambir Lima, Minggu (1/9). M IDRIS/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bisnis jasa cuci pakaian atau laundry ternyata cukup menjanjikan di Kota Medan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemain di bisnis ini tumbuh pesat. Bahkan, saat ini kawasan pinggiran kota menjadi sasaran dari bisnis tersebut, salah satunya di Klambir Lima, Tanjung Gusta, Medan.
Chief Executive Officer (CEO) Daily Wash Laundromat Indonesia, Lianto Lim mengatakan, kebutuhan jasa cuci pakaian ini tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat di tengah kota saja tetapi pinggiran kota juga. “Kalau di tengah kota, selain harga sewa (bangunan/ruko) yang cukup mahal dan pengeluaran biaya yang tinggi, persaingan menjadi faktor atau pertimbangan karena sudah banyak jenis usaha seperti ini,” ujar Lianto saat meresmikan pembukaan cabang ke-18 The Daily Wash Laundromat di Jalan Klambir Lima Lingkungan II No 2B, Tanjung Gusta, Minggu (1/9).
Lianto mengaku, pinggiran kota menjadi sasaran bisnis laundry juga karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang masuk ke pihaknya untuk membuka cabang baru.
Yenny selaku mitra bisnis menuturkan, tempatnyasudah dilakukan uji kelayakan sesuai standar franchise Daily Wash. “Di sini pertimbangannya karena ramai, masyarakat sangat antusias dan membutuhkan keberadaan laundry yang murah dan cepat siap,” ujarnya. (ris/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan perusahaan yang ada di Belawan diduga tidak mengantongi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) atau limbah. Camat Medan Belawan, Ahmad SP, mengungkapkan, sebanyak 43 perusahaan di Medan Belawan, ada sekitar 70 persennya tidak memiliki izin Amdal. Yakni, terdiri dari perusahaan industri, perikanan dan depo kontainer.
“Ternyata, izin AMDAL perusahaan di Belawan yang sudah kita data ini sudah cukup lama. Makanya, kita berharap dengan pertemuan ini akan ada langkah untuk turun bersama melakukan pengawasan dan penindakan kepada perusahaan,” ujar Ahmad dalam acara sosialisasi tentang pengendalian dan pencemaran lingkungan di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Medan Belawan, Jumat (31/8).
Oleh karena itu, ia menggelar pertemuan dengan melibatkan unsur Muspika dan instansi hukum yang ada di Belawan untuk mendengar penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara.
“Pertemuan ini kita lakukan karena adanya konsultasi sebelumnya dengan DLH Sumut. Kita sebelumnya sudah melaporkan sebanyak 43 perusahaan memiliki izin lingkungan menyangkut limbah bermasalah. Kita bersyukur, pertemuan ini menghasilkan baik. Nantinya, DLH dan instansi yang ada di Belawan akan bersama – sama mengecek untuk turun ke lapangan,” paparnya.
Sebenarnya, lanjut dia, kecamatan tidak punya hak untuk menindak perusahaan tersebut. Makanya mereka berkonsultasi dengan DLH Sumut mau turun untuk melakukan pengawasan langsung nantinya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara, Maruduk Sitorus menegaskan, pihaknya sudah menerima laporan sejumlah perusahaan yang tidak memiliki izin lingkungan.
Mereka hadir memberikan pemahaman mengenai pencemaran lingkungan, dapat bersinergi dengan instansi lain untuk menindak perusahaan yang bermasalah yang ada di Belawan.
“Untuk perusahaan diwajibkan harus punya dokumen lingkungan seperti SPPL, UPL, UKL dan AMDAL. Kita hadir untuk melakukan pembinaan dan pengawasan, agar Belawan lebih asri dan tidak tercemar dari dampak limbah perusahaan berdasarkan laporan yang sudah kita terima,” tutur Maruduk.
Pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek perusahaan yang masih ilegal artinya tidak memiliki izin lingkungan di Belawan. Untuk memastikan kebenaran atas laporan Camat Belawan, pihaknya akan lakukan pengecekan secara kebenarannya sesuai syarat perizinannya, nanti akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu.
“Kita belum bisa menyimpulkan perusahaan yang dilaporkan ke kita bermasalah. Kita akan melihat perusahaan itu sudah memiliki perizinan dengan pengelolaan limbah dengan baik sesuai regulasi, ini yang akan kita cek nantinya,” ungkap Maruduk.
Bila nantinya ternyata perusahaan itu bermasalah, lanjut Maruduk, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap pelanggarannya. “Apakah ada unsur pidana atau administrasi. Dngan demikian, akan ada sanksi diberikan kepada perusahaan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan,” tegas Maruduk Sitorus. (fac/ila)
Fachril/sumut pos
RITUAL: Kegiatan ritual usai peresmian Vihara Hien Huat Tien, di Jalan Gereja, Kecamatan Percut Seituan.
, Kabupaten Deliserdang diresmikan, Minggu (1/9)sekaligus ulang tahun Guru Maha Dewa Samka Ang Kun Lauco.
RITUAL: Kegiatan ritual usai peresmian Vihara Hien Huat Tien, di Jalan Gereja, Kecamatan Percut Seituan. , Kabupaten Deliserdang diresmikan, Minggu (1/9)sekaligus ulang tahun Guru Maha Dewa Samka Ang Kun Lauco. Fachril/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vihara Hien Huat Tien di Jalan Gereja, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang diresmikan, Minggu (1/9). Acara sekaligus merayakan ulang tahun Guru Maha Dewa Samka Ang Kun Lauco The Sie Kiong selaku Pembina Vihara Hien Huat Tien berharap agar kondisi bangsa Indonesia khususnya bagi saudara di Papua tetap aman dan semakin damai hingga rakyatnya sehat sejahtera.
“Kita semua berharap dan menginginkan bangsa Indonesia tetap aman dan damai. Rakyatnya sehat dan sejahtera,” harap The Sie Kiong.
Didampingi Ketua Umum Yayasan Setia Dhamma Rusli dan Sekretaris Djunial Alamin, The Sie Kiong menambahkan pihaknya berharap agar situasi di Papua bisa normal kembali seperti biasa sehingga akvitas warga tetap seperti semula.
“Kami juga berdoa agar saudara-saudara kita di Papua bisa beraktivitas seperti biasa karena kita semua satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.
Menurut The Sie Kiong, peringatan ulang tahun dewa Samka Ang Kun Lauco, selain diisi dengan berbagai ritual keagamaan itu, juga untuk memperkenalkan tradisi minoritas yang sudah ada sejak ribuan tahun tahun lalu yang sampai saat ini masih tetap ada dan masih dirayakan.
Peresmian Vihara Hien Huat Tien diawali dengan pembukaan selubung prasasti dan dilanjutkan dengan ritual keagamaan. Selanjutnya, akan disusul dengan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan berupa pembagian sembako dan operasi katarak. Direncanakan, pihak Yayasan Setia Dhamma akan segera membangun panti asuhan dan panti jompo. (fac/ila)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
TILANG: Seorang petugas kepolisian menilang kendaraan roda 2 saat Operasi Patuh Toba 2019 di Jalan Bukit Barisan Medan, Kamis (29/8). Operasi Patuh Toba 2019 dilaksanakan selama 14 hari ke depan.
TILANG: Seorang petugas kepolisian menilang kendaraan roda 2 saat Operasi Patuh Toba 2019 di Jalan Bukit Barisan Medan, Kamis (29/8). Operasi Patuh Toba 2019 dilaksanakan selama 14 hari ke depan. SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MEDAN, SUMTUPOS.CO – Hari ketiga Operasi Patuh Toba 2019, terjadi 3.189 pelanggaran lalu lintas (lalin) di jalan raya. Selain itu, 7 kasus kecelakaan (laka) lalu lintas (lantas) yang mengakibatkan 2 tewas, 4 luka berat dan 3 luka ringan.
Berdasarkan data diperoleh Humas Polda Sumut Minggu (1/9), 3.189 pelanggaran lalin tersebut meliputi 2.423 pelanggaran diberikan tindakan langsung (tilang) dan 766 pelanggaran diberikan teguran.
“Jumlah tilang 2.423 kasus, naik 104,30 persen dibanding tahun 2018 sekitar 1.186 kasus. Begitu juga dengan jumlah 766 teguran, naik 221,85 persen dari tahun lalu, 238 kasus,” ungkap Kepala Sub Bidang Penmas Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.
Dikatakan MP Nainggolan, sebanyak 3.189 kasus pelanggaran lalin didominasi sepeda motor 1.744 unit. Jumlah ini naik 65 persen dari tahun lalu 1.057 unit. Selanjutnya, mobil barang 301 unit naik 736,11 persen dari 36 unit pada 2018. Kemudian, mobil penumpang 283 unit yang naik 298 persen dari tahun lalu 71 unit dan bus 95 unit naik 331,82 persen dibanding tahun lalu 22 unit.
“Untuk jumlah laka 7 kasus, naik 250 persen dari 2018 ada 2 kasus. Namun, untuk jumlah korban jiwa atau meninggal akibat kasus laka lantas tersebut masih sama dengan tahun lalu yaitu 2 orang. Sedangkan korban luka berat 4 orang, naik 400 persen dan 3 luka ringan naik 200 persen serta kerugian materil Rp29,7 juta selisih Rp8,7 juta dari 2018,” papar MP Nainggolan.
Sementara, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin menyampaikan, sebanyak 6 kasus laka terjadi dalam pelaksanaan hari kedua Operasi Patuh Toba 2019, Jumat (30/8). Dalam 6 kasus laka tersebut, mengakibatkan 3 orang meninggal dunia. Selain itu, 1 orang luka berat dan 9 luka ringan. Adapun kerugian materil, mencapai Rp4,7 juta.
“Dibandingkan dengan tahun lalu dalam waktu yang sama, jumlah kasus laka yang terjadi turun 14,2 persen atau dari 7 kasus. Kemudian untuk korban tewas naik dari 1 ke 3, luka berat turun dari 4 ke 1, dan luka ringan sama jumlahnya 9 orang. Sedangkan kerugian materil turun 86,34 persen, dari Rp34,4 juta menjadi Rp4,7 juta,” jelasnya.
Diutarakan dia, untuk kasus pelanggaran cenderung mengalami kenaikan dibandingkan hari pertama digelarnya operasi yakni dari 1.828 pelanggaran menjadi 2.620 pelanggaran. Kenaikan ini juga diikuti jumlah tilang yang dikeluarkan, yakni dari dari 1.355 perkara menjadi 2.042 perkara dan teguran dari 291 perkara menjadi 578 perkara. (ris/ila)
M IDRIS/sumut pos
PENJELASAN: GM RSCA Medan, dr Deny Hidayat memberikan penjelasan saat peresmian ruang rawat premium (Columbia Club) dan Venus Club.
ruang rawat khusus perempuan (Venus Club), Sabtu (31/8).
PENJELASAN: GM RSCA Medan, dr Deny Hidayat memberikan penjelasan saat peresmian ruang rawat premium (Columbia Club) dan Venus Club. ruang rawat khusus perempuan (Venus Club), Sabtu (31/8). M IDRIS/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Demi memberikan pelayanan yang berbeda kepada pasiennya, Rumah Sakit Columbia Asia (RSCA) Medan menghadirkan ruang rawat premium (Colombia Club) dan khusus perempuan (Venus Club). Ruang rawat khusus perempuan ini menjadi inovasi pertama di Medan yang dimiliki rumah sakit yang berlokasi di Jalan Listrik.
General Manager (GM) RSCA Medan, dr Deny Hidayat mengatakan, Columbia Club dan Venus Club merupakan salah satu fasilitas unggulan yang tersedia di RSCA Medan. Sebab, fasilitas untuk ruang perawatan ini mengutamakan kenyamanan lebih bagi pasien dan keluarga.
“Pada area loby Columbia Club memiliki fasilitas yang lengkap seperti internet station, snack counter, dan sofa di ruang tunggu keluarga pasien. Begitu juga pada Venus Club, bahkan didesain khusus untuk menambah kenyamanan bagi pasien wanita dan berbeda dengan kamar rawat inap yang lainnya. Hal ini dapat dilihat dari dekorasi ruangan yang bernuansa wanita,” ujar dr Deny saat diwawancarai disela-sela peresmian kedua ruang rawat tersebut, Sabtu (31/8).
Selain itu, kata dia, pasien yang dirawat pada kedua fasilitas tersebut juga akan mendapatkan pelayanan lebih. Sebab, dokter akan mengunjungi pasien 2 kali dalam 1 hari, petugas dari fisioterapi, analis, dan pelayanan obat.
Bahkan, sambungnya, pegawai kasir akan mendatangi pasien ke kamar untuk memberikan penjelasan mengenai penggunaan obat, memberikan latihan kepada pasien yang sedang rawat inap, pengambilan sampel darah dan dapat langsung melakukan pembayaran di ruangan rawat inap. “Manajemen akan visit setiap harinya untuk mendapatkan tanggapan dari pasien dan keluarga. Artinya, pasien hanya di ruangan saja dan tak perlu lagi ke bagian administrasi,” ucapnya.
Lebih lanjut dr Deny mengatakan, untuk ruang rawat di Venus Club tidak menerima pasien laki-laki, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pasien perempuan. “Total 14 kamar dengan fasilitas kamar yang berbeda dengan kamar rawat inap yang lain. Desainnya lebih feminim dan juga dekorasi ruangan yang bernuansa wanita akan membuat betah dan nyaman,” pungkasnya. (ris/ila)
fachril/sumut pos
SEDEKAH: Komunitas Sedekah Jumat, memberikan bantuan buku ke Rumah Baca.
SEDEKAH: Komunitas Sedekah Jumat, memberikan bantuan buku ke Rumah Baca. fachril/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komunitas Sedekah Jumat menyambangi Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (30/8).
Kedatangan penggagas Komunitas Sedekah Jumat, Saharudin memberikan sumbangan buku dan santunan kepada pengurus Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak, Sofyan.
“Program sedekah ini secara rutin kita lakukan setiap Jumat. Hari ini (kemarin,Red) kita memberikan sumbangan buku dan dana santunan untuk perkembangan rumah baca binaan Bang Wibi Nugraha,” tutur Saharudin.
Selama ini, kata Tokoh Masyarakat Medan Utara ini, program Sedekah Jumat sudah bergerak membantu warga kurang mampu di Kota Medan. Program itu tidak terlepas dari kerja sama dan bantuan dari orang yang peduli untuk bersedekah.
“Syukur alhamdulillah, berkat kepedulian kawan – kawan, program sedekah ini dapat berjalan dengan baik setiap Jumat. Harapannya, kepada pihak yang ingin bergabung untuk menyumbang ke Komunitas Sedekah Jumat kami tetap menerima. Agar program ini terus berjalan,” terangnya.
Saharudin mengatakan, Pengelola Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak, Wibi Nugraha, dapat memanfaatkan sumbangan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan rumah baca, agar anak – anak kurang mampu dapat merasakan ilmu di luar pendidikan resmi. “Semoga, Danau Siombak yang kini dikelola Bang Wibi Nugraha terus berkembang dari sisi wisata, pendidikan bagi anak di sana, wisata dan perekonomian bagi warga sekitar,” harap Saharudi.
Pengelola Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak, Wibi Nugraha mengapresiasi bantuan yang diberikan. Ia juga berharap kepada siapapun yang ingin menyumbang buku agar datang ke Danau Siombak.”Terima kasih kepedulian yang diberikan, saya berharap rumah baca akan terus berkembang demi kepentingan pendidikan anak – anak kurang mampu di sekitar Danau Siombak,” katanya. (fac/ila)
BERSAMA:
Wakil Wali Kota Medan, Akhar Nasution, bersama National Sales & Promotion Head PT Mayora Indah Tbk, Henry David Kalangie dan lainnya.
usai membuka acara.
, ?saat menekan tombol serine sebagai dibukanya acara Pucuk Coolinary Festival 2019 di Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)
BERSAMA:
Wakil Wali Kota Medan, Akhar Nasution, bersama National Sales & Promotion Head PT Mayora Indah Tbk, Henry David Kalangie dan lainnya.
usai membuka acara.
, ?saat menekan tombol serine sebagai dibukanya acara Pucuk Coolinary Festival 2019 di Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) mengapresiasi dan mendukung Pucuk Coolinary Festival 2019 yang digelar di pelataran parkir Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Medan. Kegiatan itu sebagai wadah untuk mendorong dan meningkatkan ekonomi pelaku-pelaku UMKM di bidang kuliner di Kota Medan.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution saat menyampaikan kata sambutan dalam opening ceremony Pucuk Coolinary Festival 2019 berlangsung sejak 31 Agustus hingga 1 September 2019. “Seperti kegiatan ini, kita sangat senang dan mendukung festival-festival ini sebagai sarana untuk kuliner bisa tumbuh kembang dan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita,” kata Akhyar.
Akhyar menjelaskan, melalui kegiatan ini, bisa mengangkat kuliner Kota Medan yang luar biasa. Karena, Kota terbesar nomor tiga di Indonesia ini memiliki potensi besar sebagai kota surganya kuliner dengan berbagai macam makan enak dan berkualitas.
“Masyarakat kita mampu memproduksi, tapi belum mampu memasarkan. Harus ada kolaborasi antara komponen keseluruhan, yang harus dibangun.Medan sebagai Kota Kuliner itu, benar,” tutur Akhyar.
Akhyar mengungkapkan rasa senangnya atas apa dilakukan Teh Pucuk menggelar Pucuk Coolinary Festival 2019 di Medan. Kegiatan ini, bukan segera festival. Tapi, sudah menjadi objek wisata kuliner yang dapat dinikmati oleh masyarakat saat berkunjung di festival ini. “Kota Medan banyak memiliki kekayaan, kekayaan budaya dan kaya kulinernya. Kemudian, di Medan ini masing-masing mempunyai makan khasnya,” pungkas Akhyar.
Sementara itu, National Sales & Promotion Head PT. Mayora Indah Tbk, Henry David Kalangie mengatakan, Kota Medan memiliki potensi besar dan kekayaan keragaman kuliner yang terkenal lezat dan enak. Dengan itu, Teh Pucuk Harum menggelar Pucuk Coolinary Festival 2019 di Medan.
“Di sisi lain, dengan kegiatan ini kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha yang hadir dan ikut serta pada Pucuk Coolinary Festival 2019 di Medan,” ungkap Henry.
Pucuk Coolinary Festival persembahan dari Teh Pucuk Harum melibatkan lebih dari 80 tenant kuliner favorit yang terbagi dalam 3 zona rasa, yaitu Pedas, Manis, dan Gurih. Teh Pucuk Harum ingin memberikan pengalaman wisata kuliner, di mana para foodies bisa bebas menikmati kuliner favorit Medan sehingga bisa menemukan rasa favorit bersama Teh Pucuk Harum.
“Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia dikenal dengan keistimewaan kuliner yang beragam, karena adanya pengaruh dari berbagai ciri khas suku yang ada. Hal ini tentunya membuat Medan menjadi destinasi wisata kuliner favorit yang selalu menjadi pilihan foodies dari berbagai kota di Indonesia,” ungkap Brand Manager Teh Pucuk Harum, Yustina Amelia.
Yustina mengatakan, dari 80 tenant kuliner di Pucuk Coolinary Festival selama dua hari tersebut, siap manjakan lidah dan perut foodies dengan harga yang pas dan sesuai porsi.
“Selain itu, tidak perlu khawatir bosan dengan sajian kuliner yang itu-itu saja, karena tenant kuliner di Pucuk Coolinary Festival terbagi dalam 3 zona rasa favorit, yaitu Manis, Pedas, dan Gurih,” pungkas Yustina.
Setelah resmi dibuka untuk umum, Wakil Wali Kota Medan, Akhar Nasution ditemani National Sales & Promotion Head PT. Mayora Indah Tbk, Henry David Kalangie, dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono, meninjau langsung ke sejumlah stand Pucuk Coolinary Festival dan berbincang dengan pelaku usaha sebagai peserta dalam event ini. (gus)
LOMBA MASAK: Para peserta lomba masak Cap Cai yang digelar PLN Unit Induk Wilayah Sumut bersama IAY di Universitas Harapan Medan.
LOMBA MASAK: Para peserta lomba masak Cap Cai yang digelar PLN Unit Induk Wilayah Sumut bersama IAY di Universitas Harapan Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Electrifying Lifestyle tentunya menjadi jargon PLN sekarang ini untuk mendukung kegiatan gaya hidup. Salah satu contohnya seperti masak-memasak yang ramah lingkungan, mengurangi polusi dan pembakaran dengan menggunakan kompor listrik maupun kompor induksi.
Karenanya, PLN mengajak institusi pendidikan melalui lomba memasak dengan kompor induksi oleh Ikatan Abiturient Yaspendhar (IAY). Kegiatan bertajuk Karnival HUT Kemerdekaan yang dilakukan baru-baru ini.
Berlokasi di Universitas Harapan Medan, lomba tersebut diikuti 15 peserta menjadikan Cap Cai sebagai menu utama hidangan yang dilombakan. Dengan total hadiah 10 juta Rupiah, berupa barang dan uang tunai, PLN ajak para peserta untuk berlomba menggunakan kompor induksi agar semakin familiar untuk penggunaan kompor induksi ini.
Acara lomba memasak dengan menggunakan kompor induksi ini juga turut didukung sekaligus dibuka oleh Ibu Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Sri Ayu Mihari. Hal ini juga menjadi bentuk dukungan beliau dalam gaya hidup ramah lingkungan bagi keluarga masa kini.
Manager Layanan Prioritas PLN Unit Induk Wilayah Sumut, Petrus Gading Aji mengatakan, lomba ini diadakan sebagai sosialisasi Electrifying Lifestyle, mulai sejak dini dari anak-anak kelas Sekolah dasar (SD) sampai Mahasiswa. “Brand Experience ini diberikan kepada anak-anak sejak SD, karena mereka akan menjadi calon-calon pelanggan di 10 sampai 20 tahun mendatang,” ujar Aji.
Dengan perubahan dan disrupsi yang ada, lanjutnya, PLN ingin juga memberikan pandangan baru bahwa kondisi Volatility, uncertainty, complexity and ambiguity (VUCA) sekarang ini akan banyak perubahan teknologi yang menuntut untuk ramah lingkungan.
“Tentunya memerlukan listrik sebagai energi utama penggerak perubahan tersebut dan pastinya PLN siap mendukung setiap kebutuhan akan listrik untuk senantiasa mencanangkan Electrifying Lifestyle dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (ila)