Home Blog Page 509

Daya Beli Melemah, Ekonomi Indonesia Rentan

DISKUSI: Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Terbuka Afaga Hudaya dana Ketua Dewan Pakar Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat Yogyakarta M Muslich dalam diskusi tentang ekonomi.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi Agustus 2024 sebesar 0,03 persen secara bulanan (month-to-month). Ini menjadi deflasi bulan keempat secara berturut-turut yang dialami Indonesia pada 2024 ini.

BPS mencatat bahwa deflasi telah terjadi pada Mei hingga Agustus lalu. Deflasi empat bulan berturut-turut ini bisa jadi mengindikasikan daya beli masyarakat yang melemah, khususnya kelas menengah.

“Hal ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah karena artinya ekonomi masyarakat sedang mendapat tantangan berat,” kata Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Terbuka, Afaqa Hudaya di Jakarta belum lama ini.

Data BPS mendapati bahwa di Indonesia tahun 2024 ini deflasi yang terjadi dari bulan ke bulan tercatat pada Mei sebesar 0,03 persen, lalu Juni sebesar 0,08 persen, selanjutnya Juli sebesar 0,18 persen dan Agustus sebesar 0,03 persen.

Data BPS menunjukkan bahwa komoditas penyumbang utama deflasi pada Agustus 2024 yakni bawang merah, daging ayam ras, tomat, dan telur ayam ras.

Afaqa menjelaskan, deflasi empat bulan beruntun dari sektor konsumsi itu mengindikasikan bahwa masyarakat tengah menahan pengeluaran mereka untuk menjaga kemampuan daya beli. Kondisi ini dapat berdampak pada perlambatan ekonomi nasional.

Perlambatan ini juga diamini dengan menurunnya angka S&P Global Indonesia Manufacturing PMI (Purchasing Manager Index) dalam lima bulan terakhir. Angka PMI hanya mencapai 48,9 pada Agustus 2024. Hal ini menggambarkan perekonomian Indonesia sedang berada pada tahap kontraksi.

Sebagai industri yang padat karya, turunnya angka PMI memberikan sinyal ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) khususnya di sektor manufaktur sehingga dapat meningkatkan angka pengangguran.

Persaingan usaha yang tidak sehat juga perlu diperhatikan di tengah keterbatasan daya beli saat ini. Masyarakat akan cenderung menjadi lebih “picky” dalam mengonsumsi suatu produk, sedangkan perusahaan akan berusaha melakukan berbagai cara agar produknya terjual.

Persaingan usaha yang tidak sehat cenderung akan memperkeruh industri nasional yang sedang berjuang di tengah kondisi perekonomian saat ini. Korban akan dirugikan dengan merosotnya penjualan dan berakhir pada efisiensi biaya perusahaan melalui pemutusan hubungan kerja.

“Kondisi ini bisa berdampak pada ekonomi rumah tangga dan meningkatnya krisis sosial di tengah masyarakat. Pada akhirnya akan berdampak juga ke pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Data dari BPS menyebutkan terjadi penurunan signifikan pada kelas menengah dari total 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang sampai dengan saat ini. Banyak masyarakat yang berada di kelas menengah berada dalam posisi rentan turun kelas jika terjadi guncangan ekonomi.

Pada sisi kebijakan moneter, suku bunga Bank Indonesia sepanjang tahun ini belum pernah berada di bawah 6 persen. Pada Agustus 2024 tercatat suku bunga Bank Indonesia masih berada di angka 6,25 persen. Bank Indonesia sudah berhasil memperkuat nilai tukar IDR terhadap USD pada awal September 2024 berada pada posisi seperti pembukaan tahun Januari 2024.

Oleh sebab itu, mengingat sinyal perekonomian yang lesu, Bank Indonesia perlu mempertimbangkan untuk mengambil langkah kebijakan penurunan suku bunga sebesar 25-50 basis poin. Kebijakan penurunan suku bunga akan menstimulasi sektor riil melalui investasi dan belanja rumah tangga.

Dengan penurunan suku bunga diharapkan perekonomian nasional akan kembali menggeliat. “⁠Diperlukan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi ini tidak terpuruk,” katanya.

Sebelumnya, bahasan terkait persaingan usaha tidak sehat juga sempat disinggung Ketua Dewan Pakar Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM) Yogyakarta, M. Muslich KS. Dia mengungkapkan saat ini persaingan usaha tidak sehat itu dilakukan dengan menunggangi isu boikot yang saat ini menjadi gerakan massal.

Dia memina masyarakat untuk berhati-hati dan tidak asal ikutan dalam mengikuti seruan boikot tersbeut. Sebab, sambung dia, boikot dapat menjadi bumerang bagi Indonesia jika tidak dilakukan secara seksama dan terukur.

“Dalam konteks isu [boikot] jangan ada korban kalau bisa. Tapi strategi boikot itu kita pola sedemikian rupa sehingga menjadikan isu itu tidak menjadi sesuatu bumerang bagi kita,” kata Muslich dalam sebuah diskusi. (ila)

Mitra Binaan Rumah BUMN Padangsidimpuan Pelopori Koperasi Syariah Maju Bersama

Foto bersama peresmian koperasi syariah Maju Bersama di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Sumatera Utara bersama Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Tapanuli Selatan (14/9).

Padangsidimpuan – Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan kopi global telah meningkat secara signifikan. Konsumsi kopi tidak lagi terbatas pada negara-negara produsen tradisional, tetapi meluas hingga ke negara-negara dengan pasar berkembang yang mulai menjadikan kopi sebagai minuman sehari-hari.

Tren ini didorong oleh gaya hidup modern yang semakin menghargai kopi berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Hal ini menciptakan peluang besar bagi para petani kopi, untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka melalui koperasi syariah Maju Bersama.

Meski permintaan tinggi, banyak petani kopi lokal masih menghadapi tantangan besar. Mereka sering kali bergantung pada tengkulak atau perantara yang menekan harga beli kopi, sehingga margin keuntungan bagi petani sangat rendah.

Untuk itu, Maju Jaya Coffee atau lebih dikenal dengan MJ Coffee, bersama dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Tapanuli Selatan, mempelopori pembentukan koperasi yang beranggotakan petani dan produsen kopi (14/9/2024).

Koperasi ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas kopi yang terkurasi dengan baik, selain itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Koperasi ini berlokasi di Kampung Baru, Desa Sampean, Kecamatan Sipirok. Koperasi memiliki anggota sebanyak 30 petani dan produsen kopi.

Nanang Gunawan, pelaku usaha MJ Coffee, menggagas pembentukan koperasi ini untuk mempermudah para petani setempat dalam memasarkan hasil kopinya.

“Semoga dengan berdirinya koperasi ini, Kopi Sipirok dapat semakin dikenal dan kualitasnya terjaga,” ucap Nanang.

Selain bekerjasama dengan pemerintah daerah, MJ Coffee juga merupakan salah satu mitra unggulan dari Rumah BUMN PLN Padangsidimpuan. Melalui Program PLN Peduli, MJ Coffee mendapatkan bantuan berupa greenhouse untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas produksi. Dengan pendirian koperasi ini, pemanfaatan greenhouse dan ruang produksi semakin maksimal dan semakin berdampak luas kepada masyarakat sekitar.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Saleh Siswanto, menyatakan, PLN terus berupaya mendorong mitra binaan melalui Rumah BUMN agar semakin maju dan dapat meningkatkan penjualan produknya. “Selain itu, dengan meningkatnya penjualan, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memberikan kesejahteraan para petani kopi,” ujar Saleh.

Pengelola yang berada di rumah BUMN milik PLN ditangani secara profesional. “Kami (PLN) optimis dapat meningkatkan kualitas produk agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut sejalan dengan budaya AKHLAK dalam kinerja 5 tahun kepemimpinan Erick Thohir,” pungkas Saleh. (ila)

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu foto bersama bakal calon Wakil Wali Kota Medan Zakiyudin Harahap dan pengurus serta kader Partai Demokrat yang hadir dalam sosialisasi Perda yang digelar Minggu (15/9/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tinggal dua bulan lagi. Untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Burhanuddin Sitepu mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga kondusifitas di lingkungan masing-masing.

“Tak lama lagi, kita dihadapkan pada pelaksanaan Pilkada serentak, yakni pemilihan Gubernur Sumatera Utara dan Wali Kota Medan. Untuk itu, mari sama-sama kita menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing,” kata Burhanuddin Sitepu ketika menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) yang dilakukan bersama oleh DPRD dan Pemerintah Daerah XI Tahun Anggaran 2024 di Jalan Bunga Mawar, Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, Minggu (15/9/2024). Kali ini, Burhanuddin Sitepu mensosialisasikan Perda Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum Kota Medan.

Menurut Burhanuddin, menjelang pesta demokrasi seperti saat ini, cukup banyak berita hoax dan black campaign yang disebarkan pihak tak bertanggung jawab di tengah masyarakat. Karenanya, jangan sampai masyarakat terprovokasi.

“Itulah alasan saya, kenapa hari ini saya mengangkat Perda Nomor 10 Tahun 2021 dalam sosialisasi Perda kali ini. Mari sama-sama kita jaga kampung kita, jangan sampai keamanan dan ketertiban yang selama ini sudah terjaga menjadi rusak,” ujarnya.

Terkait pilihan, politisi senior Partai Demokrat Sumatera Utara ini menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. “Pilih sesuai hati nurani, jangan karena iming-iming,” tegasnya.

Dari dua pasangan calon untuk Pilgubsu dan tiga pasangan untuk Pilkada Medan, Burhanuddin mengimbau masyarakat untuk menilai, mana pasangan yang paling layak untuk didukung. “Saya tidak mau mempengaruhi pilihan bapak ibu, silahkan nilai dan pertimbangan dengan baik-baik, jangan tergoda iming-iming. Jangan uang jadi ukuran dalam menentukan pilihan di TPS,” ujarnya lagi.

“Baru-baru ini kami di DPRD Medan sudah mensahkan APBD Kota Medan Tahun 2025 sebesar Rp7,4 triliun. Kalau anggaran ini tidak dikelola dengan benar, maka akan sia-sia. Tidak akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Makanya, pilihlah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang benar-benar bisa mengelola anggaran itu dengan baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, dia pun pamit kepada masyarakat yang hadir. Pasalnya sosialisasi ini menjadi sosialisasi Perda terakhir yang digelarnya sebagai anggota DPRD Medan. “Selama 15 tahun kita bersama. Saya merasa senang, karena sudah banyak yang saya perbuat untuk masyarakat, khususnya konstituen saya di daerah pemilihan 5, meliputi Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun, dan Medan Polonia,” ungkapnya.

Diakuinya, memang apa yang dilakukannya selama ini masih belum sempurna. Hal itu dikarenakan keterbatasan dirinya sebagai wakil rakyat. “Menyahuti aspirasi masyarakat adalah tanggung jawab moral saya. Karena itu, sy selalu berusaha semaksimal mungkin memperjuangkannya di legislatif,” ujarnya.

Jika masih ada aspirasi masyarakat yang belum terealisasi, menurutnya masih ada waktu 4 bulan lagi untuk merealisasikannya. “Karena tahun anggaran baru berakhir empat bulan lagi, jadi apa yang sudah saya perjuangkan dan ditampung anggarannya di APBD 2024, tetap akan direalisasikan di empat bulan sisa tahun anggaran ini,” ungkapnya.

Di penghujung kegiatan, peserta sosialisasi yang hadir dikagetkan dengan kehadiran bakal calon Wakil Wali Kota Medan, Zakiyudin Harahap. Politisi Partai Gerindra ini sengaja hadir untuk menjalin silaturahmi dengan Burhanuddin Sitepu dan masyarakat yang hadir dalam sosialisasi itu.

“Walaupun Bang Burhan belum dapat rezeki pada Pemilu legislatif kemarin, saya akan tetap menjalin silaturahim dan berkoordinasi dengannya. Saya sudah menganggap Bang Burhan ini sebagai senior saya dalam berpolitik,” ungkapnya.

Menyikapi sosialisasi Perda Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum ini, Zakiyudin mengimbau masyarakat yang hadir untuk sama-sama menjaga pergaulan anak-anaknya yang beranjak remaja. “Jangan sampai anak-anak kita terpengaruh perbuatan negatif. Untuk itu, para orang tua harus rutin mengecek HP anak-anak kita,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini peredaran dan penyalahgunaan narkoba masih marak, bahkan sudah melibatkan anak-anak SMP. “Mari sama-sama kita perangi narkoba. Karena semakin hari semakin memperihatinkan. Anak SMP pun sekarang sudah jadi pengguna narkoba. Saat Rakernas Partai Gerindra di Jakarta baru-baru ini. Presiden terpilih Prabowo Subianto sudah bertekad memerangi narkoba. Jasi, upaya kita memerangi narkoba dibackup Presiden terpilih,” tegasnya.

Hasil juga dalam sosialisasi Perda ini, Rahmad Doni dari Satpol PP, Suciana dari Dinas Lingkungan Hidup, Kasi Trantib B Damanik mewakili Camat Medan Selayang, dan Sekretaris Lurah PB Selayang II Hendriko, serta Staf Ahli DPRD Medan Haris Ricardo Sipahutar, dan tokoh masyarakat lainnya. (adz)

Negara Harus Hadir bagi Peyandang Disabilitas dan Warga Lansia, Robi: Jangan Ada Diskriminasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) punya hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan setiap fasilitas yang disiapkan pemerintah. Tak terkecuali bagi warga Kota Medan yang berstatus sebagai penyandang disabilitas dan warga lanjut usia di Kota Medan, semua punya hak yang sama di mata negara.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.2 Tahun 2024 tentang Perlindungan Peyandang Disabilitas dan Lanjut Usia di Jalan Penampungan 1, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (15/9) sore.

“Semua warga negara punya hak yang sama. Termasuk warga berkebutuhan khusus (disabilitas) dan warga lansia, mereka juga punya hak yang sama dengan warga lainnya. Untuk itu, pemerintah harus hadir guna memastikan mereka mendapatkan hak yang sama dengan warga lainnya,” ucap Robi Barus dihadapan ratusan warga yang hadir.

Oleh sebab itu, sambung Robi, DPRD Kota Medan membentuk Perda No.2 Tahun 2024 tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia. Diharapkan, perda tersebut dapat melindungi para penyandang disabilitas dan warga lanjut usia di Kota Medan.

Robi Barus menegaskan, Perda tersebut dibentuk sebagai payung hukum guna melindungi para penyandang disabilitas dan warga lanjut usia di Kota Medan agar terhindar dari tindakan-tindakan diskriminasi.

“Jangan ada diskriminasi, semua warga negara punya hak yang sama. Perda ini kita bentuk agar para penyandang disabilitas dan warga lanjut usia dapat terhindar dari tindakan diskriminasi,” ujarnya.

Selain membentuk Perda No.2 Tahun 2024 itu, sambung Robi, saat ini Pemko Medan juga sudah membangun fasilitas umum yang menyesuaikan dengan kebutuhan warga disabilitas.

“Seperti jalan-jalan umum, sudah banyak yang diberi tanda khusus bagi penyandang disabilitas agar mereka tetap bisa berjalan di fasilitas umum tersebut,” katanya.

Sementara untuk lansia, terang Robi, Pemko Medan bahkan menyiapkan perhatian khusus dengan menyiapkan bantuan sosial khusus bagi para lansia.

“Sebagai bentuk perhatian serius Pemko Medan kepada warga lansia, Pemko Medan sudah menyiapkan bantuan khusus lansia. Kepada warga lansia yang membutuhkan bantuan, silakan keluarganya membantu mengurus bantuan tersebut ke Dinas Sosial,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah masyarakat menyampaikan aspirasinya kepada Robi Barus. Menyikapi keluhan masyarakat tersebut, Robi Barus pun mengaku akan menindaklanjutinya dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait. (map/saz)

Akhir Masa Jabatan, Warga Amplas Ucapkan Terima Kasih untuk Rizki Nugraha

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Kota Medan periodesasi 2019-2024, M. Rizki Nugraha SE yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 16 September 2024.

Pasalnya, masyarakat menilai sosok Rizki Nugraha sebagai Anggota DPRD Kota Medan yang telah banyak berbuat untuk kepentingan masyarakat Kota Medan selama lima tahun menjabat.

Hal itu diungkapkan warga saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar M. Rizki Nugraha di Jalan Tuar Lingkungan 6, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (16/9).

“Kami warga Amplas mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak Rizki Nugraha. Selama lima tahun ini, bapak sudah banyak berjuang dan berbuat untuk kepentingan masyarakat,” ucap Rahmadiah Fitri sebagai salah seorang warga yang hadir pada kegiatan itu.

Rahmadiah pun berharap, berakhirnya masa jabatan Rizki Nugraha tidak turut mengakhiri silaturahmi yang telah terbangun selama lebih dari lima tahun antara politis Golkar tersebut dengan warga Medan Amplas.

“Berakhirnya masa jabatan Pak Rizki ini jangan sampai memutuskan tali silaturahmi diantara kita, Pak Rizki tetap menjadi bagian penting dari kami warga Amplas,” ujarnya sembari menitihkan air mata.

Terakhir, Rahmadiah pun berharap agar Rizki Nugraha dan keluarga tetap diberi kesehatan dan keberkahan hidup agar dapat terus melayani masyarakat.

“Selama ini Pak Rizki Nugraha adalah tempat kami mengadu. Kedepan, kami tetap akan mengadu kepada bapak. Sebab untuk melayani masyarakat, tidak harus terpilih sebagai Anggota DPRD. Semoga Pak Rizki dan keluarga tetap diberikan kesehatan,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Rizki Nugraha pun turut mengucapkan terimakasih kepada warga Kota Medan, khususnya warga yang berada di Dapil IV (Medan Amplas, Medan Denai, Medan Kota, dan Medan Area).

“Terima kasih atas kebersamaannya selama ini, saya senang bisa melayani bapak/ibu selama lima tahun menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Medan,” ungkapnya.

Rizki Nugraha pun mengaku tetap akan berkomunikasi dengan warga sekalipun dirinya tidak lagi menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Medan di periode 2024-2029 mendatang.

“Insya Allah silaturahmi ini tidak akan berhenti sampai disini. Dari jalur partai politik, saya akan tetap bersama masyarakat,” pungkasnya. (map/saz)

Pecah! Konser SO7 Special Tour 2024 Guncang Kota Medan Dengan Supply Listrik Tanpa Kedip

Petugas pelayanan teknik PLN UP3 Medan memastikan _Uninterruptible Power Supply_ (UPS) telah terpasang dan siap digunakan untuk konser Sheila On 7 (SO7) Special Tour 2024 di Lapangan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara (14/9).

Medan – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara berhasil menghadirkan listrik andal tanpa kedip dalam Konser SO7 Special Tour 2024 yang berlangsung sukses dan meriah di Lapangan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu (14/9/2024).

Dalam mendukung keandalan kelistrikan selama acara berlangsung, PLN menyiagakan serangkaian perlengkapan kelistrikan yaitu 2 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) 100 kilo Volt Ampere (kVA) dan 250 kilo Volt Ampere (kVA), Automatic Change Over Switch, 1 unit genset kapasitas 400 kilo Volt Ampere (kVA) dan 200 kilo Volt Ampere (kVA) serta menerjunkan petugas sebanyak 74 personel.

Ketua panitia konser Sheila On 7 (SO7) Special Tour 2024, Rastiaka Ratu Dwaraditra menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam menyukseskan acara konser bertajuk “Tunggu Aku di Medan” berkat listrik andal PLN.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan kelistrikan PLN dalam konser Sheila On 7 (SO7) Special Tour 2024 ini, kami harap kedepan dapat bersinergi lebih baik lagi, PLN makin maju dan sukses dalam melayani masyarakat,” kata Rastiaka.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Saleh Siswanto, menyampaikan bahwa dalam melayani suplai kelistrikan konser Sheila On 7 ini, PLN menyiagakan peralatan kelistrikan paling canggih dan mutakhir dengan backup kelistrikan berlapis. Suplai utama dari UPS Raksasa dengan backup berupa listrik PLN, dan genset memberikan suplai listrik yang sangat andal dan tanpa kedip.

“Upaya ini menjadi sangat penting dalam penyelenggaraan event karena beberapa instrumen elektronik pendukung konser sangat sensitif terhadap listrik yang berkedip atau tidak stabil. Upaya tersebut sejalan dengan penerapan budaya AKHLAK dalam kinerja 5 tahun kepemimpinan Erick Thohir,” kata Saleh.

Saleh menyampaikan bahwa dengan suksesnya konser Sheila On 7, para penyelenggara event tak perlu ragu menyerahkan urusan kelistrikannya kepada PLN. PLN selama ini terbukti mampu menghadirkan listrik andal dalam berbagai event nasional maupun internasional.

Saleh menambahkan bahwa sepanjang tahun 2024, PLN telah berhasil menjaga sistem kelistrikan di berbagai event nasional maupun internasional antara lain balap perahu super cepat F1 Powerboat (F1H2O), WSL Nias Pro 2024, dan pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024.

“PLN mampu memberikan listrik yang andal dan berkualitas, dengan hasil yang sangat baik, safety dan tanpa kedip sehingga masyarakat dapat menikmati event dengan puas dan tentunya ekonomi menjadi lebih bergeliat,” pungkas Saleh. (ila)

Dinsos Medan dinilai Belum Maksimal Atasi Masalah Kemiskinan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sosial (Dinsos) dinilai belum maksimal dalam mengatasi masalah kemiskinan di Kota medan. Sebab hingga saat ini, masih banyak warga Kota Medan yang berhak mendapatkan bantuan sosial (bansos) namun belum kunjung mendapatkannya. Sebaliknya, terdapat warga yang tidak berhak namun justru mendapatkan bantuan tersebut.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, Dedy Aksyari Nasution ST saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di
Jl. Kemiri II No. 36, Kelurahan Sudirejo II, Kec. Medan Kota, Minggu (16/9/2024).

“Banyak bansos yang tidak tepat sasaran, sehingga masalah kemiskinan di Kota Medan belum teratasi dengan baik. Dalam hal ini, kita melihat kinerja Dinsos Medan belum maksimal,” ucap Dedy Aksyari.

Dihadapan ratusan masyarakat yang hadir, untuk dapat dimasukkan dalam kategori warga miskin, ada beberapa point yang diatur di dalam perda tersebut. Diantaranya lantai rumah masih tanah, ukuran rumah tidak lebih dari 8 meter persegi dan pendapatan di bawah Rp15 ribu per hari.

“Kalau kita mengacu pada poin-poin itu, agak sulit mencarinya di Medan. Jadi kita masukkan juga kriteria warga yang tidak punya rumah atau nomaden, tidak punya pekerjaan tetap dan lainnya. Jadi, Pemko wajib memberikan bantuan juga kepada mereka,” ujarnya.

Menurut Dedy, pendataan warga miskin yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan juga kurang maksimal. Sebab saat pendataan berlangsung, BPS meminta bantuan kepala lingkungan (Kepling).

“Akibatnya, cenderung orang-orang terdekat kepling saja yang didata, akhirnya angka kemiskinan tidak berubah dan orangnya itu-itu saja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, warga Kelurahan Sudirejo II Kecamatan Medan Kota, juga mempertanyakan bagaimana cara mendapatkan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa.

“Kenapa begitu sulit untuk mengurus surat miskin dan lainnya di kelurahan ini pak dewan? Karena kami butuh surat itu untuk pengajuan bantuan dan lain-lain,” ucap salah seorang warga.

Menjawab hal itu, Dedy Aksyari mendorong pihak kelurahan agar dapat membantu masyarakat dalam mengurus surat-surat yang mereka butuhkan.

“Kepala pihak kelurahan, tolong jangan persulit warga yang ingin mengurus surat-surat yang dibutuhkan. Berikan edukasi, apa-apa saja yang harus mereka lengkapi untuk bisa mendapatkan surat tersebut,” tuturnya.

Masih dalam kesempatan itu, Dedy mengajak warga untuk menjaga kebersihan diri demi mencegah banjir dan drainase mampet di Kelurahan Sudirejo II dan Kota Medan.

“Buanglah sampah ke tempatnya serta pilah mana sampah yang dapat di daur ulang sehingga dapat sampah tersebut dapat menjadi barang berekonomis,” pungkasnya. (map)