Home Blog Page 5402

Meninggal saat PAM TPS Pemilu 2019, Aiptu Jonter Naik Pangkat

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS. SEMATKAN: Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan menyematkan tanda kepangkatan Ipda Anumerta kepada almarhum Jonter Siringoringo.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
SEMATKAN: Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan menyematkan tanda kepangkatan Ipda Anumerta kepada almarhum Jonter Siringoringo.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Aiptu Jonter Siringoringo, personel Polres Dairi yang meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas pengamanan TPS di Kecamatan Pegagan Hilir pada Pemilu Serentak, 17 April lalu, mendapat penghargaan kenaikan pangkat kehormatan Ipda Anumerta.

Penyematan pangkat Ipda Anumerta itu langsung dilakukan Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan dan Wakapolres Kompol Togu Matanari, pada saat pelepasan jenazah almarhum di rumah duka, Sabtu (20/4).

AKBP Erwin Siahaan dan jajaran menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Ipda Jonter saat menjalankan tugas. Saat melayat, Kapolres pun memberikan kata-kata peng hiburan kepada keluarga besar yang ditinggalkan Ipda Jonter. (mag-10/han)

500 Petani Asahan Didaftar BPJS Ketenagakerjaan

ilustrasi
ilustrasi

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 500 Petani Asal Rawam Panca Arga, dan Silo Bonto Kabupaten Asahan mendapatkan program jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan yang berkantor di Kisaran.

Mereka yang mendapatkan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan tersebut, didaftarkan dengan menggunakan dana CSR PT Maybank Kim Eng Sekuritas.

“Mulai dari Maret hingga Juni 2019, diharapkan petani bisa meneruskan program secara mandiri. Pihak Maybank telah mendaftarkan 500 petani ikut BPJS Ketenagakerjaan.

Ada 2 program yang dikutip yakni JKK dan JKM, “ kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kisaran, Muhammad Faisal, Minggu (21/4).

Dijelaskan Faisal, melalui gerakan nasional peduli perlindungan pekerja rentan (GN Lingkaran), BPJS Ketenagakerjaan bisa melindungi seluruh pekerja tanpa me lihat profesinya atau jenis pekerjaannya. Dimana bila terjadi resiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia, akan sepenuhnya mendapatkan santunan dari BPJS.

“Tentulah kami semua warga bisa terdaftar di BPJS ketenagakerjaan,”ucap Faisal.

Masih kata Faisal, hal tersebut merupakan program untuk menggalang solidaritas dan kepedulian dalam bentuk donasi iuran BPJS Ketenagakerjaan, dari pelaku usaha untuk dapat berpartisipasi dalam memberikan perlindungan kepada pekerja rentan yang belum memikirkan tentang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Artinya BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan kepada para petani dan semua peserta,”pungkasnya. (tom/han)

Kakek 78 Tahun Hilang di Sungai

TOMI/SUMUT POS PENCARIAN: Tim BPBD Asahan masih melakukan pencarian keberadaan Suadi yang hilang di sungai.
TOMI/SUMUT POS
PENCARIAN: Tim BPBD Asahan masih melakukan pencarian keberadaan Suadi yang hilang di sungai.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Hingga Minggu (21/4) siang, Suadi (78) tahun, yang hilang di Sungai Silau, Asahan, Sabtu (20/4) belum juga ditemukan.

Tim Gabuangan dari BPBD Asahan masih terus mencari warga yang menetap di Jalan Sei Piasa ,Kelurahan Kisaran Barat, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan tersebut.

Suadi hilang pada Sabtu (20/4) pagi. Saat itu, Suadi pergi ke Sungai Silau untuk mandi, sekitar pukul 07.00 WIB. Salah seorang saksi Lengkim, sempat melihat Suadi berada di Sungai.

Setelah menunggu lama, Suadi tidak juga kembali ke rumah Dedy Alamsyah, tempat selama ini dia menumpang. Lantas Dedy menjemputnya. Namun hingga pukul 12.00 WIB, sang kakek tidak juga muncul. Hingga warga menduganya hilang.

Hilangnya Suadi dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan. Sebelumnya Dedy, sudah mencari Suadi, namun upayanya sia-sia.

Di pinggir sungai, hanya ditemukan sarung, kemeja, handuk dan ember yang dibawa Suadi mandi. Benda-benda ini jadi saksi bisu menghilangnya Suadi.

Kepala BPBD Asahan Syafruddin Harahap mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi hilangnya Suadi. Hingga saat ini pencarian masih dilakukan. Namun belum ada tanda-tanda dari Suadi.

“Kita terus melanjutkan pencarian hingga kini. Tim sedang menyusuri sungai dengan perahu karet. Semoga korban cepat ditemukan,” ujar Syafruddin, Minggu (21/3).

Tim dari Basarnas dan aparat setempat juga sudah turun ke lokasi. Radius pencarian perluas hingga 1 km ke arah hilir. (omi/han)

Pasca Pemilu Serentak 2019 di Langkat, Kapolres Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas

BAMBANG/SUMUT POS DEKLARASI: Pernyataan Sikap Deklarasi Damai Bersama Tokoh Agama Kabupaten Langkat.
BAMBANG/SUMUT POS
DEKLARASI: Pernyataan Sikap Deklarasi Damai Bersama Tokoh Agama Kabupaten Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Langkat agar tetap menjaga kondusifitas Kamtibmas dan persatuan serta kesatuan.

Itu diutarakan Kapolres Langkat didampingi Dandim 0203 Langkat Letkol Inf Syamsul Alam, seusai pelaksanaan deklarasi damai bersama tokoh agama, dimana perwakilan umat Islam yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat Haji Ahmad Mahfuz, perwakilan majelis budayana Indonesia (Budha) Rina, perwakilan kordinasi agama Hindu Sandrin Segra, dan perwakilan umat Kristiani diwakili Ketua kordinasi badan antar gereja, Rudi Butar- Butar, di halaman Mapolres Langkat, Sabtu (20/4).

Pada kesempatan tersebut, Kapolres mengajak seraya mengimbau kepada lapisan masyarakat agar tetap menjaga diri dan jangan mudah terprovokasi, atas berbagai isu atau kabar yang tidak jelas keberadaanya.

Seperti kita ketahui bersama, sambung Kapolres kita baru saja melaksanakan pesta demokrasi, Alhamdulillah tahapan tahapan Pemilu dapat berjalan lancar, aman, jujur dan terkendali.

“Untuk itu, mari kita tetap jaga kondusifitas, persatuan dan kesatuan yang selama ini telah terbina khusuanya di Kabupaten Langkat,” ajak Kapolres.

Dikatakannya, pada Pemilu Pilpres kali ini kita maklumi bersama kedua kandidat masing masing mengakui meraih suara terbanyak, dan tentunya hal ini perlu disikapi secara arif dan bijak sana.

“Mari kita tunggu keputusan dari KPU sebagai lembaga yang resmi, untuk mengumumkan hasil penghitungan atau perolehan suara,” pinta Kapolres.

Hal senada juga disampaikan Dandim 0203 Langkat Letkol Inf Syamsul Alam, menyampaikan imbauannya agar masyarakat dapat menghindari konvoi dan perkumpulan masa atau kelompok yang sifatnya dapat memicu pergolakan antar masa atau kelompok itu sendiri.

“Jangan mudah percaya terhadap isu yang tidak jelas kebenaranya, dan tetap jalin silaturahmi sesama warga,” tegas Dandim.

Pada kesempatan yang sama masing masing perwakilan tokoh agama juga menyampaikan ajakan atau imbauan terhadap umat agar tetap menjaga kondusifitas Kamtibmas, dan tetap menjalin persatuan serta kesatuan, demi kejayaan NKRI.

Dipenghujung kegiatan Kapolres Langkat beserta Dandim 0203 Langkat menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi seluruh lapisan dan jajaran serta instansi terkait atas pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Langkat dapat berjalan lancar. (bam/han)

Syukuran Ultah ke-17 Putri Bungsu, Bupati Langkat Beri Kado Mini Cooper

bambang/sumu tpos POTONG KUE: Bupati Langkat memotong kue lalu menyulangkan kepada putrinya, disaksikan Ny Tiorita beserta keluarga.
bambang/sumu tpos
POTONG KUE: Bupati Langkat memotong kue lalu menyulangkan kepada putrinya, disaksikan Ny Tiorita beserta keluarga.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA bersama istri Ny Tiorita Terbit Rencana PA, menggelar syukuran di hari Ulang Tahun (Ultah) ke- 17 tahun, putri bungsunya Ayu Jelita Br Perangin – Angin.

Acara berlokasi di kediamannya di Dusun Nangka Lima, Desa Rajah Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Minggu (21/4). Syukuran diawali pembacaan ayat suci al-quran oleh Qori Fahrur Rozi dan wirid yasin, kemudian dilanjutkan tausyiah disampaikan Ustad Irfan Yusuf, lalu ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustad H M Harlim. Selain itu, syukuran juga diisi dengan pemberian tali asih kepada 120 anak yatim, yang langsung diberikan oleh Ayu Jelita didampingi ayah dan ibundanya.

Dilanjutkan pemotongan kue oleh Bupati Langkat lalu disulangkan kepada putrinya, disaksikan Ny Tiorita beserta keluarga dan diringi tepuk tangan yang meriah dari tamu undangan. Sembari memberikan hadiah mobil Mini Cooper kepada putrinya, sebagai kendaraan untuk kuliah.

Bupati Langkat pada sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan, terkhusus kepada Wagubsu H Musa Rajeksyah, wakil Bupati Langkat H Syah Afandin dan H Ngogesa Sitepu beserta para istri.

“Saya atas nama keluarga mengucapkan rasa hormat dan terima kasih, atas kehadiran tamu undangan semuanya, di acara Ultah putri kami. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,”ucapnya. Serta memohon doa kepada tamu undangan, agar putrinya yang telah menginjak usia 17 tahun semakin dewasa, dan apa yang dicita – citakannya dapat tercapai, dan selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

Selanjutnya, Bupati Langkat, menginformasikan pada 29 april 2019 nanti, pihaknya akan memberangkatkan 73 orang calon jamaah umroh ke tanah suci Mekah. Para jamaah terdiri dari berbagai profesi, di antaranya bilal mayit, penggali kubur dan tokoh agama/ustad.

“Ini adalah program saya, jadi bagi yang belum mendapatkan kesempatan, mohon doanya agar saya selalu sehat, sehingga bisa memberangkatkan umroh lagi, “pintanya.

Turut hadir Sekdakab Langkat dr H Indra Salahuddin MKes MM, ketua DPRD Langkat, para kepada OPD Pemkab Langkat, ketua Baznas Langkat, pengurus PKK Langkat, kepala Bank Sumut cabang Stabat, tokoh agama/masyarakat dan pemuda, masyarakat sekitar dan undangan lainnya. (bam/han)

43 SK CASN Pemkab Deliserdang Masih Diproses

no picture
no picture

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 43 berkas dari 680 SK Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Pemkab Deliserdang masih dalam proses di BKN Pusat.

Demikian disampaikan Kepala BKD Pemkab Deliserdang melalui Kabid Pengadaan Pegawai dan Mutasi, Syahrul saat dihubungi Sumut Pos, Minggu (21/4).

Dijelaskanya, masih adanya 43 berkas SK ASN yang belum selesai diproses karena menunggu naskah persetujuan teknis.

Masih Syahrul, lambatnya proses pemberkasan itu, selain dilakukan secara online, dokumen persetujuan teknis naskah SK ASN juga diserahkan secara resmi. “Dokumen-dokumen langsung kita antar ke BKN Pusat di Jakarta.

Untuk terbitnya SK ASN yang belum selesai itu diperkirakan akhir April sudah tuntas,”katanya.

Disebutkan Syahrul, bila pemberkasan sudah selesai, selanjutnya para CASN yang akan menerima SK akan dilakukan orentasi selama dua hari.

Dengan tujuannya, untuk memberikan pemahaman terhadap tugas serta memperkenalkan lingkungan kerja. Sedangkan SK para CANS tersebut akan ditandatanggani oleh Bupati Deliserdang.

Sedangkan penyerahan SK CASN akan dilakukan secara simbolik. Dan secara pererorangan akan diberikan surat penyertaan tugas yang ditujukan kepimpinan unit kerja masing masing.(btr/han)

Hari Ini 32.915 Siswa SMP/MTs Ikuti UNBK

UNBK SMP Tahun 2018- Ilustrasi
Ilustrasi

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 32.915 siswa kelas IX tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Deliserdang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 22-25 April.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Deliserdang, Timur Tumanggor SSos melalui Kabid SMP, Drs Antonius Surbakti MPd bahwa persiapan untuk pelaksanan UNBK di Kabupaten Deliserdang sudah 100 persen.

“Sebanyak 416 jumlah SMP/MTs dengan total 32.915 siswa kelas IX se-Deliserdang akan mengikuti UNBK 100 persen yang direncanakan akan dilaksanakan pada 22-25 April 2019 dan rencana untuk UNBK susulan pada 29-30 April 2019,” kata Antonius akhir pekan lalu.

Disebut Antonius, untuk tingkat SMP Negeri dan Swasta tahun lalu UNBK di Deliserdang 100 persen dan tahun ini merupakan tahun kedua. Namun secara nasional UNBK di Deliserdang pada tahun lalu 75 persen, karena masih ada MTs yang belum 100 persen.

“Untuk tahun lalu UNBK kita walau pelaksanaannya 75 persen namun sudah di atas rata-rata nasional yang ditetapkan minimal 70 persen per daerah. Jadi tahun ini secara nasional kita udah 100 persen karena MTs sudah 100 persen,” terang Antonius.

Dijelaskan, SMP Negeri di Deliserdang berjumlah 63 sekolah dengan 11.399 siswa kelas IX. Yang sudah mandiri UNBK berjumlah 56 sekolah, sementara 7 sekolah lagi akan menumpang ke SMA Negeri/Swasta yang terdekat.

Untuk SMP terbuka 3 sekolah dengan peserta 113 siswa, namun yang mandiri berjumlah 1 sekolah dan 2 sekolah lagi akan menumpang ke SMA Negeri/Swasta terdekat. Lalu SMP Swasta jumlah 221 sekolah dengan 12.883 peserta, untuk mandiri UNBK nya 178 sekolah dan 45 sekolah menumpang ke yang terdekat.

Sementara MTs Negeri 3 sekolah dengan 715 peserta, mandiri 2 sekolah dan menumpang 1 sekolah. MTs Swasta 125 sekolah dengan 7.790 peserta, mandiri 93 sekolah dan 32 sekolah menumpang. Lalu 1 Sekolah Menengah Tingakt Kejuruan (SMTK) Swasta dengan 15 peserta dan sifatnya akan menumpang. (btr/han)

Angka Kelahiran Total Ditarget Turun Menjadi 2,28 Anak per Wanita

Foto: Istimewa Perwakilan BKKBN Sumut dan anggota DPR RI diabadikan bersama pemenang doorprize. 
Foto: Istimewa
Perwakilan BKKBN Sumut dan anggota DPR RI diabadikan bersama pemenang doorprize.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Sosialisasi advokasi dan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) kembali hadir di Desa Hutarimbaru, Mandailing Natal (Madina), belum lama ini. Pada kesempatan itu Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut, Yusrizal Batubara, S.Sos, memaparkan Program Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). 

Turut hadir anggota DPR RI, DR. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag,M.Hum,MA, sebagai mitra kerja BKKBN.

Menurut Yusrizal Batubara, Advokasi dan KIE yang dilakukan secara intensif dan terarah dan tepat sasaran merupakan salah satu kegiatan kunci mengubah sikap, perilaku dan sistem nilai. Informasi selalu dibutuhkan dan erat hubungannya dengan pelaksanaan program KB di tengah-tengah masyarakat.

Adapun media Advokasi dan KIE terdiri dari poster, factsheet, umbul-umbul, leaflet dan stiker. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kegiatan Advokasi dan KIE dapat ditempuh melalui berbagai even kegiatan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi elektronik seperti mobil unit penerangan, radio, televisi, maupun internet yang memungkinkan diakses masyarakat secara lebih luas.

“Pemerintah juga telah menetapkan beberapa indikator, seperti penurunan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) dari 2,6 menjadi 2,28 anak per wanita, meningkatkan pemakaian alat/obat kontrasepsi dan menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terlayani dari 11,4 persen menjadi 9,91 persen,” ujar Yusrizal Batubara.

Sasaran tersebut, sambungnya, tidak mungkin akan tercapai jika hanya mengandalkan BKKBN. Tetapi perlu dukungan dari dinas-dinas lain, TNI/Polri, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh budaya, tokoh agama, tokoh perempuan, pemerintah desa, LSM, media massa dan pihak-pihak lainnya.

Seluruh tamu undangan yang hadir tetap semangat. Pasalnya panitia menyiapkan doorprize di penghujung acara. (rel)

Program KB Diinformasikan Lewat Poster, Teknologi Elektronik, Iklan dan Film

Foto: Istimewa Perwakilan BKKBN Sumut dan anggota DPR RI diabadikan bersama warga peserta sosialisasi di Perumnas Pijorkoling, Padangsidimpuan. 
Foto: Istimewa
Perwakilan BKKBN Sumut dan anggota DPR RI diabadikan bersama warga peserta sosialisasi di Perumnas Pijorkoling, Padangsidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Sejak awal pelaksanaan program KB tahun 1970 sampai sekarang dan bahkan waktu mendatang, kekuatan informasi merupakan faktor kunci kelangsungan keberhasilan  Program Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Hal itu disampaikan Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut, Yusrizal Batubara, S.Sos., pada sosialisasi Advokasi dan KIE oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumut bersama mitra kerja di Perumnas Pijorkoling, Padangsidempuan, belum lama ini.

Advokasi dan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) yang dilakukan secara intensif dan terarah dan tepat sasaran, kata dia, merupakan salah satu kegiatan kunci mengubah sikap, perilaku dan sistem nilai. Informasi selalu dibutuhkan dan erat hubungannya dengan pelaksanaan program KB baik bagi masyarakat, pelaksana, maupun para pengelola program.

Adapun media Advokasi dan KIE terdiri dari poster (plakat yang dipasang di tempat umum, dengan ukuran materi, panjang 70 cm dan lebar 50 cm), factsheet (narasi yang berisi data dan informasi berikut dengan gambar tentang program KKBPK terkini, 1 muka dengan ukuran maksimal A4) .

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kegiatan Advokasi dan KIE dapat ditempuh melalui berbagai even kegiatan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi elektronik. Seperti mobil unit penerangan, radio, televisi, maupun internet yang memungkinkan diakses masyarakat secara lebih luas.

“Melalui sarana modern, materi KIE dapat dikemas dalam bentuk film, drama, iklan, PSA (Public Service Advertising) serta pertunjukan bagi masyarakat. Bahkan dengan MUPEN KB, bukan hanya berfungsi sebagai alat menyampaikan informasi dan hiburan bagi masyarakat, tetapi telah dilengkapi dengan peralatan yang dapat untuk merelay siaran langsung dari stasiun televisi. Di samping itu MUPEN KB juga memiliki fasilitas canggih lainnya antara lain Note Book beserta wireless internet conection berupa modem, memungkinkan untuk mengakses website internet serta mengirim e-mail serta fungsi komunikasi lainnya,” tutur Yusrizal Batubara.

Turut hadir anggota DPR RI, DR. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag,M.Hum,MA, sebagai mitra kerja.

Pada penggunaan sarana modern, faktor SDM pelaksana Advokasi KIE, menjadi sangat berperan. Mengingat secanggih apapun peralatan yang disediakan, tidak akan berfungsi optimal apabila para pelaksana tidak memiliki kemampuan sepadan. Kemampuan mengoperasikan peralatan, penyusunan materi, kreativitas serta inovasi sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan, yang menjadi salah satu kunci keberhasilan program pembangunan keluarga ini.

Pemerintah juga telah menetapkan beberapa indikator, seperti penurunan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) dari 2,6 menjadi 2,28 anak per wanita, meningkatkan pemakaian alat/obat kontrasepsi, dan menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terlayani dari 11,4 persen menjadi 9,91 persen.

Sasaran tersebut, sambungnya, tidak mungkin akan tercapai jika hanya mengandalkan BKKBN. Tetapi perlu dukungan dari dinas-dinas lain, TNI/Polri, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh budaya, tokoh agama, tokoh perempuan, pemerintah desa, LSM, media massa dan pihak-pihak lainnya. (rel)

Rekapitulasi Suara Parpol di Sumut, PDIP Unggul, Disusul Golkar & NasDem

Ilustrasi Pemilu
Ilustrasi Pemilu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga Sumatera Utara, sudah tidak sabar ingin mengetahui siapakah peserta pemilu yang memenangkan pesta demokrasi pada 17 April kemarin. Bukan hanya untuk tingkat Capres dan Cawapres, tetapi juga untuk tingkat partai politik (parpol) di wilayahnya masing-masing.

Pantauan Sumut Pos di situs https://pemilu2019.kpu.go.id, hasil hitung suara DPR RI 2019 di Sumut, parpol PDI Perjuangan (PDIP) unggul sementara dengan perolehan di Dapil Sumut 1 sebanyak 149, Sumut II sebanyak 17.563 suara, dan Sumut III sebanyak 17.665 suara.

Disusul Partai NasDem dengan perolehan 317suara di Sumut I, 16.793 suara di Sumut II, dan 7.895 di Sumut III. Posisi ketiga diduduki Partai Golkar dengan perolehan 211 suara di Sumut I, 5.864 suara di Sumut II, dan 16.282 suara di Sumut III (lihat Grafis).

Rekapitulasi itu untuk versi tanggal 19 Apr 2019 pukul 20:00:03, dengan progress 11.425 dari 813.350 TPS (1.40468%).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Medan yang dikonfirmasi mengenai hasil perolehan suara DPRD Sumut untuk Dapil Medan A dan Medan B serta DPRD kota Medan, menyebutkan belum melakukan penghitungan perolehan suara. Pasalnya, pihak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) baru akan melakukan rekapitulasi suara pada hari ini.

“Belumlah. Besok saja (hari ini, Red) masih tahap rekapitulasi di tingkat kecamatan. Nanti kalau sudah direkap oleh semua kecamatan di kota Medan, baru hasilnya akan diberikan ke kita (KPU Medan) untuk kita lakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota sebelum dilanjutkan ke KPU (Provinsi) Sumut,” ucap Komisioner KPU Medan, M. Rinaldi, kepada Sumut Pos, Jumat (19/4).

Untuk itu, kata Rinaldi, pihaknya terus memantau kinerja para penyelenggara pemilu tersebut mulai dari TPS hingga setiap kecamatan di kota Medan.

“Semua kita pantau terus saat ini, besok (hari ini) mereka sudah mulai merekapitulasi perolehan suara dikecamatan masing-masing. Nanti akan kita umumkan hasilnya,” ujar Rinaldi.

Klaim Sumut Lumbung Suara

Berbeda dengan KPU, setiap parpol sudah memiliki perhitungannya sendiri, dan meyakini perhitungan mereka sejalan dengan perhitungan KPU. Di antaranya adalah PDI Perjuangan dan Gerindra. Jeduanya mengklaim mantap dengan perolehan suaranya masing-masing di tingkat Sumut.

Di tingkat nasional, menurut hasil quick count, suara PDI Perjuangan mencapai angka lebih dari 20 persen. PDIP adalah partai dengan perolehan suara terbesar dari seluruh partai politik yang ikut pada pemilu 2019.

“Di Sumatera Utara, saya fikir tidak akan jauh dari angka itu. Karena selama ini Sumut juga merupakan salah satu lumbung suara terbesar untuk PDIP. Target kita memang sesuai dengan pencapaian nasional itu. Namun begitu lebih baik kita tunggu saja hasil dari KPU,” ucap Japorman Saragih selaku ketua DPD Sumut PDI Perjuangan kepada Sumut Pos, Jumat (19/4).

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dinobatkan sebagai parpol dengan perolehan suara terbesar kedua di tingkat nasional melalui versi quick ciunt sejumlah lembaga survei, memperoleh suara lebih dari 12 persen di tingkat nasional.

Melihat perolehan itu, wakil ketua DPD Sumut Partai Gerindra, Subandi, mengatakan persentase perolehan pencapaian suara partainya di Sumut, di atas perolehan pencapaian suara di tingkat nasional.

“Alhamdulillah kalau di tingkat nasional, Gerindra mencapai angka lebih dari 12 persen. Tapi kalau untuk di Sumut, kita yakin justru lebih dari itu. Di sumut, kita perhitungkan Gerindra memperoleh suara berkisar 16-17 persen. Dan menjadi salah satu penyumbang suara terbesar untuk partai Gerindra di tingkat nasional,” tuturnya.

Kedua partai dengan perolehan suara terbesar itu menyebutkan, pihaknya akan terus mengawal dan menjaga suara yang telah diperoleh, hingga nantinya diumumkan oleh KPU, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

KPU Sumut Tunggu Rekap Kabupaten/Kota

Senada dengan KPU Medan, KPU Sumatera Utara masih menunggu hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 di tingkat kabupaten dan kota. Baik untuk penghitungan suara Pilpres, DPD RI, DPR RI, dan DPRD provinsi.

“Sekarang ini kan prosesnya masih ada di tingkat PPK. Nanti dari situ baru dihitung oleh kawan-kawan kabupaten/kota. Paling lama semua surat suara tersebut akan disampaikan ke kami pada 7 Mei. Jadi kami pun masih menunggu,” ujar Komisioner KPU Sumut Divisi Teknis, Benget Manahan Silitonga menjawab Sumut Pos, Jumat (19/4).

Dia mengungkapkan, rekapitulasi penghitungan suara untuk Pilpres, DPD dan DPR RI tingkat Sumut baru akan dilakukan pada 8-12 Mei mendatang. Sesuai tahapan, sebut Benget, rekapitulasi penghitungan surat suara Pilpres secara nasional akan dilakukan pada 18 Mei 2019.

“Itu nanti termasuk untuk rekapitulasi surat suara calon legislatif provinsi, mulai 8-12 Mei. Kalau pilpres secara nasional pada 18 Mei baru akan diumumkan,” katanya.

Pihaknya berharap semua penghitungan suara untuk kelima jenis pemilihan tersebut, bisa segera tuntas dan tidak ada kendala berarti selama tahapannya.

“Belum bisa diketahui sekarang ini (hasil penghitungan suara Pileg dan Pilpres), masih ditingkat kecamatan dan kabupaten/kota. Karena kan banyak yang akan dihitung ada lima jenis surat suara,” tuturnya.

Pihaknya menekankan, melalui aplikasi Hasil Pemilu 2019 KPU RI, sejauh ini belum ada memuat hasil perolehan suara untuk Pileg. Hal itu disebabkan belum semua data plano C1 yang di-entry ke dalam sistem aplikasi tersebut.

“Sekarang ini jajaran kami masih bekerja di bawah untuk menginput C1 pada semua tingkatan, sebelum nantinya hasil tersebut diketahui pada tingkat kabupaten/kota,” ujarnya. (mag-1/prn)