29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 530

Pj Bupati Langkat Buka FGD Evaluasi dan Peningkatan Kinerja PDAM Tirtawampu

SAMBUTAN: Pj Bupati Langkat, Faisal Hasrimy saat memberikan sambutan dalam FGD evaluasi dan peningkatan kinerja PDAM Tirtawampu.(Diskominfo Langkat/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Penjabat Bupati Langkat, Faisal Hasrimy membuka forum grup diskusi (FGD) evaluasi dan peningkatan kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawampu, Rabu (7/8/2024). Kegiatan ini dalam rangka upaya Pemkab Langkat meningkatkan kinerja badan usaha milik daerah demi pelayanan optimal kepada masyarakat.

FGD digelar Bagian Perekonomian Setdakab Langkat dan berlangsung selama dua hari, yang berakhir pada Kamis (8/8/2024). Sejumlah narasumber berkompeten hadir dalam FGD ini, termasuk mewakili BPKP Sumut, Susetyo Gigih Trilaksana.

Pj Bupati Langkat yang akrab disapa Hasrimy menjelaskan, pentingnya akses air minum dan sanitasi sebagai kebutuhan dasar setiap manusia.

“Pemerintah Kabupaten Langkat memiliki kewajiban untuk menyediakan pelayanan air minum dan sanitasi kepada setiap warganya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat dengan meningkatkan kinerja PDAM Tirtawampu Kabupaten Langkat,” ujar Hasrimy.

“Saya berharap melalui FGD ini, kita dapat menemukan solusi untuk terus meningkatkan kualitas PDAM Tirta Wampu Langkat. Saya ingin usulan program sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja BUMD di Langkat, sehingga nanti kebutuhannya bisa kita anggarkan di tahun 2025,” sambungnya.

Hasrimy yang membuka kegiatan FGD tersebut. Harapannya melalui kegiatan ini, dapat menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan kinerja PDAM Tirtawampu dan memastikan pelayanan air minum yang lebih baik bagi masyarakat Langkat di masa mendatang. (ted/han)

PLN Dukung Kemerdekaan RI: Manager UP3 Binjai Kunjungi Gardu Induk Binjai

Manager PLN UP3 Binjai, Darwin Simanjuntak (kiri) bersama Manager Unit Layanan Transmisi Gardu (ULTG) Binjai, Juriyanto Tarigan (kanan) melakukan kunjungan lapangan ke gardu induk Binjai (7/8).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mendukung peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Manager UP3 Binjai lakukan kunjungan ke Gardu Induk Binjai yang terletak di Jalan MT Haryono, Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada 07 Agustus 2024. Kunjungan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Assistant Manager beserta rombongan dan disambut hangat oleh Manager Unit Layanan Transmisi Gardu (ULTG) Binjai.

Selama kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi lapangan dan ruang kontrol Gardu Induk Binjai. Manager Unit Layanan Transmisi Gardu (ULTG) Binjai, Juriyanto Tarigan memberikan penjelasan rinci mengenai proses kerja gardu induk, fungsi peralatan, dan cara pengoperasian. Penjelasan ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya peran gardu induk dalam distribusi listrik yang stabil dan berkualitas.

Manager UP3 Binjai, Darwin Simanjuntauk menjelaskan bahwa kunjungan ini untuk memastikan kesiapan infrastruktur listrik selama peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke – 79 dalam kondisi aman. PLN berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan kemerdekaan yang membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan andal.

“Listrik merupakan kebutuhan sentral dalam mendukung berbagai kegiatan, terutama dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Kami sangat berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik tetap handal dan berkualitas. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung kemerdekaan RI dengan menyediakan pasokan listrik yang memadai dan stabil,” ujar Darwin.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Saleh Siswanto, menyampaikan pandangannya mengenai peran PLN dalam mendukung peringatan Hari Kemerdekaan RI.

“PLN memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Kunjungan ke Gardu Induk Binjai ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh infrastruktur kelistrikan siap menghadapi perayaan Hari Kemerdekaan. Kami berusaha keras untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan listrik yang andal dan stabil bagi masyarakat. Ini adalah bentuk kontribusi kami dalam menjaga semangat kemerdekaan tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Saleh.

PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi kesejahteraan masyarakat. Kunjungan ini menunjukkan keseriusan PLN dalam mempersiapkan diri menyambut Hari Kemerdekaan dengan memastikan pasokan listrik yang tidak terganggu, sehingga masyarakat dapat merayakan kemerdekaan dengan penuh sukacita. (ila)

7 Pahlawan Nasional asal Sumut, Namanya Dijadikan Nama Jalan

SUMUTPOS.CO – Setiap tanggal 17 Agustus, merupakan hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada momen peringatan HUT Republik Indonesia tahun 2024 ini, sebagai rakyat yang menghargai dan meneladani jasa para pahlawan adalah wajib dilakukan. Sebagai bentuk penghargaan dan mengenang jasa para pejuang kemerdekaan itu, Pemerintah Republik Indonesia pun memberikan penghargaan tertinggi sebagai Pahlawan Nasional.

Nah dari beberapa para Pahlawan Nasional tersebut, terdapat di antaranya berasal dari Provinsi Sumatera Utara. Terbaru berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 190 pria dan 16 wanita telah diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Pada tahun 2023, Pemerintah Indonesia juga memberikan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional kepada Ida Dewa Agung Jambe, Bataha Santiago, M Tabrani, Ratu Kalinyamat, Abdul Chalim dan Ahmad Hanafiah.

Tapi kali ini, kita hanya membahas sosok Pahlawan Nasional yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara, dan bagaimana perjuangannya dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

1. Sisingamangaraja XII
Pejuang yang bernama lengkap Patuan Bosar Sinambela ginoar Ompu Pulo Batu. Ia adalah seorang raja di Negeri Toba, dan ikut berperang melawan Belanda. Ia diangkat oleh pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 9 November 1961 berdasarkan SK Presiden RI No 590/1961.

Sisingamangaraja XII meninggal pada 17 Juni 1907. Kala itu, Ia disergap oleh sekelompok anggota Korps Marsose, sebuah pasukan khusus Belanda. Penyergapan tersebut dipimpin oleh Hans Christoffel di kawasan Sungai Aek Sibulbulon, di suatu desa bernama Si Onom Hudon, di perbatasan Humbang dengan Dairi. Sisingamangaraja XII menghadapi pasukan Korps Marsose sambil memegang senjata Piso Gaja Dompak.

Kopral Souhoka, seorang penembak jitu pasukan Marsose mendaratkan tembakan ke bagian kepala Sisingamangaraja XII tepat di bawah telinganya hingga meninggal dunia. Semula, ia dimakamkan di Tarutung, Tapanuli Utara, kemdian dipindahkan ke Soposurung, Balige, Toba pada tahun 1953.

Oleh Pemerintah Indonesia, selain memberikan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional. Untuk mengenang jasa Sisingamangaraha XII didirikan tugu di antaranyaa Markas Sisingamangaraja di Parlilitan, Humbang Hasundutan dan begitu juga Monumen Sisingamangaraja XII di Medan.

2. Letjen Djamin Ginting
Pahlawan yang lahir di Tanah Karo ini merupakan pahlawan kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda di Tanah Karo dan menjadi petinggi TNI yang berhasil menumpas pemberontakan di Medan pada April tahun 1958. Djamin Ginting meninggal pada 23 Oktober 1974, di Ottawa, Kanada. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 November 2014.

Selain penghargaan itu, untuk mengenang jasa-jasanya juga di Sumatera Utara, nama Letnan Jenderal Jamin Ginting diabadikan menjadi nama ruas jalan sepanjang 80 kilometer yang membentang dari Kota Medan hingga Kabupaten Karo. Ruas jalan tersebut diberi nama sebagai Jalan Jamin Ginting oleh Wali Kota Medan, Agus Salim Rangkuti. Kemudian, Pemerintah Kota Medan juga membangun Patung Jamin Ginting yang terletak di kilometer nol Jalan Jamin Ginting di Kota Medan.

3. Tahi Bonar Simatupang
Pahlawan Nasional ini berpangkat Letnan Jenderal TNI (Purn) lahir di Sidikalang pada 28 Januari 1920. Dalam karirnya, jenderal yan akrab disapa TB Simatupang ini pernah sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) pada saat Presiden Soekarno.
Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, Bonar bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), dan kemudian turut bergerilya bersama Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman melawan pasukan Belanda yang berniat menguasai kembali bekas koloninya.

Dalam kedudukannya tersebut, Bonar ikut mewakili TNI dalam delegasi Republik Indonesia menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Negeri Belanda. Misi utama mereka adalah mendesak Belanda menghapus KNIL, dan menjadikan TNI sebagai inti kekuatan tentara Indonesia.

T.B. Simatupang meninggal dunia pada tahun 1990 di Jakarta, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pada tanggal 8 November 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada T.B. Simatupang. Namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan besar di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan hingga Cipayung, Jakarta Timur.

Sedangkan di Kota Medan, Namanya juga dijadikan salah satu ruas jalan yakni, Jalan TB Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Oleh Pemerintah Indonesia juga memberikan penghargaan atas jasa-jasanya, pada 19 Desember 2016 lalu mengabadikannya di pecahan uang logam rupiah pecahan Rp500.

4. Mayjen D.I. Panjaitan
Donald Izacus Pandjaitan lahir pada 9 Jui 1925. Mayjen DI Panjaitan merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia, yang gugur dalam pembantaian Gerakan 30 September 1965 di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Semasa hidupnya, berbagai jabatan di kemiliteran pernah didudukinya.

Ketika menjabat Asisten IV Men/Pangad, DI Panjaitan berhasil membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Partai Komunis Indonesia (PKI). Dari situ diketahui, bahwa senjata-senjata tersebut dimasukkan ke dalam peti-peti bahan bangunan yang akan dipakai dalam pembangunan gedung CONEFO (Conference of the New Emerging Forces). Senjata-senjata itu diperlukan PKI yang sedang giatnya mengadakan persiapan untuk mempersenjatai angkatan kelima yang terdiri dari para buruh dan petani.

Pada 1 Oktober 1965, Mayor Jenderal TNI pun meninggal dunia dalam pembantaian oleh G 30 S PKI. Almarhumn pun merupakan salah satu Pahlawan Revolusi Indonesia yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
Berkat perjuangannya tersebut, pemerintah Indonesia menobatkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1965. Nama Mayjen DI Panjaitan pun diabadikan dibeberapa ruas jalan baik di tingkat Kabupaten, Kota di Indonesia.

5. Dr. Ferdinand Lumban Tobing
Dr F.L. Tobing, juga salah satu Pahlawan Nasional asal Sumatera Utara. Ia lahir pada 19 Februari 1899 di Sibuluan, Tapanuli Tengah. Dalam karirnya, FL Tobing pernah menjabat beberapa posisi penting di pemerintahan, seperti Menteri Penerangan, Menteri Hubungan Antar Daerah, Mentri Transmigrasi, Menteri Kesehatan, bahkan penah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Di awal masa kemerdekaan, Dr. F.L. Tobing diangkat menjadi Residen Tapanuli, sejak Oktober 1945. Namun, Pemerintah Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Mereka berusaha kembali merebut kemerdekaan Indonesia dengan melancarkan Agresi Militer Belanda I dan II. Pada awal revolusi, Dr. F.L. Tobing berperan aktif mempertahankan kemerdekaan. Selanjutnya, pada Agresi Militer Belanda II, Dr. Ferdinand kemudian diangkat menjadi Gubernur Militer Tapanuli dan Sumatera Timur Selatan. la pun memimpin perjuangan gerilya di hutan dan gunung.

Lulusan dari kedokteran STOVIA ini pun meninggal dunia pada 7 Oktober 1962 di Jakarta, dan dimakamkan di Desa Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Berkat jasa-jasanya tersebut, namanya pun diabadikan di sebuah Rumah Sakit Umum di Sibolga dan bandar udara di Pinangsori, Tapanuli Tengah. Tak hanya itu saja, di beberapa Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara Namanya juga diabadikan dengan nama jalan FL Tobing.

6. KH. Zainul Arifin
Zainul Arifin lahir sebagai anak tunggal dari pasangan raja Barus, Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan. Ia lahir pada 2 September 1909 di di Barus, Tapsel, Provinsi Sumatera Utara. Semasa hidupnya, ia pun aktif sebagai aktivis keagamaan dan juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR Gotong Royong (DPRGR).

Selama era pendudukan militer Jepang, Zainul Arifin ikut mewakili NU dalam kepengurusan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dan terlibat dalam pembentukan pasukan semi militer Hizbullah. Namun pada 2 Maret 1963, Zainul Arifin terbunuh akibat upaya pembunuhan pemberontak DI/TII, yang kala itu tengah Salat Idul Adha di samping Presiden Soekarno.

Sebenarnya, Presiden Soekarno lah yang menjadi target pembunuhan. Setahun setelah penembakan tersebut, ia menghembuskan nafas terakhirnya dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 4 Maret 1963. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Untuk mengenang jasa-jasanya juga, nama Zainul Arifin juga diabadikan dengan nama ruas Jalan Zainul Arifin, salah satunya ada di Kota Medan hingga saat ini.

7. Jenderal Besar AH. Nasution
Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (AH. Nasution). Ia lahir di Kotanopan pada 3 Desember 1918. Selain berkaya di Miiter, jenderal berpangkat tinggi ini juga pernah menjabat sebagai Ketua MPRS pada era Presiden Soeharto, Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan dan Keamanan.

Pada tanggal 6 September 2000, AH Nasution meninggal dunia karena menderita stroke. Jenderal Besar ini juga merupakan salah satu target dalam Gerakan 30 September, namun selamat dengan cara melompar pagar rumahnya yang sudah dikepung pasukan Cakrabirawa. Bersama Soeharto dan Soedirman, Nasution menerima pangkat kehormatan Jenderal Besar yang dianugerahkan pada tanggal 5 Oktober 1997, saat ulang tahun ABRI. Dan pada 6 Novemver 2002, Jenderal AH Nasution diberikan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional.

AH Nasution juga merupakan konseptor Dwifungsi ABRI yang disampaikan pada tahun 1958, yang kemudian diadopsi selama pemerintahan Soeharto. Konsep dasar yang ditawarkan tersebut merupakan jalan agar ABRI tidak harus berada di bawah kendali sipil, tetapi pada saat yang sama tidak boleh mendominasi sehingga menjadi sebuah kediktatoran militer.

Seperti Pahlawan Nasional lainnya, nama AH Nasution pun juga dijadikan salah satu ruas jalan dengan nama Jalan AH Nasution, baik di beberapa Kabupaten, Kota dan lainnya.(bbs/han)

Bank Muamalat Siapkan Pembiayaan Sebesar Rp2 Triliun untuk Muhammadiyah

KERJA SAMA: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah), Ketua PP Muhammadiyah A. Dahlan Rais (kiri), Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah (kedua kanan), Pelaksana Tugas Komisaris Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Andre Mirza Hartawan (kanan) dan Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Karno (kedua kiri) berfoto bersama usai penandatanganan kerja sama di Yogyakarta, Rabu (7/8/2024).

YOGYAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerja sama strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Seremoni penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak dilaksanakan oleh Direktur Bank Muamalat Karno dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, di Yogyakarta, Rabu (7/8/2024).

Karno mengatakan, terdapat dua lingkup kerja sama yang akan dijalankan oleh Bank Muamalat dan PP Muhammadiyah. Pertama adalah pemanfaatan jasa, layanan dan program CSR Bank Muamalat untuk pengembangan cabang, ranting dan masjid yang dikelola oleh Muhammadiyah. Kedua adalah kolaborasi program antara Bank Muamalat dengan lembaga zakat nasional milik Muhammadiyah, Lazismu.

Selain itu, pionir bank syariah di Tanah Air ini juga berkomitmen untuk menyiapkan pembiayaan sebesar Rp2 triliun kepada Muhammadiyah. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti rumah sakit, perguruan tinggi, pondok pesantren dan masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Muhammadiyah kepada Bank Muamalat selama ini. Bagi kami, Muhammadiyah adalah mitra utama dan strategis yang senantiasa mendukung Bank Muamalat dengan tetap menjadi nasabah loyal. Insya Allah kolaborasi dengan Muhammadiyah akan semakin erat dan lebih luas lagi ke depannya,” ujarnya.

Salah satu aspek utama dari nota kesepahaman tersebut adalah dukungan kepada pengurus masjid dalam memahami dan menggunakan layanan perbankan syariah. Bank Muamalat akan menyediakan aplikasi khusus untuk masjid yang dapat membantu pengurus dalam proses digitalisasi pengelolaan keuangan masjid.

Implementasi Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) di lingkungan masjid Muhammadiyah juga akan dilakukan guna memudahkan transaksi keuangan, seperti pembayaran donasi dan Zakat, Infaq, Shodaqah dan Wakaf (Ziswaf) secara digital. Dengan layanan penyimpanan dan pengelolaan dana yang diperoleh, diharapkan dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan lebih efektif dan efisien untuk kemaslahatan umat.

Aspek kerja sama lain adalah pengelolaan keuangan dan program agregator haji. Dalam hal ini, Bank Muamalat akan mensosialisasikan dan mengelola keuangan yang berhubungan dengan haji di lingkungan Muhammadiyah.

Adapun terkait kerja sama dengan Lazismu, kedua belah pihak akan berkolaborasi dalam hal layanan keuangan syariah, penyaluran ziswaf, donasi kemanusiaan, penyaluran hasil kurban dan resiprokal marketing.

Sebelumnya, Bank Muamalat telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pengurus wilayah Muhammadiyah di Sumatera yang mencakup kerja sama bisnis, sosial keagamaan hingga literasi keuangan. Selain itu, Bank Muamalat juga memfasilitasi pembukaan rekening secara serentak untuk amal usaha, organisasi otonom dan ratusan warga Muhammadiyah di kota Serang, Banten belum lama ini.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut baik kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Bank Muamalat dengan PP Muhammadiyah. Berkaitan dengan kerja sama yang bersifat perbankan, Haedar menegaskan bahwa prototipe Muhammadiyah dalam menjalin kerja sama dengan perbankan, yang pertama yakni Amanah. Kedua, terjangkau dan memiliki kesepakatan bersama-sama, dan ketiga mudah. Sehingga tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan program Muhammadiyah dan juga produktif.

Haedar juga berpesan agar perbankan syariah mengalami proses dinamisasi dan tidak stagnan. Dimana bank syariah menjadi alternatif prinsip tidak ribawi, dan harus menjadi perbankan kompetitif yang bisa memberikan usaha-usaha yang mensejahterakan umat dan menjadi pilar untuk membangun umat dan bangsa.

“Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk kerja sama karena memiliki Amal Usaha dari berbagai bidang,” jelas Haedar.

Haedar berharap lewat kerja sama ini bisa saling memajukan dan menguntungkan serta saling percaya. “Dan ini berlaku juga dengan perbankan lainnya, prinsipnya Muhammadiyah tidak mengejar keuntungan untuk dirinya sendiri, tapi untuk memajukan, mencerdaskan dan mensejahterakan bangsa,” tutur Haedar. (rel/ram)

Elite Politik Puji Angela Tanoesoedibjo Jadi Ketua Umum Partai Perindo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Angela Tanoesoedibjo resmi didapuk menjadi Ketua Umum DPP Partai Perindo dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Kompleks MNC Center, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2024) yang lalu.

Penunjukan Angela Tanoesoedibjo sebagai Ketua Umum DPP Partai Perindo baru menggantikan Hary Tanoesoedibjo mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, terutama dari sederet elite tokoh partai politik Tanah Air dan pengamat.

Ucapan selamat, doa dan apresiasi pun mengalir deras kepada Angela yang juga menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI itu.

Mewakili Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden Terpilih dalam Pemilu 2024, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan salam hangat Prabowo bagi Partai Perindo.

Dasco mengatakan, Partai Gerindra menyambut positif kepemimpinan Partai Perindo yang dipercayakan kepada generasi muda yang kini disandang Angela Tanoesoedibjo dan dinilainya sebagai suatu transformasi yang hebat.

“Ketua Umum kami, Presiden terpilih Pak Prabowo Subianto, menyampaikan salam hangat kepada kawan-kawan dari Partai Perindo dan mengucapkan selamat atas Mukernas yang saat ini sudah dilakukan,” ujar Dasco saat hadir di Penutupan Mukernas Partai Perindo, Rabu (31/7/2024).

Dia juga bakal memberikan laporan kepada Prabowo Subianto tentang peristiwa bersejarah di ajang Mukernas Perindo yakni telah terjadi transformasi untuk kebesaran serta kemajuan Partai Perindo ke depan dalam rangka perjuangan mengisi pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Selamat kepada Partai Perindo yang telah sukses melakukan transformasi dengan ide-ide yang kreatif, dengan ide-ide persatuan. Dengan terobosan ini, saya yakin bahwa Partai Perindo pada tahun 2029 akan menemani partai-partai lain seperti Partai Gerindra di parlemen, di DPR RI,” katanya.

Dasco juga mengajak dan berharap Partai Perindo menjalin kebersamaan memajukan Tanah Air. “Kita bersama-sama membangun bangsa dan negara. Marilah kita bersatu untuk ke depannya,” urainya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengucapkan selamat atas penunjukan Angela Tanoesoedibjo sebagai Ketua Umum Partai Perindo. PDIP akan terus menjalin komunikasi dengan Partai Perindo menjelang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

“Kami ucapkan selamat atas terpilihnya Mbak Angela sebagai Ketua Umum Partai Perindo. Kami akan terus menjalin kerja sama dengan Partai Perindo,” kata Hasto di Sekolah PDI Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (3/8/2024).

Sebelumnya, Ketua DPP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo mengucapkan selamat atas pengangkatan Angela Tanoesoedibjo dan ia berharap agar Angela mampu mendorong fungsi dan tugas Partai Perindo untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Selamat atas penunjukan Bu Angela sebagai Ketua Umum Partai Perindo, semoga bisa mendorong fungsi kepartaian Perindo untuk mengabdi pada bangsa dan negara,” kata Ganjar Pranowo, Kamis (1/8/2024).

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni turut menyambut baik terpilihnya Angela Tanoesoedibjo sebagai Ketua Umum Partai Perindo. Apalagi, kata Raja Juli, Angela merupakan sosok anak muda yang memiliki wawasan luas.

“Saya sebagai Wamen juga berinteraksi dengan beliau. Beliau seorang yang profesional, berpikiran dan wawasannya luas,” ujar Raja Juli.

Senada, Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim menuturkan dengan penunjukan Angela Tanoesoedibjo, transformasi ini dapat mengantarkan Partai Perindo — partai berlambang Rajawali mengembangkan sayap itu– menuju parlemen di Pemilu 2029.

“Semoga transformasi ini bisa mengantarkan Partai Perindo menuju parlemen tahun 2029,” kata Hermawi, Kamis (1/8/2024).

Adapun, Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono mengucapkan selamat kepada Angela Tanoesoedibjo yang telah menjadi Ketua Umum Partai Perindo.

Dia optimistis Partai Perindo bisa makin berkembang di bawah kepemimpinan Angela Tanoesoedibjo.

“Saya percaya Mbak Angela akan mampu mengembangkan Partai Perindo ke depan,” tutur Mardiono.

Terpisah, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyambut baik atas transformasi di struktur Partai Perindo, yang dikenal sebagai Partai modern yang menjunjung tinggi demokrasi, peduli rakyat kecil, dan gigih berjuang untuk penciptaan lapangan kerja, kesejahteraan rakyat, dan Indonesia maju tersebut– dengan peralihan tongkat estafet kepemimpinan dari Hary Tanoesoedibjo ke Angela Tanoesoedibjo.

“Meskipun berusia muda, namun Mbak Angela telah memiliki jam terbang dan pengalaman yang memadai. Baik itu di pemerintahan, di partai politik, maupun di dunia usaha,” ucap Kamhar saat dihubungi, Jumat (2/8/2024).

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai keputusan Hary Tanoesoedibjo menunjuk Angela Tanoesoedibjo menjadi Ketum DPP Partai Perindo merupakan langkah positif.

Ujang menilai Angela yang merupakan figur milenial ini sesuai dengan konstruksi pemilih Indonesia kekinian merupakan anak muda dan gen Z.

“Tentu ini menjadi sesuatu yang bagus bagi Partai Perindo agar lebih dekat dengan pemilih dengan anak-anak muda yang bisa dipimpin oleh tokoh muda,” katanya.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul meyakini Angela Tanoesoedibjo bisa beradaptasi dan belajar cepat untuk memimpin partai berlambang Rajawali mengepakkan sayap itu.

“Saya kira ini akan mengikuti. Butuh tantangan dan tanggung jawab yang besar kepada Angela terutama, apalagi menakhodai Partai Perindo,” tuturnya. (rel/ram)

Dipenuhi Lapak Monza dan Pool Angkot, Arus Lalulintas Jalan Sambu Semrawut

SEMRAWUT: Suasana Jalan Sambu tampak semrawut karena dipenuhi lapak pedagang monza dan angkot-angkot parkir di badan jalan, Rabu (7/8).(MARKUS/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalan Sambu yang terletak di Kelurahan Gang Buntu Kecamatan Medan Timur, Kota Medan diduga sudah ‘beralih fungsi’. Pasalnya, arus lalulintas kendaraan yang harusnya berjalan lancar jadi macet dan semrawut.

Pantauan wartawan, Rabu (7/8/2024), jalan yang seharusnya dapat menghubungkan ke Jalan Bengkalis, Jalan Pandan hingga Jalan Irian Barat itu sudah dipadati dengan lapak jualan monza (pakaian bekas) dan juga pool angkot (angkutan kota)

“Dari dulu memang seperti ini kondisinya bang,” ucap seorang pengendara mengaku bernama Ijal.

Pantauan di lokasi, kepadatan sudah terlihat di perempatan Jalan Sambu -Jalan Sutomo. Bahkan kepadatan itu juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di Jalan Sutomo.

Begitu memasuki Jalan Sambu, terlihat jelas di sisi kiri dan kanan jalan berjejer rapat lapak pedagang monza yang disesaki oleh para calon pembeli. Keadaan itu semakin parah dengan angkot berwarna kuning berjejer di sisi kiri badan jalan.

Saking banyaknya jumlah angkot yang berhenti di badan jalan, lokasi itu seakan-akan merupakan pool angkot tersebut sehingga memeperparah kemacetan yang ada di sana.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, saat dikonfirmasi terkait lapak pedagang monza di Jalan Sambu mengaku bahwa lokasi itu tidak dikelola oleh PUD Pasar Kota Medan.

“Enggak ada itu kita kelola bang,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Kabid PP&K Dishub Kota Medan, Richard Medy Simatupang saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa di Jalan Sambu memang ada sekitar tiga titik pengutipan retribusi oleh Dishub Kota Medan.

“Jadi di dalam memang ada terminal yang kita kutip retribusi, hanya saja para sopir angkot itu menurunkan penumpang di badan jalan sehingga membuat kondisi jalanan macet,” katanya.

Saat disinggung soal penertiban, Richard mengaku bahwa sejauh ini belum ada wacana dari Dishub Kota Medan untuk melakukannya.

“Kalau penertiban belum ada mengarah kesana bang,” tutupnya.(map/han)

Semarakkan Hari Pengayoman Ke-79, Kanwil Kemenkumham Sumut Gelar Pameran Pelayanan Publik di Waterfront Pangururan

Penandatangan MoU dengan sejumlah Pemerintah Kabupaten/kota dan Kampus. (Ist)

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyemarakkan Hari Pengayoman Ke-79, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Sumut) gelar Pameran Pelayanan Publik di Waterfront Pangururan, Rabu (7/8/2024).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Agung Krisna, menyampaikan bahwa di samping untuk memperingati Hari Pengayoman Ke-79, kegiatan Pameran Pelayanan Publik ini juga menjadi salah satu langkah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut untuk memperkenalkan kepada masyarakat layanan – layanan yang disediakannya.

“Kegiatan pameran pelayanan publik yang diselenggarakan pada hari ini merupakan salah satu bentuk penyebarluasan informasi mengenai beberapa bentuk layanan yang ada pada Kementerian Hukum dan HAM, mulai dari Pelayanan AHU, KI, Keimigrasian, sampai dengan Hasil Karya WBP,” ujar Agung Krisna.

Agung secara khusus menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kali ini. Karena dengan partisipasi tersebut, kegiatan yang berlangsung 7-9 Agustus 2024 itu bisa diramaikan oleh para pelaku UMKM binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Samosir.

“Pada kegiatan ini kita bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Samosir untuk dapat berpartisipasi menghadirkan para pelaku UMKM binaan mereka. Oleh karenanya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir dan seluruh hadirin yang hadir dan berpartisipasi dalam acara ini,” ungkap Agung Krisna.

Melalui media yang hadir, Agung Krisna mengajak masyarakat, khususnya yang berdomisili di daerah Pangururan dan sekitarnya, untuk dapat hadir pada kegiatan Pameran Pelayanan Publik Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut di Waterfront Pangururan pada tanggal 7-9 Agustus 2024.

“Ayo, Bapak/Ibu, hadir pada Pameran Pelayanan Publik kita di Waterfront Pangururan selama 7-9 Agustus 2024. Dari Pelayanan Apostille, Merek, Cipta, Perseroan Perorangan, bahkan Layanan Pembuatan Paspor ready tersedia untuk Bapal/Ibu sekalian,” ujar Agung Krisna.

Selanjutnya kegiatan dilanjut dengan Penandatangan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, Kabupaten Labuhan Batu, Kota Pematang Siantar, dan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara. Di samping itu, pada kegiatan kali ini juga diberikan Bantuan Sosial Pencegahan Anak-anak Stunting kepada Pemerintah Kabupaten Samosir.

Turut hadir pada kegiatan kali ini Asisten I Pemerintah Kabupaten Samosir, Tunggul Sinaga, Kepala Divisi Administrasi, Sahata Marlen Situngkir, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Rudy Fernando Sianturi, Kepala Divisi Keimigrasian, Yan Wely Wiguna, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Alex Cosmas Pinem, serta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara. (tri)

Murni vs Unit Link, Allianz Indonesia Kupas Tuntas Pilihan Asuransi Kesehatan

Workshop Allianz Indonesia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Generasi muda di Indonesia semakin memiliki kesadaran untuk mengelola keuangan, khususnya untuk investasi. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terdapat 13,07 juta investor di pasar modal Indonesia per semester I 2024, dimana 55,38 persen di antaranya adalah generasi milenial dan generasi Z yang berusia di bawah 30 tahun.

Padahal, sebelum berinvestasi, hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu adalah dana darurat dan asuransi, terutama asuransi kesehatan. Karena ketika terjadi risiko sakit, biaya yang akan dikeluarkan dapat mengganggu rencana keuangan yang telah dimiliki. Menurut survei yang dilakukan IDN Research Institute dalam Indonesia Gen-Z Report 2024, 26 persen responden Gen-Z belum menyiapkan dana darurat sama sekali dan sebanyak 23 persen responden tidak mengalokasikan pendapatannya untuk asuransi dan biaya kesehatan.

Meta Lakhsmi, selaku Head of Investment Communication & Fund Development di Allianz Life Indonesia, mengatakan “Generasi muda saat ini semakin sadar akan pentingnya investasi. Namun, jika melihat dari piramida finansial, dua hal mendasar yang sebenarnya perlu diutamakan adalah dana darurat dan asuransi. Kedua hal ini yang seringkali kurang diperhatikan. Tanpa perlindungan asuransi yang memadai, masalah kesehatan bisa saja menyebabkan beban keuangan yang besar karena biaya pengobatan”.

Menyambung hal ini, Allianz Indonesia menyelenggarakan workshop media bertema “Health Insurance 101: Pilih Standalone atau Unit Link Rider?”. Melalui acara ini, Allianz Indonesia berharap media dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai asuransi kesehatan dan juga perbedaan antara asuransi kesehatan tradisional dan unit link. Sehingga dapat turut membantu menyebarkan informasinya ke masyarakat, terutama generasi muda.

Asuransi kesehatan menjadi prioritas utama yang harus dimiliki oleh setiap individu, diikuti oleh asuransi kondisi kritis dan asuransi jiwa. Tersedia dua jenis asuransi kesehatan yang umum dikenal, yaitu asuransi kesehatan tradisional (standalone) dan yang tergabung sebagai manfaat tambahan dalam unit link atau yang lebih dikenal sebagai rider.

Meta Lakhsmi mengawali workshop dengan menjelaskan masih banyak masyarakat yang memiliki miskonsepsi antara asuransi tradisional dan asuransi berbasis unit link secara umum. “Asuransi tradisional melindungi salah satu risiko hidup seperti meninggal dunia atau sakit. Premi yang dibayarkan pun hanya untuk biaya asuransi tanpa ada potensi hasil investasi,” tambah Meta.

Salah satu yang sering menjadi keluhan nasabah terkait produk unit link adalah ketika nilai tunai atau manfaat investasi yang dimiliki mengalami penurunan sehingga merasa rugi. Nilai tunai sendiri dipengaruhi oleh kinerja pasar dan harus dilihat secara jangka panjang.

Selain itu, beberapa miskonsepsi umum mengenai asuransi unit link, seperti anggapan bahwa premi yang dibayarkan hanya untuk investasi sehingga dapat memberikan hasil investasi besar dalam waktu singkat. Padahal, premi yang dibayarkan tidak seluruhnya digunakan untuk investasi, dan nilai tunai didapat dari hasil investasi, bukan semata-mata dari jumlah premi yang dibayarkan.

“Adanya miskonsepsi ini menyebabkan nasabah memiliki ekspektasi yang berbeda dengan manfaat dan perlindungan yang didapatkan. Penting untuk dipahami bahwa manfaat utama asuransi unit link adalah perlindungan jangka panjang,” jelas Meta.

Himawan Purnama, Country Chief Product Officer, Allianz Life Indonesia yang turut hadir dalam sesi workshop media menambahkan, “Pilih dan sesuaikan asuransi kesehatan dengan kebutuhan masing-masing individu. Sebelum melakukan pembelian produk asuransi kesehatan, sebaiknya pahami terlebih dahulu kebutuhan proteksi dan bandingkan berbagai produk asuransi kesehatan sambil memperhatikan rekam jejak perusahaan asuransi tersebut.”

Sebagai perbandingan, asuransi kesehatan tradisional hanya fokus pada perlindungan kesehatan. Sedangkan rider asuransi kesehatan pada unit link bisa ditambahkan berbagai perlindungan lain, seperti penyakit kritis, payor, kecelakaan dan cacat tetap serta manfaat lainnya sesuai kebutuhan.

Selain itu, premi awal asuransi kesehatan tradisional bisa saja lebih murah, namun kenaikan setiap tahunnya bisa lebih cepat. Sedangkan, asuransi kesehatan unit link memiliki tambahan unsur investasi.

“Untuk asuransi kesehatan tradisional memang lebih disarankan bagi mereka yang masih muda atau para first jobber karena premi awal yang lebih terjangkau namun tetap mendapatkan manfaat proteksi. Sementara itu, asuransi kesehatan unit link lebih cocok bagi mereka yang sudah lebih mapan dan membutuhkan proteksi yang lebih lengkap sesuai dengan fase kehidupan mereka,” ungkap Himawan.

Dalam kesempatan yang sama, Allianz Indonesia juga menjelaskan beberapa kemungkinan klaim asuransi kesehatan ditolak dan memberikan beberapa tips memilih asuransi kesehatan yang tepat agar masyarakat dapat merasakan manfaat optimal dari asuransi kesehatan yang dimiliki.

“Generasi muda perlu memahami bahwa asuransi bukan hanya sebagai proteksi kesehatan, tetapi bagian penting dari perencanaan keuangan. Dengan memprioritaskan asuransi, kita dapat memastikan bahwa kita siap menghadapi risiko finansial yang mungkin timbul kelak. Hal ini sejalan dengan tujuan Allianz untuk melindungi masa depan masyarakat Indonesia,” tutup Himawan. (rel/tri)

Teks Foto:
Workshop Allianz Indonesia