SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Amatan wartawan, Senin (8/4) siang di Kota Sidikalang. Puluhan siswa/I SMA berkonvoi menggunakan sepeda motor dengan kondisi baju sudah dicoret-coret. Beberapa orang siswa mengaku, mereka melakukan itu sebagai tradisi mengakhiri masa SMA.
Sejumlah siswa mengatakan, mereka akan pergi ke tempat wisata pantai Silalahi dan sebagian lagi mengaku akan pergi ke lokasi wisata di Samsir yakni ke Tele. Para pelajar menyebut, akan melakukan aksi itu dengan damai dan tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainya atau masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Sidikalang, Manihar Tumanggor mengimbau anak didiknya tidak melakukan aksi konvosi dan coret-coret pakaian serta pergi ketempat wisata dan lainnya.
Manihar menyebut, sebelum pelaksanaan UNBK pihaknya sudah mengumumkan kepada siswa, agar setelah selesai UNBK langsung pulang ke rumah masing-masing. Tumanggor mengaku, pantauan di hari terakhir UNBK tidak ditemukan siswanya melakukan konvoi serta aksi coret-coret.
Disinggung soal pelaksnaan UNBK, Manihar mengatakan, selama 4 hari pelaksanaan UNBK. Sebanyak 299 orang siswa sekolah itu bisa mengikuti dengan baik. Tidak ada kendala berarti termasuk masalah listrik. Pihaknya memberikan apresiasi kepala PLN karena selama pelaksanaan UNBK tidak ada pemadaman listrik. (mag-10/han)
SOPIAN/SUMUT POS
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan memukul beduk dalam persiapan pelaksanaan STQH ke-16 tingkat Provinsi Sumatera Utara, Senin (8/4).
SOPIAN/SUMUT POS TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan memukul beduk dalam persiapan pelaksanaan STQH ke-16 tingkat Provinsi Sumatera Utara, Senin (8/4).
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan meninjau persiapan pembukaan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke-16 tingkat Provinsi Sumatera Utara, di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (8/4).
Dikatakannya, dalam pembukaan nantinya Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi akan hadir dan kegiatan STQH akan di laksanakan mulai tanggal 9-14 April 2019.
Sedangkan untuk meramaikan kegiatan, rencananya akan dilaksanakan kegiatan pawai takruf dan pameran UMKM dari Kota Tebingtinggi.
“Persiapan sudah matang dan kita harapkan tidak ada kendala apapun, kepada kaum muslimin dan muslimat Kota Tebingtinggi mari kita ramaikan dengan menghadiri STQH di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi,”bilangnya.
Beduk paling besar di Sumatera Utara juga dipajang di depan tribun bergambarkan corak kaligrafi, beduk ini nantinya akan di pukul sebagai pertanda dibukanya STQH dan diameter beduk ini panjang 2 meter dan lebar 1,5 meter.
Beduk ini di tempah di Kabupaten Jawa Barat Kota Cirebon, dengan waktu pengerjaan hampir memakan waktu satu tahun, dengan tampilnya beduk ini menambah semaraknya pelaksaan STQH.
Beduk terbesar di Sumatera Utara ini adalah beduk milik Masjid Agung, karena bangunan Masjid Agung sangat besar, maka beduknya juga harus besar dan cantik. Kita juga berharap beduk ini akan menjadi ciri khas Masjid Agung agar terlihat lebih megah dan cantik.
Salah seorang warga yang melihat lihat persiapan pembukaan STQH di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi mengatakan sangat kagum melihat beduk besar tampil di pajang di lokasi perlombaan.
Dia menyatakan bahwa beduk ini merupakan ciri khas milik Kota Tebingtinggi yang nantinya akan di pasang di Masjid Agung Kota Tebingtinggi. “Bagus dan indah, ini akan menjadi salah satu koleksi Masjid Agung,”terangnya. (ian/han)
IST
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Layari Sinukaban, saat meninjau kawasan Tugu Adipura Simpang Enam, Senin (8/4).
IST TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Layari Sinukaban, saat meninjau kawasan Tugu Adipura Simpang Enam, Senin (8/4).
KARO, SUMUTPOS.CO – Sampah menjadi persoalan krusial di kota-kota besar. Kurangnya lahan sampah berdampak pada aspek kehidupan, terutama kesehatan dan lingkungan. Dalam penanganan sampah, masyarakat dituntut untuk lebih peduli.
Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan masih kurang peka, pedulinya masyarakat Bumi Turang dalam persoalan sampah. Sampah menumpuk di saluran-saluran drainase dan gorong-gorong yang berada di pusat bisnis (pasar), dan pemukiman masyarakat.
Fakta drainase dan gorong-gorong menjadi tempat pembuangan sampah, disaksikan Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Layari Sinukaban, pada saat meninjau kawasan Tugu Adipura Simpang Enam, Senin (8/4). Turut serta dalam tinjuan ke lapangan itu, anggota DPRD Karo Ferianta Purba dan Thomas Joverson Ginting, serta Kabid Dinas LHK Hotman Brahmana.
Dikatakan Terkelin, tinjauan ke lokasi itu dilakukan, setelah menerima informasi dari Ferianta Purba. “Ini spontan, kami ke lapangan karena Ferianta Purba anggota DPRD Karo mengatakan banyak informasi masuk ke WhatsApp-nya. Mendengar informasi ini, ya kita langsung turun melakukan cek dan ricek,” ujar Terkelin.
Ditegaskan Terkelin, fakta di lapangan, banyak sampah berserakan di dalam saluran parit dan gorong-gorong. “Kita lihat ternyata benar, sampah berserakan di dalam parit dan gorong-gorong. Wajar selama turun hujan, air meluber ke badan jalan akibat tumpukan sampah menyumbat dan membendung jalannya air (parit),” kata Terkelin.
Bupati Karo menyesalkan tindakan orang-orang yang membuat sampah ke dalam saluran parit. “Masih banyak pedagang yang membuang sampah sembarang. Mereka seperti tidak peduli dengan keberadaan sampah, Antisipasi langsung kita kerahkan truk sampah milik Pemkab dibantu anggota Satpol PP sebanyak 10 orang untuk adakan pembersihan mengangkat sampah dan rumput-rumput yang sudah tumbuh di dalam parit,” kata Terkelin.
Anggota DPRD Karo, Ferianta Purba mengungkapkan, informasi yang ia sampaikan kepada Bupati Karo merupakan masukan dari warga. “Atas saran dan masukan masyarakat kepada saya, agar tolong disampaikan kepada Pemkab Karo terkait sampah berserakan di parit. Untuk itu, saya teruskan informasi masyarakat ini, tahu-tahu Bupati Karo respons dan tanggapm serta langsung mengecek ke lokasi bersama saya,” aku Ferianta.
Rekan Ferianta Purba, Thomas Joverson Ginting mengapresiasi sikap Bupati Karo yang langsung merespons informasi soal sampah. Thomas pun mengimbau kepada para pedagang untuk tidak lagi membuang sampah ke dalam saluran parit. (deo/han)
ist
TAUSIAH: Ustad Abdul Somad saat menyampaikan tausiah pada Peringatan Isra Mikraj di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru.
ist TAUSIAH: Ustad Abdul Somad saat menyampaikan tausiah pada Peringatan Isra Mikraj di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru.
MADINA, SUMUTPOS.CO – Lebih dari 10.000 umat Muslim menghadiri tausiah yang disampaikan Ustad Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Musthofawiyah Purba Baru, Mandailing Natal, Sumut, Senin (8/4). Acara itu merupakan peringatan Isra Mikraj Rasulullah Muhammad SAW.
Dia menyatakan, jumlah pesantren terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan yang diminati. Untuk itu, Somad berharap banyak lahir pemimpin untuk berbagai tingkatan di tanah air dari kalangan santri.
Ustad Abdul Somad dalam kesempatan itu mengungkapkan, bahwa lulusan Musthofawiyah dapat memberi warna bagi bangsa dan negara. Alumni Musthofawiyah pun banyak ditemuinya di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan banyak yang menjadi guru besar, pejabat di perusahaan swasta hingga kantor pemerintahan.
Pantauan di lokasi, lapangan yang dimiliki pesantren tak mampu menampung jumlah hadirin untuk mendengarkan tausiah ustad Abdul Somad.
Pada kesempatan itu juga, ustadz Abdul Somad mengajak umat Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara untuk tidak tergiur oleh politik uang. Apalagi, dalam momentum pesta demokrasi seperti Pemilu 2019. “Jangan mau karena uang seratus ribu kalian mencoblos itu calon, ambil uangnya jangan coblos orangnya, Allahu Akbar,” ujar Abdul Somad. Menurutnya, cara efektif untuk melawan kampanye uang atau serangan fajar adalah tidak memilih pemimpin yang mengandalkan uang. Untuk membuat jera jika ada serangan fajar berbentuk uang, dirinya menyarankan diambil namun tidak perlu memilihnya.
Kumpul serangan fajarnya baru kita buat pembangunan sarana umum seperti kamar mandi umum, dan jangan lupa untuk tidak mencoblos orang yang menggunakan kampanye kecurangan,” ujar UAS. Di tengah ribuan warga yang hadir, dirinya pun tak luput mengingatkan untuk mengerjakan salat. Terutama salat berjamaah agar negeri ini jauh dari segala mara bahaya.
“Sini udah pada salat apa belum, kalau gitu ayo kita dirikan salat berjamaah ayo kita ramaikan mesjid, sebab itulah kunci hidup dan menjauhkan kita dari segala mara bahaya, Allahu Akbar,” ujarnya.
Usai memberikan Tausyiah, UAS dan Musa Rajeksha wakil Gubernur Sumatera Utara dan rombongannya melakukan salat Djuhur berjama’ah di Rumah Pendiri Pesantren Mustafawiyah. Kemudian Rombongan UAS melanjutkan Syiar Dakwahnya ke Pesantren Darul Ulum di Desa Muara Mais, kecamatan Tambangan Madina. (mag-7/han)
ist
BERIKAN: Ketua Persit KCK Cabang XIL Dim 0212/TS Koorcab Rrm 023 PD I/Bukit Barisan Ny. Akbar Nofrizal Yusananto diwakili wakil ketua Ny. Edi Iskandarsi memberikan makanan tambahan kepada ibu-ibu.
ist BERIKAN: Ketua Persit KCK Cabang XIL Dim 0212/TS Koorcab Rrm 023 PD I/Bukit Barisan Ny. Akbar Nofrizal Yusananto diwakili wakil ketua Ny. Edi Iskandarsi memberikan makanan tambahan kepada ibu-ibu.
MADINA, SUMUTPOS.CO – Guna mencegah Stunting di Kabupaten Mandailing Natal, Persit KCK Cabang XIL Dim 0212/TS Koordcab Rrm 023 PD I/Bukit Barisan menggelar Edukasi Gizi Bagi Ibu Hamil dan Anak, Senin (8/4)
Kegiatan tersebut juga merupakan dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2019.
Acara yang dipusatkan di UPT Puskesmas Panyabungan Jae Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, dihadiri oleh Ketua Persit KCK Cabang XIL Dim 0212/TS Koorcab Rrm 023 PD I/Bukit Barisan Ny. Akbar Nofrizal Yusananto diwakili wakil ketua Ny. Edi Iskandar, Kadis Kesehatan Madina dr. Syafruddin Nasution, Ketua Bhayangkari Kecamatan Panyabungan, Kapus Gunung Tua, Kapus Panyabungan Jae, dan sejumlah pengurus Persit KCK Cabang XIL Dim 0212/TS.
Selanjutnya, juga dilaksanakan edukasi pencegahan Stunting, demo memasak makanan tambahan dan penyerahan bingkisan bagi Ibu hamil dan para balita dalam rangka pencegahan Stunting.
Kadis kesehatan Madina, dr Syarifuddin mengucapkan terimakasih kepada Persit Kodim 0212/TS yang telah berperan aktif untuk mencegah Stunting di Madina dan Panyabungan, pada khususnya.
“Masalah stunting di Indonesia sekarang ini sangat tinggi yakni berada pada posisi ke-3 dimana Stunting ini berawal dari dalam kandungan,” katanya.
Sekarang ini masalah Stunting sudah sangat rawan termasuk di Kabupaten Mandailing Natal ini, karena pada umumnya para ibu-ibu enggan untuk menyusui anaknya karena takut berpengaruh kepada postur tubuhnya. Padahal Stunting bisa dicegah sejak berada dalam kandungan, dimana seorang ibu hamil hingga pasca melahirkan para ibu harus memberikan asupan gizi yang baik kepada anaknya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Persit Karyika Chandra Kirana Cabang XIL Dim 0212/TS Koorcab Rem 023 PD I/Bukit Barisan Ny Akbar Nofrizal Yusananto yang diwakili Wakil Ketua Ny Dedi Iskandar mengatakan ucapan terimakasih kepada Pemda Madina yang telah berpartisipasi. “Seperti kita ketahui bersama prajurit nyata telah banyak berkiprah dalam kegiatan sosial masyarakat di berbagai bidang”, katanya.
Juga turut disampaikannya, sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan dan rasa tanggung jawab serta sekaligus dalam rangka memperingati hari ulang tahun Persit Kartika Chandra Kirana ke 73 tahun 2019 yang jatuh pada tanggal 3 April 2019, maka pada kesempatan ini Kartika Chandra Kirana cabang cabang XIL Dim 212 mengadakan berbagai kegiatan bakti sosial di lima titik.
Di wilayah Madina mengangkat kasus potensial stunting yang berada di wilayah Madina Kecamatan Panyabungan, kemudian di waktu yang bersamaan kita melaksanakan bakti sosial mengangkat kasus tuberkulosis, memberikan sosialisasi dan pengobatan gratis di wilayah Paluta,” terangnya.
Ibu Ketua juga menyampaikan, permasalahan stunting atau gagal tumbuh bisa dibilang di Indonesia masih menjadi keprihatinan bersama. Menurut data dari riset kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2018 Angka kejadian stunting di Indonesia itu masih mencapai 30,8%, angka tersebut masih tergolong sangat tinggi dari ambang maksimal WHO.
Seribu hari pertama kehidupan yaitu sejak awal kehamilan atau masa konsepsi hingga anak berusia 2 tahun kekurangan gizi dapat berupa kurangnya jumlah asupan makanan atau kualitas makanan, seperti kurangnya variasi makanan. Faktor lain yang turut berperan dalam resiko standing antara lain kesehatan ibu selama kehamilan pola asuh dan kesehatan anak atau kekerapan mengalami penyakit infeksi kondisi sosial ekonomi serta lingkungan.
Pada kesempatan ini Kartika Chandra Kirana Cabang 45 Dim 0212 hadir disini untuk dapat bersilaturahim dengan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, sekaligus melaksanakan bakti sosial edukasi gizi untuk ibu hamil dan bayi balita guna cegah stunting sebagai bentuk peran serta dalam mempersiapkan generasi muda bangsa yang sehat dan berkualitas semoga kehadiran kami disini dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat,” harapnya.
Dilanjutkan ibu Ketua, Stunting harus menjadi perhatian kita bersama khususnya bagi para calon orangtua, kenali identitas penyebab stunding dengan mengetahui titik samping berasal,” Yaitu dimulai dari saat kehamilan semoga masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Madina ini menjadi semakin sadar akan pentingnya nutrisi, khususnya 1000 hari pertama kehidupan karena sangat menentukan masa depan”, pungkasnya.
Usai kata sambutan, kegiatan dilanjutkan edukasi penyebab Stunting yang disampaikan oleh Kapus Panyabungan jae dr. Yulida Nehri Lubis. Pada kesempatan tersebut, Yulida juga memberikan pemahaman penyebab Stunting dab cara pencegahannya, selanjutnya dilaksanakan pemberian makanan tambahan dan susu bagi ibu hamil dan Balita. (mag-7/han)
ist
FLASHMOB PKS: Ribuan kader PKS Sumut kembali menggelar flashmob sepanjang 49 Km, sebagai ganti jatah kampanye akbar dari KPU, Minggu (7/4).
ist FLASHMOB PKS: Ribuan kader PKS Sumut kembali menggelar flashmob sepanjang 49 Km, sebagai ganti jatah kampanye akbar dari KPU, Minggu (7/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tidak seperti partai politik lain, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) memakai pola flashmob sebagai ganti dari kampanye rapat umum atau kampanye akbar di Pemilihan Umum 2019 ini. Terhitung sejauh ini, sudah tiga kali PKS Sumut melaksanakan kegiatan tersebut.
Terkini, DPW PKS Sumut menggelar Flashmob Akbar di Jalan Lintas Sumatera, Minggu (7/4) dengan mengambil jalur Medan-Tebingtinggi, tepatnya mulai Masjid Raya Al Mashun Medan sampai Masjid Raya Sultan Sulaiman di Perbaungan, Serdangbedagai, sepanjang sekitar 49 Km.
Menurut Ketua DPW PKS Sumut Hariyanto, flashmob kali diadakan sebagai pengganti jatah kampanye rapat umum PKS dari KPU. “Kita buat flashmob ini selain karena biayanya lebih irit, juga lebih efektif menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang melintas jalan raya,” ujarnya. (prn/azw)
Disebutkannya, flashmob tersebut melibatkan sekitar 5.000 kader dari 4 kabupaten dan kota, yakni Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, dan Tebingtinggi. “Kader mulai dimobilisir sejak pukul 07.00 WIB oleh masing-masing pengurus DPC (kecamatan) selanjutnya menempati area flashmob yang sudah disepakati sebelumnya. Selama 2 jam sekitar pukul 08.30-10.30, para kader kita sudah ready di pinggir jalan,” ungkap Hariyanto.
Tampak hadir Ketua DPP PKS Wilda Sumbagut, Tifatul Sembiring yang memantau langsung peserta flashmob dari atas jeep terbuka. “Saya hadir langsung untuk memberi semangat kader,” katanya.
Menurut Tifatul, flashmob adalah kegiatan sosialisasi khas PKS karena hanya PKS sanggup melakukannya. “Mengapa cuma PKS karena cuma kita yang bisa mengerahkan kader dalam jumlah besar tanpa dibayar, bahkan mereka datang dengan biaya sendiri, urunan di DPC (patungan pengurus kecamatan) masing-masing. Kalau bukan karena keikhlasan pasti susah melakukan flashmob ini,” tutur Tifatul.
Seperti flashmob sebelumnya, PKS Sumut kali ini juga memperkenalkan empat program andalan secara nasional yaitu; SIM Seumur Hidup, Gratis Pajak Sepeda Motor, RUU Perlindungan Ulama dan Tokoh serta Bebas Pajak Penghasilan di Bawah 8 Juta. (prn/azw)
ist
ACARA: Caleg DPRD Sumut Partai Demokrat Nomor Urut 4 Dapil Sumut 12, Muhri Fauzi Hafiz saat menghadiri acara rembuk Melayu Langkat bersama Sultan Langkat, Tuanku Azwar Abdul Jalil Rahmatsyah Al Hajj (Kanan) dan tokoh-tokoh Adat lainnya, baru-baru ini. Fauzi mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat adat Melayu Langkat untuk maju kembali sebagai wakil rakyat.
ist ACARA: Caleg DPRD Sumut Partai Demokrat Nomor Urut 4 Dapil Sumut 12, Muhri Fauzi Hafiz saat menghadiri acara rembuk Melayu Langkat bersama Sultan Langkat, Tuanku Azwar Abdul Jalil Rahmatsyah Al Hajj (Kanan) dan tokoh-tokoh Adat lainnya, baru-baru ini. Fauzi mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat adat Melayu Langkat untuk maju kembali sebagai wakil rakyat.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – MUHRI Fauzi Hafiz SE MA atau yang kerap disapa dengan sebutan Bang Fauzi, merasa terpanggil untuk kembali maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sumut dari Partai Demokrat dengan Nomor Urut 4 Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 12 (Binjai dan Langkat), setelah dirinya mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat adat Melayu Langkat.
“Alhamdulillah saya sebagai putera asli Melayu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat adat Melayu Langkat,” kata Fauzi kepada Sumut Pos saat disambangi di ruang kerjanya di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (8/4) siang.
Fauzi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Sumut, mendapatkan dukungan itu juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, Fauzi dipercaya dan telah diamanahkan oleh masyarakat adat Melayu Lang kat untuk memperjuangkan terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) Masyarakat Adat.
Perda itu sendiri disebut Fauzi sangat penting, karena sebagian besar masyarakat adat merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah setempat. Oleh sebab itu, bila terpilih kembali, dirinya berjanji untuk memperjuangkan Perda tersebut agar dapat mengatur sistem, dimana pemerintah provinsi harus memberikan perlindungan dan pembinaan terhadap kelompok masyarakat adat yang ada di Sumut.
“Kenapa kita belum melihat adanya per lindungan terhadap masyarakat adat? Itu karena belum ada Perda terkait masyarakat adat. Segera harus dibuat agar masyarakat adat dapat lebih diperhatikan. Salah satunya masyarakat adat Melayu Langkat,” kata Fauzi.
Adapun masalah yang dihadapi oleh masyarakat adat Melayu di Langkat, cukup beragam dan tentu membutuhkan perhatian pemerintah. Sebagai contoh, ujar Fauzi, ma syarakat Melayu Langkat membutuhkan perhatian pemerintah untuk membantu pihaknya dalam menjaga, merawat, dan melestarikan kebudayaan Melayu di Tanah Langkat.
“Contohnya seperti pemeliharaan benda-benda peninggalan budaya, Masjid Azizi Tanjungpura yang di sekitarnya juga terdapat makam pahlawan nasional T Amir Hamzah. Semua ini butuh perhatian, semua ini butuh biaya. Pemerintah harus bisa mengalokasikan APBD untuk kepentingan kelestarian masyarakat adat,” ujarnya.
Termasuk juga soal pemberian penghargaan terhadap masyarakat adat Melayu Langkat atas tanah yang berasal dari lahan eks HGU PTPN II, menurut Fauzi, masyarakat adat harus mendapatkannya dan pemerintah harus memberi perhatian terhadap hal ini. Tak hanya dibutuhkan oleh masyarakat adat Melayu Langkat, menurut Fauzi, Perda tersebut juga dibutuhkan oleh masyarakat adat lainnya di Sumut.
“Saya fikir saat ini bukan hanya masyarakat adat Melayu, tetapi masyarakat adat yang lain seperti masyarakat adat batak dan masyarakat adat lainnya juga membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Maka tentu Perda ini harus saya perjuangkan, untuk semua masyarakat adat yang ada di Sumatera Utara,” tutupnya. (mag-1/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masa kampanye akan segera berakhir pada tanggal 13 April mendatang. Tanggal 14 hingga 16 April telah ditetapkan sebagai hari tenang menjelang hari pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan 17 April 2019 mendatang.
Menjelang hari tenang tersebut, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Medan telah bersiap untuk segera melakukan penertiban atribut-atribut partai politik dan peserta Pemilu lainnya.
“Tanggal 14 April nanti kita sudah langsung melakukan tindakan penertiban bagi setiap pelanggaran dengan atribut atau APK yang masih terpasang,” kata Ketua Bawaslu kota Medan, Payung Harahap kepada Sumut Pos, Senin (8/4) sore.
Namun kata Payung, sebelum masuk hari tenang tersebut, pihaknya akan terlebih dahulu memberikan surat edaran kepada setiap partai politik (parpol) di Kota Medan.
“Surat edaran itu nantinya akan berisi imbauan, agar semua partai politik segera menertibkan atribut-atribut dan APK parpol mereka masing-masing, sebelum nantinya akan ditertibkan oleh pihak Bawaslu Medan. Kita harapkan mereka mau menertibkannya sendiri sebagai bentuk kesadaran dalam aturan demokrasi,” ujar Payung.
Selain penertiban APK menjelang Pemilu, hingga sekarang Bawaslu kota Medan juga terus menerima laporan pelanggaran dalam masa berkampanye. Payung menuturkan, sejauh ini total laporan yang telah diterima oleh pihaknya berjumlah 9 pelanggaran.
“Dari total 9 pelanggaran itu, 7 di antaranya merupakan laporan pelanggaran tindak pidana pemilu”, kata Payung.
Pelanggaran tindak pidana tersebut pun dikatakannya telah disampaikan langsung kepada Gakkumdu dan Bawaslu Provinsi Sumatera Utara sebagai majelis dalam setiap pelanggaran yang ditemukan oleh pihaknya.
“Namun, dari 7 laporan pelanggaran tindak pidana pemilu yang telah kita sampaikan itu, tidak ada satupun yang dapat ditindaklanjuti. Karena pihak Gakkumdu menilai bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak memenuhi unsur dan syarat untuk ditindaklanjuti”, sebutnya.
Dijelaskan Payung, adapun tindak pidana pemilu yang dimaksud tersebut seperti kampanye diluar jadwal yang telah ditentukan, menggunakan fasilitas negara dalam berkampanye, terjadinya perusakan APK dan adanya kampanye hitam.
Sementara, di Kecamatan Babalan menyelenggarakan kegiatan prabimtek untuk para panitia pemungutan suara (PPS) se Kecamatan Babalan. Meliputi Kelurahan Pelawi Utara, Berandan Barat, Berandan Timur, dan Kelurahan Betandan Timur Baru, termasuk Desa Securai Utara dan Selatan, Desa Pelawi Selatan dan Desa Telukmeku.
“Pelaksanaan Pra Bimtek tersebut di laksankan mulai sejak Hari Sabtu (6/4) hingga (9/4) yang berlangsung di Aula Kantor Camat Babalan Jalan Datuk Kelurahan Pelawi Utara Kecamatan Babalan Brandan,” kata Ketua PPK Babalan Rihad Apri didampingi anggota PPK Budi Ismuliadi SPd, Senin (8/4). (mag-1/mag-10)
ISTIMEWA
PERTEMUAN: Ketua Umum PB Iklas Drs Rivai Nasution MM (3 dari kanan) saat bersilaturahim dengan warga di Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel, akhir pekan lalu.
ISTIMEWA PERTEMUAN: Ketua Umum PB Iklas Drs Rivai Nasution MM (3 dari kanan) saat bersilaturahim dengan warga di Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel, akhir pekan lalu.
LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB-Iklas) mengajak seluruh warga Labuhanbatu Selatan (Labusel) untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April 2019, menggunakan hak pilihnya dengan baik dan bijaksana. Ajakan ini disampaikan Ketua Umum PB-IKLAS Drs Rivai Nasution MM saat bersilaturahmi ke beberapa dusun di Desa Bangunsari dan Desa Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labusel, akhir pekan lalu.
Dalam silaturahim itu, Rivai diterima sejumlah tokoh masyarakat Dusun Bangun Rejo Desa Pekan Tolan di antaranya Dariyadi dan Darno. Tokoh masyarakat Dusun Wonorjo Desa Pekan Tolan Kadit dan Sutarno.
Rivai juga mengimbau agar masyarakat Labusel tidak golput dan memilih calon anggota legisatif (Caleg) dan Capres sesuai hati nurani. Namun, dia berharap caleg yang dipilih benar-benar komitmen membangun Labusel.
Menurut putra daerah Labusel ini, saat ini kondisi pembangunan Labuhanbatu Selatan masih jauh dari harapan. Karenanya, dibutuhkan wakil rakyat yang mempunyai komitmen mendorong dan mengawal pembangunan daerah pemekaran Labuhanbatu ini. Berpijak dari kenyataan itu, Pemilu 2019 ini diharapkan dapat menghasilkan para legislator yang lebih baik, yang betul-betul bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Ayo kita gunakan hak pilih kita, jangan salah pilih. Karena, pilihan kita di 17 April nanti akan menentukan nasib bangsa dan menentukan pembangunan Labusel 5 tahun ke depan,” kata Rivai.
Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesatuan dan persatuan. “Jangan gara-gara beda pilihan dalam Pemilu, kita jadi terpecah belah,” imbaunya di hadapan tokoh masyarakat.(adz/azw)
JPNN/SUMUT POS
PAPARKAN: Mabes Polri memaparkan dua buzzer hoax server kpu menangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
JPNN/SUMUT POS PAPARKAN: Mabes Polri memaparkan dua buzzer hoax server kpu menangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
SUMUTPOS.CO – Dua buzzer penyebar hoax server milik KPU sudah diatur untuk kemenangan pasangan calon petahana, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dibekuk. Keduanya ditangkap akhir pekan kemarin.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dua pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda. Pelaku pertama berinisial EW ditangkap di Ciracas, Sabtu (6/4) dini hari.
“Dia memiliki akun ekoboi, akun Twitter-nya, dan nge-link juga di babe.com yang memiliki follower cukup banyak,” kata Dedi saat menggelar konferensi pers di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/4).
Sementara, untuk pelaku lainnya berinisial RD, seorang ibu rumah tangga ditangkap di Lampung pada Minggu (7/4) kemarin. Dia menggunakan akun Facebook dan Twitter untuk menyebarkan video hoax tersebut.
“RD sedang dalam pemeriksaan dititipkan di Polda lampung,” imbuhnya.
Keduanya kata Dedi, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sejumlah barang bukti berupa handphone dan sim card turut disita petugas.
Sementara itu, Kasubdit l Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni mengatakan, penangkapan keduanya merupakan hasil dari scanning akun-akun yang dilaporkan oleh KPU. Dari delapan akun media sosial yang dilaporkan, tiga diantaranya berhasil diidentifikasi.
“Akun yang dilaporkan oleh KPU kurang lebih ada delapan akun. Yang teridentifikasi, ada tiga akun real yang bisa diidentifikasi. Terkait pidato, meng-upload bahwa server KPU sudah di-setting 57 persen,” kata dia.
Keduanya dijerat dengan Pasal 14 ayat 3 dan Pasal 14 ayat 2 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman hukuman 4 tahun.
“Tentang peraturan pidana yaitu menyebarkan berita bohong yang mengakibatkan keonaran,” jelasnya.
Dani menambahkan, tim masih mengejar satu orang lagi terkait penyebaran hoax ini. “Ada satu (pemilik) akun lagi yang masih buron,” tukasnya.
Seperti diketahui pekan lalu, warganet (sapaan akrab pengguna sosial media) diramaikan oleh video yang berdurasi 2 menit 14 detik tengah menampakkan suasana rapat.
Yang jadi persoalan, salah seorang yang sedang berbicara mengungkapkan bahwa server milik KPU sudah diatur untuk kemenangan pasangan calon petahana, Jokowi-Ma’ruf Amin.
Pria yang berbicara itu menyatakan bahwa ucapan tersebut diyakini kebenarannya usai berkunjung ke Singapura. Dia menyatakan, server KPU telah di-setting untuk memenangkan petahana sebesar 57 persen.
Video tersebut pun menjadi viral di media sosial, baik di Twitter, Facebook maupun YouTube. Adapun video tersebut diketahui pertama kali diunggah oleh akun bernama Rahmi Zainuddin Ilyas di Facebook pada 3 April.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, potongan video suasana rapat itu ternyata terjadi pada 27 Maret lalu.
Dalam video tersebut, rapat itu diduga tengah membahas pemenangan Prabowo-Sandi pada pemilu 17 April 2019.
Tidak jelas memang di mana rapat itu dilakukan dan siapa saja yang hadir dalam rapat tersebut. Namun yang pasti, potongan video itu telah banyak dibagikan oleh pengguna akun media sosial lainnya.
KPU telah melaporkan kasus tersebut ke Badan Reserse Kriminal Polri pada Kamis, 4 April malam. KPU langsung melaporkan tiga akun di media sosial yang menyebarkan video berisikan berita bohong atau hoax itu.(jpc/ala)