32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 511

National Blood Donation 2024, Generali Indonesia Gelar Donor Darah Serentak di 16 Titik Seluruh Indonesia

DONOR DARAH: Kegiatan donor darah yang digelar Generali Indonesia. (Sumut Pos/Dokumen Pribadi)

MEDAN,SUMUTPOS.CO – PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) gelar donor darah serentak di 16 titik di belasan kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Jayapura, Pekanbaru, Palembang, Medan, Malang, dan Cirebon, Jumat (16/8).

Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian ulang tahun ke-16 Generali Indonesia untuk saling membantu sesama bagi yang membutuhkan transfusi dan upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat lebih sehat. Inisiatif ini melibatkan hampir 2.000 pendonor dan relawan.

Di kawasan Medan sendiri, kegiatan donor darah diselenggarakan di Kantor Pemasaran Generali Indonesia AG- Medan Galaxy, yang terletak di Komplek Multatuli Indah Blok CC Nomor 25-28, Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang diikuti ratusan pendonor mulai dari tenaga pemasar, nasabah hingga masyarakat sekitar.

Direktur dan Chief Operation Officer, Jutany Japit mengungkapkan, pihaknya bersyukur sudah 16 tahun Generali Indonesia hadir melindungi hingga lebih dari 400.000 nasabah.

Wujud syukur ini, katanya, diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang merupakan bentuk kepedulian nyata antar sesama dan saling memberikan manfaat, baik dari pendonor dan kepada yang menerima donor.

“Acara ini juga merupakan bagian dari wujud salah satu nilai yang terus kami wujudkan, Live the Community, di mana kami ingin terus berkontribusi dan menjadi bagian penting dari masyarakat di mana kami beroperasi,” ujarnya,

Adapun, menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), ketersediaan darah untuk donor secara ideal adalah 2,5 persen dari jumlah penduduk, sehingga di Indonesia dibutuhkan darah sebanyak 4,9 juta kantong darah, di mana setiap satu kantong darah bisa menyelamatkan tiga nyawa.

“Mendonorkan darah sendiri memiliki berbagai manfaat seperti menurunkan risiko penyakit kanker, membantu menurunkan berat badan, mendeteksi penyakit serius, mengurangi penumpukan besi dan mineral dalam darah, menjaga kesehatan mental, dan meningkatkan produksi eritrosit baru,” katanya.

Selain itu, sambung Jutany, penelitian berjudul Cardiovascular risk in 159 934 frequent blood donors while addressing the healthy donor effect, yang terbit pada BMJ Journal menemukan, bahwa wanita yang secara rutin mendonorkan darah akan lebih terlindungi secara jangka panjang terhadap penyakit kardiovaskular karena melancarkan aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri sehingga mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga 88 persen.

Ia mengucapkan, terima kasih kepada semua pihak yang telah bergabung. Semoga kegiatan ini bisa membantu PMI dalam menyediakan kantong darah secara Nasional dan membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan.

“Kami juga berharap kegiatan ini bisa semakin mengukuhkan komitmen kami untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” harapnya.

Jutany menjelaskan, sebagai rangkaian dari perayaan ulang tahun ke-16 Generali Indonesia, kegiatan donor darah sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjuta, di mana merupakan bagian dari peran responsible corporate citizen atau sebagai bagian dari warga masyarakat yang bertanggung jawab, selain peran lain yang dijalankan sebagai investor yang bertanggung jawab (responsible investor), perusahaan asuransi yang bertangung jawab (responsible insurer) dan pemberi kerja yang bertanggung jawab (responsible employer).

“Sesuai dengan komitmen terhadap keberlanjutan tersebut, Generali Indonesia terus melibatkan peran aktif dari seluruh stakeholder agar dapat memberikan dampak yang lebih besar,” pungkasnya. (dwi)

Semarakkan HUT RI, Polsek dan Puskesmas Dolok Masihul Gelar Donor Darah

BERSAMA: Staf Ahli Bupati Kaharuddin, Sekcam, Kapolsek Akp Adolf Purba, Ipda Brimen, Pahala Sitorus, Dapot Sinaga, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta personel Nakes Puskesmas Dolok Masihul. ( Fad )

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Semarak HUT RI ke-79 di Kabupaten Serdang Bedagai terasa istimewa. UPTD Puskesmas Dolok Masihul, bekerjasama dengan berbagai pihak, sukses menggelar kegiatan donor darah pada Kamis (15/8).

Para peserta donor darah berasal dari warga Desa se-Kecamatan Dolok Masihul, TNI-Polri, Staf Perkebunan. Dari 60 pendaftar, sebanyak 50 orang berhasil mendonorkan darahnya

Sebelum mendonorkan darah, para peserta terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Sulaiman Seirampah.

Antusiasme ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Staf Ahli Pemkab Serdang Bedagai, Kaharuddin yang hadir mewakili Bupati Sergai H.Darma Wijaya.

“Donor darah ini sangat positif dan menjadi contoh me-motivasi karena di Kabupaten Serdang Bedagai ini baru pertama kali diadakan Puskesmas,” cetusnya.

Kepala UPTD Puskesmas Dolok Masihul, dr. Risnawati Bangun, M.Kes, menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak.

“Kegiatan ini bukan hanya penting bagi kesehatan namun juga mempererat tali persaudaraan dan semangat gotong royong dalam menyumbangkan darah bagi saudara saudara kita yang membutuhkan darah,” ujarnya.

Salah satu pendonor, Supriadi (40), mengaku sudah beberapa kali melakukan donor darah.

“Saya merasa lebih sehat setelah donor darah,” ujarnya.

Dalam kegiatan turut hadir Staf Ahli Bupati Kaharuddin, Sekcam, Kapolsek Akp Adolf Purba, Danramil, Bank BNI, PT. Socfindo, Ipda Brimen, Pahala Sitorus, Dapot Sinaga, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta personel Nakes Puskesmas Dolok Masihul.

Kegiatan donor darah ini juga menjadi contoh nyata bagaimana semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama. ( fad/han )

Pj Gubsu Agus Fatoni Kukuhkan 72 Paskibraka Tahun 2024

KUKUHKAN: Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni mengukuhkan sebanyak 72 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Kota Medan, Kamis (15/8/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni mengukuhkan 72 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumut tahun 2024. Upacara pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Sumut, Kamis (15/8/2024).

“Anak-anakku semua telah membuktikan, telah berhasil melewati proses yang panjang, melewati seleksi tahapan-tahapan, dan juga pendidikan pelatihan. Oleh karena itu jalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” kata Fatoni.

Fatoni berpesan kepada anggota Paskibraka Sumut, agar tetap mempertahankan prestasi yang telah dicapai, memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara. Hal ini tentunya dilakukan dengan menanamkan jiwa patriotisme, rela berkorban, cinta tanah air dan peduli kepada sesama.

“Jadilah generasi muda yang membanggakan bagi keluarga, bangsa, dan negara. Jadilah anak muda yang menginspirasi bagi lingkungan sekitar,” ucap Fatoni.

Menurutnya, kesuksesan para anggota Paskibraka mampu menjadi modal utama dan bekal untuk mencapai kesuksesan ke tahap-tahap selanjutnya. Fatoni juga mengingatkan kepada anggota Paskibraka tentang peristiwa penting dalam waktu dekat yang ada di Provinsi Sumut.

Selain Proklamasi 17 Agustus 2024, Fatoni mengingatkan sebentar lagi Provinsi Sumut akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI dan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

“Sumatera Utara menjadi tuan rumah PON merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kita semua, karena untuk menjadi tuan rumah juga tidak mudah. Kita menjadi tuan rumah PON pada tahun 1953, saat itu adalah PON ketiga. Baru kali ini kita bisa menjadi tuan rumah lagi,” kata Fatoni.

Fatoni mengatakan pada tahun ini Provinsi Sumut akan melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada 27 November nanti serta menjaga iklim kondusif, toleran, sehingga terwujud Pilkada aman, damai dan sukses.

Diketahui terdapat 72 anggota Paskibraka Sumut yang akan bertugas mengibarkan bendera pusaka pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Astaka Jalan Pancing, Deliserdang pada 17 Agustus 2024.

Upacara Pengukuhan Paskibraka Provinsi Sumut Tahun 2024 terasa semakin khidmat, terutama pada saat pengucapan sumpah 72 anggota Paskibraka. Kevin Hervaniel Vondraya Hulu asal Gunung Sitoli terpilih menjadi Pemimpin Upacara Paskibraka Sumut Tahun 2024.

Fatoni selaku pembina upacara juga menyematkan atribut pin dan kendit di dada Kevin Hervaniel Vondraya Hulu sebagai simbol pengukuhan Paskibraka Sumut 2024. Kemudian dirinya memberikan ucapan selamat kepada anggota Paskibraka satu-persatu.

Turut hadir pada upacara pengukuhan Paskibraka Sumut 2024, Ketua DPRD Sumut Sutarto, Forkopimda Sumut serta sejumlah pimpinan OPD Sumut.(san/han)

Indosat Hadirkan Kampung IM3 di Wilayah Sumatra

KAMPUNG: IM3 menginisiasi program “Kampung IM3” di beberapa desa yang tersebar di wilayah Sumatra dan sekitarnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 menginisiasi program “Kampung IM3” di beberapa desa yang tersebar di wilayah Sumatra dan sekitarnya. Program yang dijalankan sejak Juli hingga Desember 2024 ini merupakan wujud komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia lewat pengembangan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat, yang ditunjang oleh jaringan IM3 yang luas dan stabil.

Fahd Yudhanegoro, EVP – Head of Circle Sumatra* Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, banyaknya pelaku UMKM di desa sangat berpengaruh terhadap perekonomian setempat. UMKM membutuhkan konektivitas internet yang andal untuk mengembangkan usahanya.

“Melalui brand IM3, Indosat hadir dengan menyediakan layanan telekomunikasi untuk mendukung aktivitas digital masyarakat di desa. Dengan hadirnya layanan internet dari IM3 yang luas dan stabil hingga ke pelosok perdesaan, kami percaya hal tersebut akan dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.

Dalam program Kampung IM3, Indosat memberikan dukungan berupa sejumlah perangkat CCTV yang saling terhubung ke server aplikasi melalui jaringan yang #SelaluNyambungdenganIM3. Sistem CCTV berbasis jaringan nirkabel ini memungkinkan pengawasan secara real-time dan melakukan perekaman yang bisa diakses dari jarak jauh. Community center di desa juga akan dilengkapi dengan fasilitas WiFi untuk melengkapi fungsinya sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Indosat telah menyediakan jaringan internet yang luas dan stabil untuk mendukung sistem CCTV dalam program Kampung IM3. Dengan koneksi internet yang baik, sistem CCTV bisa berfungsi secara optimal. Dalam program Kampung IM3, Indosat bekerja sama dengan pemerintah desa dalam mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan pengawasan untuk menciptakan lingkungan desa yang aman dan nyaman. Kolaborasi ini mencakup aspek teknis dan logistik, termasuk instalasi dan pemeliharaan sistem CCTV,” lanjut Fahd.

Untuk memastikan agar dukungan fasilitas yang diberikan Indosat dapat digunakan secara efektif, program Kampung IM3 juga memberikan pelatihan tentang cara pengoperasian dan pemeliharaan sistem CCTV kepada aparat pemerintah desa. Dengan sistem CCTV berbasis jaringan, data yang didapatkan bisa dikelola dan dianalisa untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Indosat juga menyediakan opsi platform atau solusi yang memungkinkan pengelolaan dan pemantauan data secara efisien oleh aparat pemerintah desa.

Saat ini, program Kampung IM3 sudah berjalan di wilayah Medan dan sekitarnya, tepatnya di Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Lebih lanjut, program Kampung IM3 juga sedang dalam proses implementasi di 15 desa di wilayah lainnya seperti Banda Aceh, Binjai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Padang, Pekanbaru, Batam, Jambi, Bengkulu, Lubuklinggau, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Metro, dan Lampung Timur.

Ke depannya, program Kampung IM3 diharapkan dapat terus memberikan efek positif berganda kepada masyarakat setempat di hingga 30 desa di Sumatra, baik dari sisi peningkatan perekonomian, keamanan dan juga perbaikan fasilitas desa. (rel/ram)

Pasok Gas Bumi 18 BBTUD, PGN Dukung Pengembangan Industri Solar Panel

TANDA TANGAN: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan penandatanganan Perjanjian Supplier Integrity Agreement dengan PT Xinyi Solar Indonesia (XSI). Pada waktu yang bersamaan, dilakukan penyerahan kontrak Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) oleh PGN kepada XSI.

SURABAYA, SUMUTPOS.CO- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan penandatanganan Perjanjian Supplier Integrity Agreement dengan PT Xinyi Solar Indonesia (XSI). Pada waktu yang bersamaan, dilakukan penyerahan kontrak Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) oleh PGN kepada XSI. PJBG ini sebagai implementasi komitmen pengembangan bisnis dan pemenuhan energi gas bumi khususnya di wilayah Jawa Timur.

Dalam PJBG tersebut, PGN dan XSI berkomitmen untuk pemanfaatan gas bumi hingga mencapai nilai kontrak 18 BBTUD selama jangka waktu yang telah disepakati kedua belah pihak. Adapun XSI yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik JIIPE merupakan produsen kaca solar panel terkemuka di pasar global.

Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini menyampaikan bahwa PGN berkomitmen akan memberikan pelayanan dan penyaluran gas bumi yang reliable kepada XSI. “Harapannya kerjasama ini dapat terus ditingkatkan dengan membantu pelanggan dalam memberikan energi baik yaitu gas bumi sebagai energi ramah lingkungan. Kami akan menjaga quality layanan gas agar bisa senantiasa mendukung kegiatan produksi XSI,” ujar Ratih.

Wang Ranchun selaku General Manager XSI juga menyampaikan agar PGN dapat menjaga sustainability pasok gas bumi sehingga dapat menunjang Kegiatan operasional di Perusahaan mereka. “Kami berharap rencana kerjasama kedepan ini dapat menjadi dua hal yang saling menguntungkan,” ucap Wang.

PGN berupaya secara berkelanjutan menyediakan pasokan gas bumi yang handal bagi para penggunanya di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai penyedia energi fosil yang rendah emisi, PGN berkeinginan turut andil dalam upaya pemerintah mendorong industri yang ramah lingkungan. (rel/ram)

F. Serbundo Serahkan Naskah Akademis dan Draf Ranperda Perlindungan Buruh Sawit ke Fraksi PKS DPRD Sumut

Ketua Umum DPP F. Serbundo Herwin Nasution SH menyerahkan naskah akademis dan draf Ranperda Perlindungan Pekerja/Buruh Perkebunan Kelapa Sawit kepada Anggota DPRD Sumut, Hendro Susanto di ruang Fraksi PKS, Kamis (15/8). (Dokumentasi DPP F.Serbundo)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (F. Serbundo), Herwin Nasution SH menyerahkan naskah akademis dan draf Racangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Pekerja/Buruh Perkebunan Kelapa Sawit yang Sensitif Gender di Sumatera Utara (Sumut) kepada Anggota DPRD Sumut, Hendro Susanto dari Fraksi PKS, Kamis (15/8). Penyerahan naskah akademik dan draf Ranperda ini dimaksudkan agar menjadi pembahasan di DPRD Sumut lewat Fraksi PKS.

Dalam pertemuan ini, Herwin Nasution menjelaskan, betapa pentingnya perlindungan hukum bagi buruh perkebunan sawit di Sumatera Utara. Sebab, masih banyak buruh perkebunan sawit yang tidak mendapatkan hak-haknya seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, status kerja, upah kerja, K3, hubungan kerja seperti buruh harian lepas, kernet atau buruh hantu, outsorsing, dan penghalang-halangan berserikat.

Lebih lanjut diungkapkannya, buruh perkebunan sawit juga bekerja memakai sistem satuan target, waktu, luas, dan gabungan, sehingga beban kerja cukup berat. Apalabila target tidak tercapai, maka akan dikenakan sanksi dari pihak managemant perusahaan. Maka untuk mendapatkan hasil kerja, seorang buruh harus berjalan kaki mengelilingi perkebunan seluas empat hektar atau berkisar 4 kilo meter dan harus mendapatkan target sebanyak dua sampai dua setengah ton perhari. “Jika tidak sesuai dengan target, maka buruh tersebut harus menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan target yang akhirnya buruh perkebunan sawit tersebut harus membawa keluarganya,” katanya.

Di samping itu juga, lanjut Herwin, tempat mereka bekerja terilisolir, trasportasi dan komunikasi sangat sulit. Dalam bekerja, mereka juga mengandalkan fisik, sehingga banyak mengeluarkan kalori. “Apalagi, buruh perempuan bidang perawatan, penyemprotan, dan pemupukan yang berpotensi terpapar bahan kimia, buruh tetap diseharuskan bekerja dengan alat pelindung diri (APD) yang tidak memadai,” bebernya.

Kebijakan yang ada saat ini, lanjut Herwin, lebih mengakomodasi buruh di sektor manufaktur. Sedangkan buruh manufaktur yang bekerja di perkotaan didukung komunikasi, trasportasi, hiburan, pendidikan tersedia dengan mudah dan bekerja dengan menggunakan mesin serta waktu kerja yang memadai.

Menurut Herwin Nasution, Sumatera Utara merupakan daerah perkebunan sawit yang sampai saat ini telah mencapai seluas 2.02 juta haktar (Kementan tahun 2023). Sedangkan jumlah buruh yang bekerja mencapai sekitar 1,9 juta orang (data F. Serbundo tahun 2023). Terdapat 237 perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara (BBPS Provinsi Sumatera Utara).

Melihat dari sektor perkebunan yang memiliki kontribusi yang cukup signifikan dalam perekonomian Sumut, mencapai 13,88 % dengan jumlah luas perkebunan sawit 2,2 juta haktar di Sumatera Utara. (Sumber : https://sumutprov.go.id/artikel/artikel/pemprov-sumut-lakukan-empat-strategi-perkuat-daya-saing-perkebunan).

Minimnya tingkat pendidikan dan kemampuan pada sektor buruh perkebunan sawit yang masih sangat rendah. Melihat realita yang ada di Perkebunan Kelapa Sawit terdapat sebanyak 51,43 % tamatan SD, SMP 31,35 %, SMA 5,11 % dan tidak sekolah ada 12,11 %. (Sumber : OPPUK 2023). Tingkat pendidikan yang sangat rendah, berakibat terhadap ketidakmampuan buruh sawit untuk menegosiasikan haknya dengan pihak perusahaan. Hal ini juga berakibat pada rendahya posisi tawar buruh sawit ketika berhadapan dengan pihak perusahaan.

Akibat rendahnya posisi tawar buruh sawit dalam hubungan kerja di perkebunan kelapa sawit, mengakibatkan pihak managemant membuat aturan perusahaan tanpa melibatkan pihak buruh maupun pemerintah. Situasi ini bisa dikategorikan sebagai perbudakan modern dan kebijakan aturan di perkebunan seperti Negara dalam Negara. Sehingga perlu adanya perundangan-undangan dalam tingkat nasional atau peraturan daerah yang mengatur tentang perlindungan hukum secara khusus buruh diperkebunan kelapa sawit.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, Hendro Susanto menyambut baik komitmen F. Serbundo yang terus memperjuangkan hak-hak buruh perkebunan sawit yang saat ini menginisisiasi Ranperda Perlindungan Buruh Perkebunan Sawit di Sumatera Utara. “Saya dari Fraksi PKS mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya terhadap Fraksi FPKS, untuk sama-sama berjuang supaya proses pembahasan dan pengesah Ranperda ini berjalan lancar,” ujarnya.

Hendro menjelaskan, yang bisa mengusulkan sebuah Ranperda adalah legislatif dan pemerintah. Jika masyarakat ingin mengusulkan sebuah ranperda, jelas Hendro, pintunya dari legislatif atau DPRD melalui fraksi-fraksi atau Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

“Proses pengusulan itu biasanya di akhir tahun. Karena usulan ini baru masuk di Fraksi PKS, usulan ini akan kita kaji di fraksi dulu. Semoga ini bisa menjadi pembahasan di pengurusan baru periode 2024-2029, agar bisa masuk dalam Program Legislatif Daerah (Prolegda),″ harapnya. (adz)

Dukung Api Abadi Terus Menyala, PGN Sukses Alirkan Gas Bumi ke Monumen Taman Kusuma Bangsa IKN

API: PGN mengalirkan gas bumi menggunakan dua tabung C-Cyl berkapasitas 24 m³ yang direncanakan akan membuat Api Abadi di IKN menyala selama 24 jam setiap hari.

IKN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada 17 Agustus 2024, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil menyelesaikan instalasi dan pengaliran gas bumi ke Monumen Taman Kusuma Bangsa atau yang lebih dikenal dengan Api Abadi di kawasan Beranda Nusantara, Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Gas bumi ini disalurkan menggunakan dua tabung C-Cyl berkapasitas 24 m³ yang direncanakan akan membuat Api Abadi menyala selama 24 jam setiap hari. Penggunaan gas bumi di Monumen Taman Kusuma Bangsa merupakan bagian dari komitmen PGN untuk menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan, mendukung visi besar Indonesia Emas 2045,” ungkap Ratih Esti Prihatini, Direktur Komersial PGN.

Sejalan dengan semangat ‘Nusantara Baru Indonesia Maju’, Pertamina grup mengejawantahkannya melalui tema ‘Energi Baru Untuk Indonesia Maju’, PGN menegaskan perannya dalam mendukung kesiapan infrastruktur gas bumi, energi bersih ramah lingkungan di Kawasan IKN, khususnya untuk perayaan HUT RI yang akan datang. Taman Kusuma Bangsa, yang baru saja diresmikan, kini menjadi pusat perhatian di Beranda Nusantara dengan berbagai elemen penting seperti sayap pelindung Nusantara, tiang bendera, patung Soekarno-Hatta, dan Monumen Api Abadi.

Taman Kusuma Bangsa dibangun sebagai tempat yang didedikasikan untuk menghormati pahlawan-pahlawan Indonesia yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa. Pada tanggal 17 Agustus mendatang, tepat pukul 00.00, akan diselenggarakan acara Renungan Suci di Taman ini. Acara ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan yang mendalam terhadap jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

Dalam rangka memastikan pasokan energi yang stabil dan andal di IKN, PGN mengkombinasikan infrastruktur pipeline dan beyond pipeline yang telah dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Sub WP 1A. Dalam mempercepat penetrasi pemanfaatan gas bumi, PGN mengoptimalkan moda beyond pipeline dengan menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) yang diangkut melalui tabung cylinder atau yang dikenal dengan Gaslink Cylinder.

“Gaslink Cylinder ini telah dipasang di berbagai lokasi strategis di IKN, termasuk di Rumah Jabatan Menteri (RTJM), Istana Negara, Istana Garuda, kantor Sekretariat Presiden, serta berbagai fasilitas pemerintah lainnya. Hingga saat ini Progres Shelter terpasang 10/13 atau mencapai 77%. Total 34 unit Gaslink Cylinder dengan proyeksi penyaluran gas bumi mencapai 4.583 m³ per bulan pada Agustus 2024” ungkap Ratih .

Pasokan gas bumi didatangkan dari Balikpapan, Kalimantan Timur, melalui intermoda transportasi gas bumi ini, juga diharapkan dapat mendukung rencana pemerintah dalam pembangunan kawasan industri hijau di IKN, di mana gas bumi, dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan energi fosil lainnya, dapat menjadi pilihan utama sebagai energi bersih.

PGN senantiasa berkolaborasi dengan Otorita IKN serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan bahwa penyediaan gas bumi di IKN tidak hanya mendukung perayaan HUT RI, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Inisiatif ini tidak hanya mendukung perayaan HUT RI ke-79 tetapi juga sejalan dengan visi besar Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2060. Dengan infrastruktur gas bumi yang andal, PGN siap menjadi pilar utama dalam mendorong Indonesia Maju melalui penyediaan energi yang bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di IKN,” pungkas Ratih. (rel/ram)