31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5728

Pemkab Nias Utara Peringati Hari Jadi ke-10 Tahun, Bupati: Jadikan Momentum Wujudkan Masyarakat Berdayasaing

.

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Nias Utara merupakan momentum bagi segenap masyarakat Kabupaten Nias Utara, yang berperan sebagai faktor integrasi masyarakat yang memiliki fungsi untuk memotivasi semangat jiwa dalam peningkatan pembangunan yang berkelanjutan dalam mewujudkan Masyarakat Nias Utara Yang Maju, Berdaya Saing, Beriman dan Berbudaya.

Demikian pidato Bupati Nias Utara M Ingati Nazara pada pelaksanaan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Nias Utara ke-10 di halaman Kabupaten Nias Utara, Senin (26/11).

Bupati Nias Utara mengajak semua pihak tidak melupakan sejarah pemekaran dan pembentukan Kabupaten Nias Utara.

Perjuangan ini cukup memakan waktu yang lama dengan berbagai dinamika pengorbanan yang harus ditempuh, baik berupa ide, gagasan dan wacana yang kemudian diwujudkan melalui pertemuan para tokoh, para personel Badan Persiapan Pemekaran dan warga Nias Utara di Jakarta, di Medan maupun yang ada Kepulauan Nias, bahu membahu memperjuangkan pemekaran ini.

Menurut Ingati, kesuksesan pembentukan tiga otonomi baru sekaligus di Kepulauan Nias pada saat itu tidak terlepas dari kepiawaian dan tangan dingin putra Nias Binahati B Baeha selaku Bupati Nias saat itu. Dengan ikhlas membagi-bagi wilayah kekuasaan dan wewenangnya dengan mendedikasikan seluruh apa yang dimiliki untuk perjuangan demi mempercepat pembangunan di Kepulauan Nias yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Nias Utara, mengucapkan terimakasih kepada segenap tokoh-tokoh pemekaran Kabupaten Nias Utara dimana pun berada, atas segala jasa dan pengobanan Bapak/Ibu. Juga kepada masyarakat yang telah rela berkorban memberikan hibah berupa tanah untuk pertapakan kantor-kantor pemerintahan”,Ucap Ingati.

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, SPd selaku Koordinator Forum kepala daerah se-Kepulauan Nias mengucapkan selamat kepada Pemerintah dan seluruh masyarakat Nias Utara.

“Semoga peringatan hari jadi ini dapat mendorong kita melaksanakan pembangunan diberbagai bidang.

Pada tahun 2019 mendatang event Pesta Ya’ahowu Nias Barat sebagai tuan rumah, kita jadikan momen ini sebagai ajang promosi mendatangkan wisatawan di kepulauan Nias, sebagaimana telah disampaikan oleh bapak Presiden Joko Widodo pada kunjungan kerja di Kepulauan Nias bahwa potensi Pariwisata, Kelautan dan Perikanan merupakan hal prioritas yang harus dikembangkan”,ujar Faduhusi.

Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara, Hisikia Harefa menyampaikan atas nama Lembaganya mengucapkan selamat Ulang Tahun yang ke-10. Ketua DPRD Nias Utara mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Nias Utara, serta seluruh panitia yang telah pelaksanaan kegiatan ini dengan baik. (mag-5/han)

DPRD Tunda Pembangunan Gedung Baru dan Kantor Lurah

ist TANDATANGAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD Muhammad Yuridho Chap menandatangani RAPBD usai sidang Paripurna DPRD Tebingtinggi.
ist
TANDATANGAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD Muhammad Yuridho Chap menandatangani RAPBD usai sidang Paripurna DPRD Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Lima fraksi yang ada menolak atau menunda pembangunan gedung DPRD baru serta Kantor Lurah Lubuk Baru. Hal ini terungkap dalam sidang paripurna DPRD Tebingtinggi dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Tebingtinggi TA 2019 dalam pembahasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2019.

Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Muhammad Yuridho Chap membenarkan hal tersebut, katanya semu fraksi yang ada di DPRD Kota Tebingtinggi sebanyak lima fraksi dalam pidato jawaban nota pengantar Wali Kota Tebingtinggi secara langsung menunda pembangunan gedung DPRD baru dan Kantor Lurah Lubuk Baru karena anggaran tersebut bisa membuat devisit APBD Tebingtinggi, dan lebih baik diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat luas seperti pemasangan lampu-lampu jalan, peningkatan drainase dan perbaikan sekolah sekolah.

“Benar kita tunda pembangunan gedung DPRD baru dan pembangunan gedung Kantor Lurah Lubuk Baru. Anggaran tersebut lebih kita prioritaskan untuk kepentingan masyarakat banyak,”jelas Muhammad Yuridho Chap kepada Sumut Pos usai pelaksanaan sidang Paripurna, Selasa (27/11).

Sambung Yuridho Chap, DPRD tidak kecewa dengan ditundanya pembangunan gedung baru karena gedung DPRD yang lama masih layak untuk di pergunakan dalam melaksanakan tugas. “Tahun ini kita lebih memprioritaskan pembangunan untuk masyarakat dan hasilnya bisa dirasakan langsung,”ungkapnya.

Sebelumnya, Fraksi Golkar yang dibacakan oleh Asnawi Mangkualam mengatakan, bahwa fraksi Golkar dengan rendah hati menolak pembangunan gedung DPRD baru dan pembangunan Kantor Lurah Lubuk Baru tahun anggaran 2019, karena dengan anggaran Rp12,2 miliar untuk membangun gedung DPRD baru dan tidak akan selesai dan Rp1,8 miliar untuk pembangunan Kantor Lurah Lubuk Baru.

“Lebih baik anggaran tersebut di peruntukan untuk anggaran yang ada di Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) terkait untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat yaitu peruntukan untuk kesehatan, pendidikan, drainase dan lampu lampu penerangan jalan di wilayah Kota Tebingtinggi yang dianggap rawan,”katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, menyatakan pihaknya mengaku legowo atas penundaan pembangunan Gedung DPRD yang baru dan pembangunan kantor Lurah Lubuk Baru.

Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terimakasih kepada anggota DPRD telah menunda anggaran dengan mengalihkannya untuk pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat langsung.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada fraksi fraksi yang ada dan telah mengambil sikap menyetujui nota pengantar Wali Kota Tebingtinggi. Kami sangat Menyetujui pemasangan lampu lampu jalan dan pembangunan pintu pintu air untuk meminalisir banjir di wilayah Kota Tebingtinggi,”jelas Umar Zunaidi.

Menurutnya, pihak Pemko Tebingtinggi akan berupaya terus mengoptimalkan dana bagi hasil Provinsi Sumatera Utara untuk tidak menunggak lagi. Karena itu, semua dilakukan untuk membiayai agar anggaran Pemko Tebingtinggi tidak defisit.

Sebelumnya dalam nota pengantar Ranperda APBD Tahun 2019 diajukan untuk pendapatan Rp 718.449.973.219 dan bila dibandingkan dengan APBD induk tahun 2018, Rp 704.172.428.178 dimana tahun 2019 ini hanya mengalami kenaikan sebesar Rp 14.277.545,041. (ian/han)

Relawan Prabowo-Sandi Kabupaten Sergai Dikukuhkan

SURYA/SUMUT POS DIABADIKAN: Ketua Umum relawan Prabowo Sandi Kabupaten Sergai Syaifuddin diabadikan bersama pengurus usai pengukuhan, Minggu (25/11).
SURYA/SUMUT POS
DIABADIKAN: Ketua Umum relawan Prabowo Sandi Kabupaten Sergai Syaifuddin diabadikan bersama pengurus usai pengukuhan, Minggu (25/11).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah Relawan Prabowo-Sandi Sumatera Utara (Sumut) mengukuhkan Kepengurusan Relawan Prabowo-Sandi Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Pengukuhan relawan ini berdasarkan hasil keputusan rapat dalam pem bentukan pengurusan relawan Prabowo Sandi Kabupaten Serdangbedagai.

Keputusan itu berdasarkan No: SK. 01/XI/DPD-SU/2018, mengangkat sebagai ketua umum Syaifudin, Sekretaris umum Erwinsyah SH, Bendahara Muhamad Muda Rizki Ritonga beserta seluruh relawan se-Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang dihadiri seluruh tim pemenangan Prabowo Sandi di kediaman Ketua umum Syaifuddin, Jalan Kabupaten Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Minggu (25/11).

Dalam sambutannya, ketua panitia pelaksana Saddam Amri mewakili seluruh ketua relawan mengajak masyarakat yang tergabung dalam tim relawan Prabowo Sandi Kabupaten Sergai, untuk merapatkan barisan memenangkan Prabowo Sandi tahun 2019 mendatang.

“ Mari kita bekerjasama untuk memenangkan Prabowo Sandi, kita tak usah banyak bicara yang penting kerja nyata yang diutamakan,” bilang Sadam Amri yang juga sebagai Wakil ketua relawan Prabowo Sandi ini.

Pada kesempatan itu, Ketua Pengurus Daerah Relawan relawan Prabowo-Sandi Sumut, Ir Idham Chair MM sangat mengapresiasi dengan terbentuknya relawan Prabowo-Sandi Kabupaten Sergai.

Ia pun mengucapkan selamat kepada Ketua Umum Syaifuddin bersama pengurus yang baru saja dikukuhkan, dan semoga bisa mengemban amanah untuk memenangkan Prabowo Sandi 2019 mendatang.”Untuk melaksanakan kegiatan pemenangan pasangan Prabowo Sandi pada Pilpres 17 April 2019 mendatang, perlu dibentuk struktur kepengurusan di daerah-daerah untuk mengkoordinir kegiatan seluruh relawan Prabowo-Sandi di seluruh Sumatera Utara,” tutur Idham.

Idham pun mengajak, beberapa hal yang harus diperhatikan kepada seluruh relawan dalam pemilihan presiden nantinya, yakni sewaktu pencoblosan dengan cara yang baik dan benar kepada masyarakat dalam memilih.”Harapan beliau dengan terbentuknya relawan di Kabupaten Sergai ini semoga calon Presiden Prabowo Sandi 02 bisa memperoleh suara sampai 80 persen,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua APPSI Kabupaten Sergai Agus Taufik mengatakan, sebagai ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Sergai menyampaikan beberapa hal yang harus diketahui mengenai hal hal yang perlu dilakukan, yaitu yang pertama kita sebagai warga negara harus setia kepada pancasila dan UUD 45 dan NKRI.

Kemudian kata Taufik, kita harus mendorong perjuangan Prabowo sandi untuk melaksanakan Visi dan misi untuk mewujudkan agar Indonesia adil dan Makmur . Taufik mengaku turut mendukung pencalonan legeslatif Ahmad Iqbal menjadi anggota DPRD Sergai masa periode 2019-2024 dari Partai Gerindra. (sur/han)

Taspen Kembalikan Uang Negara ke Kejari

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Muhaimin Adamy, tersangka dugaan penyelewengan uang negara atas kasus pencairan asuransi fiktif sebesar Rp62.386.500, dikembalikan ke Kejaksaan Negeri Binjai, Selasa (27/11) sekira pukul 11.00 WIB.

Dengan mengenakan kemeja putih, kedatangan oknum pejabat di PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Pematangsiantar ini didampingi bagian hukum dari PT Taspen Kantor Pusat, Sri Marsito. Uang tersebut dikemas tersangka dalam satu buah plastik asoy dengan pecahan Rp100 ribu senilai Rp10 juta.

Kemudian ditambah pecahan Rp50 ribu sebanyak 46 lembar, pecahan Rp10 ribu dua lembar, pecahan Rp5 ribu tiga lembar hingga logam pecahan Rp500 ada 3 buah.

Informasi diperoleh, Kantor Cabang Pembantu Bank Sumut Tavip Binjai mencairkan asuransi kematian Demseria sebanyak dua kali.

Pertama sebesar Rp59.179.200 pada 5 Mei 2014 lalu. Terakhir sebesar Rp3.207.300 pada 23 November 2014. “Dapat nomor hp saya darimana? Ya itu langsung saja ke Pak Asep. Saya enggak bisa komentar. Bapak (jurnalis) langsung saja statement dari Pak Asep saja ya,” ujar tersangka ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya.

Dia membenarkan, datang ke Gedung Kejari Binjai didampingi perwakilan PT Taspen Kantor Pusat. Menurut dia, pengembalian kerugian negara yang dilakukannya sebagai bentuk itikad baik.

Namun sayang, dia enggan menjabarkan asal uang tersebut dari mana. Begitupun, katanya, uang Rp62.386.500 ini merupakan milik pribadinya. “Ya itu urusan saya. Nanti enggak enak juga saya. Saya dengan kesadaran sendiri (mengembalikan uang),” kata pria yang mengamini sekarang mengemban jabatan di PT Taspen Pematangsiantar. Tersangka yang belum ditahan oleh penyidik ini juga meminta agar jurnalis tidak terus memberitakan tentangnya. Menurutnya, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur.

Dia juga terdengar tidak suka terhadap jurnalis lantaran memberitakan tentang hal negatif. “Tolonglah bapak-bapak wartawan yang saya hormati, enggak memblow-up. Kamikan Taspen, tahu sendiri apa yang kami perbuat sesuai dengan yang kami kerjakan. Enggak ada macam-macam kami di sini. Tapi karena sudah diapakan (diberitakan), ya sudahlah,” sesalnya.

Dia mengaku, saat ini tengah dalam kondisi tidak sehat. “Mohon maaf, saya sedang kurang sehat. Keluarga juga sedang sakit. Kita tidak menikmati apa-apa (dari pencairan diduga fiktif),” ujar dia.

Sementara, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting membenarkan adanya pemulangan kerugian negara yang dilakukan tersangka. Menurut Asep, pengembalian asuransi kematian yang diduga fiktif oleh PT Taspen ini atas inisiatif dari tersangka.

“Tanpa pemberitahuan. Tiba-tiba datang. Kaget juga saya. Dia menginsafinya,” kata mantan Kasi Pidsus Kejari Batubara ini di ruang kerjanya.Menurut dia, pengembalian kerugian negara ini tidak menghapuskan pidana yang sudah disangkakan penyidik kepada tersangka.

“Pencairan asuransi kematian ini mengalir ke rekening Bank Sumut Tavip kepada atas nama Adesman Sagala,” ujar dia.

Disoal pengembalian kerugian negara dapat menjadi sebuah petunjuk untuk memanggil kembali Adesman, Asepte enggan berandai. Menurut dia, penyidik akan mempelajari sekaligus berdiskusi terlebih dahulu terkait aksi pemulangan kerugian negara ini.

Asepte menambahkan, Pimpinan Cabang Pembantu Bank Sumut Tavip Binjai, Novrizal bersama seorang staf bernama Ernina sudah diambil keterangannya oleh penyidik. Namun, Asepte menolak untuk membeberkan hasil pemeriksaan

“Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru. Kurang lebih ada 11 orang sudah diperiksa terkait perkara ini. Menurut pengakuan tersangka, uang ini dari pribadinya,” tandas Asepte sembari tidak menjawab apakah bakal ada tersangka baru dari oknum ASN.

Diketahui, Kejari Binjai sudah menetapkan dua tersangka dalam perkara ini. Adalah, Demseria Simbolon dan oknum pejabat di PT Taspen bernama Muhaimin Adamy. Dalam perkara ini, penyidik menyebut Demseria bolos 7 tahun tetap menerima gaji dengan besaran paling besar senilai Rp4.367.900.

Namun, hal ini tidak mendapat sikap tegas dari Disdik Binjai. Bahkan, perkara ini diduga melibatkan Kepala SDN 027144 Binjai Utara Sulasih, Kepala UPT Disdik Binjai Utara Emi Sutrisnawati, Bendahara UPT Disdik Binjai Utara Irwan Khotib Harahap hingga Kabid Dikdas Disdik Binjai.

Parahnya, PT Taspen Medan mencairkan dana kematian Demseria yang diduga diajukan Adesman pada 2014 lalu. Padahal, Demseria belum wafat. Total kerugian negara akibat aksi kriminal Demseria ditaksir mencapai Rp438.025.900. (ted/han)

Tanggul Sungai Wampu Jebol, Lima Rumah Warga Roboh

bambang/sumut pos JEBOL: Camat Sirapit, Endarmia saat melihat Tanggul Sungai Wampu yang jebol.
bambang/sumut pos
JEBOL: Camat Sirapit, Endarmia saat melihat Tanggul Sungai Wampu yang jebol.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Lima rumah warga roboh dan terbawa arus akibat tanggul aliran Sungai Wampu di Dusun II, Desa Suka Pulung, Kecamatan Sirapit, jebol. Informasi yang diperoleh dari Camat Sirapit Endamia dan Kepala Desa (Kades) Suka Pulung, Jamal mengungkapkan, tanggul dan rumah warga yang terbawa arus Sungai Wampu itu sudah terjadi sejak tahun 2016. Rumah yang menjadi korban itu masing-masing milik Sugito(50), Supeno(70), Lasmi(60, Heriyanto(40), dan Suwanto(46).

“Tapi kejadian ini bertahap. Untuk rumah Lisma tinggal separuh dan tidak lagi ditempati, sementara empat rumah lagi sudah hilang,” ungkap Jamal, Selasa (27/11),
Dijelaskan Jamal, jarak tanggul dan rumah warga sebelumnya sekitar 30 meter dari pinggir sungai. Namun, seiring waktu berjalan tanggul roboh akibat abrasi, begitu juga dengan rumah masyarakat.

“Seiring berjalannya waktu, tanggul dan rumah warga akhirnya menjadi sungai. Longsor memang kerap terjadi, tidak hanya karena luapan air, tetapi saat hujan turun dengan deras tanah itu juga bisa longsor,” kata Jamal.

Untuk bantuan korban longsor, Jamal mengaku masih bingung. Sebab, rumah warga yang amblas tidak ada tempat lagi untuk dibangun. Karena lahan sendiri perlahan mural terus digerus air sungai.

“Tapak rumahnya hanya itu. Makanya kalau tanggul diperbaiki, ada harapan juga bisa memperbaiki rumah warga,” cetusnya sembari mengatakan, Lasmi saat ini tinggal bersama anaknya di dusun yang sama.

Terkait kerusakan tanggul, Jamal mengakui sudah pernah mengusulkan perbaikan ke Pemkab Langkat. Namun tanggung jawab terhadap tanggul itu berada pada tingkat satu atau provinsi. “Karena bukan tanggung jawab Pemkab, maka kami membuat surat ke provinsi pada tahun 2017.

Tapi sampai sekarang belum juga ada realiasi,” ungkapnya dan mengakui, 4 dari 5 rumah yang terbawa arus merupakan rumah bantuan pemerintah. Jamal berharap, agar pihak terkait dapat segera membangun bronjong. Sehingga rumah masyarakat yang rusak akibat abrol bisa segera diperbaiki. “Kalau tidak cepat dibangun, 6 unit rumah dan puluhan hektar sawah terancam hanyut,” sebut Jamal.

Sementara itu, Kepala UPT Sumber Daya Air (SDA) Kota Binjai, Sugiarto, saat ditemui di ruang kerjanya mengakui sudah menerima laporan dari pihak Kades. Namun, kata Sugiarto, pihaknya tidak mampu menampung anggaran bronjong pada APBD provinsi.

“Nanti kita ajukan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera 2. Karena anggaran APBD tidak cukup untuk membangun bronjong di sana. Kalau tidak ada halangan tahun 2019 bronjong akan dibangun menggunakan APBN. Kalau kita lihat dari kondisinya, anggaran untuk membangun bronjong itu sekitar Rp20 miliar,” ungkapnya. (bam/han)

Pariwisata Bisa Angkat Derajat Masyarakat

Tamba Tinendung/Sumut Pos SERAHKAN: Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP, MM menyerahkan alat kebersihan kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11).
Tamba Tinendung/Sumut Pos
SERAHKAN: Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP, MM menyerahkan alat kebersihan kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11).

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pariwisata terus melakukan terobosan untuk menggenjot kunjungan wisatawan. Salah satunya, melalui kampanye Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona secara serentak.

Kali ini kampanyenya dilakukan di Kabupaten Pakpak Bharat di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11). Gerakan sadar wisata yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di sekitar destinasi pariwisata.

Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP MM menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Menurutnya, pariwisata mampu mengangkat derajat kehidupan masyarakat jika dikelola secara maksimal. “Maka dari itu, sudah sepatutnya kita menjaga daerah wisata di daerah kita dengan melaksanakan secara nyata nilai-nilai yang terdapat dalam sapta pesona yaitu, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan,” jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut Rinto Taufik Simbolon (Analis Fungsional Asisten Deputi (ASDEP) Pengembangan Masyarakat Parawisata Kemenpar),Lutfi Daud, Kepala Desa Salak 1, Sahat Banurea,Pengurus Pemuda Pancasila (PP), Ikatan Pemuda Pancasila (IPK), Pemuda Kebasmisi, beberapa siswa/i SMA,dan masyarakat di sekitar Daerah Tempat Wisata (DTW), LSM Sada Ahmo. Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penyerahan alat kebersihan secara simbolis kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona, seperti sapu,dan tempat sampah. (tam/han)

Kampung Listrik jadi Warna-warni

solideo/sumut pos BERSAMA: Camat Berastagi Mirton Ketaren diabadikan bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta rombongan saat berada di Kampung Listrik Bawah.
solideo/sumut pos
BERSAMA: Camat Berastagi Mirton Ketaren diabadikan bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta rombongan saat berada di Kampung Listrik Bawah.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Kampung Listrik Bawah ‘disulap’ jadi lokasi wisata baru di Kota Berastagi. Kampung yang dihuni sekitar 125 KK itu kini berubah menjadi Kampung Warna Warni. Kampung Listrik Bawah ini sudah lama diincar oleh Persatuan Warga Berastagi Sekitarnya (PWBS) sehingga didominasi sebagai kampung Warna Warni.

Hal ini dikatakan Camat Berastagi Mirton Ketaren saat mendampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH beserta rombongan mengunjungi Kampung Listrik Bawah, Senin (26/11). Menurut Mirton, Kampung Listrik Bawah sudah lama menjalin kerja sama dengan PWBS Berastagi. Dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk merangkul dan merembukkan kepada warga agar Kampung Listrik dijadikan menjadi Kampung Warna Warni, seperti yang ada di Malang.

Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, MSi, Kadishub Gelora Fajar Purba, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, Camat Kabanjahe Leo Frans Surbakti saat melakukan peninjauan di Kampung Listrik Bawah sangat kagum dan mengapresiasi langkah yang dilakukan PWBS yang diketuai oleh Dalwan Ginting untuk menjadikan Kampung Listrik Bawah menjadi Kampung Warna Warni.

“Patut kita bersyukur, sebab bagi wisatawan lokal dan luar negeri yang suka berfoto akan berdatangan. Tidak perlu lagi jauh-jauh lagi ke kota Malang, sudah ada di Karo. Ada banyak gambar 3D yang jadi spot foto-foto keren nanti,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting, sangat mendukung apa yang telah diperbuat PWBS terhadap Kampung Listrik Bawah yang ingin dijadikan menjadi Kampung Warna Warni.”Saya bersama DPRD Karo sangat mendukung dan saya minta kepada Pemda Karo menjadi atensi, jika perlu ajukan anggarannya ke DPRD Karo dalam hal pemeliharaan kebersihan dan perawatan catnya agar dijaga dan terpelihara,” ucapnya.

“Ini moment yang harus Pemkab Karo dukung. Mudah mudahan Dinas Parawisata akan mengajukan anggaran terkait Kampung Warna Warni ini. Saya akan bantu di DPRD Karo,” kata Thomas kepada Bupati Karo.

Kepling Listrik Bawah Dapot Tigor Pandiangan menuturkan, saat bertemu dengan Bupati Karo, kami masyarakat Listrik Bawah sudah siap dinobatkan sebagai Kampung Warna Warni. “Hal ini kami warga sudah sepakat semua, 125 KK rumahnya siap dicat dengan cat yang berbeda-beda,” ucap Kepling. Dijelaskannya, pengecatan sudah berlangsung selama 5 (lima) hari sampai sekarang dan rumah yang sudah selesai dicat sekitar 30 rumah.

“Diperkirakan rumah warga selesai dicat semuanya selama 40 hari, sesuai kesepakatan kami bersama tim pemodal dari PWBS yang sudah menyediakan cat dengan gratis,” jelasnya. Lanjut Kepling, rencana kedepan, Kampung Listrik Bawah setelah selesai di cat, maka gerbang pintu masuk akan dibentuk menjadi 2 (dua) dan yang akan ditutup untuk mempermudah akses. Gerbang gapura juga akan dicat sedemikian rupa. (deo/han)

Warga Medan Amplas Tewas Disambar Kereta Api

Aparat PM menutupi jenazah Jani yang tewas tersambar KA.
Aparat PM menutupi jenazah Jani yang tewas tersambar KA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jani Indrianto S, 36, warga Jalan Panca, Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas tewas dilindas kereta api di perlintasan Jalan Mandala By Pass, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (27/11) sekira pukul 10.00 WIB.

Informasi yang diperoleh, sebelum peristiwa itu terjadi, korban terlihat sedang berjalan kaki di rel tersebut.

Korban diduga tidak menyadari adanya kedatangan kereta api, sehingga tertabrak dan terlindas lalu tewas seketika.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini pun sontak mengerumuni jasad korban yang telah berlumuran darah itu. Tak lama berselang petugas Unit Kecelakaan (Laka) Polsek Percut Seituan datang ke lokasi.

Dengan dibantu warga, petugas mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit.

“Dari pemeriksaan ditemukan identitas korban berupa KTP atas nama Jani Indrianto Sitanggang warga Medan Amplas,” ungkap salah seorang warga.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang kembali di dapat, jasad korban dibawa oleh petugas ke ruang instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan.

Sedangkan keluarga korban diketahui juga sudah menyusul korban ke rumah sakit tersebut. (fir)

Gratifikasi Rp41 Miliar Gubernur Aceh Masuk Rekening Model Cantik

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/11/2018).
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/11/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf didakwa menerima gratifikasi senilai lebih dari Rp 41 miliar. Menurut jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penerimaan uang tersebut dilakukan melalui sejumlah orang dan pola transaksi yang berbeda.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (27/11/2018), Irwandi didakwa dua perkara gratifikasi. Pertama, Irwandi didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 8,7 miliar. Salah satunya, menurut jaksa, sejak November 2017 hingga Mei 2018, Irwandi menerima uang dari Muklis yang merupakan pengusaha.

Uang Rp 4,2 miliar dari Muklis diberikan melalui transfer bank. Namun, sebelumnya Muklis menyerahkan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) beserta nomor PIN kepada Irwandi. Kartu ATM diserahkan di rumah pribadi Irwandi di Jalan Salam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Menurut jaksa, Muklis 14 kali mengirimkan uang ke rekening bank yang telah dikuasai Irwandi tersebut. Dalam surat dakwaan, Irwandi disebut menggunakan beberapa orang dekatnya untuk menerima uang. Salah satunya adalah mantan model Steffy Burase.

Dalam persidangan untuk terdakwa lainnya, Irwandi dan Steffy mengakui bahwa mereka memiliki hubungan cukup dekat. Keduanya bahkan berencana menikah. Namun, pernikahan batal dilakukan karena Irwandi lebih dulu ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa sejak Oktober 2017 sampai akhir Januari 2018, Irwandi menerima uang melalui Steffy dengan total nilai sebesar Rp 568 juta. Uang tersebut berasal dari Teuku Fadhilatul Amri. Dalam dakwaan gratifikasi pertama, rekening Steffy 15 kali menerima uang dari Teuku Fadhilatul Amri. (abba/kps)

Setel Musik Meski Ditegur, Remaja Tewas Diparang Sepupu

MADINA, SUMUTPOS.CO – Seorang remaja bernama Sopri, 17, di Mandailing Natal (Madina) tewas secara mengenaskan setelah ditebas dengan sebilah parang oleh sepupunya sendiri, Rafii, 35.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (24/11/2018) sekira pukul 23.00 WIB.

“Motif sementara karena sakit hati. Korban bersama teman-temannya sedang berada di belakang rumah pelaku dan menyetel musik sambil nyanyi sehingga pelaku merasa terganggu. Kemudian, pelaku mengingatkan korban supaya berhenti, namun korban dan temannya tidak peduli,” terang Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi kepada Metro Tabagsel (Sumut Pos Group), Senin (26/11/2018).

Merasa sakit hati, pelaku keluar dari rumahnya dan membawa sebilah parang, dia lalu menemui korban bersama teman-temannya.

“Di situlah terjadi keributan, saat itu teman-teman korban kabur, sementara korban masih adu mulut dengan pelaku. Karena sudah emosi dan merasa sakit hati, pelaku lalu membacok korban dan mengenai kepala dan telinganya, parang tersebut dibawa pelaku dari rumahnya,” ujar Andi.

Usai dibacok, korban masih berusaha menghindar dan melarikan diri. Tetapi tak lama kemudian, korban jatuh dan tidak sadarkan diri, Sopri pun akhirnya meninggal dunia karena pendarahan.

Lalu, pihak keluarga menghubungi petugas kepolisian, dan Sopri dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan untuk kepentingan visum.

“Kita mendapat laporan dari warga, dan langsung mencari pelaku. Sekarang pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti,” terang Kapolsek.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (wan)