30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 5714

Ditaklukkan Bali United, Peluang PSMS U-16 Berat

net KALAH: PSMS U-16 kalah dari Bali United.
net
KALAH: PSMS U-16 kalah dari Bali United.

BALI, SUMUTPOS.CO – Peluang PSMS Medan untuk lolos ke babak selanjutnya pada Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2018, semakin berat. Hal itu terjadi setelah Ayam Kinantan Junior itu tumbang dari tuan rumah Bali United dengan skor 1-2 di Stadion Wayan Dipta, Bali, Senin (3/12).

Pada pertandingan ini, gawang PSMS U-16 yang dikawal Raja Khatulistiwa Margolang sudah bobol ketiga pertandingan baru berjalan satu menit. Tendangan I Kadek Dimas Satria, tidak mampu diamankan kiper Ayam Kinantan.

Tersentak dengan gol cepat tersebut, PSMS U-16 meningkatkan permainan. Mereka kemudian mampu menyamakan kedudukan melalui Putra Walandara pada menit ke-24. Skor imbang bertahan hingga babak pertama usai.

Petaka kembali menerpa PSMS U-16 di awal babak kedua. Gawang Raja Khatulistiwa Margolang kembali kebobolan pada menit ke-43 melalui I Kadek Olin Narendra. PSMS tertinggal 1-2.

Anak asuh Reswandi itu berusaha untuk mengejar ketinggalan. Namun usaha mereka selalu gagal. Hingga pertandingan usai, PSMS kalah dengan skor 1-2.

Hasil ini membuat peluang PSMS U-16 untuk melaju ke babak selanjutnya semakin berat. Pada pertandingan terakhir, mereka akan menghadapi Persib U-16, yang sementara memimpin klasemen dengan poin 6, dan sudah dipastikan menjadi juara grup.

Pelatih PSMS U-16, Reswandi tak mau berkomentar banyak. Ditanya soal peluang mengalahkan Persib, dia irit bicara. “Insya Allah,” ujarnya singkat saat dihubungi. Saat ini PSMS U-16 baru mengoleksi 1 angka, hasil imbang dengan PS Tira. (bbs/dek)

Memaksimalkan Distribusi Listrik di Kota Medan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERBAIKAN: Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di Jalan Brigjen Katamso Medan, beberapa waktu lalu. Senin (9/1) Perbaikan tersebut guna mengantisipasi rusaknya aliran listrik disaat musim penghujan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERBAIKAN: Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di Jalan Brigjen Katamso Medan, beberapa waktu lalu. Senin (9/1) Perbaikan tersebut guna mengantisipasi rusaknya aliran listrik disaat musim penghujan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik pada Rabu (5/12) dan Kamis (6/12). Pemeliharaan dua hari ini untuk memaksimalkan distribusi dan kualitas jaringan listrik yang mengaliri Kota Medan.

Dalam pemeliharaan di wilayah rayon yang sudah terjadwal, akan berdampak terja-dinya pemadaman listrik di lokasi tersebut. Adapun pemeliharan yang dilakukan pada Rabu yakni di Rayon PLN Belawan, PLN Labuhan dan Medan Baru.

Sedangkan wilayah terdam-pak pemadaman di PT. Pertagas, Jl. Pulau Sicanang, Jl. Sicanang Kering, Jl. PLTU Sicanang, Jl. Pelabuhan Raya TOOL Sebagian, BICT, Pabrik Kertas BNSP, Jl. Semen Andalas, Khusus Perum Pelabuhan, PT. Pelindo, PT. BPP Power, Jl. Pelabuhan Raya, PT. PHG, Hotel Pardede, PT. Samudera Logistik, Lorong Sawita. Kemudian, Jl.Psr.III Marelan,Jl.Psr.II Barat, Jl.Psr.I Tengah,Jl.Psr.I Rel serta Jl. Dr. Mansyur sebagian, Kolam Renang Selayang, Jl. Suka Baru, Jl. Sei Padang sebagian, Jl. Pembangunan, Komplek Tasbih, Jl. Setia Budi s.d Jl. Murni, Jl. Perjuangan.

Sedangkan pemeliharaan pada Kamis yakni di Rayon Medan Baru. Adapun wilayah terdampak pemadaman yakni Jl. Iskandar Muda, Jl. Biduk, Jl. Burjamhal, Jl. Mengkara, Jl. Sei Beras, Jl. Hayam Wuruk sebagian, Jl. Sei Mencirim sebagian, Jl. Syailendra, Jl. Sei Lepan, RS SMEC, Ramayana Pringgan, Jl. Sei Bahorok.

Kemudian, Ds. Pematang Lalang, Psr I Tanjung Rejo/Tanjung Selamat, Paluh Merbau, Paluh Gelombang, Paluh 80, Paluh Putri. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pemadaman yang terjadi di wilayah pemeliharaan jaringan. Yang kami lakukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas jaringan listrik di Kota Medan,” ujar Manager PLN UP3 Medan, Lelan Hasibuan. (rel/ila)

Warga Komplek TKBM Cabuli Bocah 5 Tahun

Tersangka Pencabulan Bocah
Tersangka Pencabulan Bocah

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Erli (52) ditangkap karena mencabuli bocah berusia 5 tahun. Kini, warga Komplek TKBM, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhandeli mendekam di sel Polsek Medan Labuhan, Senin (3/12).

Sebut saja, korban Bunga. Kepada orangtuanya, Bunga mengaku bagian kemaluannya sakit. Curiga dengan pengakuan korban, ibunya terus menginterogasi hingga akhirnya korban mengaku dicabuli oleh tetangganya.

Peristiwa itu langsung dilaporkan orang tua korban ke Mapolsek Medan Labuhan. Berdasarkan laporan itu, polisi menangkap tersangka di rumahnya. Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, perbuatan tidak senonoh itu dilakukan tersangka pada (24/11) lalu, sebanyak dua kali. Tersangka telah mengakui perbuatannya.  “Kita sudah periksa tersangka, kasusnya akan segera kita limpahkan ke pengadilan,” kata Bonar.(fac/ala)

Bisnis Ruko dan Rumah Komersil Lesu, Jual Satu Ruko Saja Susah

ilustrasi ruko
ilustrasi ruko

SUMUTPOS.CO – Sejak dua tahun terakhir, market rumah toko (ruko) dan rumah komersil lainnya di Kota Medan dan Sumatera Utara umumnya, mengalami kelesuan. Market menurun drastis dibanding puluhan tahun yang lalu. Pengakuan pengembang, sekarang ini menjual satu ruko saja susah. “Pembangunan perumahan komersil beberapa tahun belakangan bisa dikatakan ‘mati’.

Pemicunya, ya karena kondisi ekonomi di Indonesia masih lesu. Udah gitu, bisnis toko habis dihajar oleh shopping online. Orang sekarang suka belanja online. Tidak lagi butuh pajangan di toko. Akibatnya demand (permintaan) ruko turun,” kata Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumatera Utara, Irwan Ray, kepada Sumut Pos, Senin (3/12).

Pemicu lainnya, karena pemerintah membuat program rumah bersubsidi bagi masyarakatn
berpenghasilan rendah (MBR). Sebelum program rumah subsidi DP 5 persen itu diluncurkan pemerintah, bisnis ruko masih menjanjikan.

“Katakanlah kita jual 10 ruko, masih bisa laku setengahnya. Tapi sekarang, jual satu saja susah. Pasar ruko sudah terjun bebas. Begitupun demandnya masih ada. Hanya saja kalau mau dipresentase, pasarnya sudah menurun 80 persen,” katanya.

Dampaknya, kata dia, tidak sedikit konsumen yang memilih menjual kembali atau menyewakan ruko-ruko yang telah dibelinya. Dan itu normal. Karena pembeli tentu akan mencari subsitusi atas investasinya, jika pasar lesu. “Saya kira dua tahun ini, pasar rumah komersil mengalami penurunan drastis. Dan itu diawali sejak program rumah subsidi sejuta rumah oleh Jokowi,” katanya.

Ia mencontohkan, jika dilakukan hitung-hitungan, konsumen mending membeli beberapa unit rumah subsidi Jokowi lalu menggabungkannya menjadi satu, ketimbang harus membeli satu ruko ataupun perumahan komersil dengan ukuran besar.

“Harganya ‘kan murah, cuma Rp130 juta ya tahun ini untuk satu unit rumah. Itu untuk tipe 36. Jika diambil saja dua atau tiga unit, harganya tidak sampai Rp500 juta. ‘Kan sudah lebar itu rumahnya Bahkan halamannya juga sudah luas. Jadi arahnya sudah ke sana,” kata Irwan.

Pengembang Beralih ke Rumah Subsidi
Kalangan pengusaha real estate MBR, menurut Irwan, sangat terbantu dengan adanya program rumah bersubsidi Jokowi. Bahkan, kata dia, kawan-kawannya sesama kalangan pengembang dan tergabung di Real Estate Indonesia (REI) Sumut, sudah mengalihkan bisnisnya pada sektor tersebut.

“Iya, sejak dua tahun ini pengembang rumah komersil sudah beralih ke rumah subsidi. Bisa dibilang sudah sekitar 80 persen kawan-kawan di REI itu main ke rumah-rumah subsidi. Sebab di situ masih ada marketnya,” katanya.

Diakui Irwan, sebelum beralih sebagai pengembang rumah subsidi, dulu dirinya fokus membangun perumahan komersil dan ruko. “Itu sejak 2003 sampai 2010. Saat itu market perumahan komersil masih menjanjikan. Tapi sejak 2010 ke atas, saya beralih ke rumah subsidi karena peluang marketnya masih besar,” katanya.

Kondisi ini menurutnya tidak hanya terjadi di Sumut. Melainkan se Indonesia. Pihaknya berharap program, yang sudah ada dan sudah baik, tidak berubah lagi. Apalagi terkait rumah subsidi sangat rentan dengan perubahan kebijakan.

“Maunya sih, jangan lagi ada kebijakan baru yang merugikan pengembang. Yang ada ini sudah baik dan sebaiknya dipertahankan. Seperti di 2018, ada muncul kebijakan baru seperti Standar Layak Fungsi (SLF) tiang harus B10. Yang beginian maunya jangan ada lagilah. Sebab memberatkan. Alhamdulilah jika kebijakan baru justru ada berpihak untuk MBR, ya kita bersyukur,” ungkapnya.

Saat ini tercatat ada sebanyak 114 pengusaha perumahan dan permukiman yang bernaung di Apersi Sumut. Mayoritas pengembang-pengembang tersebut fokus menangani pembangunan rumah subsidi. Meski dulunya mereka menggeluti sektor rumah-rumah komersil dan juga ruko.

“Apalagi yang kita tahu, target kebutuhan rumah subsidi di Sumut masih sangat jauh dari harapan. Begitupun sejauh ini, kami belum mengetahui angka pasti dari BPS. Ini yang menyulitkan kita melakukan pembangunan untuk mencapai target tersebut,” katanya.

2019, Rumah Bersubsidi Dibangun 30 Ribu
Presiden Joko Widodo memprogramkan 1 juta unit rumah bersubsidi di Indonesia. Terkait program itu, pengusaha yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) Sumut di tahun 2018, sudah membangun sekitar 16 ribu unit rumah, dari target 20 ribu unit rumah bersubsidi di Sumut. Tahun 2019, rencananya akan dibangun 30 ribu unit lagi di Sumut.

“Tahun 2018 ini, target kita membangun 20 ribu unit rumah bersubsidi. Tapi yang sudah tercapai baru 15 ribu unit. Karena ada kendala di awal bulan Maret 2018 itu, yakni regulasi dari Kementerian PUPR mengenai harga jual dan spesifikasi bangunan. Akhirnya, kawan-kawan pengembang baru membangun bulan April,” kata Ketua DPD REI Sumut, Andi Atmoko Penggabean kepada Sumut Pos, Senin (3/12).

Atmoko mengatakan, ada kendala keterlambatan pembangunan rumah bersubsidi dari target yang ditentukan. Namun diharapkan akhir Desember 2018 dapat terselesaikan. “Sekarang masih proses ke 16 ribu unit,” tutur Atmoko.

Ia menjelaskan, 70 persen pembangunan rumah bersubsidi dilakukan di wilayah Deliserdang yang masih berdekatan dengan Kota Medan. Seperti Patumbak, Tanjungmorawa, Namorambe, Tanjung Anom, Sei Mencirim, Batangkuis, Hamparanperak, dan Delitua.

Sisanya, menyebar di hampir seluruh kabupaten di Sumut. Seperti Labuhanbatu, Asahan, Tanjungbalai, Dairi, Pakpak Bharat, Karo dan Tapanuli Tengah, Langkat hingga Nias.

“Pertumbuhan rumah subsidi ada 20 persen setiap tahunnya. Untuk tahun 2019, rencananya dibangun 30 ribu unit,” jelasnya.

Saat ini, ada sekitar 300 perusahaan yang tergabung didalam REI Sumut. Hampir semuanya masih konsentrasi dalam pembangunan rumah bersubsidi. Perusahaan yang boleh membangun rumah bersubsidi harus terdaftar di Kementerian PUPR dan REI sebagai asosiasi.

“Karena membangun rumah subsidi uangnya dari pemerintah, pengembang wajib terdaftar,” jelas Atmoko.

Untuk kelancaran pembangunan rumah bersubsidi, Atmoko berharap Pemerintah Daerah di Sumut mempermudah segala bentuk perizinan. Dengan demikian, tidak ada kendala merealiasikan target yang ditetapkan. “Harapannya, perizinan dipermudah. Karena kita mendukung program pemerintah agar masyarakat memiliki rumah,” kata Atmoko.

Tentang pembangunan rumah komersil atau non subsidi di Medan, menurutnya, masih mengalami pertumbuhan bagi rumah yang memiliki harga jual Rp150 juta ke atas. Namun pertumbuhannya lambat.

“Pasarnya tidak stagnan, tetapi lambat. Soal jumlah rumah komersil yang dibangun, kita masih menunggu laporan dari kawan-kawan pengembang. Saat ini, kita masih konsentrasi pembangunan untuk rumah bersubsidi,” sebut Atmoko.

Tentang lambatnya market ruko di Sumut, menurut Atmoko, karena kondisi perekonomian Indonesia masih lesu yang mempengaruhi daya beli konsumen. Selain itu, lokasi dan disain pembangunan ruko harus betul-betul diperhatikan secara strategis ekonomi, agar memiliki daya jual tinggi.

“Kendala pemasaran ruko, pertama penurunan daya beli terkait kelesuan perekonomian. Kedua, ruko kan untuk bisnis. Jadi pembangunannya harus memperhatikan bisnis apa yang cocok di sana. Ketiga, harga jual ruko relatif lumayan. Ini yang mempengaruhi pasar,” pungkasnya. (prn/gus)

7 Lagi Penerima Suap Gatot Segera Disidang

TAHANAN: Mantan anggota DPRD Sumut Pasiruddin Daulay dan Elezaro Duha menaiki mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Senin (3/11).
TAHANAN: Mantan anggota DPRD Sumut Pasiruddin Daulay dan Elezaro Duha menaiki mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Senin (3/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Secara bergilir, 38 mantan anggota DPRD Sumut terjerat kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho menjalani persidangan. Dalam waktu dekat, giliran tujuh lagi mantan anggota DPRD Sumut bakal disidang. Mereka adalah Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tunggul Siagian, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Dengan penambahan ini, maka secara keseluruhan KPK telah melimpahkan berkas perkara untuk 19 tersangka. “Penyidikan untuk 7 tersangka telah selesai. Hari ini (kemarin, Red) penyidik melakukan pelimpahan barang bukti dan tujuh tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 ke penuntutan,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/12) Terang Febri, sebagaimana para tersangka lainnya yang sudah lebih dulu disidang, rencananya sidang kepada Fahru Rozi Cs dilaksanakan di PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

Terhadap para tersangka, sebanyak 175 orang saksi yang telah diperiksa. Diantaranya adalah anggota dan unsur pimpinan DPRD Sumut 2014-2019, staf fraksi di DPRD Sumatera Utara, Direktur RS Haji Medan, Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sumut dan sebagainya.

Sebelumnya, para tersangka yang bakal menjalani persidangan kembali menjalani pemeriksaan. Para tersangka yang diperiksa di antaranya, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tunggul Siagian, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean. Tak cuma para tersangka, penyidik KPK juga memanggil satu saksi swasta atas nama Muhammad Alnafiah. “Yang bersangkutan akan dimintai keterangan untuk tersangka BPU,” jelas Febri.

Selain pelimpahan tahap 2 dari penyidik ke Penuntut Umum terhadap tujuh tersangka, KPK juga melakukan penahanan terhadap satu orang tersangka. “Penahanan dilakukan terhadap SHP (Syahrial Harahap) selama 20 hari pertama di Rutan Salemba,” papar Febri.

Dengan demikian, sampai saat ini sekitar 36 orang telah ditahan dari total 38 orang. Satu di antaranya berstatus DPO, yaitu Ferry Suando Tanuray Kaban. “Kami ingatkan kembali agar tersangka Ferry Suando Tanuray Kaban, menyerahkan diri ke KPK,” tegas Febri. (bbs/adz)

7 Tahun Bolos Mengajar, Tunjangan Kematian Cair, Kepala BKD Binjai Diperiksa

DIPERIKSA: Kepala BKD Binjai Amir Hamzah (tengah) dan Camat Binjai Utara Adri Rivanto (kanan) yang merupakan mantan Lurah Pahlawan diperiksa penyidik Pidsus Kejari Binjai, Senin (3/12).
DIPERIKSA: Kepala BKD Binjai Amir Hamzah (tengah) dan Camat Binjai Utara Adri Rivanto (kanan) yang merupakan mantan Lurah Pahlawan diperiksa penyidik Pidsus Kejari Binjai, Senin (3/12).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Binjai terus mendalami dugaan penyelewengan uang negara yang dilakukan oknum guru Sekolah Dasar 027144 Binjai Utara. Pasalnya, dua tersangka yang ditetapkan masing-masing oknum guru Demseria Simbolon dan oknum pejabat PT Taspen Muhaimin Adamy belum duduk perkara korupsinya.

Jika hanya dua tersangka yang diseret ke meja hijau pengadilan, perkara ini terkesan masuk ke dalam pidana pemalsuan surat kematian yang dilakukan Demseria. Informasi diperoleh, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai Amir Hamzah diperiksa untuk kali kedua di Lantai 2 Gedung Kejari Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jatimakmur, Binjai Utara, Senin (3/12).

Kamis (29/11) lalu, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Binjai, Dwi Anang Wibowo yang diperiksa oleh penyidik Pidsus Kejari Binjai. Selain mereka, pejabat esselon II di Pemerintah Kota Binjai juga diperiksa. Seperti Kepala Inspektorat Aspian, Plt Kadisdik Indriyani hingga Sekretaris Daerah Kota Binjai Mahfullah Daulay.

“Kepala BKD dipanggil terkait pendalaman perkara Demseria Simbolon. Jadi diperiksa untuk pendalaman fakta-fakta,” jelas Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar kepada wartawan. Menurut dia, kali ini yang diperiksa hanya Amir saja. “Enggak ada kadis-kadis yang lain,” sambung mantan Kajari Kualatungkal ini.

Disinggung adanya tersangka baru, Victor menepisnya. Kajari menambahkan, Dwi Anang Wibowo diperiksa penyidik terkait dugaan penyelewengan uang negara melalui gaji yang disalurkan kepada Demseria. Soalnya, oknum guru tersebut bolos mengajar 7 tahun tetap menerima gaji.

“(Dwi Anang Wibowo) enggak ada ke korupsi DAK. Diperiksa perkara itu (Demseria),” ujar mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini.

Dwi Anang Wibowo memenuhi panggilan penyidik yang datang ke Gedung Kejari Binjai dengan mengendarai sepedamotor sekitar pukul 17.00 WIB. Pria 60 tahun ini datang untuk menjelaskan sejumlah persoalan terkait perkara dugaan pemalsuan identitas atas pencairan klaim asuransi kematian oknum guru SD berstatus pegawai negeri sipil (PNS) Demseria Simbolon sebesar Rp62,3 juta pada 2014 silam.

Dengan mengenakan kemeja batik cokelat lengkap dengan peci putih, Dwi Anang Wibowo diperiksa sekitar 30 menit. Usai diperiksa, penyidik mengizinkan Dwi Anang Wibowo pulang.

“Kebetulan ini yang pertama. Saya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait perkara Demseria,” ujar Anang.

Penyidik, kata dia, menyoal pencairan gaji dan klaim asuransi kematian atas nama Demseria Simbolon. Bahkan, penyidik juga menanyakan soal panggilan maupun teguran yang dilakukan Disdik kepada Demseria.

“Saya jawab ya pernah. Bahkan sampai tiga kali. Tapi yang bersangkutan tetap tidak hadir,” ujar Anang. “Pengungkapan perkara ini sepenuhnya saya serahkan ke pihak kejaksaan. Harapan saya, yang benar ya benar. Dan yang salah ya salah,” sambungnya.

Sayangnya, Kasi Pidsus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting disoal pemeriksaan Anang bungkam. Mantan Kasi Pidsus Kejari Binjai ini buang badan ke Kasi Intel, Erwin Nasution.

Diketahui, Kejari Binjai menetapkan dua tersangka dalam perkara ini. Adalah, Demseria Simbolon dan oknum pejabat di PT Taspen bernama Muhaimin Adamy.(ted/ala)

Bocah 4 Tahun Tewas Kesetrum

SOPIAN/SUMUT POS BELASUNGKAWA: Kapolsek Padang Hulu AKP RAZ Simamora menyampaikan belasungkawa di rumah Wak Ijah tempat korban disemayamkan.
SOPIAN/SUMUT POS
BELASUNGKAWA: Kapolsek Padang Hulu AKP RAZ Simamora menyampaikan belasungkawa di rumah Wak Ijah tempat korban disemayamkan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOSCO – Duka yang mendalam dirasakan pasangan suami istri (Pasutri) Ucok (39) dan Jumiyah (39). Pasalnya, anaknya Ramadhan (4), tewas tersengat arus listrik di Jalan Sei Bahbolon, Lingkungan VII, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, Senin (3/12).

Duka yang dialami pasutri warga Kecamatan Indrapura, Kabupaten Batubara ini berawal saat Jumiyah dan Ramadhan berkunjung ke rumah neneknya di Jalan Sei Bahbolon, Lingkungan VII, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi.

Seperti biasa, setiba di kediaman neneknya, Ramadhan bermain-main. Sementara ibunya berada di dalam rumah.

Nahas, bocah empat tahun itu tersengat arus dari kabel lampu jalan dari satu tiang listrik yang berada di halaman depan kediaman nenek korban, Wak Iyah (60).

Melihat anaknya kesetrum, Jumiyah histeris hingga mengundang warga sekitar.

Warga pun melepaskan kabel yang ada di genggaman korban dan melarikannya ke RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. “Untuk sementara penyebab tewasnya korban diduga akibat tersetrum arus listrik, namun penyebab pastinya masih kita lidik,”ujar Kapolsek Padang Hulu AKP RAZ Simamora, sembari mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP di lokasi korban kesetrum.

Menurut warga sekitar, Warni (50), korban tanpa sengaja memegang kabel telanjang dari lampu jalan yang sudah lama mati dan lengket di pagar besi rumah milik Hendro Situmeang (50), tetangga nenek korban.

“Kabel tersebut masih ada saklarnya, di pasang di tiang listrik yang berada di depan rumah nenek korban. Korban dan ibunya baru satu malam datang berkunjung untuk melihat neneknya Wak Iyah yang sedang sakit,”jelas Warni. (ian/han)

Sekdakab Pakpak Bharat: Inovasi Tentukan Tujuan Daerah

Tamba Tinendung/ Sumut Pos CENDERAMATA: Plh sekaligus Sekdakab Pakpak Bharat, Sahat Banurea bertukaran cenderamata dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan SETDA Pemkab Karo, Jernih Tarigan, SH di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Senin (3/11).
Tamba Tinendung/ Sumut Pos
CENDERAMATA: Plh sekaligus Sekdakab Pakpak Bharat, Sahat Banurea bertukaran cenderamata dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan SETDA Pemkab Karo, Jernih Tarigan, SH di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Senin (3/11).

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOSCO –  Inovasi sudah menjadi kebutuhan, dan merupakan salah satu unsur untuk menentukan tujuan daerah. Hal itu disampaikan Sekdakab Pakpah Bharat Sahat Banurea saat menerima rombongan studi banding Pemkab Karo terkait pelaksanaan Pilot Projek Replikasi Inovasi di Kabupaten Pakpak Bharat.

Rombongan yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan SETDA Karo, Jernih Tarigan, SH pun diterima di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Senin (3/11).

Oleh karena itu, lanjut Sahat Banurea, Pemkab Pakpak Bharat sudah melakukan beberapa hal untuk mewujudkan beberapa inovasi tersebut, salah satunya di bidang e-Government untuk tata kelola seperti e-surat.

Selain menghemat ATK, kata Sahat, sistem aplikasi e-surat juga dapat mengefisiensi penggunaan waktu serta memaksimalkan hasil kerja.(tam/han)

Empat Anggota DPRD Sumut PAW Dilantik

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/Imam Syahputra PELANTIKAN PAW: Wagubsu Musa Rajekshah menghadiri Rapat Paripurna dengan Agenda Peresmian dan Pengambilan Sumpah / Janji Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD SU) Pengganti Antara Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 di Ruang Sidang Paripurna DPRD SU, Medan, Senin (3/12/2018).
Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/Imam Syahputra
PELANTIKAN PAW: Wagubsu Musa Rajekshah menghadiri Rapat Paripurna dengan Agenda Peresmian dan Pengambilan Sumpah / Janji Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD SU) Pengganti Antara Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 di Ruang Sidang Paripurna DPRD SU, Medan, Senin (3/12/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan tahun 2014-2019, dilantik melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Sumut, Senin (3/12).

Keempat anggota DPRD Sumut PAW yang resmi dilantik adalah Layari Sinukaban SIP menggantikan Jenny Riany Lucia Berutu, Hj Jamilah menggantikan Syahrial Tambunan, Megalia Agustina SE menggantikan Rony Reynaldo Situmorang. Ketiganya berasal dari Fraksi Demokrat. Sedangkan yang terakhir berasal dari Fraksi  Gerindra, yakni Robert Lumban Tobing menggantikan Astrayuda Bangun.

Turut hadir dalam rapat paripurna tersebut Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj Sabrina MSi, Asisten Administrasi Umum dan Aset Zonny Waldi SSos MM, Forkopimda dan anggota DPRD Sumut.

Pada kesempatan itu, Wagubsu Musa Rajekshah mengajak anggota DPRD Sumut untuk bersama-sama menjaga kondusifitas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif 2019.

“Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak saudara semua untuk bersama-sama menjaga situasi di Sumut tetap kondusif. Perbedaan pilihan yang dimiliki jangan sampai menimbulkan konflik yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Wagubsu menyampaikan, saat ini tahapan Pemilu telah memasuki masa kampanye. Bagi anggota DPRD Sumut yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan sekaligus sebagai tim sukses, diharapkan hal-hal tersebut tidak mengganggu kinerja pelaksanaan tugas-tugas dewan yang telah teragenda.

Wagubsu juga mengucapkan selamat kepada anggota DPRD yang baru dilantik. Begitupun kepada yang digantikan, diucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras selama bekerja di DPRD Provsu. (rel/mea)

11 Desember, ASUS Luncurkan Juara Baru Smartphone Gaming

ASUS akan memperkenalkan ZenFone Max Pro M2, yaitu smartphone gaming kelas mainstream, pada 11 Desember di Jakarta.
ASUS akan memperkenalkan ZenFone Max Pro M2, yaitu smartphone gaming kelas mainstream, pada 11 Desember di Jakarta.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – 11 Desember 2018 boleh dikatakan sebagai tonggak sejarah baru bagi dunia gaming mobile. Pada tanggal tersebut, ASUS akan meluncurkan dua smartphone yang ditujukan khusus untuk para pecinta game. Keduanya juga disebut sebagai smartphone gaming terbaik di kelasnya dan akan membawa nama sebagai perangkat #NextGenerationGaming.

Dalam acara bertajuk “No.1 Mobile Gaming Have Arrived” tersebut ASUS secara resmi akan memperkenalkan ZenFone Max Pro M2, yaitu smartphone gaming kelas mainstream yang juga merupakan penerus dari ZenFone Max Pro M1 yang fenomenal.

Sama seperti pendahulunya, smartphone gaming ini ditujukan untuk gamer mobile yang semakin membutuhkan perangkat powerful. Tentu saja, ZenFone Max Pro M2 akan tampil dengan peningkatan dari berbagai aspek.

“ZenFone Max Pro M2 merupakan salah satu smartphone gaming yang akan kami luncurkan tanggal 11 Desember 2018 mendatang,” ujar Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia. “ZenFone Max Pro M2 akan lebih powerful dari pendahulunya, dan tentu saja kami telah menghadirkan peningkatan di berbagai aspek lainnya.”

Peluncuran ZenFone Max Pro M2 di Indonesia akan menjadi yang pertama di wilayah Asia Pasifik. ASUS Indonesia juga akan menggelar sesi live streaming yang bisa disaksikan melalui akun media sosial resmi ASUS Indonesia.

Smartphone gaming kedua yang akan dirilis bersama dengan ZenFone Max Pro M2 tidak lain adalah ROG Phone. Berbeda dengan ZenFone Max Pro M2, ROG Phone merupakan smartphone gaming premium pertama yang dirilis resmi di Indonesia. ROG Phone dirancang khusus sebagai smartphone gaming premium dan hadir dengan beragam fitur serta spesifikasi yang menjadikannya sebagai perangkat mobile gaming terbaik yang ada saat ini.

“ROG Phone merupakan salah satu mahakarya ASUS yang kembali menghadirkan standar baru untuk industri gaming mobile,” ujar Jimmy. “Smartphone yang dipenuhi oleh fitur khusus gaming ini akan diluncurkan bersama dengan ZenFone Max Pro M2.”

Akan ada banyak pengumuman baru yang bakal dirilis melalui akun media sosial resmi ASUS Indonesia mengenai kedua smartphone gaming ini, jadi tunggu informasi dari kami selanjutnya. (rel/mea)