26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5727

Hadirkan Dua Instruktur dari Jepang, HASSI Gelar Pelatihan Perbaikan di Lapangan dengan IoT

PDAM TIRTANADI FOR SUMUT POS FOTO BERSAMA: Direksi PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Heri Batanghari Nasution, dan Delviyandri foto bersama instruktur dari Jepang pada pelatihan jangka pendek tentang perbaikan di lapangan dengan teknologi Internet of Things di Hotel Aston, Selasa (27/11).
PDAM TIRTANADI FOR SUMUT POS
FOTO BERSAMA: Direksi PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Heri Batanghari Nasution, dan Delviyandri foto bersama instruktur dari Jepang pada pelatihan jangka pendek tentang perbaikan di lapangan dengan teknologi Internet of Things di Hotel Aston, Selasa (27/11).

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Sejumlah alumni The Association Technical and Sustainable Partnership (AOTS) Medan yang bernaung di bawah Himpunan Alumni AOTS-HIDA Sumatera Indonesia (HASSI) menggelar pelatihan jangka pendek tentang perbaikan di lapangan dengan teknologi Internet of Things (IoT) di Hotel Aston selama dua hari,26 dan 27 November 2018.

AOTS adalah lembaga pengembangan sumber daya manusia yang mengembangkan pelatihan terutama untuk sumber daya manusia di bidang industri pada negara negara berkembang, serta mendukung kerja sama teknis seperti pengiriman para ahli.

Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Heri Batangari Nasution selaku pengurus harian HASSI pada sambutannya mengatakan, persaingan industri manufaktur di Indonesia saat ini semakin ketat dan semakin canggih.

“Menghadapi persaingan industri yang semkain ketat dan semakin canggih dewasa ini, diperlukan peningkatan produktivitas melalui perbaikan di lapangan dan penghematan energi serta peningkatan minat terhadap teknologi IoT untuk menjalankan perbaikan tersebut secara terus menerus dan lebih efisien,” kata Heri Batangari.

Namun, lanjut Heri, banyak perusahaan yang masih kesulitan dalam memasukkan dan memanfaatkan IoT di lapangan. “Pelatihan ini bertujuan selain untuk mempelajari bagaimana mengadaptasi IoT secara efektif di tempat kerja, juga untuk mempraktikkan perbaikan pada perusahaan, meningkatkan kemampuan dalam perbaikan tersebut dan berkontribusi pada penghematan energi di perusahaan masing-masing,” jelas Heri Batangari.

Pelatihan ini mendatangkan dua instruktur dari Jepang yaitu Ryuzi Kurokawa (COO i Smart Tech.Co, Ltd, Japan) dan Katsunari Torii (Ahisahi Tekkoe Co, Ltd, Japan). Peserta pelatihan diikuti sebanyak 23 orang ini berasal dari perusahaan yang ada di Medan seperti PDAM Tirtanadi, PT Industri Pembungkus Internasional, PT Rapi Ray Putra Pratama, PT Industri Karet Deli, PT Sanobat Gunajaya, PT Padi Saga Utama dan PT Ahindo Sukses Sejati.

Pada acara pembukaan ini juga dihadiri Hayato Tanaka selaku Chief Representative AOTS  di Indonesia, Sutedi Raharjo, ST selaku Dirut PDAM Tirtanadi, Abdi Sucipto, Kabir Bedi dan HR. Umeda dari Pengurus HAASI, Alumni AOTS Medan. (adz/azw)

Perlintasan KA Mandala By Pass Makan Korban

Aparat PM menutupi jenazah Jani yang tewas tersambar KA.
Aparat PM menutupi jenazah Jani yang tewas tersambar KA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga di seputaran perlintasan rel kereta api (KA) Jalan Mandala By Pass Kecamatan Medan Denai mendadak heboh, Selasa (27/11). Seorang pria tewas lantaran dihantam kereta api. Tubuhnya tecampak sejauh ratusan meter.

Informasi dihimpun, korban diketahui bernama Jani Indrianto Sitanggang (36), warga Jalan Panca, Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas.

Menurut saksi mata, Marsadat, yang melihat kejadian tersebut, korban terseret sejauh 200 meter. Akibatnya, tubuh korban terpisah-pisah menjadi beberapa bagian.

“Entah dia tidak melihat atau bagaimana kita heran juga kok bisa dia tertabrak kereta. Warga sudah meneriaki korban sebelumnya kalau akan ada kereta yang akan melintas, tapi entah kenapa korban gak mendegar,” ungkapnya.

Ia mengatakan di kawasan tersebut sering terjadi kejadian orang ditabrak kereta api. Kebanyakan, katanya, korban orang yang mengalami gangguan jiwa. “Karena aneh saja kalau tidak melihat kereta api lewat, apalagi kalau kereta melintas itu kan selalu ada suara klakson dari keretanya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sepekan lalu juga ada kejadian ditabrak kereta api. Korbannya seorang pria yang tidak diketahui identitasnya. “Kalau minggu lalu itu orang kurang waras. Sudah dua kali lah sebulan ini kejadian,” katanya. Polisi kemudian memboyong mayat korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan untuk melakukan otopsi. “Ya tadi pagi anggota sudah turun. Mayat sudah dibawa ke rumah sakit. Keluarga korban sudah datang untuk mengambil jenazah korban,” ungkapnya. (dvs/azw)

Gedung Enam Lantai Tanpa IMB di Marelan, Saharudin: Pembangunan Harus Dihentikan

fachril/SUMUT POS TANPA IMB: Bangunan berlantai 6 di Jalan Speksi, Medan Deli, tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
fachril/SUMUT POS
TANPA IMB: Bangunan berlantai 6 di Jalan Speksi, Medan Deli, tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan gedung berlantai 6 di Jalan Marelan Raya Pasar II Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan belum juga memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Hal itu mendapat kritikan dari pemerhati kebijakan Pemko Medan, Saharudin.

Dikatakannya, mengenai bangunan gedung tanpa izin bertentangan dengan Peraturan Daerath (Perda) Kota Medan Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retribusi IMB dan Perwal (Peraturan Wali Kota) Nomor 41 Tahun 2012 tentang petunjuk tekhnis Perda Nomor 5 Tahun 2012.

Artinya, retribusi IMB tentang perizinan di Bab IV pasal 9 ayat 1 menyatakan, setiap orang pribadi atau badan yang mendirikan bangunan di daerah harus memperoleh IMB untuk pembinaan penyelenggaraan bangunan dari pemerintah daerah. “Apabila, setiap gedung belum memiliki izin, sesuai dengan peraturan yang ada, pembangunan harus stanvas. Apabila, izin tidak bisa dikeluarkan, maka dinas terkait harus melakukan pembongkaran,” tegas Saharudin.

Masih kata Ketua Gerbaksu ini, penertiban IMB diberikan terhadap kawasan yang peruntukkan tanahnya telah ditetapkan sesuai dengan rencana tata ruang kota, secara tekhnis mematuhi rencana tata ruang kota serta mematuhi persyaratan keandalan bangunan.

Sehingga memiliki korelasi dengan pengaturan tentang tata ruang, Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007, pada Pasal 26 dan pasal 28 menentukan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota menjadi dasar untuk penerbitan perizinan lokasi pembangunan dan administrasi pertanahan.

“Tidak ada alasan untuk tidak ditertibkan, kalau memang belum ada izin atau masih dalam pengurusan, harusnya dihentikan dulu proses pembangunan gedung itu,” tegas Saharudin.

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rahmadsyah mengatakan, pihaknya sejauh ini belum menerima surat untuk melakukan penertiban gedung tersebut. (fac/azw)

Pencapaian Peserta KB Baru di Sumut 63,95%

LOGO BKKBN
LOGO BKKBN

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terhitung Januari hingga Oktober 2018, pencapaian peserta KB baru di Sumatera Utara sebanyak 227,342 jiwa atau 63,95%.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Adpin Badan BKKBN Perwakilan Sumatera Utara, Rabiatun Adwiyah saat diwawancarai Sumut Pos, Selasa (27/11).

“Ini merupakan pencapaian indikator PPM peserta KB baru menurut metode kontrasepsi tahun 2018, “ ungkapnya.

Dijelaskan Rabiatun, berdasarkan data pencapaian, tertinggi di Kabupaten Langkat dengan jumlah peserta KB Baru sebanyak 28,330 persen, kemudian Kabupaten Deliserdang dengan jumlah 26,889 persen. Kota Medan 18,864 persen, Kabupaten Simalungun berjumlah 18,613 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Mandailing Natal dengan jumlah 16,003 persen, Asahan berjumlah 12,631 persen.

“Meski terbanyak, bila dilihat dari PPM, rata-rata daerah itu belum 100%, “ ucap Rabiatun menambahkan.

Untuk daerah paling sedikit adalah Kabupaten Pakpak Bharat berjumlah 372, kemudian Nias Selatan 582 dan Nias Barat 1089. Kemudian adalah Sibolga berjumlah 1.317, Samosir 1.344 dan Nias Utara 1.680. Begitu juga di Toba Samosir dengan jumlah 2.158 dan di Nias dengan jumlah 2.310, diakuinya capaian peserta KB baru masih sedikit.

Untuk jenis KB, disebutkan Rabiatun, paling banyak adalah KB suntik berjumlah 96,467 persen dan mengkonsumsi pil berjumlah 83,911 persen. Kemudian, KB menggunakan kondom 17,832 lalu menggunakan implant sebanyak 15,148.

Sementara untuk jenis KB tubektomi (MOW) disebut Rabiatun sebanyak 7,051 persen dan jenis KB IUD sebanyak 6,611 persen. “Untuk jenis KB Pasektomi atau MOP masih sedikit, yakni 322, “ tambah Rabiatun mengakhiri. (ain/han)

Pemkab Nias Utara Peringati Hari Jadi ke-10 Tahun, Bupati: Jadikan Momentum Wujudkan Masyarakat Berdayasaing

.

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Nias Utara merupakan momentum bagi segenap masyarakat Kabupaten Nias Utara, yang berperan sebagai faktor integrasi masyarakat yang memiliki fungsi untuk memotivasi semangat jiwa dalam peningkatan pembangunan yang berkelanjutan dalam mewujudkan Masyarakat Nias Utara Yang Maju, Berdaya Saing, Beriman dan Berbudaya.

Demikian pidato Bupati Nias Utara M Ingati Nazara pada pelaksanaan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Nias Utara ke-10 di halaman Kabupaten Nias Utara, Senin (26/11).

Bupati Nias Utara mengajak semua pihak tidak melupakan sejarah pemekaran dan pembentukan Kabupaten Nias Utara.

Perjuangan ini cukup memakan waktu yang lama dengan berbagai dinamika pengorbanan yang harus ditempuh, baik berupa ide, gagasan dan wacana yang kemudian diwujudkan melalui pertemuan para tokoh, para personel Badan Persiapan Pemekaran dan warga Nias Utara di Jakarta, di Medan maupun yang ada Kepulauan Nias, bahu membahu memperjuangkan pemekaran ini.

Menurut Ingati, kesuksesan pembentukan tiga otonomi baru sekaligus di Kepulauan Nias pada saat itu tidak terlepas dari kepiawaian dan tangan dingin putra Nias Binahati B Baeha selaku Bupati Nias saat itu. Dengan ikhlas membagi-bagi wilayah kekuasaan dan wewenangnya dengan mendedikasikan seluruh apa yang dimiliki untuk perjuangan demi mempercepat pembangunan di Kepulauan Nias yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Nias Utara, mengucapkan terimakasih kepada segenap tokoh-tokoh pemekaran Kabupaten Nias Utara dimana pun berada, atas segala jasa dan pengobanan Bapak/Ibu. Juga kepada masyarakat yang telah rela berkorban memberikan hibah berupa tanah untuk pertapakan kantor-kantor pemerintahan”,Ucap Ingati.

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, SPd selaku Koordinator Forum kepala daerah se-Kepulauan Nias mengucapkan selamat kepada Pemerintah dan seluruh masyarakat Nias Utara.

“Semoga peringatan hari jadi ini dapat mendorong kita melaksanakan pembangunan diberbagai bidang.

Pada tahun 2019 mendatang event Pesta Ya’ahowu Nias Barat sebagai tuan rumah, kita jadikan momen ini sebagai ajang promosi mendatangkan wisatawan di kepulauan Nias, sebagaimana telah disampaikan oleh bapak Presiden Joko Widodo pada kunjungan kerja di Kepulauan Nias bahwa potensi Pariwisata, Kelautan dan Perikanan merupakan hal prioritas yang harus dikembangkan”,ujar Faduhusi.

Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara, Hisikia Harefa menyampaikan atas nama Lembaganya mengucapkan selamat Ulang Tahun yang ke-10. Ketua DPRD Nias Utara mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Nias Utara, serta seluruh panitia yang telah pelaksanaan kegiatan ini dengan baik. (mag-5/han)

DPRD Tunda Pembangunan Gedung Baru dan Kantor Lurah

ist TANDATANGAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD Muhammad Yuridho Chap menandatangani RAPBD usai sidang Paripurna DPRD Tebingtinggi.
ist
TANDATANGAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD Muhammad Yuridho Chap menandatangani RAPBD usai sidang Paripurna DPRD Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Lima fraksi yang ada menolak atau menunda pembangunan gedung DPRD baru serta Kantor Lurah Lubuk Baru. Hal ini terungkap dalam sidang paripurna DPRD Tebingtinggi dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Tebingtinggi TA 2019 dalam pembahasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2019.

Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Muhammad Yuridho Chap membenarkan hal tersebut, katanya semu fraksi yang ada di DPRD Kota Tebingtinggi sebanyak lima fraksi dalam pidato jawaban nota pengantar Wali Kota Tebingtinggi secara langsung menunda pembangunan gedung DPRD baru dan Kantor Lurah Lubuk Baru karena anggaran tersebut bisa membuat devisit APBD Tebingtinggi, dan lebih baik diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat luas seperti pemasangan lampu-lampu jalan, peningkatan drainase dan perbaikan sekolah sekolah.

“Benar kita tunda pembangunan gedung DPRD baru dan pembangunan gedung Kantor Lurah Lubuk Baru. Anggaran tersebut lebih kita prioritaskan untuk kepentingan masyarakat banyak,”jelas Muhammad Yuridho Chap kepada Sumut Pos usai pelaksanaan sidang Paripurna, Selasa (27/11).

Sambung Yuridho Chap, DPRD tidak kecewa dengan ditundanya pembangunan gedung baru karena gedung DPRD yang lama masih layak untuk di pergunakan dalam melaksanakan tugas. “Tahun ini kita lebih memprioritaskan pembangunan untuk masyarakat dan hasilnya bisa dirasakan langsung,”ungkapnya.

Sebelumnya, Fraksi Golkar yang dibacakan oleh Asnawi Mangkualam mengatakan, bahwa fraksi Golkar dengan rendah hati menolak pembangunan gedung DPRD baru dan pembangunan Kantor Lurah Lubuk Baru tahun anggaran 2019, karena dengan anggaran Rp12,2 miliar untuk membangun gedung DPRD baru dan tidak akan selesai dan Rp1,8 miliar untuk pembangunan Kantor Lurah Lubuk Baru.

“Lebih baik anggaran tersebut di peruntukan untuk anggaran yang ada di Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) terkait untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat yaitu peruntukan untuk kesehatan, pendidikan, drainase dan lampu lampu penerangan jalan di wilayah Kota Tebingtinggi yang dianggap rawan,”katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, menyatakan pihaknya mengaku legowo atas penundaan pembangunan Gedung DPRD yang baru dan pembangunan kantor Lurah Lubuk Baru.

Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terimakasih kepada anggota DPRD telah menunda anggaran dengan mengalihkannya untuk pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat langsung.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada fraksi fraksi yang ada dan telah mengambil sikap menyetujui nota pengantar Wali Kota Tebingtinggi. Kami sangat Menyetujui pemasangan lampu lampu jalan dan pembangunan pintu pintu air untuk meminalisir banjir di wilayah Kota Tebingtinggi,”jelas Umar Zunaidi.

Menurutnya, pihak Pemko Tebingtinggi akan berupaya terus mengoptimalkan dana bagi hasil Provinsi Sumatera Utara untuk tidak menunggak lagi. Karena itu, semua dilakukan untuk membiayai agar anggaran Pemko Tebingtinggi tidak defisit.

Sebelumnya dalam nota pengantar Ranperda APBD Tahun 2019 diajukan untuk pendapatan Rp 718.449.973.219 dan bila dibandingkan dengan APBD induk tahun 2018, Rp 704.172.428.178 dimana tahun 2019 ini hanya mengalami kenaikan sebesar Rp 14.277.545,041. (ian/han)

Relawan Prabowo-Sandi Kabupaten Sergai Dikukuhkan

SURYA/SUMUT POS DIABADIKAN: Ketua Umum relawan Prabowo Sandi Kabupaten Sergai Syaifuddin diabadikan bersama pengurus usai pengukuhan, Minggu (25/11).
SURYA/SUMUT POS
DIABADIKAN: Ketua Umum relawan Prabowo Sandi Kabupaten Sergai Syaifuddin diabadikan bersama pengurus usai pengukuhan, Minggu (25/11).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah Relawan Prabowo-Sandi Sumatera Utara (Sumut) mengukuhkan Kepengurusan Relawan Prabowo-Sandi Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Pengukuhan relawan ini berdasarkan hasil keputusan rapat dalam pem bentukan pengurusan relawan Prabowo Sandi Kabupaten Serdangbedagai.

Keputusan itu berdasarkan No: SK. 01/XI/DPD-SU/2018, mengangkat sebagai ketua umum Syaifudin, Sekretaris umum Erwinsyah SH, Bendahara Muhamad Muda Rizki Ritonga beserta seluruh relawan se-Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang dihadiri seluruh tim pemenangan Prabowo Sandi di kediaman Ketua umum Syaifuddin, Jalan Kabupaten Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Minggu (25/11).

Dalam sambutannya, ketua panitia pelaksana Saddam Amri mewakili seluruh ketua relawan mengajak masyarakat yang tergabung dalam tim relawan Prabowo Sandi Kabupaten Sergai, untuk merapatkan barisan memenangkan Prabowo Sandi tahun 2019 mendatang.

“ Mari kita bekerjasama untuk memenangkan Prabowo Sandi, kita tak usah banyak bicara yang penting kerja nyata yang diutamakan,” bilang Sadam Amri yang juga sebagai Wakil ketua relawan Prabowo Sandi ini.

Pada kesempatan itu, Ketua Pengurus Daerah Relawan relawan Prabowo-Sandi Sumut, Ir Idham Chair MM sangat mengapresiasi dengan terbentuknya relawan Prabowo-Sandi Kabupaten Sergai.

Ia pun mengucapkan selamat kepada Ketua Umum Syaifuddin bersama pengurus yang baru saja dikukuhkan, dan semoga bisa mengemban amanah untuk memenangkan Prabowo Sandi 2019 mendatang.”Untuk melaksanakan kegiatan pemenangan pasangan Prabowo Sandi pada Pilpres 17 April 2019 mendatang, perlu dibentuk struktur kepengurusan di daerah-daerah untuk mengkoordinir kegiatan seluruh relawan Prabowo-Sandi di seluruh Sumatera Utara,” tutur Idham.

Idham pun mengajak, beberapa hal yang harus diperhatikan kepada seluruh relawan dalam pemilihan presiden nantinya, yakni sewaktu pencoblosan dengan cara yang baik dan benar kepada masyarakat dalam memilih.”Harapan beliau dengan terbentuknya relawan di Kabupaten Sergai ini semoga calon Presiden Prabowo Sandi 02 bisa memperoleh suara sampai 80 persen,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua APPSI Kabupaten Sergai Agus Taufik mengatakan, sebagai ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Sergai menyampaikan beberapa hal yang harus diketahui mengenai hal hal yang perlu dilakukan, yaitu yang pertama kita sebagai warga negara harus setia kepada pancasila dan UUD 45 dan NKRI.

Kemudian kata Taufik, kita harus mendorong perjuangan Prabowo sandi untuk melaksanakan Visi dan misi untuk mewujudkan agar Indonesia adil dan Makmur . Taufik mengaku turut mendukung pencalonan legeslatif Ahmad Iqbal menjadi anggota DPRD Sergai masa periode 2019-2024 dari Partai Gerindra. (sur/han)

Taspen Kembalikan Uang Negara ke Kejari

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Muhaimin Adamy, tersangka dugaan penyelewengan uang negara atas kasus pencairan asuransi fiktif sebesar Rp62.386.500, dikembalikan ke Kejaksaan Negeri Binjai, Selasa (27/11) sekira pukul 11.00 WIB.

Dengan mengenakan kemeja putih, kedatangan oknum pejabat di PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Pematangsiantar ini didampingi bagian hukum dari PT Taspen Kantor Pusat, Sri Marsito. Uang tersebut dikemas tersangka dalam satu buah plastik asoy dengan pecahan Rp100 ribu senilai Rp10 juta.

Kemudian ditambah pecahan Rp50 ribu sebanyak 46 lembar, pecahan Rp10 ribu dua lembar, pecahan Rp5 ribu tiga lembar hingga logam pecahan Rp500 ada 3 buah.

Informasi diperoleh, Kantor Cabang Pembantu Bank Sumut Tavip Binjai mencairkan asuransi kematian Demseria sebanyak dua kali.

Pertama sebesar Rp59.179.200 pada 5 Mei 2014 lalu. Terakhir sebesar Rp3.207.300 pada 23 November 2014. “Dapat nomor hp saya darimana? Ya itu langsung saja ke Pak Asep. Saya enggak bisa komentar. Bapak (jurnalis) langsung saja statement dari Pak Asep saja ya,” ujar tersangka ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya.

Dia membenarkan, datang ke Gedung Kejari Binjai didampingi perwakilan PT Taspen Kantor Pusat. Menurut dia, pengembalian kerugian negara yang dilakukannya sebagai bentuk itikad baik.

Namun sayang, dia enggan menjabarkan asal uang tersebut dari mana. Begitupun, katanya, uang Rp62.386.500 ini merupakan milik pribadinya. “Ya itu urusan saya. Nanti enggak enak juga saya. Saya dengan kesadaran sendiri (mengembalikan uang),” kata pria yang mengamini sekarang mengemban jabatan di PT Taspen Pematangsiantar. Tersangka yang belum ditahan oleh penyidik ini juga meminta agar jurnalis tidak terus memberitakan tentangnya. Menurutnya, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur.

Dia juga terdengar tidak suka terhadap jurnalis lantaran memberitakan tentang hal negatif. “Tolonglah bapak-bapak wartawan yang saya hormati, enggak memblow-up. Kamikan Taspen, tahu sendiri apa yang kami perbuat sesuai dengan yang kami kerjakan. Enggak ada macam-macam kami di sini. Tapi karena sudah diapakan (diberitakan), ya sudahlah,” sesalnya.

Dia mengaku, saat ini tengah dalam kondisi tidak sehat. “Mohon maaf, saya sedang kurang sehat. Keluarga juga sedang sakit. Kita tidak menikmati apa-apa (dari pencairan diduga fiktif),” ujar dia.

Sementara, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting membenarkan adanya pemulangan kerugian negara yang dilakukan tersangka. Menurut Asep, pengembalian asuransi kematian yang diduga fiktif oleh PT Taspen ini atas inisiatif dari tersangka.

“Tanpa pemberitahuan. Tiba-tiba datang. Kaget juga saya. Dia menginsafinya,” kata mantan Kasi Pidsus Kejari Batubara ini di ruang kerjanya.Menurut dia, pengembalian kerugian negara ini tidak menghapuskan pidana yang sudah disangkakan penyidik kepada tersangka.

“Pencairan asuransi kematian ini mengalir ke rekening Bank Sumut Tavip kepada atas nama Adesman Sagala,” ujar dia.

Disoal pengembalian kerugian negara dapat menjadi sebuah petunjuk untuk memanggil kembali Adesman, Asepte enggan berandai. Menurut dia, penyidik akan mempelajari sekaligus berdiskusi terlebih dahulu terkait aksi pemulangan kerugian negara ini.

Asepte menambahkan, Pimpinan Cabang Pembantu Bank Sumut Tavip Binjai, Novrizal bersama seorang staf bernama Ernina sudah diambil keterangannya oleh penyidik. Namun, Asepte menolak untuk membeberkan hasil pemeriksaan

“Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru. Kurang lebih ada 11 orang sudah diperiksa terkait perkara ini. Menurut pengakuan tersangka, uang ini dari pribadinya,” tandas Asepte sembari tidak menjawab apakah bakal ada tersangka baru dari oknum ASN.

Diketahui, Kejari Binjai sudah menetapkan dua tersangka dalam perkara ini. Adalah, Demseria Simbolon dan oknum pejabat di PT Taspen bernama Muhaimin Adamy. Dalam perkara ini, penyidik menyebut Demseria bolos 7 tahun tetap menerima gaji dengan besaran paling besar senilai Rp4.367.900.

Namun, hal ini tidak mendapat sikap tegas dari Disdik Binjai. Bahkan, perkara ini diduga melibatkan Kepala SDN 027144 Binjai Utara Sulasih, Kepala UPT Disdik Binjai Utara Emi Sutrisnawati, Bendahara UPT Disdik Binjai Utara Irwan Khotib Harahap hingga Kabid Dikdas Disdik Binjai.

Parahnya, PT Taspen Medan mencairkan dana kematian Demseria yang diduga diajukan Adesman pada 2014 lalu. Padahal, Demseria belum wafat. Total kerugian negara akibat aksi kriminal Demseria ditaksir mencapai Rp438.025.900. (ted/han)

Tanggul Sungai Wampu Jebol, Lima Rumah Warga Roboh

bambang/sumut pos JEBOL: Camat Sirapit, Endarmia saat melihat Tanggul Sungai Wampu yang jebol.
bambang/sumut pos
JEBOL: Camat Sirapit, Endarmia saat melihat Tanggul Sungai Wampu yang jebol.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Lima rumah warga roboh dan terbawa arus akibat tanggul aliran Sungai Wampu di Dusun II, Desa Suka Pulung, Kecamatan Sirapit, jebol. Informasi yang diperoleh dari Camat Sirapit Endamia dan Kepala Desa (Kades) Suka Pulung, Jamal mengungkapkan, tanggul dan rumah warga yang terbawa arus Sungai Wampu itu sudah terjadi sejak tahun 2016. Rumah yang menjadi korban itu masing-masing milik Sugito(50), Supeno(70), Lasmi(60, Heriyanto(40), dan Suwanto(46).

“Tapi kejadian ini bertahap. Untuk rumah Lisma tinggal separuh dan tidak lagi ditempati, sementara empat rumah lagi sudah hilang,” ungkap Jamal, Selasa (27/11),
Dijelaskan Jamal, jarak tanggul dan rumah warga sebelumnya sekitar 30 meter dari pinggir sungai. Namun, seiring waktu berjalan tanggul roboh akibat abrasi, begitu juga dengan rumah masyarakat.

“Seiring berjalannya waktu, tanggul dan rumah warga akhirnya menjadi sungai. Longsor memang kerap terjadi, tidak hanya karena luapan air, tetapi saat hujan turun dengan deras tanah itu juga bisa longsor,” kata Jamal.

Untuk bantuan korban longsor, Jamal mengaku masih bingung. Sebab, rumah warga yang amblas tidak ada tempat lagi untuk dibangun. Karena lahan sendiri perlahan mural terus digerus air sungai.

“Tapak rumahnya hanya itu. Makanya kalau tanggul diperbaiki, ada harapan juga bisa memperbaiki rumah warga,” cetusnya sembari mengatakan, Lasmi saat ini tinggal bersama anaknya di dusun yang sama.

Terkait kerusakan tanggul, Jamal mengakui sudah pernah mengusulkan perbaikan ke Pemkab Langkat. Namun tanggung jawab terhadap tanggul itu berada pada tingkat satu atau provinsi. “Karena bukan tanggung jawab Pemkab, maka kami membuat surat ke provinsi pada tahun 2017.

Tapi sampai sekarang belum juga ada realiasi,” ungkapnya dan mengakui, 4 dari 5 rumah yang terbawa arus merupakan rumah bantuan pemerintah. Jamal berharap, agar pihak terkait dapat segera membangun bronjong. Sehingga rumah masyarakat yang rusak akibat abrol bisa segera diperbaiki. “Kalau tidak cepat dibangun, 6 unit rumah dan puluhan hektar sawah terancam hanyut,” sebut Jamal.

Sementara itu, Kepala UPT Sumber Daya Air (SDA) Kota Binjai, Sugiarto, saat ditemui di ruang kerjanya mengakui sudah menerima laporan dari pihak Kades. Namun, kata Sugiarto, pihaknya tidak mampu menampung anggaran bronjong pada APBD provinsi.

“Nanti kita ajukan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera 2. Karena anggaran APBD tidak cukup untuk membangun bronjong di sana. Kalau tidak ada halangan tahun 2019 bronjong akan dibangun menggunakan APBN. Kalau kita lihat dari kondisinya, anggaran untuk membangun bronjong itu sekitar Rp20 miliar,” ungkapnya. (bam/han)

Pariwisata Bisa Angkat Derajat Masyarakat

Tamba Tinendung/Sumut Pos SERAHKAN: Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP, MM menyerahkan alat kebersihan kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11).
Tamba Tinendung/Sumut Pos
SERAHKAN: Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP, MM menyerahkan alat kebersihan kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11).

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pariwisata terus melakukan terobosan untuk menggenjot kunjungan wisatawan. Salah satunya, melalui kampanye Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona secara serentak.

Kali ini kampanyenya dilakukan di Kabupaten Pakpak Bharat di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11). Gerakan sadar wisata yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di sekitar destinasi pariwisata.

Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP MM menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Menurutnya, pariwisata mampu mengangkat derajat kehidupan masyarakat jika dikelola secara maksimal. “Maka dari itu, sudah sepatutnya kita menjaga daerah wisata di daerah kita dengan melaksanakan secara nyata nilai-nilai yang terdapat dalam sapta pesona yaitu, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan,” jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut Rinto Taufik Simbolon (Analis Fungsional Asisten Deputi (ASDEP) Pengembangan Masyarakat Parawisata Kemenpar),Lutfi Daud, Kepala Desa Salak 1, Sahat Banurea,Pengurus Pemuda Pancasila (PP), Ikatan Pemuda Pancasila (IPK), Pemuda Kebasmisi, beberapa siswa/i SMA,dan masyarakat di sekitar Daerah Tempat Wisata (DTW), LSM Sada Ahmo. Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penyerahan alat kebersihan secara simbolis kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona, seperti sapu,dan tempat sampah. (tam/han)