Home Blog Page 5178

Penumpang Angkot Semakin Menurun, Pemerintah & Organda Harus Berbenah

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS angkot: Penumpang turun dari angkot di Jalan Iskandar Muda. Saat ini peminat angkot menurun sejak adanya transportasi online.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Angkot: Penumpang turun dari angkot di Jalan Iskandar Muda. Saat ini peminat angkot menurun sejak adanya transportasi online.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peminat penumpang terhadap angkutan kota (angkot) di Kota Medan semakin menurun. Warga lebih memilih angkutan online, baik roda dua maupun roda empatn

meski ongkosnya lebih mahal dari angkot. Karenanya, pemerintah maupun Organisasi Angkuta Darat (Organda) Kota Medan harus berbenah mengatasi hal ini.

Pengamat Transportasi di Kota Medan, Medis Sejahtera Surbakti menilai, kondisi terpuruknya angkutan konvensional di Kota Medan harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kota. “Memang jelas angkutan konvensional semakin terpuruk, kenapa? Karena regulasi dan aturan untuk angkutan online juga tidak dikawal ketat oleh pemerintahnya. Harusnya aturan ditegakkan, semua tetap ‘bermain’ dalam koridor aturan yang sudah ditetapkan. Baik konvensional maupun online, semua harus ikut aturan main supaya ada kesetaraan,” tegas Medis.

Pengawasan terhadap angkutan online, lanjut Medis, memang bukan lah hal yang mudah. “Tapi kan pasti ada tekniknya dan pihak Dinas Perhubungan pastilah lebih tahu. Sekarang tinggal bagaimana mereka, serius atau tidak dalam mengawasi angkutan online di Kota Medan ini?” ujarnya.

Intinya, kata Medis, harus ada keberpihakan pemerintah terhadap angkutan umum yang merupakan moda transportasi massal, sebagai upaya pemerintah dalam menggalakkan transportasi massal yang bertujuan untuk menekan kemacetan di kota – kota besar seperti Kota Medan.

Namun demikian, lanjut Medis, pihak angkutan umum konvensional juga harus mulai berbenah dalam berbagai hal. “Selain mendapatkan keberpihakan dari pemerintah, angkutan konvensional juga harus berbenah, bagaimana caranya agar masyarakat kembali menjadikan angkot sebagai transportasi ‘primadona’ di Kota Medan. Intinya penumpang ingin kenyamanan dan harga yang terjangkau, itu jadi tugas pemerintah,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Iswar mengakui bahwa saat ini banyak masyarakat yang kurang berminat memilih angkot sebagai moda transportasi sehari-hari. “Iyalah, kurang nyaman dan banyak hal yang disebut penumpang sebagai keluhan. Justru inilah tugas kita, bagaimana caranya agar masyarakat mau memilih transportasi massal, salah satunya angkot untuk menjadi alat transportasi mereka sehari-hari,” tegasnya.

Begitupun, kata Iswar, hingga kini pihaknya terus berupaya untuk segera membuat satu terobosan agar dapat segera memperbaiki dan membenahi transportasi massal di Kota Medan. “Ini sedang kita upayakan bagaimana caranya agar angkot dan transportasi massal lainnya bisa diminati oleh masyarakat umum.

Kita harus buat kesetaraan antara angkutan konvensional dan online. Karena sebenarnya mereka itu tak perlu bersaing, justru saingan mereka yang sebenarnya adalah mobil-mobil pribadi. Kita sedang berupaya bagaimana caranya agar masyarakat lebih memilih angkutan umum daripada mobil pribadinya,” kata Iswar.

Dikatakannya, saat ini jumlah Angkot konvensional di Kota Medan berkisar 7.000 unit. Jumlah itu tidaklah terlalu banyak, bahkan disebut masih sangat ideal untuk sebuah kota besar seperti kota Medan. “Gak banyak lah itu, harusnya malah lebih dari itu. Inikan Kota Medan, bukan kampung – kampung, jumlah itu masih sangat ideal lah,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Organda Medan melakukan protes terhadap Dishub Sumut atas membeludaknya jumlah angkutan online roda 4 di Kota Medan yang dinilai telah melanggar Permenhub 118 tahun 2018 yang salah satunya mengatur tentang pembatasan jumlah angkutan online di Kota Medan. Sejumlah pihak termasuk masyarakat juga kerap melakukan protes terhadap angkot konvensional yang juga disebut membeludak di Kota Medan.

Berdasarkan Permenhub 118, seluruh taksi online harus memiliki Kartu Pengawasan (KPs) dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumut. Selain itu, taksi online juga harus terdaftar di badan usaha. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Karena hal itu, angkutan Online disebut sebagai ‘angkutan pemangsa’ bagi angkutan konvensional dan membuat angkutan konvensional kian terpuruk. (map/ila)

Hujan Deras, Pohon di Jalan Sudirman Tumbang, Seorang Pengendara Motor Kritis Tertimpa

POHON TUMBANG: Petugas Dishub Kota Medan bersama warga berada di lokasi tumbangnya pohon saat hujan deras di Jalan Sudirman, Medan, tepatnya di depan Taman Ahmad Yani Medan, Jumat sore (19/7). Petugas Dishub dengan dibantu warga, berupaya mengevakuasi seorang pengendara sepeda motor yang tertimpa pohon.
POHON TUMBANG: Petugas Dishub Kota Medan bersama warga berada di lokasi tumbangnya pohon saat hujan deras di Jalan Sudirman, Medan, tepatnya di depan Taman Ahmad Yani Medan, Jumat sore (19/7). Petugas Dishub dengan dibantu warga, berupaya mengevakuasi seorang pengendara sepeda motor yang tertimpa pohon.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pengendara sepedamotor NMAX dengan plat BK 3890 AHL bernama Ilham Maulana (23), warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kelurahan Besar, Medan Labuhan, kritis tertimpa pohon tua di Jalan Sudirman, Medan, tepatnya di depan Taman Ahmad Yani saat terjadi hujan deras disertai angin kencang Jumat (19/7) sore.

Sontak kejadian ini membuat panik sejumlah pengguna jalan yang. Pengendara sepedamotor dan warga yang berada di sekitar lokasi berusaha untuk mengevakuasi korban tertimpa pohon.

Tampak pula petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan yang berada di lokasi membantu warga menyngkirkan batang pohon yang menjepit korban. Penyelamatan terhadap korban berhasil dilakukan.”Masih hidup, masih hidup, bawa ke rumah sakit segera. Minggir, minggir semuanya, minggir!” terdengar teriakan dari seorang warga yang mengetahui korban masih hidup. Dengan digotong beramai-ramai, korban kemudian dilarikan warga sekitar ke rumah sakit terdekat, RS Santa Elisabeth.

Amatan di lokasi, pohon Trembesi berdiameter kuranglebih 1 meter ini ‘tergeletak’ di badan Jalan Sudirman. Aliran listrik di sekitar lokasi pun mati lantaran kabel jaringan listrik putus tertimpa pohon tersebut.

Satria, salah seorang saksi mata mulanya menyangka kalau kejadian itu ledakan trafo. “Mulanya kami mengira trafo listrik meledak, karena setelahnya listrik di warung kopi tempat saya duduk mati. Kejadiannya sekira setengah 6, pas hujan angin kencang,” ujarnya.

Saksi Mata, Yono mengungkapkan saat kejadian sedang hujan deras. Namun, tak lama guyuran hujan disertai petir sebuah pohon besar tumbang dan langsung menimpah korban tersebut.

“Tidak sadarkan diri sepertinya kritis. Karena, ketimpah batang pohon besar itu,” ucap Yono, yang ikut mengevakuasi korban.

Sementara itu, pohon tumbang tersebut menutupi sebagian ruas jalan dan menyebab kemacematan. Tak lama berselang kejadian tersebut, petugas Dinas Pertamanan Kota Medan turun untuk membersihkan material pohon tumbang tersebut. (dvs/gus/ila)

Butterfly Valve IPAM Sunggal Rusak, Distribusi Air ke Pelanggan Terganggu

PDAM TIRTANADI FOR SUMUT POS RUSAK: Butterfly Valve diameter 600 mm di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Sunggal yang mengalami kerusakan.
PDAM TIRTANADI FOR SUMUT POS
RUSAK: Butterfly Valve diameter 600 mm di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Sunggal yang mengalami kerusakan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Butterfly Valve diameter 600 mm di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Sunggal yang berfungsi sebagai pengatur aliran air baku dari sungai menuju Clearator No. 1 mengalami kerusakan.

Untuk menghindari terjadinya gangguan pada sistem pengolahan air di IPAM Sunggal maka PDAM Tirtanadi akan melakukan penggantian Butterfly Valve yang rusak tersebutn

Informasi ini disampaikan Kepala Sekretaris Perusahan PDAM Tirtanadi Jumirin kepada wartawan melalui siaran persnya, Jumat (19/7). Jumirin menjelaskan, penggantian Butterfly Valve 600 mm di IPAM Sunggal dilaksanakan pada Sabtu (20/7) malam;mulai pukul 22.00 WIB dan diperkirakan selesai pada Minggu (21/7) dini hari pukul 01.00 WIB.

Menurut Jumirin, pekerjaan sengaja dilakukan pada malam hari di saat pemakaian air oleh masyarakat sudah mulai berkurang . Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan pendistribusian air kepada pelanggan.

“Begitupun kami tetap harus menginformasikan hal ini kepada masyarakat agar masyarakat dapat melakukan tindakan antisipasi bila terjadi gangguan pendistribusian air dengan menampung air sebelum pekerjaan dilaksanakan,” ujar Jumirin.

Adapun wilayah yang terkena dampak dari pekerjaan penggantian Butterfly Valve ini, baik kualitas, kuantitas maupun kontinuitas, yakni : Jl. Ayahanda, Jl. Danau Singkarak, Jl. Sekip sekitarnya, Jl. Serdang, Jl. Purwo, Jl. HM. Said, Jl. Banteng, Jl. Kaprten Muslim, Jl. Budi Luhur, Jl. Sunggal, Jl. Bunga Raya, Jl. Flamboyan Raya, Jl. Melati Raya, Jl. Tanjung Selamat.

Jumirin menyampaikan permohonan maaf atas gangguan ini dan menginformasikan bahwa PDAM Tirtanadi telah menyiapkan mobil tangki untuk mensuplai pelanggan yang mengalami gangguan pendistribusian air.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan kami, bagi pelanggan kami yang mengalami gangguan pendistribusian air dan membutuhkan suplai air melalui mobil tangki dapat menghuibungi cabang terdekat atau melalui Halo Tirtanadi ke nomor 1500922,” pungkas Jumirin. (adz/ila)

Gugatan Pondok Mansyur, PN Medan Gelar Sidang Lapangan, Melihat Langsung dan Mencari Fakta di Lapangan

sidang lapangan: Majelis hakim PN Medan, menggelar sidang lapangan terkait gugatan Pondok Mansyur di Jalan Dr Mansyur, Medan, Jumat (19/7).
Sidang lapangan: Majelis hakim PN Medan, menggelar sidang lapangan terkait gugatan Pondok Mansyur di Jalan Dr Mansyur, Medan, Jumat (19/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Medan menggelar sidang lapangan dalam perkara gugatan pemilik Food Court Pondok Mansyur, Kalam Liano, terhadap Kepala Satpol PP Kota Medan selaku Tergugat I dan Walikota Medan selaku Tergugat II, Jumat (19/7).

Dalam sidang lapangan yang diadakan di Food Court Pondok Mansyur, Jalan Dr Mansyur tersebut, hadir Majelis Hakim PN Medan yang diketuai Erintuah Damanik, Kuasa Hukum Tergugat I dan II, Rahma, kemudian Kuasa Hukum Kalam Liano selaku Penggugat, Parlindungan Nadeak dan pengelola Food Court Pondok Mansyur, Aida Wahab.

Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik mengatakan, sidang lapangan yang dilakukan bertujuan untuk melihat secara langsung dan mengetahui fakta di lapangan mengenai obyek bangunan yang dirusak Satpol PP Kota Medan dengan alasan bangunan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Kepada Kuasa Hukum Kalam Liano, Parlindungan Nadeak, dan pengelola Food Court Pondok Mansyur, Aida Wahab, Erintuah Damanik menanyakan apa saja yang dirusak dan luas bangunan yang dirusak.

Parlindungan Nadeak mengatakan, bahwa bagian yang dirusak adalah bangunan seluas 2,5 meter kali 4 meter, sejumlah tiang bangunan dan relief nama Pondok Mansyur yang berada di bagian depan bangunan.

Parlindungan Nadeak juga mengatakan bahwa, Food Court Pondok Mansyur dibangun awal Januari 2017, kemudian siap dibangun pada pertengahan Desember 2017 dan beroperasi tanggal 23 Desember 2017.

Erintuah selanjutnya, menanyakan kepada Kuasa Hukum Tergugat I dan II, Rahma, tentang alasan pengrusakan tersebut yang dijawab Rahma karena bangunan itu tidak memiliki IMB.

Erintuah juga menanyakan, apakah Pemko Medan dalam hal ini Satpol PP Kota Medan telah memberikan surat peringatan kepada pihak Food Court Pondok Mansyur dan dijawab Rahma sudah. Majelis hakim kemudian melihat bagian-bagian bangunan yang dirusak tersebut.

“Kami hanya ingin mengetahui, sebenarnya berapa besar kerugian atau kerusakan terhadap bangunan ini. Hanya ingin melihat ini aja, masalah benar atau tidaknya itu nanti dipersidangan. Siapa tau nanti akan ditentukan mengenai ganti rugi, kita sudah bisa lihat dilapangan mengenai besarnya kerugian yang di akibatkan pengrusakan ini,” jelas hakim Erintuah kepada wartawan.

“Sidang akan dilanjutkan tanggal 24 Juli 2019 dengan agenda pembacaan kesimpulan di PN Medan,” imbuhnyanya.

Sementara, Kuasa Hukum Tergugat I dan II, Rahma, kepada wartawan mengatakan bahwa pembongkaran dilakukan karena tidak memiliki IMB.

Saat wartawan bertanya bahwa pihak Food Court Pondok Mansyur telah mengurus IMB, Rahma mengatakan, seharusnya IMB tersebut lebih dahulu baru bangunan bisa berdiri.

Namun saat didesak wartawan banyak bangunan di sekitar Jalan Dr Mansyur tidak memiliki IMB, Rahma enggan berkomentar. “Itu bukan urusan saya,” ujarnya. (man/ila)

Pemuda Pelopor Perjuangan Bangsa

ISTimewa/sumut pos PAPARAN: Para narasumber memberikan paparan pada Seleksi dan Pembinaan Pemuda Pelopor Kota Medan.
ISTimewa/sumut pos
PAPARAN: Para narasumber memberikan paparan pada Seleksi dan Pembinaan Pemuda Pelopor Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemuda merupakan sosok yang selali berada di garis depan sebagai pelopor perjuangan bangsa. Sudah banyak bukti kepeloporan pemuda dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Hal itu dikatakan Kadispora Medan Syahrul Efendi Rambe SSos MAP pada acara Seleksi dan Pembinaan Pemuda Pelopor Kota Medan, kemarin. Dia mencontohkan beberapa bentuk kepeloporan pemuda.

“Salah satu bentuk kepeloporan pemuda adalah Pergerakan Budi Utomo 1908 yang melahirkan nasionalisme, kemudiam. peristiwa Sumpah Pemuda 1928, perjuangan merebut Kemerdekaan RI 1945 hingga pergerakan Reformasi 1998,” jelasnya.

Pergerakan tersebut menunjukkan pemuda selalu berada di garis depan sebagai pelopor perjuangan bangsa. “Pemuda memiliki peran besar dalam bangsa ini, “ paparnya.

Namun Syahrul mengakui, saat ini, Indonesia dihadapkan dengan tantangan lebih besar, seperti perdagangan bebas. Dalam menghadapi tantangan besar itu, diperlukan kesempatan seluas-luasnya bagi pemuda dalam pembangunan di segala aspek.

“Kepeloporan pemuda sangat dibutuhkan untuk melakukan terobosan bagi upaya mengatasi masalah-masalah yang dihadapi bangsa ini. Pemuda diharapkan tampil sebagai garda terdepan untuk memberikan konstribusi efektif, kreatif dan inovatif,” paparnya.

Melalui kesempatan ini, pemuda Kota Medan diharapkan membuka pikiran dan melihat peluang untuk mencapai kemajuan. “Gunakanlah kesempatan ini untuk menambah ilmu,” pesannya.

Ketua Panitia Alfiansyah Purba SSos MSi melaporkan, kegiatan ini bertujuan untuk menggelorakan semangat kepeloporan di kalangan pemuda. Kemudian menemukan pemuda yang memiliki potensi kepeloporan.

“Kita juga ingin mewujudkan pemuda yang berkemampuan merintis jalan, terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas permasalahan,” ungkapnya.

Acara ini digelar di Grand Kanaya, 17-18 Juli, dengan target 40 orang. Sedangkan narasumber terdiri dari Fakultas Bahasa dan Seni Unimed, Fakultas Teknik Unimed, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumut, Yayasan Citra Mandiri dan Duta Lingkungan Hidup Kota Medan. (dek/ila)

AMPI Karang Berombak Peduli Sesama

istimewa/sumut pos BAGI NASI: Ketua AMPI Karang Berombak, Diro Andrian membagikan nasi bungkus kepada abang becak di Jalan Karya, Jumat (19/7).
Istimewa/sumut pos
BAGI NASI: Ketua AMPI Karang Berombak, Diro Andrian membagikan nasi bungkus kepada abang becak di Jalan Karya, Jumat (19/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus AMPI Sub Rayon Karang Berombak, Medan Barat bersama unsur kelurahan dan beberapa kepala lingkungan (kepling) bagi-bagi nasi bungkus kepada abang becak dan petugas kebersihan di Jalan Karya, Jumat (19/7).

Ketua AMPI Karang Berombak, Diro Andrian mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka bakti sosial. Tujuannya tak lain peduli terhadap sesama. Selain itu, ingin membuktikan bahwa keberadaan AMPI yang merupakan organisasi kepemudaan (OKP) bukanlah sebagai momok bagi masyarakat.

“Ada sekitar 100 nasi bungkus dibagikan kepada abang becak dan petugas kebersihan. Tujuannya kita ingin menunjukan bahwa AMPI keberadaannya di masyarakat bukanlah seperti anggapan negatif selama ini. Melainkan, dapat berbuat untuk masyarakat dalam hal-hal positif salah satunya pada aspek sosial,” ujar Diro didampingi Sekretaris, Alamsyah Pasaribu.

Ditegaskan Diro yang baru dilantik beberapa hari lalu sebagai ketua, para kader AMPI Karang Berombak khususnya, tidak dibenarkan untuk meminta-minta atau memeras kepada masyarakat. Kata dia, kader AMPI harus berbuat sesuatu yang positif. “Kita ingin keberadaan AMPI di masyarakat khususnya Kelurahan Karang Berombak benar-benar dirasakan manfaatnya. Hal ini sesuai dengan Motto AMPI yaitu ‘Karya Nyata Bukan Karya Kata’,” ungkapnya.

Diro mengatakan, sebelum melakukan kegiatan berbagi nasi bungkus, pihaknya membantu pro-ses fardu kifayah salah satu orang tua dari kader AMPI yang kebetulan kemalangan. “Sejak mendapat kabar adanya kemalangan keluarga dari salah seorang kader AMPI, kami langsung turun tangan membantu memberikan tenaga. Bahkan, hingga proses pemakaman kami juga ikut,” pungkasnya.

Sementara, Lurah Karang Berombak, Suhardi yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi apa yang telah dilakukan para kader AMPI. Ia mengharapkan, agar mereka terus berbuat hal-hal yang positif sehingga keberadaannya memang dibutuhkan masyarakat.

“Sangat bagus dan saya sangat mendukung sepenuhnya. Harapan saya, kegiatan sosial dalam bentuk lain dapat dilakukan juga, misalnya gotong royong membersihkan lingkungan dan lainnya,” ujar Suhardi didampingi Kepling XII M Azhar, Kepling V Fakhrurozi dan Kepling VII Budi Mulia Matondang. (azw/ila)

RSUD Sidikalang Direkomendasi jadi Tipe D

Gedung RSUD Sidikalang yang direkomendasikan turun kelas dari tipe C menjadi tipe D.
Gedung RSUD Sidikalang yang direkomendasikan turun kelas dari tipe C menjadi tipe D.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang milik Pemerintah Kabupaten Dairi direkomendasi turun kelas dari tipe C menjadi tipe D.

Rekomendasi tersebut diterbitkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan tertanggal 15 Juli 2019 yang ditandatangani Dirjen Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo Sp.OG (K) Mars.

Dalam dokumen dimaksud, sejumlah rumah sakit mengalami perubahan dan penyesuaian kelas, salah satunya RSUD Sidikalang yang turun dari tipe C menjadi tipe D.

Meski demikian, rumah sakit masih diberi kesempatan selama 28 hari untuk memberi tanggapan berupa keberatan atau tidak keberatan terkait rekomendasi tersebut.

Direktur RSU Sidikalang, Henry Manik menjawab pertanyaan wartawan, melalui pesan elektronik, Jumat (19/7) mengatakan, pihaknya masih mengajukan keberatan ditujukan kepada subdit pengelolaan rujukan dan pemantauan rumah sakit Dirjen Yankas Kementerian Kesehatan.

Sebagaimana telah dilansir, Pemerintah Kabupaten Dairi dibawah kepemimpinan Bupati Eddy Kelleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Jimmy AL Sihombing memberikan atensi terhadap pembenahan RSUD Sidikalang dan menjadi salah satu bagian dari program 100 hari kerja.

Hari pertama masa kerjanya, RSUD menjadi sasaran yang dikunjungi. Kala itu, Bupati juga meminta agar disediakan ruangan kerja di RSUD. Pada hari-hari selanjutnya, lembaga itu kerap didatangi pada kunjungan Sidak.

Dua minggu setelah menjabat, tepatnya pada Jumat 10 Mei 2019 lalu, Bupati Eddy KA Berutu bersama Kepala Dinas Kesehatan Nitawaty Sitohang dan Direktur RSU Sidikalang Henry Manik melakukan pertemuan dengan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di Jakarta, dengan tujuan mengusulkan pengembangan RSU dan Puskesmas.

Sementara itu, dikutip dari situs www.pasienbpjs.com, diterangkan bahwa RSU tipe D hanya memberi pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi. Sama halnya dengan RSU tipe C, RSU tipe D juga menampung pelayanan yang berasal dari Puskesmas. (mag-10/han)

DPD PPNI Dairi Minta Tunjangan Profesi Dianggarkan

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS BAKTI SOSIAL: DPD PPNI Dairi menggelar donor darah dalam rangka HUT ke-45 di gedung Djauli Manik.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BAKTI SOSIAL: DPD PPNI Dairi menggelar donor darah dalam rangka HUT ke-45 di gedung Djauli Manik.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Dairi meminta Pemerintah Kabupaten Dairi untuk menganggarkan tunjangan profesi ners.

Hal itu disampaikan Ketua DPD PPNI Dairi, Rismawaty Doloksaribu di sela-sela kegiatan bakti sosial dalam rangka peringatan HUT ke-45 PPNI, Kamis (18/7) di gedung Djauli Manik.

Ketua DPD PPNI Dairi, Rismawaty Doloksaribu menyampaikan, bakti sosial yang dilaksanakan bertujuan untuk memperkenalkan perawat sebagai profesi yang berdiri sendiri.

Di Kabupaten Dairi, lanjut Rismawaty, pelayanan kesehatan sering menjadi perhatian banyak orang. Ketika ada pelayanan kesehatan yang kurang baik, perawat yang disalahkan.

Diakuinya, hal itu juga bagian dari intropeksi bagi perawat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. “Kami sering menangis dalam hati karena dicerca, dirundung (dibully),” ucapnya.

Selain itu, Rismawaty juga mengeluhkan profesi ners di Dairi belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Menurutnya, profesi ners dihargai dengan memberikan tunjangan profesi. Perawat sama halnya dengan petugas kesehatan lainnya, memiliki kualifikasi.

“Untuk perawat di Dairi, sudah banyak yang menyandang gelar ners (Ns), oleh sebab itu perlu dapat perhatian dari Pemerintah Daerah. Kami berharap tunjangan profesi ners supaya dianggarkan,”pintanya.

Eddy Keleng Ate Berutu yang hadir mengapresiasi kegiatan PPNI Dairi. Dikatakannya, perawat memegang peranan penting dalam membentuk sebuah generasi menjadi generasi yang sehat. PPNI harus menetapkan sendiri standart profesi yang ada dan menentukan kualifikasi.

Terkait dengan kesejahteraan para perawat di Kabupaten Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan agar menampung aspirasi tersebut dan dimasukkan ke dalam program agar dibahas secara bersama-sama. Sebab, perawat berhak untuk kesejahteraan.

Bupati pun berjanji merealisasikan, dengan mengacu kepada daerah lain yang sudah terlebih dahulu mensejahterakan perawatnya.

“Perawat adalah profesi yang sangat mulia. Para perawat di Dairi, agar mampu memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat sebagai seorang profesional,”pungkasnya.

Ketua Panitia Denny Siringoringo menuturkan, memeriahkan HUT PPNI ke-45, PPNI Dairi memberikan seminar kesehatan kepada masyarakat tentang bahayanya demam berdarah, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol, pemberian sembako kepada masyarakat keluarga tidak mampu secara gratis.

Selain itu, juga dilaksanakan donor darah yang bekerjasama dengan PMI Dairi. Dari kegiatan itu, sebanyak 28 kantong darah didapatkan. Dana kegiatan bersumber dari swadaya anggota PPNI Dairi yang berjumlah 329 orang. (mag-10/han)

Proyek Pembangunan Outlet di Sipinsur, Kontraktor Ogah Bayar Denda Keterlambatan

dedy efendy/sumut pos BANGUNAN: Kondisi Bangunan Outlet di Sipinsur Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, pembangunannya belum diselesaikan.
Dedy efendy/sumut pos
BANGUNAN: Kondisi Bangunan Outlet di Sipinsur Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, pembangunannya belum diselesaikan.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sumut senilai Rp32 juta atas denda keterlambatan proyek pembangunan Outlet di Sipinsur Kecamatan Peranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, hingga saat ini belum dibayar CV Viktory Jaya Mandiri, selaku pihak ketiga.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Radna Marbun kepada wartawan, Jumat (19/7).

“Benar, sampai saat ini pihak rekanan belum membayarkan denda keterlambatan itu. Mereka sudah disurati, baik lisan dan tertulis. Kami selalu mendesak CV Viktori untuk menyetor denda keterlambatan itu,”kata Ratna, Jumat (19/7) dikantornya.

Menurutnya, hasil audit BPK ini, menjadi perhatian serius pemerintah Humbahas, apalagi Bupati menaruh serius terhadap temuan denda yang belum dibayarkan. Namun hingga saat ini, niat baik kontraktor belum ditunjukkan untuk melakukan pembayaran.

Sebab, pemerintah hanya diberi tenggat waktu 60 hari oleh BPK untuk segera menyelesaikan permasalahaan tersebut.

“Batas akhir pembayaran sampai dengan 28 Juli 2019, terhitung 60 hari sejak Bupati mengeluarkan surat atas pembayaran denda tersebut,” katanya.

Disinggung, sanksi, mantan pejabat Kabag Pemerintah Desa ini malah tidak mengetahuinya. “Soal sanksi apakah akan diberikan, ketika tidak dibayarkan, itu kan bukan ranah kami untuk memberikan sanksi,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kopedagin D Lumbantoruan. Ia mengaku bahwa perusahaan tak kunjung membayar atas hasil audit BPK tersebut, meski sudah disurati.

Perlu diketahui, proyek yang menghabiskan anggaran APBD Tahun 2018 sekitar Rp800 juta tersebut berdasarkan laporan pemeriksaan fisik yang di lakukan pihak BPK di dampingi Inspektorat dan PPK.

Ada terdapat item pekerjaan, semisal pada tangki air dan pompa yang belum di laksanakan serta bangunan yang belum bisa difungsikan sesuai dengan tujuan pembangunanya.

“Bahwa ada beberapa item pekerjaan yang belum selesai dikerjakan sampai per 31 desember 2018,” katanya.

Menurut BPK, lanjut dia, atas keterlambatan itu, mengakibat kekurangan penerimanan atas denda keterlambatan yang belum dikenakan pajak pada kegiatan pembangunan outlet di Sipinsur. (mag-12/han)

Tabligh Akbar di Masjid Agung Tebingtinggi, Syeikh Ali Jaber Sumbang Karpet dari Masjidil Harram

SOPIAN/SUMUT POS BERIKAN: Syekh Ali Jaber memberikan karpet asli dari Masjidil Harram kepada BKM Mesjid Agung, Zubir Husni Harahap yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan.
SOPIAN/SUMUT POS
BERIKAN: Syekh Ali Jaber memberikan karpet asli dari Masjidil Harram kepada BKM Mesjid Agung, Zubir Husni Harahap yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO– Ribuan masyarakat memadati Mesjid Agung Kota Tebingtinggi untuk mendengarkan dakwah yang langsung dibawakan Syekh Ali Jaber, Jumat Jumat (19/7).

Kedatangan Syekh Ali Jaber, turut dihadiri Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Dandim 0204 DS dan pada OPD Kota Tebingtinggi.

Seluruh masyarakat yang berhadir sangat antusias dan serius mendengarkan dakwah yang dilantunkan Alustad Syeikh Ali Jaber.

Dalam dakwahnya, Syekh Ali Jaber merasa kagum dan memuji bangunan Mesjid Agung Tebingtinggi.

Di sela-sela dakwahnya, Syekh Ali Jaber memberikan sebuah karpet yang biasa digunakan untuk salat di Masjidil Harram untuk Mesjid Agung Tebingtinggi.

Syekh Ali Jaber menceritakan, sangat sulit mendapat karpet bekas dari Masjidil Harram untuk dibawa ke Indonesia, dikarenakan membutuhkan persetujuan dari beberapa imam imam besar.

Syeikh Ali Jabar mengatakan, Kota Tebingtinggi sangat beruntung mendapatkan karpet dari Masjidil Harram yang spesial tersebut untuk dipakai salat setiap hari.

“Apabila terkena air dia akan kering sendiri dan tidak akan pernah bau,” jelas Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber juga meminta agar masyarakat yang berada di Mesjid Agung Tebingtinggi untuk bersedekah.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersedekah senilai jutaan rupiah, disusul para OPD dan masyarakat.

Ketua Panitia Kunjungan Dakwah Syekh Ali Jaber, Muliadi yang sekaligus Ketua Darul Tauhid Kota Tebingtinggi mengatakan, kegiatan ini diadakan karena ada usulan dari DPP Darul Tauhid kepada Darul Tauhid di Kota Tebingtinggi untuk mendatangkan Syekh Ali Jaber.

“Saya mengajak organisasi masyarakat (ormas) Islam Jumat Berbagi Berkah (JBB) untuk bekerjasama memfasilitasi kedatangan Syekh Ali Jaber, ternyata pihak JBB menyetujuinya, dan syukur Alhamdullilah kegiatan ini berlangsung dengan semarak dengan hadirnya ribuan masyarakat Kota Tebingtinggi dan sekitarnya,” bilangnya. (ian/han)